Pahitnya Kisah Cintaku

Pahitnya Kisah Cintaku
oleh: Annisa Herdiani – Cinta itu sebuah kata yang mempunyai banyak makna, cinta dapat datang dan pergi kapan saja. tidak semua kisah cinta dapat berakhir manis .
Hari ini aku mulai masuk sekolah setelah seminggu menjalani MOS, aku seneng banget bisa masuk smp itu. saat aku sedang belajar bahasa Indonesia aku ditugaskan ntu membuat sebuah puisi, aku bingung gimana ngerjain tugas puisi itu, sedangkan aku belum terlalu paham dengan cara membuat sebuah puisi . aku pun memutuskan untuk meminta bantuan kepada saudaraku .saat pulang sekolah aku langsung datang ke rumah saudaraku ternyata dia belum pulang sekolah , kata orang tuanya aku disuruh datang lagi nanti malam. setelah lama aku mencoba membuat puisi aku memutuskan untu pergi lagi ke rumah saudaraku. sesampainya di sana aku melihat saudaraku sedang bersama dengan teman lelakinya aku pun langsung menghampirinya.
“kak maaf ganggu , aku boleh minta tolong ga ka ?” ucap aku
“Minta tolong apa nis ?” jawab saudaraku
“tolong ajarin au buat puisi yah ka.” Ucap aku
“oh ya udah tunggu sebentar .” ucap saudaraku
Saat kita sedang ngobrol tiba tiba yanti menarik tanganku dan mengenalkan ku kepada salah seorang teman prianya bernama ilyas . aku dan ilyas un ngobrol sampai larut malam . hpku berbunyi ternyata itu sms dari orang tuaku mereka menyuruh au untuk cepat pulang karena hari sudah malam . ketika aku berpamitan kepada ilyas , dengan sangat terkejut dia mengajak ku pulang bareng.
“nis au antar pulang yah !” ucap ilyas
“ga usah ka aku plang sendiri aja gpp ko !” jawab aku
“udahlah nis gara gara aku juga kan kamu pulang malam ?” ucap ilyas
“Ya udah deh ka “ ucap aku
“nis jangan panggil aku kakak panggil aja iyas !” ucap dia
“tapi ka ?” ucapanku terhenti
“gpp panggil iyas aja .” ucapnya
“ ya udah deh iyas .” ucap aku
Saat itu aku pun diantarkan pulang oleh iyas . seteah sebulan aku bertemu dengan iyas au selalu memikirkannya , aku tidak bisa melupakan iyas . aku bingung baru pertama kali aku merasakan hal ini apakah ini yang dinamakan jatuh cinta ?????
Malam hari ketika aku akan tidur hp ku bunyi ada pasan masuk dari nomor baru.

Iyas : “ malem nis pasti kamu udah tidur yah ?”
Nisa : “belum maaf kamu siapa ?”
Iyas : “ ini aku iyas masih inget kan ?”
Nisa : “oh ya lah yas ada apa kamu ngesms aku malem malem gini ?”
Iyas :” gpp aku Cuma kangen sama kamu !”
Nisa : “ ah kamu kita kan baru ketemu !”

Aku pun terus berhubungan dengan iyas walaupun statusnya hanya sekedat temen curhat. Setahun telah berlalu hubungan aku dengan iyas pun semakin dekat selama ini aku mememdam perasaan epada iyas tapi aku malu jika aku mengungkapkan nya , wajar saja seorang wanita malu mengungkapkan perasaannya kepada seorang pria .
Pada mala hari saat aku akan pergi keluar tiba tiba hpku bunyi in isms dari iyas dia mengungkapkan perasaannya kepadaku.

Iyas : “ nis aku mau ngomong sesuatu sama kamu penting “
Nisa : “ mau ngomong apa yas ?”
Iyas : “ tapi kamu jawab jujur yah!”
Nisa : “ iya emang mau ngomong apa sih ?”
Iyas : “ emmh gini sebenernya aku suka sama kamu dari awal kita ketemu . kamu mau ga jadi cewe aku ?”
Nisa : “ hmm masa sih kamu suka sama aku, kamu tuh udah dewasa sedang kan aku masih kecil !”
Iyas : “ iya . aku juga tau nis tapi kita kan Cuma beda 3 tahun kamu 13 dan aku 16 tahun . alau kamu ga percaya aku bakalan datang kerumah kamu sekarang !!”

Aku kaget saat membaca sms itu , au bingung bagaimana kalau dia beneran datang kerumah aku . aku harus ngomong apa ? hati ku memang beneran cinta sama iyas tapi kata yanti saudaraku iyas itu payboy dia sering mainin perasaan cewe cewe . 15 menit aku menunggu iyas ternyata benar dia datanga kerumah ku.
“ nis gimana jawabannya, aku udah ngomong langsung sama kamu ? Tanya iyas
“ aku gat tau yas aku ga percaya kamu nembak aku searang !” ucap nisa
“ya udah kamu pikir pikr aja dulu “ ucap iyas
“ya udah kamu cepetan pulang udah malem “ ucap nisa
Seminggu setelah iyas nemba aku . aku menjawab kalau aku mau jadi pacarnya dia , kita pun jadian 1 minggu,2 minggu3minggu hubungan kita baik baik aja tapi pas minggu ke 4 dia itu berubah dia jadi jarang ngesms aku . aku berfiir tentang ucapan saudaraku yang bilang alau dia playboy . tapi aku berusaha bersabar dari pada berfikir yang negative terus tentang iyas aku pun ol facebook . aku melihat di dindingnya iyas kata kata yang membuat hati ini menangis .iyas sering enulis dinding dengan seorang wanita , aku tidak tau siapa wanita itu . setelah melhat itu aku langsung menelfon iyas dan memnta yas untuk menjelaskan tentang hal tersebut tap dia tida mau jujur kami berrdua PUTUS .
Setelah lama kita tida berhubungan iyas menelfonku dan meminta maaf atas semua perbuatannya yang dulu ia menyesal telah menhianati aku sekarang dia pun merasakan hal yang sama di khianati pacarnya .
Pada tangga 3 november 2010 dia mengajaku balian dan aku mau karena aku masih mencintai dianamun hal yang sama dia lakuan kembali dia mengkhianati aku lagi . pada akhirnya ita pun putus ada tanggal 27 desember 2010.
Au bingung kenapa dia tega mengkhianati aku yang benar benar tulus mencinta dia . aku tida bias melupakan dia sampai sekarang . tap disaat aku telah bias melupakannya dia muncul kembali ke kehidupan aku . dan disaat aku berharap agar ita bias aya dulu lagi tba tiba dia menghiang dan ta mncu kembali .
Sampai sekaranga pun aku tidak pernah percaya bahwa kisah cinta pertama u berakhir arena sebuah pengkhianatan ………….!!!!!!!!!!!!
———-SELESAI———-

Judul : pahitnya kisah cintaku
Karangan : annisa herdiani
Email : annisaherdiani25@gmail.com

Random Posts

  • Cerpen Sedih: Surat Terakhir Dari Kak Rosa

    Surat Terakhir dari Kak RosaOleh: Sevty AgustinMalam itu,aku memasuki rumah dengan perlahan lahan. Kuperhatikan satpam rumahku terlelap ditempatnya. “hahhh,amaan,”pikirku dalam hati. Tetapi baru selangkah memasuki ruang tamu,teriakan mama sudah terdengar ditelingaku. “Niaaaaaaaa…! Jam sepuluh kamu baru pulang. Kemana aja kamu?” teriak mamaku. “mmmm,anu.. Aku habis kerja kelompok dirumah temen ma,” jawabku berbohong. “Kamu ini..!Udah pinter bohong sekarang ya.. Nih apaan!?” kata mama sambil mengangkat kantung plastic belanjaanku. “Duh!Bego banget. Kenapa gak sadar ya aku megang kantung belanjaan nih”ujarku dalam hati. “Niaaaa.. Kamu ini udah pulangnya malem,terus udah berani bohong sama mama. Tiru tuh kakakmu,Rossa. Gak pernah bohong. Terus malam malam gak keluyuran kayak kamu. Malam malam dia belajar pelajaran buat besok pagi.” Kata mamaku panjang lebar. Huh!Lagi lagi kak Rosa. Selalu kak Rosa. Kak Rosa adalah kakakku satu satunya. Kak Rosa memang beda denganku. Kak Rossa pendiam dan pintar. Sedangkan aku cerewet dan gak ada pinter pinternya. Kadang aku berfikir aku bukanlah anak kandung mamaku yang seorang single parent. “Sekarang kamu masuk ke kamar. Mulai besok, pulang sekolah harus langsung pulang. Gak boleh keluyuran kemana mana lagi!” kata mama untuk sekian kalinya. Beliau sepertinya sangat marah denganku. Aku memasuki kamarku dengan langkah gontai. Akh..! Coba aja aku anak tunggal dan gak punya kakak seperti kak Rosa!Keesokan harinya aku pergi ke sekolah dengan buru buru. Cepat cepat aku turun ke bawah dan duduk di meja sarapan bersama mamaku. Tak kulihat kak Rosa disana. “Ma,kak Rosa mana?”tanyaku ingin tahu. “Kak Rosa udah berangkat duluan. Mangkanya,biasain kamu bangun pagi pagi seperti kak Rosa,jadinya gak telat kayak gini”ujar mamaku yang lagi lagi membandingkan aku dengan kak Rosa. Tak kugubris perkataan mamaku karena saat ini yang kupikirkan adalah cepat cepat ke sekolah supaya gak telat nyampenya.“Hh..hh.. Nyaris aja gue telat.” Kataku dengan napas tersengal sengal. “Woy, Nia my honey.. Telat mulu’ lo!” ujar Dista teman sebangkuku. “Udah deh,jangan bikin gue tambah kesel!” ujarku. “Kesel kenapa say?Gara gara kakak lo?”Tanya Dista. “Siapa lagi”, sahutku datar. Dista hanya geleng geleng kepala dan langsung mengeluarkan buku pelajaran Fisika karena pak Ahmad sudah ada didepan pintu. Pelajaran Fisika pun berlangsung dengan rasa kantuk mendengar ocehan dari pak Ahmad.“Cepetan Nia. Entar obral baju didepan stasiun udah keburu abis..”, teriak Dista. Buset deh suara tuh anak kenceng banget sampe kedengeran dari kantor guru. “Iya, iya. Lagian salah Bu Mianya nih, ngehukum nyuruh gue nulis 2 lembar rumus mtk”, kataku ngedumel. Kulihat reaksi Dista hanya diam. “Woi,lo kerasukan ya? Bengong aja,jadi pergi gak?”, kataku. “mmmm,kayaknya gak bisa deh Nia,tuh kakak lo udah jemput di gerbang sekolah”ujar Dista. What?! My sister ngejemput gue? Tumben banget. Paling dia Cuma nyari muka didepan mama sok sok mau ngejemputku. Kuhampiri kak Rosa yang berada didalam mobil bersama sopir keluarga kami. “Ngapain kakak ngejemput aku?Aku gak minta dijemput!” ujarku dingin. “Kakak sekali sekali pengen jemput adik kakak yang manis ini”, kata kak Rosa. “Udah deh,kakak gak usah sok manis didepanku. Kakak Cuma nyari muka aja kan didepan mama dengan sok sok jemput aku!”, kataku dengan nada yang tidak enak didengar. “Nggak Nia,kakak sama sekali gak…” omongan kak Rosa langsung kupotong “udahlah! Aku gak butuh penjelasan kakak.” Kataku sambil berlari meninggalkan kak Rosa. Sekilas kulihat mata kak Rosa berkaca kaca. “Alah,paling cuma akting”, gumamku. Kini aku hanya berlari gak tau tujuanku mau kemana. Yang jelas ketempat yang lebih tenang.Aku baru pulang kerumah setelah jam menunjukkan pukul 20.12 malam. Kubuka pintu rumahku, dan terlihatlah mama sudah berdiri didepan pintu bersama kak Rosa. Aku sudah pasrah bakal dimarahin mama habis habisan. “Niaaa..Lagi lagi kamu bikin onar. Terus ngapain lagi tadi siang pake acara bentak bentak kakakmu?”, kata mama penuh emosi. “Oh,jadi dia ngadu ngadu ke mama? Terus dia bilang apa lagi tentang aku?”,kataku tak kalah emosi. “Nia,kakak gak bilang ke mama tentang kejadian tadi siang”,kata kak Rosa dengan mata berkaca kaca. “Udah deh,kakak gak usah sok nangis nangis segala. Kakak tu jahat! Kakak slalu ngerebut perhatian mama dariku!Mending kakak gak udah ada didunia ini. Aku benci sama kakak!,” teriakku dengan air mata yang sudah membanjiri pipiku. Kemudian Plakk! Mama menampar pipiku. “Nia,bukan kak Rosa yang bilang ke mama.Tapi pak Salman yang bicara langsung dengan mama. Kamu gak pantas ngomong begitu! Dia itu kakak kandung kamu sendiri! Kamu memang beda dengan kakakmu!”, kata mamaku yang sama sekali gak ngerasa bersalah setelah menamparku. “Udah ma,ini bukan salah Nia,”ujar kak Rosa. “Ya,aku memang beda dengan kak Rosa. Kak Rosa seribu kali lipat lebih baik disbanding aku. Atau jangan jangan aku bukan anak kandung mama dan adik kandung kak Rosa. Dia selalu aja menyita perhatian mama. Di mata mama aku slalu salah. Aku benci dengan kalian semua!” ujarku sambil berlari meninggalkan mereka. Hatiku pedih dan remuk. Mengingat mama menamparku,mengingat kak Rosa penyebab semua ini.Aku terus berlari sampai aku menangkap sebuah cahaya didepanku dan aku terdorong ke depan menabrak pohon besar didepanku. Bruuuk! Suara tabrakan yang keras,belum sempat melihat siapa yang tertabrak,aku sudah tak sadarkan diri.Mataku terasa berat sekali. Saat benar benar sadar aku sudah berada dirumah sakit dengan mama duduk sambil menangis disamping ranjang. “Ma,apa yang terjadi?” kataku pelan. “Kemarin ma…lam sa..at kejadian itu kakakmu me..ninggal tertab…rak mobil demi nye..lamatin ka..mu sayang,” kata mama sesegukan. Apa?! Kak Rosa meninggal? Itulah harapan yang kuinginkan sejak dulu. Hidup tanpa kehadiran kak Rosa. Entah harusnya aku senang atau sedih. Tapi jauh didalam hatiku aku merasakan pilu dan sedih yang luar biasa. Tanpa sadar aku menangis. Ya Allah,apakah aku begitu kejam membenci kakakku yang meninggal gara gara menyelamatkan aku? Apakah aku menyesal menyalahkan kakakku yang tak pernah menyalahkan aku? “Ma..mama bohong kan?kak Rosa gak meninggalkan kan?” kataku dengan air mata yang semakin deras. “Benar saying.. Kak Rosa udah meninggal karena luka yang terlalu parah.Besok hari pemakamannya.Ini ada surat dari kak Rosa sebelum dia meninggal.” Ujar mama sembari memberikan sepucuk surat kepadaku. Kubaca perlahan lahan baris tiap baris surat itu.Dear Sania adik kakak yang kakak sayangi, Nia,kakak tau kamu marah sama kakak,kamu benci sama kakak. Kakak juga tau selama ini kamu sedih slalu dibanding banding dengan kakak. Tapi kakak gak bermaksud begitu terhadap kamu Nia. Kakak sangat sayang sama Nia dan maaf apabila kakak udah nyakitin hati kamu.Kakak juga minta maaf krn gak bisa jadi kakak yang terbaik buat kamu. Dan apabila ini surat terakhir kakak untukmu,tolong jangan pernah marah dengan kakak lagi. Kakak ingin kamu slalu tersenyum. Dan jika kakak udah gak ada lagi,tolong jaga mama baik baik dan jangan kecewain mama. Sesungguhnya mama dan kakak sangat menyayangimu Nia. Kak RosaHatiku miris membaca surat terakhir dari kak Rosa. Kakak yang selama ini kubenci, kakak yang selama ini aku hiraukan ternyata sama sekali tak pernah benci terhadap sikapku. Kulihat tulisan tangan yang dibuat kak Rosa berantakan. Pasti saat itu dia sedang menahan sakit menulis surat ini. Kemudian aku menangis dipelukan mama.Hatiku miris melihat kakakku dikubur didalam tanah. Tak bias kutahan air mata yang sejak tadi membendung dikelopak mataku. Mama menangis sejadi jadinya. Aku sangat menyesal telah membenci kakakku satu satunya. Sekarang tinggal aku sendiri di tempat peristirahatan terakhir kakak. Kurogoh sakuku dan kukeluarkan sepucuk surat yang kutulis,Dear kak Rosa yang kusayangi,Kak,Nia mau minta maaf sama kakak. Harusnya Nia minta maaf dari dulu, tapi Nia baru sadar bahwa kakak adalah kakak yang Nia sayangi satu satunya. Kakak gak perlu minta maaf ke Nia karena kakak gak salah. Nialah yang salah sejak awal. Nia selalu benci dengan kakak,padahal kakak gak pernah benci sama Nia. Nia gak tau kalo kakak menanggung beban seberat ini gara gara Nia slalu bentak bentak kakak. Kakak adalah kakak yang terbaik bagi Nia.Kakak gak pernah marah waktu Nia marah marah sama kakak Nia memang adik yang gak tau diri. Tapi Nia janji slalu ingat pesan kakak buat jagain mama. Semoga kakak mau maafin Nia dan kakak tenang disana..Nia Kuletakan surat dariku untuk kak Rosa diatas tanah kuburan. Lalu kuhapus air mata yang membanjiri pipiku dan pergi meninggalkan pemakaman dengan hati yang begitu miris.Nama: Sevty AgustinTgl Lhr: 17 Agustus 1997Facebook: Sevty AgustinTwitter: @sevty_agustin

  • Cerpen Cinta: YANG TERLEWATKAN

    Yang Terlewatkanoleh: Nita Wahyu“Iii, itu cowok ganteng banget siiihh” bisik seorang teman Nayla.“Siapa sih, cowok yang mana ?” jawabku penasaran.“loh, kamu ga tau ? Ada murid pindahan, cakep Nay” teman Nayla menjelaskan.Dengan sifat jutek dan cuek, Nayla tidak memikirkan si murid baru itu bahkan Nayla enggan melihatnya. Nay diam di bangkunya sambil mencoret buku yang ada di hadapannya.Bel pulang pun berbunyi, Nay bergegas keluar dari kelas yang panas tanpa AC. Dia duduk di kursi depan teras kelasnya, sambil menunggu teman yang lainnya keluar. Nay melihat seorang anak laki-laki melewat di hadapannya dengan dingin, Nay pun merasa heran karena dia baru melihatnya hari ini.“gimana Nay, ganteng ga ?” goda temannya yang baru keluar kelas yang memperhatikan Nay sedang memperhatikan seorang cowok.“lumayan sih, emang dia siapa ? perasaan gue baru liat deh” Tanya Nay ingin tau.“looh, dia kan murid baru itu” jawab temannya yang juga termasuk ngfans sama murid baru itu.***Sampai dirumah, Nay pergi ke kamar dan mengganti bajunya dengan pakaian ala tomboynya dia. Tiba-tiba, saat dia sedang menatapi layar monitor di komputernya bayangan seorang cowok terlintas difikirannya.“loh, ko gue jadi kepikiran sama cowok tadi yah. Janga nyampe deh gue suka sama tuh cowok, iiiyh!!”gerutu Nay sambil pegang pensil yang digigitnya. Ga lama kemudian, seorang teman Nay yang bernama Lusy masuk ke kamarnya membawa sejibun tugas yang harus di kerjakan secara kelompok.“ehh, apaan loe masuk kamar tanpa permisi ?”Canda Nay pada temanya.“ah, ngaapain permisi orang rumah ini rumah gue juga!”jawab temannya sambil duduk di damping Nay.“Eh Nay, gue kesini sebenernya mau cerita sama loe. Tapi pleas ya, kali ini dengerin dan loe jangan terlalu cuek dengan apa yang gue bilang.”bujuk temannya yang menatap mata Nay dengan serius.“Eh, biasa aja kali!! Gue takut liat mata loe tuh. Ia, gue dengerin ko. Apaan ?”jawab Nay cuek.“loe tau yang namanya Ami kan ? yang anak sepuluh satu ? kemarin dia ngajakin ketemuan sama gue, dia bilang katanya dia suka sama loe”cerita Lusy.“owh, terus gue harus ngapain ?”gelagat Nay yang kaya orang bego.“yah, seengganya fikirin dulu deh. Dia baik, wajahnya juga lumayan, apalagi otaknya. Pas deh buat jadi guru loe hahaha!!”ejek lusy pada Nay.Nay tidak terlalu memikirkan perasaan Ami yang suka pada dirinya. Karena Nay tidak begitu mengenal Ami, Nay pun tak menghiraukannya.***Pagi harinya, saat Nay tiba di sekolah. Nay bertemu dengan si murid baru yang juga agak cuek, Nay melihatnya sambil menggerutu di dalam hatinya “hmm, gue jadi penasaran juga sama tuh cowok”.Tanpa sengaja, Nay bertemu dengan teman yang kenal dengan si murid baru tersebut. Dengan reflex, nay tiba-tiba menanyakan nomor hape si murid baru itu dan menanyakan siapa namanya.“owh, namaya sandy yah..”kata Nay sambil senyum-senyum memegang hapenya yang baru dapat nomor hape si Sandy.Nay pun mencoba ngirim sms sama si Sandy, tanpa di sangka tenyata Nay merasa nyaman sama si Sandy.“eh, loe tau ga ? gue suka smsan loh sama si Sandy.. itu yang murid baru itu lhoo”curhat Nay pada Lusy sambil manas manasin.“haha, ternyata loe juga suka sama Sandy.. haha ketauan loe. Tapi btw, gimana sama si Ami dia beneran suka loh sama loe!!”ujar Lusy yag ngebela Ami.“ah, gue sih nunggu yang serius aja.. buktinya Ami juga ga pedekate sama gue” jawab nay enteng.Sejak saat itu, sifat Ami berubah. Dia lebih sering mengahabiskan waktunya untuk ngedeketin si Nay. Keseriusan Ami pun mulai terlihat. Nampaknya, benih-benih cinta di hati nay mulai tumbuh. Tapi pada saat itu pula Nay sedang asik-asiknya smsan sama Sandy. Rasa suka pada sandipun masih ada, walaupun hanya sebatas smsan. Tetapi, walaupun begitu Nay tidak terlalu serius pada Sandy, karena Nay masih merasa asing dengan murid baru itu.Lama terasa, perasaan nay pun mulai terkikis perlahan. Karena Nay merasa terlalu lama menanti Ami nembak Nay. Padahal, ami udah berhasil buat Nay suka padanya. Nay pun berfikir bawa Amy hanya sebatas menyukainya dan tidak menginginkan hubungan lebih. Padahal Nay sangat mengharapkan Ami.***Tepatnya malam Minggu, saat Nay mulai mengirimkan pesannya pada Sandy. Dengan rasa ingin tau, Nay bertanya pada Sandy tentang setatus hubungannya. Tetapi, sandy selalu mengelak. Seolah-olah tidak ada yang menginginkan status hubungannya di ketahui.“san, sebenernya kamu udah punya paca ngga siih?”Tanya Nay penasaran.“emang kenapa Nay, kalo ngga kenapa kalo udah kenapa?”Sandi menjawab berbelit-belit.“aku cuma mau tau ajj, kalo udah aku ga mau ganggu cowok orang!!”ddengan perkataan sabar.”lhoh, ko kamu ngomong gitu ? aku tenya deh, kamu suka sama aku yah?”kata Sandy yang kePeDean.“ia sih, emang kenapa ?”lusy agak bingun dengan tongkahnya.“ya, sebenernya aku juga suka sama kamu. Tapi hubungan kamu sama Ami gimana?”ujar sandi dengan tenang.“aku sama Ami ga ada hubungan apa-apa?”jawab Nay yang agak kaget Sandy mengetahui hubungannya dengan Ami.“ya udah, kalo kamu sama aku ga ada yang punya kita jadian aja!!”jawab Sandy spontan.Sejak malam Minggu itu, Sandy dan Nay jadian. Mereka tidak mempublikasikannya, karena Nay yang orangnya cuek juga Sandy yang ga mau terekspos.***Dua hari setelah mereka jadian, tiba-tiba Nay menerima telfon dari Ami. Pada saat itu pula, Ami nembak Nay.Nay bigung, di satu sisi Nay memang menantikan Amy, akan tetapi disisi lain nay sudah bersama Sandy. Dengan perasaan bingung, Nay pun berusaha jujur dan bercerita bahwa Nay sudah bersama Sandy.“maaf mi, aku memang suka sama kamu. Tapi cara kamu ngehadepin aku terlalu lama. Sampai aku berfikir kamu ga bakalan nembak aku, ss-sampai akhirnya aku jadian sama Sandi” jelas Nay pada Ami.“…… Jadi gitu, aku Cuma nunggu waktu yang tepat buat nembak kamu. Tapi, ya .. kalo emang itu keputusan kamu. Aku Cuma doa’in buat kalian semoga bahagiaa.. “…..Nay menutup telfon dan diam seketika.“semuanya telah terjadi, aku tak dapat menyesali”..Naypun akhirnya menjalani harinya dengan Sandy, sampai akhirnya hubungan mereeka berakhir. Nay tidakk mungkin dapat kembali mendapatkan Ami. Akhirnya nay memutuskan untuk sendiri dulu, dan membiarkan perasaannya pudar secara perlahan.THE END

  • Cerpen Remaja Terbaru ” Take My Heart” ~ 01

    Salah satu kisah remaja yang admin tulis adalah cerpen remaja Take My Heart, kisah remaja yang merupakan lanjutan dari cerpen pendek pupus yang telah di posting sebelumnya. Secara cerpen yang satu itu kan sad end, so biar happy di tarik kesini. He he he. Nah, buat yang penasaran bisa langsung read ke bawah. Ini merupakan part awal, so silahkan simak detailnya. Jangan lupa RCL ya…Cerpen take my heartOrang bilang cinta itu sederhana, Cukup aku dan kamu, Yang lain cuma nonton. Tapi sayangnya, tidak semua orang menyukai kesederhanaan. Layaknya hidup yang menginginkan kemewahan…. #Take My Heart"Ah, Mereka benar – benar pasangan yang serasi ya?.""Ia. Yang satunya Prince, yang satunya lagi Princess.""Sulit di percaya, kedua idola di kampus kita bisa jadi pasangan."Laura terus melangkah sambil tersenyum bangga mendengar kalimat demi kalimat yang mampu di tangkap oleh indra pendengarnya. Sesekali matanya melirik sosok yang berjalan tepat disampingnya. Menuruti tawaran menjadi pacar Ivan, Idola kampusnya walau selama ini terkenal dengan Cap Playboy ternyata bukan ide yang buruk. Terbukti pamornya makin menanjak semenjak itu. Padahal baru terhitung seminggu mereka jadian."Sayang, kita ke kantin dulu yuk. Gue laper nih," ajak Laura terdengar manja, Ivan menoleh kearahnya. Mengangguk setuju sambil pasang senyum manis.Begitu mereka menginjakkan kaki di kantin, seperti biasa langsung menarik perhatian semuanya. Mulai terdengarlah suara suara berbisik yang membicarakan tentang keduanya."Kok kita duduk disini si?" bisik Laura lirih saat mendapati Ivan duduk santai di meja tengah bersama ke tiga teman karibnya. Biasanya kan bila mereka berdua mereka selalu duduk berdua di pojokan."Oh, itu karena gue punya kejutan buat loe. Bener gak guys?" tanya Ivan sambil tersenyum misterius kearah teman – temannya."Oh ya?" wajah Laura tampak bercahaya."Nggak yakin loe suka, tapi kalau kaget bisa jadi," Ivan menambahkan."Apa?" tanyanya sedikit mengernyikan dahi."Gue mau kita putus," kata Ivan singkat, padat dan jelas."Apa?!" kali ini Nada kaget yang keluar dari mulut Laura. Setelah terlebih dahulu terdiam sejenak ia menambahkan sambil tertawa. "He he he, loe bercanda kan?""Jadi menurut loe ini lucu?" bukannya menjawab Ivan malah balik melontarkan pertanyaan."Tadi ini nggak masuk akal. Kita baru seminggu jadian. And hubungan kita juga baik – baik aja. Seenggaknya sebelum…" Laura melirik jam tangannya "20 detik yang lalu.""Heh, nggak masuk akal?" Ivan tampak mencibir. "Loe nggak lupa kan kalau gue ini seorang play boy?""Apa?""Sebenarnya, gue males banget pacaran sama loe. Tapi temen – temen gue nantangi apa gue bisa naklukin elo dengan sekali tembak kemudian memutuskannya di hadapan umum. Ya sudah, kebetulan taruahannya lumayan gue si ikut aja. Terbukti kan gue yang menang?" kata Ivan sambil menadahkan tangan ke arah Renold, sahabatnya yang duduk tepat di hadapannya. Dan detik berikutnya lembaran uang ratusan sudah tertera di sana."Ma kasih ya, Sekarang loe boleh pergi".Refleks tangan Laura melayang. Namun belum sempat mendarat di wajah Ivan, tangannya sudah terlebih dahulu dicekal."Loe pikir siapa elo berani nantangin gue ha?" kata Ivan lirih namun penuh penekanan. "Asal loe tau aja, image loe sebagai cewek idola di kampus ini, yang selalu berhasil naklukin hati cowok ternyata cuma gosip murahan. Buktinya loe dengan gampangnya bertekuk lutut di hadapan gue," sambung Ivan lagi."Sialan loe. Dasar brengsek!" geram Laura sambil menghempaskan tangannya membuat cekalan Ivan langsung terlepas."Terima kasih atas pujiannya," senyum Ivan santai."Denger ya, gue akan pastikan loe akan menyesali apa yang loe lakukan saat ini sama gue. Inget, hukum karma itu berlaku. Loe pasti akan merasakan pembalasan yang lebih buruk dari apa yang loe lakuin ke gue," geram Laura dengan wajah memerah. Entah karena terlalu marah atau malu karena kini telah menjadi objek tontonan di kantin mereka."Kita liat aja nanti," Ivan cuek.Dengan kesel Laura berlalu membawa sejuta dendam dan sakit hati di hatinya. Sementara Ivan sendiri justru tertawa diikuti ke ketiga teman temannya."Wow, sulit di percaya. Loe benar – benar melakukannya," Komentar Renold sambil menggelengkan kepala kagum menyaksikan drama satu babak yang baru saja terjadi di hadapannya."Kenapa enggak. Lagipula ini cuma masalah kecil," sahut Ivan sambil menjentikan jarinya menyombongkan diri."Apa loe tertarik untuk melakukan taruhan lagi?" Andra angkat bicara.Ivan terdiam. Matanya melirik lembaran lembaran merah yang berada di tangannya. Setelah berpikir sejenak ia kembali berujur."Jika kalian siap untuk kalah lagi.""Wow, Pe-De sekali," cibir Renold."Jadi apa aturan mainnya?" tanya Ivan lagi.Andra tidak langsung menjawab. Matanya sedikit menyipit dengan sebuah senyuman misterius di wajahnya."Kita liat aja nanti".~ Take My Heart ~ "Apa yang mau kita lakukan di sini?" tanya Renold bingung saat Andra menghentikan langkahnya di koridor kampus."Tentu saja untuk melanjutkan rencana permain kita," terang Andra santai."Makstu loe?" tanya Ivan."Sebelum gue jawab, gue pengen nanya sekali lagi. Ivan, loe siap untuk ber'Main?" tanya Andra sambil menoleh kearah Ivan yang hanya di balas anggukan mantap."Apapun?" Andra menegaskan."Apapun selama itu masih terkait dengan ketenaran gue selaku playboy!" balas Ivan membuat temannya mencibir mendengarnya."Baiklah, taruahannya sepuluh juta. Deal?" tanya Andra lagi."Tunggu dulu, loe belum menentukan apa permainannya?" potong Ivan."Baiklah, kalian lihat pintu itu?" tunjuk Andra kearah ruangan dosen."Iya. Kenapa?" Renold masih terlihat bingung."Itu permainannya.""Maksut loe?" tanya Aldy yang sedari tadi diam memperhatikan tampang bingung. Tangannya terulur membenarkan letak kaca matanya."Loe," tunjuk Andra kearah Ivan. "Harus bisa menaklukkan siapapun yang pertama sekali keluar dari pintu itu.""Apa?!" secara koor ketiga orang itu berujar tak percaya."Bagaimana kalau yang pertama keluar dari pintu itu adalah pak Burhan?" celetuk Aldy.Semuanya terdiam untuk sejenak sambil membayangkan sosok yang di sebut Aldy barusan. Pak Burhan, pria gendut, berkepala botak lengkap dengan kacamata minus yang selalu bertenger di wajahnya. Di tambah dengan raut wajahnya yang jelas – jelas sangar sontak langsung membuat Ivan bergidik ngeri."Ivan loe tertarik untuk menunjukan pesona loe pada …. bapak – bapak?" tanya Andra sambil berusaha menahan tawa saat melihat tampang kecut Ivan."Ke laut aja loe," damprat Ivan kesel."Wukakkakak. Oke aturan main kita rubah dikit. Siapapun wanita yang pertama sekali keluar dari pintu itu, loe harus bisa naklukin dia dalam waktu satu bulan? Bagaimana?" tawar Andra lagi."Terus kalau Bu Susi yang pertama sekali keluar bagaimana?" gantian Renold angkat bicara menyebutkan salah satu dosen di kampusnya yang terkenal sangar."Ya itu resiko" Andra cuek bebek."Tapi dia kan sudah punya suami. Apa loe bermaksud menjadikang gue sebagai manusia perusak rumah tangga orang?" potong Ivan terlihat frustasi."Wukakkaka…. Loe takut memiliki image sebagai perusak rumah tangga orang atau loe sebenernya takut mereka adalah wanita – wanita setia pada suaminya?" tanya Andra balik."Lagian, ayolah. Kaliaankan dari tadi hanya memikirkan kemungkinan terburuk. Bagaimana kalau yang keluar dari sana adalah ibu Silvia?" tambah Andra lagi.Membuat ketiga temannya kembali berimaginasi membayangkan sosok Silvia. Dosen bahasa di kampus mereka. Selain masih single, dosen yang satu itu juga selalu bersikap ramah pada Ivan jika tidak ingin di katakan kalau dosen itu tertarik padanya. Terlebih parasnya juga cantik."Deal. Gue setuju," kata Ivan akhirnya."Loe serius?" Renold terlihat tak percaya."Ah ini beneran gila. Bermain – main sama dosen. Kalau ketauan apa nggak kita semua kena getahnya?" Aldy angkat bicara."Kalau loe takut, ya sudah loe maen kelereng aja sono," cibir Andra sinis membuat Aldy memberengut sebel."Oke deh, deal gue juga setuju" Renold menenggahi mau tak mau Aldy juga mengangguk setuju."Baiklah, permainan dimulai. Kita liat siapa yang beruntung," sahut Andra sambil menatap lurus kearah pintu ruangan dosen di kampus mereka.Satu menit, dua menit bahkan sampai lima menit pintu itu masih tertutup rapat. Tiada tanda – tanda akan ada yang keluar dari sana. Membuat keempat orang itu mendesah tak sabar. Barulah pada menit kesembilan lewat 37 detik pintu itu terbuka.Semuanya langsung pasang mata baik – baik sambil menahan nafas menanti siapa yang akan melewati pintu itu. Dan begitu melihat sosok tersebut melewatinya, mulut semuanya langsung terbuka tak percaya. Tapi di detik berikutnya…."wuakkakakakakka" Tawa langsung meledak dari bibir masing masing."Ternyata beneran pak Burhan. Ini si, beneran belum beruntung namanya," komentar Andra setelah tawannya mereda."Tampang loe jangan pucet gitu donk Van, loe kan nggak harus pacaran sama dia," tambah Renold berusaha menghibur walau jejak tawa geli masih ada di wajahnya."Iya nih. Kayak di kerupuk – kerupuk (??) kan masih ada istilah 'Coba Lagi'," Aldy menimpali.Belum sempat mulut Ivan terbuka, pintu keramat sudah kembali terbuka. Membuat keempat orang itu kembali menoleh. Bertatapan langsung dengan sosok yang baru melewati pintu keremat. Suasana hening, hepi. Hanya ada kebisuan yang mendadak menyelimuti…Sosok itu…………..Next to Cerpen Take My Heart Part 02Detail Cerpen Judul Cerpen : Take My HeartPenulis : Ana MeryaTwitter : @Ana_MeryaGenre : Remaja, RomantisStatus : CompleteFanpage : Star NightNext : || ||

  • Cerpen Cinta 2013 ‘Tentang Rasa ~ 06 {Update}

    Cerpen Cinta 2013 Tentang Rasa bagian ke 6. Apa ada yang bingung?, katanya kemaren end kok masih nyambung?. he he he. Itu end bo'ongan. Hasil imajinasi terjun bebasnya jhon jilid satu. Nah kalo yang nie baru Cerpen cinta tentang rasa Versinya Star Night. so cekidot….Part sebelumnya silahkan baca :-} Cerpen cinta Tentang Rasa Part 5 “ Al, gimana keadaan loe?” sapa Gresia sambil meletakan keranjang buah di meja samping.“Udah mendingan kok. Besok juga udah boleh pulang kok” sahut Alan sambil tersenyum dan berusaha bangkit duduk. Refleks Anya membantunya . Sedikit miris melihat kodisi alan dengan perban dikepala dam kakinya. Demi menyelamatkan Anggun justru malah ia yang terluka. Untung saja tidak terlalu parah. Namun tetap mampu untuk menahanya berdiam diri dirumah sakit.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*