Kisah Cinta Ihsan dan Rubby

Kisah Cinta Ihsan dan Rubby
oleh: Mentari Senja
Mentari pagi ini tak begitu cerah, mendung menyelimuti awan sepertinya hujan akan segera turun. Pagi ini bukan pagi yang menguntungkan bagi Ihsan, pemuda berwajah manis itu hanya dapat memandang nanar langit gelap. Ini hari kedua Ihsan tidak dapat keluar mencari secuil rezeki untuknya dapat bertahan hidup setelah beberapa hari terakhir ini hujan mengguyur desa Slawi, tempat dimana dia tinggal. Kehidupan Ihsan memang serba kekurangan apalagi setelah sang ayah tega meninggalkan dia dan ibunya. Segala kebutuhan hidup dia dan ibunya menjadi tanggung jawabnya.
Kisah Cinta Ihsan Rubby“maaf mas… maaf.. jangan tinggalkan aku.. tolong… mas… tolong jangan tinggalkan aku dan ihsan…. akkkhhhhh…. tiiidaaaakkk…!! mas….” Rindu berteriak-teriak, segala macam barang yang ada didepannya langsung dia hancurkan.
“ mas…jangan…jangaan…”
“ibu… ada apa bu.. tenanglah bu… istigfar…” Ihsan memeluk ibunya, mencoba menenangkan. “ sudahlah bu, ikhlaskan saja ayah pergi, ayah tidak pantas untuk ibu sebut.”
“tidakk.. tidakk… mas…” Rindu terdiam lemas, sekarang berganti tangis penyesalan.
“bu, ibu jangan menangis lagi. Ihsan tidak ingin melihat ibu seperti ini. Ibu harus kuat. Ibu harus lupakan ayah “ Ihsan memandang ibunya dengan raut kesedihan, batinya teriris melihat keadaan ibunya yang tak kunjung sembuh. Rindu, ibu ihsan telah lama menderita depresi berat setelah sang suami pergi meninggalkannya demi perempuan lain. Saat itu Ihsan masih berumur 6 tahun, sang ayah diketahui telah berpaling dari ibunya. Tak diketahui sebab musababnya, dan pertengkaran itu dimulai ketika Rinto, ayah Ihsan terang-terangan meminta cerai kepada Rindu.
“kenapa mas, apa salah saya hingga mas Rinto tega ingin meceraikan saya.”
“hmm… kamu masih tanya kenapa. Kamu fikir aku tidak tau dengan perbuatanmu. Selama ini kamu telah membohongi saya. Dan saya tidak bisa terima ini.”
“apa maksud mas, coba jelaskan.”
“sudahlah, apa perlu aku bongkar semua kebusukanmu. Biar ihsan juga tau siapa sebenarnya ayah kandungnya.
“jadi mas sudah tau yang sebenarnya, maaf mas… aku khilaf.. aku bisa jelasin itu semua mas.!” Rindu coba menjelaskan.
“ahh sudahlah tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, semuanya sudah jelas. Pokoknya saya ingin cerai dari kamu. Besok aku kirim surat gugatan cerai, dan kamu tinggal menandatangani saja.”
“mas…tolong mas, jangan ceraikan saya. Aku bisa jelaskan semuanya. Mas..tolong jangan tinggalkan aku dan Ihsan. Ihsan masih butuh kamu” ditarik lengannya Rinto, mencoba membujuknya.
Kejadian itu tak diketahui Ihsan, Ihsan yang saat itu masih berada di rumah neneknya tidak mengetahui bahwa orangtuanya terancam bercerai. Lama sudah ihsan mencari kebenarannya namun tak kunjung dapat.
*****
“hai Rubb, mau kemana kamu.” Tanya Shinta sahabat Rubby.
“ hai shin, iya neh aku mau balik dulu, jadwal kuliahku sudah habis. Dan kebetulan bunda nyuruh aku buat belanja di supermarket. Jadi maaf ya, aku ga bisa pulang bareng kamu”
“hmnm okelah kalo gitu, hati-hati dijalan ya Rubb.”seperti biasanya sebelum berpisah Rubby dan Shinta berpelukan. Persahabatan mereka sudah terjalin lama, sejak mereka berdua sama-sama kuliah di kampus yang sama.
Rubby segera pergi meninggalkan Shinta, dengan motor maticnya dia melaju menuju supermarket terdekat untuk membeli titipan bundanya. Dalam balutan gamis warna biru muda dan jilbab yang serasi dengan gamis membuat wajah Rubby semakin terlihat cantik. Lesung pipitnya menambah keayuan senyumnya. Tak lama berselang Rubby telah sampai di supermarket itu.
“alhamdulillah akhirnya sampai juga,” Rubby segera memasuki pintu supermarket.
Dengan cekatan Rubby memilih barang-barang yang dibutuhkan, Rubby sengaja tidak ingin berlama-lama berbelanja dia hanya membeli barang yang dibutuhkan saja. Karena setelah ini masih banyak kegiatan Rubby yang harus dia lakukan. Selain kuliah, Rubby juga aktif dalam kegiatan sosial. Di lingkungan rumahnya Rubby terkenal dengan jiwa sosialnya, sikapnya yang lemah lembut serta ramah tamah membuat orang merasa simpati. Rubby hidup dalam lingkungan keluarga yang begitu kental dengan nuansa religi. Abah Rubby merupakan tokoh agama di lingkungannya, beliau aktif dalam kegiatan keagamaan. Selain mengajar ngaji di masjid beliau juga kerap kali menjadi penceramah disetiap acara-acara penting. Keluarga Rubby merupakan keluarga yang sangat dikagumi.
“berapa mba, semua belanjaan saya” tanya Rubby pada kasir.
“jadi total semuanya 150 ribu mba.”si kasir menyerahkan belanjaannya.
“ini mba uangnya, terima kasih.”
“iya mba sama-sama, terima kasih telah mengunjungi supermarket kami” kasir menyerahkan nota belanja itu kepada Rubby.
Dengan langkah mantap Rubby keluar dari supermarket itu, dan langsung menuju ke tempat parkir. Namun belum sampai di tempat parkir tiba-tiba handphone Rubby berdering, belum tau siapa yang menelponya. Saat Rubby hendak mengambil handphone yang ada di tas Rubby secara kilat ada orang yang tak dikenal langsung mengambil tas Rubby dengan seluruh isinya. Sontak Rubby berteriak, meminta tolong. Rupanya sudah dari tadi gerak gerik Rubby diintai, ada orang jahat yang ingin mengambil tas Rubby yang diketahui banyak barang-barang berharga.
“tolong…tolong…pak..tolong ada rampok…tolong pak…”Rubby berteriak meminta pertolongan.
Saat Rubby sedang meminta tolong, terlihat sudah ada sosok pemuda yang sedang mengejar perampok itu. Dikerjanya perampok itu, tanpa peduli ada orang didepannya.
Ya Allah, mudah-mudahan perampok itu tertangkap dan pemuda itu baik-baik saja terlintas dalam benak Rubby doa agar perampok itu segera tertangkap. Dengan gelisah Rubby menunggu apakah pemuda itu berhasil mengambil tasnya dari perampok.
Selang 30 menit pemuda itu kembali dengan tas hitam ditangan kanannya, wajahnya terlihat lelah. Keringat bercucuran membasahi pelipisnya. Dengan segera pemuda itu mengembalikan tas Rubby.
“terima kasih mas, mas sudah menolong saya” Rubby menerima tas yang diberikan pemuda itu seraya mengucapkan terima kasih.
“iya mba, sama-sama. Makanya kalo bawa tas itu ati-ati jangan sembrono kaya gitu. Dasar cewe. Jangan Cuma penampilan yang di urusin” pemuda itu langsung berlalu dari Rubby.
“gimana bang, rampoknya ketangkep ga?” tanya bocah cilik yang sedari tadi menunggunya dibelakang.”
“udah gue kasih pelajaran, lagian macem-macem aja tuh orang operasi diwilayah gue.” Pemuda itu pun berlalu dari hadapan Rubby.
Sedang Rubby hanya terdiam termenung, dia begitu tercengang dengan tingkah laku pemuda itu. Pengamen jalanan yang dengan dandanan amburadul tapi telah menolongnya, tanpa mau minta imbalan. Gaya super cueknya juga membuat Rubby heran.
Sejak kejadian itu Rubby tak henti-hentinya memikirkan siapa pemuda itu sebenarnya. Fikirannya tak henti untuk segera mengetahui siapa dia. Timbul sedikit penyesalan kenapa saat itu dia tidak menanyakan nama sang pemuda.
*******Matanya yang tajam, wajahnya yang manis dan……
“aduh apaan sih aku, ko jadi nglamunin dia.“ Rubby menghapus lamunannya segera, dia tidak ingin larut dalam bayang-bayang pemuda itu.
Rubby hanya tersenyum jika membayangkan kejadian itu, seolah tak percaya tapi kejadian itu telah membuat Rubby tidak bisa lupa akan sosok pemuda yang telah membuatnya penasaran. Dan hal ini adalah sesuatu yang tak biasa bagi Rubby, baru kali ini dia merasa sangat penasaran dengan seseorang apalagi laki-laki. Dengan wajah cantiknya, tidak sedikit kaum adam yang tergila-gila dengannya, namun kebanyakan dari mereka segan untuk mendekati Rubby karena merasa tidak sesuai. Apalagi selama ini sikap Rubby terlalu biasa untuk soal itu, dia belum tertarik untuk membangun suatu hubungan yang halal dengan seorang laki-laki. Kegiatan sosialnya dan kuliah sudah menyita banyak waktunya kalau hanya untuk sekedar mencari calon pendamping hidup. Terlebih lagi selama ini Rubby belum merasa ada ketertarikan terhadap sekian banyak kaum adam yang setia menunggunya.
Namun kini berbeda, Rubby begitu tertarik terhadap seorang pemuda yang belum diketahui jelas siapa dia sebenarnya. Pemuda yang hanya sekilas saja ada di hadapannya, pemuda yang telah menolongnya saat tas Rubby dirampok orang. Ya..pemuda itu telah menyihir rubby, membuat Rubby selalu memikirkannya.
Rubby merasa ada ketertarikan tersendiri dibalik baju kumel sang pemuda itu, sekilas saat Rubby menatap matanya ada perasaan lain dihatinya tak tau jelas apa yang sedang Rubby rasakan. Walaupun petemuan itu sangat singkat namun pertemuan itu begitu berharga, pertemuan yang membuat Rubby saat ini selalu termenung.
**********“ibu makan ya… nanti ibu sakit kalau ibu terus-terusan ga makan.” Ihsan mencoba menyuapi ibunya. Namun ibunya hanya bergeleng, sang ibu hanya terdiam dengan pandangan kosong jauh menerawang entah kemana. Raganya memang ada disini namun jiwanya entah kemana.
“ibu jangan seperti ini terus, ibu tau ga ihsan sedih banget ngeliat ibu kaya gini. Ihsan ngerasa sendiri bu. Ihsan pengen hidup seperti orang normal lainnya. bisa Selalu cerita sama ibunya, bisa manja-manjaan. Ihsan pengin ibu juga seperti ibu-ibu yang lain.” Hanya airmata yang terus menetes di pipi ihsan, walaupun beribu ungkapan ihsan lontarkan kepada ibunya namun ibunya tetap saja diam.
Sejak ditinggal ayahnya ihsan hidup terlantar, kehidupannya sekarang sangat erat denga hidup dijalanan. Tanpa kasih sayang dari ibunya itu ihsan harus bertahan hidup. Namun walaupun keadaan ibu ihsan seperti itu, ihsan selalu menyanyangi ibunya. Dengan segenap hati dia selalu merawat ibunya dengan tulus, tak ada guratan kelelahan saat dia harus terjaga di malam hari untuk mememani ibunya yang sewaktu-waktu bisa saja menangis. Saat siang dia berusaha mencari rezeki untuk sesuap nasi baginya dan ibunya. Dari pengamen jalanan, sampai tukang parkir dia lakoni. Itu semua dia lakukan demi sang ibu, dia tidak rela jika sang ibu yang dia miliki satu-satunya terjadi apa-apa.
“mas…jangan tinggalkan aku mas..tolong…mas..huhuuhuhu”kembali sang ibu terisak meratapi kejadian lampau. Dipeluknya tubuh ibunya, mencoba menenangkan walaupun dengan deraian airmata ihsan mencoba menghibur sang ibu.
“sudah bu, ihsan disini… jangan sedih lagi.” dekapan seorang anak yang merindukan ibunya kembali normal seperti sediakala.
***********Mentari pagi ini begitu cerah, secerah wajah Rubby yang berbalut hijab coklat. Gamis anggun yang dikenakan Rubby begitu cantik dipandang. Hari ini Rubby beserta kawan-kawannya akan mengadakan bakti sosial. Sudah banyak yang telah Rubby persiapkan, dari sembako hingga pakaian yang masih layak pakai Rubby kumpulkan, kesemuanya itu Rubby satukan untuk diberikan pada anak-anak yatim dan anak-anak jalanan. Kebetulan di kota itu terdapat sebuah desa yang berpenghuni warga kurang mampu. Di desa itulah Rubby dan kawan-kawannya mengadakan bakti sosial.
“hai Rubby, wah..cantiknya hari ini, kamu begitu anggun” puji Shinta sahabat karib Rubby
“ah kamu ni Shin berlebihan deh, kamu juga cantik ko apalagi kalau mau pake jilbab” Rubby tersenyum kecil menggoda Shinta
“hmmm iya deh bu ustad…belum dikasih hidayah sama Allah.” Shinta menimpali
“lakukan segera jangan tunggu nanti.”
“iyaaaaa ibu ustad… insya Allah.. udah akh ayo kita berangkat” shinta langsung mengajak Rubby kedalam mobil rombongan para relawan dan donatur.
“oke..”jawab Rubby singkat
Sementara didalam mobil Shinta sibuk membereskan perlengkapan, rubby kembali melamun, fikirannya jauh menerawang. Rindangnya pohon akasia di pinggir jalan menambah deretan keindahan alam yang Tuhan ciptakan, hawa sejuk pagi hari membuat suasana begitu nyaman. Nyaman juga untuk Rubby kembali memikirkan sosok pemuda misterius itu.
“hai non…nglamun aja. Bukannya bantuin aku malah asik bengong.”tiba-tiba shinta telah duduk disebelahnya.
“eh shin…ga ko, aku ga ngalumin apa-apa..aku Cuma lagi ngeliatin pemandangan aja, bagus ya.”Rubby kembali memandang keluar jendela dengan tersenyum.
“ih ngaco deh, perasaan hampir tiap hari kamu lewat jalan ini dan kamu juga ga kaya gini banget. Pasti ada apa- apa deh, ayo ngaku…ada apa sih…cerita dong sama aku.”shinta mendesak Rubby.
“loh bener ko ga ada apa-apa, kamu kali yang ada apa-apa.”jawab Rubby sambil tersenyum.
“Ihh Rubby, apaan sih ko senyum-senyum gitu, ayo cerita dong…cerita ga…kalo ga aku kelitikin neh…ayo cerita…”dikelitikinnya Rubby hingga dia tertawa tak henti, dan keduanya saling bergurau sepanjang perjalanan.
Satu jam perjalanan telah mengantarkan mereka, para rombongan relawan dan donatur ke tempat warga kurang mampu. Masing-masing dari mereka mengerjakan tugasnya sendiri-sendiri. Untuk relawan dan donatur laki-laki bertugas mengeluarkan barang-barang yang siap untuk disumbangkan sedang kaum hawa berbenah barangbarang yang telah diangkut didalam posko.
Didalam posko, Rubby dan Shinta sibuk memilah-milah barang untuk dibagikan. Mereka mengelompokkan menurut jenisnya. Tugas Shinta mencatat berapa banyak sumbangan yang telah dikumpulkan.
*********“terima kasih pak atas sambutannya, saya disini mewakili teman-reman relawan dan donatur ingin memberi sedikit sumbangsi terhadap desa bapak ini. Dan semoga apa yang kami beri bermanfaat bagi semuanya. Mungkin tidak banyak yang dapat kami berikan, hanya sekedar pelengkap kebutuhan dan tentunya doa dari kami agar warga disini terus dilindungi Allah SWT. Amien….”begitulah penutup atas sambutan ketua rombongan relawan, setelah tadi membagikan sumbangan kini rombongan ini segera pamit untuk pulang.
“terima kasih bapa-bapa, ibu-ibu semua, kami disini sangat senang atas kedatangan kalian. Apa yang telah kalian berikan sangatlah bermanfaat bagi kami semua.sekali lagi terima kasih banyak” sambut perwakilan warga disini.
Rombongan pun segera berlalu, semua relawan memasuki mobil. Namun sebelum Rubby hendak naik kedalam mobil tiba-tiba Rubby melihat ada sosok pemuda melintas. Dengan gaya yang tak asing lagi buat Rubby, sorot mata yang tajam serta wajahnya yang manis sangatlah meyakinkan Rubby bahwa dia lah pemuda yang selama ini mengganggu fikirannya, Dilihatnya dia baru saja datang dengan membawa gitar, yang roman-romannya habis mengamen. Sontak Rubby langsung mendatangi pemuda itu tanpa peduli kawan-kawan yang lainnya sudah hendak berangkat.
“hai rubb, mau kemana kamu.mobilnya sudah mau jalan.”teriak Shinta saat melihat Rubby berlari kearah pemuda itu.
“sebentar shin, aku mau ada urusan dulu”timpal Rubby tanpa memperdulikan Shinta.
Dengan setengah berlari Rubby mengejar pemuda itu, sebelum terlambat dia menghilang. Akhirnya Rubby dapat berjumpa lagi dengan sosok pemuda yang telah membuatnya penasaran.
“hei…tunggu…kamu yang bawa gitar…tunggu.” Rubby memanggil pemuda itu dengan nafas tersengal-sengal.
Pemuda itu pun berhenti dan menoleh kearah shinta.
“hmm iya ada apa..???” tanya pemuda itu kepada Rubby.
“sebentar..” Rubby mencoba mengatur nafas. ”hmm…kamu masih kenal saya.” tanya Rubby
Sepertinya pemuda itu kurang ingat dengan Rubby, terlihat dari wajahnya yang terlihat bingung. “siapa ya… maaf aku ga kenal.” jawab pemuda itu enteng.
“Aku rubby, cewe yang dulu pernah kamu tolong itu. Waktu tas aku dirampok orang dan kamu berhasil mengambilnya lagi. Masih ingat.” Rubby mencoba mengingatkan pemuda itu.
“hmmm…sebentar..” terdiam sejenak. “oh…kamu cewe ceroboh itu ya…ya aku inget. Ada apa lagi, kamu kerampokan lagi” jawab pemuda itu sekenanya saja.
“oh bukan… aku ga kerampokan lagi ko, aku Cuma mau ngembaliin ini. Sapu tangan kamu terjatuh waktu kamu nolongin aku. Waktu itu mau aku kembaliin tapi kamu keburu pergi. Dan mungkin baru sempet kali ini aja aku kembaliin.” Rubby menyerahkan sapu tangan putih yang ditepinya terukir inisial ‘i’…
“hmm kalau boleh tau nama kamu siapa, di sapu tangan kamu terukir inisial ‘i’” tanya Rubby
“aku Ihsan…makasih ya.” ihsan langsung berlalu meninggalkan Rubby setelah mengucapkan terima kasih
“eh.. ihsan.. sebentar jangan pergi dulu.” Rubby mencoba mencegah ihsan
“apa lagi…….”
“hmm ga apa-apa, ngomong-ngomng kamu tinggal disini ya” tanya Rubby dengan wajah sedikit tersipu
“iya, kenapa” jawab ihsan santai
Dan belum sempat Rubby mengobrol banyak, Shinta sudah keburu datang untuk mengajaknya pergi.
“Rubby ayo cepat pulang, sedang apa kamu disini. Ayo pulang” shinta menarik lengan Rubby karena tidak ingin ketinggalan rombongan.
“aduh Shinta sebentar,” menoleh ke arah ihsan, ”hei ihsan boleh kapan-kapan aku berkunjung ke tempatmu” tanya Rubby dari kejauhan.
“ya boleh….”
Inilah pertemuan kedua Rubby dengan pemuda itu, setelah pertemuan pertama yang tak terduga. Ada sedikit kelegaan dihati Rubby setelah mengetahui siapa nama pemuda itu, terlebih lagi Rubby kini telah tau dimana ia tinggal. Mungkinkah ada pertemuan ketiga, ke empat atau pertemuan-pertemuan berikutnya. Rubby tak tau pasti, tapi didalam hati kecilnya Rubby berharap agar dia bisa berjumpa kembali. Entah apa yang membuat Rubby seperti itu, yang pasti semenjak kejadian itu perasaan Rubby berubah, ada ketertarikan yang Rubby rasa terhadap sosok ihsan.
Dalam renungan malam Rubby selalu berdoa agar pertemuan itu menjadi pertemuan yang akan bermakna nantinya.
*****

Random Posts

  • Kirim Cerpen di Star Night

    OKE Deh….Berhubung Star Night udah nggak punya terlalu banyak waktu buat bikin cerpen ataupun lanjutin cerpen cerpen yang ada, kali ini +anna cayang mama selaku admin, pengen ngasi kesempatan buat reader yang pengen karyanya di post di persilahkan buat ngirim kesini.Syaratnya gampang kok :Yang pertama harus hasil karya pribadi. Say No To COPY_PASTE.Yang kedua Cerpen tersebut belum pernah di publikasikan di blog mana pun.Yang ketiga, saia +anna cayang mama selaku admin berhak untuk mengedit dikit dikit hasil karyanya.:pYang ke empat, Gak boleh melangar syara ya. Bahasanya yang sopan maksutnya.Yang kelima, Admin berhak mutlak untuk menentukan kapan cerpen nya akan di publisSyarat selanjutnya menyusul ^_^ Gimana cara ngirimnya?. Ikuti petunjuk berikut : ^_^Siapin dulu cerpennya *So jangan coba – coba ngirim cerpen kalau cerpennya belom di bikin… he he he #XDKirim dalam bentuk attacement ke email Anamerya17@gmail.comSertakan Biodata penulis yang mau di tempelkan di blog. Misalnya Email, Twiter, Ataupun Akun facebook. Yang terakhir, Kalau cerpen belum di publis bisa langsung hubungi admin diFacebook : Ana MeryaG Plus : +anna cayang mama Twiter : RianashinePin BB : 29E7BF03Nah, Segitu doank. Bagi yang berminat di persilahkan Untuk mengirimkan karyanya langsung ke sini. Kalau di tanya soal bayaran atau imbalan apapun itu. Hem, Maap gak pake imbalan ya. Kita cuma bikin buat seneng – seneng doank. ^_^Akhir kata : Selamat Berkarya….

  • Cerpen Sedih: Bunga dan Derita

    Judul: Bunga dan DeritaKategori: Cerpen Sedih, Cerpen RemajaPenulis: Ray NurfatimahAku masih terpaku pada deretan bunga sepatu di hadapanku. Bunga yang telah terkatup layu seiring dengan telah lamanya aku menanti seorang pria yang mengajakku kencan di taman ini. Tiga puluh menit dari jadwal janjian, terasa tak jadi masalah saat dari kejauhan terdengar seseorang memanggilku. Namun saat kupalingkan wajahku, aku kecewa bukan main ternyata hanya kegaduhan orang-orang disebrang jalan.Kembali aku fokuskan perhatianku pada rangkaian bunga dihadapanku. Sesekali kulirik wajahku pada kaca mungil yang sengaja kubawa. Aku harus memastikan saat Dannis datang aku bisa terlihat lebih cantik. Soalnya dia adalah laki-laki pertama yang aku persilahkan untuk mengajak diriku berkencan, ya walau hanya di taman kota saja. Dannis adalah teman sekelasku yang dua tahun terakhir ini aku idam-idamkan tembakannya. Padahal sebelumnya waktu menginjak kelas satu SMA aku sangat tidak akur dengan cowok tengil itu. Tapi karena suatu moment saat aku cidera diperlombaan basket antar sekolah, dia dengan gagahnya membopong tubuhku. Dari kejadian itulah aku mulai mengalihkan fikiran jelekku kepadanya. Dari yang tadinya evil yang paling dihindari, kini jadi sosok pangeran penolong yang dinantikan kehadirannya.Jarum jam telah menunjuk angka sembilan.“Oh Dannis, setega itukah kamu? udah dua jam Nis hikss…..,” aku tejatuh dalam tangis. Anganku telah hancur lebur karena sebuah janji yang tidak ditepati.Padahal masih hangat di memoriku, tadi siang saat jam istirahat aku mendapati sepucuk surat beramplop merah jambu terselip di mejaku. Hi Asmi…..Malam ini aku haraf kita bisa ketemu….Ada beberapa hal yang perlu aku sampein ke loe Mi….Gw.. Eh aku ssssstunggu kamu jam tujuh di taman kota yaa….-Dannis-Ku ulang kembali hingga tiga kali, aku baca dengan super apik, terutama dibagian pengirim.“Oh Tuhan, Dannis?” suasana bahagia bercampur haru menyelimuti hatiku.Nuansa kelas menjadi indah dipenuhi bunga warna-warni. Hingga seseorang menepuk pundakku. Dan suasana kembali berubah menjadi kelas dua belas saat jam istirahat. Sepi, dan terkapar tak berdaya buku-buku yang dilempar majikannya.“Asmi….”“Ehhh….. Via, kenapa Vi?“Loe yang kenapa? Dari tadi Gw intip dari jendela Loe senyum-senyum sendiri….”Aku disuguhi pertanyaan yang membuat aku kikuk sendiri. Aku tidak bisa membayangkan seberapa merah wajahkun saat itu. Yang pasti saat itu aku benar-benar tertunduk.“Eng….ngak ko Vi, aku gak kenapa-napa”, sahutku gugup.“Ya udah Gw mau ke kantin aja, mau ikut gak Mi?”“Oh gak, maksih aku gak laper.”Aku segera membalikkan tubuhku, memburu kursi dipojokan kelas. Namun baru beberapa langkah, hartaku yang paling berharga disabet oleh orang dibelakangku.“ehhhh..”“Haaa… ternyata ini toh yang bikin Loe jadi gak laper? Hahhahah…”“Via kembaliin!” ku rebut kembali kertas berharga itu.“Yah Loe ini Mi, sekalipun Gw gak baca tapi Gw udah tahu isinya apaan.”“So tahu kamu!”“Ya Gw tahu, itu surat dari Dannis kan? Dia ngajak kencan? Soalnya nanti malam dia mau……” omongan Via tertahan dengan kedatangan seseorang yang dari tadi dibicarakan.“Dannis…..” sahut ku dan Via kaget.“Aduh hampir saja” bisik Via pelan.“Kenpa Vi?” tanyaku penasaran.“Ohh enggak! Gw kayaknya ngedadak gak mau kekantin deh!”“Lantas loe mau kemana Vi?” tanyaku semakin heran.“Ke WC ya Vi? ya udah sana!” tangkas Dannis plus kedipan kecil dimata kirinya.“Oh ya bener, hhehhe” Via telah berlalu, sekarang tinggal aku dan Dannis.“Gimana?” Tanya Dannis.“Gimana apanya Nis?”“Tuu…” tunjuknya ke arah kertas dijemariku.“Oh oke deh aku mau”“Ya udah Gw cabut dulu ya!” sahutnya salah tingkah.“Oh ya…” aku tak kalah salting.Perlahan Dannis meninggalkan kelas, namun sebelum dia benar-benar pergi dia memanggilku.“Hmmm…. Vi jangan ampe telat ya!”“Ok sipp!”“Awas loh”“Iya bawel”***Dengan berurai air mata dan kecewa, aku putuskan untuk pulang kerumah. Sesampainya dirumah aku semakin kacau dengan disuguhi omelan Bunda, yang malah bikin hatiku semakin hancur saja. Beribu pertanyaan Bunda menghujani aku.“Dari tadi kamu kemana saja?”Aku hanya terdiam kaku tanpa menjawab pertanyaan Bunda.“Jawab!” kali ini nada suara Bunda meninggi,”Kamu tahu? anak perawan gak baik keluyuran jam segini!” sambung Bunda.Aku masih tak memberikan respon apa-apa.Plakkk Sebuah tamparan menggores pipiku, “Oh Tuhan sakit sekali” bisikku dalam hati.“Bunda jahat!” aku segera masuk kekamar, kututup rapat pintu kamarku.Malam ini sungguh menjadi malam yang paling berat untukku. Ini adalah kali pertama Bunda menampar dan memarahiku. Belum lagi dengan perasaanku yang masih kecewa karena kencan pertamaku gagal, karena Dannis tak hadir diundangannya sendiri.“Oh Tuhan, semalang itukah nasib ku?”Aku kembali terhanyut dalam tangis, hingga akhirnya aku tertidur pulas.***Pagi-pagi sekali aku sudah bersiap-siap untuk pergi kesekolah. Fikirku sudah matang, sesampainya disekolah akan ku beri tamparan mereka berdua.“Via sama Dannis itu dari mulai sekarang bukan temanku lagi, teman macam apa mereka? Berani ngerjain aku ampe separah itu!” gerutuku kesalKakiku masih mengayuh, menyusuri pinggiran jalan kota yang ramai. Namun saat aku melewati Taman Kota kakiku serasa tertahan, aku mengingat peristiwa tadi malam.“Cuihh….. aku bakalan balas semua rasa sakitku tadi malam!” aku kembali bergerutu kesal.Aku samakin kesal saat aku menyadari banyak kelopak bunga mawar berantakan diruas jalan.“Apa-apaan nih, mereka kira aku lagi jatuh cinta apa?” dunia pun seakan menertawakan rasa sakitku dengan menabur bunga di jalanan yang aku lewati ini.Aku berlari kencang meninggalkan keanehan yang membuat aku semakin gila. Tak membutuhkan waktu yang lama aku telah sampai disekolah.Hal pertama yang aku lakukan adalah mencari dua orang biadab itu. Tiga puluh menit telah berlalu, aku sudah mengubek-ubek isi sekolah tapi hasilnya nihil, keduanya hilang bak ditelan bayang. Hingga bell masuk pun tiba, tapi keduanya tak kunjung masuk kelas. Sampai pelajaran dimulai, baru sepuluh menit seseorang mengetuk pintu kelas. Aku terperajat kaget “Aku haraf itu Dannis atau Via”. Tapi ternyata bukan, dia adalah Bu Jen, wali kelas kami.“Pagi anak-anak”“Pagi Bu……” jawab murid hamper serempak.“Pagi ini ibu dengan berat hati akan mengabarkan kabar duka kepada kalian”. Semua anak kelas dua belas terlihat tenang mendengar penjelasan Bu Jen.“Salah satu teman kita, Dannis. Semalam mendapat musibah, dia mengalami kecelakaan yang cukup parah, hingga nyawanya tidak dapat tertolong”. Suara Bu Jen semakin melemah.Suasana berubah menjadi pilu, tangisan mulai tumpah ruah dimana-mana. Aku sendiri terpasung dalam diam, jantungku berdegup dalam kisah sedih yang tak tertahankan.“Dannissssss!!!!!” Aku berteriak sekencang-kencangnya, aku berlari dan terus berlari. Hingga akhirnya aku telah bertepi di ruas jalan di dekat Taman, dimana aspal dipenuhi kelopak bunga yang telah layu diinjak pengguna jalan. “Oh Tuhan ternyata kelopak bunga ini dipenuhi cipratan darah”Diri ini semakin berguncang hebat, saat aku temui secarik kertas.Dear……Asmi (Calon Kekasihku)From : DannisKertas kotor bernoda darah itu aku peluk sekuat-kuatnya.“Dannis…..Hiks” kepala ini semakin tak tertahan, dan akhirnya aku terkapar dalam ketidaksadaran.***Mata ini pelan-pelan mulai menatap jelas orang-orang disekelilingku. Ku lihat dengan pasti wajah Bunda dan Via penuh dengan kehawatir dan penasaran.“Asmi kayaknya udah sadar Tant”“Iya”“Aku kenapa Bund?” tanyaku dengan nada berat.Bunda dan Via menatapku pilu. Aku mulai mengingat deretan kejadian sebelum aku terkapar dalam tempat tidur ini, “Dann….” Ucapanku terhenti karena sentuhan telunjuk Bunda di bibirku. Bunda menganggukkan kepalanya petanda mengiyakan setiap halus ucapanku, “Iya, kamu yang sabar ya nak”Lagi-lagi aku terpaku dalam diam, hanya linangan air mata yang mengalir deras dipipiku. Via memeluku erat,“Maafin Gw ya Mi, Hiks… Gw tahu, Gw gx mampu jaga Dannis buat Loe.”“Hiks…… Dannis” ***Satu minggu sudah aku mengurung diri dikamar, tanpa bicara dan tak ingin brtemu siapa-siapa.Tukk tukkkk…..Seseorang mengetuk pintu kamarku“Asmi , nih ada Nak Via pengen ketemu kamu.”“Pergi Kamu!!” bentakku kasar, dan lemparan bantal tepat mendarat diwajah Via saat Bunda membuka pintu kamarku.“Mi ini Gw, Via”“Pergi kamu!!! Kamu yang udah bikin Dannis meninggal!!!”“Ya Gw Mi, Gw yang udah nagsih buku Diary loe itu ke Dannis, yang membuat Dannis sadar tentang semua perasaan Loe ke dia. Tapi asal Loe tahu Diary Loe itu juga yang bikin Dannis sadar kalo cintanya gak bertepuk sebelah tangan!”“Jadi Dannis……..” ucapanku terhenti, perlahan aku mendekati wajah Via yang basah karena air mata, “Bohong!” bentakku bringas.“Gak Mi!”“Alah itu akal-akalan kamu aja, biar aku enggak ngerasa terhianati” sahutku sinis.“Gak Mi, Loe gak sadar waktu malam itu Dannis terlambat tiga puluh menit, dia terus manggin-manggil Loe, tapi Loe gak denger,” ucapannya terhenti, sesaat Via mengambil nafas panjang “Loe malah sibuk sama riasan Loe itu, sampai akhirnya dia tertabrak karena lari kearah Loe!”“Bohong!”“Tidak! Gw liat dngan mata kepala Gw sendiri, Gw yang anter Dannis ke Taman karena dia kelamaan milih bunga di toko bunga nyokap Gw.”“Dannis….Jadi”“Jadi gak ada yang terhianati disini, Dannis bener-bener cinta sama Loe Mi! Pliese Loe jalani hidup Loe lagi, buat Dannis Mi!”“Hiks…….” Aku menangis sejadi-jadinya, tapi itu akan menjadi tangisan terakhirku. Karena aku telah berjanji untuk menjalani kehidupan ini dengan sebaik mungkin. Karena aku mencintai Dannis, laki-laki yang mencintai aku.***The EndBy : Ray Nurfatimah

  • Akhir Cerita Cinta Nada

    Akhir Cerita Cinta NadaOleh : dellia riestavaldiNamanya GISWARA NADA, biasa panggil NAT/NADA kelas XI IPS 1 di SMA PERMATA INTERNASIONAL.Cewek ini pintar dan berbakat. pelajaran favoritnya adalah SOSIOLOGI.Tinggi badannya 163cm. Mata yang berwarna hitam legam dan rambut sangat hitam lurus sepunggung.kulitnya berwarna coklat terang.semua orang menyukai murah senyumnya itu,senyum manja yang di kangenin semua teman-temannya . Hobbynya adalah ng-GALAU melulu. Saat bel pulang tiba-tiba rara ke kelas adell buat ngembaliin novel Nada yang di pinjemnya,kebetulan Rara anak IPA dan adell anak IPS. Rara adalah sahabat Nada sedari smp, nama aslinya sih Rana Renwardi.Rara menghampiri meja Nada.‘’terkadang bohong ya kalo dia selalu ada buat aku ra?-.-‘’ucap Nada‘’dia siapa Nat?” Tanya rara.‘’kamu lupa Ra? Kan aku sering cerita ke kamu, mulai deh ya kamu Onengnya.itu loh si Fahri.inget kan inget!’’ dengan kesel Nada memastikan supaya Rara inget.‘’yaa lagian aku baru datang langsung bilang kaya gitu ya aku ora ngudeng toh ,iya Nada aku inget kaka kelas itu kan?. ‘’ ucap Rara ‘’iya Ra  ”“kamunya noh kenapa lagi ? nggalau lagi ? ga bosen-bosen sih kamu Nat , akunya melek nih ngeliat kamu nggalau, kaya monyet lagi diare tau ga!’’ ejek Rara“anjritt ngecenya BAGUSSS amat sih Ra!!!!!!!!!!!!’’kata Nada kesel“hahaha tak apalah Nadaku yang cantik(huek), tapi bener tau aku bosen banget ngliat kamu setiap hari murung, diam tanpa kata kaya monyet yang lagi sariawan” serunya pada Nada sambil ketawa puas .“Ra, ga ada yang lebih bagus dari monyet?” ucapnya geram“ga ada Nat!!itu cocok banget buat kamu hahaha, udah ah pulang takut ngamuk nih si NYONYA hhahaha dadah Nada” “kurang ajar lo Ra!!”Nada manyun sambil membereskan buku-buku yang ada di atas meja, dan pergi menuju kelas Risa di XI IPA 5.“Ris hari ini kamu yang nyetir yah, akunya lagi males nih”pinta Nada“siip siip.” Ucap risa* * *Keesokan harinya seperti biasa Nada berangkat sekolah dengan Risa, kebetulan rumah Risa ga jauh banget dari rumah Nada.Sesampainya didepan rumah Risa.“Ris ayo berangkat, ko malah mlongo gitu?”Tanya Nada“oh iya Nat, soryy soryy.”ujar Risa“siip siip gapapa hahha nyantai sist”“ris, kamu tau mantan aku yang namanya Dion?”“iya Nat, aku tau.kenapa?”“sumpah ya seumur-umur baru baru nih aku ngbenci aku sampe BENCIIIIIIIIIII BANGGGEEEETTT sama mantan.”kesel Nada“kenapa je tu cowo ?”“ya kamu tau kan Ris aku putus ama dia gara-gara dia boongin aku, ternyata baru seminggu setelah kita putus dia punya cewek baru, AHH SEMUA COWO TUH YA PADA INTINYA SAMA AJAA !! keheul da urang Ris, teu bogaeun hate kitu si Dion” “idihh jalma naon nu kitu sih, piceun wae dell jalma nu kitu, da baguslah kolo maneh geus putus mah allhamdulillah yah .” “iyaa sih Ris sesuatu banget, tapi kan yang nyuruh aku jadian ama Dion kan ka Fahri ,hayo kumaha coba?”“loh kok bisa? Terus kenapa kamu mau oneng ah.”“iya yah, yaudahlah yang lalu biarlah berlalu”* * *Fahri, dia kaka kelas Nada. Orang yang Nada suka, orang yang mengerti Nada. Entah kenapa akhir-akhir ini dia ga ada kabar, Nada kaget ketika Fahri menyuruhnya untuk jadian sama DION, cowok brengsek yang Nada pernah kenal.Gerutu Nada dalam hati .“sial lagi-lagi gue mikirin tu cowok, belom tentu juga dia mikirin gue .”Kali ini bukan di dalam hati melainkan teriak,hingga teriakan itu terdengar sampai luar kamar Nada.“akkkuuu kkaaannnggggeeennn kkkaaammmuuu FAHRI !!”Tiba-tiba adiknya Nada masuk kamar Nada, sambil bertriak juga dia berhenti di pintu kamar.“woooyy BERISIK !!!!”“yey suka-suka GUE, sana pergi lo dari kerajaan gue”“lagian males juga Karin masuk kamar lo ka”“yaudah sanah pergi !”“sabaar sih, kalo ribut lagi awas aja tak siram !”“SIAPA LO brani siram gue hah !”“siapa aja boleh.” Sambil menjulurkan lidah Karin menutup pintu dengan keras hingga menghasilkan bunyi yang cukup brisik.“sialan, tambah ngrusak suasana aja sih adik gue .. hah!” kesel Nada* * *Setelah berminggu-minggu Nada lost kontak, ternyata kabar buruk menimpa Nada. Tiba-tiba sebuah pesan baru muncul di layar hape Nada. Ternyata pesan Rara.From:RarapelloowNat, fahri ke rumah gue !gue kira dia ama lo, tapi yang gue kaget dia ama NIA, mantannya kaka kelas kita yang suaranya merdu itu.Membaca pesan dari Rara, seakan-akan hati Nada di tusuk-tusuk jarum, cekitcekitcekitcekit. Lagi-lagi Nada meneteskan air mata. Nada langsung tengkurep di atas bantalnya dengan penuh air dimatanya.“aku kira kamu yang terbaik. Tapi, kamu bikin aku jadi pribadi yang buruk, selalu buat aku jadi ngrasa sendiri dan kesepian,”gumam Nada sedih.Lagi-lagi hape Nada getar. Ternyata Rere, sahabat adell waktu kelas 10 yang tinggal di kosan dekat SMA. From: Rere reliableNat, barusan fahri datang ke kosan gue sama teh NIA. Sebenernya ada apa sih lo ama Fahri?Ko dia kesininya bukan sama lo ?Tanpa basa-basi, Nada langsung melempar HP-nya ke sofa sebelah kasurnya.“SEBENERNYA SEMUA INI MAKSUTNYA APA SIH !!GUE GA NGERTI FAHRI, APA YANG LO MAU DARI GUE !!CARA LO MANAS-MANASIN GUE, KAMPUNGAN TAU GA !!” teriak Nada* * *Ternyata Fahri ama Nia udah jadian. Nada termenung sejenak.“gue baru sadar ternyata si Fahri nyuruh gue jadian sama Dion karna dia pengen jadian ama Nia, cukup tau aja gue. Ya gue nyadar diri Nia kan seorang model, okelah no problem gue kalah materi, tapi jangan nyesel aja kalo gue lebih baik dari dia hahaha.”pikiran jelek Nada“dia udah bahagia dengan hidup dia sendiri, gue ga boleh ngrusak itu. Sekarang gue ya gue, dia ya dia. Sekarang mah ambil hikmahnya aja deh. Yang lalu yaudah sana minggat. Sekarang mah gak ada Nada yang selalu nangis gara-gara mikirin orang yang ga pernah mikirin gue. Semuanya CUKUP SUDAH !” jeritan dalam hati Nada.“sekarang gue janji, gue bakal mau pacaran lagi kalo sama DIA, mantan gue si KEVIN. Titik pokoknya. Emang salah gue ninggalin dia dulu. Gue khilaf banget. Maafin gue Kevin, gue yang salah. Sekarang gue harus nunggu lo, nunngu lo bener-bener putus sama cewe lo. It’s ok no problem .”Nada Optimis.* * * “Oktober FREAK, ngbetein aja sih ko pada aneh sih udah 3 orang nyatain cinta ke gue, gue yakin pasti ini cobaan yang tuhan kasih ke gue, Nada please jangan ke goda. Yyeaaahhh gue pasti ga akan ke goda, tetep Kevin ” bicara dalam hati sambil senyum-senyum kecil gitu.Tiba-tiba Nessa temen sebangku Nada melongo ngliat tingkah Nada yang aneh banget, senyum-senyum sendiri lagi.“Nat, lo gak papa kan?” Tanya Nessa heran“hah, apaan Nes? Maksudnya ?” si Nada balik Tanya“loh kok balik Tanya sih? Lo sakit ? apa lagi ga beres tu otak lo?dari tadi senyum-senyum sendiri aja, gue malah di cuekin”“hehehe gue gapapa kok, lagi seneng gitu.”“ahh curang lo, giliran GALAU, KESEL ke gue tapi kalo lagi seneng sendirian aja ”“hehe ni baru gue mau cerita NESSA SAYANG, lagian lo nya sendiri protes duluan ahahha”“ah kebiasaan lo mah ngomong gitu ah, buruan Nat cerita ke gue”desak Nessa“gapapa Nes, gue cuma seneng aja, gue dikasih pikiran yang positive ama tuhan, gue percaya tuhan udah ngerencanain ini semua. Dan tuhan ngejauhin gue dari Fahri gue tau itu pasti yang terbaik buat gue Nes ”dengan sangat yakin Nada mengatakan.sambil melihat dengan tatapan yang kagum, Nessa berkata pada Nada.“Nat, hari ini lo kenapa ko TUMBEN banget berfikiran gitu, ini baru SAHABAt gue ”“cie, lo kagum ya Nes ama gue?”dengan PD-nya Nada bilang sama Nessa.“ahh lo kalo udah dipuji dikit Kumat ke GeErannya” gerutu Nessa.“hehehe, Nes menurut lo, missal lo punya mantan sebut aja X, nah pas lo jadian ama si X itu sampe 1tahun gitu, terus putus deh lo yang putusin si X gara-gara hobby si X memperpanjang masalah yang sepele. Tapi setelah 10bulan kemudian lo baru sadar Cuma dia yang paling mengerti lo, paling setia ama lo, dan sekarang lo pengen dia balik lagi karna lo masih sayang banget ama dia. Terus masalahnya si X udah punya pacar? Gimana menurut lo Nes?gue butuh pendapat lo nih” pinta Nada.“kalo menurut gue, kalo emang guenya sayang banget ama si X, ya gue bakal tunggu dia ampe putus ama cewenya. Emang kenapa Nat lo nanya gitu?”“terus kalo, dia udah putus ama cewenya, lo bakal nglakuin apa ke dia supaya dia balik lagi?”Tanya Nada serius“ya gue bakal sms-in dia terus, bikin dia nyaman dideket gue kaya dulu. Kalo udah berhasil deketin dia, bakal gue Tanya tuh perasaan dia ke gue, sama ga kaya perasaan gue ke dia, GITU NAT !”“makasih ya bebep gue mmuuaacchh, thanks for your opinion.”sambil menyium pipi Nessa, Nada berlari keluar kelas dengan penuh semangat setelah mendengar pendapat dari Nessa. * * *Saat kau tak ada atau kau tak disiniTerpenjara sepiKu nikmati sendiriTak terhitung waktu tuk melupakanmu Aku tak pernah bisa aku tak pernah bisaDengan suara yang lantang Nada menyanyikan lagu ajeng “saat kau tak ada” dengan gitar kesayangannya. Dengan suara merdunya, Nada menyanikan lagu itu dengan penuh perasaan sehingga ia menjatuhkan air matanya. Tiba-tiba ia terhenti, sesuatu terjadi padanya.“kepala gue kenapa, ko sakit banget.” Sambil memegang kepala yang sakitnya, nada menaruh gitarnya disamping tempat tidurnya, dan ia pun tiduran di atas ranjang tempat tidurnya, hingga akhirnya Nada tertidur pulas.* * *sesampainya Nada dikelas.Nada lansung menghamipiri mejanya.“hey Nes, lagi ngapain lo?” Tanya Nada“biasa Nad, buat ulangan hehehe.” Jawab Nessa santai.“good job bebep, ntar gue liat ya.” Sambil tersenyum seakan memohon.“ah curang lo, tapi ada syaratnya?”“apa Nes?”“ntar lo jajanin gue ya?”“oke deh siap.”Nada langsung terdiam, dan lagi-lagi Nada merasakan sakit yang titik pusat sakit itu di belakang kepala Nada. Sambil menahan rasa sakit, Nada duduk dibangkunya.“Nat, lo kenapa?” Tanya Nessa sambil memegang pundak Nada.“sakit banget Nes…”“apanya Nat? lo bilang sama gue?tiba-tiba Nada sudah terjatuh dan tergeletak dilantai, segera Nessa membawa Nada ke UKS.10 menit kemudian, Nada siuman.“Nad, lo gapapa kan?” Tanya Nessa khawatir.“iya Nessa sayang, tadi gue juga gatau ko semuanya jadi gelap”“ulangan di batalin, gara-gara lo pisan.”“asik dong Nes.” Senyum Nada dengan muka pucatnya.“yey asik-asik, gue yang ga asik udah cape-cape bikin contekan, tapi belum selesai juga sih bikinnya hhehehe.”* * *5bulan kemudian.“gue bête, sampe sekarang Kevin belum putus ama pacarnya , gue bener-bener nyesel ninggalin elo, biasanya kalo gue kesepian lo selalu datang kerumah gue, nghibur gue, sekarang siapa yang bakal nghibur gue?bayang-bayang lo yang ga pasti . Gue bingung harus gimana.oh god please help me, im so tired for all about it” gerutu Nada pelan.“gue mau coba sms Kevin ah, tapii, sms , engga , sms, engga ,SMS!”to: myfirstlove gue Kevinhei kev,lo lagi apa ?gimana kabar lo sekarang?“gue ga yakin sms-nya bakal dibales kevin, dia pasti sibuk sms-an ama pacarnya Nabilla ”Nada membuka buku diary-nya, dan ia menulis beberapa kata.god, lepaskan aku dari derita yang tak berakhir saat dia tak ada disisiku.Nada berhenti menulis, Nada senyum kecil ketika HP-nya bergetar. Segera Nada meraih HP-nya di atas tumpukan buku-buku novel koleksinya.“sialaan, gue kira dari Kevin, ternyata operator” kesel NadaHp Nada bergetar lagi, “operator mau ngerjain gue lagi tah, ga ada kerjaan banget sih operator, ga punya temen sms-an ya jadi sms ga puguh ke gue” kesel Nada.pas Nada menekan tombol Q-pad tersebut, Nada langsung loncat-loncat gembira di atas kasur.“ayyyeee , sms gue di bales ama Kevin !!!!!!!!!!!!” saking gembiranya Nada lupa membuka isi pesan dari Kevin.from: myfirstlove gue Kevinhei Nat,gue baik aja ko.lo sendiri gimana kabar?gue lagi pusing mikirin cewe gue, to: myfirstlove gue Kevingue agak buruk, soalnya suka pusing gitu.Gue juga ga ngerti kenapa.gue belom sempet ke dokter.nyokap gue belum pulang dari bali.lo tau sendiri kan kalo gue kemana-mana ama lo, tapi itu DULU :’)yaudah lo harus sabar ngadepin nabilla,seperti lo ngadepin gue dulu from: myfirstlove gue Kevinyaudah gue anter ke dokter sini,meski lo bukan cewe gue lagi.nyokap lo mau percaya ke siapa lagi?selain ama gue?oia,dan masalahnya lagi gue udah putus sama Nabilla.“THANKKSS GOD, UDAH NGABULIN DOA GUE.GOD, GUE SENENG BANGET HARI INI, TEPATNYA MALAM YANG LAGI UJAN GINI jadi inget dulu, gue pergi nonton ama Kevin maksain ujan-ujanan di jalan, gue jadi pengen kaya dulu god ” senengnya dalam hati.to: myfirstlove gue Kevinbeneran lo mau nganterin gue ke dokter kev ?makasih banget yah kev, gue seneng banget ko lo putus sih ama Nabilla kev?from: myfirstlove gue Kevinkan gue yang nawarin, ya gue maulah.Nada oneng hehehebesok jam 11 gue jemput yah udah takdirnya Nat gue pisah ama Nabilla.udah dulu ya gue mau mandi nih Nat.bye Nada “gue bahagia banget god, bahagia banget , hari ini bakalan tidur nyenyak deh gue “* * *Bunyi klakson sudah memanggil Nada untuk keluar dari rumah .“bentar kev, gue lagi pake sepatu nih” ujar Nada“iyaa santai aja Nat”saut Kevin“yuk, gue udaah siap nih”ajak Nada“ya ayo, gue kan dari tadi nungguin elo”jawab Kevin“hehehe sorry kev”“udah belom Nat”“gue udah duduk dari tadi Kev”“kalo udah ya turun hahaha gue bercanda kok Nat”sesampainya didokter.“siang, siapa yang sakit?” Tanya dokter“ini dok temen saya, Nada.”jawab Kevin“iya saya dok” ucap Nada.“oh, ade ini, sakit apa? Ada keluhan apa?” Tanya dokter“ini dok, saya sering sakit kepalanya bagian belakang, kadang ilang kadang sakit banget sampe Cuma bisa tiduran nahan sakit” jawab Nada“coba diperiksa dulu yah, bagian mana yang sakit ?”sambil memegang kepala Nada dokter mencari sumber kenapa kepala Nada sakit.“nah disitu dok, sakit banget.”“ini semacam …” perkataan dokter terputus“dok, ada WC gak?kebelet nih”“itu disebelah wastafel “ jawab dokterSelama Nada ke WC, Kevin yang bertanya-tanya pada dokter.“dok, Nada sakit apa?” Tanya Kevin“kalo dilihat dari benjolan di kepalanya, itu seperti kista.”“loh? Dok bukannya kista itu Cuma ada di rahim aja?”“ga Cuma dirahim dik,”“kalau kista dikepala bahaya ga dok?”“bahaya, kalo di diemin aja, harus cepat diambil kelenjar di benjolannya. kalo dilihat dari benjolan dikepala Nada, kira-kira udah stadium 3.”“apa ada obatnya dok?”Tanya Kevin serius“ada tapi mahal dik, bisa sampai 750rb. Kalo ga diobati ya terpaksa di operasi, ngambil cairan yang ada dikelenjar kepalanya. Saya bikini resep obatnya dulu ya.”“oh gitu ya dok, makasih ya dok.”pas saat Nada keluar dari WC, tangan Nada langsung di tarik sama Kevin.“ihh apaan sih Kev, sakit nih” kesal Nada“ayo pulang.”“kok pulang Kev, kan belum tau kata dokter apa.”sambil di tarik keluar dari ruang periksa, Kevin berkata .“lo gapapa kok kata dokter, dokter bilang lo harus banyak istirahat aja Nat”Kevin mengeluarkan kertas dari jaketnya.“nih, jangan sampe ilang ya ni resep dari dokter”“loh? Katanya gue gapapa kok obatnya segini banyak Kev?mahal lagi” Tanya Nada heran“udah turutin aja apa kata dokter Nat”“iya aja deh buat lo mah Kev, apa sih yang engga.” Gombal Nada“yyeeyyyy elo malah nggombal Nat, daasssaaarrr”“hahaha, btw kita abis ini mau kemana?”Tanya Nada“ya pulang lahh, kata dokter lo ga boleh kecapean NYONYA.” Sambil ngotot gitu bilangnya“gue BT Kev dirumah ” jawab murung sambil menundukan kepalanya.“gue temenin Nat, tenang aja.” Sambil tersenyum“beneran Kev? Asikk hehehe.” senyum yang bahagia keluar dari mulut Nada.“ayoo pulang Nat.” ajak Kevin.“ayo Kev”* * *Sesampainya dirumah.“Nat, gitar lo mana? Gue pinjem dong.”“itu dikamar gue ambil aja.” Sambil menunujuk kearah kamarnya.“Kev, nyanyiin lagunya five minutes dong, gue kangen sama suara lo.”pinta Nada.“siap tuan puteri” ucap KevinEntah saking nyaman atau menghayati, akhirnya Nada tertidur di pundak Kevin.Kevin terdiam memandang wajah Nada yang cantik itu, dan Kevin pun berkata.“Nada, gue sayang sama lo, gue cinta ama lo, gue jadian ama Nabilla Cuma buat pelarian doang supaya gue ga inget lagi sama lo, supaya gue ga kesepian kalo lagi inget lo.”Kevin terdiam kembali, lalu memindahkan Nada ke kamarnya. Setelah Kevin sudah memindahkan Nada ke kamarnya, Kevin masih saja memandangi Nada, dan akhirnya Kevin mencium kening Nada.dan 1 kata bisikan kecil.“I love you Nada”Kevin keluar kamar mencari pembantu Nada.“bi…!!!bibi..!!” suara mencari bibi“iya, ada apa den Kevin.”“bi saya mau pulang dulu yah, tolong jagain Nada ya bi.”“siap den.”“assalamualaikum”“walaikumsalam den”* * *Pagi yang cerah, secerah muka Nada. Satu SMS masuk dari Kevin.from: myfirstlove gue KevinPagi Nat,maaf ya kemarin sore gue ga pamit ke elo.Gue soalnya gamau ganggu lo.oiyaa 1 lagi.gue sayang elo Nat.-ini ga salah kirim kan? Hahaha kalo salah kirim ngapain musti ada nama gue, pasti itu buat gue… asiiikkk- Nada gembira dalam hatito: myfirstlove gue Kevinoh santai aja Kev, seharusnya gue yang minta maaf.guenya aja yang malah ketiduran.hehe nyaman sih guenya wkakakakak becanda dinkgue juga sayang kok sama elo Kev hehehe from: myfirstlove gue KevinMulai sekarang sekolah gue jemput elo ya, buru sana mandi.ntar gue jemput, gamau tau .-lagiseriusnih-To: myfirstlove gue Keviniye bawel amat si elo Kev.gue mau mandi dulu.bye jelek.20 menit kemudian.“bunyi klakson itu familiar banget, pasti Kevin” jawabnya PedEsetelah keluar luar rumah.“anjriit dugaan gue salah, tukang laundry ternyata hahaha nah itu dia pangeran gue datang”“pagi tuan puteri.”sambut Kevin“pagi Kev, ayo berangkat nanti telat.” Sambil melihat jam tangannya.“yauda atuh buru kamunya teh naik Nat”“hehe iya Kev.”sesampainya di sekolah Nada.“ntar pulangnya gue jemput ya Nat.”“Siap komandan.”* * *Setiba dikelas .“Nessa, !!” teriak Nada“apaan sih Nat, pagi-pagi udah teriak” ucap Nessa“gue seneng hari ini, si Kevin berubah drastic sama gue, ternyata perjuangan gue nungguin dia ga sia-sia Nes , lo percaya ga tadi gue baru dianter ama Kevin.”“terus gue harus bilang WOW gitu?”geram Nessa“Nes ko elo gitu banget sih sama gue . Gue kan Cuma mau niat baik sama elo, gue cerita ke elo, lo ko malah marah gitu sama gue ” kecewa Nada“hahaha kena tipu ! gue bercanda kali Nat.” “tapi bercandanya ga lucu, gue kaget banget elo bilang gitu.”“hahaha ah elo di bercandain dikit aja langsung manyun gitu sih? Payah lo” ucap Nessa“Nes, lo udah belajar ekonomi belom buat ulangan? Gue belom nih, gue kmaren sore ketiduran saking nyamannya deket Kevin hehe” “whuu dasar keenakan itu mah, udah tenang aja, kan gue pakarnya ekonomi hahaha”“iya deh elo pakarnya, makanya jangan pelit ama gue yah ” rayu Nada.“sip sip Nat.”“oia Nes, tadi malem Fhari sms gue gitu, dia nyesel katanya PHP-in gue, dia sekarang udah putus ama Nia, Nia-nya selingkuh ama temen modelnya hahaha kasian banget ya. Ternyata ya Nes.”“iya Nat, udah ah jangan ngurusin Fahri, kan dia Udah KADARLUARSA di hati elo.”mereka berdua sama-sama tertawa.* * *Bel sekolah sudah bertriak 3x kepada murid-murid. Waktunya pulang sekolah, ternyata jam yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.“Kevin mana ya? Ko belom jemput gue.” Sambil mencari motor Kevin di jalanan.5menit kemudian akhirnya Kevin datang.“elo kok manyun sih Nat? ga seneng gue jemput?”“gue bukannya ga seneng, tapi gue bête nungguin elo nih .” Manyun mode on.“maaf ya tadi ban motor gue bocor dideket sekolah gue, maaf gue nyesel Nat.”“forget it Kev, c’mon back to home.”“wait wait, I want to say with you, it’s serious”“any problem with you Kev?why?”“no, I don’t have a problem.”“so, why ?”“mmmmm, I want you back in my life.”“hahhh? Maksud lo? Gue ga ngerti?”“isshh, gue pengen lo balik ma gue, ngerti?”“ohh iya ngerti, terus lo mau apa?”“ya gue mau lo jawab sekarang BODOH.”“yeaahh kalo lo bilangnya gitu gue gamau balik ama elo ah” bercanda Nada“iya deh, tuan putri, elo mau balik ama gue ga?”“iya gue mau balik ma lo, dan gue mau balik kerumah juga nih”“iyaa deh sayang kita pulang”“cie mulai sayang-sayangan hahaha”Menurut Nada hari ini adalah hari yang paling terbaik di bulan November, tepatnya tangal 9 november 2011. Dimana ga ada lagi yang namanya berkhayal tentang Kevin. Semuanya sekarang udah jadi kenyataan . * * *“entah kenapa rasa sakit ini jadi teramat sakit sekali, ya tuhan sakit banget, sebenernya aku kenapa, sakit banget ya tuhan sampe aku ga bisa bangun dari tempat tidur ini.” Ucapnya dalam hatiNada meraih ponsel yang ada di sebelah bantalnya, dan langsung mengSMS Kevin.to: myfirstlove gue Kevin.yang, kamu lagi sibuk ga ?from: myfirstlove gue Kevin.Engga sayang, kenapa yang?to: myfirstlove gue Kevin.Kamu kerumah aku dong yang, please banget :’(from: myfirstlove gue Kevin.Iya yang sekarang aku kerumah kamu yah sesampainya Kevin dirumah Nada.“kamu kenapa yang? Ko pucet banget sih ?” Tanya khawatir Kevin.“gatau yang, kepala aku sakit banget, ngelebihin yang kemarin, rasanya kaya mau pecah, mata aku juga jadi berat banget, yang please buat hari ini aja kamu nginep dirumah aku yah, aku lagi ga pengen jauh dari kamu, aku gamau kamu pergi.” Ucap Nada sambil meneteskan air mata“iya aku nginep sini hari ini, kamu udah minum obat belum sayang?”Nada hanya menggelengkan kepalanya.“kenapa belum diminum?sekarang obatnya mana?”“aku belum beli obatnya, resepnya aja masih di tas aku, kata kamu aku gapapa, jadi aku ga beli obat itu”“sayang ko kamu ga nurut sama aku, yaudah besok aku anter ke dokter lagi ya.”Nada menganggukan kepalanya.“Kev, boleh aku tidur di bahu kamu? Aku pengen banget meluk kamu pokoknya aku gamaau kamu jauh dari aku.”Akhirnya Kevin memeluk Nada.* * *“Nat, bangun Nat.”Sudah berkali-kali Kevin membangunkan Nada, tapi ga ada hasilnya. Akhirnya Kevin membawa Nada kerumah sakit. Dan dokter mengatakan kalau Nada koma.Kevin hanya menunduk di atas ranjang yang ditiduri Nada saat itu.“Nada, please bangun.” Sambil meneteskan air mata Kevin berusaha membangunkan Nada.Pada hari ke4, Nada terbangun dari koma.“KEV..” suara Nada “allhamdullilah, Nad akhirnya lo bangun juga.”“Kev, aku ga bisa nahan rasa sakit ini, aku juga susah ngatur Nafas.”“kamu pasti kuat ko sayang, oia tadi mamah kamu nelpon katanya minggu depan dia pulang.”“Kev, aku pengen meluk kamu.”akhirnya Kevin memeluk Nada.“Kev, maafin aku tapi aku ga kuat untuk sakit dikepala ini Kev, sakit banget. Aku pengen kamu ga akan pernah ninggalin aku, aku pengen kamu jadi cinta terakhir aku, walaupun nanti aku bukan cinta terakhir kamu. Kev, kalau aku pergi sekarang gapapa kan?” Tanya Nada sambil meneteskan air mata.Kevin melepaskan pelukan dari bahu Nada.“walaupun ini sulit banget bagi aku, aku relain kamu Nat, karna aku sayang banget sama kamu, aku ga mau ngliat kamu nangis nahan rasa sakit yang kamu rasain.”Dengan banyak air mata yang menetes di wajah cantik Nada, Nada mengucapkan kata terakhirnya.“kev, tuhan baik banget ya sama aku, tuhan udah ngabulin doa aku, doa supaya kamu balik sama aku. Dari dulu sampe sekarang rasa cinta aku ke kamu tuh ga berkurang Kev, aku pengen kamu jaga cinta aku ke kamu. Dan aku pengen sampai kapanpun kamu jangan pernah ngelupain aku. Sekarang aku pengen tidur, kamu jangan bangunin aku ya.”Nada langsung menutupkan matanya.Ternyata Nada tertidur untuk selamanya, dan Kevin langsung meneteskan air matanya sejenak, dan ia pun langsung memanggil dokter. Lalu Kevin kembali ke kamar yang di tempati Nada, untuk yang terakhir kalinya Kevin mencium kening Nada.Kevin memegang tangan Nada, tetapi ditangan Nada ada secarik kertas yang Nada tulis sebelum ia pergi.Tuhan terimakasih, atas semuanya yang engkau berikan kepadakuwalaupun hanya sesaatKau mengembalikan orang yang amat ku sayangSampai pada saat ini, ia masih di sampingku sekarangTapi aku tau tuhan, ga selamanya ada dia di samping akuTerimakasih untuk dirimu yang aku cintaiYang telah menjagaku tanpa rasa lelahMungkin tuhan telah mentakdirkan kita untuk kembaliDan di pisahkan untuk selamanyaTapi percayalah aku kan selalu ada di hatimuMungkin ini akhir dari kisah kita :’)selamat tinggal .* * *Hari yang sangat kelabu, disaat Nada di makamkan. Nessa, Rere , Rara dan teman-teman Nada lainnya tak hentinya meneteskan air mata.Sewaktu Nada ditaruh di atas Tanah yang baru di gali, Nessa sahabat Nada pingsan, tak kuasa Nessa menahan rasa kehilangannya, bayangkan Nessa 1tahun setiap hari disebangku dengan Nada.Nessa masih belum bisa melupakan ketawa Nada yang sangat khas.Setelah semua orang pada meninggalkan pemakaman, hari tertinggal Kevin seorang diri di sebelah batu nisan Nada, orang yang dia cintai.“Nat, semoga elo bahagia ya disana, semoga kelak nanti kita dipertemukan disana. Gue sekarang mau pulang ya, gue sayang elo Nat.”Disaat Kevin pulang dari pemakaman, ia langsung menghampiri parkiran motor yang berada diseberang jalan. Tanpa melihat kanan-kiri, Kevin pun langsung menyebrang, dan tanpa ia sadari mobil yang sedang melaju kencang menghampirinya. Kevin pun tewas ditempat.Dan akhirnya Kevinpun dimakamkan tepat disamping makam Nada.==========SELESAI==========Fb : adell qodell@ondelladell

  • Cerpen benci jadi cinta Vanessa Vs ferly ~ 06

    Cerpen benci jadi cinta part 6. Untuk part sebelumnya bisa baca di cerpen benci jadi cinta Vanessa Vs ferly part 5. Happy reading….Credit cerpen : Mia MulyaniVanes tanpak mengerjab-ngerjabkan mata, dan melihat kesekeliling, mentari pagi telah masuk dari celah-celah jendela, sepertinya ia sudah merasa tak asing dengan tempat ini.“loe udah bangun?” tanya sebuah suara dari samping,Vanes menoleh ‘ferly’. Pantesan aja udah nggax asing orang ini kamarnya dirumah ferly, Vanes melihat baju yang gue kenakan, lho kok… baju ini kan bukan yang ia pakai tadi malam.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*