Mengapa Harus Rumit?

Mengapa Harus Rumit?
Oleh: Rizka Maulida
Hanya tinggal satu minggu lagi aku akan terbebas dari kakak yang menyebalkan dan kusayangi itu. Kini ia telah lulus SMA dan masuk ke salah satu Universitas ternama di Indonesia. Sebenarnya aku sangat bangga memiliki kakak seperti dia yang kata orang itu tampan, pintar dan baik . Tapi mereka tidak tau kebiasaannya di rumah yang selalu jitakin adiknya yang cantik ini. Sebelumnya kakak ku ini pernah berjanji kepada orangtuaku bahwa ia tidak akan pacaran sebelum lulus SMA. Dan hal itu terbukti, setelah lulus SMA dia mempunyai kekasih bernama Ka Dinda. Kuakui Ka Dinda orang yang cantik, baik dan muslimah karena ia selalu memakai gamis dan kerudung panjang. Wajar saja kalau kakak ku menyukai wanita seperti ini, dia kan lulusan pesantren juga jadi ada lah ilmu agamanya. Kakak ku awalnya menyembunyikan hubungannya itu, sampai akhirnya ia cukup berani mengakuinya. Bukan hanya aku dan orangtua yang kaget, teman-temannya pun sangat kaget. Malah ada yang bilang begini “ Hah, Yang bener aja Rik, palingan juga sepupu loe ini mah.” Itulah yang diucapkan temannya saat ia mengajak Ka Dinda main bersama teman SMA nya.
Hari H pun tiba, kakak ku harus pergi satu bulan tanpa kontak ke luar kota untuk melaksanakan kegiatan ospeknya. Setelah satu bulan, kakak ku ada waktu libur selama satu minggu. Awal kedatangannya disambut tangis bahagia di rumah. Semakin hari semakin berlalu, hubungannya dengan Ka Dinda baik-baik saja , aku salut sama mereka, bisa bertahan walau LDR dan waktu bertemu yang sangat jarang. Aku bangga kakak ku setia. Suatu hari orang tua Ka Dinda datang berkunjung ke rumah kami, saat itu ia mengobrol bersama Ibuku. Aku tak tau dan tak ingin tau apa yang mereka bicarakan, namun yang ada di fikiranku mungkin merencanakan pernikahan. Wah, betapa begonya diriku ini tentu saja bukan , mereka masih sangat muda. Setelah beberapa waktu berlalu, aku mengetahui kalau Ibunya Ka Dinda menawarkan bisnis sampingan kepada Ibuku. Ibuku seorang Guru, kalau tak salah dengar dari perbincangan oartuku tadi malam, Ibuku yang memberikan modalnya sebesar sekian juta, dan Tante Siska (Ibu Ka Dinda) yang menjalankan usahanya. Namun, tiba-tiba Tante Siska mengubah rencana, jadinya ia meminjam uang itu pada Ibuku dan berjanji mengembalikannya bulan depan.
Hubungan Kakak ku dan Ka Dinda sepertinya makin dekat, setiap ada waktu kakak selalu berkunjung ke rumah Ka Dinda. Satu bulan berlalu , namun uang itu belum kembali, Tante Siska mengulur waktunya sampai minggu depan. Ibuku santai saja tidak menaruh rasa curiga kepada tante Siska. Hingga sudah 3 bulan, ia selalu mengulur waktunya. Ibuku sedikit tidak suka, bukan karena uangnya, tapi karena sifatnya itu. Semakin lama , tante Siska malah tidak ada kabar. Beberapa bulan kemudian ada kabar kalau ia pindah ke luar kota karena terbelit hutang di mana-mana. Ibuku sangat kecewa pada tante Siska, ini berpengaruh terhadap hubungan kakakku. Ibu jadi tidak merestui mereka, kakakku tetap mempertahankan hubungannya dengan susah payah. Saat itu aku bertukar HP dengan kakakku, tepatnya satu hari setelah ultah Ibuku. Tak sengaja saat ku lihat Draft ada tulisan : “ Happy Birth Day yah Mom. Maafin Ricky yah, belum bisa jadi anak yang mamih inginkan. Ricky masih suka menentang mamih, Ricky sayang sama mamih tapi sama Dinda juga. Ricky tau, Ricky bukan anak yang baik, semoga Rasti dan Refky bisa bahagiain Mamih ya J.” Tak terasa air mata telah membasahi pipiku.
Setiap pulang ke rumah, sebisa mungkin Ka Ricky meyakinkan Ibu kalau Ka Dinda itu gak sama kaya Mamahnya yang jahat dan penipu itu. Suatu hari, Ka Dinda masuk rumah sakit karena harus menjalani operasi usus buntu. Setibanya di rumah, kakak ganti baju dan segera pergi ke rumah sakit mengendarai sepeda motornya. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui seorang lelaki sedang mendampingi Ka Dinda, saat Ka Dinda mengetahui keberadaan kakakku , kakak memukul tembok dengan sekuat tenaga dan pergi kembali ke rumah. Di rumah wajahnya sangat kusut dan berantakan, ku beranikan diri untuk bertanya. “ Kak, ko udah pulang ? kan baru berangkat.” tanyaku . “ Engga apa-apa Ras, Cuma kakak gak enak badan aja.” jawabnya . Aku pun membiarkan kakak beristirahat di kamarnya. Saat waktu makan malam, ia baru ke luar. “ Mih, aku punya kabar gembira buat mamih.” Kata Kakak. “ Apa ?” tanya Ibu. “ Aku lagi berantem sama Dinda.”
“ Yaudah, itu gak usah dibahas. Ibu juga gak akan ngelarang-larang kamu, tapi Ibu akan berdo’a supaya kamu mendapatkan yang terbaik.”
Kakakku kembali ke kampusnya, anehnya sudah 3 minggu ia tidak pulang. Biasanya paling telat 2 minggu sekali ia pulang ke rumah. Tiba-tiba Kakak menelfonku dan menceritakan semuanya. “ Ras, gimana kabar keluarga di sana ? Maaf kakak belum bisa pulang, kakak butuh waktu. Sebenernya kemarin kakak pulang cepet dari rumah sakit karena kakak liat Dinda lagi sama cowo lain. Ternyata apa yang dibilang Mami semuanya bener, Dinda sama Tante Siska sama aja jahatnya. Baru aja 3 hari yang lalu kakak putusin dia, masa dia udah pacaran sama si Doni sih ! Yaudah de, kakak mau masuk kuliah ni.” Tut..tut… telfonnya terputus dan aku tak berkata satu kata pun. Sekarang aku tau apa yang membuat kakakku seperti itu, kalau aku jadi dia pasti aku akan merasakan hal yang sama, sakit, perih, hancur, dan pasti dihiyanatinya itu yang membekas. Kakakku telah berusaha mempertahankannya, dan dengan mudah Ka Dinda melepaskannya. Yang dulu ku fikir Ka Dinda wanita solehah ternyata hanya pakaiannya saja, aku tertipu oleh tampilannya, lagipula ia seperti itu juga karena paksaan kakakku. Karena penasaran, aku buka FB siapa tau aku bisa lihat wajah Doni Doni itu. Awalnya ku fikir ia tampan bak pangeran karena dalam sekejab dapat menaklukan hati seseorang yg telah berpacar. Ternyata dugaanku salah besar, yang pertama masih cakepan kakakku, masih mudaan kakakku, hanya mungkin dia jauh lebih kaya karena sudah bekerja sebagai dosen. Aku shock se shock shock nya, itukah yang namanya Doni, sungguh aneh Ka Dinda itu, masa kakak ku diganti orang seperti itu, yang jelas orang GAK PUNYA HATI ! Jelas-jelas tuh cewe statusnya pacar orang, maen embad aja.
Waktu liburan tiba, kakakku bisa puas-puasin di rumah. Di FB nya kulihat dia frontal banget tentang kemarahannya sama Ka Dinda, masa dia nulis stat kaya begini :
1. Hahaha, si Dinda kurang ajar itu masa gue digantiin sama Bapak-Bapak, pake nge blokir FB gua yang ini lagi, LOSER banget sih lu !
2. Dinda.. Dinda.. Loe kira gua Cuma punya satu FB hah ? FB gua yang ini gak lu blokir, ketauankan KEBUSUKAN lu sama cowok lu !
dan masih banyak lagi. Ku fikir kakakku memang sudah GILA 😀 . Tidak, kakakku hanya tidak bisa mengungkapkan langsung, jadi FB tempat dia menggila.
Semakin lama, ia pun sudah bisa mengobati hatinya yang sangat amat terluka, ia lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berharap Dinda dan Pacarnya dapat hukuman yang sebanding dengan perlakuan terhadapnya. Satu tahun kemudian, Ka Dinda akan melaksanakan pernikahannya dengan Doni jahat itu. Namun, satu minggu sebelum acaranya mereka mengalami kecelakaan yang sangat parah. Ka Dinda kehilangan penglihatan dan Doni telah pergi untuk selamanya. Beberapa bulan setelah kejadian itu, Ka Dinda diantar Daris adiknya datang ke rumah kami. Saat baru sampai, Ka Dinda menangis dan berlutut, “Tante, Ricky, Om, maafin Dinda yah? Dinda tau ini semua salah Dinda. Dinda udah ngecewain kalian semua, Tan maafin Mamah Dinda yah. Mungkin kini Mamah belum tenang di alam sana tanpa maaf dari tante.” Kita semua yang menyaksikan jadi diam mematung, prihatin dengan keadaan Ka Dinda. Setelah beberapa saat Ibu angkat bicara, “ Dinda, kamu kenapa ? Emang Mamah kenapa ?”tanyanya . Ka Dinda hanya menangis berisak-isak, Daris pun menceritakan semuanya. “ Mamah udah meninggal 5 bulan lalu tante , waktu Mamah mau pergi ke Lampung. Dan Ka Dinda, 3 bulan lalu saat akan menikah sama Ka Doni mengalami kecelakaan dan membuatnya seperti ini, sedangkan Ka Doni udah pergi selamanya.” Tangis kami semua pecah, tiba-tiba Ka Ricky menghampiri Ka Dinda “ Jujur Din, aku emang kecewa banget sama kamu, aku marah dan sangat membenci kamu. … “ kakak tidak sanggup meneruskan ucapannya. “ Ia Rick , gak papa, kamu boleh benci sama aku kamu berhak marah sama aku, tapi aku mohon banget sama kamu, maafin semua kesalahan aku dan Mama aku. Aku sadar, aku yang salah dan aku pantes dapetin semua ini, ini semua karma buat aku.”kata Ka Dinda. Semua pun masih larut dalam kesedihan.
Setelah menerima maaf dari keluargaku, Ka Dinda dan Daris pamit, mereka bilang ini adalah pertemuan terakhirnya karena mereka harus ikut Ayahnya ke luar kota. Aku masih bingung dengan semua kejadian ini, yang jelas aku yakin hukum karma masih berlaku di dunia ini. Akhirnya kakakku bisa mendapatkan cintanya kembali, kini ia bersama seorang wanita yang beneran solehahnya, mereka bertemu di suatu perkumpulan remaja mesjid dan menjalani cinta karena Allah , bukan karena mata dan hati saja J.
****
Oleh : Rizka Maulida

Random Posts

  • Kisah Cinta Ihsan dan Rubby

    Kisah Cinta Ihsan dan Rubbyoleh: Mentari SenjaMentari pagi ini tak begitu cerah, mendung menyelimuti awan sepertinya hujan akan segera turun. Pagi ini bukan pagi yang menguntungkan bagi Ihsan, pemuda berwajah manis itu hanya dapat memandang nanar langit gelap. Ini hari kedua Ihsan tidak dapat keluar mencari secuil rezeki untuknya dapat bertahan hidup setelah beberapa hari terakhir ini hujan mengguyur desa Slawi, tempat dimana dia tinggal. Kehidupan Ihsan memang serba kekurangan apalagi setelah sang ayah tega meninggalkan dia dan ibunya. Segala kebutuhan hidup dia dan ibunya menjadi tanggung jawabnya.“maaf mas… maaf.. jangan tinggalkan aku.. tolong… mas… tolong jangan tinggalkan aku dan ihsan…. akkkhhhhh…. tiiidaaaakkk…!! mas….” Rindu berteriak-teriak, segala macam barang yang ada didepannya langsung dia hancurkan.“ mas…jangan…jangaan…”“ibu… ada apa bu.. tenanglah bu… istigfar…” Ihsan memeluk ibunya, mencoba menenangkan. “ sudahlah bu, ikhlaskan saja ayah pergi, ayah tidak pantas untuk ibu sebut.”“tidakk.. tidakk… mas…” Rindu terdiam lemas, sekarang berganti tangis penyesalan.“bu, ibu jangan menangis lagi. Ihsan tidak ingin melihat ibu seperti ini. Ibu harus kuat. Ibu harus lupakan ayah “ Ihsan memandang ibunya dengan raut kesedihan, batinya teriris melihat keadaan ibunya yang tak kunjung sembuh. Rindu, ibu ihsan telah lama menderita depresi berat setelah sang suami pergi meninggalkannya demi perempuan lain. Saat itu Ihsan masih berumur 6 tahun, sang ayah diketahui telah berpaling dari ibunya. Tak diketahui sebab musababnya, dan pertengkaran itu dimulai ketika Rinto, ayah Ihsan terang-terangan meminta cerai kepada Rindu.“kenapa mas, apa salah saya hingga mas Rinto tega ingin meceraikan saya.”“hmm… kamu masih tanya kenapa. Kamu fikir aku tidak tau dengan perbuatanmu. Selama ini kamu telah membohongi saya. Dan saya tidak bisa terima ini.”“apa maksud mas, coba jelaskan.”“sudahlah, apa perlu aku bongkar semua kebusukanmu. Biar ihsan juga tau siapa sebenarnya ayah kandungnya.“jadi mas sudah tau yang sebenarnya, maaf mas… aku khilaf.. aku bisa jelasin itu semua mas.!” Rindu coba menjelaskan.“ahh sudahlah tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, semuanya sudah jelas. Pokoknya saya ingin cerai dari kamu. Besok aku kirim surat gugatan cerai, dan kamu tinggal menandatangani saja.”“mas…tolong mas, jangan ceraikan saya. Aku bisa jelaskan semuanya. Mas..tolong jangan tinggalkan aku dan Ihsan. Ihsan masih butuh kamu” ditarik lengannya Rinto, mencoba membujuknya.Kejadian itu tak diketahui Ihsan, Ihsan yang saat itu masih berada di rumah neneknya tidak mengetahui bahwa orangtuanya terancam bercerai. Lama sudah ihsan mencari kebenarannya namun tak kunjung dapat.*****“hai Rubb, mau kemana kamu.” Tanya Shinta sahabat Rubby.“ hai shin, iya neh aku mau balik dulu, jadwal kuliahku sudah habis. Dan kebetulan bunda nyuruh aku buat belanja di supermarket. Jadi maaf ya, aku ga bisa pulang bareng kamu”“hmnm okelah kalo gitu, hati-hati dijalan ya Rubb.”seperti biasanya sebelum berpisah Rubby dan Shinta berpelukan. Persahabatan mereka sudah terjalin lama, sejak mereka berdua sama-sama kuliah di kampus yang sama.Rubby segera pergi meninggalkan Shinta, dengan motor maticnya dia melaju menuju supermarket terdekat untuk membeli titipan bundanya. Dalam balutan gamis warna biru muda dan jilbab yang serasi dengan gamis membuat wajah Rubby semakin terlihat cantik. Lesung pipitnya menambah keayuan senyumnya. Tak lama berselang Rubby telah sampai di supermarket itu.“alhamdulillah akhirnya sampai juga,” Rubby segera memasuki pintu supermarket.Dengan cekatan Rubby memilih barang-barang yang dibutuhkan, Rubby sengaja tidak ingin berlama-lama berbelanja dia hanya membeli barang yang dibutuhkan saja. Karena setelah ini masih banyak kegiatan Rubby yang harus dia lakukan. Selain kuliah, Rubby juga aktif dalam kegiatan sosial. Di lingkungan rumahnya Rubby terkenal dengan jiwa sosialnya, sikapnya yang lemah lembut serta ramah tamah membuat orang merasa simpati. Rubby hidup dalam lingkungan keluarga yang begitu kental dengan nuansa religi. Abah Rubby merupakan tokoh agama di lingkungannya, beliau aktif dalam kegiatan keagamaan. Selain mengajar ngaji di masjid beliau juga kerap kali menjadi penceramah disetiap acara-acara penting. Keluarga Rubby merupakan keluarga yang sangat dikagumi.“berapa mba, semua belanjaan saya” tanya Rubby pada kasir.“jadi total semuanya 150 ribu mba.”si kasir menyerahkan belanjaannya.“ini mba uangnya, terima kasih.”“iya mba sama-sama, terima kasih telah mengunjungi supermarket kami” kasir menyerahkan nota belanja itu kepada Rubby.Dengan langkah mantap Rubby keluar dari supermarket itu, dan langsung menuju ke tempat parkir. Namun belum sampai di tempat parkir tiba-tiba handphone Rubby berdering, belum tau siapa yang menelponya. Saat Rubby hendak mengambil handphone yang ada di tas Rubby secara kilat ada orang yang tak dikenal langsung mengambil tas Rubby dengan seluruh isinya. Sontak Rubby berteriak, meminta tolong. Rupanya sudah dari tadi gerak gerik Rubby diintai, ada orang jahat yang ingin mengambil tas Rubby yang diketahui banyak barang-barang berharga.“tolong…tolong…pak..tolong ada rampok…tolong pak…”Rubby berteriak meminta pertolongan.Saat Rubby sedang meminta tolong, terlihat sudah ada sosok pemuda yang sedang mengejar perampok itu. Dikerjanya perampok itu, tanpa peduli ada orang didepannya.Ya Allah, mudah-mudahan perampok itu tertangkap dan pemuda itu baik-baik saja terlintas dalam benak Rubby doa agar perampok itu segera tertangkap. Dengan gelisah Rubby menunggu apakah pemuda itu berhasil mengambil tasnya dari perampok.Selang 30 menit pemuda itu kembali dengan tas hitam ditangan kanannya, wajahnya terlihat lelah. Keringat bercucuran membasahi pelipisnya. Dengan segera pemuda itu mengembalikan tas Rubby.“terima kasih mas, mas sudah menolong saya” Rubby menerima tas yang diberikan pemuda itu seraya mengucapkan terima kasih.“iya mba, sama-sama. Makanya kalo bawa tas itu ati-ati jangan sembrono kaya gitu. Dasar cewe. Jangan Cuma penampilan yang di urusin” pemuda itu langsung berlalu dari Rubby.“gimana bang, rampoknya ketangkep ga?” tanya bocah cilik yang sedari tadi menunggunya dibelakang.”“udah gue kasih pelajaran, lagian macem-macem aja tuh orang operasi diwilayah gue.” Pemuda itu pun berlalu dari hadapan Rubby.Sedang Rubby hanya terdiam termenung, dia begitu tercengang dengan tingkah laku pemuda itu. Pengamen jalanan yang dengan dandanan amburadul tapi telah menolongnya, tanpa mau minta imbalan. Gaya super cueknya juga membuat Rubby heran.Sejak kejadian itu Rubby tak henti-hentinya memikirkan siapa pemuda itu sebenarnya. Fikirannya tak henti untuk segera mengetahui siapa dia. Timbul sedikit penyesalan kenapa saat itu dia tidak menanyakan nama sang pemuda.*******Matanya yang tajam, wajahnya yang manis dan……“aduh apaan sih aku, ko jadi nglamunin dia.“ Rubby menghapus lamunannya segera, dia tidak ingin larut dalam bayang-bayang pemuda itu.Rubby hanya tersenyum jika membayangkan kejadian itu, seolah tak percaya tapi kejadian itu telah membuat Rubby tidak bisa lupa akan sosok pemuda yang telah membuatnya penasaran. Dan hal ini adalah sesuatu yang tak biasa bagi Rubby, baru kali ini dia merasa sangat penasaran dengan seseorang apalagi laki-laki. Dengan wajah cantiknya, tidak sedikit kaum adam yang tergila-gila dengannya, namun kebanyakan dari mereka segan untuk mendekati Rubby karena merasa tidak sesuai. Apalagi selama ini sikap Rubby terlalu biasa untuk soal itu, dia belum tertarik untuk membangun suatu hubungan yang halal dengan seorang laki-laki. Kegiatan sosialnya dan kuliah sudah menyita banyak waktunya kalau hanya untuk sekedar mencari calon pendamping hidup. Terlebih lagi selama ini Rubby belum merasa ada ketertarikan terhadap sekian banyak kaum adam yang setia menunggunya.Namun kini berbeda, Rubby begitu tertarik terhadap seorang pemuda yang belum diketahui jelas siapa dia sebenarnya. Pemuda yang hanya sekilas saja ada di hadapannya, pemuda yang telah menolongnya saat tas Rubby dirampok orang. Ya..pemuda itu telah menyihir rubby, membuat Rubby selalu memikirkannya.Rubby merasa ada ketertarikan tersendiri dibalik baju kumel sang pemuda itu, sekilas saat Rubby menatap matanya ada perasaan lain dihatinya tak tau jelas apa yang sedang Rubby rasakan. Walaupun petemuan itu sangat singkat namun pertemuan itu begitu berharga, pertemuan yang membuat Rubby saat ini selalu termenung.**********“ibu makan ya… nanti ibu sakit kalau ibu terus-terusan ga makan.” Ihsan mencoba menyuapi ibunya. Namun ibunya hanya bergeleng, sang ibu hanya terdiam dengan pandangan kosong jauh menerawang entah kemana. Raganya memang ada disini namun jiwanya entah kemana.“ibu jangan seperti ini terus, ibu tau ga ihsan sedih banget ngeliat ibu kaya gini. Ihsan ngerasa sendiri bu. Ihsan pengen hidup seperti orang normal lainnya. bisa Selalu cerita sama ibunya, bisa manja-manjaan. Ihsan pengin ibu juga seperti ibu-ibu yang lain.” Hanya airmata yang terus menetes di pipi ihsan, walaupun beribu ungkapan ihsan lontarkan kepada ibunya namun ibunya tetap saja diam.Sejak ditinggal ayahnya ihsan hidup terlantar, kehidupannya sekarang sangat erat denga hidup dijalanan. Tanpa kasih sayang dari ibunya itu ihsan harus bertahan hidup. Namun walaupun keadaan ibu ihsan seperti itu, ihsan selalu menyanyangi ibunya. Dengan segenap hati dia selalu merawat ibunya dengan tulus, tak ada guratan kelelahan saat dia harus terjaga di malam hari untuk mememani ibunya yang sewaktu-waktu bisa saja menangis. Saat siang dia berusaha mencari rezeki untuk sesuap nasi baginya dan ibunya. Dari pengamen jalanan, sampai tukang parkir dia lakoni. Itu semua dia lakukan demi sang ibu, dia tidak rela jika sang ibu yang dia miliki satu-satunya terjadi apa-apa.“mas…jangan tinggalkan aku mas..tolong…mas..huhuuhuhu”kembali sang ibu terisak meratapi kejadian lampau. Dipeluknya tubuh ibunya, mencoba menenangkan walaupun dengan deraian airmata ihsan mencoba menghibur sang ibu.“sudah bu, ihsan disini… jangan sedih lagi.” dekapan seorang anak yang merindukan ibunya kembali normal seperti sediakala.***********Mentari pagi ini begitu cerah, secerah wajah Rubby yang berbalut hijab coklat. Gamis anggun yang dikenakan Rubby begitu cantik dipandang. Hari ini Rubby beserta kawan-kawannya akan mengadakan bakti sosial. Sudah banyak yang telah Rubby persiapkan, dari sembako hingga pakaian yang masih layak pakai Rubby kumpulkan, kesemuanya itu Rubby satukan untuk diberikan pada anak-anak yatim dan anak-anak jalanan. Kebetulan di kota itu terdapat sebuah desa yang berpenghuni warga kurang mampu. Di desa itulah Rubby dan kawan-kawannya mengadakan bakti sosial.“hai Rubby, wah..cantiknya hari ini, kamu begitu anggun” puji Shinta sahabat karib Rubby“ah kamu ni Shin berlebihan deh, kamu juga cantik ko apalagi kalau mau pake jilbab” Rubby tersenyum kecil menggoda Shinta“hmmm iya deh bu ustad…belum dikasih hidayah sama Allah.” Shinta menimpali“lakukan segera jangan tunggu nanti.”“iyaaaaa ibu ustad… insya Allah.. udah akh ayo kita berangkat” shinta langsung mengajak Rubby kedalam mobil rombongan para relawan dan donatur.“oke..”jawab Rubby singkatSementara didalam mobil Shinta sibuk membereskan perlengkapan, rubby kembali melamun, fikirannya jauh menerawang. Rindangnya pohon akasia di pinggir jalan menambah deretan keindahan alam yang Tuhan ciptakan, hawa sejuk pagi hari membuat suasana begitu nyaman. Nyaman juga untuk Rubby kembali memikirkan sosok pemuda misterius itu.“hai non…nglamun aja. Bukannya bantuin aku malah asik bengong.”tiba-tiba shinta telah duduk disebelahnya.“eh shin…ga ko, aku ga ngalumin apa-apa..aku Cuma lagi ngeliatin pemandangan aja, bagus ya.”Rubby kembali memandang keluar jendela dengan tersenyum.“ih ngaco deh, perasaan hampir tiap hari kamu lewat jalan ini dan kamu juga ga kaya gini banget. Pasti ada apa- apa deh, ayo ngaku…ada apa sih…cerita dong sama aku.”shinta mendesak Rubby.“loh bener ko ga ada apa-apa, kamu kali yang ada apa-apa.”jawab Rubby sambil tersenyum.“Ihh Rubby, apaan sih ko senyum-senyum gitu, ayo cerita dong…cerita ga…kalo ga aku kelitikin neh…ayo cerita…”dikelitikinnya Rubby hingga dia tertawa tak henti, dan keduanya saling bergurau sepanjang perjalanan.Satu jam perjalanan telah mengantarkan mereka, para rombongan relawan dan donatur ke tempat warga kurang mampu. Masing-masing dari mereka mengerjakan tugasnya sendiri-sendiri. Untuk relawan dan donatur laki-laki bertugas mengeluarkan barang-barang yang siap untuk disumbangkan sedang kaum hawa berbenah barangbarang yang telah diangkut didalam posko.Didalam posko, Rubby dan Shinta sibuk memilah-milah barang untuk dibagikan. Mereka mengelompokkan menurut jenisnya. Tugas Shinta mencatat berapa banyak sumbangan yang telah dikumpulkan.*********“terima kasih pak atas sambutannya, saya disini mewakili teman-reman relawan dan donatur ingin memberi sedikit sumbangsi terhadap desa bapak ini. Dan semoga apa yang kami beri bermanfaat bagi semuanya. Mungkin tidak banyak yang dapat kami berikan, hanya sekedar pelengkap kebutuhan dan tentunya doa dari kami agar warga disini terus dilindungi Allah SWT. Amien….”begitulah penutup atas sambutan ketua rombongan relawan, setelah tadi membagikan sumbangan kini rombongan ini segera pamit untuk pulang.“terima kasih bapa-bapa, ibu-ibu semua, kami disini sangat senang atas kedatangan kalian. Apa yang telah kalian berikan sangatlah bermanfaat bagi kami semua.sekali lagi terima kasih banyak” sambut perwakilan warga disini.Rombongan pun segera berlalu, semua relawan memasuki mobil. Namun sebelum Rubby hendak naik kedalam mobil tiba-tiba Rubby melihat ada sosok pemuda melintas. Dengan gaya yang tak asing lagi buat Rubby, sorot mata yang tajam serta wajahnya yang manis sangatlah meyakinkan Rubby bahwa dia lah pemuda yang selama ini mengganggu fikirannya, Dilihatnya dia baru saja datang dengan membawa gitar, yang roman-romannya habis mengamen. Sontak Rubby langsung mendatangi pemuda itu tanpa peduli kawan-kawan yang lainnya sudah hendak berangkat.“hai rubb, mau kemana kamu.mobilnya sudah mau jalan.”teriak Shinta saat melihat Rubby berlari kearah pemuda itu.“sebentar shin, aku mau ada urusan dulu”timpal Rubby tanpa memperdulikan Shinta.Dengan setengah berlari Rubby mengejar pemuda itu, sebelum terlambat dia menghilang. Akhirnya Rubby dapat berjumpa lagi dengan sosok pemuda yang telah membuatnya penasaran.“hei…tunggu…kamu yang bawa gitar…tunggu.” Rubby memanggil pemuda itu dengan nafas tersengal-sengal.Pemuda itu pun berhenti dan menoleh kearah shinta.“hmm iya ada apa..???” tanya pemuda itu kepada Rubby.“sebentar..” Rubby mencoba mengatur nafas. ”hmm…kamu masih kenal saya.” tanya RubbySepertinya pemuda itu kurang ingat dengan Rubby, terlihat dari wajahnya yang terlihat bingung. “siapa ya… maaf aku ga kenal.” jawab pemuda itu enteng.“Aku rubby, cewe yang dulu pernah kamu tolong itu. Waktu tas aku dirampok orang dan kamu berhasil mengambilnya lagi. Masih ingat.” Rubby mencoba mengingatkan pemuda itu.“hmmm…sebentar..” terdiam sejenak. “oh…kamu cewe ceroboh itu ya…ya aku inget. Ada apa lagi, kamu kerampokan lagi” jawab pemuda itu sekenanya saja.“oh bukan… aku ga kerampokan lagi ko, aku Cuma mau ngembaliin ini. Sapu tangan kamu terjatuh waktu kamu nolongin aku. Waktu itu mau aku kembaliin tapi kamu keburu pergi. Dan mungkin baru sempet kali ini aja aku kembaliin.” Rubby menyerahkan sapu tangan putih yang ditepinya terukir inisial ‘i’…“hmm kalau boleh tau nama kamu siapa, di sapu tangan kamu terukir inisial ‘i’” tanya Rubby“aku Ihsan…makasih ya.” ihsan langsung berlalu meninggalkan Rubby setelah mengucapkan terima kasih“eh.. ihsan.. sebentar jangan pergi dulu.” Rubby mencoba mencegah ihsan“apa lagi…….”“hmm ga apa-apa, ngomong-ngomng kamu tinggal disini ya” tanya Rubby dengan wajah sedikit tersipu“iya, kenapa” jawab ihsan santaiDan belum sempat Rubby mengobrol banyak, Shinta sudah keburu datang untuk mengajaknya pergi.“Rubby ayo cepat pulang, sedang apa kamu disini. Ayo pulang” shinta menarik lengan Rubby karena tidak ingin ketinggalan rombongan.“aduh Shinta sebentar,” menoleh ke arah ihsan, ”hei ihsan boleh kapan-kapan aku berkunjung ke tempatmu” tanya Rubby dari kejauhan.“ya boleh….”Inilah pertemuan kedua Rubby dengan pemuda itu, setelah pertemuan pertama yang tak terduga. Ada sedikit kelegaan dihati Rubby setelah mengetahui siapa nama pemuda itu, terlebih lagi Rubby kini telah tau dimana ia tinggal. Mungkinkah ada pertemuan ketiga, ke empat atau pertemuan-pertemuan berikutnya. Rubby tak tau pasti, tapi didalam hati kecilnya Rubby berharap agar dia bisa berjumpa kembali. Entah apa yang membuat Rubby seperti itu, yang pasti semenjak kejadian itu perasaan Rubby berubah, ada ketertarikan yang Rubby rasa terhadap sosok ihsan.Dalam renungan malam Rubby selalu berdoa agar pertemuan itu menjadi pertemuan yang akan bermakna nantinya.*****

  • KAU LEBIH DARI INDAH

    Oleh: Umi Kulsum – Nama ku Winda, Aku menemukan cinta pertama aku saat aku duduk di kelas 1 smp. Mungkin terlalu dini untuk aku mengenal arti cinta saat usia aku baru menginjak angka 13. Aku menemukan pacar pertama aku melalui Hp, Ketika itu Ada nomor nyasar di hp aku, Dan akhirnya kisah kita berlanjut, Saat itu hanya dia lah yang dapat mengerti semua suasana hati aku. Namanya Resa Suharsanto.Sejak kepergian ayah aku entah mengapa rasanya aku betul-betul kehilangan sosok seorang ayah, Namun setelah kehadiran Resa, Aku menemukan kembali kasih sayang seorang ayah. Walau aku belum mengetahui seperti apa wajah Resa yang selama ini hanya aku kenal melalui handphone seluler ku.Siang itu tepatnya Hari jumat Aku dan resa sepakat untuk bertemu di rumah salah satu sahabat aku indri namanya, Seusai pulang solat jumat. Entah mengapa hati aku jadi tak karuan saat ingin bertemu dengan resa.“win itu kayanya resa deh”ucap Indri sambil menunjuk ke seorang laki-laki yang sedang mengendari motor mio.Aku pun menoleh ke arah yang di tunjuk Indri, dan lelaki itu pun menoleh ke arah aku, lalu dia menghampiri aku.“hai.. kamu winda yah” sapa resa menunjuk akuEntah mengapa hati aku berdegub begitu kencang ketika aku melihatnya“iya aku winda, oya kenalin ini sahabat aku indri” jawab aku dengan perasaan grogi“mending ngobrolnya di dalam aja” kata indri mengajak aku dan resa ke dalam rumahnya.Aku dan Resa pun masuk ke dalam rumah indri,Resa duduk di samping aku,sungguh entah apa yang aku rasakan ada persaan yang tak pernah aku ketahui dan tak aku mengerti.“Kamu dari tadi di sini” tanya resa “yah lumayan dari pas pulang sekolah, aku langsung ke sini” jawab aku“udah bilang belum sama mama kalau kamu mau main dulu, nanti mama nyariin lagi” ujar resa “udah” jawab aku singkat, jujur entah mengapa aku tak kuasa menatap dia terlalu lama, karena perasaan ini terlalu menguasai aku dan aku takut persaan ini di ketahui oleh resa.“ini minumannya udah datang di minum yah, jangan di liatin aja” ujar indri pada kami dan pergi meninggalkan kami berdua.Setelah kepergian indri suasana menjadi hening tak ada pembicaraan antara aku dan resa. Ketika aku melirik ke arah resa, aku dapati dia sedang memperhatikan aku.“Kamu kenapa sih,liatin aku kaya gitu”tanya aku yang mulai risih dengan padangan resa padaku“ga apa-apa, aku seneng aja liat kamu abis kamu manis banget sih” jawabnya “ih.. kamu bisa aja” jawab aku dengan malu-malu.Namun dia tetap menatapku .“udah atuh jangan kaya gitu” ucap aku sambil memalingkan wajahnya dengan tangan aku.“ih.. pelit banget sih kamu mentang-mentang manis,” jawab resa sambil mencubit pipi aku.Suasana berubah menjadi begitu ceria, Resa memang selalu membuat suasana hati aku menjadi begitu bahagia. Tak terasa waktu bergulir begitu cepat.“yah kayanya aku harus pulang,soalnya aku harus nganterin mama aku dulu, ayo pulang” ucap resa sambil menarik lengan aku“nanti aja, aku mau bantuin indri beres-beres dulu” jawab aku “udah sana pulang, kalau kaya gini mah kecil buat gue ga nyampe setengah menit” ucap indri mempropokasikan“iihh .. indri makasih banget yah atas semuanya” ucap aku “yah nyantai aja, lagian rumah gue kan jadi rame gara-gara ada kalian, sering-sering yah kesini biar ga sepi ni rumah” ucap indri dengan tulus“kita pulang dulu yah ndri” pamit resaAkhirnya, aku pulang bersama resa, tak ada pembicaraan selama perjalanan, hingga akhirnya aku sampai di gang rumah aku dan mengucapkan terima kasih pada resa.Setelah pertemuan itu Aku dan Resa menjadi semakin akrab, dia sering mengantar atau menjemput aku ke sekolah. Padahal sekolah aku begitu jauh di banding sekolahnya.Tanpa terasa 1 bulan sudah aku mengenal resa. Saat aku sedang belajar hp ku bergetar ternyata ada sms dari resaNanti pulang sekolah aku jemput yah,Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan sama kamuTunggu aku datang yah Aku pun membalasnyaOkay… Tapi jangan lama-lama yah datangnyaEntah apa yang ingin resa katakan pada aku,pikiran itu terus menghantaui aku hingga jam sekolah pun berakhir.Ketika aku berniat sms resa ,tapi hp aku malah bergetar terlebih dahulu ketika aku lihat ternyata dari resaAku udah sampaiSekarang aku ada di depan gerbangKamu udah pulang belum??Sambil berjalan aku pun membalas sms darinyaUdahTunggu yah aku lagi jalan ke gerbangDari kejauhan telah tampak resa yang sedang duduk di atas motornya menunggu aku, aku pun mempercepat langkah aku.“hai udah lama nunggunya” ucap aku setelah sampai di hadapannya“ga kok, ayo naik” jawabnya tersenyum manisKami pun pergi dan sampai di sebuah danau yang indah“waah bagus banget pemandangannya” ucap aku berdecak kagum melihat sekeliling aku“iya ini tempat paling spesial, biasanya kalau aku lagi sumpek aku kesini untuk ungkapin semua perasaan aku” ucap resa menjelaskan“win aku mau ngomong sesuatu sama kamu” lanjut resa dengan wajah serius sambil memegang kedua tangan akuResa pun melanjutkan kata-katanya” buat aku ini waktu yang tepat untuk ungkapin semua rasa yang aku rasain sama kamu dan ini adalah tempat yang tepat buat aku ungkapin ini semua, udah 1 bulan aku kenal kamu, sejak aku kenal kamu entah kenapa aku ngerasa nyaman sama kamu dan akhir-akhir ini rasa itu semakin besar” suasana hening sejenak“win aku sayang kamu, kamu mau kan jalani hari-hari kamu sama aku dan temani aku, Kamu mau kan jadi pacar aku” ucap resa terlihat keseriusan dan ketulusan dari matanyaAku terdiam mendengar kata-katanya ternyata selama ini aku dan resa memiliki rasa yang sama“win aku harap kamu bisa jawab pertanyaan ku sekarang” ucap resa membuyarkan pikiranku“aku mau jadi pacar kamu, tapi aku belum boleh pacaran sama keluarga aku” jawab aku dengan menundukan kepala“aku tau kok kondisi kamu kaya apa, itu bukan hal yang harus di permasalahkan, aku bakal nunggu kamu sampai keluarga mu mengizinkan kamu pacaran” jawab resa sambil mengangkat kepala aku dan memeluk aku.Hari ini Resa bukanlah sahabat aku lagi tapi kini aku bisa memiliki dia seutuhnya rasanya bahagia sekali bisa memiliki dia seutuhnyaHari-hari yang aku lalui kini menjadi lebih indah. Semua dapat aku atasi dengan baik karena resa selalu ada dan selalu siap membantu aku saat aku sedang membutuhkannya.Tanpa terasa hubungan kami pun telah berjalan satu tahun,tahun pertama dapat kita lalui dengan baik tanpa ada sedikit pun masalah rasa sayang ini pun makin besar padanya. Hari ini dia mengajakku untuk merayakan hari jadian kita, tapi sayangnya aku ga bisa karena hari ini ada ekskul yang tidak bisa aku tinggalkan, untungnya resa dapat mengerti. Pulang ekskul aku di jemput olehnya. Dia pun memulai pembicaraan antara kita.”yank besok kamu bisa ga temenin aku ke ultah temen aku” tanya resa sambil mengendarai motornya“yah yank kayanya ga bisa deh, soalnya besok ada ekskul lagi yank” jawab aku“please yank temeninn aku, kan udah beberapa bulan ini kamu sibuk sama ekskul kamu, sehari aja temenin aku, soalnya temen-temen aku pada bawa pacar yank” ucap resa sambil merengek“liat besok yah yank,kalau aku dapat izin dari pembinaku, emang kapan acaranya” jawabku dengan perasaan bingung“pulang sekolah yank,masalahnya dia temen deket aku yank, ga datang ga enak akunya” ucapnya dengan rasa kecewa dengan jawaban aku.“iya sayang aku besok aku usahain”jawab aku berusaha mencairkan suasana“janji yah” ucapnya memastikan“iya” jawab akuTak terasa perjalan harus berakhir aku pun turun dari motor resa “makasih yah yank” ucap aku tersenyum manis“iya, nyampe rumah langsung mandi, makan, sholat terus istirahat yah” ucapnya memperhatikan aku“oke bos, hati-hati yah di jalan” jawab aku dengan penuh senyumResa pun pergi meninggalkan aku.Hari ini seusai jam pelajaran aku menemui pembina aku untuk minta izin, karena aku tidak bisa mengikuti ekskul hari ini, awalnya sih ga boleh tapi akhirnya aku dapati izin itu. Setelah aku beritahu resa, dia pun menjemput aku dan kami pun pergi ke sebuah tempat makan. Disana sudah banyak sekali teman resa. Aku pun di perkenalkan satu persatu kepada temannya itu. Acara pun di mulai. Seusai acara kita semua ngobrol-ngobrol.“oya sambil ngobrol, enaknya sambil ngerokok ni” ucap andi salah satu teman resa sambil mengeluarkan beberapa bungkus rokok dari tasnya.Resapun ikut menhgambil rokok-rokok itu, jujur aku kaget melihat resa merokok, selama 1 tahun ini aku tidak pernah melihatnya merokok.“ternyata dia seorang perokok” gumam aku dalam hati.Sepanjang obralan mereka aku perhatikan resa sudah menghisap sebungkus rokok, Hingga akhirnya acara pun selesai aku dan resa pun pulang. Sepanjang jalan aku hanya diam, sungguh aku kesal ikut dengannya hari ini, di tengah perjalanan aku meminta dia untuk singgah di sebuah taman di pinggir jalan yang kita lewati.“Ada apa sih yank” tanya resa bingung karena aku menyuruhnya berhenti“Ada yang pingin aku omongin sama kamu” jawab aku dengan nada kesalResa pun mengikuti aku, Hingga kita terhenti pada sebuah tempat “apa yang mau kamu omongin”tanya resa mulai kesal“sejak kapan kamu merokok, kenapa selama ini di hadapan aku, kamu ga pernah melakukan hal itu. Apa memang ini yang selalu kamu lakuin kalau sama temen-temen kamu selama ini” ucap aku dengan penuh emosi“udah lumayan lama yank aku ngerokok, aku tau dari indri kalau kamu tuh ga suka sama laki-laki perokok, makannya selama ini aku ga pernah ngeroko di hadapan kamu” jelas resa dengan rasa bersalah“kamu tau aku ga suka rokok tapi kamu masih aja ngelakuin hal itu, dan kamu sembunyiin selama ini sama aku hal ini” ucap aku kesal“yank selama ini aku dah coba buat berhenti tapi ga semudah itu semua butuh proses dan sekarang juga aku lagi mengurangi rokok aku, aku cuman ga mau kehilangan kamu cuman gara-gara kebiasaan buruk aku ini” jawabnya kali ini nadanya mulai meninggi“mengurangi kamu bilang, tadi aja selama kamu ngobrol sama temen kamu, aku liat satu bungkus kamu habisin sendirian” ucap aku dengan emosi memuncak“yank sebelum aku kenal sama kamu, aku lebih parah dari yang kamu liat tadi” jawab resa lirih“aku cuman ga mau kamu sakit yank, rokok tuh ga baik buat kesehatan kamu” jawab aku dengan nada yang sedikit menurun“makasih yank, aku janji bakal nyoba buat terus berhenti merokok” jawab resa sambil mengelus kepala akuResa pun melanjutkan perjalanannya mengantarkan aku pulang hingga gang rumah aku. Semua masalah dapat terselesaikan dengan baik di tahun pertama ini.Kini hubungan aku dan resa tak terasa telah memasuki tahun ke 2, Kali ini dia mengajak aku ke suatu tempat yang tak kalah indahnya dengan danau tempat kita jadian,tapi jaraknya cukup jauh di sana Resa memberikan aku kalung hati yang tertulis nama kita berdua satu di simpan olehnya dan satu lagi oleh aku,Namun tiba-tiba hujan turun karena tidak ada tempat berteduh resa pun mengajak aku mencari tempat untuk berteduh sambil mengendari motornya, setengah perjalanan telah kita lalui hingga akhirnya kita menemukan sebuah halte.”yank kita neduh dulu yah”ucapnya dengan suara menggigilAku dan resa pun segera meneduh di halte tersebut, Di lihatnya aku begitu kedinginan dia pun memakaikan jaketnya kepada aku“pakai yank nanti kamu sakit lagi,”ucapnya sambil membuka kaca helmnyaAku sungguh terkejut ketika aku lihat wajahnya begitu pucat “kok wajah kamu pucat banget sih,kamu ga apa-apakan?”jawab aku sangat khawatir.“ga apa-apa kok yank”jawabnya sambil menutup kembali kaca helmnyaSetelah ujan reda Kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan, Di sepanjang jalan aku mendengar resa tak berhenti batuk“Huunk..uuuhhuuk yank kerumah aku dulu yah”ucapnya masih dengan nada menggigil dan terdengar begitu lemah“ya udah”jawab aku dengan rasa khawatir karena dari tadi resa tak berhenti batukSesampai dirumah resa,aku di sambut hangat oleh keluarganya“kalian kok basah kuyup begini sih”ucap ibu resa kaget melihat kami berdua“iya tante tadi kita keujanan di jalan,nyari tempat teduh susah banget”jawab aku sedikit canggung“ya udah kalian ganti baju dulu sana, abis itu makan siang dah”ucap ibu resa begitu ramahAku dan resa pun berganti baju, Aku di pinjami baju oleh kakak Rita kakaknya resa, Resa adalah anak ke2 dari 3 bersaudara,dia punya kakak perempuan dan adik laki-laki yang begitu mirip denganya namanya reza, Seusai berganti pakaian aku ikut nimbrung bersama keluarga resa dan makan bersama mereka, entah mengapa aku merasa sudah lama mengenal mereka,mereka begitu baik dan ramah pada ku,padahal ini pertama kalinya aku mengfenal keluarga resa. Satu jam sudah aku bersama keluarga mereka, namun resa tak juga turun dari kamarnya.“Resa kok lama banget yah di atas,sebentar yah win tante liat dulu”ucap mama resaAku hanya tersenyum, tapi entah kenapa perasaan aku merasa tidak enak aku merasa ada sesuatu yang terjadi pada resa, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.Sejam berlalu ibunya resa baru turun dari kamar resa.“resanya kemana tante”tanya aku bingung karena resa tak ikut turun dari kamarnya“ada kok, tapi kayanya dia demam dan tadi tante suruh dia istirahat, tadi resa pesan katanya kamu pulangnya di antar supir aja, takut mama kamu nyariin ”jawab ibu resa“ga apa-apa tante nanti saya naik angkutaan aja,oya tante kayanya saya harus pulang soalnya udah larut malam”ucap aku, Entah mengapa kekhawatiran aku semakin menjadi“kok buru-buru sih”ucap bapak resa“iya om soalnya aku takut ibu di rumah nyariin kan tadi ga bilang dulu, makasih yah om,tante,kakak atas semuanya dan maaf saya udah ngerepotin semuanya ni”jawab aku sambil berpamitan pada mereka“ga kok,kita malah senang kamu main ke sini”jawab kak rita“ia, tante dan om juga seneng kamu jangan kapok yah main kesini”ucap papa resa “sering-sering yah sayang main ke sini,janji yah”ucap mama resa sambil memeluk akuAku tersenyum menjawab ucapan mamanya resa, Begitu harmonis dan ramah sekali keluarga resa terhadap aku. Akhirnya aku di antar pulang oleh supir di rumah resa, Aku pulang tanpa aku tahu bagaimana keadaan resa,sempat aku sms dia selama di perjalanan,Namun tidak ada satu pun sms ku yang di balasnya olehnya.Tak terasa 3 hari berlalu, Resa tak juga menghubungi aku, bingung apa lagi yang harus aku lakukan.perasaan aku begitu tak karuan ada rasa cemas dan kesal mengelayut di hati aku.“eh. Kenapa loe dari tadi gue liatin bengong aja”ucap indri membuyarkan lamunan aku“lagi sebel gue ndri sama resa”jawab aku cemberut“apa yang di lakuin sih resa sampai bikin loe bete gini”tanya indri begitu bersemangat“beberapa hari ini dia ga hubungin gue,sms ga di bales,telpon gue juga ga pernah di angkat”jelas aku“kok bisa,loe bikin salah kali, atau dia punya cewe baru”ucap indri meledek aku“ih jahat banget sih loe”ucap aku kesal“hheehee.. ceritain dong sama gue asal mulanya sampai kaya gini”ucap indri memohonAkhirnya aku cerita kan apa yang terjadi dengan kami, dan indri menyarakan aku untuk berkunjung kerumah resa sehabis pulang sekolah.Usai pelajaran aku dan indri pun pergi kerumah resa,tapi ternyata aku tak mendapati hasil sesampai di rumahnya tak ada seorang pun yang aku temui, Rumah resa terlihat sepi dan kosong. Bahkan pembantu di rumahnya pun tak ada.“udahlah mungkin mereka lagi pada pergi kali, nanti kita coba lagi yah”ucap indri mencoba menghibur aku“mending kalau pergi datang lagi,tapi kalau mereka pindah rumah gimana ndri”ucap aku kecewa“itu semua ga akan terjadi,resa sayang sama loe dan dia ga akan ninggalin loe, percaya deh”ucap indri meyakinkan aku“kalau sayang dia ga akan giniin gue ndri”lirih aku Indri hanya diam, tak mampu menjawab kata-kata terakhir aku.Hari demi hari aku lewati tanpa resa semua begitu berubah, Tak ada lagi tawa yang tercipta kini hanya tersisa kesedihan. Tiba-tiba hp aku berdering, Ketika ada panggilan dari nomor yang tak aku kenal,“Asalamualaikum”ucap aku mengangkat telephone“walaikumsalam”jawab orang di serbang sana“maaf ini siapa yah”tanya aku pada seorang perempuan di serbang sana“ini kakak Rita”jawab suara di serbang sana“kakak rita, Apa kabar kakak dan ada apa yah kakak tumben telpon aku”ucap aku bingung“baik de,oya kakak pengen cerita sama kamu”ucap kakak rita begitu lirih.“Cerita aja kakak,siapa tau aku bisa bantu kakak”jawab aku“kakak bingung mau cerita sama siapa lagi, dan kakak inget kamu. Makannya kakak telphone kamu”ucap kak RitaKakak Rita pun mencerikan kisahnya bersama pacarnya yang belum mendapatkan restu dari orang tuanya,karena penampilan pacar kakak rita yang tak di sukai,padahal kakak rita sudah berkali-kali meminta pada pacarnya untuk mengganti penampilan pacarnya itu, namun yang di dapati oleh kakak rita yaitu kata putus,dan itu semua ga bisa kakak rita terima karena rasa sayang kakak rita udah begitu besar sama pacarnya itu.“ya udah lah kakak ngapain di pikirin cowo kaya gitu,cowo yang ga mau berkorban buat kakak,aku yakin suatu saat nanti akan ada cowo yang lebih baik yang bakal gantiin cowo kakak itu.dan rasa sayang itu lama-lama juga bakal hilang,wajar kalau saat ini kakak begitu sakit tapi lama kelamaan semua itu bakal hilang, sabar yah kakak”saran aku mencoba menenangkan “makasih yah sayang, emang ga salah resa milih kamu”ucap kakak rita“bisa aja kakak”jawab aku “sayang udah dulu yah, kamu jangan lupa istirahat dan makasih atas saran kamu”ucap kakak rita sambil mengakhiri telponnyaAda kekecewaan di dalam hati aku, padahal aku pingin banget nanya soal resa tapi memang suasananya ga tepat.Semenjak kejadian itu Kakaknya resa lebih sering telpon atau sms aku, tapi aku belum juga berani untuk menanyakan resa padanya. Kini 2 minggu berlalu aku lalui tanpa resa, Tetapi sekarang semua sudah tak begitu berat aku lalui,aku mulai terbiasa tanpa dia.Hari ini aku pulang bersama indri, Ketika sedang jalan menuju gerbang, aku melihat sosok laki-laki yang sudah lama tak aku temui, Namun aku ragu setelah aku mendekat pada sosok yang tadi aku lihat ternyata benar itu resa, Aku alihkan pandanganku seolah aku tak melihatnya.Padahal hati aku begitu bahagia ketika aku melihat resa,ada rasa rindu yang begitu besar padanya,Namun aku tetap memalingkan wajah aku“win itukan resa”ucap indri terkejut melihat resa“bukan ndri resa udah ga ada lagi dalam hidup gue” jawab aku tanpa menoleh ke arah yang indri tuju“bener tau itu resa”ucap indri meyakinkan akuNamun aku terus berjalan hingga melewati resa.Resa pun mengejar aku“win…win”panggil resa, Namun aku terus berjalan bahkan mempercepat jalan aku, hingga akhirnya resa dapat meraih tanganku.“kamu kenapa sih”tanya resa“lepasin tangan aku”ucap aku sambil melepaskan genggaman tangannya“aku bakal lepasin tangan kamu asal kamu mau dengerin penjelasan aku”jelas resa“ga ada yang perlu di jelasin”bentak aku entah mengapa airmata aku keluar dari sela-sela mataku“win mending loe dengerin dulu penjelasan resa, biar semua masalah bisa clear dengan baik,jangan emosi gini malu tau di liatin orang”saran indri “sana naik , selesaiin semua dengan baik okay”lanjut indriAku pun ikut mengikuti kata-kata indri, dan resa melajukan motornya ke danau tempat pertama kita jadian. Disana dia menjelaskan kenapa selama ini dia menghilang.“aku tau kamu marah sama aku, aku menghilang gitu aja dalam hidupmu, bukan maksud aku untuk ninggalin kamu,tapi ada satu hal yang tak bisa aku katakan sama kamu yang ga bisa aku jelasin sama kamu”ucapnya“kenaapa ga bisa di jelasin apakah serumit itu hingga kamu ga bisa jelasin semua itu”jawab aku kesal“oke, aku bakal jelasin sama kamu, aku pergi karena beberapa hari ini, karena aku di ajak mama ke bandung,mama bertengkar hebat sama kakak dan mama menyita hp aku karena mama ga mau ada yang tau keberadaan kita di sana”ucap resa menjelaskan pada akuAku pun menerima alasannya itu, Karena alasan itu masuk akal dan sama seperti yang di ungkapkan kakak rita.“terus sekarang semua udah selesai”ucap aku“udah semua dapat terselesaikan dengan baik, kamu mau kan maafin aku”jawab resa dengan penuh penyesalanAku hanya mengagukan kepala menjawab pertanyaannya itu“aku sayang sama kamu”ucap resa sambil memeluk aku“janji yah jangan tinggalin aku lagi”ucap aku memeluk erat resa“aku janji”jawab resaSemakin banyak masalah yang aku hadapi bersama resa, Semakin banyak yang aku ketahui tentang resa, Hari-hari aku kini kembali di penuhi dengan tawa dan canda, dan aku pun semakin dekat dengan keluarga resa karena aku semakin sering main ke sana.Hal yang selama ini selalu aku mimpikan kini menjadi sebuah kenyataan yang begitu indah,aku tak ingin semua hilang dan berakhir.Hari kelulusan sekolah pun datang, Aku dan Resa lulus dengan hasil yang memuaskan. Resa memutuskan untuk masuk kesalah satu SMU terfavorit di tangerang, Sedangkan aku lebih memilih masuk ke SMK analis pangan di tangerang dan semua ini malah membuat kami semakin dekat walau jarang bertemu.Memasuki tahun ke 4 ,Entah mengapa resa menjadi lebih jauh dari aku, Resa tak lagi sesering dulu berada di samping aku. Yah aku akui semenjak masuk SMU kami jadi lebih sibuk sekolah, bahkan sms pun jarang. Aku pun semakin sering mendengar dia jatuh sakit dan sesekali aku menjenguknya, tetapi resa dan keluarganya selalu bilang bahwa resa hanya kecapean karena banyak kegiatan di SMUnya, Hingga suatu hari dia mengajak aku untuk pergi jalan-jalan. Dari pagi sampai malam aku pergi bersama-sama dengannya, dia pun mengantarkan aku pulang“ada satu hal yang mau aku sampaikan sama kamu” ucapnya begitu serius setelah sampai di gang rumah aku“ada apa sih yank kok serius banget”jawab aku bingung melihat wajahnya berubah menjadi begitu serius“mungkin ini bakal terdengar begitu menyakitkan, tapi aku harus bilang ini sama kamu,aku rasa hubungan kita cukup sampai di sini aja”ucap resa dengan suara lirihAku begitu tercengah mendengar kata-katanya,”kenapa emangnya aku salah apa sampai kamu mutusin aku kaya gini”“kamu ga punya salah apa-apa,yang pasti harus kamu tahu kalau aku udah ga nyaman sama kamu, makasih atas semua dan aku harap kamu dapat menerima ini semua”jawab resa dan pergi meninggalkan aku sendiri.Aku hanya bisa terdiam dan tanpa aku sadari resa telah jauh meninggalkan qku.Airmata yang menemani aku pulang hingga sampai di kamar aku ,rasa sakit yang aku derita lebih sakit dari semua hal yang aku alami selama ini, orang yang aku sayangi dengan mudahnya mengucapkan kata putus dan meninggalkan aku begitu saja. Tanpa aku tau apa salah aku.Setelah kejadian semalam resa sama sekali tak sms ataupun telphone aku, Berkali-kali aku sms dan telphone dia untuk meminta penjelasan yang sejelas-jelasnya tentang keputusan sepihaknya itu. Namun tak satupun di gubris olehnya. Hingga rasa cinta dan sayang di hati ini berubah menjadi rasa benci akan sikapnya itu.Hari-hari kini aku lalui tanpa bersemangat semua begitu berbeda, resa tak lagi ada di samping aku yang ada hanya rasa sakit yang tertinggal, Butuh waktu cukup lama untuk aku melupakannya dan sekarang aku lebih bisa terima kenyataan dan semua lebih baik dari hari kemarin., walau aku belum bisa melupakkannya, Semenjak aku putus dengan resa tak ada satu nomor keluarganya yang dapat aku hubungi . Kakak rita pun kini sudah tak lagi menghubungi aku.Malam ini entah mengapa ada rasa rindu yang begitu besar pada resa, rasanya aku ingin bertemu dengannya, Tapi tak ada yang bisa aku perbuat, hingga aku tertidur lelap,Sore itu hp aku berdering,ketika aku lihat ternyata nomor yang tak aku kenali, Aku pun mengangkatnya“hallo, siapa ini??”sapa aku pada orang di serbang sana“hallo ini bener winda”ucap orang di serbang sana “ia benar, ini siapa” jawab aku dan mengulangi pertanyaan aku“ini kak rita win”ucap orang di serbang sana dengan lirih“kak rita, ada apa kak”tanya aku bingung karena selama ini kak rita telah menghilang semenjak resa memutuskan aku“kamu bisa ga ke rumah sakit sekarang”ucap kak rita, dengan suara begitu sedih“siapa yang sakit kak”tanya aku bingung“udah kamu ke rumah sakit aja,nanti kamu akan tau siapa yang sakit, ajak juga indri yah”jawab kak rita sambil memberikan alamat rumah sakit dan ruangannya “makasih yah de, kakak harap kamu bisa datang”ucap kak rita sambil mengakhiri telponAku pun tanpa membuang waktu langsung pergi dan tak lupa aku ajak indri turut bersama aku, Sesampai di rumah sakit, aku pun langsung menanyakan ruangan yang aku tuju. Dan langsung menuju ruangan tersebut. Setelah sampai di depan ruangan yang aku tuju begitu tercengah aku ketika ku lihat bacaan yang tertera di depan pintu ICU, hati aku semakin khawatir aku takut yang berada di dalam adalah orang yang aku sayang,aku pun terdiam di depan pintu bertuliskan ICU, aku berharap aku kak rita salah memberitahu ruangan yang aku tuju. Indri mencoba menenangkan aku. Hingga ada suara yang memanggilku dari belakang“winda” panggil kak rita di sertai mama resa“tante , kakak”aku pun menghampiri mereka bersama indri“kamu apa kabar”tanya mama resa“baik tante, resa kemana tante”jawab aku entah mengapa pertanyaan itu melontar begitu saja dari mulut akuMama resa pun langsung menangis mendengar pertanyaan aku dan kak rita pun mencoba menenangkanAku dan indri pun bingung melihatnya dan terdiam.“apa yang sebenarnya terjadi tante sama resa, kok tante nangis”tanya aku penasaranSuasana hening sesaat, hingga akhirnya mama resa mulai tenang dan menjelaskan“win kamu adalah wanita pertama yang resa bawa ke rumah dan di kenalkan sama kami,kamu juga wanita pertama yang mengenalkan cinta sama resa, Sejak resa kenal kamu,dia berubah menjadi anak yang baik,telihat jelas begitu tulus cintanya padamu, terlihat jelas bahwa dia tak ingin kehilangan mu,tante rasa kamu juga begitu. Kalian terlihat begitu saling mencintai, waktu itu resa pernah meninggalkan kamu beberapa bulan kan”tanya mama resa, aku pun mengaguk,dan mama resa melanjutkan pembicaraannya “sebenernya dia ninggalin kamu untuk berobat ke jakarta, dia ga mau kamu tahu soal penyakitnya karena takut kamu mengkhawatirkannya,makannya dia lebih memilih berbohong padamu”Entah mengapa hati aku terasa sakit dan takut, airmata aku tak terasa mengalir”resa sakit apa tante”“dia terkena kanker paru-paru dan kini kanker itu semakin menjalar, dokter bilang kanker di tubuhnya telah memasuki stadium 4”jelas mama resa lirih Aku pun tak kuasa mendengar jawaban itu,airmata aku semakin deras mengalir, aku tampu mampu untuk membayangkan betapa menderitanya orang yang aku sayangi selama ini.Mama resa pun mendekap aku erat ”sabar yah sayang,apa yang kamu rasain sama kaya apa yang tante rasain. Kita sama-sama ga mau kehilangan resa. Tapi kalau itu kehendak tuhan kita hanya bisa menerima ini semua, sekarang kamu lihat keadaan resa dulu,dia pasti senang kamu datang” ucap mama resa dan menghapus airmata di pipi akuAku dan indri pun memasuki ruang ICU, kita berganti pakaian dan mensterilkan badan kita, Ketika aku masuk ke dalam ruangan itu, Langkah kaki aku terhenti, Ketika aku melihat sosok pria yang aku sayangi sedang terbaring tak berdaya dengan selang dan kabel-kabel di tubuhnya,Airmata aku mengalir kembali dan indri pun berusaha menguatkan aku untuk mendekat ke sosok tersebut.Sampai di dekat resa aku benar tak kuasa melihatnya, terlihat begitu tenang wajahnya ,tapi aku tau pasti dia sedang menahan rasa sakitnya itu“yank bangun, sekarang aku ada di sini,jangan tidur terus donk”ucap aku lirih“iya resa bangun donk, ada winda ni,dari beberapa bulan ini dia pengen ketemu banget sama loe, makannya sekarang dia datang”ucap indri dengan airmata yang mengalir di pipinyaAku tak mampu berkata-kata lagi, Aku genggam tangannya dan airmata jatuh dan menyentuh tangannya. Karena melihat kondisi aku indri mengajak aku keluar.“resa istirahat yang banyak yah, aku sama winda nunggu kamu di luar”ucap indri sambil merangkul aku untuk pergiBegitu berat untuk aku meninggalkannya. Tapi jujur aku tak sanggup bila harus berada terus menerus di dalam ,dengan melihat kondisinya saat ini. Hingga malam aku di sana tak sanggup aku untuk meninggalkannya aku takut terjadi sesuatu dengannya, Tapi aku harus pulang, karena ibu aku sudah mengkhawatirkan aku. Aku dan indri pun berpamitan pada keluarga resa dan di antar pulang oleh supir. Sesampai dirumah aku malah tidak bisa tidur aku terus sms kak rita agar aku tahu kondisi resa.Kak kalau ada perkembangan tentang resa kasih tahu aku yahKak Rita pun membalasIya ade ku tersayangUdah malem niKamu harus istirahat,jangan mikirin resa terusNanti kamu sakit lagi dan pasti resa bakal sedih kalau kamu sakitKamu istirahat yah Selamat istirahatHave a nice dreamAku pun terlelap dam tidur aku.Esok paginya aku pun segera bersiap untuk berangkat sekolah, seusai sarapan aku lihat hp aku, Begitu terkejut aku ketika aku lihat ada 56 panggilan tak terjawab aku lihat ternyata semua dari kak rita,Aku pun jadi bertanya-tanya apa yang terjadi sampai sebanyak ini panggilan tak terjawab.Aku pun berpamitan,Aku coba menghubungi kembali kak Rita, Namun tak ada jawaban dari kak Rita.lalu aku mencoba sms kak RitaMaaf kak semalam aku udah tidurJadi tidak bisa angkat telpon kakakEmangnya ada apa yah kak???Sms aku pun tak ada jawaban, Rasa khawatir menyelimuti diriku, Tapi aku terus mencoba berbaik sangka dan menenangkan perasaan aku.Hari ini aku ga konsen belajar,Hingga waktu pun terasa lama, Waktu istirahat ini aku pergunakan untuk mereayu pembina ekskul aku untuk meminta izin padanya,karena pulang sekolah nanti aku akan menjenguk kekasihku tersayang,Hari ini perasaan aku ingin sekali bertemu dengannya dan entah mengapa perasaan aku tidak enak terhadap resa. Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi dan handphone aku pun berdering. Aku lihat ternyata kak Rita tanpa membuang waktu aku pun langsung mengangkatnya“Assalamualaikum, ada apa kak,maaf semalam telphonnya ga aku angkat soalnya aku udah tidur kak”ucap aku pada kak rita“walaikumsalam, ga apa-apa de,oya sekarang kamu bisa ga ke rumah sakit,udah pulang sekolah kan”jawab kak rita sambil menangis“iya kak bisa,emang ada apa kak”ucap aku penuh dengan rasa penasaran“kamu kesini aja yah, cepetan”jawab kak ritaTanpa membuang waktu aku pun mempercepat langkah aku,walau rasanya kaki ini sudah begitu lemas untuk melangkah,hingga aku pun memasuki ruang ICU, tanpa banyak bicara mama resa menyuruh aku untuk masuk ke ruang ICU.Kembali aku tak dapat menahan airmata ini,Aku lihat Resa sudah begitu lemas dan tak mampu menahan penyakitnya lagi.aku pun melangkah ke hadapan resa.Aku genggam tangannya“Udah saatnya kamu bangu sa, Udah terlalu lama kamu tertidur, aku kangen sama kamu, dikit lagi hari jadian kita yang ke 4,aku pengen banget ngerayain hari jadian kita di danau sama kamu, kamu harus janji yah buat bangun dan terus melawan penyakit kamu itu”ucap aku dengan derai airmata yang tak mampu lagi aku tahanSeketika tangan resa menggenggam erat tangan aku, aku pun terkejut melihat reaksi yang di berikan resa,terlihat mata resa yang berkedip, Namun rasanya berat sekali baginya untuk membuka matanya,Akuppun memanggil suster dan ketika dokter dan suster datang beberapa saat genggaman itu mulai melemah hingga alat pemacu jantung pun berubah menjadi garis lurus.Dokter langsung menangani resa, Tanpa menyuruh aku untuk keluar aku hanya bisa memanggil namanya dan terus memberi dia semangat untuk bertahan,Sampai dokter menyatakan menyerah.Aku tak kuasa melihat tubuh resa yang kini menjadi kaku,Terdengar jerit tangis mama dan kakak rita.Tubuh resa pun di tutup oleh kain putih,Ketika aku melihat hal itu tiba-tiba tubuh aku terasa begitu lemas dan tak berdaya hingga aku pun jatuh pingsan.Entah apa yang aku alami ketika aku bangun ternyata aku sudah berada di kamar aku. Aku berharap kejadian itu hanya mimpi, Tapi ternyata semua kenyataan, Karena aku lihat ada indri di samping aku dengan busana hitam-hitam“sabar yah, gue yakin ini jalan terbaik buat resa”ucap indri dan memeluk aku erat“terus sekarang resa gimana”tanya aku lemasIndri menangis begitu terisak mendengar pertanyaan aku.lalu indri memeluk aku dan berkata“dia udah di makamin,tadinya mau nungguin loe tapi loe ga sadar-sadar”Jawaban indri membuatku semakin terpukul, Begitu berat rasanya kenyataan ini harus aku pikul, Seakan tuhan ga adil akan diri aku kenapa harus resa yang pergi kenapa bukan aku saja, Aku tak mampu bila harus menjalani kehidupan ini tanpa resa.Kepergian resa membuat aku berhenti sejenak menjalani kehidupan aku. Hingga orang tua aku membawa aku ke seorang psikiater, Sebulan aku ikuti terapi, Hingga akhirnya aku bisa menerima kenyataan ini, Kenyataan bahwa resa telah pergi dan takkan kembali lagi dalam kehidupan aku. Tak luput indri pun selalu menguatkan aku, Malam ini aku putuskan untuk mengemas barang-barang pemberian resa,Esok siang akan aku kembalikan semua barang ini pada keluarganya, Aku tak ingin larut dalam kesedihan, karena entah mengapa airmata aku mengalir begitu saja ketika aku melihat barang-barang ini bayangan tentang resa muncul kembali dan kisah-kisah terindah kita kembali terbayang.Siang ini aku kerumah resa dengan membawa kotak berisi barang-barang resa dan es krim reza, Ketika aku sampai di depan pintu rumah resa aku dapati Reza sedang main seorang diri“kakak”sapanya ketika melihat aku“hai. Giman kabar kamu,ini kakak bawa sesuatu buat kamu”jawab aku sambil memberikan es krim yang aku bawa“baik kakak. Makasih yah”jawabnya begitu bergembira“mama ada de”tanya aku sambil mengusap kepalanyaBelum sempat Reza menjawab kak Rita keluar dari dalam rumah“winda”sapa kak rita sambil menyambut memeluk aku“gimana kabar de,udah lama ga main kesini”ucap kak rita“aku baik kak,aku lagi banyak tugas sekolah”jawab aku“ayo masuk dulu”ajak kak rita “ga usah kak, aku kesini Cuma mau balikin ini”jawab aku sambil memberikan kotak yang aku bawa pada kak rita”kenapa kamu balikin semua ini de”tanya kak rita seusai melihat isi kotak yang aku bawa“aku rasa aku sudah tak mampu untuk menyimpan ini semua, maaf yah kak aku ga bisa lama-lama aku harus segera pulang,permisi”ucap aku lalu aku pun pergi meninggalkan rumah resaAku tak mampu berlama-lama di sana begitu banyak kenangan yang terukir di rumah itu dan aku tak mampu untuk melihat reza karena wajahnya begitu mirip dengan resa, Itu semua hanya akan membuat aku kembali terbayang sosok resa.Semajak hari itu aku tak pernah lagi berkunjung ke rumah resa, Namun bagi aku hal terindah yang aku rasakan adalah ketika aku sempat mmengenal dan memiliki resa, walau hanya sementara, Banyak hal yang aku temukan dari resa, Aku menemukan arti sebuah kasih sayang,menghargai dan indahnya di cintai. Hingga hari Resa tak dapat aku lupakan bahkan tak mampu diri ini melupakannya, Karena dia akan selalu hidup di hati ku.Selama jalan Cinta Pertama Aku, Aku yakin saat ini kau sedang bahagia di dalam Surga dan Kelak kisah kita kan abadi di dalam sana.==========SELESAI==========Profil PenulisNama: Umi KulsumTanggal Lahir: 9 Mei 1992Pekerjaan: MahasiswaEmail: umiiciiyoungestchildren@yahoo.comFacebook: umii wishy-washyMohon Kritik dan sarannya yah

  • Cerpen Remaja ‘FCMCSG’ Part 2

    CerpenFCMCSGBagian 2 Cerpen FCSCMG karya Mia Mulyani bagian kedua. Monggo langsung di baca. Credit Gambar : www.desainkawanimut.comcerpenBegitu pak Retno melangkah keluar meninggal kan kelas, Feisya segera menghampiri meja Sarah. Tau tuh tu anak mo ngapain dari tadi saat belajar justru malah nge'sms buat berengan pulangnya."Ada apaan?" tanya Feisya to the point."Loe keluarnya bareng gue. Tunggu bentar. Gue beresin buku – buku gu dulu"."Emang nya kita mau ke mana?" tanya feisya lagi."Ke parkiran bentar"."Ha?. Mo ngapain?".sebagian

  • Cerpen pendek ‘He is my love’

    Inget cerpen pendek sang idola yang sudah admin posting sebelumnya? Nah, setelah admin baca ulang cerpen He is my love ini admin baru ngeh kalau ternyata temanya sama. Ck ck ck. Tapi nggak papa lah, namanya juga fiksi. So, buat yang mau baca bisa langsung ke bawah aja ya."Ya udah, gue pulang dulu ya?""Iya, hati -hati di jalan. Da…" balas Irma sambil melambaikan tangannya. Mengantarkan kepergian Rey, sang kekasih setelah seharian ini jalan – jalan. Yah mumpung hari minggu, libur sekolah. Kalau nggak kapan lagi punya waktu buat kencan. Bener gak?Setelah sosok Rey beneran hilang dari pandangan barulah ia melangkahkan kaki masuk kedalam rumah. Sambil terus melangkah mulutnya tak henti bersenandung kecil. Melantunkan lagu – lagu Cinta. Ciri khas orang yang sedang kasmaran.Begitu sampai di kamar segera ia rebahkan tubuhnya di atas ranjang. Orang tuanya sedang keluar. Itu artinya ia di rumah sendirian, maklumlah anak tunggal. Setelah berpikir – pikir untuk beberapa saat segera di keluarkan hape dari dalam tasnya. Mencari id contak atas nama Vieta, sahabat terbaiknya. Biasalah cewek kalau ada apa – apa kan memang demen curhat. Tak terasa satu jam telah berlalu. TM alias TalkMania kartu 'As' nya juga sudah ludes. Mau tak mau pangilan itu harus ia putuskan. Sebagai anak sekolahan ia memang harus belajar hemat, secara uang saku juga masih nyadong sama orang tua. Untuk sejenak Irma memandangi benda elektronik yang ada di tangannya dengan kening berkerut. Dalam hati ia bergumam. Satu jam yang telah berlalu dengan sia – sia. Karena rencannya untuk curhat gagal berantakan. Justru ia yang di jadikan ajang curhat oleh sahabatnya yang satu itu yang 'katanya' sedang naksir seseorang.Setelah berdiam untuk beberapa saat, akhirnya Irma bangkit berdiri. Sebentar lagi ortunya pasti juga akan segera pulang. Lagi pula sepertinya tubuhnya juga perlu penyegaran. Tak lupa di sambarnya handuk sebelum kemudian ia menghilang di balik pintu kamar mandi.Keesokan harinya seperti biasa Irma berangkat kesekolah. Awal pagi yang cerah tiba – tiba terasa suram saat matanya mendapati raut berbinar di wajah Vieta. Gadis itu langsung bisa mendebak kalau acara curhatanya kemaren pasti masih ada lanjutanya. Persis seperti cerpen berseri yang akan terus berlanjut yang di tulis oleh salah satu teman dunia mayanya, Ana merya."Iya Irma, pokoknya dia itu keren banget. Gue sekarang jadi percaya kalau love at first sight itu beneran ada."Irma hanya mampu tersenyum hambar yang benar – benar terasa hambar. Sebuah senyuman yang dipaksain. Secara kalimat itu sudah lebih dari dua puluh kali di ulang – ulang oleh sahabatnya. Sampai – sampai ia merasa itu kalimat sudah sangat familiar di telinga."Terus kenapa kemaren nggak langsung loe tembak aja," komentar gadis itu ngasal."Ya ela, loe pikir gue udah gila apa. Masa baru kenalan gue langsung nembak dia. Lagian belum ada sejarahnya cewek nembak duluan," bantah Vieta sebel."Sapa bilang, ini kan udah jaman emansipasi wanita. Sah – sah aja donk. Lagian bukannya sejarah nabi kita, bunda Siti khadijah duluan yang melamar?" sambung Irma lagi.Sejenak Vieta bungkam, dalam hati ia membenarkan ucapan sahabatnya itu. "He he he…. ia juga sih. Tapi tetep aja gue nggak bisa nembak duluan. Bisa di kira gila beneran gue.""Bukannya loe emang udah gila dari sononya ya?"Dengan cepat sebuah jitakan mendarat di kepala Irma atas balasan ucapannya barusan. "Eh, Gimana acara kencan loe kemaren?" tanya Vieta mengalihkan pembicaraan. Benar – benar langkah yang bagus, karena wajah Irma langsung sumringah mendengarnya. Sekaligus juga membatalkan niat untuk membalas jitakan yang di terimanya barusan."Ah… Pokoknya seru banget. Ternyata dia itu orangnya romantis. Gue kan jadi makin cinta sama dia," kata Irma sambi tersenyum membayangkan ucapanya barusan."Bukannya dulu loe bilang, si Jhon Jilidsatu. Pacar loe yang loe bilang memiliki history nama rada nggak jelas gitu orangnya ngebosenin ya?" tanya Vieta terlihat bingung. "Ya ela. Si John mah udah gue tendang dua minggu yang lalu kaleeee…""HA?" Mulut Vieta mangap selebar – lebarnya, Irma hanya menangapinya dengan tatapan sinis sekaligus mencibir. Dalam hati ia mencibir, lebay banget si nie orang?"Bukannya loe baru jadian tiga minggu yang lalu ya?" sambung Vieta lagi."Emang… Tapi karena dia nya ngbosenin mending gue cari yang baru," balas Irma santai."Astaga, loe bener – bener deh," Vieta kehilangan kata-kata dan tampak menggeleng – gelengkan kepala tak percaya.***"Irma, loe harus bantuin gue, kalau nggak gue bisa patah hati beneran nie.""Apa lagi si?" tanya Irma sambil menutup bukunya dengan kesel. Apa nggak cukup hampir seminggu ini ia menjadi pendengar setia tentang kisah sang pangeran berkuda putih ala Vieta?"Gimana donk. Gue beneran naksir berat sama dia.""Ya udah kalau gitu loe aja yang nyamperin.""Tapi dia udah punya pacar.""Terus?""Masa terus. Ya gue harus gimana. Loe kasi saran kek. Nggak setia kawan banget si mentang – menatang dia udah punya pacar," gerut Vieta sebel."Ya ela, emang kenapa kalau dia udah punya pacar. Belum nikah ini. Yang udah nikah aja bisa cerai kok. Gitu aja ribet.""Maksut loe, gue harus ngerebut dia gitu?" Vieta tidak yakin akan apa yang baru saja di dengarnya. Irma hanya membalas dengan anggukan kepala mantab."Eh, gue belum sejahat itu kali," tolak Vieta lagi."Belum bukan berarti enggak kan?" pangkas Irma cepat."Tapi masa gue harus ngerebut pacar orang?" tanya gadis itu ragu."Salah siapa naksir sama orang yang jelas – jelas udah punya pacar," Irma dengan santai main nyablak. "Lagian nie ya gue pernah denger orang bilang kalau dalam perang dan cinta semuanya sah – sah aja," Irma sok – sokan menasehati."Lebay… Lagian siapa juga yang mo perang.""Eh non, kalau sampe beneran berani ngerebut pacar orang kalau bukan ngajakin perang terus apa namanya?""Udah tau kayak gitu, ngapain loe ngasih ide begituan ke gue?""Dari pada loe patah hati terus bunuh diri," kata Irma cepat dan langsung mendapat hadiah jitakan di kepalanya."Loe kalau ngomong nggak ngenakin banget.""Kalau mau yang enak, beli in gue kentang goreng," gerut Irma sebel sambil mengusap – usap kepalanya yang terasa berdenyut. Udah jelas – jelas tadi minta saran, giliran di kasi tau bener – bener walau sarannya jelas gak bener (???) eh, malah dijitak. Siapa yang nggak kesel coba."Emangnya loe nggak takut kena karma?" tanya Vieta setelah terdiam beberapa saat."Maksutnya?" kening Irma tampak berkerut tanda bingung."Ya ngerebut pacar orang. Loe nggak takut ya kalau nanti pacar loe juga di ambil orang?""Huwahahahaha…." Irma langsung ngakak mendengar pertanyaan yang dianggapnya super konyol."Apa ada yang lucu?" gantian kening Vieta yang berkerut melihat sahabatnya masih tertawa. Menurutnya tidak ada yang lucu di sini."Ampun deh…. Loe ini ada – ada aja. Sejak kapan hukum karma bisa di pindah tangankan? Yang rencananya mau ngerebut pacar orang kan elo. So, yang harus kena karma elo donk. Nggak ada urusannya sama gue," terang Irma panjang lebar sembari berusaha menahan tawanya."Yah, tapi kan itu ide loe.""Baiklah…. Gue tarik lagi ide gue tadi. Dan elo sebaiknya siap – siap aja patah hati," selesai berkata Irma segera bangkit berdiri. Siap – siap mau pergi."Eits, tunggu dulu. Oke, Gue ikuti saran loe. Besok gue akan ajak dia ketemuan. Gue akan bilang kalau gue suka sama dia. Tapi…. Loe harus nemenin gue.""Oh tidak bisa….. Besok itu hari minggu, jadwal gue kencan" Tolak Irma cepat."Jadi loe nolak nemenin gue nie?" tanya Vieta dengan nada datar. Super datar. Tapi tatapan matanya itu lho, Sumpah bikin merinding. Akhirnya dengan amat sangat berat hati Irma mengangguk walau dalam hati terus merutuk. Dia punya salah apa di kehidupan sebelumnya sampai – sampai bisa punya sahabat yang menyeramkan seperti ini. Dan keesokan harinya seperti yang di janjikan, walau dengan berat hati Irma akhirnya menemani Vieta untuk melakuan aksinya."Loe yakin dia bakal datang?" tanya Irma sambil menyesap jus mangganya. Sudah hampir sepuluh menit ia dan Vieta duduk di caffetaria itu menunggu orang yang di taksir Vieta. Tapi yang di tunggu belum menampakkan batang hidungnya."Katanya si iya.""Kalau sampai dia nggak datang beneran gue bunuh loe," ancam Irma serius. Apalagi ia sudah bela – belain membatalkan acara kencan rutinnya pada hari minggu hanya untuk menjadi 'obat nyamuk' sahabatnya itu."Dari pada loe ngancem , mending loe kasih suport ke gue. Gila, gue beneran deg degan banget. Mending kita batalin aja yuk?""Setelah gue batalin rencana kencan gue, loe mau ngebatalin ini? Coba aja kalau loe berani?" geram Irma tapi Vieta sama sekali tidak mendengarnya karena matanya sudah terlanjur terpaku kearah pintu masuk dimana tampak ada seseorang yang mulai melangkah masuk."Irma bantuin gue sekarang, dia udah datang . Gue harus gimana?" kata Vieta terlihat panik."Ha? Benarkah? Yang mana orangnya?" tanya Irma sambil berbalik karena kebetulan posisi duduknya tadi membelakangi pintu."Itu yang baru masuk. Ya ampun, kalau sampai gue di tolak, gue yakin gue beneran patah hati," Keluh Vieta sementara Irma melotot menatap sosok yang ditunjuk sahabanya."Maksut loe yang pake kemeja hitam itu?" tanya Irma tampak tak percaya. Vieta hanya membalas dengan anggukan karena gugub yang tiba – tiba menyerangnya."Astaga Vieta, kalau sampai dia nerima elo, gue yang patah hati.""Maksut loe?" Tanya Vieta binggun."Dia itu Rey, pacar gue," sahut Irma lirih tapi bagi Vieta itu bagaikan suara petir di siang bolong disaat hari sedang cerah – cerahnya."APA?!"."Bruk…..".Hal terakhir yang Vieta ingat adalah suara riuh penghuni Cafe yang mendapatinya tergeletak pingsan di lantai.END..Detail CerpenJudul cerpen : He is My lovePenulis : Ana MeryaPanjang cerita : 1487 wordsGenre : RemajaKategori : Cerpen Pendek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*