Mutiara Kata

MUTIARA KATA

Aloha……. Apa kabar semuanya. Hem, kali ini Star Night
pengen ngeshare kata – kata bijak atau Mutiara kata dikit. Ya Cuma buat di baca
– baca aja. Sukur – sukur si bisa di hayati maknanya dan bisa sedikit banyak
jadi motaivasi buat kita semua. Ya udah
lah langsung aja. Cekidot….
· Jangan lah bersedih hati karena anda
tidak di kenal orang, Tapi berusahalah agar anda betul – betul pantas untuk di kenal orang.

· Kita tidak dapat hidup dengan harapan
saja, tetapi kita juga tidak bisa hidup tanpa harapan.

· Kepribadian bagi manusia adalah laksana
harum semerbaknya bunga.

· Satu-satu nya hal yang harus kita
takuti adalah rasa takut itu sendiri.

· Kesabaran & ketakwaan adalah minyak
pelumas bagi kehidupan.

· Sesungguhnya apa yang di namakan
kesulitan itu tidak ada, yang ada hanyalah masalah yang harus kita hadapi

· Hal terbaik yang bisa di berikan pada
seseorang adalah kesempatan.

· Periksalah kesehatan anda, dan kalau
anda memilikinya, maka pujilah tuhan < Edward Walton >.

· Kalau kaki keseleo masih mungkin segera
sembuh kembali. Tapi jika lidah keseleo mungkin akibatnya seumur hidup tidak
bisa di atasi <Benyamin Franklin >.

Sepertinya
Cuma itu dulu yang bisa Star Night Share.
Lain kesempatan Star Nigh post yang laen
lagi. Oke?…

Random Posts

  • Cerpen Terbaru Take My Heart ~ 07

    Halo All Reader. Berhubung penulis sedang belajar "ala Mellisa" yaitu selalu menilai sesuatu dari positifnya, Oke kali ini penulis mau manfaatin Galau. Maksutnya penulis lagi galau kuadrat, N than tu "galau" penulis salurkan kedalam bentuk Cerpen.So begini lah jadinya… Ha ha ha…Over All, Happy Reading yak… Part sebelumnya silahkan baca :- Cerpen terbaru take my heart part 6"Silvi, Entar Siang loe ada acara nggak?" Tanya Vio sambil mulai menikmati Mie Soo Pesanannya.Silvi tidak langsung menjawab. Angannya melayang mengingat agendanya hari ini. Sambil tersenyum ia balik bertanya."Kenapa?"."Nggak kenapa – napa si. Rencananya ntar siang gue pengen ngajak loe ke gramedia. Gue pengen nyari buku moslem millionaire Karya Ippho Santoso. Katanya udah muncul di Gramedia" Tambah Vio Menerangkan.sebagian

  • Cerpen Persahabatan: Me and My Best Friend

    Oleh: Rai Inamas Leoni – Kembali aku menoleh ke belakang. Tidak ada siapa-siapa. Mungkin perasaanku saja, ujarku dalam hati. Ku lirik jam tangan ku yang menunjukan jam 4 sore, pantas keadaan parkiran sudah sepi. Hanya ada beberapa motor yang masih setia menunggu majikannya untuk pulang. Aku sendiri baru selesai dari ekskul ku yaitu jurnalistik. Sebenarnya belum selesai, hanya saja aku izin pulang lebih awal. Mood ku dari tadi pagi sedang tidak bagus, ditambah cuaca hari ini yang selalu mendung.Aku tersenyum ketika melihat motor kesayangan ku dari kejauhan. Waktunya pulang, batinku lirih. Kulangkahkan kaki menuju motor matic ku. Tak sampai 5 langkah, aku menghentikan langkah ku. Mereka benar-benar lupa… Rasanya aku ingin menangis saja. Kenapa mereka semua bisa lupa hari ulang tahun ku? Bahkan Agha pun juga tidak ingat. Aku sengaja tidak mengatakan apa-apa kepada mereka tadi pagi. Aku masih menunggu hingga mereka sadar, bahwa temannya yang satu ini sedang merayakan hari kelahirannya. Tapi, segitu buruk kah ingatan mereka? Ingin sekali aku berteriak di parkiran ini.Dengan kesal, aku berjalan secepat mungkin menuju motorku. Lebih baik pulang, tiduran di kamar sambil membaca novel. Lupakan hari ulang tahun ku!! Namun langkah itu mulai terdengar kembali. Siapa? Apakah penguntit? Tanpa sadar aku mulai sedikit berlari, dan langkah itu pun juga terdengar sedang berlari mengejarku. Tunggu. Kenapa aku mendengar langkah kaki banyak orang? Jangan-jangan aku akan dikeroyok. Oh tuhan, lindungilah aku.Karena penasaran, ku beranikan diriku untuk menoleh ke belakang secepat mungkin, melihat apa yang terjadi sebenarnya. Dan sedetik kemudian aku merasa butiran-butiran putih mengenai seluruh tubuhku. Lalu disusul dengan cairan kuning mengenai rambutku. “Happy Birthday Nara,” ujar mereka serempak lalu tertawa terbahak-bahak.Kulihat Nadya, Lunna, dan Dinda sedang membawa sisa-sisa tepung, yang tentu saja juga mengenai baju mereka walau tidak sebanyak aku. “Oh shiiitt.. Kalian gila apa?” teriakku kesal walau hati kecil ku merasa senang. Senang karena mereka ingat aku.“Ya ampun, gitu aja ngambek. Sini gue kasi lagi,” Tio lalu melemparkan telur ke kepala ku dan semua kembali tertawa. Aku hanya bisa menunduk, membiarkan cairan kuning itu jatuh ke tanah. Dan tidak lama kemudian aku melihat Rizky membawa seember air. Buru-buru aku lari, namun ditahan oleh Nadya dan Dinda. Dan jadilah kami bertiga terkena air.“Ya Rizky, kenapa gue jadi kena sih? Ini kan air bekas pel Pak Komar. Sialan lo!” rengek Nadya lalu melempar tepung yang tersisa kearah Rizky. Rizky pun mencoba untuk menghindar. Aku tertawa melihat mereka. Mereka bener-bener pasangan yang serasi.Dan entah dari mana, Lunna tiba-tiba membawa blackforest yang berisi angka 16 kehadapan ku. “Make a wish dulu donk, Ra.”Aku mulai memejamkan mata untuk berdoa. Ku buka mata secara perlahan sambil menatap satu persatu teman sekelas ku di XI IPA 2. Nadya, Rizky, Dinda, Lunna, Tio, dan.. “Agha mana?” tanya ku polos.Kulihat raut wajah mereka berubah. Lalu Dinda menyela, “Agha lagi nganter Putri ke toko buku. Lo tau lah Putri, ee.. dia anak baru,” Kulihat Dinda sejenak ragu-ragu. “Bu Siska tadi nyuruh Agha buat nemenin Putri beli buku pelajaran.”“Oh,” Hanya itu kata yang keluar dari mulut ku. Kupaksakan untuk tersenyum. Melihat perubahan ekspresiku, Tio yang memang terkenal jahil mulai melumuri wajahku dengan krim yang ada di kue, lalu disusul oleh Dinda. Tak mau kalah, aku langsung membalasnya. Selang beberapa menit, kami berenam sudah menjadi badut amatiran yang wajahnya dipenuhi krim.***Agha Daniswara. Nama yang sudah tak asing lagi di telinga ku. Selain letak rumah yang bersebelahan, kami juga selalu satu sekolah bahkan sekelas. Dimana ada Agha, selalu ada aku. Aku seperti menemukan sosok kakak di dalam diri Agha, karena aku sendiri anak tunggal. Menjadi anak tunggal memang mengasyikan. Semua perhatian Mama dan Papa tercurah untuk ku tanpa harus terbagi. Namun hidup sendiri tanpa saudara juga sangat menyedihkan malah membosankan. Kadang aku iri kepada mereka yang memiliki kakak atau adik. Tapi, selama ada Agha yang selalu disamping ku, hidup menjadi anak tunggal tidak masalah.Sejenak aku memejamkan mata, mencoba mengingat kejadian tadi sore. Yang terlintas dibenak ku hanya lah Putri. Murid pindahan yang seminggu terakhir mencuri perhatian teman-teman sekelas. Ya, dia cantik dan modis. Dan tak butuh waktu lama, aku yakin Putri akan menjadi salah satu deretan siswi populer di SMA Tunggadewi.Aku kembali membuka mata. Kulirik foto yang terpajang manis di meja belajarku. Foto dua anak SD yang sama-sama membawa balon. Aku masih ingat, saat itu hari ulang tahun Agha yang ke-10. Mama Agha atau biasa ku panggil Tante Mita ngotot untuk menggambil foto kita berdua. Untuk kenang-kenangan katanya.Alunan lagu Only Hope milik Mandy Moore terdengar dari meja belajarku. Dengan malas aku bangkit dari tempat tidur. Siapa sih yang nelpon malam-malam? Dengan kesal ku tekan salah satu tombol di HP, tanpa melihat nama yang tertera di layar. “Halo,” sapaku enggan.“Akhirnya diangkat juga. Ra, buruan ke balkon sekarang.” ujar seseorang yang aku kenal. “Jangan lupa pakek jaket, dingin banget disini. Gue tunggu, Ra.”Belum sempat aku menjawab, telepon sudah di tutup. Sialan Agha. Aku yang masih binggung atas ucapanya buru-buru membuka lemari mencari jaket tebalku. Tak butuh waktu lama, aku sudah berdiri di balkon kamarku yang bersebelahan dengan balkon kamar Agha. Kamar ku dan kamar Agha sama-sama ada di lantai atas.“Lo belum tidurkan?” tanya Agha dari balkonnya. Ku lihat Agha menggunakan kemeja putih dan celana jeans hitam yang membalut tubuh atletisnya. Sepertinya ia baru pulang.“Belum lah, masih jam 9 juga. Lo sendiri baru pulang?”“Iya. Tadi gue nganter Putri beli buku. Capek banget, Ra. Nggak nyangka kalo si Putri suka baca novel sama kayak lo.“ Ku lihat Agha tersenyum gembira. Belum pernah aku melihat ia sebahagia ini. Lalu ia menceritakan kejadian-kejadian yang lucu di toko buku. Aku hanya menanggapi dengan kata-kata singkat seolah aku menyimak cerita Agha. Walau sebenarnya aku tidak mendengarkan apa-apa.Ada sesuatu yang mengganjal. Aku menerawang ke bawah melihat jalanan, yang tentu saja sepi. Jalan di kompleks perumahan kan tidak seramai jalan raya.“Ra? Halo… Nara? Naraaaa… Lo denger nggak sih?” Panggilan Agha membuyarkan lamunan ku.“Apa? Eh maksud gue, gue denger kok,” ucapku terbata-bata.Agha mendengus. “Gue tau lo nggak denger omongan gue. Lo lagi mikirin apa sih?“Kita balik ke setahun yang lalu ya?” ujarku tiba-tiba.Agha terlihat bingung.“Kita pacaran sampai sini aja. Lagian lo sama gue lebih cocok buat sahabatan. Entah kenapa gue rindu Agha yang dulu. Agha yang selalu ngejek gue jelek, Agha yang selalu bandingin gue sama cewek-cewek populer waktu SMP, sampai Agha yang selalu bangunin gue kalo gue telat bangun. Semenjak kita pacaran, rasanya ada yang berubah dalam diri kita.” Sejenak aku memejamkan mata untuk mengatur emosi. “Lo mau kan kalo kita sahabatan lagi?” tanya ku ragu.Ku lihat Agha terkejut mendengar ucapanku. Biarlah. Jujur, setelah aku dan Agha pacaran, aku melihat perubahan sikap diantara kami. Seolah-olah ada tembok besar disekitar kami. Kami tidak dapat tertawa lepas seperti dulu saat SMP. Selalu ada sesuatu yang mengikat, mengingatkan bahwa kita tidak hanya berteman. Suatu komitmen yang bernama pacaran. Tapi aku sadar semenjak Putri masuk ke kelasku, aku merasa Agha tertarik pada gadis itu. Dan itu membuat aku muak. Aku kangen sama Agha, teman kecil ku.“Kalo itu mau lo, gue terima. Asalkan kita bisa sahabatan lagi kayak dulu. Jangan gara-gara masalah ini, kita jadi diem-dieman.” ujar Agha lirih.“Ya udah, gue duluan balik ke kamar ya. Dingin banget disini.”Belum sempat aku melangkah, Agha sudah menahanku dan menyuruhku menangkap sesuatu yang dilemparnya. Untung kali ini aku bisa menangkapnya dengan tepat.“Happy birthday Nara. Maunya ngucapin satu tahunan kita jadian. Tapi kita kan baru aja putus. Gue doain semoga persahabatan kita langgeng sampai tua nanti.”Aku hanya tersenyum lalu buru-buru masuk ke kamar. Ku hempaskan diriku ke tempat tidur. Perlahan kubuka hadiah Agha yaitu sebuah kotak kecil bermotif strawberry, buah kesukaan ku. Dalam kotak terdapat kalung berbandul separuh hati dan sebuah kertas kecil.“Happy birthday peri kecilku dan happy 1st anniversary buat hubungan kita.PS : Moga lo seneng ama tu kalung Kurasakan butiran kristal jatuh dari pelupuk mataku, buru-buru aku hapus dengan tangan. Namun semakin aku berusaha, butiran itu semakin banyak. Ya Tuhan… Aku yakin akan keputusan ku. Tapi kenapa hati ku terasa perih?Malam semakin larut. Namun seseorang masih terpaku, terdiam di balkon kamarnya sambil menatap balkon yang baru saja di tinggal pergi oleh pemiliknya. Pemilik yang bernama Nara Angelina. Teman kecilnya.***“Naraaa……!”“Saya Pak! Saya Pak!” teriakku tak karuan. Mata ku mencoba melihat sekililing. Menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, ini kan kamarku? Lalu…“Ouch shittt! Gue kira apa. Gila lo, Ga. Ngapaen lo disini?” ujar ku kesal. Ku tarik selimut untuk menutupi tubuhku. Berniat melanjutkan mimpi ku yang tertunda gara-gara teriakan mahluk aneh ini.Agha tertawa. “Ya ampun, dasar putri tidur. Buruan lo bangun, ini udah jam 10 pagi. Masa cewek males gini?” Agha menarik selimut ku lalu ditaruhnya di sofa.“Agha!! Selimut gue balikin. Lagian ngapain juga bangun pagi? Ini tuh masih LIBURAN. Tahun ini kita kelas tiga, pasti belajar mulu kerjaannya. Kasi donk gue nikmatin liburan gue.” Jelas ku panjang lebar. Ku dengar tawa Agha makin keras, seolah-olah mengganggu tidurku adalah hal terlucu di dunia ini. Aku hanya bisa pasrah. Beberapa bulan telah berlalu sejak hari itu. Hari dimana aku putus dengan Agha. Seperti yang kuduga, setelah kejadian itu hubungan kami kembali seperti SMP dulu. Dimana kami sering mengejek satu sama lain. Agha kembali pada hobby-nya yang senang melihat aku menderita. Dan aku kembali pada hobby lama ku, sering merecoki dia dengan kalimat panjang lebar.“Cerewet banget sih,” rutuk Agha. “Buruan lo mandi, kita ke toko buku sekarang. Hari ini terakhir diskon lho. Katanya mau cari novel?” Aku melirik sebal kepadanya. Agha menghampiri aku, lalu dengan gemas Agha mengacak-acak rambut ku. “Bilang aja lo mau beli komik. Pakek alasan gue beli novel lagi. Muna lo! Dari mana lo tau kalo diskonnya masih?” Kata ku sambil merapikan rambut ku yang berantakan.“Dinda yang ngasi tau. Terserah mau percaya atau nggak. Yang penting lo buruan mandi.” Lalu Agha pergi ke arah meja belajar untuk melihat koleksi novelku. Aku terkadang heran dengan Agha. Untuk ukuran cowok tinggi yang jago main basket, masa sih dia masih doyan baca komik. Apalagi komik favoritnya Detektif Conan. Benar-benar deh si Agha. “Agha cakep, dengerin gue ya. Gue sih udah dari tadi mau mandi. TAPI GIMANA CARANYA GUE MANDI KALO LO MASIH BERKELIARAN DI KAMAR GUE???” Dan tak butuh waktu lama, bantal-bantal di tempat tidurku sudah melayang ke wajah Agha. Kulihat Agha mencoba menghindar dari serangan bantal-bantal sambil tertawa, lalu keluar dari kamarku. Dilihat dari mana pun, kami memang hanya cocok untuk sahabatan. Setidaknya untuk saat ini. Aku tersenyum dan beranjak pergi dari tempat tidurku. Bersiap-siap untuk pergi ke tempat favorit kami. Dimana lagi kalo bukan toko buku. :D***By : Rai Inamas LeoniTTL : Denpasar, 08 Agustus 1995Sekolah : SMA Negeri 7 DenpasarBlog : raiinamas.blogspot.com

  • Cerpen Cinta Kala Cinta Menyapa Ending

    Cerpen Cinta kala Cinta Menyapa Ending_Fuhf, akhirnya setelah sekian lama akhirnya cerpen yang satu ini end juga. So Erwin, aku nggak punya hutang lagi ya. N mulai sekarang aku nggak mau lagi sok sok an nulis cerpen requesan. Ribet. N untuk lanjutan Cerpen Cinta Take My Heart, Aku nggak bisa janji kapan lanjutannya. Secara aku udah sering bilang kalau aku nulis cuma berdasarkan kemauan. Kalau aku pas mau nulis ya aku nulis, kalau pas lagi males ya aku nggak akan nulis. Apa lagi banyak banget yang bikin aku bad mood buat ngelanjutin tu cerpen satu.Ah satu lagi, Aku itu orangnya nggak suka diatur, mengatur, apa lagi harus patuh pada aturan. Buat aku, peraturan di buat itu untuk di langgar. Selain itu Aku juga Nggak suka menuntut, di tuntut apa lagi harus memenuhi semua tuntutan. Kalau memang sudah saat nya di publis, lanjutannya entar juga muncul sendiri kok. Oke?… Happy Reading……"Jadi kita mulai dari mana?" tanya Irma sambil menyeruput jus alpukatnya.Erwin menawarkan diri untuk acara negosiasi yang mereka lakukan agar di lakukan di kantin kampus saja. Selain tempatnya nyaman, perut juga bisa kenyang. Artinya sekali mengayuh dua tiga pulau terlampaui.sebagian

  • apa aja

    hem, setelah aku pikir-pikir ternyata semakin kita mempelajari sesuatu semakin banyak yang kita tau kalau masih begitu banyak yang tidak kita ketahui *he he he, bingung ya?/sama*. seperti yang aku rasakan saat ini. semakin aku belajar, aku makin bingung. kok makin banyak yang aku ngak tau ya. sementara yang mau di tanyain nggak ada *kecuali mbah google sih*. tapi tetap saja aku tidak bisa hanya belajar berdasarkan dari mbahku itu. siapa aja, bantuin aku donk…. jadi guru prifate pribadi aku… yang gratis tapi. ke ke ke. *apa sih?. kok jadi ngelantur gini*.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*