Situs Download Film Terbaik Dalam Catatanku

Dalam post kali ini, saya mau ngeshare situs2 apa aja yang asyik buat download film. Kecepatan update film2nya, dan link download yg simple dan full speed, layout web nya menjadi pertimbangan saya dlm merekomendasikan situs2 tersebut.

situs download film

Berikut ini Situs/Web Download Film Terbaik dan Recommended versi Dayri

1. Filmkardus.co

Kelebihan dan Kekurangan FilmKardus.com :
+ Updatenya cepat
+ Film Box Movie nya lengkap
+ Link Download yg fullspeed, simple dan gk ribet sprt: ClicknUpload, 24uploading dll.
+ Tampilan yang simple
+ Keterangan/Info kualitas dan encoderyg lgkp + screenshot yg besar
– Jarang mengupload film Asia
– Jarang mengupload West TV series, hanya tv” series tertentu
2. Moviesubindo.com

Kelebihan dan Kekurangan Moviesubindo.com:
+ Film Box Movie nya lengkap
+ Link Download yg fullspeed, simple dan gk ribet sprt: GoogleDrive, Mediafire
+ Tampilan yang simple
+ Keterangan/Info kualitas dan encoderyg lgkp
+ Film Asia – mulai dr Indonesia, Thailand, Cina, Jepang, Korea lengkap
+ Ada Anime jg
– Jarang mengupload West TV series

3. Layarmata.com

Kelebihan dan Kekurangan Layarmata.com:
+ Film Box Movie nya lengkap
+ Urusan West TV Series, web ini jagonya dan lengkap.
+ Tampilan yang simple
+ Keterangan/Info kualitas dan encoder yg lgkp
– Link downloadnya kurang cepat alias speednya dibatasi sprt Hugefiles, Uptobox
4. Androcinema.top

Kelebihan dan Kekurangan : Androcinema.top
+ Film Box Movie nya lengkap
+ Tampilan yang simple cocok dan pas untuk hp android
+ Kualitas Bluray yg terjamin mantap
– Jarang mengupdate film lagi
5. Moviewa.com

Kelebihan dan Kekurangan Moviewa.com:
+ Film Korea Box Office Movie nya lengkap
+ Urusan Drama TV Series, web ini jagonya dan lengkap.
+ Tampilan yang simple
+ Keterangan/Info kualitas dan encoder yg lengkap
– Masih ada beberapa series yang belum diupdate
– Banyak film semi koreannya

 

Itulah Situs Download Film Terbaik dan Termudah menurut pengalaman saya, jika ada yang mau nambahin silahkan share situs tempat biasa kamu download film

Random Posts

  • Cerpen Cinta Romantis ‘Kenalkan aku pada cinta” ~ 04

    Setelah lama terbengkalai akhirnya cerpen cinta romantic kenalkan aku pada cinta bisa lanjut juga. Maap ya sodara sodara karena emang rada lamaan. Yah, namanya juga ngetik sesempetnya ya begini lah jadinya.So Buat Temen temen yang udah nunggu dari kemaren soal lanjutannya, monggo silahkan di baca. Kalau bisa, Silahkan tinggalkan jejaknya di kolom komentar bawah ya. Happy reading…Saat Astri menoleh, Astri hanya mampu tersenyum kecut. Benar saja, Andre tampak sedang berbicara akrab pada Rendy. Mampus. Sekarang apa yang harus ia lakukan?."Kok loe malah bengong si. Mana kakak loe, katanya mau jemput loe?"."Eh?"Pertanyaan Alya menyadarkan Astri dari lamunannya.sebagian

  • Cerpen Cinta: Kata Cinta Yang Kedua

    Kata Cinta Yang KeduaOleh: Farhatul AiniAwal aku masuk kuliah selama beberapa hari menjalani penyiksaan yang begitu pahit oleh senior yang kejam dan jahat. Dengan berkendaraan bus yang penuh sesak, ku masuki bus itu dengan sedikit hati hati, ku duduk di sebuah tempat dekat jalan, yang kurasa agar tidak terlalu sulit jika aku turun nanti, ku duduk dengan manisnya, sambil melihat orang di sekitarku. Rasanya ada yang aneh dengan gerombolan 6 orang yang duduk paling belakang itu. Rupanya aku kenal salah satu dari mereka tapi aku tidak tau namanya, ya.. teman satu jurusanku namun kita sama sekali tidak bertegur sapa, mungkin karna aku terlalu pendiam, mungkin juga dia tidak mengenaliku. Namun ada seseorang salah satu dari mereka yang agaknya terlalu memperhatikanku, dan saat aku melihatnya ke belakang untuk melihat keadaan, rupanya dia sedang melihatku , tatapan kami terhenti di salah satu sudut. Karena dia yang terlebih dulu melihatku, dia pula yang melempar senyum terlebih dulu kepadaku, tanpa canggung aku pun membalas senyumnya.Ku buka kembali Diary lamaku saat aku pertama kali bertemu dengan Kevin. Rasanya tak pernah terfikirkan olehku akan melewati masa sesulit ini ketika telah mengenalnya. “hayooo ngelamunin Kevin ya?” tiba-tiba Adel datang ke kamar.“apaan si lo, sok tau.”“eh apaan tuh liat dong, lucu gitu bukunya, ada foto kamu sama Kevin lagi.” Sambil merebut buku yang di tangan Widy.“eh jangan itu Diary gue” balik Widy merebutnya, tapi tak berhasil.“ah biarin gue pengen tau.”Akhirnya Widy menyerah membiarkan Adel membaca buku Diarynya itu. Setelah lama Adel membaca halaman pertama buku itu diapun berkata.“jadi rupanya lo tuh suka pada pandangan pertama nih.”“eh engga ya, dia dulu yang ngelempar senyum ke gue, terus minta nomer gue ke Raka, temen satu jurusan gue itu yang satu bus sama gue waktu itu. smsin gue, ngajak jalan, sampe deket kaya gini, dan tiba-tiba dia pacaran sama Nuna.” Menceritakannya dengan emosi, lalu Widy mengeluarkan air matanya.“sabar ya wid, gue rasa Kevin tuh ga bermaksud nyakitin elo, dia kan ga tau kalo Noumi itu kakak lo.”“dia tuh kakak tiri gue, dan kalo emang seorang kakak dia gak mungkin sejahat ngerebut orang yang gue suka.”“tapi lo gak pernah bilangkan orang yang lo suka itu Kevin, mana dia tau kalo dia yang lo suka.”“udahlah Del ga usah bahas dia lagi, mulai sekarang gue benci sama Kevin dan Noumi!”Noumi, dialah yang sudah menghancurkan semuanya, aku terbiasa memanggilnya Nuna(sebutan kakak perempuan dalam bahasa Korea),dia adalah kakak tiri aku yang kuliah dan tinggal di Korea , dia tinggal disana bersama Paman Lian yang membuka usaha restaurant khas Korea, aku yang tidak suka dengan musim dingin hanya tinggal di Jakarta bersama Papah dan Mamah tiriku. Noumi ternyata teman sewaktu SMA Kevin, yang pernah disukai Kevin dulu tapi kenapa harus Noumi? dia orang yang terdekat denganku, dan kenapa aku harus tau sekarang, ketika aku sudah benar-benar menyayanginya.Beberapa minggu lalu Kevin pernah menyatakan cinta padaku, tepatya saat aku pulang kuliah, tanpa ragu dia menyatakan kata-kata cinta itu dengan lancar, sampai aku seperti terhipnotis tak sadar melihat tingkah dan deretan kata-kata itu. Namun karna aku bingung dan ragu aku menjanjikannya akan menjawab pada saat malam minggu di Cafe tempat biasa kita makan bersama.Memang waktu belum mengijinkan kita, pada saat itu banyaknya tugas yang datang mengahampiri membuat aku lupa akan hal itu. Berjam-jam ternyata dia menunggu di Cafe, dan aku memang benar-benar lupa. Seperti penyesalan yang amat mendalam, dia mengira aku tak datang menemuinya karna aku menolak cintanya, beberapa kali aku jelaskan aku lupa untuk datang ke Cafe itu, tapi Kevin hanya menjawab “lupakan saja Wid, anggap saja itu tak pernah terjadi.” dan aku sangat tau Kevin, sesekali ia dikecewakan, dia takan pernah memberikan kesempatan untuk orang yang pernah mengecewakannya. Dan aku menunggu dia menyatakan cinta itu lagi, karna aku takan menyia-nyiakannya untuk kedua kali, karna aku mencintainya. Tapi kemana dia, cinta itu tak pernah keluar dari mulutnya lagi sampai pada akhirnya dia menemukan Noumi, sahabatnya dulu yang pernah disukainya. Sampai pada akhirnya aku memutuskan, untuk merelakan semuanya. Bahwa Kevin kini telah menjadi milik Noumi. Malam ini sengaja aku duduk ditaman rumah, malam inikan malam ulang tahunku tapi semuanya nampak sepi, Papah Mamah yang sedang berkunjung ke Korea menjenguk Paman Lian yang sedang sakit, tidak kunjung pulang sampai hari esok tiba. Headset yang tertempel ditelinga seperti melekat, aku menikmati alunan musik yang bertema galau, pas sekali dengan apa yang ku rasakan. Tiba-tiba Pemandangan yang tidak menyenangkan, oh Noumi dan Kevin, inikah kado terburuk yang pernah kudapatkan dihari ulangtahun ku besok, kemesraan yang tampaknya mereka pamerkan membuatku iri, harusnya aku yang sedang tertawa mesra bersama Kevin disana. Tak biasa mereka pulang semalam ini tepatnya jam 10 malam, pasti mereka habis makan di Cafe, nonton, semua hal yang mengasikan.Saat mereka lewat didepanku, akupun sengaja menutup mata, agar tidak menambah beban pikiranku, dan diam-diam saat mataku terpejam, rasanya pipiku sudah basah terbanjiri air mata.“kenapa malam-malam kamu masih diluar Wid?” tanya Kevin.Rupanya alunan musik yang terdengar ditelinga Widy, membuatnya tidak mendengarkan ada suara apapun selain lagu lagu yang didengarnya.“hei widy.” Sapa Kevin sambil menyentuh tangan Widy, agar Widy merasakan bahwa disana ada orang yang mengajaknya berbicara.Mata Widypun terbuka dan dengan kagetnya, sampai gelas lemon tea didekatknya terjatuh.“eh, eh Kevin.”Entah apa yang harus aku lakukan pada saat itu, suara pecahan gelas membuatku makin panik dan aku memunguti pecahan-pecahan gelas itu. Sebenarnya jika situasi sedang normal aku tidak akan melakukan hal itu, aku akan mengusir Kevin jauh-jauh dan menyuruhnya pergi. Dengan tergesa-gesa membereskannya membuat beling pecahan gelas itu, melukai tanganku. Kevin hanya terdiam melihat tingkahku. Dan ketika ia tersadar iapun langsung membantuku, mengeluarkan sapu tangan, dan membalutkannya ke tanganku yang luka.“kamu tuh kenapa si, ga biasanya banget?” tanya Kevin.“habisnya kamu tuh dateng tiba-tiba, bukannya tadi kamu bersama Nuna masuk kedalam eh tiba-tiba kamu ada disini.”“ya gapapa dong sekali-kali akukan pengen sama kamu.”Kata-katanya membuat aku benar-benar kesal, kamipun duduk berdua diatas ayunan panjang itu. Diam sejenak tanpa ada yang berkata-kata.“sebaiknya kamu panggil Nuna sanah, dan aku mau istirahat.”Diam itu saat bersama Kevin itu, membuat kenyamananku terganggu, aku putuskan untuk kembali ke Kamar.“eh Wid, disini aja. Noumi sedang mandi katanya dan kamu harus menemani aku.”“kenapa begitu”“karna akukan tamu, masa tamu dibiarkan sendiri, ayolah yah yah…” mintanya dengan manja.“engga!” Widy lari menuju rumah, dan Kevinpun mengejarnya“kenapa kamu jadi seperti ini si Wid? Kamu tidak seperti kamu yang dulu dan aku tidak suka.”“dan kamu pikir aku suka kamu dekat dengan Nuna, lalu melupakan aku begitu saja?”“apa wid, jadi kamu tidak suka aku dekat Noumi?”“eh bukan itu maksud aku.” Widy berusaha mengelak.“wid sekarang aku tau perasaan kamu, akhirnya kamu menjawab semua rasa penasaran yang aku rasakan selama ini.”“maksudnya?”“sebenarnya aku tidak pernah pacaran bersama Noumi, akupun tidak pernahkan bilang kalo aku pacaran sama Naomi bukan, tapi kamu sendiri yang menganggap semua itu.”jelas Kevin.“ah sudahlah lepaskan, aku tidak mau lagi mendengar semua itu.”Widypun lari ke dalam rumah, dan berhenti ketika melihat Noumi sedang membuat kue ulang tahun, ah pasti itu buat Kevin, hari ini kan dia juga ulang tahun. Pasti mereka bakalan ngerayain bareng diatas penderitaan gue.Kevinpun ikut lari ke dalam rumah.“Widy, kenapa kamu masuk ke dalam, harusnya kamukan menemani Kevin diluar.”“ah urusi saja pacarmu itu sendiri.”Ketika Widy mencoba berlari lagi menuju kamar, langkahnya terhenti karna salah satu tangganya berhasil dipegang erat oleh Kevin.“jangan pergi lagi Widy.”Sontak Widypun kaget dan mencoba melepaskan pegangan itu, saat berhasil terlepas widypun berkata.“apa si maunya kalian itu, aku hanya ingin tenang silahkan kalian bercinta sesuka kalian tapi jangan ganggu aku lagi.”“Widy apa maksud kamu?”“Nuna pacaran sama Kevinkan, dan Nuna tau dia itu orang yang sering Widy ceritakan kepada Nuna saat kita sedang curhat bersama melalui e-mail.”Noumi hanya tersenyum lalu mengatkan “Happy Birthday Widy.”Nuna sambil berteriak, aku bingung seperti konyol sekali, itukan kue untuk merayakan hari ulang tahun Kevin.“Widy maafkan aku, ini semua rencana aku, aku ingin tau sekali lagi perasaan kamu, dan aku rasa ini satu-satunya cara agar aku tau perasaan kamu, kamu cemburukan wid aku bersama Noumi, dan itu artinya kamu juga suka kan sama aku?”Widy seolah tak percaya akan hal itu, air matanya mengalir ke lekuk pipinya.“aku cinta sama kamu widy, sekali lagi aku ungkapkan itu, dan aku mau kamu menjawabnya sekarang, apapun jawaban kamu aku siap, tak perlu menunggu lain waktu, maukah jadi pacar aku?”Tanpa berkata Widy langsung memeluk Kevin.“jangan lakukan ini lagi, aku juga cinta kamu dan kamu harus tau itu.”Pelukan yang berlinang air mata, mengakhiri sebuah kebahagiaan.“Nuna maafkan aku yang selama ini sudah membenci Nuna.”“tidak apa-apa, memang harusnya begitu kalo memang Nuna melakukan itu.”Malam itu malam yang indah, aku merayakan ulang tahunku bersama Kekasihku dan Nuna, orang yang sangat aku sayang. -selesai-Twitter: @ainigonilFacebook: farhatul.aini@yahoo.comCerpen Farhatul Aini yang lainnya bisa dibaca dalam Hate The Rain, Aku Tanpa Dia dan Izinkan Aku Memilih.

  • Cerpen Cinta: BITTERNESS BECAME HAPPINESS

    BITTERNESS BECAME HAPPINESSWritten by Bella Justice“Cerri, gimana? Kamu masih belum berani juga untuk kenalan sama dia?” tanya Krystie, Ia adalah temanku yang paling setia sekaligus cerewet dan tidak henti-hentinya mendesak aku untuk berkenalan dengan orang itu.“aku nggak berani Krys, dia nggak seperti anak laki-laki yang lainnya. Dia itu…”“misterius kan maksudnya? Aku udah bosen dengar alasan kamu itu.” sela Krystie secepat kilat. Ia mendengus kesal dan memasang wajah bete.“sudahlah Krys, lagipula aku tidak berharap lebih darinya. Aku hanya mengagumi kemisteriusannya saja, jadi, cukup bagiku untuk menyukainya tanpa harus Ia mengetahuinya.” ucapku lalu menampilkan seulas senyum manis yang dibuat-buat.Krystie yang saat itu sedang berbaring ditempat tidurku langsung bangkit dan duduk disampingku. “kau memang bodoh sekali Cerri.” Katanya.Aku tidak marah. Aku sadar bagaimana jika aku diposisi Krystie, sebagai seorang sahabat yang selalu mendengarkan curahan hatiku, Ia tentu merasa kesal karena mempunyai sahabat yang bodoh dan penakut seperti diriku. Wajar jika Krystie berkata begitu, mungkin kesabarannya dalam menghadapi sikapku sudah sampai pada puncaknya. Ini pertama kalinya aku menyukai seseorang. Pria yang sedari tadi aku dan Krystie bicarakan adalah Joe, nama panjangnya yaitu Jonathan Andrews. Joe adalah teman sekelasku saat duduk dibangku SMA kelas 10. Sejak pertama melihatnya aku langsung mengaguminya, tetapi bukan karena faktor wajah tampannya saja, namun sifatnya yang dingin dan misterius membuat aku semakin menyukainya. Sayangnya, ketika menginjak kelas 11 kami harus berpisah. Meskipun kami berada dijurusan yang sama yaitu IPA, tapi kelas kami berbeda. Namun takdir kembali mempertemukan aku dengan Joe. Dikelas 12 kami sekelas dan aku merasa sangat senang. Tetapi entahlah, walaupun sekelas, Joe dan aku juga sama sekali tidak pernah berbicara. Semua orang dikelasku sudah pernah berbicara dengannya meskipun hanya beberapa kalimat, aku juga ingin seperti mereka!***“Cerri, ini tugas Kimia milikku.” Ujar seseorang yang amat aku hafal suaranya.Aku yang tadinya sedang tertidur, meletakkan kepalaku dengan malas di atas meja sambil menutupi wajah dengan cardigan lalu seketika terbangun dan menatapnya yang berdiri tepat dihadapanku. Jonathan Andrews! Ia akhirnya berbicara dengankku!“o-oh, i-iya, terimakasih.” Kataku gelagapan.Dan tanpa aku sadari kini Krystie tengah berdiri disamping Joe. Ia mengedipkan satu matanya kearahku. “Joe, ada beberapa hal yang ingin Cerri sampaikan kepadamu. Bisakah kau bertemu dengannya seusai jam sekolah nanti di taman belakang?” oh my God! Krystie rupanya benar-benar sudah gila. Ia tidak bisa lagi menahan rasa kesalnya, d-dan berani-beraninya Ia mengatakan hal itu. Tetapi sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, lagipula, aku yakin Joe juga tidak akan mau. Ia adalah orang yang sibuk. Kesehariannya selalu diisi dengan bermain futsal bersama teman-temannya. Jadi, untuk gadis seperti aku rasanya tidak layak memohon kepada Joe agar meluangkan sedikit waktunya.“Ok.” Jawabnya singkat kemudian berlalu menuju tempat duduknya. Aku hampir tidak percaya bahwa Joe baru saja mengatakan ‘Ok.’ Ia memenuhi permintaan konyol yang dibuat oleh Krystie.“ohlala~ Cerri my bestfriend, kau sungguh beruntung! Ini berarti, Joe mungkin saja mempunyai perasaan terhadapmu!” Aku tidak mengerti maksud perkataan Krystie. Joe mungkin saja mempunyai perasaan terhadapku? Itu tidak mungkin terjadi.“apa maksudmu? Apa kau sudah gila Krys?” aku kembali meletakkan kepalaku di atas meja dan bersiap untuk tidur. Arah pembicaraan Krystie aku rasa sudah melayang ke benua Eropa. Ia semakin ngelantur.Krystie menggembrak mejaku ringan lalu berbisik. “kau tau tidak? Aku berkata seperti itu kepada Joe karena hanya ingin mengetesnya saja. Aku mendapat info, hari ini sehabis pulang sekolah Ia harus menghadiri latihan futsal dan tidak boleh sampai telat, hukumannya bagi yang telat adalah dicadangkan. Tetapi, buktinya, Joe mengiyakan untuk mendengarkan hal yang ingin kau sampaikan Cer! Jadi, aku harap kau tidak mengacaukan rencana yang sudah kubuat dengan sangat sempurna. Lakukan yang terbaik. Katakan apa isi hatimu yang sebenarnya padanya, setelah itu kalau kau malu, kau boleh menghilang dari hadapannya.”***Dengan langkah yang kaku aku terus berjalan melalu koridor sekolah menuju taman belakang sekolah. Aku benar-benar sangat gugup saat ini! Aku tidak tahu mau memulai pembicaraan dari mana. Andai saja Krystie bisa menemani aku lalu mengumpat dari belakang tembok sambil memperhatikanku, mungkin aku bisa sedikit lebih rilex. Tetapi, kenyataannya Krystie sudah pulang terlebih dahulu. Ia bilang bahwa mamanya meminta Ia membantu untuk memasak makan malam bersama dengan keluarga besarnya. So, I’m totally alone here.Murid-murid pun sudah hampir tidak kelihatan, seluruhnya sudah kembali ke rumah masing-masing. Hanya beberapa yang aku lihat masih berada di dalam kelas karena sedang mengerjakan tugas kelompok dan semacamnya. Aku semakin gemetaran. Keringat dingin mulai mengalir dari wajahku, aku sudah berada di gerbang taman belakang sekolah, aku hanya perlu membukanya untuk melihat Joe yang mungkin berada di sana.*Kriet*Itu dia Joe! Tetapi ia tidak sendiri. Aku rasa sebentar lagi pipiku akan basah dibanjiri oleh air mata. Aku sungguh tidak ingin melihat hal ini. Kenapa harus aku yang menjadi saksi? Ini benar-benar menyayat hatiku. Rasa cintaku pada Joe hancur menjadi kepingan. Bodohnya, bukannya lekas pergi tapi aku terus berdiri terpana. Benar seperti apa yang dikatakan Krystie kalau aku ini memang bodoh. Bahkan disaat Joe sedang bericuman dengan Arissa, wanita yang paling cantik disekolahku, aku tidak berkutik dan hanya mematung dengan mata terbelalak digenangi air mata.“Cerri?!” sahutnya lantang. Ah, rupanya Joe sadar bahwa aku memata-matainya. Ia melepaskan bibirnya yang terpaut dengan Arissa lalu dengan terburu-buru menghampiriku.Yang lebih menyedihkan lagi, aku bukannya lari dan menjauh dari sana karena telah mengganggu kebahagian mereka, tetapi malah terdiam tak dapat bergerak barang sesenti.“Cerri, aku ingin menjelaskan sesuatu, tolong dengarkan aku dulu.” Nada suara Joe yang memelas memasuki telingaku. Aku bisa mendengarnya dengan sangat jelas tetapi aku tidak meresponnya, aku hanya membisu di tengah kejadian yang memilukan ini.“aku menyukaimu Cerri.”Perkataan macam apa itu? aku tertawa sumbang dalam hati. Kalau kau menyukaiku, mengapa kau mencium wanita lain dengan sangat mesra? Lagi-lagi aku tidak menanggapi apa yang Joe ucapkan.Pria itu memegang kedua pundakku dan menggoncang-goncangkannya. “katakan sesuatu Cerri! Aku tau saat ini kau kecewa kepadaku, jika itu yang ada di dalam hatimu, katakanlah!” nada suara Joe semakin meninggi. Wajahnya memerah menahan kesal karena aku tidak memberikan reaksi apapun.Aku menundukkan kepalaku menghadap rerumputan. Aku menarik nafas sebanyak mungkin lalu menatapnya dan berkata. “kau bukan siapa-siapaku, untuk apa aku harus kecewa? Maaf aku mengganggu kesenanganmu. Silahkan lanjutkan.” Aku harap perkataanku cukup meyakinkan. Aku membalikan badanku dan melangkah pergi dari tempat terjadinya peristiwa yang tidak akan pernah aku lupakan.Baru 3 langkah aku berjalan, seseorang yang sudah pasti adalah Joe menghentikanku. Ia menggenggam pergelangan tanganku dengan kencang, kemudian menariknya. Seperti sedang berdansa, aku yang tadinya memunggungi pria itu seketika berputar 360°. Joe melingkarkan tanganya pada pinggangku, Ia menahan agar aku tidak terjatuh kebelakang dan berakhir dengan membenturkan kepalaku. Pose semacam ini, yang biasanya hanya aku lihat di film, yang biasanya aku bayangkan, yang selalu aku impikan, andai aku bisa merasakan hal romantis seperti itu, walau hanya sekali dalam hidupku aku ingin impianku menjadi kenyataan. Sekarang, apa yang aku harapkan sudah terjadi, dan orang yang sangat istimewa bagiku yang memperlakukan aku seperti adegan di film-film tersebut.“Arissa tiba-tiba saja datang kepadaku dan ia berkata bahwa ia akan berhenti menghalangi setiap wanita yang mendekatiku kalau aku mau menciumnya. Saat itu aku berfikir, aku melakukannya hanya untukmu Cerri. Dan Arissa adalah alasan mengapa selama ini aku tidak berani mendekatimu, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Ia bisa saja melukaimu kalau Ia tau kau menyukaiku, dan terlebih lagi aku juga menyukaimu. Ia pasti tidak akan melepaskanmu.” Jelas Joe.Jadi, selama ini semua karena Arissa? “bagi Arissa apa arti dirimu untuknya?”“bagiku Joe adalah cahaya yang menerangi gelapnya hidupku.” Sahut suara itu. Ah, Arissa masih di sana ternyata. “Aku sudah mengenalnya sejak kecil, jadi dia adalah milikku. Tidak ada yang boleh dekat dengannya selain aku.”“aku tidak pernah menyukaimu Arissa! Wanita yang ada di didalam hatiku hanya Cerri seorang!” kata Joe setengah berteriak.Aku tidak tahan dengan hal ini. Aku tidak ingin lagi terlibat. Aku ingin keluar dari lingkaran yang selama ini aku masuki. Aku melepas pertahanan Joe dan berlari menjauh dari sana.Dari kejadian itu aku sadar. Tidak semua yang aku ingini menjadi milikku. Banyak orang di luar sana yang berebut akan satu hal yang sama, dan yang lebih parah, orang yang diperebutkan tersebut tidak tau bahwa selama ini Ia telah menyakiti hati orang yang memperebutkannya karena Ia tidak berani memilih satu diantaranya. Aku mengalah, aku mundur. Aku akhirnya sadar bahwa aku selama ini tidak yakin dengan perasaanku kepadaku Joe. Jika aku benar-benar menyukainya aku pasti mempertahankannya, aku pasti tidak akan pergi dari tempat itu, berdiri di samping Joe dan memihak kepadanya.***“kau sudah puas, hah?” tanyaku menantang.Pria di depanku ini tertawa riang lalu kemudian menyeruput teh hangat dihadapannya. “aku senang kau akhirnya mau menceritakan tentang masa lalu mu Cerri. Pantas saja selama ini aku seperti merasa dinomer duakan, ternyata karena Jonathan Andrews, si cinta masa lalu kekasihku ini.”“sudahlah Pierre, jangan menggodaku terus! Itu hanya masa lalu, kau tau?” aku merapatkan mantelku dan menggosok-gosokkan kedua telapak tanganku di dekat perapian karena udara musim dingin di Paris semakin parah. Pierre pun ikut-ikutan melakukan hal yang sama sepertiku.Pria bermata hijau pudar itu tiba-tiba menggapai tanganku dan menggenggamnya, Ia menatap lurus mataku. “lihatlah aku seorang. Jangan menoleh ke belakang, ke kiri, atau ke kanan. Aku akan selalu berada disisimu. Cerri, ingatlah kata-kataku, kau hanya akan memandang ke depan bersamaku.” Lalu Pierre menarikku masuk kedalam pelukannya. Ia mendekapku erat dan membelai lembut rambutku.Aku tersenyum, mengela nafas dalam rangkulan hangat Pierre. “kau tidak perlu khawatir. Semua yang aku ceritakan hanya tinggal kenangan. Dari awal aku hanya melihat kearahmu. Aku tidak pernah menoleh ke belakang atau kemana pun karena aku tidak hidup di masa lalu, tetapi aku hidup di masa depan, dan masa depanku adalah dirimu.”“merci beaucoup mon amour, Je t’aime.” Pierre melayangkan sebuah kecupan dibibirku dan malam itu aku sepenuhnya sadar bahwa memang seperti ini jalan hidupku. Terasa getir di awal, tetapi manis di akhir.THE ENDWritten by Bella JusticeTwitter : @bellajusticeeFreshman of English Literature who loves learning languages. Hope you all like it!

  • Short Story Be Friends Forever

    Be Friends Forever _ Niatnya si mau bikin curhatan aja, tapi kayaknya lebih asik kalau di bikin cerpen deh. Itung itung bisa dijadikan hiburan.Yups, lagi lagi cerpen yang di ambil dari penglaman hidup. Kisah nyata yang kemudian di rekayasa, intinya nikmatin aja lah…Happy reading…..Be Friends Forever Dengan langkah ceria Natasya terus melangkah, senyum tak pernah lepas dari bibirnya. Senyum bahagia, ia yakin saat ini, di dunia ini tidak ada seorang pun yang lebih bahagia selain dirinya. Bagaimana kau tidak merasa bahagia ketika kau tau, kau selalu bersama seseorang yang kau sukai. Seseorang yang kini berjalan bergandengan tangan denganmu. sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*