Cerpen Remaja The Prince ~ 07 {Update}


"Loe bisa kasi tau gue, suzy itu orang nya yang mana?".
Pertanyaan yang aku lontarkan cukup untuk membuat langkah kevin terhenti sekaligus membuatnya berbalik.
"Maksut loe?"
"Loe ngapain nanyain dia?" Tambah kevin lagi sambil kembali berjalan ke arah ku.
"Gue pengen nemuin dia" balas aku sok cuek.
"Kenapa?" tanya kevin heran.
"Karena gue pengen ngasi kerhormatan buat dia sebagai orang pertama yang akan melihat video itu" Sambung ku lagi membuat kevin benar – benar shok. Tanpa perlu memperdulikan reasksinya lagi, aku segera berbalik. Soalnya kalau aku terus bertahan di sini bisa – bisa aku yang jantungan.
"Loe bercanda kan?" tanya kevin sambil menarik tangan ku sehingga posisi kami tepat berhadap hadapan.
"Tertawalah kalau loe anggap itu lucu" Balas ku terdegar tegas.
"Tapi kenapa harus dia?" tanya kevin terdengar frustasi.
"Suka suka gue donk. Jadi mulai sekarang mending loe pikir baik baik tawaran gue. Sekarang gue mau pergi dan jangan halangi gue lagi".
"Oh ya, satu lagi. Jangan pernah elo ngebentak gue kayak tadi. Karena gue nggak suka!!!. " Sambung ku lagi sebelum benar – benar meninggalkan kevin yang masih diam terpaku.
Cerpen Remaja The Prince
"Loe harus cerita sama kita " Desak iren lagi Karena sedari tadi aku tidak menanggapinya. Justru aku malah santai berayun – ayun di taman belakang kampus.
"Ia. Ada urusan apa loe sama kevin" sambung nay lagi.
"Riani, loe denger kita ngomong nggak si?" Geram kezia sambil merebut cemilanku.
"Aduh, kalian apa – apa an si?".
"Pokoknya loe harus certa sama kita".
Heh. Sejenak aku menarik napas. Jujur saja aku ragu untuk menceritakannya. Karena walau bagaimana pun Kevin itu sahabatnya 'Andre'. Tapi tanpa segaja pandangan ku tertumpu pada keberadaan sosok kevin dan teman – temannya. Dan berhubung beberapa hari ini ide jahil memang sedang berkeliaran di benak ku *Star Night maksutnya* kayaknya nggak rugi juga kalau langsung di praktekan. Kha kha kha.
"Ehem… oke deh gue cerita"Balas ku sambil sengaja mengeras kan volume dan pura -pura tidak menyadari keberadaan mereka.
"Sebenernya gini. Kemaren itu gue kan jalan – jalan di taman kota. Jadi nggak sengaja gue ngeliat kevin. Dan kalian tau nggak waktu itu dia lagi ngapai?" Tanya ku sengaja membuat teman teman ku makin penasaran.
"Oh ya, Memang nya di lagi ngapain?" Tanya Iren antusias.
"Waktu itu dia lagi…. Hmpft……".
Sebelum aku sempat menyelesaikan ucapanku tau – tau mulutku sudah keduluan di pikep (????) * Star night bingung nyari kata – kata…../wkwkwkwk*. Ternyata kevin yang kemudian tanpa basa – basi langsung menarik tangan ku menjauh.
"Gila!!. Lepasin. Mau apa lagi si loe?" Geram ku setelah berhasil meloloskan diri.
“Mau loe yang apa!!” Kevin ganti membentak. Sumpah,Serem banget.
“Ma maksutnya” .
“Dasar Cewek nggak bisa di percaya” Balas Kevin sinis.
“Memang nya gue ngapain?” Tanya ku bingung.
“Nggak usah belagu. Loe kan udah janji kalau loe bakal tutup mulut soal video itu kalau seandainya gue nggak ngejahilin kalian”.
“Ralat” Potong ku cepat. Dalam hati aku juga bersukur karena keberanian ku kembali muncul kepermukaan (???). “Gue Cuma pernah bilang gue nggak akan nyebarin tu video. Kalau soal nyeritain, itu laen ceritanya”.
“WHAT?!”.
“ Nggak usah sok inggris pake What segala. Tinggal bilang ‘Apa’ apa susahnya si” .
“Eh denger ya…. E …. Cewek sarap, gue…”.
“Cewek sarap?” Potong ku cepat. Sialan.
“Gue nggak tau nama loe. Lagian tu gelar pas buat loe “ Sahut Kevin cuek. “Oke, kembali ke topic, apa mau loe sebenernya?”.
Sumpah, aku sebel si sebenernya. Masa aku di pangil cewek sarap, dia aja Cuma ‘nano – nano’. Tapi sayang aku nggak berani protes sekarang, nanti aja. Secara sekarang tampang Kevin benar – benar terlihat menyeramkan. Hii…. Lagian ada yang lebih penting dari pada ngurusin gelar (???).
“Gue mau, loe gantian nururtin kata – kata dan kemauan gue. Ya kayak pembantu gitu”.
“Apa?!”.
Refleks aku menutup telingaku waktu mendengar teriakan koor teman – teman aku dan Kevin. Lagian lebay banget si, masa baru denger gitu aja tereaknya nggak umum.
“Jangan mimpi loe” Balas Kevin sinis.
“Ya udah kalau loe nggak mau, Perjanjian kita batal. Lagian nggak seru juga ternyata kerjasama sama loe”.
“Terus loe mau ngapain?” Tanya Kevin sambil menarik tangan ku yang bersiap pergi sehingga lagi – lagi kini kami berhadapan.
“Gue mau nyebarin videonya” Balas ku cuek.
“Heh, coba aja kalau loe berani. Gue bakal…”.
“Emangnya loe mau ngapain” Tantang ku memotong ucapannya.
Bukannya menjawab Kevin malah menyeringai nggak jelas. Sekilas ekor matanya melirik pada teman – teman yang juga tanpak penasaran. Dan tiba – tiba ia memajukan wajahnya ke hadapanku yang reflex memundurkan wajah.
“Gue bakal nyium loe saat itu juga di depan semua orang”.
Ancaman Kevin memang cukup lirih. Bahkan tidak mampu untuk membuat raut wajah kebingungan hilang dari wajah teman-temanku. Tapi itu sudah lebih dari cukup untuk membuat ku bergetar. Dia nggak serius kan?.
“Jadi, Sebelum loe bertindak, loe lo pikirin dulu deh. Oke guys, mari kita pergi” Kata Kevin puas. Apalagi aku masih hanya mampu terdiam. Tanpa basa basi lagi ia segera berlalu.
Cerpen Remaja The Prince
Lama aku duduk termenung sendirian sampai sebuat tepukan di pundak membuyarkan lamunanku.
“Hei, kok ngelamun?”.
“Oh, enggak kok” balas ku cepat sambil membetulkan letak kacamataku. Sedikit terkejut juga was – was kurasakan saat menapati kehadiran jimmy.
“Gue boleh duduk di sini nggak?” Tanya jimmy yang mau tidak mau aku balas dengan anggukan.
Lama kami saling terdiam. Aku juga bingung mau membuka topic pembicaraan sampai kemudian jimmy yang terlebih dahulu membuka mutlut.
“Loe baik-baik aja kan?”.
“Baik”
Dalam hati aku sedikit bingung. Kok tumben.
“Loe yakin?”.
“Maksut loe?”
“Gue tau, Kevin sama teman – temannya sudah tidak pernah menjahilin kalian lagi. Tapi apa yang pengikut – pengikutnya lakukan lebih parah kan?” Tanya jimmy lagi.
Lagi – lagi aku membalas dengan anggukan. Sebenernya masalah ini juga yang sedari tadi aku pikirkan. Terror yang menimpa aku dan teman – temanku semakin menjadi. Bahkan lebih buruk daripada yang dulu kami terima. Seenggaknya kalau dulu aku masih bisa mengantisipasinya karena Kevin selalu cerita pada andre, Tapi sekarang. Itu mustahil karena Kevin memang tidak melakukan apa – apa. Ia hanya cukup ‘Duduk Diam’ seperti prince. Sama seperti yang dulu pernah aku katakana padanya. Hanya saja aku tidak menyangka kalau begini hasilnya. Tapi…..
“Tapi dari mana loe tau?” Tanya aku tanpa mampu menutupi rasa heran.
“Udah jadi rahasia umum kali” Balas jimmy santai yang membuatku hanya mampu tersenyum kecut.
“Apa loe butuh bantuan kita untuk menghentikan terror –terror itu?”.
“Bantuan?. Loe mau bantu gue?. Kenapa?”.
Jujur saja, menurut aku nie orang makin membingungkan deh.
“Bukankah sudah jelas?”.
“Loe lagi main teka – teki ya?” ujar ku sambil menatap lurus kearah jimmy.
“Heh” jimmy tanpak tersenyum simpul. “Tentu saja itu karena sudah jadi tugas gue?”.
“Tugas?” Aku masih nggak nyambung.
“”Apa perlu gue manggil loe princess?” kata jimmy sambil menoleh. Membalas langsung tatapan ku.
Oke, itu memang bukan jawaban. Secara dia malah balik nanya. Tapi pertanyaan yang ia lontarkan sudah lebih dari cukup untuk ku menyadari nya.
“Elo…?”.
Tanpa suara, jimmy hanya menganggukan kepala sambil tersenyum. Ya Tuhan….
Cerpen remaja The Prince
To be continue….
Ah Star Night binguuuuuung….. nie cerpen kok makin melantur dari ide awal ya. Omigot. Ampiyun deh, jadi harus mikir ulang buat kelanjutannya. Ini lah resikonya kalau ngetik ulang. Imajinasinya sering melantur ke mana – mana. Jadi makin nggak jelas deh. Kha kha kha . Kapan nie Cerpen Remaja ketemu ending nya ya?…. Masa jadi sinetron beneran?. *Hammer*

Random Posts

  • Bayang-Bayang Kematian

    Oleh: Indhra Suci – Ku belajar tuk menjalaninya, ku pikir ku tlah salah jalan, salah menentukan pijakan. Tapi semua itu datang tiba-tiba. Tapi mengapa tak ku lakukan ? ku mencoba mengerti tapi tak kunjung ku pahami. Aku merasa muak pada mereka, yang selalu mengungkungku dengan berbagai aturan.Aku meletakkan pulpenku dengan mendesah gelisah. Tak lama setelah ituku tutup diaryku dan aku melangkahkan kakiku ke tempat yang biasa aku datangi. Kegelapan menutup segalanya. Hanya sedikit cahaya yang memantulkan sinar pada bola mataku. Ku edarkan pandanganku ke segala sudut.Diskotik yang ramai, di penuhi dengan orang yang tidak benar. Aroma minuman keras dan asap rokok mengepul memenuhi istanaku. Ya, istana, di sini aku bagai seorang ratu, sedangkan di rumah bagiku bagai neraka tak bertepi, memuaskan nafsu dunia dengan segala kemewahan yang tak berguna. Dengan orang-orang yang hanya mementingkan kesuksesannya. Mereka adalah orang tuaku, ayah dan ibuku, dan diriku adalah seorang anak liar. Ayahku adalah seorang pengusaha sukses, yang setiap hari selalu sibuk dengan bisnisnya, dan ibuku yang sibuk dengan arisannya dan perkumpulannya dengan ibu-ibu yang lain. Hanya untuk sekadar kepuasannya sendiri. Sedangkan aku anak mereka satu-satunya yang tak pernah di anggap. Selama ini mereka hanya memenuhi kebutuhan materiku tapi bagaimana dengan kasih sayang dan perhatianku.Ya ,aku Khikan ,anak kelas 2 SMA yang tak pernah mendapat kasih sayang orang tua. Jadi jangan salahkan aku, jika aku mencari duniaku sendiri untuk berbagi resah dan gelisah. Hanya di tempat ini aku membasahi jiwaku dengan kesenangan yang akan membawaku ke lembah hitam dan kematian yang menyakitkan.Ketika itu ada 2 orang lelaki kekar menghampiriku. Mereka mencoba memaksaku dan sedikit menyeretku. Sebelum itu ,aku berhasil mengantongi beberapa butir pil extasi. Saat itu ku berusaha melepaskan diri ,namun sia-sia ,pegangan lelaki tersebut terlalu kuat.“Apa-apaan ini ???!!!” kataku“maaf nona Khikan, kami hanya di suruh Bapak Harvey. Bapak ingin nona pulang sekarang juga !!” ujar 2 orang lelaki itu.“papa ????!!! sejak kapan papa peduli denganku ???!!!” balasku,sambil tertawa terbahak-bahak.“beberapa jam lagi ada pertemuan besar di rumah nona,seharusnya nona ada di rumah ,bukab tempat menjijikkan seperti ini”.“hhhhheeeeeeeeii ,kalian pikir kalian siapa,jangan…………”.Aku tak sempat melanjutkan perkataanku,karena tiba-tiba mereka menyumpal hidungku denagn obat bius. Lamat ku dengar sebuah suara,kemudian aku sudah tak ingat lagi.mataku masih terasa berat namun ku paksakan mataku untuk terbuka. Ku edarkan pandanganku ,aku telah berada di sebuah kamar mewah dengan sprei motif hello kitty berwarna hijau muda,kamarku sendiri,ya ,kamarku.“sial kedua gembel itu telah menggagalkan rencanaku,padahal aku sudah janji dengan Irvan, Emy, Hadi, dan Seno temanku dugem tuk bersenang-senang mumpung liburan. Tak liburpun aku tetap bersenang-senang. Ngapain sekolah ? Apa sih gunanya sekolah ?”. batinku.Papa dan mama masuk ke kamarku dengan wajah menahan marah,aku menyambutnya dengan cuek.“memalukan ,kamu tahu kan kalau 2 jam lagi akan ada pertemuan penting. Wartawan pun pasti akan dating untuk meliput,eeehhh kamu malah kabur ke diskotik. Diskotik itu tempat orang yang nggak bener ??!!!!” ujar papa.“masa bodoh !!” kataku.“ya udah sayang ,sebaiknya kamu mandi dan dandan yang cantik yaaa “. Mama berkata lembut padaku.Tamu-tamu sudah berkumpul di taman belakang,yang sudah di sulap menjadi ruang pesta mewah. Tapi tidak bagiku ,ini seperi neraka. Aku berlari menuju kamar. Pil itu ,ya,pil. Pil itu ku telan beberapa butir ,namun tak ada reaksi. Ku tumpahkan semua pil itu di telapak tanganku,lalu ku menelannya.Beberapa detik kemudian ku merasakan nikmat yang maha dahsyat. Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku. Apakah aku telah mati ?. Tiba-tiba ku melihat sosok mati kaku,dengan mulut berbusa. Ku memandang sosok yang di selimuti kain kafan. Aku gemetar ,jantungku berdetak keras memandang tubuh yang telah rusak. Dan itu aku ,ya ,itu wajahku. Aku berteriak histeris ,sebuah tangan menyeretku ke ruang hampa gelap tanpa cahaya. Aku merasakan panas yang maha dahsyat menerpa tubuhku. Penyiksaan mulai menyiksaku.*****narkoba tidak akan menyelesaikan masalahSAY NO TO DRUGSnama penulis : indhra sucijudul karangan : bayang-bayang kematiantema : narkoba ( salah pergaulan )alamat email : yani_indhrasuchi@yahoo.co.id

  • Cerpen Persahabatan: SEBUAH JANJI

    Sebuah JanjiOleh: Rai Inamas Leoni“Sahabat selalu ada disaat kita membutuhkannya, menemani kita disaat kita kesepian, ikut tersenyum disaat kita bahagia, bahkan rela mengalah padahal hati kecilnya menangis…”***Bel istirahat akan berakhir berapa menit lagi. Wina harus segera membawa buku tugas teman-temannya ke ruang guru sebelum bel berbunyi. Jabatan wakil ketua kelas membuatnya sibuk seperti ini. Gubrak…. Buku-buku yang dibawa Wina jatuh semua. Orang yang menabrak entah lari kemana. Jangankan menolongnya, meminta maaf pun tidak.“Sial! Lari nggak pakek mata apa ya…” rutuk Wina. Dengan wajah masam ia mulai jongkok untuk merapikan buku-buku yang terjatuh. Belum selesai Wina merapikan terdengar langkah kaki yang datang menghampirinya.“Kasian banget. Bukunya jatuh semua ya?” cemoh seorang cowok dengan senyum sinis. Sejenak Wina berhenti merapikan buku-buku, ia mencoba melihat orang yang berani mencemohnya. Ternyata dia lagi. Cowok berpostur tinggi dengan rambut yang selalu berantakan. Sumpah! Wina benci banget sama cowok ini. Seumur hidup Wina nggak bakal bersikap baik sama cowok yang ada di depannya ini. Lalu Wina mulai melanjutkan merapikan buku tanpa menjawab pertanyaan cowok tersebut.Cowok tinggi itu sepintas mengernyitkan alisnya. Dan kembali ia tercenung karena cewek di depannya tidak menanggapi. Biasanya kalau Wina terpancing dengan omongannya, perang mulut pun akan terjadi dan takkan selesai sebelum seseorang datang melerai.Teeeett… Bel tanda berakhirnya jam istirahat terdengar nyaring. “Maksud hati pengen bantu temen gue yang jelek ini. Tapi apa daya udah keburu bel. Jadi sori nggak bisa bantu.” ucap cowok tersebut sambil menekan kata jelek di pertengahan kalimat.Cowok tersebut masih menunggu reaksi cewek yang ada di depannya. Tapi yang ditunggu tidak membalas dengan cemohan atau pun ejekan. “Lo berubah.” gumam cowok tersebut lalu berbalik bersiap masuk ke kelasnya. Begitu cowok itu membalikkan badannya, Wina yang sudah selesai membereskankan buku mulai memasang ancang-ancang. Dengan semangat 45 Wina mulai mengayunkan kaki kanannya kearah kaki kiri cowok tersebut dengan keras.“Adooooww” pekik cowok tersebut sambil menggerang kesakitan.“Makan tuh sakit!!” ejek Wina sambil berlari membawa buku-buku yang tadi sempat berserakan. Bisa dibayangkan gimana sakitnya tuh kaki. Secara Wina pakek kekuatan yang super duper keras. Senyum kemenangan menghiasi di wajah cewek tinggi kurus tersebut.***“Wina….”Wina menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya. Ternyata dari kejauhan Amel teman baiknya sejak SMP sedang berlari kearahnya. Dengan santai Wina membalikkan badannya berjalan mencari motor matic kesayangannya. Ia sendiri lupa dimana menaruh motornya. Wina emang paling payah sama yang namanya mengingat sesuatu. Masih celingak-celinguk mencari motor, Amel malah menjitak kepalanya dari belakang.“Woe non, budeg ya? Nggak denger teriakan gue. Temen macem apaan yang nggak nyaut sapaan temennya sendiri.” ucap Amel dengan bibir monyong. Ciri khas cewek putih tersebut kalo lagi ngambek.“Sori deh Mel. Gue lagi bad mood, pengen cepet pulang.”“Bad mood? Jelas-jelas lo tadi bikin gempar satu kelas. Udah nendang kaki cowok ampe tuh cowok permisi pulang, nggak minta maaf lagi.” jelas Amel panjang lebar.“Hah? Sampe segitunya? Kan gue cuma nendang kakinya, masak segitu parahnya?” Wina benar-benar nggak nyangka. Masa sih keras banget? Tuh cowok ternyata bener-bener lembek, pikirnya dalam hati.“Nendang sih nendang tapi lo pakek tendangan super duper. Kasian Alex lho.”“Enak aja. Orang dia yang mulai duluan.” bantah Wina membela diri.Sejenak Amel terdiam, lalu berlahan bibirnya tersenyum tipis. “Kenapa sih kalian berdua selalu berantem? Masalahnya masih yang itu? Itu kan SMP. Dulu banget. ” ujar Amel polos, tanpa bermaksud mengingatkan kejadian yang lalu. “Lagi pula gue udah bisa nerima kalo Alex nggak suka sama gue.”“Tau ah gelap!” ***Bel pulang berbunyi nyaring bertanda jam pelajaran telah usai. Cuaca yang sedemikian panas tak menyurutkan niat para siswa SMA Harapan untuk bergegas pulang ke rumah. Wina sendiri sudah membereskan buku-bukunya. Sedangkan Amel masih berkutat pada buku catatanya lalu sesekali menoleh ke papan tulis.“Makanya kalo nulis jangan kayak kura-kura.” Dengan gemas Wina menjitak kepala Amel. “Duluan ya, Mel. Disuruh nyokap pulang cepet nih!” Amel hanya mendengus lalu kembali sibuk dengan catatanya.Saat Wina membuka pintu kelas, seseorang ternyata juga membuka pintu kelasnya dari luar. “Eh, sori..” ucap Wina kikuk. Tapi begitu sadar siapa orang yang ada di depannya, Wina langsung ngasi tampang jutek kepada orang itu. “Ngapaen lo kesini? Masih sakit kakinya? Apa cuma dilebih-lebihin biar kemaren pulang cepet? Hah? Jadi cowok kok banci baget!!!”Jujur Alex udah bosen kayak gini terus sama Wina. Dia pengen hubungannya dengan Wina bisa kembali seperti dulu. “Nggak usah cari gara-gara deh. Gue cuma mau cari Amel.” ucap Alex dingin sambil celingak celinguk mencari Amel. “Hey Mel!” ucap Alex riang begitu orang yang dicarinya nongol.“Hey juga. Jadi nih sekarang?” Amel sejenak melirik Wina. Lalu dilihatnya Alex mengangguk bertanda mengiyakan. “Win, kita duluan ya,” ujar Amel singkat.Wina hanya benggong lalu dengan cepat mengangguk. Dipandangi Amel dan Alex yang kian jauh. Entah kenapa, perasaanya jadi aneh setiap melihat mereka bersama. Seperti ada yang sakit di suatu organ tubuhnya. Biasanya Alex selalu mencari masalah dengannya. Namun kini berbeda. Alex tidak menggodanya dengan cemohan atau ejekan khasnya. Alex juga tidak menatapnya saat ia bicara. Seperti ada yang hilang. Seperti ada yang pergi dari dirinya.***Byuuurr.. Fanta rasa stowberry menggalir deras dari rambut Wina hingga menetes ke kemeja putihnya. Wina nggak bisa melawan. Ia kini ada di WC perempuan. Apalagi ini jam terakhir. Nggak ada yang akan bisa menolongnya sampai bel pulang berbunyi.“Maksud lo apa?” bentak Wina menantang. Ia nggak diterima di guyur kayak gini.“Belum kapok di guyur kayak gini?” balas cewek tersebut sambil menjambak rambut Wina. “Tha, mana fanta jeruk yang tadi?” ucap cewek itu lagi, tangan kanannya masih menjambak rambut Wina. Thata langsung memberi satu botol fanta jeruk yang sudah terbuka.“Lo mau gue siram lagi?” tanya cewek itu lagi.Halo??!! Nggak usah ditanya pun, orang bego juga tau. Mana ada orang yang secara sukarela mau berbasah ria dengan fanta stroberry atau pun jeruk? Teriak Wina dalam hati. Ia tau kalau cewek di depannya ini bernama Linda. Linda terkenal sesaentro sekolah karena keganasannya dalam hal melabrak orang. Yeah, dari pada ngelawan terus sekarat masuk rumah sakit, mending Wina diem aja. Ia juga tau kalo Linda satu kelas dengan Alex. Wait, wait.. Alex??? Jangan-jangan dia biang keladinya. Awas lo Lex, sampe gue tau lo biang keroknya. Gue bakal ngamuk entar di kelas lo!“Gue rasa, gue nggak ada masalah ama lo.” teriak Wina sambil mendorong Linda dengan sadisnya. Wina benar-benar nggak tahan sama perlakuan mereka. Bodo amat gue masuk rumah sakit. Yang jelas ni nenek lampir perlu dikasi pelajaran.Kedua teman Linda, Thata dan Mayang dengan sigap mencoba menahan Wina. Tapi Wina malah memberontak. “Buruan Lin, ntar kita ketahuan.” kata Mayang si cewek sawo mateng.Selang beberapa detik, Linda kembali mengguyur Wina dengan fanta jeruk. “Jauhin Alex. Gue tau lo berdua temenan dari SMP! Dulu lo pernah nolak Alex. Tapi kenapa lo sekarang nggak mau ngelepas Alex?!!”“Maksud lo?” ledek Wina sinis. “Gue nggak kenal kalian semua. Asal lo tau gue nggak ada apa-apa ama Alex. Lo nggak liat kerjaan gue ama tuh cowok sinting cuma berantem?”Plaakk.. Tamparan mulus mendarat di pipi Wina. “Tapi lo seneng kan?” teriak Linda tepat disebelah kuping Wina. Kesabaran Wina akhirnya sampai di level terbawah.Buuugg! Tonjokan Wina mengenai tepat di hidung Linda. Linda yang marah makin meledak. Perang dunia pun tak terelakan. Tiga banding satu. Jelas Wina kalah. Tak perlu lama, Wina sudah jatuh terduduk lemas. Rambutnya sudah basah dan sakit karena dijambak, pjpinya sakit kena tamparan. Kepalanya terasa pening.“Beraninya cuma keroyokan!” bentak seorang cowok dengan tegas. Serempak trio geng labrak menoleh untuk melihat orang itu, Wina juga ingin, tapi tertutup oleh Linda. Dari suaranya Wina sudah tau. Tapi Ia nggak tau bener apa salah.“Pergi lo semua. Sebelum gue laporin.” ujar cowok itu singkat. Samar-samar Wina melihat geng labrak pergi dengan buru-buru. Lalu cowok tadi menghampiri Wina dan membantunya untuk berdiri. “Lo nggak apa-apa kan, Win?”“Nggak apa-apa dari hongkong!?” ***Hujan rintik-rintik membasahi bumi. Wina dan Alex berada di ruang UKS. Wina membaringkan diri tempat tidur yang tersedia di UKS. Alex memegangi sapu tangan dingin yang diletakkan di sekitar pipi Wina. Wina lemas luar biasa. Kalau dia masih punya tenaga, dia nggak bakalan mau tangan Alex nyentuh pipinya sendiri. Tapi karena terpaksa. Mau gimana lagi.“Ntar lo pulang gimana?” tanya Alex polos.“Nggak gimana-mana. Pulang ya pulang.” jawab Wina jutek. Rasanya Wina makin benci sama yang namanya Alex. Gara-gara Alex dirinya dilabrak hidup-hidup. Tapi kalau Alex nggak datang. Mungkin dia bakal pingsan duluan sebelum ditemukan.“Tadi itu cewek lo ya?” ucap Wina dengan wajah jengkel.“Nggak.”“Trus kok dia malah ngelabrak gue? Isi nyuruh jauhin lo segala. Emang dia siapa? “ rutuk Wina kesal seribu kesal. Ups! Kok gue ngomong kayak gue nggak mau jauh-jauh ama Alex. Aduuuhh…Alex sejenak tersenyum. “Dia tuh cewek yang gue tolak. Jadi dia tau semuanya tentang gue dan termasuk tentang lo” ucap Alex sambil menunjuk Wina.Wina diam. Dia nggak tau harus ngapain setelah Alex menunjuknya. Padahal cuma nunjuk. “Ntar bisa pulang sendiri kan?” tanya Alex.“Bisalah. Emang lo mau nganter gue pulang?”“Emang lo kira gue udah lupa sama rumah lo? Jangan kira lo nolak gue terus gue depresi terus lupaen segala sesuatu tentang diri lo. Gue masih paham bener tentang diri lo. Malah perasaan gue masi sama kayak dulu.” jelas Alex sejelas-selasnya. Alex pikir sekarang udah saatnya ngungkapin unek-uneknya.“Lo ngomong kayak gitu lagi, gue tonjok jidat lo!” ancam Wina. Nih orang emang sinting. Gue baru kena musibah yang bikin kepala puyeng, malah dikasi obrolan yang makin puyeng.“Perasaan gue masih kayak dulu, belum berubah sedikit pun. Asal lo tau, gue selalu cari gara-gara ama lo itu ada maksudnya. Gue nggak pengen kita musuhan, diem-dieman, atau apalah. Pas lo nolak gue, gue nggak terima. Tapi seiring berjalannya waktu, kita dapet sekolah yang sama. Gue coba buat nerima. Tapi nggak tau kenapa lo malah diemin gue. Akhirnya gue kesel, dan tanpa sadar gue malah ngajakin lo berantem.” Sejenak Alex menanrik nafas. “Lo mau nggak jadi pacar gue? Apapun jawabannya gue terima.”Hening sejenak diantara mereka berdua. “Kayaknya gue pulang duluan deh.” Ucap Wina sambil buru-buru mengambil tasnya. Inilah kebiasaan Wina, selalu mengelak selalu menghindar pada realita. Ia bener-bener nggak tau harus ngapaen. Dulu ia nolak Alex karena Amel juga suka Alex. Tapi sekarang?“Besok gue udah nggak sekolah disini. Gue pindah sekolah.” Alex berbicara tepat saat Wina sudah berada di ambang pintu UKS.Wina diam tak sanggup berkata-kata. Dilangkahkan kakinya pergi meninggalkan UKS. Meninggalkan Alex yang termenung sendiri. ***Kelas masih sepi. Hanya ada beberapa murid yang baru datang. Diliriknya bangku sebelah. Amel belum datang. Wina sendiri tumben datang pagi. Biasanya ia datang 5 menit sebelum bel, disaat kelas sudah padat akan penduduk. Semalam Wina nggak bisa tidur. Entah kenapa bayangan Alex selalu terbesit di benaknya. Apa benar Alex pindah sekolah? Kenapa harus pindah? Peduli amat Alex mau pindah apa nggak, batin Wina. “Argggg… Kenapa sih gue mikir dia terus?”“Mikirin Alex maksud lo?” ucap Amel tiba-tiba udah ada disamping Wina. “Nih hadiah dari pangeran lo.” Dilihatnya Amel mengeluarkan kotak biru berukuran sedang. Karena penasaran dengan cepat Wina membuka kotak tersebut. Isinya bingkai foto bermotif rainbow dengan foto Wina dan Alex saat mengikuti MOS SMP didalamnya. Terdapat sebuah kertas. Dengan segera dibacanya surat tersebut.Dear wina, Inget ga pertama kali kita kenalan? Pas itu lo nangis gara-gara di hukum ama osis. Dalam hati gue ketawa, kok ada sih cewek cengeng kayak gini? Hehe.. kidding. Lo dulu pernah bilang pengen liat pelangi tapi ga pernah kesampaian. Semoga lo seneng sama pelangi yang ada di bingkai foto. Mungkin gue ga bisa nunjukin pelangi saat ini coz gue harus ikut ortu yang pindah tugas. Tapi suatu hari nanti gue bakal nunjukin ke lo gimana indahnya pelangi. Tunggu gue dua tahun lagi. Saat waktu itu tiba, ga ada alasan buat lo ga mau jadi pacar gue. “Kenapa lo nggak mau nerima dia? Gue tau lo suka Alex tapi lo nggak mau nyakitin gue.” sejenak Amel tersenyum. “Percaya deh, sekarang gue udah nggak ada rasa sama Alex. Dia cuma temen kecil gue dan nggak akan lebih.”“Thanks Mel. Lo emang sahabat terbaik gue.” ucap Wina tulus. “Tapi gue tetap pada prinsip gue.”Amel terlihat menerawang. “Jujur, waktu gue tau Alex suka sama lo dan cuma nganggep gue sebagai temen kecilnya. Gue pengen teriak sama semua orang, kenapa dunia nggak adil sama gue. Tapi seiring berjalannya waktu gue sadar kalo nggak semua yang kita inginkan adalah yang terbaik untuk kita.” senyum kembali menghiasi wajah mungilnya. “Dan lo harus janji sama gue kalo lo bakal jujur tentang persaan lo sama Alex. Janji?” lanjut Amel sambil mengangkat jari kelingkingnya.Ingin rasanya Wina menolak. Amel terlalu baik baginya. Dia sendiri tau sampai saat ini Amel belum sepenuhnya melupakan Alex. Tapi Wina juga tak ingin mengecewakan Amel. Berlahan diangkatnya jari kelingkingnya.“Janji..” gumam Wina lirih.***By : Rai Inamas LeoniTTL : Denpasar, 08 Agustus 1995Sekolah : SMA Negeri 7 DenpasarBlog : raiinamas.blogspot.com

  • Pahitnya Kisah Cintaku

    Pahitnya Kisah Cintakuoleh: Annisa Herdiani – Cinta itu sebuah kata yang mempunyai banyak makna, cinta dapat datang dan pergi kapan saja. tidak semua kisah cinta dapat berakhir manis .Hari ini aku mulai masuk sekolah setelah seminggu menjalani MOS, aku seneng banget bisa masuk smp itu. saat aku sedang belajar bahasa Indonesia aku ditugaskan ntu membuat sebuah puisi, aku bingung gimana ngerjain tugas puisi itu, sedangkan aku belum terlalu paham dengan cara membuat sebuah puisi . aku pun memutuskan untuk meminta bantuan kepada saudaraku .saat pulang sekolah aku langsung datang ke rumah saudaraku ternyata dia belum pulang sekolah , kata orang tuanya aku disuruh datang lagi nanti malam. setelah lama aku mencoba membuat puisi aku memutuskan untu pergi lagi ke rumah saudaraku. sesampainya di sana aku melihat saudaraku sedang bersama dengan teman lelakinya aku pun langsung menghampirinya.“kak maaf ganggu , aku boleh minta tolong ga ka ?” ucap aku“Minta tolong apa nis ?” jawab saudaraku“tolong ajarin au buat puisi yah ka.” Ucap aku“oh ya udah tunggu sebentar .” ucap saudarakuSaat kita sedang ngobrol tiba tiba yanti menarik tanganku dan mengenalkan ku kepada salah seorang teman prianya bernama ilyas . aku dan ilyas un ngobrol sampai larut malam . hpku berbunyi ternyata itu sms dari orang tuaku mereka menyuruh au untuk cepat pulang karena hari sudah malam . ketika aku berpamitan kepada ilyas , dengan sangat terkejut dia mengajak ku pulang bareng.“nis au antar pulang yah !” ucap ilyas“ga usah ka aku plang sendiri aja gpp ko !” jawab aku“udahlah nis gara gara aku juga kan kamu pulang malam ?” ucap ilyas“Ya udah deh ka “ ucap aku“nis jangan panggil aku kakak panggil aja iyas !” ucap dia“tapi ka ?” ucapanku terhenti“gpp panggil iyas aja .” ucapnya“ ya udah deh iyas .” ucap akuSaat itu aku pun diantarkan pulang oleh iyas . seteah sebulan aku bertemu dengan iyas au selalu memikirkannya , aku tidak bisa melupakan iyas . aku bingung baru pertama kali aku merasakan hal ini apakah ini yang dinamakan jatuh cinta ?????Malam hari ketika aku akan tidur hp ku bunyi ada pasan masuk dari nomor baru. Iyas : “ malem nis pasti kamu udah tidur yah ?”Nisa : “belum maaf kamu siapa ?”Iyas : “ ini aku iyas masih inget kan ?”Nisa : “oh ya lah yas ada apa kamu ngesms aku malem malem gini ?”Iyas :” gpp aku Cuma kangen sama kamu !”Nisa : “ ah kamu kita kan baru ketemu !”Aku pun terus berhubungan dengan iyas walaupun statusnya hanya sekedat temen curhat. Setahun telah berlalu hubungan aku dengan iyas pun semakin dekat selama ini aku mememdam perasaan epada iyas tapi aku malu jika aku mengungkapkan nya , wajar saja seorang wanita malu mengungkapkan perasaannya kepada seorang pria .Pada mala hari saat aku akan pergi keluar tiba tiba hpku bunyi in isms dari iyas dia mengungkapkan perasaannya kepadaku.Iyas : “ nis aku mau ngomong sesuatu sama kamu penting “ Nisa : “ mau ngomong apa yas ?”Iyas : “ tapi kamu jawab jujur yah!” Nisa : “ iya emang mau ngomong apa sih ?”Iyas : “ emmh gini sebenernya aku suka sama kamu dari awal kita ketemu . kamu mau ga jadi cewe aku ?”Nisa : “ hmm masa sih kamu suka sama aku, kamu tuh udah dewasa sedang kan aku masih kecil !”Iyas : “ iya . aku juga tau nis tapi kita kan Cuma beda 3 tahun kamu 13 dan aku 16 tahun . alau kamu ga percaya aku bakalan datang kerumah kamu sekarang !!”Aku kaget saat membaca sms itu , au bingung bagaimana kalau dia beneran datang kerumah aku . aku harus ngomong apa ? hati ku memang beneran cinta sama iyas tapi kata yanti saudaraku iyas itu payboy dia sering mainin perasaan cewe cewe . 15 menit aku menunggu iyas ternyata benar dia datanga kerumah ku.“ nis gimana jawabannya, aku udah ngomong langsung sama kamu ? Tanya iyas“ aku gat tau yas aku ga percaya kamu nembak aku searang !” ucap nisa“ya udah kamu pikir pikr aja dulu “ ucap iyas“ya udah kamu cepetan pulang udah malem “ ucap nisaSeminggu setelah iyas nemba aku . aku menjawab kalau aku mau jadi pacarnya dia , kita pun jadian 1 minggu,2 minggu3minggu hubungan kita baik baik aja tapi pas minggu ke 4 dia itu berubah dia jadi jarang ngesms aku . aku berfiir tentang ucapan saudaraku yang bilang alau dia playboy . tapi aku berusaha bersabar dari pada berfikir yang negative terus tentang iyas aku pun ol facebook . aku melihat di dindingnya iyas kata kata yang membuat hati ini menangis .iyas sering enulis dinding dengan seorang wanita , aku tidak tau siapa wanita itu . setelah melhat itu aku langsung menelfon iyas dan memnta yas untuk menjelaskan tentang hal tersebut tap dia tida mau jujur kami berrdua PUTUS . Setelah lama kita tida berhubungan iyas menelfonku dan meminta maaf atas semua perbuatannya yang dulu ia menyesal telah menhianati aku sekarang dia pun merasakan hal yang sama di khianati pacarnya .Pada tangga 3 november 2010 dia mengajaku balian dan aku mau karena aku masih mencintai dianamun hal yang sama dia lakuan kembali dia mengkhianati aku lagi . pada akhirnya ita pun putus ada tanggal 27 desember 2010.Au bingung kenapa dia tega mengkhianati aku yang benar benar tulus mencinta dia . aku tida bias melupakan dia sampai sekarang . tap disaat aku telah bias melupakannya dia muncul kembali ke kehidupan aku . dan disaat aku berharap agar ita bias aya dulu lagi tba tiba dia menghiang dan ta mncu kembali .Sampai sekaranga pun aku tidak pernah percaya bahwa kisah cinta pertama u berakhir arena sebuah pengkhianatan ………….!!!!!!!!!!!!———-SELESAI———-Judul : pahitnya kisah cintakuKarangan : annisa herdianiEmail : annisaherdiani25@gmail.com

  • Cerpen Galau “Buruan Katakan Cinta” ~ 06 {Update}

    Ternyata bukan Cuma orang yang bisa galau, Cerpen juga. He he he. Yah secara Star Night juga lagi ngegalau nie. Udah dari kemaren – kemaren si sebenernya. Gara – gara Suju si. Gak usah cerita pasti udah pada tau donk kenapa. He he.Nah karena itu, mending ngegalau rame – rame yuk sambil baca cerpen galau buruan katakan cinta. (-,-“).Oh ya lupa, untuk part sebelumnya bisa di baca di cerpen romantis Buruan katakan cinta part 5.Credit Gambar : Ana MeryaAni terus berjalan dan tiba-tiba ada sebuah mobil yang menghalangi jalannya, ani menjadi kaget, si pemilik mobil keluar dari mobilnya dan langsung menghampiri ani yang berjalan sendirian."ikut gue…" kata kevin."nggax mau" balas ani sambil memalingkan wajahnya."loe mau gue ajak baik-baik atau gue paksa…""kalau gue bilang nggax mau ya nggax mau. ngerti nggax sich…".sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*