Cerpen Romantis “Buruan katakan Cinta End” {Update}

Cerpen romantis yang Star Night sendiri nggak tau di mana letak keromantisannya. =,=
Oh ya, Cerpen ini adalah bagian end. Syukurlah akhirnya happy ending juga yah walaupun kemaren masih sempat ngegalau. Beneran, untuk part ini Star Night nggak nyangka endingnya begini. beneran di luar dugaan kayak nya. Untuk lebih jelasnya silahkan di baca sendiri. Oke….!!.
Tapi sebelum itu baca dulu episode sebelumnya yang bikin galau di Cerpen Galau Buruan Katakan cinta.

Credit Gambar : Ana Merya
Keesokan hari nya, ani di antar oleh vano, kevin melihatnya dengan pandangan yang sedih, kevin mengusap air mata yang menetes di pipinya, kemudian ia melangkah meninggalkan ani bersama vano. tapi ani tidak melihat kehadiran kevin.
Saat istrahat pertama kevin sengaja ke kantin karena ia nggax mau lebih menyakiti dara dengan selalu berada di dekat dara. begitu tiba di kentin pandangannya langsung tertuju ke meja yang berada tak jauh di depannya. karena di sana ada ani dan vano yang sedang asyik ngobrol.
"ani… baru gini aja hati gue udah sakit, gimana gue bisa ngerelain elo ama vano. gimana ani? apa gue sanggup menjalani hidup kalau gue nggax bisa bersama ama loe… tapi na demi loe, gue bakal merelakannya, gue bakal melakukan apapun asal loe bahagia na. gue rela melakukannya…" kata kevin dalam hati "tuhan, berilah gue kekuatan untuk mengatankannya, bantu gue tuhan, semoga aja gue nggax pingsan di tempat. huuuufffhh… kevin, loe pasti bisa. berjuang lah kev…." lanjutnya
"ani, kita perlu bicara…" kata kevin.
"kalau loe mau ngebelain dara di depan gue lagi, nggax perlu, gue udah tau kok, lagian percuma aja kita berdebat…" kata ani dengan santainya.
"na, gue bukan mau ngomongin itu kok…"
"trus loe mau ngomong apa?" tanya ani.
"apa kalian pacaran" tanya kevin, ani dan vano langsung kaget.
"ha?! e enggak, kok loe bisa ngomong kayak gitu sich…"
"eh, kan gue udah bilang sama loe kalau loe itu seharusnya bisa percaya sama pacar loe sendiri, bukan percaya sama orang lain, tapi kalau loe nggax percaya ama dia, gue selalu percaya kok sama ani, jadi jangan salahin gue, kalau gue itu merebutnya dari elo…" kata vano sambil berdiri.
"kalau gitu loe udah bisa mendapatkannya kok, ani itu lebih percaya sama loe dari pada ama gue…" kata kevin.
"kevin!!! loe fikir gue itu apa ha? barang yang bisa loe tukar-tukar? gue itu manusia yang masih punya perasaan kev, gue nggax nyangka kalau loe setega ini…"
"ani, jadi gue harus gimana? apa yang harus gue lakuin agar loe mau ngedengerin gue? apa ani? apa? loe kasi tau gue caranya… gue pasti bakal melakukannya… an, loe tau nggax sich, selama ini gue selalu mencoba menjadi yang terbaik buat loe.. selama ini gue itu selalu perhatian sama loe… na, sebenernya apa motif loe ngelakuin ini…"
"gue…" kata ani sambil melihat kesekeliling nya, tanpak di sana banyak yang memperhatikan mereka, sepertinya sebagian besar anak-anak yang ada di campus, semuanya memperhatikan mereka.
"kalau gue emang ada salah, gue minta maaf, dan kalau gue boleh tau, apa kesalahan gue itu, gue nggax tau na gue nggax tau salah gue dimana… apa semua ini karena masalah kemaren, kalau emang karena itu, itu tu nggax sengaja, kemaren gue emang jalan ama dara, karena saat itu kita bosen, kita pusing ngerjain tugas yang nggax selesai-selesai jadi kita sengaja mau menyegarkan fikiran kita…"
"ini bukan cuma masalah itu aja kev…"
"trus apa?? apa ini karena vano. apa loe suka sama vano? kalau ia bilang… nggax kayak gini caranya, ini tu bener-bener menyakitkan… loe tau nggax sich gimana perasaan gue saat gue tau loe nggax ada kabar selama dua minggu, gue takut terjadi apa-apa sama loe, gue takut na, gue takut loe itu kenapa-napa… apa loe tau gue itu udah kayak orang gila saat itu, yang gue lakukan hanya menunggu hanpone gue, mungkin aja loe mau menghubungi gue, tapi apa…. loe sama sekali nggax ada menghubungi gue…"
"kev, saat itu gue…"
"kenapa? loe nggax inget ama gue… atau loe sengaja melakukannya… na, gue itu sampai bolos dari kampus cuma karena mengkhuatirkan keadaan loe, tapi apa yang gue dapatkan… cuma sebuah kesia-siaan. tapi gue masih bisa menahan diri gue, untuk tetap tenang, kalau nggax mungkin sekarang gue udah masuk RSJ karena strez mikirin elo. saat pertama kali loe datang kembali ke campus gue lihat loe udah menjadi beda banget, beda banget dari pertama kali gue mengenal elo, dan saat itu gue seneng banget. tapi gue malah melihat elo akrab dengan cowok lain, loe bisa membayangkan nggax sich giamana perasaan gue saat itu… gue sedih banget na… apa semua itu masih belum cukup untuk elo percaya kalau gue bener-bener perhatian sama loe…"
"kevin…."
"ani, apa loe pernah memikirkan gimana perasaan gue, kenapa loe malah membela cowok yang harusnya menjadi saingan gue, gue itu sedih banget na, gue merasa hidup gue udah nggax ada artinya lagi… apa yang sebenernya elo inginkan… apa na? apa loe bener-bener ingin gue merelakan elo pergi… gue nggax sanggup kalau harus kehilangan elo sekarang na… gue nggax sanggup…"
"kev, gue…"
"ani gue belum selesai bicara… apa loe melakukan semua ini karena mau membuat gue cemburu? kalau ia, loe udah berhasil na, loe berhasil bahkan sukses besar, gue bener-bener cemburu ngelihat elo ama cowok lain, apa lagi elo selalu aja membelanya, loe tau nggax sich kalau gue sakit hati melihatnya…"
"maksud loe…?"
"ani, apa loe masih nggax sadar juga kalau selama ini gue suka sama loe, apa loe nggax ngerti juga kalau nggax di kasi tau? ani, gue itu suka sama loe, gue nggax bisa melihat elo dengan yang lain, gue nggax sanggup na, mungkin ini karena gue terlalu menyukai elo, gue nggax perduli apa pandangan orang terhadap kita, gue nggax perduli apapun yang orang lain katakan, mau mereka bilang elo kuper, buruk rupa, jelek atau apa pun, tapi gue nggax perduli na, gue nggax perduli… yang penting gue selalu bersama ama loe na, apa itu masih belum cukup untuk membuktikan sebesar apa cinta gue ke elo… apa itu masih belum cukup ani!!!" bentak kevin yang udah nggax bisa menahan emosinya.
"kev, gue…gue nggax menyangka kalau loe…"
"what?! loe nggax tau kalau gue itu suka sama loe? sebenernya loe itu suka sama gue nggax sich, kenapa elo nggax bisa tau apa yang pasangan elo rasakan…. ani gue jadi merasa ragu sama loe… sebener nya loe suka sama gue atau nggax?"
"kevin gue…"
"atau malah loe udah berpindah kelain hati seperti gosip yang udah menyebar, sebenernya gue nggax percaya, tapi kalau reaksi loe kayak gini gue jadi semakin yakin kalau loe nggax suka sama gue… kalau loe emang suka sama vano bilang… ayo bilang terus terang…. gue bisa kok untuk memut…."
"cukup kev, cukup!!!" potong ani "loe udah terlalu banyak bicara… kenapa sich loe nggax memberikan kesempatan untuk gue menjelaskan semua yang udah terjadi… gue itu ama vano cuma…"
"apa? udah lah, mending kita akhiri semua ini… sekarang mending loe pilih antara gue atau vano?"
"kev…"
"kenapa? kalau loe beneran suka sama gue loe bakal lebih memilih gue dari pada vano kan? tapi gue minta loe harus memilih salah satu di antara kita, dan merelakan salah satu di antara kita pergi…"
"apa nggax ada pilihan yang lain kev?" tanya ani.
"nggax. cuma ini pilihan yang loe punya, sekarang mending loe jawab"
"kevin, gue emang suka sama loe. tapi, gue juga nggax bisa kalau harus menjauhi vano…" kata ani.
"kenapa? apa vano itu lebih berarti dari gue…"
"kev, vano itu…"
"apa?!" tanya kevin.
"gue nggax bisa kalau harus pergi dari vano…" kata ani.
"ani… ok kalau itu pilihan loe gue…" kevin tak sanggup meneruskan kata-katanya, dan siap mau pergi.
"ha ha ha…" tawa vano tiba-tiba, semua yang ada di sana langsung kaget termasuk fitri, desy dan sisi yang kebetulan sedang ada di kantin ikut kaget mendengarnya, dan makin penasaran dengan apa yang terjadi. langkah kevin langsung berhenti, dan kembali berbalik.
"vano. kenapa loe tertawa… emang loe fikir ada yang lucu?!" bentak kevin sebel. nggax tau orang lagi marah apa?! nyebelin banget.
"ya iya lah. kalian berdua itu lucu…" kata vano dengan masih tertawa.
"apanya yang lucu? atau loe bangga banget karena ani lebih milih loe dari pada gue… ha?!" bentak kevin sebel sambil menatap ani dengan sebel dan sakit hati.
"loe jangan salah faham dulu, tapi kalian tu aneh, udah sama-sama suka masih gengsi aja yang di banyak-banyakin" kata vano.
"loe…??? loe tau kalau gue ama ani saling suka?"
"he-eh… udahlah mending kalian berdua baikan aja, nggax baik kalau harus kayak gini terus, kasian gue ngelihatnya. baikan aja ya…."
"loe nggax sakit hati?" tanya kevin.
"ha ha ha ya nggax lah, gue itu tau kalau kalian saling suka jadi mending kalian baikan aja…"
"bukannya loe suka sama ani?"
"emmm…" kata vano dan kemudian menggelengkan kepalanya.
"kalau nggax, kenapa loe mendekatinya…"
"ha ha ha… " tawa kevin makin seru "gue itu sepupunya lagi…" lanjutnya santai yang tentu saja membuat semua yang mendengarnya jadi kaget, terutama kevin pastinya.
"apa?! loe…" kevin tidak bisa meneruskan kata-katanya, ia langsung terduduk di kursi sampingnya. sumpah malu banget.
"ia. kita ini sepupu… na, tost dulu…" kata vano dan kemudian mereka tost bersama sambil tersenyum bersama sementara kevin syok banget "bener kan apa kata gue… ternyata gue itu bener-bener pinter ya… nah, sekarang loe percaya sama gue kan?…" kata vano kepada ani, ani langsung mengangguk.
"he-eh, elo sich kev, coba aja kalau loe mengakuinnya lebih cepat, gue kan nggax perlu melakukan hal konyol kayak gini…." kata ani sambil tersenyum.
"kalian… apa sebenernya yang terjadi…" kata kevin dengan bingungnya.
"sebenernya…." kata vano dan menceritakan apa yang sebenernya telah terjadi.
FlasBack
"An, loe kenapa? kok mukanya kusut gitu? strika dulu gih…" kata vano sambil duduk di dekat ani, di teras rumah kakeknya.
"sembarangan aja, loe fikir gue itu pakaian apa…"
"he he he mirip dikit…" balas vano.
"uh keterlaluan…"
"he he, lagian elo masa mukanya ditekuk terus, kenapa? ada masalah ya? dari kemaren hanpone loe bunyi terus tuch… kenapa nggax di anggkat?" tanya vano.
"suka-suka gue donk, lagian loe itu masih kecil, jadi nggax perlu tau…"
"masih kecil? eh gue itu lebih tua dua tahun dari loe ya, sembarangan aja kalau ngomong… " vano nggax terima "ya walaupun maasih terlihat muda an gue dikit…" lanjutnya.
"ia. mudaan guenya banyak…"
"ah ya nggax donk, enak aja. udahlah mending loe ceritain aja apa yang terjadi ama sepupu loe yang keren ini…" kata vano.
"idih pe-de banget loe… keren apaan, suka mainin cewek kayak gitu… jadi playboy kok bangga" balas ani.
"lho ini tu kenyataan kali… gue itu emang keren, kalau gue nggax keren mana ada yang bakal mau ama gue…. lagian gue jadi playboy kan bukan kemauan gue…"
"trus kemauan siapa?"
"e napsu gue… he he he… lagian, salah tu cewek sendiri, udah tau gue itu playboy masih juga percaya apa yang gue omongin ama dia…"
"kena batunya baru tau rasa loe…."
"loe itu emang bukan sepupu yang baik ya, masa saudara nya sendiri di sumpahin yang nggax-nggax. e tapi udahlah, emang loe ada masalah apa? gue itu kan paling banyak ide. so, apapun masalah loe gue pasti bakal bisa bantu…"
"sebenernya, gue itu punya pacar, tapi pacar gue nggax pernah bilang suka sama gue sekali pun, dari kita mulai pacaran hingga saat ini, yang udah enam bulan. gue bingung sebenernya dia itu suka sama gue atau nggax…" kata ani.
"trus pacar loe sendiri itu gimana sikapnya kalau berada di dekat elo…"
"ya dia itu baik, dia selalu belain gue kapan pun dan dimana pun gue di hina orang, loe taukan gue itu gimana? pastinya banyak yang nggax suka sama gue… dan akhir-akhir ini dia lagi deket ama seorang cewek yang cantik banget, dan gue pasti kalah jauh ama dia… cewek itu cantik banget…"
"jadi…"
"kemaren sebelum gue kesini gue ngelihat mereka jalan ke taman bareng, gue nggax tau kenapa mereka ada di sana? sengaja janjian atau apa, tapi gue sedih banget, gue takut pacar gue itu lebih milih cewek itu dari pada gue…"
"ani, loe itu gimana sich, katanya loe suka sama… e siapa???"
"kevin"
"ha ia, kevin. katanya loe suka sama kevin, nah kalau loe suka sama dia, harusnya elo ngertiin dia, loe harusnya tau apa pacar loe itu suka sama loe atau nggax…"
"nah itu dia masalahnya, gue nggax tau apa kevin suka sama gue atau nggax, ini yang lagi gue cari tau…. gue takut kalau sampai kevin nggax suka sama gue, karena gue suka sama dia…"
"loe dengerin gue deh,… kalau cowok udah memberikan perhatian lebih ama seorang cewek berarti dia menganggap kalau cewek itu penting dalam hidupnya… nah loe tengang aja, pasti si kevin itu suka sama loe, dia pasti lebih mementingkan perasaan elo di banding orang lain. percaya deh…"
"sok tau banget sich loe… loe itukan playboy, sejak kapan loe tau arti sebuah cinta…" kata ani.
"loe pasti tau kan kenapa gue jadi playboy, itu karena pacar gue ngeduain gue, nah jadi gini-gini gue pernah ngerasain sakit hati juga cinta kaliii jangan anggap semua playboy itu jahat deh…" vano nggax terima.
"ia deh maaf. tapi gue nggax terlalu percaya kalau kevin suka sama gue, loe tau kan gue itu kayak apa, sementara saingan gue cantik banget"
"An, cinta itu nggax lihat penampilan, jadi menurut gue pasti pacar loe itu suka sama loe, loe tengan aja… lagiankan suatu hubungan itukan sangat memerlukan sebuah kepercayaan, nah kalau loe nggax percaya ama pacar loe sendiri, buat apa hubungan ini kalian lakukan…."
"tapi gue sangat mencintai kevin van, gue bingung apa yang harus gue lakuin, apa harus merelakan nya kepada orang lain, atau mempertahankannya…"
"sebenernya apa yang loe butuhkan saat ini agar loe percaya kalau dia itu beneran tulus jadian ama loe…"
"pengakuannya, gue pengen dia ngaku kalau dia itu suka sama gue, karena selama kita pacaran gue nggax tau apa dia pacaran ama gue karena suka atau cuma mau mainin gue aja, gue nggax tau…."
"kalau cuma itu sich gampang, kayak nya gue punya ide cemerlang deh, mau mencobanya…"
"asal kevin suka sama gue jaminannya, gue bakal berusaha…"
"baiklah… pokoknya loe percayakan aja sama gue, gue itu udah berpengalaman kalau tentang yang beginian. pertama yang harus loe lakuin adalah, merubah penampilan loe menjadi lebih baik"
"kenapa pake acara merubah penampilan segala sich… gue suka kok sama penampilan ini…"
"ia loe suka, tapi gue nggax, udah lah pokoknya loe harus turutin kalau mau gue bantuin elo… itu baru yang pertama, dan selanjutnya… kita pikirin entar, gimana loe sanggup kan…" tanya vano.
"emmm, ok kita coba…" kata ani akhirnya.
"he he he gitu donk…." kata vano mereka tost bersama lalu tertawa dengan senengnya.
Flasback end
"0 pinter… bagus ya… bagus… seneng ya udah buat gue kayak gini, ia seneeeeng" kata kevin setelah vano dan ani selesai bicara….
"ha ha ha… ia donk. gue itu kan emang pinter" vano membanggakan diri.
"huuuh bener-bener keterlaluan…"
"ya abis elo, suka sama cewek nggax mau ngaku, harus gue juga yang turun tangan…"
"idih, pe-de banget loe jadi orang…"
"ia donk, percaya diri itu perlu…"
"gimana exting gue, bagus nggax?" tanya ani.
"ia bagus, cocok banget jadi pemain sinetron. pasti langsung dapat awards. sampai-sampai gue aja nggax mengetahuinya, ia bagus, sumpah deh…" kata kevin.
"tapi tetap berhasilkan…"
"ia berhasil banget…." kata kevin dengan nada sebel.
"idenya siapa…" tanya vano.
"cosmos" jawab ani dan kevin bersamaan dan tertawa bersama.
"vano. enak aja cosmos" kata vano sebel.
"he he he…"
"apa sich maksudnya?!" vano sebel.
"emmmm, ceritanya sich balas dendam…. he he he he…"kata kevin dan kemudian tertawa begitu juga dengan ani sementara vano merasa sebel.
"kalian ya… seneng udah bisa ngeledekin gue… ia seneeeeng. heran, bukannya terima kasih juga udah di bantuin, ini malah buat gue kayak gini… huuuh keterlaluan" kata vano sebel.
"ha ha ha ha…" balas kevin dan ani, juga anak-anak yang ada di kantin, sementara vano udah bener-bener sebel.
Cerpen Romantis "Buruan katakan Cinta End"
sore itu, ani dan kevin berjalan bersama, menelusuri pantai yang indah, apalagi jalan bersama yang terindah pokoknya menjadi bener-bener indah deh… setelah puas jalan-jalan, mereka duduk di sebuah kursi payung yang ada di taman, sambil minum air es kelapa muda, mereka ke asyikan ngobrol.
"eh, gue boleh tau nggax, alasan utama loe ngelakuin ini itu apa?" tanya kevin.
"ngelakuin apa maksud loe…" tanya ani.
"loe bego atau pura-pura bego sich, ya ngelakuin bohong-bohongan itu… gue kira loe udah berubah semuanya, ternyata penampilan aja yang loe rubah, tapi tetep aja lelet" kata kevin sebel.
"uh keterlaluan banget sich loe, masa pacar sendiri di bilang lelet. lagian yang ngerubah penampilang gue juga itu tuch si vano. kalau nggax juga gue nggax berubah"
kata ani "sebenernya tujuan utamanya cuma gue mau loe bilang cinta ke gue…"
"trus tujuan keduanya…"
"emmm apa ya… e palingan cuma mau ngebuktiin ke anak-anak kalau gue itu pantes dapat pacar kayak loe…" jawab ani.
"padahal kalaupun loe nggax berubah juga gue tetap bakal suka sama loe…"
"gue tau itu…" kata ani dalam hati "suka sich suka, tapi nggax bakal ngakuin ke gue kan… uh keterlaluan… loe tau nggax sich gue itu sempet meragukannya tau nggax. gue fikir loe itu cuma mau mainin gue aja…"
"ya enggak lah, gue itu tulus suka sama loe, lagian elo katanya suka sama gue tapi kenapa loe nggax tau-tau kalau gue itu suka sama loe, loe sebenernya memperhatikan gue nggax sich, hu'uh masa harus di kasi tau dulu baru tau…"
"ia donk. gue emang tau segalanya tentang loe kecuali perasaan elo…"
"kalau seandainya vano itu bukan sepupu loe, apa loe bakal tetap suka sama gue…" tanya kevin.
"kev, loe itu ngomong apa sich…"
"gue serius, kalau seandainya gue nggax sekeren sekarang, nggax sepinter ini, dan vano itu bukan sepupu loe, apa loe masih tetap suka sama gue…."
"ya iya lah, lagian cinta itu kan datangnya dari hati bukan penampilan… loe itu udah menerima gue apa adanya jadi gue juga gitu, lagian cinta itu kan lihat apa adanya bukan lihat ada apanya…" kata ani, kevin langsung tersenyum senang mendengarnya tapi… "eh apa tadi…. nggax sekeren sekarang 'n nggax sepinter ini??? idih pe-de banget loe…" cibir ani.
"apa kata vano, pe-de itu perlu, lagian gue emang keren 'n pinter kok, kalau nggax mana mungkin banyak yang naksir gue, termasuk elo…."
"uh ge-er, siapa bilang gue suka sama loe…"
"elo…."
"kapan?"
"barusan loe lakuin…."
"ih loe tu ya… re-se…." kata ani sambil memukul kevin.
"aduh sakit tau. sadis banget sich loe sama pacar sendiri…" kata kevin sambil mengusap-usap lengannya yang di pukul ani.
"biarin. abis re-se sich… e tapi by the way gimana ama dara?"
"kenapa nanya-nanya? gue itu nggax suka sama dara kok…"
"gue tau itu… maksud gue daranya, apa yang terjadi sama dia ya?"
"kemaren gue melihatnya deket ama aldy temen baik gue, dari dulu aldy suka sama dara tapi nggax berani ngomong, dan katanya saat aldy mendengar gue menolak dara, dia mencoba mendekati dara, dan sekarang gue juga nggax tau apa mereka udah jadian atau belum…" jawab kevin.
"0 bagus deh… nggax ada lagi yang ngegangguin pacar gue…" kata ani lirih, kevin langsung menatapnya, sepertinya kevin mendengarnya, kevin menatapnya sambil senyum-senyum seneng.
saat ani melirik kevin, ia baru sadar kalau kevin menatapnya sambil senyum-senyum dan membuat ani kaget, kira-kira ada apa.
"loe kenapa?" tanya ani.
"loe… cemburu ya…" balas kevin sambil senyum-senyum.
"ha, e enggak kok, siapa juga yang cemburu, nggax penting banget cemburu ama hal yang seperti itu…" kilah ani.
"udah lah ngaku aja, loe cemburu kan lihat gue ama dara"
"enggax"
"kalau gitu gimana kalau gue mencoba mendekati dara lagi" kata kevin ani langsung kaget dan refleks menatap kevin nggax percaya, kevin langsung tertawa melihatnya "tuh kan loe cemburu kan, gue bilang juga apa, loe itu cemburu. udah lah ngaku aja, gue itu kan emang keren dan selalu ngangenin, jadi siapun bakal tergila-gila sama gue temasuk elo…"
"siapa bilang, gue itu nggax bakal cemburu, gue kan sekarang cantik, jadi gue bisa mendapatkan cowok manapun yang gue mau, yang lebih keren dari elo. yang lebih pinter, yang lebih kaya, yang lebih…."
"stop!!!" potong kevin cepat "eh loe itu nggax boleh tergoda apa lagi menggoda cowok lain selain gue, loe tau kan gue itu pencemburuan. gue itu nggax bakal melepaskan elo begitu aja, jadi jangan harap loe bakal bisa lepas dari gue…" lanjutnya dengan sebel, gantian ani yang tertawa.
"ha ha ha kena deh, kasihan deh loe…." kata ani dan melangkah pergi sambil tertawa penuh kemenangan "gue menang. loe cemburu kan, ternyata gue itu emang bener-bener cantik ya, sampai-sampai loe aja nggax bisa ngelupain gue…" kata ani dan berlari.
"eh pe-de banget loe, nggax bakal gue nyerah gitu aja, sini loe balik nggax. gue bakal ngebalesnya…" kata kevin sambil mengejar ani, ani makin mempercepat langkahnya.
"nggax bakal bisa…"
"eh berhenti nggax. gue bilang berhenti. loe dengerin gue nggax sich?"
"enggax, wuuuueeeekkk. coba kejar kalau bisa…. "
"awas loe ya…."
"ha ha ha ha…."
Cerpen Romantis
THE END
Gimana?. Diluar dugaan kan ending cerpen romantis ini?. Star Night juga kaget kok endingnya jadi gini. Tapi semoga saja tetap bisa menghibur.

Random Posts

  • Cerbung The Prince Part 13

    Baiklah, Di lanjutin protes, lanjutannya lama protes, gak di lanjutin apa lagi. C'Mon, Kerjaan ku bukan cuma nulis cerpen aja kale…. #banting sendok.Oke deh, tapi salah ku juga kali ya, kenapa nie cerpen, ehem cerbung maksudnya nggak ending – ending. Ya sudah kalau begitu, Mantepin diri sendiri buat ngeEnding Cerpen The prince the princess and mis cinderela ini dulu.#FIGHTING!!!!!…. Credit gambar : Ana merya"Andre, kok muka loe kusut gitu?".Andre menoleh, mendapati Revan yang kini sedang menatapnya khawatir."Nggak papa kok" Elak andre."Masih masalah kevin ya?" tanya Revan lagi. sebagian

  • Cerpen Cinta: Kaulah Sang Bidadariku

    Kaulah Sang BidadarikuOleh: Rian sulaeman farhiMentari pagi pun mulai terbit aku harus segera bangun untuk bersiap-siap sekolah maklum lah masih anak sekolah jadi harus bangun pagi-pagi karna takut kesiangan. Kegundahan pun di rumah begitu ramai oleh aktivitas keluarga ku,Jam pun menunjukan pukul 06.30 wib saat nya aku harus berangkat sekolah karna perjalanan kesekolahan ku lumayan jauh dan memakan waktu.Namun seperti biasa mama ku yang selalu perhatian pada ku menyuruh ku untuk sarapan dulu maklum anak paling kecil suka di manja,kadang-kadang aku merasa risih sich malu kan udah gede masih di manja ama mama.Seperti bisa sarapan ku pagi ini NASI GORENG+TELOR DADAR . . . .Setelah sarapan aku bersiap-siap buat berangkat sekolah aku pamitan sama mama yang sedang membersih kan ruangan rumah yang penuh debu . . . .“mah,aku berangkat dulu udah siang nich. . . .?”“iya,Hati-Hati di jalan nya. . . . .”Setibanya aku di sekolahan,aku langsung bergegas masuk kelas karna jam masuk sebentar lagi berbunyi. Sebelum bel berbunyi aku dan kedua teman ku seperti biasa mengobrol tentang hal-jal apa aja yang kami lihat di pagi itu seperti suasana dan murid-murid sekolah kami . . .Ooouuugghh,iya aku lupa meperkenal kan kedua sahabat ku itu nama nya AHMAD dan FAUZI mereka adalah sahabat ku dari kecil,Bel pun mulai berbunyi tanda nya pelajaran akan segera di mulai,kegundahan di dalam ruang kelas itu kini telah menjadi ruangan yang sunyi tanpa ada suara satu pun . . . .Pelajaran pun di mulai dan anak-anak semua mengikuti pelajaran hari itu,Tak terasa jam pulang pun hampir mendekati dan tak lama kemudian bel pulang pun berbunyi,sorak soray anak-anak terdengar di setiap ruang kelas nya . . . . Semua anak-anak pun berhamburan keluar kelas untuk pulang kerumah nya masing-masing dan aku pun mulai beranjak pergi dari dari ruangan kelas di mana aku mengikuti setiap mata pelajaran,ruangan yang sumpek dengan mata pelajaran yang sedikit aku mengerti . . . .Sesampai nya aku di rumah mama telah menanti ku dengan makanan di meja makan . . . .“akhirnya anak mama pulang juga” Kata-Kata manja itu yang selalu mama ucapkan .. . . . . “ya,iya donk kan anak mama” Aku menjawab ucapan mama tadi . . .Setelah makan siang aku duduk terdiam melamun kan seseorang entah siapa . . .? Dan di mana dia berada . . .? Hanya bayangan sosok wanita itu yang kini ada dalam benak ku saat itu . . .Tak terasa nada panggilan Hp ku berbunyi dengan nada lagu ( BUTTERFLY ) “pelampiasan cinta mu”Maklum lagu favorit ku . . . .Saat aku lihat siapa yang menelepon ku ternyata No nya pun baru dan aku tak tau siapa itu . . Saat aku angkat telefon nya . . .“Hello,siapa ini . . . .”“Hello juga,ayo siapa coba tebak . . .”Terdengar suara bisik wanita di telinga ku . . .Sempat aku terdiam memikir kan siapa yah . . . .?“aku gak tau siapa kamu,soal nya number kamu nya juga baru . . . .? ciapa atuh.”“aku seseorang yang dulu pernah ada di hati mu dan yang dulu pernah melukai mu . .”“iya,siapa atuh aku da tau . . . .?”“pokok nya orang yang dulu pernah nyia-nyian kamu . . “Makin penasaran aku dengan siapa sich yang menelepon ku . . . .30 menit pun berlalu kami terus mengobrol dan akhir nya aku tau siapa yang menelepon ku dia ternyata mantan aku ( ika ) . . . .Saat itu kami pun berlanjut hari semakin hari kami pun terus kontek-kontek kan . . .Beberapa hari berlalu dan aku pun bertemu dengan nya,banyak perubahan dari nya yang dulu aku kenal dia egois kini telah berubah menjadi tak egois lagi . . . .Pertemuan itu aku gak sia-sia kan,aku pun mengobrol dengan nya . . . . .di sebuah taman sekolah di dekat sekolahan kami . . . .“Gimana kabar nya . . . .?”aku pun membuka obrolan agar suasana tidak menjadi bosan dan jenuh . . .“alhamdullilah,baik-baik aja . . .! ! ! ! kamu sendiri gimana kabar nya . . . ? ? ? “ “iya,seperti yang kamu lihat lah,aku baik-baik aja . . . .! ! !” kami pun terus berlanjut mengobrol dan bertukar cerita Sedikit demi sedikit ternyata aku mulai merasa nyaman berada dengan nya,rasa cinta yang dulu pernah ada untuk nya kini seakan-akan mulai muncul kembali apalagi karna kami sering bertemu dan mengobrol berdua. Tak terasa waktu pun udah hampir sore jam udah menunjukan pukul 15.30 wib,mungkin karna keasyikan ngobrol dengan nya sampai-sampai tak tau waktu,kami pun mulai beranjak pulang meninggal kan bekas tempat duduk di mana kami bertukar pikiran dan cerita . . . .Malam pun tiba dengan cuaca yang begitu cerah dan terang. Bintang dan bulan saling memancarkan sinar nya seakan mereka tau apa yang sedang aku rasa kan? Kebahagian yang tak terhingga,tak henti-henti aku selalu berbicara pada bulan dan bintang itu . . .“apa mungkin dia adalah sang bidadari ku yang selama ini aku cari . . . . ?Tak terasa jam pun menunjukan pukul 23.30 wib,aku belum juga bisa tidur karna memikir kan dia rindu, dengan suara nya dia ingin aku sebelum tidur mendengar kan suara nya dulu . . .saat itu aku pun berniat dan memberani kan diri untuk menelepon nya walau aku tau ini udah larut malam. Namun akhir nya telefon ku pun di angkat dengan nada bahagia aku pun ngobrol dengan nya. “assalamualikum . . . .”“walaikum’salam . . . .”“belum tidur nich . . .”“belum gak bisa tidur . . .kamu sendiri belum tidur . . . .? ““sama aku juga gak bisa tidur . . . .! ! ! kenapa kok gak bisa tidur . . . .?”Begitu lah obrolan kami malam itu suara merdunya membuat ku tak sanggup menahan kebahagian dan kami pun terus berlanjut mengobrol . . . .“gak tau ada yang lagi aku pikirin nich . . . . kamu sendiri kenapa . . . .?” aku pun menjawab dengan suara jujur dan lantang . . . .“mikirin apa atuh . . .? aku gak bisa tidur karna mikir kamu terus.kangen kamu tau . . . .”“gak . ..! ! ! bohong kamu mah aaaakkkkhhh . . . . .” “su’er aku mah serius ngapain juga bohong . . . .” “iya dech aku percaya . . . .Aku juga sama kok gak bisa tidur karna mikirin kamu,rindu suara mu . . .”Kata-Kata itu yang dia uacapkan pada ku bahagia rasa nya mendengar dia juga sama merasakan apa yanga aku rasa. Seperti malam itu milik kita berdua saja. Malam pun semakin larut aku pun pamitan padanya. “ekh, iya udah malem takut nya kamu mau istirahat+mau tidur . . . .? entar besok di sambung lagi yah . . . ? ““iya,aku juga mulai ngantuk nich . . .”“ya udah met tidur aja . . . mimpi indah. met ketemu besok . . .? assalamualikum . . .?”“iya,met tidur juga . . . walaikumcalam . . .”Aku pun langsung menutup telefon nya dan bergegas untuk tidur. Akhirnya setelah aku mendengar suara nya aku pun bisa tisu juga . . .Pagi pun telah manyapaku saat aku terbangun terdengar suara sms dari Hp ku (ting ting ting ting), nada pesan masuk berbunyi. Saat aku buka dan aku baca ternyata pesan itu dari nya . . . .“assalamualikum . . .met pagi . . .? udah bangun . . .? ayo mandi . . terus sarapan yah . . .? jangan sampai telat berangkat sekolah nya . . .? “ Seperti itu lah kata-kata sms nya. Kini hari-hari ku pun mulai ceria dan penuh kebahagian dan aku terus berdoa semoga aja dia memang “BIDADARI” yang selama ini aku cari . . .amien . . .amien . . .*****Ini cerpen kedua ku . . .ma’af yah bila cerpen nya kurang bagus maklum baru belajar bikin cerpen nich . . .? ============================================================e-mail: kalongrian@ymail.com facebook: rian yangkanslalucyang ikhaclamnya twitter: @riankalong

  • Cerpen Cinta Rasa Yang Tertinggal ~ 01 / 05

    Iseng lambai ke kamera sembari tebar senyuman. Ketemu lagi bareng admin. Kali ini muncul dengan cerpen cinta Rasa yang tertinggal. Cerpen kali ini terinspirasi dari salah satu lagu milik band indo yang emang admin suka lagu lagunya. Tepatnya Kangen band. Judul lagunya yang mana, yang mana aja boleh XD. So, biar nggak kebanyakan obrolan, kita langsung skip ke cerita aja ya. Happy reading.Credit Gambar : Ana Merya"Fan, loe mau kemana? langsung pulang kan?" tanya Alan masih dengan napas ngos – ngosan sehabis berlari. Begitu Pak budi meninggalkan kelas, ia memang langsung meluncur ke kelas Tifani. Sedikit kecewa begitu mendapati kelas sahabatnya itu telah kosong. Karena itu tanpa basa – basi ia langsung meluncur menuju keparkiran. Sesuai dugaan, temannya ada disana."Rencananya si gue pengen ngadain jumpa pers dulu. Ya maklum lah, gue kan artis yang lagi naik pohon," Tifani ngebanyol lengkap dengan gaya narsisnya. Lagian, hari gini orang emang kebanyakan suka gitu ya. Suka melemparkan pertanyaan padahal jawabannya sudah jelas."Lebay," cibir Alan sewot sambil menoyor kepala Tifani yang malah ngakak."Lagian loe, udah tau kalau gue biasanya juga langsung pulang ngapain si pake nanyain lagi?"Alan hanya nyegir mendengarnya. Sementara tangannya sibuk merogoh kedalam tas ransel, sibuk mencari -cari sesuatu. Seulas senyum terukir manis di sudut bibirnya ketika ia menemukan apa yang ia cari. Sebatang coklat yang langsung ia sodorkan tepat kewajah Tifany yang sedari tadi hanya memperhatikan gerak geriknya."Buat gue?" tanya Tifany polos."Sembarangan," semprot Alan cepat. "Kayak nggak tau aja. Biasa. Ini tu titipan dari gue buat pujaan hati. Sekalian sampaikan padanya salam rindu penuh cinta Yang terbungkus dalam sebatang coklat," sambung Alan sok puitis. Tifany justru pasang pose mau muntah."Cinta kok cuma ngasi coklat. Bunga kek," cibirnya. Namun tak urung, coklat tersebut ia ambil juga."Memangnya Septia suka bunga?" tanya Alan yang tak sengaja mendengar cibirannya. Kalau di pikir Tifany bener juga. Cewek kan biasanya suka bunga. Tapi setelah searching di google, banyak juga yang suka coklat. Bahkan, gadis yang kini berdiri tepat di hadapannya adalah salah satunya."Yupz…." angguk Tifany mempertegas pendapatnya. "Apalagi bunga bank. Ah, Gue juga mau kalau gitu," sambungnya yang langsung di hadiahi jitakan di kepala."Sorry ya. Septia bukan loe, dia nggak matre," gerut Alan. "Dan asal loe tau aja dalam setiap batang coklat yang gue kirimkan selama ini terselipkan sejuta cinta yang gue punya," sambung pria itu dengan gaya nya yang khas. Khas lebay maksutnya.Mendengar itu Tifany. Sekaligus ia juga kesel karena kepalanya di jitak dengan semena – mena. Sambil mengusap – usap kepalanya mulutnya mengerutu "Tu coklat kan gue yang makan, pantesan aja gue makin cinta sama loe.""Apa?" tanya Alan karena Gumaman Tifany terlalu kecil untuk bisa ditangkap indra pendengaranya."Kereta Api yang udah lewat nggak bisa balik lagi," Tifany angkat bahu. Sementara Alan masih menatapnya dengan sebelah alis yang terangkat."Lagian kalau loe emang naksir berat plus cinta hidup sama dia kenapa nggak ngomong langsung aja si?" tanya Tifany berusaha mengalihkan pembicaraan. Lagipula ia tidak berharap Alan mendengar gumamannya barusan. Toh, tidak ada gunanya. Tidak ada yang akan berubah.Kali ini Alan tersenyum. Matanya menatap kearah Tifany yang masih menantikan jawabannya. "Soalnya kalau kayak gini kan lebih romantis."Jawaban itu tak urung membuat Tifany kembali mencibir. "Wuek…. Loe bener – bener bikin gue mau muntah.""Ih, loe kok gitu si? Loe kan sahabat gue. Harus nya loe ngedukung gue donk buat dapatin dia. Secara gue udah bosen ngejomblo. Dan lagi…""Iya bawel. Udah deh, udah siang ini. Iya, ntar gue sampein. Sekarang gue cabut dulu," potong Tifani. Tanpa menunggu balasan ia segera mengayuh sepedanya menjauh, meninggalkan Alan yang masih berdiri di tempat.Sambil terus mengayuh, Tifany menghela nafas. Sebelah tangannya terangkat menyentuh dada kirinya yang terasa sesak. Sahabat?. Selalu begitu. Andaikan Alan tau rasa sakit yang selama ini Tifany rasakan ketika mendengar satu kata itu yang keluar dari mulutnya. Karena sesungguhnya tifany menyukai Alan yang telah bersama dari semenjak 6 tahun yang lalu dan harus terpaksa menerima kenyataan kalau orang yang disukainya ternyata menyukai sahabatnya sendiri sejak dua bulan yang lalu. Septia. Seorang yang tidak sengaja ia kenalkan pada Alan saat Alan berkunjung ke kostannya.Dan ini lah rutinitasnya setiap hari. Kurir cokelat. Tapi Untunglah sampai saat ini rasa sakit itu masih bisa dan mampu ia tahan. Apalagi melihat rekasi cuek bin dingin Septia selama ini yang tidak pernah sekali pun menerima cokelat pemberian Alan sehingga selama ini selalu berakhir masuk kedalam perutnya.Setelah memarkir sepedanya, Tifany melangkah masuk kedalam rumah. Sepi, sepertinya penghuni kostan juga sedang pada keluar. Tangannya terulur memutar knop pintu nomor 7, tidak terkunci. Itu artinya, Septia, rekan sekamarnya ada di sana."Gue kan udah berulang – ulang – ulang – ulang kali bilang ke elo. Gue nggak mau coklat dari dia. Kenapa masih loe terima aja si?" gerut Septia penuh penekanan saat Tifani menyodorkan kiriman Alan tepat di depan wajahnya."Dan berulang – ulang kali juga gue bilang kalau Alan itu type orang yang sama sekali tidak menerima penolakan," balas Tifany tak kalah cuek.Septia memutar mata. Matanya masih menatap lurus kearah Tifany yang masih mengulurkan tangannya. "Ya udah, kalau gitu loe buang aja," saran Septia baru kemudian mengalihkan perhatiannya kearah novel yang sedari tadi ia baca sebelum kemuculan Tifany menganggu konsentrasinya."Jangan!!! Sayang donk," potong Tifany cepat."Hu…. Bilang aja kalau loe yang mau cokelatnya makanya loe nggak mau nolak pemberian Alan," cibir Septia. Diam diam gadis itu melirik kearah sahabatnya. "Bukan gitu. Gue cuma sayang aja kali. Makanan enak gini maen buang aja," Tifany membela diri."Sayang sama cokelatnya atau orangnya?" balas Septia sembari bergumam."Apa?" Tifany mengurungkan gerakan tangannya yang sedang meletakan mengantungkan tas ke dinding. Kepalanya menoleh kearah Septia. Tapi yang di tatap sama sekali tidak menoleh. Gadis itu malah terlihat tengelam dengan bacaannya. "Loe barusan ngomong apa Sep?" ulang Tifany lagi."No Ada bebek pake helm," Septia menjawab acuh tak acuh. Tatapan Tifany menyipit. Ia yakin tadi bukan itu kalimat yang Septia ucapkan."Oh ya, tadi gue ketemu kak Nara. Dia titip pesan sama gue, katanya kalau loe udah pulang loe di suruh kerumahnya," tambah Septia beberapa saat kemudian."Gue? Ada apa?" tanya Tifany sambil menunjuk wajahnya sendiri."Tau…" Septia angkat bahu. Ditutupnya buku yang ia baca. Matanya melirik kearah jam yang melingkar di tangan baru kemudian bangkit berdiri. Berjalan kearah meja rias di sudut kamar. Tangannya sibuk merapikan poni rambutnya yang sedikit berantakan. Tifany baru menyadari kalau penampilan gadis itu terlihat rapi. Siap mau keluar."Loe mau kemana?" Tanya Tifany heran."Ada deh. Mau tau aja. Udah gue cabut dulu ya. Da…" tanpa menunggu balasan dari Tifany, Septia sudah keburu menghilang di balik pintu. Meninggalkan sahabatnya yang masih heran dan penasaran akan rutinitanya setiap sore sejak dua minggu yang lalu."Hati – hati," teriak Tifany walau pun sosok sahabatnya sudah tidak terlihat. Tapi ia yakin suara cemprengnya masih mampu untuk ditangkap oleh indra pendengar Septia."Ia. Loe juga. Inget, mang Danang itu sudah punya istri. Jangan di godain aja. Ha ha ha," balasan Septia masih terdengar. Bahkan walau wujudnya sudah tidak terlihat, ia masih mampu melemparkan ledekan."Rese loe," balas Tifany sengaja berteriak. Sebagai balasan hanya suara tawa yang sama terdengar baru kemudian hilang. Kalau saja Septia masih ada di hadapannya pasti saat ini sendal sudah melayang kekepala. Heran, tuh anak suka iseng banget. Padahal ia juga sudah tau dengan pasti kalau Tifany hanya menyapa mang Danang, tukang kebun tetangga sebelah setiap pagi hanya karena kebetulan ia lewat pas disampingnya yang sedang menyiram bunga ataupun membersihkan kebun. Tapi tetap saja Septia selalu mengodanya. Emang dasar Kurang kerjaan tuh anak.Next to Cerpen cinta rasa yang tertinggal part 2.Detail Cerpen Judul cerita : Rasa Yang TertinggalStatus : CompletePenulis : Ana MeryaTwitter : @Ana_meryaPart : 01 Of 05Jumlah kata : 1. 179 WordsGenre : Remaja

  • Your Slideshow Title Slideshow

    Your Slideshow Title Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ Your Slideshow Title Slideshow ★ to Indonesia. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*