Cerpen Romantis Tentang Aku Dan Dia Part 3 {Update}

"Alon alon asal kelakon", Pepatah yang di ajarkan 'Mak" dulu yang sekarang sedang di praktekan. Yups, Acara edit mengedit masih berlanjut maksutnya. Inget kan part sebelum nya di Cerpen remaja tentang aku kan dia part 2. Nah ini lanjutannya.
Bagi yang sudah baca ya nggak papa. Namanya juga update yang dulu.
Bagi yang belum, silahkan di baca dulu.
Penulis lagi nggak mood bikin cerpen yang baru lagi ataupun lanjutin cerpen yang udah ada. Cerpen terbaru take my heart misalnya. Ini semua gara – gara copaser yang ngaku ngaku cerpen aku itu hasil karyanya dia.
Huuuuu…

Credit gambar : Ana Merya
"Kenapa loe" Tanya Anya heran pas dilihatnya Gresia yang baru masuk kekelas dengan tampang super kusut.
"Gue Beneran lagi pengen makan orang nie" Sahut Gresia sambil merebahkan kepalanya di meja.
"WHAT?" Ujar Anya dan Nanda bersamaan.
"Mau jadi sumanto versi cewek loe" Ledek Anggun.
Gresia kembali mengangkat wajahnya dan mengepalkan tanganya.
"Memangnya ada apa si?" Anya jadi penasaran. "Pagi – pagi sudah marah-marah nggak jelas".
"Masalah Arga lagi?" Tebak Nanda. Gresia mengangguk.
"Mang kenapa lagi dia?" Anggun jadi penasaran.
Setelah perdebatan tadi malam, tenyata Arga mengajaknya kumpul bareng teman – temanya. Karena pada kenyataan memang sama sekali tidak ada acara apa-apa. Yang lebih parahnya lagi. Disana ia sama sekali nggak di anggap. Si cecungguk itu malah keasikan pacaran sama Lila, si cewek centil. Giliran pulang ke rumah eh, Si Arga malah di puji sama orang tuanya.
"Ha ha ha… Khasian banget sih loe" ujar Anya setelah mendengar nasib tragis temannya yang satu itu.
"Eh non, Dimana – mana kalau orang kasihan tu ikut simpati. Bukan malah di ketawain " Gresia sewot.
"Sory sory abis lucu si?".
"Sama aja loe kayak temennya Penulis. Low curhat ma teman-temannya pasti malah di ketawain" tambah gersia lagi.
" Penulis?. Maksutnya?" Nanda heran.
"Sudah lupain aja. Nggak penting juga".
"Terus sekarang rencana loe apa donk?".
"Tau ah, Pusing gue".
Saat jam istirahat, Gresia lebih memilih menyendiri di taman. Eh, tapi siapa yang menduga ternyata di sana dia malah ketemu sama Dirga yang kebetulan sedang duduk di bawah pohon jambu sambil membaca buku. Sejenak Gresia terpaku untuk mengagumi wajah Dirga.
"Ehem".
"Eh" Gresia kaget. Dirga kini sudah ada di hadapannya.
"hai" Sapa Gresia canggung.
"Lagi ngapain" Sapa dirga ramah.
"Hem, nggak ngapa-ngapain sih. Cuma lagi suntuk aja. Makanya pengen nenangin diri di sini".
"Masalah Arga?" Tanya Dirga.
"WHAT" Gresia shok.
"Nggak usah kaget gitu lagi. Lagian seluruh anak kampus udah pada tau kok tu gosip. Loe kan satu-satunya cewek yang menolak pesona seorang Arga".
Gresia cuma nyengir. Nggak tau mau komentar apa.
"Lagian siapa bilang Arga itu 'mempesona'?. Nyebelin sih ia".
"Sensi banget. Ati – ati loe, Entar kena batunaya baru tau" Nasehat Dirga.
"Maksutnya?".
Dirga hanya anggkat bahu. Kemudian kembali duduk di bangku bawah jambu diikuti Gresia di sampingnya.
Cerpen Romantis Tentang Aku Dan Dia
Sambil tiduran di kamar gresia kembali mengingat – ingat pertemuannya dengan dirga tadi siang. Ternyata tu orang beneran asik. Kan jadi makin jatuh cinta. Beda banget dengan Arga. Ah, baru mengingat namanya saja tiba – tiba mood Gresia langsung drop.
"Gresia, Ada yang nyariin tuh".
Teriakan mama dari bawah membuyarkan lamunannya.
"siapa ma?" tanya Gresia sambil beranjak dari kasurnya. Diliriknya jam tangan. Pukul 4 lewat seperempat sore.
"Arga".
Gubrak.
"Mau ngapain lagi sih tu orang?" tanya Gresia begitu ia membukakan pintu.
"Hus, kamu sama pacarnya kok gitu sih" tegur mama.
"Ma, berapa kali sih harus di jelasin, Aku tu nggak pacaran ma dia. Tu anak aja yang ngomong nya ngasal" Gresia sewot,
"Udah temuin aja dia. Sekalian bawain air minum. Udah mama bikinkan tuh di dapur".
"Ogah".
"Gresia" ujar mama dengan penuh penekanan sebelum gresia sempat menutup pintu kamarnya.
Untuk sejenak gresia menarik napas dan menghembuskannya pelan – pelan.
"Baiklah ma".
"Ngapain lagi sih loe kesini?" tanya Gresia to the point sambil duduk di hadapan Dirga. Tentu nya setelah menghidangkan air minum untuk sang 'Tamu Agung' itu.
"Masa nyambutnya gitu banget. Persilahkan minum kek. Sama pacar juga" Ledek Arga.
"Wuek"…. Gresia benar- benar mau muntah mendengarnya. Sementara Arga ngakak.
"Kenapa sih loe kayak nya anti banget ma gue?" tanya arga kemudian.
"Ia. Dan loe kayak nya naksir banget sama gue" Balas Gresia.
"Kalau ngayal jangan ketinggian" balas Arga sewot.
"Yeee siapa yang ngayal. Udah jelas banget kali" cibir Gresia.
"Maksutnya?".
Gresia tidak menjawab, sebaliknya ia hanya melemparkan tatapan sinis pada Arga.
"Jadi loe pikir gue kesini karena naksir sama loe?" tanya Arga, Gresia masih malas menjawab.
"wukakakaka…..".
"Nggak da yang lucu" Pangkas Gresia sebel. "Udah deh, to the point aja, loe mau ngapain ke sini?".
"Ehem,… gue mau ngajak loe jalan".
"WHAT?!" Gresia yang sedang minum langsung tersedak. "Nggak salah?".
"Nggak, Udah yuk" Arga beranjak dari tempat duduknya dan tanpa basa – basi langsung menarik (AGAIN?!!!) tangan Gresia.
"Nggak mau!!!. Dasar sarap" tolak Gresia sewot.
Tapi Arga sama sekali tidak peduli. Bahkan kali ini Gresia kembali tidak bisa berkutik ketika sang mama telah turun tangan. Sehingga ia harus menerima nasibnya sore itu untuk terdampar di salah kafe bersama si bocah super menyebalkan itu. Tadinya Gresia mau protes sih, tapi nggak jadi. Dari pada buang tenaga buat protes mending nambah tenaga dengan memesan menu – menu kesukaannya. Mumpung gratis ini. Arga saja sampai geleng – geleng kepala liatnya.
"Loe nggak pernah makan ya?" tanya nya beberapa saat kemudian.
"Diem loe. Mau loe yang gue makan?".
"Tapi gue ngajak loe bukan buat makan".
"Terus kita di kaffe gini mau ngapain?. Mau jadi pelayan?. Ogah!. Loe aja deh" balas Gresia di sambil mulai menikmati pesanannya.
"Sembarangan".
Gresia tidak membalasnya.Perhatiannya lebih ia pusatkan pada aneka hidangan yang ada di hadapannya yang membuat aArga makin sebel. Sebenernya gresia sengaja melakukan itu. Salah siapa bikin hidupnya tidak tenang begini. Mang enak.
"Loe bisa berhenti makan dulu nggak sih?… Gue mau ngomong".
"Kalau mau ngomong ya ngomong aja. Gitu aja kok ribet".
Arga mau membalas tapi di urungkannya. Menurutnya percuma juga mendebat cewek satu ini. Pasti ujung – ujung nya dia juga yang ngalah (???).
"Gue mau bikin penawaran sama loe".
"O" balas Gresia sambil tetap menikmati hidangannya.
"Cuma 'O'?" Geram Arga.
"Terus gue harus bilang WOW gitu?. Loe kan baru mau bilang mau ngasih penawaran. Kayaknya belom bilang tuh, Apa penawarannya" Gresia cuek.
"heh….!" Sejenak Arga menarik napas untuk menenangkan diri. Baru kemudian ia melanjutkan ucapannya.
"Gue mau Kita mengumumkan hubungan kita ke anak – anak kampus Kalau kita itu pacaran".
"Bruss….".
Makanan yang ada di mulut Gresia mendarat tepat di muka Arga.
"Elo..!!!" tunjuk Arga kehabisan kata – kata sekaligus kritis kesabaran.
"Loe gila ya?!" Balas Gresia kemudian.
"Loe yang gila. Maen semprot sembarangan".
"Bukan itu. Maksut gue, kenapa kita harus ngumumin ke anak- anak kalau kita pacaran".
"Nggak usah sok keberatan gitu deh. Dalam hal ini yang untung kan elo".
"Gue?" Tanya Gresia bingung.
"Ia. Jelas aja. Selama ini kan banyak banget cewek yang antri buat jadi cewek gue. La loe nggak usah ngantri udah gue tawarin".
"Wuek" Gresia sok pasang tampang mau muntah. "Gak usah. Makasih. Gue sama sekali nggak tertarik. Lagian loe kayaknya napsu banget si pengen jadi pacar gue" cibir Gresia.
"Eh denger ya. kalau nggak terpaksa gue juga ogah ngelakuin kayak gini".
"Terpaksa kenapa?, Loe diacem sama om dan tente?" tanya Gresia penasaran.
"Bukan".
"Terus?".
Arga tidak menjawab. Sebaliknya di raih nya makanan yang ada di hadapannya dan mulai memakan.
"Jadi loe beneran naksir sama gue"Gumam Gresia lirih, Tapi masih mampu di tangkap oleh kuping Arga.
"What. Denger ya, Gue ngelakuin ini tu bukan karena naksir sama loe. Amit – Amit banget deh kalau sampai itu terjadi. Gue cuma nggak mau pamor gue jatuh gara – gara loe".
"Maksutnya?" Gresia masih bingung.
"Loe nggak nyadar Gosip yang nyebar di sekolah kita?".
Gresia tanpa mengingat – ingat. Kemudian ia mangut – mangut paham. Tapi beberapa saat kemudian ia malah tertawa ngakak.
"Jadi maksut loe, Ini tu gara – gara gosip elo di campakkan sama gue?" Tanya Gresia pura – pura nggak tau. Sementara tampang Arga makin cemberut.
"Ia. Gue nggak terima Image gue ancur cuma gara – gara elo".
"Ye…. itu sih derita loe" Balas Gresia sambil tertawa.
"Jadi loe nolak nie?" Tanya Arga.
"Yupz….".
"Yakin?".
"Mbanget".
"Oke kalau itu memang pilihan loe. Tapi inget satu hal, Kalau gue menderita, Maka gue akan pastikan elo lebih menderita" balas Arga .
"emang bisa?" Tantang Gresia.
"loe mau bukti?".
Gresia hanya menatap Arga dengan pandangan meremehkan.
"Baiklah. kita mulai sekarang. Loe tunggu di sini. Kasih gue waktu lima menit. Gue ketoilet bentar" Kata Arga sambil tersenyum licik. Gresia hanya menatapnya sebentar.
Sepuluh menit telah berlalu tapi Arga masih belum menampakan batang hidungnya. Sampai tiba – tiba deringan ponsel tanda ada pesan masuk mengagetkannya. Segera di ambilnya benda elektonik itu dari dalam tas " Beberapa saat kemudian.
"WHAT???!!" Gresia shock.
To Be Continue…
Salah satu keuntungan cerpen updatean adalah kalian nggak perlu nunggu berlama – lama untuk membaca lanjutannya. Karena lanjutannya sudah bisa kalian baca di Cerpen terbaru tentang aku dan dia part 4

Random Posts

  • Cerpen Sedih: Teddy Bear

    Teddy BearOleh Rai Inamas LeoniAku menatap kosong lembar jawaban matematika diatas mejaku. Semua rumus yang aku pelajari semalam menguap begitu saja. Kulirik jam dinding, tinggal sepuluh menit untuk menyelesaikan lima soal ini. Sementara beberapa siswa sudah selesai mengerjakan soal dan mulai meninggalkan bangku mereka. Kupandangi kertas jawabanku, tak ada yang berubah. Tetap kertas putih yang hanya tertulis lima soal tanpa jawaban. Aku tertunduk lesu lalu perlahan kupejamkan mataku. Berharap semua bisa berubah…***Prang!!!! Bunyi vas bunga terdengar nyaring menyentuh lantai . Otak ku segera memperoses apa yang terjadi. Aku tau suara vas berasal dari ruang tamu dan tentu saja Ayah pasti kalah judi sialan itu. Buru-buru aku mengunci pintu kamar rapat-rapat. Kupeluk kamus Bahasa Inggris ku, berharap benda ini dapat melindungiku dari sesuatu. Mengingat sebulan terakhir keadaan rumah tak ubahnya seperti neraka.“Dasar anak tak tau diri!! Sudah Ayah bilang untuk berhenti sekolah dan mulai mencari pekerjaan. Lihat kalau begini nasi pun tak ada!!” Teriak Ayah dari ruang tamu. Kudengar Ayah mulai membanting sesuatu lalu memaki segala jenis penghuni kebun binatang. “Dimana kamu Tasya?! Tasya!!!” Ayah mulai kehilangan kendali. Detik berikutnya pintu kamarku yang menjadi sasaran. Ayah mulai menggedor pintuku dan mulai meneriaki segala ancaman jika aku tidak membukakan pintu. Percuma Ayah, aku selalu berlajar dari pengalaman, aku tak mau teman-temanku melihat pipiku memar lagi. Ujarku dalam hati.Aku menghela nafas lalu berjalan menuju tempat tidurku yang terlihat kontras dengan boneka Teddy Bear milik ku. Teriakan Ayah kujadikan sebagai sebuah nyanyian gratis. Sejenak aku memandangi kamar kecil yang baru setahun kutempati.Beda sekali dengan kamarku yang dulu. Walau bukan dari keluarga kaya raya namun kamarku yang dulu berisi fasilitas lengkap seperti lemari, komputer, meja belajar bahkan TV walaupun 14 inci. Sedangkan kamar ini hanya terdapat ranjang kecil yang sudah kusam dan lemari tua di sudut ruangan.“Hidup yang kejam!” Tanpa sadar aku bergumam pada diri sendiri. Buru-buru aku menutup mulutku dengan boneka Teddy Bear. Rasanya Ayah mendengar ucapanku tadi.“Ayah tau kamu ada di dalam!! Buka pintunya!!” Ayah berteriak lagi. Namun teriakannya kali ini lebih mirip orang yang sedang mengigau. Rupanya hari ini Ayah terlalu banyak minum. “Tau begini aku tak akan mengadopsi anak brengsek ini. Dasar anak sialan!” Usai berkata demikian, Ayah mulai bernyanyi lagu-lagu yang tak pernah kudengar lalu beranjak pergi menuju ruang tamu. Sudah menjadi kebiasaan Ayah menyanyikan lagu-lagu yang aneh jika sedang mabuk berat. Dan kalimat terakhir yang diucapkan Ayah, juga karena efek alkohol bukan?“Karena anak sialan itu istriku kabur dengan lelaki lain, usaha yang kubangun susah payah juga bangkrut karenanya.” Sejenak Ayah tertawa. “Benar-benar anak pembawa sial. Pantas orang tua kandungnya tak mau mengasuhnya…” Ujar Ayah seolah-olah berbicara dengan orang lain.Aku membeku mendengar ucapan Ayah.Sakit rasanya mendengar hal yang selama ini tak ingin aku dengar.***Matahari sudah terbenam sekitar beberapa jam yang lalu ketika aku menyusuri sebuah gang kecil. Rumah ku yang baru terletak di ujung gang kecil ini, luas rumah itu hanya setengah dari luas rumahku yang dulu. Aku menendang kerikil yang ada di depanku.Rasanya dunia memusuhi ku akhir-akhir ini. Semua berawal dari usaha Ayah yang ditipu seseorang setahun yang lalu. Ayah mengalami kerugian yang besar hingga tak mampu membayar hutang di bank, yang awalnya digunakan untuk modal usaha. Lalu semua berjalan begitu saja seperti mimpi buruk. Rumah kami disita oleh pihak bank, Ayah membeli rumah kecil dengan uang tabungan yang tersisa, Ibu membuat kue kering dan menjual kepada tetangga sementara Ayah mencari pekerjaan baru. Aku tak tau apa yang terjadi dengan Ayah selanjutnya. Ayah yang dulu ku kenal ramah dan humoris berubah menjadi Ayah yang suka berjudi dan mabuk. Sering ku dengar Ayah dan Ibu bertengkar karena Ayah meminta uang untuk berjudi hingga berujung pada perceraian mereka. Setelah perceraian itu biaya sekolah hingga makan sehari-hari ditanggung Ibu yang sebulan sekali mengirimi aku uang. Sebenarnya Ibu sudah berkali-kali menyuruhku ikut dengannya, mengingat usaha kue Ibu berkembang pesat apalagi kini Ibu sudah menikah. Namun aku selalu menolak karena tak tega meninggalkan Ayah sendiri. Aku tersenyum pedih mengingat semua hal itu. Ayah? Ibu?“Mereka bukan orangtua ku!!”Teriak ku parau.Ya, aku bukan anak kandung mereka. Orangtua kandungku tega meninggalkan ku di panti asuhan ketika usia ku menginjak 3 bulan. Kemudian saat aku berumur 7 tahun, Ayah dan Ibu datang untuk mengadopsiku. Sejak saat itu aku menjadi anak mereka. Ayah sering membelikan boneka Teddy Bear untuk ku, mulai dari ukuran terkecil hingga yang paling besar. Sementara Ibu selalu menjadikanku sebagai asisten koki saat beliau membuat kue. Ayah dan Ibu sangat menyayangiku seolah-olah aku ini anak kandungnya. Kami benar-benar keluarga yang bahagia. Tapi itu dulu. Kini semua telah berubah.“Nak Tasya..” Panggil seseorang dari belakang. Aku menoleh dan mendapati Pak Kino tersengal-sengal seperti dikejar setan. Saat itu aku baru menyadari bahwa aku sudah berada di depan rumahku.“Ada apa ya Pak Kino?” Tanyaku sopan.Pak Kino adalah pemilik rumah sebelah.“Anu.. Bapak baru saja..dari rumah sakit..” Ujar Pak Kino terbata-bata sambil mengatur nafas.“Bapakmu ada di rumah sakit.. Bapakmu dikeroyok penagih hutang..”Aku diam mendengarkan penjelasan Pak Kino?Penagih hutang?Pasti hutang judi.Bukankah lusa lalu penagih hutang sudah mengambil semua barang-barang di rumah?Radio, televisi, bahkan kursi pun juga diambil.Ragu-ragu aku menatap Pak Kino.“Rumah sakit mana?”Tanyaku lirih.Tanpa sadar mataku terpaku pada boneka yang bergelantung di tangan Pak Kino.***“Dokter pasti salah!! Ayah saya masih hidup!!” Teriakku memecah keheningan.Bibirku bergetar, pandanganku buram.Tangan kananku memegang boneka Teddy Bear berukuran kecil yang sudah terciprat darah.Namun bentuknya sudah tak karuan seperti sudah terinjak.Boneka ini ditemukan Pak Kino saat menyelamatkan Ayahku dari orang-orang suruhan Bandar judi.“Ayahku masih hidupkan, Pak Kino? Dokter ini pasti bercanda kan?” Tanyaku pada Pak Kino.Pak Kino menatapku nanar, seolah tak mampu berbicara padaku.“Maafkan saya, saya sudah berusaha semampunya. Namun Ayah anda terlalu banyak kehilangan darah. Terjadi pendarahan hebat di bagian otak beliau akibat terbentur benda tumpul.”Dokter berusaha menenangkanku.Tak kuhiraukan pandangan orang-orang yang menatapku dengan prihatin.Kaki ku dengan cepat menerobos masuk ruang UGD. Kulihat Ayah terbujur kaku diatas tempat tidur. Matanya terpejam damai walau wajahnya mengalami memar.“Ayah…” Ucapku lirih. “Ayah pasti sedang tidur kan? Besok pagi Ayah akan bangun lalu meminta uang kepadaku untuk judi sialan itu kan?” Tanyaku pelan.Dua suster menarikku untuk menjauh dari Ayah.Dengan kasar aku menepis tangan mereka kemudian berjalan menghampiri Ayah.“Ayah bangun!!!!” Teriak ku kesetanan.“Ayaaah!!!!”Aku mulai mengguncang-guncang tubuh Ayah.Tanpa sadar tanganku bersentuhan dengan lengan Ayah.Dingin. Aku tak mampu merasakan kehangatan yang dulu sering Ayah berikan. Saat aku berulang tahun, saat aku mendapatkan rangking, atau saat Ayah membelikanku sebuah boneka. Rasa hangat itu telah hilang, telah memudar.Sebuah teriakan menyadarkan ku.Entah sejak kapan Ibu ada disebelahku. Memeluk ku sambil menangis meneriaki nama Ayah. Di samping Ibu, aku melihat Oom Dharma yang tertunduk lesu.Oom Dharma adalah seseorang yang sudah menggantikan posisi Ayah di mata Ibuku.Aku merasa wajahku mulai memanas.“Ayaaaah… Jangan pergi…” Ujarku pelan lalu menangis sambil memeluk boneka Teddy Bear.***Aku membuka mata.Semua sudah berubah, ujarku dalam hati.Sebulan berlalu sejak kematian Ayah. Orang yang mengkeroyok Ayah sudah ditangani pihak berwajib. Aku memutuskan untuk menerima tawaran Ibu untuk tinggal bersamanya.Lagi pula Oom Dharma orang yang baik. Ayah pasti sedang tersenyum menatapku kini, tentu saja dari suatu tempat yang bernama surga. Aku tak peduli Ayah merupakan orang tua angkat ku. Bagiku Ayah ya Ayah. Seseorang yang selalu memberikan kehangatannya melalui boneka-boneka Teddy Bear, boneka favoritku dari kecil.Tak tau apa yang terjadi, dalam sekejap aku bisa mengingat semua rumus yang semalam aku pelajari. Dengan lincah tanganku menulis rumus, lalu memasukan angka-angka dan mulai menghitung. Aku baru menyelesaikan tiga soal ketika Bu Risna, guru matematika di SMA Bhineka, menyuruh semua siswa untuk mengumpulkan kertas ulangan. Kudengar nada-nada kecewa dari beberapa teman. Ternyata bukan hanya aku yang tidak berhasil menjawab semua soal. Tak sengaja aku menatap ke luar jendela. Langit pagi ini terlihat cerah. Aku tersenyum dan mulai beranjak meninggalkan bangku ku. Ayah, berjanji lah untuk bahagia disana. Bisikku dalam hati lalu berjalan menghampiri teman-temanku.SELESAIRai Inamas LeoniSMAN 7 Denpasar

  • Cerpen Cinta: TAK SECANTIK CINDERELLA

    TAK SECANTIK CINDERELLAOleh: Nining Suarsini JuhryKu tatap wajahku di depan cermin sambil memperhatikannya lekat-lekat. Sungguh ironis aku memang cewek antik seperti halnya yang di katakan teman-teman kampusku. Kacamata besar plus minus tebal di tambah lagi behel serta dandanan ku juga yang amat sangat biasa, hanya jeans dan kaos oblong yang agak kebesaran dan tak lupa tas ransel. Sungguh tidak ada yang bisa menarik hati kaum adam. Soal penampilan aku memang sangat cuek, aku tidak terlalu memikirkan hal itu. Tapi soal pelajaran aku jagonya di tambah lagi soal radio. Yapp di singgung soal radio, aku adalah penyiar radio, menurut rekan kerjaku sesama penyiar, aku termasuk penyiar yang memiliki banyak fans. Bukan karena wajah dan penampilanku, melainkan suaraku yang merdu, kata mereka suaraku sangat merdu dan setiap cowok-cowok yang dengar bisa klepek-klepek dan membayangkan kalau aku ini wanita cantik bak cinderella. Seminggu yang lalu ada seorang cowok yang mengajakku diner, cowok itu adalah salah satu penelfon setia di radio ku. Dia sangat penasaran dengan diriku. Sampai-sampai dia bela-belain minta nomor handpone ku di semua kru radio. Berkat saran dari sahabatku keyko akhirnya nomor handpone ku akhirnya ku berikan juga. Menurut keyko “apa salahnya menjalin pertemanan dengan fans, kan nggak ada salahnya. Siapa tau orangnya cakep kan kamu bisa dapat ke untungan dari situ, lagian kamu juga kan jomblo”. Keyko memang benar, aku sudah sangat lama menjomblo. Tapi kadang-kadang aku ragu dengan diriku sendiri apakah ada laki-laki yang mau menerimahku apa adanya ?? teman-teman kampus bahkan kru radio saja tidak ada yang tertarik dennganku.Handphone ku tiba-tiba berdering dan menyadarkanku dari lamunanku. Ku perhatikan layar hp ku, ternyata “rangga” yang menelfon. Hari ini kami janjian bertemu di sebuah cafe. Dia mengajakku diner. Hari ini aku sudah tidak bisa lagi menolak karena ini ajakan yang ke tiga kalinya setelah aku menolak ajakannya karena alasan tertentu. Aku malu bertemu dengannya dengan kondisiku yang seperti ini. Aku takut kecewa dan mengecewakannya. Menurutku dia sangat baik meskipun baru seminggu berkenalan lewat via hp. Mau tidak mau aku harus pergi. Tepat jam 08.00 aku berangkat kesana. Aku mengenangkan baju biru sesuai janji agar dapat saling mengenali. Ketika sampai disana, aku melihat seorang cowok yang dari tadi menunggu. Aku yakin dia rangga karena baju yang dia kenakan sama seperti warna bajuku. Sungguh tidak di sangkah, sosok yang duduk di sana sangat sempurnah, dia cakep, putih, dan memakai kacamata. Kakiku terasa berat melangkah untuk menemuinya, aku tidak pantas untuknya, dia terlalu sempurna untukku . Akhirnya aku memutuskan untuk pulang, tapi terlambat dia sudah terlanjur melihatku. Langkahku pun semakin ku percepat dan buru-buru mengambil taksi. Ku dengar dia berteriak memanggil namaku tetapi tetap saja tidak ku hiraukan. Maafkan aku rangga ucapku dalam hati.Seminggu setelah insiden itu, aku tidak lagi berkomunikasi dengannya, tak ada lagi deringan sms atau telfonnya di hp ku bahkan dia sama sekali tidak pernah menyapa di radio. Mungkin dia kecewa atau tidak ingin lagi mengenalku. Ada sedikit perasaan sedih yang ku rasakan, seakan-akan ada yang hilang dari diriku. Entah itu apa. Apakah mungkin aku munyukainya ?? andrea…andrea kamu jangan gila dong, kamu jangan cinta sama orang yang tidak mungkin mencintaimu. Batin ku berbicara.Sehabis siaran ku putuskan untuk pulang cepat. Hari ini aku sangat bad mood sekaligus capek. Padahal hari ini keyko mengajak ku makan di luar tapi ku tolak. Keyko mengerti dengan apa yang ku alami sekarang. Dia Cuma memberikanku motivasi dan saran.Malam itu aku kedatangan tamu, awalnya aku sangat penasaran karena baru kali ini aku kedatangan tamu cowok jam segini. Aku hanya tertegun sekaligus penasaran di buatnya. Aku langsung buru-buru menemuinya. Bagaikan petir di siang bolong. Ternyata cowok yang datang adalah rangga, OMG mimpi apa aku semalam. Hari ini dia tampak cool, ekpresinya biasa-biasa saja melihatku tidak sedikitpun ada rasa risih.Dia menyapaku dengan senyuman dan tatapan yang tulus. Dia sama sekali tidak heran melihatku. Ku balik menyapanya dan membalas senyumannya. Semuanya terasa kaku, aku sangat grogi di buatnya.“ngga maafin aku ya”. Ucapku memuali pembicaraan sambil menunduk. Dia hanya tersenyum sambil mengangguk. “aku udah ngecewaiin kamu, tidak seharusnya aku pergi malam itu. Tapi asal kamu tau aku bertindak seperti itu karena ada alasan. Aku nggak mau kamu kecewa melihat penampilanku yang seperti ini. Suaraku tidak secantik wajah dan penampilanku. Bahkan aku juga tidak secantik cinderella seperti yang lain katakan”. Ucapku panjang lebar. Dia hanya menatapku sambil tersenyum.“rea, aku tidak seperti yang kamu bayangkan. Aku tidak pernah menilai orang dari penampilan dan fisiknya”. Ucapnya dengan serius. Justru aku salut dengan kamu. Kamu adalah perempuan hebat”. Aku jadi semakin heran dan tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan rangga. Ada sedikit ketenangan yang ku rasakan.Pembicaraan semakin panjang dan tak terasa dia akhirnya berpamitan untuk pulang. Tapi sebelum pulang dia sempat berkata. “kecantikan seseorang itu tidak bisa di nilai. Kecantikan hatilah yang paling utama. Jangan selalu menganggap dirimu buruk, biarkanlah orang-orang berkata apa, mereka hanya iri karena tidak bisa memiliki seperti apa yang kau miliki yaitu prestasi, karier dan ketulusan hatimu”. Kata-katanya itu membuatku sadar. Ini menjadi pelajaran besar buatku. Meskipun tak secantik cinderella paling tidak kecantikan hatinya sama seperti yang aku miliki sekarang.**** nama : nining suarsini juhryfb : niningning23@yahoo.com

  • Cerpen Sedih: Maaf Ku Harus Pergi dari Cintamu

    Indahnya cinta kurasa , tetapi tak seindah yang kukira . malam semakin malam, tanpa ada dirimu disisi. ku mohon pada dirimu jangan dustai hati dan cintaku. Kasihku hanyalah dirimu , kasihku aku cinta padamu .Lembut nya embun pagi menyapa hati dan cintaku , seolah tak berhenti berharap akan cintamu. Manisnya cintamu dan indah senyum bibirmu menambah rasa cintaku kepada dirimu . dunia maya adalah awal cerita kita yang tak pernah kulupa sepanjang hidupku . perkenalan ku dengan dirinya membawa arti kebahagian dalam hidupku. Perbedaan pendapat membawa kita pada jurang kehancuran.Maaf ini sudah menjadi keputusan ku dan harus pergi untuk kesekian kalinya , dan aku pun tak bisa berbuat apa – apa hanya kata maaf ku bisa ku ucapkan padamu.Jujur ,kau telah melukai hati perasaanku , sehingga hidup ku kehilangan arah tujuan dan membuat suram hidupku. En, kenapa kau membohongi ku, apa kau tidak iba akan diriku. Maafin aku? Janji- janjimu semua palsu .Aku sedih melihat kamu tak setia pada ku .Walau rasa sayangku begitu besar kepada mu. tapi itu percuma ,kamu seakan tak menghiraukan aku lagi.Malam Tahun baru 2011 adalah malam begita saklar .makna pergantian tahun . karna,ini juga termasuk sangat bermakna dalam hubungan kita bina selama ini .semua serba baru .Kamu dimana ? loh ko , kenapa kamu pulang ke Depok sih . oya udah , kalau kamu mau malam tahun baruan bersama keponakanmu.Bergegas aku mencoba mengecek ketempat kost an mu di bilangan Rawamangun .apa benar dia pulang ke depok atau membohongiku.Aku gak yakin Eni pulang ke depok , rasa bimbang dan gak yakin tercurah dalam perasaan ku ini.loh ko, ternyata dia membohongi ku , ku melihat sendalnya berada ditempat kerjanya .tanpa berpikir panjang aku ketuk pintu kantornya , dia tampak kaget memandang diriku .hubungan yang terjalin selama 4 tahun dirusak oleh dia sendiri. membina hubungan begitu lama, akhirnya dia berkhianat tertangkap basah dengan rekan kerjanya sedang berdua an dalam kantor. Keluar kamu, dia tampak bingung memandang ku dan penuh rasa bersalah karna telah berbohong.“Ayo, kita jalan ?“Bergegas keluar dan meninggalkan kantor ?“Pucat terlihat dalam raut wajahnya?Sadar dia telah berbohong , pembicaraan selalu dialihkan .kamu kenapa bohong? Jujur ini terasa mimpi , dibohongi pasangan adalah sesuatu paling najis . Masih terasa luka oleh perilaku dia semalam , ternyata aku belum percaya 100%.Walau pun diriku sedang libur , aku coba menyatroni tempat kost an untuk kali ke dua.rasa kepercayaan ku mulai luntur , tak kala dia tertangkap basah lagi . rekan kerjanya yang juga kenal denganku , Nampak datang ke tempat kost nya . aku gak tinggal diam, 500 menit ku mengawasi .akhirnya ku datangi kost an nya terjadi keributan , sayang tangan ku dipegang nya sehingga tak terjadi perkelahian antara hasim dan aku . merasa tertangkap basah untuk kali ke dua , dia nampak pucat terlihat diwajahnya.Jujur dengan kejadian itu , aku benar gak bisa memaafkan dia ? rasa kepercayaan ku hilang seketika dan larut dalam kekecewaan .Meski pun sudah hilang rasa cintaku . tetapi aku memandang dia , mungkin itu semua sesuatu ke khilaf an dan bisa diperbaiki kembali. Aku pun mencoba mengunjungi dia ke kost an nya dengan maksud main dan sekalian meminta maaf atas sikap ku yang arogan .sayang , maksud baik ku ga direspon dengan baik ,aku ditinggal sendiri di teras kost an nya.Ku telpon ponselnya selalu di matikan ? Ku sms ga ada balasan?Hingga akhirnya , mungkin aku harus pergi dari hati dan cintanya selamanya dan menatap esok hari yang lebih cerah. Pergi dengan perasaan galau terasa dalam hati ku . tak ada keindahan yang tercipta dunia seakan gelap menjadi gurita .Mendengar ku tidak ada di Jakarta . dia pun mencoba menghubungi diriku “hallo, kamu dimana ?Maaf , aku sudah berada di luar kota sekarang?“eh , kenapa kamu pergi ? segera balik , saya tunggu kamu di kost an sekarang.“maaf ga bisa , aku sudah di Jawa ?“oya , udah kalau itu mau kamu sih?Kegagalan dalam bercinta bukan berarti kiamat , akan tetapi kegagalan adalah sebuah pengalaman dan harus dicarikan solusinya. Hari – hari yang indah kini telah hilang. Ku coba menjalani kehidupanku dengan rasa tegar walau terkadang rasa kesepian hinggap dan selalu menghantui pikiranku.Gambaran cerita ini mungkin sedikit dari sekian banyak cerita hidup yangbisa di jadikan renungan.sehingga kita dapat belajar tentang arti sebuah cinta .karna, setiap manusia tidak ingin gagal dalam menjalin hubungan asmara.semoga kita lebih mawas diri dan menjaga hubungan jalinan kasih dengan pasangan kita.Sekarang antara aku dan dia tidak ada kontek ?mungkin dia sekarang sudah menjalin cinta dengan yang lain dan menghasilkan Buah cinta yang menhasilkan kasih sayang*******By : SUGI ALWIN REY facebook: Sugi Alwin reyThanks sob udah mau baca

  • Cerpen Cinta | Rasa Yang Tertinggal Ending

    Akhirnya cerpen Rasa yang tertinggal bisa ending juga. Ngomong ngomong, walaupun sudah ending cerpen ini bisa juga di jadikan sebagai kisah before story untuk karya selanjutnya lho. Tepatnya itu cerpen tentang rasa yang kebetulan emang gabungan dari cerpen ini dan cerpen tentang aku dan dia. Untuk jelasnya baca sendiri aja. Oh iya, hampir aja lupa. Untuk yang belum baca bagian sebelumnya mendingan baca dulu. Biar nyambung sama jalan ceritanya gitu. Biar gampang bisa langsung lewat sini. Rasa Yang TertinggalCeritakan tentang seorang wanita yang ditinggalkan kekasihnyaDan dia menangis dalam pelukanku, kusadar dia bukan miliku.Dia bercerita tentang kekasihnya, yang telah pergi meninggalkannyaDia bercerita tentang kekasihnya, yang telah pergi menutup mata.Kekasihnya telah pergi meninggal kan dia.Tinggal deraian air mata.Sesungguhnya ku tak rela melihat dia terlukaJadikan aku pengantinya.________ By _ kangen band*** Cerpen Cinta | Rasa yang tertinggal ***Sepi. sepi, tenang dan sunyi. Hanya ada hembusan angin yang berhembus pelan. Seolah ikut merasakan kepediahn sepasang anak manusia yang masih terisak di depan gundukan tanah yang masih basah di sebuah area pemakaman.“Udah Al, ayo kita pulang. Relain dia pergi dengan tenang,” walaupun sesungguhnya rasa sakit masih sangat ia rasakan tapi ia tau. Ia tidak boleh terlalu terhanyut kedalamnya karena ia sadar saat ini Alan pasti merasakan berkali – kali lipat sakitnya.“Kenapa harus dia yang pergi?” tanya Alan yang lebih tepat jika disebut rintihan.“Al, maafin gue…" hanya kata itu yang mampu ia ucapkan. Walau tak urung ia juga merasakan pertanyaan yang sama. Kenapa harus sahabatnya yang pergi? Kenapa gadis itu harus menyelamatkanya yang justru malah mencelakakan dirinya sendiri?“Kenapa? Kenapa harus dia yang pergi? Kenapa dia harus pergi tanpa mendengarkan alasan gue. Alasan kenapa gue lebih memilih orang yang gue cintai?" rentetan kata keluar dari mulut Alan. Septia, yang sedari tadi menemaninya bahkan setelah para pengunjung lain pergi hanya mampu menutup mulutnya. Meredakan tangis yang sedari tadi ia bendung."Gue milih orang yang gue cintai adalah karena orang itu adalah sahabat gue sendiri. Tapi kenapa dia harus pergi tanpa tau kalau orang yang gue cintai itu dia? Kenapa Tifany harus pergi tanpa tau kalau gue mencintainya," isak Alan menumpahkan kepedihan dan penyesalannya. “Al, Please jangan kayak gini…" Septia ikut berlutut di samping Alan yang masih duduk terisak.“Gue cuma pengen dia tau Sep. Dan gue juga ingin tau, gimana perasaan dia selama ini?” rintih pria itu tak bertenaga.Septia terisak. Sebelah tanganya ia gunakan untuk menyeka air mata sementara tangan yang lain ia gunakan untuk membuka tas. Mengeluarkan sebuah buku berwarna pink dari dalam baru kemudian ia sodorkan kearah Alan sembari mulutnya berujar. "Dia cinta sama loe Al."Kalimat itu tak urung membuat Alan menoleh. Tak mengerti dengan maksut ucapannya. Lebih heran lagi ketika melihat diary yang Septia tujukan untuknya."Tifany suka sama loe. Dia beneran suka sama loe. Dia ingin loe bahagia karena dia pikir loe beneran suka sama gue. Al, maafin gue… Gue… Hiks hiks hiks," Septia tidak sangup menyelesakan ucapannya. Akhirnya ia memilih meraih tangan Alan, meletakan buku itu tepat di tangannya. Saat itulah Alan mulai mengerti. Cover diari itu bertuliskan nama Tifany. Dengan tangan bergetar di raihnya benda tersebut. Membuka satu demi satu lembarannya. Kata yang tertera membuat penyesalanya makin terasa berkali kali lipat. “Ayo Al. Kita pulang,” bujuk septia lagi.Kali ini Alan mengalah. Dengan berat hati ia beranjak dari duduk dengan bantuan Septia yang memapahnya. Tenaganya terkuras habis. Namun sebelum benar benar berlalu, dikeluarkannya sebuah kotak kecil dari dalam saku baru kemudian di buka dengan perlahan. Sebuah lionti bintang kini ada di tangan. Dengan hati – hati ia letakan benda tersebut di atas batu nisan. Batu nisan yang dengan ukiran nama Tifany di atasnya. Lengkap dengan tanggal lahir dan wafatnya. Untuk sejenak ingatannya kembali ke saat ia bersama Tifany beberapa waktu yang lalu. Saat ia menanyakan alasan kenapa Tifany menganggap kalau liontin itu menarik.“Karena liontin ini berbandul bintang. Bintang yang akan mengingatkan pada seseorang. Bahwa walaupun jauh, ia tetap bercahaya. Walaupun kadang menghilang, ia selalu ada. Tak mungkin di miliki, Tapi tak bisa di lupakan. Dan akan selalu ada didalam hati kita."'Seperti sahabat', dua buah kata yang Alan temukan sebagai tambahan di akhir buku diary Tifany.“Sahabat. Bahkan sampai akhir status kita tetap sebagai sahabat. Tapi gue tetep pengen minta maaf sama loe. Sebuah kata maaf yang tidak sempat gue ucapkan ketika loe masih hidup. Maafin gue Fan, yang terlalu bodoh telah nyaitin elo."“Cukup Al, ayo kita pulang,” ajak Septia sambil menarik tangan Alan. Atau menyeret lebih tepatnya. Ia sudah tidak tahan. Hatinya terlalu sakit bila terus berada di sana. Berjuta penyesalan ia rasakan. Menyesali kebodohannya dan Alan akan permainan mereka selama ini. Dari awal ia dan Alan memang sengaja melakukan kebodohan ‘ cokelat ‘ hanya untuk mencari tau tentang perasaan Tifany yang sesungguhnya. Namun sayangnya, saat mereka sudah menemukan jawabannya, Tifany sudah terlanjur pergi. Terlanjur pergi meninggal kan sebuah rasa. ‘Rasa Yang Tertinggal'.Ending…Detail Cerpen Judul cerita : Rasa Yang TertinggalStatus : CompletePenulis : Ana MeryaTwitter : @ana_meryaPart : 05 Of 05Jumlah kata : 665 WordsGenre : Remaja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*