Cerpen Romantis “Buruan katakan Cinta End” {Update}

Cerpen romantis yang Star Night sendiri nggak tau di mana letak keromantisannya. =,=
Oh ya, Cerpen ini adalah bagian end. Syukurlah akhirnya happy ending juga yah walaupun kemaren masih sempat ngegalau. Beneran, untuk part ini Star Night nggak nyangka endingnya begini. beneran di luar dugaan kayak nya. Untuk lebih jelasnya silahkan di baca sendiri. Oke….!!.
Tapi sebelum itu baca dulu episode sebelumnya yang bikin galau di Cerpen Galau Buruan Katakan cinta.

Credit Gambar : Ana Merya
Keesokan hari nya, ani di antar oleh vano, kevin melihatnya dengan pandangan yang sedih, kevin mengusap air mata yang menetes di pipinya, kemudian ia melangkah meninggalkan ani bersama vano. tapi ani tidak melihat kehadiran kevin.
Saat istrahat pertama kevin sengaja ke kantin karena ia nggax mau lebih menyakiti dara dengan selalu berada di dekat dara. begitu tiba di kentin pandangannya langsung tertuju ke meja yang berada tak jauh di depannya. karena di sana ada ani dan vano yang sedang asyik ngobrol.
"ani… baru gini aja hati gue udah sakit, gimana gue bisa ngerelain elo ama vano. gimana ani? apa gue sanggup menjalani hidup kalau gue nggax bisa bersama ama loe… tapi na demi loe, gue bakal merelakannya, gue bakal melakukan apapun asal loe bahagia na. gue rela melakukannya…" kata kevin dalam hati "tuhan, berilah gue kekuatan untuk mengatankannya, bantu gue tuhan, semoga aja gue nggax pingsan di tempat. huuuufffhh… kevin, loe pasti bisa. berjuang lah kev…." lanjutnya
"ani, kita perlu bicara…" kata kevin.
"kalau loe mau ngebelain dara di depan gue lagi, nggax perlu, gue udah tau kok, lagian percuma aja kita berdebat…" kata ani dengan santainya.
"na, gue bukan mau ngomongin itu kok…"
"trus loe mau ngomong apa?" tanya ani.
"apa kalian pacaran" tanya kevin, ani dan vano langsung kaget.
"ha?! e enggak, kok loe bisa ngomong kayak gitu sich…"
"eh, kan gue udah bilang sama loe kalau loe itu seharusnya bisa percaya sama pacar loe sendiri, bukan percaya sama orang lain, tapi kalau loe nggax percaya ama dia, gue selalu percaya kok sama ani, jadi jangan salahin gue, kalau gue itu merebutnya dari elo…" kata vano sambil berdiri.
"kalau gitu loe udah bisa mendapatkannya kok, ani itu lebih percaya sama loe dari pada ama gue…" kata kevin.
"kevin!!! loe fikir gue itu apa ha? barang yang bisa loe tukar-tukar? gue itu manusia yang masih punya perasaan kev, gue nggax nyangka kalau loe setega ini…"
"ani, jadi gue harus gimana? apa yang harus gue lakuin agar loe mau ngedengerin gue? apa ani? apa? loe kasi tau gue caranya… gue pasti bakal melakukannya… an, loe tau nggax sich, selama ini gue selalu mencoba menjadi yang terbaik buat loe.. selama ini gue itu selalu perhatian sama loe… na, sebenernya apa motif loe ngelakuin ini…"
"gue…" kata ani sambil melihat kesekeliling nya, tanpak di sana banyak yang memperhatikan mereka, sepertinya sebagian besar anak-anak yang ada di campus, semuanya memperhatikan mereka.
"kalau gue emang ada salah, gue minta maaf, dan kalau gue boleh tau, apa kesalahan gue itu, gue nggax tau na gue nggax tau salah gue dimana… apa semua ini karena masalah kemaren, kalau emang karena itu, itu tu nggax sengaja, kemaren gue emang jalan ama dara, karena saat itu kita bosen, kita pusing ngerjain tugas yang nggax selesai-selesai jadi kita sengaja mau menyegarkan fikiran kita…"
"ini bukan cuma masalah itu aja kev…"
"trus apa?? apa ini karena vano. apa loe suka sama vano? kalau ia bilang… nggax kayak gini caranya, ini tu bener-bener menyakitkan… loe tau nggax sich gimana perasaan gue saat gue tau loe nggax ada kabar selama dua minggu, gue takut terjadi apa-apa sama loe, gue takut na, gue takut loe itu kenapa-napa… apa loe tau gue itu udah kayak orang gila saat itu, yang gue lakukan hanya menunggu hanpone gue, mungkin aja loe mau menghubungi gue, tapi apa…. loe sama sekali nggax ada menghubungi gue…"
"kev, saat itu gue…"
"kenapa? loe nggax inget ama gue… atau loe sengaja melakukannya… na, gue itu sampai bolos dari kampus cuma karena mengkhuatirkan keadaan loe, tapi apa yang gue dapatkan… cuma sebuah kesia-siaan. tapi gue masih bisa menahan diri gue, untuk tetap tenang, kalau nggax mungkin sekarang gue udah masuk RSJ karena strez mikirin elo. saat pertama kali loe datang kembali ke campus gue lihat loe udah menjadi beda banget, beda banget dari pertama kali gue mengenal elo, dan saat itu gue seneng banget. tapi gue malah melihat elo akrab dengan cowok lain, loe bisa membayangkan nggax sich giamana perasaan gue saat itu… gue sedih banget na… apa semua itu masih belum cukup untuk elo percaya kalau gue bener-bener perhatian sama loe…"
"kevin…."
"ani, apa loe pernah memikirkan gimana perasaan gue, kenapa loe malah membela cowok yang harusnya menjadi saingan gue, gue itu sedih banget na, gue merasa hidup gue udah nggax ada artinya lagi… apa yang sebenernya elo inginkan… apa na? apa loe bener-bener ingin gue merelakan elo pergi… gue nggax sanggup kalau harus kehilangan elo sekarang na… gue nggax sanggup…"
"kev, gue…"
"ani gue belum selesai bicara… apa loe melakukan semua ini karena mau membuat gue cemburu? kalau ia, loe udah berhasil na, loe berhasil bahkan sukses besar, gue bener-bener cemburu ngelihat elo ama cowok lain, apa lagi elo selalu aja membelanya, loe tau nggax sich kalau gue sakit hati melihatnya…"
"maksud loe…?"
"ani, apa loe masih nggax sadar juga kalau selama ini gue suka sama loe, apa loe nggax ngerti juga kalau nggax di kasi tau? ani, gue itu suka sama loe, gue nggax bisa melihat elo dengan yang lain, gue nggax sanggup na, mungkin ini karena gue terlalu menyukai elo, gue nggax perduli apa pandangan orang terhadap kita, gue nggax perduli apapun yang orang lain katakan, mau mereka bilang elo kuper, buruk rupa, jelek atau apa pun, tapi gue nggax perduli na, gue nggax perduli… yang penting gue selalu bersama ama loe na, apa itu masih belum cukup untuk membuktikan sebesar apa cinta gue ke elo… apa itu masih belum cukup ani!!!" bentak kevin yang udah nggax bisa menahan emosinya.
"kev, gue…gue nggax menyangka kalau loe…"
"what?! loe nggax tau kalau gue itu suka sama loe? sebenernya loe itu suka sama gue nggax sich, kenapa elo nggax bisa tau apa yang pasangan elo rasakan…. ani gue jadi merasa ragu sama loe… sebener nya loe suka sama gue atau nggax?"
"kevin gue…"
"atau malah loe udah berpindah kelain hati seperti gosip yang udah menyebar, sebenernya gue nggax percaya, tapi kalau reaksi loe kayak gini gue jadi semakin yakin kalau loe nggax suka sama gue… kalau loe emang suka sama vano bilang… ayo bilang terus terang…. gue bisa kok untuk memut…."
"cukup kev, cukup!!!" potong ani "loe udah terlalu banyak bicara… kenapa sich loe nggax memberikan kesempatan untuk gue menjelaskan semua yang udah terjadi… gue itu ama vano cuma…"
"apa? udah lah, mending kita akhiri semua ini… sekarang mending loe pilih antara gue atau vano?"
"kev…"
"kenapa? kalau loe beneran suka sama gue loe bakal lebih memilih gue dari pada vano kan? tapi gue minta loe harus memilih salah satu di antara kita, dan merelakan salah satu di antara kita pergi…"
"apa nggax ada pilihan yang lain kev?" tanya ani.
"nggax. cuma ini pilihan yang loe punya, sekarang mending loe jawab"
"kevin, gue emang suka sama loe. tapi, gue juga nggax bisa kalau harus menjauhi vano…" kata ani.
"kenapa? apa vano itu lebih berarti dari gue…"
"kev, vano itu…"
"apa?!" tanya kevin.
"gue nggax bisa kalau harus pergi dari vano…" kata ani.
"ani… ok kalau itu pilihan loe gue…" kevin tak sanggup meneruskan kata-katanya, dan siap mau pergi.
"ha ha ha…" tawa vano tiba-tiba, semua yang ada di sana langsung kaget termasuk fitri, desy dan sisi yang kebetulan sedang ada di kantin ikut kaget mendengarnya, dan makin penasaran dengan apa yang terjadi. langkah kevin langsung berhenti, dan kembali berbalik.
"vano. kenapa loe tertawa… emang loe fikir ada yang lucu?!" bentak kevin sebel. nggax tau orang lagi marah apa?! nyebelin banget.
"ya iya lah. kalian berdua itu lucu…" kata vano dengan masih tertawa.
"apanya yang lucu? atau loe bangga banget karena ani lebih milih loe dari pada gue… ha?!" bentak kevin sebel sambil menatap ani dengan sebel dan sakit hati.
"loe jangan salah faham dulu, tapi kalian tu aneh, udah sama-sama suka masih gengsi aja yang di banyak-banyakin" kata vano.
"loe…??? loe tau kalau gue ama ani saling suka?"
"he-eh… udahlah mending kalian berdua baikan aja, nggax baik kalau harus kayak gini terus, kasian gue ngelihatnya. baikan aja ya…."
"loe nggax sakit hati?" tanya kevin.
"ha ha ha ya nggax lah, gue itu tau kalau kalian saling suka jadi mending kalian baikan aja…"
"bukannya loe suka sama ani?"
"emmm…" kata vano dan kemudian menggelengkan kepalanya.
"kalau nggax, kenapa loe mendekatinya…"
"ha ha ha… " tawa kevin makin seru "gue itu sepupunya lagi…" lanjutnya santai yang tentu saja membuat semua yang mendengarnya jadi kaget, terutama kevin pastinya.
"apa?! loe…" kevin tidak bisa meneruskan kata-katanya, ia langsung terduduk di kursi sampingnya. sumpah malu banget.
"ia. kita ini sepupu… na, tost dulu…" kata vano dan kemudian mereka tost bersama sambil tersenyum bersama sementara kevin syok banget "bener kan apa kata gue… ternyata gue itu bener-bener pinter ya… nah, sekarang loe percaya sama gue kan?…" kata vano kepada ani, ani langsung mengangguk.
"he-eh, elo sich kev, coba aja kalau loe mengakuinnya lebih cepat, gue kan nggax perlu melakukan hal konyol kayak gini…." kata ani sambil tersenyum.
"kalian… apa sebenernya yang terjadi…" kata kevin dengan bingungnya.
"sebenernya…." kata vano dan menceritakan apa yang sebenernya telah terjadi.
FlasBack
"An, loe kenapa? kok mukanya kusut gitu? strika dulu gih…" kata vano sambil duduk di dekat ani, di teras rumah kakeknya.
"sembarangan aja, loe fikir gue itu pakaian apa…"
"he he he mirip dikit…" balas vano.
"uh keterlaluan…"
"he he, lagian elo masa mukanya ditekuk terus, kenapa? ada masalah ya? dari kemaren hanpone loe bunyi terus tuch… kenapa nggax di anggkat?" tanya vano.
"suka-suka gue donk, lagian loe itu masih kecil, jadi nggax perlu tau…"
"masih kecil? eh gue itu lebih tua dua tahun dari loe ya, sembarangan aja kalau ngomong… " vano nggax terima "ya walaupun maasih terlihat muda an gue dikit…" lanjutnya.
"ia. mudaan guenya banyak…"
"ah ya nggax donk, enak aja. udahlah mending loe ceritain aja apa yang terjadi ama sepupu loe yang keren ini…" kata vano.
"idih pe-de banget loe… keren apaan, suka mainin cewek kayak gitu… jadi playboy kok bangga" balas ani.
"lho ini tu kenyataan kali… gue itu emang keren, kalau gue nggax keren mana ada yang bakal mau ama gue…. lagian gue jadi playboy kan bukan kemauan gue…"
"trus kemauan siapa?"
"e napsu gue… he he he… lagian, salah tu cewek sendiri, udah tau gue itu playboy masih juga percaya apa yang gue omongin ama dia…"
"kena batunya baru tau rasa loe…."
"loe itu emang bukan sepupu yang baik ya, masa saudara nya sendiri di sumpahin yang nggax-nggax. e tapi udahlah, emang loe ada masalah apa? gue itu kan paling banyak ide. so, apapun masalah loe gue pasti bakal bisa bantu…"
"sebenernya, gue itu punya pacar, tapi pacar gue nggax pernah bilang suka sama gue sekali pun, dari kita mulai pacaran hingga saat ini, yang udah enam bulan. gue bingung sebenernya dia itu suka sama gue atau nggax…" kata ani.
"trus pacar loe sendiri itu gimana sikapnya kalau berada di dekat elo…"
"ya dia itu baik, dia selalu belain gue kapan pun dan dimana pun gue di hina orang, loe taukan gue itu gimana? pastinya banyak yang nggax suka sama gue… dan akhir-akhir ini dia lagi deket ama seorang cewek yang cantik banget, dan gue pasti kalah jauh ama dia… cewek itu cantik banget…"
"jadi…"
"kemaren sebelum gue kesini gue ngelihat mereka jalan ke taman bareng, gue nggax tau kenapa mereka ada di sana? sengaja janjian atau apa, tapi gue sedih banget, gue takut pacar gue itu lebih milih cewek itu dari pada gue…"
"ani, loe itu gimana sich, katanya loe suka sama… e siapa???"
"kevin"
"ha ia, kevin. katanya loe suka sama kevin, nah kalau loe suka sama dia, harusnya elo ngertiin dia, loe harusnya tau apa pacar loe itu suka sama loe atau nggax…"
"nah itu dia masalahnya, gue nggax tau apa kevin suka sama gue atau nggax, ini yang lagi gue cari tau…. gue takut kalau sampai kevin nggax suka sama gue, karena gue suka sama dia…"
"loe dengerin gue deh,… kalau cowok udah memberikan perhatian lebih ama seorang cewek berarti dia menganggap kalau cewek itu penting dalam hidupnya… nah loe tengang aja, pasti si kevin itu suka sama loe, dia pasti lebih mementingkan perasaan elo di banding orang lain. percaya deh…"
"sok tau banget sich loe… loe itukan playboy, sejak kapan loe tau arti sebuah cinta…" kata ani.
"loe pasti tau kan kenapa gue jadi playboy, itu karena pacar gue ngeduain gue, nah jadi gini-gini gue pernah ngerasain sakit hati juga cinta kaliii jangan anggap semua playboy itu jahat deh…" vano nggax terima.
"ia deh maaf. tapi gue nggax terlalu percaya kalau kevin suka sama gue, loe tau kan gue itu kayak apa, sementara saingan gue cantik banget"
"An, cinta itu nggax lihat penampilan, jadi menurut gue pasti pacar loe itu suka sama loe, loe tengan aja… lagiankan suatu hubungan itukan sangat memerlukan sebuah kepercayaan, nah kalau loe nggax percaya ama pacar loe sendiri, buat apa hubungan ini kalian lakukan…."
"tapi gue sangat mencintai kevin van, gue bingung apa yang harus gue lakuin, apa harus merelakan nya kepada orang lain, atau mempertahankannya…"
"sebenernya apa yang loe butuhkan saat ini agar loe percaya kalau dia itu beneran tulus jadian ama loe…"
"pengakuannya, gue pengen dia ngaku kalau dia itu suka sama gue, karena selama kita pacaran gue nggax tau apa dia pacaran ama gue karena suka atau cuma mau mainin gue aja, gue nggax tau…."
"kalau cuma itu sich gampang, kayak nya gue punya ide cemerlang deh, mau mencobanya…"
"asal kevin suka sama gue jaminannya, gue bakal berusaha…"
"baiklah… pokoknya loe percayakan aja sama gue, gue itu udah berpengalaman kalau tentang yang beginian. pertama yang harus loe lakuin adalah, merubah penampilan loe menjadi lebih baik"
"kenapa pake acara merubah penampilan segala sich… gue suka kok sama penampilan ini…"
"ia loe suka, tapi gue nggax, udah lah pokoknya loe harus turutin kalau mau gue bantuin elo… itu baru yang pertama, dan selanjutnya… kita pikirin entar, gimana loe sanggup kan…" tanya vano.
"emmm, ok kita coba…" kata ani akhirnya.
"he he he gitu donk…." kata vano mereka tost bersama lalu tertawa dengan senengnya.
Flasback end
"0 pinter… bagus ya… bagus… seneng ya udah buat gue kayak gini, ia seneeeeng" kata kevin setelah vano dan ani selesai bicara….
"ha ha ha… ia donk. gue itu kan emang pinter" vano membanggakan diri.
"huuuh bener-bener keterlaluan…"
"ya abis elo, suka sama cewek nggax mau ngaku, harus gue juga yang turun tangan…"
"idih, pe-de banget loe jadi orang…"
"ia donk, percaya diri itu perlu…"
"gimana exting gue, bagus nggax?" tanya ani.
"ia bagus, cocok banget jadi pemain sinetron. pasti langsung dapat awards. sampai-sampai gue aja nggax mengetahuinya, ia bagus, sumpah deh…" kata kevin.
"tapi tetap berhasilkan…"
"ia berhasil banget…." kata kevin dengan nada sebel.
"idenya siapa…" tanya vano.
"cosmos" jawab ani dan kevin bersamaan dan tertawa bersama.
"vano. enak aja cosmos" kata vano sebel.
"he he he…"
"apa sich maksudnya?!" vano sebel.
"emmmm, ceritanya sich balas dendam…. he he he he…"kata kevin dan kemudian tertawa begitu juga dengan ani sementara vano merasa sebel.
"kalian ya… seneng udah bisa ngeledekin gue… ia seneeeeng. heran, bukannya terima kasih juga udah di bantuin, ini malah buat gue kayak gini… huuuh keterlaluan" kata vano sebel.
"ha ha ha ha…" balas kevin dan ani, juga anak-anak yang ada di kantin, sementara vano udah bener-bener sebel.
Cerpen Romantis "Buruan katakan Cinta End"
sore itu, ani dan kevin berjalan bersama, menelusuri pantai yang indah, apalagi jalan bersama yang terindah pokoknya menjadi bener-bener indah deh… setelah puas jalan-jalan, mereka duduk di sebuah kursi payung yang ada di taman, sambil minum air es kelapa muda, mereka ke asyikan ngobrol.
"eh, gue boleh tau nggax, alasan utama loe ngelakuin ini itu apa?" tanya kevin.
"ngelakuin apa maksud loe…" tanya ani.
"loe bego atau pura-pura bego sich, ya ngelakuin bohong-bohongan itu… gue kira loe udah berubah semuanya, ternyata penampilan aja yang loe rubah, tapi tetep aja lelet" kata kevin sebel.
"uh keterlaluan banget sich loe, masa pacar sendiri di bilang lelet. lagian yang ngerubah penampilang gue juga itu tuch si vano. kalau nggax juga gue nggax berubah"
kata ani "sebenernya tujuan utamanya cuma gue mau loe bilang cinta ke gue…"
"trus tujuan keduanya…"
"emmm apa ya… e palingan cuma mau ngebuktiin ke anak-anak kalau gue itu pantes dapat pacar kayak loe…" jawab ani.
"padahal kalaupun loe nggax berubah juga gue tetap bakal suka sama loe…"
"gue tau itu…" kata ani dalam hati "suka sich suka, tapi nggax bakal ngakuin ke gue kan… uh keterlaluan… loe tau nggax sich gue itu sempet meragukannya tau nggax. gue fikir loe itu cuma mau mainin gue aja…"
"ya enggak lah, gue itu tulus suka sama loe, lagian elo katanya suka sama gue tapi kenapa loe nggax tau-tau kalau gue itu suka sama loe, loe sebenernya memperhatikan gue nggax sich, hu'uh masa harus di kasi tau dulu baru tau…"
"ia donk. gue emang tau segalanya tentang loe kecuali perasaan elo…"
"kalau seandainya vano itu bukan sepupu loe, apa loe bakal tetap suka sama gue…" tanya kevin.
"kev, loe itu ngomong apa sich…"
"gue serius, kalau seandainya gue nggax sekeren sekarang, nggax sepinter ini, dan vano itu bukan sepupu loe, apa loe masih tetap suka sama gue…."
"ya iya lah, lagian cinta itu kan datangnya dari hati bukan penampilan… loe itu udah menerima gue apa adanya jadi gue juga gitu, lagian cinta itu kan lihat apa adanya bukan lihat ada apanya…" kata ani, kevin langsung tersenyum senang mendengarnya tapi… "eh apa tadi…. nggax sekeren sekarang 'n nggax sepinter ini??? idih pe-de banget loe…" cibir ani.
"apa kata vano, pe-de itu perlu, lagian gue emang keren 'n pinter kok, kalau nggax mana mungkin banyak yang naksir gue, termasuk elo…."
"uh ge-er, siapa bilang gue suka sama loe…"
"elo…."
"kapan?"
"barusan loe lakuin…."
"ih loe tu ya… re-se…." kata ani sambil memukul kevin.
"aduh sakit tau. sadis banget sich loe sama pacar sendiri…" kata kevin sambil mengusap-usap lengannya yang di pukul ani.
"biarin. abis re-se sich… e tapi by the way gimana ama dara?"
"kenapa nanya-nanya? gue itu nggax suka sama dara kok…"
"gue tau itu… maksud gue daranya, apa yang terjadi sama dia ya?"
"kemaren gue melihatnya deket ama aldy temen baik gue, dari dulu aldy suka sama dara tapi nggax berani ngomong, dan katanya saat aldy mendengar gue menolak dara, dia mencoba mendekati dara, dan sekarang gue juga nggax tau apa mereka udah jadian atau belum…" jawab kevin.
"0 bagus deh… nggax ada lagi yang ngegangguin pacar gue…" kata ani lirih, kevin langsung menatapnya, sepertinya kevin mendengarnya, kevin menatapnya sambil senyum-senyum seneng.
saat ani melirik kevin, ia baru sadar kalau kevin menatapnya sambil senyum-senyum dan membuat ani kaget, kira-kira ada apa.
"loe kenapa?" tanya ani.
"loe… cemburu ya…" balas kevin sambil senyum-senyum.
"ha, e enggak kok, siapa juga yang cemburu, nggax penting banget cemburu ama hal yang seperti itu…" kilah ani.
"udah lah ngaku aja, loe cemburu kan lihat gue ama dara"
"enggax"
"kalau gitu gimana kalau gue mencoba mendekati dara lagi" kata kevin ani langsung kaget dan refleks menatap kevin nggax percaya, kevin langsung tertawa melihatnya "tuh kan loe cemburu kan, gue bilang juga apa, loe itu cemburu. udah lah ngaku aja, gue itu kan emang keren dan selalu ngangenin, jadi siapun bakal tergila-gila sama gue temasuk elo…"
"siapa bilang, gue itu nggax bakal cemburu, gue kan sekarang cantik, jadi gue bisa mendapatkan cowok manapun yang gue mau, yang lebih keren dari elo. yang lebih pinter, yang lebih kaya, yang lebih…."
"stop!!!" potong kevin cepat "eh loe itu nggax boleh tergoda apa lagi menggoda cowok lain selain gue, loe tau kan gue itu pencemburuan. gue itu nggax bakal melepaskan elo begitu aja, jadi jangan harap loe bakal bisa lepas dari gue…" lanjutnya dengan sebel, gantian ani yang tertawa.
"ha ha ha kena deh, kasihan deh loe…." kata ani dan melangkah pergi sambil tertawa penuh kemenangan "gue menang. loe cemburu kan, ternyata gue itu emang bener-bener cantik ya, sampai-sampai loe aja nggax bisa ngelupain gue…" kata ani dan berlari.
"eh pe-de banget loe, nggax bakal gue nyerah gitu aja, sini loe balik nggax. gue bakal ngebalesnya…" kata kevin sambil mengejar ani, ani makin mempercepat langkahnya.
"nggax bakal bisa…"
"eh berhenti nggax. gue bilang berhenti. loe dengerin gue nggax sich?"
"enggax, wuuuueeeekkk. coba kejar kalau bisa…. "
"awas loe ya…."
"ha ha ha ha…."
Cerpen Romantis
THE END
Gimana?. Diluar dugaan kan ending cerpen romantis ini?. Star Night juga kaget kok endingnya jadi gini. Tapi semoga saja tetap bisa menghibur.

Random Posts

  • Cerpen Remaja Terbaru ” Take My Heart” ~ 01

    Salah satu kisah remaja yang admin tulis adalah cerpen remaja Take My Heart, kisah remaja yang merupakan lanjutan dari cerpen pendek pupus yang telah di posting sebelumnya. Secara cerpen yang satu itu kan sad end, so biar happy di tarik kesini. He he he. Nah, buat yang penasaran bisa langsung read ke bawah. Ini merupakan part awal, so silahkan simak detailnya. Jangan lupa RCL ya…Cerpen take my heartOrang bilang cinta itu sederhana, Cukup aku dan kamu, Yang lain cuma nonton. Tapi sayangnya, tidak semua orang menyukai kesederhanaan. Layaknya hidup yang menginginkan kemewahan…. #Take My Heart"Ah, Mereka benar – benar pasangan yang serasi ya?.""Ia. Yang satunya Prince, yang satunya lagi Princess.""Sulit di percaya, kedua idola di kampus kita bisa jadi pasangan."Laura terus melangkah sambil tersenyum bangga mendengar kalimat demi kalimat yang mampu di tangkap oleh indra pendengarnya. Sesekali matanya melirik sosok yang berjalan tepat disampingnya. Menuruti tawaran menjadi pacar Ivan, Idola kampusnya walau selama ini terkenal dengan Cap Playboy ternyata bukan ide yang buruk. Terbukti pamornya makin menanjak semenjak itu. Padahal baru terhitung seminggu mereka jadian."Sayang, kita ke kantin dulu yuk. Gue laper nih," ajak Laura terdengar manja, Ivan menoleh kearahnya. Mengangguk setuju sambil pasang senyum manis.Begitu mereka menginjakkan kaki di kantin, seperti biasa langsung menarik perhatian semuanya. Mulai terdengarlah suara suara berbisik yang membicarakan tentang keduanya."Kok kita duduk disini si?" bisik Laura lirih saat mendapati Ivan duduk santai di meja tengah bersama ke tiga teman karibnya. Biasanya kan bila mereka berdua mereka selalu duduk berdua di pojokan."Oh, itu karena gue punya kejutan buat loe. Bener gak guys?" tanya Ivan sambil tersenyum misterius kearah teman – temannya."Oh ya?" wajah Laura tampak bercahaya."Nggak yakin loe suka, tapi kalau kaget bisa jadi," Ivan menambahkan."Apa?" tanyanya sedikit mengernyikan dahi."Gue mau kita putus," kata Ivan singkat, padat dan jelas."Apa?!" kali ini Nada kaget yang keluar dari mulut Laura. Setelah terlebih dahulu terdiam sejenak ia menambahkan sambil tertawa. "He he he, loe bercanda kan?""Jadi menurut loe ini lucu?" bukannya menjawab Ivan malah balik melontarkan pertanyaan."Tadi ini nggak masuk akal. Kita baru seminggu jadian. And hubungan kita juga baik – baik aja. Seenggaknya sebelum…" Laura melirik jam tangannya "20 detik yang lalu.""Heh, nggak masuk akal?" Ivan tampak mencibir. "Loe nggak lupa kan kalau gue ini seorang play boy?""Apa?""Sebenarnya, gue males banget pacaran sama loe. Tapi temen – temen gue nantangi apa gue bisa naklukin elo dengan sekali tembak kemudian memutuskannya di hadapan umum. Ya sudah, kebetulan taruahannya lumayan gue si ikut aja. Terbukti kan gue yang menang?" kata Ivan sambil menadahkan tangan ke arah Renold, sahabatnya yang duduk tepat di hadapannya. Dan detik berikutnya lembaran uang ratusan sudah tertera di sana."Ma kasih ya, Sekarang loe boleh pergi".Refleks tangan Laura melayang. Namun belum sempat mendarat di wajah Ivan, tangannya sudah terlebih dahulu dicekal."Loe pikir siapa elo berani nantangin gue ha?" kata Ivan lirih namun penuh penekanan. "Asal loe tau aja, image loe sebagai cewek idola di kampus ini, yang selalu berhasil naklukin hati cowok ternyata cuma gosip murahan. Buktinya loe dengan gampangnya bertekuk lutut di hadapan gue," sambung Ivan lagi."Sialan loe. Dasar brengsek!" geram Laura sambil menghempaskan tangannya membuat cekalan Ivan langsung terlepas."Terima kasih atas pujiannya," senyum Ivan santai."Denger ya, gue akan pastikan loe akan menyesali apa yang loe lakukan saat ini sama gue. Inget, hukum karma itu berlaku. Loe pasti akan merasakan pembalasan yang lebih buruk dari apa yang loe lakuin ke gue," geram Laura dengan wajah memerah. Entah karena terlalu marah atau malu karena kini telah menjadi objek tontonan di kantin mereka."Kita liat aja nanti," Ivan cuek.Dengan kesel Laura berlalu membawa sejuta dendam dan sakit hati di hatinya. Sementara Ivan sendiri justru tertawa diikuti ke ketiga teman temannya."Wow, sulit di percaya. Loe benar – benar melakukannya," Komentar Renold sambil menggelengkan kepala kagum menyaksikan drama satu babak yang baru saja terjadi di hadapannya."Kenapa enggak. Lagipula ini cuma masalah kecil," sahut Ivan sambil menjentikan jarinya menyombongkan diri."Apa loe tertarik untuk melakukan taruhan lagi?" Andra angkat bicara.Ivan terdiam. Matanya melirik lembaran lembaran merah yang berada di tangannya. Setelah berpikir sejenak ia kembali berujur."Jika kalian siap untuk kalah lagi.""Wow, Pe-De sekali," cibir Renold."Jadi apa aturan mainnya?" tanya Ivan lagi.Andra tidak langsung menjawab. Matanya sedikit menyipit dengan sebuah senyuman misterius di wajahnya."Kita liat aja nanti".~ Take My Heart ~ "Apa yang mau kita lakukan di sini?" tanya Renold bingung saat Andra menghentikan langkahnya di koridor kampus."Tentu saja untuk melanjutkan rencana permain kita," terang Andra santai."Makstu loe?" tanya Ivan."Sebelum gue jawab, gue pengen nanya sekali lagi. Ivan, loe siap untuk ber'Main?" tanya Andra sambil menoleh kearah Ivan yang hanya di balas anggukan mantap."Apapun?" Andra menegaskan."Apapun selama itu masih terkait dengan ketenaran gue selaku playboy!" balas Ivan membuat temannya mencibir mendengarnya."Baiklah, taruahannya sepuluh juta. Deal?" tanya Andra lagi."Tunggu dulu, loe belum menentukan apa permainannya?" potong Ivan."Baiklah, kalian lihat pintu itu?" tunjuk Andra kearah ruangan dosen."Iya. Kenapa?" Renold masih terlihat bingung."Itu permainannya.""Maksut loe?" tanya Aldy yang sedari tadi diam memperhatikan tampang bingung. Tangannya terulur membenarkan letak kaca matanya."Loe," tunjuk Andra kearah Ivan. "Harus bisa menaklukkan siapapun yang pertama sekali keluar dari pintu itu.""Apa?!" secara koor ketiga orang itu berujar tak percaya."Bagaimana kalau yang pertama keluar dari pintu itu adalah pak Burhan?" celetuk Aldy.Semuanya terdiam untuk sejenak sambil membayangkan sosok yang di sebut Aldy barusan. Pak Burhan, pria gendut, berkepala botak lengkap dengan kacamata minus yang selalu bertenger di wajahnya. Di tambah dengan raut wajahnya yang jelas – jelas sangar sontak langsung membuat Ivan bergidik ngeri."Ivan loe tertarik untuk menunjukan pesona loe pada …. bapak – bapak?" tanya Andra sambil berusaha menahan tawa saat melihat tampang kecut Ivan."Ke laut aja loe," damprat Ivan kesel."Wukakkakak. Oke aturan main kita rubah dikit. Siapapun wanita yang pertama sekali keluar dari pintu itu, loe harus bisa naklukin dia dalam waktu satu bulan? Bagaimana?" tawar Andra lagi."Terus kalau Bu Susi yang pertama sekali keluar bagaimana?" gantian Renold angkat bicara menyebutkan salah satu dosen di kampusnya yang terkenal sangar."Ya itu resiko" Andra cuek bebek."Tapi dia kan sudah punya suami. Apa loe bermaksud menjadikang gue sebagai manusia perusak rumah tangga orang?" potong Ivan terlihat frustasi."Wukakkaka…. Loe takut memiliki image sebagai perusak rumah tangga orang atau loe sebenernya takut mereka adalah wanita – wanita setia pada suaminya?" tanya Andra balik."Lagian, ayolah. Kaliaankan dari tadi hanya memikirkan kemungkinan terburuk. Bagaimana kalau yang keluar dari sana adalah ibu Silvia?" tambah Andra lagi.Membuat ketiga temannya kembali berimaginasi membayangkan sosok Silvia. Dosen bahasa di kampus mereka. Selain masih single, dosen yang satu itu juga selalu bersikap ramah pada Ivan jika tidak ingin di katakan kalau dosen itu tertarik padanya. Terlebih parasnya juga cantik."Deal. Gue setuju," kata Ivan akhirnya."Loe serius?" Renold terlihat tak percaya."Ah ini beneran gila. Bermain – main sama dosen. Kalau ketauan apa nggak kita semua kena getahnya?" Aldy angkat bicara."Kalau loe takut, ya sudah loe maen kelereng aja sono," cibir Andra sinis membuat Aldy memberengut sebel."Oke deh, deal gue juga setuju" Renold menenggahi mau tak mau Aldy juga mengangguk setuju."Baiklah, permainan dimulai. Kita liat siapa yang beruntung," sahut Andra sambil menatap lurus kearah pintu ruangan dosen di kampus mereka.Satu menit, dua menit bahkan sampai lima menit pintu itu masih tertutup rapat. Tiada tanda – tanda akan ada yang keluar dari sana. Membuat keempat orang itu mendesah tak sabar. Barulah pada menit kesembilan lewat 37 detik pintu itu terbuka.Semuanya langsung pasang mata baik – baik sambil menahan nafas menanti siapa yang akan melewati pintu itu. Dan begitu melihat sosok tersebut melewatinya, mulut semuanya langsung terbuka tak percaya. Tapi di detik berikutnya…."wuakkakakakakka" Tawa langsung meledak dari bibir masing masing."Ternyata beneran pak Burhan. Ini si, beneran belum beruntung namanya," komentar Andra setelah tawannya mereda."Tampang loe jangan pucet gitu donk Van, loe kan nggak harus pacaran sama dia," tambah Renold berusaha menghibur walau jejak tawa geli masih ada di wajahnya."Iya nih. Kayak di kerupuk – kerupuk (??) kan masih ada istilah 'Coba Lagi'," Aldy menimpali.Belum sempat mulut Ivan terbuka, pintu keramat sudah kembali terbuka. Membuat keempat orang itu kembali menoleh. Bertatapan langsung dengan sosok yang baru melewati pintu keremat. Suasana hening, hepi. Hanya ada kebisuan yang mendadak menyelimuti…Sosok itu…………..Next to Cerpen Take My Heart Part 02Detail Cerpen Judul Cerpen : Take My HeartPenulis : Ana MeryaTwitter : @Ana_MeryaGenre : Remaja, RomantisStatus : CompleteFanpage : Star NightNext : || ||

  • Cerpen Cinta Tentang Rasa Part 02 {Update}

    Masih belajar berfikir ala Mellisa, so Acara update mengupdate edit mengedit masih berlangsung. Yah namanya juga usaha. Bener nggak si?…Nah cuma sebagai pengingat aja, untuk Part satu bisa langsung di baca di cerpen cinta tentang rasa part satu.Akhir kata Happy Reading….Credit gambar : Ana MeryaKarena terlalu terburu – buru, Juga perasaannya terasa aneh sejak ketemu cewek yang rada – rada, Tanpa sengaja Alan malah menabrak cewek yang tak lain tak bukan adalah Gresia.“Aduh. Sory-sory-sory. Gue nggak sengaja” Alan merasa bersalah sambil membungkuk minta maaf ala jepang. Eh, tapi enggak ding, Ternyata Alan membungkuk untuk memungut buku – bukunya yang tadi sempat terlempar terjatuh. -,- sebagian

  • Cintaku Terselip Di Bola Matamu

    Cintaku Terselip Di Bola Matamu Oleh: Neng Lilis Suryani – Pagi yang tak pernah kumiliki,, karna hanya Tuhan yang memilikinya dia yang menciptakannya. Tapi alangkah besar nikmat tuhan untukku, dengan udara yang menyapa manja, burung yang menyanyi dengan nada do, re, mi, jhahaha.. . Aku senang akan hidupku, aku punya sebuah dunia yang tak semua orang memilikinya, yang tak semuanya terasa nikmat bila di jalani sendiri. Tapi terkadang aku benci kehidupan ini, kehidupan yang hanya bertepuk sebelah tangan bila di angan-angankan, aku melihat dengan merasa, lewat tanda-tanda bahwa aku bisa melakukannya, ini keberuntunganku. Meski aku terundung dunia yang gelap, dan senyap tapi hatiku tidak pernah buta, hatiku bisa merasakan hadirnya kehangatan cinta, untuk siapapun itu.Kini 23 th usiaku. Dan dalam dua tahun sebelumnya aku telah mengagumi lelaki yang tak kusadari bahwa ia hanya sebuah angan untuk di miliki, mendampingi dan menjadi imam dalam keluarga yang ingin kumiliki kelak, panggil Ia Lutfhi,, atau uf,, lebih dekatnya.Tapi kehidupan yang kita inginkan selalu tak sejalan, kesenjangan antara keinginan dan kenyataan di situlah terselip masalah. Masalah yang ku rasa terkadang membuat kegalauan yang teramat sangat menyiksa, apalagi yang bersangkut-paut dengan CINTA.Ini terjadi saat aku dan Lutfhi duduk bersama di taman rumahnya, saat itu Lutfhi masih sama sepertiku saat ini..,,, buta,," Kalau saja aku bisa melihat aku ingin segera meminang seorang gadis yang sangat ku sayangi" ujarnya dengan wajah yang sayu." Siapakah perempuan itu?" tanyaku, yang ku harapkan akulah orangnya." Nanti kau juga tahu, aku ingin di saat aku melihat nanti aku ingin dialah orang pertama yang kulihat"Tuhan siapa perempuan yang di katakannya? Aku sangat ingin akulah yang di maksudnya" Ayolah Uf aku penasaran nih"" Aku hanya ingin memberitahumu setelah aku bisa melihat"" Tapi sampai kapan?"" Jadi kamu ragu kalu aku akan bisa melihat dengan cepat?"" Bukan begitu, tapi,,,"" Sudah lah,,, aku tetap pada pendirianku, yang jelas jika aku melihat aku akan mengajaknya menaiki perahu pesiar yang akan kami nikmati berdua, menikmati angin laut, saat itu ia kedinginan dan aku akan memeluknya, romantis bukan?'Semalaman aku memikirkannya, hingga aku sampai pada sebuah keputusan yang menjadikan perdebatan sengit diantara aku dan keluargaku, tapi aku tetap melakukannya. Dan tidak ada yang bisa menggoyahkannya. titik.Aku benci hari ini, pengorbananku jatuh pada hari ini, demi Lutfhi, dia benar-benar meminag perempuan idamannya. Hari ini akad nikahnya, aku tak tahu aku kuat atau tidak jika mendengar suara mu Uf, mendengarmu mengucapkan nama perempuan lain yang tak lain adalah sepupuku sendiri Melani, aku tak tahu kamu selama ini diam-diam menyimpan perasaan untuknya, aku memakai kebaya merah, warna kesukaan aku dan Lutfhi saat dia masih berkhayal tentang warna merah yang menyemangatinya karena didalam mimipinya ia bertemu dengan perempuan berbaju merah.Aku tidak akan datang aku hanya menitipkan sebuah surat untuk lutfhi kepada ibuku, Ibu memelukku erat menitikkan airmata bahagia aku anak yang rela berkorban demi orang lain hanya karena cinta, namun cinta itu berpaling karena tak menyadarinya.Di dalam kamar ku ambil air wudhu, aku mengadu, dan dalam sela-sela doaku, kurasa inilah babak akhir aku mencintai Lutfhi. Aku merasa airmataku bercucuran menahan kisah cinta yang tak menjadi nyata, aku rindu padamu Ya Allah, berikanlah kebahagiaan untuk Lutfhi bersama istrinya, berikanlah ia keturunan yang mampu mengangkat derajatnya, aku mencintai Lutfhi karena Mu ya Allah. Dalam sisa airmata, cinta dan doaku, aku mendengar pintu kamarku di dobrak, lalu ia datang dengan beberapa orang di belakngnya, aku bisa merasakan bajunya, aku yakin ia memakai baju pengantin, aku bisa menciun bau farfumnya. Ia Lutfhi. Saat aku lemah dalam perjuangan hidup dan mati aku merasakan ia memelukku erat, sangat erat aku merasakan dinginnya airmata Lutfhi yang menetes di pipiku, mungkin airmataku dan air matanya telah menyatu. Dengan mukena yang masih membungkus tubuhku, ia meminta maaf padaku, lalu aku tahu ia menjalankan ijab qobul itu, hatiku menjerit meronta,, aku tidak mau mendengarnya aku ingin pulang dengan tenang.Tapi itu namaku yang ia sebut,, ia menikahiku dengan maskawin dua kalimah syahadat, apa ini? Aku benar-benar menikah dengannya.Aku tak sanggup untuk bertahan lama aku puas karena aku telah dinikahinya karena cinta, meski aku yakin aku yang kedua. Tapi aku bahagia karena ia yang pertama dan terakhir dalam hidupku, Dalam pelukannya aku di tuntun izrail untuk kembali kerumahku, SurgaMu ya Allah. Sebelum itu aku mendengar tangisan beberapa orang di sekelilingku dan kecupan Mas lutfhi dikeningku, aku pulang dengan Bahagia.Didalam surat tertulisuntuk LutfhiUf bagaimana pernikahanmu? lancarkah? semoga Allah melancarkannya hingga kau menyusulku,O iya semoga perjalanan Di kapal pesiar bersama istrimu menyenangkan,Tahukah kamu Aku sangat berharap akulah perempuan pertama yang akan kau lihat, aku berharap bisa duduk di pelaminan bersamamu, lalu kita akan menikmati perahu pesiar kita dengan Angin lautnya , Aku berharap akulah yang kedinginan dan kau peluk mesra,aku rasa aku terlalu banyak berharap,tak apa toh aku masih bisa melihatmu, melihat keturunanmu, kebahagiaanmu, dan suasana laut dari kapal pesiar, bahkan aku lah yang tahu kamu dan perasaanmu ketimbang istri dan anak-anakmu karna Cintaku terselip Di Bola Matamu, dan aku ikhlas akan itu'. seminggu sebelum itu aku menitipkannya untukmuSemoga Allah menjadikanmu keluarga Yang Sakinah Mawadah Dan Warahmah…aku tetap menunggumusalam sayangKarunia Silmi Asihsekian yah,,, terimakasih,,Namaku Neng Lilis SuryaniAku sekolah Di SMA N 1 Cianjurfb: Neng Lilis Suryanitwitter: @laelyz surya

  • Cerpen Romantis: Kenangan Yang Terlupakan

    Kenangan yang TerlupakanCerpen oleh Bella Danny Justice“sialaaaaann!!!!!” teriak perempuan itu dengan histeris.“eh kenapa sih kamu Jes?!” Tanya teman sebangkunya dengan pelan.“Julian sialaaaann!!!” seru perempuan itu lagi dengan mimik kesal dan pipi merah padam menahan sebal.“Jessica! Kamu kira pelajaran saya pelajaran seni musik apa?! berdiri dan angkat 1 kaki kamu di luar kelas!” hardik Ibu guru yang sedang menjelaskan pelajaran, dan merasa sangat terganggu oleh suara lantang dari Jessica.Dengan pasrah dan agak menyesal akhirnya Jessica meninggalkan tempat duduknya, dan menjalani hukuman dari Bu Priyati sang guru Matematika. Selama 2 jam pelajaran, Jessica yang hanya berdiri tegap itu terus memanyunkan bibirnya dan ngedumel dalam hati soal cowok bernama Julian. Entah kenapa Jessica sangat tidak menyukai cowok itu, padahal Julian adalah sepupunya! Julian sendiri sering datang kerumah Jessica untuk main, tapi kali ini dia sangat-sangat kesel terhadap saudaranya itu. Sesampainya dirumah, ia mendapati lagi Julian dirumahnya sedang bercakap-cakap diruang tamu bersama mamanya. Jessica tidak menghiraukan kehadiran saudaranya dan langsung berlenggang menuju kamarnya di lantai 2. Tapi saat ia baru mau menaiki anak tangga tiba-tiba suara itu datang..“Jessica, ini ada saudara datang ko ga dikasih salam malah langsung nyelonong gitu aja kaya bajaj?” sahut mama Jessica.“dia udah sering dateng jadi ngapain harus aku selalu kasih salam. Udah ah, aku mau ganti baju dulu ma.” Ujarnya ketus lalu melanjutkan lagi langkah kakinya menuju kamar.“maaf ya Ju, Jessica emang sifatnya keras kepala.” Kata mama Jessica yang menyampaikannya dengan sedikit ga enak hati pada Julian yang sedang meneguk sirup cocopandannya.“ngga papa tante. Itu juga aku udah tau, dari kecil dia emang kaya gitu sifatnya hehe. Aku mau langsung ke kamarnya aja ah. Permisi ya tan.” Ucap Julian yang memaklumi sifat Jessica. Ia pun langsung menuju ke lantai 2 ke kamar Jessica. Tanpa ragu-ragu Julian langsung membuka pintu kamar cewek itu dengan nada mengagetkan.Bersamaan dengan pintu yang terbuka. “WWOOOY!!!” didapatinya Jessica yang memakai tank top hitam sedang sibuk memilih baju rumah yang biasa ia pakai.“eh gilaaaa!!! Aku lagi ganti baju dodol! Sana pergi!!” seru Jessica yang kaget akan tingkah Julian.“lebay banget, kamu kan masih pake tank top ngga telanjang ini!” tuturnya enteng.“ihh dasar mesum!! Tutup lagiii pintunyaaaaaa sekaraaaanggggg!!!!” teriak Jessica dengan sekuat tenaga. Julian yang merasa gendang telinganya sebentar lagi akan pecah langsung menuruti perintah sepupunya itu.“eh Jes, gila ya?!! Kamu pengen bikin aku budek karena suara kamu yang cempreng dan nyaring itu?!” kata Julian.“iya! Aku pengen bikin kamu tuli! Jangan pernah dateng kerumah aku lagi! Aku ga suka sama kamu!” jawab Jessica tanpa ragu dari balik pintu kamarnya.Sejenak tidak ada suara balasan dari Julian, lalu suara itu muncul lagi dengan nada pelan. “Jes, dengerin dulu..aku mau ngomong sebentar.” Otak Jessica mulai berpikir, ada apa sih sama saudaranya itu?! Kenapa dia selalu datang kerumahnya dan ingin sekali dekat dengan dirinya? Apa Julian sudah gila? Setiap hari dia nerima aja omelan serta teriakan Jessica yang menolak untuk bertemu dengannya. Meskipun di marahin abis-abisan setiap ketemu tapi tetep aja Julian ga pernah absen dateng kerumah Jessica.“Julian, siapa sih dia?! Aku ga inget punya sepupu/saudara namanya Julian? Aku ga bisa inget siapa dia! Tapi kenapa nama itu bikin kepala aku pusing setiap kali memikirkannya?” ujarnya dalam hati. Julian…Julian…Julian… Pandangan Jessica mulai kabur, kepalanya pusing, entah kenapa badannya seperti tidak seimbang dan melayang-layang.“Jes, tolong buka pintunya sebentar..” ucap Julian yang mulai penasaran kenapa sedaritadi hanya hening yang ia dengar dari kamar Jessica, kemudian dengan hati-hati ia pun membuka pintu kamar Jessica, didapatinya perempuan itu pingsan!! Segera Julian dengan wajah panik menggendong Jessica ke tempat tidurnya dan memberitahu tante Christy tentang keadaan anaknya. Saat itu Julian benar-benar seperti orang kalap! Hanya melihat Jessica yang tergeletak pingsan saja membuatnya seperti ingin mati menyelamatkan cewek satu itu. Tante Christy yang memperhatikan gerak-gerik Julian pun berkata: “Ju, kamu tidak lelah dengan semua ini?”“jangan berkata seperti itu dulu tante, sekarang ngga tepat waktunya.” Kata Julian yang mengusapkan minyak kayu putih ke kening dan hidung Jessica.“aku pulang dulu, kalau Jessica sudah siuman jaga dia ya tante.” Ucap Julian.Setelah berpesan pada Tante Christy, Julian pun pergi dari tempat itu. Ia memang merasa sangat lelah dengan ini, tapi sekarang belum sempat baginya untuk menjelaskan. Sedangkan, Tante Christy yang setia menunggu anak semata wayangnya itu siuman sampai-sampai tertidur karena cukup lama Jessica tidak sadarkan diri.“ica, kamu jangan ikutan main bola ya! Nanti mama kamu marah sama aku kalo kamu kenapa-kenapa.”“gak papa ian!! Ica mau ikut main bola pokoknya!” ucap anak perempuan berumur 8 tahun itu.“kamu liatin aku aja ya. Ica kan cewek ga pantes main bola.” Kata Ian yang berusaha melarang Ica untuk ikut bermain bola.“iyauda, yang penting aku ikut Ian.” Senyum manis Ica pun langsung terpampang jelas di wajah lugunya. Ian sangat senang mempunyai teman kecil seperti Ica, Ica beda dengan anak cewek yang lainnya. Pasalnya, Ica ga cengeng seperti kebanyakan anak-anak cewek seusianya, Ica juga agak tomboy karena dia suka main sama anak-anak cowok terutama sama Ian. Hal itu membuat dua anak kecil ini tumbuh bersama-sama. Sampai masuk playgroup,TK, SD pun mereka tidak terpisahkan, dan sangat dekat. Tapi suatu hari kabar buruk pun datang untuk Ian.“Ian, Ica besok mau pindah rumah jadi kita ga bisa main sama-sama lagi deh.” Ujar Ica dengan isak tangisnya yang malu melihat wajah Ian.“Ica memangnya mau pergi kemana?” Tanya Ian.Dengan berderai air mata Ica berusaha berbicara. “Ica juga ngga tau Ian, tapi yang jelas pindahnya jauh. Kita jadi ga bisa ketemu lagi.”Sejenak anak cowok bernama Ian itu terdiam akan kabar yang sangat mengagetkan ini. Ia tidak tau harus berkata apa, tapi yang pasti hatinya sangat terpukul bahwa Ica akan pergi meninggalkannya. Akhirnya anak cowok itu pun membuka mulutnya “Ica, kamu tenang aja. Ian pasti akan temuin Ica, Ica jangan takut. Ica mau janji ngga sama aku?”“janji apa Ian?” Tanya Ica masih dengan tangisnya yang tak berhenti. “Ica janji ya akan tunggu Ian? Jangan lupa sama Ian.”“Ica ga mungkin lupa Ian! Ian temen Ica yang paling baik! Ica janji, tapi Ian harus ketemu Ica lagi.”“Ian…Ian…Ian…”Mama Jessica langsung terbangun saat mendengar anaknya bergurau nama Ian. Sang mama pun langsung menyadarkan Jessica dari gurauannya itu. Setelah diberi air putih oleh mamanya dan bersandar di punggung kasur beberapa saat, keadaan Jessica terlihat kembali normal dan ia pun membuka topic “ma, Ian itu siapa? Tadi aku mimpi tentang masa kecil aku sama cowok bernama Ian.” Ucap Jessica lemah.Mamanya kaget ketika Jessica bertanya seperti itu. “memangnya kamu ingin tau tentang dia?” Tanya mama yang membuat Jessica semakin penasaran di kondisinya yang masih limbung itu.“cepetan kasih tau aku ma siapa Ian itu!” kali ini Jessica berkata dengan sedikit menaikan intonasi pembicaraannya.“Ian adalah Julian…”Belum sempat melanjutkan penjelasan, Jessica langsung memotong perkataan mamanya dan tampak begitu kaget. Keadaan yang tadi lemah kini tiba-tiba entah bagaimana menghilang dari tubuh Jessica. “mama jangan bercanda!! Julian itu saudara aku!!”*** “Ica, apa kamu sudah benar-benar ngelupain aku? Tidak adakah sedikit sisa kenangan tentang aku di hatimu?” kata Julian sambil meraih foto waktu ia kecil bersama dengan Jessica dan terus memandanginya.“Julian..” suara yang tidak asing itu memasuki kamar Julian dan menghampiri dirinya.“papa?”“kamu sudah berusaha sangat keras terhadap Jessica, jadi bagaimana keputusan kamu? Kalau kamu merasa segalanya sudah tidak mungkin dapat kembali lagi, papa ingin kamu meneruskan sekolah ke luar negri.” Kata papa Julian yang memegang bahu putranya.Julian tidak berani memutuskan untuk pergi ke luar negri, walaupun semuanya terasa mustahil untuk diingat kembali tetapi ia tidak bisa meninggalkan Jessica. Janjinya dulu terhadap teman kecilnya itu membuatnya tak bisa pergi dari Jessica, meski Jessica tidak mengenal dirinya…“putuskanlah besok, papa tidak mau kamu terus terjebak dengan masa lalumu yang bahkan tidak dapat diingat oleh Jessica.”***I'll find you somewhereI'll keep on tryingUntil my dying dayI just need to knowWhatever has happenedThe truth will free my soulWherever you areI won't stop searchingWhatever it takes me to know(Within Temptation – Somewhere) Lagu dari band favorit Julian begitu melukiskan kisahnya akan Jessica. Hari ini adalah hari terakhirnya untuk bertemu teman kecilnya itu, dan hari ini juga akan dia putuskan untuk meneruskan sekolah diluar negri atau tetap melanjutkan perannya yang memilukan.Setibanya dirumah Tante Christy, Julian langsung disambut dengan hangat. Ia duduk diruang tamu dengan gelisah dan terus memikirkan perkataan papanya semalam untuk pergi sekolah ke luar negri.“sebentar ya Julian, tante tinggal dulu.”“iya ngga papa tante.”Menunggu, menunggu dan menunggu…beberapa puluh menit ia menunggu Tante Christy yang tak kunjung kembali, padahal ia ingin menyampaikan pesan kepada Jessica melalui Tante Christy untuk yang terakhir kalinya.“Julian..” terdengar suara perempuan yang tak salah lagi adalah…Jessica!!“oh, J, Jess..keadaan kamu udah membaik?” ucap Julian dengan terbata-bata dan terlihat seperti orang kikuk.“keadaan aku ternyata ga pernah baik selama ini, iya kan?” perkataan Jessica membuat Julian kebingungan atas apa yang ia bicarakan.“apa maksud kamu?” Tanya Julian singkat.Jessica tampak termenung, ia menundukan kepalanya menatap lurus lantai rumahnya. Julian yang kebingungan juga jadi ikut-ikutan terdiam tak bergeming. Hening kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan mereka. Tak ada yang berani membuka mulut lebih dahulu, Jessica pun belum menjawab pertanyaan Julian yang tak mengerti akan perkataannya. Namun, beberapat saat Jessica mulai kembali berbicara.“Ian…kenapa terus menunggu Ica? Padahal Ian udah temuin Ica, tapi kenapa Ian pengen Ica ngga kenal sama Ian? Mama udah ceritain semuanya.” Ucap Jessica yang memanggil Julian dengan sebutan masa kecilnya dulu, ia merasa sangat menyesal karena selalu bersikap kasar kepada Julian yang ternyata adalah Ian teman dekat waktu ia kecil dan bukan saudara/sepupunya!Kata-kata dari mulut Jessica yang memasuki telinga Julian membuat matanya terbelalak, ia melihat Jessica yang mulai meneteskan air mata dan terlihat begitu sedih karena merasa sudah dibohongi oleh dirinya. “aku ga pernah berniat membohongi kamu Ca, tapi kecelakaan yang membuat kamu hilang ingatanlah yang menjauhkan kita. Aku merasa percuma saja kalau aku mengatakan bahwa aku adalah Ian teman kecil kamu, sedangkan kamu tidak mengingat apa pun tentang aku. Jadi, aku putuskan untuk menunggu dan berpura-pura menjadi saudara kamu. Ini semua begitu menyakitkan bagi aku..melihat kamu setiap hari yang tidak mengenal aku..itu sangat menyakitkan.” Seketika itu Julian mulai meneteskan beberapa derai air mata yang mengalir di pipinya.“aku minta maaf. Aku nggak tau kalau kamu telah begitu menderita karna aku, aku memang ngga pantes jadi temen kamu.” Tangis Jessica meledak setelah mengucapkan kalimat itu, ia tidak tau bahwa selama ini Julian berusaha mencarinya dan menunggunya di balik kenangan yang terlupakan oleh Jessica.“kamu memang bukan hanya teman, tapi kamu adalah perempuan yang membuat aku bisa menunggu begitu lama dan itu membuat aku sangat menyukaimu. Aku suka sama kamu Ca, dari semasa kita kecil, kita berpisah, aku temuin kamu, aku berpura-pura, dan bahkan sampai saat ini.” Ujar Julian yang mengakui perasaannya yang terpendam selama ini. Setelah bertahun-tahun terpisah dan berpura-pura akhirnya ia dapat mengucapkan kata-kata yang tertahan sudah begitu lama di hatinya.“aku…aku juga menyukai kamu Ian, dari dulu..maaf aku pernah melupakan kamu.” Ujar Jessica dengan lirih.“oia, aku ga mau manggil Ian lagi, karena nama itu adalah masa laluku yang terlupakan, dan sekarang yang ada dihadapan aku itu Julian. Jadi kamu juga jangan panggil aku Ica lagi. Kalo kamu ngga panggil Jessica, aku ga jadi suka ah.” Kata Jessica yang tertawa kecil sambil menghapus tangis di pipinya yang sudah agak mengering.“habis nangis ketawa makan gula jawa nih ya?” goda Julian yang menyunggingkan senyum manisnya pada Jessica.“iiihhh!!!! Ngeselin!!!” ucap Jessica yang merasa kesal digodai padahal ia berkata serius.“ok, ok..Jessica I heart U.” goda Julian lagi.“iiih!! Apaan sih kamu! Aku tuh ngga suka sama Sm*sh!” serunya dengan nyaring.Kejadian yang tidak disangka ini pun terjadi. Julian yang mengira usahanya selama ini akan berhenti sia-sia juga masih tidak percaya bahwa hari seperti ini, hari yang ia dambakan datang padanya. Jessica yang 9 tahun sudah menghilang dan ia temukan kini dapat mengingat kembali dirinya. Rencana untuk meneruskan sekolah ke luar negri pun ia batalkan. Tante Christy yang menyaksikan dari jauh sangat senang melihat bahwa anaknya dapat mengingat kembali semua hal yang pernah terlupakan.“Jessica…ternyata aku memang tidak bisa meninggalkan kamu. Rasa sayangku terlalu besar dari keberanianku untuk berhenti menunggu saat seperti ini. Aku sangat menyayangimu.” Kata Julian dalam hati yang diiringi pelukan hangatnya dengan Jessica.Say my name, so I will know you're backYou're here again for a while..Oh, let us share the memories that only we can share together..Tell me about the days before I was born, how we were as children.. (Within Temptation – Say My Name)TAMATOleh : Bella Danny JusticeTwitter : @bellajusticeee-mail : alexa.bella14@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*