KAU LEBIH DARI INDAH

Oleh: Umi Kulsum – Nama ku Winda, Aku menemukan cinta pertama aku saat aku duduk di kelas 1 smp. Mungkin terlalu dini untuk aku mengenal arti cinta saat usia aku baru menginjak angka 13. Aku menemukan pacar pertama aku melalui Hp, Ketika itu Ada nomor nyasar di hp aku, Dan akhirnya kisah kita berlanjut, Saat itu hanya dia lah yang dapat mengerti semua suasana hati aku. Namanya Resa Suharsanto.
Sejak kepergian ayah aku entah mengapa rasanya aku betul-betul kehilangan sosok seorang ayah, Namun setelah kehadiran Resa, Aku menemukan kembali kasih sayang seorang ayah. Walau aku belum mengetahui seperti apa wajah Resa yang selama ini hanya aku kenal melalui handphone seluler ku.
Siang itu tepatnya Hari jumat Aku dan resa sepakat untuk bertemu di rumah salah satu sahabat aku indri namanya, Seusai pulang solat jumat. Entah mengapa hati aku jadi tak karuan saat ingin bertemu dengan resa.
“win itu kayanya resa deh”ucap Indri sambil menunjuk ke seorang laki-laki yang sedang mengendari motor mio.
Aku pun menoleh ke arah yang di tunjuk Indri, dan lelaki itu pun menoleh ke arah aku, lalu dia menghampiri aku.
“hai.. kamu winda yah” sapa resa menunjuk aku
Entah mengapa hati aku berdegub begitu kencang ketika aku melihatnya
“iya aku winda, oya kenalin ini sahabat aku indri” jawab aku dengan perasaan grogi
“mending ngobrolnya di dalam aja” kata indri mengajak aku dan resa ke dalam rumahnya.
Aku dan Resa pun masuk ke dalam rumah indri,Resa duduk di samping aku,sungguh entah apa yang aku rasakan ada persaan yang tak pernah aku ketahui dan tak aku mengerti.
“Kamu dari tadi di sini” tanya resa
“yah lumayan dari pas pulang sekolah, aku langsung ke sini” jawab aku
“udah bilang belum sama mama kalau kamu mau main dulu, nanti mama nyariin lagi” ujar resa
“udah” jawab aku singkat, jujur entah mengapa aku tak kuasa menatap dia terlalu lama, karena perasaan ini terlalu menguasai aku dan aku takut persaan ini di ketahui oleh resa.
“ini minumannya udah datang di minum yah, jangan di liatin aja” ujar indri pada kami dan pergi meninggalkan kami berdua.
Setelah kepergian indri suasana menjadi hening tak ada pembicaraan antara aku dan resa. Ketika aku melirik ke arah resa, aku dapati dia sedang memperhatikan aku.
“Kamu kenapa sih,liatin aku kaya gitu”tanya aku yang mulai risih dengan padangan resa padaku
“ga apa-apa, aku seneng aja liat kamu abis kamu manis banget sih” jawabnya
“ih.. kamu bisa aja” jawab aku dengan malu-malu.
Namun dia tetap menatapku .
“udah atuh jangan kaya gitu” ucap aku sambil memalingkan wajahnya dengan tangan aku.
“ih.. pelit banget sih kamu mentang-mentang manis,” jawab resa sambil mencubit pipi aku.
Suasana berubah menjadi begitu ceria, Resa memang selalu membuat suasana hati aku menjadi begitu bahagia. Tak terasa waktu bergulir begitu cepat.
“yah kayanya aku harus pulang,soalnya aku harus nganterin mama aku dulu, ayo pulang” ucap resa sambil menarik lengan aku
“nanti aja, aku mau bantuin indri beres-beres dulu” jawab aku
“udah sana pulang, kalau kaya gini mah kecil buat gue ga nyampe setengah menit” ucap indri mempropokasikan
“iihh .. indri makasih banget yah atas semuanya” ucap aku
“yah nyantai aja, lagian rumah gue kan jadi rame gara-gara ada kalian, sering-sering yah kesini biar ga sepi ni rumah” ucap indri dengan tulus
“kita pulang dulu yah ndri” pamit resa
Akhirnya, aku pulang bersama resa, tak ada pembicaraan selama perjalanan, hingga akhirnya aku sampai di gang rumah aku dan mengucapkan terima kasih pada resa.
Setelah pertemuan itu Aku dan Resa menjadi semakin akrab, dia sering mengantar atau menjemput aku ke sekolah. Padahal sekolah aku begitu jauh di banding sekolahnya.
Tanpa terasa 1 bulan sudah aku mengenal resa. Saat aku sedang belajar hp ku bergetar ternyata ada sms dari resa

Nanti pulang sekolah aku jemput yah,Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan sama kamuTunggu aku datang yah Aku pun membalasnya
Okay… Tapi jangan lama-lama yah datangnya

Entah apa yang ingin resa katakan pada aku,pikiran itu terus menghantaui aku hingga jam sekolah pun berakhir.
Ketika aku berniat sms resa ,tapi hp aku malah bergetar terlebih dahulu ketika aku lihat ternyata dari resa

Aku udah sampai
Sekarang aku ada di depan gerbang
Kamu udah pulang belum??
Sambil berjalan aku pun membalas sms darinya
Udah
Tunggu yah aku lagi jalan ke gerbang

Dari kejauhan telah tampak resa yang sedang duduk di atas motornya menunggu aku, aku pun mempercepat langkah aku.
“hai udah lama nunggunya” ucap aku setelah sampai di hadapannya
“ga kok, ayo naik” jawabnya tersenyum manis
Kami pun pergi dan sampai di sebuah danau yang indah
“waah bagus banget pemandangannya” ucap aku berdecak kagum melihat sekeliling aku
“iya ini tempat paling spesial, biasanya kalau aku lagi sumpek aku kesini untuk ungkapin semua perasaan aku” ucap resa menjelaskan
“win aku mau ngomong sesuatu sama kamu” lanjut resa dengan wajah serius sambil memegang kedua tangan aku
Resa pun melanjutkan kata-katanya” buat aku ini waktu yang tepat untuk ungkapin semua rasa yang aku rasain sama kamu dan ini adalah tempat yang tepat buat aku ungkapin ini semua, udah 1 bulan aku kenal kamu, sejak aku kenal kamu entah kenapa aku ngerasa nyaman sama kamu dan akhir-akhir ini rasa itu semakin besar” suasana hening sejenak
“win aku sayang kamu, kamu mau kan jalani hari-hari kamu sama aku dan temani aku, Kamu mau kan jadi pacar aku” ucap resa terlihat keseriusan dan ketulusan dari matanya
Aku terdiam mendengar kata-katanya ternyata selama ini aku dan resa memiliki rasa yang sama
“win aku harap kamu bisa jawab pertanyaan ku sekarang” ucap resa membuyarkan pikiranku
“aku mau jadi pacar kamu, tapi aku belum boleh pacaran sama keluarga aku” jawab aku dengan menundukan kepala
“aku tau kok kondisi kamu kaya apa, itu bukan hal yang harus di permasalahkan, aku bakal nunggu kamu sampai keluarga mu mengizinkan kamu pacaran” jawab resa sambil mengangkat kepala aku dan memeluk aku.
Hari ini Resa bukanlah sahabat aku lagi tapi kini aku bisa memiliki dia seutuhnya rasanya bahagia sekali bisa memiliki dia seutuhnya
Hari-hari yang aku lalui kini menjadi lebih indah. Semua dapat aku atasi dengan baik karena resa selalu ada dan selalu siap membantu aku saat aku sedang membutuhkannya.
Tanpa terasa hubungan kami pun telah berjalan satu tahun,tahun pertama dapat kita lalui dengan baik tanpa ada sedikit pun masalah rasa sayang ini pun makin besar padanya. Hari ini dia mengajakku untuk merayakan hari jadian kita, tapi sayangnya aku ga bisa karena hari ini ada ekskul yang tidak bisa aku tinggalkan, untungnya resa dapat mengerti. Pulang ekskul aku di jemput olehnya. Dia pun memulai pembicaraan antara kita.
”yank besok kamu bisa ga temenin aku ke ultah temen aku” tanya resa sambil mengendarai motornya
“yah yank kayanya ga bisa deh, soalnya besok ada ekskul lagi yank” jawab aku
“please yank temeninn aku, kan udah beberapa bulan ini kamu sibuk sama ekskul kamu, sehari aja temenin aku, soalnya temen-temen aku pada bawa pacar yank” ucap resa sambil merengek
“liat besok yah yank,kalau aku dapat izin dari pembinaku, emang kapan acaranya” jawabku dengan perasaan bingung
“pulang sekolah yank,masalahnya dia temen deket aku yank, ga datang ga enak akunya” ucapnya dengan rasa kecewa dengan jawaban aku.
“iya sayang aku besok aku usahain”jawab aku berusaha mencairkan suasana
“janji yah” ucapnya memastikan
“iya” jawab aku
Tak terasa perjalan harus berakhir aku pun turun dari motor resa
“makasih yah yank” ucap aku tersenyum manis
“iya, nyampe rumah langsung mandi, makan, sholat terus istirahat yah” ucapnya memperhatikan aku
“oke bos, hati-hati yah di jalan” jawab aku dengan penuh senyum
Resa pun pergi meninggalkan aku.
Hari ini seusai jam pelajaran aku menemui pembina aku untuk minta izin, karena aku tidak bisa mengikuti ekskul hari ini, awalnya sih ga boleh tapi akhirnya aku dapati izin itu. Setelah aku beritahu resa, dia pun menjemput aku dan kami pun pergi ke sebuah tempat makan. Disana sudah banyak sekali teman resa. Aku pun di perkenalkan satu persatu kepada temannya itu. Acara pun di mulai. Seusai acara kita semua ngobrol-ngobrol.
“oya sambil ngobrol, enaknya sambil ngerokok ni” ucap andi salah satu teman resa sambil mengeluarkan beberapa bungkus rokok dari tasnya.
Resapun ikut menhgambil rokok-rokok itu, jujur aku kaget melihat resa merokok, selama 1 tahun ini aku tidak pernah melihatnya merokok.
“ternyata dia seorang perokok” gumam aku dalam hati.
Sepanjang obralan mereka aku perhatikan resa sudah menghisap sebungkus rokok, Hingga akhirnya acara pun selesai aku dan resa pun pulang. Sepanjang jalan aku hanya diam, sungguh aku kesal ikut dengannya hari ini, di tengah perjalanan aku meminta dia untuk singgah di sebuah taman di pinggir jalan yang kita lewati.
“Ada apa sih yank” tanya resa bingung karena aku menyuruhnya berhenti
“Ada yang pingin aku omongin sama kamu” jawab aku dengan nada kesal
Resa pun mengikuti aku, Hingga kita terhenti pada sebuah tempat
“apa yang mau kamu omongin”tanya resa mulai kesal
“sejak kapan kamu merokok, kenapa selama ini di hadapan aku, kamu ga pernah melakukan hal itu. Apa memang ini yang selalu kamu lakuin kalau sama temen-temen kamu selama ini” ucap aku dengan penuh emosi
“udah lumayan lama yank aku ngerokok, aku tau dari indri kalau kamu tuh ga suka sama laki-laki perokok, makannya selama ini aku ga pernah ngeroko di hadapan kamu” jelas resa dengan rasa bersalah
“kamu tau aku ga suka rokok tapi kamu masih aja ngelakuin hal itu, dan kamu sembunyiin selama ini sama aku hal ini” ucap aku kesal
“yank selama ini aku dah coba buat berhenti tapi ga semudah itu semua butuh proses dan sekarang juga aku lagi mengurangi rokok aku, aku cuman ga mau kehilangan kamu cuman gara-gara kebiasaan buruk aku ini” jawabnya kali ini nadanya mulai meninggi
“mengurangi kamu bilang, tadi aja selama kamu ngobrol sama temen kamu, aku liat satu bungkus kamu habisin sendirian” ucap aku dengan emosi memuncak
“yank sebelum aku kenal sama kamu, aku lebih parah dari yang kamu liat tadi” jawab resa lirih
“aku cuman ga mau kamu sakit yank, rokok tuh ga baik buat kesehatan kamu” jawab aku dengan nada yang sedikit menurun
“makasih yank, aku janji bakal nyoba buat terus berhenti merokok” jawab resa sambil mengelus kepala aku
Resa pun melanjutkan perjalanannya mengantarkan aku pulang hingga gang rumah aku. Semua masalah dapat terselesaikan dengan baik di tahun pertama ini.
Kini hubungan aku dan resa tak terasa telah memasuki tahun ke 2, Kali ini dia mengajak aku ke suatu tempat yang tak kalah indahnya dengan danau tempat kita jadian,tapi jaraknya cukup jauh di sana Resa memberikan aku kalung hati yang tertulis nama kita berdua satu di simpan olehnya dan satu lagi oleh aku,Namun tiba-tiba hujan turun karena tidak ada tempat berteduh resa pun mengajak aku mencari tempat untuk berteduh sambil mengendari motornya, setengah perjalanan telah kita lalui hingga akhirnya kita menemukan sebuah halte.”yank kita neduh dulu yah”ucapnya dengan suara menggigil
Aku dan resa pun segera meneduh di halte tersebut, Di lihatnya aku begitu kedinginan dia pun memakaikan jaketnya kepada aku
“pakai yank nanti kamu sakit lagi,”ucapnya sambil membuka kaca helmnya
Aku sungguh terkejut ketika aku lihat wajahnya begitu pucat “kok wajah kamu pucat banget sih,kamu ga apa-apakan?”jawab aku sangat khawatir.
“ga apa-apa kok yank”jawabnya sambil menutup kembali kaca helmnya
Setelah ujan reda Kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan, Di sepanjang jalan aku mendengar resa tak berhenti batuk
“Huunk..uuuhhuuk yank kerumah aku dulu yah”ucapnya masih dengan nada menggigil dan terdengar begitu lemah
“ya udah”jawab aku dengan rasa khawatir karena dari tadi resa tak berhenti batuk
Sesampai dirumah resa,aku di sambut hangat oleh keluarganya
“kalian kok basah kuyup begini sih”ucap ibu resa kaget melihat kami berdua
“iya tante tadi kita keujanan di jalan,nyari tempat teduh susah banget”jawab aku sedikit canggung
“ya udah kalian ganti baju dulu sana, abis itu makan siang dah”ucap ibu resa begitu ramah
Aku dan resa pun berganti baju, Aku di pinjami baju oleh kakak Rita kakaknya resa, Resa adalah anak ke2 dari 3 bersaudara,dia punya kakak perempuan dan adik laki-laki yang begitu mirip denganya namanya reza, Seusai berganti pakaian aku ikut nimbrung bersama keluarga resa dan makan bersama mereka, entah mengapa aku merasa sudah lama mengenal mereka,mereka begitu baik dan ramah pada ku,padahal ini pertama kalinya aku mengfenal keluarga resa. Satu jam sudah aku bersama keluarga mereka, namun resa tak juga turun dari kamarnya.
“Resa kok lama banget yah di atas,sebentar yah win tante liat dulu”ucap mama resa
Aku hanya tersenyum, tapi entah kenapa perasaan aku merasa tidak enak aku merasa ada sesuatu yang terjadi pada resa, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.Sejam berlalu ibunya resa baru turun dari kamar resa.
“resanya kemana tante”tanya aku bingung karena resa tak ikut turun dari kamarnya
“ada kok, tapi kayanya dia demam dan tadi tante suruh dia istirahat, tadi resa pesan katanya kamu pulangnya di antar supir aja, takut mama kamu nyariin ”jawab ibu resa
“ga apa-apa tante nanti saya naik angkutaan aja,oya tante kayanya saya harus pulang soalnya udah larut malam”ucap aku, Entah mengapa kekhawatiran aku semakin menjadi
“kok buru-buru sih”ucap bapak resa
“iya om soalnya aku takut ibu di rumah nyariin kan tadi ga bilang dulu, makasih yah om,tante,kakak atas semuanya dan maaf saya udah ngerepotin semuanya ni”jawab aku sambil berpamitan pada mereka
“ga kok,kita malah senang kamu main ke sini”jawab kak rita
“ia, tante dan om juga seneng kamu jangan kapok yah main kesini”ucap papa resa
“sering-sering yah sayang main ke sini,janji yah”ucap mama resa sambil memeluk aku
Aku tersenyum menjawab ucapan mamanya resa, Begitu harmonis dan ramah sekali keluarga resa terhadap aku. Akhirnya aku di antar pulang oleh supir di rumah resa, Aku pulang tanpa aku tahu bagaimana keadaan resa,sempat aku sms dia selama di perjalanan,Namun tidak ada satu pun sms ku yang di balasnya olehnya.
Tak terasa 3 hari berlalu, Resa tak juga menghubungi aku, bingung apa lagi yang harus aku lakukan.perasaan aku begitu tak karuan ada rasa cemas dan kesal mengelayut di hati aku.
“eh. Kenapa loe dari tadi gue liatin bengong aja”ucap indri membuyarkan lamunan aku
“lagi sebel gue ndri sama resa”jawab aku cemberut
“apa yang di lakuin sih resa sampai bikin loe bete gini”tanya indri begitu bersemangat
“beberapa hari ini dia ga hubungin gue,sms ga di bales,telpon gue juga ga pernah di angkat”jelas aku
“kok bisa,loe bikin salah kali, atau dia punya cewe baru”ucap indri meledek aku
“ih jahat banget sih loe”ucap aku kesal
“hheehee.. ceritain dong sama gue asal mulanya sampai kaya gini”ucap indri memohon
Akhirnya aku cerita kan apa yang terjadi dengan kami, dan indri menyarakan aku untuk berkunjung kerumah resa sehabis pulang sekolah.
Usai pelajaran aku dan indri pun pergi kerumah resa,tapi ternyata aku tak mendapati hasil sesampai di rumahnya tak ada seorang pun yang aku temui, Rumah resa terlihat sepi dan kosong. Bahkan pembantu di rumahnya pun tak ada.
“udahlah mungkin mereka lagi pada pergi kali, nanti kita coba lagi yah”ucap indri mencoba menghibur aku
“mending kalau pergi datang lagi,tapi kalau mereka pindah rumah gimana ndri”ucap aku kecewa
“itu semua ga akan terjadi,resa sayang sama loe dan dia ga akan ninggalin loe, percaya deh”ucap indri meyakinkan aku
“kalau sayang dia ga akan giniin gue ndri”lirih aku
Indri hanya diam, tak mampu menjawab kata-kata terakhir aku.
Hari demi hari aku lewati tanpa resa semua begitu berubah, Tak ada lagi tawa yang tercipta kini hanya tersisa kesedihan. Tiba-tiba hp aku berdering, Ketika ada panggilan dari nomor yang tak aku kenal,
“Asalamualaikum”ucap aku mengangkat telephone
“walaikumsalam”jawab orang di serbang sana
“maaf ini siapa yah”tanya aku pada seorang perempuan di serbang sana
“ini kakak Rita”jawab suara di serbang sana
“kakak rita, Apa kabar kakak dan ada apa yah kakak tumben telpon aku”ucap aku bingung
“baik de,oya kakak pengen cerita sama kamu”ucap kakak rita begitu lirih.
“Cerita aja kakak,siapa tau aku bisa bantu kakak”jawab aku
“kakak bingung mau cerita sama siapa lagi, dan kakak inget kamu. Makannya kakak telphone kamu”ucap kak Rita
Kakak Rita pun mencerikan kisahnya bersama pacarnya yang belum mendapatkan restu dari orang tuanya,karena penampilan pacar kakak rita yang tak di sukai,padahal kakak rita sudah berkali-kali meminta pada pacarnya untuk mengganti penampilan pacarnya itu, namun yang di dapati oleh kakak rita yaitu kata putus,dan itu semua ga bisa kakak rita terima karena rasa sayang kakak rita udah begitu besar sama pacarnya itu.
“ya udah lah kakak ngapain di pikirin cowo kaya gitu,cowo yang ga mau berkorban buat kakak,aku yakin suatu saat nanti akan ada cowo yang lebih baik yang bakal gantiin cowo kakak itu.dan rasa sayang itu lama-lama juga bakal hilang,wajar kalau saat ini kakak begitu sakit tapi lama kelamaan semua itu bakal hilang, sabar yah kakak”saran aku mencoba menenangkan
“makasih yah sayang, emang ga salah resa milih kamu”ucap kakak rita
“bisa aja kakak”jawab aku
“sayang udah dulu yah, kamu jangan lupa istirahat dan makasih atas saran kamu”ucap kakak rita sambil mengakhiri telponnya
Ada kekecewaan di dalam hati aku, padahal aku pingin banget nanya soal resa tapi memang suasananya ga tepat.
Semenjak kejadian itu Kakaknya resa lebih sering telpon atau sms aku, tapi aku belum juga berani untuk menanyakan resa padanya.
Kini 2 minggu berlalu aku lalui tanpa resa, Tetapi sekarang semua sudah tak begitu berat aku lalui,aku mulai terbiasa tanpa dia.
Hari ini aku pulang bersama indri, Ketika sedang jalan menuju gerbang, aku melihat sosok laki-laki yang sudah lama tak aku temui, Namun aku ragu setelah aku mendekat pada sosok yang tadi aku lihat ternyata benar itu resa, Aku alihkan pandanganku seolah aku tak melihatnya.Padahal hati aku begitu bahagia ketika aku melihat resa,ada rasa rindu yang begitu besar padanya,Namun aku tetap memalingkan wajah aku
“win itukan resa”ucap indri terkejut melihat resa
“bukan ndri resa udah ga ada lagi dalam hidup gue” jawab aku tanpa menoleh ke arah yang indri tuju
“bener tau itu resa”ucap indri meyakinkan aku
Namun aku terus berjalan hingga melewati resa.Resa pun mengejar aku
“win…win”panggil resa, Namun aku terus berjalan bahkan mempercepat jalan aku, hingga akhirnya resa dapat meraih tanganku.
“kamu kenapa sih”tanya resa
“lepasin tangan aku”ucap aku sambil melepaskan genggaman tangannya
“aku bakal lepasin tangan kamu asal kamu mau dengerin penjelasan aku”jelas resa
“ga ada yang perlu di jelasin”bentak aku entah mengapa airmata aku keluar dari sela-sela mataku
“win mending loe dengerin dulu penjelasan resa, biar semua masalah bisa clear dengan baik,jangan emosi gini malu tau di liatin orang”saran indri
“sana naik , selesaiin semua dengan baik okay”lanjut indri
Aku pun ikut mengikuti kata-kata indri, dan resa melajukan motornya ke danau tempat pertama kita jadian. Disana dia menjelaskan kenapa selama ini dia menghilang.
“aku tau kamu marah sama aku, aku menghilang gitu aja dalam hidupmu, bukan maksud aku untuk ninggalin kamu,tapi ada satu hal yang tak bisa aku katakan sama kamu yang ga bisa aku jelasin sama kamu”ucapnya
“kenaapa ga bisa di jelasin apakah serumit itu hingga kamu ga bisa jelasin semua itu”jawab aku kesal
“oke, aku bakal jelasin sama kamu, aku pergi karena beberapa hari ini, karena aku di ajak mama ke bandung,mama bertengkar hebat sama kakak dan mama menyita hp aku karena mama ga mau ada yang tau keberadaan kita di sana”ucap resa menjelaskan pada aku
Aku pun menerima alasannya itu, Karena alasan itu masuk akal dan sama seperti yang di ungkapkan kakak rita.
“terus sekarang semua udah selesai”ucap aku
“udah semua dapat terselesaikan dengan baik, kamu mau kan maafin aku”jawab resa dengan penuh penyesalan
Aku hanya mengagukan kepala menjawab pertanyaannya itu
“aku sayang sama kamu”ucap resa sambil memeluk aku
“janji yah jangan tinggalin aku lagi”ucap aku memeluk erat resa
“aku janji”jawab resa
Semakin banyak masalah yang aku hadapi bersama resa, Semakin banyak yang aku ketahui tentang resa, Hari-hari aku kini kembali di penuhi dengan tawa dan canda, dan aku pun semakin dekat dengan keluarga resa karena aku semakin sering main ke sana.Hal yang selama ini selalu aku mimpikan kini menjadi sebuah kenyataan yang begitu indah,aku tak ingin semua hilang dan berakhir.
Hari kelulusan sekolah pun datang, Aku dan Resa lulus dengan hasil yang memuaskan. Resa memutuskan untuk masuk kesalah satu SMU terfavorit di tangerang, Sedangkan aku lebih memilih masuk ke SMK analis pangan di tangerang dan semua ini malah membuat kami semakin dekat walau jarang bertemu.
Memasuki tahun ke 4 ,Entah mengapa resa menjadi lebih jauh dari aku, Resa tak lagi sesering dulu berada di samping aku. Yah aku akui semenjak masuk SMU kami jadi lebih sibuk sekolah, bahkan sms pun jarang. Aku pun semakin sering mendengar dia jatuh sakit dan sesekali aku menjenguknya, tetapi resa dan keluarganya selalu bilang bahwa resa hanya kecapean karena banyak kegiatan di SMUnya, Hingga suatu hari dia mengajak aku untuk pergi jalan-jalan. Dari pagi sampai malam aku pergi bersama-sama dengannya, dia pun mengantarkan aku pulang
“ada satu hal yang mau aku sampaikan sama kamu” ucapnya begitu serius setelah sampai di gang rumah aku
“ada apa sih yank kok serius banget”jawab aku bingung melihat wajahnya berubah menjadi begitu serius
“mungkin ini bakal terdengar begitu menyakitkan, tapi aku harus bilang ini sama kamu,aku rasa hubungan kita cukup sampai di sini aja”ucap resa dengan suara lirih
Aku begitu tercengah mendengar kata-katanya,”kenapa emangnya aku salah apa sampai kamu mutusin aku kaya gini”
“kamu ga punya salah apa-apa,yang pasti harus kamu tahu kalau aku udah ga nyaman sama kamu, makasih atas semua dan aku harap kamu dapat menerima ini semua”jawab resa dan pergi meninggalkan aku sendiri.
Aku hanya bisa terdiam dan tanpa aku sadari resa telah jauh meninggalkan qku.Airmata yang menemani aku pulang hingga sampai di kamar aku ,rasa sakit yang aku derita lebih sakit dari semua hal yang aku alami selama ini, orang yang aku sayangi dengan mudahnya mengucapkan kata putus dan meninggalkan aku begitu saja. Tanpa aku tau apa salah aku.
Setelah kejadian semalam resa sama sekali tak sms ataupun telphone aku, Berkali-kali aku sms dan telphone dia untuk meminta penjelasan yang sejelas-jelasnya tentang keputusan sepihaknya itu. Namun tak satupun di gubris olehnya. Hingga rasa cinta dan sayang di hati ini berubah menjadi rasa benci akan sikapnya itu.
Hari-hari kini aku lalui tanpa bersemangat semua begitu berbeda, resa tak lagi ada di samping aku yang ada hanya rasa sakit yang tertinggal, Butuh waktu cukup lama untuk aku melupakannya dan sekarang aku lebih bisa terima kenyataan dan semua lebih baik dari hari kemarin., walau aku belum bisa melupakkannya, Semenjak aku putus dengan resa tak ada satu nomor keluarganya yang dapat aku hubungi . Kakak rita pun kini sudah tak lagi menghubungi aku.
Malam ini entah mengapa ada rasa rindu yang begitu besar pada resa, rasanya aku ingin bertemu dengannya, Tapi tak ada yang bisa aku perbuat, hingga aku tertidur lelap,
Sore itu hp aku berdering,ketika aku lihat ternyata nomor yang tak aku kenali, Aku pun mengangkatnya
“hallo, siapa ini??”sapa aku pada orang di serbang sana
“hallo ini bener winda”ucap orang di serbang sana
“ia benar, ini siapa” jawab aku dan mengulangi pertanyaan aku
“ini kak rita win”ucap orang di serbang sana dengan lirih
“kak rita, ada apa kak”tanya aku bingung karena selama ini kak rita telah menghilang semenjak resa memutuskan aku
“kamu bisa ga ke rumah sakit sekarang”ucap kak rita, dengan suara begitu sedih
“siapa yang sakit kak”tanya aku bingung
“udah kamu ke rumah sakit aja,nanti kamu akan tau siapa yang sakit, ajak juga indri yah”jawab kak rita sambil memberikan alamat rumah sakit dan ruangannya
“makasih yah de, kakak harap kamu bisa datang”ucap kak rita sambil mengakhiri telpon
Aku pun tanpa membuang waktu langsung pergi dan tak lupa aku ajak indri turut bersama aku, Sesampai di rumah sakit, aku pun langsung menanyakan ruangan yang aku tuju. Dan langsung menuju ruangan tersebut. Setelah sampai di depan ruangan yang aku tuju begitu tercengah aku ketika ku lihat bacaan yang tertera di depan pintu ICU, hati aku semakin khawatir aku takut yang berada di dalam adalah orang yang aku sayang,aku pun terdiam di depan pintu bertuliskan ICU, aku berharap aku kak rita salah memberitahu ruangan yang aku tuju. Indri mencoba menenangkan aku. Hingga ada suara yang memanggilku dari belakang
“winda” panggil kak rita di sertai mama resa
“tante , kakak”aku pun menghampiri mereka bersama indri
“kamu apa kabar”tanya mama resa
“baik tante, resa kemana tante”jawab aku entah mengapa pertanyaan itu melontar begitu saja dari mulut aku
Mama resa pun langsung menangis mendengar pertanyaan aku dan kak rita pun mencoba menenangkan
Aku dan indri pun bingung melihatnya dan terdiam.
“apa yang sebenarnya terjadi tante sama resa, kok tante nangis”tanya aku penasaran
Suasana hening sesaat, hingga akhirnya mama resa mulai tenang dan menjelaskan
“win kamu adalah wanita pertama yang resa bawa ke rumah dan di kenalkan sama kami,kamu juga wanita pertama yang mengenalkan cinta sama resa, Sejak resa kenal kamu,dia berubah menjadi anak yang baik,telihat jelas begitu tulus cintanya padamu, terlihat jelas bahwa dia tak ingin kehilangan mu,tante rasa kamu juga begitu. Kalian terlihat begitu saling mencintai, waktu itu resa pernah meninggalkan kamu beberapa bulan kan”tanya mama resa, aku pun mengaguk,dan mama resa melanjutkan pembicaraannya “sebenernya dia ninggalin kamu untuk berobat ke jakarta, dia ga mau kamu tahu soal penyakitnya karena takut kamu mengkhawatirkannya,makannya dia lebih memilih berbohong padamu”
Entah mengapa hati aku terasa sakit dan takut, airmata aku tak terasa mengalir”resa sakit apa tante”
“dia terkena kanker paru-paru dan kini kanker itu semakin menjalar, dokter bilang kanker di tubuhnya telah memasuki stadium 4”jelas mama resa lirih
Aku pun tak kuasa mendengar jawaban itu,airmata aku semakin deras mengalir, aku tampu mampu untuk membayangkan betapa menderitanya orang yang aku sayangi selama ini.Mama resa pun mendekap aku erat
”sabar yah sayang,apa yang kamu rasain sama kaya apa yang tante rasain. Kita sama-sama ga mau kehilangan resa. Tapi kalau itu kehendak tuhan kita hanya bisa menerima ini semua, sekarang kamu lihat keadaan resa dulu,dia pasti senang kamu datang” ucap mama resa dan menghapus airmata di pipi aku
Aku dan indri pun memasuki ruang ICU, kita berganti pakaian dan mensterilkan badan kita, Ketika aku masuk ke dalam ruangan itu, Langkah kaki aku terhenti, Ketika aku melihat sosok pria yang aku sayangi sedang terbaring tak berdaya dengan selang dan kabel-kabel di tubuhnya,Airmata aku mengalir kembali dan indri pun berusaha menguatkan aku untuk mendekat ke sosok tersebut.
Sampai di dekat resa aku benar tak kuasa melihatnya, terlihat begitu tenang wajahnya ,tapi aku tau pasti dia sedang menahan rasa sakitnya itu
“yank bangun, sekarang aku ada di sini,jangan tidur terus donk”ucap aku lirih
“iya resa bangun donk, ada winda ni,dari beberapa bulan ini dia pengen ketemu banget sama loe, makannya sekarang dia datang”ucap indri dengan airmata yang mengalir di pipinya
Aku tak mampu berkata-kata lagi, Aku genggam tangannya dan airmata jatuh dan menyentuh tangannya. Karena melihat kondisi aku indri mengajak aku keluar.
“resa istirahat yang banyak yah, aku sama winda nunggu kamu di luar”ucap indri sambil merangkul aku untuk pergi
Begitu berat untuk aku meninggalkannya. Tapi jujur aku tak sanggup bila harus berada terus menerus di dalam ,dengan melihat kondisinya saat ini. Hingga malam aku di sana tak sanggup aku untuk meninggalkannya aku takut terjadi sesuatu dengannya, Tapi aku harus pulang, karena ibu aku sudah mengkhawatirkan aku. Aku dan indri pun berpamitan pada keluarga resa dan di antar pulang oleh supir. Sesampai dirumah aku malah tidak bisa tidur aku terus sms kak rita agar aku tahu kondisi resa.

Kak kalau ada perkembangan tentang resa kasih tahu aku yah
Kak Rita pun membalas
Iya ade ku tersayang
Udah malem ni
Kamu harus istirahat,jangan mikirin resa terus
Nanti kamu sakit lagi dan pasti resa bakal sedih kalau kamu sakit
Kamu istirahat yah 
Selamat istirahat
Have a nice dream
Aku pun terlelap dam tidur aku.

Esok paginya aku pun segera bersiap untuk berangkat sekolah, seusai sarapan aku lihat hp aku, Begitu terkejut aku ketika aku lihat ada 56 panggilan tak terjawab aku lihat ternyata semua dari kak rita,Aku pun jadi bertanya-tanya apa yang terjadi sampai sebanyak ini panggilan tak terjawab.Aku pun berpamitan,Aku coba menghubungi kembali kak Rita, Namun tak ada jawaban dari kak Rita.lalu aku mencoba sms kak Rita

Maaf kak semalam aku udah tidur
Jadi tidak bisa angkat telpon kakak
Emangnya ada apa yah kak???

Sms aku pun tak ada jawaban, Rasa khawatir menyelimuti diriku, Tapi aku terus mencoba berbaik sangka dan menenangkan perasaan aku.Hari ini aku ga konsen belajar,Hingga waktu pun terasa lama, Waktu istirahat ini aku pergunakan untuk mereayu pembina ekskul aku untuk meminta izin padanya,karena pulang sekolah nanti aku akan menjenguk kekasihku tersayang,Hari ini perasaan aku ingin sekali bertemu dengannya dan entah mengapa perasaan aku tidak enak terhadap resa. Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi dan handphone aku pun berdering. Aku lihat ternyata kak Rita tanpa membuang waktu aku pun langsung mengangkatnya
“Assalamualaikum, ada apa kak,maaf semalam telphonnya ga aku angkat soalnya aku udah tidur kak”ucap aku pada kak rita
“walaikumsalam, ga apa-apa de,oya sekarang kamu bisa ga ke rumah sakit,udah pulang sekolah kan”jawab kak rita sambil menangis
“iya kak bisa,emang ada apa kak”ucap aku penuh dengan rasa penasaran
“kamu kesini aja yah, cepetan”jawab kak rita
Tanpa membuang waktu aku pun mempercepat langkah aku,walau rasanya kaki ini sudah begitu lemas untuk melangkah,hingga aku pun memasuki ruang ICU, tanpa banyak bicara mama resa menyuruh aku untuk masuk ke ruang ICU.
Kembali aku tak dapat menahan airmata ini,Aku lihat Resa sudah begitu lemas dan tak mampu menahan penyakitnya lagi.aku pun melangkah ke hadapan resa.Aku genggam tangannya
“Udah saatnya kamu bangu sa, Udah terlalu lama kamu tertidur, aku kangen sama kamu, dikit lagi hari jadian kita yang ke 4,aku pengen banget ngerayain hari jadian kita di danau sama kamu, kamu harus janji yah buat bangun dan terus melawan penyakit kamu itu”ucap aku dengan derai airmata yang tak mampu lagi aku tahan
Seketika tangan resa menggenggam erat tangan aku, aku pun terkejut melihat reaksi yang di berikan resa,terlihat mata resa yang berkedip, Namun rasanya berat sekali baginya untuk membuka matanya,Akuppun memanggil suster dan ketika dokter dan suster datang beberapa saat genggaman itu mulai melemah hingga alat pemacu jantung pun berubah menjadi garis lurus.
Dokter langsung menangani resa, Tanpa menyuruh aku untuk keluar aku hanya bisa memanggil namanya dan terus memberi dia semangat untuk bertahan,Sampai dokter menyatakan menyerah.Aku tak kuasa melihat tubuh resa yang kini menjadi kaku,Terdengar jerit tangis mama dan kakak rita.Tubuh resa pun di tutup oleh kain putih,Ketika aku melihat hal itu tiba-tiba tubuh aku terasa begitu lemas dan tak berdaya hingga aku pun jatuh pingsan.
Entah apa yang aku alami ketika aku bangun ternyata aku sudah berada di kamar aku. Aku berharap kejadian itu hanya mimpi, Tapi ternyata semua kenyataan, Karena aku lihat ada indri di samping aku dengan busana hitam-hitam
“sabar yah, gue yakin ini jalan terbaik buat resa”ucap indri dan memeluk aku erat
“terus sekarang resa gimana”tanya aku lemas
Indri menangis begitu terisak mendengar pertanyaan aku.lalu indri memeluk aku dan berkata“dia udah di makamin,tadinya mau nungguin loe tapi loe ga sadar-sadar”
Jawaban indri membuatku semakin terpukul, Begitu berat rasanya kenyataan ini harus aku pikul, Seakan tuhan ga adil akan diri aku kenapa harus resa yang pergi kenapa bukan aku saja, Aku tak mampu bila harus menjalani kehidupan ini tanpa resa.
Kepergian resa membuat aku berhenti sejenak menjalani kehidupan aku. Hingga orang tua aku membawa aku ke seorang psikiater, Sebulan aku ikuti terapi, Hingga akhirnya aku bisa menerima kenyataan ini, Kenyataan bahwa resa telah pergi dan takkan kembali lagi dalam kehidupan aku. Tak luput indri pun selalu menguatkan aku, Malam ini aku putuskan untuk mengemas barang-barang pemberian resa,Esok siang akan aku kembalikan semua barang ini pada keluarganya, Aku tak ingin larut dalam kesedihan, karena entah mengapa airmata aku mengalir begitu saja ketika aku melihat barang-barang ini bayangan tentang resa muncul kembali dan kisah-kisah terindah kita kembali terbayang.
Siang ini aku kerumah resa dengan membawa kotak berisi barang-barang resa dan es krim reza, Ketika aku sampai di depan pintu rumah resa aku dapati Reza sedang main seorang diri
“kakak”sapanya ketika melihat aku
“hai. Giman kabar kamu,ini kakak bawa sesuatu buat kamu”jawab aku sambil memberikan es krim yang aku bawa
“baik kakak. Makasih yah”jawabnya begitu bergembira
“mama ada de”tanya aku sambil mengusap kepalanya
Belum sempat Reza menjawab kak Rita keluar dari dalam rumah
“winda”sapa kak rita sambil menyambut memeluk aku
“gimana kabar de,udah lama ga main kesini”ucap kak rita
“aku baik kak,aku lagi banyak tugas sekolah”jawab aku
“ayo masuk dulu”ajak kak rita
“ga usah kak, aku kesini Cuma mau balikin ini”jawab aku sambil memberikan kotak yang aku bawa pada kak rita
”kenapa kamu balikin semua ini de”tanya kak rita seusai melihat isi kotak yang aku bawa
“aku rasa aku sudah tak mampu untuk menyimpan ini semua, maaf yah kak aku ga bisa lama-lama aku harus segera pulang,permisi”ucap aku lalu aku pun pergi meninggalkan rumah resa
Aku tak mampu berlama-lama di sana begitu banyak kenangan yang terukir di rumah itu dan aku tak mampu untuk melihat reza karena wajahnya begitu mirip dengan resa, Itu semua hanya akan membuat aku kembali terbayang sosok resa.
Semajak hari itu aku tak pernah lagi berkunjung ke rumah resa, Namun bagi aku hal terindah yang aku rasakan adalah ketika aku sempat mmengenal dan memiliki resa, walau hanya sementara, Banyak hal yang aku temukan dari resa, Aku menemukan arti sebuah kasih sayang,menghargai dan indahnya di cintai. Hingga hari Resa tak dapat aku lupakan bahkan tak mampu diri ini melupakannya, Karena dia akan selalu hidup di hati ku.
Selama jalan Cinta Pertama Aku, Aku yakin saat ini kau sedang bahagia di dalam Surga dan Kelak kisah kita kan abadi di dalam sana.
==========SELESAI==========

Profil Penulis
Nama: Umi Kulsum
Tanggal Lahir: 9 Mei 1992
Pekerjaan: Mahasiswa
Email: umiiciiyoungestchildren@yahoo.com
Facebook: umii wishy-washy
Mohon Kritik dan sarannya yah

Random Posts

  • Pahitnya Kisah Cintaku

    Pahitnya Kisah Cintakuoleh: Annisa Herdiani – Cinta itu sebuah kata yang mempunyai banyak makna, cinta dapat datang dan pergi kapan saja. tidak semua kisah cinta dapat berakhir manis .Hari ini aku mulai masuk sekolah setelah seminggu menjalani MOS, aku seneng banget bisa masuk smp itu. saat aku sedang belajar bahasa Indonesia aku ditugaskan ntu membuat sebuah puisi, aku bingung gimana ngerjain tugas puisi itu, sedangkan aku belum terlalu paham dengan cara membuat sebuah puisi . aku pun memutuskan untuk meminta bantuan kepada saudaraku .saat pulang sekolah aku langsung datang ke rumah saudaraku ternyata dia belum pulang sekolah , kata orang tuanya aku disuruh datang lagi nanti malam. setelah lama aku mencoba membuat puisi aku memutuskan untu pergi lagi ke rumah saudaraku. sesampainya di sana aku melihat saudaraku sedang bersama dengan teman lelakinya aku pun langsung menghampirinya.“kak maaf ganggu , aku boleh minta tolong ga ka ?” ucap aku“Minta tolong apa nis ?” jawab saudaraku“tolong ajarin au buat puisi yah ka.” Ucap aku“oh ya udah tunggu sebentar .” ucap saudarakuSaat kita sedang ngobrol tiba tiba yanti menarik tanganku dan mengenalkan ku kepada salah seorang teman prianya bernama ilyas . aku dan ilyas un ngobrol sampai larut malam . hpku berbunyi ternyata itu sms dari orang tuaku mereka menyuruh au untuk cepat pulang karena hari sudah malam . ketika aku berpamitan kepada ilyas , dengan sangat terkejut dia mengajak ku pulang bareng.“nis au antar pulang yah !” ucap ilyas“ga usah ka aku plang sendiri aja gpp ko !” jawab aku“udahlah nis gara gara aku juga kan kamu pulang malam ?” ucap ilyas“Ya udah deh ka “ ucap aku“nis jangan panggil aku kakak panggil aja iyas !” ucap dia“tapi ka ?” ucapanku terhenti“gpp panggil iyas aja .” ucapnya“ ya udah deh iyas .” ucap akuSaat itu aku pun diantarkan pulang oleh iyas . seteah sebulan aku bertemu dengan iyas au selalu memikirkannya , aku tidak bisa melupakan iyas . aku bingung baru pertama kali aku merasakan hal ini apakah ini yang dinamakan jatuh cinta ?????Malam hari ketika aku akan tidur hp ku bunyi ada pasan masuk dari nomor baru. Iyas : “ malem nis pasti kamu udah tidur yah ?”Nisa : “belum maaf kamu siapa ?”Iyas : “ ini aku iyas masih inget kan ?”Nisa : “oh ya lah yas ada apa kamu ngesms aku malem malem gini ?”Iyas :” gpp aku Cuma kangen sama kamu !”Nisa : “ ah kamu kita kan baru ketemu !”Aku pun terus berhubungan dengan iyas walaupun statusnya hanya sekedat temen curhat. Setahun telah berlalu hubungan aku dengan iyas pun semakin dekat selama ini aku mememdam perasaan epada iyas tapi aku malu jika aku mengungkapkan nya , wajar saja seorang wanita malu mengungkapkan perasaannya kepada seorang pria .Pada mala hari saat aku akan pergi keluar tiba tiba hpku bunyi in isms dari iyas dia mengungkapkan perasaannya kepadaku.Iyas : “ nis aku mau ngomong sesuatu sama kamu penting “ Nisa : “ mau ngomong apa yas ?”Iyas : “ tapi kamu jawab jujur yah!” Nisa : “ iya emang mau ngomong apa sih ?”Iyas : “ emmh gini sebenernya aku suka sama kamu dari awal kita ketemu . kamu mau ga jadi cewe aku ?”Nisa : “ hmm masa sih kamu suka sama aku, kamu tuh udah dewasa sedang kan aku masih kecil !”Iyas : “ iya . aku juga tau nis tapi kita kan Cuma beda 3 tahun kamu 13 dan aku 16 tahun . alau kamu ga percaya aku bakalan datang kerumah kamu sekarang !!”Aku kaget saat membaca sms itu , au bingung bagaimana kalau dia beneran datang kerumah aku . aku harus ngomong apa ? hati ku memang beneran cinta sama iyas tapi kata yanti saudaraku iyas itu payboy dia sering mainin perasaan cewe cewe . 15 menit aku menunggu iyas ternyata benar dia datanga kerumah ku.“ nis gimana jawabannya, aku udah ngomong langsung sama kamu ? Tanya iyas“ aku gat tau yas aku ga percaya kamu nembak aku searang !” ucap nisa“ya udah kamu pikir pikr aja dulu “ ucap iyas“ya udah kamu cepetan pulang udah malem “ ucap nisaSeminggu setelah iyas nemba aku . aku menjawab kalau aku mau jadi pacarnya dia , kita pun jadian 1 minggu,2 minggu3minggu hubungan kita baik baik aja tapi pas minggu ke 4 dia itu berubah dia jadi jarang ngesms aku . aku berfiir tentang ucapan saudaraku yang bilang alau dia playboy . tapi aku berusaha bersabar dari pada berfikir yang negative terus tentang iyas aku pun ol facebook . aku melihat di dindingnya iyas kata kata yang membuat hati ini menangis .iyas sering enulis dinding dengan seorang wanita , aku tidak tau siapa wanita itu . setelah melhat itu aku langsung menelfon iyas dan memnta yas untuk menjelaskan tentang hal tersebut tap dia tida mau jujur kami berrdua PUTUS . Setelah lama kita tida berhubungan iyas menelfonku dan meminta maaf atas semua perbuatannya yang dulu ia menyesal telah menhianati aku sekarang dia pun merasakan hal yang sama di khianati pacarnya .Pada tangga 3 november 2010 dia mengajaku balian dan aku mau karena aku masih mencintai dianamun hal yang sama dia lakuan kembali dia mengkhianati aku lagi . pada akhirnya ita pun putus ada tanggal 27 desember 2010.Au bingung kenapa dia tega mengkhianati aku yang benar benar tulus mencinta dia . aku tida bias melupakan dia sampai sekarang . tap disaat aku telah bias melupakannya dia muncul kembali ke kehidupan aku . dan disaat aku berharap agar ita bias aya dulu lagi tba tiba dia menghiang dan ta mncu kembali .Sampai sekaranga pun aku tidak pernah percaya bahwa kisah cinta pertama u berakhir arena sebuah pengkhianatan ………….!!!!!!!!!!!!———-SELESAI———-Judul : pahitnya kisah cintakuKarangan : annisa herdianiEmail : annisaherdiani25@gmail.com

  • Ketika Cinta Harus Memilih ~ 12 | Cerpen Cinta

    Oke lah all, cerita berlanjut. Masih seputar tentang Ketika cinta harus memilih yang kini memasuki part 12. Ngomong ngomong kemaren pas gak ada ide buat nulis cerita iseng ngacak acak postingan di blog Star Night ini. Mendadak mikir sendiri, ini blog kumpulan cerpen apa kumpulan cerbung si? wukakakkaOOkelah, udah kebanyakan bacod kayaknya. Mending langsung baca aja yuk. And untuk yang belum baca part sebelumnya bisa di baca di Ketika cinta harus memilih part 11.Ketika Cinta Harus MemilihSepulang dari kampus Rangga tidak langsung menuju kerumahnya. Ia justru malah membelokan arah motornya kerumah Fadly. “Gue lagi galau nie sob. Hibur gue donk” Ujar Rangga yang kontan membuat Fadly langsung tergelak.“Nggak lucu tau ngga si. Gila loe, temen lagi menderita bukannya di bantuin eh malah di ketawain” geram Rangga yang diam – diam merasa menyesal menemui sahabatnya yang tadinya di pikir bisa sedikit membantu memberikan solusi.sebagian

  • cerpen King Vs Queen ~ 05

    Cerpen Terbaru King Vs Queen 05"Gimana ken?" tanya Olive begitu Niken baru duduk di kursinya."Gimana apanya?" Niken balik bertanya, dan memandang bingung ke arah sahabatnya."Yaaa tentang jodoh loe itu, loe bisa tau nggax siapa?" Olive udah nggax sabaran."Udah" jawab Niken singkat, Olive langsung tersenyum "dan gue nggax percaya" lanjutnya yang membuat Olive jadi bingung."Lho, kenapa?" tanya Olive, sambil menatap bingung sahabatnya."Ya gue nggax percaya aja, loe tau nggax sih siapa cowok yang jadi tamu gue dan ciri-cirinya itu seperti yang tante itu bilang…."sebagian

  • Cerpen “Cinta ku Nemu Diwarnet”

    Oke guys, cerpen pendek cintaku nemu di warnet, sebuah cerpen yang admin ketik pas lagi di warnet. Tepatnya itu kebetulan admin emang kerja di sini. Dan ceritanya, cerpen yang satu ini di buat khusus untuk pasangan bikin iri. Secara doi dengan semene mena bermesraan di hadapan para jomblo… #Gubrag.Okelah, untuk yang penasaran dengan jalan ceritanya, mari kita kemon langsung simak ke bawah ya guys. Happy reading….Credit Gambar: Ana MeryaRintik Gerimis, langit mendung, cuaca dingin yang kalo menurut ilmuini berdasarkan ilmu yang turun temurun katanya akan bikin jaringan lelet. Nggak tau itu cuma mitos atau apa. Tapi nyatanya memang selalu begitu. Jaringan kali ini beneran terasa lelet. Membuat sang OP Warnet menulis status yang nggak jelas di facebooknya gara – gara pelanggan banyak yang compline. Giliran nelpon ke pusatnya selalu mendapat jawaban yang sama Sebentar ya mbak, di sini sedang ada pengalihan jaringan'. Halah.Pembukaan cerita yang beneran nggak nyambung #Nunjuk Paragraf pertama.Ehem… Oke ini baru cerita yang sebenernya."Haduh… kok malah hujan si?" gerut Fadly sambil membelokkan arah motornya. Menghindari rintik-rintik air yang turun dari langit. Kalo berdasarkan perkiraan, sepertinya sebentar lagi gerimis ini akan berubah menjadi hujan deras.Motornya ia parkirkan disebuah teras bertuliskan 'SMILE NET'. Setelah berpikir sejenak ia memutuskan untuk langsung masuk. Lagi pula dari pada berdiri kedinginan di luar mendingan juga langsung masuk kedalam. Bisa sambil nyari tugas sekolahnya, chatingan atau sekedar cuci mata liad video-Video artis korea di youtube atau nonton online di kimichidrama # Untuk alasan terakhir khusus buat sang admin."Mbak, nomor berapa yang kosong?" tanya Fadly pada OP yang jaga. Kebetulan Cewek."Wah lagi penuh dek. Cuma tinggal nomor 5 aja," terang sang OP sambil menunjuk kan meja nomor 5 yang kebetulan berada tepat di samping meja OP."Ya udah mbak. Nggak papa. Aku ambil yang itu aja."Tanpa menunggu jawaban sang OP yang tampak hanya menganggukan kepala karena sepertinya sedang keasikan chating lewat comfrog, Fadly segera berlalu menuju meja yang di tunjuk.Selang setengah jam berlalu, hujan tampaknya belum juga mereda. Malah terlihat makin deras. Untuk sejenak Fadly melirik jam yang melingkar di tangannya. Hatinya mulai was was. Apalagi saat melihat kearah langit yang tidak menunjukan tanda – tanda bahwa hujan akan berhenti. Akhirnya di ambilnya keputusan nekat untuk menerobos hujan saja."Lho dek udah selesai?" tanya sang OP saat ia menanyakan tagihan mainnya sambil meminta kertas hasil printanya tadi."Udah mbak. Berapa semuanya?""8000 sama print nya sekalian."Tanpa banyak kata Fadly segera merogoh saku celananya. Mengeluarkan dompet dan mengambil uang sepuluh ribuan dan langsung menyerahkannya pada sang OP."Ma kasih mbak," katanya sambil pamit."Mau langsung pulang?" tanya sang OP sambil mengetutkan kening heran tanpa membalas ucapan terima kasihnya. Sepertinya ia beneran heran melihat tingkah Fadly sore itu."Ia mbak. Soalnya udah di tungguin pacar. Nggak enak kalau dia sampe kelamaan nunggu," balas Fadly. Si embak hanya beroh ria sambil mengangguk. Dalam hati Bergumam "Ck ck ck, dasar ABG?".Sebelum Fadly sempat melangkah keluar pintu, ia buru – buru berbalik."Oh ya mbak, sekalian aku minta doanya?""Doa?" tanya si mbak sambil mengalikah tatapannya dari monitor dengan enggan. Secara dia kan sedang keasikan chat sama Mr. Josep. Walaupun pake bahasa inggris yang pas – pasan sekali gus ancuran – ancuran, tapi ternyata malah terasa seru."Iya mbak. Doain ya, semoga semuanya lancar. Soalnya hari ini mau ketemu cewek yang udah jadi pacar aku sejak 5 bulan yang lalu. Aku kan penasaran wajahnya dia kayak apa.""Udah jadian kok penasaran sama wajahya?" tanya sang mbak heran."Yah aku kan kenalnya cuma di hape doang mbak. Makanya itu, rencana nya kita hari ini mau ketemuan. Ya udah ya, pergi dulu ya mbak," pamit Fadly yang lagi – lagi mengabaikan ekspresi sang OP yang menatapnya bengong. Melupakan Mr josep untuk sejenak karena justru angannya melayang membayang kan jadian tanpa ketemuan. Selain itu ia juga mikir, hubungannya sama dia apa ya?. Kok pake di kasih tau segala. Pengen di jadiin Short Story in Star Night apa?. Ya udah di KABULINN. Terciptalah cerpen 'Cinta ku Nemu di Warnet'. (??????)."Hatchim…"Untuk kesekian kalinya suara itu terdengan dari kamar Fadly. Gara – gara nekat hujan – hujanan kemaren sore, saat ini ia malah harus terdampar di kamar seharian. Mana yang kemaren itu sia – sia lagi. Pacarnya sama sekali tidak datang. Di hubungi nomornya juga nggak aktif. Padahal itu adalah janji ketemuan mereka yang lagi lagi berakhir batal. Akhirnya dengan berat hati ia mengsend dua kata. "KITA PUTUS""Jadian tanpa ketemuan, putus juga cuma lewat SMSan. Sah-sah aja kan?" geramnya dalam hati.Siangnya, dengan mengenakan jaket tebal ia memutuskan untuk kembali jalan kewarnet. Lagi pula sumpek juga seharian di rumah. Pusingnya juga nggak terlalu. Mendingan juga maen PB atau sekedar FBan sekaligus donlot-donlot video di warnet. Saat pertama kali ia menginjakan kaki di warnet, ia langsung di sambut tatapan heran sang OP. Tapi hanya sekedar tatapan untuk sejenak, Karena di lihatnya perhatian si mbak – mbak itu kembali asik ke arah monitornya. Kalau di lihat dari raut wajahnya si. Nie mbak – mbak pasti kebingungan karena masalah HTML. # Si Fadly Sotoy."Mbak, nomor berapa yang kosong?""e…. Nomor 14," Balas si mbak tanpa mengalihkan tatapannya dari monitor. Untuk sekilas Fadly mencoba mengintip. Tuh kan bener, tu mbak – mbak ternyata beneran lagi ngedit HTML blog. He he he.Fadly segera melangkah menuju meja yang tampak tepat di hadapan meja Operator. Sebuah senyuman terukir di bibirnya saat mendapati seorang cewek yang duduk di sebelahnya yang tampak sedang asik fb an tanpa terpengaruh akan kehadirannya. Berhubung tu cewek kebetulan cantik, dengan diam – diam Fadly melirik username fb nya. Begitu di search dia terkejut membaca pesan dindingnya."Prince, Kita gagal lagi bertemu.Sepertinya hubungan kita memang harus terhenti sampai di sini.Karena nyatanya cinta kita benar – benar terhalang Operator""Princess!!" Kata Fadly setengah berteriak yang tidak hanya membuat cewek yang ada di sampingnya kaget. Tapi juga Sang OP yang langsung menatapnya tajam karena telah melangar kode etik di warnet tentang keutamaan kedamaian dan ketenangan. (???)."Loe princess kan?" ulang Fadly dengan antusiasnya membuat cewek di sebelahnya makin bingung. Dalam hati mungkin mikir, jangan – jangan ada pasien RSJ yang kabur.Atau ada aktris drama yang kehilangan panggungnya. =,="Loe gila ya?" tanya cewek itu takut – takut sambil bergidik ngeri."Kok gila si. Ya nggak lah. Gue itu pacar loe," terang Fadly makin antusias. Ya ia lah, secara 'princess' nya beneran cantik. Nggak sia – sia deh 5 bulan ini pacaran hanya lewat hape."Pacar?" ulang cewek itu dengan kening berkerut. Makin bingung jelasnya."Oke biar gue jalasin. Kemaren itu loe janjian mau ketemu seseorang di kafe 'sahabat' kan?" tanya Fadly hati – hati yang hanya di balas dengan anggukan."Kok loe tau?""Ya tau lah. Cowok itu kan gue?""HA?!"Dengan serentak fadly dan cewek yang tidak tau siapa namanya menatap kearah meja OP. Perasaan masalah ini nggak ada hubungannya sama tuh mbak – mbak. Kok malah dia yang berteriak keheranan?.Dan fadly hanya mampu mengaruk – garuk kepalanya yang memang banyak ketombenya saat mendapati si embak ternyata lagi telponan. Dan mungkin karena jaringannya putus – putus makanya kurang dengar. O,o"Ehem, tunggu dulu. Maksut loe, loe itu cowok gue yang selama ini pacaran hanya lewat hape?" tanya cewek itu sambil menatap Fadly seolah tak percaya."Iya," balas Fadly sambil mengangguk cepat."Hemz…. Ternyata loe keren juga. Sayang kita udah putus.""Ya udah kita jadian lagi. Nama asli gue Fadly. Jadi loe nggak perlu manggil gue prince lagi. Terus nama loe siapa?""Laura," balas Cewek itu lirih"Baiklah laura, tunggu bentar," Kata fadly sambil meraih tangan Laura dan membawanya kearah meja OP."Mbak, kita mau mbak jadi saksi. Bahwa hari ini, dan mulai detik ini juga. Gue, Fadly dan cewek di sebelah gue, Laura, RESMI PACARAN." Kata Fadly dengan tegas. Laura hanya menunduk malu.Sementara tampang si mbak jangan di tanya. Kalau bingung itu pasti!. Heran, terukir jelas di wajahnya. Secara kedua orang ini jadiannya sudah persis seperti pasangan pengantin yang mo nikah di altar. Yang kedua, ia sudah cukup bingung dengan masalah HTML kenapa harus di tambah jadi saksi gadungan segala. Dan yang ketiga, mereka mau jadian atau putus nyambung memang APA HUBUNGAN DENGANYA???!!! Dan yang terakhir hanya satu kata yang meluncur dari mulutnya. Bukan ucapan selamat, tapi…"Ck ck ck, Dasar ABG".END…Detail Cerpen :Judul Cerpen : Cintaku Nemu Di WarnetPenulis : Ana MeryaTwitter : @CerpenStarnightPanjang : 1.309 WordsStatus : Cerpen PendekGenre : Remaja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*