Ketika Cinta Harus Memilih ~ 12 | Cerpen Cinta

Oke lah all, cerita berlanjut. Masih seputar tentang Ketika cinta harus memilih yang kini memasuki part 12. Ngomong ngomong kemaren pas gak ada ide buat nulis cerita iseng ngacak acak postingan di blog Star Night ini. Mendadak mikir sendiri, ini blog kumpulan cerpen apa kumpulan cerbung si? wukakakka
O
Okelah, udah kebanyakan bacod kayaknya. Mending langsung baca aja yuk. And untuk yang belum baca part sebelumnya bisa di baca di Ketika cinta harus memilih part 11.

Ketika Cinta Harus MemilihSepulang dari kampus Rangga tidak langsung menuju kerumahnya. Ia justru malah membelokan arah motornya kerumah Fadly.
“Gue lagi galau nie sob. Hibur gue donk” Ujar Rangga yang kontan membuat Fadly langsung tergelak.
“Nggak lucu tau ngga si. Gila loe, temen lagi menderita bukannya di bantuin eh malah di ketawain” geram Rangga yang diam – diam merasa menyesal menemui sahabatnya yang tadinya di pikir bisa sedikit membantu memberikan solusi.
“Lagian loe ada – ada aja. Pake istilah Galau Segala” cibir Fadly sinis. “Kenapa?. Aku nggak punya pulsa?” Sambung Fadly meledek sambil mengikuti gaya iklan kartu As di Tv.
“Gue serius ni."
“Iya deh. Kalau gitu ayo kita pergi,” ajak Fadly sambil melangkah kearah motor Rangga yang di parkir di depan rumahnya sebelum beberapa saat yang lalu merebut kunci yang ada di tangan Rangga sebagai isarat kalau ia yang akan membonceng.
“Ha?. Emangnya kita mau kemana?” tanya Rangga heran walau tak urung ikut mengenakan helm dan duduk di belakang Fadly.
“Tadi katanya lagi galau . Ya sudah sekarang loe naik aja. Soal kita mau kemana itu terserah gue” Balas Fadly . Rangga hanya manut di belakang.
Ketika cinta harus memilih
“Danau?" kening Rangga tanpak berkerut saat mendapati dimana kini Fadly menghentikan motornya.
“Kenapa loe malah bawa gue ke danau?” tanya Rangga lagi.
Fadly masih tidak menjawab. Dengan santai ia melepaskan kedua sepatunya dan duduk di pingiran danau. Kakinya sengaja ia mainkan didalam air agar dapat merasakan sejuk dan segarnya air itu. Melihat ulah Fadly yang sepertinya menyenangkan tanpa pikir panjang Rangga langsung mengikuti.
“Jadi gini rasanya.Sekarang gue baru tau” gumam Rangga lirih.
Fadly yang sedari tadi masih terdiam menoleh. Tidak mengerti maksut ucapan Rangga barusan.
“Gue baru nyadar kalau danau itu ternyata sama sekali bukan tempat yang tepat untuk menghibur. Pantas saja waktu gue ajak cinta kesini dia justru malah nangis” sambung Rangga dengan tatapan menerawan.
“cinta?. Maksut loe loe pernah ngajak dia kesini?” tanya Fadly.
Seolah baru sadar dengan apa yang diucapkannya barusan Rangga hanya mampu mengangguk kikuk . Sedikit salah tingkah.
“Bahkan tanpa sadar orang yang loe ingat justru cinta” gumam Fadly lirih sambil tersenyum penuh makna.
“Apa?” tanya Rangga mengernyit heran. Telinganya tidak dapat menangkap gumaman lirih Fadly barusan.
“Nggak ada” Fadly mengeleng.
“Terus kenapa loe ngajak gue kesini. Yah seperti yang gue bilang tadi. Tempat ini tu sama sekali bukan tempat yang pas untuk menghibur seseorang” Rangga kembali menanyakan pertanyaan yang sama.
“Siapa bilang gue ngajak loe kesini buat menghibur. La wong loe jelas – jelas nggak kenapa – napa. Lagian nie ya, kalaupun memang ada yang harus di hibur itu cinta, bukannya elo. Gue yakin dia pasti sangat menderita sekarang."
Refleks Rangga menoleh. Menatap heran kearah Fadly. Apa maksut ucapannya?.
“Dia baik – baik aja. Sama sekali tidak menderita” balas Rangga setelah terdiam untuk beberapa saat.
“Loe yakin dia baik – baik saja?” tanya Fadly sambil menoleh.
Kali ini Rangga menunduk. Sama sekali tidak berani menatap wajah Fadly. Bukan, bukan karena ia takut pada sosok yang ada disampingnya. Ia hanya merasa takut kalau seandainya apa yang dikatakan oleh sahabatnya barusan itu benar. Bahwa sesungguhnya cinta saat ini tidak sedang baik – baik saja. Bahwa gadis itu mungkin menderita. Tapi dengan cepat pikiran itu ditepisnya jauh – jauh. Tidak mungkin cinta menderita. Kalau memang ia menderita kenapa justru dia yang malah memutuskannya?. Tapi ketika ia mengingat tatapan kosong cinta beberapa saat yang lalu, lagi – lagi ia merasa ragu.
“Tidak perlu loe jawab kalau seandainya loe sendiri juga nggak yakin akan jawaban yang akan di lontarkan” Fadly kembali buka mulut saat melihat Rangga yang sedari tadi masih terdiam terpaku.
“Oh ya, gimana soal hubungan loe sama cinta?” Tanya Fadly mengalihkan pembicaraan.
“Gue udah putus sama dia."
“Apa?” tanya Fadly kaget.
“Leo gila ya. Kenapa kalian bisa putus. Loe mutusin dia?”
“Tentu saja tidak. Dia sendiri yang minta putus” bantah Fadly membalas.
“Dan loe menyetujuinya?”
Rangga tidak menjawab. Tapi kebisuan itu sepertinya sudah cukup untuk dijadikan jawaban.
“Gue yakin dia saat ini pasti menderita. Setelah pertengakaran yang semakin sering terjadi antara bokap nyokapnya. Sekarang loe malah mutusin dia."
“Bukan gue yang mutusin” Rangga meralat.
Seolah baru menyadari sesuatu Rangga langsung menoleh kearah Fadly.
“Tunggu dulu, loe tau dari mana kalau bokap sama nyokapnya cinta sering beranterm?”
“Kasih” Balas Fadly singkat.
“Kasih?”
“Ia. Kasih temennya cinta. Kemaren gue nggak sengaja ketemu dia sehabis pulang dari apotik. Katanya membeli obat buat cinta yang sakit. Waktu itu cinta malam – malam berhujan – hujanan datang kerumah nya. Karena kebetulan gue juga nggak sibuk, ya sudah sekalian aja gue anterin dia."
“Cinta? Sakit? Dirumah kasih?” Tanya Rangga bingung. “Tapi kenapa waktu itu gue tanya dia bilang nggak tau."
“Cinta yang minta” Fadly menjelaskan.
“Apa?” Rangga telihat makin bingung. “Kenapa?”
Kali ini Fadly hanya angkat bahu.
“Oke, kalau kasih ngga ngasih tau karena dia memang sahabatnya cinta. Tapi kenapa loe nggak ngasi tau gue, padahal loe tau kalau gue kelimpungan nyari dia?” tanya Rangga terdengar memprotes.
“Loe kan nggak nanya” balas Fadly santai.
“walau pun gue nggak nanya seharusnya sebagai sahabat loe kan bisa cerita sama gue. Kenapa loe malah diam aja."
“Terus elo?. Kalau loe memang nganggap gue sahabat kenapa loe nggak pernah cerita kalau Cisa datang kembali?” Fadly balik bertanya.
“Maksut loe?” Rangga terlihat gugup sekaligus kaget. Bagaimana Fadly bisa tau masalah ini.
“Loe tau maksut gue” Balas Fadly terdengar sinis. Rangga menunduk sedikit merasa bersalah karena menyembunyikan masalah ini dari sahabatnya.
“Gue bukan nggak mau cerita. Tapi gue masih inget sikap loe dulu yang nggak suka kalau gue deket – deket sama dia."
“Dulu gue ngelarang elo kan ada alasannya. Cisa itu sudah punya pacar Rangga."
“Tapi sekarang dia udah putus. Dia nggak pacaran sama siapa- siapa lagi” balas Rangga cepat. Dan saat ia mendapati tatapan lurus Fadly kearahnya ia baru menyadari kalau ia salah bicara.
“Jadi loe mau bilang kalau sekarang loe mau deketin dia lagi karena sudah nggak ada lagi yang ngehalangin kalian?”
“Gue nggak pernah bilang kayak gitu."
“Tapi itu intinya” potong Fadly. Rangga hanya menghela nafas membalasnya.
“Baiklah, itu urusan elo. Kalau loe memang masih suka sama Cisa gue juga nggak bisa ngelaranga. Secara ini masalah hati. Dan Gue berharap apapun yang loe lakukan itu adalah yang terbaik buat hidup loe. Sebagai sahabat gue Cuma bisa mengingatkan. Tetap segala keputusan ada di tangan loe” Balas Fadly kemudian.Rangga masih terdiam. Sibuk dengan jalan pikirannya sendiri.
“Oke deh, kalau gitu kita Ganti topik aja” Fadly berusaha kembali mencairkan suasana. Ia sadar kalau sahabatnya saat ini pasti masih bingung dengan situasi yang dihadapinya.
“Coba deh sekarang loe liat kesana” tunjuk Fadly kearah danau.
“Menurut loe, apa yang paling menarik dari danau ini?”
Rangga mengikuti arah terlunjuk Fadly. Setelah terdiam untuk beberapa saat ia menjawab.
“Bunga teratai."
Fadly tersenyum simpul mendengarnya sebelum mulutnya kembali berujar.
“Bunga teratai” ulang Fadly sambil berpikir. “Hidup, tubuh dan berkembang di dalam air namun justru tidak pernah merasakan basahnya kecuali ketika bunganya telah menjadi layu” sambung Fadly.
Kening Rangga berkerut bingung mendengarnya.
“Maksut loe?”
“Loe terlalu terpaku pada keindahan Rangga. Loe ingat, waktu dulu Cisa merasa sedih, loe sering banget membawanya ketaman hiburan agar ia kembali tertawa. Tapi tadi loe sendiri yang bilang untuk menghibur cinta loe malah mengajaknya kesini untuk menangis."
Rangga kembali terdiam. Mencoba untuk mencerna maksut dari ucapan sahabatnya.
“Oke, kalau gitu menurut loe sendiri. Apa yang menarik dari danau ini?” Rangga balik bertanya.
“Air yang mengenang di daun talas."
Rangga menoleh. Menatap lurus kearah Fadly yang juga sedang menatapnya. Sedikit demi sedikit sepertinya ia mulai mengerti maksutnya.
Dan sebelum Rangga kembali bersuara, Fadly sudah telebih dahulu bangkit berdiri. Berjalan sedikit menjauh kemudian berjongkok di pingiran danau. Tangannya terulur memetik sehelai daun talas yang memang banyak tumbuh di sekitar pinggiran. Kemudian kembali membawanya kesamping Rangga.
“Loe liat air ini?. Terlihat berwarna kuning keemasan sekaligus bersinar saat terkena sinar matahari?” tanya Fadly sambil memainkan air yang sengaja ia teteskan diatas permukaan daun yang tadi diambilnya. Rangga hanya membalas dengan anggukan membenarkan.
“Tapi sekarang loe liat ini” sambung Fadly sambil membalik daun itu sehingga kini seluruh airnya tumpah.
“Bahkan setelah airnya tumpah ia sama sekali tidak meninggalkan bekas."
Lagi – lagi Rangga mengangguk membenarkan.
“Tapi gue tau gimana caranya untuk membuat agar daun ini basah."
“Oh ya? Gimana?”
Faddly tidak menjawab. Namun jari – jari tangannya telah bergerak lincah. Dengan hati – hati ia mengunakan kukunya untuk mengupas kulit tipis diatas permukaan daun. Setelah selesai dengan eksperimen dadakannya. Kembali digunakannya daun itu untuk menampung air yang ia ambil dari danau.
“Sekarang loe liat kan. Daun ini basah."
Lagi – lagi Rangga hanya mampu mengangguk. Tapi tetep ia masih belum mengerti maksut sahabatnya menunjukan eksperimen itu padanya.
“Jadi loe udah tau kan. Daun talas ini baru bisa menyadari keberadaan air justru saat dirinya terluka. Sama halnya dengan seseorang. Bahwa kadang untuk menyadari keberadaan dan betapa berartinya ia, kita justu harus mengukurnya dari rasa sakit. Maksut gue, diantara cinta dan Cisa. Siapa diantara mereka yang paling tidak ingin loe liat menderita. Disaat dia terluka, loe justru yang merasakan sakitnya. Disaat ia menangis, loe ikut merasakan penderitaannya."
Mulut Rangga terkunci. Sama sekali tidak mampu untuk berkata apa – apa lagi. Secara sadar ia mengakui apa yang Fadly katakan benar adanya.
“Loe nggak perlu jawab pertanyaan gue. Cukup loe cari tau dan sadari saja. Hanya saja pesan gue jangan sampai itu semua terlambat. Karena Pada sebagian orang ada yang baru menyadari keberadaan seseorang justru setelah ia kehilangannya. Gue berharap itu nggak akan terjadi pada loe."
“Ma kasih sob. Leo memang sahabat terbaik gue” kata Rangga Akhirnya sambil merangkul pundak Fadly. Dia benar – benar harus bersukur memiliki sahabat sebaik ini. Jadi yang harus ia lakukan saat ini hanyalah menemukan jawabannya bukan?.
Ketemu lagi di part selanjutnya at Ketika cinta harus memilih part 13
~ Admin , Lovely Star Night

Random Posts

  • Cerpen Romantis: In My Dream

    In my DreamOleh Aprilana Dewi“mengatakan aku mencintaimu adalah kata-kata yg ingin aku ucapkan setiap hari dalam hidupkumaukah kau menikah denganku? Aku ingin mencintaimu dan hidup bersamamuaku ingin kau bersandar di bahuku saat kamu tertidurmaukah kau menikah denganku? Dengan segenap hatiku, apakah kamu setuju ?”Arlini adalah sosok perempuan yang sudah lama diidamkan Reo . Lelaki yang masih saja membujang karna menunggu cinta Arlini untuknya padahal dia sudah berusia 25 tahun . Arlini dan Reo memang dekat , mereka berdua satu kampus , Arlini masih semester 6 sementara Reo masih skripsi dan sebentar lagi dia akan lulus .Tak ada kriteria yang lain untuk gadis impiannya kecuali Arlini . Reo sangat mencintai Arlini . Dia sangat manis , lembut dan baik sekali . Terkadang Reo tak sanggup menahan perasaannya sendiri yang membuat setiap malam matanya sulit terpejam .Selain kuliah, Reo juga punya band . Dia sebagai vokalis dan pencipta lagu . Ada 3 personil pada band yang ia namakan “KRY” yang berarti Kyuhyun,Reo dan Yesung. Salah satu lagu yang ia karang untuk Arlini adalah yg berjudul “ In My Dream “. Mengapa ia mengarang lagu tersebut ? Karna seperti judulnya “ In My Dream “, Lagu itu tercipta seketika ada sebuah mimpi merasuki malamnya . Saat itu Arlini datang pada Reo dengan tersenyum manis . Menghampiri Reo yang kini tengah menggengam sebuah cincin pernikahan .Malam itu Arlini Nampak cantik, sangat cantik bahkan melebihi kecantikan seorang bidadari . Reo terpesona akan itu . Lalu ia persiapkan jauh dalam hati untuk menyampaikan isi hati kepada Arlini dengan memegang kedua tangan Arlini .“ Arlini, perlu kau tau bahwa sesungguhnya aku sangat mencintaimu.., aku sangat sulit untuk hidup tanpamu . Maka dari itu menikahlah denganku . Kamu mau kan ? “Seraya dengan indahnya sebuah melodi yang mengiringi kisah ini… Seperti lagu ini teralun begitu saja Arlini mengangguk …Tak segan Reo memeluk erat Arlini dengan kekuatan cinta yang sudah benar-benar terbalaskan . Dan itu artinya Arlini sudah akan menjadi seseorang yang menemaninya setiap detik,menit,jam dan hari-harinya.“meskipun kita menjadi tuakita akan trus tersenyum dan hdup bersamamaukah kau menikahiku? Apakah kamu mau untuk menjalani sisa hdupmu bersamakutidak peduli seberapa lelah kitaaku akan selalu disampingmuHari-hariku yg akan kita lakukan bersamaaku kan slalu di sampingmuaku telah menyiapkan cincin ini sejak duluaku mohon pasang cincin yg bersinar ini di jarikuingat janji yg telah kita buat bersama, maukah kau menikahiku ?”Setelah Reo melepaskan pelukannya, Reo akan menyematkan cincin yang ia genggam untuk Arlini . Arlini nampak bahagia dengan ini . Membuat Arlini sebahagia ini bagaikan puncak yg paling ujung kebahagiaan dalam hidup Reo .Mendaratkan sebuah kecupan di kening Arlini seakan membangun gejolak semangat hidup Reo . Ini adalah keindahan … adalah sebuah cinta yang manis .“ Aku mau menikah denganmu Reo “ ucap Arlini pelan.. pelan sekali . Namun mampu terdengar oleh Reo .Namun, langkah Arlini semakin menjauh secara sangat perlahan tanpa Reo sadari .. Lama kelamaan Arlini semakin menyamar..memudar dan seperti tertutupi awan gelap… Sedangkan Reo tak bisa bergerak untuk mengejar Arlini .“ Arlini !!!!!!!!!!!!!!! “ Teriak Reo keraaaaaaassssssss bahkan sangat keraas.. Hingga ia tersadar ..Barusan dia hanya melewati momen indah yang bersifat sementara yaitu mimpi . Yesung dan Kyuhyun yang juga teman kosnya pun terkejut melihat aksi Reo . Ia berteriak memanggil nama Arlini sangat keras sekali .Setelah Yesung dan Kyuhyun mendekat, mereka mendapati Reo sedang menitihkan air mata dengan memegang erat kepalanya . Wajahnya memerah dan mengekspresikan kekecewaan yang sangat mendalam . Jika Reo tau ini hanya mimpi, mungkin dia tak akan bangun lagi …“Aku berharap tidur seperti ini selamanyaAku terbangun juga masih dengannyaAku berharap tidak bermimpi lagiHari inipun aku bahkan dapat berdampingan bersamanyaJika hari ini aku dapat melihatmu lagi, jika dapat seperti itu, jika kau kembaliJika kau dapat sekali lagi ada di sampingku, jika dapat seperti ituAku tidak ingin terbangunJika dapat tertidur lagi dan itu akan terulang..…..”Hari-hari Reo semakin menghitam kalbu seketika mimpi itu datang . Mimpi ini seperti narkoba… Menagihkan… Jika tak mampu mengulang lagi, akan sakit seperti ini . Setiap hari harus memojok di kamar dan merenungkan hal itu lagi dan lagi walaupun sangat terasa mustahil untuk melupakannya .“diam-diam aku menertawakan diriku sendiriAku tidak percaya seberapa dalam aku jatuh untukmuKau masuk ke pikiranku dengan rangakaian imajinasi.Sekarang aku seperti orang bodoh yang jatuh cintaSemuanya , aku, sekarang, kauAku sudah jatuh cinta denganmuLihat aku dan aku berjanjiBahwa aku tidak akan membiarkan engkau pergiBahkan jika dunia berakhir, aku akan mencintaimu seperti jam abadi yang tak pernah berakhir”Bahkan kondisi Reo semakin parah ketika Arlini memperkenalkan tunangannya yang bernama Siwon kepada Reo . Wajar, Reo adalah teman terdekat Arlini . Dengan cara seperti apalagi Reo menahan amarahnya untuk ini ? Ia tidak boleh menunjukan sakitnya cinta ini di hadapan Arlini . Sebagai teman terdekatnya, Reo harus menampakan ekspresi bahagianya ketika seseorang yang sangat ia cintai tengah dimiliki orang lain . Lambat laun Arlini menghilang dari kehidupan Reo seketika Arlini sudah lulus . Begitupun juga dengan dirinya. Mungkin ini sudah jalannya, Arlini diciptakan bukan untuk dirinya . Namun kenangan di mimpi itu.., takkan mungkin bisa Reo hapus … “I Still Love You and We will be theLove Truly in My Dream …”TAMATFacebook : Avrielwi@gmail.comTwitter : @aprilanasiwonchoiBlog : http://aprilanabercerita.blogspot.com

  • Cerpen Cinta Sedih: Sebening Cinta Embun

    Sebening Cinta EmbunOleh: Novie An-Nuril KhiyarEmbun. Aku memanggilnya embun. Titik – titik air yg jatuh dari langit di malam hari dan berada di atas dedaunan hijau yang membuatku damai berada di taman ini, seperti damai nya hatiku saat berada disamping wanita yang sangat aku kagumi, embun.“ngapain diam di situ, ayo sini rei…” teriakan embun yang memecahkan lamunanku. Aku lalu menghampirinya, dan tersenyum manis dihadapan nya.“gimana kabarmu embun?”“seperti yang kamu lihat, tak ada kemajuan. Obat hanyalah media yang bertujuan memperparah keadaanku. Dan lihat saja saat ini, aku masih terbaring lemah dirumah sakit kan?”, Keluhnya.“obat bukan memperparah keadaanmu, tapi mencegah rasa sakitnya. Embun,, kamu harus optimis ya”.“hei rei, aku selalu optimis. Kamu nya aja yang cengeng. Kalo jenguk aku pasti kamu mau nangis,, iya kan? Udahlah rei,,, aku udah terima semua yang di takdirkan Tuhan,, dan saatnya aku untuk menjalaninya, kamu jgn khawatir, aku baik-baik aja kok”. Benar kata embun, aku selalu ingin menangis ketika melihat keadaannya. Lelaki setegar apapun, pasti akan sedih melihat keadaannya, termasuk aku.***Sudah 2 minggu tak kutemui senyum embun di sekolah. Sangat sepi yang aku rasakan. Orang yang aku cintai sedang bertaruh nyawa melawan kanker otak yang telah merusak sebagian hidupnya. Apa? Cinta? Apakah benar aku mencintainya??? Entahlah,, aku hanya merasakan sakit di saat melihat dia seperti ini. ya Tuhan, izinkan aku menggantikan posisinya. Aku tak ingin melihat wanita yang aku sayangi terbaring lemah di sana. Tolong izinkan aku.Seperti biasa, aku menyempatkan diri setelah pulang sekolah untuk pergi menjenguk embun di rumah sakit.“hai embun,, bagaimana kabarmu?”“sudah merasa lebih baik di bandingkan hari kemarin. Gimana keadaan sekolah kita?”“baik juga. Cuma… ada sedikit keganjalan.”“keganjalan apa rei?”“karena di sana tak kutemukan senyummu embun….”“ada ada aja kamu rei,,, hahaha. O iya, kata dokter, besok aku udah di izinin pulang lho. Aku senang banget. Kamu bisa kan jemput aku di sini”.“apa? Serius?” tanyaku kaget dan senang juga.“sejak kapan aku bisa bohong sama kamu. Aku serius reivan algibran. Hehehhe”.“gak perlu sebut nama lengkapku embun azzula,, aku percaya kok”. Senang sekali bisa melihat senyum dan tawamu embun,,, bathinku.***Waktu terasa cepat berlalu, karena sekarang aku sudah berada tepat di depan pintu kamar embun. Aku mengetuknya dan…” pagi embun,,”“pagi juga reivan,, gimana, kamu dah siapkan antar aku kemanapun aku mau…?”“siap tuan putri,, aku selalu siap mengantarmu kemanapun engkau mau. Heheheh”“ok,, sekarang aku pengen ke taman. Tempat kita pertama kali bertemu rei,, kamu bisa antar aku ke sana kan?”.“siip, berangkat”.Taman ini menjadi tempat favorit kami. Sedih, suka, marah akan kami lontarkan di tempat ini. Tempat yang penuh dengan bunga-bunga yang kami tanam dari nol. Ya, taman ini karya kami. Taman yg terletak tepat di belakang gedung sekolah. 1 petak tanah yg tak pernah tersentuh oleh tangan manusia, ntah apa alasan mereka. Tanah yg tandus, bunga yg layu telah kami sulap menjadi taman cinta yang begitu indah, yang di tumbuhi bunga2 kesukaan kami. Sejak embun di rawat di rumah sakit, aku tak pernah mengunjungi taman ini, walaupun dekat dengan sekolahku.“rei, kenapa semua bunga di sini layu,, apakah tak pernah kamu rawat?”. Tanyanya. Apa yang harus aku jawab,, aku tau, dia pasti marah.“mereka layu karena tak ada embun di sini”. jawabku seadanya.“embun? Bukannya tiap pagi selalu ada embun yg membasahinya?”“tak ada yg lebih berarti selain embun azzula bagi tanaman ini, termasuk aku”. Jelasku yg membuat dia terdiam sesaat.“maksud kamu?”, dia menatapku dalam.“tak ada,, mereka cuma butuh embun azzula yg merawatnya, bukan embun biasa dan aku. Mereka kesepian, karena sudah 2 minggu tak melihat senyum dan tawamu embun”.“ya, aku menyadarinya itu. Sahabat,,, maafin embun ya,,, maaf selama ini embun gak bisa merawat sahabat serutin kemarin. Itu karena kesehatan embun yg semakin berkurang. Dulu embun bisa berdiri sendiri, sekarang embun harus menggunakan tongkat, kursi roda dan bahkan teman. Teman seperti rei, yg bisa memapah embun. Thanks y rei..”“eh,, ii iya, iya embun, sama sama.”Sudah seharian kami di sini,, tanpa di sadari embun terlelap di pangkuanku. Menetes airmataku ketika melihat semua perubahan fisik yg terjadi padanya. Wajahnya yg pucat, tubuhnya yg semakin kurus, dan rambutnya yg semakin menipis, membuat aku kasihan. Kenapa harus embun yg mengalaminya? Tapi aku juga salut, tak pernah ada airmata di wajahnya. Dia sangat menghargai cobaan yg diberikan Tuhan kepadanya, dia selalu tersenyum, walaupun sebenarnya aku tau, ada kesedihan dibalik senyum itu.“rei…” desahnya“ia embun. Kamu dah bangun ya? Kita pulang sekarang yuk,,, “ ajakku ketika dia sadar dari mimpinya.“aku mau di sini terus rei,, kamu mau kan nemenin aku. Aku mau menunggu embun datang membasahi tubuhku. Sudah lama sekali aku tak merasakannya”.“tapi angin malam gak baik buat kesehatan kamu”.“aku tau, tapi untuk terakhir kali nya rei,,, pliss…”.“maksud kamu apa? Aku gak mau dengar kalimat itu lagi”.“gak ada maksud apa-apa,,, kita gak tau takdir kan. Dah ah,, kalo kamu gak mau nemenin aku, gak apa-apa. Aku bisa sendiri”.“gak mungkin aku gak nemenin kamu embun,, percayalah… aku akan selalu ada untukmu”.“ gitu dong,, itu baru sahabat aku.” Ucapnya sambil melihat bunga-bunga di sekelilingnya.“embun…”“ya,,,”“kamu suka dengan embun?”“sangat. Aku sangat menyukainya. Embun itu bening, sangat bening. Dan bening itu menyimpan sejuta kesucian. Aku ingin seperti embun, bening dan suci. Menurutmu bagaimana?”“aku juga mencintai embun. Mencintai embun sejak mengenal embun”.“rei, kamu tau… aku ingin seperti embun. Embun yang bisa hadir dan memberi suasana beda di pagi hari. Embun yg selalu di sambut kedatangannya oleh tumbuhan”.“kamu sudah menjadi embun yg kamu inginkan.”“maksudmu?”“tak ada”.Aku sengaja merahasiakan perasaanku terhadapnya. Karena aku tau, tak ada kata “ya” saat aku menyatakan perasaanku nanti. dia tak mau pacaran, dan dia benci seorang kekasih, ntah apa alasannya.Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Embun pun terlelap kelelahan di sampingku.“embun,,,, embun,,,,,, bangun embun,, sekarang sudah pagi. Katanya mau melihat embun, ayo bangun” pujukku,, tapi tak kudengarkan sahutan darinya.“ayolah embun, bangun. Jangan terlelap terlalu lama…” aku mulai resah, apa yg terjadi. Kurasakan dingin tubuhnya, tapi aku menepis fikiran negatif ku. Mungkin saja dingin ini berasal dari embun pagi.“embun sayang,, ayo bangun. Jangan buat aku khawatir”. Lagi lagi tak kudengarkan sahutannya. Tubuhnya pucat, dingin, kaku,,. Aku mencoba membawanya kerumah sakit dengan usahaku sendiri. Dan,,, “ kami sudah melakukan semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain. Embun sudah menghadap sang pencipta” itulah kata-kata dokter yg memeriksa embun yg membuat aku bagai tersambar petir. Aku lemah, jatuh, dan merasa bersalah. Kalau tak karena aku yang mengajaknya ke taman, mungkin tak kan seperti ini. Ya Tuhan, kenapa ini terjadi… aku tak sanggup.***Beberapa bulan kemudian….Aku temui surat berwarna biru dan ada gambar embun di surat itu.Teruntuk reivan alghibranEmbun…Titik titik air bening yg jatuh dari langitDan membasahi kelopak bunga yg aku sukai.Aku ingin seperti embun, yg bisa hadir di hati orangYg menyayanginya. Tapi aku tak menemui siapa orang itu???Rei … makasih ya, dalam waktu terakhirku, kamu bisa menjadi embun di hatiku. Dan tak kan pernah aku lupakan itu. Rei,, maaf kalau sebenarnya aku suka sama kamu. Aku sengaja tak mengungkapkannya, karena aku tau.. sahabat lebih berharga di banding kekasih.O ia rei,,, tolong rawat taman kita ya,, aku gak mau dia layu karena tak ada yg memperhatikannya lagi. Karena taman itu adalah tempat pertemuan kita pertama dan terakhir kalinya.sekali lagi,, makasih dah jadi embun selama aku hidup dan tolong,, jadiin aku embun di hatimu ….salam manis… embun azzula.“Embun,,,kamu tau, pertama aku kenal kamu, kamu telah menjadi embun dihidupku, yang menyejukkan hatiku. Dan kamu adalah butiran bening yang selalu buat aku tersenyum, seperti embun yang selalu buatmu tersenyum.Taman ini, bukan aku yg akan merawatnya, tapi kita. Dan taman ini tak akan pernah mati, karena kamu selalu ada di sini, di sini rumah mu.” Kalimat terakhirku ketika meletakkan setangkai bunga mawar yg aku ambil dari taman di atas pusaranya. Pusara yg terletak di tengah-tengah taman embun. Dan kunamai taman itu dengan nama EMBUN. embun.. yang tak kan pernah mati…the endFb : Novie An-Nuril Khiyartwitt : @noviepurple19

  • Cerpen Tentang Aku dan Dia Part 5 {update}

    Cerpen tentang aku dan dia part sebelumnya udah pada baca kan?… Kalau belum baca baca dulu gih sana.. ha ha haKredit Gambar : Ana merya"Pagi Ma, Pa…. Gresia berangkat dulu" Pamit Gresia terburu – buru . Gara – gara tadi malam tidurnya terlalu larut yang berakibat telat bangun. Padahal hari ini di kampusnya ada jadwal masuk pagi."Lho. Nggak sarapan dulu" Tanya Mama sambil mengoleskan selai kacang di atas roti nya."Nggak sempet. Gresia udah telat. Udah gresia pergi dulu ya. Da… eh, Assalamu'alaikum" Sahut Gresia sambil beranjak pergi. Tapi sebelum itu tangannya masih sempat menyambar roti yang ada di tanggan sang mama.sebagian

  • Cerpen Romantis: HADIAH TERINDAH

    HADIAH TERINDAHoleh: Rizki NoviantiPerasan itu begitu kuat sampai aku tak sanggup untuk terlalu lama jauh dari dirinya, seseorang yang dingin yang menjadi tambatan hati saat aku melihat senyumnya begitu menggetarkan jiwa membuat hati selalu damai. Namun rasa ku hanya bertepuk sebelah tangan dia tak hiraukan aku, perasaan itu aku rasakan sejak kelas 2 SMP sampai saat ini kepada seseorang yang selalu aku puja, sebagai orang yang mencintainya dia hanya anggap aku sebagai teman baginya begitu perasaan ku teriris mati, awal yang baik sebagai teman, hanya teman.Rasa sakit itu harus terulang kembali Randy orang yang selama ini aku puja-puja ingin memulai cinta dengan sahabatku sendiri, Yasmin. tak mengerti apa yang ada dalam fikiran Randy? Dia tahu jelas bahwa aku sangat ingin memiliki seutuhnya tetapi mengapa dia seperti itu kepadaku? Hari-hari itu harus ku jalani juga dengan helaan nafas panjang tanpa semangat, tanpa canda dan keceriaan hidup terasa hampa.Randy yang kini berubah sikap kepadaku tak seperti dulu selalu memberikan senyumnya, membuat aku tertawa dan selalu membuat aku merasa nyaman saat berada di dekatnya sekarang berubah menjadi Randy yang cuek, dingin, selalu membuat aku kesal dan menangis. Setiap kali ku lihat dia selalu memalingkan wajah, menundukkan kepala, pura-pura tak melihat. Apakah sampai segitu nya dia bersikap kepada ku di depan Yasmin??. Tetapi perasaan cinta itu tak menghilang sedikit pun, sempat terlintas dalam benak ku ingin juga membuatnya patah hati seperti ku.Terlalu lama berfikir apa yang harus aku lakukan?? Ku coba untuk menerima keadaan ini dan bersabar tetapi kesabaran ku tak akan terus bertahan, kesabaran ku ada batasnya. Tak menunggu lama lagi aku memutuskan untuk menjalani hubungan yang sama sekali tak ingin aku jalani, dengan seseorang yang sama sekali tak bisa aku simpan rasa terhadapnya manusia tak berdosa itu harus menjadi pelampiasan hidupku.. “Ya Tuhan maafkan aku harus melakukan hal konyol seperti ini..”***“Rif, jangan bilang siapa-siapa yaa kalau kita pacaran aku gak mau ajja jadi bahan gosip sekolahan..” pesan ku pada Arif. Hari-hari ku lalui biasa saja dengan nya hanya sekedar SMS atau telepon tak pernah kita ngobrol berdua di sekolah. Namun akhirnya Randy tahu hubungan ku dengan Arif, Satu bulan ku jalani hubungan ku dengan Arif tanpa hati, awalnya aku mencoba untuk menyimpan sedikit rasa untuknya tetapi tetap saja aku tak sanggup.Menjalani hari-hari dengannya, dengan kisah cinta penuh kepalsuan dan mau tak mau aku harus melakukannya. Aku lihat ekspresi wajah Randy saat aku bersama Arif, dia hanya tersenyum kecil dan menundukan kepalanya.. “why? Mana Yasmin kenapa dia tidak bersamanya ?” Fikirku berkata tapi itu tak penting lagi untuk ku.Aku akui aku sudah merasa jenuh dengan hubungan ini aku ingin mengakhirinya tak peduli akan seberapa sakit ku lihat Randy mungkin aku akan lebih sakit jika aku terus menerus seperti ini. ku putuskan juga untuk akhiri semuanya aku tak ingin menyiksa batinku lebih dalam lagi sebelum semuanya terlambat. “Rif, mungkin ini memang bukan jalan kita untuk terus bersama maaf jika kali ini aku menyakiti perasaanmu kita harus benar-benar mengakhiri kisah ini. Maaf” Kata ku panjang lebar pada Arif.Arif mengerutkan keningnya dan seolah dirinya tak bisa terima dengan keputusan ini. “Tapi kenapa Ky? Kamu jahat Ky, kamu memutuskan sebelah pihak apa kamu tahu dengan perasaan ku saat ini sakit Ky, sakit! Kamu tahu itu ?”Aku pun menjawab “Aku tahu perasaanmu aku juga mengerti tapi apa kamu juga paham dengan perasaan ku kita akan lebih sakit jika terus seperti ini kamu paham itu? Aku akan berdoa dan akan selalu berdoa untuk mu agar kamu bisa mendapatkan seseorang yang benar-benar mencintai kamu setulus hati dari pada aku” dan sampai akhirnya aku pergi meninggalkannya itu keputusan ku.Tak lama Randy pun tahu aku tak menjalani hubungan dengan Arif, dia pun begitu tak lagi bersama yasmin. itu sedikit membuat hati ku lega namun perasaan bersalah selalu ada pada saat aku bertemu Arif tindakanku yang konyol membuatnya terluka. Randy yang saat itu sedang berada bersama ku bertanya kenapa aku putus dengan Arif aku menjawab dengan santai “tak mungkin lagi untuk aku dapat melanjutkan hubungan ini karena suatu saat kita juga akan putus”. Aku tak ingin membicarakan hal itu semakin dalam aku pun mengalihkan pembicaraanku.“Setelah lulus akan ku lanjutkan sekolah ke bandung mungkin ini saat-saat terakhir kita bersama..” kata ku pada Randy dengan menyunggingkan sedikit senyum.“Ke Bandung?” tanya Randy heran.“Kenapa kamu harus ke bandung bukan kah di sini juga banyak sekolah-sekolah yang bagus Ky?” sambung nya.“Aku hanya ingin melepaskan semua beban saat ini yang aku rasa dengan memulai sesuatu yang baru dan dunia yang baru, aku ingin semua menjadi lebih baik dan memperbaiki semua yang berantakan di hidup ku kini..” ucap ku dengan lirih. lalu Randy pergi meninggalkanku. Keputusan yang sangat sulit untuk ku jalani sendiri harus berpisah dengan nya.Hari itu datang juga, hari saat aku akan pergi “menyenangkan” kata ku dalam hati sambil tersenyum. Randy yang menatapku dari jauh datang menghampiri dengan langkah perlahan tapi pasti dia benar-benar datang untuk ku.“Ky, maafkan aku yang salah karena telah melewatkanmu selama ini, aku yang bodoh harus melewati hari-hari terakhir dengan kepalsuan ku jika aku bisa mengembalikan waktu itu aku ingin mengubah semuanya menjadi baik, aku ingin bersama mu tetapi semua sudah terlambat usai sudah semua kisah dengan kesedihan.. maafkan aku Ky” Randy berkata dengan genggaman erat padaku menyesali yang terjadi dengan air mata terurai di kedua matanya tak mampu ku berucap aku hanya mengatakan“Ucapkan satu kata untuk ku sebelum aku benar-benar pergi” lalu dengan suara lembutnya dan genggamannya dia berkata.“Aku sangat dan sangat mencintai mu, jangan pernah lupakan aku, jangan pernah hapus aku dari hati mu. Maafkan aku.”Aku tersenyum manis menghapus sedihnya dan penyesalannya. Kata-kata yang selama ini aku tunggu ahirnya terucap, namun semua terlambat sudah. Aku hanya dapat berkata dalam hati “ya Tuhan terima kasih ini hadiah terakhir yang ku dapat, hadiah termanis dalam hidupku aku takkan pernah melupakannya dan aku takkan pernah bisa karena aku mencintainya”.Tak kuat menahan diri, aku pun pergi meninggalkan dia sendiri..*****nama : rizki noviantialamat : bandung, kiara condongalamat fb: rizki_ccc@yahoo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*