Cerpen Tahun baru 2013 “Love like choklat”

Ah, Berhubung bosen bikin cerpen berpart – part yang susah mau ngelanjutin. Halangannya banyak banget si. Salah satunya pas lagi punya ide buat nulis, waktu gak ada. Giliran ada waktu, mood nya udah kabur. Hadeeee…. Medingan juga bikin cerpen ide dadakan ala 'otak pas-pasan' Ana Merya. Maksutnya, 'pas' lagi pengen nulis 'pas' idenya muncul. Ghito lho…. Xi xi xi.
Oke deh, gimana cerpenya langsung baca aja yuk. Ceritanya cerpen 'Love like choklat' ini cepern spesial nyambut tahun baru 2013 lho. 😛
PS: Judulnya gak nyambung ya?… Ya suka-suka saia. La wong saia yang bikin #dihajar.
N for Mr. Kacamata. Thank for your inspiration n for all you give to me. Ha ha ha.
For all : Happy reading ya…..

Cerpen love like choklatCredit Gambar : Ana Merya
Cinta itu seperti coklat.
Pahit pahit manis…. ^_^
"Huf… Udah mau tahun baru 2013 tapi masih aja belom punya pacar" Gumam Naraya sambil merebahkan kepalanya di atas meja.
"Loe si kebanyakan milih. Cowok yang nembak dari maren loe tolak mulu" Kata Alda yang duduk disampingya.
"Gue itu bukan milih. Cuma merasa nggak cocok aja. Abis dia itu bukan tipe gue si. Nggak kayak cowok yang selama ini gue bayangin. Itu tu yang kayak di novel novel" Terang Naraya sambil menerawang jauh.
Alda hanya membalas dengan cibiran tanpa komentar apapun.
"Pagi semuanya".
Alda Dan Naraya refleks menoleh.
"Pagi" Sahut Naraya tanpa minat saat mendapati sosok yang menyapanya adalah Melin. Dengan santai kembali di rebahkannya kepala di atas meja. Siap – siap meratapi nasip. …XD
"Eh, Denger – denger denger. Gue punya kabar bagus buat kalian" Kata Melin terlihat antusias.
"Kabar apa?" Tanya Alda.
"Di kelas kita bakal ada mahasiswa baru".
"Oh ya?, Serius loe?" Tanya Naraya sontak bangkit berdiri. Membuat Alda kembali mencibir kearahnya.
"Terus keren nggak?" Tanya Naraya lagi.
"Kalau tu orang keren kenapa emang?" Alda balik bertanya sebelum Melin sempet buka mulut.
"Kan kali aja dia bisa jadi love at firs sight gue. Cinta dalam lima detik ala love rain" Sahut Naraya sambil tersenyum nggak jelas membayakan apa yang ia bayangkan selama ini menjadi kenyataan.
"Jangan lebay" Ledek Alda.
"Syirik aja loe" balas Naraya sewot.
"Sssstt… Kalian berdua ini berantem mulu" Melin angkat bicara saat mendapati ulah kedua sahabat karibnya itu. "Sebenernya gue nggak tau si dia keren atau nggak. Soalnya gue juga belom liat. Tapi yang jelas katanya si cowok".
"Ah semoga saja bener – bener cowok keren".
Mulut Alda sudah terbuka untuk memangkah omongan Naraya barusan kalau saja tidak di interupsi oleh dosen mereka yang sudah muncul di balik pintu.
"Pagi semuanya".
"Pagi bu".
"Baiklah semuanya. Ibu yakin kalian semua sudah mendengar kabar tentang kedatangan mahasiswa baru. Jadi menurut ibu lebih baik langsung saja. Antoni, silahkan masuk" Kata Buk elena disusul sosok yang mulai melangkah masuk dari arah pintu diikuti semua mata yang menatap lurus kearahnya. Alda Mati – matian menahan diri untuk tidak langsung tertawa ngakak saat menadapti wajah shock Naraya.
"What the hell!!".
Perhatian semua mata segera beralih dari sosok yang katanya bernama antoin itu kearah Naraya yang kini bangkit berdiri.
"Naraya, Apa ada yang ingin kau katakan?".
"He?" Kening Naraya berkerut bingung. Saat ia menoleh kesekeliling barulah ia menyadari apa yang baru saja ia lakukan. OMG, Memalukan.
"Oh, maap buk. Nggak ada apa – apa" Kata Naraya kemudian sambil menunduk. Sekilas ia sempat melirik kearah mahasiswa baru itu sebelum kemudian dipersilahkan duduk di meja depan.
"Ha ha ha, Kenapa loe?. Frustasi karena pangeran yang loe harapin nggak muncul, justru malah menjelma jadi kodok buruk rupa" Bisik Alda lirih.
"Diem loe".
"Tapi gue juga kaget lho. Abis tadinya gue pikir cowok keren yang muncul eh nggak taunya cowok cupu yang pake kacamata begitu. Ck ck ck, Culun banget" Melin ikutan berkomentar.
"Tapi kalau melihat ekspresi loe yang sampe berteriak tadi sepertinya loe terlalu berlebihan deh" Alda kembali buka mulut.
"Gue berteriak tadi bukan karena dia itu jelek. Tapi…".
"tapi…" Kejar Alda saat mendapati Naraya mengantungkan ucapanya.
"Dia itu tetangga gue. Ayolah…. Nggak mungkin kan ini jadi "tetanggaku idolaku" Kata Naraya frustasi. Melin dan Alda hanya mampu saling pandang dengan mulut melongo sementara ana merya justru malah melirik irma octa 'swifties. Menyedihkan .., XD.
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
"Ups. Jaga jarak. Jangan coba – coba loe deketin gue" Kata Naraya setengah berteriak saat mendapati Antoni yang berjalan kearah nya.
"Kenapa?. Gue kan pengen nyamperin loe. Kok nggak boleh?" Tanya Antoni polos sambil sesekali membetulkan letak kaca matanya.
"Pokoknya gue nggak mau. Jauh – jauh loe dari gue" Selesai berkata Naraya langsung cabut keluar. Kalang – kabut melarikan diri.
Antoni masih berdiri terpaku. Terkejut mendapati reaksi pernolakan terang – terangan dari Naraya. Dihelanya nafas untuk sejenak. Tiba – tiba rasa nyesek telah memenuhi rongga hatinya.
"Jangan di masukin hati ya. Naraya emang suka gitu. Tapi dia orangnya baik kok".
Antoni refleks menoleh. Baru menyadari kalau masih ada dua orang gadis yang tidak ia ketahui siapa berdiri di hadapannya.
"Kenalin, Gue Alda. Temen deketnya Naraya" Kata Alda sambil mengulurkan tangannya yang di sambut dengan ragu oleh Antoni.
"Antoni" Balas Antoni. Kemudian beralih kearah Melin dengan melakukan hal yang sama.
"Oh ya, denger- denger loe tetanggan ya sama Naraya. Tapi kok dia malah kabur?" tanya Alda beberapa saat kemudian.
"Gue juga nggak tau kenapa. Kayaknya dia benci banget sama gue" Sahut Antoni sambil menunduk sedih.
"Emangnya loe punya salah apa sama dia?".
Antoni mengeleng lemah "Gue juga nggak tau. Padahal gue suka sama dia" sambungnya lirih.
"Ha?" Mulut Alda dan Melin serentak terbuka. Tapi Antoni tetap terdiam.
"Apa karena gue jelek?" Gumam Antoni lirih.
Alda dan Melin saling pandang. Tanpa bisa dicegah tangan Alda terangkat dengan sediririnya menarik lepas kacamata yang antoni kenakan. Membuat cowok itu menoleh kaget.
"Loe nggak jelek kok. Kalau loe mau merubah sedikit model gaya rambut loe, serta melepas kacamata ini loe pasti keliatan keren".
"Benarkah?" tanya Antoni ragu.
"Emm" Melin mengangguk mantap sambil tersenyum meyakinkan yang mau tak mau membuat antoni ikut tersenyum.
"Iya, Dan gue yakin Naraya nanti pasti bakal suka sama loe" Alda menambahkan.
Antoni terdiam mendengar kalimat yang Alda lontakan barusan.
"kenapa?" tanya Alda heran saat mendapati raut sedih di wajah Antoni.
Lama antoni terdiam sebelum kemudian berujar "Kalau Naraya baru mau suka sama gue setelah gue berubah itu namanya bukan cinta, tapi perjanjian. Memangnya sejak kapan dalam cinta ada perjanjian?".
Mendengar kalimat yang Antoni lontarkan sontak membuat Alda dan Melin saling pandang. Sampai kemudian keduanya tersenyum sambil mengangguk. "Kenapa?" gantian Antoni yang merasa heran.
"Loe tenang aja. Jangan sedih gitu. Kalau di liat – liat kayaknya loe cowok baik – baik. Jadi kita juga akan berbaik hati".
"Maksutnya?" Tanya Antoni masih tak mengerti.
Namun sepertinya Alda dan Melin tidak tertarik untuk menceritakan lebih lanjut. Hanya sebuah senyum misterius yang tergambar di bibir sebagai jawaban.
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
"Naraya, kok loe nggak pernah cerita soal Antoni sebelumnya".
"Emangnya ada alasan gitu gue harus nyeritain dia?" Naraya balik bertanya.
"Ya heran aja, kalau kalian emang tetangga kok baru sekarang gue liatnya" terang Alda.
"O… Dia baru balik dari luar negeri" Balas Naraya tanpa minta.
"Oh ya?" Melin tampak terkejut. Naraya hanya angkat bahu sambil terus menikmati baksonya.
"Lagian ngapain si loe nanya – nanya soal tu orang?".
"Pengen tau aja. Kok kayaknya loe benci banget sama dia".
"Itu bukan benci, gue cuma nggak suka aja" Ralat Naraya.
"Iya. Tapi alasannya apa?".
"Kenapa gue harus ngasi tau kalian?" Tanya Naraya heran.
"Kenapa loe nggak mau ngasi tau kekita?" serang Melin balik.
"Ah gue tau. Jangan – jangan loe bukan nggak suka sama dia tapi loe kesel. Karena ternyata dia cinta pertama loe waktu loe kecil terus dia nggak ngungkapi ke elo tapi justru malah pergi keluar negeri. Iya kan?" tanya Alda.
Naraya terdiam. Matanya tampak berkedap kedip menatap lurus kearah Alda yang kini juga sedang menatapnya.
"Jadi bener gitu?" Alda memastikan. Melin hanya melongo melihatnya.
"Ck ck ck, Sebenernya yang jadi korban sinetron aka novel itu siapa si?. Gue apa elo?" Komentar Naraya sambil mengeleng – geleng kepala heran.
"Maksut loe?".
"Tuh tebakan loe barusan udah persis kayak yang di drama – drama gitu".
"Jadi kalau bukan gitu kenapa donk".
"Atau jangan – jangan loe nggak suka sama dia karena dia keliatan culun?".
"Loe jangan salah dia itu jelas banget kerennya lho. Coba aja suruh dia buka kaca matanya dia. Terus berpenampilan lebih modis dikit. Pasti udah langsung jadi cowok inceran di kampus kita. Apa lagi…."
"Gue nggak mau keliatan bodoh" Potong Naraya singkat.
"Ha?" Mulut Melin dan Alda terbuka. Nggak ngerti maksut ucapan sahabatnya barusan.
"Iya gue nggak mau keliatan bodoh. Waktu TK dulu, dia itu kebanggan guru – guru. Katanya si anaknya cerdas gitu. Terus, waktu SD juga, dia mulu yang dapat rangking satu. Gue selalu nomor dua. Sialnya lagi, waktu SMP kita juga sekelas. Yah as always lah, tetep dia yang dapat juara. Sampe kemudian waktu SMA dia dapat biasiswa ke luar negeri. Ah jelas aja gue seneng, secara saingan gue udah out. Lah tiba – tiba dia muncul lagi sekarang, hade…. loe bayangin donk gimana gue kedepannya".
"Alasan macam apa itu" Sambung Alda.
"Sama sekali nggak ada romantis – romantisnya" Sambung Melin membuat mulut Naraya yang gantian mangap.
"Satu lagi, siapa bilang dia pake kacamata gitu keliatan jelek. Bukannya justru malah keliatan Genius ya?. Coba aja kalian perhatiin bener – bener. Bukan cuma genius, dia juga malah keliatan keren" Tambah Naraya sambil menatap jauh.
"Kenapa kalian mandangin gue kayak gitu?" tanya Naraya tiba – tiba merasa horor saat tiada reaksi dari kedua temannya yang justru malah menatapnya sambil tersenyum senyum nggak jelas.
"Loe suka ya sama dia?" tebak Alda lirih.
"Kok tau?".
Di detik berikutnya. Saat mendapati kalau kedua temannya tertawa nggak di hadapannya Naraya langsung menyadari kalau ia telah salah bicara. Astaga… Memalukan…. Tetanggaku idoalaku?… OMG!!!..
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
"Naraya, pulang bareng yuk".
Naraya menoleh, mendapati Antoni yang kini berjalan disampingnya.
"Nggak mau" Balas Naraya ketus.
"Kenapa?" tanya Antoni.
"Ya pokoknya nggak mau. Suka suka gue donk" Balas Naraya masih dengan nada ketus.
Antoni terdiam. Berdiri terpaku dengan wajah menununduk membuat Naraya merasa sedikit bersalah karenanya.
"Kenapa si loe kayaknya benci banget sama gue?".
Langkah Naraya terhenti. Pertanyaan itu lagi yang ia dengar?. Astaga, apa kali ini juga akan berakhir dengan pengakuan rasa sukanya.Nggak nggak ngga. Itu pasti akan sangat memalukan baginya. Jadi…
"Iya, Gue benci banget sama loe. Jadi mulai sekarang jauh jauh loe dari hidup gue".
Selesai berkata Naraya langsung berbalik pergi. Menjauh tanpa menoleh lagi….
Lama Naraya terdiam sambil tiduran di atas kasur. Antara rasa bersalah dan bingung. Bersalah akan sikap nya terhadap antoni siang tadi dan juga bingung tentang apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Ingin minta maaf si, tapi ia juga masih ragu. Alasannya?. Ia juga tidak tau.
Setelah lama berfikir akhirnya ia memutuskan untuk meminta maaf besok pagi saja.
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
“Astaga, Tu cowok ganteng banget si?”.
Naraya menoleh. Mengikuti tatapan salah seorang maha siswa kampusnya yang kini sedang menatap sosok yang kini sedang berjalan kearahnya.
“Antoni?” Gumam Naraya setengah tak percaya.
Berniat untuk menyapanya Naraya justru malah berdiri mematung saat mendapati kalau antoni justru terus melangkah melewatinya tanpa menoleh sedikitpun.
“Naraya, coba liat tuh. Kan bener kalau tu orang keren” Tunjuk Alda kearah Antoni yang kini tampak di kerubungi cewek – cewek.
Sekilas Naraya menoleh tapi beberapa saat kemudian ia kembali beralih kearah buku yang di bacanya.
“Jadi gimana loe sekarang?” tambah Melin lagi.
“Gue kenapa emang?” Tanya Naraya tak tertarik.
“Ya pendapat loe soal penampilan dia sekarang” Terang Alda.
“Keren” Balas Naraya singkat membuat Alda dan Melin saling bertatapan heran. Dan sebelum mulut mereka terbuka untuk bertanya kedatangan pak aldo sudah terlebih dahulu menginterupsi.
^&**
Dengan masih sedikit ragu Naraya berjalan menghampiri Antoni yang kebetulan sedang duduk sendirian di bangku pelataran kampus.
“Antoni”.
Merasa namanya di panggil Refleks Antoni menoleh.
“Kenapa?”.
Mendadak Naraya merasa ragu saat mendapati tangapan dingin Antoni.
“E… Gue boleh ngomong sebentar”.
“Apa?”.
Lagi – lagi Antoni menjawab hanya dengan sepatah kata.
“Gue mau minta maaf”.
“Untuk?”.
“Soal kemaren. Sepertinya gue kemaren ngomong terlalu kasar. Makanya itu gue mau minta maaf”.
Antoni terdiam. Matanya menatap lurus kearah Naraya yang kini berdiri dengan wajah terus menunduk di hadapannya.
“Kok loe diam aja?” tanya Naraya sambil mengangkat wajahnya dan baru menyadari kalau Antoni juga sedang menatapnya.
“Kenapa?”.
“Ya karena gue merasa bersalah. Soalnya…”.
“Kenapa gue harus merubah penampilan gue baru loe mau nyamperin gue” Tanya Antoni dengan tatapan lelah.
“He?” Kening Naraya berkerut bingung.
“Sudahlah. Lupakan” Selesai berkata Antoni langsung bangkit berdiri. Berlalu meninggalkan Naraya dengan kebisuannya.
Cerpen Tahun baru 2013 "Love like choklat"
“Naraya, kenapa seminggu ini muka loe kusut gitu?” Tanya Alda sambil duduk di samping Naraya.
“Besok udah tahun baru 2013”.
“Apa hubungannya?” Tambah Melin.
“Gue masih belom punya pacar”.
“Ha?” Mulut Alda mangap.
“Atau gue terima Vano aja kali ya. Dia tadi nembak gue lho” Gumam Naraya lirih.
“Ha?. Vano?. Nembak loe?. Serius?” Tanya Alda setengah tak percaya. Naraya hanya mengangguk sebagai jawaban.
“Terus loe terima?” tanya Melin.
Kali ini Naraya mengeleng.
“O, Jadi loe tolak” Kata Alda terlihat lega.
“Bukan, Tapi gue belom ngasi jawaban”.
“Maksut loe mau loe terima”.
Naraya tidak menjawab, sepertinya ia masih belum menemukan jawabannya.
“Bukannya loe bilang loe suka sama Antoni”.
“Gue suka sama antoni kan bukan berarti Antoni juga suka sama gue kan?” Ralat Naraya lirih.
“Leo suka sama gue?”.
Refleks Naraya menoleh, Kaget saat mendapati Antoni yang kini berdiri tak jauh darinya.
“Antoni?, Se.. sejak kapan loe di situ?” Tanya Naraya kemudian.
“Apa bener loe suka sama gue?” Tanya Antoni lagi tanpa memperdulikan pertanyaan Naraya barusan.
“Nggak, Leo salah denger” Sahut Naraya cepet.
“Jadi gue bener – bener harus berubah baru loe bisa suka sama gue” Kata Antoni dengan tatapan menerawang. Entah mengapa Naraya bisa merasakan ada rasa kecewa dari ucapannya.
“Siapa bilang Gue suka sama loe setelah loe berubah. Gue itu suka sama loe udah lama. Sejak SMP malah. Loe nya aja yang nggak nyadar. Malah seenaknya pergi keluar negeri tanpa pamit sama sekali sama gue. Begitu balik langsung muncul di hadapan gue sebagai temen sekampus tanpa pernah nyapa selaku tetangga. Terus maen berubah penampilan sok keren lagi. Yah emang keren si, Cuma… Ups” Naraya cepat – cepat menutup mulutnya yang asal njepak. OMG, Apa yang baru saja ia katakan?.
Antoni terpaku mendengar pengakuan Naraya yang tanpa titik koma barusan. Sementara Alda dan Melin mati – matian menahan diri untuk tidak langsung ngakak di tempat.
“Jadi loe beneran suka sama gue?” Tanya Antoni tanpa mampu menahan senyuman yang mengembang di bibirnya.
Naraya terdiam tanpa berkutik. Mau gimana lagi, Membantah juga nggak ada gunanya.
“Iya. Gue emang suka sama loe. Puas loe. Terus loe mau apa sekarang!” Tanya Naraya sambil mendongak. Menatap lurus kearah Antoni yang kini berada tepat di hadapannya.
Antoni tidak menjawab. Tangan terulur mengusap air mata yang entah sejak kapan mengalir di wajah Naraya. Sementara Naraya sendiri merutuk dalam hati. Sialan, kenapa ia malah nangis.
“Gue mau leo nolak si Vano. Leo nggak boleh jadi pacarnya dia. Dan loe juga nggak boleh jalan bareng sama dia saat tahun baru besok” Bisik Antoni lirih sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Naraya.
“Kenapa?”.
“Karena gue juga suka sama loe, Dan gue mau loe jadi pacar gue” Sahut Antoni lirih namun tegas.
Naraya terdiam. Mengamati wajah Antoni secara seksama. Mencoba mencari sebuah kebohongan dari tatapan matanya. Namun yang ia dapati justru tatapan tulus dan penuh kesungguahan.
Dengan berlahan kepalanya mengangguk sebagai jawaban.
Tahun baru, Punya pacar baru?… KENAPA ENGGAK!!!.
Endingya juga maksa ya?…… BIARIn

Random Posts

  • Cerpen Sahabat Jadi Cinta Be The Best Of A Rival End

    Credit Gambar : Ana Merya"Clara, loe gimana si. Kemaren loe yang ngajak gue buat datang. Eh giliran tiba hari H-nya malah loe yang nggak nongol. gimana si" Omel chika pada sahabatnya keesokan hari."Sory chik, kemaren itu gue ada urusan yang nggak bisa gue tinggalin. Nyokap gue sakit. Terus gimana, Sekolah kita pasti menang kan?" Balas clara penasaran.sebagian

  • Akhir Cerita Cinta Nada

    Akhir Cerita Cinta NadaOleh : dellia riestavaldiNamanya GISWARA NADA, biasa panggil NAT/NADA kelas XI IPS 1 di SMA PERMATA INTERNASIONAL.Cewek ini pintar dan berbakat. pelajaran favoritnya adalah SOSIOLOGI.Tinggi badannya 163cm. Mata yang berwarna hitam legam dan rambut sangat hitam lurus sepunggung.kulitnya berwarna coklat terang.semua orang menyukai murah senyumnya itu,senyum manja yang di kangenin semua teman-temannya . Hobbynya adalah ng-GALAU melulu. Saat bel pulang tiba-tiba rara ke kelas adell buat ngembaliin novel Nada yang di pinjemnya,kebetulan Rara anak IPA dan adell anak IPS. Rara adalah sahabat Nada sedari smp, nama aslinya sih Rana Renwardi.Rara menghampiri meja Nada.‘’terkadang bohong ya kalo dia selalu ada buat aku ra?-.-‘’ucap Nada‘’dia siapa Nat?” Tanya rara.‘’kamu lupa Ra? Kan aku sering cerita ke kamu, mulai deh ya kamu Onengnya.itu loh si Fahri.inget kan inget!’’ dengan kesel Nada memastikan supaya Rara inget.‘’yaa lagian aku baru datang langsung bilang kaya gitu ya aku ora ngudeng toh ,iya Nada aku inget kaka kelas itu kan?. ‘’ ucap Rara ‘’iya Ra  ”“kamunya noh kenapa lagi ? nggalau lagi ? ga bosen-bosen sih kamu Nat , akunya melek nih ngeliat kamu nggalau, kaya monyet lagi diare tau ga!’’ ejek Rara“anjritt ngecenya BAGUSSS amat sih Ra!!!!!!!!!!!!’’kata Nada kesel“hahaha tak apalah Nadaku yang cantik(huek), tapi bener tau aku bosen banget ngliat kamu setiap hari murung, diam tanpa kata kaya monyet yang lagi sariawan” serunya pada Nada sambil ketawa puas .“Ra, ga ada yang lebih bagus dari monyet?” ucapnya geram“ga ada Nat!!itu cocok banget buat kamu hahaha, udah ah pulang takut ngamuk nih si NYONYA hhahaha dadah Nada” “kurang ajar lo Ra!!”Nada manyun sambil membereskan buku-buku yang ada di atas meja, dan pergi menuju kelas Risa di XI IPA 5.“Ris hari ini kamu yang nyetir yah, akunya lagi males nih”pinta Nada“siip siip.” Ucap risa* * *Keesokan harinya seperti biasa Nada berangkat sekolah dengan Risa, kebetulan rumah Risa ga jauh banget dari rumah Nada.Sesampainya didepan rumah Risa.“Ris ayo berangkat, ko malah mlongo gitu?”Tanya Nada“oh iya Nat, soryy soryy.”ujar Risa“siip siip gapapa hahha nyantai sist”“ris, kamu tau mantan aku yang namanya Dion?”“iya Nat, aku tau.kenapa?”“sumpah ya seumur-umur baru baru nih aku ngbenci aku sampe BENCIIIIIIIIIII BANGGGEEEETTT sama mantan.”kesel Nada“kenapa je tu cowo ?”“ya kamu tau kan Ris aku putus ama dia gara-gara dia boongin aku, ternyata baru seminggu setelah kita putus dia punya cewek baru, AHH SEMUA COWO TUH YA PADA INTINYA SAMA AJAA !! keheul da urang Ris, teu bogaeun hate kitu si Dion” “idihh jalma naon nu kitu sih, piceun wae dell jalma nu kitu, da baguslah kolo maneh geus putus mah allhamdulillah yah .” “iyaa sih Ris sesuatu banget, tapi kan yang nyuruh aku jadian ama Dion kan ka Fahri ,hayo kumaha coba?”“loh kok bisa? Terus kenapa kamu mau oneng ah.”“iya yah, yaudahlah yang lalu biarlah berlalu”* * *Fahri, dia kaka kelas Nada. Orang yang Nada suka, orang yang mengerti Nada. Entah kenapa akhir-akhir ini dia ga ada kabar, Nada kaget ketika Fahri menyuruhnya untuk jadian sama DION, cowok brengsek yang Nada pernah kenal.Gerutu Nada dalam hati .“sial lagi-lagi gue mikirin tu cowok, belom tentu juga dia mikirin gue .”Kali ini bukan di dalam hati melainkan teriak,hingga teriakan itu terdengar sampai luar kamar Nada.“akkkuuu kkaaannnggggeeennn kkkaaammmuuu FAHRI !!”Tiba-tiba adiknya Nada masuk kamar Nada, sambil bertriak juga dia berhenti di pintu kamar.“woooyy BERISIK !!!!”“yey suka-suka GUE, sana pergi lo dari kerajaan gue”“lagian males juga Karin masuk kamar lo ka”“yaudah sanah pergi !”“sabaar sih, kalo ribut lagi awas aja tak siram !”“SIAPA LO brani siram gue hah !”“siapa aja boleh.” Sambil menjulurkan lidah Karin menutup pintu dengan keras hingga menghasilkan bunyi yang cukup brisik.“sialan, tambah ngrusak suasana aja sih adik gue .. hah!” kesel Nada* * *Setelah berminggu-minggu Nada lost kontak, ternyata kabar buruk menimpa Nada. Tiba-tiba sebuah pesan baru muncul di layar hape Nada. Ternyata pesan Rara.From:RarapelloowNat, fahri ke rumah gue !gue kira dia ama lo, tapi yang gue kaget dia ama NIA, mantannya kaka kelas kita yang suaranya merdu itu.Membaca pesan dari Rara, seakan-akan hati Nada di tusuk-tusuk jarum, cekitcekitcekitcekit. Lagi-lagi Nada meneteskan air mata. Nada langsung tengkurep di atas bantalnya dengan penuh air dimatanya.“aku kira kamu yang terbaik. Tapi, kamu bikin aku jadi pribadi yang buruk, selalu buat aku jadi ngrasa sendiri dan kesepian,”gumam Nada sedih.Lagi-lagi hape Nada getar. Ternyata Rere, sahabat adell waktu kelas 10 yang tinggal di kosan dekat SMA. From: Rere reliableNat, barusan fahri datang ke kosan gue sama teh NIA. Sebenernya ada apa sih lo ama Fahri?Ko dia kesininya bukan sama lo ?Tanpa basa-basi, Nada langsung melempar HP-nya ke sofa sebelah kasurnya.“SEBENERNYA SEMUA INI MAKSUTNYA APA SIH !!GUE GA NGERTI FAHRI, APA YANG LO MAU DARI GUE !!CARA LO MANAS-MANASIN GUE, KAMPUNGAN TAU GA !!” teriak Nada* * *Ternyata Fahri ama Nia udah jadian. Nada termenung sejenak.“gue baru sadar ternyata si Fahri nyuruh gue jadian sama Dion karna dia pengen jadian ama Nia, cukup tau aja gue. Ya gue nyadar diri Nia kan seorang model, okelah no problem gue kalah materi, tapi jangan nyesel aja kalo gue lebih baik dari dia hahaha.”pikiran jelek Nada“dia udah bahagia dengan hidup dia sendiri, gue ga boleh ngrusak itu. Sekarang gue ya gue, dia ya dia. Sekarang mah ambil hikmahnya aja deh. Yang lalu yaudah sana minggat. Sekarang mah gak ada Nada yang selalu nangis gara-gara mikirin orang yang ga pernah mikirin gue. Semuanya CUKUP SUDAH !” jeritan dalam hati Nada.“sekarang gue janji, gue bakal mau pacaran lagi kalo sama DIA, mantan gue si KEVIN. Titik pokoknya. Emang salah gue ninggalin dia dulu. Gue khilaf banget. Maafin gue Kevin, gue yang salah. Sekarang gue harus nunggu lo, nunngu lo bener-bener putus sama cewe lo. It’s ok no problem .”Nada Optimis.* * * “Oktober FREAK, ngbetein aja sih ko pada aneh sih udah 3 orang nyatain cinta ke gue, gue yakin pasti ini cobaan yang tuhan kasih ke gue, Nada please jangan ke goda. Yyeaaahhh gue pasti ga akan ke goda, tetep Kevin ” bicara dalam hati sambil senyum-senyum kecil gitu.Tiba-tiba Nessa temen sebangku Nada melongo ngliat tingkah Nada yang aneh banget, senyum-senyum sendiri lagi.“Nat, lo gak papa kan?” Tanya Nessa heran“hah, apaan Nes? Maksudnya ?” si Nada balik Tanya“loh kok balik Tanya sih? Lo sakit ? apa lagi ga beres tu otak lo?dari tadi senyum-senyum sendiri aja, gue malah di cuekin”“hehehe gue gapapa kok, lagi seneng gitu.”“ahh curang lo, giliran GALAU, KESEL ke gue tapi kalo lagi seneng sendirian aja ”“hehe ni baru gue mau cerita NESSA SAYANG, lagian lo nya sendiri protes duluan ahahha”“ah kebiasaan lo mah ngomong gitu ah, buruan Nat cerita ke gue”desak Nessa“gapapa Nes, gue cuma seneng aja, gue dikasih pikiran yang positive ama tuhan, gue percaya tuhan udah ngerencanain ini semua. Dan tuhan ngejauhin gue dari Fahri gue tau itu pasti yang terbaik buat gue Nes ”dengan sangat yakin Nada mengatakan.sambil melihat dengan tatapan yang kagum, Nessa berkata pada Nada.“Nat, hari ini lo kenapa ko TUMBEN banget berfikiran gitu, ini baru SAHABAt gue ”“cie, lo kagum ya Nes ama gue?”dengan PD-nya Nada bilang sama Nessa.“ahh lo kalo udah dipuji dikit Kumat ke GeErannya” gerutu Nessa.“hehehe, Nes menurut lo, missal lo punya mantan sebut aja X, nah pas lo jadian ama si X itu sampe 1tahun gitu, terus putus deh lo yang putusin si X gara-gara hobby si X memperpanjang masalah yang sepele. Tapi setelah 10bulan kemudian lo baru sadar Cuma dia yang paling mengerti lo, paling setia ama lo, dan sekarang lo pengen dia balik lagi karna lo masih sayang banget ama dia. Terus masalahnya si X udah punya pacar? Gimana menurut lo Nes?gue butuh pendapat lo nih” pinta Nada.“kalo menurut gue, kalo emang guenya sayang banget ama si X, ya gue bakal tunggu dia ampe putus ama cewenya. Emang kenapa Nat lo nanya gitu?”“terus kalo, dia udah putus ama cewenya, lo bakal nglakuin apa ke dia supaya dia balik lagi?”Tanya Nada serius“ya gue bakal sms-in dia terus, bikin dia nyaman dideket gue kaya dulu. Kalo udah berhasil deketin dia, bakal gue Tanya tuh perasaan dia ke gue, sama ga kaya perasaan gue ke dia, GITU NAT !”“makasih ya bebep gue mmuuaacchh, thanks for your opinion.”sambil menyium pipi Nessa, Nada berlari keluar kelas dengan penuh semangat setelah mendengar pendapat dari Nessa. * * *Saat kau tak ada atau kau tak disiniTerpenjara sepiKu nikmati sendiriTak terhitung waktu tuk melupakanmu Aku tak pernah bisa aku tak pernah bisaDengan suara yang lantang Nada menyanyikan lagu ajeng “saat kau tak ada” dengan gitar kesayangannya. Dengan suara merdunya, Nada menyanikan lagu itu dengan penuh perasaan sehingga ia menjatuhkan air matanya. Tiba-tiba ia terhenti, sesuatu terjadi padanya.“kepala gue kenapa, ko sakit banget.” Sambil memegang kepala yang sakitnya, nada menaruh gitarnya disamping tempat tidurnya, dan ia pun tiduran di atas ranjang tempat tidurnya, hingga akhirnya Nada tertidur pulas.* * *sesampainya Nada dikelas.Nada lansung menghamipiri mejanya.“hey Nes, lagi ngapain lo?” Tanya Nada“biasa Nad, buat ulangan hehehe.” Jawab Nessa santai.“good job bebep, ntar gue liat ya.” Sambil tersenyum seakan memohon.“ah curang lo, tapi ada syaratnya?”“apa Nes?”“ntar lo jajanin gue ya?”“oke deh siap.”Nada langsung terdiam, dan lagi-lagi Nada merasakan sakit yang titik pusat sakit itu di belakang kepala Nada. Sambil menahan rasa sakit, Nada duduk dibangkunya.“Nat, lo kenapa?” Tanya Nessa sambil memegang pundak Nada.“sakit banget Nes…”“apanya Nat? lo bilang sama gue?tiba-tiba Nada sudah terjatuh dan tergeletak dilantai, segera Nessa membawa Nada ke UKS.10 menit kemudian, Nada siuman.“Nad, lo gapapa kan?” Tanya Nessa khawatir.“iya Nessa sayang, tadi gue juga gatau ko semuanya jadi gelap”“ulangan di batalin, gara-gara lo pisan.”“asik dong Nes.” Senyum Nada dengan muka pucatnya.“yey asik-asik, gue yang ga asik udah cape-cape bikin contekan, tapi belum selesai juga sih bikinnya hhehehe.”* * *5bulan kemudian.“gue bête, sampe sekarang Kevin belum putus ama pacarnya , gue bener-bener nyesel ninggalin elo, biasanya kalo gue kesepian lo selalu datang kerumah gue, nghibur gue, sekarang siapa yang bakal nghibur gue?bayang-bayang lo yang ga pasti . Gue bingung harus gimana.oh god please help me, im so tired for all about it” gerutu Nada pelan.“gue mau coba sms Kevin ah, tapii, sms , engga , sms, engga ,SMS!”to: myfirstlove gue Kevinhei kev,lo lagi apa ?gimana kabar lo sekarang?“gue ga yakin sms-nya bakal dibales kevin, dia pasti sibuk sms-an ama pacarnya Nabilla ”Nada membuka buku diary-nya, dan ia menulis beberapa kata.god, lepaskan aku dari derita yang tak berakhir saat dia tak ada disisiku.Nada berhenti menulis, Nada senyum kecil ketika HP-nya bergetar. Segera Nada meraih HP-nya di atas tumpukan buku-buku novel koleksinya.“sialaan, gue kira dari Kevin, ternyata operator” kesel NadaHp Nada bergetar lagi, “operator mau ngerjain gue lagi tah, ga ada kerjaan banget sih operator, ga punya temen sms-an ya jadi sms ga puguh ke gue” kesel Nada.pas Nada menekan tombol Q-pad tersebut, Nada langsung loncat-loncat gembira di atas kasur.“ayyyeee , sms gue di bales ama Kevin !!!!!!!!!!!!” saking gembiranya Nada lupa membuka isi pesan dari Kevin.from: myfirstlove gue Kevinhei Nat,gue baik aja ko.lo sendiri gimana kabar?gue lagi pusing mikirin cewe gue, to: myfirstlove gue Kevingue agak buruk, soalnya suka pusing gitu.Gue juga ga ngerti kenapa.gue belom sempet ke dokter.nyokap gue belum pulang dari bali.lo tau sendiri kan kalo gue kemana-mana ama lo, tapi itu DULU :’)yaudah lo harus sabar ngadepin nabilla,seperti lo ngadepin gue dulu from: myfirstlove gue Kevinyaudah gue anter ke dokter sini,meski lo bukan cewe gue lagi.nyokap lo mau percaya ke siapa lagi?selain ama gue?oia,dan masalahnya lagi gue udah putus sama Nabilla.“THANKKSS GOD, UDAH NGABULIN DOA GUE.GOD, GUE SENENG BANGET HARI INI, TEPATNYA MALAM YANG LAGI UJAN GINI jadi inget dulu, gue pergi nonton ama Kevin maksain ujan-ujanan di jalan, gue jadi pengen kaya dulu god ” senengnya dalam hati.to: myfirstlove gue Kevinbeneran lo mau nganterin gue ke dokter kev ?makasih banget yah kev, gue seneng banget ko lo putus sih ama Nabilla kev?from: myfirstlove gue Kevinkan gue yang nawarin, ya gue maulah.Nada oneng hehehebesok jam 11 gue jemput yah udah takdirnya Nat gue pisah ama Nabilla.udah dulu ya gue mau mandi nih Nat.bye Nada “gue bahagia banget god, bahagia banget , hari ini bakalan tidur nyenyak deh gue “* * *Bunyi klakson sudah memanggil Nada untuk keluar dari rumah .“bentar kev, gue lagi pake sepatu nih” ujar Nada“iyaa santai aja Nat”saut Kevin“yuk, gue udaah siap nih”ajak Nada“ya ayo, gue kan dari tadi nungguin elo”jawab Kevin“hehehe sorry kev”“udah belom Nat”“gue udah duduk dari tadi Kev”“kalo udah ya turun hahaha gue bercanda kok Nat”sesampainya didokter.“siang, siapa yang sakit?” Tanya dokter“ini dok temen saya, Nada.”jawab Kevin“iya saya dok” ucap Nada.“oh, ade ini, sakit apa? Ada keluhan apa?” Tanya dokter“ini dok, saya sering sakit kepalanya bagian belakang, kadang ilang kadang sakit banget sampe Cuma bisa tiduran nahan sakit” jawab Nada“coba diperiksa dulu yah, bagian mana yang sakit ?”sambil memegang kepala Nada dokter mencari sumber kenapa kepala Nada sakit.“nah disitu dok, sakit banget.”“ini semacam …” perkataan dokter terputus“dok, ada WC gak?kebelet nih”“itu disebelah wastafel “ jawab dokterSelama Nada ke WC, Kevin yang bertanya-tanya pada dokter.“dok, Nada sakit apa?” Tanya Kevin“kalo dilihat dari benjolan di kepalanya, itu seperti kista.”“loh? Dok bukannya kista itu Cuma ada di rahim aja?”“ga Cuma dirahim dik,”“kalau kista dikepala bahaya ga dok?”“bahaya, kalo di diemin aja, harus cepat diambil kelenjar di benjolannya. kalo dilihat dari benjolan dikepala Nada, kira-kira udah stadium 3.”“apa ada obatnya dok?”Tanya Kevin serius“ada tapi mahal dik, bisa sampai 750rb. Kalo ga diobati ya terpaksa di operasi, ngambil cairan yang ada dikelenjar kepalanya. Saya bikini resep obatnya dulu ya.”“oh gitu ya dok, makasih ya dok.”pas saat Nada keluar dari WC, tangan Nada langsung di tarik sama Kevin.“ihh apaan sih Kev, sakit nih” kesal Nada“ayo pulang.”“kok pulang Kev, kan belum tau kata dokter apa.”sambil di tarik keluar dari ruang periksa, Kevin berkata .“lo gapapa kok kata dokter, dokter bilang lo harus banyak istirahat aja Nat”Kevin mengeluarkan kertas dari jaketnya.“nih, jangan sampe ilang ya ni resep dari dokter”“loh? Katanya gue gapapa kok obatnya segini banyak Kev?mahal lagi” Tanya Nada heran“udah turutin aja apa kata dokter Nat”“iya aja deh buat lo mah Kev, apa sih yang engga.” Gombal Nada“yyeeyyyy elo malah nggombal Nat, daasssaaarrr”“hahaha, btw kita abis ini mau kemana?”Tanya Nada“ya pulang lahh, kata dokter lo ga boleh kecapean NYONYA.” Sambil ngotot gitu bilangnya“gue BT Kev dirumah ” jawab murung sambil menundukan kepalanya.“gue temenin Nat, tenang aja.” Sambil tersenyum“beneran Kev? Asikk hehehe.” senyum yang bahagia keluar dari mulut Nada.“ayoo pulang Nat.” ajak Kevin.“ayo Kev”* * *Sesampainya dirumah.“Nat, gitar lo mana? Gue pinjem dong.”“itu dikamar gue ambil aja.” Sambil menunujuk kearah kamarnya.“Kev, nyanyiin lagunya five minutes dong, gue kangen sama suara lo.”pinta Nada.“siap tuan puteri” ucap KevinEntah saking nyaman atau menghayati, akhirnya Nada tertidur di pundak Kevin.Kevin terdiam memandang wajah Nada yang cantik itu, dan Kevin pun berkata.“Nada, gue sayang sama lo, gue cinta ama lo, gue jadian ama Nabilla Cuma buat pelarian doang supaya gue ga inget lagi sama lo, supaya gue ga kesepian kalo lagi inget lo.”Kevin terdiam kembali, lalu memindahkan Nada ke kamarnya. Setelah Kevin sudah memindahkan Nada ke kamarnya, Kevin masih saja memandangi Nada, dan akhirnya Kevin mencium kening Nada.dan 1 kata bisikan kecil.“I love you Nada”Kevin keluar kamar mencari pembantu Nada.“bi…!!!bibi..!!” suara mencari bibi“iya, ada apa den Kevin.”“bi saya mau pulang dulu yah, tolong jagain Nada ya bi.”“siap den.”“assalamualaikum”“walaikumsalam den”* * *Pagi yang cerah, secerah muka Nada. Satu SMS masuk dari Kevin.from: myfirstlove gue KevinPagi Nat,maaf ya kemarin sore gue ga pamit ke elo.Gue soalnya gamau ganggu lo.oiyaa 1 lagi.gue sayang elo Nat.-ini ga salah kirim kan? Hahaha kalo salah kirim ngapain musti ada nama gue, pasti itu buat gue… asiiikkk- Nada gembira dalam hatito: myfirstlove gue Kevinoh santai aja Kev, seharusnya gue yang minta maaf.guenya aja yang malah ketiduran.hehe nyaman sih guenya wkakakakak becanda dinkgue juga sayang kok sama elo Kev hehehe from: myfirstlove gue KevinMulai sekarang sekolah gue jemput elo ya, buru sana mandi.ntar gue jemput, gamau tau .-lagiseriusnih-To: myfirstlove gue Keviniye bawel amat si elo Kev.gue mau mandi dulu.bye jelek.20 menit kemudian.“bunyi klakson itu familiar banget, pasti Kevin” jawabnya PedEsetelah keluar luar rumah.“anjriit dugaan gue salah, tukang laundry ternyata hahaha nah itu dia pangeran gue datang”“pagi tuan puteri.”sambut Kevin“pagi Kev, ayo berangkat nanti telat.” Sambil melihat jam tangannya.“yauda atuh buru kamunya teh naik Nat”“hehe iya Kev.”sesampainya di sekolah Nada.“ntar pulangnya gue jemput ya Nat.”“Siap komandan.”* * *Setiba dikelas .“Nessa, !!” teriak Nada“apaan sih Nat, pagi-pagi udah teriak” ucap Nessa“gue seneng hari ini, si Kevin berubah drastic sama gue, ternyata perjuangan gue nungguin dia ga sia-sia Nes , lo percaya ga tadi gue baru dianter ama Kevin.”“terus gue harus bilang WOW gitu?”geram Nessa“Nes ko elo gitu banget sih sama gue . Gue kan Cuma mau niat baik sama elo, gue cerita ke elo, lo ko malah marah gitu sama gue ” kecewa Nada“hahaha kena tipu ! gue bercanda kali Nat.” “tapi bercandanya ga lucu, gue kaget banget elo bilang gitu.”“hahaha ah elo di bercandain dikit aja langsung manyun gitu sih? Payah lo” ucap Nessa“Nes, lo udah belajar ekonomi belom buat ulangan? Gue belom nih, gue kmaren sore ketiduran saking nyamannya deket Kevin hehe” “whuu dasar keenakan itu mah, udah tenang aja, kan gue pakarnya ekonomi hahaha”“iya deh elo pakarnya, makanya jangan pelit ama gue yah ” rayu Nada.“sip sip Nat.”“oia Nes, tadi malem Fhari sms gue gitu, dia nyesel katanya PHP-in gue, dia sekarang udah putus ama Nia, Nia-nya selingkuh ama temen modelnya hahaha kasian banget ya. Ternyata ya Nes.”“iya Nat, udah ah jangan ngurusin Fahri, kan dia Udah KADARLUARSA di hati elo.”mereka berdua sama-sama tertawa.* * *Bel sekolah sudah bertriak 3x kepada murid-murid. Waktunya pulang sekolah, ternyata jam yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.“Kevin mana ya? Ko belom jemput gue.” Sambil mencari motor Kevin di jalanan.5menit kemudian akhirnya Kevin datang.“elo kok manyun sih Nat? ga seneng gue jemput?”“gue bukannya ga seneng, tapi gue bête nungguin elo nih .” Manyun mode on.“maaf ya tadi ban motor gue bocor dideket sekolah gue, maaf gue nyesel Nat.”“forget it Kev, c’mon back to home.”“wait wait, I want to say with you, it’s serious”“any problem with you Kev?why?”“no, I don’t have a problem.”“so, why ?”“mmmmm, I want you back in my life.”“hahhh? Maksud lo? Gue ga ngerti?”“isshh, gue pengen lo balik ma gue, ngerti?”“ohh iya ngerti, terus lo mau apa?”“ya gue mau lo jawab sekarang BODOH.”“yeaahh kalo lo bilangnya gitu gue gamau balik ama elo ah” bercanda Nada“iya deh, tuan putri, elo mau balik ama gue ga?”“iya gue mau balik ma lo, dan gue mau balik kerumah juga nih”“iyaa deh sayang kita pulang”“cie mulai sayang-sayangan hahaha”Menurut Nada hari ini adalah hari yang paling terbaik di bulan November, tepatnya tangal 9 november 2011. Dimana ga ada lagi yang namanya berkhayal tentang Kevin. Semuanya sekarang udah jadi kenyataan . * * *“entah kenapa rasa sakit ini jadi teramat sakit sekali, ya tuhan sakit banget, sebenernya aku kenapa, sakit banget ya tuhan sampe aku ga bisa bangun dari tempat tidur ini.” Ucapnya dalam hatiNada meraih ponsel yang ada di sebelah bantalnya, dan langsung mengSMS Kevin.to: myfirstlove gue Kevin.yang, kamu lagi sibuk ga ?from: myfirstlove gue Kevin.Engga sayang, kenapa yang?to: myfirstlove gue Kevin.Kamu kerumah aku dong yang, please banget :’(from: myfirstlove gue Kevin.Iya yang sekarang aku kerumah kamu yah sesampainya Kevin dirumah Nada.“kamu kenapa yang? Ko pucet banget sih ?” Tanya khawatir Kevin.“gatau yang, kepala aku sakit banget, ngelebihin yang kemarin, rasanya kaya mau pecah, mata aku juga jadi berat banget, yang please buat hari ini aja kamu nginep dirumah aku yah, aku lagi ga pengen jauh dari kamu, aku gamau kamu pergi.” Ucap Nada sambil meneteskan air mata“iya aku nginep sini hari ini, kamu udah minum obat belum sayang?”Nada hanya menggelengkan kepalanya.“kenapa belum diminum?sekarang obatnya mana?”“aku belum beli obatnya, resepnya aja masih di tas aku, kata kamu aku gapapa, jadi aku ga beli obat itu”“sayang ko kamu ga nurut sama aku, yaudah besok aku anter ke dokter lagi ya.”Nada menganggukan kepalanya.“Kev, boleh aku tidur di bahu kamu? Aku pengen banget meluk kamu pokoknya aku gamaau kamu jauh dari aku.”Akhirnya Kevin memeluk Nada.* * *“Nat, bangun Nat.”Sudah berkali-kali Kevin membangunkan Nada, tapi ga ada hasilnya. Akhirnya Kevin membawa Nada kerumah sakit. Dan dokter mengatakan kalau Nada koma.Kevin hanya menunduk di atas ranjang yang ditiduri Nada saat itu.“Nada, please bangun.” Sambil meneteskan air mata Kevin berusaha membangunkan Nada.Pada hari ke4, Nada terbangun dari koma.“KEV..” suara Nada “allhamdullilah, Nad akhirnya lo bangun juga.”“Kev, aku ga bisa nahan rasa sakit ini, aku juga susah ngatur Nafas.”“kamu pasti kuat ko sayang, oia tadi mamah kamu nelpon katanya minggu depan dia pulang.”“Kev, aku pengen meluk kamu.”akhirnya Kevin memeluk Nada.“Kev, maafin aku tapi aku ga kuat untuk sakit dikepala ini Kev, sakit banget. Aku pengen kamu ga akan pernah ninggalin aku, aku pengen kamu jadi cinta terakhir aku, walaupun nanti aku bukan cinta terakhir kamu. Kev, kalau aku pergi sekarang gapapa kan?” Tanya Nada sambil meneteskan air mata.Kevin melepaskan pelukan dari bahu Nada.“walaupun ini sulit banget bagi aku, aku relain kamu Nat, karna aku sayang banget sama kamu, aku ga mau ngliat kamu nangis nahan rasa sakit yang kamu rasain.”Dengan banyak air mata yang menetes di wajah cantik Nada, Nada mengucapkan kata terakhirnya.“kev, tuhan baik banget ya sama aku, tuhan udah ngabulin doa aku, doa supaya kamu balik sama aku. Dari dulu sampe sekarang rasa cinta aku ke kamu tuh ga berkurang Kev, aku pengen kamu jaga cinta aku ke kamu. Dan aku pengen sampai kapanpun kamu jangan pernah ngelupain aku. Sekarang aku pengen tidur, kamu jangan bangunin aku ya.”Nada langsung menutupkan matanya.Ternyata Nada tertidur untuk selamanya, dan Kevin langsung meneteskan air matanya sejenak, dan ia pun langsung memanggil dokter. Lalu Kevin kembali ke kamar yang di tempati Nada, untuk yang terakhir kalinya Kevin mencium kening Nada.Kevin memegang tangan Nada, tetapi ditangan Nada ada secarik kertas yang Nada tulis sebelum ia pergi.Tuhan terimakasih, atas semuanya yang engkau berikan kepadakuwalaupun hanya sesaatKau mengembalikan orang yang amat ku sayangSampai pada saat ini, ia masih di sampingku sekarangTapi aku tau tuhan, ga selamanya ada dia di samping akuTerimakasih untuk dirimu yang aku cintaiYang telah menjagaku tanpa rasa lelahMungkin tuhan telah mentakdirkan kita untuk kembaliDan di pisahkan untuk selamanyaTapi percayalah aku kan selalu ada di hatimuMungkin ini akhir dari kisah kita :’)selamat tinggal .* * *Hari yang sangat kelabu, disaat Nada di makamkan. Nessa, Rere , Rara dan teman-teman Nada lainnya tak hentinya meneteskan air mata.Sewaktu Nada ditaruh di atas Tanah yang baru di gali, Nessa sahabat Nada pingsan, tak kuasa Nessa menahan rasa kehilangannya, bayangkan Nessa 1tahun setiap hari disebangku dengan Nada.Nessa masih belum bisa melupakan ketawa Nada yang sangat khas.Setelah semua orang pada meninggalkan pemakaman, hari tertinggal Kevin seorang diri di sebelah batu nisan Nada, orang yang dia cintai.“Nat, semoga elo bahagia ya disana, semoga kelak nanti kita dipertemukan disana. Gue sekarang mau pulang ya, gue sayang elo Nat.”Disaat Kevin pulang dari pemakaman, ia langsung menghampiri parkiran motor yang berada diseberang jalan. Tanpa melihat kanan-kiri, Kevin pun langsung menyebrang, dan tanpa ia sadari mobil yang sedang melaju kencang menghampirinya. Kevin pun tewas ditempat.Dan akhirnya Kevinpun dimakamkan tepat disamping makam Nada.==========SELESAI==========Fb : adell qodell@ondelladell

  • Cerpen Remaja: PENANTIAN CINTAKU

    PENANTIAN CINTAKUOleh: Rian sulaeman farhi Penantian kata itu yang selalu terucap di bibir ku,hanya berharap dan menanti kau datang dan mengambil cinta dariku. Awal bulan February pun telah berlalu hampir 3 bulan lebih aku menantinya berharap apa yang aku nanti bisa ku dapatkan kembali. Namun apa semua nya di luar dugaan ku,tak kusangka penantian ku selama 3 bulan ini akan menjadi sia-sia hanya karna kau telah mempunyai cinta yang lain.Kecewa,terluka yang aku rasakan saat itu. Hamparan penantian kosong yang kini masih tertinggal di kehidupan ku, tak tau apa yang harus aku lakukan lagi semua nya terasa berat aku jalani.Hari-Hari ku yang dulu ceria kini menjadi suram aku hanya bisa terdiam membisu memikirkan apa yang telah terjadi padaku, seakan-akan aku tak percaya dengan semua ini, sesekali aku berfikir mungkin ini hanya mimpi bukan kenyataan. Namun setelah aku terbangun ternyata semua nya bukan mimpi, kini kau telah bahagia dengan cinta yang lain.Saat itu aku yang duduk di kelas XII di sebuah sekolah swasta di daerah plered-purwakarta. Mengalami defresi berat karna semua di luar dugaanku. Kehadiaran ku di sekolahan pun menurun, aku yang tadinya tak pernah membolos kini sering membolos hanya karna memikir kan cinta dan wanita saja. Surat dari kepala sekolah dan guru BP pun berdatangan. “Asslamualikum.wr.wb.”Kepada orang tua murid saya selaku wali kelasnya Rian Sulaeman Farhi meminta ibu/bapak untuk hadir kesekolah membicarakan kehadiaran rian selama 1 bulan ini.Begitu lah isi surat panggilan untuk orang tua ku dari sekolahan ku yang sempat aku baca. Sesampainya surat itu kepada kedua orang tua ku mereka marah besar kepada ku,kecewa dangan apa yang telah aku lakukan sehingga surat panggilan dating dari sekolah.Aku yang sedang duduk di kursi saat itu sambil mengotak-atik Hp ku tiba-tiba . . . . “GUPRAKKKKKKKKKK” . . . .Sebuah suara di atas meja yang ada di depan ku, saat aku lihat ternyata tangan mama yang sedang memukul meja dengan sebuah surat di tangan. Kaget saat aku melihat nya.“ini yang di namakan sekolah . . . . . .?” Terdengar jelas di telinga ku suara kemarahan dari mama,aku hanya bisa terdiam saat itu menyesali apa yang telah aku lakukan. Mengecewakan sosok seorang mama.“maafin aku mama . . .” Ucapaku dalam hati kecil ini,Terdengar mama menangis seperti tak percaya dengan apa telah aku lakukan. Hanya gara-gara sebuah cinta dan wanita aku harus melihat mama menetes kan air mata. Saat itu aku mencoba untuk melupakan apa yang 3 bulan lalu terjadi, kini mama udah kembali lagi ceria dan mau memaafkan kesalahan ku.“aku janji sama mama aku gak akan ngecewain lagi mama dan buat mama meneteskan air mata untuk yang kedua kali nya” Kata itu yang aku ucapkan kepada mama.“makasih nak, belajar lah yang rajin mama gak mau liat kamu susah. Karena kehidupan sesungguhnya akan kamu rasakan nanti setelah kamu berkeluarga.” Jawab mama yang penuh senyum dan sambil mengelus pundak ku, seperti mama gak mau melihatku mempunyai beban.* * *Mentari pagi pun mulai terbit seperti biasa mama yang selalu bangunin aku buat sekolah, sesampainya aku di sekolah dan duduk di kelas hanya lamunan yang aku perlihat kan kepada temen-temen dan semua orang.Terlalu pahit penantian ku terhadap mu,hamparan luka yang kini aku terima walau pun aku udah janji sama mama untuk melupakan itu semua namun sulit bagiku, bayangan nya selalu menghantui hidup ku semakin aku mencoba melupakan nya semakin sakit hati ini. Seperti tak ada cara lain hanya diri mu yang mampu mengobatinya. Sesampai nya aku di rumah lamun lagi yang aku perlihatkan, sesekali mama memperhatikanku.“anak ku lagi terluka dan patah hati” Goda mama kepada ku.“apaan sich mama ini . . .” Jawab ku sambil sedikit tersenyum karna gak mau melihat mama ikut sedih.“udah gak usah bohong sama mama, mama juga tau kok. Karena mama juga kan pernah muda kaya kamu, jadi pernah ngalamin.“ Jawab mama sambil menghibur ku agar aku gak terus-terusan terpuruk dalam kesedihan.“bener gak ada apa-apa kok mama , , , , !!!!! ya, iya atuh mama pernah muda masa mama tua dulu sich?” Balas ku menggoda mama.Obrolan pun berlanjut tak terasa sore pun telah tiba,saking asyik nya ngobrol ama mama sampai-sampai aku lupa tadi mau makan siang. Canda tawa yang tadi bersama mama hilang sudah saat aku kembali ingat sosok bayangan nya lagi, entah kenapa bayangan nya terus menghantui, rasa rindu kepadanya pun semakin menjadi walau aku tau dia kini bahagia bersama orang lain. Hanya penantian dan harapan yang masih aku simpan untuk nya walau aku sendiri tak tau sampai kapan penantian ini akan berakhir.MY LOVE KU IKA YANG S’LALU AKU TUNGGU.e-mail: kalongrian@ymail.comfacebook: Rian Ygkans'lalucyanq Ikhac'lamanyatwitter: @riankalong

  • Cerpen Lucu Mis. TULALIT part 2 {Update}

    Inget cerita mis tulalit sebelumnya? Soalnya kali ini admin muncul dengan lanjutan Cerpen lucu mis tulalit part 2. Secara kalau di end gitu aja kan nggak asik. Ngomong – ngomong cerpen yang satu ini tokoh tokohnya semua admin ambil dari nama temen – temen sekolah Admin dulu lho. Wkwkwkwkwk, nggak papa lah, toh mereka nggak ada yang baca ini. #krik #krikNah, biar nggak kebanyakan bacod mendingan kita langsung baca aja yuk. Cekidot…Cerpen lucu Mis TulalitLetak rumah April memang tidak terlalu jauh dari sekolahnya, sehingga biasanya ia pulang-pergi hanya perlu berjalan kaki barengan sama Sri yang rumahnya tepat didepan rumah April. Sambil terus berjalan tak jarang mereka saling mengobrol dengan topic yang beraneka ragam. Dari hal yang penting sampe yang tidak penting sama sekali selalu berhasil menjadi pembahasan di antara mereka. Suatu hal yang tidak akan bisa mereka lakukan lagi sekiranya waktu telah berlalu dan masing – masing sudah melanjutkan jalan hidupnya sendiri sendiri. Saat – saat yang pasti akan mereka rindukan kelak nantinya.“Oh ya, senin besok kan udah mulai tryout nih, gimana persiapan kalian?” tanya Minda. Kebetulan hari ini ia juga jalan kaki begitu juga Gia dan Nia. Lagi pula mereka memang tinggal dalam satu kompleks.“Kalau gue sih udah siap luar dalam,” balas Sri yang memang terkenal kutu tumo, eh salah maksudnya kutu buku.“Memangnya kamu nyiapin daleman buat apa?” tanya April heran.“Kok daleman sih? Gila loe,” semprot Sri cepat. “Maksud gue itu luar dalem. Kalau luar misalnya pencil, penghapus, ruler sama peralatan ujian lain lah pokoknya. Sedangkan dalam maksudnya ngapal materi yang buat diujiankan. Bukannya pakaian dalam. Nggak nyambung banget sih loe.”“O… kirain,” April mangut-mangut paham.“Dasar Mrs. Tulalit,” ledek Gia ikutan nimbrung.“Jadi loe udah nyiapin luar dalam juga nggak pril?” tanya Nia tiba – tiba.“Kalau dalamnya sih adalah dikit-dikit tapi kalau luarnya udah belom ya?” April mencoba mengingat-ingat.“Ah elo, ditanya malah balik nanya. Gimana sih,” Nia sewot.“Memangnya loe kemaren udah beli peralatannya belom?” tanya Sri.“Kalau nggak salah sih kemaren udah. Tapi gue taruh dimana ya?”.“Ya Allah April. Ampun deh.”“Lama-lama kayaknya sakit loe makin parah ya?” tambah Gia yang nggak habis pikir akan sifat lupa sahabat nya yang satu ini. Nia, Minda dan Sri juga hanya bisa menatap April miris, sementara yang di tatap justru malah tengelam dalam ingatannya sendiri. Ingatan yang ia harapkan bisa menemukan peralatan sekolahnya.Begitu sampai dirumah, April langsung masuk ke kamar dan mencari peralatan sekolahnya. Pas ia mau membuka pintu lemari tempat ia menyimpan barang-barang, pintu tersebut terkunci rapat. Terpaksa ia harus mencari anak kuncinya terlebih dahulu karena ia lupa kemaran naruh dimana. Seingatnya sih di laci meja belajar, tapi kok nggak ada. Diatas pintu dan jendela yang biasa ia taruh sembarangan juga nggak ada. Bahkan dikolong meja, kursi, lemari sama tempat tidurnya juga hasilnya sama. Nihil!Ditengah keputus asaannya akhirnya April menemukan benda mungil tersebut. Ternyata kuncinya ada di dalam Vas bunga meja belajarnya. April baru ingat kemaren waktu ia buru-buru mau keluar tu anak kunci memang ia selipin si situ.“April sudah siang nih. Makan dulu!,” terdengar teriakan mamanya dari dapur.“Ia ma, bentar. April mau ganti baju dulu!” sahut April balas berteriak.Selang sepluluh menit kemudian, April melangkah keluar dari kamar dengan mengenakan pakaian yang biasa ia kenakan saat di rumah. Dengan langkah ogah-ogahan ia berjalan menuju kedapur. Hatinya sudah bisa menebak apa yang terhidang di meja makan. Pasti tumis kangkung sama sambal kacang kalau nggak sama tempe goreng. Tiap hari kangkung kangkung kangkung. Mentang mentang tinggal ngambil dibelakang rumah. Memangnya kambing apa, gerut April dalam hati.Setelah mengambil piring dan sendok April duduk dan menbuka tudung saji. Begitu melihat apa yang terhidang dihadapannya, ia langsung kaget. Dikucek-kucek matanya kali aja salah melihat, tapi enggak. Dicubit lengannya sendiri keras-keras “Auww sakit,” jerita mengaduh keluar dari mulut April. Jadi dugaan kalau itu mimpi segera sirna.Ia heran apa yang ada dihadapannya bukanlah seperti yang ia bayangkan sebelumnya. Kini yang terhidang diatas meja adalah nasi dengan lauk rendang daging, gulai ayam, tumis mie dan tiga butir telor rebus. Ditambah acar mentimun, lengkap dengan kacang dan nenasnya, walaupun nggak ketinggalan tumis kangkung dan ikan asin goreng.“Lho Pril, makanannya kok cuman dilihatin aja?” tanya mama yang baru muncul dari belakang, heran karena April bengong melototi makannya.“Makanan segini banyak datangnya dari mana?” tanya April.“O, itu. Tadi budemu yang mengantarkannya kesini. Kemarenkan anaknya baru nikah, jadi bikin acara kenduri walimah, dan kebetulan sisanya masih banyak banget. Makanya dibawa kesini,” terang mama kemudian.“Coba aja ya ma, tiap hari kita makannya kayak gini! kan enak. Ini nggak asyik kangkung terus!” komentar April berandai – andai.“Sudah jangan ngayal kamu, kan masih untung bisa makan pakek sayur, walau Cuma sama tumis kangkung dari pada hanya pekek garam,” sergah mama menasehati.Mendengar ia April tidak berkomentar apa – apa lagi. Lagi pula apa yang mama katakan sepenuhnya benar. Sekiranya ia selalu mengharapkan sesuatu yang lebih tanpa meresapi apa yang ia punya kapan ia bisa belajar bersukur. Akhirnya disendokannya nasi dan mulai memakan makannya. Kali ini April makan dengan sangat lahap, bahkan ia sempat nambah. Selesai makan ia langsung menuju kekamarnya untuk kembali mencari peralatannya yang masih belum ia temukan.“Ma, ada lihat penghabus April nggak?” teriak April dengan suara kenceng. Karena kebetulan ia sedang ada di kamar, sementara ibunya sendiri sedang berada dibelakang.“Apa?” sang mama balas berteriak.“Lihat karet penghapus April nggak…..???!!!!” kali ini suaranya lebih kenceng karena sepertinya mama masih nyuci dikamar mandi.“Apa……? Ada tikus….!”Dengan tergopoh-gopoh mama datang lengkap dengan sapu lidi ditangan“Mana Pril…..! tikusnya…..?” tanya mama April kaget.“Bukan tikus mama…! Tapi karet penghapus. Mama ada lihat karet penghapus April nggak?” terang April.“Kamu ini. Mama kira ada tikus, nggak taunya karet penghapus.”Lah ini kenapa malah April yang kena marah. Ia tadi kan hanya bertanya. Lagi pula siapa yang salah coba. Orang di bener ngomong penghapus. Kalau mama yang salah nangkep harus nya itu bukan salahnya donk.“Yah mama. Kan mama yang nggak denger. Jadi gimana? Mama ada lihat nggak?” ulang April kesel. Pertanyaanya saja belum di jawab, eh ia malah di marahi.“Nggak tuh. Digudang kali. Sudah cari sendiri aja, mama lagi nyuci, kamu ganggu aja,” jawab mama sambil berlalu meninggalkan April dengan tampang bingungnya.“Ah mama, suka ngasal banget si. Hari gini nyari penghapus di gudang,” sungut April sembari melanjutkan pencariannya.Tapi dicari bagai mana jugak tetap nggak ada, bahkan April telah membongkar tumpukan bukunya berkali-kali, siapa tau terselip, tetapi hasilnya tetap. Nihil!.Saat sedang kebingungan, telinga April menangkap suara sumbang Bintang, adiknya yang sedang melantunkan lagu ‘Masih disini masih denganmu’ milik goliat band yang lagi ngetren di TV. Sepertinya adeknya baru pulang dari jalan-jalan.“Bintang loe ada lihat karet penghapus kakak nggak?” tanya April langsung begitu ia melihat batang hidung adeknya.“Karet penghapus?” Bintang balik bertanya.“Ia….! mereknya Fabercastel. Warna putih, loe ada lihat nggak….??!!” tanya April lebih mendetail.Bintang terdiam. Mencoba mengingat – ingat apa yang di ucapkan kakaknya barusan“O…! Itu. Bintang pakek buat ngganjal meja belajar, habis tinggi sebelah. Jadi goyang-goyang. Kebetulan Bintang liat ada karet penghapus kakak yang nganggur. Ya sudah. Bintang pake deh,” terang Bintang dengan tampang watados alias wajah tanpa dosa sama sekali.“Apa?!” April tampak kaget sekaligus tidak percaya.“Ya…. Sory… Kirain nggak dipakek. Lagian Bintang temuin ada dikolong tempat tidur kakak. Ya udah Bintang ambil. Habisnya kalau pakek kertas, takut nanti malah ada kecoaknya. Hi…” terang Bintang sambil bergidik ngeri membayangkan apa yang terlintas dalam benaknya barusan.“Dengkul mu ditaruk diotak ya…..???!! Eh salah otak loe ditaruk didengkul ya. Aneh-aneh aja kelakuannya, kenapa nggak sekalian buat ngeganjal rumah aja?!” omel April tidak kira – kira. “Kekecilan kali kak. Lagian sejak kapan rumah kita bisa goyang-goyang…” balas Bintang santai.“Udah sini balikin,” perintah April tidak sabar.“Iya ,bentar. Bintang ambil dulu.”Bintang langsung menuju kekamarnya. April hanya menunggu diluar dengan hati mayun.“Nih,” kata Bintang sambil menyerahkan penghapusnya ketangan April. April cengo ketika menatap benda mungil yang kini dalam gengamannya. Bintang benar benar makhluk yang tidak berperasaan. Penghapusnya kini telah berada dalam kondisi tragis. Selain sudah patah jadi dua persis kayak lagunya ‘alda’ karena tidak kuat menahan beban meja, Warnanya juga sudan nggak karu – karuan. Dari putih polos menjadi abu-abu dengan bintik-bintik hitam.“Kok jadi gini sih?!” April nggak terima.“Ya. Emang begitulah keadaannya,” sahut Bintang dengan logat drama.“Nggak bisa! Pokoknya loe harus ganti.”“Mau ganti pakek apa, Bintang aja nggak punya duit buat beli.”“Kakak nggak mau tau pokoknya loe harus ganti,” April ngotot.“Ada apa sih ni. Kok ribut-ribut,” tanya mama yang baru muncul karena mendengar suara gaduh.“Bintang ni ma. Masa karet penghapus April di pakek ngeganjal meja belajar dia, terus dikembalikan kondisinya udah kayak gini,” April sambil menunjukkan karet penghapus yang ada ditangannya.“Lho?! Kan malah jadi dua?” tanya mama heran.“Mama gimana sih, ini kan jadi dua karena patah.”“Tapikan masih bisa dipakek.”“Dipakek gimana? La wong kotor gini. Banyak debunya, terus jadi item kayak mukanya dia,” kesel Arpil sambil menujuk lurus ke wajah adiknya. “Entar kalau dipakek, yang ada kertas ujian April malah rusak,” tambah April lagi.“Ya sudah. Jangan marah-marah. Nggak enak di denger tetangga. Lagi pula kamukan bisa beli lagi. Lagian adikmu pasti nggak sengaja.”“Bener ma,” timpal Bintang cepat. Merasa diatas angina karena ada yang belain.“Mama kok jadi belain dia sih?! Jelas – jelas dia yang salah. Lagian Arpil uang dari mana coba?!”“Kalo gitu pakek aja nih uang mama,” ujar mamanya sambil merogoh saku dan memberikan uang pada April.“Seribu…..!!! Buat apaan…..??!! Mana cukuplah ma….!!”“Mama adanya cuman segitu. Ya kamu tambahin aja, pakek uang jajan kamu. Udah mama mau kebelakang dulu, mau menyelesaikan cucian, jangan ribut-ribut lagi.”Selesai berkata mama langsung meninggalkan mereka, Bintang juga langsung cabut entah kemana, takut disemprot lagi sama kakaknya. Dengan perasaan mayun April kembali masuk kekamar, langsung rebahkan kasur dan tertidur pulas.Cerpen lucu mis tulalit ~ 02Waktu baru menunjukkan pukul tujuh kurang lima belas menit, tetapi suasana kelas April terdengar sangat gaduh sekali, hampir semua siswa sudah datang, maklum hari ini adalah hari pertama ujian try out.“Nia kamu punya pencil berapa?” tanya April.“Satu.”“Kalau ruler…..?”“Satu juga.”“Kalau karet penghapus?” tanya April lagi.“Sepuluh… “jawab Nia nyasal, habis temannya yang satu ini ada-ada saja pertanyaannya.“Sepuluh?!” wajah April tampak sumeringah“Ada apa sih? Heran gue, masih pagi ni. Jangan bikin yang aneh-aneh dulu deh.”“Siapa yang aneh. Loe kali, masak cuman nanya karet penghapus doang nggak boleh. Tapi beneran loe punya karet penghapus sepuluh?”“Ya enggak lah. Secara buat apaan. Satu aja nggak abis ngapain gue pake sepuluh coba.”“Tu kan loe yang aneh, jadi orang plin-plan banget sih. Belum juga ada lima menit April nanya, udah bikin orang bingung. Sebenarnya yang pantas dipanggil Mis Tulalit tu siapa sih,” sungut April kesel.“Bener – bener deh loe pri. Kayaknya ngomong sma loe harus lurus aja ya,” Nia geleng geleng kepala.“Akh, dasar elonya aja yang kebanyakan belal – belok. Ditanya beneran juga. Loe itu punya karet penghappusnya satu atau sepuluh?”“Satu,” balas Nia singkat dan padat.“Tinggal jawab satu aja molornya kemana-mana. Nggak tau apa Time is money.”“Time is Money. Heh, sok gaya banget sih loe," cibir Nia. “Tapi buat apa sih pagi-pagi loe nanyain peralatan segala?” tanya Nia heran.“April nggak punya karet penghapus,” sahut April dengan raut sok sok an di buat lemes. Sengaja mencari simpati Nia yang kini menatapnya.“Pensil ama ruler juga……??”“Bolot juga ya loe. Sama kayak mama dirumah. Kan tadi April bilang cuman karet penghapus.”“Kalau gitu ngapain tadi nanyain pensil sama ruller gue?” tanya Nia tidak mengerti.“Sekedar basa-basi. Ya biasalah tradisi orang Indonesia. Loe belom tau ya? Makanya kalau baca tu koran sindo, jangan koran kiloan,” lagak April sok menasehati.“Basa basi apaan. Ini tu basa-basi, tapi bahasa basi. Tadi bukannya sok time is money”“Eh lupa..” April cengengesan.“Kalian berdua kenapa sih…..? Pagi-pagi udah cek-cok, bukannya siap-siap buat try out, padahal kan udah bel, pasti bentar lagi pengawas datang,” sela Sugeng yang dari tadi hanya menonton ulah keduanya.“Gara-gara Mrs. Tulalit nih…. Dodol,” ledek Nia.“Heran, sama – sama dodol kok ngatain orang dodol,” gumam Izal santai tanpa memperduliakn Nia yang melotot padanya.“Enak donk,” balas April tak kalah santai. Secarakan dodol makanan favoritnya. Apalagi kalau dodol Garut. Mak nyoss.Nia sudah ingin buka mulut, tetapi terpaksa dibreack dikerongkongan dan kembali ditelan keperut, pasalnya dua orang pengawas sudah ada diambang pintu. Siap dengan setumpuk soal ditangan.Suasana kelas langsung hening, persis dikuburan, masing-masing konsentrasi sama soalan bahasa indonesia, bahkan sangking heningnya sampai suara sayap nyamuk yang berterbangan pun terdengar. Baiklah, bercanda. Suara nyamuk berterbangan terdengar bukan karena suasana hening tapi karena kebetulan sekolahan mereka memang berada di dekat kebun karet (???).Tepat pukul 09:30 WIB semuanya harus mengumpukan semua jawaban berserta soal. Selanjutnya istirahat setengah jam, baru nanti pukul sepuluh dilanjutkan dengan soalan bahasa inggris“Bagaimana Pril, soalannya tadi. Susah nggak?” tanya Nia sambil duduk disampingnya. Selama ujian mereka memang duduk berjauhan karena pembagian kursi berdasakan abjad. “Tengan aja. Pokoknya kalau sama April dijamin deh, semuanya pasti rebes,” sahut April tegas. Nia hanya mencibir sambil mengelengkan kepala prihatin. Secara yang di maksut sahabatnya rebes, bukan beres.“Tapi nggak papalah Pril, tenang aja inikan baru try out,” ujar Jumy menyemangati. Sementara sebelah tangannya dengan santai menyuapkan bakwan goreng yang di beli di warung mbak yem tadi pagi. Karena tak sempat sarapan di tambah tadi juga sudah langsung masuk kelas gadis itu memang sengaja menyembunyikan makanannya di dalam laci meja.“Iye ke…” ledek Dedew sinis. Setelah mengemasi peralatan tulisnya ia bangkirt berdiri. “Eh keluar dulu yuk, cari angin segar dulu,” ajak Dedew sambil melangkah keluar disusul teman temannya yang mengekor di belakan.Selang beberapa waktu kemudian detengan bel kembali terdengar tanda ujian selanjutnya segera di mulai. Masing masing siswa dan siswi kini sudah siap dihadapan meja masing masing. Dan April sendiri benar-benar dibuat pusing tujuh keliling, pasalnya dari 50 soal yang diberikan nggak ada satu pun yang nyangkut diotaknya. Abis bahasa inggris yang ia tau hanya ‘yes’ dan ‘no’ doank.April ngelirik Izal, tapi Izal sama sekali tidak menoleh kearahnya. Begitu juga dengan zofa dan Idah. Mau minta tolong sama Nia, posisinya tidak memungkinkan banget. Apalagi ia duduk tepat dihadapan meja pengawas. Apa akalnya? Apalagi jarum jam di dinding terus perbutar. Sampai kemudian April mendapatkan ide yang super brilian gila. Mau tau?. Nggak usah deh, soalnya rahasia. Ntar kalau dikasi tau pada niru kaya April semua. So untuk kebaikan kita semua, mending di sensor saja ya. Waktu terus berlalu, tanpa terasa sudah menunjukkan pukul 11:00 lebih 30 menit, masih tersisa setengah jam lagi sebelum bel bertanda pulang terdengar . Tapi April tenang-tanang saja, duduk diam sambil memainkan tutup bulpennya, dibuka dipasang, dibuka lagi, trus dipasang. Kok bisa santai? Ya iyalah, secara ke 50 soal yang diberikan sudah terisi semua.“Lho April, kok kamu santai – santai. Memangnya sudah selesai?” tanya pak Surasman. Kebetulan hari ini memang giliran beliau yang ngawas dikelas April barengan sama bu Murtafiah.“Sudah Pak,” jawab April santai. Bu Murtafiah sedikit mengenyitkan alisnya tanda heran, begitu juga teman-temannya.“Dia pakek ide gila apa lagi sekarang,” gumam Nia sendiri. Secara Nia kan tau betul dengan ulah ajaib sahabatnya yang satu ini.“Selesai? Kamu yakin?” tanya Pak surasman mencoba menyakinkan.“Yakin pak,” sahut April mantap.“Coba dicek lagi, mungkin ada yang ragu,” saran Bu Murtafiah menasehati.“Udah kok bu, sudah tiga kali malah. Lagian mau diulang sampai sepuluh kali pun hasilnya akan tetap sama. Kan kancingnya tetep tujuh,” terang April polos.“Kancing? Maksut kamu,” Bu Murtafiah tampak makin curiga. April yang menyadari ada yang salah dengan apa yang ia katakan segera berusaha untuk meralat kembali ucapannya.“Ehem. Anu bu…..April salah ngomong. Maksut April kunci bukan kancing. Iya kunci jawabannya lima, A, B, C, D dan E ya jawabannya kalau nggak A ya B, mungkin C atau malah D bahkan bisajadi jawabanya E. Jadi April tinggal milih salah satunya aja.”“Tapikan nggak berarti bisa asal milih sembarang aja.”“Siapa yang milih sembarangan, orang April pakek perhitungan juga kok.”“Maksudnya?” Pak Surasman ikut ikutan curiga. “Perhitungan apa?” kejar Bu Murtafiah.“Perhitungan…… e …… perhitungan apa ya……?! pokoknya perhitungan lah,” sahut April gugup yang memuat dirinya semakin tampak mencurigakan. Ida dan Sofa’ sendiri tampak saling pandang. Sepertinya kedua orang itu juga merasakan hal yang sama. “Jangan-jangan kamu nyontek ya?” tebak Bu Murtafiah tiba – tiba.“Astahfirulloh hal azzim . Itu sih namanya pencemaran nama baik bu. Secara yak an. Seorang April, yang sudah terkenal baik hati, tidak sombong, rajin menabung serta berbakti pada orang tua. Jadi mana mungkinlah April nyontek. Dan kalau bapak sama ibu masih nggak percaya, silakan tanya sama teman-teman April. Atau kalau nggak ibu bisa periksa aja meja April.”“Iya buk. Kami semua kenal April kok. Dia nggak mungkin nyontek,” sela Izal yang dari tadi hanya mendengarkan ikut angkat bicara. “Yah kecuali kalau memang ada kesempatan sih,” sambungnya bergumam lirih yang langsung di hadiahi pelototan tajam setajam silet dari si April.“Benar buk. Dia emang rada-rada tulalit sih, tapi dia nggak mungkin bikin curang gitu kok,” tambah Guntur yang langsung mendapatkan lirikan dari si Minah. Wah tumben – tumbenan ni anak baik. Pasti ada udang di balik bakwan.“Kalau mau bantui, ya sudah. Bantuin aja. Tapi nggak usah pake ngehina juga donk,” kata April sewot.“Siapa yang menghina?” balas Guntur balik. Dalam hati pria itu pasti menyesal telah sempat berniat baik untuk membelanya.“Elo tuh. Kalau nggak ngapain coba ngatain April tulalit kalau bukan menghina namanya?”“O… itu,” Guntu mengangguk paham. “Itu bukan menghina April sayang, justru kalau gue bilang loe nya pinter baru menghina namanya. Sama fitnah juga,” sambung Guntur yang langsung di balas sorakan tawa seisi kelas yang mendengarnya. “Sudah….. sudah jangan berantem, ibu percaya kok sama April. Kalau begitu, sini mana lembar jawabanya kamu,” lerai Bu Murtafiah akhirnya mengalah.“Ini buk”“Ya sudah, sekarang kamu boleh keluar. Biarkan teman-teman kamu menyelesaikan ujiannya dulu,” kata Pak Surasman menambahkan.“Baiklah pak, permisi" balas April sambil berlalu, meninggalkan ruangannya masih diikuti tatapan heran seisi kelas.Hari sabtu pagi April berjalan menuju kekelasnya setelah dari kantin. Sri sama Nia sudah menyingkir duluan, katanya sih tadi ada keperluan gitu, terpaksa April kembali kekelasnya sendirian. Rencananya sih selepas ini ia langsung pulang, karena hari ini memang tidak masuk pelajaran sekolah, hanya akan diperiksa pengumuman hasil ujian try out kemaren, tetapi berhubungan ada sedikit trouble terpaksa diundur, hingga Senin mendatang.Begitu menginjak kaki tepat dipintu masuk. Tiba-tiba……..Byuuuurrrrrrr…….. byuuuurrrrrDua ember air sukses membasahinya kontan saja April yang baru datang langsung kaget dan berteriak-teriak“Tolong….. tolong ……… ada Tsunami.!!!!" teriak April sekencang-kencangnya. Disusul tawa terbahak-bahak seisi kelas.April kaget, refleks memandang kesekeliling, ia baru nyadar kalau ia dikerjain sama teman-temannya.SelamatUlang tahun, Kami ucapkan.Selamat, Panjang umur!Kita ’kan doakan.Selamat… Sejahtera, sehat sentosa!!Selamat panjang umur, dan bahagia!Nyanyian teman-temannya serentak sambil bertepuk tangan. Rupanya mereka sengaja mempersiapkan ini semua sebagai kejutan untuknya, dan tampak Nia dan Sri datang sambil membawa kue lengkap dengan lilin berbentuk angka 17 diatasnya. “Hiks…. hiks…. hiks," Tiba-tiba April menangis.“April jangan menangis donk," Ria, tapi bukannya diam justru tangisannya makin kencang.“Ia, loe pasti terharu dengan ini semua, benarkan," tambah Mustafa'“Dan loe pasti nggak nyangka kalau kita segitu perhatiannya sama loe," sambung yang lain, tapi April tetap menangis.“Tapi sudah dong Pril, jangan nangis terus. Buruan tiup lilinnya, terharunya nanti aja, dilanjutin kalau udah nyampai dirumah," tambah yang lain nggak sabar.“Siapa yang terharu. April lagi nangisin Handphone April, tau," kata April disela tangisnya.“Handphone loe kenapa?" tanya Izal heran plus kaget.“Pasti jadi eror deh, gara-gara disiram air sama kalian," sahut April sambil merogoh saku roknya yang juga basah.“Apa!?" kata Hakim setengah berteriak karena kaget dan langsung meraih Hp yang ada digenggaman April.Benar saja benda mungil tersebut kini sudah tampak tidak bernyawa, layarnya juga tampak bures, karena kemasukan air yang disiram tadi. Hakim berniat untuk membuka casing dan mencopot batraynya, tapi dengan sigap dirampas oleh April.“Handphone gue," ratap April sambil belinangan air mata *sumpahlebay*.“Loe diem aja dulu, biar dioperasi sama Hakim. Biar gitu gitu, doi kan rada pinter sama yang begituan," kata Nia menenangkan April yang histeris.“Loe sih kenapa nggak bilang kalau bawa handphone disaku loe," cela Izal, tadi kebetulan dia berdua yang menyiram sama sugeng.“Kalian juga nggak bilang kalau mau nyiram April," balas April balik menyela.“Kalau kita bilang udah bukan surprise donk," idah menimpali.“Tapi kita minta maaf deh, beneran nggak sengaja," kata sugeng dengan tampang bersalah.“Iya… entar kita patungan deh, buat beli Hp yang baru buat loe," tambah yang laen.April langsung mengangkat mukanya jelas terlihat ceria.“Beneran……?”“Iya…," teman-temannya mengangguk tanpa semangat. Harus patungang?….. mana hapenya BB lagi.“Satu sama… he….he…. he…." teriak April tiba-tiba, sambil tertawa lepas, jelas saja semanya heran kesambet ya nih orang.“Maksud loe…..? “tanya Nia heran.“Bentar ya”April langsung berjalan kemejanya dan mengeluarkan sesuatu dari kantong tasnya. Ternya batu batray ABC. Kemudiannya ia membuka penutup handphone yang ada ditangan dan memasukkan batray tadi kedalamnya. Setelah ia pencet salah satu tombol secara sembarangan dan langsung terdengar lirik lagu ketauan milik mata band. Ternyata handphone yang ada ditangannya adalah handphone maianan yang biasanya dijual dipasar kaki lima dengan harga delapan ribuan.“Dasar April…..! kuang ajar loe," bentak Guntur sewot, April hanya cengengesan.“Bener-bener deh” sambung yang lain.“Ia. Rencana mau ngerjain, eh nggak taunya kita yang dikerjain” timpal Sri.“He he he. Mangnya Cuma kalian aja yang bisa ngerjain orang. April juga bisa kali” April menyombongkan diri.“Kalau gitu buruan deh potong kuenya. Udah kepingin makan ni kita” kata Nia nggak sabar.“Ia. Bentar. Nggak sabar banget sih” kata april kemudian.“Tapi pril, kok loe bisa tau sih kalau loe hari ini bakal kita kerjain?” tanya Agus tiba-tiba.“Ya ia lah. Secara ulang taun April ndiri masa lupa. Lagian kalian tau nggak sih, dewi fortuna kan selalu bersama april” sahut April santai.“Oh ya?” ledek Sri.Dan tiba-tiba Izal mengambil sisa air yang ada di ember dan langsung menyiramkannya ke April. Karena kaget april sama sekali tidak bisa menghindar.“Makan tu dewi fortuna………!!!!!” ledek Izal.Teman-temannya bengong sebentar, dan kemudian,“Ha ha ha……………!!!!” tawa seisi kelas langsung meledak bersama.End untuk season ini ya… Walau masih ada lanjutannya pada Cerpen lucu Mis Tulalit part 3. Pengen tau gimana ceritanya, lanjut baca aja deh… With love ~ Ana Merya ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*