Kumpulan Cerpen 2013 “Story About Us” ~ 01

Halllloooo All Reader Star Night. Masih pada menunggu Lanjutan cerpen karya Ana Merya yak?. Bakalan lama tuh. Lagi sibuk kayanya tu orang ngejar target 10 point nya?. Gkgkgkgkgkkgk..
Nah dari pada kelamaan nunggu, mending baca dulu cepen kiriman dari adek, Penulis Cerpen benci jadi cinta Vanessa Vs Verly, dan Cerpen remaja Buruan katakan cinta. Ehem, Karyanya dia sebenernya banyak kok yang udah di post di blog. Tapi di blog Remaja Xsis. Kalau mau baca aneka cerpen karyanya dia yang laen bisa langsung kunjungin tuh blog.
Karena blog ini sebenernya blog khusus kumpulan cerpen karya Ana Merya si harusnya. Cuma kalau memang ada yang mau ngirim kesini kenapa enggak.
Okelah dari pada kebanyakan Bacod mending lansung baca yok.
PS: Judul Asli si "karma" tapi ku ganti jadi "Story About Us"


"kamu seriuz?!" tanya Vanna.
"ya seriuz lah, sorry ea, aku nggax ada pilihan laen, tapi kamu tenang aja, demi kamu, aku bakal balik lagi kesini, setelah urusan aku di sana selesai" kata Vanno.
"tapi van…"
"say… kamu dengerin aku,… aku nggax bakal lupain kamu, aku beneran sayang sama kamu, ini juga urusan pekerjaan kok. kamu harus ngertiin aku donk" kata Vanno.
"bukan itu… aku ngerti kalau kamu ke sana demi pekerjaan kamu, tapi di sana kan banyak cewek cantiknya, gimana kalau kamu suka sama salah satu dari mereka"
"hei, hei, hei,… kok ngomongnya kayak gitu sich, ya mana mungkin lah, aku itu bakal tetap setia sama kamu, apapun yang terjadi, kamu harus tau itu… ntar kalau urusan aku udah selesai aku bakal balik lagi kesini dan langsung melamar kamu…" kata Vanno. Menenangkan pacarnya.
"kamu nggax bohong kan?"
"ya nggax lah, kamu kan tau sendiri, aku itu sayaaaaaaaaaang banget sama kamu… kita nggax bakal pernah pisah lagi, ea…"
"ea udah lah, kamu boleh pergi, tapi kalau ada waktu kamu balik kesini lagi ea…"
"pasti. kamu tenang aja, aku bakal selalu ada buat kamu, kamu nggax usah meragukan cinta aku, karena aku nggax bakal bisa hidup tampa kamu"
"bener?"
"ea" balas Vanno dan memeluk Vanna.
"aku sayang banget sama kamu…"
"aku juga, kamu harus selalu kasi kabar ke aku ya…"
"he-eh, kamu juga, harus jaga kesehatan, di sana jangan sampai lupa makan, nanti kamu sakit"
"ea say… udah donk, aku kan nggax pindah planet, kita masih di planet yang sama kok…"
"ya kamu bisa ngomong gitu, karena kamu yang pergi kamu nggax tau apa gimana perasaan aku yang tetap berada di sini…"
"kita kan masih bisa berhubungan, kamu tenang aja…"
"ya udah, aku bakal ngerelain kamu pergi, tapi janji ea kamu bakal balik lagi kesini…"
"janji. aku bakal balik lagi ke sini, demi kamu. cuma demi kamu… udah ya, jangan nangis lagi…" kata Vanno dan melepas pelukannya lalu mengusap air mata Vanna.
"gimana aku nggax sedih kalau harus pisah dari kamu"
"udah donk…"
"jangan lupain aku…" kata Vanna dan kembali memeluk pacarnya.
"itu nggax bakal pernah terjadi" kata Vanno.
"kamu kapan kembali lagi kesini?"
"palingan enam bulan lagi, tapi kalau aku bakal usahain, sebelum enam bulan aku bakal kembali lagi kesini, dan itu aku lakuin semaunya demi kamu, hanya demi kamu seorang…" kata Vanno, tiba-tiba terdengar pengumuman, kalau pesawat keberangkatan kota bandung, sebentar lagi bakal berangkat, dan semua penumpang harus memasuki area penerbangan. Vanno melepas pelukannya.
"kamu hati-hati ya disana…" kata Vanna.
"ia, ya udah, aku pergi dulu, kamu harus baik-baik di sini… jangan pernah lupain aku…"
"ia. kamu juga ea…"
"ia. eh aku ada sesuatu nih buat kamu…" kata Vanno sambil merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak.
"buat aku? apa itu?" tanya Vanna.
"ini supaya kamu selalu inget aku. dan nggax akan pernah ngeluapain aku…" jawab Vanno dan mengeluarkan isi bungkusan itu yang ternyata berisi liontin, lalu memakaikannya ke leher Vanna.
"ini beneran buat aku?" tanya vanna dengan senengnya.
"ia donk. tuh kan emang bener-bener bagus di kamu…"
"makasih ea…"
"he-eh, daaaag… sampai ketemu lagi"
"jangan lupa kasi kabar kalau udah sampai…"
"ia. aku pergi dulu ea… udah donk, jangan nangis lagi… masa' kamu ninggalin kenangan tangisan buat aku…"
"abis aku sedih banget…"
"ayo donk, senyum dulu, ya senyummm, sedikit aja…" kata Vanno, Vanna lalu tersenyum dengan terpaksa "nah, itu lebih baik, ya udah aku pergi…" lanjutnya dan melangkah menuju penerbangan bandung, dan menarik tas nya, setelah mencium kening pacarnya terlebih dahulu.
Kumpulan Cerpen 2013 "Story About Us" ~ 01 Of 4
"huuffh… akhirnya sampai juga…" kata Vanno begitu tiba di sebuah rumah yang lumayan besar setelah keluar dari taxi sambil melepas kacamatanya. Sebelum ia memasuki rumah barunya, tiba-tiba pintu rumah itu terbuka dan keluarlah dua orang wanita yang menarik perhatian Vanno.
"kapan-kapan kesini lagi ya…" kata tante Erna kepada seorang gadis yang seumuran Vanno, sambil tersenyum ramah.
"iya tante,…" balas tu cewek.
"selamat sore tante…" kata Vanno dan melangkah menghampiri tante Erna dan tamu cewek tantenya.
"eh, Vanno? udah dari tadi?" tanya tante Erna.
"nggax kok tant, batu aja" balas Vanno sambil menyalami tante Erna, sempet cium tangan segala. lalu ia melirik cewek di sebelahnya.
"kenalin ini keponakan tante…" kata tante Erna kepada cewek itu.
"gue,… devendra Vanno saputra" kata Vanno sambil mengulurkan tangannya, dan tersenyum ramah.
"gue… defila Vanny indah ayu lestari" balas cewek Vanny sambil menjabat tangan Vanno dan juga tersenyum ramah.
"waw… nama yang bagus" puji Vanno.
"terima kasih… e ya udah gue balik ke rumah dulu, permisi tante… Vanno…" kata Vanny mohon diri.
"e iya…" balas Vanno dan tante Erna bersamaan, Vanno terus menatap Vanny penuh pesona sampai Vanny hilang dari pandangan.
"e van…" kata tante karena Vanno masih terus memperhatikan Vanny hingga ia masuk kerumah yang tepat berada di sebelah rumah tante Erna, yang hanya di batasi pagar besi.
"eh e ia tante…"
"kenapa?"
"e enggax apa-apa kok tante…"
"ya udah yuk masuk…" ajak tante Erna, Vanno hanya mengangguk dan melangkah mengikuti tante Erna masuk kerumahnya.
"e tant, siapa cewek tadi?"
"0 dia, itu anak tetangga sebelah, temen ngobrol tante…"
"wah, ternyata sekarang zaman udah trend ea…"
"maksudnya…"
"ia, kok ada ya anak gadis yang mau temenan sama tante-tante…"
"Hust. gini-gini kan tante masih muda…"
"0h ia, oops sorry, Vanno lupa"
"hu-uh kamu itu…"
"he he he…"
"ya udah, kamu istirahat gih sana, kamu pasti capek kan,…"
"ia tante, makasih…" kata Vanno dan melangkah memasuki kamar yang telah di sediakan untuknya, begitu tiba di kamarnya Vanno langsung merebahkan dirinya di kasur, karena badanya capek banget, ya iyalah secara perjalanannya jauuuuh.
"eh, siapa ya nama cewek tadi… emmm Vanny indah ayu dewi, eh bukan… emmm siapa yaa… indah defila ayu Vanny lestari? emmm bukan juga… emmm apa ya??? defila… Vanny… indah… ayu lestari. ha ia, bener, defila Vanny indah ayu lestari… nama yang bagus…" kata Vanno sendiri.
"wah apa nggax kerepotan tuh calon suaminya,…" lanjutnya, sambil tersenyum "tapi… cantik juga tuh cewek" pikir Vanno "emm kirim pesan ke Vanna ah.." lanjutnya sambil meraih ha-penya dan meng SMS Vanna, begitu selesai meng sent pesannya, Vanno langsung memejamkan matanya, karena ia ngantuuuuuuuuk banget.
sekitar pukul 17:00 Vanno bangun dari tidurnya, sambil menguap ia melangkah menuju ke teras kamarnya, sambil memperhatikan suasana dari atas, bagitu melihat-lihat dari atas tiba-tiba tatapannya terhenti di seorang gadis yang sedang menyiram bunga di halaman tak jauh dari rumahnya, Vanno terus memperhatikan cewek itu yang tak lain adalah Vanny, setelah lama memperhatikan tiba-tiba ia punya ide.
"Hei…" sapa Vanno sati atas, Vanny menghentikan menyiram bunganya, dan mencari-cari asal suara, tapi di sekelilingnya tidak ada siapa-siapa "Hei, sini…" Vanno melambai-lambaikan tangannya, Vanny langsung menoleh.
"Gue?!" tunjuknya pada diri sendiri.
"i, iya…" balas Vanno sambil mengangguk.
"ada apa?"
"emmm, loe sekarang ada waktu?
"a,… emang kanapa?"
"ya enggax, cuma… kalau loe ada waktu, gimana kalau loe ajak gue jalan-jalan di sekitar sini…"
"emmm…" Vanny tampak mikir-mikir.
"ya itu sih kalau loe mau. gue nggax maksa kok, tapi… ya gue bukan apa ya, cuma… gue kan belum tau banget jalan sini, yaaa loe bisa lah kasi tau gue, n' ajak gue jalan ke tempat-tempat yang bagus gitu,…"
"ae,… gimana ea… sebenernya sih gue lagi yaaa loe lihat sendiri kan…" kata Vanny sambil menunjukkan kalau ia sedang menyiram bunga.
"oooh…"
"tapi… kalau loe mau nunggu gue selesai menyiram nie bunga, mungkin gue bisa…" lanjutnya sambil tersenyum.
"e seriuz?!"
"ia…"
"emmm, tapi… masih lama nggax?"
"nggax kok, tinggal sedikit lagi,…"
"emmm ya udah, kalau gitu loe selesain itu dulu, gue mau siap-siap gimana?" tanya Vanno.
"a 0k…" balas Vanny dan meneruskan menyiram bunga sementara Vanno terseyum senang lalu melangkah kembali menuju kamarnya, untuk mandi dan siap-siap.
Begitu selesai bersiap-siap, Vanno langsung turun dari kamarnya, sesampainya di ruang tengah ia melihat tante dan omnya sedang asyik ngobrol sambil munum teah, Vanno melangkah menghampirinya.
"sore om… tante…" sapa Vanno, dan langsung menyalami om Frans.
"sore… eh Vanno… kapan datangnya…"
"siang tadi om" jawab Vanno.
"trus sekarang, kamu mau kemana? kok udah rapi gini?"
"ya biasalah om, namanya juga anak muda, pasti lah jalan-jalan"
"0h, sama siapa?"
"emang kanapa?"
"ya engga, kali aja nggax ada temennya, ntar kamu nyasar lagi, kamu kan belum lama berada di sini, dulu aja kamu umur lima tahun di sini pernah nyasar…"
"ah om bisa aja. e enggax kok, Vanno sama temen"
"temen? katanya baru tadi sampai sini, kok udah dapat temen, nemu di mana?"
"nemu? ah om ini ada-ada aja deh"
"he he he…"
"e itu… tetangga sebelah, si Vanny, e udah dulu ya om tante, Vanno pergi dulu…" kata Vanno, dan melangkah keluar setalah minta izin sama om dan tantenya.
Sesampainya di luar, Vanno langsung menghampiri Vannya yang udah berada di luar, wuah… Vanny bener-bener cantik…
"Hei. udah lama?" tanya Vanno.
"e enggax kok, baru aja turun"
"oh, e kita mau kemana dulu nih?"
"ya terserah, loe maunya di bawa kemana?"
"menurut loe di mana tempat yang paling bagus"
"kalau sore-sore gini sih, bagus banget kalau kita ke pantai, ya suasanyanya itu indah…"
"ya udah, kalau gitu kita kesana…" kata Vanno "e tapi… tempatnya jauh nggax?" tanyanya.
"nggax kok, palingan jalan cuma lima menit" jawab Vanno.
"00h, ya udah yuk kita berangkat, eeemmm loe mau nemenin gue kan?" tanya Vanno ke arah Vanny.
"baik lah… tapi…"
"kenapa?"
"honornya…" kata Vanny sambil mengulurkan tangan.
"Honor? bayar ea?" tanya Vanno sambil merogoh sakunya.
"Bercanda… gitu aja di anggap seriuz, udah yuk jalan" kata Vanny sambil tersenyum dan melangkah mendahului Vanno.
"0h kirain beneran…" kata Vanno sambil tersenyum dan melangkah mengikuti Vanny.
Begitu tiba di pantai, Vanno benar-benar menikmati suasana di sana, selain karena tempat nya emang bagus, juga karena di temenin cewek cantik. Waw, makin indah dunia ini…
"eh loe udah lama tingga di sini?" tanya Vanno.
"nggax juga. gue di sini, pendatang. sama kayak loe…"
"oh, emm apa kegiatan loe?"
"jadi guru private"
"waw, keren…"
"terima kasih… kalau loe…"
"gue di sini karena ada tugas. ya biasalah urusan pekerjaan, ceritanya sih 0m Frans butuh tenaga kerja gue gitu…"
"0ooh…" kata Vanny sambil tersenyum dan mengangguk paham.
"emmm, besok loe…. ada acara?" tanya Vanno.
"besok?!, e… bukannya besok hari minggu ea?"
"ya emang, ada acara?"
"guru private nggax ada tugas hari minggu"
"jadi?!"
"ya,… nggax ada. palingan di rumah aja. lagian emang mau kemana?"
"ya kemana kek gitu, besok kan tahun baru"
"emang kalau tahun baru kenapa?"
"ya biasalah, namanya juga anak muda, pastinya bakal jalan donk"
"he?! jalan. mau jalan sama siapa?"
"ya sama Do'i nya lah…"
"Do'i? heh, ada-ada aja loe…"
"lho kenapa?, emang ada yang salah ea?"
"e nggax sih, cuma…"
"nggax ada ea?"
"ya bisa di bilang kayak gitu…"
"wah kebetulan donk"
"kebetulan? kebetulan apanya?"
"ya gue juga belum ada pasangan. jadi gimana kalau besok kita jalan, ya itung-itung buat happy-happy lah, giaman?"
"emmm gimana ea,…"
"ya itu sih kalau loe mau, kalau nggax juga nggax apa-apa. gue cuma pingin jalan-jalan di sini sih sebenernya. mungkin enak bisa mengetahui tempat-tempat di sini… tapi kalau loe emang nggax bisa, nggax masalah kok" kata Vanno.
"bukan gitu… emm ya udah, gue mau deh, yaaa mungkin asyik juga"
"Beneran?!"
"i iya,…"
"0k, besok kita jalan. emm sekarang kita mau kemana lagi nih?"
"pulang yuk"
"hem?! pulang?!"
"ea, besok juga kita bakal jalan lagi. jadi sekarang sampai di sini aja. lagian udah sore juga kan"
"ae… 0k nggax masalah. yuk…" kata Vanno sambil beranjak dari tempat duduknya di ikuti sama Vanno.
Next To Kumpulan Cerpen Story About us part 2.

Random Posts

  • Happy Anniversary Starnight

    Happy AnniversaryStar night's blogcredit gambar : Star NightWaktu terasa semakin berlalu. Detik demi detik telah berganti. Tak terasa sudah genap setahun Star Night ngeksi di dunia per'blog an. Padahal kemaren rencananya mau bikin Cerpen Spesial ulang tahun,, Tapi karena gak ada waktu buad ngetik, jadi gagal deh #hiks hiks hiks…. Mumpung ulang tahun cerita – cerita dikit lah asal muasalnya Ngeblog. E, dari mana ya?. Bingung. Oke, mulai gini deh, pengen punya blog si udah dari dulu. Udah lama banget. Waktu itu aku masih jadi reader setia di 'Rainbow family', Baca blognya masing – masing admin jadi ngiri n pengen. Tapi karena 'wong ndeso', Di 'bokor' nggak ada jaringan kalo pake modem, terpaksa hanya menjadi niat dan angan belaka.Jadi ol cuma bisanya pake hape, terus Ilmu juga masih kurang – kurang jadi nggak tau kalau ternyata ngeblog dari hape juga bisa. #Kesian deh gue. sebagian

  • Cerpen Cinta Romantis “Kenalkan Aku Pada Cinta” ~ 03

    Oke, Ide ceritannya dadakan, waktunya pengetikannya juga maksa. So kalau cerita nya rada maksa juga harap di maklumi aja yak?. Cerpen ini adalah lanjutan dari cerpen cinta romantis " Kenalkan aku pada cinta" part 2 kemaren. Abis, kalau di inget inget udah lama juga nggak di lanjutin ternyata. Soalnya gara gara pinguin V2 si. Jadi males di star night malah sok sok an bikin "cerpen remaja cinta 'Cinta ci penghujung harap'. Yang jelas apapun hasilnya, nikmatin aja lah. Mumpung masih mau nulis ini. ^_^Setelah merapikan poni rambutnya serta memastikan kucir kuda di rambutnya terikat kencang, tangan Astri terulur membuka laci meja riasnya. Dari kota persegi panjang itu ia temukan kaca mata yang selalu menemani kesehariannya di kampus. Setelah mengenakannya ia berbalik. Meraih tas, dan segera menuju ke kamar sebelah.sebagian

  • Marhaban Ya Ramadhan

    Marhaban Ya Ramadhan _Nggak terasa ya, Waktu cepet banget berlalu. Kayaknya baru kemaren aku melakukan one day tour at singapura (???), Eh tau tau bentar lagi sudah mau puasa.. #Gak da hubungannya.Oke, Jadi gini. Setelah melihat, menimbang dan memikirkan, Postingan kali ini bukan tentang lanjutan cerpen. Iya, Bukan!!. Tapi aku mau bagi bagi duid. Bisa di bilang si ini cuma postingan gaje. Tapi berhubung keterangan blog nya juga ada tulisan merupakan tempat buat aku menshare apapun yang aku suka. So… Ya begitu lah…Back to topik. Sebentar lagi kan aku jadi orang kaya #Amin, kita semua, Umat Islam khususnya. Baik itu islam KTP ataupun Islam yang belum punya KTP (??) akan menyambut yang namanya bulan Ramadhan. Bulan yang waktu aku kecil dulu paling di sukai, paling di tunggu – tunggu karena bulan yang satu ini cukup istimewa.sebagian

  • Cerpen Teenlit “Dia {Nggak} Suka Aku?!! 2/2

    Sesuai yang di janjikan, Cerpen remaja "Dia {Nggak} suka aku" ending di bagain kedua aja. Karena emang cerpen yang satu ini cerpen selingan yang admin ketik pas lagi bingung nyari ide soal lanjutan dari cerpen cinta kenalkan aku pada cinta. Padahal ide ending udah ada, cuma ngerangkainya itu lho. Susaaaaah bangets. Ciuuuusssss..Nah, biar nggak cuap cuap nya nggak makin ngelantur mending langsung baca lanjutan di bawah aja deh. And untuk part sebelumnya bisa dicek disini.Cerpen Teenlit Dia {Nggak} Suka AkuCerpen remaja Cinta "Dia {Ngggak} suka aku?!!Tiada yang menduga, Fadlan yang sedari tadi melangkah tiba – tiba berhenti mendadak dan langsung berbalik. Rika yang tidak siap dengan kemungkinan itu langsung mengerem kakinya segera. Hingga kini hanya berjarak kurang dari dua centi, wajah Fadlan jelas berada tepat di hadapnnya. Membuat jantungnya terasa berhenti berdetak sebelum kemudian berdenyut dua kali lebih cepat dari biasanya. Akh, situasi ini….“Iya, tadi itu gue bantuin elo. Kenapa? Ada yang salah?” tanya Fadlan santai. Sama sekali tidak terpengaruh dengan dekatnya tubuh mereka. Rika segera mengambil inisiatif, menarik diri dengan cepat.“Ehem… Emang nggak ada yang salah,” sahut Rika cepat. “Cuma ada yang aneh. Kok tumben – tumbenan,” sambung Rika lagi.“Iya. Kok tumben ya?”Serius, tangan Rika gatel untuk menjitak kepala Fadlan saat itu juga. Apalagi dengan tampang polos dan sok nggak taunya itu. Huu….“Loe beneran pengen tau kenapa?” tanya Fadlan lagi. Kali ini sambil melangkah mendekat, dengan refleks Rika memundurkan langkahnya. Namun ternyata Fadlan tidak berhenti sampai disitu. Ketika Rika terus mundur, kakinya justru terus maju. Sampai sampai tubuh gadis itu mentok didinding dan tidak bisa mundur lagi.“Loe… loe mau apa?” tanya Rika gugup.Fadlan tersenyum misterius. Membuat Rika merinding melihatnya. “Tadi katanya loe pengen tau kenapa gue bantuin elo,” sahut Fadlan santai. Benar – benar berbanding balik dengan Rika yang kini kaget, deg – degan tak menentu. Bahkan Rika yakin kalau saat itu ia mengidap sakit jantung, pasti kini ia sudah terbaring pingsan.“Ya loe kalau mau jawab, jawab aja. Ngapain loe deket – deket?” Lagi lagi Fadlan tersenyum. Tak hanya itu, bahkan pria itu kini memajukan wajahnya, membuat Rika tanpa sadar menelan ludah karena keki. Tepat di samping telinganya pria itu berbisik lirih.“Karena gue pengen berdamai sama loe.”“Ya?!” teriak Rika kaget. Tangannya terulur mendorong tubuh Fadlan kuat – kuat yang ternyata tidak sekuat yang ia harapkan. Walau tetap ia berhasil menyingkirkan pria itu beberapa langkah di hadapannya.Masih shok, Rika mendadak merasa kesel . Apalagi saat melihat tawa lepas di wajah Fadlan sementara ia sendiri hampir terkena serangan jantung. Bahkan tanpa rasa bersalah sama sekali pria itu segera berlalu meninggalkan dirinya berdiri mematung sendiri. Sibuk menetralkan kembali detakan jantungnya.“Rika, loe kenapa?”Rika menoleh, tampak Andini, Icha dan Lauren berdiri disampingnya yang entah muncul dari mana. Seperti orang linglung, Rika menoleh kekiri dan kekanan. Ternyata sedari tadi ia masih berdiri sendirian.“Iya. Kayak orang kesambet aja. Mending kekantin yuk,” tambah Icha lagi. Tampa menunggu balasan dari Rika, dengan santai tangannya menyeret tubuh Rika untuk mengikuti langkahnya. Sementara Andini dan Lauren mengekor di belakang.“Loe kanapa si Rik? Kok diem aja dari tadi. Aneh banget,” komentar Lauren saat keemapatnya sudah duduk santai di salah satu meja kantin.“Gue lagi mimpi kali ya?”“Ha?” Andini, Lauren dan Icha saling pandang. Wah gaswat, jangan – jangan temannya beneran kesambet hantu penunggu sekolah. “Rika, ngucap donk. Ngucap. Sadar. Ini kita,” kata Lauren sambil menampar – nampar pipi Rika.“Ye.. enak aja. Emangnya gue ksambet,” kesel Rika sambil menepis tangan Lauren darinya. Walau tamparannya lirih, tetep aja perih. Kan pipinya halus. Xd“Ya elo si. Nakutin kita. Dari tadi diem aja. Giliran ngomong nggak nyambung blas. Ada apaan si?” tanya Icha kemudian.“Kalian pasti kaget kalau tau ini.”“Emang ada apaan?” Andini terlihat tidak sabar.“Fadlan bantuin gue bawa buku ke ruang guru.”“Biasa aja kali. Emang apa anehnya sih bantuin orang,” komentar Icha.“Ya nggak aneh kalau itu beneran orang. Ini Fadlan. And yang dia bantu itu gue,” kata Rika antusias. Bahkan tangannya sendiri ia tunjukan tepat kewajahnya. Membuat ketiga sahabatnya kembali saling pandang, beberapa saat kemudian barulah ketiganya mengangguk – angguk paham. Sepertinya apa yang di katakan Rika sedikit masuk akal. Secara sejak kapan Anjing dan kucing saling membantu. “Maksut loe? Cerita yang jelas donk,” kata Andini lagi.Untuk sejenak, Rika menghela nafas sebelum kemudian cerita itu meluncur dari bibirnya. Tanpa di kurangi sedikitpun walau memang ada yang ia tambahi disana sini.“Tuh kan. Apa gue bilang. Jangan – jangan bener lagi. Ntar hubungan kalian pasti jadi kayak yang di drama drama gitu. Benci jadi cinta. Yakin deh gue, nggak mungkin salah,” komentar Icha begitu begitu Rika menamatkan ceritanya.“Sekali lagi loe bawa – bawa drama, gue lempar loe pake sandal,” geram Rika. Icha hanya cengengesan.“Ha ha ha. Tapi denger ya Rika. Kalau sampai kedepannya doi lebih baik lagi. Loe harus percaya sama kita. Kalau dia ujung – ujung nya pasti suka sama loe?” “Oke!. Kita liat aja nanti!”⌣»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌ ⌣ Ana Merya •̵̭̌•̵̭̌✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶⌣ Waktu terus berlalu. Apa yang teman – teman Rika katakan sepertinya benar – benar terjadi. Sikap Fadlan berubah 180 derajat dari sebelumnya. Kali ini pria itu benar – benar terlihat perhatian dan begitu baik. Bahkan tanpa di minta, setiap Rika dalam kesulitan ia selalu membantunya. Benar – benar modus yang layak untuk di curigai. Atas saran dari kedua sahabatnya, akhirnya Rika nekat mengajak Fadlan untuk ketemuan. Sengaja mencari tempat yang tidak terlalu mencolok, Rika menjadikan taman belakang sekolah menjadi tempat pilihannya. Sambil menunggu kemunculan Fadlan, Rika sibuk menimbang-nimbang apa yang akan dilakukannya. Aneh nggak ya kalau ia nanya duluan.Selang beberapa saat menunggu, akhirnya Fadlan muncul dihadapan. Melihat Fadlan yang kini duduk disampingnya, Rika mendadak merasa ragu. Sepertinya keyakinan yang sudah ia himpun tadi tiba – tiba menguap. Justru ia malah jadi salah tingkah sendiri."Oh ya, tadi katanya ada yang mau diomongin. Ada A̐ªP̤̈Αªª an?" tanya Fadlan setelah beberapa saat keduanya hanya terdiam.Rika tidak langsung menjawab, bahkan tanpa sadar ia mengigit bibirnya sendiri. Kebiasaan yang ia lakukan jika sedang berfikir."Loe kenapa si? Kok keliatan linglung gitu. Ada masalah? Ya udah, ngomong aja.""Aduh, gimana ya ngomongnya?" gumam Rika lirih. Fadlan masih menatapnya penasaran.Setelah terlebih dahulu menghela nafas untuk kesekian kalinya, Rika membalas tatapan Fadlan padanya sembari mulutnya berujar. "Jujur deh, sebenernya apa sih maksut koe?""Ya?" bukannya mengerti, kerutan bingung malah bertambah dikening Fadlan."Yah, gue tau kita udah kenal lama. Sejak SMP juga kita udah satu kelas. Tapi semua orang juga udah tau, kalau kita itu nggak pernah akur. Dimana pun kita berada, dulu pasti selalu ada masalah," terang Rika membuka kalimatnya, Fadlan masih terdiam. Hanya saja kepalanya mengangguk membenarkan walau ia masih belum sepenuhnya mengerti kemana arah pembicaraan ini akan dibawa."Nah, tapi anehnya. Sejak sebulan ini semua berubah. Loe tiba – tiba baik sama gue. Nggak pernah cari gara – gara lagi bahkan tak jarang loe malah bantuin gue. Sebenernya modus loe A̐ªP̤̈Αªª an si?" tembak Rika langsung.Fadlan terdiam. Benar – benar diam. Tidak menyangka akan langsung di tuding begitu. Saat matanya menatap mata bening Rika, jantungnya mendadak deg degan. Jelas terlihat salah tingkah."Oh itu. Sebenernya…. Gue….," Fadlan tampak ragu. Rika yang melihat perubahan sikapnya juga merasa was was. Jangan bilang kalau apa yang dikatakan teman temannya selama ini benar. Fadlan menyukainya. Oh TIDAK!!!."Gue…""Gue lupa kalau gue masih ada urusan. Kita ngobrolnya lain kali aja ya. Gue harus pergi sekarang," selesai berkata Rika langsung bangkit berdiri. Berlalu meninggalkan Fadlan tampa perlu menunggu tangapan pria itu sama sekali.⌣»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌ ⌣ Ana Merya •̵̭̌•̵̭̌✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶⌣ "Akh, bodoh – bodoh. Apa yang gue lakuin. Kenapa tadi gue malah kabur," rutuk Rika saat mengingat kejadian disekolah tadi."Tapi kalau gue nggak kabur, terus ternyata dugaan gue bener. Fadlan suka sama gue, terus gue harus gimana? Dia emang baik si, dan kalau diperhatiin dia juga keren. Tapi masa ia gue harus jadian sama dia. Emang gue suka sama dia?" pikir Rika lagi."Akh tau akkh. Gue bisa gila," gerutu Rika sambil merebahkan tubuhnya dikasur. Sepertinya lebih baik ia tidur siang. Siapa tau, setelah bangun nanti pikirannya bisa lebih jernih.Tidak tau berapa lama ia telah tertidur, yang jelas saat terbangun Rika merasa lebih plong. Sama haus juga. Sambil mengucek – ucek matanya yang masih terasa lengket ia bangkit berdiri. Berjalan dengan langkah ogah – ogahan untuk kedapur. Tengorokannya benar – benar terasa kering.Namun belum sempat kakinya menempati tempat yang dituju, Rika sudah dibuat berdiri mematung. Kini diruang tamu, selang beberapa langkah darinya tampak sosok yang sedang duduk santai yang juga sedang menatapnya tak bekedip."Fadlan?!" hanya satu kalimat itu yang berhasil melewati kerongkongan kering Rika. Bukan saja karena ia belum mendapatkan minum, tapi juga karena tak sengaja Rika mendapati bayangan dirinya dari balik kaca alemari yang ada di ruang tamu. Bayangan tentang betapa ancur penampilannya saat ini. Ya Tuhan. Ia kan baru bangun tidur. Bahkan belum cuci muka sama sekali.Fadlan tidak menjawab, hanya senyum kaku yang ia berikan. Sementara tangannya tampak mengusap tengkuknya yang tidak gatal. Sepertinya pria itu juga terlihat gugup."Nga…. Ngapain loe ada disini?" tanya Rika lagi. Sepertinya rasa penasaran yang ia rasakan lebih besar dari pada rasa malu yang ia punya."Gue…" Fadlan terlihat makin salah tingkah, membuat Rika makin curiga. Apalagi seumur – umur pria itu tidak pernah mampi ke rumahnya. Apakah itu karena…"Ya ampun kakak. Berantakan banget sih loe, malu – maluin banget. Kalau bangun tidur kan harusnya cuci muka dulu."Rika menoleh seiring dengan kalimat yang mampir ke gendang telinganya. Tampak wajah Chicy, adiknya yang baru muncul dari dapur dengan napan berisi minuman diatasnya."Sory ya kak, dia kakak gue," kata Chicy lagi. Tapi kalimatnya kali ini bukan ditujukan untuk Rika, melainkan untuk tamu yang masih mematung disana. Rika yang mendapati hal itu sedikit mengernyit. Memangnya adiknya kenal dengan Fadlan? Tapi sejak kapan? Perasaan pria itu tidak pernah muncul kerumahnya. Lagi pula ia kan tidak pernah satu sekolah dengan adiknya walau kini keduanya sama sama sudah di SMA. Hanya saja gadis itu masih kelas satu sementara ia sendiri sudah memasuki tahun akhir."Kak, Fadlan kenalin. Dia kakak gue," kata Chicy lagi sambil memberi isarat Rika agar mendekat. Saat kakaknya sudah ada disampingnya, gadis itu menambahkan. "Dan kak Rika, kenalin. Ini Fadlan. Pacar gue."Rika cengo. Matanya tampak berkedap – kedip dengan mulut yang terbuka tanpa suara. Ditatapnya wajah Chicy dan Fadlan bergantian, sementara dalam hati ia hanya mampu bergumam."Jadi Fadlan baik sama gue bukan karena dia naksir sama gue, tapi karena…" Jeda sesaat."Dia pacaran sama adik gue…."Ending….H̲̣̣̣̥α̩̩̩̩̥ά̲̣̥:Dн̣̣̣̝̤̥̇̇̇̈̊α̣̣̥α̍̍̊α̇̇̇̊=Ḍ̥H̲̣̣̣̥̩̩̩̥ά̲̣̥α̩̩̩̥̇̇̇ά̲̣̥α̇̇̇=)) н̣̣̣̝̤̥̇̇̇̈̊α̣̣̥α̍̍̊α̇̇̇̊=D . Endingnya ngegantung ya? Terkesan maksa. Atau malah Ъќ jelas. Ah bodoh amad deh. Adminya lagi galau. Lagian kayaknya cerpen oneshot ɑ̤̈̊Ƙυ̲̣̥ semuanya endingnya gitu. Yah namanya juga cerpen selingan ala ide dadakan yang bahkan ngetiknya aja pake ввм . Over all, °˚•✽• Ʈħάпƙ Ƴσц •✽•˚° 谢谢你({}) udah mampir.⌣»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌ With love •̵̭̌•̵̭̌✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶⌣ Ana Merya •̵̭̌•̵̭̌✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶⌣Powered by Telkomsel BlackBerry®

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*