Cerpen Terbaru The Prince Semi Ending

Sengaja bikin judul begituan biar inget kalo part selanjutnya harus di endingin biar gak ada lagi yang menahan ide baru (???).
Yang jelas happy reading. Satu lagi, Kali ini ana gak mau minta maap kalau lanjutannya lama. Soalnya, ana kan juga nggak tau kalau kalian {Reader} beneran ada.
Titik…


Credit gambar : ana merya
"Lagi sedih ya?".
Refleks aku menoleh sebelum kemudian kembali menunduk. Merasa sedikit malu saat mendapati sebuah senyum manis di wajah tampan itu. Berbanding balik dengan raut wajah ku yang jelas – jelas berurain air mata.
"Tadinya aku ingin menawarkan sapu tangan, Tapi sepertinya kau lebih membutuhkan bahuku untuk bersandar".
Dan kali tangis ku pecah dan aku benar – benar menangis di bahu.
"Menangislah, Menangislah sepuasmu. Menangislah sampai kau merasa lega. Aku masih disini untuk membantumu menghapusnya".
"Ma kasih jimmy" Hanya itu kata yang mampu keluar dari mulutku.
"Tapi berjanjilah, setelah ini tiada lagi air mata yang akan kau buang percuma".
Aku menoleh. Menatap lurus kearah mata bening yang ada di hadapaku. Dan merasakan damai saat tangan kokohnya menghapus air mata di pipi ini. Walau tidak yakin aku mencoba mengangguk.
"Dan aku juga berjanji akan membantumu untuk melakukan itu" Tambah Jimmy lagi.
Aku tidak menyahut. Kembali terhanyut dalam tangisan ini. Sungguh, Demi apapun. Aku tidak pernah menyangka perlakuan Kevin akan berdampak seperti ini padaku. Hei, Ayolah aku tidak mungkin mencintainya kan?.
Entah berapa lama waktu yang ku habiskan untuk mengangis, Aku pun tak tau. Namun saat melihat baju jimmy yang sedikit basah karena air mata aku sadar kalau aku telah menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk menangis. Walau begitu kali ini aku merasa sedikit lega.
"Thanks jimmy. Ma kasih untuk semuanya" Ujar ku tulus.
"Never mind. I will do anythink to make you smile again. That is my promis" Balas jimmy sambil tersenyum.
Kejadiannya begitu cepat. Bahkan Belum sempat bibir ini membalas senyuman Jimmy, Aku sudah terlebih dahulu terlonjak kaget saat mendapati.Jimmy yang kini terdampar di rumput sambil mengusap wajahnya yang jelas terlihat memar.
"Kevin apa – apa an loe!" Ujarku setengah berteriak saat tau kalau itu adalah ulah kevin yang kini jelas sedang berdiri di hadapanku.
"Loe!" Tunjuk Kevin lurus kearah Jimmy yang masih belum beranjak. "Apa yang udah loe lakuin sama Riani sampai dia nangis begitu" Sambungnya terlihat… Emosi?.
Jimmy tidak menjawab justru malah mencibir sinis. Berlahan ia bangkit berdiri.
"Gue?. Bikin dia nangis?" Tanya Jimmy sejenak melirikku yang masih terpaku. "Nggak kebalik?" Sambung Jimmy.
"Maksut loe apa?" Tanya Kevin.
Kali ini Jimmy melemparkan tatapan tajam sekaligus sinis kearah Kevin membuat sosok itu langsung kembali mengayunkan tangannya yang sedari tadi terkepal erat. Tapi, Kali ini Jimmy sudah lebih waspada. Dengan sigap, di tahanya tangan kevin dan di pelintir kebelakang. Membuat suara mengaduh terlontar dari mulutnya. Sudah kah ku katakan kalau Jimmy itu jago bela diri?.
"Cukup… Apa – apa an ini" Aku segera angkat bicara. Kan gawat kalau membiarkan ini terus berlanjut.
Walau terlihat masih marah akhirnya Jimmy melepaskan cekalannya sambil mendorong tubuh kevin. Sepertinya tenaganya cukup kuat karena mampu membuat kevin gantian terdampar di rumput.
"Ayo Riani, Kita pergi dari sini" Ajak Jimmy sambil menarik tanganku untuk berlalu.
Namun berlum sempat kaki ini melangkah sebuah tangan yang lain sudah mencekal tanganku yang satunya.
"Loe ikut gue" Kata Kevin lirih namun tegas. Dan pada detik berikutnya aku menyadari kalau aku telah melangkah menjauh dari jimmy yang masih berdiri terpaku.
"Lepasin gue" Geram ku untuk kesekian kalinya tapi masih tidak di gubris oleh kevin. Membuatku semakin geram, sehingga dengan sekuat tenaga mencoba menghempasakn gengamannya sehingga terlepas.
"Apa mau loe!".
"Loe… Punya hubungan apa sama Jimmy?".
"Heh" aku langsung mencibir mendengar pertanyaannya barusan "Apapun hubungan gue sama dia itu sama sekali bukan urusan loe?" sambungku ketus.
Kevin mendunduk sambil terdiam. Membuatku sejenak merasa bingung.
"Loe marah ya sama gue?" tanyanya lirih.
"Ha?" Mulutku terbuka. Nggak kebalik, bukannya yang marah duluan itu dia?. Tapi… ah benar juga, aku kan juga sedang marah sama dia.
"Please, Maafin gue".
Oke, Mendengar suaranya yang terlihat memohon itu kali ini aku serius beneran bingung. Dia nggak lagi kesambet kan?.
"Gue akui kemaren itu gue emang keterlaluan. Tapi jujur gue nggak bermaksut begitu. Gue cuma bingung sekaligus marah karena gue merasa gue udah di bohongin mentah – mentah sama loe. Dan coba loe bayangin kalau seandainya loe yang ada di posisi gue sekarang" terang Kevin lagi.
Aku kembali terdiam. Kalau di pikir – pikir dia ada benernya juga si?.
"Jadi mau loe sekarang apa?" ujarku melemah. Secara aneh juga kan masa dia tiba – tiba minta maaf gitu.
"Gue mau kita balikan lagi?".
"Ha?".
"Nggak nggak nggak, Gue mau kita bertunangan. Loe jadi tunangan gue".
OMZ, Kepalaku?. Kenapa mendadak pusing gini ya?. Bahkan secara refleks tanganku terulur menyentuh kening Kevin. Mencoba mengecek suhunya. Apa karena ia sedang sakit terus pusingnya nular ke aku? #Ngaco.
"Gue serius" kata kevin sambil meraih tanganku yang masih terulur di hadapannya, mengengamnya erat. Kali ini aku yakin kalau dia beneran kesambet?.
Tunggu dulu, Atau jangan – jangan ia mencoba untuk balas dendam?. Pikiran itu langsung membuat aku menarik lepas gengamannya.
"Loe gila" Komentar ku lirih.
Dan belum sempat ia menjawab aku sudah terlebih dahulu menambahkan.
"Denger ya, Loe ngelamar gue disaat kita baru putus. Catet, Baru putus. Bukan Jadian" ujarku dengan penuh penekanan.
Mendengar itu kevin kembali terdiam. Sepertinya ia mencoba mencerna apa yang ku katakan. Lagi pula apa yang ku katakan tadi itu benarkan?.
"Gue nggak punya pilihan" Ujar Kevin terdengar lirih.
"Maksut loe?"
"Orang tua gue jodohin gue. Kalau dalam dua hari gue nggak bisa bawain calon pilihan gue sendiri, maka gue harus terima perjodohan itu".
"Maksutnya loe jadiin gue pelarian" Gumamku tak percaya.
Dan kebisuan kevin sudah menjawab semuanya. Dengan berlahan tapi pasti aku melangkah mundur. Astaga, Memangnya kevin benar – benar menilaiku serendah itu ya?.
***
"Riani, loe baik – baik aja kan?".
Aku menoleh, mencoba tersenyum saat mendapati Jimmy yang lagi – lagi menemukan ku saat sedang menyendiri.
"Kalau gue bilang gue baik – baik saja apa loe akan percaya?".
Bukan langsung menjawab Jimmy kembali tersenyum. Menariku kedalam pelukannya.
"Bukankah kemaren sudah gue bilang. Loe nggak boleh nangis lagi".
"Apa salah gue?".
"Maksut loe?".
"Apa salah gue sampe Kevin setega ini. Loe tau apa yang dia lakuin?. Dia berniat menjadikan gue cuma sebagai pelariannya".
Oke, kali ini aku benar – benar tidak bisa menahan semua beban ini sendirian. Sehingga tanpa bisa ku cegah mulut ini langsung terbuka untuk bercerita.
"Loe percaya sama gue kan?" tanya Jimmy.
Walau bingung aku menangguk.
"Kalau gitu loe harus percaya kalau Kevin pasti tidak bermaksut seperti itu. Walau dia nggak pernah bilang, tapi gue bisa liat. Kalau perasaan yang ia berikan ke elo itu tulus. Mungkin hanya dia saja yang belum menyadarinya".
Aku menoleh, kok kesannya Jimmy malah membela tu orang ya?.
"Tapi…".
"Stt… Loe inget kan, gue juga pernah janji kalau gue akan pastiin loe bahagia?".
Kali ini aku hanya mampu membalas dengan anggukan.
"Selama ini gue tau loe udah cukup menderita. So, sudah tiba saatnya loe untuk bahagia" balas Jimmy lagi.
"Maksutnya?" aku makin bingung.
"Pastikan loe tidak akan terpengaruh atas apapun yang Kevin lakukan".
"Bukannya loe sendiri yang bilang kalau loe percaya perasaannya ke gue itu tulus".
"Tapi loe kan nggak percaya" Balas Jimmy balik.
"Terus?"
Astaga kenapa ni orang ngomongnya jadi membingungkan begini ya?
"Cukup lihat dan dengar"…
Next is last part… OKE!!!…

Random Posts

  • Cerpen Remaja The Prince ~ 09 {Update}

    Cerpen Remaja The Prince, The Princess and Mis. Cinderella part 9Halo All reader, Cerpen remaja the prince, the princess and mis cinderella di lanjutin lagi lho #dihajar. Hahaha. Setelah sekilan lama ni cerpen nyangkut di planet pluto, akhirnya dia balik lagi. Thanks for all, yang udah ngasi semangat buat ngelanjutin nie cerpen yang jelas – jelas nggak jelas.Eh,tapi kalau seandainya ini cerpen makin kacau haraf di meklume aja ya?. Secara,ini cerpen makin ‘terbang bebas’ kayaknya. Tapi karena Star Night sudah memutuskan untuk melanjutkan itu artinya kemungkinan besar ini cerpen ada endingnya. Ya, walaupun harus terpaksa menendang ‘love story about my first love’ ke draf lepi. Tapi gak papa deh, Star night mau belajar bertanggung jawab dulu (????).Oh ya, karena ini sudah kelamaan, mungkin sudah pada lupa kali ya sama jalan ceritannya?. Memang salah star Night juga si kelaman banget ngelanjutin. Nah karena itu star night sengaja kasi link nya, Cerpen remaja the perince, the princess and mis cinderela part 1, part 2, part 3, part 4, part 5, part 6, part 7 dan part 8.E, satu lagi. Dalam cerpen remaja ini di ambil dari dua sudut pandang sekaligus (????). bingung ya?, ah star night yang bikin juga bingung apa lagi yang baca. Jadi gini lho, untuk karakter ‘Riani’ star nihgt pake istilah ‘aku’. Sementara untuk karakter ‘Andre’ Star night pake sudut pandang orang ketiga. H3 h3 h3 # bingung – bingung deh.Okelah, dari pada kebanyakan bacod mending langsung di baca yuk. Semoga saja hasilnya tidak mengecewakan. Credit Gambar : Star NightAku mengerjap – ngerjapkan mata sambil menoleh ke sekeliling. Hal pertama yang ku lihat adalah raut lega yang tergambar di wajah Iren di susul oleh Naysila dan Kezia. Walau kepala ku masih terasa sedikit pusing tak urung aku mencoba bangkit dan duduk bersandar.sebagian

  • THE SECRET OF LOVE

    THE SECRET OF LOVE“Jika engkau merasakan cinta pada seseorang, katakanlah. Berani. Jujur dan jangan ragu. Tapi, jika tidak, ucapkanlah dengan tegas bahwa engkau tak menyukainya.”Kata-kata yang selalu terngiang dan telah terpatri di kepalaku sebelum aku bertemu dengan gadis ini. Gadis manis, berwajah mungil dan berlesung pipi. Gadis elok yang telah mencuri hatiku dan menyimpannya, hingga tak dapat aku temukan pecahan hatiku. Gadis yang mampu membuatku tak mampu berkata-kata. gadis yang mampu membuatku tak dapat mengingat kata-kata yang selama ini telah bersarang di kepalaku. Aku tau, mungkin aku sudah gila atau apalah itu. Aku tak ngerti dan tak paham dengan apa yang sedang kualami sekarang. Yang ku tau hanya aku ingin bersama, menggenggam tangannya dan melindunginya. Aku ingin menjadi seseorang yang mampu menjadi penopang hidupnya. Pengobat rasa sedihnya.Gadis manisku. Aku ngerasa kamu hanya impian yang tak dapat kugapai. Aku ngerasa tangan ini tidak sanggup untuk meraih tanganmu. Seandainya engkau tau, aku disini menunggumu, menantimu untuk mengambil setengah hatiku yang telah kau curi. Aku ingin kau ada disini, menemaniku. Hidup bersamaku di sisa umurku. Kututup diaryku, sambil terus membayangkan gadis manisku. Kulihat waktu telah larut malam. Beranjak ku menuju tempat tidur. Aku ingin istirahat dan memimpikan gadis itu. Walau hanya mimpi, aku ingin bertemu gadis itu lagi. Mengobrol dan melihat senyumnya yang mampu membuatku terpana. Kupejamkan mata sambil terus dan terus membayangkan wajah gadis manisku. Hingga lelap dan pulas.* * *“Satria….. cepat bangun. Kamu tak pergi melukis hari ini????”Samar-samar kudengar suara mama yang memanggilku. Dengan berat dan perlahan kubuka mata yang terpejam ini. Kucari-cari jam yang biasa kuletakkan di meja samping tempat tidurku. Betapa kagetnya aku ketika jarum jam telah menunjukkan pukul 09.00, yang artinya aku telah terlambat setengah jam untuk memulai aktifitas rutinku. Membantu orang yang ingin memiliki potret diri. Segera aku mempersiapkan diri dan berangkat menuju tempat yang biasa kugunakan untuk melukis.Hari masih pukul 09.00, namun sinar matahari sangat menyengat. Kususuri jalan yang ramai itu dengan peralatan lukis yang tersampir di pundakku dan sebuah lamunan di sepanjang jalan.Ya, inilah aku. Satria seorang pelukis jalanan. Seorang pelukis yang kesehariannya hanya untuk melukis orang-orang tanpa dibayar. Kadang aku mendengar orang-orang di sekitarku berkata, untuk apa aku melukis tanpa dibayar, hanya buang-buang waktu aja. Tapi aku senang dan menikmati kehidupanku ini, karna aku sadar hidupku tinggal sebentar lagi. Aku ingin hidupku berguna untuk orang lain. Walaupun aku sadar aku lemah, namun ada sesuatu yang mampu membuatku semangat menjalani kehidupanku ini.“Satria.”Inilah seseorang yang mampu membangkitkan semangatku untuk hidup. Seseorang yang juga mampu menggetarkan hatiku. Tara. Dialah gadis manisku yang hanya menjadi impian dalam hidupku. Tara adalah sahabat kecilku. Dia yang selalu menghibur dan memberikan semangat hidupku. Sebagian masa kecilku, kuhabiskan hanya untuk bersamanya. Aku tidak pernah menyangka, perasaan yang awalnya hanya sebatas sahabat berkembang menjadi rasa cinta yang sangat dalam. Tara tidak pernah tahu perasaanku ini. Aku berusaha menyimpannya rapat. Aku tidak pernah ingin Tara tahu rasa cinta yang tumbuh dalam hati. Aku tak ingin hubungan persahabatan ini hancur hanya karna cinta. Aku tak pernah ingin jauh darinya, karna hanya dia penopang hidupku.Kulihat Tara berjalan menghampiriku sambil melambaikan tangannya yang mungil. Di sampingnya berjalan pula seorang pria yang menggandeng tangannya. Donny. Pria yang berarti dan berharga baginya. Pria yang juga aku kenal sebagai salah satu teman satu jurusannya. Dia pria yang baik dan menyayanginya sepenuh hati, aku senang Tara mendapat pria seperti dia.“Hai…., Sat. Boleh tidak kami minta kamu buat melukis kami berdua????? Aku suka sekali sama lukisanmu.”, rengek Tara.“Bener Sat. Aku dengar kamu jago banget melukis. Pasti keren sekali ntar hasilnya.”, kata Donny menambahkan. “Kalian itu tak usah memujiku seperti itu, nanti aku bisa jadi besar kepala.”, jawabku. “Baiklah. Aku akan lukis kalian sebagai hadiah dariku kar’na kalian baru jadian. Ayo duduk di kursi itu. Aku akan mulai melukis.”, lanjutku.Mereka pun menuju kursi yang aku sediakan. Rasanya ingin menangis dan berteriak sekencang-kencangnya melihat gadis manisku dipeluk pria lain. Ingin sekali aku merebutnya dari tangan pria itu dan memeluknya. Namun, segera kutepis semua pikiran itu jauh-jauh dan mulai melukis. Pertama kalinya aku merasa sakit dan perih sekali saat melukis, biasanya tak pernah sekalipun rasa ini melingkupiku saat aku melukis. Biasanya aku melukis dengan gembira dan senyuman. Karna aku cinta melukis. Akhirnya lukisanku selesai.“Gimana lukisannya?????”, Tanya Tara sambil menghampiriku.“Bagus sekali. Kamu selalu cantik sekali walau hanya dalam lukisan.”, gumamku.“Apa Sat?? kau bicara apa barusan??? Aku tak dengar.”, tanyanya.“Kalian pasangan yang serasi.”, jawabku sambil tersenyum pada mereka.“Terima kasih.”, ujar mereka berbarengan.* * *Sejak hari itu, aku tak pernah bertemu Tara. Dia selalu sibuk dengan pacar barunya. Aku tak kan bisa marah, kar’na setiap kali aku lihat senyumnya saat bersama Donny, aku akan bahagia. Aku telah memutuskan. Aku ingin menjauh darinya. Aku ingin menjaga hatiku. Setiap kali aku melihatnya dari jendela kamarku, aku selalu ingin memeluknya sambil mengucapkan betapa besar rasa cintaku untuknya. Aku harus pergi dari sini. Aku akan menuju tempat dimana aku tak bisa bertemu lagi dengannya. Aku ingin lari dengan kenyataan ini. Aku akan membawa penyakitku bersamaku.1 TAHUN KEMUDIANMentari sangat hangat, seperti hatiku sekarang. Kicau burung yang indah juga telah membangkitkan semangatku. Ya. Disinilah aku. Di tempat yang paling indah yang pernah aku kunjungi. Tempat yang mampu mengembalikan semua semangat hidupku. Pulau Lombok. Pulau yang memiliki keindahan alam yang indah dengan pantai yang terbentang luas. Tinggal selama 1 tahun disini, membuatku merasa semua kepenatan, kesedihan dan keterpurukan hilang diterpa ombak. “Den Satria……. Ada telpon dari teman Anda.”, teriak Mang Ujang. Seorang pria tua yang membantuku sejak aku tinggal disini.“Dari siapa Mang?”, tanyaku.“Kalau tak salah, dari emm….. Tara. Oiya, dari Non Tara. Katanya teman Anda di Jakarta.”, jawabnya.Aku kaget. Hancur sudah pertahanan hatiku saat ini. Gadis manis yang kuputuskan untuk kulupakan dengan tinggal disini meneleponku. Aku terima gagang telepon yang Mang Ujang sodorkan padaku. Aku takut. Aku takut banget.“Halo.”, sapa seseorang di seberang sana.Aku tak tau mesti gimana. Aku ingin membuang telepon ini, tapi aku juga rindu pada pemilik suara ini. Akhirnya aku tersadar bahwa seseorang di seberang sana sedang menunggu jawaban dariku.“Halo, Tara.”, jawabku.“Ha….. benar ini kau Satria. Satria temanku. Satria pelukis jalanan.”, ujarnya dengan semangat.“Benar. Selama kau masih punya satu nama Satria dalam hidupmu selama aku tinggal jauh darimu.”“Aku rindu kau, Sat.” ujarnya lagi.Betapa kagetnya aku. Ternyata gadis manisku merindukanku. Saat ini rasanya aku sedang menembus awan dengan seekor burung rajawali yang kuat dan kekar. Jantungku seakan meloncat, hingga aku tak dapat menahannya.“Aku juga rindu kau, Tara. Sangat rindu.”, jawabku.“Kapan kau kembali kesini Sat??? Aku membutuhkanmu. Aku sendirian disini. Aku ingin kau ada disini.”, ujarnya sambil terisak.“Kau bohong, Tara. Kau telah memiliki seseorang yang selalu ada dan setia menjagamu. Bukankah selalu ada Dony disampingmu??, jawabku. “(menangis). Dony sakit, Sat. Sekarang dia lagi bertahan untuk hidup. Dia membutuhkan donor jantung. Aku takut, Sat. Hanya kamu yang bisa menyemangatiku saat ini. Aku butuh kamu.”Aku kaget luar biasa. Aku tak bisa membayangkan gadis manisku terpuruk saat ini. Bagaimana dia bisa melanjutkan hidupnya tanpa orang yang dia sayang. Tiba-tiba aku merasa kepalaku mulai sakit yang luar biasa. Sakit yang benar-benar menyiksa. Gagang telpon pun terlepas dari genggaman tanganku. Aku merasa tubuhku mulai terkulai dengan lemah. Samar-samar aku masih mendengar suara Tara memanggilku di seberang sana. KEESOKAN HARINYAAku bingung. Saat ku buka mata, aku hanya melihat sebuah ruangan yang semua dindingnya tertutup kain putih. Mataku mulai mencari-cari ke sudut-sudut ruangan. Kupaksakan untuk mengucapkan kata “mama”. Tapi yang keluar hanya sebuah gumaman yang tak jelas. Lelah dan letih memanggil, aku pun diam dan hanya menunggu.5 menit kemudian, aku mendengar suara pintu yang berderit. Aku melihat seorang suster yang mulai berjalan mendekatiku. Dia kaget melihatku telah sadar. Kupaksakan untuk mengeluarkan suara.“Mama.”, ujarku dengan lirih.“Anda ingin bertemu dengan Mama anda??”, ucap suster itu.“Mama.”Suster itupun keluar ruangan. Sesaat setelahnya aku melihat seorang wanita yang sudah paruh baya sedang menangis sambil berjalan mendekatiku.“Mama.”“Satria. Kau tidak apa-apa, Nak?”“Aku rindu Mama.”“Aku juga rindu kau.”“Ma, jangan menangis. Aku sedih melihat Mama seperti ini.”Kulihat Mamaku mulai membersihkan air mata di kedua matanya. Tampak kesedihan dan ketegaran di matanya. Sakit sekali. Aku merasa lebih sakit melihat Mamaku seperti ini daripada rasa sakit akibat penyakitku ini. Aku mulai terisak. Aku ingat semua pengorbanan yang telah Mama lakukan untukku. Pengorbanan yang seharusnya menjadi tanggung jawab dua orang. Aku ingat ketika Mama dengan sabar merawatku ketika kecil. Aku ingat ketika Mama menyemangatiku. Aku ingin selalu bersamamu Mama. Aku tidak ingin berpisah darimu. Aku sayang kamu, Mama. Maafkan aku Ma. Aku telah merahasiakan penyakitku ini darimu. Aku ingin selalu melihatmu tersenyum. Senyumanmu adalah obat yang paling aku harapkan di dunia ini. Maafkan aku Ma. Aku harus pergi meninggalkanmu. “Satria. Kenapa kau berbuat begini pada Mama, nak. Apa kau tidak menyayangi Mama lagi? Kenapa kau tidak memberi tahu Mama tentang penyakitmu?”Aku kaget. “Dari mana Mama tahu hal itu?”“Jadi semua itu benar, nak? Kau benar-benar sakit selama ini? Dan selama ini pula kau tidak memberitahu Mama?”“Ma, maafkan aku. Aku tak ingin melihat Mama sedih. Aku sayang banget sama Mama.”Tiba-tiba, aku merasakan sakit yang luar biasa lagi. Dan rasa sakit ini lebih menyakitkan daripada waktu itu. Aku berteriak kesakitan. Mama kaget dan segera berteriak memanggil Dokter. Aku masih mendengar suara tangisan Mama. Tangisan yang pilu. Di tengah rasa sakitku, aku ingat Tara. Aku rindu dia. Aku ingin bertemu dengannya. “Ma.”“Apa, nak? Apa yang kau rasakan saat ini?”“Ma. Maukah Mama melakukan sesuatu untukku. Tolong berikan jantungku untuk Dony. Dia kekasih Tara, Ma. Walaupun aku mati, aku ingin tetap bisa bersamanya. Tolong katakan juga padanya kalau aku sangat mencintai dia.”“Tidak, Sat. Kau tidak akan mati dan tidak akan pernah mati. Kau tidak akan meninggalkan Mama sendirian kan? Mama tak bisa hidup sendiri, Sat. Mama butuh kau disamping Mama.”“Ma. Tolong aku. Aku ingin bisa berguna walaupun aku sudah mati. Apa Mama ingin aku tidak bahagia disana?”“Sat. Kenapa kau berkata begitu. Mam tak tega mendengarnya. Tapi kalau itu keinginanmu, baiklah, Mama akan mengabulkan permohonanmu.”“Terima kasih Ma. Aku sayang Mama.”Pelan-pelan kututup mataku. Kurasakan hatiku mulai sejuk. Aku merasa terbang dengan damai, bahagia dan ketenangan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku terbang tinggi dan semakin tinggi. Aku melihat keindahan yang sangat luar biasa. Keindahan yang akan kekal selalu. Keindahan yang abadi.Jember, 16/06/201106.44 WIB

  • CINTA ITU GA HARUS MEMILIKI

    Oleh: Windi Adewi – Kisah ini berawal dari dua orang sahabat yang selalu bersama-sama, dan pada suatu hari mereka mendapat tugas untuk membuat kliping , , mereka pun pergi ke rental bersama, waktu disana mereka bertemu dengan seorang mahasiswa yg kebetulan juga sedang mengerjakan tugasnya. dia tertarik sama salah satu dari mereka dan dia pun ngajakin kenalan ,”hai, boleh kenalan ,aku arief. nama km siapa ? boleh minta nomer hpnya ?” “mmm , boleh , aku putri,kakak namanya arief ya ?” oke, kalo gitu mana hp kakak nanti aku tulis nomer ku di hp kakak”. “yauda , nih “. “Udah nih kak, “ “Yauda makasih ya, nanti aku sms kmu , kalo gitu aku cabut dulu, aku masih ada urusan di kampus”.“iya kak, sama – sama”.Lalu mahasiswa yg bernama arief itu pun pergi dan meninggalkan rental , putri cerita sama sahabatnya kalo dia baru aja kenalan sama mahasiswa yang tadi baru aja dari situ. Sepulang dari rental sama sahabatnya itu , putri beristirahat sejenak , dan baru beberapa jam hpnya ditaruh dimeja belajarnya , hpnya bunyi dan berdering, ternyata setelah dia lihat ada sms dari nomer yang gak ada namanya, putri lalu membuka smsnya.Ternyata sms itu dari kak arief yg tadi ngajak kenalan putri di rental ,katanya dia seneng banget bisa kenal sama putri dan dia pengen kenal lebih deket lagi sama putri.Begitu seterusnya setiap hari mereka selalu smsan hingga saling mengenal satu sama lain dan ternyata arif adalah salah satu mahasiswa politeknik di Semarang jurusan konversi energi semester 6 yang lagi menyelesaikan skripsinya , itu berarti sebentar lagi dia diwisuda dan dapet gelar diploma.Seiring berjalannya waktu mereka sering jalan bareng dan putri juga sering cerita sama sahabatnya tentang arif.“ aku mau cerita sama kamu nih , ,”“iya, cerita aja , ,”“ternyata kak arif itu masih kuliah lo , , tapi dia lagi mau nylesaiin skripsinya”“trus , ,? ‘“ ya itu berarti kuliahnya bentar lagi mau selesai donk , trus dia diwisuda ““trus kenapa , bukannya itu bagus yah, kok jadi kamu yg sedih, harusnya kamu seneng donk”“ iya, tapi kak arif bilang kalo dia udah diwisuda nanti, dia mau pindah dan nyari kerja di kampung asalnya, dia juga bilang dia mau kumpul sama semua keluarganya disana, dan mungkin dia bakalan tinggal disana selamanya, ya kemungkinan juga dia ga akan balik lagi kesini”“oh gitu , emang kampung asalnya dimana sih , ?”“ Nias, berarti jauh banget kan , , ?“ iya seh , trus kenapa kamu sedih banget ? dia kan bukan siapa2 kamu ?apa jangan2 kamu suka ya sama dia ?udah ngaku aja”“ ga tau nih, tapi jujur aja ya , aku jadi sedih banget kalo emang dia bener2 mau pindah jauh dari sini, ga kebayang mungkin ga akan ada lagi orang yg bisa aku anggep sebagai kakak cowok aku sekaligus sebagai temen curhat yg selalu ngehibur aku disaat aku lagi sedih’’“mmm . . aku tau kok perasaan kamu, yah tapi kan masih lama juga, sekarang kan dia masih dalam proses ngerjain skripsinya , jadi kamu santai aja, gak usah dipikirin , lagian kan masih ada aku ,iya kan? Aku janji kok aku bakalan selalu ada saat kamu butuh temen curhat ,oke ?’“ yauda, makasih ya . . .kamu emang sahabat aku yang paling baik deh ““iya, sama – sama put “Hati putri jadi lega setelah curhat sama sahabatnya,Tapi putri juga sedih karna udah beberapa bulan ini kak arif udah gak pernah ngajak dia ketemu lagi , bahkan buat sms putri aja uda jarang, putri jadi mikir apa mas arif uda pergi jauh tanpa sepengetahuan putri dan gak ngasih tau putri .Tapi disaat putri lagi gelisah gak karuan tiba – tiba hp putri bunyi, dan pas dia buka ternyata ada sms dari kak arif, hati putri pun seneng banget , dan saking senengnya dia langsung buka smsnya karna putri pengen tau isi sms itu.ternyata akhir2 ini ms arif udah gak sms putri lagi karena dia lagi sibuk ngerjain skripsinya, dan dia juga bilang besok minggu dia mau ngajakin putri jalan2 ke pantai karna dia pengen banget ketemu sama putri.Putri seneng banget soalnya uda lama dia gak ketemu sama kak arif , tiba – tiba dia diajakin jalan , dan tanpa berfikir panjang , putri mengiyakan ajakan kak arif, karna dia juga pengen banget ketemu sama kak arif.Hari minggu pun tiba dan tepatnya waktu menunjukan pukul 05.00 kak arif nunggu putri di gang rumah putri , dan beberapa menit kemudian putri dateng memakai cardigan ungu dengan hot pan item , ,setelah liat putri,kak arif langsung nyalain mesin motornya dan mereka langsung beranjak dari tempat itu.Setibanya di tempat itu, mereka langsung cari tempat yang nyaman buat ngobrol berdua, lalu mereka pun duduk di pasir sambil menikmati sunrise ,trus kak arif tiba2 ngomong.“put, kamu tau gak sebenernya aku ngajak kamu kesini mau ngapain ?”“gak tau kak, emang kenapa ?”“aku pengen ngomong sesuatu sama kamu, eh sebenernya banyak sih ““emang apa sih kak?”“tapi jangan marah ya , janji dulu?”“iya deh”“sebenernya , dulu waktu pertama kali kita ketemu, aku pengennya kenalan sama temen kamu, tapi aku gak berani ngajak kenalan dia, makanya aku ngajak kenalan kamu yg waktu itu gak terlalu sibuk , mulai dari situ aku punya ide , mungkin dari perkenalan kita dan kedekatan kita aku bisa minta kenalin ke kamu sama temen kamu itu , tapi aku takut kalo aku nyinggung perasaan kamu”“jadi, ternyata selama ini ms Cuma pura2 deket sama aku biar bisa kenal sama temen aku itu ? ,kok kak arif tega sih sama aku ,padahal aku udah naruh harapan sama kakak, dan aku fikir kakak suka sama aku , tapi kok ternyata malah kayak gini, kalo kayak gitu kenapa kakak gak bilang aja sama aku dari awal , kalo gitu kan aku gak bakalan sakit hati kayak gini . aku gak nyangka ternyata kakak kayak gitu, dan kakak ngajak aku kesini Cuma mau bilang itu , oke kalo gitu hubungan kita cukup sampai disini aja, sekarang tolong anterin aku pulang, pliisss aku gak mau denger apa2 lgi dari kak arif”Sambil menangis putri langsung diantar pulang , sesampenya dirumah putri langsung pergi ninggalin arif, tanpabicara apa2. Tapi beberapa jam kemudian hp putri bunyi dan taunya ada sms masuk dari kak arif.dia minta maaf sama putri , tapi sebenernya masih ada lagi beberapa hal yang masih mau dia omongin, dia juga bilang bulan depan dia mau pindah ke Nias, karna minggu depan udah diwisuda, dan mau ngurusin kepindahannya, jadi dia mohon banget buat ketemu putri untuk yg terakhir kalinya dua hari sebelum dia pergi, dia bakal tungguin putri di gang rumah putri.Kemudian hari yg ditunggu – tunggu pun tiba, dua hari sebelum Arif pergi , Putri bingung apa dia emang harus ketemu apa enggak, tapi putri juga penasaran sebenarnya apa seh yang mau diomongin sama kak arif lagi ke putri, akhirnya putri ngambil keputusan kalo dia mau nemuin Arif buat yg terakhir kalinya.Setibanya digang , ,“mmm, akhirnya kamu mau temuin aku juga put ““uda deh, gak usah basa basi , emangnya kak arif mau ngomongin apa lagi sih ke aku ?”“aku Cuma mau bilang kalo sebenernya aku suka sama kamu , aku sayang kamu put.““loh, bukannya kakak waktu itu bilang , kakak itu suka sama temen aku, trus kenapa tiba2 sekarang bilang kalo suka sama aku,sayang sama aku? maksudnya apa sih?”“emang pertama kali aku kenal kamu , aku emang masih suka sama temen kamu , tapi hanya sebatas suka dan gak lebih, tapi setelah aku deket dan jalan bareng sama kamu, aku jadi suka sama kamu, dan aku ngerasa aku pengen selalu deket sama kamu, dan aku pengen banget ngelindungin kamu , beda banget sama perasaan aku ke temen kamu, aku pengen deket sama temen kamu, itu karna aku pengen dia jadi adek aku , soalnya dia itu mirip sama adek aku yang jauh di Nias sana, tapi kalo sama kamu, lebih dari perasaan seorang kakak ke adik, sebenernya aku gak pengen ninggalin kamu, tapi mau gimana lagi, aku harus pulang ke Nias karna aku udah diterima kerja disana, aku harap kamu bisa maafin kesalahanku selama ini, dan kamu gak akan lupain aku, dan kenangan selama kamu kenal sama aku ““hmm gitu yah,oke deh, aku maafin kakak, aku gak akan pernah lupain kakak, dan aku gak akan lupain kenangan aku sama kak arif, aku juga sayang sama kakak.”“makasih putri, aku harap walaupun kita gak bisa sama2 , kamu jangan pernah lupain rasa sayang aku ke kamu ya, janji ya?”“iya kak”“yaudah, aku pamit dulu , jaga diri kamu baik2 ya“Abis ngomongin perasaannnya ke putri, kak arif langsung pergi ninggalin putri, putri yg lagi sedih juga pergi ninggalin tempat itu, setelah dia sampe dirumahnya, dia ketemu sama sahabatnya, putri cerita semuanya dari awal sampai akhir tentang arif, sahabatnya bilang “ sabar aja put, kalo emang uda takdirnya begitu mau gimana lagi , lagian cintamu gak bertepuk sebelah tangan kan, dan kalo emang kalian itu jodoh kamu, pasti gak akan kemana2 kok, lagian kata orang cinta itu gak harus memiliki . “Akhirnya setelah dihibur sama sahabatnya, putri gak sedih lagi, putri ngambil hikmah dari ini semua, putri juga yakin, apa yg dibilang sahabatnya itu emang bener, kalo cinta itu gak mesti harus memiliki.

  • Cerpen cinta Ketika cinta harus memilih ~ 13

    Ketika cinta harus memilih part 13 _ yah masih seputar kisah cinta antara Rangga dan Cinta sih. Secara kisah ini kan emang kisahnya mereka berdua. Bener nggak?Tinggal 3 part lagi baru kemudian end. Soal akhrinya happy or sad buat yang udah pernah baca di postingan sebelumnya pasti udah tau donk jawabannya. Ya kan? #Iyakan aja lah.Okelah, berhubung admin ngepostnya juga nyolong waktu kerja, so nggak usah kebanyakan bacod. Langsung aja cekidot…Ketika cinta harus memilihSemalaman Rangga tidak bisa tidur. Matanya benar – benar tidak mau untuk di ajak kerja sama. Pikirannya juga saat ini melantur entah kemana. Sibuk mencerna ucapan – ucapan sahabatnya tadi siang.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*