Terlukaku Karena Nama Indah itu

Terlukaku Karena Nama Indah itu
Sebuah nama indah yang kukenal, dan pernah menjadi orang yang paling aku sayang. Hidupnya yang terlihat damai, dan tak pernah memunculkan pertanyaan sedih dalam menjalani hari dengan keluarganya. Meskipun dia memiliki salah satu saudara laki-laki pertamanya yang telah meninggal dunia sehari sebelum lebaran. Begitu mengejutkan, tapi dia lebih terpukul ketika dia memiliki seorang adik laki-laki yang meninggal dunia ketika berumur kurang dari 8 hari. Hingga dia menjerit meminta tuk menggalikan kubur adiknya dan menghidupkannya kembali. Bahkan dia terlihat begitu sedih saat dia menceritakan apa yang dia rasakan ketika itu. Tapi dia masih tetap tegar, karena itu adalah keinginan Sang Pencipta.
Dirinya yang kukenal ketika bersamanya adalah seorang manusia apa adanya, penuh kasih, tak pernah menyiksa meskipun menjaili, bukan orang yang pelit dengan segala apa pun yang dia miliki, bahkan dia rela memberika benda yang paling dia sayang kepada orang lain meskipun itu satu-satunya. Dan kekurangannya pun tak pernah membuatku menyesal tuk bisa sedekat itu denganya. Aku tak punya alasan lain, selain ketulusan hati yang kumiliki.
Banyak yang ku tau tentangnya, selain tanggal lahirnya. Dia menyukai warna merah, dia menyukai coca-cola di campur es batu, dia menyukai pop ice coklat, dia menyukai naruto, Sate, potato freeze, tak menyukai pedas, ayam kentucky, milo dingin, kacang koro, mayasi dan banyak lagi. Dia bukanlah orang yang sombong dengan semua yang dia miliki. Orang pertama yang kukenal tak pernah memamerkan dengan apa yang dia miliki.
Ehmmm, mari aku ceritakan sedikit masa laluku waktu bersamanya dulu..hhehe, langsung saja ya.. Ketika aku masih kelas 1 SD, aku sakit parah dan harus di opname selama 2 hari. Dan ternyata aku sebelahan dengannya di puskesmas itu. Rupanya dia pun di opname selama 5 hari, karena dia sering m,akan mie mentah dan milo mentah. Hingga akhirnya ususnya sakit dan dia di inap. Karena ruang inap kami sebelahan, biasanya kami saling kunjung dan cerita bareng, hhehehe. Jadi, meskipun di inap di puskesmas tetap saja seru karena barengan.
Guru di sekolahku sudah tak asing lagi dengan kedekatan kami, bahkan kepala sekolah. Itulah sebabnya kami sering duduk sebangku dan kalau ulangan nggak pernah duduk jauhan. Apalagi kalau kerja kelompok, kami nggak pernah di pisahkan.
Suatu hari aku bertemu dengannya di sekolah, seperti biasa kami bercanda bersama. Waktu itu kami kelas 6 SD belajar pelajaran IPA mengenai “Tata Surya”. Dan kami diwajibkan untuk mengahapalkan nama-nama planet sesuai dengan urutannya. Begitu sulit terlaksana, lalu kami pun bernyanyi untuk sejenak menghilangkan kejenuhan dari tugas ini. Kami bernyanyi bersama lagu Samsons “Kenangan Terindah”.

“Aku yang lemah tanpamu,
aku yang rentan karena cinta yang tlah hilang darimu
yang mampu menyanjungku.
Selama mata terbuka,
sampai jantung tak berdetak,
selama itu pun aku mampu mengenagmu.
Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati.
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupmu
Yang tlah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah”

Dari lagu itu pula kami mendapat inspirasi untuk menghapalkan nama-nama planet tersebut untuk memudahkan. Sangat asik dan kami menjadi mudah menghapalkannya. Lalu kami bernyanyi bersama penuh senyum, tertawa dan teriak bersama karena mampu menghapalkan itu. Dan lagu itu berubah lirik menjadi…..
“Bila merkurius, venus, bumi, mars, jupiter, saturnus, uranus, neptunus pluto……..”
Hahaha, lucu tapi indah. Belajar sambil bernyanyi, sungguh tak pernah membosankan. Apalagi jika rame-rame bareng mereka. Letih belajar tak kan pernah terasa.
Tak hanya itu saja, suatu hari kami pun seperti biasa bermain bersama disekolah. Jam istirahat kami lalui dengan makan bersama di dalam kelas, dan ngakak bareng yang lain. Setelah lonceng masuk bebunyi, seperti biasa kami pun bebaris. Karena dia yang begitu jail dan aku yang tak bisa diam, sekalipun bebaris kami selalu saja bercanda dan saling menjaili teman. Waktu itu dia mendorongku, aku pun terjatuh. Wajahku memerah seperti kepiting rebus saja. Semua teman-teman memperhatikan kami. Bagaimana tidak??? kami terjatuhnya bersama, karena dia terinjak kakiku. Parahnya lagi dia jatuh diatas badanku. Untungnya dia segara bangun dan berdiri. Meskipun sejenak kami terdiam saling bertatap mata kebingungan. Tawa dari teman-teman membuat kami berdua segera berdiri dan kembali ngakak bareng. Itu waktu kelas 5 SD dulu. Lucu bila teringat, meskipun memalukan.. hhhehehe ^_^
Jika kami belajar bareng dirumahku, dia selalu menungguku hingga pulang aku ngaji dari masjid. Karena dia biasanya datang sekitar jam 4, sedangkan aku pulang ngaji jam 5. Bahkan dia rela datang kemasjid tempatku mengaji naik sepeda untuk menungguku dan menjemputku. Tak jarang dia pun ikut belajar ngaji bersama. Jika sudah saatnya pulang, dia pun menggoncengku naik sepeda untuk pulang kerumah lalu belajar bersama. Bahkan terkadang ketika pulang ngaji, biasanya kami pun membeli es merah dan meminumnya bersama.sambil naik sepeda goncengan, kami biasanya nyanyi bareng n ngakak di jalanan. Hahaha begitu indah kurasa memiliki sahabat seperti dirinya.
Apalagi ketika bulan puasa, sangat banyak waktu kami habiskan untuk bersama. Entah itu untuk menyelesaikan tugas menumpuk dari guru, makan bareng, ngobrol, dengar musik, main sepeda, jalan-jalan, main kelereng, main layang-layang dan sebagainya. Saatnya terawih, kami selalu terawih di masjid Istiqomah. Setelah dia pulang 8 rakaat kerumahnya, dia kembali menungguku selesai terawih hingga 23 rakaat+witir. Saatnya selesai terawih, kami berdua pulang bareng kerumahku untuk belajar. Hhehe, biasanya kalau sudah pulang terawih adikku dan orang tuaku kerumah nenekku. Aku di tinggal di rumah berdua bersamanya. Meskipun aku perempuan dia laki-laki, kami tak pernah diragukan untuk tinggal berdua dalam rumah sekalipun pintu dikuncikan. Dan dia akan menemaniku sampai orang tuaku datang, walaupun waktu menunjukkan sudah larut malam dan mulut pun mulai menguap + mata yang semakin berair. Tapi dia masih tetap bisa tersenyum tuk menemaniku.
Orang tuanya tak pernah mengkhawatirkannya jika dia berada dirumahku. Mungkin itu karena kepercayaan yang sudah ada. Palingan orang tuanya hanya tersenyum manis dan membelai rambut kami. Malah orang tuanya menyuruh kami untuk belajar di rumahku saja. Hhhehe, baik banget kan orang tuanya?. Orang tuanya pun akan memarahinya jika dia melihat anaknya menjailiku. Teman-temannya pun sudah mengerti akan kedekatan kami. Bahkan aku juga akrab dengan temannya itu. Semua masih pada lucu dan lugu banget.
Aku selalu mengajarinya dengan ketulusan hati tanpa 1 pun harapan. Karena aku sangat menyayanginya. Sering dia memberiku benda-benda favoritnya. Dan jika dia tau benda yang ku inginkan beluk kumiliki, terkadang dia yang membelikan aku sembunyi-sembunyi. Hhhehe, baik sih.. Tapi, aku kan jadi merasa nggak enak kalau sering begitu.
Meskipun kami sangat dekat, tapi kami pun serin kelahi. Entahlah karena apa. Tapi, dia akan bingung sendiri kalau aku sudah sedih begitu. Hhehe, dia jadi merasa serba salah. Karena dia sadar, dialah yang membuatku merasa kesal karena kelakuannya. Hhhhehe, tapi paling bentar juga kami baikan. Tak sekali pun kami kelahi hingga 1 hari. Dan jika kami ngomong tentang cita-cita, dia selalu bilang kalau dia tak memiliki satu pun cita-cita. Jika di tanya dia akan bilang kalau dia mau jadi tukang tambak seperti bisnis orang tuanya. Dia bilang nggak perlu belajar lagi, nggak kuliah lama dan pegang duit banyak kalau berhasil ketika panennya, mantaaaap kan cita-citanya..yang penting HALAL.
Tak terasa jadwal ujian semakin dekat. Itu artinya, belum tentu kami akan tetap seperti ini. Karena ada teman kami juga yang tak lagi berada di bunyu alias ke luar daerah. Dan itu sama dengan perpisahan, karena belum tentu juga kami akan bertemu kembali dan bisa ngumpul bareng kayak gini. Sebenarnya kami masih ingin bersama, tapi waktu tak lagi memungkinkan. Dan memaksa kami untuk tetap bisa tetap menerima semua itu. Jika waktu masih dapat ditunda, kan ku tunda demi bersama mereka. Tapi semuanya tetap saja tak bisa terelakkan lagi.
Untuk menghadapi ujian, sekolahku melaksanakan les mata pelajaran yang akan di ujikan. Paling seru kalau waktu makan sudah tiba, kelas menjadi haru makanan dan menjadi heboh penuh tawa yang seru. Biasanya aku, dia dan 2 sahabatku makan bareng dan duduk berhadap-hadapan. Tapi biasanya 2 sahabatku itu pulang makan dirumahnya masing-masing. Karena rumah mereka tak jauh dari sekolahan. Jadi aku dan dia makannya berdua ditambah dengan teman-teman yang ada di sekolah. Seperti biasa dia membawa ayam kentucky, potato freeze, snack dan minumnya coca cola + es batu di gelas tinggi. Hhehehe, kalau aku makannya ganti-ganti sih. Yang pasti aku nggak bawa nasi goreng, ikan, nasi kuning dan makanan yang repot makannya.
Begitu juga kalau ada acara makan-makan, seperti Isra Mi’raj, Maulid kami di suruh bawa makanan dari rumah. Biasanya hanya aku dan dia yang nggak bawa nasi. Biasanya aku dan dia bawa snack dan minuman bekarbonat atau milo dingin..uuuuuhhh mantap deh!?kami punya selera makan sama, jadi guru udah nggak heran kalau kami nggak bawa nasi seperti teman-teman yang lain. Serulah pokoknya, makan sambil seru-seruan bareng.
Saatnya ujian tiba. Banyak materi yang harus kami pelajari, dan kami semakin sering belajar bareng hingg tak kenal waktu karena takut tidak lulus. Sampailah pada waktu pengumuman hasil, kami lulus. Segera mengucap ‘Alhamdulillah’ ya Allah. Dia pun berlari mencariku, berteriak dan menggenggam tanganku menangis bersama bercampur tawa bahagia bareng 2 sahabtku lagi. Hati menjadi tenang karena kami lulus.
Saatnya perpisahan, sekolah mengadakan acara dan mengundang orang tua serta guru-guru lain. Setelah acara nangis-nangis, salam-salaman, makan-makan, nyanyi bareng, kami murid yang baru lulus happy bareng sambil nyanyi dan makan. Bahkan kami sampi loncat-loncat girang bersama.
Ketika acara selesai, saatnya pulang. Aku bingung pulang sama siapa, dan aku menunggu di bawah pohon ketapang. Berharap akan ada jemputan datang. Dia pun duduk disebelahku, dan berkata terima kasih. Lalu dia bertanya aku pulang sama siapa, aku menjawab aku bingung. Dia menawarkan untuk pulang barenga entahlah naik apa. Seaat setelah itu, seseorang menjemputnya menaiki motor soghun hijau. Aku tak punya pilihan, kami pulang bareng gonceng 3. Hhhehe, senangnya bisa pilang bareng. Malu sih, tapi daripada nggak pulang?hayoo, parah lagi kan?;p
Akhirnya kami tak memakai seragam merah-putih lagi, hhhee. Saatnya memakai seragam putih-biru. Ketika pendaftaran, kami diwajibkan untuk mengikuti tes pembagian kelas. Aku dan dia belajar bersama, berharap kami nanti kan berada satu kelas. Tapi Allah tak mengijinkan, aku di terima tapi dia tidak. Entahlah apa yang terjadi. Dia sedih banget, sukurlah dia tajir. Jadi dia aman dan di terima. Tapi, aku di kelas 7-1 dan dia di kelas 7-3. Dia sedih tak 1 kelas denganku, begitu pula aku. Aku harus beradaptasi tanpanya di dalam kelasku dengan suasana baru. Tapi semakin lama dia pun mampu untuk menghadapi suasana baru itu. Bahkan dia mendapat banyak teman hingga kerabat dan sahabat. Beberapa dari teman barunya itu adalah teman SD kami juga dan teman TK ku dulu.
Ketika ada tugas, PR maupun ulangan. Kami tetap saja belajar bareng. Dan kami masih sering pulang sekolah bareng teman-teman yang lain juga. Bahkan dia sering singgah dirumahku karena letih dan minum air sambil menunggu jemputannya datang. Hhehe, ap lagi kalau pas panas. Kalau hujan sih enak-enak aja. Maen hujan bareng di jalan.
Kami naik ke kelas 8, tapi lagi-lagi Allah tak izinkan kami berada dalam 1 kelas. Aku kelas 8-1 tapi dia 8-2, meskipun kelas kami sebelahan. Aku pun mendapat teman yang banyak dan beberapa sahabat lagi. Seperti dirinya, dia sekelas dengan teman-teman barunya yang semakin akrab itu. Dan aku mulai sadar, dia berubah dan kami mulai jarang bersama. Termasuk belajar bareng seperti dulu. Justru dia semakin akrab dan dekat bersama temann-temannya itu.
Suatu hari di pagi yang mendung, aku datang kesekolah SMPku yang masih sunyi dan hanya terdapat beberapa murid saja. Aku memang biasa datang pagi seperti ini, terasa begitu tenang dan berteman embun pagi. Saat itu dia datang kekelasku, lalu duduk di sebelahku dan merebahkan kepalanya diatas meja sebelahku. Saat itu kelasku tak ada satu pun siswa yang datang. Kami pun bercerita, dia bilang kami tak mungkin 1 kelas karena perbedaan kemampuan otak. Dia berpesan padaku untuk belajar dengan rajin. Masih ku ingat saat dia mengucapkan kalimat-kalimat lembut yang menjadi semangat untukku.
Saat seleksi OSN di sekolahku tiba, malamnya sebelum besiknya aku tes dia datang. Dia bilang dia ingin belajar dan mengerjakan PR. Setumpuk buku yang berkaitan dengan biologi sebagai bahan tes besok terlihat olehnya di atas meja yang ada di depannya. Dia heran melihatnya dan bertanya padaku untuk apa semua buku-buku nitu, setelah aku jelasin, dia pun memberikanku dukungan agar bisa lolos dan ikut ketingkat kabupaten. Dia bilang semoga aku bisa ke Tanjung untuk mengikuti OSN tersebut, karena meskipun dia sudah pernah ke Jawa, Yogya, Sumatera tapi saat itu dia belum pernah ke Tanjung. Intinya dia menyemangati dan sangat mendukungku dalam hal ini. Meskipun pada akhirnya aku tak lolos, dia memberikanku senyum untuk tetap menyemangatiku.
Semakin lama, dia tak pernah lagi kerumahku. Ketika aku bertemunya di sekolah aku katakan padanya dia sombong. Beberapa hari kemudian ketika dia sudah bisa mengendarai motor dia masih sering menegurku. Tapi tak lama setelah itu, dia kembali tak pernah menegurku dan tak lagi menginjakkan kakinya di rumahku. Aku heran, apa yang terjadi padanya???mengapa dia begini?ataukah aku yang berubah?
Tanggal 22 Februari 2008 tiba, itu adalah peringatan hari ulang tahunnya. Sudah menjadi dalam persahabatan kami memberikan kado jika salah satu di antara kami ada yang ultah. Termasuk aku, dia dan 2 sahabatku lagi. Ketika itu aku dan 2 sahabatku itu ingin memberikan kado padanya. Tapi kami terheran-heran, dia menolaknya meskipun akhirnya dia terima dengan terpaksa. Ini pertama kalinya dia menolak hadiah dari kami dan merasa malu. Malah dia happy bareng teman-teman barunya itu.
Padahal dia pernah bilang padaku untuk menjauhi orang itu, tapi justru dia pula yang dekat dengannya. Haha, dia termakan dengan omongannya sendiri. Entahlah apa yang terjadi dengan dirinya sekarang. Dan dia pun tak pernah lagi menegurku di sekolah meskipun berada di sampingku. 24 Mei 2008 tiba, itu adalah hari ulang tahunku. Aku membuat acara makan-makan di rumahku bersama sahabtku dan teman-temanku. Termasuk dirinya aku undang. Dia memang tak pernah tau kapan ultahku dan dia sangat jarang mengucapkan selamat. Tapi aku akan sangat senang jika ketika itu dia hadir. Malah sore hari ketika acara itu, dia lewat depan rumahku bersama temannya. Kayak nggak kenal aku pula tuh..ckkk kesel deh pokoknya..
Tiga hari setelah acara ultahku, malam hari dia datang kerumahku. Seperti biasa dia belajar, dan ngobrol bareng. Aku bilang padanya, aku kecewa dia nggak datang padahal aku mengharapkannya. Dan dia bilang dia malu entah mengapa. Ehmmm, mungkin dia pikir ini tak penting juga untuknya, nggak ada artinya. Dia minta maaf, aku hanya tersenyum karena semua sudah berlalu. Dua hari kemudian dia datang untuk kembali belajar, dia seperti biasa membawa tas. Tapi kali ini di tambah dengan bag plastik yang besar berisi kotak berlapiskan kertas hijau indah mengkilat.
Dia memberikan kotak hijau itu untukku, ternyata dia masih mengucapkan selamat untukku, minta maaf karena saat itu dia tidak hadir ketika acara. Aku tersenyum dan berterima kasih. Separuh malam itu aku habiskan dengan mengerjakan tugas bareng dan ngbrol dengannya. Ketika dia pulang, aku berlari ke dapur sambil tersenyum. Karena ini adalah kado pertama berupa benda darinya. Orang tuaku yang membukanya dan tersenyum mlihat isinya. Sebuh baju kaos pink, celana setengah tiang bewarna hijau tua dan sebuah tas sekolah warna hitam. Aku tau ini dari orang tuanya, tapi tetap saja aku tersenyum. Bukan karena isi hadiah itu, tapi karena pedulinya. Aku simpan dengan baik semua benda-benda itu. Hhehe, senangnya…^_^
Tapi tetap saja aku sedih juga pada akhirnya, karena dia tak lagi menegurku maupun menyapaku. Tak lagi pernah datang kerumahku dan mencariku. Tak lagi pernah menelponku dan menghubungiku. Bahkan suatu hari ketika aku mengaji aku bertemu dia pulang dari belajar di rumah temanku sendiri, teman TK ku. Aku kecewa, ternyata dia tak lagi seperti dulu. Dan aku banyak melakukan hal-hal konyol karenanya termasuk datang pagi ke kelasnya. Lalu aku membuat selembar surat kaleng. Aku mengatakan dia jahat!!!. 3 bulan berturut-turut aku berbuat konyol sperti itu. Hahahahaha, bodoh bangetkan??..Dan masih banyak lagi hal konyol dan sangat bodoh lainnya yang aku kerjakan karenanya selain membuat surat kaleng gitu deh.
Seperti memperhatikannya sekejap melalui celah kecil di pintu sambungan antara kelasku dan kelasnya. Itu biasa aku lakukan ketika guru tidak masuk dikelasku. Terkadang aku melihatnya sambil tersenyum sendiri bahkan ngomel-ngomel nggak jelas sendiri. Hhhehe, untunglah teman-teman sekelasku tak ada yang curiga, kalau nggak?mati aku!?!@#$%^&&**(/”-_,. Konyol banget kan aku…??? Aduuuh…^^
Naik kelas 9, lagi, lagi dan lagi kami tak sekelas. Dia benar-benar tak pernah datang kerumahku sekali pun. Hingga akhirnya ujian berhasil kami lalui, aku lulus sedangkan dia harus mengikuti ujian ulang. Sebenarnya aku sangat sedih melihatnya begitu. Aku tak peduli dia akan berfikir apa pun. Hingga akhrnya dia tetap lulus. Aku bertanya kepadanya, dia peringkat berapa?.. Dia menjawabnya dan menanyakan hal yang sama. Dia bilang aku hebat, ternyata itu adalah terakhir kalinya percakapan kami dengan baik dan dia bicara dengan lembut padaku. Karena kami pun semakin jauh alias kami udah nggak sedekat dulu lagi.
Aku semakin sadar karena kami nggak lagi sedekat dulu, keadaan pun berubah. Orang yang dia benci malah dekat dengannya. Orang yang dia bilang parah justru akrab dengannya sperti saudara. Ckkkk, aku merasa seperti kehilangannya. Aku takut dia terus-terusan kayak gini dan bakal lupain aku yang hanya sahabat lama untuknya. Sejenak aku termenung dan menangis karenannya. Tapi tak satu pun kepeduliannya dan rasa kehilangan ada padanya. Aku mulai merindukannya yang dulu, merindukan kalimatnya dan merindukan dirinya yang seperti dulu. Tapi sudahlah, mungkin dia lagi ingin sendiri. Aku coba tuk mengertinya.
Di rumahku, aku merebahkan tubuhku dengan sejuta pertanyaan tentangnya. Memikirkan perubahannya yang buatku semakin khawatir. Kucoba tuk menyusuri mencari jawaban itu. Tapi tak satu pun ku temukan. Terlalu ku memikirkannya, hinggaku tak peduli yang di sekitarku. Ya Allah… apa yang terjadi padanya? Mengapa seperti ini?..berikan aku jawaban atas semua ini….
Pendaftaran SMA di mulai, kesibukan siswa calon SMA pada sibuk mempersiapkan diri. Kami harus melewati MOS, wawancara, ini, itu, dan blablablablabla….pengumuman penerimaan tiba, kami di terima. Untuk ke sekian kalinya aku nggak 1 kelas lagi. Aku di X-A dan dia di X-D. Mau gimana lagi, itu sudah menjadi keputusan sekolah SMA. Di SMA aku mengikuti ekskul Marchink Band dan banyak kegiatan lainnya, sudah nggak asing lagi kalau dia tuh nggak ngikutin satu pun kegiatan sekolah selain yang diwajibkan. Itulah dia dan dirinya…
Karena aku pun semakin dewasa, aku mulai mikir semuanya termasuk sahabat. Aku sadar aku tak lagi dekat dengannya, aku tau aku nggak ada lagi artinya untuk dia, dan aku tak bisa seperti yang lainnya. Dia benar-benar hilang begitu saja. Hingga pada suatu malam, aku merangkai puisi kecil untuknya.

Waktu semakin berlalu
Tlah banyak cerita kita ukir di dunia
Bersamamu dan keindahan semesta
Tapi kau larut kedalam waktu
Yang tak dapat di hentikan
Dan aku semakin sadar kau tak seperti dulu lagi
Bukan sekedar ilusi perasaan
Tapi inilah kenyataan sesungguhnya
Jika memang tiada lagi gunanya aku
Maka jangan kau lukaiku sperti ini
Kehilangan seorang yang disayang bukan hal mudah
Sadarilah, aku masih butuh kamu
Ingin kuulang kembali memori indah itu
Bersamamu dan bersama waktu
Kumpulkan kembali serpihan masa lalu itu
Dan coba tuk merekatkannya kembali

Tak kurasa air mata kembali jatuh kesekian kalinya karena mengingat kenangan waktu bersamanya dulu. Aku tak pernah menangis karenanya di depan sahabatku yang lain. Bahkan sudah SMA baru mereka tau aku memiliki luka dalam seperti ini. Karena aku tak ingin mereka memikirkan ini, mau tak mau harus kusampaikan juga. Meskipun sulit di percaya dan tak mungkinh. Karena aku tak ingin ini kembali kan terulang, karena sahabat berperan penting dalam hidupku.
Sekarang pun aku masih memaksakan diriku untuk mampu melihatnya langsung seperti itu. Walaupun aku tak pernah sanggup untuk melihatnya dan membuat tubuhku lemah karenanya. Aihhh, entahlah.. kacauuuu.. aku pun bingung!?.. Ku putar lagu Ungu ‘Untukmu Selamanya’ karena teringat akan dirinya dan kurenungkan dalam hati..

Tak pernah aku mengerti
Apa yang kini kurasakan
Kegelisahan hatiku saat ini
Ku masih merindukanmu
Walaupun kini ku tlah bersamanya
Tak pernah mampu kucoba lupakanmu
Sungguh tak bisa ku mnegganti dirimu dengan dirinya
Sungguh tak sanggup aku berpaling darimu
Sungguh tak bisa kumencintainya tuk melupakanmu
Sungguh tak sanggup aku berpindah dari hatimu…..

Hingga saat ini, aku masih berdoa semoga dia dikembalikan padaku oleh Tuhan. Meskipun aku sudah mencoba untuk melupakannya, menjauhinya, membencinya. Hatiku tetap saja tak sanggup, meskipun tak ku tunjukkan ke yang lainnya. Aku memang manusia biasa, tak sesempurna teman-teman yang lain meskipun setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi ya udah lah, mau diapain lagi coba…
Dan sebelum tidur hatiku pun bertanya-tanya dan berdoa pada Allah,
…Ya Allah, mengapa dia tak seperti dulu lagi? Aku kah yang berubah? Tak satu pun alasan terucap darinya mengapa kami tak seperti dulu lagi? Mengapa dia tak pernah mencariku? Atau aku tak ada lagi artinya? Mengapa dia semakin hancur bersama orang-orang yang tak ku sukai itu? Apa maksud-Mu mengujiku seperti ini?
Ya Allah, sakit rasanya kehilangan orang yang ku sayang sepertinya. Tunjukkan aku napa alasannya dia seperti itu? Ataukah karena dia sudah memiliki sahabat baru yang jauh lebih baik? Atau dia bahagia tanpaku lagi? Aku tak pernah sanggup seperti ini. Meskipun kuberusaha jalani dengan senyum. Berikan keselamatan padanya Ya Allah, jangan Engkau sesatkan dia, jangan Kau lukai dia, jangan Kau persulit hidupnya. Tapi bahagiakanlah dia meskipun tanpaku Ya Allah. Jaga dia baik-baik dan kirimkan malaikat indahmu untuk menjaganya sampai nanti. Amin…
Karena itu aku jadi trauma dan takut milih sahabat, karena aku takut ini kan terulang. Aku taku kesakitan ini kembali terjadi. Dan aku pun takut sahabat dan teman yang kusayang dan kumiliki saat ini, bebuat sama sepertinya dsan mengulang kesalahan yang sama. Cukup sakit, dan kau tak kan pernah tau bagaimana rasanya jika kamu tak mengalaminya sendiri. Tapi aku harap, kesakitajn ini tak terjadi pada siapa pun selain aku. Cukuplah aku yang merasakan sakit itu. Dan kan kucoba tuk melupakannya, menjauhinya sperti yang dia lakukan meskipun butuh waktu yang tak singkat pula. Tak pernah kusesali dan kucoba tuk berhenti menyayanginya hingga mencoba berbalik menjadi benci. Maka jangan salahkan aku lagi.
Kenangan indah itu yang mampu buatku tersenyum sekaligus sedih jika mengingatnya. Bukan karena kenangan itu terlalu indah, tapi karena aku tau bahwa kenangan indah itu takkan pernah terulang kembali. Dirinya yang dulu hadir dalam hidupku, buatku jalani hari penuh warna. Tapi kini aku harus sadar, bahwa dia tak lagi disisiku. Karena dia telah memiliki yang lain, yang kan jauh membuatnya lebih bahagia. Tapi satu hal yang tertanam dalam hatiku, aku masih sayang padanya dan masih merindukannya yang dulu. Kembali kutuliskan puisi untuknya. Meskipun sudah banyak puisi lainnya di buku biru ku itu..

Bintang malam, katakan padanya aku butuh dia
Embun pagi, sampaikan padanya aku merindukannya yg dulu
Ingin kurangkul kembali kisah indah itu
Taukah kau?aku masih sayang..
Meskipun aku belajar tuk membencimu
Dan berhenti tu menyayangimu
Masihkah kau ukir namaku dalam hidupmu?
Atau kau tlah hapus aku dalam hidupmu?
Kucoba belajar tuk sendiri tanpamu lagi
Meskipun aku merasa sepi tanpamu
Pergilah jika itu yang kan bahagiakanmu
Tapi jangan kembali jika hanya untuk mrngulang dusta

Ketika aku terlarut dalam lamunanku tentangnya, maka yang ada difikirku adalah semua masa lalu saat bersamanya dulu. Kami selalu tertawa bersama disekolah. Bercanda jika merasa bosan, beryanyi bersama saat jenuh, mengerjakan tugas bersama, makan di kantin sekolah bersama dan banyak lagi hal yang kami mlakukan bersama di sekolah kesayanganku itu. Dirinya yang begitu jail tak pernah membuatku tuk menjauh darinya. Mungkin itu karena rasa sayang yang telah tumbuh dalam hati kami masing-masing. Hahaha, sudahlah itu hanya masa lalu yang terlalu indah..biarlah kudengarkan lagu Peterpan ‘Tentang Kita’ seperti kisahku ini…

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Seakan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi dihati
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka
Saat kita tertawa
Teringat disaat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita….

Kenangan indah itu yang mampu buatku tersenyum sekaligus sedih jika mengingatnya. Bukan karena kenangan itu terlalu indah, tapi karena aku tau bahwa kenangan indah itu takkan pernah terulang kembali. Dirinya yang dulu hadir dalam hidupku, buatku jalani hari penuh warna. Tapi kini aku harus sadar, bahwa dia tak lagi disisiku. Karena dia telah memiliki yang lain, yang kan jauh membuatnya lebih bahagia. Karena kisah ini aku dapat banyak pelajaran berarti, dan karena ini pula aku menjadi dewasa. Uh, meskipun harus sakit hati dan kecewa kayak gini sih..
Tapi hingga saat ini, hatiku tak mampu menghapus bayang-bayangnya. Keindahan masa lalu saat bersamanya selalu teringat dalam benakku. Segala yang telah kami lakukan bersama, buatku merasa semakin rapuh. Aku berupaya melupakannya, tapi hasilnya??nihil…!?:( aku masih tak bisa melupakannya. Bahkan hinggaku menemukan orang yang kusayangi, aku masih tak mampu. Hingga ini masih menjadi lukaku yang belum pernah terobati. Kuhempaskan semua masa lalu dan tetap kan kucoba tuk menghapus semua tentangnya..
Setelah semua itu tinggal kenangan, hatiku hancur meskipun dia tak lebih dari seorang sahabatku. Setelah dia tak lagi di sampingku, tiada lagi yang menjailiku sepertinya, tiada lagi yang bisa buatku ngakak meskipun aku sebenarnya sedang sedih, tiada lagi semangat darinya, tiada lagi yang mengajakku jalan subuh naik sepeda, tiada lagi temanku belajar setiap kali, tiada lagi kesetiaan seperti dulu, dan semua itu tlah lenyap. Aku benar-benar merasakan kehilangan orang yang kusayang, huhuhuuu. Dia lenyap tak berjejak bin hilang begitu saja.
Hingga detik ini, hadiah ultahku darinya masih kusimpan dan baju yang warna pink itu belum pernah ku pakai. Meskipun tasnya sudah mulai buruk sih..hhehe saking sayangnya tuh..terus kalau celananya sih masih bagus-bagus aja. Kalau ingat itu, senengnya dapat hadiah dari dia..
Ini adalah satu dari banyak kisah yang membuat kita mengerti akan hidup ini. Ini adalah pelajaran dalam kehidupan. Memang menyakitkan, tapi inilah hidup. Kita hanya bisa jalani saja semampu kita. Memang tak ada yang abadi. Meskipun aku juga bingung harus gimana, hhehe…dan aku pun tak tau bagaimana nanti penghujung kisahku ini. Entah tetap begini atau apa….hhhehe ^-^
Sebenarnya masih banyak sih kisah masa laluku bareng dia. Tapi terlalu panjang dan mungkin tak kan ada habisnya jikaku mengulasnya. Jadi sampai disini saja deh..hhehe..intinya aku masih saaaayaaang banget sama dia..meskipun untuk bisa kayak dulu lagi itu tak pernah mungkin terjadi. Hanya Allah lah yang tau dan mengerti..ku serahkan pada-Mu ya Allah…
*****

Random Posts

  • Cerpen Cinta Romantis “Kenalkan Aku Pada Cinta”

    Cuap – cuap : Ide cerpen cinta romantis ini sebenernya udah lama. Lama banget. Tapi berhubung masih punya utang sama erwin terpaksa di tunda mulu. Nge'endingin cerpen kala cinta menyapa dulu. Nah, berhubung tu cerpen sekarang udah end, so akhrinya cerpen ini bisa terealisasikan juga.Happy Reading ya…."Jika memang Lelucon, Ini sama sekali nggak lucuJika tentang harapan, Harapan ini terlalu semuJika hanya kebetulan, ah kenapa selalu hanya sebuah kebetulan yang terus berlanjut?… #Edisi galau…sebagian

  • Cerpen Cinta Kenalkan Aku Pada Cinta ~ 10

    Buat temen temen semua yang pada nungguin lanjutannya, kali ini udah muncul nih cerpen cinta kenalkan aku pada cinta part 10. Soal ending? Kayaknya masih lama deh. Di usahain nggak sampe lebih dari part 15 walau nggak janji juga sih. Secara, jujur aja deh, kelanjutan cerpennya belom di ketik. Baru di pikirin ni cerita mau di bawa kemana…. #Backsound lagu Armada.Oh ya, biar nggak bingung sama jalan ceritanya, sebaiknya baca dulu episode sebelumnya dalam cerpen cinta kenalkan aku pada cinta part 09. Happy reading…..Kenalkan Aku Pada Cinta Setelah sebelumnya Astri sempat merasa uring – uringan karena motornya yang pagi itu mendadak mogok, namun pada akhrinya gadis justru itu malah mensukurinya. Bukan, bukan menyukuri motornya, tapi mensyukuri dirinya yang ternyata memiliki seorang kakak. Walau mereka sering berantem, tapi sepertinya pria itu masih bisa di manfaatkan. Yah, jadi tukang ojek dadakan misalnya.sebagian

  • Cerpen Benci jadi cinta Vanessa Vs Ferly End

    Hufh… Akhirnya bisa sampe ending juga. Tapi full no edit. Ya mau kek mana lagi. Udah capek woi. Oke deh, happy reading ae lah“vanes… gimana sama ferly??” tanya sebuah suara dari samping reflex Vanes menoleh.“radit… ferly masih didalam lagi ditangani sama dokter…” balas vanes sambil mengusap air mata yang menetes dipipi, radit dan yang lain pun duduk di ruang tunggu rumah sakit.“loe yang sabar ya…” kata radit.“ini semua salah gue… gara-gara gue, ferly jadi kayak gini…” .sebagian

  • TITIPAN MANIS DARI SAHABAT

    TITIPAN MANIS DARI SAHABATOLEH : *CHACHANurul, panggilan untuk seorang sahabat yang terpercaya buat Caca. Nurul yang kocak dan tomboy itu, sangat berbeda dengan karakter Caca yang feminim dan lugu. Mereka bertemu di salah satu asrama di sekolah mereka.Saat dihari jadi Caca, Nurul pamit ke pasar malam untuk mengambil sesuatu yang sudah dipesan buat sahabatnya itu. Caca menyetujuinya, dia pun menunggu Nurul hingga tengah malam menjelang. Caca yang mulai khawatir terhadap Nurul menyusul kepasar malam, hingga dia melihat yang seharusnya dia tidak lihat . Apa yang dilihat Caca? Dan apa yang terjadi dengan Nurul? “Aku luluuuuuus…” Teriak beberapa orang anak saat melihat papan pengumuman, termasuk juga Marsya Aqinah yang biasa disapa Caca.“Ih…nggak nyangka aku lulus juga, SMA lanjut dimana yah?” Ujarnya kegirangan langsung memikirkan SMA mana yang pantas buat dia.“Hai Ca, kamu lanjut dimana ntar?” Tanya seorang temannya“Dimana ajalah yang penting bisa sekolah, hehehe” Jawab Caca asal-asalan“Oooo…ya udah, aku pulang dulu yah”“Yah, aku juga dah mau pulang”Sesampainya dirumah Caca…Caca memberi salam masuk rumahnya dan langsung menuju kamar mungilnya. Dalam perjalanan menuju kamarnya, dia melihat Ayah dan Ibunya berbicara dengan seorang Udstazt ntah tentang apa. Caca yang cuek berjalan terus kekamarnya. Tak lama kemudian Ibu Caca pun memanggil….“Caca…Ayah ma Ibu mau bicara, cepat ganti baju nak”“Iya bu, bentar lagi” Jawab Caca dari dalam kamarnya.Akhirnya Caca pun keluar…“Napa bu?” Tanya sambil duduk disamping Ibunya“Kamu lulus?” Tanya Ibunya kembali“Iya dong bu, nama Caca urutan kedua malah. Pasti Caca bebas tes kalo masuk di sekolah ternama deh” Jawab Caca percaya diri“Alhamdulillah, ehm…” Ucapan Ibu terhenti sejenak“Kenapa bu? Bukankah itu bagus?” Tanya Caca lagi sambil melihat Ibunya“Gini nak, kamu dak mau masuk asrama?” Tanya Ibu Caca sangat hati-hati“Loh ko’ ada asrama-asramaan sih bu?” Ujar Caca yang tanggapannya tentang asrama kurang bagus“Di asrama itu bagus Ca, bisa mandiri dan yang lebih bagus lagi bisa tinggal bareng teman-teman, tadi udstdz tadi ngomong kalo pendidikan agamanya disekolah asrama juga bagus” Kata Ayah Caca menjelaskan dan berusaha mengambil hati anaknya itu“Yaaaah ayah, terserah deh” Ucap Caca pasrah tidak ada niat untuk melawan ayahnya tersayang2 bulan telah berlalu, setelah mengurus semuanya untuk memasuki asrama…Caca pun memasuki sekolah asrama yang telah diurus oleh Ayahnya, Caca berjalan di serambi-serambi asrama bareng Ayah dan Ibunya menuju asrama yang telah ditunjukkan untuknya. Akhirnya sampai juga….“Ayah, ini asrama Caca?” Tanya Caca dengan raut wajah yang tidak setuju“Iya, kenapa?” Jawab Ayah Caca dan kembali bertanya“Tidak kenapa-napa ko’, namanya juga belajar mandiri” Ucap Caca tidak menginginkan kata-katanya menyinggung Ayahnya.“Jadi ayah tinggal nih?”Ujar Ayah Caca “Iya ayah, Caca kan mau mandiri masa’ Caca nyuruh ayah nginap juga sih?” Kata Caca sedikit bercanda“Ya Udah, Ayah tinggal dulu”“Baik-baik ya anak Ibu, jangan nakal” Ujar Ibu berpesanAkhirnya beliau pergi juga setelah cipika cipiki, sekarang tinggal Caca yang merasa asing terhadap penghuni kamar 2 itu. Ada 4 orang termasuk Caca, yang 2 orang lainnya pun merasa seperti yang dirasakan Caca, kecuali cewe’ ditempat tidur itu kaya’nya dia senior deh.“Hai..Siswi baru juga yah?” Tanya Caca ke seorang yang agak tomboy tapi berambut panjang lurus“Hai juga..Iyah aku baru disini, namaku Nurul Utami, bisa dipanggil Nurul dan itu kaka’ aku Salsabila udah setahun disini” Jawab orang itu menjelaskan tanpa diminta dan mengaku dirinya bernama Nurul, sambil menunjuk kearah seorang yang tidur-tiduran tadi.“Aku Marsya Aqinah, bisa dipanggil Caca. Ooo pantas reaksinya biasa-biasa aja ama nih kamar, trus yang ntu sapa?” Tanya Caca lagi sambil menunjuk ke orang yang lagi asik membereskan baju-bajunya kelemari mungilnya“Ntah lah, orang baru juga tuh” Jawab Nurul berjalan mendekati orang yang dimaksud Caca“Hai aku Nurul, itu temanku Tata dan itu kaka’ku Salsa, kamu siapa?” Tanya Nurul dengan cerewetnya plus asal-asalan.“Woi…aku Caca, bukan Tata” Teriakku protes sambil manyun-manyun“Iya..iya.., itu Caca. Kamu belum jawab nama kamu sapa?” Tanya Nurul lagi“Aku Miftahul Jannah, bisa dipanggil Mita” Jawab Mita dengan senyuman yang muanis sangat. Nurul pun membalas senyum itu dengan senyuman yang hangat pula dan sikap yang sangat bersahabat.Sekarang Caca tau kenapa dia akan betah di kamar asrama ini, yah karena ada Nurul yang gokil banget. Suatu ketika Caca lagi nggak semangat, pasti ada Nurul dengan sikap konyolnya membuat Caca tertawa. Dan disaat Caca lagi mengalami kasmaran ada Nurul sebagai teman curhatnya. Seperti saat ini….“Rul, ada nomer baru neh masuk dihape aku, katanya nama dia Ical, dia kenal aku dah lama dan sekarang dia cari rimba aku dimana gitu” Cerita Caca membuat Nurul kelepasan“Ha..ha..ha..ha..ha..ha.., beritahu aja dari hutan rimba”“Nurul, aku serius tau”“Aku duarius, ha..ha..ha”“Nurul kamu ngebete’in”“sori.. sori.., gini.. kamu jangan langsung termakan gombal dia gitu, ntar dijahatin baru tau rasa” Ucap Nurul menasehati, mirip ibu-ibu ‘hihihi’“Ntar kalo aku termakan gombal, yah minum ajah teh botol sosro” Ujar Caca dengan lagak menirukan iklan yang di TV dan bisa membuat Nurul jengkel“Kamu ini diseriusin malah becanda”“Duluan juga kamu Rul, ha..ha..ha..” Kata-kata Caca rupanya membuat malapetaka bagi dirinya itu, yakni dengan adanya serbuan bantal dari Nurul. Kedua sahabat itupun saling lempar-lempar bantal hingga akhirnya mereka kecapean dan tertidur juga.“Damainya dunia kalo mereka tidur” Ujar Salsa kaka’ Nurul yang dari memperhatikan merekaSeminggu kemudian……..“Nuruuuul, tau ga’ aku jadian ma Ical pagi ini. Rupanya tuh orang temen aku dari SMP, aku jadiannya di café punya Meri, ih senang deh” Cerita Caca“Eh cepat banget, tapi baguslah,ehmm awas kalo dia kurang ajar, ntar aku yang ngajarin dia, he..he..he..” Tanggap Nurul senyum-senyum“Siplah, eh Ical punya teman cuakep abis, aku comblangin ke kamu yah” Usul Caca“Nggak Ah, masih senang dengan masa juomblo” Kata Nurul“Jomblo, bukan juomblo” Ucap Caca membenarkan“Iya…iya…yang itulah, he..he..he..” Kata Nurul“Kamu harus kenalan ma Ical, supaya sahabatku bisa ngedukung sepenuhnya” Ujar Caca“iya..iya.. Ntar kalo dia nelfon, kenalin aja ke aku” Ucap Nurul mengangguk-anggukBegitu seterusnya, Caca curhat terus tentang Ical ke Nurul, memperkenalkan Ical ke Nurul, hingga tak terasa berjalan 2 bulan“Nuruuuuuuuuuuuuul… bangun bangun banguuuuun, dah magrib” Teriakan Caca ditelinga Nurul itu betul-betul memekakan telinga.“Apaan sih Ca? Udah bangunin orang tanpa pamit, belom gosok gigi lagi” Ujar Nurul jengkel“Sori dori ye…ini Rul si Ical sms neh katanya ada kejutan buat aku. Duh apa yah?” Tanya Caca nutup mukanya sendiri“Meneketehe…” Jawab Nurul cuek abis angkat bahu“Ih Nurul, tanggapin donk. Buat sahabat kamu dikit senang bisa nggak sih?” Kata Caca mengguncang tubuh Nurul“Caranya?” Tanya Nurul sambil menguap“Puji ke’ ato apalah, yang penting aku bisa senang giitu” Jawab Caca milih-milih“o iya, ada cara” Kata Nurul tiba-tiba“Nah tuh kan ada” Ujar Caca menunggu sambil senyum-senyum“Iya ada, bantu beresin lemari buku aku” Ucap Nurul membuat Caca manyun“Ga da yang lain yah?” Tawar Caca“Ga da, ayolah Ca… Aku juga punya kejutan buat kamu besok, gimana?” Ucap Nurul kembali menawar sambil bangun dari tempat tidurnya“Okelah…demi kejutan” Kata Caca menyetujuiMereka berdua pun membereskan lemari buku milik Nurul. Terlihat Nurul memutar otaknya, memikirkan apa yang akan diberikan untuk sahabatnya besok. Yah besok hari jadi Caca yang ke-17 biasa juga disebut sweet seventeen, dimana Caca memasuki awal umur yang dewasa, jadi harus sesempurna mungkin. Sementara itu Caca yang selagi membereskan buku-buku Nurul dengan susunan yang rapi, sinar matanya malah terpaut pada satu buku lucu, imut dan wow…! warna pink, kesukaan Caca banget. Caca tidak menyangka kalau Nurul peranakan tomboy itu pelihara buku yang imut banget. Caca mengambil buku itu dan membaca sampulnya “My DiarY”. Caca senyum-senyum, pikirnya bahwa bisa juga cewe’ setomboy Nurul punya diary.“Rul, diary kamu nih?” tanya CacaNurulpun balik “Iya…diary aku banget”“Buat aku ya Rul” Pinta Caca dengan sejuta raut wajah imutnya“Kamu mau?” Tanya Nurul“Ya iyalah, ga’ mungkin dong aku minta kalo aku kaga’ mau” Jawab Caca berpanjang lebar“Ntar aku selesaiin isinya baru aku kasi ke kamu” Ujar Nurul“Ayolah Rul” Rengek Caca yang super manja“Aku janji Ca, buku tuh pasti kamu miliki. Sini bukunya” Pinta Nurul usai berjanji“Nurul pelit” Kata Caca ngambek“Aku kan dah janji Ca”“Janji yah?” Ujar Caca meyakinkan sambil mengacungkan kelingkingnya“Janji..! Lanjut yuk” Kata Nurul Sambil mengapit jari Caca dengan jari kelingkingnya“Iyah…Eh, Rul besok ada PR. Kamu dah jadi belom?” Tanya Caca kemudian“Belom, aku nyontek punyamu boleh?”“Ya boleh lah”“Aku juga titip besok dikumpulin, boleh?”“Boleh…eh mangnya kamu mau kemana Rul?” Tanya Caca lagi“Anak kecil ga boleh tau” Jawab Nurul“Uh…k’ Salsa, Nurul besok mau kemana?” Tanya Caca ke Salsa yang sedang tidur-tiduran“Ga tau juga” Jawab Salsa angkat bahu“Berarti k’ Salsa anak kecil juga donk, hi..hi..hi..” Bisik Caca sambil cekikikan“Udah, kalian tidur. Ntar penjaga asrama kontrol, tau ga tidur dimarahi loh” Ujar Salsa“Eh…Mita dimana k’?” Tanya Nurul ke Salsa “Tadi pamit ke asrama sebelah nginap” Keburu Caca jawab“Sapa juga yang nanya kamu?”Tanya Nurul“O…bukan aku yah? Abis panggil kaka’ sih, kira aku. He..he..he” Kata Caca“Anak kecil bisanya ngerasa doank” Ujar Nurul mencibir“Biarin…weak…aku bobo duluan yah?”Kata Caca sambil menguap dan bersiap-siap ditempat tidurnya“Akhirnya tenang juga” Ucap Nurul seakan-akan kekacauan sudah berakhir. Diapun bergegas ke tempat tidurnya dan membuka buku diarynya, dia menulis sesuatu dibukunya itu. Malam semakin larut, Nurul melihat jam wekernya yang menunjukkan pukul 01.30, lama kemudian akhirnya tertidur juga sesudah dia merapikan buku diarynya dan menyimpan di bawah bantalnya.Keesokan harinya…….Hari itu tampak cerah, Caca pergi kesekolah tanpa ditemani Nurul tidak seperti kemarin-kemarin. Nurul mesti pergi kesuatu tempat yang penting dan Caca tak boleh tau rencananya itu. Caca disekolah yang sebangku dengan Nurul mesti memeras otak sendiri tanpa ada teman yang diajak diskusi. Sampai bel pulang sekolah pun berbunyi, belum ada kabar dari Nurul. Salsa yang ditanya hanya angkat bahu.“Duh dah sore gini ko’ Nurul belum hubungi aku sih?” Gumam Caca sambil mencet-mencet hape dan ketika nomor Nurul yang didapat, Caca pun berniat menelpon“Nomor yang anda tuju…..” Jawaban telpon di seberang langsung ditutup oleh Caca sambil berceloteh “Operator, dimana tuh orang? Nomer dak diaktifin lagi”Caca pun masih sabar menunggu hingga malam pun larut. “Aku harus nyusul Nurul nih” Ujarnya sambil narik swetearnya dari jemuran dan pamit ke Salsa. Caca naik angkot ke pasar malam, dalam perjalanan pun dia rasa melihat 2 seorang yang sangat dia kenal di sebuah cafe. Caca langsung turun dengan muka yang merah padam menahan marah, setelah membayar angkot. Caca langsung menuju tempat duduk 2 orang tadi.“Nurul!!! Ical!!! ini yah kejutan dari kalian berdua untuk aku? Oke aku terkejut, sangat terkejut!!! Ical kita putus, dan kamu Rul. Percuma aku khawatirkan orang yang rebut pacar sahabatnya sendiri” Gertak Caca blak-blakan tanpa memberi kesempatan Nurul dan Ical bicara, Caca langsung pergi dari café itu dan naik angkot pulang keasramanya.Caca tak mau tau lagi apa yang akan terjadi setelah ini, Caca tiba diasrama dan langsung mehempaskan diri ketempat tidurnya sambil menangis sekuat dia, Salsapun berniat mendekat tapi bersamaan dengan itu, hape Salsapun berbunyi.“Halo?” Ujar Salsa yang tampak berbicara serius dengan penelpon diseberang“Iyah saya segera kesana” Kata Salsa mengakhiri pembicaraannya dengan penelpon tadi dan bergegas memberitahukan Caca“Ca, Nurul lagi……” Kata-kata Salsa terputus saat Caca memberi tanda untuk menyuruh Salsa pergi. Tanpa pikir panjang Salsa pun pergi dengan mata sembab, Caca tak tau apa alasannya yang jelasnya saat itu Caca merasakan sangat sakit didadanya. Salsa yang bergegas naik angkot itu sengaja mengirim pesan singkat ke hape CacaTriiit…triiit… Caca mengambil hapenya dan membaca isi pesan itu“Ca, Nurul masuk UGD, kalo kamu mau datang, langsung saja di RS Urip Sidoarjo ruang UGD”Caca mulai khawatir, biar bagaimana pun Nurul masih sahabatnya, dia langsung melupakan sakit yang tengah melanda dadanya itu dan bergegas menyusul ke rumah sakit yang disebutkan Salsa.Sepanjang perjalanan Caca berusaha menahan air matanya yang dari tadi mengalir sambil bergumam, “Nuruuul, kenapa sih kamu tega hianati aku?, kita memang sering becanda tapi ini lain, Rul. Aku sakit saat aku tau kamu hianati persahabatan kita. Sekarang ada kejutan apa lagi? Tadi aku liat kamu baik-baik aja bareng Ical, tapi kamu ko bisa masuk UGD sih? aku harap ini bukan permainan kamu semata hanya untuk minta maaf padaku. Ini tidak lucu lagi”Sesampainya dirumah sakit……Caca langsung berlari menuju ruang UGD, Caca mendengar tangisan histeris yang keluar dari mulut Salsa.“Ada apa ini?” Gumam Caca yang membendung air mata, dia memasuki ruangan itu. Pertama dia melihat Ical dengan sebuah bungkusan imut ditangannya, “Pasti dari Nurul” pikir Caca. Sakit hatinya kembali muncul, lama dia pandang Ical hingga Ical berusaha mendekatinya tapi dengan tatapan sinis memendam rasa benci, Caca meninggalkan Ical yang matanya telah sembab. Cacapun berpikir bahwa sandiwara apa lagi yang Ical perlihatkan ke dia. Caca menarik nafas dalam-dalam dan kembali berjalan menuju tempat tidur yang terhalang tirai serba putih, Cacapun mengibaskan tirai itu, dia lihat disitu ada Salsa dan……“Nuruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuul……” Teriak Caca histeris, serasa remuk tulang-tulang Caca saat melihat ditempat tidur diruangan UGD itu, terbaring seorang gadis tomboy, muka mulus tak tampak lagi, malah yang nampak hanyalah luka-luka dan muka yang hampir tak bisa dikenali, bersimbah darah tak bernyawa, rambut hitam lurus terurai begitu saja seakan membiarkan tuannya melumurinya dengan cairan merah yang mengalir dari kepala tuannya, jilbab yang tadi di kenakannya pun tak nampak warna dasarnya karena percikan darah. Caca memeluk sahabat yang paling disayanginya itu, ada rasa sesal dalam hatinya. Kenapa tidak membiarkan sahabatnya itu menjelaskan apa yang terjadi sebelum dia kelewat emosi?.Sesaat itu ada yang menggenggaman hangat lengannya, Caca tak menghiraukan, yang Caca pikirkan adalah rasa sesal dalam benaknya. Pemilik genggaman itupun menarik dan memeluknya, kemudian memberikan bingkisan imut yang ada ditangannya.“Nih bingkisan buat kamu, kejutan ini yang dari tadi pagi dicari Nurul dan baru dapat diluar kota, aku mengantar Nurul karena aku juga ingin memberikan kejutan kecil-kecilan buat kamu, tapi kamu datang saat aku dan dia merencanakan acara kejutan buat kamu” Jelas Ical sambil memeluk Caca yang semakin berlinang air matanya saat mengetahui apa isi dari bingkisan itu, buku diary imut, warna pink sesuai yang dijanjikan Nurul“Katanya kamu sangat menginginkan buku yang seperti miliknya, nah ini tandanya dia sangat sayang sahabatnya dan ga mau mengecewakan sahabatnya itu. Tapi tadi waktu kamu salah tanggap tentang di café itu, dia merasa bersalah banget, soalnya dia ga pamit dulu ke kamu sebelum minta bantuan ke aku. Dia panik karna takutnya kamu akan menganggap dia penghianat, akhirnya diapun mengejarmu tanpa peduliin ramainya kendaraan dan bus itu…………” penjelasan Ical terputus, dia tidak sanggup lagi meneruskan cerita tragis yang menimpa sahabat mereka itu. Caca pun masih membiarkan air matanya tetap mengalir di pipinya semakin deras.“Rul, napa mesti kamu jadi korban egonya aku?, sapa lagi dong yang dengerin curhat aku?, sapa lagi yang bisa aku ejek? perang bantal kita juga mesti dilanjut Rul, belum ada yang juara neh, he..he.., eh aku juga mau ngasih contekan kekamu ko’, Rul bangun dong…jangan becanda, ini ga lucu lagi. Sumpah ini ga lucu, Rul bangun, kamu napa sih? sukanya buat aku panik. Rul bangun dong” Ujar Caca setelah melepaskan pelukan Ical, senyum dan berbicara sendiri setelah itu kembali Caca memeluk jasad sahabatnya itu dan menangis sejadi-jadinya. Salsa mendekatinya dan memberikan sebuah buku diary milik Nurul“Kata Nurul, kalo dia tidak dapet buku yang mirip punya dia, buku diarynya ini buat kamu” Ujar SalsaCacapun membuka buku kecil itu, tak sempat membaca halaman pertama, dia membuka beberapa lembaran berikutnya, hingga Caca pun membaca tulisan Nurul paling akhir.13 Mei 2003, 01.00 pagiDear Diary….. Aku dah dapet sahabat, kasih sayang sahabat. Tapi aku tak dapat memberikan apapun untuk sahabatku itu, ini hari jadi dia, dan dia menginginkan kamu diary, mungkin saja suatu saat aku berikan kamu ke dia, tapi itu suatu saat, hanya saja aku harus cari yang mirip denganmu untuk sahabatku. Aku minta tolong ke Ical mungkin juga dak apa-apa yah diary, diakan pacar sahabat aku berarti dia juga sahabat aku dong. Hahaha….hanya sebuah buku tapi kalo dia masih menginginkan kamu diary, mau tak mau aku harus ngasih kamu kedia. Nyawa akupun boleh yang penting sahabat aku senang, hahaha, Lebaaaaaaaay. Ya udah dulu diary aku ngantuk neh…Ga’ kelupaan “MET ULTAH CACA, MY FRIENDSHIP” NurulCaca menutup diary Nurul, semakin berlinang air mata Caca. Yah apapun yang Nurul akan beri untuk Caca, bahkan nyawanya seperti sekarang yang Caca alami. Nurul takut kalo Caca menganggap dirinya berkhianat karena sudah lancang mengajak Ical untuk mengantarnya, hingga dia tak pedulikan lagi ramainya kendaraan dijalan yang membuat dirinya menghadap sang Ilahi.Esok harinya, jasad Nurulpun dimakamkan dikampung halamannya. Setelah dikebumikan, Caca mengusap kembali nisan sahabatnya sambil berlinang air mata. Tertulis dinisan itu “Nurul Utami binti Muh. Awal, Lahir 14 Mei 1989, Wafat 13 Mei 2003”, sehari sebelum hari jadinya.“Nurul, sahabat macam apa aku, hari jadi kamu pun aku tak tau, Rul selamat ulang tahun yah, hanya setangkai bunga dan kiriman doa yang dapat aku beri ke kamu, istirahat dengan tenang yah sahabatku” Ujar Caca sambil berdoa dan kemudian meninggalkan gundukan tanah yang masih merah itu.##SELESAI##

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*