Cerpen Sahabat Terbaik Be the Best Of A Rival ~ 04

PS: Untung aja aku baru ngabisin baca novel yang sukses bikin aku berfikir positif… Kalau nggak, Nggak tau deh..
Thanks to "Mellisa"…
Part sebelumnya silahkan baca "Cerpen persahabatan be the best of a rival part 3".

Credit Gambar : Ana Merya
Keesokan harinya, farel sengaja bangun lebih pagi dari biasanya. langsung bersiap – siap untuk kesekolah. mamanya aja sampai heran. Biasanya kan farel baru bangun kalau udah di bangunin. itu juga harus pake olah raga suara alias teriak – teriak. la ini?. Selesai sarapan farel langsung tancap gas.
Setengah jam sebelum bel farel sudah stanby di sekolah. Pak danang, penjaga sekolah juga sempat hewan waktu melihat wujudnya pertama kali. Gimana nggak biasanya paling cepet ia baru datang lima menit sebelum bel, seringnya sih lima menit setelah bel.Dan untuk masuk juga harus nyogok dulu pake makanan baru bisa masuk. Tapi kok sekarang tumben banget.
"Tenang pak. Mulai sekarang saya udah tobat" kata farel karena pak danang masih menatapnya heran.
"Yah…. udah nggak ada jatah sarapan lagi donk. e,.. Tapi nggak papa deh. Mungkin ini lebih baik " keluhnya sambil tersenyum.
farel juga ikutan tertawa mendengarnya. Setelah pamit ia segera menuju ke kelasnya. Hal yang sama lagi – lagi ia dapatkan. tatapan heran para sahabat nya juga terarah padanya.
"Woi, mimpi apa loe tadi malem?" komentar andika begitu farel duduk di sampingnya.
"Kejatuhan bulan" sahut farel ngasal.
Sejenak di edarkan pandangannya ke sekeliling. masih sepi. Emang belum banyak teman – temannya yang datang. Tak sengaja Matanya tertuju pada sosok chika yang sedang asik membaca buku. Gila masih pagi udah baca buku.
Setelah meletakan tas ke laci mejanya, farel bangkit berdiri. Walau awalnya sedikit ragu namun tetap di hampirinya chika. Para sahabatnya saling berpandangan heran tapi nggak ngomong apa – apa . Mereka hanya memperhatikan ulah nya yang dirasa sedikit aneh.
"Hei, gue mau ngomong sebentar sama loe".
Chika yang sedang asik membaca kaget mendapati farel yang tiba – tiba ada di depan mejanya. Sejenak ia menoleh ke kanan, kiri dan belakang. Tapi nggak ada siapa – siapa. Apa mungkin farel ngomong sama dia?.
"Gue?" chika menunjuk dirinya sendiri.
"Ia" angguk farel membenarkan.
"Apa?" chika masih bingung.
"Tapi nggak di sini juga kali. loe ikut gue" sahut farel yang membuat chika makin bingung.
"Kenapa?".
"Udah, jangan banyak tanya. loe ikut aja"
Tanpa menunggu jawaban atau penolakan, farel meraih tangan chika untuk di ajaknya keluar. Walau chika masih merasa heran tak urung ia ikut juga.
"Kenapa tu anak?" tanya rio pada andika.
"Loe nanya ma gue?" Andika balik bertanya.
"Memang nya gue harus nanya sama nenek loe?" ledek Rio kesel.
"He he. ya mana gue tau" Andika angkat bahu.
Cerpen sahabat terbaik.
Begitu keluar dari kelasnya, farel membawa chika ke bawah pohon jambu yang banyak tumbuh di pekarangan sekolah. Kebetulan masih sepi karena anak – anak yang laen memang belum banyak yang datang. Tapi belum juga sampai ke tempat yang di tuju, Chika menghentikan langkahnya.
" Kenapa?" tanya farel heran.
"Gue bisa jalan sendiri kali. Jadi loe bisa lepasin tangan gue nggak?".
"Farel yang dari tadi tidak menyadari kalau ia mengandeng tangan chika langsung melepaskan gengamannya. Ia sendiri jadi salah tingkah karena hal tersebut.
"Sory".
"Emang nya loe mau ngomong apa?" tanya chika mengalihkan pembicaraan.
"Ehem…e " Untuk sejenak farel mengehembuskan nafasnya. "Soal kemaren loe cerita sama siapa aja?" sambung farel beberapa saat kemudian.
"Soal apa?" chika balik bertanya.
"Ya soal kemaren. kalau sebenernya yang ngisi pr gue itu ternyata elo"
"O…. itu?. nggak ada" balas chika.
Chika masih merasa sedikit bingung juga takut kenapa Farel tiba – tiba menanyakan masalah itu. Jangan – jangan ia mau marah lagi.
"Nggak seorang pun?" tanya farel lagi. Chika membalas dengan gelengan kepala.
"Termasuk sahabat loe, Clara?".
"Ia"
"Bagus deh. Gue cuma mau minta sama loe. Tolong jangan ceritain ini sama siapa – siapa. Apalagi sampai sahabat – sahabat gue tau kalau secara nggak langsung kemaren itu gue nyontek sama loe. Oh ya, sekalian gue juga minta maaf soal kemaren karena udah sok di depan loe" pinta farel.
Sejenak Chika menatap farel lurus. Kemudian sebuah senyuman terukir manis di sudut bibirnya.
"Kenapa loe tersenyum?" tanya farel heran.
"Nggak kenapa – napa si. Cuma sedikit heran aja sama sikap loe hari ini. Emang bener ya kalau tadi malam itu loe mimpi kejatuhan bulan" tambah chika yang kali ini tidak mampu menahan tawanya.
"Sialan loe. ya nggak lah" sahut farel ikutan tertawa.
Tak terasa hari sudah semakin siang. Teman – teman yang lain juga sudah mulai berdatangan.
"Ya udah. Gue cuma mau ngomong itu doank kok. kalau gitu sekarang gue mau kekelas dulu " Panit farel sambil berbalik.
Chika hanya berjalan mengekor di belakangnya.
"Kok loe ngikutin gue si?" tanya farel heran.
"Siapa yang ngikutin?".
"Elo. Terus kalau nggak kenapa loe jalan di balakang gue?".
"Loe mau ke kelas kan?" bukannya menjawab chika malah balik bertanya. *jangan heran, udah jadi ciri khas cerpen di star night kalau di tanya malah balik nanya*.
"Ia?" angguk farel.
"Ya sama. gue juga mau langsung ke kelas" balas chika santai.
"Ya udah jangan ngikutin gue. Balik aja kekelas loe".
"Nie juga gue lagi jalan mo kekelas. bukannya mo ngikutin elo. Lagian gimana si, bukannya kita sekelas ya?".
"Eh ia ya,… sory gue lupa" farel garuk -garuk kepalanya salting.
"Elo kenapa si?. Beneran aneh deh. sumpah" Kata Chika heran. Saat itu kebetulan mereka sudah sampai tepat di depan kelasnya. "Jangan – jangan loe masih tidur lagi" sambungnya lagi.
"Ya nggak lah. Ada – ada aja loe" Balas Farel sambil tertawa lepas.
Chika ikutan tertawa sambil melankah masuk menuju bangkunya. Begitu juga farel. Tatapan heran dari sahabatnya sama sekali tidak diindahkannya.
"Loe abis dari mana?" tanya Clara begitu chika duduk di sampingnya.
"Dari luar" Balas chika sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya karena barusan bel sudah terdengar. Pasti sebentar lagi pelajaran biologi akan dimulai.
"Kok barengan sama Farel?" tanya clara yang masih merasa belum puas. Kebetulan saat farel mengajak chika tadi ia belum datang.
"emangnya nggak boleh?".
"Boleh si harusnya. Cuma sejak kapan loe akrab sama tu anak. Pake acara ketawa bareng lagi".
"He he… sejak tadi. Lagian loe kenapa si nanya mulu?".
"Karena gue masih heran. Emang nya loe ada urusan apa sama dia?".
"Top secret!" Balas chika sambil tertawa membuat clara cemberut.
Saat clara ingin kembali buka mulut, chika sudah terlebih dahulu mengisaratkan untuk diam karena pak rifai sudah ada di ambang pintu.
Cerpen Sahabat Terbaik
Sepertinya kejutan pagi ini belum cukup, karena tanpa ada angin tanpa ada hujan Pak rifai datang dengan setumpuk soal ulangan. close book lagi. Hal ini jelas saja membuat semuanya protes, Tapi dalam hati. Mana ada yang berani ngomong secara pak rifai kan memiliki tampang kayak teacher di Gurukul dalam filem mohabaten. filem Hindi favoritnya star night. Jadi mana ada yang berani protes.
Seketika suasana kelas hening kayak di kuburan. Eh nggak ding, Itu terlalu lebay kayaknya. semua siswa mengeluarkan kertas selembar. Sementara vino yang di tugas kan oleh pak rifai untuk mengumpulkan buku catatan langsung beraksi melakukan yang terbaik. Ini tentu saja menambah siswa yang tidak belajar makin mengkeret. Termasuk farel dan para sahabatnya.
Waktu terus berjalan. Sisa waktu masih setengah jam sebelum pelajaran berakhir. pak rifai masih setia mondar – mandir kayak setrikaan untuk mengawasi siswanya. Begitu sampai di samping chika langkahnya terhenti begitu mendapati sang target sedang menutup penanya.
"Kamu sudah selesai chika?".
Pertanyaan yang di lontarkan pak rivai sukses menarik perhatian anak – anak yang laen. Secara tuh soalkan njelimet banget susahnya.
"Udah pak".
Suara lirih Chika menarik perhatian sahabat sebangunya yang menatap tajam. Asli nggak percaya.
Pak rifai segera menelitai hasil kerja chika. setelah beberapa saat kemudian.
"Bagus. Kalau gitu silahkan kamu istirahat duluan. Bapak nggak mau ada yang nyontek sama kamu".
"Baik pak" sahut chika sambil mengemasi buku – bukunya.
"Clara, Gue ke perpus dulu ya" pamit chika sebelum berlalu keluar diikuti tatapan takjub dari seluruh penghuni kelas.
"Gila tu anak. Gue aja setengahnya juga belom. Masa dia udah selesai. Yang benar saja lah" Bisik andika ke Farel.
"Ia nih. Mana susah banget lagi. Liat punya loe donk" balas Farel balik berbisik.
"Ehem…!".
Deheman pak rifai membuat nyali farel dan sahabatnya ciut. cep. Pada diem.
Begitu bel berbunyi, Pak rifai meminta semua muridnya untuk mengumpulkan kertas ulanganya. Terserah udah selesai atau belum.
"Idih. Kayak monster banget si. Ngasi ulangan dadakan. semaunya aja" Gerut Arfan begitu bayangan pak rifai sudah tak terlihat.
"Ia mana tadi gue belom kelar lagi. Heh pasti ancur deh nilai ulangan gue kali ini" tambah Rio.
"Tapi chika hebat ya?. padahal kan tadi masih ada sisa waktu setengah jam, kok dia udah selesai ya?" Puji varian.
" Ia tu anak emang brilian banget" salsa nambahin.
Vivi dan para sahabatnya lebih memilih kabur dari pada kuping nya makin panas mendengar pujian yang nggak penting.
Next part At Cerpen sahabat Be The Best Of A Rival part 5.

Random Posts

  • Ketika Cinta Harus Memilih 02 ~ Cerpen Cinta

    Ketika Cinta Harus Memilih _ Kali ini bagian dua. Part sebelumnya pasti udah pada baca donk?. Buat yang belum baca, Monggo silahkan di baca dulu biar nyambung.Oke deh, Biar nggak ada lagi yang penasaran, kita cek langsung ke cerpennya aja yuks. Dan untuk cerita sebelumnya bisa di klik di Ketika Cinta Harus Memilih ~ 01.Ketika Cinta Harus MemilihKarena Benci kita bersamaKarena Cinta kita berpisahDan karena perpisahanlah akhirnya kita bersatu #Ketika Cinta Harus Memilih"Lepasin gue. Apa – apaan sih loe?!" geram Cinta sambil menghentakkan gengaman tangan Rangga hingga terlepas.Saat ini mereka berdua memang telah jauh meninggalkan teman – temannya."Hei, apa loe suka sama gue?" tanya Rangga langsung tanpa memperhatikan ekspresi kesel Cinta sama sekali.sebagian

  • Cerpen Cinta: Semuanya Tinggal Kenangan

    Semuanya Tinggal KenanganOleh : Nadia RahmiAku tidak pernah menginginkan semuanya begini, walau yang terjadi hanya kebohongan dan kepalsuan yang kau berikan padaku. Dan sekarang kau tinggalkan aku, meninggalkan luka dan perih yang sangat mendalam di hatiku. Kau telah pergi meninggalkan aku, meninggalkanku untuk selamanya dan tak akan pernah mungkin kembali lagi. Tapi, apalah dayaku, semuanya sudah ditakdirkan oleh sang Maha Pencipta.****Ceritanya berawạl saat aku duduk di kelas IX SMP. Aku mempunyai seorang cowok yang bernama Rian, dia adalah cinta pertamaku. Aku mengenalnya melalui Facebook. Pada awalnya kami hanya berteman, malah kami jarang sekali menyapa, paling-paling kami chattingan ketika ada yang penting untuk kami bahas. Tapi seiring berjalannya waktu hubungan kami pun semakin akrab, malah bisa dibilang sangat akrab. Aku ingin mengenalnya lebih jauh lagi, meskipun ada penghalang bagi kami, yaitu jarak antara kami berdua cukup jauh, aku tinggal di Aceh dan dia di Jakarta.Ouchhhhh iya, aku lupa mengenalkan identitasku, namaku Nara, tepatnya Nara Agustina, aku tinggal di Aceh, sekarang aku bersekolah di sebuah sekolah Negeri di kotaku. aku baru kelas IX SMP, memang masih telalu dini untuk mengenal "Cinta", tapi itulah kenyaataannya. "hehehe"… Kita lanjut lagi yokk ceritanya…Walaupun jarak kami cukup jauh tapi kami tetap bisa berkenalan melalui "facebook" atau "smsan"…,, Sudah 1 bulan hari-hari kulewati bersama Rian, dan aku mulai ada rasa padanya, "entah rasa apa itu, pedas, asin, manis, atauuuu aku tidak tahulah.??!!.". Tapi apapun yang sedang aku lakukan aku selalu mengingatnya, kayak lagu Duo Maya aja…Aku mau makan ku ingat kamuAku mau tidur juga ingat kamuAku mau pergi ku ingat kamuOh cintaInikah bilaku jatuh, jatuh cinta.,,yachh kira-kira seperti itulah perasaanku sekarang ini. "Oh Tuhan, apakah ini yang dinamakan jatuh CINTA..???"gumamku.Aku memang tidak pernah merasakan perasaan seperti ini selama aku hidup..:) Sepertinya aku mulai menyukai Rian, dan aku pun mulai menyayanginya. Tapi, apakah perasaan Rian padaku sama dengan perasaanku padanya?? ingin rasanya aku mengungkapkan padanya, bahwa aku sangat mencintainya, aku sangat menyayanginya. Tapi aku tidak punya keberanian sedikitpun untuk hal itu, aku malu, karena aku hanya seorang cewek, dan masih terlalu gengsi untuk menyatakan cinta pada seorang cowok seperti Rian, walaupun sebenarnya aku sangat menyayanginya.Yang bisa aku lakukan sekarang adalah menunggu, siapa tahu, suatu saat nanti Rian juga akan memiliki perasaan yang sama denganku.. "Yachh semoga saja.:)" harapku.****Malam hari, ketika aku sedang membaca novel, ya memang membaca novel adalah salah satu hobiku, karena suatu saat nanti aku ingin menjadi seorang penulis yang terkenal keseluruh penjuru dunia. "semoga saja terwujud..doain aku yachh.. hehe :)"..kembali lagi kecerita kita sebelumnya,,Tiba-tiba ponselku berbunyi, tanda ada pesan masuk, dan ternyata pesan itu dari Rian, sahabat yang aku cintai..cepat-cepat aku mengambil ponselku dan segera membaca pesan darinya.Rian : "Hai Ra, aku boleh nanya sesuatu nggak?"Nara : "Hai juga, boleh. memangnya mau tanya apa?"Rian : "Tapi jawab yang jujur ya, Kamu dah punya cowok belum?"Nara : "Haghh,??!! Nara nggak punya cowok"Rian : "Sama donk,."Nara : "hahaha…jomblo-jomblo sejati kita yach"Rian : "Nara, kamu mau ga jadi cwek aku??"Nara : "???? ga usah becanda lah ka!!"Rian : "Aku serius Ra, Jujur, seiring waktu berlalu aku dah mulai sayang sama kamu, Apakah kamu memiliki perasaan yang sama denganku??"Nara : "Gimana yachhh?_?"Rian : "Kamu mau nggak jadi cewek aku??"Nara : "kalo Nara boleh jujur sihh, sebenarnya…."Rian : "…???" Rian penasaran sekali.Nara : "Nara juga sayang sama kakak.,"Rian : "SERIUS???!!"Nara : "*_~"Rian : "=_=, jadi sekarang kita…"Nara : "iya"Rian : "Makasih ya sayang, kamu udah mau nerima cinta aku, Love you.. :*"Betapa senangnya aku malam ini, ternyata tidak sia-sia penantianku selama ini. Aku langsung menelpon Mira, sahabatku sekaligus dia juga sahabatnya Rian, dan kuceritakan semua padanya bahwa aku telah jadiah sama Rian.****Waktupun kian berlalu, aku semakin sayang sama Rian, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa saat aku bersamanya..Setiap malam setelah belajar aku tidak pernah lupa mengirim sms padanya,,.. dan pada saat aku mau tidur, Rian juga tidak pernah lupa mengucapkan kata "I Love You Nara" padaku, dan aku langsung membalas "I Love You too Rian". Itu membuktikan kalau dia benar-benar sayang kepadaku. akupun tidak pernah curiga sama sekali padanya. Tapi yang membuatku penasaran adalah knapa setiap aku smsan sama dia, dia selalu bilang lagi minum obat, saat itu aku tidak bertanya padanya, obat apa yang dia minum, karena aku pikir mungkin dia hanya sakit biasa, atau hanya minum vitamin…****Sampai suatu hari, dia mengirim sms kepadaku,From : My first love Rian"Ass. wr. wb. De, maafin aku ya, kayaknya lebih baik kita putus aja, aku tidak mau membuatmu kecewa dan sakit hati padaku nantinya. Sekali lagi maafin aku, aku tidak pernah bermaksud menyakiti hatimu."Seketika air mataku menetes , aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, rasanya mulutku keluh untuk berucap.. lalu aku membalas pesannya.To : My first love Rian"Apakah ini yang kau sebut tidak akan mengecewakanku, Aku benar-benar kecewa sama kamu. Kamu tega mempermainkan aku seperti ini..Baiklah, jika ini memang keputusanmu, aku akan berusaha menerimanya,.Aku akan merelakanmu. Tapi, adakah kesempatan untukku, untuk menjadi sahabatmu seperti dulu lagi. Aku tahu, itu sangat susah untuk ku lakukan, tapi aku akan mencobanya..!"From : My first love Rian"Maafkan aku ya Ra.Tentu, aku sangat senang jika kamu masih mau bersahabat denganku, aku sangat berterimaksih.Dan.. aku punya 1 permintaan padamu..bolehkah aku memintanya??."To : My first love Rian"Boleh, asalkan itu tidak menyakitiku."From : My first love Rian"Aku mau kamu tidak akan pernah membenciku karena hari ini aku telah menyakitimu?!"To : My first love Rian"Iya, aku tidak akan pernah membencimu, karena aku sangat menyayangimu, sampai kapanpun rasa itu akan tetap ku jaga, walaupun kita tidak bersama lagi."From : My first love Rian"Terima kasih ya Ra.,"To : My first love Rian"Ya, sama-sama kak."Sejak saat itu hubunganku dengan Rian masih baik-baik saja. Walaupun kami hanya bersahabat, aku sudah cukup senang untuk itu.****Pada suatu hari, entah kenapa Rian mengajakku balikan lagi, Rian bilang dia masih sayang sama aku, sulit sekali untuk melupakan kenangan-kenangan indah bersamaku. Dan tanpa berpikir panjang aku langsung menyetujuinya. Karena memang aku masih sangat mencintainya.Tapi…setelah 1 minggu kita balikan, entah kenapa dia tidak pernah menghubungiku lagi, malahan dia tidak pernah mengirimkan 1 sms pun untukku, untuk menegurku saja dia tidak pernah. Aku mencoba menghubunginya, sudah berkali2 ku sms dy, tapi tidak ada balasan, lalu aku telpon, dy pun tidak mengangkatnya.Aku semakin gelisah, apakah yang telah terjari padanya, pikiranku tidak karuan, tapi aku tidak boleh berpikiran negatif, aku harus tetap berpikiran positif. Aku harus bersabar, mungkin saja dia sedang sibuk dengan sekolahnya, karena pada saat itu dia sudah kelas XII SMA.****Hari demi hari kulalui tanpa kabar sedikitpun darinya. Lalu terpikir dalam benakku, "kenapa aku tidak buka facebook aja? mungkin dari sana aku bisa mendapatkan informasi tentangnya,, ". Setelah ku buka fb, aku langsung masuk ke wall nya, aku lihat disana tidak ada aktifitas sama sekali. aku semakin gelisah, tanpa sadar aku meneteskan air mata. Tapi aku tidak boleh menyerah, aku harus terus berusaha mencari informaai tentangnya.Aku teringat kepada temannya Rian yang bernama Alvin,"kenapa aku tidak coba tanya sama dia aja, mgkin saja dia tahu"pikirku. Aku langsung mengrim pesan kepadanya, aku tanya tentang Rian kepadanya. Dan setelah Alvin menceritakan semuanya padaku, aku kaget sekali. dia bilang "Rian sudah pergi ke Seoul, Korea seminggu yang lalu untuk berobat, penyakitnya sudah parah sekali"jawabnya. Tapi dia tidak mau menyebutkan nama penyakit Rian, Alvin bilang ini adalah rahasia keluarga Rian. Tapi yang sangat menyakiti perasaanku adalah, kenapa Rian tidak pernah bercerita tentang penyakitnya kepadaku? semestinya jika dia memang mencintai aku,dia ceritakan semuanya padaku, agar aku tidak menderita seperti ini. Dan yang paling membuatku sedih adalah ketika dia pergi ke Korea, dia tidak memberitahuku. Lalu aku teringat pada ucapan Rian ketika dia memutuskan aku pertama kali, dia bilang dia tidak mau membuatku sakit hati, apakah ini yang Rian maksud??!! Aku bingung sekali.Setelah aku tahu hal itu, tidak pernah telewatkan hari-hariku untuk selalu memanjatkan doa kepada Allah agar Rian segera sembuh dan dia bisa menepati janjinya padaku, yaitu dia akan selalu menjagaku sampai maut memisahkan kita.****Sampai pada suatu hari, aku begitu shock saat aku mendapat telepon dari sahabatku Nadia, dia bilang "Ra, yang sabar ya ra,, aku terpaksa memberitahukan hal ini padamu, aku nggak mau kamu sedih. Tapi inilah kenyataannya ka Rian sudah pergi meninggalkan kita, pergi menghadap Allah S.W.T. Dan sekarang jenazahnya lagi dalam perjalanan pulang ke Indonesia, Jg nangis ya Ra, aku juga ikut sedih kalo kamu sedih, aku sayang kamu Ra, aku nggak mau kamu knpa2." ceritanya panjang lebar.Setelah mendengar kabar itu, air mataku langsung jatuh membasahi pipiku, badanku terasa menggigil hingga aku tidak bisa berkata2 apa2 lagi. Sekarang yang bisa aku lakukan adalah menangis dan menangis, hidupku terasa hancur, seperti ada yang kehilangan dari diriku. Sulit sekali untukku mempercayai kenyataan ini. Butuh waktu lama untuk menerima semua ini.Sudah berhari-hari aku terlarut dalam kesedihan. Kepergiannya begitu mendadak bagiku, sulit untukku menerimanya, tapi ini semua telah terjadi, dia meninggalkanku. Aku harus tabah, karena ini sudah takdir dari yang Maha Kuasa."Ka Iyan, aku akan selalu mendoakanmu, supaya kakak ditempatkan diantara orang-orang yang beriman. Walaupun kk telah tiada, cintaku tidak akan pernah pudar untukmu, NARA SAYANG KA IYAN sekarang dan selamanya. Semoga kelak nanti kita akan dipertemukan di alam sana. Amin ya Rabbal Alamin"****Sekarang aku harus semangat menjalani hidupku, aku harus tetap tersenyum, aku tidak mau Rian sedih karena melihatku menangis karenanya. Dan aku tahu, aku tidak sendiri, aku masih mempunyai sahabat yang selalu ada untukku dalam suka maupun duka, dalam tangis maupun tawa. Mereka yang selalu menghiburku saat aku sedang sedih karena teringat sama Rian. Aku tidak mau kehilangan mereka, karena aku sangat menyayangi mereka.Sekarang, yang harus aku lakukan adalah menggapai cita-citaku setinggi mungkin, yaitu menjadi seorang penulis yang terkenal. Aku akan membuat semua orang bangga kepadaku. Terutama orang tuaku, saudara-saudaraku dan sahabat-sahabatku.»NEVER GIVE UP MY FRIEND«*THE END*Ini adalah cerpen pertama yang aku tulis, jadi, maklumlah kalo masih banyak kesalahan. Cerita ini aku ambil dari kisah cinta sahabatku. Aku juga butuh kritik dan saran dari kalian semua agar aku bisa lebih baik lagi kedepannya. Terima Kasih sudah mau membaca cerpenku.Profil Penulis :Nama lengkap: Nadia RahmiPanggilan : NadiaTTL : Geundot, 28 Maret 1998Alamat : Jln.Jangka /Ds. Geundot, kecamatan Jangka, Matangglumpangdua, Aceh. 24261Pekerjaan : Pelajar di SMP Negeri 1 PeusanganHobi : Membaca, menulis, dan mendengarkan musik.Minat : Menjadi dokter, menjadi penulis yang karyanya bisa dibaca banyak orang, dan membahagiakan orang tua tentunya.Email : Nadiarahmi28@yahoo.comFacebook : http://m.facebook.com/nadia.belieberforever atau Nadiyeaa Gadiezz Yg-lebayAndnarsisTwitter : @Nadia_Rahmi98

  • Cerpen Cinta: JARAK DAN KITA

    Sebuah Cerpen Cita tentang hubungan jarak jauh. Dikirim oleh Lelie Liana dan merupakan cerpen keduaya. Cerpen pertamanya yang berjudul Damai Bersamamu, Flora pernah juga dimuat di Gen22 Blog.JARAK DAN KITAoleh: Lelie Lianatrangggg!! awwwwJenny sukses mengacaukan suasana pagi di rumahnya.“aw, ini gelas kok bisa jatuh sih Jen?” Bunda memandang pecahan gelas yang berserakan di lantai“ maaf Bund, Jenny nggak sengaja” dengan tampang yang sedikit didramatisir Jenny meminta maaf“ makanya, lain kali jangan minum sambil ngelamun!” Bang Tyo nimbrung tanpa diminta“ih nyebelin banget sih,bukannya bantuin malah ngomporin” Jenny ngedumel dalam hati“ sudah, abang jangan bikin suasana tambah kacau ah, Jenny, rapiin bekas gelasnya yah, habis itu langsung sarapan di ruang makan, ayah udah nungguin dari tadi tuh “ Bunda berkata sambil berlalu“ Iya Bund” Jenny mengangguk sekaligus memeletkan lidah tanda kemenangan ke arah bang Tyo yang terlihat kesal karena komporannya hari ini nggak berhasil“ wee, emang enak dikacangin! Hahaahaha” Jenny membersihkan pecahan gelas yang berantakan dan berlalu meninggalkan abangnya yang terlihat masih kesal karena usahanya sia – sia.Begitulah yang terjadi setiap hari di keluarga Subagiyo, pengusaha yang kesehariannya terkenal sebagai seseorang yang low profile dan penuh dengan kedipsiplinan dan kerja kerasnya. Jenny, Putri kedua dari Pak Subagiyo dan Bu Ratna. Nama lengkapnya Jennyfer Ken, cantik, pintar, bersikap manja dan ramah, namun sedikit ceroboh. Baru duduk di kelas dua SMU, dan menjabat sebagai wakil ketua osis. Andre Johntyo adalah putra pertama. Lahir sabagai anak laki – laki dengan tampilan fisik nyaris sempurna dan selalu mampu membuat mata kaum hawa tak mampu berpaling. Jago basket, juara olimpiade komputer, ketua osis, dan selalu juara kelas. Alhasil kakak beradik tersebut menjadi populer di kalangan makhluk sekolah yang notabenenya adalah sekolah swasta favorit dengan lebih dari seribu siswa. Dan tak mudah untuk menjadi seseorang yang top di sekolah, itulah yang dirasakan oleh Jenny. Setiap hari ia harus tahan godaaan dan terpaan gosip yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tak pernah puas jika ngeliat Jenny bahagia. Seperti yang terjadi pagi itu.“ ssttt, si nona perfect mau lewat, minggir, beri jalan” teriak Nita, ratu gosip sekolahan. sifatnya nggak jauh – jauh dari ratu gosip pada umumnya, suka sirik, panas kalau ngeliatin orang yang lebih “ wah “ darinya, dan yang pastinya bahan sekecil apapun bisa dijadikan gosip. Tapi meskipun udah dipermalukan berkali – kali, tetap aja Nita menjadi Ratu gosip, seperti pagi ini, udah jadi kebiasaan Nita setiap Jenny datang, selalu dikatan si nona perfect, jadi Jenny tetap tenang nanggepin Nita.“ eh nona perfect, tadi lu dicariin tuh sama Bobby“Ciii! Kontan mendengar nama Bobby, Jenny langsung noleh.“ serius lu?”“tapi BOHONG! Hahahaaaa” Nita tertawa puas sudah berhasil membohongi Jenny“ sialan! Kalau bukan gara – gara masih pagi, udah gue jitak lu! “ guman Jenny kesal lalu masuk kelas . Di kelas , Jenny meletakkan tas volcomnya dengan kesal“ wess, si nona perfect udah datang, napa tuh muka, pagi – pagi jelek banget “ tegur Igha, sahabatnya yang sekaligus ketua kelas“ gue sebel sama Nita, pagi – pagi gue kena kibul sama dia ““ ahahaha, nasib lu! Udah tau dia ratu gosip, masih aja lu percaya sama omongan dia” Igha tertawa geli“ abisnya dia bilang Bobby nyariin gue, ya spontan aja gue noleh “ “ heh? Bobby ? lu masih ngarep sama dia, Jen? Bukannya dia udah pindah ke luar negeri? Lagian lu sih ga mikir, kalau dia nyariin lu, ga mungkin dia datangin si Nita, secara otomatis dia bakalan ngasih tau lu dulu kan sebelumnya “ Igha mencoba untuk menganalisis keadaan.“ iya sih gue tau, tapi siapa tau aja dia mau datang tanpa pemberitahuan dan mau ngasih surprise ke gue “ lanjut Jenny membela diri.“ yeee, ngarep lu Jen! “ Igha tersenyum geli.“ huh, garing lu! “ jenny kesal . beberapa menit kemudian ia sudah asyik bersama i-pod nya. Igha memandang Jenny. Ia tau betul siapa Jenny dan bagaimana perasaannya sekarang. sudah tiga bulan lebih Jenny memendam sakit hatinya sama Bobby. Satu sekolah juga tau, kalau setahun yang lalu Jenny dan Bobby adalah pasangan paling serasi. Jenny adalah nona perfect, dan Bobby adalah tuan perfect. Setahun yang lalu, Bobby bukan satu – satunya cowo perfect di mata Jenny. Masih banyak cowo – cowo nyaris perfect lainnya yang nyatain cinta ke Jenny dan ditolak. Tapi satu hal yang ngebedain Roy sama cowo – cowo lainnya. Dia cowo yang dewasa. Awalnya Jenny menganggap Bobby hanya sahabat, tapi kedekatannya dengan Bobby tanpa sadar membuat Jenny begitu merasakan bahwa diantara mereka bukan hanya sebagai sahabat , tapi lebih dari itu. Hubungan mereka berlanjut, seperti yang Jenny rasakan, akhirnya mereka jadian selama enam bulan. Bukan waktu yang singkat untuk menjalin sebuah hubungan, tapi Bobby lebih memilih untuk mengakhiri hubungan itu karena jarak. Bobby pindah ke luar negeri, itu cukup membuat Jenny down dan nggak mau pacaran lagi, sampai sekarang. “ dueng! Ngelamun terus loe, Bobby Bobby Bobbyyyy, Jenny kangen nihh, hahahahhaa” igha ketawa ngakak“ sadis loe, bete gw”“ abisny muka loe jelek banget kalo lagi bengong gitu, udah ah, ntar ga ada yang naksir loh ““ masa sih gha,perasaan muka gw ga gitu – gitu banget deh”“ iya tau, tapi jangan gitu juga kalii, udah ah, jangan ngelamun lagi “Begitulah kehidupan Jenny, nyaris PERFECT, mirip cerita di novel – novel dan cerpen, tapi sayang kehidupan cintanya tak begitu sempurna . Tok tok tok“masukk”Tralaaaaa, Surpiseeee…“Jen? Are you ok?”…“hello”…“hey!”“oh, sorry! Bobby? ini beneran loe?” “Iyalah, masa arwah gue, gile lu, gue masih idup kalii”Oh my God, Bobby cakep banget, Jenny sampe pangling“Stress lu ya, kapan lu balik ke Indo? jahat, kenapa sih lu ga bilang ke gue?”“idihh nona cantik ngambek, gue udah di Indo kemaren, sengaja aja bkin surprise buat lu”“ihhh nyebelin, gue kangen banget sama lu”“hmmm, beneran?”“tapi BOHONG! hahaha”Malamnya Jenny terlihat senang, bukan mimpi tapi ini nyata, sekarang Roy ada di hadapannya, bahkan have dinner bareng.“hmmm, Bobby..”“ya Jen, kenapa? ngomong aja”“hmm… lu masih punya rasa ga sama gue?”“rasa? rasa apaan? rasa jeruk, apel, atau mangga?”“garing! gue serius!”“ops, ok nona manis, sorry. hmmmmm, gimana ya Jen, gue masih sayang sama lu, tapi lu ngerti kan, gue ga mungkin balik lagi ke Indo, banyak hal yang ga mungkin dalam hubungan kita, lagian gue udah punya seseorang disana”DEGGGGG!Tiba – tiba Jenny merasakan periihhhhh yang sangat perih didadanya. Ternyata cinta tak mampu mengalahkan jarak dan waktu. Perlahan Jenny menjauh.Here is no love anymore, It will be love if you and me together..Twitter : @lelielianaE-mail : Leelieliana@yahoo.co.id

  • Cerpen Remaja ‘FCMCSG’ Part 2

    CerpenFCMCSGBagian 2 Cerpen FCSCMG karya Mia Mulyani bagian kedua. Monggo langsung di baca. Credit Gambar : www.desainkawanimut.comcerpenBegitu pak Retno melangkah keluar meninggal kan kelas, Feisya segera menghampiri meja Sarah. Tau tuh tu anak mo ngapain dari tadi saat belajar justru malah nge'sms buat berengan pulangnya."Ada apaan?" tanya Feisya to the point."Loe keluarnya bareng gue. Tunggu bentar. Gue beresin buku – buku gu dulu"."Emang nya kita mau ke mana?" tanya feisya lagi."Ke parkiran bentar"."Ha?. Mo ngapain?".sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*