KAGUMKU SELANGIT oleh JAJ

Oleh: Jovian Andreas (JAJ) – Suatu kertas puisi cinta yang disebut picisan itu akhirnya disimak lagi. Kenangan indah kalau diangkat lagi memang jadi mengharukan. Mengapa ada cinta yang disia-siakan? Mengapa dibiarkan pernyataan baik itu yang pernah dibalas dengan sikap arogan, yang akhirnya disesali. Dibenci sikap jahatnya itu pada laki-laki yang sebetulnya tampan namun karena dituding bukan levelnya, laki-laki itu jadi berkata tak akan bertemu dengannya lagi, pada detik itu. Laki-laki itu sudah menerima permintaan Omnya untuk tak akan ke rumah lagi hanya demi Meli… Oh, Meli, kau ini bodoh banget! Kau ini norak! Kau ini sombong! Kau sangat materialistis! Jadilah kamu perempuan sial! Ah.., begitulah yang dipikirkan Amelia Febrianti, yang melihat foto Heryadi, laki-laki yang pernah jatuh hati padanya sepuluh tahun yang lalu.
Sekarang usia Amelia, 27 tahun, dan Heryadi, 30 tahun. Amelia sudah pernah menikah sebelum tahun 2000 dan ketika itu usainya 20 tahun. Yah, tepatnya dia kelahiran 1979. Dia sangat ingat perkenalannya dengan Heryadi yang suka berkarya di sanggar sebagai sutradara. Dia tahu juga semangat Heryadi walau organisasinya itu tak menguntungkan atau memberinya penghasilan. Dan ketika itu Amelia yang pernah jadi anggota teater di SMA memilih keluar dan mau jadi pemain sinetron, figuran. Sementara Heryadi tetap bergerak di teater dari festival drama remaja, lomba baca puisi, menulis skenario dan yang lain jadi pelatih futsal di sekolah yang dikelola orang tua temannya.
Heryadi memang bukan anak orang berada, dia tinggal di jalan MHT di wilayah padat di Jakarta Barat. Heryadi menaruh hati pada Amelia, lewat bantuan teman sebaya Amelia ketika itu untuk jadi comblang baginya. Tetapi mengapa Heryadi tidak berani mengungkapkannya, hanya karena Heryadi mempunyai saingan dari temannya yang lebih dipahami Amelia. Temannya itu Ronny. Teman Heryadi ini membawa Azrul yang ternyata genit dan ingin mendapatkan hati Amelia. Akhirnya Heryadi jadi jaga jarak dengan Ronny dan memutuskan membangun sanggar baru di luar sekolah. Ronny tetap bertahan dan mengajak Azrul yang memang teman di kampusnya masuk poduction House dan Melly diajak jadi pemain sinetron sebagai figuran saja. Ronny bernasib baik menjadi asisten sutradara di production house mendampingi sutradara senior.
Nah kenapa Heryadi merasa bersaing dengan Ronny, alasannya adalah Heryadi punya niat mengadakan pementasan kolosal : Ken Arok yang ternyata disudutkan Ronny bahwa ide itu tak akan terjadi. Heryadi jadi benci Ronny. Heryadi juga benci pada Amelia yang malah berani bilang: "Gue nggak suka sama elo!" Suatu pernyataan yang mengecewakan di masa itu, dan Amelia jadi sedih telah membuat hati Heryadi, jadi sakit hati.
Heryadi dengan teater barunya malah berhasil meraih piala sebagai grup terbaik. Heryadi tetap punya pendirian hingga di era runtuhnyha orde baru terlibat pula dalam demonstrasi. Heryadi tetap bujangan. Dan masa mudanya itu tetap putih dan tidak seperti Azrul. Karena laki-laki yang menyukai Amelia itu, berani main api, selingkuh dengan perempuan yang mau jadi artis hingga hamil. Dan inilah yang membuat Amelia kagum pada Heryadi.
Heryadi juga dipuji Amelia ketika dia datang ke rumah Amelia sambil mengabarkan kalau dia sudah lulus menjadi sarjana. Bayangkan, keputusan untuk tidak mendekati Amelia, dimohonkan maaf oleh Heryadi dengan pernyataan kepada Om Amelia, Safri, kalau dia kakak kelas Amelia yang ingin dilihat Amelia menjadi sarjana. Dan Amelia menjadi trenyuh. Dia saja tidak bisa menyelesaikan kuliah karena keputusannya sendiri. Begitu juga Om Safri yang pernah meminta Heryadi jauhi Amelia, sudah tidak bisa bekerja lagi akrena kecelakaan, hanya bilang kepada Amelia : "Coba kamu jadi sama laki-laki itu, Mel… Dia baik!"
Amelia sangat sedih. Dan waktu terus bergerak, setiap kabar Heryadi malah membuat Amelia semakin kagum padanya. Heryadi bekerja di production house pula seperti Ronny yang mana perusahaaan itu membuat film layar lebar serta rekaman film asing. Wah, membuat Amelia jadi trenyuh. Amelia yang sudah punya anak hasil hubungan gelapnya dengan teman kuliahnya itu hingga diusir bapaknya, kini menjadi manusia yang merasa telah membunuh karakternya sendiri. Dia ingin berubah sebagai manuisa yang punya masa depan, punya rancangan atau prinsip hidup dan punya cinta pada laki-laki sebaik Heryadi.
Namun sayangnya Heryadi yang pernah menulis puisi untuknya berjudul Kagumku Selangit, sudah semakin sulit menjadi miliknya. Heryadi sudah meminang seorang gadis yang sederhana, tetangganya yang memang pantas buat Heryadi. Amelia tinggal berkata," Oh Tuhan, andainya hati Heryadi masih ada untukku biarlah dia datang padaku, walau hanya sebentar mengucapkan salam padaku.."
Tentunya Amelia tidak bisa bertemu Heryadi. Amelia hanya bisa memandangi foto masa SMAnya itu. Di mana Heryadi yang pernah jadi sutradara teater dan pernah dihina temannya itu, kini sudah menjadi laki-laki dewasa. Amelia hanya bisa menulis di buku hariannya : I Love You Heryadi.. God Bless You ..
*****
Jakarta, November 2011
Penulis : Jovian Andreas
Email : Jovisca_2@yahoo.co.id

Random Posts

  • Tertutup Rapih Dalam Balutan Seragam Kepolisian

    Tertutup Rapih Dalam Balutan Seragam KepolisianKarya : Abimanyu Putra PratamaHari itu sabtu siang di bulan Juni tahun 2009, saya diajak oleh saudara saya untuk membantu persiapan khitanan, ( saudara saya mau sunat saya dijemput dan diajak kesana duluan sedangkang orang tua saya menyusul nanti ). Sabtu siang itu terasa sangat panas hingga menusuk sampai ketulang ( hahahahahah terlalu LEBAY ) setelah 2 jam perjalanan ( maklum jakarta macet, dan saya sudah muntah sampai satu kantong plastik ). Akhirnya kami tiba juga di Jakarta Timur, saya tiba disana pukul 02:00. Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan saya pun memutuskan untuk tidur.Setelah melepas penak dengan tidur ( memang banyak orang memilih tidur untuk menghilangkan penak ) saya bermain bersama saudara-saudara saya. Setelah puas bermain saya pulang, mandi, sholat, dan nonton tv. Tiba-tiba pas saya sedang asyik nonton spongebob squerpants ( maklum masih anak kecil  ) adzan magrib bun berkumandang. Walaupun sedang asyik nonton spongebob saya pun memutuskan untuk shalat dulu, setelah selesai sholat dan makan. Lalu saya diajak mas Topik untuk mengisi bensin.NAH DISINILAH CERITA DIMULAI “THE STORY WILL BEGIN” Jadi ceritanya tuh pas lagi mau isi bensin, ada dua rute. Rute via jalan raya ( banyak polisi ), rute jalan kampung ( banyak polisi tiduran ). kami memilih rute jalan raya, setelah tiba dijalan raya mas Topik mengila PART 1. Dia gaya gaya mau jadi Valentino Rossi, setiap mobil diasalip dan pas saya sedang menengok ke belakang saya melihat motor vega-R mengikuti kami dari gang depan rumah saudara saya. Saya tidak begitu ambil pusing, nah pas kami sedang menyalip mobil avanza tiba-tiba motor RX King bermaksud menyalip mobil tersebut. Mas Topik pun kaget dan motor pun menyerempet mobil avanza, setelah berhasil menyalip mobil avanza kami tiba-tiba dijegat oleh orang yang naik motor vega-R. Dia dateng-dateng langsung nyenter plat nomor, lantas kami pun panik dan memutuskan untuk kabur, setelah berhasil kabur, dan pikir panjang. Kami memutuskan untuk berhenti (bukan karena takut sama polisi tapi karena bensin dah sakaratul maut alias ABIS wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk 😀 ) Akhirnya saya tertangkap / BUSTED, kunci motor langsung diambil kami langsung dimarahin.“kamu ini naik motor gaya-gaya banget masih kecil aja belagu” bentak pa polisi.Saya dan mas Topik langsung tertunduk diam alis KICEP ABC. Setelah diceramahin cukup lama akhirnya saya dan mas Topik dibawa ke sebuah pemancingan di daerah Klender. Setelah tiba di pemancingan mas topik disuruh untuk menelpon orang tuanya dan pas saat itu lagi ga bawa hp ( apes banget ), yaaaaaaaaa suuuuuuuudahlah terpaksa dia harus ke wartel, sedangkang saya ditinggal sendirian di pemancingan. Dan pas saat itu entah kenapa saat itu saya ingin sekali menanyakan sesuatu.“pa, bapak sebenarnya polisi atau bukan? Kalau bapak polisi bapak tolong tunjukan tanda pengenal bapak, dan buka helm bapak.” Ujar sayaTiba tiba saya tangan polisi itu melayang ke muka saya, dan dia berkata “kamu tuh masih anak kecil diam aja”Saya melihat kejanggalan karna bapak saya seorang tentara ( jiahhh pamer dulu ahhhh ) jadi saya ya sedikit tau mana yang asli sama yang palsu.Saya pun terus mendesak setelah cukup lama saya mendesak, akhirnya polisinya jengkel juga kali ya sama saya, dia pun memutuskan pergi untuk membeli rokok and aqua gelas,,,,,,, dia kembali menghampiri saya. Setelah cukup lama akhirnya mas Topik pun kembali, setelah mas Topik kembali“saya sita motor kalian karena kalian tidak bisa menyerahkan surat-surat motor” kata pa PolisiKami pun mengiyakan saja, polisi itu pun langsung membawa motor kami. Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu, menghampiri kami, “Dek,dek kelihatanaya kamu sudah ketipu deh.” Kata si Ibu“Hah???????, maksud Ibu?” sahut mas Topik“iya soalnya gelagatnya dan bajunya tidak meyakinkan.” Ujar si Ibu“Ahhh yang bener Bu.” Kata mas Topik“Iya soalnya daerah klender banyak sekali POLISI GADUNGAN.” Kata Ibu “Apa GADUNGAN GADUNGAN GADUNGAN (sengaja diulang biar lebih mantep) sontak saya dan mas Topik Saya diam, mas Topik diam Ibu pun diam, SULE pun diam. Kami pun PANIK MODE ON setelah mondar mandir sana sini. Akhirnya bapaknya mas topik pun datang. Kami pun langsung bergegas ke kantor polisi di daerah klender, setelah kami tiba di sana kami langsung menanyakan ada tidak Polisi yang bernama Briptu Norman ( maaf saya lupa namanya hehehhehehehehehehe : D ) setelah dicek tenyata tidak ada. APA APA APA APA APA ( sengaja di ulang ) kami pun panik. Tanpa pikir panjang kami pun langsung balik ke TKP untuk mencari motor kami, di tengah perjalanan kami bertemu dengan tukang ojek lalu dia mengatakan bahwa motor bapak ada sama temen saya. Tanpa pikir panjang kami langsung CABUT KALANG KABUT LEKAS PERGI, setelah tiba disana alhamdulilah motor selamat hanya tergores sedikit. Jadi ceritanya tuh setelah kami di tinggal di pemancinga Polisi GADUNGAN itu kabur membawa motor yang bensinya sakaratul maut dan ditengah keasyikan pa polisi itu tiba-tiba bensinya abis NGEK NGOK. Dia pun panik dan langsung pindah ke motor temanya yang ada di sebelahnya tanpa menghentikan motornya ( kata saksi ) sontak motor pun jatuh dan koncinya langsung di bawa kabur. Setelah tiba di TKP kami pun langsung menghampiri rumah itu, dan ALHAMDULILLAH BANGET YA motor masih ada. Kami pun disuruh untuk menebus motor dan menunjukan STNK, BPKB dan membawa kunci motor.INI CERITA KU APA CERITA MU  Yang membuat saya sampai binggung hingga saat ini : a. Bagaimana cara polisi itu berpindah tempat dari motor yang ia tumpangi ke motor temenya yang sedang melaju kencang???????????b. Kenapa ada SULE di Cerpen sayac. Dan masih ada aja Polisi yang mau nyolong motor orang yang bensin abis WKWKWKKWKWKWKWKWKWKW POLISI GADUNGAN

  • Cerpen Cinta Romantis | Kala Cinta Menyapa ~ 05 / 13

    Next dari kisah kala cinta menyapa part 5, secara cerpen requesan yang satu ini emang rada molor. Tepatnya 13 part. Untuk yang penasaran dengan lanjutannya bisa langsung simak kebawah. Sementara reader baru mendingan baca bagian sebelumnya dulu biar nyambung melalui kala cinta menyapa bagian 4. Yang jelas, happy reading aja lah….Kala Cinta MenyapaBegitu turun dari bus Rani segera melangkah menuju kekelasnya. Tak lupa kado yang ia beli kemaren ia tenteng di tangan. Hari ini kan Irma ulang tahun, jadi sekalian saja ia bawa kekampus. Sambil melangkah kekelas tangannya melirik jam dan sekali – sekali menoleh ke sekeliling. Kenapa ia belum melihat wujud sahabatnya ya?. Setelah berfikir beberapa saat segera di keluarkannya hape dari dalam saku. Mengetikan beberpa kata sebelum kemudian meng’send’nya. Tidak sampai semenit hapenya terlihat berkedip – kedip sebagai tanda ada pesan masuk.“Yah, Irma malah sakit. Terus kado ini gimana donk,” rumam Rani pada dirinya sendiri sambil melirik kado yang ada di tangan. Setelah berfikir untuk sejenak ia memutuskan untuk memberikannya besok saja dan memilih untuk langsung kekelas.Saat melewati koridor tak sengaja ia berpapasan dengan Erwin yang muncul dari arah berlawan. Rani segera membatalkan niatnya untuk menyapa saat melihat Erwin yang sama sekali tidak menoleh kearahnya tapi justru malah asik berbicara pada sahabatnya yang entah siapa. Akhirnya Rani kembali melanjutkan niat awalnya untuk kekelas.“Eh Erwin, masih inget nggak cewek yang gue bilang kemaren?” tanya Joni sambil melirik kearah Erwin yang melangkah di sampingnnya. Sama sekali tidak menyadari kalau lawan bicaranya saat ini justru diam – diam melirik kearah seseorang yang baru saja berpapasan dengannya.“Ternyata dia sudah punya pacarlah,” Sambung joni lagi.“O,” balas Erwin singkat.“Sayang banget ya, gagal deh gue jadiin pacar."“Heh,” Erwin hanya mencibir sinis.“Padahal gue udah terlanjur naksir sama dia. Eh, kemaren sore gue malah nggak sengaja liat dia jalan bareng sama Doni di taman bermain waktu pembukaan kemaren."“Doni?” ulang Erwin.“Iya… Seangkatan sama kita. Tapi dia anak ekonomi,” terang Joni kemudian.“O, dia,” balas Erwin tampak mengagguk – angguk.“Loe kenal?” tanya Joni lagi.“Enggak,” kali ini Erwin mengeleng.“Busyet. Kalau loe nggak kenal ngapain loe pake sok gaya kenal segala,” gerut Joni kesel. Erwin hanya angkat bahu.“Tapi gue nggak heran juga si kalau loe nggak kenal. Secara loe kan kuper,” balas Joni meledek.“Sialan loe, gue sekeren ini di bilang kuper. Nggak tau apa loe kalau gue ini tu jadi idola kampus,” balas Erwin terlihat narsis membuat Joni mencibir sinis walau tak urung dalam hati membenarkan ucapan sahabatnya barusan.“Eh tapi joni, loe kan tau banyak tentang anak – anak kampus kita. Nah, loe kenal nggak sama cewek yang berpapasan sama kita tadi?” tanya Erwin setelah beberapa saat mereka terdiam.“Cewek?. Cewek yang mana?” tanya Joni heran.“Yang tadi itu lho. Dia pake baju warna merah, terus pake kacamata. Kita ketemu tadi ruang lab,” terang Erwin lagi. Joni terdiam, mencoba mengingat – ingat tentang orang yang di makstu oleh sahabatnya.“O… Maksut loe si Rani?"“Iya… Loe kenal?” tambah Erwin lagi.“Kenal deket si enggak. Tapi gue tau lah. Dia itu anaknya lugu dan poloskan?” tambah Joni lagi.“Dia memang polos. Terus imut juga,” humam Erwin lirih tanpa sadar tersenyum teringat kejadian – demi kejadian yang telah lalu.“Imut?” ulang Joni heran sambil memperhatikan reaksi sahabatnya yang tidak biasa. Kali ini Erwin mengangguk membenarkan.“Kenapa loe menatap gue kayak gitu?” tanya Erwin heran saat mendapati tatapan temannya yang menyipit kearahnya.“Tumben loe nanyain cewek. Ini pasti ada apa – apanya kan?” tembak Joni langsung.“HA?”“Pake ngatain imut segala lagi. Loe naksir dia ya?” sambung joni lagi.“Apa an si. Ya enggak lah,” bantah Erwin terlihat salah tingkah. “Jangan ngaco deh loe."“Terus maksut loe bilang dia imut segala apa?”“Ya dia memang imut. Apa lagi waktu dia sedang tidur. Polos kayak bayi,” terang Erwin sambil tersenyum. Namun sedetik kemudian ia menyesali ucapannya saat mendapati senyuman aneh di wajah Joni. Astaga, apa yang ia katakan barusan?“Waktu dia tidur? Hei, apa ada yang terlewatkan di sini?” tanya Joni.“Oh, kita sudah telat, Ayo langsung kekelas,” elak Erwin sambil melangkah cepat namun masih kalah cepat dengan langkah Joni yang menghalangi.“Eits, tunggu dulu. Loe mau kemana? Kelas kita baru masuk setengah jam lagi. Masih ada cukup waktu untuk menceritakan kejadian yang sesungguhnya,” tahan Joni membuat Erwin gelisah.“Apaan si. Nggak ada apa – apa kok. Gue tadi cuma salah ngomong doank."“Jangan ngeles. Loe liat dia tidur dimana?” tanya Joni lagi. Kali ini Erwin benar – benar di buat mati gaya olehnya.“Jangan bilang kalau loe suka ngintipin cewek tidur?"“Pletak”Sebuah jitakan mendarat telak di kepala Joni atas balasan tebakan ngawurnya.“Sialan loe. Sakit tau,” gerut Joni sambil mengusap – usap kepalanya yang terasa berdenyut.“Makanya kalau ngomong jangan asal njeplak,” balas Erwin cuek.“Ya sudah kalau gitu loe cerita donk,” serang Joni balik.Erwin terdiam sejenak. Menimbang – nimbang apa yang harus dia lakukan. Menceritakan semuanya atau tidak?“Tunggu dulu. Gue baru inget. Kalau nggak salah Rani itu cewek yang di gosipkan nyelamatin loe waktu jatuh setelah pulang bermabuk – mabukan kan? Ah, soal gosip itu kan loe juga belum cerita. Secara gue juga heran, sejak kapan loe doyan minum?” ujar joni setengah berteriak.“Atau jangan – jangan loe beneran mabok, terus loe ketemu cewek. Dan kayak di drama – drama gitu, loe nggak sadar dan kemudian…”“Pletak."Untuk kedua kalinya jitakan mendarat di kepala Joni yang bahkan belum sempat menyelesaikan ucapannya.“Imagi loe terlalu liar,” sungut Erwin sebel.“Dari pada tangan yang liar,” protes Joni sambil mengusap – usap kepalanya yang terasa berdenyut.“Salah sendiri mikir aneh – aneh."“Kalau loe nggak mau gue mikir yang aneh – aneh makanya buruan cerita. Gosip itu bener nggak si. Perasaan tu gosip hot banget."“Tentu saja salah. Enak aja. Seumur – umur gue nggak pernah tu minum – minuman. Yang nyebarin gosip itu aja yang sedeng. Seenaknya aja. Lagian Si Rani bukan bantuin gue, hanya saja kebetulan dia memang ada di dekat gue waktu gue jatuh kedalam got. Dan dia….”“Loe jatuh dalam got? Wukakakka,” potong Joni tak mampu menahan tawanya. Membuat Erwin memberengut sebel dan menyesal telah mengatakannya.“Sudah lah, lupakan saja,…” kata Erwin akhirnya sambil berjalan meninggalkan Joni.“Hei tunggu dulu. Ngambek kayak cewek aja. Loe kan belum cerita sampai selesai. Lagian loe juga belum bilang gimana ceritanya loe bisa liatin tu cewek tidur yang katanya imut,” tahan Joni lagi.“Kan sudah gue bilang, lupakan!” sambung Erwin kemudian.“Loe harus CE-Ri-TA!” hadang Jodi penuh penekanan.“Kalau gue nggak mau?” tantang Erwin.Mata Joni sedikit menyipit sambil tersenyum sinis.“Loe mau gosip ‘Versi’ Joni menyebar? Ho ho ho, Sepertinya loe belum tau kemampuan gue dalam bergosip ria ya?”Erwin menghentikan langkahnya. Menatap lurus kearah Joni. Setelah menghela nafas akhirnya ia berujar. “Baiklah. Gue akan cerita. Tapi nggak disini. Ayo ikut gue."“Nah, gitu donk,” Joni tertawa penuh kemenangan dan segera berjalan mengikuti Erwin yang entah akan membawanya kemana.Kala Cinta Menyapa Selama Pelajaran berlangsung Erwin sama sekali tidak konsentrasi. Bukan saja karena dosen yang mengajarkannya sama sekali tidak menarik tapi juga karena Joni sedari tadi terus menginterogasinya. Padahal ia sudah menceritakan semuanya tanpa di tambah atau di kurang sedikitpun. Di tambah lagi makluk satu itu juga telah menyimpulkan hal yang konyol atas kasusnya. Masa ia dikira naksir sama tu cewek. Yang benar sajalah.Begitu jam kuliah selesai Erwin segera beranjak bangun. Bersiap – siap untuk pulang. Joni tentu saja langsung mengekor di belakang.Saat melewati ujung koridor matanya tak sengaja menangkap sosok rani yang berjalan dikejauhan.“Eh Erwin, itu bukannya cewek yang loe taksir ya?” tunjuk Joni.“Gue nggak naksir sama dia!” balas Erwin penuh penekanan.“Iya deh, loe nggak naksir. Gue ralat omongan gue tadi,” Joni memonyongkan mulutnya sebel . “Erwin, itu bukannya cewek yang loe bilang imut ya?” sambung Joni sok polos tanpa merasa bersalah sedikitpun. Padahal jelas – jelas saat ini Erwin sedang menatap tajam kearahnya.“Loe nggak bisa protes. Loe kan emang bilang ke gue kalau menurut loe tu cewek imut,” potong Joni cepat.“Terus kenapa memangnya?” geram Erwin sebel.“Loe nggak pengen nyamperin dia?”“HA?”“Eh tunggu dulu, itu bukannya si Doni, cowok yang jalan bareng cewek yang gue taksir?” sambung Joni lagi. Refleks pandangan Erwin terarah mengikuti telunjuk Joni dimana tampak Rani yang sedang menghampiri cowok yang ‘katanya’ bernama Doni.“Ayo kita hampiri,” sambung Joni lagi sambil menarik tangan Erwin.“Eh tunggu dulu. Mo ngapain si?” tahan Erwin cepat menghadang langkah Joni.“Ya ela. Loe nggak liat tu cewek bawa kado. Jangan bilang kalau dia mau ngasi ke tu cowok. Ya ampun masa mentang – mentang kita sahabat nasip kita sama?” keluh Joni.“Nggak, Kita di sini aja!"“Tapi…” Joni tidak melanjutkan ucapannya saat melihat tatapan tajam Erwin. Walau ia masih penasaran namun tak urung ia manut dan memilih memperhatikan Rani dari kejauhan.Sementara itu, Rani sendiri yang berniat untuk langsung pulang segera membatalkan niatnya saat matanya mengangkap sosok yang sepertinya ia kenal. Tanpa pikir panjang segera dihampirinya.“Doni!”Merasa namanya di panggil Doni yang berniat langsung pulang berbalik, keningnya berkerut heran saat mendapati gadis berkacamata yang kini berlari kearahnya.“Loe beneran Doni kan, yang biasanya bareng sama Irma?” tanya Rani mencoba memastikan.Masih belum mengerti arah tujuan pembicaraan mereka, Doni memilih hanya membalas dengan anggukan.“Buat gue?” tanya Doni dengan kening berkerut saat melihat cewek yang tidak di ketahui identitasnya menyodorkan kado tepat ke wajahnya.“Tentu saja bukan, emang nya siapa elo. Kenal juga kagak. Ini itu kado buat Irma. Hari ini kan dia ulang tahun. Tadinya mau langsung gue kasi kedia. Eh , waktu gue SMS dia bilang malah dia sakit. Ya udah, gue belom sempet mampir ke sana. Makanya karena katanya loe itu tetanggaan sama dia gue titip sama loe aja ya?”“Irma? Sakit? Terus hari ini dia juga ulang tahun?” tanya Doni kaget.Melihat Wajah kaget sekaligus bingung yang tergambar dari wajah Doni membuat Rani kembali menarik kotak kado yang ia sodorkan.“Oh, gue salah orang ya? Maaf, gue pikir loe itu sahabatnya Irma yang biasanya sering pulang – pergi bareng. Jadi bukan ya?” tanya Rani bingung sambil mengaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal.“Bukan, maksud gue bener. Gue memang sahabatnya Irma kok,” Doni cepat meralat.“La kalau loe memang sahabatnya dia masa loe nggak tau kalau hari ini dia ulang tahun. Mana katanya lagi sakit lagi. Jangan – jangan…”Rani tidak jadi melanjutkan ucapannya karena Doni sudah terlebih dahulu berlari pergi meninggalkannya. Matanya terus menatap kepergian Doni dengan bingung sekaligus kecewa. Kenapa hanya sekedar di titipin kado saja tu orang nggak mau. Akhirnya dengan langkah gontai Rani melanjutkan niatnya untuk langsung pulang saja. Soal kado, sepertinya ia baru bisa memberikan setelah ia bertemu Irma langsung. Hu… Next to Kala Cinta Menyapa Part 6Detail CerpenJudul Cerbung : Kala Cinta MenyapaPenulis : Ana MeryaTwitter : @ana_meryaStatus : CompleteGenre : Remaja, RomatisPanjang : 1.306 WordsLanjut Baca : || ||

  • Cerpen Terbaru Take My Heart ~ 07

    Halo All Reader. Berhubung penulis sedang belajar "ala Mellisa" yaitu selalu menilai sesuatu dari positifnya, Oke kali ini penulis mau manfaatin Galau. Maksutnya penulis lagi galau kuadrat, N than tu "galau" penulis salurkan kedalam bentuk Cerpen.So begini lah jadinya… Ha ha ha…Over All, Happy Reading yak… Part sebelumnya silahkan baca :- Cerpen terbaru take my heart part 6"Silvi, Entar Siang loe ada acara nggak?" Tanya Vio sambil mulai menikmati Mie Soo Pesanannya.Silvi tidak langsung menjawab. Angannya melayang mengingat agendanya hari ini. Sambil tersenyum ia balik bertanya."Kenapa?"."Nggak kenapa – napa si. Rencananya ntar siang gue pengen ngajak loe ke gramedia. Gue pengen nyari buku moslem millionaire Karya Ippho Santoso. Katanya udah muncul di Gramedia" Tambah Vio Menerangkan.sebagian

  • KAU LEBIH DARI INDAH

    Oleh: Umi Kulsum – Nama ku Winda, Aku menemukan cinta pertama aku saat aku duduk di kelas 1 smp. Mungkin terlalu dini untuk aku mengenal arti cinta saat usia aku baru menginjak angka 13. Aku menemukan pacar pertama aku melalui Hp, Ketika itu Ada nomor nyasar di hp aku, Dan akhirnya kisah kita berlanjut, Saat itu hanya dia lah yang dapat mengerti semua suasana hati aku. Namanya Resa Suharsanto.Sejak kepergian ayah aku entah mengapa rasanya aku betul-betul kehilangan sosok seorang ayah, Namun setelah kehadiran Resa, Aku menemukan kembali kasih sayang seorang ayah. Walau aku belum mengetahui seperti apa wajah Resa yang selama ini hanya aku kenal melalui handphone seluler ku.Siang itu tepatnya Hari jumat Aku dan resa sepakat untuk bertemu di rumah salah satu sahabat aku indri namanya, Seusai pulang solat jumat. Entah mengapa hati aku jadi tak karuan saat ingin bertemu dengan resa.“win itu kayanya resa deh”ucap Indri sambil menunjuk ke seorang laki-laki yang sedang mengendari motor mio.Aku pun menoleh ke arah yang di tunjuk Indri, dan lelaki itu pun menoleh ke arah aku, lalu dia menghampiri aku.“hai.. kamu winda yah” sapa resa menunjuk akuEntah mengapa hati aku berdegub begitu kencang ketika aku melihatnya“iya aku winda, oya kenalin ini sahabat aku indri” jawab aku dengan perasaan grogi“mending ngobrolnya di dalam aja” kata indri mengajak aku dan resa ke dalam rumahnya.Aku dan Resa pun masuk ke dalam rumah indri,Resa duduk di samping aku,sungguh entah apa yang aku rasakan ada persaan yang tak pernah aku ketahui dan tak aku mengerti.“Kamu dari tadi di sini” tanya resa “yah lumayan dari pas pulang sekolah, aku langsung ke sini” jawab aku“udah bilang belum sama mama kalau kamu mau main dulu, nanti mama nyariin lagi” ujar resa “udah” jawab aku singkat, jujur entah mengapa aku tak kuasa menatap dia terlalu lama, karena perasaan ini terlalu menguasai aku dan aku takut persaan ini di ketahui oleh resa.“ini minumannya udah datang di minum yah, jangan di liatin aja” ujar indri pada kami dan pergi meninggalkan kami berdua.Setelah kepergian indri suasana menjadi hening tak ada pembicaraan antara aku dan resa. Ketika aku melirik ke arah resa, aku dapati dia sedang memperhatikan aku.“Kamu kenapa sih,liatin aku kaya gitu”tanya aku yang mulai risih dengan padangan resa padaku“ga apa-apa, aku seneng aja liat kamu abis kamu manis banget sih” jawabnya “ih.. kamu bisa aja” jawab aku dengan malu-malu.Namun dia tetap menatapku .“udah atuh jangan kaya gitu” ucap aku sambil memalingkan wajahnya dengan tangan aku.“ih.. pelit banget sih kamu mentang-mentang manis,” jawab resa sambil mencubit pipi aku.Suasana berubah menjadi begitu ceria, Resa memang selalu membuat suasana hati aku menjadi begitu bahagia. Tak terasa waktu bergulir begitu cepat.“yah kayanya aku harus pulang,soalnya aku harus nganterin mama aku dulu, ayo pulang” ucap resa sambil menarik lengan aku“nanti aja, aku mau bantuin indri beres-beres dulu” jawab aku “udah sana pulang, kalau kaya gini mah kecil buat gue ga nyampe setengah menit” ucap indri mempropokasikan“iihh .. indri makasih banget yah atas semuanya” ucap aku “yah nyantai aja, lagian rumah gue kan jadi rame gara-gara ada kalian, sering-sering yah kesini biar ga sepi ni rumah” ucap indri dengan tulus“kita pulang dulu yah ndri” pamit resaAkhirnya, aku pulang bersama resa, tak ada pembicaraan selama perjalanan, hingga akhirnya aku sampai di gang rumah aku dan mengucapkan terima kasih pada resa.Setelah pertemuan itu Aku dan Resa menjadi semakin akrab, dia sering mengantar atau menjemput aku ke sekolah. Padahal sekolah aku begitu jauh di banding sekolahnya.Tanpa terasa 1 bulan sudah aku mengenal resa. Saat aku sedang belajar hp ku bergetar ternyata ada sms dari resaNanti pulang sekolah aku jemput yah,Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan sama kamuTunggu aku datang yah Aku pun membalasnyaOkay… Tapi jangan lama-lama yah datangnyaEntah apa yang ingin resa katakan pada aku,pikiran itu terus menghantaui aku hingga jam sekolah pun berakhir.Ketika aku berniat sms resa ,tapi hp aku malah bergetar terlebih dahulu ketika aku lihat ternyata dari resaAku udah sampaiSekarang aku ada di depan gerbangKamu udah pulang belum??Sambil berjalan aku pun membalas sms darinyaUdahTunggu yah aku lagi jalan ke gerbangDari kejauhan telah tampak resa yang sedang duduk di atas motornya menunggu aku, aku pun mempercepat langkah aku.“hai udah lama nunggunya” ucap aku setelah sampai di hadapannya“ga kok, ayo naik” jawabnya tersenyum manisKami pun pergi dan sampai di sebuah danau yang indah“waah bagus banget pemandangannya” ucap aku berdecak kagum melihat sekeliling aku“iya ini tempat paling spesial, biasanya kalau aku lagi sumpek aku kesini untuk ungkapin semua perasaan aku” ucap resa menjelaskan“win aku mau ngomong sesuatu sama kamu” lanjut resa dengan wajah serius sambil memegang kedua tangan akuResa pun melanjutkan kata-katanya” buat aku ini waktu yang tepat untuk ungkapin semua rasa yang aku rasain sama kamu dan ini adalah tempat yang tepat buat aku ungkapin ini semua, udah 1 bulan aku kenal kamu, sejak aku kenal kamu entah kenapa aku ngerasa nyaman sama kamu dan akhir-akhir ini rasa itu semakin besar” suasana hening sejenak“win aku sayang kamu, kamu mau kan jalani hari-hari kamu sama aku dan temani aku, Kamu mau kan jadi pacar aku” ucap resa terlihat keseriusan dan ketulusan dari matanyaAku terdiam mendengar kata-katanya ternyata selama ini aku dan resa memiliki rasa yang sama“win aku harap kamu bisa jawab pertanyaan ku sekarang” ucap resa membuyarkan pikiranku“aku mau jadi pacar kamu, tapi aku belum boleh pacaran sama keluarga aku” jawab aku dengan menundukan kepala“aku tau kok kondisi kamu kaya apa, itu bukan hal yang harus di permasalahkan, aku bakal nunggu kamu sampai keluarga mu mengizinkan kamu pacaran” jawab resa sambil mengangkat kepala aku dan memeluk aku.Hari ini Resa bukanlah sahabat aku lagi tapi kini aku bisa memiliki dia seutuhnya rasanya bahagia sekali bisa memiliki dia seutuhnyaHari-hari yang aku lalui kini menjadi lebih indah. Semua dapat aku atasi dengan baik karena resa selalu ada dan selalu siap membantu aku saat aku sedang membutuhkannya.Tanpa terasa hubungan kami pun telah berjalan satu tahun,tahun pertama dapat kita lalui dengan baik tanpa ada sedikit pun masalah rasa sayang ini pun makin besar padanya. Hari ini dia mengajakku untuk merayakan hari jadian kita, tapi sayangnya aku ga bisa karena hari ini ada ekskul yang tidak bisa aku tinggalkan, untungnya resa dapat mengerti. Pulang ekskul aku di jemput olehnya. Dia pun memulai pembicaraan antara kita.”yank besok kamu bisa ga temenin aku ke ultah temen aku” tanya resa sambil mengendarai motornya“yah yank kayanya ga bisa deh, soalnya besok ada ekskul lagi yank” jawab aku“please yank temeninn aku, kan udah beberapa bulan ini kamu sibuk sama ekskul kamu, sehari aja temenin aku, soalnya temen-temen aku pada bawa pacar yank” ucap resa sambil merengek“liat besok yah yank,kalau aku dapat izin dari pembinaku, emang kapan acaranya” jawabku dengan perasaan bingung“pulang sekolah yank,masalahnya dia temen deket aku yank, ga datang ga enak akunya” ucapnya dengan rasa kecewa dengan jawaban aku.“iya sayang aku besok aku usahain”jawab aku berusaha mencairkan suasana“janji yah” ucapnya memastikan“iya” jawab akuTak terasa perjalan harus berakhir aku pun turun dari motor resa “makasih yah yank” ucap aku tersenyum manis“iya, nyampe rumah langsung mandi, makan, sholat terus istirahat yah” ucapnya memperhatikan aku“oke bos, hati-hati yah di jalan” jawab aku dengan penuh senyumResa pun pergi meninggalkan aku.Hari ini seusai jam pelajaran aku menemui pembina aku untuk minta izin, karena aku tidak bisa mengikuti ekskul hari ini, awalnya sih ga boleh tapi akhirnya aku dapati izin itu. Setelah aku beritahu resa, dia pun menjemput aku dan kami pun pergi ke sebuah tempat makan. Disana sudah banyak sekali teman resa. Aku pun di perkenalkan satu persatu kepada temannya itu. Acara pun di mulai. Seusai acara kita semua ngobrol-ngobrol.“oya sambil ngobrol, enaknya sambil ngerokok ni” ucap andi salah satu teman resa sambil mengeluarkan beberapa bungkus rokok dari tasnya.Resapun ikut menhgambil rokok-rokok itu, jujur aku kaget melihat resa merokok, selama 1 tahun ini aku tidak pernah melihatnya merokok.“ternyata dia seorang perokok” gumam aku dalam hati.Sepanjang obralan mereka aku perhatikan resa sudah menghisap sebungkus rokok, Hingga akhirnya acara pun selesai aku dan resa pun pulang. Sepanjang jalan aku hanya diam, sungguh aku kesal ikut dengannya hari ini, di tengah perjalanan aku meminta dia untuk singgah di sebuah taman di pinggir jalan yang kita lewati.“Ada apa sih yank” tanya resa bingung karena aku menyuruhnya berhenti“Ada yang pingin aku omongin sama kamu” jawab aku dengan nada kesalResa pun mengikuti aku, Hingga kita terhenti pada sebuah tempat “apa yang mau kamu omongin”tanya resa mulai kesal“sejak kapan kamu merokok, kenapa selama ini di hadapan aku, kamu ga pernah melakukan hal itu. Apa memang ini yang selalu kamu lakuin kalau sama temen-temen kamu selama ini” ucap aku dengan penuh emosi“udah lumayan lama yank aku ngerokok, aku tau dari indri kalau kamu tuh ga suka sama laki-laki perokok, makannya selama ini aku ga pernah ngeroko di hadapan kamu” jelas resa dengan rasa bersalah“kamu tau aku ga suka rokok tapi kamu masih aja ngelakuin hal itu, dan kamu sembunyiin selama ini sama aku hal ini” ucap aku kesal“yank selama ini aku dah coba buat berhenti tapi ga semudah itu semua butuh proses dan sekarang juga aku lagi mengurangi rokok aku, aku cuman ga mau kehilangan kamu cuman gara-gara kebiasaan buruk aku ini” jawabnya kali ini nadanya mulai meninggi“mengurangi kamu bilang, tadi aja selama kamu ngobrol sama temen kamu, aku liat satu bungkus kamu habisin sendirian” ucap aku dengan emosi memuncak“yank sebelum aku kenal sama kamu, aku lebih parah dari yang kamu liat tadi” jawab resa lirih“aku cuman ga mau kamu sakit yank, rokok tuh ga baik buat kesehatan kamu” jawab aku dengan nada yang sedikit menurun“makasih yank, aku janji bakal nyoba buat terus berhenti merokok” jawab resa sambil mengelus kepala akuResa pun melanjutkan perjalanannya mengantarkan aku pulang hingga gang rumah aku. Semua masalah dapat terselesaikan dengan baik di tahun pertama ini.Kini hubungan aku dan resa tak terasa telah memasuki tahun ke 2, Kali ini dia mengajak aku ke suatu tempat yang tak kalah indahnya dengan danau tempat kita jadian,tapi jaraknya cukup jauh di sana Resa memberikan aku kalung hati yang tertulis nama kita berdua satu di simpan olehnya dan satu lagi oleh aku,Namun tiba-tiba hujan turun karena tidak ada tempat berteduh resa pun mengajak aku mencari tempat untuk berteduh sambil mengendari motornya, setengah perjalanan telah kita lalui hingga akhirnya kita menemukan sebuah halte.”yank kita neduh dulu yah”ucapnya dengan suara menggigilAku dan resa pun segera meneduh di halte tersebut, Di lihatnya aku begitu kedinginan dia pun memakaikan jaketnya kepada aku“pakai yank nanti kamu sakit lagi,”ucapnya sambil membuka kaca helmnyaAku sungguh terkejut ketika aku lihat wajahnya begitu pucat “kok wajah kamu pucat banget sih,kamu ga apa-apakan?”jawab aku sangat khawatir.“ga apa-apa kok yank”jawabnya sambil menutup kembali kaca helmnyaSetelah ujan reda Kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan, Di sepanjang jalan aku mendengar resa tak berhenti batuk“Huunk..uuuhhuuk yank kerumah aku dulu yah”ucapnya masih dengan nada menggigil dan terdengar begitu lemah“ya udah”jawab aku dengan rasa khawatir karena dari tadi resa tak berhenti batukSesampai dirumah resa,aku di sambut hangat oleh keluarganya“kalian kok basah kuyup begini sih”ucap ibu resa kaget melihat kami berdua“iya tante tadi kita keujanan di jalan,nyari tempat teduh susah banget”jawab aku sedikit canggung“ya udah kalian ganti baju dulu sana, abis itu makan siang dah”ucap ibu resa begitu ramahAku dan resa pun berganti baju, Aku di pinjami baju oleh kakak Rita kakaknya resa, Resa adalah anak ke2 dari 3 bersaudara,dia punya kakak perempuan dan adik laki-laki yang begitu mirip denganya namanya reza, Seusai berganti pakaian aku ikut nimbrung bersama keluarga resa dan makan bersama mereka, entah mengapa aku merasa sudah lama mengenal mereka,mereka begitu baik dan ramah pada ku,padahal ini pertama kalinya aku mengfenal keluarga resa. Satu jam sudah aku bersama keluarga mereka, namun resa tak juga turun dari kamarnya.“Resa kok lama banget yah di atas,sebentar yah win tante liat dulu”ucap mama resaAku hanya tersenyum, tapi entah kenapa perasaan aku merasa tidak enak aku merasa ada sesuatu yang terjadi pada resa, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.Sejam berlalu ibunya resa baru turun dari kamar resa.“resanya kemana tante”tanya aku bingung karena resa tak ikut turun dari kamarnya“ada kok, tapi kayanya dia demam dan tadi tante suruh dia istirahat, tadi resa pesan katanya kamu pulangnya di antar supir aja, takut mama kamu nyariin ”jawab ibu resa“ga apa-apa tante nanti saya naik angkutaan aja,oya tante kayanya saya harus pulang soalnya udah larut malam”ucap aku, Entah mengapa kekhawatiran aku semakin menjadi“kok buru-buru sih”ucap bapak resa“iya om soalnya aku takut ibu di rumah nyariin kan tadi ga bilang dulu, makasih yah om,tante,kakak atas semuanya dan maaf saya udah ngerepotin semuanya ni”jawab aku sambil berpamitan pada mereka“ga kok,kita malah senang kamu main ke sini”jawab kak rita“ia, tante dan om juga seneng kamu jangan kapok yah main kesini”ucap papa resa “sering-sering yah sayang main ke sini,janji yah”ucap mama resa sambil memeluk akuAku tersenyum menjawab ucapan mamanya resa, Begitu harmonis dan ramah sekali keluarga resa terhadap aku. Akhirnya aku di antar pulang oleh supir di rumah resa, Aku pulang tanpa aku tahu bagaimana keadaan resa,sempat aku sms dia selama di perjalanan,Namun tidak ada satu pun sms ku yang di balasnya olehnya.Tak terasa 3 hari berlalu, Resa tak juga menghubungi aku, bingung apa lagi yang harus aku lakukan.perasaan aku begitu tak karuan ada rasa cemas dan kesal mengelayut di hati aku.“eh. Kenapa loe dari tadi gue liatin bengong aja”ucap indri membuyarkan lamunan aku“lagi sebel gue ndri sama resa”jawab aku cemberut“apa yang di lakuin sih resa sampai bikin loe bete gini”tanya indri begitu bersemangat“beberapa hari ini dia ga hubungin gue,sms ga di bales,telpon gue juga ga pernah di angkat”jelas aku“kok bisa,loe bikin salah kali, atau dia punya cewe baru”ucap indri meledek aku“ih jahat banget sih loe”ucap aku kesal“hheehee.. ceritain dong sama gue asal mulanya sampai kaya gini”ucap indri memohonAkhirnya aku cerita kan apa yang terjadi dengan kami, dan indri menyarakan aku untuk berkunjung kerumah resa sehabis pulang sekolah.Usai pelajaran aku dan indri pun pergi kerumah resa,tapi ternyata aku tak mendapati hasil sesampai di rumahnya tak ada seorang pun yang aku temui, Rumah resa terlihat sepi dan kosong. Bahkan pembantu di rumahnya pun tak ada.“udahlah mungkin mereka lagi pada pergi kali, nanti kita coba lagi yah”ucap indri mencoba menghibur aku“mending kalau pergi datang lagi,tapi kalau mereka pindah rumah gimana ndri”ucap aku kecewa“itu semua ga akan terjadi,resa sayang sama loe dan dia ga akan ninggalin loe, percaya deh”ucap indri meyakinkan aku“kalau sayang dia ga akan giniin gue ndri”lirih aku Indri hanya diam, tak mampu menjawab kata-kata terakhir aku.Hari demi hari aku lewati tanpa resa semua begitu berubah, Tak ada lagi tawa yang tercipta kini hanya tersisa kesedihan. Tiba-tiba hp aku berdering, Ketika ada panggilan dari nomor yang tak aku kenal,“Asalamualaikum”ucap aku mengangkat telephone“walaikumsalam”jawab orang di serbang sana“maaf ini siapa yah”tanya aku pada seorang perempuan di serbang sana“ini kakak Rita”jawab suara di serbang sana“kakak rita, Apa kabar kakak dan ada apa yah kakak tumben telpon aku”ucap aku bingung“baik de,oya kakak pengen cerita sama kamu”ucap kakak rita begitu lirih.“Cerita aja kakak,siapa tau aku bisa bantu kakak”jawab aku“kakak bingung mau cerita sama siapa lagi, dan kakak inget kamu. Makannya kakak telphone kamu”ucap kak RitaKakak Rita pun mencerikan kisahnya bersama pacarnya yang belum mendapatkan restu dari orang tuanya,karena penampilan pacar kakak rita yang tak di sukai,padahal kakak rita sudah berkali-kali meminta pada pacarnya untuk mengganti penampilan pacarnya itu, namun yang di dapati oleh kakak rita yaitu kata putus,dan itu semua ga bisa kakak rita terima karena rasa sayang kakak rita udah begitu besar sama pacarnya itu.“ya udah lah kakak ngapain di pikirin cowo kaya gitu,cowo yang ga mau berkorban buat kakak,aku yakin suatu saat nanti akan ada cowo yang lebih baik yang bakal gantiin cowo kakak itu.dan rasa sayang itu lama-lama juga bakal hilang,wajar kalau saat ini kakak begitu sakit tapi lama kelamaan semua itu bakal hilang, sabar yah kakak”saran aku mencoba menenangkan “makasih yah sayang, emang ga salah resa milih kamu”ucap kakak rita“bisa aja kakak”jawab aku “sayang udah dulu yah, kamu jangan lupa istirahat dan makasih atas saran kamu”ucap kakak rita sambil mengakhiri telponnyaAda kekecewaan di dalam hati aku, padahal aku pingin banget nanya soal resa tapi memang suasananya ga tepat.Semenjak kejadian itu Kakaknya resa lebih sering telpon atau sms aku, tapi aku belum juga berani untuk menanyakan resa padanya. Kini 2 minggu berlalu aku lalui tanpa resa, Tetapi sekarang semua sudah tak begitu berat aku lalui,aku mulai terbiasa tanpa dia.Hari ini aku pulang bersama indri, Ketika sedang jalan menuju gerbang, aku melihat sosok laki-laki yang sudah lama tak aku temui, Namun aku ragu setelah aku mendekat pada sosok yang tadi aku lihat ternyata benar itu resa, Aku alihkan pandanganku seolah aku tak melihatnya.Padahal hati aku begitu bahagia ketika aku melihat resa,ada rasa rindu yang begitu besar padanya,Namun aku tetap memalingkan wajah aku“win itukan resa”ucap indri terkejut melihat resa“bukan ndri resa udah ga ada lagi dalam hidup gue” jawab aku tanpa menoleh ke arah yang indri tuju“bener tau itu resa”ucap indri meyakinkan akuNamun aku terus berjalan hingga melewati resa.Resa pun mengejar aku“win…win”panggil resa, Namun aku terus berjalan bahkan mempercepat jalan aku, hingga akhirnya resa dapat meraih tanganku.“kamu kenapa sih”tanya resa“lepasin tangan aku”ucap aku sambil melepaskan genggaman tangannya“aku bakal lepasin tangan kamu asal kamu mau dengerin penjelasan aku”jelas resa“ga ada yang perlu di jelasin”bentak aku entah mengapa airmata aku keluar dari sela-sela mataku“win mending loe dengerin dulu penjelasan resa, biar semua masalah bisa clear dengan baik,jangan emosi gini malu tau di liatin orang”saran indri “sana naik , selesaiin semua dengan baik okay”lanjut indriAku pun ikut mengikuti kata-kata indri, dan resa melajukan motornya ke danau tempat pertama kita jadian. Disana dia menjelaskan kenapa selama ini dia menghilang.“aku tau kamu marah sama aku, aku menghilang gitu aja dalam hidupmu, bukan maksud aku untuk ninggalin kamu,tapi ada satu hal yang tak bisa aku katakan sama kamu yang ga bisa aku jelasin sama kamu”ucapnya“kenaapa ga bisa di jelasin apakah serumit itu hingga kamu ga bisa jelasin semua itu”jawab aku kesal“oke, aku bakal jelasin sama kamu, aku pergi karena beberapa hari ini, karena aku di ajak mama ke bandung,mama bertengkar hebat sama kakak dan mama menyita hp aku karena mama ga mau ada yang tau keberadaan kita di sana”ucap resa menjelaskan pada akuAku pun menerima alasannya itu, Karena alasan itu masuk akal dan sama seperti yang di ungkapkan kakak rita.“terus sekarang semua udah selesai”ucap aku“udah semua dapat terselesaikan dengan baik, kamu mau kan maafin aku”jawab resa dengan penuh penyesalanAku hanya mengagukan kepala menjawab pertanyaannya itu“aku sayang sama kamu”ucap resa sambil memeluk aku“janji yah jangan tinggalin aku lagi”ucap aku memeluk erat resa“aku janji”jawab resaSemakin banyak masalah yang aku hadapi bersama resa, Semakin banyak yang aku ketahui tentang resa, Hari-hari aku kini kembali di penuhi dengan tawa dan canda, dan aku pun semakin dekat dengan keluarga resa karena aku semakin sering main ke sana.Hal yang selama ini selalu aku mimpikan kini menjadi sebuah kenyataan yang begitu indah,aku tak ingin semua hilang dan berakhir.Hari kelulusan sekolah pun datang, Aku dan Resa lulus dengan hasil yang memuaskan. Resa memutuskan untuk masuk kesalah satu SMU terfavorit di tangerang, Sedangkan aku lebih memilih masuk ke SMK analis pangan di tangerang dan semua ini malah membuat kami semakin dekat walau jarang bertemu.Memasuki tahun ke 4 ,Entah mengapa resa menjadi lebih jauh dari aku, Resa tak lagi sesering dulu berada di samping aku. Yah aku akui semenjak masuk SMU kami jadi lebih sibuk sekolah, bahkan sms pun jarang. Aku pun semakin sering mendengar dia jatuh sakit dan sesekali aku menjenguknya, tetapi resa dan keluarganya selalu bilang bahwa resa hanya kecapean karena banyak kegiatan di SMUnya, Hingga suatu hari dia mengajak aku untuk pergi jalan-jalan. Dari pagi sampai malam aku pergi bersama-sama dengannya, dia pun mengantarkan aku pulang“ada satu hal yang mau aku sampaikan sama kamu” ucapnya begitu serius setelah sampai di gang rumah aku“ada apa sih yank kok serius banget”jawab aku bingung melihat wajahnya berubah menjadi begitu serius“mungkin ini bakal terdengar begitu menyakitkan, tapi aku harus bilang ini sama kamu,aku rasa hubungan kita cukup sampai di sini aja”ucap resa dengan suara lirihAku begitu tercengah mendengar kata-katanya,”kenapa emangnya aku salah apa sampai kamu mutusin aku kaya gini”“kamu ga punya salah apa-apa,yang pasti harus kamu tahu kalau aku udah ga nyaman sama kamu, makasih atas semua dan aku harap kamu dapat menerima ini semua”jawab resa dan pergi meninggalkan aku sendiri.Aku hanya bisa terdiam dan tanpa aku sadari resa telah jauh meninggalkan qku.Airmata yang menemani aku pulang hingga sampai di kamar aku ,rasa sakit yang aku derita lebih sakit dari semua hal yang aku alami selama ini, orang yang aku sayangi dengan mudahnya mengucapkan kata putus dan meninggalkan aku begitu saja. Tanpa aku tau apa salah aku.Setelah kejadian semalam resa sama sekali tak sms ataupun telphone aku, Berkali-kali aku sms dan telphone dia untuk meminta penjelasan yang sejelas-jelasnya tentang keputusan sepihaknya itu. Namun tak satupun di gubris olehnya. Hingga rasa cinta dan sayang di hati ini berubah menjadi rasa benci akan sikapnya itu.Hari-hari kini aku lalui tanpa bersemangat semua begitu berbeda, resa tak lagi ada di samping aku yang ada hanya rasa sakit yang tertinggal, Butuh waktu cukup lama untuk aku melupakannya dan sekarang aku lebih bisa terima kenyataan dan semua lebih baik dari hari kemarin., walau aku belum bisa melupakkannya, Semenjak aku putus dengan resa tak ada satu nomor keluarganya yang dapat aku hubungi . Kakak rita pun kini sudah tak lagi menghubungi aku.Malam ini entah mengapa ada rasa rindu yang begitu besar pada resa, rasanya aku ingin bertemu dengannya, Tapi tak ada yang bisa aku perbuat, hingga aku tertidur lelap,Sore itu hp aku berdering,ketika aku lihat ternyata nomor yang tak aku kenali, Aku pun mengangkatnya“hallo, siapa ini??”sapa aku pada orang di serbang sana“hallo ini bener winda”ucap orang di serbang sana “ia benar, ini siapa” jawab aku dan mengulangi pertanyaan aku“ini kak rita win”ucap orang di serbang sana dengan lirih“kak rita, ada apa kak”tanya aku bingung karena selama ini kak rita telah menghilang semenjak resa memutuskan aku“kamu bisa ga ke rumah sakit sekarang”ucap kak rita, dengan suara begitu sedih“siapa yang sakit kak”tanya aku bingung“udah kamu ke rumah sakit aja,nanti kamu akan tau siapa yang sakit, ajak juga indri yah”jawab kak rita sambil memberikan alamat rumah sakit dan ruangannya “makasih yah de, kakak harap kamu bisa datang”ucap kak rita sambil mengakhiri telponAku pun tanpa membuang waktu langsung pergi dan tak lupa aku ajak indri turut bersama aku, Sesampai di rumah sakit, aku pun langsung menanyakan ruangan yang aku tuju. Dan langsung menuju ruangan tersebut. Setelah sampai di depan ruangan yang aku tuju begitu tercengah aku ketika ku lihat bacaan yang tertera di depan pintu ICU, hati aku semakin khawatir aku takut yang berada di dalam adalah orang yang aku sayang,aku pun terdiam di depan pintu bertuliskan ICU, aku berharap aku kak rita salah memberitahu ruangan yang aku tuju. Indri mencoba menenangkan aku. Hingga ada suara yang memanggilku dari belakang“winda” panggil kak rita di sertai mama resa“tante , kakak”aku pun menghampiri mereka bersama indri“kamu apa kabar”tanya mama resa“baik tante, resa kemana tante”jawab aku entah mengapa pertanyaan itu melontar begitu saja dari mulut akuMama resa pun langsung menangis mendengar pertanyaan aku dan kak rita pun mencoba menenangkanAku dan indri pun bingung melihatnya dan terdiam.“apa yang sebenarnya terjadi tante sama resa, kok tante nangis”tanya aku penasaranSuasana hening sesaat, hingga akhirnya mama resa mulai tenang dan menjelaskan“win kamu adalah wanita pertama yang resa bawa ke rumah dan di kenalkan sama kami,kamu juga wanita pertama yang mengenalkan cinta sama resa, Sejak resa kenal kamu,dia berubah menjadi anak yang baik,telihat jelas begitu tulus cintanya padamu, terlihat jelas bahwa dia tak ingin kehilangan mu,tante rasa kamu juga begitu. Kalian terlihat begitu saling mencintai, waktu itu resa pernah meninggalkan kamu beberapa bulan kan”tanya mama resa, aku pun mengaguk,dan mama resa melanjutkan pembicaraannya “sebenernya dia ninggalin kamu untuk berobat ke jakarta, dia ga mau kamu tahu soal penyakitnya karena takut kamu mengkhawatirkannya,makannya dia lebih memilih berbohong padamu”Entah mengapa hati aku terasa sakit dan takut, airmata aku tak terasa mengalir”resa sakit apa tante”“dia terkena kanker paru-paru dan kini kanker itu semakin menjalar, dokter bilang kanker di tubuhnya telah memasuki stadium 4”jelas mama resa lirih Aku pun tak kuasa mendengar jawaban itu,airmata aku semakin deras mengalir, aku tampu mampu untuk membayangkan betapa menderitanya orang yang aku sayangi selama ini.Mama resa pun mendekap aku erat ”sabar yah sayang,apa yang kamu rasain sama kaya apa yang tante rasain. Kita sama-sama ga mau kehilangan resa. Tapi kalau itu kehendak tuhan kita hanya bisa menerima ini semua, sekarang kamu lihat keadaan resa dulu,dia pasti senang kamu datang” ucap mama resa dan menghapus airmata di pipi akuAku dan indri pun memasuki ruang ICU, kita berganti pakaian dan mensterilkan badan kita, Ketika aku masuk ke dalam ruangan itu, Langkah kaki aku terhenti, Ketika aku melihat sosok pria yang aku sayangi sedang terbaring tak berdaya dengan selang dan kabel-kabel di tubuhnya,Airmata aku mengalir kembali dan indri pun berusaha menguatkan aku untuk mendekat ke sosok tersebut.Sampai di dekat resa aku benar tak kuasa melihatnya, terlihat begitu tenang wajahnya ,tapi aku tau pasti dia sedang menahan rasa sakitnya itu“yank bangun, sekarang aku ada di sini,jangan tidur terus donk”ucap aku lirih“iya resa bangun donk, ada winda ni,dari beberapa bulan ini dia pengen ketemu banget sama loe, makannya sekarang dia datang”ucap indri dengan airmata yang mengalir di pipinyaAku tak mampu berkata-kata lagi, Aku genggam tangannya dan airmata jatuh dan menyentuh tangannya. Karena melihat kondisi aku indri mengajak aku keluar.“resa istirahat yang banyak yah, aku sama winda nunggu kamu di luar”ucap indri sambil merangkul aku untuk pergiBegitu berat untuk aku meninggalkannya. Tapi jujur aku tak sanggup bila harus berada terus menerus di dalam ,dengan melihat kondisinya saat ini. Hingga malam aku di sana tak sanggup aku untuk meninggalkannya aku takut terjadi sesuatu dengannya, Tapi aku harus pulang, karena ibu aku sudah mengkhawatirkan aku. Aku dan indri pun berpamitan pada keluarga resa dan di antar pulang oleh supir. Sesampai dirumah aku malah tidak bisa tidur aku terus sms kak rita agar aku tahu kondisi resa.Kak kalau ada perkembangan tentang resa kasih tahu aku yahKak Rita pun membalasIya ade ku tersayangUdah malem niKamu harus istirahat,jangan mikirin resa terusNanti kamu sakit lagi dan pasti resa bakal sedih kalau kamu sakitKamu istirahat yah Selamat istirahatHave a nice dreamAku pun terlelap dam tidur aku.Esok paginya aku pun segera bersiap untuk berangkat sekolah, seusai sarapan aku lihat hp aku, Begitu terkejut aku ketika aku lihat ada 56 panggilan tak terjawab aku lihat ternyata semua dari kak rita,Aku pun jadi bertanya-tanya apa yang terjadi sampai sebanyak ini panggilan tak terjawab.Aku pun berpamitan,Aku coba menghubungi kembali kak Rita, Namun tak ada jawaban dari kak Rita.lalu aku mencoba sms kak RitaMaaf kak semalam aku udah tidurJadi tidak bisa angkat telpon kakakEmangnya ada apa yah kak???Sms aku pun tak ada jawaban, Rasa khawatir menyelimuti diriku, Tapi aku terus mencoba berbaik sangka dan menenangkan perasaan aku.Hari ini aku ga konsen belajar,Hingga waktu pun terasa lama, Waktu istirahat ini aku pergunakan untuk mereayu pembina ekskul aku untuk meminta izin padanya,karena pulang sekolah nanti aku akan menjenguk kekasihku tersayang,Hari ini perasaan aku ingin sekali bertemu dengannya dan entah mengapa perasaan aku tidak enak terhadap resa. Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi dan handphone aku pun berdering. Aku lihat ternyata kak Rita tanpa membuang waktu aku pun langsung mengangkatnya“Assalamualaikum, ada apa kak,maaf semalam telphonnya ga aku angkat soalnya aku udah tidur kak”ucap aku pada kak rita“walaikumsalam, ga apa-apa de,oya sekarang kamu bisa ga ke rumah sakit,udah pulang sekolah kan”jawab kak rita sambil menangis“iya kak bisa,emang ada apa kak”ucap aku penuh dengan rasa penasaran“kamu kesini aja yah, cepetan”jawab kak ritaTanpa membuang waktu aku pun mempercepat langkah aku,walau rasanya kaki ini sudah begitu lemas untuk melangkah,hingga aku pun memasuki ruang ICU, tanpa banyak bicara mama resa menyuruh aku untuk masuk ke ruang ICU.Kembali aku tak dapat menahan airmata ini,Aku lihat Resa sudah begitu lemas dan tak mampu menahan penyakitnya lagi.aku pun melangkah ke hadapan resa.Aku genggam tangannya“Udah saatnya kamu bangu sa, Udah terlalu lama kamu tertidur, aku kangen sama kamu, dikit lagi hari jadian kita yang ke 4,aku pengen banget ngerayain hari jadian kita di danau sama kamu, kamu harus janji yah buat bangun dan terus melawan penyakit kamu itu”ucap aku dengan derai airmata yang tak mampu lagi aku tahanSeketika tangan resa menggenggam erat tangan aku, aku pun terkejut melihat reaksi yang di berikan resa,terlihat mata resa yang berkedip, Namun rasanya berat sekali baginya untuk membuka matanya,Akuppun memanggil suster dan ketika dokter dan suster datang beberapa saat genggaman itu mulai melemah hingga alat pemacu jantung pun berubah menjadi garis lurus.Dokter langsung menangani resa, Tanpa menyuruh aku untuk keluar aku hanya bisa memanggil namanya dan terus memberi dia semangat untuk bertahan,Sampai dokter menyatakan menyerah.Aku tak kuasa melihat tubuh resa yang kini menjadi kaku,Terdengar jerit tangis mama dan kakak rita.Tubuh resa pun di tutup oleh kain putih,Ketika aku melihat hal itu tiba-tiba tubuh aku terasa begitu lemas dan tak berdaya hingga aku pun jatuh pingsan.Entah apa yang aku alami ketika aku bangun ternyata aku sudah berada di kamar aku. Aku berharap kejadian itu hanya mimpi, Tapi ternyata semua kenyataan, Karena aku lihat ada indri di samping aku dengan busana hitam-hitam“sabar yah, gue yakin ini jalan terbaik buat resa”ucap indri dan memeluk aku erat“terus sekarang resa gimana”tanya aku lemasIndri menangis begitu terisak mendengar pertanyaan aku.lalu indri memeluk aku dan berkata“dia udah di makamin,tadinya mau nungguin loe tapi loe ga sadar-sadar”Jawaban indri membuatku semakin terpukul, Begitu berat rasanya kenyataan ini harus aku pikul, Seakan tuhan ga adil akan diri aku kenapa harus resa yang pergi kenapa bukan aku saja, Aku tak mampu bila harus menjalani kehidupan ini tanpa resa.Kepergian resa membuat aku berhenti sejenak menjalani kehidupan aku. Hingga orang tua aku membawa aku ke seorang psikiater, Sebulan aku ikuti terapi, Hingga akhirnya aku bisa menerima kenyataan ini, Kenyataan bahwa resa telah pergi dan takkan kembali lagi dalam kehidupan aku. Tak luput indri pun selalu menguatkan aku, Malam ini aku putuskan untuk mengemas barang-barang pemberian resa,Esok siang akan aku kembalikan semua barang ini pada keluarganya, Aku tak ingin larut dalam kesedihan, karena entah mengapa airmata aku mengalir begitu saja ketika aku melihat barang-barang ini bayangan tentang resa muncul kembali dan kisah-kisah terindah kita kembali terbayang.Siang ini aku kerumah resa dengan membawa kotak berisi barang-barang resa dan es krim reza, Ketika aku sampai di depan pintu rumah resa aku dapati Reza sedang main seorang diri“kakak”sapanya ketika melihat aku“hai. Giman kabar kamu,ini kakak bawa sesuatu buat kamu”jawab aku sambil memberikan es krim yang aku bawa“baik kakak. Makasih yah”jawabnya begitu bergembira“mama ada de”tanya aku sambil mengusap kepalanyaBelum sempat Reza menjawab kak Rita keluar dari dalam rumah“winda”sapa kak rita sambil menyambut memeluk aku“gimana kabar de,udah lama ga main kesini”ucap kak rita“aku baik kak,aku lagi banyak tugas sekolah”jawab aku“ayo masuk dulu”ajak kak rita “ga usah kak, aku kesini Cuma mau balikin ini”jawab aku sambil memberikan kotak yang aku bawa pada kak rita”kenapa kamu balikin semua ini de”tanya kak rita seusai melihat isi kotak yang aku bawa“aku rasa aku sudah tak mampu untuk menyimpan ini semua, maaf yah kak aku ga bisa lama-lama aku harus segera pulang,permisi”ucap aku lalu aku pun pergi meninggalkan rumah resaAku tak mampu berlama-lama di sana begitu banyak kenangan yang terukir di rumah itu dan aku tak mampu untuk melihat reza karena wajahnya begitu mirip dengan resa, Itu semua hanya akan membuat aku kembali terbayang sosok resa.Semajak hari itu aku tak pernah lagi berkunjung ke rumah resa, Namun bagi aku hal terindah yang aku rasakan adalah ketika aku sempat mmengenal dan memiliki resa, walau hanya sementara, Banyak hal yang aku temukan dari resa, Aku menemukan arti sebuah kasih sayang,menghargai dan indahnya di cintai. Hingga hari Resa tak dapat aku lupakan bahkan tak mampu diri ini melupakannya, Karena dia akan selalu hidup di hati ku.Selama jalan Cinta Pertama Aku, Aku yakin saat ini kau sedang bahagia di dalam Surga dan Kelak kisah kita kan abadi di dalam sana.==========SELESAI==========Profil PenulisNama: Umi KulsumTanggal Lahir: 9 Mei 1992Pekerjaan: MahasiswaEmail: umiiciiyoungestchildren@yahoo.comFacebook: umii wishy-washyMohon Kritik dan sarannya yah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*