Cerpen Romantis “Buruan katakan Cinta End” {Update}

Cerpen romantis yang Star Night sendiri nggak tau di mana letak keromantisannya. =,=
Oh ya, Cerpen ini adalah bagian end. Syukurlah akhirnya happy ending juga yah walaupun kemaren masih sempat ngegalau. Beneran, untuk part ini Star Night nggak nyangka endingnya begini. beneran di luar dugaan kayak nya. Untuk lebih jelasnya silahkan di baca sendiri. Oke….!!.
Tapi sebelum itu baca dulu episode sebelumnya yang bikin galau di Cerpen Galau Buruan Katakan cinta.

Credit Gambar : Ana Merya
Keesokan hari nya, ani di antar oleh vano, kevin melihatnya dengan pandangan yang sedih, kevin mengusap air mata yang menetes di pipinya, kemudian ia melangkah meninggalkan ani bersama vano. tapi ani tidak melihat kehadiran kevin.
Saat istrahat pertama kevin sengaja ke kantin karena ia nggax mau lebih menyakiti dara dengan selalu berada di dekat dara. begitu tiba di kentin pandangannya langsung tertuju ke meja yang berada tak jauh di depannya. karena di sana ada ani dan vano yang sedang asyik ngobrol.
"ani… baru gini aja hati gue udah sakit, gimana gue bisa ngerelain elo ama vano. gimana ani? apa gue sanggup menjalani hidup kalau gue nggax bisa bersama ama loe… tapi na demi loe, gue bakal merelakannya, gue bakal melakukan apapun asal loe bahagia na. gue rela melakukannya…" kata kevin dalam hati "tuhan, berilah gue kekuatan untuk mengatankannya, bantu gue tuhan, semoga aja gue nggax pingsan di tempat. huuuufffhh… kevin, loe pasti bisa. berjuang lah kev…." lanjutnya
"ani, kita perlu bicara…" kata kevin.
"kalau loe mau ngebelain dara di depan gue lagi, nggax perlu, gue udah tau kok, lagian percuma aja kita berdebat…" kata ani dengan santainya.
"na, gue bukan mau ngomongin itu kok…"
"trus loe mau ngomong apa?" tanya ani.
"apa kalian pacaran" tanya kevin, ani dan vano langsung kaget.
"ha?! e enggak, kok loe bisa ngomong kayak gitu sich…"
"eh, kan gue udah bilang sama loe kalau loe itu seharusnya bisa percaya sama pacar loe sendiri, bukan percaya sama orang lain, tapi kalau loe nggax percaya ama dia, gue selalu percaya kok sama ani, jadi jangan salahin gue, kalau gue itu merebutnya dari elo…" kata vano sambil berdiri.
"kalau gitu loe udah bisa mendapatkannya kok, ani itu lebih percaya sama loe dari pada ama gue…" kata kevin.
"kevin!!! loe fikir gue itu apa ha? barang yang bisa loe tukar-tukar? gue itu manusia yang masih punya perasaan kev, gue nggax nyangka kalau loe setega ini…"
"ani, jadi gue harus gimana? apa yang harus gue lakuin agar loe mau ngedengerin gue? apa ani? apa? loe kasi tau gue caranya… gue pasti bakal melakukannya… an, loe tau nggax sich, selama ini gue selalu mencoba menjadi yang terbaik buat loe.. selama ini gue itu selalu perhatian sama loe… na, sebenernya apa motif loe ngelakuin ini…"
"gue…" kata ani sambil melihat kesekeliling nya, tanpak di sana banyak yang memperhatikan mereka, sepertinya sebagian besar anak-anak yang ada di campus, semuanya memperhatikan mereka.
"kalau gue emang ada salah, gue minta maaf, dan kalau gue boleh tau, apa kesalahan gue itu, gue nggax tau na gue nggax tau salah gue dimana… apa semua ini karena masalah kemaren, kalau emang karena itu, itu tu nggax sengaja, kemaren gue emang jalan ama dara, karena saat itu kita bosen, kita pusing ngerjain tugas yang nggax selesai-selesai jadi kita sengaja mau menyegarkan fikiran kita…"
"ini bukan cuma masalah itu aja kev…"
"trus apa?? apa ini karena vano. apa loe suka sama vano? kalau ia bilang… nggax kayak gini caranya, ini tu bener-bener menyakitkan… loe tau nggax sich gimana perasaan gue saat gue tau loe nggax ada kabar selama dua minggu, gue takut terjadi apa-apa sama loe, gue takut na, gue takut loe itu kenapa-napa… apa loe tau gue itu udah kayak orang gila saat itu, yang gue lakukan hanya menunggu hanpone gue, mungkin aja loe mau menghubungi gue, tapi apa…. loe sama sekali nggax ada menghubungi gue…"
"kev, saat itu gue…"
"kenapa? loe nggax inget ama gue… atau loe sengaja melakukannya… na, gue itu sampai bolos dari kampus cuma karena mengkhuatirkan keadaan loe, tapi apa yang gue dapatkan… cuma sebuah kesia-siaan. tapi gue masih bisa menahan diri gue, untuk tetap tenang, kalau nggax mungkin sekarang gue udah masuk RSJ karena strez mikirin elo. saat pertama kali loe datang kembali ke campus gue lihat loe udah menjadi beda banget, beda banget dari pertama kali gue mengenal elo, dan saat itu gue seneng banget. tapi gue malah melihat elo akrab dengan cowok lain, loe bisa membayangkan nggax sich giamana perasaan gue saat itu… gue sedih banget na… apa semua itu masih belum cukup untuk elo percaya kalau gue bener-bener perhatian sama loe…"
"kevin…."
"ani, apa loe pernah memikirkan gimana perasaan gue, kenapa loe malah membela cowok yang harusnya menjadi saingan gue, gue itu sedih banget na, gue merasa hidup gue udah nggax ada artinya lagi… apa yang sebenernya elo inginkan… apa na? apa loe bener-bener ingin gue merelakan elo pergi… gue nggax sanggup kalau harus kehilangan elo sekarang na… gue nggax sanggup…"
"kev, gue…"
"ani gue belum selesai bicara… apa loe melakukan semua ini karena mau membuat gue cemburu? kalau ia, loe udah berhasil na, loe berhasil bahkan sukses besar, gue bener-bener cemburu ngelihat elo ama cowok lain, apa lagi elo selalu aja membelanya, loe tau nggax sich kalau gue sakit hati melihatnya…"
"maksud loe…?"
"ani, apa loe masih nggax sadar juga kalau selama ini gue suka sama loe, apa loe nggax ngerti juga kalau nggax di kasi tau? ani, gue itu suka sama loe, gue nggax bisa melihat elo dengan yang lain, gue nggax sanggup na, mungkin ini karena gue terlalu menyukai elo, gue nggax perduli apa pandangan orang terhadap kita, gue nggax perduli apapun yang orang lain katakan, mau mereka bilang elo kuper, buruk rupa, jelek atau apa pun, tapi gue nggax perduli na, gue nggax perduli… yang penting gue selalu bersama ama loe na, apa itu masih belum cukup untuk membuktikan sebesar apa cinta gue ke elo… apa itu masih belum cukup ani!!!" bentak kevin yang udah nggax bisa menahan emosinya.
"kev, gue…gue nggax menyangka kalau loe…"
"what?! loe nggax tau kalau gue itu suka sama loe? sebenernya loe itu suka sama gue nggax sich, kenapa elo nggax bisa tau apa yang pasangan elo rasakan…. ani gue jadi merasa ragu sama loe… sebener nya loe suka sama gue atau nggax?"
"kevin gue…"
"atau malah loe udah berpindah kelain hati seperti gosip yang udah menyebar, sebenernya gue nggax percaya, tapi kalau reaksi loe kayak gini gue jadi semakin yakin kalau loe nggax suka sama gue… kalau loe emang suka sama vano bilang… ayo bilang terus terang…. gue bisa kok untuk memut…."
"cukup kev, cukup!!!" potong ani "loe udah terlalu banyak bicara… kenapa sich loe nggax memberikan kesempatan untuk gue menjelaskan semua yang udah terjadi… gue itu ama vano cuma…"
"apa? udah lah, mending kita akhiri semua ini… sekarang mending loe pilih antara gue atau vano?"
"kev…"
"kenapa? kalau loe beneran suka sama gue loe bakal lebih memilih gue dari pada vano kan? tapi gue minta loe harus memilih salah satu di antara kita, dan merelakan salah satu di antara kita pergi…"
"apa nggax ada pilihan yang lain kev?" tanya ani.
"nggax. cuma ini pilihan yang loe punya, sekarang mending loe jawab"
"kevin, gue emang suka sama loe. tapi, gue juga nggax bisa kalau harus menjauhi vano…" kata ani.
"kenapa? apa vano itu lebih berarti dari gue…"
"kev, vano itu…"
"apa?!" tanya kevin.
"gue nggax bisa kalau harus pergi dari vano…" kata ani.
"ani… ok kalau itu pilihan loe gue…" kevin tak sanggup meneruskan kata-katanya, dan siap mau pergi.
"ha ha ha…" tawa vano tiba-tiba, semua yang ada di sana langsung kaget termasuk fitri, desy dan sisi yang kebetulan sedang ada di kantin ikut kaget mendengarnya, dan makin penasaran dengan apa yang terjadi. langkah kevin langsung berhenti, dan kembali berbalik.
"vano. kenapa loe tertawa… emang loe fikir ada yang lucu?!" bentak kevin sebel. nggax tau orang lagi marah apa?! nyebelin banget.
"ya iya lah. kalian berdua itu lucu…" kata vano dengan masih tertawa.
"apanya yang lucu? atau loe bangga banget karena ani lebih milih loe dari pada gue… ha?!" bentak kevin sebel sambil menatap ani dengan sebel dan sakit hati.
"loe jangan salah faham dulu, tapi kalian tu aneh, udah sama-sama suka masih gengsi aja yang di banyak-banyakin" kata vano.
"loe…??? loe tau kalau gue ama ani saling suka?"
"he-eh… udahlah mending kalian berdua baikan aja, nggax baik kalau harus kayak gini terus, kasian gue ngelihatnya. baikan aja ya…."
"loe nggax sakit hati?" tanya kevin.
"ha ha ha ya nggax lah, gue itu tau kalau kalian saling suka jadi mending kalian baikan aja…"
"bukannya loe suka sama ani?"
"emmm…" kata vano dan kemudian menggelengkan kepalanya.
"kalau nggax, kenapa loe mendekatinya…"
"ha ha ha… " tawa kevin makin seru "gue itu sepupunya lagi…" lanjutnya santai yang tentu saja membuat semua yang mendengarnya jadi kaget, terutama kevin pastinya.
"apa?! loe…" kevin tidak bisa meneruskan kata-katanya, ia langsung terduduk di kursi sampingnya. sumpah malu banget.
"ia. kita ini sepupu… na, tost dulu…" kata vano dan kemudian mereka tost bersama sambil tersenyum bersama sementara kevin syok banget "bener kan apa kata gue… ternyata gue itu bener-bener pinter ya… nah, sekarang loe percaya sama gue kan?…" kata vano kepada ani, ani langsung mengangguk.
"he-eh, elo sich kev, coba aja kalau loe mengakuinnya lebih cepat, gue kan nggax perlu melakukan hal konyol kayak gini…." kata ani sambil tersenyum.
"kalian… apa sebenernya yang terjadi…" kata kevin dengan bingungnya.
"sebenernya…." kata vano dan menceritakan apa yang sebenernya telah terjadi.
FlasBack
"An, loe kenapa? kok mukanya kusut gitu? strika dulu gih…" kata vano sambil duduk di dekat ani, di teras rumah kakeknya.
"sembarangan aja, loe fikir gue itu pakaian apa…"
"he he he mirip dikit…" balas vano.
"uh keterlaluan…"
"he he, lagian elo masa mukanya ditekuk terus, kenapa? ada masalah ya? dari kemaren hanpone loe bunyi terus tuch… kenapa nggax di anggkat?" tanya vano.
"suka-suka gue donk, lagian loe itu masih kecil, jadi nggax perlu tau…"
"masih kecil? eh gue itu lebih tua dua tahun dari loe ya, sembarangan aja kalau ngomong… " vano nggax terima "ya walaupun maasih terlihat muda an gue dikit…" lanjutnya.
"ia. mudaan guenya banyak…"
"ah ya nggax donk, enak aja. udahlah mending loe ceritain aja apa yang terjadi ama sepupu loe yang keren ini…" kata vano.
"idih pe-de banget loe… keren apaan, suka mainin cewek kayak gitu… jadi playboy kok bangga" balas ani.
"lho ini tu kenyataan kali… gue itu emang keren, kalau gue nggax keren mana ada yang bakal mau ama gue…. lagian gue jadi playboy kan bukan kemauan gue…"
"trus kemauan siapa?"
"e napsu gue… he he he… lagian, salah tu cewek sendiri, udah tau gue itu playboy masih juga percaya apa yang gue omongin ama dia…"
"kena batunya baru tau rasa loe…."
"loe itu emang bukan sepupu yang baik ya, masa saudara nya sendiri di sumpahin yang nggax-nggax. e tapi udahlah, emang loe ada masalah apa? gue itu kan paling banyak ide. so, apapun masalah loe gue pasti bakal bisa bantu…"
"sebenernya, gue itu punya pacar, tapi pacar gue nggax pernah bilang suka sama gue sekali pun, dari kita mulai pacaran hingga saat ini, yang udah enam bulan. gue bingung sebenernya dia itu suka sama gue atau nggax…" kata ani.
"trus pacar loe sendiri itu gimana sikapnya kalau berada di dekat elo…"
"ya dia itu baik, dia selalu belain gue kapan pun dan dimana pun gue di hina orang, loe taukan gue itu gimana? pastinya banyak yang nggax suka sama gue… dan akhir-akhir ini dia lagi deket ama seorang cewek yang cantik banget, dan gue pasti kalah jauh ama dia… cewek itu cantik banget…"
"jadi…"
"kemaren sebelum gue kesini gue ngelihat mereka jalan ke taman bareng, gue nggax tau kenapa mereka ada di sana? sengaja janjian atau apa, tapi gue sedih banget, gue takut pacar gue itu lebih milih cewek itu dari pada gue…"
"ani, loe itu gimana sich, katanya loe suka sama… e siapa???"
"kevin"
"ha ia, kevin. katanya loe suka sama kevin, nah kalau loe suka sama dia, harusnya elo ngertiin dia, loe harusnya tau apa pacar loe itu suka sama loe atau nggax…"
"nah itu dia masalahnya, gue nggax tau apa kevin suka sama gue atau nggax, ini yang lagi gue cari tau…. gue takut kalau sampai kevin nggax suka sama gue, karena gue suka sama dia…"
"loe dengerin gue deh,… kalau cowok udah memberikan perhatian lebih ama seorang cewek berarti dia menganggap kalau cewek itu penting dalam hidupnya… nah loe tengang aja, pasti si kevin itu suka sama loe, dia pasti lebih mementingkan perasaan elo di banding orang lain. percaya deh…"
"sok tau banget sich loe… loe itukan playboy, sejak kapan loe tau arti sebuah cinta…" kata ani.
"loe pasti tau kan kenapa gue jadi playboy, itu karena pacar gue ngeduain gue, nah jadi gini-gini gue pernah ngerasain sakit hati juga cinta kaliii jangan anggap semua playboy itu jahat deh…" vano nggax terima.
"ia deh maaf. tapi gue nggax terlalu percaya kalau kevin suka sama gue, loe tau kan gue itu kayak apa, sementara saingan gue cantik banget"
"An, cinta itu nggax lihat penampilan, jadi menurut gue pasti pacar loe itu suka sama loe, loe tengan aja… lagiankan suatu hubungan itukan sangat memerlukan sebuah kepercayaan, nah kalau loe nggax percaya ama pacar loe sendiri, buat apa hubungan ini kalian lakukan…."
"tapi gue sangat mencintai kevin van, gue bingung apa yang harus gue lakuin, apa harus merelakan nya kepada orang lain, atau mempertahankannya…"
"sebenernya apa yang loe butuhkan saat ini agar loe percaya kalau dia itu beneran tulus jadian ama loe…"
"pengakuannya, gue pengen dia ngaku kalau dia itu suka sama gue, karena selama kita pacaran gue nggax tau apa dia pacaran ama gue karena suka atau cuma mau mainin gue aja, gue nggax tau…."
"kalau cuma itu sich gampang, kayak nya gue punya ide cemerlang deh, mau mencobanya…"
"asal kevin suka sama gue jaminannya, gue bakal berusaha…"
"baiklah… pokoknya loe percayakan aja sama gue, gue itu udah berpengalaman kalau tentang yang beginian. pertama yang harus loe lakuin adalah, merubah penampilan loe menjadi lebih baik"
"kenapa pake acara merubah penampilan segala sich… gue suka kok sama penampilan ini…"
"ia loe suka, tapi gue nggax, udah lah pokoknya loe harus turutin kalau mau gue bantuin elo… itu baru yang pertama, dan selanjutnya… kita pikirin entar, gimana loe sanggup kan…" tanya vano.
"emmm, ok kita coba…" kata ani akhirnya.
"he he he gitu donk…." kata vano mereka tost bersama lalu tertawa dengan senengnya.
Flasback end
"0 pinter… bagus ya… bagus… seneng ya udah buat gue kayak gini, ia seneeeeng" kata kevin setelah vano dan ani selesai bicara….
"ha ha ha… ia donk. gue itu kan emang pinter" vano membanggakan diri.
"huuuh bener-bener keterlaluan…"
"ya abis elo, suka sama cewek nggax mau ngaku, harus gue juga yang turun tangan…"
"idih, pe-de banget loe jadi orang…"
"ia donk, percaya diri itu perlu…"
"gimana exting gue, bagus nggax?" tanya ani.
"ia bagus, cocok banget jadi pemain sinetron. pasti langsung dapat awards. sampai-sampai gue aja nggax mengetahuinya, ia bagus, sumpah deh…" kata kevin.
"tapi tetap berhasilkan…"
"ia berhasil banget…." kata kevin dengan nada sebel.
"idenya siapa…" tanya vano.
"cosmos" jawab ani dan kevin bersamaan dan tertawa bersama.
"vano. enak aja cosmos" kata vano sebel.
"he he he…"
"apa sich maksudnya?!" vano sebel.
"emmmm, ceritanya sich balas dendam…. he he he he…"kata kevin dan kemudian tertawa begitu juga dengan ani sementara vano merasa sebel.
"kalian ya… seneng udah bisa ngeledekin gue… ia seneeeeng. heran, bukannya terima kasih juga udah di bantuin, ini malah buat gue kayak gini… huuuh keterlaluan" kata vano sebel.
"ha ha ha ha…" balas kevin dan ani, juga anak-anak yang ada di kantin, sementara vano udah bener-bener sebel.
Cerpen Romantis "Buruan katakan Cinta End"
sore itu, ani dan kevin berjalan bersama, menelusuri pantai yang indah, apalagi jalan bersama yang terindah pokoknya menjadi bener-bener indah deh… setelah puas jalan-jalan, mereka duduk di sebuah kursi payung yang ada di taman, sambil minum air es kelapa muda, mereka ke asyikan ngobrol.
"eh, gue boleh tau nggax, alasan utama loe ngelakuin ini itu apa?" tanya kevin.
"ngelakuin apa maksud loe…" tanya ani.
"loe bego atau pura-pura bego sich, ya ngelakuin bohong-bohongan itu… gue kira loe udah berubah semuanya, ternyata penampilan aja yang loe rubah, tapi tetep aja lelet" kata kevin sebel.
"uh keterlaluan banget sich loe, masa pacar sendiri di bilang lelet. lagian yang ngerubah penampilang gue juga itu tuch si vano. kalau nggax juga gue nggax berubah"
kata ani "sebenernya tujuan utamanya cuma gue mau loe bilang cinta ke gue…"
"trus tujuan keduanya…"
"emmm apa ya… e palingan cuma mau ngebuktiin ke anak-anak kalau gue itu pantes dapat pacar kayak loe…" jawab ani.
"padahal kalaupun loe nggax berubah juga gue tetap bakal suka sama loe…"
"gue tau itu…" kata ani dalam hati "suka sich suka, tapi nggax bakal ngakuin ke gue kan… uh keterlaluan… loe tau nggax sich gue itu sempet meragukannya tau nggax. gue fikir loe itu cuma mau mainin gue aja…"
"ya enggak lah, gue itu tulus suka sama loe, lagian elo katanya suka sama gue tapi kenapa loe nggax tau-tau kalau gue itu suka sama loe, loe sebenernya memperhatikan gue nggax sich, hu'uh masa harus di kasi tau dulu baru tau…"
"ia donk. gue emang tau segalanya tentang loe kecuali perasaan elo…"
"kalau seandainya vano itu bukan sepupu loe, apa loe bakal tetap suka sama gue…" tanya kevin.
"kev, loe itu ngomong apa sich…"
"gue serius, kalau seandainya gue nggax sekeren sekarang, nggax sepinter ini, dan vano itu bukan sepupu loe, apa loe masih tetap suka sama gue…."
"ya iya lah, lagian cinta itu kan datangnya dari hati bukan penampilan… loe itu udah menerima gue apa adanya jadi gue juga gitu, lagian cinta itu kan lihat apa adanya bukan lihat ada apanya…" kata ani, kevin langsung tersenyum senang mendengarnya tapi… "eh apa tadi…. nggax sekeren sekarang 'n nggax sepinter ini??? idih pe-de banget loe…" cibir ani.
"apa kata vano, pe-de itu perlu, lagian gue emang keren 'n pinter kok, kalau nggax mana mungkin banyak yang naksir gue, termasuk elo…."
"uh ge-er, siapa bilang gue suka sama loe…"
"elo…."
"kapan?"
"barusan loe lakuin…."
"ih loe tu ya… re-se…." kata ani sambil memukul kevin.
"aduh sakit tau. sadis banget sich loe sama pacar sendiri…" kata kevin sambil mengusap-usap lengannya yang di pukul ani.
"biarin. abis re-se sich… e tapi by the way gimana ama dara?"
"kenapa nanya-nanya? gue itu nggax suka sama dara kok…"
"gue tau itu… maksud gue daranya, apa yang terjadi sama dia ya?"
"kemaren gue melihatnya deket ama aldy temen baik gue, dari dulu aldy suka sama dara tapi nggax berani ngomong, dan katanya saat aldy mendengar gue menolak dara, dia mencoba mendekati dara, dan sekarang gue juga nggax tau apa mereka udah jadian atau belum…" jawab kevin.
"0 bagus deh… nggax ada lagi yang ngegangguin pacar gue…" kata ani lirih, kevin langsung menatapnya, sepertinya kevin mendengarnya, kevin menatapnya sambil senyum-senyum seneng.
saat ani melirik kevin, ia baru sadar kalau kevin menatapnya sambil senyum-senyum dan membuat ani kaget, kira-kira ada apa.
"loe kenapa?" tanya ani.
"loe… cemburu ya…" balas kevin sambil senyum-senyum.
"ha, e enggak kok, siapa juga yang cemburu, nggax penting banget cemburu ama hal yang seperti itu…" kilah ani.
"udah lah ngaku aja, loe cemburu kan lihat gue ama dara"
"enggax"
"kalau gitu gimana kalau gue mencoba mendekati dara lagi" kata kevin ani langsung kaget dan refleks menatap kevin nggax percaya, kevin langsung tertawa melihatnya "tuh kan loe cemburu kan, gue bilang juga apa, loe itu cemburu. udah lah ngaku aja, gue itu kan emang keren dan selalu ngangenin, jadi siapun bakal tergila-gila sama gue temasuk elo…"
"siapa bilang, gue itu nggax bakal cemburu, gue kan sekarang cantik, jadi gue bisa mendapatkan cowok manapun yang gue mau, yang lebih keren dari elo. yang lebih pinter, yang lebih kaya, yang lebih…."
"stop!!!" potong kevin cepat "eh loe itu nggax boleh tergoda apa lagi menggoda cowok lain selain gue, loe tau kan gue itu pencemburuan. gue itu nggax bakal melepaskan elo begitu aja, jadi jangan harap loe bakal bisa lepas dari gue…" lanjutnya dengan sebel, gantian ani yang tertawa.
"ha ha ha kena deh, kasihan deh loe…." kata ani dan melangkah pergi sambil tertawa penuh kemenangan "gue menang. loe cemburu kan, ternyata gue itu emang bener-bener cantik ya, sampai-sampai loe aja nggax bisa ngelupain gue…" kata ani dan berlari.
"eh pe-de banget loe, nggax bakal gue nyerah gitu aja, sini loe balik nggax. gue bakal ngebalesnya…" kata kevin sambil mengejar ani, ani makin mempercepat langkahnya.
"nggax bakal bisa…"
"eh berhenti nggax. gue bilang berhenti. loe dengerin gue nggax sich?"
"enggax, wuuuueeeekkk. coba kejar kalau bisa…. "
"awas loe ya…."
"ha ha ha ha…."
Cerpen Romantis
THE END
Gimana?. Diluar dugaan kan ending cerpen romantis ini?. Star Night juga kaget kok endingnya jadi gini. Tapi semoga saja tetap bisa menghibur.

Random Posts

  • Cerpen pendek Sang Idola

    Tau nggak si guys, cerpen pendek sang idola adalah cerpen perdana yang tanpa part atau bagian yang berhasil admin ketik. Makanya itu, penulisan dan ceritanya kacau banget. Pas baca ulang, serius adminnya jadi malu sendiri. :dNah karena itu. Sekalian latihan nulis sama menghargai karya pribadi, admin memutuskan untuk mulai mengedit satu persatu. Istilahnya alon – alon asal kelakon. Oke…Sang Idola“Kalian serius?” Merry masih tidak percaya. Salsa dan keempat temannya baru saja memberi tahu kalau ‘Sagu band’, band idola mereka akan mengadakan konser tepat jam 13:00 siang ini di Taman Cik Puan, Selatpanjang. Masalahnya, jam pulang sekolah adalah jam 12:30 tepat. Itu juga karena ini hari sabtu makanya rada cepet. Biasanya juga pulang jam 14:00an. Tapi masalahnya saat ini keempat temannya malah serentak berencana untuk membolos. Pulang sebelum waktunya.“Ya iya lah,” sahut keempat temennya serentak.“Lagian buat ‘Sagu band’, apa sih yang enggak,” Salsa menambahkan.“Tapi kan konser mulainya jam 13:00 siang, dan kita pulang sekolah juga masih sempet, nggak perlu pake acara bolos segalakan?” Merry masih berusaha menahan.“Sempet gimana? Kita pulangnya aja jam 12:30. Waktu setengah jam mana sempet non buat siap-siap. Pokoknya sekarang kita semua mau pergi. Kalau loe emang nggak mau ikut ya udah. Ayo guys lets go,” ajak Ria kearah ketiga temen-temennya.“Eh tunggu dulu donk, gue kan belum selesai ngomong."“Simpen ja dulu buat besok!” potong Salsa. Tanpa basa-basi lagi mereka meninggalkan Merry yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ulah temen-temennya.Keesokan harinya, Salsa, Anya, Sisil dan Ria sengaja datang lebih pagi dari biasanya. Merry yang melihat keempat temannya sudah ngumpul tak mampu menahan rasa heran. Tumen – tumbenan. Berlahan ia hampiri, dan lima menit kemudian ia langsung tau alasan mereka datang pagi. Apalagi kalau bukan untuk mendengarkan pengalaman yang mereka dapatkan kemaren saat menonton konser. “Suer Merry, tu cowok pokoknya ganteng banget deh. Coba aja kemaren loe ikut ama kita-kita, pasti loe nggak akan nyesel,” terang Anya semangat banget.“Ia. Anya bener mer, lagian sekali-kali bolos nggak da ruginya kan. Toh selama ini kita semua on time terus,” Salsa tak mau kalah. “0h ya?” cibir Merry.“Sekarang loe bisa nggak percaya gitu. Soalnya loe belum ketemu ma dia.”“Ih nggak banget deh, secara gue udah punya pacar,” kilah Merry cepat.“Dari dulu loe bilang udah punya pacar tapi nyatanya sampai sekarang kita belum kenal,” Anya menimpali.“Ya sorry, secara gue belum punya waktu. Kalian kan tau sendiri pulang sekolah gue harus kerja buat biaya sekolah gue, nggak kayak kalian.”“Iya deh Mer, sorry. Tapi begitu ada waktu loe kenalin sama kita ya,” kata Sisil.“Pasti,” sahut Merry. "Terus kalian pasti tau donk identintas idola kalian. Paling nggak namanya."Anya menggeleng, Ria pasang raut kecewa, sementara Salsa tanpa di minta langsung menjelaskan. "Justru itu Merry, kita belum tau. Soalnya kemaren doi di minta naik kepanggung, trus ikutan nyanyi bareng 'Sagu band’. Suaranya bagus banget, dia emang nggak ngasi tau namanya, tapi dia bilang kalau dia anak kuliahan."“0h ya. Kuliah dimana?” tanya Merry lagi.“Di. . .aduh di mana ya. Kalau nggak salah STIE atau AMIK ya? Gue lupa, soalnya waktu itu pada heboh,” kali ini Sisil yang menjawab.“Tapi itu gampang kok, kita bakal cari tau dimana dia berada. Seperti kata pepatah 'banyak jalan menuju roma', ya nggak friend?” kata Ria meminta dukungan pada teman – temannya yang langsung di balas anggukan kompak tanda setuju.“Terserah kalian aja deh,” Merry angkat bahu. Belum sempat mulutnya menambahkan, bel masuk pun terdengar. Ia segera mengajak semua temen-temennya untuk kembali ketempat duduknya masing – masing. Secara dari tadi mereka ngobrol tepat di depan mejanya. 10 detik setelah kemunculan gurunya, Salsa cs di buat kaget saat dapat pengumuman kalau hari ini di adakan ulangan harian. Mereka bener-bener pusing tujuh keliling, pasalnya mereka nggak ada baca buku sedikit pun mana soalnya sulit banget lagi. Merry juga nggak mau bantuin, yang makin membuat mereka semakin bingung.Setelah bel istirahat terdengar semua temen-temennya datang menghampiri Merry untuk meminta pertanggungjawabanya, karena ia tidak memberi tau mereka kalau hari ini ada ulangan.“Lho bukannya kalian sendiri yang bilang kalau nggak ada ruginya nggak sekolah satu hari?” Merry bela diri.“Ia sih, tapi nggak kayak gini juga. Pasti ancur deh nilai ulangan gue kali ini, mana loe nggak da ngasi jawabannya ma kita lagi,” kesel Salsa.“Iya deh sorry. Gimana kalau sebagai tanda minta maaf gue, kalian gue traktir makan di kantin. Mau nggak?” tanya Merry karena kebetulan ia baru gajian. Tentu saja langsung di setujui sama temen-temennya yang lain, secara jarang-jarang kan ada yang nraktir.“Kalian mau mesen apa?” tanya Sisil begitu mereka tiba di kantin.“Bakso sama es campur aja deh,” jawab Merry.“Kalian?” tanya Sisil kepada temen-temennya yang lain.“Sama," suara kompak setelah sebelumnya saling pandang. Sekedar bahasa isarat yang langsung di tau apa maksutnya.“Jadi, gimana sama idola kalian itu?” tanya Merry sambil menikmati pisang goreng yang ia ambil dari piring di hadapannya sembari menunggu pesanannya datang.“Gimana apa nya?” Salsa mengernyit.“Ya gimana kelanjutanya. Masa kalian semua mau jadi pacar idola kalian. Mau berbagi itu?” terang gadis itu lagi.“Ta nggak lah sembarangan aja, gini-gini kita masih punya harga diri ya,” bantah Ria. Yang lain menangguk membenarkan.“Terus?” tanya Merry.“Gimana ya. Kita juga bingung nih, ntar deh gue mikir dulu buat nyari solusinya,” Salsa ikut-ikutan bingungSementara sang pelayan sudah menghidangkan pesanan mereka di atas meja. Mereka semua makan sambil terus mencari ide.“Gue punya ide,” kta Sisil setelah lama terdiam.“0h ya? Apa?” temen-temennya terlihat diak sabar.“Dengerin ya. Kita semua kan sudah terlanjur naksir sama si doi jadi….”“Kita? Kalian aja kali, gue nggak,” potong Merry meralat.“Ia deh, kami aja. Loe nggak,” Sisil sebel karena ucapannya di potong duluan padahal ia kan belum selesai ngomong.“Udah deh, tadi ide nya apa?” Salsa masih penasaran.“Apa ya? Gara-gara Merry nih jadi lupa,” Sisil garuk-garuk kepalanya yang emang ketombean. “0h ya gini, gimana kalu kita taruhan aja siapa dulu yang bisa menggaet dia jadi pacar salah seorang dari kita. Tapi, permainannya harus sehat nggak boleh pake cara kotor. Terus yang menang harus nraktir kita semua makan gratis kayak sekarang. Gimana setuju nggak?" sambungnya.“Kok yang menang yang nraktir?” Anya terlihat bingung.“Ya iya lah, secara dia kan udah dapetin si doi. Gimana setuju nggak?” jelas Sisil menerangkan.“0 gitu, gue setuju,” sahut Ria tanpa berpikir lagi“Gue juga,” sambung Salsa sama Anya.“Tapi gue nggak setuju. Enak aja anak orang di jadiin taruhan. Ntar kena batunya baru tau rasa loe. Coba gimana kalau ternyata si doi udah punya pacar?” Merry keberatan.“Terus loe punya ide lain? Lagian kalau emang dia punya pacar masa ke konser nggak ngajak pacarnya?” tanya Sisil.Sementara yang di tanya hanya diam, karena ia sama sekali nggak punya ide yang lebih baik."Nah, nggak ada kan, jadi setuju aja deh,” desak Anya.“Ia. Sekalian loe jadi jurinya, secara loe kan yang paling netral,” tambah Ria.“Terserah kalian aja deh” Merry akhirnya nyerah.Sejak saat itu mereka sibuk mencari informasi tentang'sang idola'. Kebetulan Anya nggak sengaja pernah ketemu sama tu cowok di halte yang biasa mereka tumpangi waktu pulang dari jalan jalan. Hanya saja waktu itu nggak sempet kenalan karen tu bus sudah keburu berangkat. Sejak saat itu mereka sering iseng jalan ke sana.Dua minggu telah berlalu, tapi hasil nya tetap nihil karena walau di tunggu sampai hampir malam tetap juga nggak nongol-nongol sehingga mereka hampir saja putus asa.Sore minggu kebetulan Merry libur bersama keempat temannya ngumpul bareng di salah satu kaffe yang sering mereka datangi. Rencananya ia akan memperkenalkan pacarnya pada temen-temennya.Sambil menunggu pacarnya Merry datang mereka asyik ngobrol.“Eh tau nggak sih, ternyata doi itu kuliah dari sore sampai malam. Dan kenapa selama dua minggu ini kita nggak bisa ketemu sama dia? Ternyata itu gara-gara sekarang ini dia lagi libur habis ujian semester,” kata Salsa memulai obrolannya.“0h ya. Loe tau dari mana?” tanya Anya heran.“Dari sopir bus yang biasa ia tumpangi. Abis nya gue penasaran,” jelas Salsa. “Dan katanya besok sore ia sudah masuk lagi, jadi gue pikir itu waktu yang pas buat kira kenalan sama dia,” sambungnya lagi.“Ide bagus tuh. Loe kali ini bisa ikut kan Merry?” tanya Ria.“Yah sayang banget, gue nggak bisa. Gue kan harus kerja. Lain kali aja ya,” sahut Merry merasa tidak enak.“Ya udah lah nggak papa. Toh besok kalau dia sudah jadi pacar salah seorang dari kita pasti di kenalin sama loe kok,” kata Ria.“Tapi ngomong-ngomong pacar loe jam segini kok belum datang ya?” Anya melirik jam tangannya. "Jadi datang kan?"“Tau nih, bentar ya gue telpon dulu. Kali aja dia lagi kebingungan nyari kita. Emang sih tadi gue udah kasih tau tempatnya, tapi kok belum datang juga. Jangan-jangan nyasar lagi,” Merry beranjak dari dari kursinya menjauh dari temennya.Sebelum Merry berhasil meng'calling pacarnya, HP nya bergetar terlebih dahulu. Ternyata SMS dari Allan, pacarnya. Yang mengabarkan kalau ia sudah berada di depan kaffe tersebut.“Eh temen-temen, dia udah ada di depan tuh. Gue jemput dia dulu ya,” pamit Merry, temen-temennya hanya membalas dengan anggukan.“Kira-kira pacarnya Merry kayak gimana ya?” ujar Salsa setelah Merry pergi.“Tenang aja sa, bentar lagi kita semua juga tau kok,” balas Sisil.Tak lama kemudian Merry datang menghampiri mereka bersama seorang pria di sampingnya.“Temen-temen, kenalin ini pacar gue. Namanya Allan, Allan ini temen-temen gue yang pengen gue kenalin ke elo, ini Salsa, Anya, sisil, sama Ria,” kata Merry memperkenalkan pacarnya kepada temen-temennya satu persatu.Untuk sepersekian detik temen-temennya hanya terdiam terpaku. Bahkan Sisil yang kebetulan sedang menyeruput es sirupnya langsung tersedak saking kagetnya seolah nggak percaya akan sosok yang kini berada tepat di hadapannya yang tersenyum manis sambil mengulurkan tangan untuk berjabatan.“Ya tuhan. Dia kan…. 'SANG IDOLA” pekik batin mereka masing-masing.End….Namanya juga cerpen perdana, jadi di maklumi aja deh kalau endingnya masih gaje banget. Terus bahasa sama kosa katanya juga agak gimana gitu. Tapi ya begitulah. Bagaimanapun terima kasih sudah membaca. 😀 Detail CerpenJudul Cerpen : Sang IdolaPenulis : Ana MeryaGenre : RemajaPanjang : 1543 kataStatus : Cerpen Pendek

  • Cerpen Pengalaman Hidup “Tragedi Cinta”

    Setiap kisah kadang memang tak selalu berakhir indah, Setidaknya tidak seindah dunia cerpen yang bisa di karang sesuai imaginasi, Namun tidak semua yang tak indah selamanya menyakitkan, Terlebih ketika engkau berani untuk menuliskan.Dan Satu hal yang harus di garis bawahi, Ini cara ku meninggalkan jejak hidupku….Lantas bagai mana dengan mu….Cerpen Tragedi CintaHappy reading…..“Pagi,ana”. “Pagi” Balas Ana terlihat sama sekali tak bersemangat. Membuat Vieta, Johny dan Irma saling pandang.“Kenapa loe, Baru datang udah lemes gitu?” Selidik Johny sambil berjalan menghampri meja Ana yang baru muncul. Duduk tepat di meja hadapannya.sebagian

  • Diary ku | Untuk mu yang merasa

    Diary kuUntuk mu yang merasaRasa Marah, Rasa Kesel, Rasa Seneng dan merasa sedih emang selalu datang tanpa permisi terlebih dahulu. Kalau lagi seneng mungkin kita nggak komplein, tapi gimana kalau yang muncul ke permukaan jusru rasa kesel kayak star night dalam beberapa hari ini.Ceritanya begini berhubung keseharian Star Night lebih sering di habis kan di dunia maya dari pada dunia nya jadi nggak heran kan kalau rasa kesel itu berasal dari dunia maya. Star Night ketemu orang yang ‘ Ehem…. Nyebelin banget. Sumpah deh. Untung aja kita nggak kenal, Dan Star Nigh udah mutusin gak mau kenal. Nggak lagi – lagi deh ngunjungi tu blog. Oke, karya nya bagus, Star Night akuin. Lima jempol atau sepuluh deh kalau perlu star night kasi nilai buat karya – karyanya. Tapi emangnya harus ya sesongong itu. Minta di hargai tapi nggak mau menghargai. Maksutnya apa coba. Bikin Star Night Merasa Esmosi aja. Kan jadi ilang semua ide buat nulis. Baiklah, kalimat terakhir yang barusan abaikan saja.Buat Star Night Blog itu kayak rumah, Dan reader sebagai tamunya. Bukankah Pepatah bilang menyambut tamu dengan baik sama dengan mendapat rezeki dengan bersukur. Nah lantas gimana rasa nya kalau sebelum Berkunjung udah di kasi Plang Pringatan Segede – Gedenya soal pantang larangan?. *Halah bahasanya*. Ya kalau sekedar ‘tata – tertib’ itu biasalah ya, Tapi pake bahasa yang sopan donk. Kalau kita merasa sakit hati, memang nya harus ya di balas dengan sakit hati juga. Childish banget si.Buat reader yang merasa postingan ini Cuma spam terserah. Yang jelas Star Night bukan termasuk orang yang pinter ‘Ngomong’ tapi udah biasa mengekspresikan sesuatu lewat tulisan. So karena title blog ini juga ada diary nya, nggak salah donk Star Night bikin coret – coretan di sini. Itung – itung berbagi rasa. He he he…..

  • GOOGLE ANALYTICS

    Udah Pernah denger istilah Google Analytick belom?… Yang sering berjalan – jalan di rumahnya mbah Google pasti udah pada tau donk…. walau pun demikian kali ini saya akan mencoba untuk menshare sedikit tentang google analytics ini.Tapi sebelum itu ada yang merasa aneh nggak?. kok tumben saya menshare yang ginian?… he he he, itu karena di sini ada nyangkut-nyangkut nama saya gitu………… T_T.Oke lah langsung aja. Google Analytics ini adalah salah satu fasilitas gratis yang disediakan oleh google *Hem, Saya kan paling demen ma yang gratis – gratis, Apa lagi kalau makan?sih malah curhat*. lanjut…. faslitas ini sangat bermanfaat bagi para webmaster dan para pebisnis online untuk memantau optimalisasi situs, baik situs yang berbasis blog maupun website biasa. sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*