Cerpen Remaja “The Prince ~ 08” {Update}

Oke, sory ya baru sempet benerin. Kemaren lupa soalnya…


Hufh. Jadi Jimmy sudah tau siapa aku sebenernya. Tapi untunglah tu anak masih bisa aku ajak kerja sama. Coba kalau nggak. Dia laporin aku ke kakek misalnya. Bisa – bisa aku langsung di seret pulang, terus di kawinin deh. Ih, nggak banget.
Ehem, kalau di pikir – pikir aku mau sampai kapan ya kayak gini terus. Masa ia aku maen kucing – kucingan terus sama kakek. Tapi kalau langsung nyerah kan nggak etis juga. Secara udah terlanjur basah . Cuma ngomong – ngomong, gimana sama kabarnya my prince ya?. Apa mungkin kakek bisa nemuin dia?. Terus kalau seandainya kakek bisa nemuin dia, Apa aku siap di jodohin Ya kalau wajahnya keren plus imut kayak lee seung gi (???), Kalau malah jelek kayak pangeran kodok. Gimana donk?. Ah pusing.
Belum lagi masalah Kevin selesai, eh malah di tambah masalah baru. Mending jangan di pikirin aja deh.
Cerpen Remaja "The Prince ~ 08"
"Hei, sibuk nggak?" tanya Kevin sambil menepuk pundak andre yang tampak sedang menyusun susunan buku di hadapannya.
"eh, elo kev. Kenapa?".
"Kok muka loe muram gitu?. kenapa?" tanya Kevin yang melihat Andre tak semangat tanpa berduli sama sekali akan pertanyaan yang terlempar padanya.
"Nggak. Gue baik – baik aja kok".
"Bener nie?" Kevin masih tak yakin. Tapi lagi – lagi andre hanya mengangguk tanpa menoleh.
"Oh ya, gimana kalau nanti siang gue ajak loe jalan. Mau ya?. gue pengen kenalin loe sama temen – temen gue".
"Gue nggak bisa".
"Loe kenapa si?. kok tumben banget nggak semangat gitu. Lagi ada masalah?".
"Udah di bilang nggak kenapa – napa juga. Lagian gue masih harus kerja. Sori gue jalan dulu" Andre segera berbalik sambil menepis tangan kevin yang berusaha menahannya.
Dengan kening sedikit berkerut kevin terus memperhatikan tingkah laku andre. Entah kenapa dadanya terasa sesak seolah setok oksigen menipis saat melihat Andre malah tertawa pada seorang cowok lain yang tak di kenalnya.yang membuatnya sedikit heran kenapa cowok itu mengunakan seragam yang sama seperti andre?.
"Oh, namanya revan. Dia karyawan baru disini. Baru kemaren mulai masuk" sahut Prisilia, karyawan toko buku itu juga, saat kevin bertanya tentang sosok yang tak di kenalnya tersebut.
"O" Kevin hanya beroh ria sambil berlalu pergi.
Cerpen Remaja "The Prince ~ 08"
"Andre, loe pulang bareng gue" Kata Kevin sambil menarik tangan andre yang saat itu sedang berjalan beriringan bersama revan sepulang kerja.
"Ha?. kenapa?" tanya andre heran sambil menoleh kearah kevin yang sedang melemparkan tatapan pada revan.
"Sejak kapan gue ngajak loe pulang bareng harus pake alasan?" sindir Kevin.
"Siapa and?" tanya Revan lirih.
"Oh dia. kenalin Namanya kevin. Adiknya bos kita. Kak vera. Kev, kalau dia revan. Temen sekolah gue dulu".
"o… kenalin gue revan" kata revan sambil mengulurkan tangan. Sejenak kevin hanya menatapnya sinis tanpa menyambut uluran tangan tersebut. kemudian berbalik menatap andre tanpa melepaskan gengaman tangannya.
"Ayo kita pergi" kata kevin sambil menarik tangan pergi.
"Loe apa – apaan si" bentak andre setelah berhasil melepaskan diri.
"Kok loe jadi aneh gitu si?" tanya kevin.
"Justru menurut gue elo yang aneh. Memang nya elo kenapa?" andre nggak terima.
"Gue nggak suka loe deket – deket sama anak baru itu".
"What?. Nggak salah?"
"Pokoknya gue nggak suka. Elo harus ngejahuin dia"
"Gila loe. Dia itu temen gue. Kenapa juga gue harus ngejahuin dia. Dan satu lagi, loe nggak punya hak sama sekali buat ngatur hidup gue" Kata andre sambil berbalik kearah revan meninggalkan kevin yang masih berusaha menahannya.
Cerpen Remaja "The Prince ~ 08"
"Minggir loe".
Refleks aku menoleh. Keningku sedikit berkerut heran. Tapi bukan karena Ucapan dengan nada memerintah kevin, Justru ini karena raut wajah kevin yang jelas terlihat kusut. Kenapa lagi sama nie anak.
"Kalau gue bilang minggir ya minggir" Kali ini bentakan yang ku dapatkan karena masih belum beranjak dari bangku kantin di kampus kami.Untuk sejenak aku menarik nafas sebelum kemudain bangkit berdiri.
"Pesenin gue minuman?".
"HA?" ujar ku kaget. Nggak salah. Nie anak kembali berani merintah gue?.
"Loe budek ya. Buruan pesenin gue minuman!".
Sepertinya bukan cuma aku yang keheranan tapi teman – temannya juga. Terbukti dengan tatapan kebingungan yang terukir di wajah mereka.
"Loe berani merintah gue?" Geram ku tak terima.
"Di dunia ini nggak ada yang gue takutin. Yang gue tau, semua harus nurut sama gue. Jadi kalau gue perintahin elo buat ngambil pesenan gue. Loe harus ambil. Ngerti".
"Kalau gue nggak mau?" tantang ku nggak kira – kira.
Aku tau. Kali ini kevin pasti beneran sedang ada masalah yang membuatnya kacau begitu. Tapi apa?. Kenapa dia jadi aneh begini?. Tapi tetap saja aku tidak bisa tunduk pada perintahnya.
"Jadi elo juga berani mengabaikan gue juga. Berengsek" Geram kevin sambil mendorong tubuh ku.
Hampir saja Tubuhku mendarat di lantai kalau saja tidak ada sepasang tangan yang menahanya. Setelah berbalik tenyata Jimmy yang sedang melemparkan tatapan tajam kearah Kevin.
"Eh jangan jadi banci donk. Beraninya sama cewek" Kali ini Bentakan junior yang terdengar sambi gantian mendorong tubuh Kevin menjauh.
"Heh, Apa barusan loe bilang. Gue banci?" Geram Kevin.
"Ia. BANCI" Balas Jimmy dengan penuh penekanan.
Aku hanya mampu menutup mulutku saat melihat sebuah tonjokan yang terarah ke wajah Jimmy walau pun dengan cepat bisa di tangkisnya bahkan bisa menyerang balik yang membuat kevin jatuh di lantai.
"Jimmy cukup. Hentikan. Loe apa-apaan si?!" tahan ku sebelum pukulan untuk kedua kali nya mendarat di wajah kevin.
“Loe nggak perlu belain dia”.
“Ini bukan masalah di bela atau nggak. Tapi ini kampus, kenapa si harus pake acara berantem segala?”.
“Oke” Syukurlah akhirnya Jimmy mau ngalah. Kalau nggak nggak tau deh gimana nasip Kevin selanjutnya.
“Dan loe kev, kayaknya loe emang nggak di takdirin terlahir sebagai cowok tulen deh (???). Sampai – sampai harus di belain cewek segala. Jangan – jangan selain B-A-N-C-I, loe juga seorang G…”.
“Gue cowok Normal!!!” Potong Kevin membentak.
Atau lebih pantes di sebut berteriak kali ya?, Sehingga mengagetkan seluruh penghuni kantin. Tapi sepertinya itu juga belum cukup mengagetkan. Kejadian yang selanjutnya jauh lebih di luar dugaan. Semuanya hanya mampu menatap dengan pandangan cengo dan mata melotot. Sementara aku?, Waktu seakan terasa berhenti. Kejadian ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan dalam mimpi sekalipun. Mustahil… Kevin tidak mungkin melakukannya. Baiklah, sepertinya aku memang sedang bermimpi. Ya ini pasti hanya mimpi. HARUS!!!.
Next to cerpen remaja The Prince Part ~ 09

Random Posts

  • Di Dunia Maya, Ku Temukan Cinta

    Di Dunia Maya, Ku Temukan Cintaoleh: Yunietha Sari MangallaPagi hari Arief duduk di depan ruang kelasnya sendirian. Dia sibuk menatap layar hapenya dan senyum-senyum sendiri tak karuan. Beberapa orang yang lewat tidak heran dengan sikap Arief yang seperti itu. Seperti biasanya, Arief pasti sedang berchating ria. Arief adalah seorang maniak chating dan internet. Sudah beberapa kali dia dikeluarkan dari kelas, gara-gara ketahuan sedang chating saat pelajaran berlangsung. Namun, dia tidak pernah jera. Saat dikeluarkan dari kelas, dia memilih pergi ke kantin dan melanjutkan ritualnya yaitu chating.Pagi itu saat sedang asik-asiknya chating, tiba-tiba seorang cowok menghampirinya. “Woy Rief, chating lagi loe.” Kata Andre sambil menepuk pundak Arief, sehingga membuat Arief kaget.“Astaganaga.. Ya Allah..” Kata Arief kaget. “Ngapain sih loe, ngagetin gue aja.” Lanjutnya.“Sorry boy. Btw, loe chating apaan sih, gue lihat loe makin hari makin kayak orang gila tao nggak? Nggak jera loe ya, hampir tiap hari loe dikeluarin mulu dari kelas.” Komentar Andre“Seperti remaja pada umumnya, hal itu biasa saja dan sering terjadi di kota-kota besar. Hehe.. Chating di Mig33. Seru nih, loe kudu nyoba.” Ucap Arief“Apa serunya sih chating kayak begituan. Buang-buang waktu aja.”“Seru tao. Di sini loe bisa cari temen di daerah mana aja. Kalau ada yang cocok, bisa dapat jodoh. Hehehe.. Penggunanya kan banyak banget.”“Halah.. Loe kayak sales panci aja, promosi chating kayak gituan. Dasar MAON..!!!!!”“Apaan tuh maon? Bahasa planet jangan loe bawa-bawa kemari, gue ngggak ngerti.”“Manusia Online.” Teriak Andre di telinga Arief“Kira-kira donk loe, kayak gue budek aja.” Ucap Arief“Sorry boy. Hehehe..” Kata Andre cengengesan∞∞∞ Seperti biasanya, Arief berchating ria dengan teman-temannya di dunia maya. Tiba-tiba muncul tanda private chat di layar hapenya. Tanpa buang-buang waktu, Arief segera melihatnya.“Hai prince_god.. Boleh kenalan?” Sapa Orang tersebut. Dia memiliki nick gadis_dudul. Unik menurut Arief, segera Arief membalasnya“Boleh.. Nama gue Arief, loe??” Balas Arief“Gue Acha. Loe sekolah di mana?”“Gue sekolah di Smansa, loe?”“Oya? Gue juga sekolah di situ. Kelas berapa loe?”“XII IPS 3, loe?”“Gue XII IPA 5.”Obrolan mereka pun berlanjut sampai membicarakan hobby masing-masing. Tak terasa sudah larut malam, Arief pun off dari chating dan segera pergi tidur.∞∞∞ ..Krrrrrriiiiiiiinnnnnnngggggggg..Bel berbunyi menandakan waktu istirahat. Murid-murid keluar dari kelas dengan berdesak-desakan. Andre bergegas menuju kantin seorang diri. Seperti biasanya, Arief duduk di kursi depan ruang kelasnya untuk berchating ria. Tak berapa lama, Andre kembali dari kantin dengan membawa banyak makanan kecil dan dua kaleng minuman dingin. Dia pun segera menghampiri Arief.“nih pesanan loe.” Kata Andre sambil memberikan tiga snack dan satu minuman dingin“Thank’s ya sob.” Ucap Arief sambil membuka minumannya“Iya.. Gue ke toilet dulu bentar. Nitip ya, awas loe makan snack gue.”“Nggak percayaan amat sih loe ma teman sendiri. Saat loe kembali, makanan loe masih utuh kok.”“Iya.. Iya.. Gue percaya ama loe.” Kata Andre kemudian pergiArief pun melanjutkan berchating ria sambil memakan makanan yang tadi dibeli Andre untuknya. Saat melihat nick Acha online, Arief pun segera mengajak Acha untuk chat. Tak berapa lama, Acha kemudian membalas chatnya. Ternyata Acha anaknya asik untuk diajak ngobrol. Lama-lama Arief pun jatuh hati kepada Acha. Tanpa mereka berdua sadari, jarak mereka berdua tidak begitu jauh dari tempat mereka duduk. Arief meminta nomer hape Acha dan berinisiatif mengajak Acha kopdar (kopi darat) sabtu malam ini, Acha pun menerima ajakan Arief tersebut dan memberikan nomer hapenya kepada Arief. Dari kejauhan, terlihat Andre sedang berbicara dengan seorang cewek. Setelah selesai berbicara dengan cewek tersebut, Andre segera menghampiri Arief.“Barusan loe ngomong ma siapa , Ndre?” Tanya Arief“Ma Acha, ketua OSIS di sekolah kita. Biasa lah, masalah Osis” Jawab Andre“Hach?? Acha?? Ketua OSIS cewek??” Kata Arief kaget, minuman yang diminumnya tanpa sengaja muncrat ke wajah Andre.“Kalau kaget biasa aja donk, nggak usah lebay pake acara muncrat segala. Ntar hilang lagi aura kegantengan gue.” Kata Andre dengan pedenya.“Ganteng pala loe pitak. Haha.. Kalau dilihat dari sedotan mah, baru loe ganteng. Itu juga sedotannya dilihat dari menara Eifell.. Hahahah.. Kata Arief ngakak sehingga membuat Andre manyun semanyun-manyunnya.“Elu kalau nggak chating,, ngeledek mulu kerjaan nya.. huch!!”“Sorry sob. Hehehe.”“Oya, kenapa loe kaget dengar nama Acha? Ada apa nich?” Selidik Andre“Nggak apa-apa kok. Hehe.. Ada ya Ketua OSIS cewek.”“Elu haha hehe haha hehe dari tadi, bosen gue dengernya. Ada Lah, buktinya si Acha tuh. Makanya loe jangan chating mulu.” Komenter Andre“Iya bawel. Udah yuk masuk, udah bel nih.” Kata Arief.Mereka berdua pun masuk ke dalam kelas. Arief masih memikirkan Acha. Dalam batinnya bertanya-tanya, “apa mungkin Acha itu adalah Acha ketua OSIS di sekolah gue? Hmm, sabtu malam gue bakal tao ama dia.”∞∞∞ Malam yang dinanti pun tiba, Arief bersiap-siap untuk kopdar bersama Acha di tempat yang sudah mereka sepakati. Beberapa kali dia membaca sms Acha, “Ingat, Café Cinta. Loe pake baju hitam kan? Gue pake dress biru langit.” Arief tiba di café sepuluh menit lebih awal dari waktu yang telah di sepakati. Ternyata Acha telah duduk manis di tempat tersebut. Arief pun segera menghampirinya.“Acha kan?” Sapa Arief dengan ragu, takut salah orang. Karna saat itu Acha membelakanginya.“Iya. Loe Arief ya.” Kata Acha kemudian membalikkan badannya menghadap Arief. Arief terkejut, sepertinya dia pernah melihat Acha. Hampir saja dia terpesona akan kecantikan Acha.“Iya.. Hmm.. Loe bukannya yang kemaren ngobrol ma Andre di depan lapangan kan? Kalau nggak salah, loe ketua OSIS” Tanya Arief memastikan“Iya. Loe temennya Andre ya.”“Yups.. Andre sohib gue.”“Duduk Rief, nggak enak ngobrol sambil berdiri.”“Iya..” Jawab Arief grogiMereka berdua mengobrol dengan santai. Arief tak kuasa menahan perasaannya. Dia mencoba untuk tenang. Akhirnya Arief pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Acha.“Cha, gue mau ngomong sesuatu sama loe.” Kata Arief gugup“Ngomong aja lagi, nggak ada yang ngelarang kok.” Ucap Acha sambil tersenyum“Loe mau nggak Cha, jadi cewek gue? Walaupun kita baru ketemu ya, tapi gue ngerasa nyaman aja waktu chating sama loe. Gue bener-bener sayang sama loe, Cha. Gue jatuh cinta sama loe pada chating pertama.” Kata Arief“Gimana ya.” Kata Acha sambil berpikir“Loe mau kan Cha, jadi cewek gue. Gue butuh jawaban loe sekarang.” Kata Arief dengan sedikit memohon“Ya udah, gue mau jadi cewek loe.” Jawab Acha“Yes.. Makasih ya, Cha. Sekarang kita resmi jadian nih.” Kata Arief senang“Iya.” Jawab Acha“Gue sayang sama loe, Cha. Gue nggak bakal ngecewain loe.”“Gue juga sayang sama loe.”Akhirnya Arief pun menemukan cintanya. Arief sangat senang, begitupun dengan Acha. Andre terkejut dan tidak percaya mendengar kabar kalau Arief jadian dengan Acha. Tak berapa lama, Andre pun mengikuti jejak Arief menjadi maniak chating, dengan satu tujuan yaitu dapat jodoh. Arief hanya tertawa melihat tingkah Andre. Setelah dipikir-pikir, Arief masih tak menyangka dari sebuah chating dia bisa menemukan cinta.∞∞ The End ∞∞Nama : Yunietha Sari MangallaEmail : iechiegochocolate@ymail.comFB : yurievirca@yahoo.co.id (Yunietha Iechiego shiie’VircanKimbum)Twitter dan koprol : inyun_iechiegoPlurk : iechiegoBlog : yurieichigeky.blogspot.com

  • Cerpen Remaja “Kala Cinta Menyapa ~ 10”

    Sempet males mo lanjutin ni cerpen Remaja kala cinta menyapa ini, tapi akhirnya di lanjutin juga. Alasannya, Hufh masih sama dengan yang sebelumnya. Kalau yang udah pernah baca, pasti langsung tau.Ah satu lagi, waktu ngetik ni cerpen kondisi beneran lagi nggak fit. So rada maklum lah yea…Dengan hati – hati Rani melangkah melewati pintu gerbang kampusnya. Matanya secara awas mengawasi sekeliling. Mencari tau keberadaan sosok erwin yang mendadak menjadi orang yang paling ia takuti terkait acara "tembak" langsungnya."Rani?".Rani langsung terlonjak kaget. Untuk sejenak terpaku saat mendapati orang yang sedari tadi ia hindari berdiri tak jauh darinya. Bahkan jelas – jelas memanggil namanya. Dan saat sosok itu melangkah mendekat mulutnya langsung terbuka untuk memperingatkan.sebagian

  • Cerpen Cinta “Ketika Cinta Harus Memilih” ~ 14

    Cerpen Cinta "Ketika Cinta Harus Memilih" Part 14 kembali relase. Tinggal dua episode lagi. Kok rasanya lama amad ya? wkwkwkwkwk….Jadi mendadak bingung nih, kira kira kalau sampai cerpen cinta yang satu ini end, ni blog mau di update apa lagi ya? Secara adminnya udah nggak punya stok cerpen lagi buat di posting. Haruskan ni blog vakum beneran?… ck ck ckOke lah, daripada banyak bacod langsung aja yuks, kita simak kelanjutan ceritannya. Ketika Cinta Harus MemiliReferensi lagu : Tak Rela miliknya merpati band…..Sesungguhnya aku tak rela, melihat kau dengannyaSungguh hati terlukaCukup puas kau buat diriku, Merasakan cemburuKembalilah kepadakuRangga sedang sibuk membereskan kamarnya ketika Hape nya tiba – tiba bergetar. Dengan segera diraihnya benda mungil tersebut. Sedikit mengernyit heran saat membaca id callernya. Cisa?. Ada apa dia menelponnya?.sebagian

  • Cerpen Sedih: CINTA DI AKHIR NADA

    CINTA DI AKHIR NADAOleh : Willy IrmawanMatahari mulai memanas dan keringat mengucur di dahiku. Masih empat lagu yang belum kubawakan , tapi ku tak sanggup lagi tuk berdiri. Akhirnya kupaksakan raga ini tuk menghibur ribuan orang. Dan akhirnya acara ini pun selesai sudah. Sampai di rumah , aku langsung terkulai lemas menunggu saat ku menutup mata . Akhirnya ku tertidur . Kicauan burung membangunkanku di pagi itu . Kurasakan cacing perutku berdemo ingin di beri makanan . Lalu ku berjalan selangkah demi selangkah menuju meja makan . Betapa terkejutnya aku melihat meja makan yang penuh dengan makanan . “Siapa yang memasaknya ?” tanyaku dalam hati . Tiba-tiba muncul sosok wanita berrambut panjang berbaju putih muncul di balik pintu dapur . Dan ternyata adalah kekasihku . Dia adalah Angel , wanita yang sangat kucintai . Penyabar , jujur , perhatian dan setia adalah sifatnya . Banyak lagu yang kuciptakan karena terinspirasi darinya . Dari bidadari yang hinggap dihatiku dan menjelma sebagai kekasih dalam hidupku .“ Sejak kapan kau disini ? ”, tanyaku“ Sejak kau masih tidur . ”, jawabnya dengan senyuman manis“ Mengapa kau tak bangunkanku ? ”, tanyaku“ Kulihat kau begitu lelah dan menikmati tidurmu . ”, jawabnyaKarena cacing perutku meronta-ronta , ku lahap roti keju yang ada di hadapanku . Angel melirikku dengan senyuman .“Lapar ya ?”, tanya Angel dengan nada manja .“Ho’oh”, jawabku dengan menganggukkan kepala . Sesaat kemudian , aku mendapat telepon dari produser untuk menghadiri meeting dengannya . Padahal di hari itu juga aku berjanji pada Angel untuk menemaninya pergi ke rumah orang tuanya di Bogor . Akhirnya rencana itu pun pupus sudah dan Angel tidak jadi pergi ke Bogor karena aku harus meeting dan menggarap project dengan produser . Aku pun berjanji pada Angel bahwa bulan depan aku akan menemaninya ke Bogor . Setiap malam aku menciptakan lagu untuk mempersiapkan album baruku yang akan dirilis bulan depan . Sehingga waktu luangku habis hanya untuk membuat lagu dan waktu untuk Angel menjadi terbengkelai . Setiap kali Angel mengajakku bertemu aku selalu mengelak dengan alasan pekerjaan . Tak terasa sudah tiga minggu aku tidak berjumpa dengan Angel . Rasa rindu tumbuh subur dihatiku . Tetapi saat aku bertemu dengan Angel , sifatnya sedikit agak berubah . Dia tampak pendiam dan lebih pasif . Tidak seperti biasanya yang periang dan murah senyum . Mungkin dia agak marah karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku . Hal itu tak kutanggapi dengan serius . Sehari sebelum launching album , produser mengadakan meeting dan diakhiri dengan check sound . Hari yang kutunggu akhirnya tiba . Aku berharap launching album ini berjalan seperti yang ku inginkan dan album yang ku garap meledak dipasaran . Di awal acara aku mendapat telepon dari Angel yang menagih janji untuk menemaninya pergi ke Bogor . Akhirnya kuputuskan agar Angel berangkat sendiri dan aku akan menyusulnya besok pagi . Tanpa jawaban , Angel langsung memutus telepon . Hal itu tak kutanggapi dengan serius . Dan acara ini pun berjalan sukses .Tiba-tiba ada kabar yang menyebutkan bahwa Angel telah mengalami kecelakaan lalu lintas . Aku pun langsung bergegas menuju rumah sakit . Tetapi kedatanganku sudah terlambat . Angel terlebih dahulu pergi sebelum aku datang . Air mataku jatuh terurai saat ku melihat sosok yang kucinta telah terbujur kaku di hadapanku . Wajahnya seolah tersenyum menyambut kedatanganku . Menyambut kedatangan orang yang tak punya mata hati . Kulihat secarik kertas di samping tubuh Angel yang ternyata adalah pesan terakhirnya . Dalam pesan itu Angel menulis tiga kata yang membuatku sangat menyesal . “ Kutunggu Kau Disana “ itulah pesan yang ditulis Angel sebelum ia pergi ke Bogor . Ternyata dia sudah merasakan apa yang akan dia alami .Mungkin , batu nisan pisahkan dunia kita , namun dirimu akan selalu ada di hidupku . Menemani dalam setiap detak jantung hingga merasuk dalam palung jiwa . Penyesalan yang selalu datang takkan membuatmu kembali . Namun kuyakin kau telah bahagia di singgasana surga . Maafkan aku Angel . *****========================================================Penulis : Willy IrmawanKelas : XI IPS 2 No Abs : 34========================================================

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*