Cerpen Sahabat Terbaik Be the Best Of A Rival ~ 04

PS: Untung aja aku baru ngabisin baca novel yang sukses bikin aku berfikir positif… Kalau nggak, Nggak tau deh..
Thanks to "Mellisa"…
Part sebelumnya silahkan baca "Cerpen persahabatan be the best of a rival part 3".

Credit Gambar : Ana Merya
Keesokan harinya, farel sengaja bangun lebih pagi dari biasanya. langsung bersiap – siap untuk kesekolah. mamanya aja sampai heran. Biasanya kan farel baru bangun kalau udah di bangunin. itu juga harus pake olah raga suara alias teriak – teriak. la ini?. Selesai sarapan farel langsung tancap gas.
Setengah jam sebelum bel farel sudah stanby di sekolah. Pak danang, penjaga sekolah juga sempat hewan waktu melihat wujudnya pertama kali. Gimana nggak biasanya paling cepet ia baru datang lima menit sebelum bel, seringnya sih lima menit setelah bel.Dan untuk masuk juga harus nyogok dulu pake makanan baru bisa masuk. Tapi kok sekarang tumben banget.
"Tenang pak. Mulai sekarang saya udah tobat" kata farel karena pak danang masih menatapnya heran.
"Yah…. udah nggak ada jatah sarapan lagi donk. e,.. Tapi nggak papa deh. Mungkin ini lebih baik " keluhnya sambil tersenyum.
farel juga ikutan tertawa mendengarnya. Setelah pamit ia segera menuju ke kelasnya. Hal yang sama lagi – lagi ia dapatkan. tatapan heran para sahabat nya juga terarah padanya.
"Woi, mimpi apa loe tadi malem?" komentar andika begitu farel duduk di sampingnya.
"Kejatuhan bulan" sahut farel ngasal.
Sejenak di edarkan pandangannya ke sekeliling. masih sepi. Emang belum banyak teman – temannya yang datang. Tak sengaja Matanya tertuju pada sosok chika yang sedang asik membaca buku. Gila masih pagi udah baca buku.
Setelah meletakan tas ke laci mejanya, farel bangkit berdiri. Walau awalnya sedikit ragu namun tetap di hampirinya chika. Para sahabatnya saling berpandangan heran tapi nggak ngomong apa – apa . Mereka hanya memperhatikan ulah nya yang dirasa sedikit aneh.
"Hei, gue mau ngomong sebentar sama loe".
Chika yang sedang asik membaca kaget mendapati farel yang tiba – tiba ada di depan mejanya. Sejenak ia menoleh ke kanan, kiri dan belakang. Tapi nggak ada siapa – siapa. Apa mungkin farel ngomong sama dia?.
"Gue?" chika menunjuk dirinya sendiri.
"Ia" angguk farel membenarkan.
"Apa?" chika masih bingung.
"Tapi nggak di sini juga kali. loe ikut gue" sahut farel yang membuat chika makin bingung.
"Kenapa?".
"Udah, jangan banyak tanya. loe ikut aja"
Tanpa menunggu jawaban atau penolakan, farel meraih tangan chika untuk di ajaknya keluar. Walau chika masih merasa heran tak urung ia ikut juga.
"Kenapa tu anak?" tanya rio pada andika.
"Loe nanya ma gue?" Andika balik bertanya.
"Memang nya gue harus nanya sama nenek loe?" ledek Rio kesel.
"He he. ya mana gue tau" Andika angkat bahu.
Cerpen sahabat terbaik.
Begitu keluar dari kelasnya, farel membawa chika ke bawah pohon jambu yang banyak tumbuh di pekarangan sekolah. Kebetulan masih sepi karena anak – anak yang laen memang belum banyak yang datang. Tapi belum juga sampai ke tempat yang di tuju, Chika menghentikan langkahnya.
" Kenapa?" tanya farel heran.
"Gue bisa jalan sendiri kali. Jadi loe bisa lepasin tangan gue nggak?".
"Farel yang dari tadi tidak menyadari kalau ia mengandeng tangan chika langsung melepaskan gengamannya. Ia sendiri jadi salah tingkah karena hal tersebut.
"Sory".
"Emang nya loe mau ngomong apa?" tanya chika mengalihkan pembicaraan.
"Ehem…e " Untuk sejenak farel mengehembuskan nafasnya. "Soal kemaren loe cerita sama siapa aja?" sambung farel beberapa saat kemudian.
"Soal apa?" chika balik bertanya.
"Ya soal kemaren. kalau sebenernya yang ngisi pr gue itu ternyata elo"
"O…. itu?. nggak ada" balas chika.
Chika masih merasa sedikit bingung juga takut kenapa Farel tiba – tiba menanyakan masalah itu. Jangan – jangan ia mau marah lagi.
"Nggak seorang pun?" tanya farel lagi. Chika membalas dengan gelengan kepala.
"Termasuk sahabat loe, Clara?".
"Ia"
"Bagus deh. Gue cuma mau minta sama loe. Tolong jangan ceritain ini sama siapa – siapa. Apalagi sampai sahabat – sahabat gue tau kalau secara nggak langsung kemaren itu gue nyontek sama loe. Oh ya, sekalian gue juga minta maaf soal kemaren karena udah sok di depan loe" pinta farel.
Sejenak Chika menatap farel lurus. Kemudian sebuah senyuman terukir manis di sudut bibirnya.
"Kenapa loe tersenyum?" tanya farel heran.
"Nggak kenapa – napa si. Cuma sedikit heran aja sama sikap loe hari ini. Emang bener ya kalau tadi malam itu loe mimpi kejatuhan bulan" tambah chika yang kali ini tidak mampu menahan tawanya.
"Sialan loe. ya nggak lah" sahut farel ikutan tertawa.
Tak terasa hari sudah semakin siang. Teman – teman yang lain juga sudah mulai berdatangan.
"Ya udah. Gue cuma mau ngomong itu doank kok. kalau gitu sekarang gue mau kekelas dulu " Panit farel sambil berbalik.
Chika hanya berjalan mengekor di belakangnya.
"Kok loe ngikutin gue si?" tanya farel heran.
"Siapa yang ngikutin?".
"Elo. Terus kalau nggak kenapa loe jalan di balakang gue?".
"Loe mau ke kelas kan?" bukannya menjawab chika malah balik bertanya. *jangan heran, udah jadi ciri khas cerpen di star night kalau di tanya malah balik nanya*.
"Ia?" angguk farel.
"Ya sama. gue juga mau langsung ke kelas" balas chika santai.
"Ya udah jangan ngikutin gue. Balik aja kekelas loe".
"Nie juga gue lagi jalan mo kekelas. bukannya mo ngikutin elo. Lagian gimana si, bukannya kita sekelas ya?".
"Eh ia ya,… sory gue lupa" farel garuk -garuk kepalanya salting.
"Elo kenapa si?. Beneran aneh deh. sumpah" Kata Chika heran. Saat itu kebetulan mereka sudah sampai tepat di depan kelasnya. "Jangan – jangan loe masih tidur lagi" sambungnya lagi.
"Ya nggak lah. Ada – ada aja loe" Balas Farel sambil tertawa lepas.
Chika ikutan tertawa sambil melankah masuk menuju bangkunya. Begitu juga farel. Tatapan heran dari sahabatnya sama sekali tidak diindahkannya.
"Loe abis dari mana?" tanya Clara begitu chika duduk di sampingnya.
"Dari luar" Balas chika sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya karena barusan bel sudah terdengar. Pasti sebentar lagi pelajaran biologi akan dimulai.
"Kok barengan sama Farel?" tanya clara yang masih merasa belum puas. Kebetulan saat farel mengajak chika tadi ia belum datang.
"emangnya nggak boleh?".
"Boleh si harusnya. Cuma sejak kapan loe akrab sama tu anak. Pake acara ketawa bareng lagi".
"He he… sejak tadi. Lagian loe kenapa si nanya mulu?".
"Karena gue masih heran. Emang nya loe ada urusan apa sama dia?".
"Top secret!" Balas chika sambil tertawa membuat clara cemberut.
Saat clara ingin kembali buka mulut, chika sudah terlebih dahulu mengisaratkan untuk diam karena pak rifai sudah ada di ambang pintu.
Cerpen Sahabat Terbaik
Sepertinya kejutan pagi ini belum cukup, karena tanpa ada angin tanpa ada hujan Pak rifai datang dengan setumpuk soal ulangan. close book lagi. Hal ini jelas saja membuat semuanya protes, Tapi dalam hati. Mana ada yang berani ngomong secara pak rifai kan memiliki tampang kayak teacher di Gurukul dalam filem mohabaten. filem Hindi favoritnya star night. Jadi mana ada yang berani protes.
Seketika suasana kelas hening kayak di kuburan. Eh nggak ding, Itu terlalu lebay kayaknya. semua siswa mengeluarkan kertas selembar. Sementara vino yang di tugas kan oleh pak rifai untuk mengumpulkan buku catatan langsung beraksi melakukan yang terbaik. Ini tentu saja menambah siswa yang tidak belajar makin mengkeret. Termasuk farel dan para sahabatnya.
Waktu terus berjalan. Sisa waktu masih setengah jam sebelum pelajaran berakhir. pak rifai masih setia mondar – mandir kayak setrikaan untuk mengawasi siswanya. Begitu sampai di samping chika langkahnya terhenti begitu mendapati sang target sedang menutup penanya.
"Kamu sudah selesai chika?".
Pertanyaan yang di lontarkan pak rivai sukses menarik perhatian anak – anak yang laen. Secara tuh soalkan njelimet banget susahnya.
"Udah pak".
Suara lirih Chika menarik perhatian sahabat sebangunya yang menatap tajam. Asli nggak percaya.
Pak rifai segera menelitai hasil kerja chika. setelah beberapa saat kemudian.
"Bagus. Kalau gitu silahkan kamu istirahat duluan. Bapak nggak mau ada yang nyontek sama kamu".
"Baik pak" sahut chika sambil mengemasi buku – bukunya.
"Clara, Gue ke perpus dulu ya" pamit chika sebelum berlalu keluar diikuti tatapan takjub dari seluruh penghuni kelas.
"Gila tu anak. Gue aja setengahnya juga belom. Masa dia udah selesai. Yang benar saja lah" Bisik andika ke Farel.
"Ia nih. Mana susah banget lagi. Liat punya loe donk" balas Farel balik berbisik.
"Ehem…!".
Deheman pak rifai membuat nyali farel dan sahabatnya ciut. cep. Pada diem.
Begitu bel berbunyi, Pak rifai meminta semua muridnya untuk mengumpulkan kertas ulanganya. Terserah udah selesai atau belum.
"Idih. Kayak monster banget si. Ngasi ulangan dadakan. semaunya aja" Gerut Arfan begitu bayangan pak rifai sudah tak terlihat.
"Ia mana tadi gue belom kelar lagi. Heh pasti ancur deh nilai ulangan gue kali ini" tambah Rio.
"Tapi chika hebat ya?. padahal kan tadi masih ada sisa waktu setengah jam, kok dia udah selesai ya?" Puji varian.
" Ia tu anak emang brilian banget" salsa nambahin.
Vivi dan para sahabatnya lebih memilih kabur dari pada kuping nya makin panas mendengar pujian yang nggak penting.
Next part At Cerpen sahabat Be The Best Of A Rival part 5.

Random Posts

  • Cerpen Cinta Romantis | Kala cinta menyapa ~ 01 / 13

    Oke guys, kali ini admin ngeshare sebuah cerbung rekuesan dari salah satu 'adek' dunia maya. Yups, Erwin. Tepatnya itu cerbung Kala Cinta Menyapa. Untuk yang penasaran gimana jalan ceritanya bisa simak langsung ke bawah. Oke guys? Happy reading ya….Kala Cinta Menyapa“Erwin, mau kemana loe?” sapa Joni yang entah muncul dari mana langsung merangkul pundak erwin yang melangkah menuju kekelasnya.Erwin tidak menjawab. Tangannya segera menyingkirkan tangan Joni dari pundaknya. Mencibir sinis kearah sahabatnya. Benar – benar sapaan basi.“Hei, gue punya kabar bagus ni,” kata Joni mengabaikan reaksi Erwin yang dinilai sudah biasa.“Kapan si loe bilang punya kabar jelek?” sindir Erwin sinis, Joni hanya nyengir.“Tapi kali ini gue serius. Di kampus kita ada idola baru. Cewek. Cantik banget." Joni tampa excited ketika mengatakan kalimatnya itu.“Kambing di bedakin aja menurut loe cantik, apa lagi beneran cewek."Joni menahan diri untuk tidak langsung menjitak kepala Erwin. Kalau saja ia tidak menginggat sahabatnya yang satu itu selalu berjasa dalam hidupnya, sudah pasti dari kemaren – kemaren ini orang sudah ia tendang kelaut.“Baik lah, karena sepertinya loe nggak tertarik. Gue nggak jadi cerita. Bisa beneran gondok gue deket – deket sama loe."Selesai berkata, Joni segera berlalu, mendahului Erwin menuju kekelas. Sementar Erwin sendiri juga hanya angkat bahu. Sama sekali tidak merasa bersalah.“Erwin, tunggu bentar."Mendengar namanya di panggil Erwin segera menghentikan langkahnya tanpa berniat untuk menoleh padahal dari suaranya saja ia sudah tau kalau saat ini, Leila, idola di kampusnya yang kini berjalan kearahnya.“Ada apa?” tanya Erwin.“Loe mau langsung ke kelas?” tanya Leila sambil tersenyum manis.“Kalau seandainya gue bilang gue mau nonton dulu loe percaya?"Bukannya kesel atau marah mendengar balasan ketus dari mulut Erwin, Leila justru malah tersenyum manis. Peduli amat sifatnya nyebelin kalau pada nyatannya wajahnya terlalu mengiurkan untuk di jadikan pacar. Seperti kata pepatah, satu kelebihan biasanya mampu untuk menutupi sejuta kekurangan. ^_^“Kalau seandainya loe bilang mau nonton gue pasti akan ikut."Erwin mencibir. Sama sekali tidak merasa lucu mendengar candaan dari mulut Leila barusan. Tanpa pikir panjang ia segera berniat untuk berlalu, namun sepertinya Leila sudah paham akan sifatnya sehingga ia dengan cepat berdiri tepat di hadapannya. Membuat Erwin merengut kesel.“Ada yang pengen gue omongin sama loe," kata gadis itu cepat.“Penting nggak?”“Tergantung. Penting tidaknya itu kan relatif. Tapi sepertinya ini penting."Erwin sedikit mengernyitkan dahi mendengarnya. “Heh, Sepertinya…” gumam Erwin mencibir. “Apa soal hidup matinya seseorang?” tanya Erwin lagi.Walau heran dan sama sekali tidak mengerti maksut ucapan Erwin barusan, leila tetap mengeleng.“Kalau begitu nggak ada yang penting menurut gue,” selesai berkata Erwin segera melangkah. Menepis tangan Leila yang berusaha menahannya.“Oke, gue suka sama loe. Gue mau loe jadi pacar gue,” kata Leila setengah berteriak.Erwin menghentikan langkahnya. Beberapa mahasiswa yang kebetulan berada tak jauh dari mereka ikut menoleh. Memperhatikan keduanya dengan tatapan heran sekaligus kaget. Seorang Leila yang sudah dikenal sebagai idola di kampus mereka dan selalu menjadi incaran para mahasiswa karena terkenal dengan kecantikannya justru malah menyatakan cinta duluan? Apa kata dunia?Dan mulut Leila terbuka tanpa suara saat melihat Erwin kembali melangkah sama sekali tidak menoleh kearahnya apalagi sampai berbalik.“Sialan, gue udah banting harga dia justru malah melongos gitu aja,” geram Leila sambil mengepalkan tanggannya.“Dasar cewek, dimana – mana sama aja,” gerut Erwin sambil terus melangkah.Tepat di belokan kelasnya tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang membawa setumpuk buku-buku yang kini tampak berhamburan di lantai.“Ih, kalau jalan pake mata donk,” kata cewek itu sambil berjongkok mengumpulkan buku – buku. Sementara Erwin sendiri tetap berdiri ditempat, tidak ada tanda tanda ia akan membantu.“Dasar bodoh. Mana ada orang jalan pake mata. Anak TK juga tau kalau jalan itu pake kaki."Mendengar kalimat pedes barusan cewek itu segera mendongak. Menatap tak percaya sosok yang kini berdiri di hadapannya. Sudah salah, tidak mau minta maaf pake ngatain bodoh segala lagi. Siapa yang nggak kesel coba. Namun sebelum mulutnya terbuka untuk protes, Erwin sudah terlebih dahulu melangkah pergi.Kala Cinta Menyapa “Bruk!”Rani menoleh, menatap Irma, sahabatnya yang baru datang dengan tampang kusut. Mana pake menghempaskan buku – buku nya segala lagi.“Kenapa loe?” tanya Rani sambil menutup buku yang sedari tadi di bacanya. Sedikit membenarkan letak kacamatanya agar lebih terasa nyaman di pake.“Emosi gue."“Oh ya? Kenapa?” tanya Rani lagi.“Gila. Gue itu tadi lagi jalan. Terus ketabrak sama si Erwin. Eh bukannya minta maaf apa lagi bantuin dia malah pake ngatain gue bodoh. Mentang – mentang keren suka seenaknya.""Erwin?" ulang Rani dengan kening berkerut, Irma hanya mengangguk.“Siapa?” sambung gadis itu lagi. Kali ini raut kesel Irma berganti menjadi bingung.“Erwin. Idola kampus kita. Jangan bilang loe nggak kenal. Loe kan bukan mahasiswi baru di kampus ini."Rani menyengir sambil mengeleng. Irma yang melihatnya juga ikutan mengeleng. Bedanya kalau Rani mengeleng tidak tau, Sementara Irma mengeleng tak percaya. Sahabatnya yang satu ini beneran kuper. Nggak heran si, kesehariannya memang lebih sering di habiskan di perpus membaca sambil mendengarkan musik dari ipad’nya. Hobi gadis itu selain menfoto dengan kamera yang sering di bawanya kemana – mana."Sudahlah, nggak penting juga," tutup Irma tak ingin membahas siapa Erwin lebih lanjut. Terlebih dosennya juga kini sudah tiba di ambang pintu.Sambil menunggu pelajaran selanjutnya yang baru akan di mulai sekitar setengah jam lagi, Irma segera menarik Rani kearah kantin. Perutnya benar – benar terasa lapar. Begitu sampai di kantin ia segera berjalan menuju kearah satu – satunya meja yang masih kosong. Merasa lega karena kebagian tempat duduk di saat suasana kantin yang memang sedang rame-ramenya. Namun senyuman itu segera raib saat matanya menemukan siapa sosok yang kini ada di meja seberang tak jauh darinya.“Kenapa?” tanya Rani heran saat mendapati perubahan yang begitu ketara dari raut wajah Irma.“Loe mau tau yang namanya Erwin ngga?” Irma sedikit berbisik.“Mana?”.Irma memberi isarat kearah Rani agar menoleh kearah meja seberang. Dimana tampak Erwin yang sedang menikmati soto pesanannya.“Nah, dia itu orang songong. Yang sudah nabrak tapi bukannya minta maaf justru malah menghina orang nggak jelas,” terang Irma sengaja mengeraskan suaranya.Merasa tersindir Erwin refleks menoleh. Mencibir sinis saat mendapati tatapan penuh minat Rani yang menatapnya intens dibalik kacamata yang ia kenakan.Mendapati tatapan sahabatnya yang hampir tak berkedip kearah Erwin jelas membuat Irma merasa kesel. Diinjaknya kaki Rani dengan kekuatan ekstra sehingga gadis itu menjerit kesakitan dan memberikan tatapan protes padanya.“Loe ngapain si ngeliatin dia sampe kayak gitu?” geram Irma memprotes.“Gue lagi mikir aja, dia mirip siapa ya? Kok wajahnya familiar banget. Kayaknya gue pernah ketemu deh,” balas Rani sambil mengigit kuku jarinya. Kebiasaan yang sulit ia hilangkan jika sedang berpikir. Matanya kembali beralih kearah Erwin.“Jangan bilang kalau loe juga menganggap kalau dia itu mirip Jang geun suk?” geram Irma memutar mata. Merasa makin kesel.Hei dia kan sedang bercerita tentang makhluk yang menyebalkan, tapi kenapa raut wajah temannya justru seperti orang yang sedang terpesona? Memang susah kalau punya sahabat super polos.“Aha,” Rani menjentikan jarinya. “Gue inget. Gue memang pernah ketemu sama dia."Kali ini mata Irma mendelik. Beberapa detik yang lalu ia sempat melirik Erwin yang jelas – jelas mencibir.“Hei, loe inget sama gue nggak? Loe kan yang……Aduh,” untuk kedua kalinya Rani menjerit kesakitan. Lagi – lagi kakinya di injek oleh Irma.“Dasar cewek. Dimana aja sama. Sok kenal. Menyebalkan,” gerut Erwin membuat kuping Irma makin panas mendengarnya.“Rani….!!!” panggil Irma lirih namun sarat ancaman.“Tapi kan…” Rani berusaha membantah dengan mata tetap terarah lurus kearah Erwin.“Diem nggak loe."“Hufh…” Rani menghebuskan nafasnya sembari menunduk manut. Tapi mulutnya masih sempat bergumam lirih namun mampu membuat Erwin yang kebetulan sedang menyuapkan kuah sotonya sontak tersedak.“Gue kan Cuma mau bilang kalau dia mirip sama orang yang jatuh kedalam got kemaren."“Ha?” ulang Irma kaget. Tidak yakin dengan kalimat yang baru saja ia dengar.Kepala Rani mengangguk. Dan sebelum mulutnya sempat terbuka untuk menjelaskan, tangannya sudah terlebih dahulu ditarik keluar kantin. Meninggalkan Semua wajah dengan tampang herannya. Bahkan meninggalkan Irma dengan tampang cengonya ketika melihat sahabatnnya di culik terang – terangan tepat dihadapannya. Sebelum Irma benar – benar menyadari apa yang terjadi, Rani sudah menghilang dari pandangan.Begitu sampai di ujung koridor Erwin melepaskan gengaman tangannya. Matanya menatap lurus kearah sosok yang kini berdiri tepat di hadapannya dengan kepala yang menunduk takut. Ingatannya segera melayang ke kejadian kemaren sore.Sepulang dari Rumah Joni, sahabatnya, Erwin segera pulang kerumah. Tepat saat sampai di tingkungan tiba – tiba ada seekor kucing yang lewat dan mengagetkannya padahal pada saat bersamaan di hadapa juga tampak sebuah bus yang melaju kencang. Tanpa banyak pikir ia segera membelokan stang motor tanpa sempat menginjak rem sehingga sukses membuatnya terdampar di pinggiran got. Untung saja luka yang ia alami tidak parah, hanya sedikit lecet di kaki dan ujung sikunya.Saat itu lah kemudian muncul seorang cewek yang kebetulan sedang membersihkan halaman rumahnya. Kemudian segera membawanya duduk di bangku halaman depan rumah, bahkan sempat mengobati lukanya itu juga kalau memberikan obat merah dan sapu tangan termasuk kedalam katagori mengobati. Karena pada kenyataannya gadis itu sama sekali tidak menyentuh lukanya. Hanya saja waktu itu ceweknya cantik. Rambutnya terurai ditambah mata bening yang dimilikinya sehingga sukses membuat Erwin merasakan ‘love at first sight’ untuk pertama kali di dalam hidupnya.Erwin juga ingat saat itu karena saking terpesonanya ia sampai tidak sempat untuk berkenalan karena keburu di potong oleh ramainya orang – orang yang sibuk bertanya – tanya. Karena Erwin memang membenci orang – orang yang terlalu banyak ingin tau masalah yang bukan menjadi urusannya makanya ia memilih untuk langsung pulang.Cuma saat ini Erwin benar – benar tidak mempercayai kalau orang yang berdiri di depannya adalah orang yang sama dengan yang kemaren. Dari penampilannya yang pake kacamata di tambah rambutnya yang hanya di kucir dua benar – benar membuat nya merasa sangksi.“Kenapa loe bawa gue kesini?”Suara bernada tanya itu segera menyadarkan Erwin dari lamunannya.“Loe?” Ttunjuk Erwin tepat kearah wajah Rani yang sontak membuat gadis itu sedikit melangkah mundur. Terlihat jelas raut ketakutan di wajahnya.“Cewek yang kemaren?”Walau takut Rani tetap mengangguk membenarkan.“Rani,” terdengar terikan Irma di kejauhan yang sedang berlari kearahnya. Erwin dan Rani segera menoleh. Menyadari sesuatu Erwin segera mendekatkan wajahnya kerah wajah Rani, membisikan sesuatu yang membuat gadis itu bergidik ngeri.“Berani loe cerita soal kejadian kemaren pada orang lain, mati loe."Setelah memastikan gadis itu mengangguk mendengar ancamannya, Erwin segera berlalu. Tidak ingin menambah masalah dengan gadis yang tadi pagi di tabraknya. Tentang masalah rahasianya bisa ia urus belakangan. Melihat dari raut ketakutan barusan ia yakin semuanya aman.Lanjut ke cerbung Kala Cinta menyapa bagian 2Detail CerpenJudul Cerbung : Kala Cinta MenyapaPenulis : Ana MeryaTwitter : @ana_meryaStatus : CompleteGenre : Remaja, RomantisPanjang : 1.689 WordsLanjut Baca : || ||

  • Akhir Cerita Cinta Nada

    Akhir Cerita Cinta NadaOleh : dellia riestavaldiNamanya GISWARA NADA, biasa panggil NAT/NADA kelas XI IPS 1 di SMA PERMATA INTERNASIONAL.Cewek ini pintar dan berbakat. pelajaran favoritnya adalah SOSIOLOGI.Tinggi badannya 163cm. Mata yang berwarna hitam legam dan rambut sangat hitam lurus sepunggung.kulitnya berwarna coklat terang.semua orang menyukai murah senyumnya itu,senyum manja yang di kangenin semua teman-temannya . Hobbynya adalah ng-GALAU melulu. Saat bel pulang tiba-tiba rara ke kelas adell buat ngembaliin novel Nada yang di pinjemnya,kebetulan Rara anak IPA dan adell anak IPS. Rara adalah sahabat Nada sedari smp, nama aslinya sih Rana Renwardi.Rara menghampiri meja Nada.‘’terkadang bohong ya kalo dia selalu ada buat aku ra?-.-‘’ucap Nada‘’dia siapa Nat?” Tanya rara.‘’kamu lupa Ra? Kan aku sering cerita ke kamu, mulai deh ya kamu Onengnya.itu loh si Fahri.inget kan inget!’’ dengan kesel Nada memastikan supaya Rara inget.‘’yaa lagian aku baru datang langsung bilang kaya gitu ya aku ora ngudeng toh ,iya Nada aku inget kaka kelas itu kan?. ‘’ ucap Rara ‘’iya Ra  ”“kamunya noh kenapa lagi ? nggalau lagi ? ga bosen-bosen sih kamu Nat , akunya melek nih ngeliat kamu nggalau, kaya monyet lagi diare tau ga!’’ ejek Rara“anjritt ngecenya BAGUSSS amat sih Ra!!!!!!!!!!!!’’kata Nada kesel“hahaha tak apalah Nadaku yang cantik(huek), tapi bener tau aku bosen banget ngliat kamu setiap hari murung, diam tanpa kata kaya monyet yang lagi sariawan” serunya pada Nada sambil ketawa puas .“Ra, ga ada yang lebih bagus dari monyet?” ucapnya geram“ga ada Nat!!itu cocok banget buat kamu hahaha, udah ah pulang takut ngamuk nih si NYONYA hhahaha dadah Nada” “kurang ajar lo Ra!!”Nada manyun sambil membereskan buku-buku yang ada di atas meja, dan pergi menuju kelas Risa di XI IPA 5.“Ris hari ini kamu yang nyetir yah, akunya lagi males nih”pinta Nada“siip siip.” Ucap risa* * *Keesokan harinya seperti biasa Nada berangkat sekolah dengan Risa, kebetulan rumah Risa ga jauh banget dari rumah Nada.Sesampainya didepan rumah Risa.“Ris ayo berangkat, ko malah mlongo gitu?”Tanya Nada“oh iya Nat, soryy soryy.”ujar Risa“siip siip gapapa hahha nyantai sist”“ris, kamu tau mantan aku yang namanya Dion?”“iya Nat, aku tau.kenapa?”“sumpah ya seumur-umur baru baru nih aku ngbenci aku sampe BENCIIIIIIIIIII BANGGGEEEETTT sama mantan.”kesel Nada“kenapa je tu cowo ?”“ya kamu tau kan Ris aku putus ama dia gara-gara dia boongin aku, ternyata baru seminggu setelah kita putus dia punya cewek baru, AHH SEMUA COWO TUH YA PADA INTINYA SAMA AJAA !! keheul da urang Ris, teu bogaeun hate kitu si Dion” “idihh jalma naon nu kitu sih, piceun wae dell jalma nu kitu, da baguslah kolo maneh geus putus mah allhamdulillah yah .” “iyaa sih Ris sesuatu banget, tapi kan yang nyuruh aku jadian ama Dion kan ka Fahri ,hayo kumaha coba?”“loh kok bisa? Terus kenapa kamu mau oneng ah.”“iya yah, yaudahlah yang lalu biarlah berlalu”* * *Fahri, dia kaka kelas Nada. Orang yang Nada suka, orang yang mengerti Nada. Entah kenapa akhir-akhir ini dia ga ada kabar, Nada kaget ketika Fahri menyuruhnya untuk jadian sama DION, cowok brengsek yang Nada pernah kenal.Gerutu Nada dalam hati .“sial lagi-lagi gue mikirin tu cowok, belom tentu juga dia mikirin gue .”Kali ini bukan di dalam hati melainkan teriak,hingga teriakan itu terdengar sampai luar kamar Nada.“akkkuuu kkaaannnggggeeennn kkkaaammmuuu FAHRI !!”Tiba-tiba adiknya Nada masuk kamar Nada, sambil bertriak juga dia berhenti di pintu kamar.“woooyy BERISIK !!!!”“yey suka-suka GUE, sana pergi lo dari kerajaan gue”“lagian males juga Karin masuk kamar lo ka”“yaudah sanah pergi !”“sabaar sih, kalo ribut lagi awas aja tak siram !”“SIAPA LO brani siram gue hah !”“siapa aja boleh.” Sambil menjulurkan lidah Karin menutup pintu dengan keras hingga menghasilkan bunyi yang cukup brisik.“sialan, tambah ngrusak suasana aja sih adik gue .. hah!” kesel Nada* * *Setelah berminggu-minggu Nada lost kontak, ternyata kabar buruk menimpa Nada. Tiba-tiba sebuah pesan baru muncul di layar hape Nada. Ternyata pesan Rara.From:RarapelloowNat, fahri ke rumah gue !gue kira dia ama lo, tapi yang gue kaget dia ama NIA, mantannya kaka kelas kita yang suaranya merdu itu.Membaca pesan dari Rara, seakan-akan hati Nada di tusuk-tusuk jarum, cekitcekitcekitcekit. Lagi-lagi Nada meneteskan air mata. Nada langsung tengkurep di atas bantalnya dengan penuh air dimatanya.“aku kira kamu yang terbaik. Tapi, kamu bikin aku jadi pribadi yang buruk, selalu buat aku jadi ngrasa sendiri dan kesepian,”gumam Nada sedih.Lagi-lagi hape Nada getar. Ternyata Rere, sahabat adell waktu kelas 10 yang tinggal di kosan dekat SMA. From: Rere reliableNat, barusan fahri datang ke kosan gue sama teh NIA. Sebenernya ada apa sih lo ama Fahri?Ko dia kesininya bukan sama lo ?Tanpa basa-basi, Nada langsung melempar HP-nya ke sofa sebelah kasurnya.“SEBENERNYA SEMUA INI MAKSUTNYA APA SIH !!GUE GA NGERTI FAHRI, APA YANG LO MAU DARI GUE !!CARA LO MANAS-MANASIN GUE, KAMPUNGAN TAU GA !!” teriak Nada* * *Ternyata Fahri ama Nia udah jadian. Nada termenung sejenak.“gue baru sadar ternyata si Fahri nyuruh gue jadian sama Dion karna dia pengen jadian ama Nia, cukup tau aja gue. Ya gue nyadar diri Nia kan seorang model, okelah no problem gue kalah materi, tapi jangan nyesel aja kalo gue lebih baik dari dia hahaha.”pikiran jelek Nada“dia udah bahagia dengan hidup dia sendiri, gue ga boleh ngrusak itu. Sekarang gue ya gue, dia ya dia. Sekarang mah ambil hikmahnya aja deh. Yang lalu yaudah sana minggat. Sekarang mah gak ada Nada yang selalu nangis gara-gara mikirin orang yang ga pernah mikirin gue. Semuanya CUKUP SUDAH !” jeritan dalam hati Nada.“sekarang gue janji, gue bakal mau pacaran lagi kalo sama DIA, mantan gue si KEVIN. Titik pokoknya. Emang salah gue ninggalin dia dulu. Gue khilaf banget. Maafin gue Kevin, gue yang salah. Sekarang gue harus nunggu lo, nunngu lo bener-bener putus sama cewe lo. It’s ok no problem .”Nada Optimis.* * * “Oktober FREAK, ngbetein aja sih ko pada aneh sih udah 3 orang nyatain cinta ke gue, gue yakin pasti ini cobaan yang tuhan kasih ke gue, Nada please jangan ke goda. Yyeaaahhh gue pasti ga akan ke goda, tetep Kevin ” bicara dalam hati sambil senyum-senyum kecil gitu.Tiba-tiba Nessa temen sebangku Nada melongo ngliat tingkah Nada yang aneh banget, senyum-senyum sendiri lagi.“Nat, lo gak papa kan?” Tanya Nessa heran“hah, apaan Nes? Maksudnya ?” si Nada balik Tanya“loh kok balik Tanya sih? Lo sakit ? apa lagi ga beres tu otak lo?dari tadi senyum-senyum sendiri aja, gue malah di cuekin”“hehehe gue gapapa kok, lagi seneng gitu.”“ahh curang lo, giliran GALAU, KESEL ke gue tapi kalo lagi seneng sendirian aja ”“hehe ni baru gue mau cerita NESSA SAYANG, lagian lo nya sendiri protes duluan ahahha”“ah kebiasaan lo mah ngomong gitu ah, buruan Nat cerita ke gue”desak Nessa“gapapa Nes, gue cuma seneng aja, gue dikasih pikiran yang positive ama tuhan, gue percaya tuhan udah ngerencanain ini semua. Dan tuhan ngejauhin gue dari Fahri gue tau itu pasti yang terbaik buat gue Nes ”dengan sangat yakin Nada mengatakan.sambil melihat dengan tatapan yang kagum, Nessa berkata pada Nada.“Nat, hari ini lo kenapa ko TUMBEN banget berfikiran gitu, ini baru SAHABAt gue ”“cie, lo kagum ya Nes ama gue?”dengan PD-nya Nada bilang sama Nessa.“ahh lo kalo udah dipuji dikit Kumat ke GeErannya” gerutu Nessa.“hehehe, Nes menurut lo, missal lo punya mantan sebut aja X, nah pas lo jadian ama si X itu sampe 1tahun gitu, terus putus deh lo yang putusin si X gara-gara hobby si X memperpanjang masalah yang sepele. Tapi setelah 10bulan kemudian lo baru sadar Cuma dia yang paling mengerti lo, paling setia ama lo, dan sekarang lo pengen dia balik lagi karna lo masih sayang banget ama dia. Terus masalahnya si X udah punya pacar? Gimana menurut lo Nes?gue butuh pendapat lo nih” pinta Nada.“kalo menurut gue, kalo emang guenya sayang banget ama si X, ya gue bakal tunggu dia ampe putus ama cewenya. Emang kenapa Nat lo nanya gitu?”“terus kalo, dia udah putus ama cewenya, lo bakal nglakuin apa ke dia supaya dia balik lagi?”Tanya Nada serius“ya gue bakal sms-in dia terus, bikin dia nyaman dideket gue kaya dulu. Kalo udah berhasil deketin dia, bakal gue Tanya tuh perasaan dia ke gue, sama ga kaya perasaan gue ke dia, GITU NAT !”“makasih ya bebep gue mmuuaacchh, thanks for your opinion.”sambil menyium pipi Nessa, Nada berlari keluar kelas dengan penuh semangat setelah mendengar pendapat dari Nessa. * * *Saat kau tak ada atau kau tak disiniTerpenjara sepiKu nikmati sendiriTak terhitung waktu tuk melupakanmu Aku tak pernah bisa aku tak pernah bisaDengan suara yang lantang Nada menyanyikan lagu ajeng “saat kau tak ada” dengan gitar kesayangannya. Dengan suara merdunya, Nada menyanikan lagu itu dengan penuh perasaan sehingga ia menjatuhkan air matanya. Tiba-tiba ia terhenti, sesuatu terjadi padanya.“kepala gue kenapa, ko sakit banget.” Sambil memegang kepala yang sakitnya, nada menaruh gitarnya disamping tempat tidurnya, dan ia pun tiduran di atas ranjang tempat tidurnya, hingga akhirnya Nada tertidur pulas.* * *sesampainya Nada dikelas.Nada lansung menghamipiri mejanya.“hey Nes, lagi ngapain lo?” Tanya Nada“biasa Nad, buat ulangan hehehe.” Jawab Nessa santai.“good job bebep, ntar gue liat ya.” Sambil tersenyum seakan memohon.“ah curang lo, tapi ada syaratnya?”“apa Nes?”“ntar lo jajanin gue ya?”“oke deh siap.”Nada langsung terdiam, dan lagi-lagi Nada merasakan sakit yang titik pusat sakit itu di belakang kepala Nada. Sambil menahan rasa sakit, Nada duduk dibangkunya.“Nat, lo kenapa?” Tanya Nessa sambil memegang pundak Nada.“sakit banget Nes…”“apanya Nat? lo bilang sama gue?tiba-tiba Nada sudah terjatuh dan tergeletak dilantai, segera Nessa membawa Nada ke UKS.10 menit kemudian, Nada siuman.“Nad, lo gapapa kan?” Tanya Nessa khawatir.“iya Nessa sayang, tadi gue juga gatau ko semuanya jadi gelap”“ulangan di batalin, gara-gara lo pisan.”“asik dong Nes.” Senyum Nada dengan muka pucatnya.“yey asik-asik, gue yang ga asik udah cape-cape bikin contekan, tapi belum selesai juga sih bikinnya hhehehe.”* * *5bulan kemudian.“gue bête, sampe sekarang Kevin belum putus ama pacarnya , gue bener-bener nyesel ninggalin elo, biasanya kalo gue kesepian lo selalu datang kerumah gue, nghibur gue, sekarang siapa yang bakal nghibur gue?bayang-bayang lo yang ga pasti . Gue bingung harus gimana.oh god please help me, im so tired for all about it” gerutu Nada pelan.“gue mau coba sms Kevin ah, tapii, sms , engga , sms, engga ,SMS!”to: myfirstlove gue Kevinhei kev,lo lagi apa ?gimana kabar lo sekarang?“gue ga yakin sms-nya bakal dibales kevin, dia pasti sibuk sms-an ama pacarnya Nabilla ”Nada membuka buku diary-nya, dan ia menulis beberapa kata.god, lepaskan aku dari derita yang tak berakhir saat dia tak ada disisiku.Nada berhenti menulis, Nada senyum kecil ketika HP-nya bergetar. Segera Nada meraih HP-nya di atas tumpukan buku-buku novel koleksinya.“sialaan, gue kira dari Kevin, ternyata operator” kesel NadaHp Nada bergetar lagi, “operator mau ngerjain gue lagi tah, ga ada kerjaan banget sih operator, ga punya temen sms-an ya jadi sms ga puguh ke gue” kesel Nada.pas Nada menekan tombol Q-pad tersebut, Nada langsung loncat-loncat gembira di atas kasur.“ayyyeee , sms gue di bales ama Kevin !!!!!!!!!!!!” saking gembiranya Nada lupa membuka isi pesan dari Kevin.from: myfirstlove gue Kevinhei Nat,gue baik aja ko.lo sendiri gimana kabar?gue lagi pusing mikirin cewe gue, to: myfirstlove gue Kevingue agak buruk, soalnya suka pusing gitu.Gue juga ga ngerti kenapa.gue belom sempet ke dokter.nyokap gue belum pulang dari bali.lo tau sendiri kan kalo gue kemana-mana ama lo, tapi itu DULU :’)yaudah lo harus sabar ngadepin nabilla,seperti lo ngadepin gue dulu from: myfirstlove gue Kevinyaudah gue anter ke dokter sini,meski lo bukan cewe gue lagi.nyokap lo mau percaya ke siapa lagi?selain ama gue?oia,dan masalahnya lagi gue udah putus sama Nabilla.“THANKKSS GOD, UDAH NGABULIN DOA GUE.GOD, GUE SENENG BANGET HARI INI, TEPATNYA MALAM YANG LAGI UJAN GINI jadi inget dulu, gue pergi nonton ama Kevin maksain ujan-ujanan di jalan, gue jadi pengen kaya dulu god ” senengnya dalam hati.to: myfirstlove gue Kevinbeneran lo mau nganterin gue ke dokter kev ?makasih banget yah kev, gue seneng banget ko lo putus sih ama Nabilla kev?from: myfirstlove gue Kevinkan gue yang nawarin, ya gue maulah.Nada oneng hehehebesok jam 11 gue jemput yah udah takdirnya Nat gue pisah ama Nabilla.udah dulu ya gue mau mandi nih Nat.bye Nada “gue bahagia banget god, bahagia banget , hari ini bakalan tidur nyenyak deh gue “* * *Bunyi klakson sudah memanggil Nada untuk keluar dari rumah .“bentar kev, gue lagi pake sepatu nih” ujar Nada“iyaa santai aja Nat”saut Kevin“yuk, gue udaah siap nih”ajak Nada“ya ayo, gue kan dari tadi nungguin elo”jawab Kevin“hehehe sorry kev”“udah belom Nat”“gue udah duduk dari tadi Kev”“kalo udah ya turun hahaha gue bercanda kok Nat”sesampainya didokter.“siang, siapa yang sakit?” Tanya dokter“ini dok temen saya, Nada.”jawab Kevin“iya saya dok” ucap Nada.“oh, ade ini, sakit apa? Ada keluhan apa?” Tanya dokter“ini dok, saya sering sakit kepalanya bagian belakang, kadang ilang kadang sakit banget sampe Cuma bisa tiduran nahan sakit” jawab Nada“coba diperiksa dulu yah, bagian mana yang sakit ?”sambil memegang kepala Nada dokter mencari sumber kenapa kepala Nada sakit.“nah disitu dok, sakit banget.”“ini semacam …” perkataan dokter terputus“dok, ada WC gak?kebelet nih”“itu disebelah wastafel “ jawab dokterSelama Nada ke WC, Kevin yang bertanya-tanya pada dokter.“dok, Nada sakit apa?” Tanya Kevin“kalo dilihat dari benjolan di kepalanya, itu seperti kista.”“loh? Dok bukannya kista itu Cuma ada di rahim aja?”“ga Cuma dirahim dik,”“kalau kista dikepala bahaya ga dok?”“bahaya, kalo di diemin aja, harus cepat diambil kelenjar di benjolannya. kalo dilihat dari benjolan dikepala Nada, kira-kira udah stadium 3.”“apa ada obatnya dok?”Tanya Kevin serius“ada tapi mahal dik, bisa sampai 750rb. Kalo ga diobati ya terpaksa di operasi, ngambil cairan yang ada dikelenjar kepalanya. Saya bikini resep obatnya dulu ya.”“oh gitu ya dok, makasih ya dok.”pas saat Nada keluar dari WC, tangan Nada langsung di tarik sama Kevin.“ihh apaan sih Kev, sakit nih” kesal Nada“ayo pulang.”“kok pulang Kev, kan belum tau kata dokter apa.”sambil di tarik keluar dari ruang periksa, Kevin berkata .“lo gapapa kok kata dokter, dokter bilang lo harus banyak istirahat aja Nat”Kevin mengeluarkan kertas dari jaketnya.“nih, jangan sampe ilang ya ni resep dari dokter”“loh? Katanya gue gapapa kok obatnya segini banyak Kev?mahal lagi” Tanya Nada heran“udah turutin aja apa kata dokter Nat”“iya aja deh buat lo mah Kev, apa sih yang engga.” Gombal Nada“yyeeyyyy elo malah nggombal Nat, daasssaaarrr”“hahaha, btw kita abis ini mau kemana?”Tanya Nada“ya pulang lahh, kata dokter lo ga boleh kecapean NYONYA.” Sambil ngotot gitu bilangnya“gue BT Kev dirumah ” jawab murung sambil menundukan kepalanya.“gue temenin Nat, tenang aja.” Sambil tersenyum“beneran Kev? Asikk hehehe.” senyum yang bahagia keluar dari mulut Nada.“ayoo pulang Nat.” ajak Kevin.“ayo Kev”* * *Sesampainya dirumah.“Nat, gitar lo mana? Gue pinjem dong.”“itu dikamar gue ambil aja.” Sambil menunujuk kearah kamarnya.“Kev, nyanyiin lagunya five minutes dong, gue kangen sama suara lo.”pinta Nada.“siap tuan puteri” ucap KevinEntah saking nyaman atau menghayati, akhirnya Nada tertidur di pundak Kevin.Kevin terdiam memandang wajah Nada yang cantik itu, dan Kevin pun berkata.“Nada, gue sayang sama lo, gue cinta ama lo, gue jadian ama Nabilla Cuma buat pelarian doang supaya gue ga inget lagi sama lo, supaya gue ga kesepian kalo lagi inget lo.”Kevin terdiam kembali, lalu memindahkan Nada ke kamarnya. Setelah Kevin sudah memindahkan Nada ke kamarnya, Kevin masih saja memandangi Nada, dan akhirnya Kevin mencium kening Nada.dan 1 kata bisikan kecil.“I love you Nada”Kevin keluar kamar mencari pembantu Nada.“bi…!!!bibi..!!” suara mencari bibi“iya, ada apa den Kevin.”“bi saya mau pulang dulu yah, tolong jagain Nada ya bi.”“siap den.”“assalamualaikum”“walaikumsalam den”* * *Pagi yang cerah, secerah muka Nada. Satu SMS masuk dari Kevin.from: myfirstlove gue KevinPagi Nat,maaf ya kemarin sore gue ga pamit ke elo.Gue soalnya gamau ganggu lo.oiyaa 1 lagi.gue sayang elo Nat.-ini ga salah kirim kan? Hahaha kalo salah kirim ngapain musti ada nama gue, pasti itu buat gue… asiiikkk- Nada gembira dalam hatito: myfirstlove gue Kevinoh santai aja Kev, seharusnya gue yang minta maaf.guenya aja yang malah ketiduran.hehe nyaman sih guenya wkakakakak becanda dinkgue juga sayang kok sama elo Kev hehehe from: myfirstlove gue KevinMulai sekarang sekolah gue jemput elo ya, buru sana mandi.ntar gue jemput, gamau tau .-lagiseriusnih-To: myfirstlove gue Keviniye bawel amat si elo Kev.gue mau mandi dulu.bye jelek.20 menit kemudian.“bunyi klakson itu familiar banget, pasti Kevin” jawabnya PedEsetelah keluar luar rumah.“anjriit dugaan gue salah, tukang laundry ternyata hahaha nah itu dia pangeran gue datang”“pagi tuan puteri.”sambut Kevin“pagi Kev, ayo berangkat nanti telat.” Sambil melihat jam tangannya.“yauda atuh buru kamunya teh naik Nat”“hehe iya Kev.”sesampainya di sekolah Nada.“ntar pulangnya gue jemput ya Nat.”“Siap komandan.”* * *Setiba dikelas .“Nessa, !!” teriak Nada“apaan sih Nat, pagi-pagi udah teriak” ucap Nessa“gue seneng hari ini, si Kevin berubah drastic sama gue, ternyata perjuangan gue nungguin dia ga sia-sia Nes , lo percaya ga tadi gue baru dianter ama Kevin.”“terus gue harus bilang WOW gitu?”geram Nessa“Nes ko elo gitu banget sih sama gue . Gue kan Cuma mau niat baik sama elo, gue cerita ke elo, lo ko malah marah gitu sama gue ” kecewa Nada“hahaha kena tipu ! gue bercanda kali Nat.” “tapi bercandanya ga lucu, gue kaget banget elo bilang gitu.”“hahaha ah elo di bercandain dikit aja langsung manyun gitu sih? Payah lo” ucap Nessa“Nes, lo udah belajar ekonomi belom buat ulangan? Gue belom nih, gue kmaren sore ketiduran saking nyamannya deket Kevin hehe” “whuu dasar keenakan itu mah, udah tenang aja, kan gue pakarnya ekonomi hahaha”“iya deh elo pakarnya, makanya jangan pelit ama gue yah ” rayu Nada.“sip sip Nat.”“oia Nes, tadi malem Fhari sms gue gitu, dia nyesel katanya PHP-in gue, dia sekarang udah putus ama Nia, Nia-nya selingkuh ama temen modelnya hahaha kasian banget ya. Ternyata ya Nes.”“iya Nat, udah ah jangan ngurusin Fahri, kan dia Udah KADARLUARSA di hati elo.”mereka berdua sama-sama tertawa.* * *Bel sekolah sudah bertriak 3x kepada murid-murid. Waktunya pulang sekolah, ternyata jam yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.“Kevin mana ya? Ko belom jemput gue.” Sambil mencari motor Kevin di jalanan.5menit kemudian akhirnya Kevin datang.“elo kok manyun sih Nat? ga seneng gue jemput?”“gue bukannya ga seneng, tapi gue bête nungguin elo nih .” Manyun mode on.“maaf ya tadi ban motor gue bocor dideket sekolah gue, maaf gue nyesel Nat.”“forget it Kev, c’mon back to home.”“wait wait, I want to say with you, it’s serious”“any problem with you Kev?why?”“no, I don’t have a problem.”“so, why ?”“mmmmm, I want you back in my life.”“hahhh? Maksud lo? Gue ga ngerti?”“isshh, gue pengen lo balik ma gue, ngerti?”“ohh iya ngerti, terus lo mau apa?”“ya gue mau lo jawab sekarang BODOH.”“yeaahh kalo lo bilangnya gitu gue gamau balik ama elo ah” bercanda Nada“iya deh, tuan putri, elo mau balik ama gue ga?”“iya gue mau balik ma lo, dan gue mau balik kerumah juga nih”“iyaa deh sayang kita pulang”“cie mulai sayang-sayangan hahaha”Menurut Nada hari ini adalah hari yang paling terbaik di bulan November, tepatnya tangal 9 november 2011. Dimana ga ada lagi yang namanya berkhayal tentang Kevin. Semuanya sekarang udah jadi kenyataan . * * *“entah kenapa rasa sakit ini jadi teramat sakit sekali, ya tuhan sakit banget, sebenernya aku kenapa, sakit banget ya tuhan sampe aku ga bisa bangun dari tempat tidur ini.” Ucapnya dalam hatiNada meraih ponsel yang ada di sebelah bantalnya, dan langsung mengSMS Kevin.to: myfirstlove gue Kevin.yang, kamu lagi sibuk ga ?from: myfirstlove gue Kevin.Engga sayang, kenapa yang?to: myfirstlove gue Kevin.Kamu kerumah aku dong yang, please banget :’(from: myfirstlove gue Kevin.Iya yang sekarang aku kerumah kamu yah sesampainya Kevin dirumah Nada.“kamu kenapa yang? Ko pucet banget sih ?” Tanya khawatir Kevin.“gatau yang, kepala aku sakit banget, ngelebihin yang kemarin, rasanya kaya mau pecah, mata aku juga jadi berat banget, yang please buat hari ini aja kamu nginep dirumah aku yah, aku lagi ga pengen jauh dari kamu, aku gamau kamu pergi.” Ucap Nada sambil meneteskan air mata“iya aku nginep sini hari ini, kamu udah minum obat belum sayang?”Nada hanya menggelengkan kepalanya.“kenapa belum diminum?sekarang obatnya mana?”“aku belum beli obatnya, resepnya aja masih di tas aku, kata kamu aku gapapa, jadi aku ga beli obat itu”“sayang ko kamu ga nurut sama aku, yaudah besok aku anter ke dokter lagi ya.”Nada menganggukan kepalanya.“Kev, boleh aku tidur di bahu kamu? Aku pengen banget meluk kamu pokoknya aku gamaau kamu jauh dari aku.”Akhirnya Kevin memeluk Nada.* * *“Nat, bangun Nat.”Sudah berkali-kali Kevin membangunkan Nada, tapi ga ada hasilnya. Akhirnya Kevin membawa Nada kerumah sakit. Dan dokter mengatakan kalau Nada koma.Kevin hanya menunduk di atas ranjang yang ditiduri Nada saat itu.“Nada, please bangun.” Sambil meneteskan air mata Kevin berusaha membangunkan Nada.Pada hari ke4, Nada terbangun dari koma.“KEV..” suara Nada “allhamdullilah, Nad akhirnya lo bangun juga.”“Kev, aku ga bisa nahan rasa sakit ini, aku juga susah ngatur Nafas.”“kamu pasti kuat ko sayang, oia tadi mamah kamu nelpon katanya minggu depan dia pulang.”“Kev, aku pengen meluk kamu.”akhirnya Kevin memeluk Nada.“Kev, maafin aku tapi aku ga kuat untuk sakit dikepala ini Kev, sakit banget. Aku pengen kamu ga akan pernah ninggalin aku, aku pengen kamu jadi cinta terakhir aku, walaupun nanti aku bukan cinta terakhir kamu. Kev, kalau aku pergi sekarang gapapa kan?” Tanya Nada sambil meneteskan air mata.Kevin melepaskan pelukan dari bahu Nada.“walaupun ini sulit banget bagi aku, aku relain kamu Nat, karna aku sayang banget sama kamu, aku ga mau ngliat kamu nangis nahan rasa sakit yang kamu rasain.”Dengan banyak air mata yang menetes di wajah cantik Nada, Nada mengucapkan kata terakhirnya.“kev, tuhan baik banget ya sama aku, tuhan udah ngabulin doa aku, doa supaya kamu balik sama aku. Dari dulu sampe sekarang rasa cinta aku ke kamu tuh ga berkurang Kev, aku pengen kamu jaga cinta aku ke kamu. Dan aku pengen sampai kapanpun kamu jangan pernah ngelupain aku. Sekarang aku pengen tidur, kamu jangan bangunin aku ya.”Nada langsung menutupkan matanya.Ternyata Nada tertidur untuk selamanya, dan Kevin langsung meneteskan air matanya sejenak, dan ia pun langsung memanggil dokter. Lalu Kevin kembali ke kamar yang di tempati Nada, untuk yang terakhir kalinya Kevin mencium kening Nada.Kevin memegang tangan Nada, tetapi ditangan Nada ada secarik kertas yang Nada tulis sebelum ia pergi.Tuhan terimakasih, atas semuanya yang engkau berikan kepadakuwalaupun hanya sesaatKau mengembalikan orang yang amat ku sayangSampai pada saat ini, ia masih di sampingku sekarangTapi aku tau tuhan, ga selamanya ada dia di samping akuTerimakasih untuk dirimu yang aku cintaiYang telah menjagaku tanpa rasa lelahMungkin tuhan telah mentakdirkan kita untuk kembaliDan di pisahkan untuk selamanyaTapi percayalah aku kan selalu ada di hatimuMungkin ini akhir dari kisah kita :’)selamat tinggal .* * *Hari yang sangat kelabu, disaat Nada di makamkan. Nessa, Rere , Rara dan teman-teman Nada lainnya tak hentinya meneteskan air mata.Sewaktu Nada ditaruh di atas Tanah yang baru di gali, Nessa sahabat Nada pingsan, tak kuasa Nessa menahan rasa kehilangannya, bayangkan Nessa 1tahun setiap hari disebangku dengan Nada.Nessa masih belum bisa melupakan ketawa Nada yang sangat khas.Setelah semua orang pada meninggalkan pemakaman, hari tertinggal Kevin seorang diri di sebelah batu nisan Nada, orang yang dia cintai.“Nat, semoga elo bahagia ya disana, semoga kelak nanti kita dipertemukan disana. Gue sekarang mau pulang ya, gue sayang elo Nat.”Disaat Kevin pulang dari pemakaman, ia langsung menghampiri parkiran motor yang berada diseberang jalan. Tanpa melihat kanan-kiri, Kevin pun langsung menyebrang, dan tanpa ia sadari mobil yang sedang melaju kencang menghampirinya. Kevin pun tewas ditempat.Dan akhirnya Kevinpun dimakamkan tepat disamping makam Nada.==========SELESAI==========Fb : adell qodell@ondelladell

  • Cerpen Cinta Sejati Last

    Dari di tabrak, gue di tembak kenapa bisa masuk kedalam kategori Cerpen cinta sejati, adminnya juga nggak tau. Apa karena akhirnya mereka jadian, atau karena ngejar keyword doank. Akh, entahlah.Okelah, nggak usah kebanyakan bacod. Mending langsung aja yuk kita baca lanjutannya. Oh ya, untuk part sebelumnya bisa di baca disini. Sudah hampir seminggu berlalu. Kaki Cha cha juga sudah mulai membaik. Dan selama kurun waktu itu, Kelvin selalu datang dan menjemputnya untuk pulang – pergi kuliah. sebagian

  • Cerpen Cinta: Setelah Kepergianmu

    Setelah KepergianmuCerpen karya Rani Dwi AnggraeniKu selalu mengingatmu, meski ku tahu itu menyakitkan..Ku buka handphone ku, tak ada lagi kamu yang selalu memenuhi inbox-ku, tak ada lagi ucapan selamat pagi dan selamat tidur untukku. Tak ada lagi canda tawamu yang selalu mengiriku dalam kebahagiaan, tak ada lagi leluconmu yang membuatku tartawa. Tak ada lagi tatapan yang membuat jantungku berdebar dan menyejukkan hati. Tak ada lagi genggaman tanganmu yang selalu membuatku kuat akan setiap masalah yang menghampiriku. Tak ada lagi pelukanmu yang membuatku tentram dan merasa aman dekat denganmu. Kini, sekarang ada sesuatu yang hilang, tak sama seperti dulu.Aku berharap hari-hariku bisa berjalan dengan mulus seperti biasanya., walau tak ada kamu disampingku. Kini, aku mencoba menjalani semua aktivitasku seperti biasa. Dan aku bisa menjalani itu semua walau hatiku terasa kosong, hampa tanpa ada dirimu yang menemaniku setiap harinya. Tapi, aku harus tetap tegar dengan semua ini. Setelah kepergianmu, aku menyadari betapa aku mencintaimu. Setelah kepergianmu, kamu merampas semua cinta dan kebahagiaan yang kupunya, melarikan ke tempat asing yang justru tak tahu dimana keberadaannya. Siksaanmu begitu besar untukku, dan aku terlalu lemah untuk mendapatkan cobaan ini, aku begitu lemah untuk mendapatkan goresan luka di benakku yang semakin hari semakin bertambah.Kini ku tersadar, bukan dia yang begitu tulus menyayangiku, tetapi kamulah yang menyayangiku dan mencintaiku dengan tulus tanpa adanya kebohongan. Jujur, aku menyesal setelah kamu benar-benar pergi meninggalkanku disini bersama bayanganmu. Aku menyesal telah membuatmu kecewa, padahal aku tak bermaksud mengecewakanmu. Aku menyesal lebih memilih dia di banding kamu yang jelas-jelas kekasihku. Sudah jelas dia itu playboy dan sudah menyakitiku berulang-ulang kali dengan kebohongannya dan semua janji palsunya, tapi kamu berbeda, kamu begitu menjagaku, menyayangiku, dan aku sia-siakan begitu saja. Mengapa aku sebodoh ini?Aku tak pernah membalas semua kebaikanmu padaku, dan aku tak pernah menyayangimu seperti kamu yang selalu menyayangiku. Bahkan aku selalu melampiaskan semua amarahku padamu, dan anehnya kamu yang meminta maaf padaku. Seringkali aku membohongimu seringkali aku berkencan bersama dia tanpa sepengetahuan kamu, dan itu berarti aku sedang bermain di belakangmu. Setiap kamu ingin bertemu denganku, aku sering menolak. Tapi mengapa aku tak bisa menolak dia setiap dia ingin bertemu denganku? Bahkan jika kamu mengajaku pulang bersama, aku tak mau dan menolakmu. Aku lebih memilih pulang bersama teman-temanku. Aku sadar itu semua salah, tapi mengapa aku terus mengulangnya kembali? Kamu pernah berkata kalau aku itu egois, aku tak menerima kamu berbicara seperti itu kepadaku, dan aku marah. Aku baru tersadar aku memang egois, benar katamu.Dia selalu melaksanakan apa kemauanku, tapi aku tak pernah melakukan apa yang kamu mau. Hingga beberapa minggu kemudian kamu menjauhiku, kamu menghilang dari kehidupanku, kamu tak mengirimku kabar sama sekali. Hal itu membuatku marah dan aku berfikir kamu memutuskan ku secara sepihak, tanpa tahu permasalahannya apa. Kemudian, kamu menghubungiku di hari jadianku bersama kamu. Entah mengapa aku menjadi benci padamu, mungkin karena kamu menghilang beberapa minggu ini. Kamu mengajaku kencan di malam minggu ini, tapi aku menolak karena kamu bukan pacarku lagi. Aku berkata kepada kamu, lebih baik kamu pergi dari kehidupanku jangan pernah menghubungiku lagi, cari wanita lain di luar sana yang lebih baik dariku. Tapi nyatanya kamu malah meminta maaf padaku atas kesalahan kemarin telah menjauhiku. Kamu bilang kamu hanya ingin mengetesku. Tapi ini bukan cara yang benar. Aku tak bisa memaafkanmu, aku tak akan memberikanmu kesempatan lagi. Dan itu artinya sekarang kamu dan aku hanya sebatas teman biasa. Padahal sebenarnya aku benci dengan perpisahan ini.Entah mengapa jika aku mengingat itu semua, beribu-ribu penyesalan selalu menghampiriku. Apakah kamu terluka karena ku?Kita itu seperti saling menyakiti, seperti saling mendendam tanpa tahu apa permasalahan yang sebenarnya.Aku menangis sejadi-jadinya di dalam heningnya malam, atas dasar bahwa aku memang benar mencintaimu. Aku merasa kehilangan sosok pahlawanku. Sementara aku selalu melihatmu dekat dengan wanita lain, dan mengapa wanita itu harus temanku sendiri? Kamu tak pernah tahu bahwa aku di sini menangis melihatmu bersamanya, aku cemburu..Aku marah pada diriku sendiri, mengapa aku sulit untuk melupakanmu? Sedangkan kamu disana dengan mudahnya melupakanku.Tuhan..sungguh ini tak adil bagiku. Ingin rasanya aku hilang ingatan, agar aku tak mengenalimu dan kenangan dulu bisa terhapus di dalam memori otakku. Itulah jalan satu-satunya untuk saat ini. Hari berganti hari, aku terus menjalani hidupku tanpa dirimu. Dan aku merasa semakin hari aku selalu menyesali kesalahanku padamu. Apakah kamu disana sudah mendapatkan pengganti diriku? Aku harap kamu masih mengharapkanku, karena ku disini selalu mengharapkan kehadiranmu dihidupku lagi. Apakah kamu disana selalu memikirkanku?seperti aku yang selalu memikirkanmu. Aku hanya ingin tahu isi hatimu saat ini. Apa kamu tak pernah berpikir tentang isi hatiku saat ini? yang semakin hari semakin mendung karena tak ada lagi yang menyinari hatiku. Di dalam mimpiku kamu selalu ada untukku, dan kamu milikku. Tapi ternyata, di dalam kehidupan nyata, kau hanyalah mimpi untukku dan aku sulit menggapaimu kembali. Tak ada hal yang mampu ku perjuangkan selain membiarkanmu pergi dan merelakanmu untuk orang lain yang pantas menapatkanmu. Aku berusaha menikmati kesedihanku, kesakitanku hingga ku terbiasa akan semua hal itu. Aku selalu meneteskan air mata untukmu, padahal setiap butiran air mata yang jatuh itu semakin aku merindukanmu dan sulit untuk melupakanmu. Kini aku merasa jatuh cinta padamu yang bukan milikku lagi.Tapi aku punya Tuhan, punya keluarga dan sahabat, yang selalu ada untukku. Aku percaya Tuhan..Tuhan pasti sedang menguji kesabaranku saat ini, dan pasti ada jalan keluar di balik ini semua. Mungkin di mataku kamu yang terbaik untukku, tapi belum tentu kata Tuhan kamu yang terbaik untukku. Aku percaya dan yakin bahwa skenario Tuhan adalah yang paling indah.SelesaiNama : Rani Dwi AnggraeniMy facebook : ranianggraeni1@gmail.comTwitter : @ranidwianggra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*