Cerpen Terbaru Take My Heart ~ 08

Huwaaaaaa!!!. Kok cerpen terbaru take my heart nya ini jadi begini yak?. Ck ck ck, makin kacau bo'. Gara – gara siapa maren yang bilang, lupa saia. Pake nyuruh acara berantem segala. Hade….
Over all, ya sudah lah. Lanjutkan saja. ^_^
Untuk part sebelumnya bisa bace :
-} Cerpen terbaru Take My Heart part 7


Bus melaju dalam keheningan. Keduanya masih sibuk dengan jalan pikirannya masing masing. Bahkan tak terasa bus sudah berhenti di tempat tujuan. Dengan berlahan Vio melangkah turun. Di belakangnya Ivan masih setia mengikuti.
Sambil terus melangkah Vio melirik jam yang melingkar di tangannya. Masih terlalu dini untuk langsung mendekam di kostan. Lagi pula sejujurnya pikirannya masih kusut. Ia butuh sedikit penyegaran. Menatap langit sore sepertinya menyenangkan. Hanya saja menyadari kehadiaran makhluk yang tak di inginkan masih berada di sampingnya membuatnya merasa ragu.
"Loe boleh terus menganggap gue nggak ada kalau loe mau" Ivan akhinya bersuara saat mendapati lirikan risih Vio padanya.
"Ehem".
Vio hanya berdehem walau tak urung membenarkan ucapan Ivan barusan. Benar juga, ia hanya perlu berpura – pura kalau pria itu tidak ada. Tapi pertanyaannya sampai kapan ia akan terus berpura – pura sama seperti ia terus berpura – pura kalau ia baik – baik saja?.
"Huh" Tampa sadar ia menghembuskan nafas berat. Dadanya benar – benar terasa sesak.
"Dia mantan loe ya?".
Vio refleks menoleh. Sedikit mengernyit mendapati wajah Ivan yang lurus menatapnya. Menanti kalimat jawaban keluar dari mulut mungilnya.
"Herry, Gebetannya Silvi" Ivan menambahkan.
"heh, Gimana gue bisa menganggap loe nggak ada kalo loe jelas jelas bisa ngomong" balas Vio mencibir membuat Ivan tersenyum salah tingkah. Sejujurnya ia sendiri tidak tau kenapa ia bertanya.
"Kalau gitu loe nggak perlu menjawab".
Susana kembali hening. Keduanya kembali terdiam sambil terus melangkah. Saat sampai di dekat taman Vio membelokan langkahnyam. Duduk berdiam diri di bawah pohon sambil menatap langit.
"Bukan".
"Eh?".
"Dia bukan mantan gue" Sambung Vio tanpa menoleh walau ia tau Ivan sedang menatapnya heran. "Walau gue pernah suka sama dia".
"he?" Kali ini Ivan jelas melotot mendegar pengakuan lirih Vio barusan.
"Masih" Vio menegaskan.
Kali ini ia menoleh. Berhadapan langsung dengan wajah Ivan yang jelas heran sekaligus merasa tak percaya. Tapi yang di tatap hanya diam saja. Tidak bereaksi. Mungkin lebih tepatnya tidak tau harus bereaksi seperti apa. Membuat Vio mencibir sinis dan segera mengalihkan tatapannya kembali kearah langit. Menatap awan yang berarak dalam keheningan.
"Untuk menghindari dia, gue pindah kampus dengan harapan rasa sakit gue bisa sedikit terobati. Siapa yang menyangka, justru dikampus baru ini gue malah bertemu loe. Seseorang yang sudah terkenal sebagai playboy kelas kakap, yang jadiin gue taruhan sepuluh juta. Dan seolah itu belom cukup, Kenyataan baru muncul, sosok yang bikin gue patah hati ternyata gebetan baru sahabat gue. Menurut loe, kurang apa coba derita gue?" Sambung Vio lagi.
Ivan menunduk dalam dengan mulut terkunci. Tak tau perasaan apa yang merambati hatinya. Yang ia tau, ia merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Rasa bersalah secara berlahan namun pasti merasuk kerelung batinnya. Melihat raut terluka di wajah Vio, meyakinkannya. Gadis itu tidak sedang bercanda.
"Gue jadi berfikir, Kesalahan apa yang dulu pernah gue lakuin sampai sepahit ini takdir yang harus gue jalani?" Lanjut Vio membuat tangan Ivan terkepal erat.
"Leo punya jawabannya?".
"Glek".
Ivan tampak menelan ludah. Pertanyaan Vio jelas menohoknya. Memangnya jawaban seperti apa yang bisa ia berikan?.
"Jika tidak, Berdiam dirilah. Anggap aja loe nggak pernah denger cerita apapun dari mulut gue. Gue pengen menatap langit dalam keheningan. Leo sendiri bilang gue boleh nganggap loe nggak ada kan?".
Selesai berkata tangan vio terulur merogoh tas sandangnya. Mencari Ipod kesayanganya. Menyambungkan headset kekedua telinganya. Lagu Yang ku sayang miliknya letto mengalun lembut. Entah mengapa peperapa hari ini ia begitu menyukai dua bait lirik yang ada pada lagu itu. Bahkan tanpa sadar mulutnya sudah ikut mendendangkan.
"Hidup terlalu singkat untuk tak berbuat
hidup terlalu indah untuk tak berubah"
Cerpen Terbaru Take My Heart ~ 08
Selesai mengunci pintu pagar rumahnya dengan santai Vio melangkah. Menuju halte bus yang akan membawanya ke kampus. Namun belum juga lima langkah, sebuah klakson telah terlebih dahulu mengagetkannya. Membuatnya mau tak mau terpaksa menoleh. Menghembuskan nafas kesel saat mendapati cengiran lebar di wajah Ivan.
"Loe nggak keberatan motor gue parkir di depan kostan loe lagi?".
"Tentu saja gue keberatan" Balas Vio ketus.
"He he " Ivan tampak mengaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal.
Sementara Vio sendiri terdiam. Matanya mengawasi sosok yang berdiri di hadapanya dari atas kepala sampai ujung kaki. Ya ampun, ni orang makin hari kok makin keren aja si. Pujinya dalam hati.
"Dari pada loe parkir di sana, mendingan loe boncengin gue".
"Eh?" kening Ivan berkerut bingung. Ragu akan kalimat yang ia dengar barusan.
"Kalo loe keberatan, ya sudah. Gue naik bus aja" Vio angkat bahu sambil berniat berbalik pergi. Tapi dengan cepat Ivan menahannya.
"Tentu saja tidak. Ayo naik" Sahut Ivan cepat membuat senyum samar tergambar di wajah Vio.
"Kok tumben si, loe mau boncengan sama gue?" tanya Ivan setelah motor mereka mulai melaju.
"Bukan karena gue keberatan, tapi gue heran aja" Sambung Ivan lagi tak memberi kesempatan Vio untuk menyela ucapannya..
"Setelah gue pikir – pikir. Dari pada loe gue anggurin kayaknya mendingan gue manfaatin deh. Lagi pula kan lumayan . Gue bisa hemat juga. Nggak perlu lagi bayar biaya ongkos. Gue kan bukan anak orang kaya kalau loe belom tau" Sahut Vio santai namun jelas menyindir.
"Jawaban apa itu" Gerut Ivan kesel.
"Ha ha ha, Kenapa loe kesel. Asal tau aja ya, Sebaik – baik manusia itu adalah yang hidupnya bermanfaat" Tambah Vio sama sekali tak merasa bersalah." Jadi loe nggak boleh marah kalau di manfaatin"Sambungnya lagi.
"Tapi gue kan bukan orang baik" Gumam Ivan mengerutu tak jelas. Vio sendiri justru pura – pura tak mendengarnya.
Begitu sampai di kampus, tatapan tak bersahabat langsung Vio dapatkan. Tapi ia bersikap cuek saja. Tak terlalu mengambil pusing. Menurutnya hidupnya terlalu berharga untuk di habiskan memikirkan tanggapan negatif orang padanya bukan?.
"Vio".
Vio yang baru saja turun dari jog belakang Ivan langsung menoleh. Mendapati Silvi yang berdiri tak jauh darinya. Sepertinya ia juga baru tiba. Dan Vio hanya mampu menghela nafas saat menyadari kalau Silvi tidak sendiri. Herry masih duduk di atas motor di sampingnya. Bukti nyata kalau cowok itu datang bersamanya.
"Loe nggak papa kan?".
Vio hanya melirik sekilas kearah Ivan yang berbisik padanya. Hei memangnya dia kenapa?.
"Loe baru datang?" tanya Vio sambil melangkah menghampiri.
"Kok loe bareng sama IVan?" Silvi balik bertanya. Mengabaikan pertanyaan Vio yang terlontar duluan.
"Tadi dia jemut gue" balas Vio malas. Apalagi ia jelas menyadari tatapan tajam Herry yang terjurus padanya.
"Kalian pacaran?".
Mata Vio sontak membulat. Tempakan langsung dari Harry jelas menohoknya. Memangnya dia cewek apa an. Baru beberapa saat yang lalu ia di buat patah hati olehnya bisa langsung mendapatkan pengantinya.
"Tentu saja tidak" Jawab Vio kesel.
"Tapi gue suka sama dia".
Bukan hanya Silvi yang menoleh, Harry juga ikut mengalihkan tatapannya kearah Ivan yang kini berjalan menghampiri mereka dengan santainya padahal jelas – jelas Vio sedang melemarkan tatapan tajam padanya.
"Apa?" tanya Harry tak percaya. Ivan hanya angkat bahu sambil tersenyum manis kearah Vio.
"Sebagai taruhan sepuluh juta" Silvi menambahkan sambil mencibir sinis. Membuat kerutan bingung semakin bertambah di wajah Harry. Ditatapnya gebetannya itu yang kini tampak sedang adu tatapan bersama Ivan. Sementara Vio hanya mampu mengusap keningnya yang mendadak terasa pusing. Kacau…
"Maksut loe apa Silvi?" tanya Harry kemudian.
"Iya. Ivan ini playboy, Dan dia secara sengaja bikin taruhan sama teman – temannya buat macarin Vio dengan bayaran Sepuluh juta" Terang Silvi.
Dan semuanya terjadi begitu cepat. Vio sendiri tidak menyadari bagaimana kronologinya. Yang ia tau saat ini Ivan telah terdampari di tanah sambil mengusap wajahnya, sedikit darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Di hadapannya Harry berdiri dengan emosi. Kalau saja tidak di tahan dengan kuat oleh Silvi, bisa di pastikan pukulan selanjutnya akan melayang.
"Loe bener – bener berengsek. Leo tau nggak si, tindakan loe jelas bisa melukai hati Vio" Geram Harry kalap.
Berlahan Ivan berdiri. Menghadap langsung kearah Harry dengan tatapan jelas menantang.
"Leo yakin loe nggak lebih brengsek dari gue" Serang IVan balik.
"Maksut loe?" sambar Silvi bingung.
"Cukup. Ivan ayo kita pergi" Vio angkat bicara saat mencium situasi yang tak enak. Tidak, ia harus mencegahnya. Silvi tidak boleh tau masalah ini. Atau gadis itu juga akan terluka.
"Tapi…".
Plaks.
Sebuah tamparan mendarat di wajah Ivan. Membuat pria itu terbungkam seribu bahasa sambil menatap Vio tak percaya. Vio sendiri jadi merasa bersalah. Ya ampun, apa yang baru saja ia lakukan?. Menampar Ivan?.
"Ayo kita pergi".
Kali ini Vio gantian meraih tangan Ivan. Menyeretnya berlalu pergi. Meninggalkan tatapan kaget, bingung plus tak percaya. Bukan hanya di wajah Harry dan Silvi. Tapi juga di wajah hampri semua mahasiswa dan mahasiswi yang ikut menyaksikan adegan barusan.Can't Believe it.
To be continue….
Ha ha ha, Penulis no coment deh. Langsung umpetan di kolong meja. :p

Random Posts

  • Cerita Nggak Nyambung ‘Cilela Sendal Jepit

    Alkisah, pada zaman sekarang di tahun 2012 terdapatlah sebuah kerajaan bernama Kerajaan Antah Berantah. Dimana kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang Raja yang sangat adil dan bijaksana. Diceritakan Raja tersebut memiliki 3 orang putra mahkota. Yang pertama, pangeran Romero yang telah menikah dengan Putri Juliyati. Yang kedua Pangeran Romo yang telah menikan dengan Dewi Siti. Sementara yang terakhir, Pangeran Sapaajaboyeh yang telah menikah dengan…. .Eh? Ehem, maksutnya belum menikah.Pada suatu hari, sang Raja mengundang seluruh rakyatnya untuk berkumpul di pelataran istana karena akan memberikan pengumuman yang sangat penting terkait dengan masalah putra bungsunya yang konon sedang jatuh cinta. Maka berkumpullah rakyat dengan berbondong – bondong.Cilela Sendal Jepit"Baiklah rakyat ku sekalian. Hari ini aku mengumpulkan kalian semua karena putra bungsu ku, Pangeran Sapaajaboyeh sedang jatuh cinta pada salah seorang diantara kalian yang telah menyelamatkannya saat jatuh tersungkur kedalam sumur ketika sedang berjalan – jalan kemaren. Tapi untung lah ada yang menyelamatkannya. Dan sebelum ia beneran pingsan ia sempat melihat kalau yang menolongnya adalah seorang wanita muda. Tapi begitu ia sadar, wanita itu sudah tidak ada. Namun sebelum pergi sepertinya ia telah meninggalkan sebelah sandal jepitnya," terang sang Raja, sementara sang rakyat mendengarkan dengan penuh hikmat."Untuk itu, aku akan mengadakan sayembara.”Tiba – tiba ada salah seorang rakyatnya yang mengangkat tangan."Interupsi paduka Raja.”"Silahkan…" kata sang Raja yang memang sudah terkenal dengan sikap kerakyatannya dan menganut sistem Demokrasi dimana rakyatnya bebas mengeluarkan pendapat."Apakah kami semua mendapat jatah 'Snack?" tanya rakyat itu yang mau tak mau membuat kening sang Raja berkerut bingung."Apa maksutmu?" tanya Raja lagi."Begini Raja. Kami memang bukan sedang mengadakan Rapat Paripurna yang penting sehingga biasanya harus di berikan uang saku tambahan. Tapi paling tidak tetap saja saat ini kami sedang berdiri 'Rapat – rapat'. Jadi tidak ada salahnya kan jika kiranya paduka berkenan memberikan kami sedikit snack."Sang Raja mengangguk – angguk mendengarnya. Setelah perpikir beberapa saat akhirnya ia memerintahkan pengawalnya untuk memberikan snack yang di maksut."Baiklah, karena kalian sudah mendapatkan snacknya, kalau begitu sekarang kita bisa langsung melakukan sayembara bahwa seluruh warga wanita harus mencobanya. Dan jika ternyata kakinya cocok dengan sendal jepit ini maka akan langsung dinikahkan dengan sang Pangeran Sapaajaboyeh.”"Intrupsi Paduka Raja," tiba – tiba ada lagi salah seorang rakyanya yang tampak mengacungkan tangan."Silahkan.”"Apakah sayembara ini hanya berlaku untuk wanita?""Ya!" Jawab Raja tegas."Begini paduka. Istri saya, mertua saya, nenek saya dan anak saya yang baru di lahirkan kemaren sore juga wanita, apakah juga di harus kan untuk ikut?”"Oh tidak …. tidak … tidak. Saya yakin orang yang menolong saya kemaren adalah wanita muda, walau saya hanya melihat punggungnya saat mulai melangkah menjauh," Pangeran Sapaajaboyeh yang sedari tadi terdiam mendengarkan langsung angkat bicara.Sang Raja mengangguk – angguk membenarkan. "Baiklah, peraturan di rubah. Sayembara ini hanya berlaku untuk rakyat yang merasa dirinya wanita yang masih berumur antara 17 sampai 21 tahun saja. Dan diharuskan belum menikah," tambah sang raja menerangkan.Dan sebelum sayembara pencocokan sendal jepit benar – benar di langsungkan tanpak seorang rakyat yang mengacungkan tangannya lagi."Apa ada interupsi lagi?" tanya sang Raja."Sebenernya begini paduka. Mungkin ini memang tidak berhubungan sama sekali dengan sayembara yang paduka adakan. Tapi sebagai rakyat, saya benar – benar penasaran. Karena kemaren saya tidak sempat menonton berita.”"Apa maksutmu?" Tanya Raja terlihat binggung."Saya hanya ingin tau Soal keputusan Rapat Paripurna kemaren. BBM jadi naik gak si?".Gubrak…..Raja tanpak mengaruk – garuk kepalanya. Terlihat bingung akan pertanyaan yang benar – benar tidak nyambung."Sebagai negara kerajaan, yang kesehariaannya lebih sering menggunakan kuda. Apakah kenaikan BBM berpengaruh dengan kelangsungan hidupmu?" bukannya menjawab sang Raja malah balik bertanya."Eits jangan salah Paduka. Walaupun saya wong ndeso, Tapi bapak saya kalau mau pergi norget* juga pake motor. Dan Motor itu perlu BBM," ,awab sang rakyat."Memangnya bapak mu norget?" tanya sang Raja lagi."Oh maksut saya itu ibu saya paduka," sang Rakyat meralat."Jadi ibumu bisa naik motor?"."Eh… e…bukan. Sebenernya adik saya paduka," terang rakyat terlihat sedikit salah tingkah."Sejak kapan adikmu mau disuruh norget?" kejar sang raja lagi."Baiklah paduka. Sebenernya tadi saya berbohong. Yang norget itu saja," aku sang rakyat sambil menunduk malu. Sama sekali tidak berani menatap wajah rajanya. Sementara sang Raja hanya tersenyum maklum."Rakyat ku sekalian, untuk pertanyaan tentang BBM yang baru saja di pertanyakan saya tidak bisa menjawabnya karena saya bukan presiden. Tapi dugaan saya sementara melihat harga yang di jual di SPBU masih normal sepertinya itu hanya kejutan April Mop. Ya maklum lah kemaren rapatnya kan di penghujung bulan Maret,” terang Raja panjang lebar. Sementara Sang rakyat kembali mangut – mangut. Entah beneran mengerti atau memang hanya sekedar formalitas."OKE, Back to topic. Bisakah sayembara ini kita mulai.”"Siap Raja!!!".Akhirnya di mulailah acara pencocokan sendal jepit. Hari juga sudah semakin sore, snack juga sudah habis tapi ternyata masih belum ditemukan siapa gerangan sang pemilik sandal. Sampai tiba lah giliran peserta yang terakhir. Begitu melihatnya Sang Pangeran Sapaajaboyeh langsung deg deg an. Memangsi ia tidak bisa melihat seluruh wajahnya karena tertutupi oleh selendang yang ia bawa dan terlihat menyembunikan diri, Tapi begitu melihat poster tubuh serta wanginya juga tingkah lakunya yang gemulai, Pangeran langsung yakin kalau orang itu lah yang telah menyelamatkannya. Terlebih ternyata sendal jepit itu benar – benar pas dikakiknya. Perhatian semua orang segera terjurus kearah putri tersebut yang masih terlihat menunduk malu. Tangan nya juga terlihat memilin – milin ujung selendang yang ia bawa yang secara sadar atau tidak justru malah membuat Sang pangeran makin terpesona sekaligus meyakini bahwa love at first sight itu beneran ada."Apakah sendal jepit ini milikmu?" tanya tanya Raja hati – hati.Wanita itu hanya membalas dengan anggukan."Selain sendal ini yang pas di kakimu bisakah kau membuktikannya dengan cara lain?" tanya Raja lagi. Tanpa menjawab wanita itu segera mengeluarkan sesuatu dari tas yang sedari tadi tersembunyi di balik selendang. Dan ternyata itu adalah pasangan sendal jepitnya. Melihat itu hati Pangeran Sapaajaboyeh semakin berbunga – bunga."Kalau begitu, maukah kau menikah dengan putraku?".Semuanya menunggu dengan harap – harap cemas. Tapi sang wanita hanya terdiam. Sepertinya sedang berpikir – pikir. Setelah beberapa saat barulah ia mengangguk walaupun masih terlihat ragu. Sementara sang pangeran mati – matian menahan diri untuk tidak langsung berlari memeluknya."Kalau begitu sudikah kiranya dirimu memperkenalkan diri. Siapa gerangan namamu dan segala hal tengangmu.”Wanita itu segera mengangkat wajahnya. Tangannya sedikit demi sedikit melepaskan selendang yang sedari tadi menghalangi wajah mulusnya. Begitu melihat nya, Sang pangeran langsung merasa seperti kehabisan oksigen. Napasnya terasa nyesek. Wajah itu benar – benar telah memukaunya. Benar – benar sulit untuk mempercayai sosok yang kini berdiri di hadapannya."Ehem…. Kenalin sang raja. Nama eike Cilela. Jelas Aja akika mau banget kalo di jodohin Sama Pangeran. Keren Gila bo'. Pangeran lagi. ….!!!!. I lope you…….!!!" suara pertama yang keluar dari makluk jadi – jadian di hadapan Raja benar – benar mengagetkan semua orang.Dan untuk sedetik yang terasa lama, mulut Pangeran terdiam. Barulah pada detik berikutnya terdengar teriakan sekaligus ratapan yang mengemparkan seluruh jagat Raya."TIDAK!!!!!!!!!!!!!"Ending….Penulis : Ana MeryaJumlah kata : 1158 wordsDitulis pada : 03 April 2012

  • Cerpen Cinta: DI BALIK MATA INI

    Oleh: Nining Suarsini Juhry – Riana duduk di sebuah taman di depan rumahnya sambil memainkan biolanya. Nada-nada indah mengalun dengan merdu. Siapa saja yang mendengarnya pasti akan tersentuh. Meskipun buta riana termasuk perempuan yang sangat berbakat. Dia tergolong dalam orang-orang cacat yang memiliki kelebihan.Sepuluh tahun yang lalu, saat riana duduk di bangku SD, dia mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Saat itu di tengah bermain kejar-kejaran bersama teman kecilnya yang bernama satria. Pada saat yang sama satria berlari menuju kejalan raya, tanpa di sangka mobil melintas ke arahnya, riana yang melihat kejadian itu langsung berlari ke arah satria dan mencoba menariknya agar terhindar dari mobil itu. Alhasil satria terbebas dari mobil itu tetapi malah dirinya yang tertabrak. Inilah penyebab kebutaannya. Melihat hal itu satria terus-terus saja di hantui rasa bersalah yang amat mendalam sampai sekarang ini. Dia rela melakukan apa saja demi menebus rasa bersalahnya terhadap riana bahkan dia rela mendonorkan matanya tetapi riana menolaknya. Hingga pada akhirnya satria mengikuti orang tuanya ke luar negri.Hari-hari riana di isi dengan kegelapan. Dia tidak pernah merasa putus asa maupun mengeluh. Dia tetap saja menikmati hari-harinya dengan senyuman. Dia tidak pernah menjadikan kebutaannya ini sebagai alasan untuk terpuruk. Justru dia merasa beruntung karena masih di beri kesempatan untuk hidup dan menjalani hari-hari.Kadang-kadang riana diliputi rasa rindu dengan satria sahabatnya. Sudah tiga tahun mereka tidak pernah bertemu. Meskipun kehilangan satria riana memiliki teman baru yoga namanya. Mereka bertemu di tempat les biola. Yoga adalah laki-laki yang baik, meskipun belum lama berkenalan tetapi dia sangat baik dan perhatian terhadap riana. Entah mengapa setiap berada di dekat goya riana selalu merasakan sesuatu yang aneh. Dia selalu merasa kalau yoga seperti tidak asing baginya dan terasa sudah lama mengenal yoga. Tapi siapa pun dia, riana sangat berterimah kasih karena sudah baik padanya dan selalu membuat dia bahagia.Sebulan pun telah berlalu, yoga dan riana makin akrab saja. Suatu hari riana menangis karena rindu akan sahabatnya yang telah lama meninggalkannya. Yoga yang tidak tega melihat riana menangis akhirnya menghiburnya dan mengembalikan senyum cerianya kembali. Dia selalu membuat hari-hari riana penuh dengan keceriaan dan selalu ada disaat riana butuh dimana pun dan kapan pun. Riana sangat berharap suatu hari nanti ketika keajaiban datang menghampirinya dan dia sudah dapat melihat lagi, orang yang akan ia temui pertama kali adalah yoga, dia ingin menatap wajah yoga dan membelainya, sekaligus ingin berterimah kasih karena sudah baik padanya.Kebersamaan mereka yang di rajut untuk beberapa bulan saja akhirnya kandas di tengah jalan. Entah mengapa yoga tiba-tiba menghilang dan sulit sekali untuk di hubungi. Lagi-lagi riana harus ditinggalkan oleh orang-orang ia sayangi. Dia sangat sedih karena harus menerimah kenyataan itu dan lebih menyedihkan lagi, di saat dia akan melihat lagi dia harus kehilangan yoga. Padahal selama ini dia selalu mengimpikan akan melihat yoga dan berbagi kebahagiaan dengannya. Setelah sekian lama menunggu donor mata, akhirnya ada juga pendonor mata yang datang. Entah siapa pendonor mata ini, identitasnya sangat di rahasiakan. Menurut dokter belum saatnya kamu mengetahui siapa pendonor mata ini, nanti setelah kamu melihat baru bisa mengetahuinya. Hatinya begitu galau mendengar pernyataan dokter karena dia ingin sekali berterimah kasih pada sang pendonor mata.Seminggu setelah operasi mata berjalan. Akhirnya riana sudah bisa melihat indahnya dunia ini. Apa-apa saja yang dulu ia tidak bisa liat akhirnya dia bisa melihat, menyentuh dan merasakannya. Bahkan wajahnya pun akhirnya sudah bisa ia lihat di depan cermin. Dia sangat bahagia.Tak ada kata-kata yang ia dapat ucapkan selain beryukur kepada yang di atas. Diam-diam dia meneteskan air matanya. “andaikan yoga dan satria ada di sini”. Ucapnya lirih. Tiba-tiba saja dia di kagetkan oleh panggilan mamanya, dia lalu buru-buru menghapus air matanya. Dia kaget dan sedikit heran ketika mamanya memberikannya sebuah surat. Buru-buru ia membacanya. Setelah membaca isi surat, tak kuasa ia menangis dan berteriak sekeras-kerasnya. Ternyata pendonor matanya adalah satria alias yoga. Selama ini orang yang bernama yoga adalah satria, di memberikan matanya karena dia ingin melihat riana bahagia dan sebagai wujud rasa bersalahnya di masa lalu. Riana tak kuat lagi, dia terus-terus saja menagis. Dan lebih membuat hatinya hancur adalah pendonor matanya adalah sahabatnya sendiri. Entah apa yang harus ia lakukan, dia belum sempat berrterimah kasih karena tiga hari setelah operasi satria sudah berangkat ke luar negri.Ini merupakan kejadian yang amat tidak bisa di lupakan riana, karena di balik matanya terdapat mata satria. Mata riana adalah mata satria, begitupun sebaliknya. “jaga mataku baik-baik riana, aku sangat bahagia bisa melihatmu bisa melihat lagi. Senyum mu adalah bahagiaku”. Begitulah pesan terakhir di isi surat satria.Mata adalah ciptaan terindah yang di berikan oleh allah. Salah satu hadiah yang sangat luar biasa yang diberikan oleh allah adalah penglihatan.Penulis : nining suarsini juhryfb : niningning23@yahoo.comtwitter : @niningsuarsiniCerpen lainnya bisa dilihat dalam Pertemuan Singkat dan Apalah Arti Menunggu.

  • Cerpen Cinta: Kau yang Merubah Hatiku

    Awal dari sebuah rasa manis akan tetap manis jika kita pintar megolah rasa manis itu agar tetap manis. Cerita itu berawal pada sebuah hubungan antara cewek manis yang sering disapa Indi dengan cowok yang sering dipanggil Ihsan. Hubungan mereka yang telah berjalan hampir 9 bulan ini berawal mulus dan penuh dengan bahagia.Rasa pahit ini dimulai saat hari-hari sebelum ulang tahun aku diakhir bulan awal tahun ini. Sebuah perubahan terjadi pada Ihsan. Waktu yang tak pernah ada untukku membuatku sudah kehabisan kesabaran untuk selalu ngertiin Leo yang sibuk berkerja,hingga hari liburpun ia tetap bekerja. Hingga 2 minggu sebelum ulang tahunku,aku mengirim sebuah pesan panjang kepada Ihsan.To : (085643xxx890) Ihsan sayangAku tak tau knp km berubah. Km lupa dgn semua janji hubungn kita. Aku rasa ini puncak dari sebuah rsa sabarku. Aku ingin kita udahan aja,jalan ini mgkn yg terbaik. Maaf utk smua dan maksh untuk hari2 lalu. Aku bukn berhnti mencintai tpi aku ingin berhnti menyakiti hati. Dengan rasa berat hati dan meneteskan air mata,aku mengirim pesan itu ke dia. Namun seperti yang sudah aku duga,tak ada tanggapan dari Ihsan hingga satu minggu sebelum ulang tahun. Hari-hariku sangat berat saat ia sedang menghadapi ujian yang sedang berlangsung di kampusnya aku juga harus menghadapi masalah dengan Ihsan Saat aku berkeluh kesah dengan sahabat akrabnya yang suka dpanggil “Sipit” namun ia juga tak memberi respon bahkan saat aku memulai cerita, “pit,aku sebel deh ama Ihsan,aku dicuekin,sampe aku ngomong putus aja gak direspon,pokonya akau penegen putus dari Ihsan ………….” Belum selesai aku bercerita sipit langsung jawab dengan pernyataan juteknya dan muka jelek, “udah ah mb Indi,aku mau pulang,capek aku”,sambil dia meanarikku untuk pulang. Dengan rasa sedih aku menganggukkan untuk mengiyakan agar sipit pulang. Aku berjalan menuju tempat parkir motor sambil memikirkan,kenapa dengan Sipit. Otakku ini penuh banget,Sipit jadi berubah, Ihsan juga gak kalah berubah,ditambah ujian yang bakal dihadapi. Dalam hatiku cuma berucap “ ujian hidup dan ujian kampus kok berat banget”. Aku mencoba menghubungi Pit berulang kali namun jawaban dari operator selalu sama “nomor yang anda tuju sedang sibuk”. Aku mencoba sms Sipit..To : (085678901xxx) SipitPit,kok sekarang kmu berubah,saat ini kau butuh kamu pit Sambil menunggu balasan dari Sipit aku berpikir apa Sipit juga punya masalah jadinya gak mau dicurhatin. Tak berapa lama ada pesan masuk dihandphoneku,dalam hati inginnya leo yang sms aku. Tap aku yakin pasti Sipit yang balas.Jreng,,dengan terkejut …Dari : (085643xxx890) Ihsan sayangSayang aku lagi sibuk buat beberapa minggu ini.Setelah baca ini ada rasa lega tersendiri ternyata dia sibuk tapi makan hati juga kalau gini terus. Lalu tak berapa lama sipit menyusul membalas sms dariku.Dari : (085678901xxx) SipitMb Ndi,sorry aku lagi irit pulsa,gak bisa balas smsmu.Dengan rasa yang udah bercampur dihati sms mereka takku balas,dan membuang handphoneku dari hadapanku. Jam dinding di kamarku yang udah nunjukkin pukul 23.00 WIB tapi mata susah banget dipejamin. Udah beberapa hari ini aku tidur diatas jam 01.00 WIB. Tapi aku berusaha memejamkan mata namun handphone berdering,sebuah lagu menjadi lagu tanda panggilan masuk. Aku tak ingin melihat siapa yang menelpon malam gini,tapi telepon itu tidak berhenti berdering. Ku coba melirik handphone dan melihat sebuah nama yang taka sing,karena ternyata yang telepon itu adalah Ihsan. Dengan segera aku menganggat telepon.“Assalammualaikum, Ndi”. Sebuah salam yang terdengar dari seberang namun kali ini Ihsan berubah karena memanggilku Indi.“Walikumsalam,gimana ada apa?” dengan gaya biasa karena tetep aku jaga gengsi. Hehehe.. “kok belum tidur,Ndi”,dengan nada datar dan tanpa dosa.“belum aja,belum ngantuk. Kamu sendiri kenapa belum tidur juga?”“Kok panggilnya ‘kamu’ ?”. Ihsan ini paling gak suka kalau dipanggil ‘kamu’ walaupun lagi marahan.Aku juga Cuma jawab singkat,”kamu ja panggil aku Ndi”.Malam ini begitu dingin,sekalinya telepon seperti ini. Lama sekali kami terdiam,entah apa yang dipikirkan oleh Ihsan saat ini.“Em,tidur yuk,udah malam,nanti sakit.” sebuah ucapan manis dari Ihsan ini lumayan menyejukkan hati kalau dia masih perhatian denganku.Aku dengan sedikit menghilangkan gengsi,”ya udah tidur,besok kan kamu kerja juga”“ya udah,met malam ya”. Tuttt.. Tuttt..Tutttt …Tiba-tiba telepon itu terputus,aku belum sempat membalas ucapannya. Bahkan ucapan yang sering dilakukkan pun tiba-tiba hilang.Aku tetap tidak bisa tidur,aku berpikir terus “apa yang kamu mau sih Ihsan,putus gak dikasih jawaban,tapi masih perhatian”. Dengan gemasnya boneka beruang yang pernah ia berikanpun jadi sasaran kemarahanku. Aku coba mengajak bicara boneka itu,“apa sih mau mu Ihsan?”“aku ini masih pacaramu bukan?”“aku bingung ma kamu”. Sambil kupukul-pukul boneka itu,”jawab dong,diem aja kamu”.Tiba-tiba air mata ini menetes perlahan dan dengan rasa sayang aku memeluk boneka.Dengan lirih aku berucap, “Ihsan aku sayang ama kamu,tapi kamu bikin aku nagis terus.”Pelukanku keboneka menemaniku hingga aku terbangun dari tidurku. Pagi cerah ini dengan mata agak sedikit sembab mencoba untuk bersemangat ke kampus. Hari ini bakal jadi jadwal yang paling bosen,kuliah dan rapat organisasi hingga sore. Tapi aku berpikir ini mungkin cara menghilangkan rasa sedihku.Seperti biasa aku janjian dengan Sipit di kampus karena beberapa mata kuliah kami sama jadi kadang kami sekelas. Kami mendapat julukan “emak dan anak” karena tiap Sipit dating duluan yang ditanyain aku begitu juga sebaliknya.Dari belakang mencoba mengagetkan Sipit,“dor…Pit,,,”“yeee…mb Indi,kagetin aja. Gak sedih lagi ni?”“udah enggak dong,kan males mikir orang yang gak mikir aku”“kenapa Ndi mata kamu,dicium nyamuk apa semut cowok ni.hahahaha”. Dengan gaya khas ketawa sambil matany merem sipit mengejekku.“apaan sih kamu,Pit.. Ini mata sembab karena aku pompa,niatnya matanya biar belok dan gak Sipit kayak kamu”. Sambil aku membuka mata dengan jariku dan berlari karena aku ngejek Sipit.Seketika itu pikiranku tentang Ihsan hilang, ya walaupun Sipit gak dengerin ceritaku, setidaknya bisa bikin ketawa aku. Karena kami punya semboyan “Kita gak sedih lagi,gak nangis lagi”. Itu Cuma kalimat dari lirik lagu Smash tapi bisa bikin seneng.Hari-hari berikutnya terasa cepat sekali,sampai gak inget kalau besok udah hari ulang tahunku. Dan beberapa hari ini gak nyangka nama Ihsan hilang di pikiranku,kita sama-sama gak saling smsan atau telepon. Hari yang ditunggu namun bikin kecewa,semalaman aku tak tidur berharap Ihsan bakal jadi orang pertama yang mengucapkan ulang tahun ini. Tapi aku gak begitu peduliin itu,karena banyak sahabat,keluarga yang memberiku ucapan dan lebih special.Lebih malasnya lagi hari ini masuk kuliah,sesampainya disana. Sebuah kejutan kecil dari temen-temen.“happy bday to u,,,happy bday to u,,happy bday,happy bday,happy bday Indi…..”Sebuah donat kecil dan lilin diatasnya dibawa oleh Sipit untukku.“Tiup lilinya mb Ind,tapi,,,make a wish dulu ya…”Ku memejamkan mata dengan sebuah doa,dan saat ku buka mata ini ku meniup lilin. Donat kecil itu ku potong kecil-kecil agar semua temen ikut menikmati,walaupun dikit. Suapan pertama untuk sipit sambil cipika cipiki.“Happy bday mb Indi”“makasih sayangku”Dan hari ini waktu itu cepat sekali,kejutan dan ucapan tak henti-hentinya datang. Namun tak satu smspun dari Ihsan untuk mengucapkan ulang tahun. Sekalinya aku lihat jam udah jam 17.00 WIB. Dan saatnya pulang kerumah dengan rasa penuh kebahagiaan. Aku jadi mengerti arti sebuah persahabatan.“balik yuk,Pittttt,udah capek ni seharian dan aku juga udah bosan kalau ketemu kamu terus.heheheh..” sambil gemes ama pipinya yang chubby banget.Dengan jengekelnya Sipit menarik tanganku,”sakit tauuu…hehehehe. Serius ni bosan ma aku?hehehe”. “iya,untung aja kuliah itu gak 24 jam,coba 24 jam bisa mati konyol ketawa ma kamu terus.”“Agh,nyebelin mb Indi ni,”dengan muka manyunnya.“Tapi kalau ketawa sambil merem dan gak boleh manyun ntar tak tinggal pulang lho”“jangan,,nebeng sampe depan ya”,dengan muka melas dia dan senyum Sipitnya.Dengan sikap hormat,aku menjawab “siap laksanakan boss..sipitnya mana sipitnya”,aku mencoba masih menggodanya.Aku dan sipit menuju parkir kampus untuk mengambil motor . Saat menuju motorku aku heran kok ada sebuah kantong plastik yang tergantung dimotorku. “Pit,tu ada plastik punya sapa ya?”“Ya punya mb Indi dong,kan dimotor mb Indi”“Tapi aku tadi gak bawa apa-apa,jangan-jangan…………..”“jangan-jangan apa mb Indi?”“jangan-jangan Bom Pit,kaburrrrrr…………”,aku langsung berlari berniat ngerjain sipit yang kaget. Sipit juga ikut lari dan berterika,”Mb Indi tunggu”, dengan nada manja anak kecil.“mb Indi,liat aja yuk”Kami mencoba kembali ke motor kami dan melihat isi kantong yang ada di motorku itu.Jrenggg……jrenggg… coba tebak apa isinya… “Agh,flasdisk??”,aku dan sipit mengatakan hal yang sama.“tau gitu aku nitip kamu aja biar,masak ngomong aja kita barengan”“gak apa-apa mb Indi,kita itu emang ditakdirin bersama-sama”“udah-udah,,kamu ntar GR malah berabe.” Sambil ku lihat kantong itu barang kali ada yang lain,“maksudnya apa ya Pit ini?”“gak tahu,coba dicari ada tulisan dari pengirim gak”“Ini ada tulisan pit”,aku membaca sebuah memo kecil dari sang pengirim.‘Indi,ini flas ada sesuatunya, dilihat pas pukul 20.20. gak boleh dilanggar’Dari : pengirim flasdisk“mb In,jangan-jangan dalemnya ada Syahrininya,tu ada sesuatu”“Hahahaha,,,kamu itu aneh-aneh aja,mana muat Syahrini masuk flasdisk”Aku masih bingung dengan ini,maksud dan isi dari flas ini apa. Kulihat sipit mebolak balik kantong itu.“Kenapa pit,kok dibolak balik?”,anak satu ini aneh banget.“ya ini kantong nyebelin mb In,gede kantongnya isinya Cuma flas. Gak ada makanan atau apa gitu”Sambil gemesin pipinya,”kamu itu,makan mulu….udah kita pulang. Jadi gak sabar pengen liat isinya apa”Setelah sepanjang jalan memikirkan isi flas,tak terlintas akan pikiran tentang Ihsan. Seakan beberapa hari ini aku dibuat amnesia tentang Ihsan. Aku juga tak mengenali tulisan tangan dari si pengirim. Sebuah tanda tanya besar dipikiran ini belum terjawab.Malam sudah mulai larut,berulang mata ini melirik jam dinding namun seakan jam itu berputar sangat lambat. Sudah tek terhitung berapa kali mata ini melirik untuk menunggu pukul 20.20. rasanya tunggu sesuatu yang bikin penasaran itu sangat menyebalkan. Setelah menunggu beberapa saat sms masuk ke Hpku.Dari : (085678901xxx) SipitIsinya apa mb Ind?Aku segera mereplay sms sipit.To : (085678901xxx) SipitGak tau juga,ntar lagi aku buka.Waktu yang ditunggu sudah datang,seperti anak yang mendapatkan hadiah aku sangat begitu antusias untuk mengetahui isi flas itu apa. Langsung ku buka dilaptopku dan hanya ada sebuah file yang berformat video. Bergegas aku membuka video tersebut.Sebuah video ucapan selamat ulang tahun dari Ihsan. Disitu Ihsan menyanyikan lagu milik Ipang yang berjudul “Akhirnya Jatuh Cinta”,” Tak Ada gantinya”, “Tanpamu” yang merupakan lagu favorit kita. Didalam video Ihsan sambil bermain gitar menyanyikan lagu itu. Diakhir video itu Ihsan mengatakan sesuatu yang sangat menyentuh.“aku sekarang tau siapa yang harus aku perjuangkan,ternyata kau harus memeprjuangkan kamu,bila cintaku dan cintamu bersatu aku yakin cinta ini kekal dan abadi utnuk selamanya karena kamu semangat hidupku”Diakhir kata-kata dari Ihsan membuat aku menagis terharu dan senyum bahagia. Beberapa saat kemudian ada yang mengetuk pintu rumah,sambil aku menghapus air mata ini aku beranjak untuk membukakan pintu.Saat kubuka pintu,sebuah kejutan yang termanis yang aku terima.“Happy bday to u… Happy bday to u…..”Aku terkejut karena Ihsan datang bersama SIpit dan SIput. Biar jelas,siput ini adalah cowok Sipit,kita panggil Siput karena dia super karet dan lama kalau ada janjian jalan-jalan. Kalau janjian pergi bareng jam 08.00,dia bisa baru datang jam 10.00 karena kelamaan mandi.Aku lanjutin ceritanya, Ihsan dengan membawa kue ulang tahun menyanyikan lagu ulang tahun bersama Sipit dan Siput. Dengan segera aku memeluk Ihsan dan memukul Ihsan karena aku sebel dan aku bahagia. Ihsan juga membalas pelukku sambil membisikan “happy bday sayangku,”“makasih sayangku”, Ihsan juga mencium keningku.Dan aku kembali memeluknya.“Eehmmmmmmm….”,sipit ma siput mengagetkan kami.“Halooo…lilinya mau cair ni,mau ditiup gak ni?”,sipit langsung aja nerocos.“Iya dong,kan kueku,hahhahaa… tapi masuk dulu yuk,,”Setelah beberapa saat aku mentiup lilin ulang tahunku dengan sebuah doa dan ucapan terima kasih pada Allah karena udah ngembaliin Ihsan lagi. Untuk beberapa saat aku sedikit manyun ama Ihsan.“sayang itu nyebelin tau,cuekin aku”“jangan salahin aku aja,tu sipit ma siput juga. Mereka juga ikut andil dalam urusan ini”. Dengan segera aku menghampiri sipit m siput dan mencubit mereka.“dasar kalian berdua,sengkongkol ya”. Dengan muka tak berdosa mereka hanya tertawa. Dengan rasa kagen yang udah beberapa minggu gak manja-manjaan ma Ihsan. Aku mencubit karena aku masih sebel dikerjain.“aduh sayang,ampun,,,”,diraihnya aku dan dipeluk sama Ihsan.“maaf ya sayang buat kemarin-kemarin. Tapi aku gitu karena kau sayang. Love you sayang”Dengan nada manja aku menjawab,”iya sayang. Love you too sayangku”Untuk kedua kalinya,kami diganggu oleh sipit ma siput. “Hello,disini ada kami” siput bersuara untuk kali ini.“ayo mb Ind,dipotong kuenya,masak mau diliat aja”“dasar tukang makan,iya,iya,,tak potong ya”Dan lebih nyebelin lagi,kuenya ditulisin ‘happy bday Indi. Semoga cepat gemuk’. Mereka itu ada –ada aja. Selanjutnya aku memotong kue.Untuk potongan pertama aku memberikan kepada Ihsan. Dan sebuah kecupan manis dikening untukku dari Ihsan.Untuk potongan selanjutnya sipit dan siput. Kami bercanda sambil menikmati kue ulang tahun.“kok bisa kalian kerja sama,aku kasih tahu ceritanya dong”Secara bersama-sama mereka tertawa,karena sudah berhasil mengerjain aku.Cerita awal dimulai dari Ihsan, Ihsan mengajak siput dan sipit untuk ngerjain aku. Dan semua skenario sudah dirancang. Sipit selalu memberi informasi pada Ihsan tentang aku. “sayang waktu malam itu aku telepon karena denger dari sipit kamu sedih banget. Aku gak tega jadi aku telepon”“aghh,,nyebeliin sayang tu”“hahahahaaaaaaaaa….” Mereka menertawakan kebodohanku.“terus yang kasih flas dimotorku?kan syang kerja,sipit ma aku terus,mesti siput ya”,sambil tunjuk Siput.Dengan senyumnya siput mengakui,”iya aku yang kasih flas kemotormu dan itu tulisanku. Kan kamu belum pernah liat tulisanku”“aghh,,dasar siput,kamu itu”Dan semua kembali tertawa karena melihat kebodohanku. Aku Cuma cemberut dan ikut ketawa.Ternyata kejutan dari Ihsan belum berakhir.“tutup mata sayang,gak boleh ngintip lho..”“ada apa to?”“ya udah tutup mata dulu,nanti kan tau. Tapi berdiri dong”Aku mencoba menuruti semua kemauan dia dan aku penasaran apa yang akan diberikannya,karena flas dan kue sudah menjadi kejutan yang teka terlupakan.“udah belum sih,lama banget”,dengan sebel karena gak sabar pengen tahu.“ok,sekarang dibuka perlahan ya…”Sedetik kemudian aku membuka mata,sebuah kejutan yang manis. Ihsan memberikanku sebuah cincin dan ia sambil berkata “mau kah kau berjanji untuk selalu menjaga dan mempertahankan hubungan kita dalam keadaan apapun?”.Dia bertanya seperti itu karena kalau diajak nikah aku gak mau jadi gak mungkin kalimatanya “will you married me?” bakal langsung aku tolak,Dengan rasa yang bahagia dan tak mampu berucap,aku hanya menganggukan kepala sebagai isyarat aku mau. Dan Ihsan pun memakaikan cincin itu dijari manisku. Dan sebaliknya aku. Setelah cincin ini tersemat di jari kami, Ihsan memelukku dan mengatakan sesuatu padaku,“aku janji akan menjagamu.”Dengan rasa yang tak bisa ku ungkapkan aku menjawab dari ucapan dengan,”aku juga berjanji hati ini untukmu”Dan sipit mengagetkanku dengan ucapannya untuk siput,”sayang aku juga mau kayak gini”“hahahahhahah,,,”,kami semua tertawa dengan ucapan sipit.Malam kian larut dan tak terasa jam udah nunjukkin pukul 23.00. semua pamit untuk pulang. Namun aku sedih karena Ihsan juga pulang,aku masih pengen sama dia. Rasa kangenku sama dia belum terobati. Namun waktu yang bicara.Mereka akhirnya kembali kehabitat msing-masing(maksudku ke rumah masing-masing.)“mb Ind,kita pulang dulu ya”,sipit dan siput bersalaman denganku untuk pamit.“ok,,makasih ya buat kalian berdua”“sayang,aku pulang dulu ya,langsung bobo ja,udah malem,”“iya sayang,syang juga langsung bobo. Hati-hati ya,,”“iya sayang,love you sayang”,kecupan kening untukku.“love you sayang”“udah mb Ind,ntar gak selesai-selesai kalau cium peluk mulu,” sipit ngiri ni,hehehe“ya biarain,ni kan pacaraku,masak aku mau cium siput,boleh po?hahaha” aku menggoda sipit.“ya gak boleh kok”“sayang awas aja ya,” aku langsung dapet peringatan dari Leo dan Sipit.ahaahahahDan mereka pulang kerumah masing-masing. Malam ini bahagia yang tak terkira. Dan gak mungkin aku lupakan. Aku beruntung memiliki teman dan Ihsan yang menyayangiku.Aku juga lebih bisa memaknai arti sebuah persahabatan dan kasih sayang.Dan aku berharap harapan yang aku inginkan terkabul,sebuah harapan yang tak akan ku ucapkan jika belum terjadi. Di hari berikutnya kami kembali seperti biasa, Ihsan kembali normal. Hari terasa cepat hingga tak terasa sudah masuk bulan Mei. Dan yang paling aku senang karena 27 Mei adalah satu tahun kami berpacaran,aku ingin membuat suatu perayaan kecil dengan kejutan kecil dariku. Saat sebuah rencana manis aku susun rapi dengan penuh cinta. Sebuah kabar buruk yang menghancurkan sebuah rencana itu datang. Saat beberapa hari sebelum hari itu saat dia datang kerumah sudah larut malam dan gak biasanya dia datang selarut ini.“duduk dulu sayang,mau minum pa?”,aku mempersilakan dia duduk.“makasih sayang,gak usah minum. Aku Cuma pingin malam ini ama sayang”,dengan senyum dia mengatakan itu.Tersontak aku kaget dengan ucapannya.”Maksudnya apa?”“gini,aku besok bakal berangkat berlayar ke India untuk waktu yang cukup lama”. Dia menghela nafas setelah mengahkiri ucapannya.Aku hanya bisa diam saat mendengar itu semua. Aku tak dapat mengatakan apa-apa. Aku tak suka ini semua.“sayangg…..”. dia membuyarkan lamunanku.”kamu gak apa-apa kan??”“eh,,em,,sayng serius?sayng ini Cuma bercanda kan?”. Aku mencoba mencari jawaban kalau ini semua Cuma kebohongan dia. Karena dia sering sekali mengatakan itu.“kali ini benar”,sambil dia mengeluarakan surat-surat sebagai tanda kalau kali ini dia tak berbohoong.Aku memintanya danku teliti satu demi satu saurat-surat itu. Dan benar sebuah nama negara sebagai tujuan berlayar atas nama dia. Aku menaruh kembali surat itu dan bertanya,”berapa lama berlayar?” dalam hati ku pasti wkatu yang lama karena line/tujuannya jauh.“2 tahun sayang aku akan pergi”Aku tak tahu harus bagaimana lagi saat dia menjawab 2 tahun. Aku hanya terdiam,dia pun ikut terdiam karena dia tahu pasti aku gak bisa terima ini semua.“sayang bohong kan?sayang boong ya?”,aku masih mencoba tak percaya. Namun saat tangan ini digenggamnya untuk mencoba meyakinkanku.“sayng,aku bener besok bakal berlayar. Aku tau sayang bakal kesepian banget. Apalagi di sana nanti aku juga gak dapet sinyal. 2 tahun itu aku sebulannya hanya mendarat 2 hari sayang.”Aku benar-benar terdiam tanpa sebuah sedikitpun ucapan yang aku keluarkan dari bibir ini. Aku membayangkan rencana kecilku di hari jadian kita hancur. Tangannya tetap menggenggamku untuk menguatkanku.Sedetik kemudian air mata membasahi pipiku. Sebuah sentuhan manis darinya untuk menghapus air mata ini makin membuat aku menangis. Dan selanjutnya sebuah pelukan manis darinya. Aku menangis di dadanya dengan sebuah pelukan dan belaian dia dengan diciumnya keningku olehnya. Mungkin ini pelukan terakhirnya.“sudah sayang,jangan gini. Nanti aku nangis juga,jelek kalau nangis. Cantiknya mana..”. dia masih mencoba menghiburku dan menggodaku.Dengan perlahan aku lepas pelukan ini darinya.” Sayang,aku sayang banget ama kamu. Aku gak pengen jauh dari kamu. Tapi ini untuk masa depan,aku harus dukung kamu. Aku akan tunggu kamu di sini. Aku ingin kamu janji,2 tahun lagi kamu datang kerumahku”“aku janji sayang.” Dia kembali memelukku sambil berucap,”awas aja kalau sayang punya pacar lagi,hehehe”“agh,paling syang juga di sana”,mencoba gak mau kalah aku.“aku aja bakal di air terus. Di kapal juga cowok semua. Ada juga ibu-ibu. Lagipula aku kan punya sayang yang bakal selalu ada”“gombal sayang ki”“biarin,yang penting gak gembel..hehehhe”Kami kembali tertawa dan menikmati hari perpisahan ini hingga tengah malam.“besok anterin aku ya,mau kan?”“ok deh sayang,”“tapi gak boleh cengeng ya”“ya biarain kok,,masak pacar bakal pergi jauh gak boleh nangis”Perlahan dia berdiri dari kursinya dan meraih tanganku kembali,”sayang janji ya gak macem-macem kalau aku tinggal. Inget cincin ini jadi saksi hubungan kita”“Aku janji sayang”. Sambil ku tersenyum walaupun aku sedih.“sayng aku pulang dulu ya,udah malam. Sayng bobo ya…”“huem sayang,hati-hati ya”“sampa ketemu besok ya sayang”“ok sayang”. Dengan berat aku harus melepasnya pulang dan besok hari terakhirku bertemu dengannya.Air mata ini memang tak bisa membohongi kesedihan hati ini. Perlahan menentes kembali. Aku jadi makin sedih,saat ahri-hari esok air mata ini menetes kembali siapa yang akan mengusapnya. Semoga waktu 2tahun itu akan berjalan cepat dan hari-hariku tak berubah karena aku akan tetap menjaga hati ini untuknya. Untuk orang yang telah menyayangiku setulus hati.Sebuah lagu yang menjadi kenangan manis untuk kami adalah “Ipang-akhirnya jatuh cinta”.Semua terjadi tak ku sadari tak terpikir apalgi mimpi.Tapi ternyata kini ku tak lagi berdaya.Kau memang beda dari yang pernah ku rasakan.Hanya kau yang bisa merubah hatiku tk mungkin ada lagi yang mampu membuatku seperti ini.Semua berubah saat bersamamu tak mungkin ku dapat kalau tanpaumu,sangat ku nikmti mencitaimu bersamamu. Tapi ternyata kini aku sudah bersamamu…Karena kesedihanku ini hanya sementara,karena aku percaya lelah ini hanya sebentar dan aku tak boleh menyerah walaupun ini tak mudah. Aku akan selalu ingat pesan dia untuk selalu tersenyum biar semakin mudah karena kesedihan ini hanya sementara.Dan hari-hari sepiku akan terjadi. Semoga aku bisa jalani ini semua. Dan semoga 2 tahun lagi aka nada sebuah cerita manis yang berakhir dengan sebuah kebahagiaan.Kita tunggu cerita selanjutnya…. 2 athun lagi… see you next time… Tentang Penulis:Kenalin aku Ari Indiastuti. Aku dilahirkan di kota Semarang pada Januari 20 tahun lalu. Aku biasanya dipanggil Ari atau Indi oleh orang tua dan teman-temanku. Jika kalian semua pengen lebih kenal aku bisa cari aja di facebook di alamat ariindi2501@yahoo.com (Ari Indiastuti Weck Weck),bisa juga twitter di ariindi74@gmail.com (@ariindi_weck) bisa kirim email di ariindiastuti@rocketmail.com yang pasti aku baca,mungkin juga bisa tukar-tukar sesuatu di blog ku di ariindiastuti.blogspot.com. Aku sudah hobby nulis,beberapa ceritaku sebelumnya seperti Diantara 2 Hari dan Cinta Tak Berujung. Salam kenal ya buat semua,,kali ini aku ingin berbagi cerita tentang akhir dari cerita cinta seorang cewek. Yang merupakan kelanjutan dari cerita sebelumnya “Cinta Tak Berujung”.

  • Happy Anniversary Starnight

    Happy AnniversaryStar night's blogcredit gambar : Star NightWaktu terasa semakin berlalu. Detik demi detik telah berganti. Tak terasa sudah genap setahun Star Night ngeksi di dunia per'blog an. Padahal kemaren rencananya mau bikin Cerpen Spesial ulang tahun,, Tapi karena gak ada waktu buad ngetik, jadi gagal deh #hiks hiks hiks…. Mumpung ulang tahun cerita – cerita dikit lah asal muasalnya Ngeblog. E, dari mana ya?. Bingung. Oke, mulai gini deh, pengen punya blog si udah dari dulu. Udah lama banget. Waktu itu aku masih jadi reader setia di 'Rainbow family', Baca blognya masing – masing admin jadi ngiri n pengen. Tapi karena 'wong ndeso', Di 'bokor' nggak ada jaringan kalo pake modem, terpaksa hanya menjadi niat dan angan belaka.Jadi ol cuma bisanya pake hape, terus Ilmu juga masih kurang – kurang jadi nggak tau kalau ternyata ngeblog dari hape juga bisa. #Kesian deh gue. sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*