Cerpen Romantis Tentang Aku Dan Dia Part 3 {Update}

"Alon alon asal kelakon", Pepatah yang di ajarkan 'Mak" dulu yang sekarang sedang di praktekan. Yups, Acara edit mengedit masih berlanjut maksutnya. Inget kan part sebelum nya di Cerpen remaja tentang aku kan dia part 2. Nah ini lanjutannya.
Bagi yang sudah baca ya nggak papa. Namanya juga update yang dulu.
Bagi yang belum, silahkan di baca dulu.
Penulis lagi nggak mood bikin cerpen yang baru lagi ataupun lanjutin cerpen yang udah ada. Cerpen terbaru take my heart misalnya. Ini semua gara – gara copaser yang ngaku ngaku cerpen aku itu hasil karyanya dia.
Huuuuu…

Credit gambar : Ana Merya
"Kenapa loe" Tanya Anya heran pas dilihatnya Gresia yang baru masuk kekelas dengan tampang super kusut.
"Gue Beneran lagi pengen makan orang nie" Sahut Gresia sambil merebahkan kepalanya di meja.
"WHAT?" Ujar Anya dan Nanda bersamaan.
"Mau jadi sumanto versi cewek loe" Ledek Anggun.
Gresia kembali mengangkat wajahnya dan mengepalkan tanganya.
"Memangnya ada apa si?" Anya jadi penasaran. "Pagi – pagi sudah marah-marah nggak jelas".
"Masalah Arga lagi?" Tebak Nanda. Gresia mengangguk.
"Mang kenapa lagi dia?" Anggun jadi penasaran.
Setelah perdebatan tadi malam, tenyata Arga mengajaknya kumpul bareng teman – temanya. Karena pada kenyataan memang sama sekali tidak ada acara apa-apa. Yang lebih parahnya lagi. Disana ia sama sekali nggak di anggap. Si cecungguk itu malah keasikan pacaran sama Lila, si cewek centil. Giliran pulang ke rumah eh, Si Arga malah di puji sama orang tuanya.
"Ha ha ha… Khasian banget sih loe" ujar Anya setelah mendengar nasib tragis temannya yang satu itu.
"Eh non, Dimana – mana kalau orang kasihan tu ikut simpati. Bukan malah di ketawain " Gresia sewot.
"Sory sory abis lucu si?".
"Sama aja loe kayak temennya Penulis. Low curhat ma teman-temannya pasti malah di ketawain" tambah gersia lagi.
" Penulis?. Maksutnya?" Nanda heran.
"Sudah lupain aja. Nggak penting juga".
"Terus sekarang rencana loe apa donk?".
"Tau ah, Pusing gue".
Saat jam istirahat, Gresia lebih memilih menyendiri di taman. Eh, tapi siapa yang menduga ternyata di sana dia malah ketemu sama Dirga yang kebetulan sedang duduk di bawah pohon jambu sambil membaca buku. Sejenak Gresia terpaku untuk mengagumi wajah Dirga.
"Ehem".
"Eh" Gresia kaget. Dirga kini sudah ada di hadapannya.
"hai" Sapa Gresia canggung.
"Lagi ngapain" Sapa dirga ramah.
"Hem, nggak ngapa-ngapain sih. Cuma lagi suntuk aja. Makanya pengen nenangin diri di sini".
"Masalah Arga?" Tanya Dirga.
"WHAT" Gresia shok.
"Nggak usah kaget gitu lagi. Lagian seluruh anak kampus udah pada tau kok tu gosip. Loe kan satu-satunya cewek yang menolak pesona seorang Arga".
Gresia cuma nyengir. Nggak tau mau komentar apa.
"Lagian siapa bilang Arga itu 'mempesona'?. Nyebelin sih ia".
"Sensi banget. Ati – ati loe, Entar kena batunaya baru tau" Nasehat Dirga.
"Maksutnya?".
Dirga hanya anggkat bahu. Kemudian kembali duduk di bangku bawah jambu diikuti Gresia di sampingnya.
Cerpen Romantis Tentang Aku Dan Dia
Sambil tiduran di kamar gresia kembali mengingat – ingat pertemuannya dengan dirga tadi siang. Ternyata tu orang beneran asik. Kan jadi makin jatuh cinta. Beda banget dengan Arga. Ah, baru mengingat namanya saja tiba – tiba mood Gresia langsung drop.
"Gresia, Ada yang nyariin tuh".
Teriakan mama dari bawah membuyarkan lamunannya.
"siapa ma?" tanya Gresia sambil beranjak dari kasurnya. Diliriknya jam tangan. Pukul 4 lewat seperempat sore.
"Arga".
Gubrak.
"Mau ngapain lagi sih tu orang?" tanya Gresia begitu ia membukakan pintu.
"Hus, kamu sama pacarnya kok gitu sih" tegur mama.
"Ma, berapa kali sih harus di jelasin, Aku tu nggak pacaran ma dia. Tu anak aja yang ngomong nya ngasal" Gresia sewot,
"Udah temuin aja dia. Sekalian bawain air minum. Udah mama bikinkan tuh di dapur".
"Ogah".
"Gresia" ujar mama dengan penuh penekanan sebelum gresia sempat menutup pintu kamarnya.
Untuk sejenak gresia menarik napas dan menghembuskannya pelan – pelan.
"Baiklah ma".
"Ngapain lagi sih loe kesini?" tanya Gresia to the point sambil duduk di hadapan Dirga. Tentu nya setelah menghidangkan air minum untuk sang 'Tamu Agung' itu.
"Masa nyambutnya gitu banget. Persilahkan minum kek. Sama pacar juga" Ledek Arga.
"Wuek"…. Gresia benar- benar mau muntah mendengarnya. Sementara Arga ngakak.
"Kenapa sih loe kayak nya anti banget ma gue?" tanya arga kemudian.
"Ia. Dan loe kayak nya naksir banget sama gue" Balas Gresia.
"Kalau ngayal jangan ketinggian" balas Arga sewot.
"Yeee siapa yang ngayal. Udah jelas banget kali" cibir Gresia.
"Maksutnya?".
Gresia tidak menjawab, sebaliknya ia hanya melemparkan tatapan sinis pada Arga.
"Jadi loe pikir gue kesini karena naksir sama loe?" tanya Arga, Gresia masih malas menjawab.
"wukakakaka…..".
"Nggak da yang lucu" Pangkas Gresia sebel. "Udah deh, to the point aja, loe mau ngapain ke sini?".
"Ehem,… gue mau ngajak loe jalan".
"WHAT?!" Gresia yang sedang minum langsung tersedak. "Nggak salah?".
"Nggak, Udah yuk" Arga beranjak dari tempat duduknya dan tanpa basa – basi langsung menarik (AGAIN?!!!) tangan Gresia.
"Nggak mau!!!. Dasar sarap" tolak Gresia sewot.
Tapi Arga sama sekali tidak peduli. Bahkan kali ini Gresia kembali tidak bisa berkutik ketika sang mama telah turun tangan. Sehingga ia harus menerima nasibnya sore itu untuk terdampar di salah kafe bersama si bocah super menyebalkan itu. Tadinya Gresia mau protes sih, tapi nggak jadi. Dari pada buang tenaga buat protes mending nambah tenaga dengan memesan menu – menu kesukaannya. Mumpung gratis ini. Arga saja sampai geleng – geleng kepala liatnya.
"Loe nggak pernah makan ya?" tanya nya beberapa saat kemudian.
"Diem loe. Mau loe yang gue makan?".
"Tapi gue ngajak loe bukan buat makan".
"Terus kita di kaffe gini mau ngapain?. Mau jadi pelayan?. Ogah!. Loe aja deh" balas Gresia di sambil mulai menikmati pesanannya.
"Sembarangan".
Gresia tidak membalasnya.Perhatiannya lebih ia pusatkan pada aneka hidangan yang ada di hadapannya yang membuat aArga makin sebel. Sebenernya gresia sengaja melakukan itu. Salah siapa bikin hidupnya tidak tenang begini. Mang enak.
"Loe bisa berhenti makan dulu nggak sih?… Gue mau ngomong".
"Kalau mau ngomong ya ngomong aja. Gitu aja kok ribet".
Arga mau membalas tapi di urungkannya. Menurutnya percuma juga mendebat cewek satu ini. Pasti ujung – ujung nya dia juga yang ngalah (???).
"Gue mau bikin penawaran sama loe".
"O" balas Gresia sambil tetap menikmati hidangannya.
"Cuma 'O'?" Geram Arga.
"Terus gue harus bilang WOW gitu?. Loe kan baru mau bilang mau ngasih penawaran. Kayaknya belom bilang tuh, Apa penawarannya" Gresia cuek.
"heh….!" Sejenak Arga menarik napas untuk menenangkan diri. Baru kemudian ia melanjutkan ucapannya.
"Gue mau Kita mengumumkan hubungan kita ke anak – anak kampus Kalau kita itu pacaran".
"Bruss….".
Makanan yang ada di mulut Gresia mendarat tepat di muka Arga.
"Elo..!!!" tunjuk Arga kehabisan kata – kata sekaligus kritis kesabaran.
"Loe gila ya?!" Balas Gresia kemudian.
"Loe yang gila. Maen semprot sembarangan".
"Bukan itu. Maksut gue, kenapa kita harus ngumumin ke anak- anak kalau kita pacaran".
"Nggak usah sok keberatan gitu deh. Dalam hal ini yang untung kan elo".
"Gue?" Tanya Gresia bingung.
"Ia. Jelas aja. Selama ini kan banyak banget cewek yang antri buat jadi cewek gue. La loe nggak usah ngantri udah gue tawarin".
"Wuek" Gresia sok pasang tampang mau muntah. "Gak usah. Makasih. Gue sama sekali nggak tertarik. Lagian loe kayaknya napsu banget si pengen jadi pacar gue" cibir Gresia.
"Eh denger ya. kalau nggak terpaksa gue juga ogah ngelakuin kayak gini".
"Terpaksa kenapa?, Loe diacem sama om dan tente?" tanya Gresia penasaran.
"Bukan".
"Terus?".
Arga tidak menjawab. Sebaliknya di raih nya makanan yang ada di hadapannya dan mulai memakan.
"Jadi loe beneran naksir sama gue"Gumam Gresia lirih, Tapi masih mampu di tangkap oleh kuping Arga.
"What. Denger ya, Gue ngelakuin ini tu bukan karena naksir sama loe. Amit – Amit banget deh kalau sampai itu terjadi. Gue cuma nggak mau pamor gue jatuh gara – gara loe".
"Maksutnya?" Gresia masih bingung.
"Loe nggak nyadar Gosip yang nyebar di sekolah kita?".
Gresia tanpa mengingat – ingat. Kemudian ia mangut – mangut paham. Tapi beberapa saat kemudian ia malah tertawa ngakak.
"Jadi maksut loe, Ini tu gara – gara gosip elo di campakkan sama gue?" Tanya Gresia pura – pura nggak tau. Sementara tampang Arga makin cemberut.
"Ia. Gue nggak terima Image gue ancur cuma gara – gara elo".
"Ye…. itu sih derita loe" Balas Gresia sambil tertawa.
"Jadi loe nolak nie?" Tanya Arga.
"Yupz….".
"Yakin?".
"Mbanget".
"Oke kalau itu memang pilihan loe. Tapi inget satu hal, Kalau gue menderita, Maka gue akan pastikan elo lebih menderita" balas Arga .
"emang bisa?" Tantang Gresia.
"loe mau bukti?".
Gresia hanya menatap Arga dengan pandangan meremehkan.
"Baiklah. kita mulai sekarang. Loe tunggu di sini. Kasih gue waktu lima menit. Gue ketoilet bentar" Kata Arga sambil tersenyum licik. Gresia hanya menatapnya sebentar.
Sepuluh menit telah berlalu tapi Arga masih belum menampakan batang hidungnya. Sampai tiba – tiba deringan ponsel tanda ada pesan masuk mengagetkannya. Segera di ambilnya benda elektonik itu dari dalam tas " Beberapa saat kemudian.
"WHAT???!!" Gresia shock.
To Be Continue…
Salah satu keuntungan cerpen updatean adalah kalian nggak perlu nunggu berlama – lama untuk membaca lanjutannya. Karena lanjutannya sudah bisa kalian baca di Cerpen terbaru tentang aku dan dia part 4

Random Posts

  • Cerpen Remaja King Vs Queen~03

    Cerpen Terbaru King vs Quen Part 3"Seriuz loe?" tanya Olive saat di kantine keesokan harinya, Niken hanya mengangguk sambil menikmati es rumput lautnya. "Cowok yang udah nabrak loe, and bikin loe kesel itu… Temen deket kakak loe?" tanyanya lagi, Niken kembali mengangguk "dan dia datang kerumah loe?""Ia Olive" jawab Niken sambil menatap sahabatnya "Dia itu temen baik kakak gue… Namanya Gilang dan lebih parahnya lagi. Gue yang harus minta maaf sama dia, loe bisa bayangin nggax sih gimana perasaan gue".Credit Gambar : Star Night"Yaaa pasti berat banget buat loe. Loe yang sabar aja ea. Jadi, apa yang mau loe lakuin sekarang? loe mau minta maaf sama Gilang""What?! gue minta maaf? sorry ea, ini tu salahnya dia. Masa' gue yang harus minta maaf, ogah banget lah" kata Niken.sebagian

  • Bismillah……

    Mulakan dengan bismilah…. baru ntar kita pikirkan apa yang mau di isi. right??…

  • Cerpen Cinta | Rasa yang Tertinggal ~ 04 / 05

    Nah, satu part lagi sebelum cerpen cinta rasa yang tertinggal ini ending ya. Masih kisah seputar cinta terpendam Tifany. So buat yang penasaran sama kelanjutan kisah mereka bedua bisa langsung simak kebawah. Dan untuk yang baru mau baca, bagusan kalau baca dulu bagian sebelumnya biar nyambung yang bisa langsung klik disini.Rasa Yang Tertinggal“ DOOORR!!!”.Alan kaget mendengar teriakan barusan. Kaget yang benar benar kaget, karena kebetulan selain sedang melamun ia juga tidak menduga kalau orang yang sedang di lamunkan akan menyapanya. Tidak, setelah melihat sikap anehnya tadi malam. "Ehem, gue boleh duduk disini kan?" tanya Tifany sambil tersenyum kiku. Apalagi ketika melihat tatapan Alan yang hanya diam menatapnya. Mencoba untuk bersikap santai, gadis itu segera duduk di sampingnya. Pandanganya lurus kedepan. Memperhatikan jalanan depan kampus yang tampak sedang rame ramenya. “Oh ya, soal sikap gue tadi malam. Sorry ya," kata Tifany nyaris bergumam. Matanya masih menatap lurus kedepan walau ia yakin Alan pasti sedang menatapnya heran. Sama seperti reaksi Septia tadi pagi saat ia mengucapkan maaf padanya."Loe kok diem aja? Marah ya?" jengah karena merasa sedari tadi ia seperti sedang ngomong sendirian, Tifany menoleh kearah Alan. Pria itu tidak langsung menjawab. Entah apa yang ada dalam pikirannya, Tifany sama sekali tidak bisa menebak."Gue nggak marah," akhirnya Alan buka mulut setelah beberapa saat kemudian. "Cuma jujur gue merasa heran. Loe nggak biasanya gitu. Loe emangya kenapa? Ada masalah?" sambung Alan hati – hati.Tifany tersenyum sembari angkat bahu. Kepalanya kembali menatap kearah jalan sembari mulutnya bergumam santai. "Sedikit, ceritanya tadi malam itu gue lagi patah hati.""Patah hati?" ulang Alan terkejut. Tifany membalas dengan anggukan.Kali ini Alan tidak tau harus berkomentar apa. Matanya masih tertuju kearah wajah gadis yang duduk tepat di sampingnya. Berharap bisa mendengar cerita lebih banyak. Terus terang, saat ini ia benar benar kaget."Kemaren gue baru tau, kalau orang yang selama ini gue suka, ternyata diam – diam sudah punya pacar dan menjalin hubungan dengan cewek lain.” terang Tifany masih tanpa menoleh. Pandangannya urus kedepan. Menatap kendaraan yang terus berlalu lalang. Seolah – olah hal itu sangat menarik untuknya.Alan masih terdiam. Ia menatap miris gadis di sampingnya. Tatapannya kosong. Tapi Alan dapat melihat matanya yang berkaca –kaca. Sungguh, Alan tau bagaimana perih luka yang di rasakan Tifany. Bahkan ia berani bersumpah demi apapun, saat ini ia tau dengan pasti bagaimana sakitnya. Saat orang yang dicintai ternyata mencintai orang lain.“Dia siapa? Kenapa loe nggak pernah cerita sama gue?” tanya Alan lirih yang lebih mirip jika di sebut gumaman.“He he," Tifany tertawa sumbang. "Gimana gue bisa cerita kalau sebelum gue cerita loe pasti udah nyerocos duluan soal Septia,” protes Tifany setengah bercanda tapi hal itu justru membuat Alan merasa lebih bersalah. Diam – diam di masukannya kembali sebuah kotak kecil yang sedari tadi ada ditangannya kedalam saku. Kemudian tangannya beralih mengengam tangan Tifany. Erat, Sangat Erat.“Fan, gue…"“Udahlah, loe tenang aja. Gue udah baikan kok. Lagian septia itu kan sahabat gue juga. Anaknya baik lagi. Gue bisa jamin loe nggak akan menyesal kalau bisa jadian sama dia,” potong Tifany yang lagi – lagi membuat Alan terdiam. Gadis itu menatap sahabatnya sambil tersenyum. Tapi gue yang pasti akan merasa menyesal karena udah kehilangan loe Al," sambungnya dalam hati.“Oh ya Al. Gue boleh nanya sesuatu sama loe nggak? Tapi loe harus jawab dengan jujur ya?" Tifany kembali buka mulut setelah lama keduanya terdiam hanyut dalam pikiran masing – masing.“Apa?" Untuk Sejenak Tifany menarik nafas dalam – dalam sembelum kata – kata itu meluncur mulus dari mulutnya.“Antara cinta dan sahabat. Loe pilih mana? Sahabat loe, atau orang yang loe cintai?”"Loe apa banget sih," Alan merasa terusik dengan pertanyaan itu. "Yee, gue kan cuma nanya," Tifany memajukan mulutnya kesel. "Lagian loe kan tinggal jawab apa susahnya coba. Loe tinggal pilih cinta atau sahabat?” "Tapi kenapa gue harus memilih?" Alan masih terlihat diak nyaman."Ya gue bilang kan ' Seandainya'. Udah, loe jawab aja. Buruan!"Lama Alan terdiam. Mungkin ia sedang memikirkan jawaban yang harus ia berikan. Setelah menghela nafas untuk sejenak, mulutnya menjawab dengan tegas. "“Gue akan memilih orang yang gue cintai."Lagi – lagi Tifany tersenyum. Senyum yang tak jelas apa maknanya. "Gue boleh tau alasannya?"“Gue punya dua alasan. Pertama, karena menurut gue seorang sahabat tidak mungkin akan meminta gue untuk memilih. Bahkan gue yakin tanpa diminta pun dia akan mendukung gue untuk mendapatkan orang yang gue cintai," balas Alan sambil membalas tatapan Tifany yang masih terkunci untuknya. Lagi – lagi Tifany tersenyum. Kepalanya perlahan mengangguk paham. Alan benar, seorang sahabat tidak punya hak untuk memintanya memilih. Ia merasa sangat konyol karena sebelumnya berharap Alan akan memberikan jawaban yang berlawanan. Namun begitu, tak urung dadanya kembali sesak. Dengan cepat ia mengalihkan pandangan kehadapan.“Dan yang kedua…"Alan tidak sempat menyelesaikan ucapanya karean Tifany sudah terlebih dulu bangkit berdiri. Bahkan gadis itu langsung berteriak sembari berlari."Septia, awas!"Masih tidak mengerti, Alan mengalihkan pandangannya. Sosok yang sedari tadi duduk disampingnya kini berlari dengan cepat meninggalkannya. Untuk sejenak, Alan terpaku. Jantungnya terasa berhenti berdetak saat mengetahui alasan Tifany melakukan hal itu. Tak jauh di depannya tampak Septia yang dengan santai menyeberang jalan dengan headset yang terpasang di telinga tanpa menyadari dari arah kanan tampak sebuah bus yang melaju dengan kencangnya."Brank!"Suara tabrakan disusul dengan suara teriakan orang orang di sekeliling segera terdengar. Sementara Alan malah terpaku. Ia tahu harusnya ia segera berlari untuk membantu, tapi sayang tubuhnya kini justru diam tak bergerak. Tatapannya kosong ketika dengan mata kepalanya sendiri ia menyaksikan gadis yang di cintainya kini terbaring setelah sebelumnya terlempar jatuh dengan bersimpuh darah. Seorang gadis yang sangat ia cintai. Dan demi Tuhan, kali ini Alan benar – benar merasakan dunianya telah gelap.Next to last part cerpen cinta rasa yang tertinggal.Detail Cerpen Judul cerita : Rasa Yang TertinggalStatus : CompletePenulis : Ana MeryaTwitter : @ana_meryaPart : 04 Of 05Jumlah kata : 882 WordsGenre : Remaja

  • Cerpen Terbaru FCMCSG 1

    Cerpen TerbaruFcscmg Part 1Hallo All. Star Night datang lagi nie. Tapi bukan mo posting tentang rasa atawa malah The prince ya. Star Night datang dengan membawa cerpen baru. Judulnya FCSCMG. Jangan Tanya artinya, Star Night juga nggak tau. Ini cerpen lagi lagi kiriman dari Adek Star Night, Mia mulyani . Tau donk dia itu siapa?. Itu lho yang nulis Cerpen Buruan katakan Cinta sama Vanessa Vs Ferly. Nah dia bilang nya si udah selesai diketik, Cuma baru di kirim separuh. Katanya biar Star Night ikutan penasaran. #halah. Kalo gitu yuks, sama – sama kita baca. Credit Gambar : www.desainkawanimut.com CerpenSiang itu Feisya sedang duduk santai sendirian sambil menghadap laptopnya di sebuah kafe. Tiba – tiba hapenya bergetar tanda ada SMS masuk. selesai membaca Angan nya melayang entah kemana. Sejenak ia edarkan pandangan ke sekeliling. Untuk detik pertama perhatiannya tertuju pada sepasang muda- mudi yang tampak ngobrol tak jauh darinya. Tanpa perlu jadi orang pintar ia tau kalau mereka pasti sepasang kekasih. Perhatiannya kembali teralih kearah Hanphond yang ada di tangannya. Diawalai hembusan nafas berat ia ketik dua kata itu, Tanpa ragu lagi meng'send'nya. Ya, hanya dan cukup dua kata. "KITA PUTUS".sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*