Cerpen Terbaru FCMCSG 1

Cerpen Terbaru

Fcscmg Part 1

Hallo All. Star Night datang lagi nie. Tapi bukan mo posting tentang rasa atawa malah The prince ya. Star Night datang dengan membawa cerpen baru. Judulnya FCSCMG. Jangan Tanya artinya, Star Night juga nggak tau. Ini cerpen lagi lagi kiriman dari Adek Star Night, Mia mulyani . Tau donk dia itu siapa?. Itu lho yang nulis Cerpen Buruan katakan Cinta sama Vanessa Vs Ferly. Nah dia bilang nya si udah selesai diketik, Cuma baru di kirim separuh. Katanya biar Star Night ikutan penasaran. #halah. Kalo gitu yuks, sama – sama kita baca.

Credit Gambar : www.desainkawanimut.com

Cerpen

Siang itu Feisya sedang duduk santai sendirian sambil menghadap laptopnya di sebuah kafe. Tiba – tiba hapenya bergetar tanda ada SMS masuk. selesai membaca Angan nya melayang entah kemana. Sejenak ia edarkan pandangan ke sekeliling. Untuk detik pertama perhatiannya tertuju pada sepasang muda- mudi yang tampak ngobrol tak jauh darinya. Tanpa perlu jadi orang pintar ia tau kalau mereka pasti sepasang kekasih. Perhatiannya kembali teralih kearah Hanphond yang ada di tangannya. Diawalai hembusan nafas berat ia ketik dua kata itu, Tanpa ragu lagi meng'send'nya. Ya, hanya dan cukup dua kata. "KITA PUTUS".
Begitu laporan pengiriman muncul di layar lagi – lagi ia hembus kan nafas beratnya. Tapi kali ini ia merasa lega. Di sesapnya jus Alpukat yang tadi dipesannya sambil menatap handphon nya yang kini tanpak berkedap – kedip tanda ada panggilan. Tanpa ada niatan sedikit pun untuk menjawabnya diraihnya benda mungil tersebut. Melepas chasing dan mengeluarkan kartunya. Mematahkan menjadi dua dan melemparkan nya kedalam tong sampah.
Hampir saja ia tersedak jus yang ia minum saat mendapati seseorang yang tiba – tiba duduk di hadapannya. Terlebih dengan tampang kusutnya. Refleks ia kembali menatap meja yang tadi sempat menarik perhatiannya. ternyata sudah kosong. perhatiannya kembali teralih kearah sosok yang kini ada di hadapannya. Mulutnya sudah terbuka untuk bertanya, tapi segera ia batalkan ketika tanpa sengaja matanya melirik jam yang melingkar di tangannya. OMIGOT!!!. Ia kan ada janji sama mama dan papa nya untuk mengantar ke bandara.Mampus deh, udah telat 15 menit sepertinya.

cerpen

Sepulang mengantar sang mama, Feisya segera memutar haluan. Rencana nya si langsung pulang kerumah. Mulutnya tak henti bersenandung kecil. mengikuti irama musik yang sengaja ia putar keras – keras. Seminggu Kedua orang tuanya ke luar kota. Itu artinya ia bebas mo ngapain aja tanpa perlu mendengarkan 'kicauan' sang mama akan semua tingkahnya. ho ho ho.
Dengan cepat ia menginjakan rem di kakinya. Astaga. Jantung nya terasa mau copot saat mendapati dirinya hampir saja menabrak seseorang. Setelah sedikit menetralkan kembali detak jantungnya ia buru – buru keluar dari dalam mobil. Siap untuk melabrak. Jelas – jelas tu orang segaja melintas. Lagian Kalo emang mau bunuh diri jagan di jalan donk, loncat kek dari atas gedung.
Niatan Feisya untuk melabrak menguap begitu saja saat mendapati sang korban tergeletak pingsan di hadapannya. Keningnya sedikit berkerut. Perasaan tadi nggak kena. La wong ia ngerem nya juga cepet. Dan yang lebih mengejutkan kok kayaknya ini wajah familiar ya?. Setelah mikir beberapa saat tanpak ia menepuk jidatnya sendiri. Astaga, ini kan cowok yang di kaffe tadi. Jangan – jangan beneran mau bunuh diri?.
"Hei, Bangun donk. Jangan mati dulu. Kalo loe beneran mati kan jadi gue yang ribet" Kata Feisya sambil menguncang – guncang (???) tubuh cowok tersebut. Sayang hasilnya nihil alias sia – sia.
Sejenak Feisya mengedarkan pandangannya ke kanan dan ke kiri. Hem, kayaknya sepi nie. Atau di tinggal kabur aja kali ya?. Mumpung nggak ada yang liat ini.
Setelah benar – benar memastikan kalau di sekeliling sepi, Feisya segera bangkit berdiri. Cepat – cepat melangkah masuk kedalam mobil. Begitu mesin di nyalakan ia bersiap untuk putar haluan. Tapi sebuah perasaan bersalah tiba – tiba menghantuinya.
"Tunggu dulu. Kalau beneran gue tinggal. Terus dia mati, Hantunya gentayangan kayak di filem – filem terus nakut – nakutin gue gimana donk?" gumamnya lirih. * Mia sengaja pake ini kalimat buat nyindir star night kayaknya*.
"Mama help me. Anak mu bunuh orang".
Akhirnya dengan takut – takut Feisya kemabli turun dari dalam mobil nya. Kemabali di hampirinya cowok tersebut. Sejenak ia periksa denyut nadi di tangannya. Yah dia emang nggak pinter sih, tapi juga nggak dodol – dodol amat kok. Kalo cuma masalah ngecek denyut nadi dia masih bisa lah. Secara itu udah di ajarin di kelas 6 SD.
Feisya merasa sedikit lega. Untung lho denyut nadinya masih normal. Akhirnya dengan berat hati juga berat tenaga di papahnya cowok itu masuk kedalam mobil. Karena rasa takut masih menghantuinya ia memutuskan untuk membawanya pulang kerumah. Lagi pula jika di lihat – lihat sepertinya tidak ada luka fisik. Hanya keajaiban yang membuat cowok itu bisa pingsang. =,=
Setelah merebahkan sang korban di atas ranjang kamar tamu rumahnya gantian Feisya yang menjatuh kan tubuhnya keatas kursi sofa di ruang tamu. Tulang tubuhnya terasa seperti remuk semua. Tu orang benar – benar berat. Kebanyakan dosa kali ya. Nyusain. Kalau bukan karena takut sama hantu sudah di biarkan saja dia tergeletak di tengah jalan. Sejenak ia rengangkan kembali otot – otot tubuhnya. Beranjak bangun ke dapur untuk sekedar minum air putih. Setelah itu ia segera melangkah ke kamar. Begitu merebahkan di atas kasur tercinta tanpa sadar ia langsung tertelap.

Cerpen

KRING!!!!!!.
Alaram yang berdering nyaring menyadarkan Feisya dari tidurnya. Segera di raihnya jam weker tersebut. Tepat pukul 05.30 pagi. Niatnya si mo di banting biar nggak nggangu. Secara mamanya kan nggak ada, jadi nggak akan ada yang bakal ngomelin dia. Sayang sebelum niat itu sempat terwujudukan, sedetik yang lalu ingatannya telah di kejutkan akan kenyataan kehadiaran 'makhluk tak di kenal' sebagai penghuni baru di kamar tamunya. Refleks ia segera bangkit berdiri dan langsung berlari ke arah ruang tamu.
Begitu sampai di tempat tujuan ia bisa menghembus kan nafas lega. Di perhatikannya sosok yang tanpak terbaring di atas kasur. Dalam hati ia menduga – duga. Ini orang beneran pingsan apa malah keenakan tidur si?.
Setelah telebih dahulu membasuh muka dan gosok gigi ia segera berjalan menuju ke dapur untuk sekedar bikin kopi. Sengaja males mandi mumpung libur kuliah. Sambil menyesap kopi di raihnya Roti dan selai. Karena tadi malam ketiduran tanpa sempet menikmati makan malam tak heran jika pagi – pagi ia merasa perutnya sudah kelaparan minta di isi.
"Udah bangun loe?. Gimana? enak tidurnya?" Kata Feisya sebel saat mendapati cowok yang kemaren di tolongnya itu baru menunjukan wujudnya setelah lewat pukul delapan. Ia segaja hanya menunggunya di sofa tanpa ada niatan sedikit pun untuk membangukan 'makhluk asing' tersebut. Untung saja tanpang nya keliatan anak baek – baek.
"Eh, ini di mana?. Loe siapa?. Kok gue bisa ada di sini?"
"Di langit" Sahut Feisya ngasal. Abis dia sebel rencana tidur sepuasanya gagal total.
"Ehem" Cowok itu terlihat salah tingkah mendengarnya.
"Ini di rumah gue. Kemaren gue hampir nabrak loe. Inget, hampir!!. Gue nggak beneran nabrak. Belom kena juga, eh loe malah udah pingsan duluan. Jadi loe nggak bisa nuntut gue. Lagian gue kan juga udah bantuin loe. Gue relain deh bawa loe kerumah gue. Nggak jadi gue tinggalin di tengah jalan".
Cowok itu tampak mengerutkan kening. sepertinya mencoba mengingat – ingat kejadian kemaren. Atau malah sedang berusaha mencerna kalimat yang Feisya lontarkan.
"O… E. Makasih ya. Maaf kalau gue udah ngerepotin".
"Emang" Balas Feisya cepat. Tapi dalam hati. Nggak tega juga ia saat melihat tampang memelesanya.
"Di maafin. Oh ya, Kenalin nama gue Feisya. Terus loe siapa?".
"Gerry. Loe bisa manggil gue Gerry".
"O. Terus rumah loe di mana?" tambah Feisya lagi.
Bukan menjawab Gerry malah menunduk kan kepala nya dalam – dalam. Di kira lagi menghening kan cipta kali ya?.
"Loe cuma sendiri di sini?" tanya Gerry mengalihkan pembicaraan. Feisya tanpak sedikit mengerutkan dahinya.
Sedikit curiga kenapa ni anak malah nanya – nanya, jangan – jangan beneran penjahat lagi. Tapi dengan cepat di tepisnya pikiran tersebut jauh – jauh. Secara mukanya terlihat inocent gitu.
"Enggak".
"Terus sama siapa?. Kok sepi".
"Lah kan sama loe".
"Maksut gue selain gue?".
"Ngapain si loe nanya – nanya?. Loe mau ngerampok gue ya?" Tebak Feisya kemudian.
"Ha ha ha… Emang tampang gue ada tampang wajah – wajah penjahat ya?".
"Kalo jujur si kayanya muka loe muka – muka wong deso deh. Pasaran banget" Balas Feisya dengan raut terlihat serius.
"Enak aja loe. Tampang imut gini juga. Masa di bilang Pasaran. Padahal kalau di liat bener – bener udah Mirip sung min superjunir Tau".
"Iya. Tapi kalau ngeliatnya Dari atas Gedung tingkat seribu" Balas Feisya Cepat. Gerry hanya tertawa mendengarnya.
"Oh ya, udah siang nie. Mending sarapan dulu yuk" Ajak Feisya beberapa saat kemudian.
"Nggak deh, Kayaknya mending gue langsung pulang aja. Udah terlalu banyak ngerepotin loe nantinya".
"Pepatah bilang Rejeki jangan di tolak, malang jangan di cari".
"Oke deh kalo loe emang maksa".
"Enak aja. Gue nggak maksa. Gue cuma nawarin lagi".
"Wah jadi nggak iklas nie?" tanya Gerry sok sokan ngambek.
"Ih bawel. Udah buruan yuk" Kata Feisya sambil duluan melangkah menuju kedapur Sementara Gerry tanpak ngekor di belakang.
Selesai sarapan nasi goreng plus telur dadar ala cheif Feisya, Keduanya kembali duduk ke ruang tengah. Bercerita sekedar untuk basa – basi sambil menunggu nasi turun ke perut * ini istilah mamaku*.
"Ehem, Gerry. Gue boleh nanya nggak?".
"Bukannya sekarang loe lagi nanya?".
"Hais. Maksut gue nanya yang laen lah".
"Boleh. Mo nanya apa?".
"E… Kemaren itu…." Untuk Sejenak Feisya merasa ragu.
" Kenapa?".
"Kemaren itu loe sengaja mo nyebrang ya?" akhinya meluncur juga kata yang sedari tadi menganjal di hati Feisya walaupun sebenernya ia juga merasa bersalah setelah menanyakannya. Terlebih ketika melihat raut perubahan yang begitu ketara di wajah Gerry.
"Sorry" Hanya kalimat itu yang meluncur dari mulut Geri sebagai balasan.
"Kok loe malah minta maaf?".
"Ya karena niat gue buat bunuh diri justru malah ngerepotin elo?".
"Ha?. Loe mau bunuh diri?!" Feisya kaget. Kemaren kan dia hanya asal tebak.
"Gue tu merasa kayaknya udah nggak sangup hidup lagi" Sambung Gerry terlihat murung.
"Emang masalah nya kenapa?. Loe udah bosen hidup?" Tambah Feisya lagi. Gerry terliha mengertukan keningnya, tapi tak urung ia mengangguk.
"O" kali ini Feisya malah mengangguk – angguk leng geleng – geleng ala Projek pop.
"Halah loe ini. Lebay banget si kayak sinetron. Emang nya ada masalah apa?" tanya Feisya inggin tau.
"Cewek gue selinggkuh".
# Star Night keselek mouse baca ni kalimat #.
"Ha ha ha" Bukannya simpati Feisya malah tertawa ngakak.
"Memang nya ada yang lucu" Tanya Gerry heran.
"Pacar Gue juga ketauan selingkuh. Tapi malah langsung gue putusin" Sahut Feisya dengan santainya.
"Tapi gue udah kadung cinta mati sama dia".
"Makanya kalau cinta hidup aja, jangan sampe mati juga di bawa – bawa. Gini nie akibatnya. Emannya loe mau jadi Romeo and juliet versi 2012 apa?" ledek Feisya.
"Sejak kapan Romeo juliet ada versi selingkuhnya".
"La kan tadi udah di bilang Versi 2012 nya. Gimana si".
"Hufh…" Gerry hanya mampu menghembuskan nafas mendengarnya. Sepertinya ia tidak akan menang kalau harus adu mulut sama nie cewek.
"Ya udah lah gue pulang aja".
"Nggak jadi nerusin niat bunuh diri lagi kan?" tanya Feisya was – was.
"Nggak".
"Yakin?".
"Emang nya kalau gue mati ngaruh sama loe?".
"Nggak ada si. Gue cuma mau ngasih saran aja kalau seandainuya loe mau bunuh diri mending jangan nabrakan diri. Terjun kelaut aja. Kan gak perlu repot – repot bikin kuburan plus ngeluarin biaya".
"Sialan loe" Gerut Gerry. Feisya hanya melemparkan senyum simpul.

Cerpen

Bersambung…
Jangan lupa Baca juga Cerpen Tentang Rasa bagian 8

Random Posts

  • Cerpen Cinta: BUKAN UNTUKKU

    BUKAN UNTUKKUOLEH : ALENSaat itu aku sudah rapuh, sangat rapuh atas patah nya hati ku yang di duakan olehnya, hingga tak ada lagi perasaan ku untuk seorang pria, tidak lagi. Aku hanya menikmati kehidupan tanpa cinta, memang tak ada lagi perasaan yang tumbuh saat aku dekat bersama seorang pria. Namun semua berubah saat seseorang hadir di hadapanku, sosok baru ku kenal. Dialah yang membangunkan aku dari mimpi, menyadarkan ku akan sebuah kenyataan, dan memaksa aku untuk mulai bangkit dari keterpurukan, seseorang yang sangat berarti untukku.Indah, perjalanan hari-hariku begitu menarik walaupun semua itu tidak hanya di penuhi tawa, tapi terkadang kami selalu bertengkar untuk sesuatu yang tidak penting. Aku merasakan sesuatu, merasa nyaman berada di dekatnya, bahkan jika diperbolehkan, sedetikpun aku tak ingin terpisah darinya. Saat aku tak melihatnya dalam sehari, aku merasa kehilangan, aku merasa kesepian dan aku takut akan sesuatu. aku mencari tahu kabarnya, aku mencari tahu sesuatu tentangnya, aku sangat ingin tahu. aku tak bisa mengatakan “TIdak” pada dia, aku selalu mengatakan “ia”, aku tak tahu mengapa begitu.Aku bingung, mengapa aku bisa begitu mencintainya?? Semuanya seakan tanpa alasan.. aku memang bodoh!!Semakin hari semakin ku merasakan ketenangan bersamanya, keinginan ku membahagiakannya membuat aku selalu mengabulkan segala kemauannya. Aku tak tahu lagi mana yang baik dan mana yang buruk, tapi kurasa dia selalu mengajarkan yang baik untukku.Aku tak tahu segala perhatian dan kedekatannya padaku adalah suatu keiklasan atau hanya bohong belaka, aku tak tahu apakah itu karena dia memang menginginkan kedekatan ini atau hanya sebatas rasa penasaran saja pada ku, aku tak tahu!!.Baru saja aku merasa kesenangan, sekarang aku akan merasakan kesedihan lagi. Kali ini aku merasakan ketakutan yang lebih dalam dari yang sebelumnya. Aku merasa sangat takut kehilangan dia. Mungkin dia masih bisa tertawa lebar atas semua ini, tapi aku tak lagi bisa melepas semua tawaku, aku menangis dalam tawa, aku bersembunyi dalam keremangan malam, aku takut.Aku berpikir, mengapa semua ini terjadi? Dan ternyata semua ini adalah salah ku sendiri! Aku tak pernah memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya, aku hanya berpikir sesaat, aku hanya berpikir untuk hari ini. Aku tak menyesal karna telah mencintainya seperti ini, sama sekali tak menyesal, aku hanya sedih bila harus melepasnya.Detik-detik kepergiannya membuat aku lemah menghadapi hari-hari yang terus berjalan, tapi aku tetap harus bisa menjalani semua ini, paling tidak ini semua aku lakukan untuk keluargaku, aku tak mau mereka sedih melihat aku yang rapuh hanya karna masalah cinta.Setiap kenangan ku bersamanya akan tetap ku simpan dalam hati, tak kan pernah aku lupakan, dan mungkin memang tak bisa untuk dilupakan. Tak banyak yang terjadi pada kami, namun entah mengapa semua seakan sangat berarti untukku. Aku tak kan berusaha melupakannya, Karena aku tak ingin melupakan orang yang pernah aku cintai, walaupun mengingat dia adalah menyakitkan, itu lebih baik dari pada aku harus melupaknnya.Kini hari kepergiannya semakin dekat, aku semakin diambang ketakutan. Aku ingin menatapnya dalam-dalam sebelum ia benar-benar meninggalkan ku sendiri selamanya, aku ingin bersama nya walaupun hanya sehari sebelum sesuatu merenggutnya pergi.Aku iklas untuk melepas kepergiannya asalkan dia bahagia.Aku iklas tertinggal sendiri asalkan dia masih bisa tersenyum untukku.Salam ku untuk dia yang tak pernah bisa kumiliki dan tak tercipta untukku.Selesai

  • Cerpen Cinta Romantis “Kenalkan Aku Pada Cinta” ~ 03

    Oke, Ide ceritannya dadakan, waktunya pengetikannya juga maksa. So kalau cerita nya rada maksa juga harap di maklumi aja yak?. Cerpen ini adalah lanjutan dari cerpen cinta romantis " Kenalkan aku pada cinta" part 2 kemaren. Abis, kalau di inget inget udah lama juga nggak di lanjutin ternyata. Soalnya gara gara pinguin V2 si. Jadi males di star night malah sok sok an bikin "cerpen remaja cinta 'Cinta ci penghujung harap'. Yang jelas apapun hasilnya, nikmatin aja lah. Mumpung masih mau nulis ini. ^_^Setelah merapikan poni rambutnya serta memastikan kucir kuda di rambutnya terikat kencang, tangan Astri terulur membuka laci meja riasnya. Dari kota persegi panjang itu ia temukan kaca mata yang selalu menemani kesehariannya di kampus. Setelah mengenakannya ia berbalik. Meraih tas, dan segera menuju ke kamar sebelah.sebagian

  • Cerpen Sahabat Jadi Cinta Be The Best Of A Rival End

    Credit Gambar : Ana Merya"Clara, loe gimana si. Kemaren loe yang ngajak gue buat datang. Eh giliran tiba hari H-nya malah loe yang nggak nongol. gimana si" Omel chika pada sahabatnya keesokan hari."Sory chik, kemaren itu gue ada urusan yang nggak bisa gue tinggalin. Nyokap gue sakit. Terus gimana, Sekolah kita pasti menang kan?" Balas clara penasaran.sebagian

  • Ketika Cinta Harus Memilih ~ 04 | Cerpen Cinta

    Halo semuanya, ketemu lagi nih sama Admin tentunya dengan kelanjutan Ketika Cinta Harus Memilih Part 4. Masih tentang kisah Cinta sama Rangga ya. Kira kira gimana sih kelanjutan hubungan mereka. Bakal happy ending atau justru malah sad ending.Untuk yang dulunya sudah pernah membaca, baca ulang lagi juga boleh kok. Secara cepen ketika cinta harus memilih ini kan udah di edit lagi. Walau inti ceritanya masih sama si sebenertnya. Akhir kata, happy reading aja deh….Ketika Cinta Harus Memilih"Jadi ini rumah loe?" tanya Rangga setelah beberapa detik yang lalu motornya diberhentikan atas interupsi dari Cinta yang sedari tadi duduk di belakangnya.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*