Cerpen Terbaru The Prince Semi Ending

Sengaja bikin judul begituan biar inget kalo part selanjutnya harus di endingin biar gak ada lagi yang menahan ide baru (???).
Yang jelas happy reading. Satu lagi, Kali ini ana gak mau minta maap kalau lanjutannya lama. Soalnya, ana kan juga nggak tau kalau kalian {Reader} beneran ada.
Titik…


Credit gambar : ana merya
"Lagi sedih ya?".
Refleks aku menoleh sebelum kemudian kembali menunduk. Merasa sedikit malu saat mendapati sebuah senyum manis di wajah tampan itu. Berbanding balik dengan raut wajah ku yang jelas – jelas berurain air mata.
"Tadinya aku ingin menawarkan sapu tangan, Tapi sepertinya kau lebih membutuhkan bahuku untuk bersandar".
Dan kali tangis ku pecah dan aku benar – benar menangis di bahu.
"Menangislah, Menangislah sepuasmu. Menangislah sampai kau merasa lega. Aku masih disini untuk membantumu menghapusnya".
"Ma kasih jimmy" Hanya itu kata yang mampu keluar dari mulutku.
"Tapi berjanjilah, setelah ini tiada lagi air mata yang akan kau buang percuma".
Aku menoleh. Menatap lurus kearah mata bening yang ada di hadapaku. Dan merasakan damai saat tangan kokohnya menghapus air mata di pipi ini. Walau tidak yakin aku mencoba mengangguk.
"Dan aku juga berjanji akan membantumu untuk melakukan itu" Tambah Jimmy lagi.
Aku tidak menyahut. Kembali terhanyut dalam tangisan ini. Sungguh, Demi apapun. Aku tidak pernah menyangka perlakuan Kevin akan berdampak seperti ini padaku. Hei, Ayolah aku tidak mungkin mencintainya kan?.
Entah berapa lama waktu yang ku habiskan untuk mengangis, Aku pun tak tau. Namun saat melihat baju jimmy yang sedikit basah karena air mata aku sadar kalau aku telah menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk menangis. Walau begitu kali ini aku merasa sedikit lega.
"Thanks jimmy. Ma kasih untuk semuanya" Ujar ku tulus.
"Never mind. I will do anythink to make you smile again. That is my promis" Balas jimmy sambil tersenyum.
Kejadiannya begitu cepat. Bahkan Belum sempat bibir ini membalas senyuman Jimmy, Aku sudah terlebih dahulu terlonjak kaget saat mendapati.Jimmy yang kini terdampar di rumput sambil mengusap wajahnya yang jelas terlihat memar.
"Kevin apa – apa an loe!" Ujarku setengah berteriak saat tau kalau itu adalah ulah kevin yang kini jelas sedang berdiri di hadapanku.
"Loe!" Tunjuk Kevin lurus kearah Jimmy yang masih belum beranjak. "Apa yang udah loe lakuin sama Riani sampai dia nangis begitu" Sambungnya terlihat… Emosi?.
Jimmy tidak menjawab justru malah mencibir sinis. Berlahan ia bangkit berdiri.
"Gue?. Bikin dia nangis?" Tanya Jimmy sejenak melirikku yang masih terpaku. "Nggak kebalik?" Sambung Jimmy.
"Maksut loe apa?" Tanya Kevin.
Kali ini Jimmy melemparkan tatapan tajam sekaligus sinis kearah Kevin membuat sosok itu langsung kembali mengayunkan tangannya yang sedari tadi terkepal erat. Tapi, Kali ini Jimmy sudah lebih waspada. Dengan sigap, di tahanya tangan kevin dan di pelintir kebelakang. Membuat suara mengaduh terlontar dari mulutnya. Sudah kah ku katakan kalau Jimmy itu jago bela diri?.
"Cukup… Apa – apa an ini" Aku segera angkat bicara. Kan gawat kalau membiarkan ini terus berlanjut.
Walau terlihat masih marah akhirnya Jimmy melepaskan cekalannya sambil mendorong tubuh kevin. Sepertinya tenaganya cukup kuat karena mampu membuat kevin gantian terdampar di rumput.
"Ayo Riani, Kita pergi dari sini" Ajak Jimmy sambil menarik tanganku untuk berlalu.
Namun berlum sempat kaki ini melangkah sebuah tangan yang lain sudah mencekal tanganku yang satunya.
"Loe ikut gue" Kata Kevin lirih namun tegas. Dan pada detik berikutnya aku menyadari kalau aku telah melangkah menjauh dari jimmy yang masih berdiri terpaku.
"Lepasin gue" Geram ku untuk kesekian kalinya tapi masih tidak di gubris oleh kevin. Membuatku semakin geram, sehingga dengan sekuat tenaga mencoba menghempasakn gengamannya sehingga terlepas.
"Apa mau loe!".
"Loe… Punya hubungan apa sama Jimmy?".
"Heh" aku langsung mencibir mendengar pertanyaannya barusan "Apapun hubungan gue sama dia itu sama sekali bukan urusan loe?" sambungku ketus.
Kevin mendunduk sambil terdiam. Membuatku sejenak merasa bingung.
"Loe marah ya sama gue?" tanyanya lirih.
"Ha?" Mulutku terbuka. Nggak kebalik, bukannya yang marah duluan itu dia?. Tapi… ah benar juga, aku kan juga sedang marah sama dia.
"Please, Maafin gue".
Oke, Mendengar suaranya yang terlihat memohon itu kali ini aku serius beneran bingung. Dia nggak lagi kesambet kan?.
"Gue akui kemaren itu gue emang keterlaluan. Tapi jujur gue nggak bermaksut begitu. Gue cuma bingung sekaligus marah karena gue merasa gue udah di bohongin mentah – mentah sama loe. Dan coba loe bayangin kalau seandainya loe yang ada di posisi gue sekarang" terang Kevin lagi.
Aku kembali terdiam. Kalau di pikir – pikir dia ada benernya juga si?.
"Jadi mau loe sekarang apa?" ujarku melemah. Secara aneh juga kan masa dia tiba – tiba minta maaf gitu.
"Gue mau kita balikan lagi?".
"Ha?".
"Nggak nggak nggak, Gue mau kita bertunangan. Loe jadi tunangan gue".
OMZ, Kepalaku?. Kenapa mendadak pusing gini ya?. Bahkan secara refleks tanganku terulur menyentuh kening Kevin. Mencoba mengecek suhunya. Apa karena ia sedang sakit terus pusingnya nular ke aku? #Ngaco.
"Gue serius" kata kevin sambil meraih tanganku yang masih terulur di hadapannya, mengengamnya erat. Kali ini aku yakin kalau dia beneran kesambet?.
Tunggu dulu, Atau jangan – jangan ia mencoba untuk balas dendam?. Pikiran itu langsung membuat aku menarik lepas gengamannya.
"Loe gila" Komentar ku lirih.
Dan belum sempat ia menjawab aku sudah terlebih dahulu menambahkan.
"Denger ya, Loe ngelamar gue disaat kita baru putus. Catet, Baru putus. Bukan Jadian" ujarku dengan penuh penekanan.
Mendengar itu kevin kembali terdiam. Sepertinya ia mencoba mencerna apa yang ku katakan. Lagi pula apa yang ku katakan tadi itu benarkan?.
"Gue nggak punya pilihan" Ujar Kevin terdengar lirih.
"Maksut loe?"
"Orang tua gue jodohin gue. Kalau dalam dua hari gue nggak bisa bawain calon pilihan gue sendiri, maka gue harus terima perjodohan itu".
"Maksutnya loe jadiin gue pelarian" Gumamku tak percaya.
Dan kebisuan kevin sudah menjawab semuanya. Dengan berlahan tapi pasti aku melangkah mundur. Astaga, Memangnya kevin benar – benar menilaiku serendah itu ya?.
***
"Riani, loe baik – baik aja kan?".
Aku menoleh, mencoba tersenyum saat mendapati Jimmy yang lagi – lagi menemukan ku saat sedang menyendiri.
"Kalau gue bilang gue baik – baik saja apa loe akan percaya?".
Bukan langsung menjawab Jimmy kembali tersenyum. Menariku kedalam pelukannya.
"Bukankah kemaren sudah gue bilang. Loe nggak boleh nangis lagi".
"Apa salah gue?".
"Maksut loe?".
"Apa salah gue sampe Kevin setega ini. Loe tau apa yang dia lakuin?. Dia berniat menjadikan gue cuma sebagai pelariannya".
Oke, kali ini aku benar – benar tidak bisa menahan semua beban ini sendirian. Sehingga tanpa bisa ku cegah mulut ini langsung terbuka untuk bercerita.
"Loe percaya sama gue kan?" tanya Jimmy.
Walau bingung aku menangguk.
"Kalau gitu loe harus percaya kalau Kevin pasti tidak bermaksut seperti itu. Walau dia nggak pernah bilang, tapi gue bisa liat. Kalau perasaan yang ia berikan ke elo itu tulus. Mungkin hanya dia saja yang belum menyadarinya".
Aku menoleh, kok kesannya Jimmy malah membela tu orang ya?.
"Tapi…".
"Stt… Loe inget kan, gue juga pernah janji kalau gue akan pastiin loe bahagia?".
Kali ini aku hanya mampu membalas dengan anggukan.
"Selama ini gue tau loe udah cukup menderita. So, sudah tiba saatnya loe untuk bahagia" balas Jimmy lagi.
"Maksutnya?" aku makin bingung.
"Pastikan loe tidak akan terpengaruh atas apapun yang Kevin lakukan".
"Bukannya loe sendiri yang bilang kalau loe percaya perasaannya ke gue itu tulus".
"Tapi loe kan nggak percaya" Balas Jimmy balik.
"Terus?"
Astaga kenapa ni orang ngomongnya jadi membingungkan begini ya?
"Cukup lihat dan dengar"…
Next is last part… OKE!!!…

Random Posts

  • Cerpen Remaja Tentang aku dan dia ~09 {Update}

    Cerpen RemajaTentang Aku dan DiaCredit Gambar : Ana MeryaDengan segenap tenaga yang ia punya, Gresia meluncur dari gerbang sekolah menuju ke kelas. Kebiasaan bangun telat kali ini benar – benar membuat nasibnya bagai telur di ujung tanduk. Tanpa mengurangi sedikit pun kecepatan larinya ia melirik jam yang melingkar di tangan. Tapi tepat di tingkungan tidak sengaja ia menabrak seseorang.sebagian

  • PERSAHABATAN YANG HANCUR KARENA CINTA

    PERSAHABATAN YANG HANCUR KARENA CINTA – oleh: ARUM NADIA HAFIFICinta itu memang kadang membuat orang lupa akan segalanya. Karena cinta kita relakan apapun yang kita miliki. Bagi kaum wanita mencintai itu lebih baik daripada dicintai. Jangan terlalu mengharapkan sesorang yang belum tentu mencintai kita tapi terimalah orang yang sudah mencintai kita apa adanya. Mencintai tapi tak dicintai itu seperti olahraga lama-lama supaya kurus tapi hasilnya nggak kurus-kurus. Belajarlah mencintai diri sendiri sebelum anda mencintai orang lain.Gue Amel siswa kelas X. Dulu gue selalu menolak dan mengabaikan orang yang mencintai gue, tapi sekarang malah tebalik gue selalu diabaikan sama orang yang gue cintai.Gue suka sama teman sekelas gue dan plus dia itu teman dekat gue, udah lumayan lamalah. Cowok itu namanya Nino anak rohis. Gue suka sama dia berawal dari perkenalan terus berteman lama-lama dekat dan akhirnya gue jadi jatuh cinta gini.Oh iya gue punya temen namanya Arum, dia temen gue dari SMP. Arum gue dan Nino itu berteman dekat sejak masuk SMA.Suatu hari gue ngeliat Arum sama Nino itu bercanda bareng dan mereka akrab banget seperti orang pacaran. Jujur gue cemburu, tapi gue nyembunyiinn itu dari Arum.Lama-lama capek juga mendam rasa suka kayak gini. Akhirnya gue mutusin untuk cerita sama Arum.“Rummmm gue mau ngomong sesuatu, tapi jangan bilang siapa-siapa““Ngomong apa?“ tanya Arum“ Jujur gue suka sama Nino udah lama, dan gue cemburu kalo lo dekat sama Nino!“ Jawab Amel“ Lo suka Nino? Serius?“ Tanya Arum“ Iya, tapi lo jangan bilang Ninonya“ gertak Amel“ Iyaiya maaf ya kalo gue udah buat lo cemburu““ Okee “Amel makin lama makin dekat dan Amel susah untuk ngelupain Nino. Amel berfikir Nino nggak akan pernah jatuh cinta sama Amel. Walau Amel udah ngerasa seperti itu tapi dia tetap berjuang. Tanpa disadari Arum ternyata juga suka sama Nino.Amel mengetahui kalo Arum suka sama Nino. Nggak disengaja Amel membaca buku diary Arum. Disitu tertulis curhatan Arum tentang perasaannya kepada Nino.Setelah Amel membaca buku diary Arum, dia merasa kecewa karena temen sendiri juga suka sama cowok yang sama. Tapi Amel berfikir rasa suka itu datangnya tiba-tiba jadi siapa pun berhak untuk suka sama Nino. Amel tetap terus berjuang mengambil hati Nino, walau harapanya kecil.Di taman sekolah Amel melihat Arum dan Nino sedang berincang-bincang, tapi ini beda mereka terlihat serius. Amel penasaran dan akhirnya ia nguping dibalik pohon.“Ruummm gue suka sama lo, lo mau nggak jadi pacar gue?“ Tanya NinoArum kaget dia bingung harus jawab apa, tapi akhirnya Arum menerima Nino jadi pacarnya tanpa memikirkan perasaan Amel sahabatnya sendiri.“ Iya aku mau“ Jawab ArumAmel yang mendengar jawaban Arum dibalik pohon kaget, dia tak menyangka sahabatnya akan tega. Tanpa berfikir Amel keluar dari belakang pohon.“ Rumm lo pacaran sama Nino? Congrast ya lo udah bikin gue sakit hati“Arum dan Nino kaget tiba-tiba Amel muncul dari belakang pohon dan bilang sperti itu.“ Maafin gue Mell, tapi gue cinta sama Nino““ Yaudahlah “Amel langsung pergi meninggalkan Arum dan Nino. Perasaanya campur aduk nggak karuan, dia masih bingung kenapa temannya tega melakukan hal itu. Padahal Arum tau kalo Amel udah lama ngejar-ngejar Nino.Persahabatan bisa hancur begitu saja karena cinta. Utamakan sahabat mu daripada pacarmu karena orang yang bakal selalu ada disaat kamu senang dan susah itu sahabat. Persahabatn yang dijalin cukup lama bisa hancur seketika karena masalah cinta.KARYA: ARUM NADIA HAFIFI

  • Cerpen Cinta: YOU ARE MY EVERYTHING

    YOU ARE MY EVERYTHINGOleh Bella Danny Justice“kenapa kamu tega menghianati aku Miko ? apa salahku selama 1 tahun kita bersama ? apa ?! katakan padaku Miko !!” aku tak dapat lagi menahan rasa sakit hati yang meluap-luap di dada. Aku tidak peduli jika ia menganggap aku wanita yang cengeng. Aku menangis di hadapannya karena aku tidak bisa lagi mentolerir perbuatannya kali ini. Miko, kekasihku yang sudah menghiasi hari-hariku selama 1 tahun kini berhianat dengan wanita lain. Aku tidak tau siapa wanita itu, aku tidak mengenalnya, tetapi Miko sendiri yang mengaku kepadaku kalau ia sudah mengecewakan aku dan meminta padaku untuk mengakhiri hubungan kami karena ia merasa sudah tidak mungkin untuk melanjutkan semuanya ini.“aku sungguh minta maaf Sharon, tapi aku tidak bisa lagi bersamamu. Maafkan aku…” Miko tidak memberiku kesempatan untuk berbicara, ia langsung pergi meninggalkan ruang tamu rumahku yang hanya berisikan kami berdua. Tangisku pecah saat mendengar pintu rumahku tertutup. Miko sudah benar-benar pergi, ia tidak akan kembali lagi, ia ternyata serius dengan perkataannya. Aku bodoh sekali telah mempercayainya. Ini semua kesalahanku dan aku layak menerimanya. ‡‡‡Aku hanya tinggal dirumah bersama dengan Bi Lastri dan supirku Mas Seno. Orangtuaku selalu sibuk mengurus bisnis di luar kota atau luar negri. Meskipun begitu aku tidak pernah merasa kesepian karena mereka berdua selalu menghibur dan menemaniku. Tentu saja, karena Bi Lastri dan Mas Seno sudah mengasuhku sejak bayi sampai sekarang aku menjadi mahasiswi, aku tetap masih membutuhkan mereka.Ketika Miko memutuskan hubungan kami aku pun menceritakan semuanya kepada mereka. Aku menangis di pelukkan Bi Lastri wanita paruh baya itu. Ia membelai rambutku dan menenangkan aku seperti anaknya sendiri. Walau Miko tidak mencintaiku tetapi aku beruntung karena masih mempunyai mereka yang menyayangiku. Untuk itu aku berjanji tidak akan terpuruk karena dia.“loh non Sharon kok belom ganti baju sih ? Tuan sama nyonya udah nunggu di bawah untuk makan malam dari tadi, cepetan ya non abis itu non langsung turun.” Ujar Bi Lastri yang sudah bolak-balik ke kamar untuk mengingatkan aku berulang kali.“iya iya, bilang sama mama dan papa suruh tunggu ya bi. Aku bentar lagi turun, mau siap-siap dulu.” Kataku lalu menutup pintu kamar dan menguncinya setelah bi Lastri keluar.Aku rasa aku tidak bisa menepati janjiku, aku rasa aku lebih baik mati daripada tidak bersama Miko. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Diriku hampa tanpa kehadiranya, tanpa senyum manisnya, serta canda tawanya. Sudah 1 bulan aku mengambil cuti kuliah karena aku merasa belum sanggup untuk mengikuti pelajaran mata kuliahku semenjak Miko meninggalkanku.Dan kini mama dan papaku baru saja kembali dari Manado tadi pagi. Entah mengapa kepulangan mereka kerumah pun tidak bisa menghibur hatiku yang sedang terguncang.Maafkan aku ma, pa… aku bukan anak yang baik, aku rasa aku tidak bisa makan malam bersama lagi dengan kalian, untuk selamanya… selamat tinggal…Aku menelan banyak obat tidur yang ada di laci lemari kamarku malam itu. Aku berniat untuk mengakhiri rasa sakit ini. Aku yakin setelah aku meminum semua obat tidur ini aku akan merasa tenang dan rasa sakit itu tidak akan muncul lagi. Beberapa menit kemudian aku merasa tubuhku mati rasa, aku jatuh tergeletak ke lantai dan mengalami kejang-kejang.Dari luar pintu kamar aku masih bisa mendengar mama dan papaku yang terus mengetuk-ngetuk pintu dan berteriak dengan cemas. Aku dengar mereka meminta bantuan pada Mas Seno untuk mendobrak pintu kamarku.Tidak…ma, pa.. kalian jangan masuk… aku tidak ingin kalian menangisi anak kalian yang bodoh ini…Mataku mulai meredup, perlahan tertutup dan aku tidak tau lagi apa yang terjadi setelah itu. Aku rasa aku sudah mati ? Ya, baguslah! Rencanaku berhasil! Ucapku dalam hati.‡‡‡Harapanku ternyata tidak terkabul. Orangtuaku membawaku ke rumah sakit tepat waktu sehingga aku berhasil diselamatkan. Aku sempat tidak sadarkan diri selama 2 bulan, dan sekarang aku sudah keluar dari rumah sakit itu. Mama dan papaku tampak terpukul dengan kejadian ini. Mereka menangis begitu mendapati aku tersadar dari koma. Aku sungguh seperti anak durhaka. Aku berdosa kepada mereka berdua dan terutama kepada Tuhan. Bagaimana bisa aku melakukan percobaan bunuh diri hanya karena seorang pria ? maafkan aku Tuhan..Setelah kejadian itu orangtuaku memutuskan untuk membawaku ke London. Mereka ingin aku melupakan hal-hal yang terjadi di Jakarta dan memulai lembar kehidupan yang baru. Aku menyetujuinya, walaupun aku tau nanti di sana mereka juga tidak selalu hadir untuk menemaniku, tapi setidaknya aku berada di tempat yang baru dan aku harap aku bisa melupakan kenangan pahitku.Keesokan harinya aku, mama dan papa segera terbang ke London. Aku pasti akan sangat merindukan Bi Lastri dan Mas Seno, tapi ini adalah jalan yang terbaik bagiku. Miko pun tidak pernah memberi kabar sama sekali sejak terakhir kali kami bertemu, padahal aku tetap ingin berteman dengannya, nomernya juga sudah tidak aktif lagi. Aku rasa ini memang saatnya aku untuk melupakannya.Sesampainya di ibu kota Inggris itu aku langsung merebahkan tubuhku ke kasur karena Jet lag yang mendera. Ya, ini lah rumah baruku, tempat tinggal baru, dan orang-orang baru yang akan mengisi kehidupanku.Mama memasuki kamarku dan menghampiri aku yang sedang terbaring di tempat tidur. “Sharon, kamu istirahat yang banyak ya, mama dan papa harus pergi ke Manchester untuk menemui relasi bisnis. Kalau kamu butuh sesuatu minta saja sama Nanny Grace. Oh ya, dia juga bisa berbahasa Indonesia.”“ya, kalian berdua hati-hati.” ucapku sambil menarik bedcover bermotif bunga mawar itu.Sendiri lagi… selalu seperti ini, and i’m getting used to it.Aku menetap di London hanya sampai aku merasa lebih baik saja, aku tidak sungguh-sungguh pindah ke negara ini. Aku mengambil cuti 1 tahun di kampus ku dengan alasan terapi penyembuhan. Istilah “tidak ada tempat yang paling nyaman dari kampung halaman” itu memang benar. Walaupun tinggal di London, aku tetap rindu Indonesia dan aku akan segera kembali sampai aku selesai menata hatiku.“Sharon, apa kau butuh sesuatu ?” sahut seseorang dari luar kamarku dengan bahasa Indonesia yang tidak terlalu fasih. Ya, itu adalah Nanny Grace.“tidak, saat ini aku ingin tidur saja. Terimakasih tawarannya Nanny.” Balasku nyaring.“baiklah. Istirahat yang cukup.” ujarnya.Aku tidak merasa lelah lagi, justru sekarang merasa bosan. Aku membuka laptopku dan menyolokkan modem ke port usb. Sudah 3 bulan aku tidak membuka akun jejaring sosialku, mungkin ada hal terbaru yang tidak ku ketahui.“maafkan aku meninggalkanmu, sekarang kau pasti membenciku. Tidak apa, itu justru yang aku inginkan karena aku memang tidak pantas mendapatkan wanita yang sangat baik sepertimu.. aku hanya seorang pengecut, i’m so sorry Ser..” 3 months ago.Ketika membuka akun facebook-ku, itulah hal pertama yang aku liat di beranda. Itu adalah status yang ditulis Miko 3 bulan yang lalu. Karna penasaran aku pun membuka profilenya secara keseluruhan. Entah mengapa jantungku berdetak lebih cepat 2 kali lipat dari sebelumnya. Begitu tampilan facebook Miko terpampang lengkap di depan kedua bola mataku aku tidak dapat berkata sedikitpun. Aku hanya menggigit bibir bagian bawahku, menahan agar aku tidak menangis ketika membaca semua statusnya.“sepertinya harapanku sudah sirna, kalau memang dia sudah melupakan aku dan bahagia bersama dengan orang lain, aku pun akan berusaha untuk bahagia.” 15 minutes ago.“ini membuatku tersiksa, aku tidak sanggup lagi..” 1 day ago.“aku harap dia tidak membuka akun facebooknya, kalau ya, aku benar-benar akan sangat malu.” 2 days ago.“it’s so cold without you by my side, i’m sorry to hurt such an angle like you. You are my everything.” 4 days ago.“you must be hate me so much.” 2 weeks ago.“if only i could tell you the truth, would you still love me ?” 1 month ago.Yang benar saja ?! apa kau benar-benar menulis semua status ini Miko ? tapi kenapa ? apa alasanmu melakukan ini semua terhadapku ? ternyata kau tidak pernah sungguh-sungguh ingin pergi meninggalkanku ?! lalu mengapa kau berbuat seperti itu ?? aku tidak mampu menahan cairan hangat itu keluar dari mataku, aku merasa sangat senang usai membaca semua statusnya, namun aku juga merasa sedih karena dulu ia tidak mau jujur kepadaku.Beberapa saat aku menangisi hal itu lalu aku tersadar kalau kepergianku ke London adalah untuk menghapus kenangan pahitku. Ya! aku harus melupakan Miko! Lagipula sudah terlambat bagiku jika sekarang aku ingin berharap dia masih mencintaiku. Dari status yang ditulisnya 15 menit yang lalu dapat disimpulkan bahwa ia akan melupakanku cepat atau lambat, dan aku harus merelakan itu.‡‡‡Hanya 1 bulan aku berada di London dan aku memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Aku rasa aku sudah menata dengan benar hatiku. Aku yakin sudah tidak ada lagi perasaanku yang tersisa untuk Miko, mantan kekasihku yang dulu meninggalkanku. Meskipun aku tau kebenarannya, tapi itu sudah terlambat. Semuanya sudah berakhir…“Sharon, are you really leaving ? please just stay with me..” pria bertubuh jangkung itu memelukku dengan erat. Ya, dia adalah Kieran, aku mengenalnya saat berkunjung ke perpustakaan umum di London ketika aku merasa down setelah mengetahui yang sebenarnya tentang Miko. Dia bekerja di sana, dia mengajakku berkenalan dan makan malam. Sebenarnya aku mulai sedikit menyukai laki-laki tampan berambut coklat itu, tapi aku harus pergi. Aku harus melanjutkan studiku di Indonesia yang sudah terbengkalai karena kejadian-kejadian yang terjadi belakangan ini.Aku mengendurkan pelukannya perlahan. “i want it, but i can’t, i have to go now. Don’t be sad Ki, i’ll visit you right away. Goodbye..” Ucapku sambil menyunggikan senyum manis kepada Kieran.Aku bersiap menggaet sebuah tas travel berukuran sedang dan koper besar. Tetapi saat aku akan membelokkan tubuhku untuk pergi dari sana tiba-tiba saja Kieran meraih pergelangan tanganku dan menariknya sehingga tubuhku berputar 180 derajat. Wajahku tepat di depan wajahnya dan sangat dekat, aku memandang mata birunya penuh tanda tanya. Kieran semakin mendekatkan wajahnya kearahku, ia menundukan kepalanya sedikit lalu dalam sekejap ia mendaratkan sebuah kecupan lembut di bibirku yang membuatku tak bisa berkata apa-apa.Kieran melepaskan genggamannya lalu berkata. “sorry if you don’t like it, but that’s our farewell kiss. I’ll be missing you Sharon..”“thank you Kieran.” Ucapku lalu melangkah pergi dari sana. Kieran, dia satu-satunya pria yang mampu membuatku ragu untuk pergi dari London, tetapi aku tetap harus kembali ke Indonesia. Aku tidak akan melupakanmu Ki. Terimakasih kau sudah hadir dalam hidupku…‡‡‡Saat aku sudah menempati tempat duduk ku di pesawat, entah mengapa aku ingin membuka handphone dan melihat facebook-ku kalau-kalau ada seseorang yang menulis sesuatu di wall-ku.Benar saja dugaanku, ternyata ada seseorang me-wall-ku. Dia teman SMA-ku dulu Flavia :“oh my God! I really miss you Sharon!! It’s been so long, let’s meet up dear.” 6 hours ago.“please turn off your cell phone because the plane will be taking off in a few minutes.” Ujar pramugari tersebut yang memperingatkan aku karena terlihat masih asik memegangi benda mungil itu.“oh, ok.” Jawabku singkat.Cepat sekali pesawat ini akan lepas landas. Aku pun bergegas log off dari facebook-ku, tapi aku sengaja kembali ke beranda. Dan hal itu membuatku terkejut! Aku melihat Miko baru saja mengupdate statusnya :“going back to Indonesia from London, i can’t stand my dad anymore. I need to meet you! I have to tell you the truth.. hope you could understand.” Just now.Apa ?! ternyata dia selama ini ada di London ?! dan sekarang ia sedang kembali ke Indonesia ?!Ini benar-benar mengagetkan untukku. Aku berdiri dan mencari-cari sosok Miko. Aku duduk di bagian tengah, jadi aku harus mengecek ke bagian depan dan ke belakang supaya menemukannya. Namun beberapa saat mencarinya aku tidak mendapatkan Miko di bangku deretan depan maupun belakang. Dengan menghela nafas panjang aku pun kembali ke tempat dudukku.Aku sedikit terkejut karena ketika aku kembali ke bangku ku aku mendapati tas besar milik seseorang ada di sampingku. Padahal sebelumnya aku tidak melihat tas itu, tiba-tiba saja benda itu muncul.Aku duduk diam, memejamkan mata dan memasang headphone menyetel musik rock kencang-kencang. Entah kenapa aku merasa sedikit kecewa karena tidak dapat menemukan Miko dan seharusnya aku juga tidak perlu mencari pria itu, karena aku harus melupakannya.Akhirnya pesawat pun lepas landas, hanya tinggal hitungan detik saja tapi orang yang duduk di sampingku tak kunjung datang. Apa dia belum pernah naik pesawat sebelumnya? Gumamku dalam hati.“excuse me miss..” ucap seseorang dengan nafas yang bergemuruh seperti di kejar hantu. Ya, pasti orang itu!“it’s ok, no…” saat aku melepaskan headphone dan membuka kedua mataku, aku tak berkutik dan bibirku tak bergerak sedikit pun memandang orang tersebut.“Sharon ?” ucapnya dengan nada setengah tak percaya.‡‡‡Sungguh sebuah hadiah yang tak terduga bagiku. Aku satu pesawat dengan Miko dan tempat duduk kami pun bersamaan. Meskipun begitu aku tidak membuka mulut. Aku mengunci bibirku rapat-rapat dan berusaha bersikap acuh terhadapnya.“maafkan aku Sharon… sekarang aku akan menjelaskan semuanya kepadamu. Aku harap kau bisa mengerti.” Kata Miko yang membuka pembicaraan di tengah keheningan kami selain suara pesawat yang sedikit bising terdengar.Aku tidak memandangnya, aku hanya membalas ucapannya. “aku sudah tau semuanya, aku sudah baca semua statusmu. Tidak ada lagi yang perlu di jelaskan.”“masih ada yang belum kau ketahui Sharon dan aku harus mengatakannya. Tolong izinkanlah aku menjelaskannya padamu.” Nada yang memelas itu membuat hatiku luluh. Rupanya aku belum bisa menata hatiku, rupanya aku masih menyukainya.“katakanlah apa yang ingin kau katakan.” Ucapku berharap terdengar cuek.“aku meninggalkanmu karena papaku memaksaku untuk belajar mengurus perusahaannya, itu ia lakukan karena menurutnya aku lah satu-satunya pewaris perusahan yang ideal. Dia tidak mau kakakku Tommy yang menjadi pewaris perusahaan karena baginya Tommy hanya akan memperburuk keadaan keuangan perusahaan yang sedang goyah saat ini. Karena itu aku beralasan kepadamu bahwa aku telah menghianatimu, tapi kenyataannya aku sama sekali tidak pernah melakukan itu Sharon. Aku sangat mencintaimu, tetapi di lain sisi aku juga tidak bisa menolak permintaan papaku. Tolong cobalah mengerti keadaanku Sharon, aku tidak pernah berniat untuk melukai perasaanmu sedi…” Miko terus saja berbicara dan itu membuat telingaku panas. Aku tidak bisa untuk tidak memaafkannya apalagi karena alasannya sangat kuat seperti itu.Aku pun memotong perkataannya. “lalu kenapa kau kembali ? aku melihat status mu, kau bilang kau tidak tahan dengan papamu.” Kini aku mulai menatapnya, aku memberanikan diri memandang wajahnya. Dia tidak berubah, masih sama seperti dulu… sangat tampan..Miko tertunduk sejenak, ia menggengam tanganku dan kembali berkata. “sebenarnya urusanku di London belum selesai Sharon, tetapi aku sudah tidak tahan lagi karena rasa bersalah yang terus menghantui diriku. Aku ingin kau tau semuanya, dan aku tidak ingin kau membenciku karena aku sangat menyayangimu.”“jangan bicara lagi. Aku mencintaimu Miko. Dan aku tidak pernah bisa membencimu.” Aku langsung memeluk Miko saat itu juga. Rasanya aku rindu sekali dengan pria ini. Kalaupun aku ingin, aku tidak bisa membenci Miko. Aku bingung mengapa bisa seperti itu. Tapi satu yang pasti aku sangat senang bisa bersama lagi dengannya.You are my everything, no one will be able to replace you from my heart…You mean the world to me…You’re the apple of my eye…DE ENDFacebook : Bella JusticeTwitter : @bellajusticeeE-mail : alexa.bella14@yahoo.comThis is my last story because i’m feeling bad now, I hope i could start a new story as soon as possible. Hope you all like it. 🙂

  • Cerpen Sedih: Maaf Ku Harus Pergi dari Cintamu

    Indahnya cinta kurasa , tetapi tak seindah yang kukira . malam semakin malam, tanpa ada dirimu disisi. ku mohon pada dirimu jangan dustai hati dan cintaku. Kasihku hanyalah dirimu , kasihku aku cinta padamu .Lembut nya embun pagi menyapa hati dan cintaku , seolah tak berhenti berharap akan cintamu. Manisnya cintamu dan indah senyum bibirmu menambah rasa cintaku kepada dirimu . dunia maya adalah awal cerita kita yang tak pernah kulupa sepanjang hidupku . perkenalan ku dengan dirinya membawa arti kebahagian dalam hidupku. Perbedaan pendapat membawa kita pada jurang kehancuran.Maaf ini sudah menjadi keputusan ku dan harus pergi untuk kesekian kalinya , dan aku pun tak bisa berbuat apa – apa hanya kata maaf ku bisa ku ucapkan padamu.Jujur ,kau telah melukai hati perasaanku , sehingga hidup ku kehilangan arah tujuan dan membuat suram hidupku. En, kenapa kau membohongi ku, apa kau tidak iba akan diriku. Maafin aku? Janji- janjimu semua palsu .Aku sedih melihat kamu tak setia pada ku .Walau rasa sayangku begitu besar kepada mu. tapi itu percuma ,kamu seakan tak menghiraukan aku lagi.Malam Tahun baru 2011 adalah malam begita saklar .makna pergantian tahun . karna,ini juga termasuk sangat bermakna dalam hubungan kita bina selama ini .semua serba baru .Kamu dimana ? loh ko , kenapa kamu pulang ke Depok sih . oya udah , kalau kamu mau malam tahun baruan bersama keponakanmu.Bergegas aku mencoba mengecek ketempat kost an mu di bilangan Rawamangun .apa benar dia pulang ke depok atau membohongiku.Aku gak yakin Eni pulang ke depok , rasa bimbang dan gak yakin tercurah dalam perasaan ku ini.loh ko, ternyata dia membohongi ku , ku melihat sendalnya berada ditempat kerjanya .tanpa berpikir panjang aku ketuk pintu kantornya , dia tampak kaget memandang diriku .hubungan yang terjalin selama 4 tahun dirusak oleh dia sendiri. membina hubungan begitu lama, akhirnya dia berkhianat tertangkap basah dengan rekan kerjanya sedang berdua an dalam kantor. Keluar kamu, dia tampak bingung memandang ku dan penuh rasa bersalah karna telah berbohong.“Ayo, kita jalan ?“Bergegas keluar dan meninggalkan kantor ?“Pucat terlihat dalam raut wajahnya?Sadar dia telah berbohong , pembicaraan selalu dialihkan .kamu kenapa bohong? Jujur ini terasa mimpi , dibohongi pasangan adalah sesuatu paling najis . Masih terasa luka oleh perilaku dia semalam , ternyata aku belum percaya 100%.Walau pun diriku sedang libur , aku coba menyatroni tempat kost an untuk kali ke dua.rasa kepercayaan ku mulai luntur , tak kala dia tertangkap basah lagi . rekan kerjanya yang juga kenal denganku , Nampak datang ke tempat kost nya . aku gak tinggal diam, 500 menit ku mengawasi .akhirnya ku datangi kost an nya terjadi keributan , sayang tangan ku dipegang nya sehingga tak terjadi perkelahian antara hasim dan aku . merasa tertangkap basah untuk kali ke dua , dia nampak pucat terlihat diwajahnya.Jujur dengan kejadian itu , aku benar gak bisa memaafkan dia ? rasa kepercayaan ku hilang seketika dan larut dalam kekecewaan .Meski pun sudah hilang rasa cintaku . tetapi aku memandang dia , mungkin itu semua sesuatu ke khilaf an dan bisa diperbaiki kembali. Aku pun mencoba mengunjungi dia ke kost an nya dengan maksud main dan sekalian meminta maaf atas sikap ku yang arogan .sayang , maksud baik ku ga direspon dengan baik ,aku ditinggal sendiri di teras kost an nya.Ku telpon ponselnya selalu di matikan ? Ku sms ga ada balasan?Hingga akhirnya , mungkin aku harus pergi dari hati dan cintanya selamanya dan menatap esok hari yang lebih cerah. Pergi dengan perasaan galau terasa dalam hati ku . tak ada keindahan yang tercipta dunia seakan gelap menjadi gurita .Mendengar ku tidak ada di Jakarta . dia pun mencoba menghubungi diriku “hallo, kamu dimana ?Maaf , aku sudah berada di luar kota sekarang?“eh , kenapa kamu pergi ? segera balik , saya tunggu kamu di kost an sekarang.“maaf ga bisa , aku sudah di Jawa ?“oya , udah kalau itu mau kamu sih?Kegagalan dalam bercinta bukan berarti kiamat , akan tetapi kegagalan adalah sebuah pengalaman dan harus dicarikan solusinya. Hari – hari yang indah kini telah hilang. Ku coba menjalani kehidupanku dengan rasa tegar walau terkadang rasa kesepian hinggap dan selalu menghantui pikiranku.Gambaran cerita ini mungkin sedikit dari sekian banyak cerita hidup yangbisa di jadikan renungan.sehingga kita dapat belajar tentang arti sebuah cinta .karna, setiap manusia tidak ingin gagal dalam menjalin hubungan asmara.semoga kita lebih mawas diri dan menjaga hubungan jalinan kasih dengan pasangan kita.Sekarang antara aku dan dia tidak ada kontek ?mungkin dia sekarang sudah menjalin cinta dengan yang lain dan menghasilkan Buah cinta yang menhasilkan kasih sayang*******By : SUGI ALWIN REY facebook: Sugi Alwin reyThanks sob udah mau baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*