Cerpen Sedih: Surat Terakhir Dari Kak Rosa

Surat Terakhir dari Kak Rosa
Oleh: Sevty Agustin
Malam itu,aku memasuki rumah dengan perlahan lahan. Kuperhatikan satpam rumahku terlelap ditempatnya. “hahhh,amaan,”pikirku dalam hati. Tetapi baru selangkah memasuki ruang tamu,teriakan mama sudah terdengar ditelingaku. “Niaaaaaaaa…! Jam sepuluh kamu baru pulang. Kemana aja kamu?” teriak mamaku. “mmmm,anu.. Aku habis kerja kelompok dirumah temen ma,” jawabku berbohong. “Kamu ini..!Udah pinter bohong sekarang ya.. Nih apaan!?” kata mama sambil mengangkat kantung plastic belanjaanku. “Duh!Bego banget. Kenapa gak sadar ya aku megang kantung belanjaan nih”ujarku dalam hati. “Niaaaa.. Kamu ini udah pulangnya malem,terus udah berani bohong sama mama. Tiru tuh kakakmu,Rossa. Gak pernah bohong. Terus malam malam gak keluyuran kayak kamu. Malam malam dia belajar pelajaran buat besok pagi.” Kata mamaku panjang lebar. Huh!Lagi lagi kak Rosa. Selalu kak Rosa. Kak Rosa adalah kakakku satu satunya. Kak Rosa memang beda denganku. Kak Rossa pendiam dan pintar. Sedangkan aku cerewet dan gak ada pinter pinternya. Kadang aku berfikir aku bukanlah anak kandung mamaku yang seorang single parent.
“Sekarang kamu masuk ke kamar. Mulai besok, pulang sekolah harus langsung pulang. Gak boleh keluyuran kemana mana lagi!” kata mama untuk sekian kalinya. Beliau sepertinya sangat marah denganku. Aku memasuki kamarku dengan langkah gontai. Akh..! Coba aja aku anak tunggal dan gak punya kakak seperti kak Rosa!
Keesokan harinya aku pergi ke sekolah dengan buru buru. Cepat cepat aku turun ke bawah dan duduk di meja sarapan bersama mamaku. Tak kulihat kak Rosa disana. “Ma,kak Rosa mana?”tanyaku ingin tahu. “Kak Rosa udah berangkat duluan. Mangkanya,biasain kamu bangun pagi pagi seperti kak Rosa,jadinya gak telat kayak gini”ujar mamaku yang lagi lagi membandingkan aku dengan kak Rosa. Tak kugubris perkataan mamaku karena saat ini yang kupikirkan adalah cepat cepat ke sekolah supaya gak telat nyampenya.
“Hh..hh.. Nyaris aja gue telat.” Kataku dengan napas tersengal sengal. “Woy, Nia my honey.. Telat mulu’ lo!” ujar Dista teman sebangkuku. “Udah deh,jangan bikin gue tambah kesel!” ujarku. “Kesel kenapa say?Gara gara kakak lo?”Tanya Dista. “Siapa lagi”, sahutku datar. Dista hanya geleng geleng kepala dan langsung mengeluarkan buku pelajaran Fisika karena pak Ahmad sudah ada didepan pintu. Pelajaran Fisika pun berlangsung dengan rasa kantuk mendengar ocehan dari pak Ahmad.
“Cepetan Nia. Entar obral baju didepan stasiun udah keburu abis..”, teriak Dista. Buset deh suara tuh anak kenceng banget sampe kedengeran dari kantor guru. “Iya, iya. Lagian salah Bu Mianya nih, ngehukum nyuruh gue nulis 2 lembar rumus mtk”, kataku ngedumel. Kulihat reaksi Dista hanya diam. “Woi,lo kerasukan ya? Bengong aja,jadi pergi gak?”, kataku. “mmmm,kayaknya gak bisa deh Nia,tuh kakak lo udah jemput di gerbang sekolah”ujar Dista. What?! My sister ngejemput gue? Tumben banget. Paling dia Cuma nyari muka didepan mama sok sok mau ngejemputku. Kuhampiri kak Rosa yang berada didalam mobil bersama sopir keluarga kami. “Ngapain kakak ngejemput aku?Aku gak minta dijemput!” ujarku dingin. “Kakak sekali sekali pengen jemput adik kakak yang manis ini”, kata kak Rosa. “Udah deh,kakak gak usah sok manis didepanku. Kakak Cuma nyari muka aja kan didepan mama dengan sok sok jemput aku!”, kataku dengan nada yang tidak enak didengar. “Nggak Nia,kakak sama sekali gak…” omongan kak Rosa langsung kupotong “udahlah! Aku gak butuh penjelasan kakak.” Kataku sambil berlari meninggalkan kak Rosa. Sekilas kulihat mata kak Rosa berkaca kaca. “Alah,paling cuma akting”, gumamku. Kini aku hanya berlari gak tau tujuanku mau kemana. Yang jelas ketempat yang lebih tenang.
Aku baru pulang kerumah setelah jam menunjukkan pukul 20.12 malam. Kubuka pintu rumahku, dan terlihatlah mama sudah berdiri didepan pintu bersama kak Rosa. Aku sudah pasrah bakal dimarahin mama habis habisan. “Niaaa..Lagi lagi kamu bikin onar. Terus ngapain lagi tadi siang pake acara bentak bentak kakakmu?”, kata mama penuh emosi. “Oh,jadi dia ngadu ngadu ke mama? Terus dia bilang apa lagi tentang aku?”,kataku tak kalah emosi. “Nia,kakak gak bilang ke mama tentang kejadian tadi siang”,kata kak Rosa dengan mata berkaca kaca. “Udah deh,kakak gak usah sok nangis nangis segala. Kakak tu jahat! Kakak slalu ngerebut perhatian mama dariku!Mending kakak gak udah ada didunia ini. Aku benci sama kakak!,” teriakku dengan air mata yang sudah membanjiri pipiku. Kemudian Plakk! Mama menampar pipiku. “Nia,bukan kak Rosa yang bilang ke mama.Tapi pak Salman yang bicara langsung dengan mama. Kamu gak pantas ngomong begitu! Dia itu kakak kandung kamu sendiri! Kamu memang beda dengan kakakmu!”, kata mamaku yang sama sekali gak ngerasa bersalah setelah menamparku. “Udah ma,ini bukan salah Nia,”ujar kak Rosa. “Ya,aku memang beda dengan kak Rosa. Kak Rosa seribu kali lipat lebih baik disbanding aku. Atau jangan jangan aku bukan anak kandung mama dan adik kandung kak Rosa. Dia selalu aja menyita perhatian mama. Di mata mama aku slalu salah. Aku benci dengan kalian semua!” ujarku sambil berlari meninggalkan mereka. Hatiku pedih dan remuk. Mengingat mama menamparku,mengingat kak Rosa penyebab semua ini.Aku terus berlari sampai aku menangkap sebuah cahaya didepanku dan aku terdorong ke depan menabrak pohon besar didepanku. Bruuuk! Suara tabrakan yang keras,belum sempat melihat siapa yang tertabrak,aku sudah tak sadarkan diri.
Mataku terasa berat sekali. Saat benar benar sadar aku sudah berada dirumah sakit dengan mama duduk sambil menangis disamping ranjang. “Ma,apa yang terjadi?” kataku pelan. “Kemarin ma…lam sa..at kejadian itu kakakmu me..ninggal tertab…rak mobil demi nye..lamatin ka..mu sayang,” kata mama sesegukan. Apa?! Kak Rosa meninggal? Itulah harapan yang kuinginkan sejak dulu. Hidup tanpa kehadiran kak Rosa. Entah harusnya aku senang atau sedih. Tapi jauh didalam hatiku aku merasakan pilu dan sedih yang luar biasa. Tanpa sadar aku menangis. Ya Allah,apakah aku begitu kejam membenci kakakku yang meninggal gara gara menyelamatkan aku? Apakah aku menyesal menyalahkan kakakku yang tak pernah menyalahkan aku? “Ma..mama bohong kan?kak Rosa gak meninggalkan kan?” kataku dengan air mata yang semakin deras. “Benar saying.. Kak Rosa udah meninggal karena luka yang terlalu parah.Besok hari pemakamannya.Ini ada surat dari kak Rosa sebelum dia meninggal.” Ujar mama sembari memberikan sepucuk surat kepadaku. Kubaca perlahan lahan baris tiap baris surat itu.

Dear Sania adik kakak yang kakak sayangi,

Nia,kakak tau kamu marah sama kakak,kamu benci sama kakak. Kakak juga tau selama ini kamu sedih slalu dibanding banding dengan kakak. Tapi kakak gak bermaksud begitu terhadap kamu Nia. Kakak sangat sayang sama Nia dan maaf apabila kakak udah nyakitin hati kamu.Kakak juga minta maaf krn gak bisa jadi kakak yang terbaik buat kamu. Dan apabila ini surat terakhir kakak untukmu,tolong jangan pernah marah dengan kakak lagi. Kakak ingin kamu slalu tersenyum. Dan jika kakak udah gak ada lagi,tolong jaga mama baik baik dan jangan kecewain mama. Sesungguhnya mama dan kakak sangat menyayangimu Nia.
Kak Rosa

Hatiku miris membaca surat terakhir dari kak Rosa. Kakak yang selama ini kubenci, kakak yang selama ini aku hiraukan ternyata sama sekali tak pernah benci terhadap sikapku. Kulihat tulisan tangan yang dibuat kak Rosa berantakan. Pasti saat itu dia sedang menahan sakit menulis surat ini. Kemudian aku menangis dipelukan mama.
Hatiku miris melihat kakakku dikubur didalam tanah. Tak bias kutahan air mata yang sejak tadi membendung dikelopak mataku. Mama menangis sejadi jadinya. Aku sangat menyesal telah membenci kakakku satu satunya. Sekarang tinggal aku sendiri di tempat peristirahatan terakhir kakak. Kurogoh sakuku dan kukeluarkan sepucuk surat yang kutulis,

Dear kak Rosa yang kusayangi,
Kak,Nia mau minta maaf sama kakak. Harusnya Nia minta maaf dari dulu, tapi Nia baru sadar bahwa kakak adalah kakak yang Nia sayangi satu satunya. Kakak gak perlu minta maaf ke Nia karena kakak gak salah. Nialah yang salah sejak awal. Nia selalu benci dengan kakak,padahal kakak gak pernah benci sama Nia. Nia gak tau kalo kakak menanggung beban seberat ini gara gara Nia slalu bentak bentak kakak. Kakak adalah kakak yang terbaik bagi Nia.Kakak gak pernah marah waktu Nia marah marah sama kakak Nia memang adik yang gak tau diri. Tapi Nia janji slalu ingat pesan kakak buat jagain mama. Semoga kakak mau maafin Nia dan kakak tenang disana..
Nia

Kuletakan surat dariku untuk kak Rosa diatas tanah kuburan. Lalu kuhapus air mata yang membanjiri pipiku dan pergi meninggalkan pemakaman dengan hati yang begitu miris.
Nama: Sevty Agustin
Tgl Lhr: 17 Agustus 1997
Facebook: Sevty Agustin
Twitter: @sevty_agustin

Random Posts

  • Cerpen Cinta: TAK SECANTIK CINDERELLA

    TAK SECANTIK CINDERELLAOleh: Nining Suarsini JuhryKu tatap wajahku di depan cermin sambil memperhatikannya lekat-lekat. Sungguh ironis aku memang cewek antik seperti halnya yang di katakan teman-teman kampusku. Kacamata besar plus minus tebal di tambah lagi behel serta dandanan ku juga yang amat sangat biasa, hanya jeans dan kaos oblong yang agak kebesaran dan tak lupa tas ransel. Sungguh tidak ada yang bisa menarik hati kaum adam. Soal penampilan aku memang sangat cuek, aku tidak terlalu memikirkan hal itu. Tapi soal pelajaran aku jagonya di tambah lagi soal radio. Yapp di singgung soal radio, aku adalah penyiar radio, menurut rekan kerjaku sesama penyiar, aku termasuk penyiar yang memiliki banyak fans. Bukan karena wajah dan penampilanku, melainkan suaraku yang merdu, kata mereka suaraku sangat merdu dan setiap cowok-cowok yang dengar bisa klepek-klepek dan membayangkan kalau aku ini wanita cantik bak cinderella. Seminggu yang lalu ada seorang cowok yang mengajakku diner, cowok itu adalah salah satu penelfon setia di radio ku. Dia sangat penasaran dengan diriku. Sampai-sampai dia bela-belain minta nomor handpone ku di semua kru radio. Berkat saran dari sahabatku keyko akhirnya nomor handpone ku akhirnya ku berikan juga. Menurut keyko “apa salahnya menjalin pertemanan dengan fans, kan nggak ada salahnya. Siapa tau orangnya cakep kan kamu bisa dapat ke untungan dari situ, lagian kamu juga kan jomblo”. Keyko memang benar, aku sudah sangat lama menjomblo. Tapi kadang-kadang aku ragu dengan diriku sendiri apakah ada laki-laki yang mau menerimahku apa adanya ?? teman-teman kampus bahkan kru radio saja tidak ada yang tertarik dennganku.Handphone ku tiba-tiba berdering dan menyadarkanku dari lamunanku. Ku perhatikan layar hp ku, ternyata “rangga” yang menelfon. Hari ini kami janjian bertemu di sebuah cafe. Dia mengajakku diner. Hari ini aku sudah tidak bisa lagi menolak karena ini ajakan yang ke tiga kalinya setelah aku menolak ajakannya karena alasan tertentu. Aku malu bertemu dengannya dengan kondisiku yang seperti ini. Aku takut kecewa dan mengecewakannya. Menurutku dia sangat baik meskipun baru seminggu berkenalan lewat via hp. Mau tidak mau aku harus pergi. Tepat jam 08.00 aku berangkat kesana. Aku mengenangkan baju biru sesuai janji agar dapat saling mengenali. Ketika sampai disana, aku melihat seorang cowok yang dari tadi menunggu. Aku yakin dia rangga karena baju yang dia kenakan sama seperti warna bajuku. Sungguh tidak di sangkah, sosok yang duduk di sana sangat sempurnah, dia cakep, putih, dan memakai kacamata. Kakiku terasa berat melangkah untuk menemuinya, aku tidak pantas untuknya, dia terlalu sempurna untukku . Akhirnya aku memutuskan untuk pulang, tapi terlambat dia sudah terlanjur melihatku. Langkahku pun semakin ku percepat dan buru-buru mengambil taksi. Ku dengar dia berteriak memanggil namaku tetapi tetap saja tidak ku hiraukan. Maafkan aku rangga ucapku dalam hati.Seminggu setelah insiden itu, aku tidak lagi berkomunikasi dengannya, tak ada lagi deringan sms atau telfonnya di hp ku bahkan dia sama sekali tidak pernah menyapa di radio. Mungkin dia kecewa atau tidak ingin lagi mengenalku. Ada sedikit perasaan sedih yang ku rasakan, seakan-akan ada yang hilang dari diriku. Entah itu apa. Apakah mungkin aku munyukainya ?? andrea…andrea kamu jangan gila dong, kamu jangan cinta sama orang yang tidak mungkin mencintaimu. Batin ku berbicara.Sehabis siaran ku putuskan untuk pulang cepat. Hari ini aku sangat bad mood sekaligus capek. Padahal hari ini keyko mengajak ku makan di luar tapi ku tolak. Keyko mengerti dengan apa yang ku alami sekarang. Dia Cuma memberikanku motivasi dan saran.Malam itu aku kedatangan tamu, awalnya aku sangat penasaran karena baru kali ini aku kedatangan tamu cowok jam segini. Aku hanya tertegun sekaligus penasaran di buatnya. Aku langsung buru-buru menemuinya. Bagaikan petir di siang bolong. Ternyata cowok yang datang adalah rangga, OMG mimpi apa aku semalam. Hari ini dia tampak cool, ekpresinya biasa-biasa saja melihatku tidak sedikitpun ada rasa risih.Dia menyapaku dengan senyuman dan tatapan yang tulus. Dia sama sekali tidak heran melihatku. Ku balik menyapanya dan membalas senyumannya. Semuanya terasa kaku, aku sangat grogi di buatnya.“ngga maafin aku ya”. Ucapku memuali pembicaraan sambil menunduk. Dia hanya tersenyum sambil mengangguk. “aku udah ngecewaiin kamu, tidak seharusnya aku pergi malam itu. Tapi asal kamu tau aku bertindak seperti itu karena ada alasan. Aku nggak mau kamu kecewa melihat penampilanku yang seperti ini. Suaraku tidak secantik wajah dan penampilanku. Bahkan aku juga tidak secantik cinderella seperti yang lain katakan”. Ucapku panjang lebar. Dia hanya menatapku sambil tersenyum.“rea, aku tidak seperti yang kamu bayangkan. Aku tidak pernah menilai orang dari penampilan dan fisiknya”. Ucapnya dengan serius. Justru aku salut dengan kamu. Kamu adalah perempuan hebat”. Aku jadi semakin heran dan tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan rangga. Ada sedikit ketenangan yang ku rasakan.Pembicaraan semakin panjang dan tak terasa dia akhirnya berpamitan untuk pulang. Tapi sebelum pulang dia sempat berkata. “kecantikan seseorang itu tidak bisa di nilai. Kecantikan hatilah yang paling utama. Jangan selalu menganggap dirimu buruk, biarkanlah orang-orang berkata apa, mereka hanya iri karena tidak bisa memiliki seperti apa yang kau miliki yaitu prestasi, karier dan ketulusan hatimu”. Kata-katanya itu membuatku sadar. Ini menjadi pelajaran besar buatku. Meskipun tak secantik cinderella paling tidak kecantikan hatinya sama seperti yang aku miliki sekarang.**** nama : nining suarsini juhryfb : niningning23@yahoo.com

  • CINTA YANG RUMIT

    Cinta yang Rumitoleh: Aulia Putri Ambarwati – Aku Sherovina Ramadhanty si gadis yang terkenal dengan sifat leletnya. Kini aku duduk di bangku SMA kelas 11. Aku mempunyai seorang pacar yang menurutku dia sangatlah baik. Dia seorang kakak kelas satu tahun di atasku. Namanya Raffi. Dia orang yang baik, perhatian dan sangat memperdulikan aku. sudah 13 bulan aku menjalani hubungan dengannya. Aku sangat sayang kepadanya. Dia pun begitu padaku. Sehingga hubunganku dengannya selalu baik-baik saja. Tidak pernah ada pertikaian yang terjadi di antara kita. Tapi menjelang kelulusannya mulai ada gejolak-gejolak yang timbul. “Hai fi, nanti kamu mau kuliah kemana apa langsung kerja?” Tanya aku kepadanya. “InsyaAllah mau kuliah dulu, mau coba ke UGM”, “Ha? Jauh dong, terus nanti aku gimana? Kesepian dong gak ada kamu?” aku pun terkejut. “iya begitulah, mungkin kita bisa ketemu di waktu luang”. Setelah aku tahu bahwa dia akan berkuliah di tempat yang jauh, hatiku pun sedih. Aku memikirkan resiko yang akan timbul nantinya. Pasti aku akan jarang bertemu dengannya. Aku takut saat nanti aku tidak bersamanya lagi aku akan tergoda dengan lelaki lain. Pengumuman kelulusan pun berlangsung. Aku bertanya kepadanya “gimana fi? Lulus kan pasti? Hehe”, “iyadong lulus haha”, “emang NEMnya berapa?” aku kembali bertanya. “32 Sher”, “ha? Serius?”, “iya bener” Raffi menjawab. Aku pun sedikit terkejut karena NEMnya begitu tinggi dari teman-teman yang lainnya. Beberapa bulan kemudian dia pun meninggalkan sekolah menengah atas untuk melanjutkan ke jenjang sekola yang lebih tinggi. Dia masuk ke universitas yang dia inginkan. Aku pun naik tingkat ke kelas 12. Semenjak kepergiannya aku sering diam di sekolah. Aku tak semangat bersekolah seperti dulu. Nilaiku pun perlahan turun. Aku ingin sekali seperti dulu, bertemu dengannya setiap hari. Tapi sepertinya itu hanya khayalan semata. Satu bulan berlalu tanpa kehadirannya disisiku. Sepi sendiri ku jalani hari-hariku di sekolah. Sudah 15 bulan hubunganku terjalin. Tapi semenjak kepergiannya sudah tidak ada lagi yang spesial di hubunganku dengannya. Aku merasa sangat bosan. Aku pun jarang sekali bertemu dengannya. Bahkan bisa dibilang tidak pernah. Tapi aku yakin dia disana akan selalu setia kepadaku meski jarak memisahkan kita. Dua bulan berlalu. Kini hubunganku dengannya bisa dibilang seperti teman saja. Lalu di saat keadaan yang seperti ini ada seseorang yang begitu dekat padaku datang. Dia seorang yang sangat menjengkelkan tapi walaupun seperti itu dia perhatian kepadaku. Dia adalah Aldi. Teman sekelasku. Dia juga dulu mantan pacarku waktu aku kelas 10. Tempat dudukku berdekatan dengan tempat duduknya, sehingga sering kita bercanda bersama. Seiring berjalannya waktu. Aldi semakin perhatian kepadaku. Hatiku terasa tergoyah akan perhatiannya. Sampai pada suatu hari dia menyatakan bahwa dia sayang kepadaku. aku terkejut, karena dia pun telah memiliki kekasih juga. Lalu aku pun bertanya kepadanya “lu kan udah punya pacar Di kenapa mesti sayang ke gue?” dia pun menjawab “iya Sher gue tau, tapi perasaan gue ke elu muncul lagi tiba-tiba. Gue udah gak ada perasaan lagi sama dia. Tapi adanya sama elu”. Aku terkejut mendengar jawabannya itu. Hari demi hari telah terlewati. Tanpa ku sadar aku mempunyai rasa yang sama dengan Aldi. Aku juga sayang kepadanya. hatiku bertanya-tanya “mengapa perasaan ini muncul? Lalu bagaimana hubunganku dengan Raffi nantinya”. Pertikaian pun mulai terjadi. Ternyata kedekatan ku dengan Aldi di kelas itu di mata-matai oleh teman sekelasku yang dekat dengan pacarnya. Pacarnya bernama Raisa. Dia menyuruh temannya itu untuk memata-matai kami berdua. Menurutku sikap dia kepadaku biasa saja, dan sebaliknya sikapku kepadanya juga biasa. Tapi Raisa dan temannya menganggap sikap kami berdua berlebihan, seperti orang yang berpacaran. Aku dan Aldi selalu di fitnah yang tidak-tidak. Akibat masalah ini nilaiku di sekolah pun turun drastis. Masalah ini membuatku pusing. Membuat bathinku tersiksa. Aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar Tuhan memberi yang terbaik bagiku. Perasaanku kepadanya semakin kuat. Sampai-sampai aku menjadi lebih sayang kepada Aldi dari pada ke Rafi. Sampai pada suatu hari aku memberi sedikit saran kepada Aldi. “udah Di, kalo lo lebih milih dia gapapa kok, gue bisa terima walaupun sebenernya hati gue sakit. Tapi gapapa gue juga masih ada Raffi. Gue Cuma bisa ngasih tau jujur sama perasaan lo sendiri. Jangan maksain perasaan lo karena akan lebih sakit nantinya, tapi semua is up to you aja.” Aldi menjawab “iya Sher gue bakalan mikirin ini semua mateng-mateng kok” Kini aku pun memikirkan yang terbaik. Aku sangat bingung, aku tidak mau ada yang tersakiti karenaku. Tapi tidak mungkin juga aku memilih dua-duanya. Hatiku sangat bimbang. Aku memikirkan ini berminggu-minggu, Setelah aku memikirkan secara matang, aku putuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Raffi. Aku hanya ingin jujur kepada perasaanku sendiri. Aku pikir “percuma saja sekarang aku berhubungan dengannya jika aku sudah tidak mempunyai rasa apa-apa seperti dulu. Bertemu pun jarang. Bahkan sekarang dia sangat sibuk dengan sekolahnya, dari pada aku membuat beban di hidupnya, lebih baik aku akhiri saja”. Aku mulai berbicara dengannya, “Fi aku mau ngomong sesuatu tapi kamu jangan kaget ya”, “haaaaa?? Apaaa???” dia bersenda gurau, “beloom Raffiiii, ett dah. Jadi gini aku pengen kita putus, aku punya perasaan sama yang lain, aku punya pacar buat motivasi aku supaya semangat belajar Fi. Tapi sekarang kamu gak ada lagi. Jadi mungkin kita lebih baik putus. Kamu juga kan lagi sibuk sekolah? Udah urusin dulu aja ya sekolah kamu. Kejar dulu cita-cita kamu. Aku juga mau ngurusin sekolah aku dulu. Karena sebentar lagi UN aku mau fokus sama pelajaran dulu. Dan hanya seorang yang ada di samping aku yang bisa motivasi untuk buat aku semangat belajar. Maaf aku begini, aku gak mau nyakitin kamu lebih dalem lagi”. Dia pun hanya bisa bersedih dan terkejut mendengar perkataanku. Seperti masih tidak percaya akan pernyataanku. Aku yang dulu di percayainya akan selalu setia. Kini kepercayaannya telah hancur karena ku. Aku pun sebenarnya tidak mau menyakiti hatinya seperti ini. Tapi aku terpaksa melakukan ini semua. Aku hanya ingin jujur akan perasaanku. Masalah ku dengan Raffi pun sudah terselesaikan. Aku hanya mengaggap dia sebagai temanku. Selama 17 bulan waktu yang sangat berarti untukku karena kehadirannya. Kini aku hanya bisa mengenang masa-masa indahku saat bersamanya. Tidak lama aku putus dengannya. Aku mendengar kabar bahwa Aldi telah putus juga dengan Raisa. Aku terkejut mendengar itu. Tidak ku sangka dia mengakhiri hubungannya juga. “kenapa putus Di?” aku bertanya. “percuma juga Sher gue udah gak ada rasa lagi sama dia. Gue gak suka sama sikapnya dia yang begitu ke gue. Gue mau jomblo dulu aja. Pusing gue pacaran kalo begini terus” Pertikaian kami pun lama-lama terselesaikan. Aku mencoba kembali untuk bangkit dan tidak memikirkan hal-hal itu. Karena itu semua hanya mengganggu proses belajarku saja. Teman-temanku yaitu Priska, Medina dll. mendukung agar aku kembali menjalani hubungan dengan Aldi. Teman-teman Aldi pun yaitu Rizky, Nael, Chandra, Ray ikut mendukungnya. Akhirnya pada tanggal 04 November 2011, Aldi mengajakku untuk kembali bersamanya. Saat itu aku sedang berada di Balkon Sekolah.”Sherovina Ramadhanty, maukah kau kembali padaku?” dia berteriak di depan banyak orang. Banyak orang yang melihat. Hatiku terasa bergetar. Aku sangat deg-degkan mendengar itu semua. lalu aku berpikir sejenak, lalu aku memutuskan untuk menerimanya. “Revaldi, aku mau kembali padamu”. Orang-orang di sekitarku banyak yang berteriak “ciyee-ciyee”. Perasaanku sangat senang saat itu. Raisa dan temannya tidak bisa menerima ini semua. tapi seiring berjalannya waktu, kini mereka bisa menerima hubunganku dengan Aldi. Dan pada akhirnya kini aku dapat berbahagia menjalani cinta dan kasih bersamanya kembali. ~THE END~Your comments are very meaningful for me :)Penulis : Aulia Putri Ambarwatiemail : Lovelly_girlz27@yahoo.comadd on facebook : http://www.facebook.com/#!/Auliuwwzzfollow on twitter : http://twitter.com/#!/AmbarwatyAul:

  • Cerpen Tentang Rasa Bagian 3 {update}

    Nah kalau sebelum nya penulis kan udah update cerpen tentang rasa part 2, so kali ini tinggal part tiga nya donk. Alon alon ae lah, seng penting kelakon (???).Lagi pula "Mellisa" bener, kalau kita selalu berusaha memandang semuanya dari segi positif hasilnya juga positif.Paling nggak dengan di "Paksa" update penulis bisa kembali mengulang cerita yang telah sempat terlupakan.Okelah, akhir kata, as always happy reading.Credit gambar : Ana MeryaDengan napas yang masih terlihat ngos – ngosan, Anggun menjatuhkan tubuhnya keatas rumput – rumput taman kompleks. Untuk sejenak ia berusaha menetralkan kembali kerja jantungnya untuk kembali berdetak normal, Walau hatinya masih terasa gundah tapi tak urung ia mampu bernapas lega. Angan nya menerawang memikirkan nasibnya.sebagian

  • DEWIKU

    DEWIKUoleh: Ibnu Sinyalpagi buta saat semua anak dikelasnya sibuk menyalin pe-er dikelas ardhi tampak gelisah mondar mandir didepan kelas sesekali wajahnya menatap kearah pintu gerbang dan wajahnya pun kembali murung. wajah ardhi semakincemas saat matahari mulai meninggi.. dan wajahnya mulai cerah saat dia melihat seorang gadis manis dengan tasselempang berjalan kearahnya.. gadis itu zara gadis yang sedari pagi dia tunggu-tungu kehadiranya dengan mimiksumringah ardhi menyambutnya.. "hai kemana aja sih jam segini baru datang aku kan kuatir ntar kamu telat trus dihukum" koar ardhi begituzara ada didepannya. zara tampak bersikap dingin dan mengambil sesuatu dari dalam tas selempangnya , zara mengeluarkan buku tugaskimianya lalu menyerahkannya pada ardhi."udah gak usah basa-basi kamu nungguiin aku mau nyontek pe-er kan nich…" ujar zara dingin." hee hee tau aja kamu,, abis semalam aku ketiduran" bales ardhi cengengesan."ketiduran kok tiap hari bilang aja.. males buruan salin deh ntar keburu masuk lagi "" ya udah ku nyalin dulu ya makasih he..he""iya " ujar zara males karna udah hampir tiap hari ardhi selalu begitu, manis saat ada butuhnya..ardhi melesat pergi mencari tempat yang aman untuk menyalin tugas . sementar zara masuk kedalam kelas yang riuh oleh mahluk2 malas yangbelum mengerjakan pe-er . mereka duduk menbundar mengelilingi sebuah buku yg pe-ernya sudah dikerjakan. sambil sesekali melirik jamdinding lalu buru-buru kembali menyalin dengan raut muka yang pucat pasi takut bel keburu berbunyi .. sebelum mereka sempat menyalinsemua .. ditengah kapanikan teman 2nya yang saling tarik – buku catatan itu .. tiba2 ardhi muncul sambil menggedor-gedor papan tulis."to..tok huh gimana negara kita mau maju kalo terus-terusan begini.. pe-er dikerjakan dirumah hoi.." koar ardhi menambah panik seluruhsuasana yang langsung mendapat reaksi keras dari temen2nya yang kalang kabut menyalin tugas disisa-sisa waktu mereka."huuuuuh kayak lo ya nggak aja..!"Protes anak-anak sewot campur panikardhi berjalan penuh kemenangan diantara kerumunan temen_temannya yang panik bukan kepalang membayangkan seandainya tidak selesaimenyalin bakalan digantung MR . yon sebutan mereka untuk guru kimia mereka yang galaknya naudubilliah.. ia langsung menghampiri zarayang tersenyum geli melihat tingkah ardhi."huh makasih ya za atas pengertian lo..! nih bukunya " ujar ardhi yang menyalin lebih cepat karena bukunya gak rebutan dan emang sudahterbiasa nyalin pe-er dengan waktu yang singkat"perez lo kalo gini aja maniis banget ! coba kalo gak butuh pasti aku cuekin, dasar""ow-ow nggak akan dan mungkin ardhi nyuekin gadis multi talent kayak kamu za" koar ardhi dengan rayuan basinya, karna zara udah terlalusering digituin ."ugh ga ada yang lain apa""hee belum ngarang nich kasih ide donk..! " koar ardhi cengngesan."mmm dhii!" panggil zara malu-malu." apaa!"" aku bisa minta tolong nggak ? tapi kalo nggak bisa juga nggak papa koq" ucapnya ragu-ragu." ya ampun za.. ! kalo aku bisa pasti aku mau apaan sih" tanya ardhi penasaran ."bener nih"" yakin deh.. apasih yang nggak buat lo auww"tiba-tiba ardhi di cubit keraas sama zara." gombal.. lo..! mm ntar sore anterin ketoko bukunya bisa kan " pinta zara penuh harap." ntar sore" ardhi tampak mikir2 sementara zara berharap2 cemas.. " bisa ..! aku anterin" ujar ardhi mantap." bener loya awas lo..! jam tiga sore yaa"" siip! tapi beliin bensin ya lagi bokek nih hee hee!" ujar ardhi cengengesan."dasar pelit ! kalo buat cewek lain aja nggak bokek"——————– ———————– ———————————————dan benar sore hari ardhi menepati janjinya mengantarkan zara ketoko buku mereka berpisah zara sibuk dirak buku tentang sains sementaraardhi sibuk membaca komik sinchan yang sudah kebuka dasar nggak mau rugi ardhi membaca dengan asyiknya tanpa ada rencana buat beli.hinga akhirnya ada tangan lembut yang menyentuhnya."hei dhii balik yuk" ujar zara mengagetkan ardhi yang lagi asyik baca komik." eh udah selesai za nyari bukunya cepet amat"" ya aku kasian ma kamu pasti bosen nungunya""nggak koq' justru aku seneng jadi bisa baca komik gratis hee hee"zara tersenyum geli melihat ardhi yang udah gede ternyata masih suka baca sinchan."sukur deh nih aq ad sesuatu buat kamu.." ujar zara menyerahkan sebuah buku kumpulan rumus-rumus ipa.."oh makasih za. kebetulan aku juga nyari buku ini lo" ujar ardhi basa basi padahal baru liat sampulnya aja ardhi udah pusing2 belum menbacabisa meriang dia. tapi karena zara yang ngasih ardhi pura-pura suka." dhi aku ngasih ini berharap dengan ini kamu mulai mau ngerjain tugas-tugas kamu sendiri..! jangan ngandalin aku terus bentar lagi kan UAN..maaf ya dhi bukannya aku gak mau nyontekin kamu terus tapi aku pengen kamu sukses dhi..! karna aku nggak mungkin akan bantuain kamungerjain tugas terus" terang zara panjang lebar , membuat ardhi terdiam tak menyangka zara sebegitu memikirkanya, ardhi jadi merasa bersalah selama ini hanya memanfaatkan zara yang begitu baik padanya.ardhi masih terdiam tak bisa berkata-kata apa-apa lagi."dhi maaf kalo aku nyinggung kamu, kamu boleh koq nggak nerima ini,, dan nyegat aku tiap pagi buat nyontek pe-er" ucap zara merasa nggakenak hati melihat ardhi hanya terdiam."huuuh kamu bener za aku nggak bisa terus ngandalin kamu ! suatu saat aku harus berdri sendiri maksih atas bukunya .. kamu mau kan nganjari aku""pasti dhi……! asal ada uang privatnya aja hee hee" ujar zara cengengesan."dasar…!"—————— ————————— ————————————zara berjalan santai menuju kelasnya pagi iniardhi masih menyegat dia untuk nyontek pe-er tapi makin jarang-dan jarang ,sampai akhirnya tak pernah lagi menunggu didepan kelas untuknyalin pe-er lagi walau zara kadang merasa kehilangan tapi dia senang melihat ardhi bisa berubah.ardhi tiba-tiba menghampiri bangku zara sesuatu yang belakangan jarang dilakukannya."hai za"" ardhi tumben..! da perlu apa nih" ujar zara yang sebenarnya kangen semenjak ardhi bisa ngerjai semua sendiri ia jadi jarang nyamperin zaralagi."aku kesini gak pengen bicara soal pelajaran lagi .tapi pengen ngajak kamu nonton mau ya.. ya..!" ujar ardhi sambil mengedip-ngedipkan matakonyol."boleeh" jawab zara sanbil tersenyum super manis pada ardhi, ungkapan rasa kangen belakangan jarang berbincang….***PENULIS: IBNU SINYAL ALAMAT FACEBOOK : IBNU SINYAL ALMAGHRIBIALAMAT EMAIL : RADENSINYAL@GMAIL.COM…………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*