Cerpen Tahun baru 2013 “Love like choklat”

Ah, Berhubung bosen bikin cerpen berpart – part yang susah mau ngelanjutin. Halangannya banyak banget si. Salah satunya pas lagi punya ide buat nulis, waktu gak ada. Giliran ada waktu, mood nya udah kabur. Hadeeee…. Medingan juga bikin cerpen ide dadakan ala 'otak pas-pasan' Ana Merya. Maksutnya, 'pas' lagi pengen nulis 'pas' idenya muncul. Ghito lho…. Xi xi xi.
Oke deh, gimana cerpenya langsung baca aja yuk. Ceritanya cerpen 'Love like choklat' ini cepern spesial nyambut tahun baru 2013 lho. 😛
PS: Judulnya gak nyambung ya?… Ya suka-suka saia. La wong saia yang bikin #dihajar.
N for Mr. Kacamata. Thank for your inspiration n for all you give to me. Ha ha ha.
For all : Happy reading ya…..

Cerpen love like choklatCredit Gambar : Ana Merya
Cinta itu seperti coklat.
Pahit pahit manis…. ^_^
"Huf… Udah mau tahun baru 2013 tapi masih aja belom punya pacar" Gumam Naraya sambil merebahkan kepalanya di atas meja.
"Loe si kebanyakan milih. Cowok yang nembak dari maren loe tolak mulu" Kata Alda yang duduk disampingya.
"Gue itu bukan milih. Cuma merasa nggak cocok aja. Abis dia itu bukan tipe gue si. Nggak kayak cowok yang selama ini gue bayangin. Itu tu yang kayak di novel novel" Terang Naraya sambil menerawang jauh.
Alda hanya membalas dengan cibiran tanpa komentar apapun.
"Pagi semuanya".
Alda Dan Naraya refleks menoleh.
"Pagi" Sahut Naraya tanpa minat saat mendapati sosok yang menyapanya adalah Melin. Dengan santai kembali di rebahkannya kepala di atas meja. Siap – siap meratapi nasip. …XD
"Eh, Denger – denger denger. Gue punya kabar bagus buat kalian" Kata Melin terlihat antusias.
"Kabar apa?" Tanya Alda.
"Di kelas kita bakal ada mahasiswa baru".
"Oh ya?, Serius loe?" Tanya Naraya sontak bangkit berdiri. Membuat Alda kembali mencibir kearahnya.
"Terus keren nggak?" Tanya Naraya lagi.
"Kalau tu orang keren kenapa emang?" Alda balik bertanya sebelum Melin sempet buka mulut.
"Kan kali aja dia bisa jadi love at firs sight gue. Cinta dalam lima detik ala love rain" Sahut Naraya sambil tersenyum nggak jelas membayakan apa yang ia bayangkan selama ini menjadi kenyataan.
"Jangan lebay" Ledek Alda.
"Syirik aja loe" balas Naraya sewot.
"Sssstt… Kalian berdua ini berantem mulu" Melin angkat bicara saat mendapati ulah kedua sahabat karibnya itu. "Sebenernya gue nggak tau si dia keren atau nggak. Soalnya gue juga belom liat. Tapi yang jelas katanya si cowok".
"Ah semoga saja bener – bener cowok keren".
Mulut Alda sudah terbuka untuk memangkah omongan Naraya barusan kalau saja tidak di interupsi oleh dosen mereka yang sudah muncul di balik pintu.
"Pagi semuanya".
"Pagi bu".
"Baiklah semuanya. Ibu yakin kalian semua sudah mendengar kabar tentang kedatangan mahasiswa baru. Jadi menurut ibu lebih baik langsung saja. Antoni, silahkan masuk" Kata Buk elena disusul sosok yang mulai melangkah masuk dari arah pintu diikuti semua mata yang menatap lurus kearahnya. Alda Mati – matian menahan diri untuk tidak langsung tertawa ngakak saat menadapti wajah shock Naraya.
"What the hell!!".
Perhatian semua mata segera beralih dari sosok yang katanya bernama antoin itu kearah Naraya yang kini bangkit berdiri.
"Naraya, Apa ada yang ingin kau katakan?".
"He?" Kening Naraya berkerut bingung. Saat ia menoleh kesekeliling barulah ia menyadari apa yang baru saja ia lakukan. OMG, Memalukan.
"Oh, maap buk. Nggak ada apa – apa" Kata Naraya kemudian sambil menunduk. Sekilas ia sempat melirik kearah mahasiswa baru itu sebelum kemudian dipersilahkan duduk di meja depan.
"Ha ha ha, Kenapa loe?. Frustasi karena pangeran yang loe harapin nggak muncul, justru malah menjelma jadi kodok buruk rupa" Bisik Alda lirih.
"Diem loe".
"Tapi gue juga kaget lho. Abis tadinya gue pikir cowok keren yang muncul eh nggak taunya cowok cupu yang pake kacamata begitu. Ck ck ck, Culun banget" Melin ikutan berkomentar.
"Tapi kalau melihat ekspresi loe yang sampe berteriak tadi sepertinya loe terlalu berlebihan deh" Alda kembali buka mulut.
"Gue berteriak tadi bukan karena dia itu jelek. Tapi…".
"tapi…" Kejar Alda saat mendapati Naraya mengantungkan ucapanya.
"Dia itu tetangga gue. Ayolah…. Nggak mungkin kan ini jadi "tetanggaku idolaku" Kata Naraya frustasi. Melin dan Alda hanya mampu saling pandang dengan mulut melongo sementara ana merya justru malah melirik irma octa 'swifties. Menyedihkan .., XD.
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
"Ups. Jaga jarak. Jangan coba – coba loe deketin gue" Kata Naraya setengah berteriak saat mendapati Antoni yang berjalan kearah nya.
"Kenapa?. Gue kan pengen nyamperin loe. Kok nggak boleh?" Tanya Antoni polos sambil sesekali membetulkan letak kaca matanya.
"Pokoknya gue nggak mau. Jauh – jauh loe dari gue" Selesai berkata Naraya langsung cabut keluar. Kalang – kabut melarikan diri.
Antoni masih berdiri terpaku. Terkejut mendapati reaksi pernolakan terang – terangan dari Naraya. Dihelanya nafas untuk sejenak. Tiba – tiba rasa nyesek telah memenuhi rongga hatinya.
"Jangan di masukin hati ya. Naraya emang suka gitu. Tapi dia orangnya baik kok".
Antoni refleks menoleh. Baru menyadari kalau masih ada dua orang gadis yang tidak ia ketahui siapa berdiri di hadapannya.
"Kenalin, Gue Alda. Temen deketnya Naraya" Kata Alda sambil mengulurkan tangannya yang di sambut dengan ragu oleh Antoni.
"Antoni" Balas Antoni. Kemudian beralih kearah Melin dengan melakukan hal yang sama.
"Oh ya, denger- denger loe tetanggan ya sama Naraya. Tapi kok dia malah kabur?" tanya Alda beberapa saat kemudian.
"Gue juga nggak tau kenapa. Kayaknya dia benci banget sama gue" Sahut Antoni sambil menunduk sedih.
"Emangnya loe punya salah apa sama dia?".
Antoni mengeleng lemah "Gue juga nggak tau. Padahal gue suka sama dia" sambungnya lirih.
"Ha?" Mulut Alda dan Melin serentak terbuka. Tapi Antoni tetap terdiam.
"Apa karena gue jelek?" Gumam Antoni lirih.
Alda dan Melin saling pandang. Tanpa bisa dicegah tangan Alda terangkat dengan sediririnya menarik lepas kacamata yang antoni kenakan. Membuat cowok itu menoleh kaget.
"Loe nggak jelek kok. Kalau loe mau merubah sedikit model gaya rambut loe, serta melepas kacamata ini loe pasti keliatan keren".
"Benarkah?" tanya Antoni ragu.
"Emm" Melin mengangguk mantap sambil tersenyum meyakinkan yang mau tak mau membuat antoni ikut tersenyum.
"Iya, Dan gue yakin Naraya nanti pasti bakal suka sama loe" Alda menambahkan.
Antoni terdiam mendengar kalimat yang Alda lontakan barusan.
"kenapa?" tanya Alda heran saat mendapati raut sedih di wajah Antoni.
Lama antoni terdiam sebelum kemudian berujar "Kalau Naraya baru mau suka sama gue setelah gue berubah itu namanya bukan cinta, tapi perjanjian. Memangnya sejak kapan dalam cinta ada perjanjian?".
Mendengar kalimat yang Antoni lontarkan sontak membuat Alda dan Melin saling pandang. Sampai kemudian keduanya tersenyum sambil mengangguk. "Kenapa?" gantian Antoni yang merasa heran.
"Loe tenang aja. Jangan sedih gitu. Kalau di liat – liat kayaknya loe cowok baik – baik. Jadi kita juga akan berbaik hati".
"Maksutnya?" Tanya Antoni masih tak mengerti.
Namun sepertinya Alda dan Melin tidak tertarik untuk menceritakan lebih lanjut. Hanya sebuah senyum misterius yang tergambar di bibir sebagai jawaban.
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
"Naraya, kok loe nggak pernah cerita soal Antoni sebelumnya".
"Emangnya ada alasan gitu gue harus nyeritain dia?" Naraya balik bertanya.
"Ya heran aja, kalau kalian emang tetangga kok baru sekarang gue liatnya" terang Alda.
"O… Dia baru balik dari luar negeri" Balas Naraya tanpa minta.
"Oh ya?" Melin tampak terkejut. Naraya hanya angkat bahu sambil terus menikmati baksonya.
"Lagian ngapain si loe nanya – nanya soal tu orang?".
"Pengen tau aja. Kok kayaknya loe benci banget sama dia".
"Itu bukan benci, gue cuma nggak suka aja" Ralat Naraya.
"Iya. Tapi alasannya apa?".
"Kenapa gue harus ngasi tau kalian?" Tanya Naraya heran.
"Kenapa loe nggak mau ngasi tau kekita?" serang Melin balik.
"Ah gue tau. Jangan – jangan loe bukan nggak suka sama dia tapi loe kesel. Karena ternyata dia cinta pertama loe waktu loe kecil terus dia nggak ngungkapi ke elo tapi justru malah pergi keluar negeri. Iya kan?" tanya Alda.
Naraya terdiam. Matanya tampak berkedap kedip menatap lurus kearah Alda yang kini juga sedang menatapnya.
"Jadi bener gitu?" Alda memastikan. Melin hanya melongo melihatnya.
"Ck ck ck, Sebenernya yang jadi korban sinetron aka novel itu siapa si?. Gue apa elo?" Komentar Naraya sambil mengeleng – geleng kepala heran.
"Maksut loe?".
"Tuh tebakan loe barusan udah persis kayak yang di drama – drama gitu".
"Jadi kalau bukan gitu kenapa donk".
"Atau jangan – jangan loe nggak suka sama dia karena dia keliatan culun?".
"Loe jangan salah dia itu jelas banget kerennya lho. Coba aja suruh dia buka kaca matanya dia. Terus berpenampilan lebih modis dikit. Pasti udah langsung jadi cowok inceran di kampus kita. Apa lagi…."
"Gue nggak mau keliatan bodoh" Potong Naraya singkat.
"Ha?" Mulut Melin dan Alda terbuka. Nggak ngerti maksut ucapan sahabatnya barusan.
"Iya gue nggak mau keliatan bodoh. Waktu TK dulu, dia itu kebanggan guru – guru. Katanya si anaknya cerdas gitu. Terus, waktu SD juga, dia mulu yang dapat rangking satu. Gue selalu nomor dua. Sialnya lagi, waktu SMP kita juga sekelas. Yah as always lah, tetep dia yang dapat juara. Sampe kemudian waktu SMA dia dapat biasiswa ke luar negeri. Ah jelas aja gue seneng, secara saingan gue udah out. Lah tiba – tiba dia muncul lagi sekarang, hade…. loe bayangin donk gimana gue kedepannya".
"Alasan macam apa itu" Sambung Alda.
"Sama sekali nggak ada romantis – romantisnya" Sambung Melin membuat mulut Naraya yang gantian mangap.
"Satu lagi, siapa bilang dia pake kacamata gitu keliatan jelek. Bukannya justru malah keliatan Genius ya?. Coba aja kalian perhatiin bener – bener. Bukan cuma genius, dia juga malah keliatan keren" Tambah Naraya sambil menatap jauh.
"Kenapa kalian mandangin gue kayak gitu?" tanya Naraya tiba – tiba merasa horor saat tiada reaksi dari kedua temannya yang justru malah menatapnya sambil tersenyum senyum nggak jelas.
"Loe suka ya sama dia?" tebak Alda lirih.
"Kok tau?".
Di detik berikutnya. Saat mendapati kalau kedua temannya tertawa nggak di hadapannya Naraya langsung menyadari kalau ia telah salah bicara. Astaga… Memalukan…. Tetanggaku idoalaku?… OMG!!!..
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
"Naraya, pulang bareng yuk".
Naraya menoleh, mendapati Antoni yang kini berjalan disampingnya.
"Nggak mau" Balas Naraya ketus.
"Kenapa?" tanya Antoni.
"Ya pokoknya nggak mau. Suka suka gue donk" Balas Naraya masih dengan nada ketus.
Antoni terdiam. Berdiri terpaku dengan wajah menununduk membuat Naraya merasa sedikit bersalah karenanya.
"Kenapa si loe kayaknya benci banget sama gue?".
Langkah Naraya terhenti. Pertanyaan itu lagi yang ia dengar?. Astaga, apa kali ini juga akan berakhir dengan pengakuan rasa sukanya.Nggak nggak ngga. Itu pasti akan sangat memalukan baginya. Jadi…
"Iya, Gue benci banget sama loe. Jadi mulai sekarang jauh jauh loe dari hidup gue".
Selesai berkata Naraya langsung berbalik pergi. Menjauh tanpa menoleh lagi….
Lama Naraya terdiam sambil tiduran di atas kasur. Antara rasa bersalah dan bingung. Bersalah akan sikap nya terhadap antoni siang tadi dan juga bingung tentang apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Ingin minta maaf si, tapi ia juga masih ragu. Alasannya?. Ia juga tidak tau.
Setelah lama berfikir akhirnya ia memutuskan untuk meminta maaf besok pagi saja.
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
“Astaga, Tu cowok ganteng banget si?”.
Naraya menoleh. Mengikuti tatapan salah seorang maha siswa kampusnya yang kini sedang menatap sosok yang kini sedang berjalan kearahnya.
“Antoni?” Gumam Naraya setengah tak percaya.
Berniat untuk menyapanya Naraya justru malah berdiri mematung saat mendapati kalau antoni justru terus melangkah melewatinya tanpa menoleh sedikitpun.
“Naraya, coba liat tuh. Kan bener kalau tu orang keren” Tunjuk Alda kearah Antoni yang kini tampak di kerubungi cewek – cewek.
Sekilas Naraya menoleh tapi beberapa saat kemudian ia kembali beralih kearah buku yang di bacanya.
“Jadi gimana loe sekarang?” tambah Melin lagi.
“Gue kenapa emang?” Tanya Naraya tak tertarik.
“Ya pendapat loe soal penampilan dia sekarang” Terang Alda.
“Keren” Balas Naraya singkat membuat Alda dan Melin saling bertatapan heran. Dan sebelum mulut mereka terbuka untuk bertanya kedatangan pak aldo sudah terlebih dahulu menginterupsi.
^&**
Dengan masih sedikit ragu Naraya berjalan menghampiri Antoni yang kebetulan sedang duduk sendirian di bangku pelataran kampus.
“Antoni”.
Merasa namanya di panggil Refleks Antoni menoleh.
“Kenapa?”.
Mendadak Naraya merasa ragu saat mendapati tangapan dingin Antoni.
“E… Gue boleh ngomong sebentar”.
“Apa?”.
Lagi – lagi Antoni menjawab hanya dengan sepatah kata.
“Gue mau minta maaf”.
“Untuk?”.
“Soal kemaren. Sepertinya gue kemaren ngomong terlalu kasar. Makanya itu gue mau minta maaf”.
Antoni terdiam. Matanya menatap lurus kearah Naraya yang kini berdiri dengan wajah terus menunduk di hadapannya.
“Kok loe diam aja?” tanya Naraya sambil mengangkat wajahnya dan baru menyadari kalau Antoni juga sedang menatapnya.
“Kenapa?”.
“Ya karena gue merasa bersalah. Soalnya…”.
“Kenapa gue harus merubah penampilan gue baru loe mau nyamperin gue” Tanya Antoni dengan tatapan lelah.
“He?” Kening Naraya berkerut bingung.
“Sudahlah. Lupakan” Selesai berkata Antoni langsung bangkit berdiri. Berlalu meninggalkan Naraya dengan kebisuannya.
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
“Naraya, kenapa seminggu ini muka loe kusut gitu?” Tanya Alda sambil duduk di samping Naraya.
“Besok udah tahun baru 2013”.
“Apa hubungannya?” Tambah Melin.
“Gue masih belom punya pacar”.
“Ha?” Mulut Alda mangap.
“Atau gue terima Vano aja kali ya. Dia tadi nembak gue lho” Gumam Naraya lirih.
“Ha?. Vano?. Nembak loe?. Serius?” Tanya Alda setengah tak percaya. Naraya hanya mengangguk sebagai jawaban.
“Terus loe terima?” tanya Melin.
Kali ini Naraya mengeleng.
“O, Jadi loe tolak” Kata Alda terlihat lega.
“Bukan, Tapi gue belom ngasi jawaban”.
“Maksut loe mau loe terima”.
Naraya tidak menjawab, sepertinya ia masih belum menemukan jawabannya.
“Bukannya loe bilang loe suka sama Antoni”.
“Gue suka sama antoni kan bukan berarti Antoni juga suka sama gue kan?” Ralat Naraya lirih.
“Leo suka sama gue?”.
Refleks Naraya menoleh, Kaget saat mendapati Antoni yang kini berdiri tak jauh darinya.
“Antoni?, Se.. sejak kapan loe di situ?” Tanya Naraya kemudian.
“Apa bener loe suka sama gue?” Tanya Antoni lagi tanpa memperdulikan pertanyaan Naraya barusan.
“Nggak, Leo salah denger” Sahut Naraya cepet.
“Jadi gue bener – bener harus berubah baru loe bisa suka sama gue” Kata Antoni dengan tatapan menerawang. Entah mengapa Naraya bisa merasakan ada rasa kecewa dari ucapannya.
“Siapa bilang Gue suka sama loe setelah loe berubah. Gue itu suka sama loe udah lama. Sejak SMP malah. Loe nya aja yang nggak nyadar. Malah seenaknya pergi keluar negeri tanpa pamit sama sekali sama gue. Begitu balik langsung muncul di hadapan gue sebagai temen sekampus tanpa pernah nyapa selaku tetangga. Terus maen berubah penampilan sok keren lagi. Yah emang keren si, Cuma… Ups” Naraya cepat – cepat menutup mulutnya yang asal njepak. OMG, Apa yang baru saja ia katakan?.
Antoni terpaku mendengar pengakuan Naraya yang tanpa titik koma barusan. Sementara Alda dan Melin mati – matian menahan diri untuk tidak langsung ngakak di tempat.
“Jadi loe beneran suka sama gue?” Tanya Antoni tanpa mampu menahan senyuman yang mengembang di bibirnya.
Naraya terdiam tanpa berkutik. Mau gimana lagi, Membantah juga nggak ada gunanya.
“Iya. Gue emang suka sama loe. Puas loe. Terus loe mau apa sekarang!” Tanya Naraya sambil mendongak. Menatap lurus kearah Antoni yang kini berada tepat di hadapannya.
Antoni tidak menjawab. Tangan terulur mengusap air mata yang entah sejak kapan mengalir di wajah Naraya. Sementara Naraya sendiri merutuk dalam hati. Sialan, kenapa ia malah nangis.
“Gue mau leo nolak si Vano. Leo nggak boleh jadi pacarnya dia. Dan loe juga nggak boleh jalan bareng sama dia saat tahun baru besok” Bisik Antoni lirih sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Naraya.
“Kenapa?”.
“Karena gue juga suka sama loe, Dan gue mau loe jadi pacar gue” Sahut Antoni lirih namun tegas.
Naraya terdiam. Mengamati wajah Antoni secara seksama. Mencoba mencari sebuah kebohongan dari tatapan matanya. Namun yang ia dapati justru tatapan tulus dan penuh kesungguahan.
Dengan berlahan kepalanya mengangguk sebagai jawaban.
Tahun baru, Punya pacar baru?… KENAPA ENGGAK!!!.
Endingya juga maksa ya?…… BIARIn

Random Posts

  • Kenalkan aku pada cinta ~ 06 | Cerpen Remaja

    Kenalkan aku pada cinta _ part 06. Oke sodara sodara semua, berharap aja cerpen ini nggak bernasip sama kaya Cerpen The prince, the princess and mis. Cinderella. Tau nggak kenapa?. Idenya melenceng jauh lho. Jauuuuh bangets. Kayaknya efek galau yang di alamin adminnya beberapa hari ini nular ke cerpen deh. Mana laptopnya masih eror juga lagi. Hufh. #MendadakCurhat_ditabok.Tapi diatas semua itu, menulis acak acakan alias merubah rubah jalan cerita kayaknya udah jadi bakat adminnya sedari dulu. Iya nggak?. So, buat yang baca nikmatin aja lah. ~ CihuiyDan biar nggak bingung, untuk part sebelumnya bisa langsung di cek disini.Kenalkan aku pada cintaAstri tertegun saat melihat tatapan Andre yang terjurus padanya. Entah apa yang di dalam pikiran pria itu. Ia juga tidak tau. Ekspresi yang tergambar sulit di tebak. Tepatnya, ia tidak bisa menebaknya.sebagian

  • TRUE LOVE

    TRUE LOVE Oleh : Cahya Nuraini – Kenapa harus kamu yang ada dihadapan aku sekarang ? kenapa bukan dia yg sudah ada di hati aku sejak dulu ? aku menyesal dulu telah membencimu, karna mungkin kini ini karma bagiku. Maafkan aku, tinggalkan aku, berikan aku cintanya yang dulu. Bukan dia tuhan…..Samar-samar telah ku buka mataku karna silau oleh pancaran matahari dari jendela. Ternyata si mbok sosok yang telah merawatku dari kecil. “selamat pagi non.” “pagi mbokk,,,” “nyonya sudah menunggu untuk sarapan non” “iia mbok, terima kasih”.. Namaku cicilia valentina nugraha , aku lahir tepat saat hari kasih sayang karna brhrap aku selalu mndapatkan kasih sayang dari semua orang. Memang benar, kehidupanku hampir sempurna. Aku anak yang lumayan pintar yah gak bego-bego amat lah istilah kasarnya. Mempunyai orang tua yang sayang aku, harta berlimpah, paras cantik, banyak teman, dan banyak cowok yang suka. Sekarang ini aku sedang menjalin hubungan dengan seseorang, dia teman sekolahku namanya dani. Sejujurya aku tak terlalu sayang dia, tapi di anak populer di sekolah karna dia keren pastinya dan karna desakan dari teman-temanku untuk mau menerima dani menjadi pacarku, maka akupun menjalin hubungan dengannya, sudah hmpir 4 bulan dan sekarang aku sudah kelas 1 SMA.“pagi sayang,,” sapa mamaku di meja makan. “pagi ma, papa mana ?” “papamu ada meeting, jadi harus berangkat duluan.” “ohh..” berdua kami sarapan namun tak lama kemudian………. “pagi….!!!” sapa suara yg tak asing bagiku. Ya, si dani memang bak sopir pribadi bagiku. Kemanapun aku pergi dia siap sedia untuk mengantar. Bahkan tiap pagi dia rela mengantar jemput aku. “pagi sayang,” sahut mamaku. Dia pun mengecup kedua pipiku dan berslaman kepada mamaku. Mereka sudah cukup akrab, dan sudah tidak ada kata malu. Aku bahkan sampai takut jika harus melanjutkan hubungan bersama dani ke jenjang pernikahan krna aku tak benar mencintainya. “sayang hari ini ada ulangan, kita berangkat sekarang ya, soalnya aku belum belajar” sekaku sebelum dani ngobrol lebih banyak dengan mamaku. “oh, yaudah ayo. Salim sama mama gih” kamipun berangkat sekolah melaju dengan mobil bmw nya, dani memang anak orang berpunya sehingga dia menjadi anak terkeren dan paling di kagumi di sekolah. “sayang, kabarnya hari ini ada murid baru di kelasku.” “ohhh,,,” jawabku cuek, karna aku memang sedang malas ngobrol dengannya. “kamu kenapa ? sakit ?” tanyanya smbil berusaha membelai rambutku namun aku mengelak. “aku enggak apa-apa kok, Cuma sedikit pusing gara-gara begadang semalem”. “begadang ngapaen ? belajar ?” “bukan kok, orang aku nonton bola”. Jawabku untuk meredam suasana tegang dalam mobil.Akhirnya sampailah kami di sekolah.“sayang aku duluan ya, aku mau nyamperin anak-anak dulu” pintaku “iya”. Kamipun berpisah di jalan menuju parkir sekolah dan aku berjalan sendiri menuju kelas, untunglah aku bertemu teman-temanku. Rani,bella dan lia. “heyyy, tunggu” teriakku “ehhh, ini dia putri kita telah datang,” ledek si rani yang memang anaknya goookill abizzz. “ihh, apaan sihh” “eh-eh, tau gak, katanya ada anak baru lohh di kelas gue.katanya sih cowo dari jawa, moga-moga ajah cakep.” Sela si lia yang anaknya memang suka banget ngeliatin alias tukang nyeleksi cwok. Hampir semua cowok di sekolahan ini dia kenal bukan hanya teman satu angkatan tapi juga cowok-cowok kelas 2 & 3. “udah tau kok dari si dany” jawabku. “lia kalau cakep boleh tuh buat gue. Cilla, kita hari ini ulangan fisika kan ? udah belajar lo ?” tanya bella padaku. Belum sempat ku jawab namun sudah bel masuk dan akhirnya kami berlarian masuk ke kelas.Saat istirahat berbunyi tiba-tiba ada salah satu teman yang memberitahuku “cilla cilla, si dany berantem di belakang sekolah” fikirku biarkan saja, toh bonyok pun dia yang ngrasaen, dani memang anak sok jagoan. Gara-gara dia banyak teman dan seorang kakak kelas sehingga dia sering mencari masalah dengana anak kelas 1. Namun aku sebagai ceweknya, jadi paling tidak aku harus numpang absent dong ! akupun meluncur ke belakang sekolah. Setelah sampai mulanya aku biarkan saja, ingin melihat siapa yang di hajarnya kali ini dan saat aku tanya pada lia ternyata yang dihajar adalah anak baru. Ku perhatikan muka anak baru tersebut karna bagiku wajah itu tak asing dan baru sja ku sadari ternyata itu Ali, cinta pertamaku saat aku masih SD kelas 5. Meski di bilang masih kecil, tapi tetap tak ada yang menggantikan dia di hatiku. Tercengang, kaget namun bahagia. Langsung saja aku berlari dan berusaha memisahkan perkelahian ini. Jujur saja semua temanku kaget karna tak pernah aku seagresif ini untuk melerai pertikaian dany. “sudaaahh ! hentikan “ dengan memalingkan wajahku ke muka dany namun ternyata emosi dany belum turun sehigga akulah yang terkena tonjok mautnya, segera saja aku tersugkur jatuh. Dani sangat menyesali namun masih terperangah melihatku jatuh berbeda dengan ali yang langsung mendekapku untuk berusaha menolongku namun langsung di dorong dany jatuh dan menjauhkannya dariku. Aku pun pingsan dan tak ingat apa-apa lagi. Namun aku masih ingat jelas wajah tampan yang setengah kagetnya melihatku sama seperti aku kaget melihat dirinya.Setelah sadar ternyata aku telah di kamar. Dan semua temanku telah berkumpul, akupun memanggil lia dan meminta untuk menjelaskannya. “lia, sebenarnya tadi ada apa sih ?” “tadi itu si dany jengkel sama si ali anak baru itu, gara-gara menurutnya ali itu sok cool dan di gandrungi banyak cewek di kelas. Iya, gue rasa sih di dany mulai merasa kalah saing gitu deh, ali emang gak sekaya dany tapi banyak banget cewek yang minta nomernya.” “termasuk lo ?” sekaku “pastinya” “boleh gue minta ?” “buat apa ?” “minta maaf atas perlakuan dany” “ada sesuatu yang lo sembunyiin dari gue…” “belum saatnya gue cerita li, nanti pasti gue ceritain. Plisss jangan kasih tau ke dany ya !” “sip”Setelah lia memberikan nomer ali, liapun keluar dan dany masuk. Namun aku pura-pura lemas. Saat dany sudah mengutarakan penyesalan dan meminta maaf diapun aku suruh pulang. Saat semuanya sudah pulang akupun tak buang waktu dan langsung menelfon ali. Ragu-ragu ku pencet satu persatu nomer itu. Tuttttt tuuuttt tuuuutt bunyi sambungan telfon yang membuatku sedikit gemetar. “hallo!” suara yang sedari dulu tetap tak berubah di telingaku. Suara sosok yang penuh kasih syang di hatiku “hallo, ali” jawabku gemetar senang namun air mataku menetes. “ini siapa ?” “kamu tak mngenalku lagi ? ini aku” “cilla “ namun aku terdiam, mulut ini seperti tak bisa berkata-kata. “cilaa, cilla, jawab aku. Jangan diam cil, aku rindu suara kamu.” “aku juga al. Aku ingi bertemu denganmu. Besok di taman sekolah” setelah itu aku tutup telfon. Aku lega, ku bahagia dan aku menangis. Tuhannn terimakasih, aku tau kau sayang aku tuhan.Keesokan harinya akupun bertemu dengan ali dan di taman sudah ada sosok cowok yang ,menunggu. Bdannya tinggi tegap. “ali” panggilku lirih dan langsung duduk di sampingnya. Namun dia hanya menatapku dengan dalam. “kenapa kamu pandang aku seperti itu ?” “kecantikanmu tak berubah cilla.” “kamu gombal..” “tidak,” “kamu dingin al, “ “kepergianmu telah mengubah sikapku cil, tak sadarkah kamu. Kepergianmu membuatku hancur,, tanpa surat dan kabar” “aku tak bermaksut al, smpai sekarang pun aku masih sayank kamu, cintaku tak pernah berubah. Kedaan saat itu sedang sulit. Perusahaan papaku bangkrut. Aku harus pindah beberapa kali untuk mendukung ekonomi keluargaku. Aku juga sedih tak bisa lagi berkomunikasi denganmu”. Suasana hening menyelimuti siang itu. “mana cintamu al ? hilangkah itu ?”. “entahlah… bertahun-tahun kehilangan yang aku cari dan satu-satunya semangat yang aku miliki. Bagaimana menurutmu. Memang kita masih kecil, tapi persaan itu beda cil.” “aku tau al,tapi haruskah kau limpahkan keslahan itu padaku ? gadis kecil yang tak tau apa-apa !” tak terasa butiran bening itu tiba-tiba menetes, dan berlinang deras. “jangan menangis cil, aku tak bermaksud untuk membuatmu menangis. Aku selalu kalah dan luluh jika melihatmu menngis” dan ali langsung memelukku. Dia usapnya kristal bening di pipiku dengan jari-jarinya yang penuh kasih syang. Namun sepertinya memang hari sial kami, dany tiba-tiba muncul dan salah sangka. Tanpa panjang lebar dia menyuruh teman-temannya untuk memegang ali sedangkan dany memukulinya. Ku coba tahan tangan kekar itu semampuku namun naas tetap saja aku kalah tenaga. Dan dengan terpaksa ku peluk dany untuk meredam amarahnya. Dia pun luluh. Ku lihat ali kecewa berat. Dan langsung menundukan kepala. “dengar ya lo bangsat, jangan pernah lo deketin cewek gue lagi. Sekali lagi gue liat lo deketin cewek gue. Mampuss lo !” “kalau cewek lo yang deketin gue gimana ?” tersentak kaget aku bersma rombongan dany. Akupun kaget karna ali mampu berkata begitu, seolah dia tak berusaha melindungiku. “ahhhh, tahikk lo..” di hajarnya ali untuk yang kedua kalinya. “sayank, sudah, jangan di ladeni bocah pengecut ini !” sindirku sinis. Alipun seperti mennyesali perkataannya.Malam ini aku masih memikirkan ali, perkataan yang menurutku sangat-sangat menyakitkan. Namun tiba-tiba ada suara mengetuk pintu. “non ada tamu” “cwo apa cwe ?” “cowo non” Kufikir si dany tapi betapa terkejutnya aku karna ternyata yang datang ali. Bingung ingin kutemui apa tidak karna jujur saja aku masih marah dengannya. “ngobrol di taman aja al” kataku bete. Ku pimpim jalan duluan untuk menuju taman depan. Kamipun duduk di bangku panjang di tengah taman. Ku suruh si mbok mengambilkan minum untuknya. Sesaat terdiam namun ali berusha untuk memancing obrolan di antara kami. “masih marah ?” “masih” “aku mesti gimana “ “harusnya kamu gak biacara seperti itu.” “takut ?” “maksudnya ?” “cnta itu harusnya tak mengenal takut. Tak mengenal rasa sakit.” “aku bukn gadis tomboy yang masih berusia 9 th al. Aku ini remaja 15 th al. Aku sudah berubah” “aku tau, namun cintamu tidak kan ?” “selamanya hanya untukmu.” “masihkah kau smpan itu untukku ?” “hanya untuk kamu, dan selamanya untuk kamu” perlahan kami dekatkan kedua bibir kami, dan perlahan namun psti bibir kamipun menyentuh. Dengan lembut dia lumat bibir ini. Dan 1 kecupan di dahi. Sayangnya saat itu aku lupa, bahwa aku sudah punya janji kepada dany,lia,bella, dan rani. Mereka semua pun melihat kejadian itu. “bangsat lo !” baru dany ingin memukul ali, aku sudah berada di depanya dan lagi, aku terkena tonjok di kepalaku. Namun aku berusaha tak pingsan. “hentikan dan. Nyadar gak siih lo. Selama ini tuh gue cuek sama lo supaya lo mutusin gue. Gue gax mau mutusin lo karna gue takut lo sakit. Ali cinta pertama gue dan, karna itulah gue gak pernah nganggap semua pacar gue serius karna sebenrnya cinta gue Cuma buat ali dan. Plisss, ngertiin gue, dewasalah sedikit dan. Kalau lo sayang gue, relain gue” “ok, lo menang sob, gue gak bakal ganggu hubungan lo berdua lagi. Kita maen fair disini” berlalulah dany. “ciehhhh, akhirnya sang putri pun menemukan cinta sejatinya the true of love” gombal rani “ciehhh…ciehhh” teriak bella dan lia. Besok kenyang nieh…. Meriahlah suasana malam itu. Canda gelak tawa riang. Hepi kusnendang yah guys. Semoga saja hubunganku awet sampai kakek-kakek dan nenek-nenek sama si ali ku cayankk…. hehehee. ..Oleh : cahya nurainicahya noerainie

  • Cerpen Kala cinta Menyapa part 8

    Gak mau basa – basi, yang merasa dari maren nungguin lanjutan nie cerita _Walau aku ragu ada yang nunggu_Monggo, silahkan langsung di baca. Happy reading ya………….Credit Gambar : Ana Merya“Rani, loe punya hubungan apa sama erwin?” Selidik irma sambil memperhatikan Ulah Rani yang masih asik membolak balikan halaman demi halaman komik yang ada ditanganya tampa memperdulikan keributan teman – temannya yang rata – rata pada ngegsosip sambil menunggu dosen mereka masuk kekelas.“Nggak ada” Balas Rani tanpa menoleh.sebagian

  • Happy 2nd Anniversarry Star Night

    Happy 2nd Anniversarry Star Night!!!. Omo, nggak terasa ya udah dua tahun berlalu sejak pertama sekali admin kenalan sama yang namnya blog. Nggak nyangka juga kalau Star Night sekarang jadi blog kumpulan khayalan bebas saia. Hahahai…Jadi inget postingan pertama sekali Star Night yang jelas nggak jelas banget. Bismillah… udah gitu doank… XDUntuk sejarah Blog Star Night udah di ceritain kan di Anniversarry yang pertama kemaren. So nggak perlu di ulang lagi dunk.Sebenernya niatnya si, mau bikin Cerpen spesial ulang tahun. But, berhubung abis akhir bulan so nggak sempet ngetik. Laporan numpuk. Gimanapun ceritanya saia tetap lebih mengutamakan kerja di dunia nyata. Sempet nyesel juga kenapa maren maren malah sok sokan nulis cerpen cinta romantis kenalkan aku pada cinta, Kenapa nggak nulis cerpen Spesial ulang tahunya duluan. Tapi ya, Mau gimana lagi sodara sodara, Saia lupa #gubrak.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*