Cerpen The Prince, The Princess, & Mis Cinderella ~ 10 {Update}

Acara ngerpain blog. Yah terpaksa, sama seperti kata om mario barusan di Tv barusan. "Terpaksa kaya". So ya begini lah jadinya. Di update lagi. ^_^


“Hufh”
Untuk kesekian kalinya aku menghembuskan nafas berat sambil terus melangkah memasuki halaman kampus. Sebenarnya sejak tadi malam aku sudah berfikir untuk libur kuliah saja hari ini, tapi karena memikirkan tidak ada yang bisa ku lakukan di kostan, apalagi aku memang tinggal sendiri akhirnya aku nekat tetap datang. Bukannya apa, hari ini aku merasa ada firasat tidak enak. Aku takut kalau sampai kevin membuat rencana yang aneh – aneh. Apa lagi tingkahnya sejak beberapa hari ini memang sudah aneh.
Tepat saat aku melewati lorong kelas tak sengaja mataku menangkap sosok kevin yang tampak berjalan sedikit pincang?. Dan kenapa tangan sama kepala nya di perban?. Astaga, Kenapa lagi sama tu anak. Tanpa pikir panjang langsung saja ku hampiri.
“Ya ampun kevin, loe kenapa?” tanya ku langsung. Jujur saja, walau aku masih kesel tapi aku tetap merasa benar – benar khawatir akan kondisinya saat ini.
Bukannya menjawab kevin justu menatap ku aneh. ayolah, tidak ada jerawat di wajahku. (???).
“Loe kenapa?. Aneh banget” kata kevin terdengar,…. meledek?.
“Aneh, Gue itu khawatir sama loe. Loe kenapa sampe kayak gini. Jalannya timpang, kepala juga di perban. Tangan malah di lilit-lilit. Loe abis berantem ya?” tanya ku lagi.
“Nggak usah sok peduli deh”.
“Gue bukan sok peduli. Tapi gue memang peduli” geram ku kesel.
Masa sedari tadi aku ngomong di cuekin. Dan lebih kesel lagi saat mendapati tanggan Kevin yang terulur menyentuh kening ku. Ya ampun, yang keliatan jelas – jelas sakit itu kan dia.
“Yang sakit itu elo” protes ku sambil menepis tangan Kevin.
“Justru itu yang gue heran. Perasaan yang ketabrak itu gue, kok kayaknya pikiran loe yang bergeser” ujar kevin terlihat heran.
“Apa?. Loe ketabrak?” ulang ku kaget.
Kali ini bukan kaget, tapi juga heran. Kok kevin malah menatap aku dengan pandangan aneh, bahkan bukan hanya kevin tapi juga keempat cecunguk yang mengikutinya.
“Loe lagi akting memberikan perhatian lebih layaknya pacar gue beneran ya?”.
“Ha?” mulutku lebar.
Jezz. Aku lupa. Saat ini aku kan jadi ‘Riani’ bukan nya si ‘Andre’. Ya tuhan, aku bodoh banget si. Jelas saja semuanya heran melihat aku perhatian sama Kevin. Hado, kacau – kacau. Dan belum sempat aku menemukan cara untuk menghadapi semuanya ucapan kevin kemudian lebih terdengar mengagetkan.
“Tapi Ya sudah lah. Sepertinya ini juga bukan hal yang buruk. Karena loe sekarang jadi ‘pacar’ gue, sudah selayaknya loe perhatian. Kalau gitu, bantuin gue sekarang. Antarin gue kekelas”.
Dan tanpa basa – basi, kevin dengan seenak jidatnya menarik ku mendekat. Melingkar kan tangannya di pundak ku.
“Kenapa malah bengong. Ayo jalan. Kaki gue sakit nie, makanya gue sepertinya butuh bantuan untuk menuju kekelas” ujapan kevin selanjutnya menyadar kan ku yang terpaku.
“Loe…” Geram ku. Jika menurut kan hati ingin sekali tangan ini…
“Kepala gue sakit, loe nggak liat diperban gini. Kalau sampai loe tambah dengan jitakan yang ada gue bisa gegar otak beneran. Dan sepertinya itu akan berakibat buruk buat hidup loe kedepannya. Yah, loe tau kan siapa keluarga gue”.
Kali ini aku menatap sinis kearah wajah Kevin yang berjarak tidak lebih dari sejengkal. Mana dia sedang menatap sambil sok – sokan memasang tampang polos lagi. Membuat ku ingin sekali menginjak…
“Dan kaki gue juga pincang. Jadi kalau sampe loe injak yang ada gue nggak bisa jalan. Memangnya loe sanggup mengendong gue” tambah Kevin lagi.
Hei, memangnya dia bisa membaca pikiran ya?. Kenapa dia tau apa yang sedang aku pikirkan?. Karena tabrakan kemaren kah?
“Nggak usah sok kaget dari mana gue bisa tau. Semua rencana ‘keji’ loe itu sudah tertulis jelas di jidat loe. Sekarang yang penting loe bantuin gue. Loe kan pacar gue. Ayo jalan” Kata Kevin lagi sambil mulai melangkah. Mau tak mau, aku terpaksa menurut. Memangnya aku bisa apa lagi?.
Cerpen Remaja The Prince
Dentingan bunyi sendok dan piring yang beradu terdengar jelas. Tapi aku sama sekali tak perduli. Yang jelas aku sedang kesel kesel kesel. Kalian tau kenapa?. Ini karena sehari ini aku harus menemani si kevin. Berada di dekatnya layaknya pembantu. Inget ‘pembantu’ bukan pacar. secara mana ada seorang pacar yang menelpon pacarnya sendiri di saat sedang belajar dan harus membolos untuk datang menemui segera hanya untuk mengambilkan pulpennya yang jatuh dan ia tidak dapat mendunduk karena tangan dan kakinya sakit.
Ho ho ho, saat itu juga jika menurutkan hati ingin sekali aku langsung menjitak kepalanya biar gegar otak sekalian. Terus lupa ingatan dan urusan kita selesai. Tapi sayang saat itu terlalu banyak saksi yang membuatku membatalkan niatku, walau pun sebenarnya jika tidak ada orang pun aku tidak mungkin melakukannya. Secara enak saja, masa ia gadis seimut saya tega menganiaya…
“Sampai kapan mau loe aduk – aduk. Gue udah lapar. Loe niat bantuin nggak si?”
Mendengar itu aku segera menoleh. Menatap tajam kearah kevin yang malah pasang wajah sok imut tepat di hadapan ku. Kalian tau aku saat ini ada di mana?. Nggak usah di tebak, langsung ku kasih tau kok. Saat ini aku, ehem maksutnya kami. aku dan kevin, sedang duduk di kantin kampus. Aku di ‘paksa’ untuk membantunya makan. Menyuapi lebih tepatnya dengan alasan tanggan dia sakit. Huwa…
“Gue beneran sudah lapar riani. Tidakah loe kasian sama gue selaku seorang pacar” tanya kevin lagi masih tetap dengan tampang imutnya yang justru malah membuat ku merasa horor.
“Kevin. Please deh, loe hari ini benar – benar menyeramkan”.
“He?” kening Kevin tampak berkerut heran.
“Gue kan tersenyum. Terus sakit lagi, jadi mana mungkin gue bisa ngejahilin loe. Kenapa gue malah terlihat menyeramkan” sambung kevin protes.
“Nah justru karena loe tersenyum serta sok polos itu lah yang membuat semuanya makin serem. Loe kan nggak biasanya kayak gini. Nggak nggak nggak, maksut gue. Nggak pernah. Bahkan dulu waktu gue ancam sekalipun, loe aja nggak kayak gini”.
“Ha ha ha” kevin malah ngakak. Kali ini gantian aku yang bingung. Memangnya ada yang lucu ya.
“Loe kan sekarang jadi pacar gue, tentu saja gue harus baik sama loe?”.
“Ha?”.
“Eh tau nggak, loe pernah denger pepatah “Mustahil orang baik rezekinya buruk?” tanya kevin kemudian.
Aku hanya membalas dengan gelengan.
“Maksut loe, loe nggak pernah denger tu pepatah?”.
“Bukan, maksut gue, gue nggak tau kalau itu ada hubungannya sama loe”.
“Hem…” kevin terlihat berpikir. “Memang nggak ada si?” sambungnya beberapa saat kemudian.
“Terus?”.
“Nggak ada terusannya. Gue Cuma mau ngomong aja. Memangnya nggak boleh?. Mulut – mulut gue ini”.
Kali ini aku beneran melongo. Dan aku yakin seratus persen pasti kercelakaan kemaren membuat pikiran kevin bergeser.
“Yang jelas sekarang gue lapar. Lagi pula sejak kapan piring dan sendok berganti status jadi drum. Dari tadi loe pukul pukul mulu”.
“Loe….”
“Kenapa?” tanya kevin heran karena aku tidak melanjutkan ucapanku.
“Nggak pentes jadi orang baik”.
“Terserah loe aja deh. Loe boleh tetap menganggap gue sebagai penjahat. Tapi Penjahat yang baik”.
“ha?” lagi – lagi aku melongo. Ya ampun ini orang. Mana ada penjahat yang baik. Dari kalimatnya aja sudah kedengaran janggal. Apalagi…
“Loe jadi nyuapin gue nggak si. Gue udah beneran laper nie”
Untuk sejenak aku teriam. Menatap sinis kearah Kevin. Tapi tak urung akhirnya ku angkat sendok makanan ini dan menyuapkannya ke mulut nya. Ya tuhan, sebenarnya permain apa yang sedang di persiapkan oleh dia?……

Random Posts

  • Cerita Pendek “Cintaku salah sasaran”

    Baiklah, kalau lagi buntu ide soal cerpen cerpen part yang jelas masih bertebaran (???) penulis emang demen bikin cerpen ide dadakan. Emang si kebayakan endingnya rada gak jelas, tapi anggap aja itu ciri khas #ngeles mode on.Nah, begitu juga cerpen yang satu ini. "Cintaku salah sasaran". Ide dadakan yang muncul waktu duduk diam antara cendana – sari bumbu resto. Di temani BB kreditan akhirnya terciptalah cerpen berikut. Soal ending, nggak jauh beda nasipnya seperti cerpen cintaku nemu di warnet ataupun cintaku berawal dari facebook.Over All, Happy reading ae lah….Menunggu itu menyebalkan. Terlebih jika yang kau tunggu itu adalah sesuatu yang sama sekali tidak bermutu. Nungguin angkot lewat misalnya."Hufh" tanpa sadar Alexsa menghembuskan napas lega saat akhirnya angkot berwarna pink berhenti tepat dihadapannya. Tanpa kata ia segera melangkah masuk.sebagian

  • Cerpen Cinta Remaja: CINTAKU UNTUKNYA

    CINTAKU UNTUKNYACerpen oleh: Rina Natalia“Wanda gwa pengen ketemu ma elo jam 14.00 siang ini di taman deket sekolah,deket air mancur ya!.By sesil”Sebuah tulisan dalam kertas yang di tempel di sebuah mading sekolah menengah atas.“Wan ,elo punya masalah apa ma sesil ?” Tanya seorang pria berseragam yang baru masuk ke ruang kelas.“kagak ,emang kenapa ?”Tanya wanda bingung. “Sesil ngajakin elo ketemuan siang ini juga dan yang paling parah lagi ajakan itu di tulis di mading”.“Masa sih ?”.Wanda terlihat cuek.“Ya udah elo liat aja”. Wanda pun beranjak dari bangkunya dan pergi menuju mading sekolah bersama tian temanya itu, tak ama kemudian merekapun sampai di depan mading sekolah yang telah dikerumi oleh murid murid.Wanda merasa heran dan dia pun mengeluarkan sebuah phonsel dari dalam kantong celananya.“Non kamu lagi ma sesil gak” ? ( isi pesan singkat yang ditujukan kepada noni teman satu sekolahnya ,noni juga adalah teman baik sesil). Di sisi lain sesil ,noni , lulu, mia sedang berkumpul. Tiba tiba ponsel noni berbunyi dan di ambilah ponselnya dari dalam tas dan terlihat di layar ponsel tertulis pesan dari wanda, noni tak menghiraukan pesan dari wanda dan menaruh kembali hpnya kedalam tas.“sms dari siapa non ? kok gak di bales ?.”Tanya sesil pada noni.“Adik gwa minta di beliin coklat pulang nanti!”.Jawab sesil terlihat sedikit grogi karena telah brebohong.“Sil elo serius mau nembak wanda ?”. Tanya lulu.“Ya iya lah ,soalnya gwa bener bener suka ma dia”.“Emangnya elo gak malu apa ?”.Mia ikut ikutan berbicara sedangkan noni terlihat lesu.“Kenapa harus malu ?”. jawab sesil enteng sambil tersenyum bahagia.“Gimana kalo elo di tolak ? secara ,dia tu kan bisa di bilang cowok terkeren di sekolah kita ini!”. Tanya lulu kembali.“Gak tau !”.Jawab sesil pelan dan terlihat sedikit melemah.“Bener tu gimana kalo elo di tolak mentah mentah ! elo tu selalu nekat ya !”.Ceplos mia.Noni masih terlihat diam.“Ah, kenapa kalian pada ngomong gitu !”.Sesil terlihat lesu.“eh sory, gwa gak maksud ngomong gitu”. Sahut mia sambil menempelkan tangan nya di mulut.“Non ko diem aja ? Apa pendapat elo dengan tindakan konyol sesil?”.Tanya mia pada noni yang masih diam.“Aku gak punya pendapat apa apa, buat aku selama tindakan sesil bisa buat dia bahagia aku akan setuju aja”. Jawab noni sambil sedikit tersenyum. “I love you noni!”.teriak sesil pada noni dengan raut wajah gembira.Noni tersenyum .Noni mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya dan tiba tiba membalas pesan singkat dari wanda.“Tolong jaga perasaan sesil”.( Pesan yang di kirim pada wanda).Orang orang yang mengerumuni mading terllihat sudah pergi dan hanya ada wanda dan tian saja. Pesan dari noni telah di terima wanda. Wanda langsung mengambil ponselnya dan langsung membukanya. Wajah wanda terlihat bingung setelah menerima pesan dari noni lalu di balasnya kembali pesan tersebut.“Apa maksudnya non ?”isi pesan wanda pada noni.Tak lama kemudian bel sekolah berbunyi nyaring,“Cabut yuk ian!”.ajak wanda pada tian sembari menunggu balasan pesan dari noni). Wanda dan tian mulai pergi menuju ruang kelasnya. Wanda masih menunggu balasan pesan dari noni yang sampai kegiatan belajar masih juga belum ada balasan.Setelah cukup lama berada di ruang kelas bel istirahat berbunyi para murid pergi untuk istirahat begitu pula wanda, tian ,sesil, noni, mia dan lulu.“Guys kita istirahat di samping lapang olah raga aja ya!”.ajak sesil kepada temanya.“Kayak biasa ke kantin dulukan “.Ucap lulu sambil melihat wajah sesil.“Ya ia lah kaya biasa aja”.Jawab sesil sambil pergi meninggalkan ruang kelasnya.“Sil gwa mau ke toilet dulu ,kalian duluan aja ya !”.Ucap noni sambil pergi meninggalkanmereka.“Jangan lama lama ya!”.teriak sesil pada noni. Noni menoleh sambil mengacungkan jempol tangan nya.Merekapun be pisah ,noni pergi ke toilet sedangkan yang lainnya pergi ke kantin untuk membeli beberapa makanan. Sepulang dari toilet noni bertemu wanda tapi noni pura pura tak melihatnya, wanda teriak memanggil nama noni tapi noni tak menghiraukanya. Wanda berlari mengejar noni dan nonipun terkejarnya.“hei kenapa gak nunggu aku padahal dari tai aku teriak teriak manggil nama kamu”. ucap wanda sambil tersenyum.“sory gwa gak denger!”. jawab sesil judes sambil pergi. Wanda menghalau noni untuk pergi.“ Kenapa sih ,kamu kok berubah banget semenjak aku pindah sekolah ke ini”. Noni masih berusaha pergi meninggalkan wanda dan tak menghiraukan pertanyaannya. Wanda memegang tangan noni dan menariknya pergi.“Loe mau bawa gwa kemana wan?”. Tanya noni sambil berusaha melapaskan tanganya dari cengkraman wanda.“Gwa pengen ngomong sesuatu sama elo tapi gak di sini”.“Kenapa berubah?, kenapa dia manggil gwa dengan kata lo padahal biasanya kamu !”.Ucap noni dalam hati.“Ya tapi gak usah tarik tarik segala dong!”Wanda tak menghiraukan ucapan noni sampai akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang tak banyak di kunjungi murid murid. Wanda masih memegang tangan noni.“Lo mau ngomong apa?”. Teriak noni pada wanda.Wanda menatap wajah noni dan masih memegang tannganya.”lo kenapa ? “.Tanya wanda sambil melepaskan cengkraman tanganya. “kenapa apanya maksud lo ?”. Tanya noni pura pura tak mengerti sambil mengelus elus tanganya.“Kenapa semenjak gwa pindah sekolah ke sini lo berubah ,lo susah banget di hubungi ,gwa juga susah ketemu ama lo, kenapa lo ngindar terus dari gwa dan yang paling bikin gwa sakit hati kenapa lo tiba tiba mutusin hubungan kita tanpa sebab kalau gwa punya salah tolong ngomong non ?”.Tanya wanda seewot.Noni terdiam dan menundukan kepalanya.”kenapa tiba tiba gwa pengen nangis kaya gini”.ucap noni dalam hati.“Non tolong jawab pertanyaan gwa “.“Gwa kan udah bilang gwa udah gak suka lagi ma lo!”.jawab noni sambil menahan tangisan.“Tapi kenapa tiba tiba gitu, kalau gwa punya salah yang udah bener bener nyakitin hati lo gwa minta maaf”.“kalau kamu ingin tahu sebenernya aku masih sayang makamu tapi sekarang aku gak bisa kaena sesil juga suka ma kamudan aku bingung wan, aku sayang ma kamu tapi aku juga gak mau ngeliat sesil sedih”. kata noni dalam hati.“Kenapa lo diem aja ? lo masih sayangkan ma gwa ,non !”Noni menarik napas panjang.”Gwa suka ma cowok lain”.Deg ..!,Wanda terlihat kaget dan terdiam sejenak mendengar jawaban noni.”o….! jadi karena itu”. Mata wanda terlihat memerah menahan tangisan.“Ya ,ekarang lo puas !”.Kata noni yang langsung pergi meninggalkan wanda sambil mengeluarkan air mata yang dari tadi ingin di keuarkanya.Wanda masih terlihat kaget dan masih diam.Noni berlari menuju lapang olah raga sambil mengelap air matanya.“Itu noni!”. Ucap lulu sambil menunjuk ke arah noni.“Non ko lama banget ke airnya, jangan jangan lo tidur ya ?”. Ucap mia jail.Noni hanya tersenyum.,sesil memperhatikan wajah noni,“Kamu habis nangis ya non?”. Ceplos sesil dan yanng lain pun langsung menatap wajah noni.“Kagak, emang keliatan abis nangis gitu ?”.Kata noni seperti yang tak terjadi apa apa“ya,soalnya mata loe keliatan merah sih!”. Ucap sesil .“Tadi gwa kelilipan jadinya mata gwa merah kayak gini”. Kata noni sambil tersenyum.“o………!”.Kata sesil singkat, dan merekapun langsug melanjutkan perbincangannya tanpa menghiraukan kembali mata noni. Beberapa menit kemudian noni bertanya pada sesil.“Sil lo bener bener suka ya sama wanda ?”.Tanya noni pelan.“Yups, gwa suka pada pandangan pertama,”. Jawab sesil sambil tertawa kecil,“O………!“Kenapa ?”“Gak kenapa napa ko!”.Ucap noni sambil tersenyum.“Loh kok ?”.Sesil terlihat bingung. Cukup lama mereka biristirahat bel masuk telah berbunyi.“Bel udah bunyi tuh, masuk yuk !”. ucap noni . Mereka pun pergi menuju kelasnya, Sesil terlihat bahagia sedangkan noni terlihat murung dan semangat belajarnya menghilang. 13.45 tandanya kegiatan belajar telah selesai dan murid muridpun berhamburan keluar sekolah untuk pulang kerumahnya masing masing.“Gwa deg degan”. Ucap sesil sambil memasukan buku pelajaran ke dalam tasnya.“Semangat sesil”. Ucap mia .“Kita bakalan nemeni lo ko ya kan non!”. Kata lulu sambil melihat noni yang hanya tersenyum melihatnya.“Apa yang harus aku lakukan ?”. ucap noni dalam hati.“Ya udah kita langsung ketaman aja !”. Ajak lulu pada sesil dan yang lainya, dan merekapun langsung pergi ,karena jaraknya tak terlalu jauh merekapun telah sampai di taman.“Guys gwa rapi gak ? Gwa grogi ni !”. Ucap sesil yang tak bisa diam.“Sip, tenang aja kita bakalan ada nemeni lo,”.ucap mia menenangkan sesil.“Eh wanda udah dateng tuh”.Ucap lulu dan pandangan merekapun menuju wanda begitupula pandangan noni.“Ya tuhan kuatkan hati hamba!”kata noni dalam hati.“Sil bururan pergi!”. kata lulu sambil mendorong sesil. Sesilpun pergi menemui wanda, dan akhirnya mereka berdua bertemu.“Hai wan ?”.Ucap noni mendahului pembicaraan.Wanda tersenyum jutek,”Lo mau ngomong apa ma gwa?”. Ucap wanda sambil melihat keadaan sekitar ,secara tidak di sengaja wanda melihat noni dan yang lain sedang memperhatikan mereka di dekat semak semak yang jaraknya tak jauh dari air mancur. Noni dan yang lainya terlihat kaget dan merekapun bersembunyi kecuali noni yang masih kaget tapi lulu langsung menarik noni untuk bersembunyi.“Kenapa wan ?”.Tanya sesil.“Ah gak apa apa”. Jawab wanda sambil tersenyum dan tiba tiba sikap wanda menjadi berubah yang tadinya jutek sekarang jadi ramah.”Tadi lo mau ngomong apa ya ?”.Tanya wanda sambil trsenyum pada sesil.“wanda ganteng banget pa lagi kalo senyum!” ucap sesil dalam hati.“Hei, ko ngelamun gitu?” ucap wanda sambil melambaikan tangannya di depan wajah sesil.“O …!, sory sory, ini gwa, emmmm !!!!!”“Gwa suka ama lo !”.Ucap wanda tanpa basa basi.Sesil terkaget,”Serius lo suka ama gwa !“Ya!”Ucap wanda singkat yang langsung memeluk sesil.”Noni maafin gwa tapi gwa juga gak mau sakit ati Cuma gara gara lo!”.ucap wanda dalam hati.Di sebrang sana terlihat mia, lulu bahagia sedangkan noni terlihat sedih.“Sesil di peluk !”.Kata lulu gembira pada mia.“kenapa gwa jadi lemes gini ! kenapa tulang di kaki gwa terasa hilang,kenapa mata gwa jadi terasa panas gini, kenapa ???”.ucap noni dalam hati dengan keadaan mata yang berkaca kaca. Tiba tiba noni berlari meninggalkan mereka,“Lu noni mau kemana tu ?”.Tanya mia pada lulu.“Ya mana gwa tau!”.“Kejar yuk “.Ajak mia yang langsung lari mengejar noni laludi ikuti lulu.“Noni kemana mi?”.Tanya lulu sambil melihat keadaan sekitar mencari cari noni.“Gak tau, gwa sms aja ya !”.Saat mia mengambil ponsel dari dalam tasnya tiba tiba ponselnya berbunyi dan di lihat noni mengirimkan pesan.“mi, sory gwa pulang duluan coz gwa sakit perut.”“ok gak apa apa ko.”nanti gwa kesana y.“Noni pulang duluan katanya dia sakkit perut”.Ucap mia.“ko lo tau ?”.“Barusan dia sms gwa.”“O…..! tinggal kita berdua dong !,makan yuk gwa laper ni.”“Ok !!!”.Di tempat yang berbeda noni sedang menangis sambil duduk lemas.“kenapa hati ini sakit, padahal seharusnya gwa senenng dengan semuanya, kenapa, kenapa ?”.Noni menaik napas panjang sambil mengelap air mata yang tak henti mangalir di matanya.“Noni , sebentar lagi lo ujian dan setelah lulus lo bisa pergi keluar kota dan tak melihat mereka lagi, tenang dan terus semangat”. Ucap noni sambil menyemangati dirinya sendiri.*****

  • Ketika Cinta Harus Memilih ~ 09 | Cerpen Cinta

    Ketika Cinta Harus Memilih part 9. Oh ya All, admin sendiri juga bingung nih. Perasaan disetiap cerpennya admin selalu memulai dengan cuap cuap, tapi selalu aja setiap adminnya abis ngeposting ada inbox yang nanyain pertanyaan yang jawabannya jelas jelas dikasi tau duluan. Emang cuap cuapnya admin biasanya gak di baca yak? #tepokJidatAh satu lagi, pertanyaan yang sering muncul adalah. Kenapa postingan di sini gak langsung di post sekali lalu aja?. Ya ela, yang logis aja lah. Kalau di posting sekali lalu, Star Night otomatis nggak update lagi donk. Iya kan?Baiklah, berhubung cuap cuapnnya udah kebanyakan kita langsung ke cerpen aja ya. Untuk part sebelumnya bisa di cek disini.Ketika Cinta Harus Memilih“Cinta, loe kan belom jawab pertanyaan gue. Cisa itu siapa?. Kok dia bisa bareng sama Rangga sementara loe sendiri malah naik bus sendirian?” tanya kasih yang masih belum puas dengan jawaban atas pertanyaannya tadi.sebagian

  • Cerpen Remaja: Diantara Dua Hari

    Kenalin aku Ari Indiastuti. Aku dilahirkan di kota Semarang pada Januari 19 tahun lalu. Aku biasanya dipanggil Ari atau Indi oleh orang tua dan teman-temanku. Jika kalian semua pengen lebih kenal aku bisa cari aja di fecabook di alamat ariindi2501@yahoo.com(Ari Indiastuti Weck Weck),bisa juga twitter di mania.crazy@live.com(@indi_weck),atau bisa kirim email di ariindiastuti@rocketmail.com yang pasti aku baca,mungkin juga bisa tukar-tukar sesuatu di blog ku di ariindiastuti.blogspot.com. aku sudah hobby nulis,beberapa ceritaku dan puisi juga beberapa dimuat di majalah Semarang,Magelang. Salam kenal ya buat semua,,kali ini aku ingin berbagi cerita tentang 2 hari yang pasti dilewatin sama kalian semua…Selamat membaca!Diantara 2 Harioleh: Ari IndiastutiAda 2 hari yang kubenci setiap tahun. Aku berharap tidak pernah ada hari itu setiap tahunnya. Sehingga aku tak perlu mengingat masa laluku. Masa lalu yang membuatku terpuruk. Ya… sangat terpuruk.Dua hari itu adalah hari ulang tahunku dan hari dimana tahun baru datang. Aku benci dua hari itu. Ya… sangat membencinya.Hari ulang tahun. Dimana setiap anak akan bahagia ketika hari ulang tahunnya tiba. Tapi tidak bagiku. Aku selalu merasa takut ketika hari itu tiba. Karena di hari itu, aku akan menyadari bahwa aku sendiri. Tanpa setitikpun kasih sayang. Tanpa setitikpun pengertian.Aku ingat saat itu. Saat aku masih kecil. Aku tak bisa ingat saat itu berapa umurku. Pagi-pagi sekali ibu sudah berkutat di dapurnya.“Ibu, ibu sedang apa?”, tanyaku. Saat itu aku baru saja bangun tidur. Dan mendengar suara-suara di dapur.“Hai… Sayang, kau lupa? Hari ini hari ulang tahunmu!”, kata wanita yang kupanggil ibu itu. “Selamat ulang tahun sayang.”,tambahnya.“Eh..oh… iya aku lupa!”, kataku disertai cengiran khas milikku.Ibuku hanya mengacak-acak rambutku. Aku hanya tersenyum menanggapinya. Hatiku benar-benar bahagia.“Sekarang, mandi dan pergi sekolah ya!”, kata ibuku lembut sekali.“Tapi bu…”,aku mulai merajuk agar tidak berangkat sekolah hari ini.“Tidak bisa Indi, kau harus tetap berangkat sekolah hari ini.”,itu suara kakakku. Terkadang dia membuatku menangis. Tapi menurutku itu bentuk kasih sayangnya. Daripada tak disapa sama sekali. Oh iya kakakku itu sudah anak kuliah semester 4 lho.“Kaaaakkk…”“…”,kakakku hanya menggeleng tanpa mengucapkan 1 katapun.“Uh! Baik.. baik..”, kataku dan langsung ngeloyor ke kamar mandi.Disekolah memang tak ada yang tau ulang tahunku. Dan aku tak berharap ucapan dari mereka. Yang ada dalam pikiranku hanya makan bersama keluargaku. Ayah, ibu, kakak dan aku. Memang hanya sepotong nasi kuning. Tapi yang lebih berarti bagiku adalah kebersamaan kami. Dan dengan itu artinya mereka mengakuiku karena mengingat ulang tahunku.Malampun tiba. Tibalah ritual makan malam kami dengan satu hal yang special. Ulang tahunku. Kami tertawa bersama. Dan aku masih ingat saking bahagianya aku sampai salah makan cabe. Tapi karena kebahagian itu cabepun rasa gula.hhehehe,,,Oh iya aku ingat itu hari ulang tahunku yang ke-10. Dan seingatku itulah hari terakhir ibuku ingat ulang tahunku. Bahkan ayah tak mau mengingatnya. Dan aku masih ingat hari itu hari terakhirku tersenyum dengan hati.Ya… setelah itu semua berubah. Ibu sibuk dengan dirinya. Ayah sibuk dengan pekerjaannya. Sementara kakak harus fokus pada studynya.Setiap tahun barupun begitu. Aku tak pernah mengenal tahun baru. Karna bagiku mengingat tahun baru sama saja membuka luka lama yang belum kering di hatiku.Bahkan tahun ini. Tahun ini adalah ulang tahun ke 17. Yang kudapatkan tahun ini hanya kosong. Detik-detik menuju denting jam di 00.00 hanya kuisi dengan tangis. Aku menangis dalam diam. Karena kakakku satu-satunya sedang tidur disampingku. Aku hanya meniup lilin sendirian. Berharap semua berubah. Tak ada canda tawa. Tak ada pula salah makan cabe.Yang ada hanya pilu. Ya… aku terus menangis dalam diam. Aku tak mau topengku retak. Aku tak mau orang tau seperti apa aku jika tanpa topeng ini. Meski itu didepan kakakku sendiri. Aku tak mau terlihat rapuh.Ya… selama 11 tahun aku terus menggunakan topeng kokohku. Aku tersenyum pada semua orang. Aku berakting seolah-olah aku bahagia. Seolah-olah tak memiliki masalah. Aku tau aku munafik. Tapi biarlah. Rasa sakit ini, rasa kesepian ini terlalu sulit kubagi. Indi yang mereka kenal bukanlah Indi. Indi adalah sosok yang tak mereka tau.Aku lebih nyaman menangis sendirian. Aku lebih menyukai menangis tanpa suara. Mungkin memang lebih menyayat. Tapi lebih melegakan.“Air matamu bisa habis jika kau menangis terus, Indi!”, itu kata kakakku. Tapi itu dulu. Indi yang sekarang bukanlah orang yang akan tertipu dengan kata-kata penghibur seperti itu.Memang sempat terlintas dibenakku. Ingin rasanya ketika aku menangis ada yang memelukku. Ada yang merelakan pundaknya untuk tempat ku bersandar. Ada yang menyediakan tangannya untuk merengkuhku dalam pelukannya dan membiarkanku menangis disana.Tapi mana mungkin. Aku terlalu tertutup. Tak mudah bagiku membagi ceritaku pada orang lain. Aku menutupi itu semua dengan sok peduli pada orang lain. Padahal aku tak pernah memperdulikan diriku sendiri.Hari tahun barupun terkena imbasnya. Seingatku saat itu aku kelas 1 SMP ketika aku mulai mengenal apa itu malam tahun baru. Ketika teman-temanku bercerita apa yang akan mereka lakukan bersama keluarga mereka. Aku hanya bisa diam.“Indi.. Indi kau tahu nggak?”, tanya Rinda padaku.“Nggak”, jawabku dengan nada ketus karena saat itu masih pelajaran dan gurunya mengerikan.Kulihat temanku kecewa atas jawabanku. Aku sungguh merasa bersalah. Bagiku cukup aku saja yang terus merasakan rasa sakit dan kecewa. Aku tak mau temanku juga kecewa.“Nanti saja ceritanya. Kamu mau kena marah?”, kataku dengan nada santai berharap kata-kata itu bisa mengobati kekecewaannya.Bingo! Itu berhasil. Rinda tersenyum padaku. Sepertinya dia mengerti maksudku. Rinda itu sahabatku. Aku memang baru mengenalnya. Tapi aku merasa nyaman dengannya. Dan dia tahu aku paling tidak suka membuat masalah dengan guru. Karena orangtua itu merepotkan.Bel istirahat tiba. Saatnya aku mendengarkan ocehan panjang dari cerita Rinda.“Indi … kamu mau kemana malam tahun baru nanti?”, tanyanya.Glek!!!! Aku menghentikan acara menulisku dan menatapnya. Lalu menelan ludah dengan terpaksa. Aku hanya menggeleng tanpa memasang ekspresi apa-apa. Lalu meneruskan acara mencatatku. Karena yang kutahu malam tahun baru hanya tidur selama 1 tahun.“Tidak kemana-mana ya.”, seolah dia sedih mengetahui jawabanku. “Bagaimana kalau kerumahku”, tambahnya.“Aku mendengarkan.”, kataku lalu berhenti menulis.“Begini. Setiap tahun jika malam tahun baru aku dan keluargaku selalu bakar jagung atau apapun. Kadang bakar daging ayam, sapi. Apapun yang kami beli. Oh iya jangan lupakan kembang apinya. Jadi sambil bakar-bakar kami menyalakan kembang api.”, jelasnya panjang lebar.“Ooooo”, hanya itulah yang keluar dari mulutku.“Tadi katamu kan kau tidak kemana-mana jadi menginap di rumahku saja. Kita menghabiskan malam tahun baru bersama.”, ajaknya padaku.Aku tersenyum mendengar ajakannya. Kemudian aku berpikir. Rasanya pasti senang sekali bisa menghabiskan malam tahun baru dengan keluarga Rinda. Keluarga Rinda juga baik padaku. Tapi jika aku membicarakannya pada ibu. Pasti yang kudapat hanya kata tidak dari mulut ibu. Dan ceramah panjang yang sangat tidak penting dari ayah. Kak Upi’ tidak pulang minggu ini, karena ada tugas yang harus diselesaikan. Seandainya ada kak Upi’. Sayangnya dia harus kuliah di luar kota.“Sepertinya tidak bisa.”, jawabku . “Sebenarnya aku ingin. Tapi… itu akan membuat masalah baru kurasa.”, jawabku seadanya. Rinda sudah tau bagaimana keluargaku. Meskipun dia tidak tau apa yang kurasakan. Tapi dia tau bagaimana aku dan bagaimana keluargaku. Walau yang dia tau adalah topengku. Tapi aku tak pernah menceritakan padanya. Baru sekali aku mengajaknya maen kerumah. Dan dia langsung tau bagaimana keluargaku. Rinda memang luar biasa.“Baiklah, tak apa-apa.”, katanya sambil merangkulku. Tak terlihat raut kekecewaan diwajahnya.Ya… dan malam tahun baru hanya yang kesekian kalinya hanya kulewatkan dengan tidur. Karena jika aku membuka mataku. Aku akan mengingat semua luka yang tergores di hatiku. Aku akan menyadari bahwa aku kesepian. Aku akan menyadari bahwa aku sendiri. Itu membuatku marah. Biasanya saat seperti itu kulampiaskan pada tembok atau apalah.Aku tau itu menyebabkan luka di tubuhku. Tapi siapa peduli. Luka-luka ditubuhku lebih nyata dan akan sembuh lalu menghilang bekasnya setelah beberapa hari. Tapi luka dihatiku entah akan sembuh atau tidak aku tak tau.Seandainya 2 hari itu tak pernah ada. Tapi mana mungkin. Hari itu akan tetap ada dan tetap menciptakan luka.Harapanku sekarang hanyalah semoga ada orang yang mau menyembuhkan dan menghapuskan luka ini. Sehingga aku tak perlu lagi bertopeng seperti ini.Hari ulang tahunku yang tak jauh dengan tahun baru telah terlewatkan. Biasa saja ditagun ini,yang katanya umur 17 itu “sweet seventeen” tapi apalah, itu hanya untuk orang yang bahagia, sedang aku, gadis pendiam, lugu, tak atahu apa-apa. Pikiran itu selalu ada.“Dorrrrrr…”, suara Rinda mengagetkanku yang sedang meratapinasib gadis malang ini, ”nglamun aja non, ntar kalau ada setan lewat gimana?” Rinda itu teman baik yang lucu sekali, dia hibur kalau aku diam.“ya kalau setannya cewek aku jadikan saudaraku, kalau cowok aku jadikan,,,,, pacar,, hahhaah”, aku mencoba buat banyolan lucu.“Emang sayembara, sama setan kok mau. Udah, kantin yuk, laper,,”, aku pikir sejenak, karena malas sekali untuk jalan kekantin ujung. ”Udah, aku traktir deh,”.Sepanjang jalan kekantin Rinda hanya berceloteh dengan rencana tahun baru yang buat aku iri, tapi aku tetap dengarkan cerita itu sih.“Ndi, ayolah ikut. Ntar aku ngomong sama orangruamu,sekali-kali kan boleh. Udah besar kita itu”, sambil ngrengek-ngrengek dia.“Ya, ayo kerumah, kamu yang ngomong ya,”, sambil aku tersentum,dan berdoa semoga dapat ijin lah.“Siap bos.”, Rinda girang banget.Aku dan Rinda coba bilang ke ibuku agar dapat ijin untuk merrayakan tahun baru bersama.“Ibu, aku diajak Rinda untuk tahun baru dirumahnya, boleh ya,” sedikit melas agar dibolehin sama ibu.“Iya tante, boleh ya. Mumpung tahun baru tante, setaun sekali lho tante,” coba meyakinkan ibuku. Raut muka ibu yang gak pasti buat ku deg-degan ni. Tapi, mulut ibu mulai membuka.“baiklah, ibu ijinkan, asal satu syarat,”, belum selesai ibu ngomong aku udah nyambung.“apa aja syaratnya, Indi lakukkan ibu”.“Dengan syarat kamu gak boleh merepotkan di sana, jangan bikin malu ibu,” denagan jawaban itu aku loncat kegirangan.“Ok ibu ku manis, janji gak macem-macem,” sambil aku hormat sama ketawa.“Iya tante, Indi itu baik kok, jadi gak merepotkan,” Rinda menimpali kalimat yang buat ibu tersenyum.Aku tiap malam udah mimpiin dan gak sabar dengan tahun baru yang akan ku alami ini. Dan yang aku tunggu datang. Aku menginap ditempat Rinda, aku sangat dekat dengan keluarga dia, begitupun sebaliknya. Aku udah tidak sabar dengan waktu yang berputar serasa lambat sekali untuk mencapai 00.00. Kami menikmati diatas sebuah gasebo yang nyaman ini.Waktu tinggal beberapa detik lagi, aku dan keluarga Rinda hitung mundur.“Kita hitung mundur yuk,” kata dari ayah Rinda yang tidak sabar dengan tahun baru ini juga.“10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1,” kitaa ucapkan bersama-sama.dan tahun baru saat puku l 00.00. Suara terompet kita bersaut-sautan.“Selamat tahu baru”, semua berteriak.“Selamat tahun baru, Rin”, sambil memeluk aku.“Selamat thaun baru juga ya, Ndi. Semoga ditahun baru ini kita tambah baik”, aku hampir saja meneteskan air mata, baru kali ini aku merasakan tahun baru waalupun tidak dengan keluarga. Rinda dan keluarganya juga saling memeluk dan ucapkan selamat tahun baru. Aku juga ikut dipeluknya, jadi iri dengan keluarga Rinda.Tiba-tiba dari belakang,“Dor,,,”, suara kakaku yang katanya lagi sibuk studynya kok tiba-tiba ada didepanku.“Selmat ulang tahun sayangku”, ucapan manis dari seorang wanita yang membawa kue ulang tahun yang jelas karena namaku ada disana yang ditemani oleh seorang lelaki paruh baya. Ya, dia orang tuaku yang merawatku dari lahir hingga sebesar ini.Mereka bernyanyi selamat ulang tahun untukku, ternyata keluargaku dan keluarga Rinda yang merecanakan ini semua. Aku merasakan senang sekali. Ibu meminta meniup lilin 17 ini, dan diminta aku memohon doa.Aku menutup mata ini sambil berdoa. Ya ALLAH aku minta agar dapat seperti keluarga lain yang damai, seneng. Aku juga makasih sudah diberi teman yang baik seperti Rinda, semoga umurku ini aku makin baik. Aminnnnn..“buffff,,,bufff” aku tiup lilin itu dan mereka memberi selamt untukku dan menciumiku.“Indi, semoga kamu jadi anak yang lebih baik diumurmu yang semakin dewasa”, kata dari ibuku sambil aku dipeluknya. ”maaf, ibu baru merayakannya”.“iya bu, tak apa.” sambil mencoba mengusap air mata ibu yang jatuh.“Ndi, jadilah anak yang membanggakan untuk orangtuamu ini ya”, ayah yang tak pernah berucap begitu, aku begitu terharu. Tak lupa kakakku.“Adikku paling manis, udah gede kudu pinter-pinter mana yang bener ama tidak ya, mmmmmuuuuaaaaccchh”, aku merasa terharu dengan kakak ku ini.“Indi, selamat ulang tahun, sweetseventeen moga dapat pacar, hhehheh”, dia mencoba bercanda. Aku dan semua hanya tartawa dengan kalimat Rinda.”Kami akhirnya menikmati malam tahun baru dan ulang tahunku yang ke 17 dengan manis. Tak pernah aku bayangkan akan seindah ini yang jauh dari pikiranku. Aku bersyukur diberikan keluarga yang sayang denganku, teman yang selalu temani aku disaat sedih dan menghibur.Ku melamun sendiri memandang mereka yang asyik menikmati malam di gasebo dekat kolam renang. Aku tersenyum sendiri, betapa beruntungnya aku ini dilahirkan, dibesarkan. Aku tak perlu menuntun apa-apa, semua ada, hanya kasih sayang kurang untukku tapi aku merasa senang. Aku tahu kedua orangtuaku bekerja untukku. Kebahagiaan memang tak pernah dapat dinilai, hanya dapat dirasakan. Karena makna kebahagiaan akan datang dengan sendirinya seperti kita memaknai hidup ini.Aku sadar 2 hari yang tak pernah aku senangi ini berbuah manis di tahun baru dan ulang tahunku ini. Aku tak akan melupakan hari ini.Karena asyik melamun aku tak tahu kalau didekatku ada Rinda yang tiba-tiba mengagetkannku. Dan aku didorong ke kolam renang. Huft,, sial,,, aku hanya tertawa dan yang lain ikut tertawa.hahahah,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*