Terlukaku Karena Nama Indah itu

Terlukaku Karena Nama Indah itu
Sebuah nama indah yang kukenal, dan pernah menjadi orang yang paling aku sayang. Hidupnya yang terlihat damai, dan tak pernah memunculkan pertanyaan sedih dalam menjalani hari dengan keluarganya. Meskipun dia memiliki salah satu saudara laki-laki pertamanya yang telah meninggal dunia sehari sebelum lebaran. Begitu mengejutkan, tapi dia lebih terpukul ketika dia memiliki seorang adik laki-laki yang meninggal dunia ketika berumur kurang dari 8 hari. Hingga dia menjerit meminta tuk menggalikan kubur adiknya dan menghidupkannya kembali. Bahkan dia terlihat begitu sedih saat dia menceritakan apa yang dia rasakan ketika itu. Tapi dia masih tetap tegar, karena itu adalah keinginan Sang Pencipta.
Dirinya yang kukenal ketika bersamanya adalah seorang manusia apa adanya, penuh kasih, tak pernah menyiksa meskipun menjaili, bukan orang yang pelit dengan segala apa pun yang dia miliki, bahkan dia rela memberika benda yang paling dia sayang kepada orang lain meskipun itu satu-satunya. Dan kekurangannya pun tak pernah membuatku menyesal tuk bisa sedekat itu denganya. Aku tak punya alasan lain, selain ketulusan hati yang kumiliki.
Banyak yang ku tau tentangnya, selain tanggal lahirnya. Dia menyukai warna merah, dia menyukai coca-cola di campur es batu, dia menyukai pop ice coklat, dia menyukai naruto, Sate, potato freeze, tak menyukai pedas, ayam kentucky, milo dingin, kacang koro, mayasi dan banyak lagi. Dia bukanlah orang yang sombong dengan semua yang dia miliki. Orang pertama yang kukenal tak pernah memamerkan dengan apa yang dia miliki.
Ehmmm, mari aku ceritakan sedikit masa laluku waktu bersamanya dulu..hhehe, langsung saja ya.. Ketika aku masih kelas 1 SD, aku sakit parah dan harus di opname selama 2 hari. Dan ternyata aku sebelahan dengannya di puskesmas itu. Rupanya dia pun di opname selama 5 hari, karena dia sering m,akan mie mentah dan milo mentah. Hingga akhirnya ususnya sakit dan dia di inap. Karena ruang inap kami sebelahan, biasanya kami saling kunjung dan cerita bareng, hhehehe. Jadi, meskipun di inap di puskesmas tetap saja seru karena barengan.
Guru di sekolahku sudah tak asing lagi dengan kedekatan kami, bahkan kepala sekolah. Itulah sebabnya kami sering duduk sebangku dan kalau ulangan nggak pernah duduk jauhan. Apalagi kalau kerja kelompok, kami nggak pernah di pisahkan.
Suatu hari aku bertemu dengannya di sekolah, seperti biasa kami bercanda bersama. Waktu itu kami kelas 6 SD belajar pelajaran IPA mengenai “Tata Surya”. Dan kami diwajibkan untuk mengahapalkan nama-nama planet sesuai dengan urutannya. Begitu sulit terlaksana, lalu kami pun bernyanyi untuk sejenak menghilangkan kejenuhan dari tugas ini. Kami bernyanyi bersama lagu Samsons “Kenangan Terindah”.

“Aku yang lemah tanpamu,
aku yang rentan karena cinta yang tlah hilang darimu
yang mampu menyanjungku.
Selama mata terbuka,
sampai jantung tak berdetak,
selama itu pun aku mampu mengenagmu.
Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati.
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupmu
Yang tlah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah”

Dari lagu itu pula kami mendapat inspirasi untuk menghapalkan nama-nama planet tersebut untuk memudahkan. Sangat asik dan kami menjadi mudah menghapalkannya. Lalu kami bernyanyi bersama penuh senyum, tertawa dan teriak bersama karena mampu menghapalkan itu. Dan lagu itu berubah lirik menjadi…..
“Bila merkurius, venus, bumi, mars, jupiter, saturnus, uranus, neptunus pluto……..”
Hahaha, lucu tapi indah. Belajar sambil bernyanyi, sungguh tak pernah membosankan. Apalagi jika rame-rame bareng mereka. Letih belajar tak kan pernah terasa.
Tak hanya itu saja, suatu hari kami pun seperti biasa bermain bersama disekolah. Jam istirahat kami lalui dengan makan bersama di dalam kelas, dan ngakak bareng yang lain. Setelah lonceng masuk bebunyi, seperti biasa kami pun bebaris. Karena dia yang begitu jail dan aku yang tak bisa diam, sekalipun bebaris kami selalu saja bercanda dan saling menjaili teman. Waktu itu dia mendorongku, aku pun terjatuh. Wajahku memerah seperti kepiting rebus saja. Semua teman-teman memperhatikan kami. Bagaimana tidak??? kami terjatuhnya bersama, karena dia terinjak kakiku. Parahnya lagi dia jatuh diatas badanku. Untungnya dia segara bangun dan berdiri. Meskipun sejenak kami terdiam saling bertatap mata kebingungan. Tawa dari teman-teman membuat kami berdua segera berdiri dan kembali ngakak bareng. Itu waktu kelas 5 SD dulu. Lucu bila teringat, meskipun memalukan.. hhhehehe ^_^
Jika kami belajar bareng dirumahku, dia selalu menungguku hingga pulang aku ngaji dari masjid. Karena dia biasanya datang sekitar jam 4, sedangkan aku pulang ngaji jam 5. Bahkan dia rela datang kemasjid tempatku mengaji naik sepeda untuk menungguku dan menjemputku. Tak jarang dia pun ikut belajar ngaji bersama. Jika sudah saatnya pulang, dia pun menggoncengku naik sepeda untuk pulang kerumah lalu belajar bersama. Bahkan terkadang ketika pulang ngaji, biasanya kami pun membeli es merah dan meminumnya bersama.sambil naik sepeda goncengan, kami biasanya nyanyi bareng n ngakak di jalanan. Hahaha begitu indah kurasa memiliki sahabat seperti dirinya.
Apalagi ketika bulan puasa, sangat banyak waktu kami habiskan untuk bersama. Entah itu untuk menyelesaikan tugas menumpuk dari guru, makan bareng, ngobrol, dengar musik, main sepeda, jalan-jalan, main kelereng, main layang-layang dan sebagainya. Saatnya terawih, kami selalu terawih di masjid Istiqomah. Setelah dia pulang 8 rakaat kerumahnya, dia kembali menungguku selesai terawih hingga 23 rakaat+witir. Saatnya selesai terawih, kami berdua pulang bareng kerumahku untuk belajar. Hhehe, biasanya kalau sudah pulang terawih adikku dan orang tuaku kerumah nenekku. Aku di tinggal di rumah berdua bersamanya. Meskipun aku perempuan dia laki-laki, kami tak pernah diragukan untuk tinggal berdua dalam rumah sekalipun pintu dikuncikan. Dan dia akan menemaniku sampai orang tuaku datang, walaupun waktu menunjukkan sudah larut malam dan mulut pun mulai menguap + mata yang semakin berair. Tapi dia masih tetap bisa tersenyum tuk menemaniku.
Orang tuanya tak pernah mengkhawatirkannya jika dia berada dirumahku. Mungkin itu karena kepercayaan yang sudah ada. Palingan orang tuanya hanya tersenyum manis dan membelai rambut kami. Malah orang tuanya menyuruh kami untuk belajar di rumahku saja. Hhhehe, baik banget kan orang tuanya?. Orang tuanya pun akan memarahinya jika dia melihat anaknya menjailiku. Teman-temannya pun sudah mengerti akan kedekatan kami. Bahkan aku juga akrab dengan temannya itu. Semua masih pada lucu dan lugu banget.
Aku selalu mengajarinya dengan ketulusan hati tanpa 1 pun harapan. Karena aku sangat menyayanginya. Sering dia memberiku benda-benda favoritnya. Dan jika dia tau benda yang ku inginkan beluk kumiliki, terkadang dia yang membelikan aku sembunyi-sembunyi. Hhhehe, baik sih.. Tapi, aku kan jadi merasa nggak enak kalau sering begitu.
Meskipun kami sangat dekat, tapi kami pun serin kelahi. Entahlah karena apa. Tapi, dia akan bingung sendiri kalau aku sudah sedih begitu. Hhehe, dia jadi merasa serba salah. Karena dia sadar, dialah yang membuatku merasa kesal karena kelakuannya. Hhhhehe, tapi paling bentar juga kami baikan. Tak sekali pun kami kelahi hingga 1 hari. Dan jika kami ngomong tentang cita-cita, dia selalu bilang kalau dia tak memiliki satu pun cita-cita. Jika di tanya dia akan bilang kalau dia mau jadi tukang tambak seperti bisnis orang tuanya. Dia bilang nggak perlu belajar lagi, nggak kuliah lama dan pegang duit banyak kalau berhasil ketika panennya, mantaaaap kan cita-citanya..yang penting HALAL.
Tak terasa jadwal ujian semakin dekat. Itu artinya, belum tentu kami akan tetap seperti ini. Karena ada teman kami juga yang tak lagi berada di bunyu alias ke luar daerah. Dan itu sama dengan perpisahan, karena belum tentu juga kami akan bertemu kembali dan bisa ngumpul bareng kayak gini. Sebenarnya kami masih ingin bersama, tapi waktu tak lagi memungkinkan. Dan memaksa kami untuk tetap bisa tetap menerima semua itu. Jika waktu masih dapat ditunda, kan ku tunda demi bersama mereka. Tapi semuanya tetap saja tak bisa terelakkan lagi.
Untuk menghadapi ujian, sekolahku melaksanakan les mata pelajaran yang akan di ujikan. Paling seru kalau waktu makan sudah tiba, kelas menjadi haru makanan dan menjadi heboh penuh tawa yang seru. Biasanya aku, dia dan 2 sahabatku makan bareng dan duduk berhadap-hadapan. Tapi biasanya 2 sahabatku itu pulang makan dirumahnya masing-masing. Karena rumah mereka tak jauh dari sekolahan. Jadi aku dan dia makannya berdua ditambah dengan teman-teman yang ada di sekolah. Seperti biasa dia membawa ayam kentucky, potato freeze, snack dan minumnya coca cola + es batu di gelas tinggi. Hhehehe, kalau aku makannya ganti-ganti sih. Yang pasti aku nggak bawa nasi goreng, ikan, nasi kuning dan makanan yang repot makannya.
Begitu juga kalau ada acara makan-makan, seperti Isra Mi’raj, Maulid kami di suruh bawa makanan dari rumah. Biasanya hanya aku dan dia yang nggak bawa nasi. Biasanya aku dan dia bawa snack dan minuman bekarbonat atau milo dingin..uuuuuhhh mantap deh!?kami punya selera makan sama, jadi guru udah nggak heran kalau kami nggak bawa nasi seperti teman-teman yang lain. Serulah pokoknya, makan sambil seru-seruan bareng.
Saatnya ujian tiba. Banyak materi yang harus kami pelajari, dan kami semakin sering belajar bareng hingg tak kenal waktu karena takut tidak lulus. Sampailah pada waktu pengumuman hasil, kami lulus. Segera mengucap ‘Alhamdulillah’ ya Allah. Dia pun berlari mencariku, berteriak dan menggenggam tanganku menangis bersama bercampur tawa bahagia bareng 2 sahabtku lagi. Hati menjadi tenang karena kami lulus.
Saatnya perpisahan, sekolah mengadakan acara dan mengundang orang tua serta guru-guru lain. Setelah acara nangis-nangis, salam-salaman, makan-makan, nyanyi bareng, kami murid yang baru lulus happy bareng sambil nyanyi dan makan. Bahkan kami sampi loncat-loncat girang bersama.
Ketika acara selesai, saatnya pulang. Aku bingung pulang sama siapa, dan aku menunggu di bawah pohon ketapang. Berharap akan ada jemputan datang. Dia pun duduk disebelahku, dan berkata terima kasih. Lalu dia bertanya aku pulang sama siapa, aku menjawab aku bingung. Dia menawarkan untuk pulang barenga entahlah naik apa. Seaat setelah itu, seseorang menjemputnya menaiki motor soghun hijau. Aku tak punya pilihan, kami pulang bareng gonceng 3. Hhhehe, senangnya bisa pilang bareng. Malu sih, tapi daripada nggak pulang?hayoo, parah lagi kan?;p
Akhirnya kami tak memakai seragam merah-putih lagi, hhhee. Saatnya memakai seragam putih-biru. Ketika pendaftaran, kami diwajibkan untuk mengikuti tes pembagian kelas. Aku dan dia belajar bersama, berharap kami nanti kan berada satu kelas. Tapi Allah tak mengijinkan, aku di terima tapi dia tidak. Entahlah apa yang terjadi. Dia sedih banget, sukurlah dia tajir. Jadi dia aman dan di terima. Tapi, aku di kelas 7-1 dan dia di kelas 7-3. Dia sedih tak 1 kelas denganku, begitu pula aku. Aku harus beradaptasi tanpanya di dalam kelasku dengan suasana baru. Tapi semakin lama dia pun mampu untuk menghadapi suasana baru itu. Bahkan dia mendapat banyak teman hingga kerabat dan sahabat. Beberapa dari teman barunya itu adalah teman SD kami juga dan teman TK ku dulu.
Ketika ada tugas, PR maupun ulangan. Kami tetap saja belajar bareng. Dan kami masih sering pulang sekolah bareng teman-teman yang lain juga. Bahkan dia sering singgah dirumahku karena letih dan minum air sambil menunggu jemputannya datang. Hhehe, ap lagi kalau pas panas. Kalau hujan sih enak-enak aja. Maen hujan bareng di jalan.
Kami naik ke kelas 8, tapi lagi-lagi Allah tak izinkan kami berada dalam 1 kelas. Aku kelas 8-1 tapi dia 8-2, meskipun kelas kami sebelahan. Aku pun mendapat teman yang banyak dan beberapa sahabat lagi. Seperti dirinya, dia sekelas dengan teman-teman barunya yang semakin akrab itu. Dan aku mulai sadar, dia berubah dan kami mulai jarang bersama. Termasuk belajar bareng seperti dulu. Justru dia semakin akrab dan dekat bersama temann-temannya itu.
Suatu hari di pagi yang mendung, aku datang kesekolah SMPku yang masih sunyi dan hanya terdapat beberapa murid saja. Aku memang biasa datang pagi seperti ini, terasa begitu tenang dan berteman embun pagi. Saat itu dia datang kekelasku, lalu duduk di sebelahku dan merebahkan kepalanya diatas meja sebelahku. Saat itu kelasku tak ada satu pun siswa yang datang. Kami pun bercerita, dia bilang kami tak mungkin 1 kelas karena perbedaan kemampuan otak. Dia berpesan padaku untuk belajar dengan rajin. Masih ku ingat saat dia mengucapkan kalimat-kalimat lembut yang menjadi semangat untukku.
Saat seleksi OSN di sekolahku tiba, malamnya sebelum besiknya aku tes dia datang. Dia bilang dia ingin belajar dan mengerjakan PR. Setumpuk buku yang berkaitan dengan biologi sebagai bahan tes besok terlihat olehnya di atas meja yang ada di depannya. Dia heran melihatnya dan bertanya padaku untuk apa semua buku-buku nitu, setelah aku jelasin, dia pun memberikanku dukungan agar bisa lolos dan ikut ketingkat kabupaten. Dia bilang semoga aku bisa ke Tanjung untuk mengikuti OSN tersebut, karena meskipun dia sudah pernah ke Jawa, Yogya, Sumatera tapi saat itu dia belum pernah ke Tanjung. Intinya dia menyemangati dan sangat mendukungku dalam hal ini. Meskipun pada akhirnya aku tak lolos, dia memberikanku senyum untuk tetap menyemangatiku.
Semakin lama, dia tak pernah lagi kerumahku. Ketika aku bertemunya di sekolah aku katakan padanya dia sombong. Beberapa hari kemudian ketika dia sudah bisa mengendarai motor dia masih sering menegurku. Tapi tak lama setelah itu, dia kembali tak pernah menegurku dan tak lagi menginjakkan kakinya di rumahku. Aku heran, apa yang terjadi padanya???mengapa dia begini?ataukah aku yang berubah?
Tanggal 22 Februari 2008 tiba, itu adalah peringatan hari ulang tahunnya. Sudah menjadi dalam persahabatan kami memberikan kado jika salah satu di antara kami ada yang ultah. Termasuk aku, dia dan 2 sahabatku lagi. Ketika itu aku dan 2 sahabatku itu ingin memberikan kado padanya. Tapi kami terheran-heran, dia menolaknya meskipun akhirnya dia terima dengan terpaksa. Ini pertama kalinya dia menolak hadiah dari kami dan merasa malu. Malah dia happy bareng teman-teman barunya itu.
Padahal dia pernah bilang padaku untuk menjauhi orang itu, tapi justru dia pula yang dekat dengannya. Haha, dia termakan dengan omongannya sendiri. Entahlah apa yang terjadi dengan dirinya sekarang. Dan dia pun tak pernah lagi menegurku di sekolah meskipun berada di sampingku. 24 Mei 2008 tiba, itu adalah hari ulang tahunku. Aku membuat acara makan-makan di rumahku bersama sahabtku dan teman-temanku. Termasuk dirinya aku undang. Dia memang tak pernah tau kapan ultahku dan dia sangat jarang mengucapkan selamat. Tapi aku akan sangat senang jika ketika itu dia hadir. Malah sore hari ketika acara itu, dia lewat depan rumahku bersama temannya. Kayak nggak kenal aku pula tuh..ckkk kesel deh pokoknya..
Tiga hari setelah acara ultahku, malam hari dia datang kerumahku. Seperti biasa dia belajar, dan ngobrol bareng. Aku bilang padanya, aku kecewa dia nggak datang padahal aku mengharapkannya. Dan dia bilang dia malu entah mengapa. Ehmmm, mungkin dia pikir ini tak penting juga untuknya, nggak ada artinya. Dia minta maaf, aku hanya tersenyum karena semua sudah berlalu. Dua hari kemudian dia datang untuk kembali belajar, dia seperti biasa membawa tas. Tapi kali ini di tambah dengan bag plastik yang besar berisi kotak berlapiskan kertas hijau indah mengkilat.
Dia memberikan kotak hijau itu untukku, ternyata dia masih mengucapkan selamat untukku, minta maaf karena saat itu dia tidak hadir ketika acara. Aku tersenyum dan berterima kasih. Separuh malam itu aku habiskan dengan mengerjakan tugas bareng dan ngbrol dengannya. Ketika dia pulang, aku berlari ke dapur sambil tersenyum. Karena ini adalah kado pertama berupa benda darinya. Orang tuaku yang membukanya dan tersenyum mlihat isinya. Sebuh baju kaos pink, celana setengah tiang bewarna hijau tua dan sebuah tas sekolah warna hitam. Aku tau ini dari orang tuanya, tapi tetap saja aku tersenyum. Bukan karena isi hadiah itu, tapi karena pedulinya. Aku simpan dengan baik semua benda-benda itu. Hhehe, senangnya…^_^
Tapi tetap saja aku sedih juga pada akhirnya, karena dia tak lagi menegurku maupun menyapaku. Tak lagi pernah datang kerumahku dan mencariku. Tak lagi pernah menelponku dan menghubungiku. Bahkan suatu hari ketika aku mengaji aku bertemu dia pulang dari belajar di rumah temanku sendiri, teman TK ku. Aku kecewa, ternyata dia tak lagi seperti dulu. Dan aku banyak melakukan hal-hal konyol karenanya termasuk datang pagi ke kelasnya. Lalu aku membuat selembar surat kaleng. Aku mengatakan dia jahat!!!. 3 bulan berturut-turut aku berbuat konyol sperti itu. Hahahahaha, bodoh bangetkan??..Dan masih banyak lagi hal konyol dan sangat bodoh lainnya yang aku kerjakan karenanya selain membuat surat kaleng gitu deh.
Seperti memperhatikannya sekejap melalui celah kecil di pintu sambungan antara kelasku dan kelasnya. Itu biasa aku lakukan ketika guru tidak masuk dikelasku. Terkadang aku melihatnya sambil tersenyum sendiri bahkan ngomel-ngomel nggak jelas sendiri. Hhhehe, untunglah teman-teman sekelasku tak ada yang curiga, kalau nggak?mati aku!?!@#$%^&&**(/”-_,. Konyol banget kan aku…??? Aduuuh…^^
Naik kelas 9, lagi, lagi dan lagi kami tak sekelas. Dia benar-benar tak pernah datang kerumahku sekali pun. Hingga akhirnya ujian berhasil kami lalui, aku lulus sedangkan dia harus mengikuti ujian ulang. Sebenarnya aku sangat sedih melihatnya begitu. Aku tak peduli dia akan berfikir apa pun. Hingga akhrnya dia tetap lulus. Aku bertanya kepadanya, dia peringkat berapa?.. Dia menjawabnya dan menanyakan hal yang sama. Dia bilang aku hebat, ternyata itu adalah terakhir kalinya percakapan kami dengan baik dan dia bicara dengan lembut padaku. Karena kami pun semakin jauh alias kami udah nggak sedekat dulu lagi.
Aku semakin sadar karena kami nggak lagi sedekat dulu, keadaan pun berubah. Orang yang dia benci malah dekat dengannya. Orang yang dia bilang parah justru akrab dengannya sperti saudara. Ckkkk, aku merasa seperti kehilangannya. Aku takut dia terus-terusan kayak gini dan bakal lupain aku yang hanya sahabat lama untuknya. Sejenak aku termenung dan menangis karenannya. Tapi tak satu pun kepeduliannya dan rasa kehilangan ada padanya. Aku mulai merindukannya yang dulu, merindukan kalimatnya dan merindukan dirinya yang seperti dulu. Tapi sudahlah, mungkin dia lagi ingin sendiri. Aku coba tuk mengertinya.
Di rumahku, aku merebahkan tubuhku dengan sejuta pertanyaan tentangnya. Memikirkan perubahannya yang buatku semakin khawatir. Kucoba tuk menyusuri mencari jawaban itu. Tapi tak satu pun ku temukan. Terlalu ku memikirkannya, hinggaku tak peduli yang di sekitarku. Ya Allah… apa yang terjadi padanya? Mengapa seperti ini?..berikan aku jawaban atas semua ini….
Pendaftaran SMA di mulai, kesibukan siswa calon SMA pada sibuk mempersiapkan diri. Kami harus melewati MOS, wawancara, ini, itu, dan blablablablabla….pengumuman penerimaan tiba, kami di terima. Untuk ke sekian kalinya aku nggak 1 kelas lagi. Aku di X-A dan dia di X-D. Mau gimana lagi, itu sudah menjadi keputusan sekolah SMA. Di SMA aku mengikuti ekskul Marchink Band dan banyak kegiatan lainnya, sudah nggak asing lagi kalau dia tuh nggak ngikutin satu pun kegiatan sekolah selain yang diwajibkan. Itulah dia dan dirinya…
Karena aku pun semakin dewasa, aku mulai mikir semuanya termasuk sahabat. Aku sadar aku tak lagi dekat dengannya, aku tau aku nggak ada lagi artinya untuk dia, dan aku tak bisa seperti yang lainnya. Dia benar-benar hilang begitu saja. Hingga pada suatu malam, aku merangkai puisi kecil untuknya.

Waktu semakin berlalu
Tlah banyak cerita kita ukir di dunia
Bersamamu dan keindahan semesta
Tapi kau larut kedalam waktu
Yang tak dapat di hentikan
Dan aku semakin sadar kau tak seperti dulu lagi
Bukan sekedar ilusi perasaan
Tapi inilah kenyataan sesungguhnya
Jika memang tiada lagi gunanya aku
Maka jangan kau lukaiku sperti ini
Kehilangan seorang yang disayang bukan hal mudah
Sadarilah, aku masih butuh kamu
Ingin kuulang kembali memori indah itu
Bersamamu dan bersama waktu
Kumpulkan kembali serpihan masa lalu itu
Dan coba tuk merekatkannya kembali

Tak kurasa air mata kembali jatuh kesekian kalinya karena mengingat kenangan waktu bersamanya dulu. Aku tak pernah menangis karenanya di depan sahabatku yang lain. Bahkan sudah SMA baru mereka tau aku memiliki luka dalam seperti ini. Karena aku tak ingin mereka memikirkan ini, mau tak mau harus kusampaikan juga. Meskipun sulit di percaya dan tak mungkinh. Karena aku tak ingin ini kembali kan terulang, karena sahabat berperan penting dalam hidupku.
Sekarang pun aku masih memaksakan diriku untuk mampu melihatnya langsung seperti itu. Walaupun aku tak pernah sanggup untuk melihatnya dan membuat tubuhku lemah karenanya. Aihhh, entahlah.. kacauuuu.. aku pun bingung!?.. Ku putar lagu Ungu ‘Untukmu Selamanya’ karena teringat akan dirinya dan kurenungkan dalam hati..

Tak pernah aku mengerti
Apa yang kini kurasakan
Kegelisahan hatiku saat ini
Ku masih merindukanmu
Walaupun kini ku tlah bersamanya
Tak pernah mampu kucoba lupakanmu
Sungguh tak bisa ku mnegganti dirimu dengan dirinya
Sungguh tak sanggup aku berpaling darimu
Sungguh tak bisa kumencintainya tuk melupakanmu
Sungguh tak sanggup aku berpindah dari hatimu…..

Hingga saat ini, aku masih berdoa semoga dia dikembalikan padaku oleh Tuhan. Meskipun aku sudah mencoba untuk melupakannya, menjauhinya, membencinya. Hatiku tetap saja tak sanggup, meskipun tak ku tunjukkan ke yang lainnya. Aku memang manusia biasa, tak sesempurna teman-teman yang lain meskipun setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi ya udah lah, mau diapain lagi coba…
Dan sebelum tidur hatiku pun bertanya-tanya dan berdoa pada Allah,
…Ya Allah, mengapa dia tak seperti dulu lagi? Aku kah yang berubah? Tak satu pun alasan terucap darinya mengapa kami tak seperti dulu lagi? Mengapa dia tak pernah mencariku? Atau aku tak ada lagi artinya? Mengapa dia semakin hancur bersama orang-orang yang tak ku sukai itu? Apa maksud-Mu mengujiku seperti ini?
Ya Allah, sakit rasanya kehilangan orang yang ku sayang sepertinya. Tunjukkan aku napa alasannya dia seperti itu? Ataukah karena dia sudah memiliki sahabat baru yang jauh lebih baik? Atau dia bahagia tanpaku lagi? Aku tak pernah sanggup seperti ini. Meskipun kuberusaha jalani dengan senyum. Berikan keselamatan padanya Ya Allah, jangan Engkau sesatkan dia, jangan Kau lukai dia, jangan Kau persulit hidupnya. Tapi bahagiakanlah dia meskipun tanpaku Ya Allah. Jaga dia baik-baik dan kirimkan malaikat indahmu untuk menjaganya sampai nanti. Amin…
Karena itu aku jadi trauma dan takut milih sahabat, karena aku takut ini kan terulang. Aku taku kesakitan ini kembali terjadi. Dan aku pun takut sahabat dan teman yang kusayang dan kumiliki saat ini, bebuat sama sepertinya dsan mengulang kesalahan yang sama. Cukup sakit, dan kau tak kan pernah tau bagaimana rasanya jika kamu tak mengalaminya sendiri. Tapi aku harap, kesakitajn ini tak terjadi pada siapa pun selain aku. Cukuplah aku yang merasakan sakit itu. Dan kan kucoba tuk melupakannya, menjauhinya sperti yang dia lakukan meskipun butuh waktu yang tak singkat pula. Tak pernah kusesali dan kucoba tuk berhenti menyayanginya hingga mencoba berbalik menjadi benci. Maka jangan salahkan aku lagi.
Kenangan indah itu yang mampu buatku tersenyum sekaligus sedih jika mengingatnya. Bukan karena kenangan itu terlalu indah, tapi karena aku tau bahwa kenangan indah itu takkan pernah terulang kembali. Dirinya yang dulu hadir dalam hidupku, buatku jalani hari penuh warna. Tapi kini aku harus sadar, bahwa dia tak lagi disisiku. Karena dia telah memiliki yang lain, yang kan jauh membuatnya lebih bahagia. Tapi satu hal yang tertanam dalam hatiku, aku masih sayang padanya dan masih merindukannya yang dulu. Kembali kutuliskan puisi untuknya. Meskipun sudah banyak puisi lainnya di buku biru ku itu..

Bintang malam, katakan padanya aku butuh dia
Embun pagi, sampaikan padanya aku merindukannya yg dulu
Ingin kurangkul kembali kisah indah itu
Taukah kau?aku masih sayang..
Meskipun aku belajar tuk membencimu
Dan berhenti tu menyayangimu
Masihkah kau ukir namaku dalam hidupmu?
Atau kau tlah hapus aku dalam hidupmu?
Kucoba belajar tuk sendiri tanpamu lagi
Meskipun aku merasa sepi tanpamu
Pergilah jika itu yang kan bahagiakanmu
Tapi jangan kembali jika hanya untuk mrngulang dusta

Ketika aku terlarut dalam lamunanku tentangnya, maka yang ada difikirku adalah semua masa lalu saat bersamanya dulu. Kami selalu tertawa bersama disekolah. Bercanda jika merasa bosan, beryanyi bersama saat jenuh, mengerjakan tugas bersama, makan di kantin sekolah bersama dan banyak lagi hal yang kami mlakukan bersama di sekolah kesayanganku itu. Dirinya yang begitu jail tak pernah membuatku tuk menjauh darinya. Mungkin itu karena rasa sayang yang telah tumbuh dalam hati kami masing-masing. Hahaha, sudahlah itu hanya masa lalu yang terlalu indah..biarlah kudengarkan lagu Peterpan ‘Tentang Kita’ seperti kisahku ini…

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Seakan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi dihati
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka
Saat kita tertawa
Teringat disaat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita….

Kenangan indah itu yang mampu buatku tersenyum sekaligus sedih jika mengingatnya. Bukan karena kenangan itu terlalu indah, tapi karena aku tau bahwa kenangan indah itu takkan pernah terulang kembali. Dirinya yang dulu hadir dalam hidupku, buatku jalani hari penuh warna. Tapi kini aku harus sadar, bahwa dia tak lagi disisiku. Karena dia telah memiliki yang lain, yang kan jauh membuatnya lebih bahagia. Karena kisah ini aku dapat banyak pelajaran berarti, dan karena ini pula aku menjadi dewasa. Uh, meskipun harus sakit hati dan kecewa kayak gini sih..
Tapi hingga saat ini, hatiku tak mampu menghapus bayang-bayangnya. Keindahan masa lalu saat bersamanya selalu teringat dalam benakku. Segala yang telah kami lakukan bersama, buatku merasa semakin rapuh. Aku berupaya melupakannya, tapi hasilnya??nihil…!?:( aku masih tak bisa melupakannya. Bahkan hinggaku menemukan orang yang kusayangi, aku masih tak mampu. Hingga ini masih menjadi lukaku yang belum pernah terobati. Kuhempaskan semua masa lalu dan tetap kan kucoba tuk menghapus semua tentangnya..
Setelah semua itu tinggal kenangan, hatiku hancur meskipun dia tak lebih dari seorang sahabatku. Setelah dia tak lagi di sampingku, tiada lagi yang menjailiku sepertinya, tiada lagi yang bisa buatku ngakak meskipun aku sebenarnya sedang sedih, tiada lagi semangat darinya, tiada lagi yang mengajakku jalan subuh naik sepeda, tiada lagi temanku belajar setiap kali, tiada lagi kesetiaan seperti dulu, dan semua itu tlah lenyap. Aku benar-benar merasakan kehilangan orang yang kusayang, huhuhuuu. Dia lenyap tak berjejak bin hilang begitu saja.
Hingga detik ini, hadiah ultahku darinya masih kusimpan dan baju yang warna pink itu belum pernah ku pakai. Meskipun tasnya sudah mulai buruk sih..hhehe saking sayangnya tuh..terus kalau celananya sih masih bagus-bagus aja. Kalau ingat itu, senengnya dapat hadiah dari dia..
Ini adalah satu dari banyak kisah yang membuat kita mengerti akan hidup ini. Ini adalah pelajaran dalam kehidupan. Memang menyakitkan, tapi inilah hidup. Kita hanya bisa jalani saja semampu kita. Memang tak ada yang abadi. Meskipun aku juga bingung harus gimana, hhehe…dan aku pun tak tau bagaimana nanti penghujung kisahku ini. Entah tetap begini atau apa….hhhehe ^-^
Sebenarnya masih banyak sih kisah masa laluku bareng dia. Tapi terlalu panjang dan mungkin tak kan ada habisnya jikaku mengulasnya. Jadi sampai disini saja deh..hhehe..intinya aku masih saaaayaaang banget sama dia..meskipun untuk bisa kayak dulu lagi itu tak pernah mungkin terjadi. Hanya Allah lah yang tau dan mengerti..ku serahkan pada-Mu ya Allah…
*****

Random Posts

  • curcol

    Bosaaaaaaaaaaaaaaaan……. hem, aku heran deh ma diriku sendiri. dulu waktu nggak kerja bosan di rumah terus. lha sekarang udah kerja, bosan juga. padahal kan di sini enak. bisa nerusin hobi yang paling aku suka *yupz, berselancar di dunia maya*, nyantai, di bayar lagi…. tapi…….. tetep aja yang nama nya bosan ya akan datang melanda. heh… kayak gini enaknya ngapainya… punya blog kosong. mendingan aku isi apa aja yang aku suka aja deh… bodo amat mau nyampah kek, apa kek… suka-suka. kan punya aku ini… he he he…..sebagian

  • KAGUMKU SELANGIT oleh JAJ

    Oleh: Jovian Andreas (JAJ) – Suatu kertas puisi cinta yang disebut picisan itu akhirnya disimak lagi. Kenangan indah kalau diangkat lagi memang jadi mengharukan. Mengapa ada cinta yang disia-siakan? Mengapa dibiarkan pernyataan baik itu yang pernah dibalas dengan sikap arogan, yang akhirnya disesali. Dibenci sikap jahatnya itu pada laki-laki yang sebetulnya tampan namun karena dituding bukan levelnya, laki-laki itu jadi berkata tak akan bertemu dengannya lagi, pada detik itu. Laki-laki itu sudah menerima permintaan Omnya untuk tak akan ke rumah lagi hanya demi Meli… Oh, Meli, kau ini bodoh banget! Kau ini norak! Kau ini sombong! Kau sangat materialistis! Jadilah kamu perempuan sial! Ah.., begitulah yang dipikirkan Amelia Febrianti, yang melihat foto Heryadi, laki-laki yang pernah jatuh hati padanya sepuluh tahun yang lalu. Sekarang usia Amelia, 27 tahun, dan Heryadi, 30 tahun. Amelia sudah pernah menikah sebelum tahun 2000 dan ketika itu usainya 20 tahun. Yah, tepatnya dia kelahiran 1979. Dia sangat ingat perkenalannya dengan Heryadi yang suka berkarya di sanggar sebagai sutradara. Dia tahu juga semangat Heryadi walau organisasinya itu tak menguntungkan atau memberinya penghasilan. Dan ketika itu Amelia yang pernah jadi anggota teater di SMA memilih keluar dan mau jadi pemain sinetron, figuran. Sementara Heryadi tetap bergerak di teater dari festival drama remaja, lomba baca puisi, menulis skenario dan yang lain jadi pelatih futsal di sekolah yang dikelola orang tua temannya.Heryadi memang bukan anak orang berada, dia tinggal di jalan MHT di wilayah padat di Jakarta Barat. Heryadi menaruh hati pada Amelia, lewat bantuan teman sebaya Amelia ketika itu untuk jadi comblang baginya. Tetapi mengapa Heryadi tidak berani mengungkapkannya, hanya karena Heryadi mempunyai saingan dari temannya yang lebih dipahami Amelia. Temannya itu Ronny. Teman Heryadi ini membawa Azrul yang ternyata genit dan ingin mendapatkan hati Amelia. Akhirnya Heryadi jadi jaga jarak dengan Ronny dan memutuskan membangun sanggar baru di luar sekolah. Ronny tetap bertahan dan mengajak Azrul yang memang teman di kampusnya masuk poduction House dan Melly diajak jadi pemain sinetron sebagai figuran saja. Ronny bernasib baik menjadi asisten sutradara di production house mendampingi sutradara senior.Nah kenapa Heryadi merasa bersaing dengan Ronny, alasannya adalah Heryadi punya niat mengadakan pementasan kolosal : Ken Arok yang ternyata disudutkan Ronny bahwa ide itu tak akan terjadi. Heryadi jadi benci Ronny. Heryadi juga benci pada Amelia yang malah berani bilang: "Gue nggak suka sama elo!" Suatu pernyataan yang mengecewakan di masa itu, dan Amelia jadi sedih telah membuat hati Heryadi, jadi sakit hati.Heryadi dengan teater barunya malah berhasil meraih piala sebagai grup terbaik. Heryadi tetap punya pendirian hingga di era runtuhnyha orde baru terlibat pula dalam demonstrasi. Heryadi tetap bujangan. Dan masa mudanya itu tetap putih dan tidak seperti Azrul. Karena laki-laki yang menyukai Amelia itu, berani main api, selingkuh dengan perempuan yang mau jadi artis hingga hamil. Dan inilah yang membuat Amelia kagum pada Heryadi.Heryadi juga dipuji Amelia ketika dia datang ke rumah Amelia sambil mengabarkan kalau dia sudah lulus menjadi sarjana. Bayangkan, keputusan untuk tidak mendekati Amelia, dimohonkan maaf oleh Heryadi dengan pernyataan kepada Om Amelia, Safri, kalau dia kakak kelas Amelia yang ingin dilihat Amelia menjadi sarjana. Dan Amelia menjadi trenyuh. Dia saja tidak bisa menyelesaikan kuliah karena keputusannya sendiri. Begitu juga Om Safri yang pernah meminta Heryadi jauhi Amelia, sudah tidak bisa bekerja lagi akrena kecelakaan, hanya bilang kepada Amelia : "Coba kamu jadi sama laki-laki itu, Mel… Dia baik!"Amelia sangat sedih. Dan waktu terus bergerak, setiap kabar Heryadi malah membuat Amelia semakin kagum padanya. Heryadi bekerja di production house pula seperti Ronny yang mana perusahaaan itu membuat film layar lebar serta rekaman film asing. Wah, membuat Amelia jadi trenyuh. Amelia yang sudah punya anak hasil hubungan gelapnya dengan teman kuliahnya itu hingga diusir bapaknya, kini menjadi manusia yang merasa telah membunuh karakternya sendiri. Dia ingin berubah sebagai manuisa yang punya masa depan, punya rancangan atau prinsip hidup dan punya cinta pada laki-laki sebaik Heryadi.Namun sayangnya Heryadi yang pernah menulis puisi untuknya berjudul Kagumku Selangit, sudah semakin sulit menjadi miliknya. Heryadi sudah meminang seorang gadis yang sederhana, tetangganya yang memang pantas buat Heryadi. Amelia tinggal berkata," Oh Tuhan, andainya hati Heryadi masih ada untukku biarlah dia datang padaku, walau hanya sebentar mengucapkan salam padaku.."Tentunya Amelia tidak bisa bertemu Heryadi. Amelia hanya bisa memandangi foto masa SMAnya itu. Di mana Heryadi yang pernah jadi sutradara teater dan pernah dihina temannya itu, kini sudah menjadi laki-laki dewasa. Amelia hanya bisa menulis di buku hariannya : I Love You Heryadi.. God Bless You ..*****Jakarta, November 2011Penulis : Jovian AndreasEmail : Jovisca_2@yahoo.co.id

  • Kumpulan Cerpen 2013 “Story About Us” ~ 01

    Halllloooo All Reader Star Night. Masih pada menunggu Lanjutan cerpen karya Ana Merya yak?. Bakalan lama tuh. Lagi sibuk kayanya tu orang ngejar target 10 point nya?. Gkgkgkgkgkkgk..Nah dari pada kelamaan nunggu, mending baca dulu cepen kiriman dari adek, Penulis Cerpen benci jadi cinta Vanessa Vs Verly, dan Cerpen remaja Buruan katakan cinta. Ehem, Karyanya dia sebenernya banyak kok yang udah di post di blog. Tapi di blog Remaja Xsis. Kalau mau baca aneka cerpen karyanya dia yang laen bisa langsung kunjungin tuh blog.Karena blog ini sebenernya blog khusus kumpulan cerpen karya Ana Merya si harusnya. Cuma kalau memang ada yang mau ngirim kesini kenapa enggak.Okelah dari pada kebanyakan Bacod mending lansung baca yok. PS: Judul Asli si "karma" tapi ku ganti jadi "Story About Us""kamu seriuz?!" tanya Vanna."ya seriuz lah, sorry ea, aku nggax ada pilihan laen, tapi kamu tenang aja, demi kamu, aku bakal balik lagi kesini, setelah urusan aku di sana selesai" kata Vanno."tapi van…""say… kamu dengerin aku,… aku nggax bakal lupain kamu, aku beneran sayang sama kamu, ini juga urusan pekerjaan kok. kamu harus ngertiin aku donk" kata Vanno.sebagian

  • Cerpen Lucu Mis Tulalit ~ 04

    Cerpen Lucu Mis Tulalit Versi lanjutan. Yups, ternyata sudah sampai part 4 ya kisah perjuangan si April. He he he.Gimana kelanjutannya, yuks kita baca bareng bareng. Ngomong ngomong cerpen ini selain di ambil dari pengalaman sehari – hari juga merupakan cerpen pertama yang Admin posting di blog lho… #promoMis TulalitUntunglah selama tinggal di rumah neneknya April bisa punya temen baru, sehingga ia tidak merasa sendirian. Bahkan kalau malam Sari juga mau menemaninya tidur. Lagi pula rumah Sari tidak jauh dari tempat tinggal neneknya.Setelah 4 hari April mulai kerasan tinggal dirumah neneknya, dan sore itu Sari sengaja mengajak April bersepeda keliling desa.April sih ok-ok aja. Apa lagi ia juga belum pernah keliling-keliling desa. April bener-bener di buat terpesona dengan desanya akan keindahan desanya Sari. Pemadangan Alam dan sawah nya beneran indah. Ah Jadi ingat dulu Puisi yang ia baca waktu SD.SawahSawah tersusun di lereng gunungBerpagar dengan bukit barisanSayup – sayup ujung ke ujungPadi mudanya hijau berdandanDi dangau prawan duduk menyulamMatanya memandang padi humaSekali – kali ia bermalamDi petik dari hari mudanyaJikalau turun pipit berkawan Merayap hinggap di mayang padiTerdengar teriak suara perawanMenyuruh pipit menjauhkan diri."Mengapa engkau aduhai pipitTidak di arti hiba kasihanBadan ku payah menanggung sakitMencucur keringat sepanjang zaman.Padu ku pupuk sejak semulaEngkau tau memakan saja". PS: Maaf kalau ada yang salah. Abis Tu puisi aku bacanya waktu masih SD,“eh pril, kita kelapangan yuk, biasanya jam segini banyak yang lagi main bola” ajak Sari.“April sih ngikut aja”Ah, ada lagi yang membuat April makin kagum, yaitu setiap berpapasan dengan orang yang baru pulang dari sawahnya mereka selalu saling menyapa, kalau di bandingkan tempat tinggalnya… ‘heh siapa sih loe?…’ abis sistemnya kan, elo.. elo… gue… gue…“Eh neng Sari… mau kemana to?” tanya seorang perempuan muda, saat berpapasan, mereka sepertinya baru pulang dari sawah.“Ini bulek, mau ngajak temen keliling-keliling ngeliat desa kita” balas Sari.“Lho iki sopo to?” tanya perempuan separuh baya yang di sampingnya.“Iki, putune nenek walimah”“0… seng jerene kes kota?”“he’eh” Sari mengangguk, April diam saja karena tidak mengeri apa yang mereka bicarakan.“Wah… ayu pisan” puji perempuan yang muda.“Sopo to nduk, jenengane…” tanya perempuan yang satu nya ke April, tapi April diam saja, secara ia nggax ngerti lagi ngomongin apa, tapi heran deh, kalau kakek sama nenek nya yang ngomong ia langsung nyambung, faktor keturunan kali ya, kalau orang lain dikit-dikit lah.“April bulek, anu… kayane de’e ora biso ngomong jowo” Sari yang menjawab karena April diam saja.“0… alah”“Yo wes, silahkan teruskan jalan-jalannya”“Eh Sari tadi loe ngomongin apa sih?” tanya April setelah mereka menjauh.“Tadi itu mereka nanyain nama kamu siapa, ya udah aku jawab aja kalau kamu itu putu ne nenek walimah yang datang dari kota”“Putu?” April heran.“Ia. Putu. Kalau bahasa jawa sama dengan cucu,” terang Sari, April malah tersenyum.“Kok kamu tersenyum? Memangnya ada yang lucu?”“He’eh, masa’ putu sama dengan cucu, kan nggax nyambung.“Maksudnya?” Sari jadi heran.“Setau April kalau putu di tempat April buat di makan.”“Jadi orang-orang di tempat April suka makan putu?”“Iya”“Astafirullah hal’azim. Kalau gitu sama kayak sumanto donk” Sari bergidik ngeri.“Kok sumanto sih, apa hubungannya?” April bingung.“Ia, sama-sama kanibal, suka makan orang. Nauzubillah himinzalik”“Ha… ha… ha… loe lucu juga ya” April malah tertawa sehingga Sari jadi bingung.“Apanya yang lucu?”“Abis masa’ orang makan putu di bilang kanibal, ada-ada aja. Padahal kan putu nama kueh.”“jadi putu itu nama kueh?”“iya, lengkapnya putu piring, terbuat dari tepung beras kalau nggax salah di dalam nya ada gula merahnya, di tambah parutan kelapa, pokoknya enak deh, April juga suka”“Kirain….”Tak terasa mereka telah sampai di lapangan yang di maksud Sari ternyata bener kalau di sana banyak orang yang sedang bermain bola. Sambil menonton, April makan getuk lindri yang di beli oleh Sari dari penjual keliling,“Enak juga” kata April dalam hati.Ketika April sedang asyik menonton, tiba-tiba ada bola nyasar dan mendarat tepat di kepalanya. Karena kejadiannya begitu cepat, April sama sekali tidak bisa menghindar.“Aduh!!!” teriak April spontan.“Maaf-maaf mbak, beneran tadi aku nggax sengaja” kata orang yang tadi menendang bola sambil berlari kearah April, usianya kira-kira seumuran sama April.“Maaf-maaf, sakit tau… nggax liat apa ni kelapa, eh kepala. Kalau mau bikin gol, gawang nya di sana no” bentak April sambil menunjuk ke arah gawang.“Iya mbak. Sekali lagi maaf.”“Ya ampun pril, sakit ya? Sampai benjol gitu” kata Sari kemudian ia menoleh pria yang di hadapannya “Kamu sih dik, nggax hati-hati kan kasihan April”Ternyata orang tersebut bernama Andika dan ia jadi merasa semakin bersalah.“Ia Sari, aku tau. Tapi beneran tadi nggax sengaja, maaf ya mbak”“Mbak-mbak emangnya April kakak loe” bentak April ketus, Andika terdiam yang lain hanya menonton.“Udah lah Sari pulang saja yuk”April langsung mengayuh sepedanya mendahului Sari, tapi belum aja ada 4 meter, Sari sudah memanggilnya.“April bentar dulu”“Nggax, April mau pulang” balas April tampa menoleh dan terus mengayuh.“Iya aku tau, tapi kalau mau pulang jalan nya lewat sini. Balik dari tempat tadi memangnya jalan terus mau kemana?”April mengerem sepeda mininya dan memutar arah, Andika masih berdiri di situ.“Bilang dari tadi kek” gumam April sebel.“Abis kamu main nyelonong aja, gimana aku mau ngomong?”Begitu Sari dan April pergi, semuanya langsung tertawa lepas. Tadi di tahan-tahan soal nya takut di damprat juga sama April.“Gila tu cewek, galak banget ya” kata Imron, salah satu yang ikut main bola.“Tulalit lagi” tambah aldi.“Tapi cantik juga. Siapa ya dia? Kok kayaknya aku nggax pernah liat” kata Andika sambil mengambil bolanya.“Dasar, sudah di bentak-bentak gitu, masih sempet-sempetnya meratiin wajah” tambah yang lain.“Tapi Dika bener, aku juga belum pernah liat, tapi kok dia sama Sari ya?” tanya Aldi.“0h ya, kalau nggax salah tadi dia ngomong namanya sendiri April kan?” Evan mengingatkan.“Iya, namanya memang April, dia cucunya nenek Walimah yang datang dari kota kok. Katanya kesini mau liburan, tapi aneh ya orang kota kok mau liburan ke kampung” Doni ikutan nimbrung.“0h ya? Kamu tau dari mana?”“Dari emak. Kemaren sih waktu emak cerita dia bilang anaknya baik, dia bantuin emak bawa belanjaan dari pasar, tapi kok tadi galak gitu?” terang doni.“Ya iya lah, secara di bikin benjol gitu, gara-gara kamu sih dik”“Tapi kan aku nggax sengaja tadi” Andika mencoba membela diri.“Eh udah sore nih, mau terusin main atau pulang aja?” tanya yang lain.“Pulang aja yuk” sahut imron.“0k deh”Cerpen Lucu Mis TulalitKeesokan harinya April bangun pagi. Ia sudah terbiasa bangun subuh, ketika menuju kedapur, tampak neneknya sudah memasak air. Ia melirik jam tangannya, pukul 05:15 menit, ia pergi kekeran air untuk mengambil air wudhu, setelah sholat subuh, ia membantu neneknya menyiapkan sarapan juga bekal makan siang. Rencananya April ingin ikut kesawah, padi-padinya sudah menguning, dan hari ini mulai panen, dari pada ulang alik buat makan siang, mending nanti makan di sana, baru sorenya pulang.Karena sawahnya hanya 2 petak padinya diani-ani saja, April juga ngani-ani, katanya juga kepingin belajar, neneknya mengajarinya bagaimana cara menggunakan ani-aninya, hanya dengan tangan kanan sementara tangan kiri yang membawa padinya, nanti kalau sudah banyak baru di masukkan kedalam bakul.Belum ada lima menit, April sudah nggax tahan, seluruh tubuhnya terasa gatal-gatal, dengan buru-buru ia kembali kepondok.“Lho kamu kenapa?” tanya kakeknya heran.“Aduh kek, April nggax tahan. Badan April gatal semua, kayak ada binatang-binatang kecil yang ngegigit”Nenek dan kakek malah tertawa mendengar jawaban April.“Kamu pasti tadi nggax pake autan ya?” tebak nenek.“Bukan nyamuk nek, tapi binatang kecil-kecil. Kalau nyamuk sih April udah kenal, jadi ngapain pake autan”“Ia nduk, nenek ngerti, yang ngigit kamu itu namanya tengu. Makanya pake autan, soalnya autan juga bisa buat ngusir” terang nenek.“0 jadi namanya tengu ya nek?”“Iya”“Trus bisa di usir sama autan?” tanya April lagi.“He’eh”“Tapi, gimana cara ngusirnya ya nek?”“Ah kamu itu, banyak nanya. Ya mana nenek tau, lha ada bacanya tu dibungkusnya.”“Nggax ada kok” sahut April setelah selesai membacanya “Di sini Cuma buat ngusir nyamuk bukan tengu.”“Sama saja. Mau tengu mau nyamuk yang penting bisa nggax ngigit kita. Pake aja”April manut, ia oleskan autan ketubuhnya, neneknya mengingatkan agar celana sama bajunya juga, walau pun bingung April tetap menjalankannya.Ternyata bener, April tidak digigit tengu lagi, dan ia bisa meneruskan mengani-ani padinya.Tak terasa hari semakin siang, April memperhatikan raut wajah nenek dan kakeknya yang sangat cekatan, keringat mengucur dari tubuhnya, jadi beginikah susahnya petani harus berpanas-panasan dan digigit sama tengu sialan.Dan tanpa April sadari sebenernya dari tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikannya degnan pandangan kagum.“Dino bener, dia memang anak yang baik. Buktinya mau berpanas-panasan dan nggax takut kotor” gumannya yang tak lain adalah Andika yang sawahnya berseberangan sama sawah nenek April.April bener-bener merasa nikmat saat makan siang, ini untuk pertama kalinya ia makan di alam yang terbuka, apa lagi setelah bekerja, selesai makan istirahat sejenak kemudian sholat barulah panen di lanjutkan.Hari sudah mulai sore, mereka bersiap-siap untuk pulang, April jalan duluan karena ia harus memasak untuk makan malam, sementara nenek sama kakeknya masih harus menyimpan padi.Saat melewati jembatan penyebrangan, April terpeleset, hampir saja ia jatuh kedalam sungai. Untung saja tidak, tapi sandal kirinya lepas dan terbawa hanyut. April berusaha untuk mendapatkannya kembali, lagi pula arusnya tidak terlalu deras.“Gimana cara ngambilnya ya?” guman April bingung. Padahal saat itu sandal nya sudah tersangkut di tunggul tepi sungai.“Ada apa mbak?”April menoleh, ia kaget, Andika tiba-tiba ada di belakangnya.“Itu, mau ngambil sandal April yang tadi hanyut tapi nggax bisa, airnya dalem banget, ntar kalau turun bukan sandalnya yang dapat yang ada malah April ikutan nyemplung” balas April.“0… kalau gitu, biar aku aja yang ngambil”Tanpa menunggu balasan dari April andika langsung turun dengan hati-hati untung pas nyangkut di tunggul sehingga dengan mudah Andika bisa mengambilnya.“Ini sandalnya,” kata Andika, April langsung meraihnya.“Aduh makasih ya, untung ada loe, kalau nggax terpaksa April harus jalan nggax pake sandal”“Sama-sama, lagian tadi Cuma kebetulan. Memangnya kamu dari mana?”“Dari pasar” jawab April ngasal.“Pasar?!” andika heran “Bukannya tadi bantuin nenek sama kakek di sawahnya” sambungnya.“Udah tau nanya” balas April, Andika langsung terdiam.“Tapi kok loe tau kalau April bantuin nenek di sawah?” tanya April setelah terdiam benerapa saat, Andika kaget, bingung mau jawab apa.“Jangan-jangan loe mata-matain April ya? Ayo ngaku” tuduh April.“Ya nggax lah, ngapain juga mata-matain kamu. Cuma tadi itu aku nggax sengaja ngeliat kamu lagi ngani-ani padi, soalnya sawah aku kan tepat di seberang jalan”“0… kirain…”Tak terasa, mereka telah sampai di pertigaan dan mereka harus berpisah, Andika belok kanan sementara April belok ke kiri.Malam harinya April tidur-tiduran di kamarnya, Sari juga ada di sampingnya, hari ini dia nginap lagi. Sedang kan nenek sama kakek sepertinya sudah tidur di kamarnya, kelelahan mungkin.“Sari loe udah ngantuk belom?” tanya April.“Ya belom lah, baru juga jam sembilan lewat, memangnya kamu udah ngantuk” Sari balik nanya.“Sustru itu, April belum bisa tidur, badan nya terasa pegel semua nih. Mana masih gatal-gatal lagi, pasti gara-gara ke sawah tadi”“Kalau gitu gimana kalau kita main tebak-tebakkan dulu, ntar kalau kita udah ngantuk baru kita tidur gimana?” usul Sari.“Boleh, bagus juga ide loe. Jadi siapa dulu nih yang mau ngasi soal, elo atau April dulu.”“Aku dulu donk. Kan tadi aku yang dapat ide” kata Sari.“0k, apa soalannya, tau nggax sih April paling jago lho main tebakan”“Gini, gajah terbang kelihatan apa nya?”“Keliatan bo’ongnya, masa’ gajah bisa terbang”“Kok tau sih, kalau gitu giliran kamu”April berpikir sejenak, kemudian katanya.“Apa yang menyebabkan desa ini sering banjir?”“Hujan” jawab Sari cepat dalam hati ia merasa heran, kok April bisa tau desanya sering kena banjir.“Salah…”“Kok salah sih, kalau gitu karena bendungannya jebol”“Bukan”“Terus apa donk”“Air” sahut April singkat.“Eh, iya ya… kalau gitu aku pula, binatang apa yang punya bisa?”“Ular” sahut April, “Kan kalau ngigit jadi bengkak berarti ada bisanya, benerkan?”Sari menggeleng tanda jawabannya salah.“Kok bukan?” April heran.“Ya iya lah, secara kalau Cuma ular, mana ada bisanya,” balas Sari.“Gitu ya, ular kobra.”“Bukan.”“Ular piton”“Masih salah, ular piton nggak ada bisanya”“Kalau gitu ular apa donk?” April nyerah.“Ular bisa, ayam bisa, kucing pun bisa” sahut Sari sambil tertawa.“Kirain tadi binatang apa, nggax taunya… Kalau gitu gantian April lagi ya, apa yang di punya kucing tapi nggax di punya anjing?” tanya April.“Apa ya?” Sari mikir-mikir ia jadi bingung, prasan apa yang di punya kucing, anjing juga punya “0k deh aku nyerah…” ujar Sari kemudian.“Anak kucing” balas April.“Curang, masa anak kucing , anjing juga punya anak”“Kalau anjing punyanya anak anjing, bukan anak kucing” terang April “giliran loe lagi yang ngasi soal”“E… kalau guru jadi petani, pedagang jadi petani, nelayan jadi petani, petaninya jadi apa?”“Jadi angsa, kan banyak," jawab April cepat. Sari hanya tersenyum simpul saat menyadari kalau jawabannya benar. "Gue lagi ya, kenapa di sungai amazon banyak ikan phirana?”“Ikan phirana ikan apa sih?” Sari balik nanya.“Ikan yang bisa makan orang” jelas April.“Ih serem, nggax tau aku. Memangnya kenapa di sungai amazon banyak ikan phirana?”“Karena… itu jangan kesana” nasehat April.“Siapa juga yang mau kesana, jadi jawabannya apa nih?” tanya Sari sebel, lain di tanya lain di jawab.“Kan udah di jawab tadi, karena… itu jangan kesana” ulang April karena Sari masih bingung.“0h iya ya, kalau di tanya kenapa berarti jawabannya pake karena, pinter-pinter-pinter, tapi nggax nyambung” kata Sari April hanya cekikikan.“April sudah larut malam kok belum tidur sih?” terdengar suara neneknya, dari kamar sebelah.“Ia nek, ni April juga mau tidur” balas April “Sar, tidur dulu yuk, besok kita lanjutin lagi mata April udah mulai ngantuk”“Iya deh” sahut Sari sambil rebahan di samping April.“Hampir aja lupa, tadi April mau cerita sama loe, kalau tadi siang April da ketemu cowok keren, baik lagi” kata April tiba-tiba.“0h ya?” Sari membuka matanya yang tadi sudah mulai terpejam.“He’eh”“Gimana ceritanya?” tanya Sari lagi.April menceritakan kejadian tadi sore ke Sari lengkap sama bumbu-bumbunya, Sari mendengarkannya dengan seksama.“Kalau gitu namanya siapa?” tanya Sari setelah April selesai cerita.“Namanya… e, namanya siapa ya? Duh, April lupa nanya lagi”“Ah kamu…” Sari kecewa.“Tenang, besok April cari tau, lagian dia…”April tidak melanjutkan ucapannya, karena dari kamar sebelah terdengar suara berdehem, April buru-buru mengajak Sari tidur.To Be Continue….Jangan lupa like fanpage kami ya. At LovelyStarNight

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*