curcol

Bosaaaaaaaaaaaaaaaan……. hem, aku heran deh ma diriku sendiri. dulu waktu nggak kerja bosan di rumah terus. lha sekarang udah kerja, bosan juga. padahal kan di sini enak. bisa nerusin hobi yang paling aku suka *yupz, berselancar di dunia maya*, nyantai, di bayar lagi…. tapi…….. tetep aja yang nama nya bosan ya akan datang melanda. heh… kayak gini enaknya ngapainya… punya blog kosong. mendingan aku isi apa aja yang aku suka aja deh… bodo amat mau nyampah kek, apa kek… suka-suka. kan punya aku ini… he he he…..

hem, aku mau nulis apa ya?… bikin cerita?… lagi nggak ada ide nih… atawa aku curhat aja kali ya…
aku mulainya dari mana ya?.. oh ya gini aja deh… tadi kan aku iseng jalan jalan dari satu blog ke blog yang lainnya. nggak sengaja kok nemun profil punya mantan pacar…. wah jadi pengen tau kabarnya dia. Giliran pas tau…. Nyeseeeeeeeeeeeeeeeeellllllllllllll buanget!!!1. sumpah.
Tau nggak kenapa?….. Gila!!!…. makin keren aja dia wong. wajahnya cute abis. gayanya keren. *ih low dia baca ni postingan pasti diledek abis wa*…. Nyesel deh dulu pernah putus ma dia. Please balikan lagi donk *plaks*. Tapi sayang seribu sayang. Sekali klik sana klik sini. Ternyata…………. dia sekarang udah punya pacar lagi bo' *hu hu hu*. Mana mesra banget lagi *aku kan jadi cemburu*. Perasaan dulu waktu kita pacaran nggak gitu-gitu amat deh…. *bilang aja sirik* ke ke ke……

Tapi ya sudah lah. yang berlalu biar berlalu. kita cari yang baru……

he he he…. kayaknya itu aja deh postingan kali ini. laen waktu sambung lagi.

Random Posts

  • Cerpen Cinta Romantis “Take My Heart” ~ 16

    Wah, baru ngeh kalo ini tu udah part 16 tapi belom end juga. Ngalahin rekord nie kayaknya. Bahkan The prince, the princess and mis. cinderela juga kalah. But gak papa deh, selama masih mau nulis nulis aja lah. Sejujurnya saia sendiri juga gak tau, Ni cerpen satu bakal end di part berapa. Tapi di usahain nggak lebih dari 20.Oke lah happy reading ya. Buat yang belum baca part kemaren, Baca dulu gih di Cerpen Cinta Romantis Take my heart part 15. "Bukan kah sudah cukup jelas?".Dan kali ini Ivan yakin tebakannya benar. Ternyata gadis itu….."Kalau saat kita sedang berduaan, Memakan bakso itu bisa menyebapkan kematian"."Ha" Mulut Ivan melongo. Jelas Terlihat seperti orang bodoh. Ia tidak salah dengar kan?. Apa Kalimat barusan benar benar baru keluar dari mulut Vio?.sebagian

  • GARA-GARA SI BENDA BUNDAR

    GARA-GARA SI BENDA BUNDARoleh: Putria. Pebriana. Sitanggang Cuaca cerah dan sejuk menyelimuti Kota Tambun tepatnya di GOR Tambun. Nabila dan teman-teman seteamnya sedang menunggu waktu pertandingan mereka. Nabila atau biasa dipanggil Bela adalah seorang atlet basket disekolahnya. Dia dikenal sebagai gadis yang baik, ceria dan bertanggung jawab. Maka, tak heran dia diberi kepercayaan menjadi wakil kapten di klub kesayangannya yaitu “DWI WARNA”. Memang bukan pertama kalinya team tersebut mengikuti perlombaan Libala Cup. Sudah dua kali Nabila mengikuti pertandingan tersebut. Tahun lalu Bela dan teman-teman seteamnya mendapatkan juara ke-1 di Libala.Saat sedang bermain passing-passingan bola, tak sengaja temannya melempar jauh bola itu. Dan mau tidak mau Bela mengambilnya, ternyata bola tersebut terjatuh didepan seorang cowok berwajah tampan, berpostur tinggi. Ia adalah Reigy pemain basket dari klub “GALAXI”, Reigy seorang cowok jutek namun humoris. Ia pun memberikan bola tersebut kepada Bela.“Nih bolanya” sambil memberikan bola kearah Bela.“Terima kasih ya, udah ngambilkan bola ini.” Sambil mengambil bola tersebut.“Iya sama-sama, lo dari klub mana?” Tanya Reigy.“gw dari klub DWI WARNA, kalau lo?” tutur Bela.“Oh, gw sih dari klub GALAXI, lo udah tanding? Ucap Reigy.“Udah kok, tadi pertandingan pertama.” Sambil tersenyum.“oh, terus menang ya, hmm kalo gw sih nanti pertandingan terakhir.” Ungkap Reigy.“iya team gw menang, wah semangat ya moga menang. Hmm yaudah gw pergi ya thank loh atas semuannya.” sambil melambaikan tangan.“makasih loh sportnya, iya sama sama.”tersenyumlah Reigy seketika.Cowok itu seperti merasakan hal yang berbeda saat bertemu dengan Bela. Ternyata ia jatuh cinta terhadap Bela, begitu pun sebaliknya. Tanpa disadari mereka memikirkan satu sama lain, Reigy ingin sekali meminta nomor hp Bela namun dia tidak berani memintanya. Waktu pun menunjukkan pukul 16.33 sore, saat itulah team “GALAXI” akan bertanding melawan team “STAR”. Bela yang mendukung team “GALAXI” di tribun penonton, selalu tersenyum jika memandang Reigy. Cowok itu membuat Bela tak henti-hentinya memikirkan wajahnya. Sambil bersorak sorak, Bela mendukung Reigy. Akhirnya team “GALAXI” menuaikan kemenangan dengan skor 45-32. Team “GALAXI” dan “DWI WARNA” mendapatkan juara pertama di tournament LIBALA tersebut.Saat upacara penutupan dan pemberian hadiah bagi para pemenang, Reigy dan Bela pun menjadi perwakilan dari setiap klub. Hati Bela sangat senang saat bersampingan dengan cowok tersebut. Tak disangka, mereka berphoto bersama saat pemberian Piala penghargaan itu. Reigy pun merasa senang dapat berdekatan dan tersenyum bersama kala itu. Selesailah upacara penutupan tournament LIBALA. Para peserta tournament itu pun telah meninggalkan Gor itu. Reigy yang mencari Bela dikerumunan orang sangat khawatir bila tidak menemukan cewek itu. Namun, saat ia berdiri dan memandangi satu persatu orang orang didepannya tiba tiba ada seorang gadis menepuk punggungnya. Ternyata gadis itu adalah Bela.“Hai, ngapain lo disini oiya dari tadi kita belum kenalan gw Nabila panggil aja Bela.” Sambil mengulurkan tangannya.“hmm iya gw Reigy.”sambil berjabat tangan dengan Bela.“oh iya, lo mau pulang ya yah kita gak bisa ketemu lagi deh.”“iya, haha iya yah, hmm gw boleh minta nomor hp lo gak?" Tutur Reigy.“oh boleh kok nih number gw.”sambil mengucapkan nomor handphonenya.“terima kasih ya, oiya lo pulang kemana?” Tanya Reigy.“sama sama, gw pulang ke Cikarang Utara gy, kalo lo pulang kemana?” Ucap Bela.“hah? Cikarang Utara looh kita searah dong, emangnya lo tinggal dimana?” Tanya Reigy.“hah masa? Wah dunia sempit banget ya, haha gw tinggal di dekat Perum Kebon Kopi, kalau lo tinggal dimana?” ungkap Bela.“wah wah dekat dengan gw dong, gw tinggal di Perum Puri Cikarang Hijau.”Jawab Reigy.“haha,, kok bisa gitu ya, apakah takdir?”“jika ini suatu takdir, wah bersyukur banget gw, oh ya lo pulang sama siapa?”Tanya Reigy.“haha,, gw juga, sama…” omongan Bela pun terputus saat bunyi klakson mobil.“tinn.. tinn. Tiinnnn”“eh itu bokap gw, yaudah gw pergi ya, bye.” sambil melambaikan tangan.“bye juga , hati hati ya Bel.” Sambil tersenyum.Hari demi hari pun terlewati, Bela dan Reigy menjadi sangat dekat semenjak tournament LIBALA tersebut. Mereka sering smsan ataupun telfonan, bahkan sering pergi jalan bersama. Reigy yang merasa sangat menyayangi Bela pun mengatakan isi hatinya kepada Bela saat berjalan jalan di sebuah taman.“Bel,, gw boleh ngomong sesuatu tidak?” Tanya Reigy.“lo mau ngomong apa gy? Silahkan ngomong aja.” Jawab Bela.“Sebenarnya gw suka sama lo saat pertama kita ketemu, gw baru bisa jujur sekarang selama ini gw coba memberanikan diri tapi saat inilah gw baru berani mengatakannya.”“hah” Bela pun terdiam sejenak.“kenapa, lo gak suka ya sama gw? Yaudah gakpapa kok kita bisa berteman kaya dulu lagi kan ?”“bukan itu, tapi sebenarnya gw juga suka sama lo hanya saja gw belum percaya lo mengatakan itu sama gw.” Ucap Bela.“yang bener berarti lo mau jadi pacar gw Bel?” Tanya Reigy.“iya gw mau gy.” sambil tersenyum.Akhirnya Reigy dan Bela pun berpacaran menjalani kisah cinta di masa remajanya.——————-SELESAI——————–Pengarang : Putria. Pebriana. SitanggangTTL : Tangerang, 16 Februari 1997Tempat Tinggal : Kebon Kopi, rt 04 rw 06 kec cikarang utara kab bekasi prov jawa baratSekolah : SMP Negeri 3 Cikarang UtaraFacebook : Febriana Alineal Sichii ImotoosanTwitter : @Put_putstang

  • cerpen farhatul aini – Izinkan Aku Memilih

    Izinkan Aku MemilihOleh : Farhatul AiniIni perasasan hati tak pernah bisa ku bohongi, menyayangi kalian adalah kebahagiaan dan disayangi kalian adalah kebanggaan, akankan semuanya terus berjalan, seiring dengan kebohongan yang terus dilakukan, salahkah ini semuanya yang ku lakukan untuk membahagiakan diri semata.* * *Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang aku lakukan saat ini, menjadikan kedua laki-laki tak berdosa itu masuk ke dalam kehidupanku, dalam sekejap aku tidak menyadarinya, namun setelah mereka menyatakan perasaannya baru ku seperti terbangun dari mimpi, Kevin dan Yoga kedua laki-laki ini menyatakan cinta padaku dihari yang sama. Dan bodohnya aku tak bisa memilih mereka berdua, bodohnya aku menjadikan mereka sebagai kekasihku.Kevin adalah seorang laki-laki dewasa yang begitu mengerti akan semua keadaanku, saat aku sedang bosan, malas atau butuh kasih sayang diapun selalu ada. dan Yoga adalah kakak kelas ku yang begitu perhatian padaku, itu yang membuatku jatuh hati padanya.“Apa Wid lo pacaran sama dua-duanya?” sontak Adel saat aku ceritakan yang terjadi.“Gue ga ngerti Del, gue sayang sama mereka berdua.”“Tapi harusnya lo tuh bisa berpikir, ga jadi seperti ini, apa yang lo lakuin kalau diantara mereka tau?”Pertanyaan Adel terus membayangi pikiranku, apa yang harus aku lakukan ? apakah aku harus jujur kalau aku selingkuh? Apakah aku harus bilang aku mencintai mereka berdua? Apakah aku harus bilang jika ini kesalahanku yang tak bisa memilih? Entahlah aku harus berbuat apa, biarkan waktu yang mendesakku menjawab semuanya. Aku memutuskan untuk melanjutkan kisah ini, kisah yang terlarang namun begitu ku nikmati.* * *Hari ini adalah janji berkencan ku dengan Kevin, berjalan berdua di tengah keramayan sedikit membuatku gemetaran, jantungku selalu berdebar kencang apalagi saat Kevin menggenggam erat tangan ku serasa merasakan getaran yang berbeda dalam perasaan ini.tibalah kami disuatu taman yang indah, terdapat sebuah jembatan yang menghubungkan taman taman indah itu, enatah tempat apa ini, namun baru ku temui bersama orang yang ku sayang. Cuaca langit yang sedikit menghitam tampaknya mulai menyejukan suasana namun langit masih mau berbaik hati untuk tidak mengeluarkan benih-binih airnya. Tiba-tiba Kevin menarik kedua tanganku membalutnya dengan tangannya yang menjadikan sebuah kehangatan, disitu dia pun berkata. “Wid, aku begitu menyayangi kamu dengan tulus, apakah kamupun begitu?”“Tentu Vin, akupun sayang kamu.”lontaran kata-kata dan tatapan yang tulus membuatku semakin terjerat dalam situasi ini, aku semakin merasa bersalah dan takut bagaimana jika Kevin tau bahwa bukan hanya dia yang menjadi kekasihku saat ini, namun rasa sayang dan egois ku yang memaksaku melakukannya.”sampai acara kencan itu berakhir, suasana kebahagiaan masih terasa begitu melakat di hati.* * *Hari ini adalah hari istimewaku, bertambahnya usia dan berharap akan menambah pola pikir kedewasaanku, walaupun saat ini aku sedang terbelit dalam situasi yang dianggap tidak akan pernah dilakukan oleh orang yang bisa berfikir dewasa. Hari ini juga kepulangan Yoga dari Bandung, setelah berlibur sekitar 2 minggu akhirnya Yoga pulang ke Cirebon, ia tak sabar ingin bertemu dengan Widy kekasihnya itu, karena semenjak mereka bertemu malam itu saat yoga menyatakan cinta, mereka belum pernah dipertemukan kembali karena Yoga harus pergi berlibur bersama keluarganya di Bandung. Kini tibalah mereka bertemu, rasa gugup terpancar dari muka Widy.“Aku kangen kamu Widy sayang.” tiba-tiba Yoga berkata.“ J Aku juga kangen kamu Yoga.” Senyuman tipis terpancar dari wajah Widy.Widy benar-benar merasa gugup, kecanggungan terpancar dari sikap dan bahasa tubuhnya, Yoga pun melihatnya tak biasa.“Kamu kenapa sih Wid, seperti ga suka aku datang.”“Engga ko ga, aku senang.”kenapa saat bersama Yoga, aku selalu terfikirkan Kevin, aku terlalu takut menjalani ini, padahal ini sebuah keputusan yang aku ambil.* * *Percintaan ini benar-benar tidak membuat aku tenang dan bahagia, semuanya hanya menjadi pikiran dan bebanku saja.“Del gue besok mau jalan bareng Yoga.”“Asik dong Wid, pasti lo di ajak ke tempat yang romantisnya ga kalah sama pacar lo yang satu itu.”“Ko gue ga bisa lupain Kevin ya Del, saat gue jalan bareng Yoga, beda banget saat gue jalan bareng Kevin.”“Itu artinya lo lebih sayang Kevin, lo harusnya bisa memilih diantara mereka pasti ada yang terbaik.”“Gue butuh waktu , karna gue sayang mereka.”Berkencan dengan Yoga tak bisa melupakan bayangan Kevin, namun tak ingin ku tampakan. Ku yakin hari ini akan bisa senang bersama Yoga, Yoga membawaku ke sebuah Cafe tempat kami akan mengadakan diner. Suasana lilin yang menyala dengan indah, suasana dingin terasa membuat suasana romantisme tercipta.Saat di waktu sedang menunggu pesanan makanan yang belum datang kamipun berbincang seputar liburan Yoga di Bandung, namun ketika diapun menanyakan seputar liburanku disini aku langsung teringat pada Kevin karna banyak waktu liburanku yang kuluangkan bersama Kevin dan tak mungkin aku bercerita, dan sekali lagi akupun harus berpura-pura.Sampai waktunya akhir kencan serasa menambah kesempurnaan saat Yoga menarik ulur tanganku dan memakaikan cin cin di jari manisku, namun ku artikan itu hanyalah sebuah kado biasa yang biasanya orang berikan pada saat hari ulang tahun. Hatiku juga berkata ini semua bukan kebahagiaan yang aku inginkan.Yoga meluncur dengan mobil hitamnya, melaju menuju arah rumahku untuk mengantarku pulang, sampai di depan gerbang dibukakan pintu mobil mewah itu serasa aku menjadi permaisuri saja, saat ku ingin masuk Yogapun tak lupa mencium keningku, anehnya perasaanku tidak merasa nyaman dengan ini semua. Setelah Yoga mengijinkanku masuk ke dalam rumah, rupanya sosok tak asing bagiku telah menyaksikan drama cinta yang telah terjadi, ya Kevin berdiri disana seperti tak berdaya dengan bunga cantik dan sebuah bingkisan yang indah terjatuh dari genggamannya. aku sontak kaget dengan ini semua, begitupun Yoga yang tampak bingung dengan adanya Kevin.Tak bisa ku keluarkan kata-kata berderet pertanyaan dikeluarkan Yoga pada Kevin.“Siapa kamu, teman Widy? untuk apa datang kesini ? memberikan kado ya buat Widy? Kenalkan aku Yoga kekasih Widy”Ucapan Yoga membuatku gemetaran, semua kata tak bisa dikeluarkan dari mulutku padahal hati ini sudah menjerit tak tahan, matakupun tak bisa menahan benih-benih airnya.Kevin tak enggan untuk menjawab pertanyaan dan sapaan Yoga,“Aku Kevin, dan aku adalah kekasih Widy, aku kesini untuk memberikan ini pada Widy.”“Wid selamat ulang tahun, dan selamat bersenang-senang dengan kekasih baru kamu, terima kasih untuk semuanya.” Rasanya Kevin tak sedikitpun menampakan kesedihan, namun terlihat jelas kekecewaan dan kemarahan terpancar dari mukanya. Jawaban dan sorot mata yang tajam begitu menggores luka dihatiku, tak ada kesempatan yang bisa ku jelaskan, Kevinpun pergi dan meninggalkanku tanpa sepatah kata yang membuatku senang di hari ulang tahunku.Dan Yoga marah-marah meluapkan semua emosinya, aku tak tahan dengan sikapnya.“Okeh, sekarang kamu udah tau kalo aku selingkuh, buat apa kamu marah-marah kita akhiri saja semuanya.”“Wid kamu tau kan aku sayang kamu, kenapa kamu lakuin ini semua?”“Perasaanku yang membawaku dalam situasi ini, kalian begitu berharga buatku dan waktu tak pernah mengijinkan untuk memilih kamu atau dia.”“Baiklah kita akhiri saja semuanya, kamu terlalu beruntung Wid dicintai seseorang dengan tulus, tapi waktu berjalan Wid kamu tak bisa memanfaatkan waktu untuk memilih yang terbaik.”* * *Semuanya pergi luka yang paling menusuk datang dari Kevin tanpa sepatah kata dia mengakhiri semuanya, jika saja dia tau bahwa sekarang aku tersadar dengan cinta yang tulus diberikannya aku ingin dia kembali, berhari-hari ku terfikirkan akan Kevin, kencan yang indah di taman yang indah pula, kini kabarnya entah tak pernah ku dengar lagi. Namun hari ini ku benar-benar merindukannya ku datangi taman indah itu, suasana terpancar sama seperti ku datang dulu bersama Kevin namun kini langit benar-benar ingin menangis seperti hatiku. Kini aku mengerti betapa cinta tak ingin dikhianati, rasa sakitnya begitu tak bisa dirasakan pada seseorang yang mengkhianatinya, namun sangat menyakiti siapapun yang dikhianatinya. Aku juga mengerti tentang penyesalan yang selalu datang saat semuanya telah berakhir. Aku juga mengerti tentang waktu yang tak bisa berlama-lama untuk memilih suatu keadaan.==================================================================== facebook : Farhatul.aini@yahoo.comtwitter : @ainigonilblog : aini-gonilll.blogspot.comemail : ainibarnessa@yahoo.com==================================================================== Rating: 8.5

  • Cerpen Cinta: You Are My Destiny

    You Are My DestinyLangit tampak mendung, sepertinya akan turun hujan. Pandanganku beralih pada seorang cowok yang berdiri dekat pintu. Cowok berkulit putih dan berbadan cukup tinggi namun sedikit kurus. Tara,itulah namanya. Aku mengenalnya sejak lama, namun dia tak mengenalku. Hanya sejak kita masuk SMA yang sama dia jadi kenal padaku.Namaku Nira Revita, biasa di panggil Rita."hey, ngelamunin apa sih?"suara itu mengagetkanku. Suara sahabatku, Zahfa."eeh, gak kok"jawabku dg agak gugup."kamu gk pulang Rit? udah mau hujan loh""aku nunggu jemputan zah, kamu duluan aja gak apa2""kenapa gak bareng si Tara aja sih,arumah kalian kan searah""gak zah,atakut ngerepotin dia""oo ya udah duluan ya?"Aku hanya menganggukkan kepala.***Keringat membasahi tubuhku, ku rapikan segera perlengkapan untuk kegiatan persami di SMA baruku.Jangan sampai aku telat dan kena hukuman dari kakak-kakak osis.Tapi harapanku sia-sia, baru saja ku melangkahkan kaki masuk ke sekolah kakak-kakak osis sudah menunggu di pintu dengan wajah yang kelihatan marah."cepat masuk! Niat ikut kegiatan ini gak sih? Gak disiplin banget datang telat!" kata salah seorang dari mereka."iya kak, maaf saya telat" jawabku.Setelah terbebas dari kemarahan mereka aku segera masuk menemui zahfa yang kebetulan satu regu denganku.Acara persami berjalan dengan lancar, tiba waktunya kita untuk pulang ke rumah masing-masing. Aku menunggu ayah menjemputku, Ku lihat Tara yang berjalan dengan lemas dan wajah yang pucat. mungkin dia kelelahan karena semalam dia kena hukuman gara-gara anggota kelompoknya banyak yang melanggar peraturan.Dia duduk tak jauh dari tempatku berada, tiba-tiba ada yang membasahi pipiku. Apa, air mata? Aku menangis, tapi mengapa aku menangis? Aku menangisi keadaan Tara yang spt itu.Apa artinya ini?***Setelah kejadian hari itu aku merasa ada yang berbeda pada diriku ketika melihat Tara, ada getaran, ada perasaan lain di hatiku. mungkinkah aku jatuh cinta padanya?Jantungku berdegup kencang ketika di dekatnya, dan aku merasa rindu jika dia tak ada. Tapi apakah ini perasaan yang benar? baru pertama kali ku rasakan perasaan seperti ini.Seminggu berlalu dan perasaanku semakin tak menentu.kali ini ku benar-benar yakin bahwa aku jatuh cinta pada Tara.dialah cinta pertamaku. Namun betapa kecewanya diriku ketika tau bahwa tara ternyata telah memiliki seorang kekasih. Aku benar-benar patah hati saat itu. Sahabat baikku, fita menyuruhku untuk sabar namun meski begitu aku tak pernah bisa melupakan tara.aku begitu menyayanginya. Hingga 3 bulan berlalu aku mendengar berita bahwa tara sudah putus dengan pacarnya, betapa bahagianya aku mengetahui hal itu.entah karna apa tiba-tiba saja aku dan tara menjadi sangat akrab. Aku dan tara jadi lebih sering ngobrol dan bercanda lewat sms. Namun aku tetap tak pernah berani mengungkapkan apa yg sesungguhnya aku rasakan pada Tara. Aku hanya mampu memendam perasaan cinta ini dalam hatiku.Hingga suatu ketika kecerobohankulah yg mengungkap rahasia itu.Salah seorang temanku tidak sengaja membaca coretan di Diaryku bahwa aku menyukai tara. Entah apa yang dia lakukan sehingga Tara kemudian tau hal itu dan dia menjauhiku. Aku sangat menyesal mengapa aku begitu ceroboh meletakkan buku itu di atas meja dan meninggalkannya begitu saja sehingga ada orang lain membacanya. Kini hubunganku dengan Tara tidak lagi seperti kemarin-kemarin, dia terlihat menghindari dan menjauhiku. Aku semakin tersiksa dengan perasaanku sendiri. Apa yg kini harus ku lakukan??*** Waktu kelulusan sekolah telah tiba.tak terasa 3th sudah ku menempuh pendidikan di SMA ini, dan selama itu pula rasa cintaku untuk tara masih belum bisa mati. Setelah lulus SMA aku meneruskan pendidikanku ke salah satu Universitas Negeri di kota Malang bersama Fita.sedangkan Tara, aku tak pernah tau lagi kabar dan keberadaannya sekarang. Aku berfikir mungkin kami memang tak berjodoh,mungkin Tara dan aku memang tak di takdirkan untuk bersama.***"Tiiiit"suara klakson berbunyi. Aku berteriak histeris sambil menutup mata ketika sebuah mobil berkecepatan tinggi melaju ke arahku."kau tidak apa-apa?"tanya seseorang padaku."aku tidak a…"bicaraku terhenti ketika ku lihat orang yang sedang bertanya padaku ternyata adalah Tara."Ta..ta..Tara??"ucapku terbata-bata."heh?Rita kan?"jawabnya.Aku sangat bahagia akhirnya bisa bertemu Tara lagi. Tara kemudian mengantarku pulang setelah kami saling bertukar nomor handphone.***"Drtz..drtz"handphone di saku celanaku bergetar.terlihat nama Tara di layarnya,segera ku tekan tombol buka."Ku tunggu di taman sekarang"Aku loncat-loncat kegirangan membaca sms dari Tara. Segera saja aku ganti baju dan pergi menemui Tara..(Di Taman)"Tara mana ya?"gumamku dalam hati. Tiba-tiba ada yang menutup mataku dari belakang."Rita,aku punya kejutan buat kamu"Suara yang sangat ku kenal.iya,itu suara Tara.Dia menuntunku hingga ke suatu tempat dan melepas tangannya dari mataku.Seakan tidak percaya dengan apa yg baru saja ku lihat,aku mengucek-ngucek mataku. Dan ternyata aku tidak menghayal, di sekelilingku terdapat banyak lilin dan Tara, ia tersenyum manis padaku."Rita, aku ingin mengakui sesuatu. Aku minta maaf selama ini aku nggak bisa jujur sama perasaanku sendiri. sebenarnya dari dulu aku sayang sama kamu tapi aku gak bisa ungkapin semua itu karna aku takut bakal nyakitin kamu.dan sekarang kita ketemu lagi, aku yakin kalau aku bener-bener sayang sama kamu dan takdirlah yang mempertemukan kita.“Rita,Maukah kamu menjadi bagian dari hidupku dan temani aku hingga masa tuaku?""Tara… Aku juga sayang sma kamu.""jadi,kamu mau?""iya,aku mau"Aku sangat bahagia mendengar ucapan tara. Tara menyatakan cinta padaku,Aku selalu berfikir kalau Tara bukan takdirku, dia bukan jodohku. tapi ternyata ku salah! dia adalah cinta pertama dan juga cinta terakhirku. Dialah orang yang menjadi pelengkap dalam hidupku, tulang rusukku, cinta sejati dalam hidupku.~THE END~Profil PenulisNama : Ni’matul KhoiriyyahNama Pena : Ranti AnastasyaTanggal lahir : 14 Agustus 1996Pekerjaan : PelajarFacebook : Ayra Nirmala Raya PratiwiMohon Kritik dan sarannya yaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*