Cerpen Tentang Aku dan Dia Part 5 {update}

Cerpen tentang aku dan dia part sebelumnya udah pada baca kan?… Kalau belum baca baca dulu gih sana.. ha ha ha

Kredit Gambar : Ana merya
"Pagi Ma, Pa…. Gresia berangkat dulu" Pamit Gresia terburu – buru . Gara – gara tadi malam tidurnya terlalu larut yang berakibat telat bangun. Padahal hari ini di kampusnya ada jadwal masuk pagi.
"Lho. Nggak sarapan dulu" Tanya Mama sambil mengoleskan selai kacang di atas roti nya.
"Nggak sempet. Gresia udah telat. Udah gresia pergi dulu ya. Da… eh, Assalamu'alaikum" Sahut Gresia sambil beranjak pergi. Tapi sebelum itu tangannya masih sempat menyambar roti yang ada di tanggan sang mama.
"Wa'alikum salam. Hais anak itu, sama sekali masih belum berubah" Balas mama sambil geleng – geleng kepala melihat ulah anak semata wayangnya.
Ia masih merasa heran kenapa Gresia menolak untuk diantar jemput oleh supir pribadi keluarganya bahkan lebih memilih berdesak – desakan di bus untuk berangkat sekolah. Padahal kalau ia mau, Papanya sama sekali tidak keberatan untuk membelikanya mobil pribadi. Tapi lagi – lagi di tolak dengan alasan kalau ia pengen mandiri.
"Ah…. sialan. Gue terlambat lagi" Gerut Gresia sambil berlari – lari kecil menuju ke halte bus yang kebetulan berada tidak jauh dari rumahnya.
"Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnn……". *bunyi apa tu???*.
"Argh….!!!" Jerit Gresia sekenceng – kencengnya karena kaget.
Reflek ia melompat ke samping. Tapi karena tidak sempat untuk memikirkan untung dan rugi (???) kakinya tidak sengaja malah kesandung batu yang mengakibatkan tubuhnya mendarat dengan sempurna. Bahkan masih di tambah 'bonus' luka goresan di lututnya.
"Ya ampun. Gresia loe nggak papakan?" Tanya Arga sambil buru – buru keluar dari mobil dan membantu Gresia bangun.
"Nggak kenapa – kenapa kepala loe. Gila, Mau bunuh gue ya loe" Damprat Gresia Sambil menepis tangan Arga yang berusaha membantu dan berusaha untuk bangun sendiri. Tapi ternyata luka di lutunya beneran nyeri yang mengakibatkan ia hampir jatuh dua kali. Untung lah Arga sigap sehingga hal itu tidak sampai tejadi.
"Makanya kalau jalan tu matanya nya di pake" Balas Arga sambil memapah tubuh Gresia tanpa memperdulikan penolakan sama sekali.
"Loe pikir mata gue tadi di lepas. Kalau ngomong suka asal njeplak aja. Lagian Mang nya ini tu gara- gara siapa. Main ngagetin sembarangan aja. Tadi kalau gue jantunga gimana?".
"Jangan lebai. Loe itu masih muda. Masa ia udah jantungan. Lagian masa gitu aja kaget".
Gresia ingin membalas tapi di urungkan karena Arga sudah terlebih dahulu mendorong tubuhnya masuk ke dalam mobil dan membawanya melaju entah kemana.
"Hei, Loe mau bawa gue ke mana?" teriak Gresia ketika mobil yang di tumpangi terus melaju padahal jalan kesekolah mereka harus nya pada persimpangan tadi belok kekiri.
"Mau ke kebun binatang. Katanya loe mau ngejenguk temen – temen loe" Balas Arga cuek.
Karena Roti yang ia bawa tadi tidak sempat di makan akibat insident yang terjadi sementara perutnya benar – benar minta di isi membuat Gresia benar- benar bernapsu untuk melalap makhluk di sampingnya yang memiliki potensi untuk membuatnya keseringan makan hati..
"Ha ha ha…. Tampang loe nyeremin banget ya" Ledek Arga beberapa saat kemudian.
Gresia diam saja. Menurutnya percuma ngomelin Arga.
"Udah samapi. Turun yuk".
"Taman?" Tanya Gresia kaget begitu melihat sekelilingnya.
"Apa loe beneran berharap gue ngajak loe kekebun binatang?" Arga balik bertanya.
"Hei. Gue itu harus sekolah!".
"Gue?. Kita!!!!" Ralat Arga cepat." Gue juga harus sekolah, tapi mending kita obatin dulu kaki loe?" Tanpa memperdulikan Gresia yang masih keberatan diajaknya Gresia duduk di bangku taman itu.
"Sekarang loe duduk aja di sini dulu. Jangan ke mana-mana. Gue mau beli obat" Kata Arga kemudian sebelum meninggalkan Gresia yang masih bengong.
Tidak sampai sepuluh menit kemudian Arga sudah muncul dengan membawa sebuah kantong pelastik. Dan tanpa basa – basi langsung berlutut di depan Gresia dan mulai membersihkan luka nya dengan air mineral yang ia beli. Tidak lupa di teteskanya obat merah sebelum kamudian di tutup dengan plaster.
"Makanya kalau jalan itu hati – hati " Kata Arga masih sambil mengobati kaki Gresia.
"Gue itu udah hati – hati kali. Cuma loe nya aja yang tadi ngagetin gue. Lagian kenapa si loe jadi sok baik gitu?" Gresia merasa risih.
"Sok?. Gue memang baik lagi" sahut Arga dengan PeDenya. "Loe nya aja yang nggak nyadar dari dulu. Lagian kan kemaren gue udah bilang, Loe berangkatnya bareng gue. Biar gue yang jemput loe".
"Gue juga udah bilang kan kalau gue ogah berangkat bareng loe".
"Kenapa?" tanya Arga sambil duduk di samping Gresia.
"Kenpa juga gue harus mau bareng ma loe?" Gresia balik nanya.
"Tentu saja karena loe kan sekarang sudah jadi pacar gue" Balas arga cepat.
"Astaga….. loe benar – benar ingin membunuh gue sepertinya…." keluh Gresia sambil memijat keningnya sementara Arga hanya tersenyum simpul.
"Oh ya, Kayaknya kita juga udah telat deh sekolahnya. Mending jalan – jalan yuk" Ajak arga beberapa saat kemudian.
"What?, Maksutnya jalan bareng sama loe?".
"Yups. Kita kencan" Sambung Arga lagi yang Sukses membuat Gresia makin shock.
"Oh Tuhan!…Apa dosa gue" Rintih Gresia dalam hati karena tidak pernah mampu menolak ajakan Arga.
"Ternyata kenal sama loe benar – benar merupakan kutukan buat gue" Kata Gresia pada akhirnya.
Cerpen Tentang Aku dan Dia
"Ya tuhan gue bisa jatuh cinta beneran kalau kayak gini ceritanya" Keluh Gresia saat tiduran di kamar. Angannya menerawang ke acara 'kencan'nya bareng Arga.
Oke, Awalnnya ia memang keberatan, kesel, kesuh, pedo, sakit hati, plus marah sama tu orang. Eh tapi ternyata setelah di jalanin petualangan tadi benar – benar menyenangkan. Arga benar – benar memperlakukannya sebagai putri, Nggak lah… maksutnya Arga memperlakukannya layaknya sebagai seorang pacar yang udah cinta mati. Jujur aja, Gresia nggak mau munafik kalau selama seminggu ini Arga sudah menunjukkan sosok yang benar – benar menyenangkan. Perhatian nya itu lho, bikin kagak nahan *hem, Apa si???*.
Seharian ini mereka habis kan benar – benar untuk bersenang -senang. Persis kayak yang di film jepang yang selama ini mereka tonton.Pokok nya benar – benar menyenangkan deh.
"Ini nggak boleh terus di biarin. Gue harus ngelakuin sesuatu. Kalau nggak bisa patah hati beneran gue" Ujar gresia sendiri sambil berjalan mondar – mandir di kamarnya.
Cerpen Tentang Aku dan Dia
Oke…….. Go to next par at cerpen tentang aku dan dia part 6

Random Posts

  • Cerpen Tentang Persahabatan dan Cinta

    BERAWAL DARI SEBUAH PERSAHABATANOleh: Maulana Eka PutraDi suatu sekolah yang ku anggap tempat di mana aku bisa mengungkapkan segala ekspresi kehidupan di dalamnya, ternyata sekolah menjadi tempat yang indah untuk menemukan cerita-cerita indah yang bisa untuk dikenang. Selain sebagai tempat untuk menemukan segudang ilmu di sekolah juga menjadi tempat untuk kita menemukan berbagai jenis dan sifat teman yang kita jumpai, sesosok teman menjadi sebuah keindahan dalam menjalani kehidupan ini, selain itu di lingkungan sekolah kita juga dapat menemui benih-benih cinta yang akan tumbuh menjadi indah. Di sini lah ku mulai cerita itu.Di suatu kelas yang amat seru dan mengasikan aku duduk bersama seorang sahabat yang telah ku kenal kelas sejak kelas 1 SMA yang bernama Randy. Kini kami telah duduk di kelas 2 SMA Negeri Jakarta. Aku telah berteman dengannya sejak kelas 1 SMA, entah mengapa di kelas 2 aku sekelas lagi dengannya.Pada saat pelajaran berlangsung tiba-tiba seorang guru piket telah datang ke kelas ku. Guru piket itu datang tidak sendirian, tetapi bersama seorang cwe yang sebelumnya blum aku kenal dan belum juga aku lihat di sekolah ini. Yah, bisa di anggap lumayan cantik lahh cwe itu.“Wan, ada cwe tuuuhhhh” Randy memberi tahu padaku“Ya gue juga tau itu cwe, gue masih normal masih bisa bedain cwe sama cwo kaleee” gurau ku“yeee, biasa ajh kalee kan gue cuma ngasih tau”Akhirnya guru piket itu menjelaskan kepada seluruh siswa di kelasku bahwa cwe yang telah datang bersamanya itu adalah murid baru yang telah mendaftarkan diri untuk bersekolah di sini.“Selamat pagi anak-anak” sapa guru piket itu“PAGIIIII BUUUU” jawab seluruh siswa di kelas ku“Oke, pagi ini kalian telah kedatangan siswa baru yang baru saja pindah dari Bandung, semoga kalian semua bisa berteman dengan baik bersamanya”“Selamat pagi teman-teman, nama ku Riska yang baru saja pindah dari Bandung. Semoga teman-teman dapat menerima saya dengan baik di sekolah ini” sapa cwe itu memperkenalkan diriSemua teman-teman kelas ku pun mendengarkan dengan baik sedikit cerita mengenai sekolahnya di Bandung sebelum ia duduk untuk melanjutkan pelajaran.“Baik lah anak-anak itu lah sedikit cerita dari Riska. Semoga Riska dapat membagi pengalaman baiknya dengan teman-teman yang ada di sini”“Baik Bu” jawab Riska singkat“Wandi, bangku depan kamu ada yang kosong di situ ada yang menempatkan apa tidak ?” tiba-tiba guru piket itu bertanya pada ku“i..iiya bu, kosong ko bu” jawabku ragu-ragu karena dari tadi aku sedang memperhatikan wajah Riska yang cantik.“Yasudahhh Riska duduk di depan Wandi saja. Wandi, kamu jaga Riska baik-baik”“Oke deeehhhhh Buuuuu” jawab ku semangatAkhirnya Riska pun jalan menghampiri bangku tempat duduknya yang telah di tentukan tepatnya di depan tempat duduk ku.“Hai Wandiii” sapa Riska sambil menyodorkan tangannya pada ku“Hai Riska, salam kenal yahh” aku pun menggapai tangannya“oh iya kenalkan juga teman ku ini namanya Randy” aku sambil menoleh kepada Randy“Hay” Jawab Riska singkat“hay juga” jawab Randy………….Tak terasa bel istirahat pun berbunyi aku berniat untuk mememui Riska, karena aku yakin Riska blum mempunyai teman semenjak dia pindah untuk bersekolah di sini semenjak pagi tadi. Aku pun mengajaknya untuk pergi ke kantin.“Riska, kamu ga ke kantin ??” tanya ku“engga, aku lagi males ke kantin, boleh ga aku nemenin kamu istirahat”“hmm, boleh ko”Akhirnya aku pun bercerita panjang lebar bersamanya, menceritakan segala sesuatu mulai dari sekolah ,teman, dan hal lainnya mengenai suasana dan kondisi di sini. Riska pun juga menceritakan hal serupa kepada ku mengenai suasana dan kondisi yang ada di Bandung. Sungguh mengasikan bisa dekat dengan Riska walaupun baru pertama kali aku dekat dengannya……………..Tak terasa aku dekat dengan Riska sudah hampir satu bulan ini aku telah memendam rasa dengannya. Aku pun berharap Riska juga memiliki rasa yang sama dengan ku, tapi aku belum bisa mengungkapkannya.“Wan,lo suka sama Riska yahh ??”“Kok lo bisa tau ??”“Udah deehh gak usah ngelak gue mah udah tau sikap temen gue sendiri hehehe”“Oke,thanks bro. Tapi gue lagi bingung niihh gimana caranya gw nembak dia, lagian gw juga deket sama dia baru sebulan”“Yaelah sebulan itu ga sebentar bro, udah tembak ajh entar keburu di ambil orang lohh”“Bener juga tuuhh”Akhirnya setelah pulang sekolah hari itu sesampainya di rumah aku memikirkan kata-kata sahabat ku si Randy kalau aku dekat dengan Riska tidak sebentar. Aku pun berniat untuk menembak Riska. Hingga semalaman aku tidak bisa tidur karena aku sedang memikirkan Riska. Untuk menghilangkan rasa memikirkan Riska sekitar pukul 21:00 aku berniat untuk telpon dia, oke aku tau itu udah malam tapi aku ga bisa tidur kalo ga tau kabar dia, hahaha LEBAY yahhh hehehe.“Hay Riska”“Hay juga Wandi”“Kamu blom tdur jam segini ? Emngnya lagi ngapain ?”“Hmm blom nih, kamu juga blom tdur ? Aku lagi ada masalah niihh !”“Loh masalah apa ? cerita ajh sama aku mungkin aku bisa bantu kamu”“Oke deh aku bakalan cerita sama kamu, tapi besok yahh ga enak kalo cerita lewat telpon”“Yaudah besok cerita ajh di sekolah ? Oke ?”“Oke! Eh Wan, udah dulu yahh udah malem niihh aku mau tidur dulu”“Hmm oke dehh, met tdur yah Riska GOOD NIGHT hehehehe :D”“Hehe Night to WANDY J”Akhirnya aku bisa juga mendengar suara Riska dan sedikit mengurangi rasa rindu ku ini, tapi kok aku makin gak bisa tidur karena penasaran dengan masalah yang di alami oleh Riska tadi. Hingga akhirnya aku baru bisa tidur pukul 03:00 dini hari………………..“KRIIIIIINGG KRIIIIIINNGGGG KRIIIIINNGGGG” Jam weker di kamar ku pun berbunyi sudah saatnya aku bangun dan siap-siap untuk pergi ke sekolah. Memang cinta itu membuat ku tak terkontrol, akibat aku tidak bisa tidur semalaman mata ku pun terasa berat untuk di buka, tapi mau gimana lagi aku harus melakukan kewajibanku sebagai siswa untuk pergi bersekolahTernyata sesampainya di sekolah tepat di depan pintu kelas ku aku melihat seorang wanita yang sedang berdiri di sana, aku tak sadar ternyata itu adalah Riska tak tau kenapa mata ku pun langsung terbuka lebar walau pun mataku terlihat merah.“Hai Wandy, kok mata kamu merah ?” Riska menyambutku“E…eh Riska, engga ko gapapa” jawabku lemas“Hayo knapa ngomong ajah sama aku”“Hehe aku kurang tidur semalam Ris ..”“Loh aku kira abis telpon-an sama aku semalam kamu langsung tidur, pasti mikirin cwe yahh hayo ngaku hahaha”“Hahaha, tau ajh kamu Ris ?!” aku pun tak sadar mengatakan itu“Hah ? Siapa Wan ? kasih tau aku dong !”“E..eehh engga, aku becanda ko” aku pun mengelakAku tak sadar mengatakan itu, hampir saja aku keceplosan mengatakan semuanya kepada Riska tapi sebenarnya memang benar semalam aku tidak bisa tidur karena sedang memikirkan seorang wanita yaitu Riska, tapi aku belum berani mengatakan yang sebenarnya.Aku pun beranjak ke tempat duduk ku, dan di sana sudah terlihat Randy yang sedang duduk di bangkunya“Wan, knapa mato lo merah gitu ?? wahh abis ngintipin cwe yahhh ??” Randy meledek ku“Huuusss, enak ajah lo semalem gue ga bisa tidur niihhh gara-gara mikirin Riska”“Ciiieee, makin deket ajh lo sama dia kan udah gue bilang tembak ajah dia”“Ya gue tau, tapi ga segampang itu juga kan itu semua perlu proses”“Bener juga siiihh hehehe”Bunyi bel tanda masuk di sekolah ku pun berbunyi sebentar lagi pelajaran di sekolah akan segera berlangsung seperti biasa. Jam pertama di kelas ku adalah pelajaran Sejarah, dan pelajaran itu terkenal sebagai pelajaran yang sangat membosankan mungkin itu sama juga yang aku rasakan pada saat ini.Hingga pelajaran itu berlangsung mata ku pun masih tetap terasa berat untuk terbuka, suasana makin mendukung pada saat pelajaran Sejarah sedang berlangsung. Tak terasa aku pun tertidur saat pelajaran hingga akhirnya guru Sejarah yang sedang mengajar mengetahui aku sedang tertidur pulas di meja ku. Dengan logat Medan nya guru itu membangunkan ku.“Hey Randy, bangunkan teman sebelah kau itu yang sedang tertidur”“Ehhhh Wan bangun, di panggil Pak Tigor tuuhh” Randy pun membangunkan ku dan aku langsung bangun sambil mengusap mata ku yang dari tadi pagi sangat mengantuk“Hey Wandy, berapa skor pertandingan Chelsea vs MU semalam ?”“3-2 Pak, eehhh” aku pun menjawab reflaek pertanyaan dari Pak Tigor“HAHAHAHAHA” teman-teman di kelas ku pun tertawa semua tak luput Riska dan Randy pun juga ikut menertawakan ku“Sudah-sudah, cepat kau ke toilet dan kau cuci muka kau yang sangat lecek itu”“Baik Pak ..”“Jangan tertidur lagi kau di toilet”“HAHHAHAHAHA” lagi-lagi teman-teman di kelasku tertawa akibat lelucon dari Pak TigorDan aku pun pergi ke toilet dan langsung mencuci muka ku yang sangat mengantuk, setelah mencuci muka aku langsung bercermin di kaca yang ada di toilet itu dan aku berfikir, sepertinya wajah ku juga ga jelek-jelek banget dan gaya ku juga lumayan keren, kenapa aku juga belum berani mengatakan dan mengungkapkan semua perasaan ku pada Riska tapi aku juga berfikir dengan kata-kata yang aku ungkapkan sendiri kepada Randy kalau semua itu perlu proses. Tapi ada sebersit aku berfikir apakah aku pantas untuk Riska ?? Kata-kata itu yang terus membayangi ku hingga aku sampai di tempat dudukku di kelas. Semua yang aku pikirkan tadi hilang seketika saat aku mulai konsentrasi ke pelajaran.Sejak dari awal pelajaran di mulai aku sangat memikirkan apa yang sebenarnya akan di ceritakan oleh Riska pada ku.“Ris, sebenarnya kamu mau cerita apa sihh ??”“Entar ajah ceritanya, masih belajar niihh !”“Hmm, yaudah dehh entar pulang sekolah ikut aku ajh yahh ??”“Mau ngapain ?”“Udaaaahh, entar ikut aku ajh sekalian kamu ceritain masalah itu”“Hmm, oke deeehh”Tadinya aku mau mengajaknya untuk pergi ke suatu taman yang sangat idah di dekat komplek, untuk mengungkapkan perasaan ku yang sebenarnya pada Riska, tetapi aku juga penasaran apa yang akan di ceritakan pada ku.Pada saat bell tanda pulang berbunyi aku langsung mengajak dan tak sengaja aku menggandeng tangannya, setelah berapa detik aku batu menyadarinya. Saat aku melihat ke arah Risaka dia pun terlihat tersenyum saat aku menggandengnya. Sungguh cantik wajah Risaka saat dia sedang senyum yang membuat aku semakin yakin aku akan mengatakan isi hati ku hari itu juga.Setelah sampai pada tempat tujuan, aku ko jadi gugup padahal sebelumnya aku udah yakin banget untuk mengatakan ini semua. Seharusnya aku yakin ajh suasananya pun udah meyakinkan banget. Yaudah deh aku buka pembicaraan ajah dulu.“Ris, emm..mmm”“Kenapa Wan ?? Ko kayanya gugup gtu ?”“Ehh, ga jadi dehhh”“Loh ko ga jadi ?”“Kamu duluan ajah deeh, katanya kamu mau cerita”“Ayo lah Wan ngomong ajh, aku ga mau cerita kalo kamu blom cerita”“Mulai dari pertama kali aku bertatap muka sama kamu, aku ngerasain ada seseuatu yang beda. Setelah kita udah berteman selama lebih dari satu bulan ini aku merasakan suka sama kamu. Aku ga tau juga perasaan kamu ke aku sama ato engga, aku ga berharep kamu juga suka sama aku dan bisa terima aku tapi yang aku pengen kamu tau perasaan aku yang sebenarnya. Aku sayang Ris.”“Loh ko jadi aneh yahh ?”“Aneh knapa Ris ? Aku salah yah suka sama kamu ?”“Bukan itu Wandy sayang, sebenarnya aku mau cerita kalo aku juga sayang dan suka sama kamu yang kamu ceritain tadi juga yang mau aku ceritain ke kamu, sebenarnya aku ga berani ngungkapin duluan semuanya ke kamu karena aku cwe ga mungkin aku ngungkapin duluan ke kamu, ini ajh aku di paksa sama Randy untuk mengungkapkan semuanya ke kamu, tapi kamu udah ngungkapin duluan ke aku barusan. Aku tuh selalu curhat sama Randy tentang kamu. Tapi kamunya yang ga pernah respon perasaan aku. Aku juga sayang kamu Wan.”“Loh jadi selama ini kamu deket sama sahabat aku toohh. Hmm, yaudah ka kita udah tau perasaan masing-masing, kamu mau ga jadi pacar aku ??”“Iya aku mau jadi pacar kamu”Betapa senangnya peraasan aku saat itu, ternyata selama ini Riska memiliki perasaan yang sama dengan ku. Semua yang dia rasain juga sama yang aku rasaain selama ini. Pada akhirnya aku bisa mendapatkan Risaka untuk jadi pacar ku. Semua ini tak terlepas dari sahabatku Randy yang bisa meyakinkan aku dan Riska untuk mengungkapkan perasaannya masing-masing, memang dia sahabat yang baik, sahabat yang bisa mengerti perasaan sahabatnya sendiri. Keesokan harinya aku berterima kasih kepada Randy, dia pun merasa senang atas hubungan ku dengan Riska dan dia mengucapkan selamat pada ku. Semoga hubungan persahabatanku pada Randy bisa berjalan lama dan baik. Selain itu juga semoga hubungan ku dengan Riska dapat terjalin dengan baik juga, karena hubungan ku dengan Riska berawal dari sebuah persahabatan yang tumbuh menjadi cinta.THE ENDMemang hidup itu ga terlepas dari hubungan persahaban dan masalah percintaan, emng siihh kadang-kadang di dalam hubungan persahabatan dan percintaan itu pasti selalu ada masalah atau konflik. Anggep ajah itu semua sesuatu hal yang dapat memberi pelajaran dalam manjalani sebuah hubungan untuk menjadi lebih baik lagi. Jaga terus sahabat kita dengan adanya sahabat kita bisa share semua masalah yang kita alami atau dalam segala hal. Selain itu tumbuhkan rasa cinta dalam diri kita, karena cinta yang membuat hidup kita menjadi indah. Cinta bukan hanya kepada seorang kekasih, tetapi bisa kepada sahabat, keluarga atau siapa pun itu. CHEERS GUYS !!!Penulis : Maulana Eka Putrae-Mail : mekaputra31@yahoo.comFacebook : http://www.facebook.com/khattulTwetter : https://twitter.com/#!/maulanaeputraSekolah : SMA Negeri 66 Jakarta / 2014

  • CINTA ITU GA HARUS MEMILIKI

    Oleh: Windi Adewi – Kisah ini berawal dari dua orang sahabat yang selalu bersama-sama, dan pada suatu hari mereka mendapat tugas untuk membuat kliping , , mereka pun pergi ke rental bersama, waktu disana mereka bertemu dengan seorang mahasiswa yg kebetulan juga sedang mengerjakan tugasnya. dia tertarik sama salah satu dari mereka dan dia pun ngajakin kenalan ,”hai, boleh kenalan ,aku arief. nama km siapa ? boleh minta nomer hpnya ?” “mmm , boleh , aku putri,kakak namanya arief ya ?” oke, kalo gitu mana hp kakak nanti aku tulis nomer ku di hp kakak”. “yauda , nih “. “Udah nih kak, “ “Yauda makasih ya, nanti aku sms kmu , kalo gitu aku cabut dulu, aku masih ada urusan di kampus”.“iya kak, sama – sama”.Lalu mahasiswa yg bernama arief itu pun pergi dan meninggalkan rental , putri cerita sama sahabatnya kalo dia baru aja kenalan sama mahasiswa yang tadi baru aja dari situ. Sepulang dari rental sama sahabatnya itu , putri beristirahat sejenak , dan baru beberapa jam hpnya ditaruh dimeja belajarnya , hpnya bunyi dan berdering, ternyata setelah dia lihat ada sms dari nomer yang gak ada namanya, putri lalu membuka smsnya.Ternyata sms itu dari kak arief yg tadi ngajak kenalan putri di rental ,katanya dia seneng banget bisa kenal sama putri dan dia pengen kenal lebih deket lagi sama putri.Begitu seterusnya setiap hari mereka selalu smsan hingga saling mengenal satu sama lain dan ternyata arif adalah salah satu mahasiswa politeknik di Semarang jurusan konversi energi semester 6 yang lagi menyelesaikan skripsinya , itu berarti sebentar lagi dia diwisuda dan dapet gelar diploma.Seiring berjalannya waktu mereka sering jalan bareng dan putri juga sering cerita sama sahabatnya tentang arif.“ aku mau cerita sama kamu nih , ,”“iya, cerita aja , ,”“ternyata kak arif itu masih kuliah lo , , tapi dia lagi mau nylesaiin skripsinya”“trus , ,? ‘“ ya itu berarti kuliahnya bentar lagi mau selesai donk , trus dia diwisuda ““trus kenapa , bukannya itu bagus yah, kok jadi kamu yg sedih, harusnya kamu seneng donk”“ iya, tapi kak arif bilang kalo dia udah diwisuda nanti, dia mau pindah dan nyari kerja di kampung asalnya, dia juga bilang dia mau kumpul sama semua keluarganya disana, dan mungkin dia bakalan tinggal disana selamanya, ya kemungkinan juga dia ga akan balik lagi kesini”“oh gitu , emang kampung asalnya dimana sih , ?”“ Nias, berarti jauh banget kan , , ?“ iya seh , trus kenapa kamu sedih banget ? dia kan bukan siapa2 kamu ?apa jangan2 kamu suka ya sama dia ?udah ngaku aja”“ ga tau nih, tapi jujur aja ya , aku jadi sedih banget kalo emang dia bener2 mau pindah jauh dari sini, ga kebayang mungkin ga akan ada lagi orang yg bisa aku anggep sebagai kakak cowok aku sekaligus sebagai temen curhat yg selalu ngehibur aku disaat aku lagi sedih’’“mmm . . aku tau kok perasaan kamu, yah tapi kan masih lama juga, sekarang kan dia masih dalam proses ngerjain skripsinya , jadi kamu santai aja, gak usah dipikirin , lagian kan masih ada aku ,iya kan? Aku janji kok aku bakalan selalu ada saat kamu butuh temen curhat ,oke ?’“ yauda, makasih ya . . .kamu emang sahabat aku yang paling baik deh ““iya, sama – sama put “Hati putri jadi lega setelah curhat sama sahabatnya,Tapi putri juga sedih karna udah beberapa bulan ini kak arif udah gak pernah ngajak dia ketemu lagi , bahkan buat sms putri aja uda jarang, putri jadi mikir apa mas arif uda pergi jauh tanpa sepengetahuan putri dan gak ngasih tau putri .Tapi disaat putri lagi gelisah gak karuan tiba – tiba hp putri bunyi, dan pas dia buka ternyata ada sms dari kak arif, hati putri pun seneng banget , dan saking senengnya dia langsung buka smsnya karna putri pengen tau isi sms itu.ternyata akhir2 ini ms arif udah gak sms putri lagi karena dia lagi sibuk ngerjain skripsinya, dan dia juga bilang besok minggu dia mau ngajakin putri jalan2 ke pantai karna dia pengen banget ketemu sama putri.Putri seneng banget soalnya uda lama dia gak ketemu sama kak arif , tiba – tiba dia diajakin jalan , dan tanpa berfikir panjang , putri mengiyakan ajakan kak arif, karna dia juga pengen banget ketemu sama kak arif.Hari minggu pun tiba dan tepatnya waktu menunjukan pukul 05.00 kak arif nunggu putri di gang rumah putri , dan beberapa menit kemudian putri dateng memakai cardigan ungu dengan hot pan item , ,setelah liat putri,kak arif langsung nyalain mesin motornya dan mereka langsung beranjak dari tempat itu.Setibanya di tempat itu, mereka langsung cari tempat yang nyaman buat ngobrol berdua, lalu mereka pun duduk di pasir sambil menikmati sunrise ,trus kak arif tiba2 ngomong.“put, kamu tau gak sebenernya aku ngajak kamu kesini mau ngapain ?”“gak tau kak, emang kenapa ?”“aku pengen ngomong sesuatu sama kamu, eh sebenernya banyak sih ““emang apa sih kak?”“tapi jangan marah ya , janji dulu?”“iya deh”“sebenernya , dulu waktu pertama kali kita ketemu, aku pengennya kenalan sama temen kamu, tapi aku gak berani ngajak kenalan dia, makanya aku ngajak kenalan kamu yg waktu itu gak terlalu sibuk , mulai dari situ aku punya ide , mungkin dari perkenalan kita dan kedekatan kita aku bisa minta kenalin ke kamu sama temen kamu itu , tapi aku takut kalo aku nyinggung perasaan kamu”“jadi, ternyata selama ini ms Cuma pura2 deket sama aku biar bisa kenal sama temen aku itu ? ,kok kak arif tega sih sama aku ,padahal aku udah naruh harapan sama kakak, dan aku fikir kakak suka sama aku , tapi kok ternyata malah kayak gini, kalo kayak gitu kenapa kakak gak bilang aja sama aku dari awal , kalo gitu kan aku gak bakalan sakit hati kayak gini . aku gak nyangka ternyata kakak kayak gitu, dan kakak ngajak aku kesini Cuma mau bilang itu , oke kalo gitu hubungan kita cukup sampai disini aja, sekarang tolong anterin aku pulang, pliisss aku gak mau denger apa2 lgi dari kak arif”Sambil menangis putri langsung diantar pulang , sesampenya dirumah putri langsung pergi ninggalin arif, tanpabicara apa2. Tapi beberapa jam kemudian hp putri bunyi dan taunya ada sms masuk dari kak arif.dia minta maaf sama putri , tapi sebenernya masih ada lagi beberapa hal yang masih mau dia omongin, dia juga bilang bulan depan dia mau pindah ke Nias, karna minggu depan udah diwisuda, dan mau ngurusin kepindahannya, jadi dia mohon banget buat ketemu putri untuk yg terakhir kalinya dua hari sebelum dia pergi, dia bakal tungguin putri di gang rumah putri.Kemudian hari yg ditunggu – tunggu pun tiba, dua hari sebelum Arif pergi , Putri bingung apa dia emang harus ketemu apa enggak, tapi putri juga penasaran sebenarnya apa seh yang mau diomongin sama kak arif lagi ke putri, akhirnya putri ngambil keputusan kalo dia mau nemuin Arif buat yg terakhir kalinya.Setibanya digang , ,“mmm, akhirnya kamu mau temuin aku juga put ““uda deh, gak usah basa basi , emangnya kak arif mau ngomongin apa lagi sih ke aku ?”“aku Cuma mau bilang kalo sebenernya aku suka sama kamu , aku sayang kamu put.““loh, bukannya kakak waktu itu bilang , kakak itu suka sama temen aku, trus kenapa tiba2 sekarang bilang kalo suka sama aku,sayang sama aku? maksudnya apa sih?”“emang pertama kali aku kenal kamu , aku emang masih suka sama temen kamu , tapi hanya sebatas suka dan gak lebih, tapi setelah aku deket dan jalan bareng sama kamu, aku jadi suka sama kamu, dan aku ngerasa aku pengen selalu deket sama kamu, dan aku pengen banget ngelindungin kamu , beda banget sama perasaan aku ke temen kamu, aku pengen deket sama temen kamu, itu karna aku pengen dia jadi adek aku , soalnya dia itu mirip sama adek aku yang jauh di Nias sana, tapi kalo sama kamu, lebih dari perasaan seorang kakak ke adik, sebenernya aku gak pengen ninggalin kamu, tapi mau gimana lagi, aku harus pulang ke Nias karna aku udah diterima kerja disana, aku harap kamu bisa maafin kesalahanku selama ini, dan kamu gak akan lupain aku, dan kenangan selama kamu kenal sama aku ““hmm gitu yah,oke deh, aku maafin kakak, aku gak akan pernah lupain kakak, dan aku gak akan lupain kenangan aku sama kak arif, aku juga sayang sama kakak.”“makasih putri, aku harap walaupun kita gak bisa sama2 , kamu jangan pernah lupain rasa sayang aku ke kamu ya, janji ya?”“iya kak”“yaudah, aku pamit dulu , jaga diri kamu baik2 ya“Abis ngomongin perasaannnya ke putri, kak arif langsung pergi ninggalin putri, putri yg lagi sedih juga pergi ninggalin tempat itu, setelah dia sampe dirumahnya, dia ketemu sama sahabatnya, putri cerita semuanya dari awal sampai akhir tentang arif, sahabatnya bilang “ sabar aja put, kalo emang uda takdirnya begitu mau gimana lagi , lagian cintamu gak bertepuk sebelah tangan kan, dan kalo emang kalian itu jodoh kamu, pasti gak akan kemana2 kok, lagian kata orang cinta itu gak harus memiliki . “Akhirnya setelah dihibur sama sahabatnya, putri gak sedih lagi, putri ngambil hikmah dari ini semua, putri juga yakin, apa yg dibilang sahabatnya itu emang bener, kalo cinta itu gak mesti harus memiliki.

  • Cerpen Terbaru Si Ai En Ti A ~ 04

    Lagi mau nulis cerita yang datar – datar aja nih. Yah sedatar kisah and hidup admin saat ini lah #curcol. Lagian, gak tau mau nulis apa. Gara – gara kemaren niatnya mau santai, eh malah keterusan. #Cabe deh. Ide buat nulis, mentok. Gak tau ada dimana. Kemudian lirik cerpen yang ada di star night, terhenti pada cerpen Si Ai En Ti E. Ini cerpen satu mana lanjutannya yak? #gubrag.Okelah, kemudian admin pun open Ms. Word. And then jadilah part ~ 04 berikut ini. Hahahai.. Happy reading aja deh ya. Untuk mempermudah pembaca part sebelumnya bisa di baca pada cerpen Si Ai En Ti E ~ 03.Cerpen si ai en ti eCerpen Terbaru Si Ai En Ti A ~ 04Langit sore yang cerah, namun tidak secerah hati Acha saat ini. Pikirannya kusut sekusut rambutnya yang belum sempet ia kramas sejak kemaren sore. Pikirannya melayang entah kemana.Tentang kuliahnya. Tentang kebutuhannya sehari hari. Juga tentang kondisi keuangan keluarga saat ini. “Atau gue kuliah sambil kerja aja kali ya?” gumam Acha sambil mengetuk – ketukan pena di kepalanya. Kebiasaan yang sering ia lakukan saat sedang berfikir di kala belajar.Kalau di pikir lagi, itu ide yang bagus. Toh ia kuliah hanya setengah hari. Siang sampai malam ia nganggur. Dari pada waktu terbuang percuma dan hanya di isi dengan tidur – tiduran ataupun jalan jalan bersama teman – teman nya sepertinya akan lebih bagus lagi kalau ia isi dengan berkerja.“Ngelamun mulu. Nggak bakal kaya loe.”Lamunan Acha buyar seiring dengan denyutan yang terasa di kepalannya. Saat menoleh tatapan kesel segera ia lemparkan kearah wajah Malvin yang tersenyum tanpa rasa bersalah. Astaga, sepertinya ia mulai tau kenapa otaknya belakangan ini sering sulit untuk di gunakan berfikir. Ah itu pasti karena ulah sahabatnya yang suka asal menjitak.“Ya ampun Malvin. Dimana – mana orang kalau datang itu ngucapin salam tau, bukan menjitak. Kalau gue jadi bodoh emang loe mau tanggung jawab?” kata Acha kesel.Malvin hanya nyegir sambil pasang senyum tiga jari andalannya. Sementara tangannya terangkat dengan jari membentuk huruf ‘V’. Lambang perdamaian.“Ngapain aja loe dari tadi?” tanya Malvin santai sambil duduk di samping Acha yang kini mengeser posisinya. Memang hampir setiap sore ia selalu duduk disantai di sana. Di bangku bawah pohon jambu yang tumbuh di halaman rumahnya. Bangku yang sengaja di buat oleh ayahnya untuk bersantai memang sudah di jadikan tempat faforit bagi Acha setiap sorenya. Tak heran jika Malvin bisa langsung menghampirinya. Terlebih sosok itu memang tinggal di samping rumahnya.“Nggak liat loe buku semua dihadapan gue. Ya tentu aja lagi belajar,” balas Acha tanpa ada niatan untuk bersikap ramah tamah. Toh ia tau. Sahabatnya tidak mungkin tersinggung dengan sikapnya.“Belajar apaan? Perasaan sedari tadi gue perhatiin loe Cuma ngelamun aja.”Kali ini Acha meletakan pena di hadapannya sembari menutup bukunya. Kepalanya ia tolehkan kearah Malvin tanpa sepatah katapun yang terlontar dari mulutnya.“Kenapa?” tanya Malvin heran.“Kalau loe udah tau gue sedari tadi ngapain kenapa masih nanya?”“Biasalah, basa basi,” balas Malvin angkat bahu.“Terus loe sendiri ngapain nyariin gue?” tanya Acha beberapa saat kemudian.Malvin tidak langsung menjawab. Justru pria itu malah terlihat menghebuskan nafas dengan tatapan menerawan. Kakinya yang mengantung sengaja ia goyang – goyang kan kedepan. Berhubung mereka sudah kenal cukup lama, Acha langsung bisa menebak kalau ada hal yang mengganggu pikiran sahabatnnya.“Loe bisa cerita sama gue ada apa.”“Acha,” panggil Malvin tanpa menoleh. “Loe yakin kalau loe cuma nganggap gue sahabat?”“Ya?” tanya Acha dengan kening berkerut. Terkejut sekaligus heran mendengar pertanyaan aneh yang baru saja terlontar dari mulut sahabatnnya. “Maksut loe? Kenapa loe tiba tiba-tiba nanya kaya gitu?” sambung Acha lagi karena Malvin masih terdiam.Kali ini kepala Malvin mengeleng berlahan. “Nggak. Gue cuma tiba – tiba kepikiran aja. Mungkin nggak sih loe naksir sama gue?”Acha tersenyum. Ditatapnya wajah sahabatnya lekat lekat. “Loe lagi ada masalah ya sama Grescy?”Malvin langsung menoleh. Berhadapan langsung dengan wajah Acha yang ternyata juga sedang menatapnya. Tiba – tiba saja rasa bersalah merambati hatinya. Terlebih saat melihat senyum tulus di bibir Acha. Walau tak urung ia juga merasa heran, kenapa sahabatnya bisa menebak dengan benar apa yang terjadi pada dirinya.“Harusnya gue yang heran kenapa tiba – tiba loe nanyain hal yang aneh,” komentar Acha lagi. “Udah jelas – jelas gue cuma nganggep loe sahabat kenapa loe masih nanyain hal itu lagi. Jadi, jangan salahin gue kalau gue langsung nebaknya ke masalah Grescy. Terlebih tadi siang keliatannya doi marah.”“Loe bener,” Malvin mengangguk lemah. “Dia marah sama gue. Dia nggak percaya waktu gue bilang kalau kita cuma temenan. Buat dia nggak ada istilah seorang cewek dan cowok itu murni berteman. Pasti ada rasa suka di antara salah satunya.”“Dan menurut loe gue suka sama loe?” tembak Acha langsung.“Atau loe yang suka sama gue?” sambung Acha lagi yang membuat Malvin makin pasang tampang kaget plus bingungnya. “Tentu saja tidak.”“Ya sudah, jadi kenapa loe masih harus menanyakan sesuatu yang sudah jelas jawabannya?” tanya Acha halus.“Gue cuma kepikiran apa yang Grescy katakan. Waktu kita jalan ke mall kemaren, ternyata dia mergokin kita. Dan dia pikir hubungan kita ada apa apanya. Dia pikir bisa ajakan, loe berusaha nutupin semuanya dari gue. Loe pura – pura baik, padahal ternyata dalam hati loe terluka. Dan seperti yang loe sering katakan selama ini, gue bisa jadi orang yang paling jahat kalau itu benar adanya”“Ha ha ha,” tawa Acha pecah karenannya. Walau ia sudah berusaha untuk menahannya dengan menutup mulut mengunakan tangan, tapi sepertinya itu tidak berhasil. Terlebih saat melihat tampang lesu Malvin saat mengucapkannya. Tanpa kata ia melepaskan liontin yang di kenakannya selama ini sebelum kemudian menyodorkanya kearah Malvin.“Ini apa?” tanya Malvin tak mampu menutupi rasa herannya.“Itu liontin yang di berikan sama sahabat gue dulu waktu SMP. Sama kayak loe, dia tetangga gue juga. Bedanya rumah dia tepat di depan rumah gue. Dan dia juga cowok. Waktu di sekolah, kita sering di ledekin kalau kita itu pacaran. Tapi nyatanya, kita cuma temenan. Karena buat gue, kalau yang namanya sahabat ya sahabat, pacar ya pacar. Nggak ada istilahnya ‘Sahabat jadi pacar’ karena mustahil ‘pacar jadi sahabat’. Bener nggak sih?”“Terus dia sekarang dimana?” bukannya menjawab Malvin justru malah lebih tertarik untuk mengetahui kelanjutan ceritannya.Kepala Acha menggeleng berlahan. “Gue juga nggak tau. Sebenernya gue kasihan sama dia. Orang tuanya dia emang sering berantem. Bahkan kemudian mereka cerai. Waktu itu kelas 2 SMP dan dia harus milih untuk tinggal sama papa atau mamanya. Gue nggak tau dia milih siapa tapi yang jelas setelah itu mereka pindah entah kemana. Dan sejak saat itu, gue nggak pernah ketemu dia lagi.”“Terus kenapa lionin ini bisa ada sama loe?”Kali ini Acha tersenyum. Pertanyaan itu mengingatkannya kembali akan sahabatnya dulu. “Gue suka nonton drama itu sejak dari dulu. Dan berbeda sama loe, dia juga suka sama drama. Jadi kita sering nonton bareng. Nah, didrama yang gue tonton itu kebetulan menceritakan tentang cinta segitiga. Antara satu cewek dan dua cowok. Yang satu sahabatnya dan satu lagi kekasihnya. Entah gimana ceritanya gue lupa, yang jelas sahabat dan kekasihnya itu berantem. Yang ujung – ujungnya kekasihnya meminta sang cewek buat milih. Antara dia dan sahabatnya?”“Dan tu cewek milih yang mana?”“Kekasihnya,” jawab Acha menerawang. “Dan setelah nonton itulah, temen gue nanya ke gue. Kalau seandainya gue berada di posisi itu, gue akan pilih yang mana. Sahabat gue atau kekasih gue.”“Loe jawab apa?”“Sahabat,” sahut Acha singkat. “Yakin loe kalau seandainya itu beneran kejadian loe bakal milih sahabat?”“Sebenernya gue nggak yakin sih,” sahut Acha terlihat lemes. “Tapi waktu itu doi maksa. Kalau seandainya itu beneran kejadian, apa pun alasannya gue harus milih dia. Yah akhirnya gue setuju, dengan catatan dia harus janji kalau seandainya gue tetep milih dia, dia harus bantuin gue buat balikan sama pacar gue sekiranya doi marah.”“Ha ha ha, bisa gitu?”“Ya bisa donk. Nah, sebagai buktinya kalau seandainya di lupa, dia ngasih gue liontin itu. Sekedar pengingat janji. Makanya sekarang liontin itu ada di gue.”Malvin mengangguk – angguk paham. Matanya memerhatikan dengan seksama benda mungil yang ada ditangannya sebelum kemudian menyerahkannya kembali kearah Acha yang langsung di sambut oleh gadis itu.“Jadi Malvin, alasan kenapa gue nyeritain ini ke elo adalah cuma sebagai pengingat dan penjelas aja. Bahwa menurut gue, sekali sahabat tetep sahabat. Karena nggak ada dalam kamus hidup gue, naksir sama sahabat gue sendiri. Dan kalau loe memang masih ragu, kita bisa kok menjaga jarak.”“Tunggu, bukan itu maksut gue,” potong Malvin cepat.“Tapi itu yang Grescy mau. Loe nggak mau kan putus sama dia?” pertanyaan Acha langsung membuat Malvin bungkam. Putus dengan Grescy. Tidak, ia tidak akan sanggup. Demi apa dia sangat mencintai gadis itu, tapi disisi lain Acha adalah sahabatnya.“Tenang aja. Gue nggak bilang kalau persahabatan kita putus kok. Gue cuma berusaha menyarankan jalan tengah di antara kita biar nggak ada yang tersakiti. Dan selama loe masih ngangep dan masih mau gue jadi sahabat loe, kita akan tetap bersahabat.”“Janji?” tanya Malvin sambil mengulurkan jari kelingkingnya.“Janji.” Dan jawaban tegas Acha sudah lebih dari cukup untuk menyakinkannya.To be continueBersambung dulu ya, Ni cerita mau di bawa kemana juga belom tau #lemes. Secara ajang buat nyari ide itu udah beneran nggak ada. Kalau dulu sih masi bisa ngandelin ‘youtube’, lah sekarang apa – apa terhalang ‘quota’ #gubrag #curcol_again. Oke deh, ketemu di next part aja lah ya. See you… ~ Admin ~ Lovely Star Night

  • Cerpen Lucu: Pelet Tu In Wan

    Pelet Tu in Wanoleh Andri RuslyLebaran sebentar lagi. Tapi Andre belum juga punya cewek. Aduh, padahal udah tiga kali Lebaran. Hampir semua resep udah Andre coba tapi hasilnya…..tetep gak punya cewek. Sampe Didot datang memberikan strategi buat gaet cewek. Dikasihnya Andre Pengasih 2 in 1 alias Pelet. Wah, aromanya menyengat hidung. Melebihi minyak wangi murahan. Tapi daripada Lebaran manyun mendingan usaha dulu deh. Kebetulan banget Andre sedang mengincar Tiara. Siapa tau dia yang nyantol. Ih, malangnya nasib Andre. Akhirnya Andre terima juga Pengasih-nya Didot yang pake 2 in 1 segala.“Koq pake 2 in 1 segala Dot, maksudnya apa?” tanya Andre“Maksudnya elu bisa dapetin cewek 2 orang dalam 1 langkah. Hehehe…, hebat kan Pelet gue?”“Wah, hebat banget Dot, jadi gue bisa dapetin 2 cewek sekaligus dalam satu langkah?”“Iya, Ndre, dan elu gak bakal jomblo lagi seumur hidup elu…hahaha…”“Brengsek lu Dot! Masak musti seumur hidup gue gak punya cewek. Lebay!”Dan malam itu. Andre sengaja gak tidur meskipun matanya dah mau copot dan berair tetep ditahannya. Demi cewek idamannya, Tiara. Dan waktu yang dinantinya segera tiba. Tepat jam nol nol Andre mulai beraksi. Harus berhasil usaha yang satu ini. Malu dong ma Nino anak kemarin sore dah punya pacar. Wah, mau ditaruh dimana muka Andre….(tuh di pojok lemari aja, Ndre !hehehe…).Langsung Andre praktekin pa-pa yang diajarkan ma Didot. Suruh ini-itu dilakuinnya sampe-sampe Andre disuruh telanjang bulat alias bugil!. Tapi tetap dilakukannya juga. Suasana kamar gelap gulita. Tengok sana tengok sini….gak ada orang. Oke saja dimulailah Andre semedi sambil komat-kamit baca mantera. Wah, aroma rokok kemenyan menyebar keseluruh ruang kamarnya. Semedi sudah berjalan 15 menit sementara rokok kemenyan habis 3 batang tapi badan Andre sudah menggigil. “Hiiiy dinginnya” bisik hati Andre. Baru kali ini Andre gak pake selembar benangpun. (Wah, kalo ketauan FPI bisa dipancung tuh Andre, terbukti pornografi dan porno aksi).Tapi di tengah semedinya ada saja gangguan. Andre kepingin pipis. Aduh, Andre… terpaksa deh ia menunduk-nunduk pelan-pelan keluar kamar. Telanjang bulat…. (Ihh… malu…diliat pembaca tuh). Soalnya tanggung mau pakai baju. Tiba-tiba terdengar suara, “Klotek!”“Hah, suara apa itu?” bisik hati Andre. Tapi Andre terus aja ke kamar mandi untuk pipis. Dan yang ini suaranya melebihi yang tadi. Lebih kencang dan bisa membuat seluruh penduduk dunia terbangun.“Aaaa…..!” suara jeritan seorang perempuan sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangannya.“Gila, bi Inah yang keluar dari kamar mandi. Gawat nih!” Andre kebingungan. Buru-buru Andre berlari masuk kamar mumpung orang rumah belum pada bangun dan langsung berpakaian terus keluar kamar.“Ada apa sih kok malam-malam teriak-teriakan?” tanya Andre berpura-pura. Dikedipinnya bi Inanh. Dan terpaksa juga isi dompet keluar supaya bi Inah gak buka mulut.“Itu …anu…..tadi ada tikus lewat …” kata bi Inah tergagap sambil melirik kearah Andre.“Oo….cuma tikus…..” jawab orang tua Andre yang terbangun karena kaget mendengar suara jeritan bi Inah lalu melangkah kembali ke kamarnya.“Wah, bisa gagal nih misi gue ngedapetin Tiara” bisik Andre dalam hati. “Masak gue gak punya cewek lagi nih di Lebaran nanti. Tapi moga-moga semedi yang dah berjalan setengah tadi bisa ampuh” Andre berharap.Esokan harinya Andre dah Dress for Success. Bolehlah penampilan. Wajah baru. Tapi cewek belum punya (hihihi…hari gini…). Ia langsung menuju ke rumah Tiara. Tapi yang dicari gak ada di tempat. Jangan-jangan pulang ke kampung tuh anak. Andre mencoba nongkrong di Kota Tua. Kali aja Tiara ada di situ. Soalnya itu tempat favoritnya Tiara. Sambil menunggu Tiara dia coba-coba dengan beberapa cewek yang kebetulan melintas atau duduk sendirian. Tapi gak ampuh. Atau karena baru semedi setengah jalan jadi gak ampuh? Uh, Andre pusing dibuatnya. Tambah lagi Tiara gak ada disitu. Kemudian dicobanya kembali kali ini Andre berpindah tempat. Ia ke arah Monas. Ah, cape juga rupanya. Andre beristirahat. Hari sudah semakin sore. Dalam istirahatnya mata Andre menangkap sosok cewek duduk sendirian di kursi taman.“Wah, ada cewek duduk sendirian tuh, mudah-mudahan berhasil” Andre bangkit dari duduknya. Dihampirinya. Dilihat dari belakang tuh cewek sudah tampak anggun. Rambutnya panjang. Roknya mini (hmm…sambil nelan ludah…glek!). Kulitnya putih mulus. Hmm….bikin Andre makin penasaran saja.Kemudian dimulailah aksi Andre. Dengan membaca mantera aneh yang diajarkan Didot sambil matanya tertuju ke cewek tersebut. Itu yang diajarkan Didot. Dan benar gak lama kemudian tuh cewek menoleh kearah Andre. Dada Andre berdebar kencang. Ternyata ampuh. Cewek itu mendekat sambil tersenyum, tapi Andre kaget waktu dilihatnya ada jakun besar bertengger gagah di leher tuh cewek.“Hah, Waria..!” jerit Andre sambil mempersiapkan langkah seribunya Andre menepis tangan si waria.“Hai cowok…kamu ganteng banget. Sendirian …?” kata si waria. Andre langsung berlari tunggang langgang secepat kilat. Huh, mandi keringat lebih bagus daripada kena cium waria. (Terus lari, Ndre……ambil langkah 1999 …hehehe….).Setelah jauh berlari dan merasa tidak dikejar lagi, Andre sengaja beristirahat disamping markas Satpol PP. Biar aman. Lalu disekanya keringat yang bercucuran deras membanjiri tubuhnya dengan sapu tangannya.“Sial Didot, ramuan elu cuma ampuh buat kalangan waria” Dibuangnya Pelet dari Didot ke selokan. Dan Andre bakal manyun lagi di Lebaran tahun ini.“Tiara…sudah tiga kali Lebaran gue gagal lagi ngedapetin elu. Dah berapa banyak cara gue coba tapi bikin pikiran kusam dan kusut. Ah, jomblo aja deh….” Pikir Andre sambil melangkah pulang dengan tangan hampa….Makanya, Ndre Jangan mau mengikuti seorang pemimpin sampai kamu tahu siapa yang diikutinya.SELESAI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*