Cerpen Tahun baru 2013 “Love like choklat”

Ah, Berhubung bosen bikin cerpen berpart – part yang susah mau ngelanjutin. Halangannya banyak banget si. Salah satunya pas lagi punya ide buat nulis, waktu gak ada. Giliran ada waktu, mood nya udah kabur. Hadeeee…. Medingan juga bikin cerpen ide dadakan ala 'otak pas-pasan' Ana Merya. Maksutnya, 'pas' lagi pengen nulis 'pas' idenya muncul. Ghito lho…. Xi xi xi.
Oke deh, gimana cerpenya langsung baca aja yuk. Ceritanya cerpen 'Love like choklat' ini cepern spesial nyambut tahun baru 2013 lho. 😛
PS: Judulnya gak nyambung ya?… Ya suka-suka saia. La wong saia yang bikin #dihajar.
N for Mr. Kacamata. Thank for your inspiration n for all you give to me. Ha ha ha.
For all : Happy reading ya…..

Cerpen love like choklatCredit Gambar : Ana Merya
Cinta itu seperti coklat.
Pahit pahit manis…. ^_^
"Huf… Udah mau tahun baru 2013 tapi masih aja belom punya pacar" Gumam Naraya sambil merebahkan kepalanya di atas meja.
"Loe si kebanyakan milih. Cowok yang nembak dari maren loe tolak mulu" Kata Alda yang duduk disampingya.
"Gue itu bukan milih. Cuma merasa nggak cocok aja. Abis dia itu bukan tipe gue si. Nggak kayak cowok yang selama ini gue bayangin. Itu tu yang kayak di novel novel" Terang Naraya sambil menerawang jauh.
Alda hanya membalas dengan cibiran tanpa komentar apapun.
"Pagi semuanya".
Alda Dan Naraya refleks menoleh.
"Pagi" Sahut Naraya tanpa minat saat mendapati sosok yang menyapanya adalah Melin. Dengan santai kembali di rebahkannya kepala di atas meja. Siap – siap meratapi nasip. …XD
"Eh, Denger – denger denger. Gue punya kabar bagus buat kalian" Kata Melin terlihat antusias.
"Kabar apa?" Tanya Alda.
"Di kelas kita bakal ada mahasiswa baru".
"Oh ya?, Serius loe?" Tanya Naraya sontak bangkit berdiri. Membuat Alda kembali mencibir kearahnya.
"Terus keren nggak?" Tanya Naraya lagi.
"Kalau tu orang keren kenapa emang?" Alda balik bertanya sebelum Melin sempet buka mulut.
"Kan kali aja dia bisa jadi love at firs sight gue. Cinta dalam lima detik ala love rain" Sahut Naraya sambil tersenyum nggak jelas membayakan apa yang ia bayangkan selama ini menjadi kenyataan.
"Jangan lebay" Ledek Alda.
"Syirik aja loe" balas Naraya sewot.
"Sssstt… Kalian berdua ini berantem mulu" Melin angkat bicara saat mendapati ulah kedua sahabat karibnya itu. "Sebenernya gue nggak tau si dia keren atau nggak. Soalnya gue juga belom liat. Tapi yang jelas katanya si cowok".
"Ah semoga saja bener – bener cowok keren".
Mulut Alda sudah terbuka untuk memangkah omongan Naraya barusan kalau saja tidak di interupsi oleh dosen mereka yang sudah muncul di balik pintu.
"Pagi semuanya".
"Pagi bu".
"Baiklah semuanya. Ibu yakin kalian semua sudah mendengar kabar tentang kedatangan mahasiswa baru. Jadi menurut ibu lebih baik langsung saja. Antoni, silahkan masuk" Kata Buk elena disusul sosok yang mulai melangkah masuk dari arah pintu diikuti semua mata yang menatap lurus kearahnya. Alda Mati – matian menahan diri untuk tidak langsung tertawa ngakak saat menadapti wajah shock Naraya.
"What the hell!!".
Perhatian semua mata segera beralih dari sosok yang katanya bernama antoin itu kearah Naraya yang kini bangkit berdiri.
"Naraya, Apa ada yang ingin kau katakan?".
"He?" Kening Naraya berkerut bingung. Saat ia menoleh kesekeliling barulah ia menyadari apa yang baru saja ia lakukan. OMG, Memalukan.
"Oh, maap buk. Nggak ada apa – apa" Kata Naraya kemudian sambil menunduk. Sekilas ia sempat melirik kearah mahasiswa baru itu sebelum kemudian dipersilahkan duduk di meja depan.
"Ha ha ha, Kenapa loe?. Frustasi karena pangeran yang loe harapin nggak muncul, justru malah menjelma jadi kodok buruk rupa" Bisik Alda lirih.
"Diem loe".
"Tapi gue juga kaget lho. Abis tadinya gue pikir cowok keren yang muncul eh nggak taunya cowok cupu yang pake kacamata begitu. Ck ck ck, Culun banget" Melin ikutan berkomentar.
"Tapi kalau melihat ekspresi loe yang sampe berteriak tadi sepertinya loe terlalu berlebihan deh" Alda kembali buka mulut.
"Gue berteriak tadi bukan karena dia itu jelek. Tapi…".
"tapi…" Kejar Alda saat mendapati Naraya mengantungkan ucapanya.
"Dia itu tetangga gue. Ayolah…. Nggak mungkin kan ini jadi "tetanggaku idolaku" Kata Naraya frustasi. Melin dan Alda hanya mampu saling pandang dengan mulut melongo sementara ana merya justru malah melirik irma octa 'swifties. Menyedihkan .., XD.
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
"Ups. Jaga jarak. Jangan coba – coba loe deketin gue" Kata Naraya setengah berteriak saat mendapati Antoni yang berjalan kearah nya.
"Kenapa?. Gue kan pengen nyamperin loe. Kok nggak boleh?" Tanya Antoni polos sambil sesekali membetulkan letak kaca matanya.
"Pokoknya gue nggak mau. Jauh – jauh loe dari gue" Selesai berkata Naraya langsung cabut keluar. Kalang – kabut melarikan diri.
Antoni masih berdiri terpaku. Terkejut mendapati reaksi pernolakan terang – terangan dari Naraya. Dihelanya nafas untuk sejenak. Tiba – tiba rasa nyesek telah memenuhi rongga hatinya.
"Jangan di masukin hati ya. Naraya emang suka gitu. Tapi dia orangnya baik kok".
Antoni refleks menoleh. Baru menyadari kalau masih ada dua orang gadis yang tidak ia ketahui siapa berdiri di hadapannya.
"Kenalin, Gue Alda. Temen deketnya Naraya" Kata Alda sambil mengulurkan tangannya yang di sambut dengan ragu oleh Antoni.
"Antoni" Balas Antoni. Kemudian beralih kearah Melin dengan melakukan hal yang sama.
"Oh ya, denger- denger loe tetanggan ya sama Naraya. Tapi kok dia malah kabur?" tanya Alda beberapa saat kemudian.
"Gue juga nggak tau kenapa. Kayaknya dia benci banget sama gue" Sahut Antoni sambil menunduk sedih.
"Emangnya loe punya salah apa sama dia?".
Antoni mengeleng lemah "Gue juga nggak tau. Padahal gue suka sama dia" sambungnya lirih.
"Ha?" Mulut Alda dan Melin serentak terbuka. Tapi Antoni tetap terdiam.
"Apa karena gue jelek?" Gumam Antoni lirih.
Alda dan Melin saling pandang. Tanpa bisa dicegah tangan Alda terangkat dengan sediririnya menarik lepas kacamata yang antoni kenakan. Membuat cowok itu menoleh kaget.
"Loe nggak jelek kok. Kalau loe mau merubah sedikit model gaya rambut loe, serta melepas kacamata ini loe pasti keliatan keren".
"Benarkah?" tanya Antoni ragu.
"Emm" Melin mengangguk mantap sambil tersenyum meyakinkan yang mau tak mau membuat antoni ikut tersenyum.
"Iya, Dan gue yakin Naraya nanti pasti bakal suka sama loe" Alda menambahkan.
Antoni terdiam mendengar kalimat yang Alda lontakan barusan.
"kenapa?" tanya Alda heran saat mendapati raut sedih di wajah Antoni.
Lama antoni terdiam sebelum kemudian berujar "Kalau Naraya baru mau suka sama gue setelah gue berubah itu namanya bukan cinta, tapi perjanjian. Memangnya sejak kapan dalam cinta ada perjanjian?".
Mendengar kalimat yang Antoni lontarkan sontak membuat Alda dan Melin saling pandang. Sampai kemudian keduanya tersenyum sambil mengangguk. "Kenapa?" gantian Antoni yang merasa heran.
"Loe tenang aja. Jangan sedih gitu. Kalau di liat – liat kayaknya loe cowok baik – baik. Jadi kita juga akan berbaik hati".
"Maksutnya?" Tanya Antoni masih tak mengerti.
Namun sepertinya Alda dan Melin tidak tertarik untuk menceritakan lebih lanjut. Hanya sebuah senyum misterius yang tergambar di bibir sebagai jawaban.
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
"Naraya, kok loe nggak pernah cerita soal Antoni sebelumnya".
"Emangnya ada alasan gitu gue harus nyeritain dia?" Naraya balik bertanya.
"Ya heran aja, kalau kalian emang tetangga kok baru sekarang gue liatnya" terang Alda.
"O… Dia baru balik dari luar negeri" Balas Naraya tanpa minta.
"Oh ya?" Melin tampak terkejut. Naraya hanya angkat bahu sambil terus menikmati baksonya.
"Lagian ngapain si loe nanya – nanya soal tu orang?".
"Pengen tau aja. Kok kayaknya loe benci banget sama dia".
"Itu bukan benci, gue cuma nggak suka aja" Ralat Naraya.
"Iya. Tapi alasannya apa?".
"Kenapa gue harus ngasi tau kalian?" Tanya Naraya heran.
"Kenapa loe nggak mau ngasi tau kekita?" serang Melin balik.
"Ah gue tau. Jangan – jangan loe bukan nggak suka sama dia tapi loe kesel. Karena ternyata dia cinta pertama loe waktu loe kecil terus dia nggak ngungkapi ke elo tapi justru malah pergi keluar negeri. Iya kan?" tanya Alda.
Naraya terdiam. Matanya tampak berkedap kedip menatap lurus kearah Alda yang kini juga sedang menatapnya.
"Jadi bener gitu?" Alda memastikan. Melin hanya melongo melihatnya.
"Ck ck ck, Sebenernya yang jadi korban sinetron aka novel itu siapa si?. Gue apa elo?" Komentar Naraya sambil mengeleng – geleng kepala heran.
"Maksut loe?".
"Tuh tebakan loe barusan udah persis kayak yang di drama – drama gitu".
"Jadi kalau bukan gitu kenapa donk".
"Atau jangan – jangan loe nggak suka sama dia karena dia keliatan culun?".
"Loe jangan salah dia itu jelas banget kerennya lho. Coba aja suruh dia buka kaca matanya dia. Terus berpenampilan lebih modis dikit. Pasti udah langsung jadi cowok inceran di kampus kita. Apa lagi…."
"Gue nggak mau keliatan bodoh" Potong Naraya singkat.
"Ha?" Mulut Melin dan Alda terbuka. Nggak ngerti maksut ucapan sahabatnya barusan.
"Iya gue nggak mau keliatan bodoh. Waktu TK dulu, dia itu kebanggan guru – guru. Katanya si anaknya cerdas gitu. Terus, waktu SD juga, dia mulu yang dapat rangking satu. Gue selalu nomor dua. Sialnya lagi, waktu SMP kita juga sekelas. Yah as always lah, tetep dia yang dapat juara. Sampe kemudian waktu SMA dia dapat biasiswa ke luar negeri. Ah jelas aja gue seneng, secara saingan gue udah out. Lah tiba – tiba dia muncul lagi sekarang, hade…. loe bayangin donk gimana gue kedepannya".
"Alasan macam apa itu" Sambung Alda.
"Sama sekali nggak ada romantis – romantisnya" Sambung Melin membuat mulut Naraya yang gantian mangap.
"Satu lagi, siapa bilang dia pake kacamata gitu keliatan jelek. Bukannya justru malah keliatan Genius ya?. Coba aja kalian perhatiin bener – bener. Bukan cuma genius, dia juga malah keliatan keren" Tambah Naraya sambil menatap jauh.
"Kenapa kalian mandangin gue kayak gitu?" tanya Naraya tiba – tiba merasa horor saat tiada reaksi dari kedua temannya yang justru malah menatapnya sambil tersenyum senyum nggak jelas.
"Loe suka ya sama dia?" tebak Alda lirih.
"Kok tau?".
Di detik berikutnya. Saat mendapati kalau kedua temannya tertawa nggak di hadapannya Naraya langsung menyadari kalau ia telah salah bicara. Astaga… Memalukan…. Tetanggaku idoalaku?… OMG!!!..
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
"Naraya, pulang bareng yuk".
Naraya menoleh, mendapati Antoni yang kini berjalan disampingnya.
"Nggak mau" Balas Naraya ketus.
"Kenapa?" tanya Antoni.
"Ya pokoknya nggak mau. Suka suka gue donk" Balas Naraya masih dengan nada ketus.
Antoni terdiam. Berdiri terpaku dengan wajah menununduk membuat Naraya merasa sedikit bersalah karenanya.
"Kenapa si loe kayaknya benci banget sama gue?".
Langkah Naraya terhenti. Pertanyaan itu lagi yang ia dengar?. Astaga, apa kali ini juga akan berakhir dengan pengakuan rasa sukanya.Nggak nggak ngga. Itu pasti akan sangat memalukan baginya. Jadi…
"Iya, Gue benci banget sama loe. Jadi mulai sekarang jauh jauh loe dari hidup gue".
Selesai berkata Naraya langsung berbalik pergi. Menjauh tanpa menoleh lagi….
Lama Naraya terdiam sambil tiduran di atas kasur. Antara rasa bersalah dan bingung. Bersalah akan sikap nya terhadap antoni siang tadi dan juga bingung tentang apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Ingin minta maaf si, tapi ia juga masih ragu. Alasannya?. Ia juga tidak tau.
Setelah lama berfikir akhirnya ia memutuskan untuk meminta maaf besok pagi saja.
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
“Astaga, Tu cowok ganteng banget si?”.
Naraya menoleh. Mengikuti tatapan salah seorang maha siswa kampusnya yang kini sedang menatap sosok yang kini sedang berjalan kearahnya.
“Antoni?” Gumam Naraya setengah tak percaya.
Berniat untuk menyapanya Naraya justru malah berdiri mematung saat mendapati kalau antoni justru terus melangkah melewatinya tanpa menoleh sedikitpun.
“Naraya, coba liat tuh. Kan bener kalau tu orang keren” Tunjuk Alda kearah Antoni yang kini tampak di kerubungi cewek – cewek.
Sekilas Naraya menoleh tapi beberapa saat kemudian ia kembali beralih kearah buku yang di bacanya.
“Jadi gimana loe sekarang?” tambah Melin lagi.
“Gue kenapa emang?” Tanya Naraya tak tertarik.
“Ya pendapat loe soal penampilan dia sekarang” Terang Alda.
“Keren” Balas Naraya singkat membuat Alda dan Melin saling bertatapan heran. Dan sebelum mulut mereka terbuka untuk bertanya kedatangan pak aldo sudah terlebih dahulu menginterupsi.
^&**
Dengan masih sedikit ragu Naraya berjalan menghampiri Antoni yang kebetulan sedang duduk sendirian di bangku pelataran kampus.
“Antoni”.
Merasa namanya di panggil Refleks Antoni menoleh.
“Kenapa?”.
Mendadak Naraya merasa ragu saat mendapati tangapan dingin Antoni.
“E… Gue boleh ngomong sebentar”.
“Apa?”.
Lagi – lagi Antoni menjawab hanya dengan sepatah kata.
“Gue mau minta maaf”.
“Untuk?”.
“Soal kemaren. Sepertinya gue kemaren ngomong terlalu kasar. Makanya itu gue mau minta maaf”.
Antoni terdiam. Matanya menatap lurus kearah Naraya yang kini berdiri dengan wajah terus menunduk di hadapannya.
“Kok loe diam aja?” tanya Naraya sambil mengangkat wajahnya dan baru menyadari kalau Antoni juga sedang menatapnya.
“Kenapa?”.
“Ya karena gue merasa bersalah. Soalnya…”.
“Kenapa gue harus merubah penampilan gue baru loe mau nyamperin gue” Tanya Antoni dengan tatapan lelah.
“He?” Kening Naraya berkerut bingung.
“Sudahlah. Lupakan” Selesai berkata Antoni langsung bangkit berdiri. Berlalu meninggalkan Naraya dengan kebisuannya.
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
“Naraya, kenapa seminggu ini muka loe kusut gitu?” Tanya Alda sambil duduk di samping Naraya.
“Besok udah tahun baru 2013”.
“Apa hubungannya?” Tambah Melin.
“Gue masih belom punya pacar”.
“Ha?” Mulut Alda mangap.
“Atau gue terima Vano aja kali ya. Dia tadi nembak gue lho” Gumam Naraya lirih.
“Ha?. Vano?. Nembak loe?. Serius?” Tanya Alda setengah tak percaya. Naraya hanya mengangguk sebagai jawaban.
“Terus loe terima?” tanya Melin.
Kali ini Naraya mengeleng.
“O, Jadi loe tolak” Kata Alda terlihat lega.
“Bukan, Tapi gue belom ngasi jawaban”.
“Maksut loe mau loe terima”.
Naraya tidak menjawab, sepertinya ia masih belum menemukan jawabannya.
“Bukannya loe bilang loe suka sama Antoni”.
“Gue suka sama antoni kan bukan berarti Antoni juga suka sama gue kan?” Ralat Naraya lirih.
“Leo suka sama gue?”.
Refleks Naraya menoleh, Kaget saat mendapati Antoni yang kini berdiri tak jauh darinya.
“Antoni?, Se.. sejak kapan loe di situ?” Tanya Naraya kemudian.
“Apa bener loe suka sama gue?” Tanya Antoni lagi tanpa memperdulikan pertanyaan Naraya barusan.
“Nggak, Leo salah denger” Sahut Naraya cepet.
“Jadi gue bener – bener harus berubah baru loe bisa suka sama gue” Kata Antoni dengan tatapan menerawang. Entah mengapa Naraya bisa merasakan ada rasa kecewa dari ucapannya.
“Siapa bilang Gue suka sama loe setelah loe berubah. Gue itu suka sama loe udah lama. Sejak SMP malah. Loe nya aja yang nggak nyadar. Malah seenaknya pergi keluar negeri tanpa pamit sama sekali sama gue. Begitu balik langsung muncul di hadapan gue sebagai temen sekampus tanpa pernah nyapa selaku tetangga. Terus maen berubah penampilan sok keren lagi. Yah emang keren si, Cuma… Ups” Naraya cepat – cepat menutup mulutnya yang asal njepak. OMG, Apa yang baru saja ia katakan?.
Antoni terpaku mendengar pengakuan Naraya yang tanpa titik koma barusan. Sementara Alda dan Melin mati – matian menahan diri untuk tidak langsung ngakak di tempat.
“Jadi loe beneran suka sama gue?” Tanya Antoni tanpa mampu menahan senyuman yang mengembang di bibirnya.
Naraya terdiam tanpa berkutik. Mau gimana lagi, Membantah juga nggak ada gunanya.
“Iya. Gue emang suka sama loe. Puas loe. Terus loe mau apa sekarang!” Tanya Naraya sambil mendongak. Menatap lurus kearah Antoni yang kini berada tepat di hadapannya.
Antoni tidak menjawab. Tangan terulur mengusap air mata yang entah sejak kapan mengalir di wajah Naraya. Sementara Naraya sendiri merutuk dalam hati. Sialan, kenapa ia malah nangis.
“Gue mau leo nolak si Vano. Leo nggak boleh jadi pacarnya dia. Dan loe juga nggak boleh jalan bareng sama dia saat tahun baru besok” Bisik Antoni lirih sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Naraya.
“Kenapa?”.
“Karena gue juga suka sama loe, Dan gue mau loe jadi pacar gue” Sahut Antoni lirih namun tegas.
Naraya terdiam. Mengamati wajah Antoni secara seksama. Mencoba mencari sebuah kebohongan dari tatapan matanya. Namun yang ia dapati justru tatapan tulus dan penuh kesungguahan.
Dengan berlahan kepalanya mengangguk sebagai jawaban.
Tahun baru, Punya pacar baru?… KENAPA ENGGAK!!!.
Endingya juga maksa ya?…… BIARIn

Random Posts

  • Ketika Cinta Harus Memilih ~ 06 | Cerpen Cinta

    Ketika Cinta Harus Memilih part 06 _ seperti yang sudah di katakan sebelumnya kalau benih benih cinta sudah ada di antara keduanya. Hanya saja yah, masih menolak untuk mengakui. Hi hi hiTapi tunggu dulu, cerita ini kok kesannya datar kali ya?. Nggak ada konfliknya?. Nggak seru donk?. Ehem ehem, kayaknya untuk next part perlu di kasi 'gangguan' nih #EvilSmirkUntuk part sebelumnya biar nggak bingung bisa baca di sini.Ketika Cinta Harus MemilihSambil menguap dengan mata yang masih terpejam, tangan cinta bergerak memijit – mijit tengkuknya yang terasa pegel. Sedikit demi sedikit matanya mulai terbuka. Mencoba untuk beradaptasi dengan suasana yang begitu terang di sekitarnya.sebagian

  • Antara Za dan…

    Antara Za dan dusta ini..Antara Za dan perasaan ini..Antara Za dan… dan.Setiap tokoh yang kuciptakan dalam kisahku kini mulai beranjak dari dunianya mengarungi nyata, menciptakan dusta, sebagai pengharapan akan termilikinya rasa yang tulus.yah, mungkin aku gila, tak ada batas antara nyata dan khayal dalam duniaku. Nyataku adalah khayalku, dan khayalku adalah nyataku…Za, aku bertemu dengannya dalam dunia yang kukehendaki, hadirnya mampu menghilangkan kesepian ini meskipun teriring kalimat kalimat dusta bagi hati yang berarti.Za, sosok yang tercipta atas izin Tuhan dalam kehendak hati yang bersanding dengan ketulusan doa.Aku yang berhati rapuh, yang telah terjebak oleh kata kata sang penyair logika, mulai bangkit dan beranjak dari keterpurukan sejak kehadiran Za. dan Za tak hadir tanpa peran yang penting, Ia mempersembahkan ketulusan itu kepadaku, dan aku yang tak berdaya ini hanya mampu berharap mimpi di puncak bintang yang pasti siapapun tak akan mampu mewujudkan itu."Na lagi ngapain??" suara Za tiba tiba mengagetkanku, tanpa kusadari Ia telah berdiri dibelakangku. Aku segera menutup buku harianku."ih Za ngagetin Na aja!!" jawabku kesal."Maaf, Za kan cuma pengen tau Na lagi ngapain?" jawab Za."Udah liat kalau Na lagi nulis, masih aja nanya!" jawabku marah."Iya iya, lagi nulis apaan sih?? ngeditnya udah selesai?" tanya Za kepadaku, Za adalah rekan kerjaku di kantor, namun Ia hanya bekerja setengah hari karna Za juga kuliah. Za kerja pada jam malam, sehingga aku hanya bisa bertemu dengan Za ketika aku lembur, dan kenyataannya aku memang selalu lembur."Udah" jawabku singkat."Udah ada jawaban??" tanya Za dengan serius, pertanyaan yang ingin kuhindari, pertanyaan yang kumau tak pernah ada diantara Za dan aku, dan kini, pertanyaan itu mengharuskanku menjawab yang tak pernah kutau jawabannya.Dua minggu yang lalu, Za mengungkapkan perasaannya kalau ia menyukaiku, aku terkejut karna aku sama sekali tak pernah berharap akan hal itu.Za bagiku adalah seorang kakak yang baik. perhatian dan pengertiannya yang tulus selalu kurasakan setiap aku bersamanya, dan itu membuatku nyaman, namun satu pertanyaan itu telah merubah semua keadaan baik itu menjadi perasaan canggung setiap aku bertemu dengan Za."Jangan sekarang yah, Na belum siap.." jawabku memelas."Tapi Za udah siap menerima apapun jawaban dari Na, Za butuh kepastian sekarang juga…" pinta Za dengan serius." Tapi Za,… Za kan tau gimana perasaan Na.., kalau aja Za datang lebih dulu dalam hidup Na, pasti Na tak akan ragu buat milih Za, sekarang Na bingung Antara Za dan…" belum sempat kuselesaikan kalimat itu Za sudah memotong ucapanku."Za ngerti kok, tapi Za ikhlas kalau Na belum bisa lupain masa lalu Na, Za akan sabar nunggu sampai hati Na seutuhnya jadi milik Za, yang penting sekarang ini adalah jawaban Na, bukan perasaan Na…" jelas Za kepadaku yang semakin membuatku bingung.Aku tak mau menyakiti Za hanya demi sebuah kata Ya, meskipun Za bilang ikhlas, tapi pasti ada luka dihatinya, dan aku tak mau itu.Aku dan hatiku, telah memilih satu hati yang tak memilihku, Aku memang bodoh telah meragukan ketulusan Za demi hati yang telah termiliki, entah kenapa aku terjebak dalam rangkaian kata yang sebenarnya tak begitu indah itu, mungkin ini karena aku adalah penyair yang telah dirapuhkan oleh keadaan hidup yang terlalu sulit untuk ku terima, sehingga tanpa kendali aku memasuki dunia syairnya yang tak berbalas.Dan Za hadir ketika perasaanku terluka karena rangkaian syair dalam bait bait tanpa rasa sebagai jawaban atas perasaanku terhadapnya." Na pulang ke kost dulu, dah capek!" jawabku pada Za yang tengah serius menunggu balasan atas perasaannya terhadapku. Aku lalu melangkah pergi meninggalkan Za yang tampak kecewa.Aku berjalan dalam keramaian malam kota Solo, ada beberapa tetes air yang kubiarkan keluar dari mataku, keramaian ini tak sedikitpun mampu memberikan suara untuk meramaikan hatiku agar aku tak sendiri..Aku tak segera menuju kost, langkah ini terhenti pada sebuah bangku kosong di taman kota. Aku duduk terdiam disana. Kukeluarkan selembar kertas putih dan sebuah pena dari dalam tasku." Antara Za dan dusta ini, kuciptakan kisah ini untuk hati yang tak mau berbagi hati, memang aku tak berhak memaksakan terbalasnya perasaan ini, namun aku adalah penyair rapuh yang tak berdaya ketika telah terlanjur larut dalam bait bait sederhananya…. Dan kehadiran Za adalah pelarian yang kuciptakan untuk menutupi perih ini agar tak ada perasaan bersalah dan mengkasihani luka ini…Antara Za dan perasaan ini, ada luka yang tak mungkin kan terobati meski kata maaf dan memaafkan telah terucap. Sesuatu yang telah berlalu tak akan pernah hadir kembali dalam rasa yang sama meski status kawan masih terjalin rapi, keindahan itu hanya ada di matanya yang jauh dariku, cerita cintanya yang selalu ia kisahkan adalah sebagian kecil dari luka yang kuberikan, namun tak pernah sedetikpun kubiarkan ia melihat air mata ini, dan tulisan senyum beserta dukungan atas kebahagiaannyalah yang senantiasa kubalaskan untuk menjawab curahannya kepadaku, kawannya. Aku tak bisa membencinya, dan kehadiran Za adalah masalah yang kuciptakan sebagai kewajiban untuknya mendengar kisahku yang selalu mendengarkan kisahnya.Antara Za dan… dan."Belum sempat kulanjutkan satu huruf terakhir, hujan tiba-tiba hadir dan memaksaku untuk segera berlari mencari tempat berteduh. Kulihat di seberang jalan Za melambaikan tangannya kepadaku, ada satu hal yang aneh disana, ada awan putih yang tampak dekat diatas Za dan melindunginya dari derasnya air hujan, Za terus melambaikan tangannya mengajakku untuk berteduh disampingnya.Akupun segera berlari menerobos sorotan lampu-lampu mobil yang salah satunya tak terkendali dan membawaku ke tempat yang lebih teduh, bukan disamping Za, namun disamping-Nya.-THE END-NB: Kisah ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat, tokoh, dan peran itu hanya kebetulan semata.Profil pengirim:Nama: Triana Aurora WinchesterAlamat FB: aurora_broadcast@yahoo.com

  • Cerpen Cinta Romantis “Take My Heart” ~ 13

    Buat yang udah nungguin lanjutan Take My Heart silahkan di baca. Lanjutannya udah muncul nih. Silahkan tinggalkan kritik dan sarannya buat lanjutan kedepannya yang masih belum tau kapan munculnya. Kalau ada waktu buat ngetik sama modnya bagus mudah – mudahan lanjutannya bisa cepet. Abisnya jujur aja ya, sekarang jadi males banget buat nulis cerpen. Abisnya endnya udah jelas si. Ujung ujungnya paling cuma nanyain lanjutannya doank. Sama sekali nggak ada masukan buat nulis lagi. Tapi yah, berhubung Drama jepang Itazura na kiss – Love In Tokyo yang sedari kemaren kemaren penulis tunggu udah muncul, yah walaupun cuma "Makeing" doank nggak papa deh, kayaknya bikin mod nulis balik. Lanjutan Cerpen Cinta Romantis "Take My Heart" ~ 13 bisa tercipta juga.PS: Gini lah nasipnya kalau baca karya penulis amatiran. Sama sekali nggak profesional #Ngomong sama cermin.Mulut Vio terbuka tanpa suara. Saat menoleh kesamping, Ivan sama sekali tidak menoleh kearahnya. Bahkan dengan santai melangkah meninggalkannya. Duduk santai di bawah pohon sambil memandang lautan lepas. Pertanyaannya sejak kapan kampusnya berubah jadi pantai?.sebagian

  • Cerpen cinta Love is mocca last Part

    Cerpen cinta love is mocca part end. Sory ya All, cuma tinggal ngepost aja lama apa lagi bikin. he he he….Oy ya, Cerpen cinta love is mocca ini adalah cerpen kiriman reader star night. Untuk part sebelumnya kalian bisa baca di sini…-} Cerpen cinta love is mocca part 1-} Cerpen Cinta love is mocca part 2Happy reading ya…Harus aku akui bahwa aku hadir menjadi perusak dalam hubungannya dengan Vhiand, lelaki yang mampu membuat Ocha jatuh cinta, membuat Ocha melupakan sejenak tentang aku. Aku memang belum pernah bertemu langsung dengannya tapi aku sering melihatnya menjemput Ocha, sehingga membuatku mengiringi kepulangan Ocha dengan tatapan tak rela dan cemburu sedangkan aku hanya mampu menghela napas panjang. Aku melihat bagaimana cara Vhiand memandang Ocha dengan sarat ketulusan, ya cinta yang tulus dan menjanjikan kebahagian. Ya aku tau itulah yang membuat Ocha luluh dan menerimanya.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*