Cerpen Remaja Terbaru “Tentang Rasa” 01 {Update}

Ehem, masih pada inget kan cerpen remaja tentang aku dan dia. Atau cerpen cinta rasa yang tertinggal?. Kalau lupa silahkan di flashback ke belakang. Soalnya kali ini Penulis datang membawa cerpen terbaru yang 'katanya' masih berhubungan sama kedua cerpen tersebut. Tiga sih sebenernya. Cuma yang satunya hanya bisa di cek langsung disini.
Nah, cerpen terbaru kali ini Penulis ambil dari pengabungan kedua judul cerpen tersebut. Soal jalan cerita liat ntar aja deh. Yang jelas nie cerpen tercipta karena merasa rasa yg tertingal bukan gaya star night banget.
Tau kenapa?. Karena penulis beneran benci SAD ENDING. Alasannya Dunia nyata sudah cukup menyedihkan so kenapa harus pake di bawa ke dunia cerpen segala?. *Lebay*.
Okelah, Penulis udah terlalu banyak bacod kayaknya, mending langsung ke lokasi yuk.

Credit Gambar : Ana Merya
"Antara maaf dan terima kasih, bukankah kata terima kasih itu lebih baik?.
*adaptasi dari my girlfriend is gumiho*.
"dibalik sikapnya yang terlihat dingin dan begitu cuek, tersimpan begitu banyak rasa dan cerita yang membuat aku semakin tertarik untuk mengenalnya".
Cerpen Remaja Terbaru"gila, tu mahasiswa baru keren banget si. Sayang anaknya cuek gitu" kata anya sambil mengaduk – aduk mi ayamnya.
" he'eh" angguk Nanda setuju.
"tadinya gue juga sempet mikir kayak gitu. Apalagi waktu gue pertama kali ketemu. Baru juga ketabrak gitu aja dia udah nyolot. Cuma kalau sekarang menurut gue anaknya asik kok. Emang si kesannya dia tertutup gitu. Mana pinter lagi" kata cewek di sampin nanda yang tak lain adalah gresia yang memang pernah mendapat tugas bareng.!–more–>
"masa sih?" Anya masih sanksi, gresia hanya membalas dengan anggukan mantab.
"eh, kalian lagi ngomongin apa si?. Ada gosip terbaru lagi ya?" tanya Angun yang baru nongol setelah hampir seminggu 'terdampar' di rumah neneknya di desa.
"ya ela non. Ketingalan pesawat loe. Kalau sekarang si nie udah bukan kabar terbaru lagi. Tapi udah basi kale. Makanya loe kalau baca itu koran sindo jangan koran kiloan" ledek Nanda ngak nyambung sambil geleng – geleng kepala.
"tepat nya gue gx pernah baca koran. Bikin sakit ati aja kayak sandal jepit" pangkas angun cepat.
"lagian siapa bilang gue ngak tau kabar terbaru?. Orang gue selalu update kok. Apalagi kalau soal gresia sama arga yang 'katanya' udah nangkring di USA n gak mau LDR an tapi chat jalan terus. Cuma yg gue sesalkan sekarang gue udah ngak punya harapan lagi buat jadi menantu pak presiden" kata Angun yang membuat teman – temannya menatap miris. Secara kok bisa ya, mereka punya sahabat selebay nie anak.
"eh, BDW on the busway, mahasiswa baru itu siapa namanya?. Lagian nggak enak banget gelarnya. Kasian tau orang tuanya yang udah ngasih nama. Kan kali aja dulu waktu syukuran ngasi nama pake korban seribu belalang" sambung Angun lagi.
"Sumpret, loe makin lebay banget si".
Angun hanya mencibir ledekan anya. Tapi tak urung ia beneran penasaran.
"Alan" jawab Gresia singkat.
"o" ujar Anggun sambil menganguk – angguk. Gak tau deh apa maksutnya.
"jadi namanya alan… Hemz, gue jadi penasaran. Kalau dia emang beneran cuek, akan gue bikin dia jadi ceria. Kalau emang dia itu 'dingin' akan gue bikin dia mencair. N kalau dia emang…".
Tanpa perlu isarat, aba-aba atau komando, Anya, Nanda dan Gresia sudah kompak beranjak dari duduknya. Meninggalkan Anggun yang nggak tau kumatnya sejak kapan. Atau jangan – jangan waktu liburan ke rumah neneknya kemaren kesambet lagi * kalau yang nie jelas Penulis yang lebay *.
Cerpen remaja terbaru
"hai, sapa anggun SKSD alias sok kenal sok deket.
Alan mengangkat wajahnya, menoleh siapa yang telah menyapanya. Namum tidak sampai lima detik, ia sudah kembali fukus pada buku di hadapannya tanpa ada sepatah kata balasan pun yang keluar dari mulutnya.
"anak – anak pada bilang si loe ' katanya' * star night cinta mati sama nie kata * mahasiswa baru ya?. Nama loe alan kan?" sambung anggun TTM * artiin sendiri *.
"Kalau udah tau ngapain nanya?".
"Busyet, ternyata nie anak beneran songong" rutuk anggun dalam hati.
"Yah gue kan emang udah tau elo, tapi gue juga tau, loe pasti belom tau gue kan?".
"Dan yang perlu loe tau, gue nggak pengen tau tuh kayaknya"
JEDER
Rasanya tuh kayak jatuh saat pertama sekali belajar mengayuh sepeda. Mendarat tepat di aspal dan tergores kerikil, di tempat rame lagi. * tadi nya Star Night pengen gunain kalimat di iklan tapi lupa, lagian ntar di anggap plagiat lagi. He he *. Kira – kira gitulah yang dirasakan anggun saat mendengar ucapan alan. Untuk lebih jelas langsung praktek aja.
"gue kan promosi, soalnya gue nggak pantes jadi model iklan shampo, rambut gue kan cepak (???)".
Sebuah senyuman terukir manis di bibir anggun tapi justru malah membuat alan bergidik ngeri. Mungkin dalam hati ia mikir "apa jangan – jangan ada pasien RSJ yang kabur ya?". Kemudian tanpa basa basi alan langsung beranjak pergi meninggalkan anggun dengan tampang cengonya.
Cerpen remaja terbaru
to be continue
Oke, untuk part awalnya cukup segini dulu ya. Mungkin terkesan nya pendek banget. Tapi coba bayangin jika ngetiknya pake hape 6300 yang untuk membuat huruf 'c' aja harus menekan tombol yang sama tiga kali *plaks, kebiasaan curcol ngax ilang – ilang*.
PS: Karena ini versi update so jelas lanjutannya udah ada. Bisa langsung di klik di cerpen remaja tentang rasa part 2
Ah sama satu lagi, Jangan kalian pikir penulis kurang kerjaan ya pake acara update meng update. Ini terpaksa tau, yang jelas penulis nggak mau blog penulis bernasip sama kayak facebook. TITIK

Random Posts

  • Cerpen Terbaru King Vs Queen

    Cerpen Terbaru'KING v.s. QUEEN'Part 1Halooooooo….!!!!. Jikakakakkaka. Star night ternyata udah lama banget ya gak update?. Ya haraf di maklumi lah, Adminya udah pulang kampung ceritanya. N seperti yang sudah di ceritakan sebelumnya di ‘Bokor’ jaringan modem sama sekali gak ada. So asli gak bisa online. Hiks hiks hiks #nangis bareng hujan.Okelah, karena itu berhubung sekarang admin lagi jalan kewarent, bikin postingan dulu. Jangan tanya soal the prince, the princess and mis cinderella atau kala cinta menyapa karena star nigh lagi holiday nulis. ^_^. Cerpen baru aja karya mia mulyani semua. Tenang udah ending semua kok. hanya saja seperti biasa mempostingnnya versi part aja ya?. Kha kha kah.Credit Gambar : Star NightBanyakan bacod. Langsung cekidot…..Kriiiiiiiiiiiing….Jam beaker Niken berdering dengan nyaring, Niken tetap tidur dengan nyenyak di kasurnya, dan malah menarik selimut, menutupi telingannya dengan bantal guling, tapi jam beaker itu tetap berdering dengan nyaringa. Dengan masih mengantuk Niken meraih jam beaker di sampingnya.sebagian

  • Melati Ini Untukmu Kawan

    Melati Ini Untukmu Kawanoleh: Triana Aurora Winchester – Air mata ini tak hentinya mengalir di wajahku yang tertunduk lemas memandangi gundukan tanah merah pemakaman yang hampir merata. Rangkaian melati segar yang sengaja kubawa jauh jauh dari kota asalku Kendal pun kini ikut layu seakan menandakan akhir dari sebuah janji dan harapan indah untuk kembali bertemu.Aza, seorang kawan yang telah merubah penilaian rendahku selama ini tentang pria. Sebelum aku mengenal Aza, aku selalu menganggap semua pria itu sama, tak ada yang berhati dan berotak, dan hanya dalam masa dua bulan kebersamaanku dengan Aza, hidupku kini telah banyak berubah ke arah yang lebih baik.Aku bertemu dengan Aza kira-kira tiga tahun yang lalu, tepatnya tanggal 3 januari 2010, saat kami sama-sama menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di sebuah TV komunitas yang berada di daerah Magelang.Aza datang dari Medan, sedangkan aku asli jawa tengah, jadi seringkali perbedaan kata dan logat bicara menjadi hal yang baru dan lucu bagi kami.Tak ada yang spesial di awal perkenalanku dengan Aza, karena waktu itu pun aku menganggap Aza tak lebih dari pria bodoh, namun ternyata, waktu yang singkat telah mampu merubah anggapan itu..Airmata bagiku adalah hal yang mustahil untuk hilang dari hidupku, dan kawan, tak lebih dari lawan yang bersembunyi dibalik senyuman yang sewaktu-waktu dapat menciptakan lebih banyak air mata.Seperti waktu itu, saat semua anggota kelompok tugas filmku tak ada yang bertanggung jawab dengan tugasnya masing masing, sedangkan posisiku waktu itu adalah ketua kelompok yang paling bertanggung jawab atas jalannya produksi film yang ditugaskan oleh bapak Tanto, pembimbing PKL kami.Kelemahanku adalah ketidak tegasanku, dan menangis adalah hal tak berguna yang ku ketahui namun tetap kulakukan karena hanya itu yang bisa kulakukan dalam ketidak berdayaanku, itu pendapatku yang dikatakan bodoh oleh Aza,"Bodoh kali kau! jalan pikiranmu itu tak secerdas naskah yang kau buat!!" ucap Aza dengan nada tegas dan bijak saat tiba-tiba menemuiku yang sedang menyendiri dan menangis di belakang studio tv."Mereka susah kali diaturnya Za.." jawabku lemas.Aza lalu memetik tiga buah bunga melati yang banyak tumbuh di belakang studio, Ia lalu memberikannya satu kepadaku."Ni makan, kau suka melati kan…?" pintanya dengan serius, aku bingung, aku memang sangat suka melati, tapi aku sama sekali tidak pernah berpikir untuk memakannya."Ah gila kau! orang lagi stres gini disuruh makan melati!" jawabku kesal."Itulah kau, hanya mau menikmati keindahan dan wanginya saja.., padahal ada kenikmatan yang luar biasa jika kau mau merasakannya.." ucap Aza sambil memakan satu melati, Ia mengunyah melati itu dengan santainya lalu menelannya. Aku hanya melihatnya dengan terbengong."Ih, kau gila..! kan rasanya pahit…!!" ucapku pada Aza."Sok tau kau! emang kau pernah makan melati?" tanyanya dengan santai. Aku hanya menggelengkan kepala."Terus darimana kau tau kalau melati ini pahit..?" lanjut Aza, akupun tak mampu menjawabnya karna memang aku tak tau."Itulah yang membuat dirimu selama ini gak happy, kau hanya melihat segala sesuatunya hanya dari sudut pandang yang mudah terlihat tanpa mau melihat yang tak terlihat, padahal disitulah kau akan menemukan makna dan hikmah dari semua masalahmu..dan kau selalu memvonis buruk semua yang sebenarnya belum kau ketahui kebenarannya.." jelas Aza dengan penuh kedewasaannya yang membuatku terkagum-kagum tapi tetap tak mengerti maksud dari kata-katanya."Maksudnya? aku gak mudeng.." tanyaku dengan tampang blo'on.Aza lalu membuka telapak tangan kananku dan memaksaku menerima satu melati yang tersisa ditangannya."Kau makanlah melati ini, baru kujelasin ntar.." jawab Aza, Ia lalu pergi meninggalkanku.Sejak hari itu aku dan Aza sangat dekat, meski aku dan Aza memiliki adat yang jauh berbeda, namun kedewasaannya dan cara berpikirnya yang bijak telah membuatku merasa nyaman saat aku bersamanya. Diapun kuanggap sebagai abangku sendiri. Azalah yang selalu menemukanku saat menyendiri dan menangis. Ia selalu menenangkanku dengan kata-katanya yang bijak meski tak kumengerti.Dan tibalah saat menyedihkan yang tak ingin kulalui namun itu tetap terjadi, itulah saat perpisahanku dengan Aza. Tak terasa waktu dua bulan telah berlalu, dan kami harus kembali ke jalan hidup sebelum kami bertemu. Aku harus kembali ke Kendal untuk melanjutkan sekolahku, begitu juga dengan Aza.Pagi itu aku sengaja menjauh darinya agar tak ada air mata perpisahan, namun itu hanya sia-sia, Aza kembali menemukanku di belakang studio."Kenapa belum pulang kau??!!" tanya Aza yang mengagetkanku."Kau ngusir aku??" jawabku kesal. Aku berusaha menahan airmataku agar tidak keluar dan dilihat Aza, tapi nampaknya Aza sudah tau. Ia lalu duduk disampingku, satu tetes air mata tak mampu ku kendalikan dan mengalir di pipiku, saat aku ingin segera mengusapnya dengan tanganku, tiba-tiba Aza mencegahnya."Kalau mau nangis ya nangis aja, mungkin ini adalah saat terakhir kita ketemu.." Ucap Aza dengan serius, matanya tajam menatapku, memang tak ada air mata di sana, namun kesenduan itu terlihat jelas di wajahnya. Akupun tak bisa lagi membendung air mataku yang akhirnya ku biarkan keluar.Aza hanya diam membiarkanku menangis, Ia lalu memetik dua melati dan memberikannya satu untukku."Ini permintaanku yang terakhir kali.., makanlah.." pintanya kepadaku. Aku menerima melati itu, namun aku menggelengkan kepala tanda aku tak mau memakannya."Aku mau makan, tapi kau harus janji kalau kita bisa ketemu lagi…" pintaku dengan penuh air mata."Kalau Tuhan yang ingin ketemu aku duluan gimana?" jawab Aza. Aku tak mengerti kata-katanya. Aza lalu tersenyum dan mengacungkan jari kelingking kanannya tanda berjanji, Akupun lalu mengkaitkan jari kelingking kananku dengan Aza, dan kami pun berjanji."Ntar kau yang harus datang ke Medan, dan bawakan aku melati asli Kendal, akan kucoba gimana rasanya, kita makan melati bersama nanti.." ucap Aza sambil tertawa, meski kesenduan itu masih terlihat jelas di wajahnya. Aku pun ikut tersenyum, dalam hati aku berjanji akan memenuhi permintaannya."Andaikan kau datang kembali, jawaban apa yang kan kuberi, adakah jalan yang kau temui, untuk kita kembali lagi.." itu adalah lagu koes plus yang sering Aza nyanyikan untukku, dan hingga kini, aku sangat menyukai lagu lawas itu, hampir setiap hari aku melihat rekaman video saat Aza menyanyikan lagu itu.Tak terasa sudah 3 tahun aku berpisah dengan Aza, sejak satu bulan setelah kami berpisah, Aza sama sekali tak bisa kuhubungi, awalnya aku berpikir dia sibuk, tapi hingga kini Aza tak pernah memberiku kabar.Pagi itu, saat aku melihat video rekamannya, aku teringat dengan satu permintaannya agar aku mau makan melati. Aku pun segera menuju halaman rumahku, ada satu pohon melati yang tumbuh di sana, aku lalu memetik satu melati yang sudah mekar, kucoba mengambil satu kelopak bunganya dan perlahan kumasukkan ke mulutku, awalnya terasa pahit, tapi setelah aku mengunyahnya rasanya menjadi sangat berbeda dan tak bisa kuungkapkan dengan kata ataupun tulisan. (kalau kalian mau coba aja sendiri..hohoho). Aku lalu teringat janjiku untuk datang ke Medan dan membawakan melati asli Kendal untuknya.Entah apa yang merasuki hati orang tuaku, tiba-tiba saja mereka langsung mengijinkanku untuk berlibur ke Medan pada liburan semester tahun ini. Aku pun sangat senang dan tak sabar menanti hari itu, tak lupa aku juga membawakan melati yang kurangkai spesial untuk Aza.Akhirnya kuinjakkan juga kakiku di kota Medan ini, dan Aku segera menuju ke alamat yang dulu diberikan Aza sebelum kami berpisah. Kurang lebih satu jam dari bandara, aku sampai di sebuah rumah yang bercat dinding serba putih. Aku lalu mengetuk pintu rumah itu, tak berapa lama keluar seorang wanita paruh baya membukakan pintu untukku, ku pikir itu ibunya, dan ternyata itu memang benar ibunya.Aku lalu memperkenalkan diriku dan menyampaikan maksud kedatanganku untuk menemui Aza. Tiba-tiba ibu Aza menangis."Dulu Aza sering cerita tentang kamu, dia bilang, bertemu denganmu telah memberikan warna yang berbeda disisa waktunya…" ucap ibu Aza sambil mengusap air matanya dengan sebuah tissue. Aku bingung."Dulu??? emang sekarang Aza kemana??" tanyaku dengan penasaran.Ibu Aza tak berkata apapun, Ia lalu mengantarkanku ke sebuah tempat dan meninggalkanku sendiri di sana agar aku bisa leluasa memarahi Aza yang tak menepati janjinya."Kau kenapa jahat kali sama aku..!! kau janji kalau kita pasti akan ketemu lagi, kau minta aku datang ke Medan, sekarang aku udah datang Za…, aku juga sudah bawakan melati yang banyak asli dari Kendal untuk kita makan bareng, Melati ini Untukmu Kawan.. Kau jangan diam aja Za..!! bangunlah..!!!" ucapku pada satu raga yang hanya diam bersembunyi dibalik gundukan tanah merah.Air mataku tak hentinya mengalir, aku tak percaya Aza telah tiada, radang paru-paru telah menghancurkan sebuah janji dan harapan untuk kembali bertemu.Aku lalu memakan melati yang kubawakan untuk Aza meski sudah agak layu,"Kau lihat kan Za, aku udah makan melati ini, kau juga mau kan? ini.." Aku lalu menaburkan semua melati yang kubawa di atas pusara Aza."Kalau Tuhan yang ingin ketemu aku duluan gimana?"Ternyata memang Tuhan lebih dulu ingin bertemu dengan Aza, dan aku yakin pertemuan itu pasti lebih indah daripada pertemuanku dengan Aza.-THE END-NB : Kisah ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat, tokoh, dan peran itu hanya kebetulan semata.by: Triana Aurora Winchester

  • Cerpen Cinta: GOODBYE MY BOYFRIEND 50%

    GOODBYE MY BOYFRIEND 50%By: Leriani ButonKetika senja menutup mataAku berharap malam menyapaku dengan senyumanNamun,,, malampun hadir dengan wajah yang gundah…Entah mengapa semuanya terasa sulit untuk dihadapiMungkinkah inilah jalan takdir yang telah tersurat untukkuAtau mungkin ini adalah cobaan dari-NYA?RAPUH…. Ya seperti itulah aku di waktu kemarin. Entah mengapa aku begitu rapuh….???? Akupun tak tahu jawabannya. Hanya bisa menerima keadaan seperti ini tanpa berkata apapun. Kalaupun harus berkata, aku mesti berkata pada siapa? Rasanya aku ingin teriak sekeras – kerasnya. Tapi, aku tahu itu semua tak ada gunanya. Semuanya telah berubah setelah kepindahanku disini, di makassar. Peristiwa yang pernah terjadi di beberapa bulan kemarin telah ku kubur dalam-dalam. Aku berharap semoga semuanya dapat berakhir dengan kebahagiaan. Waktu semakin berlalu. Aku ingin mencoba memulai hidup yang lebih baik. Memori yang indah sekaligus terasa pahit beberapa bulan kemarin telah dikikis habis oleh waktu. Setelah beberapa bulan berada disini, semuanya terasa lebih baik. Arlen yang sempat hadir mengisi ruang hatiku, kini tak ada lagi tempat yang layak baginya di hatiku. Bahkan di sudut hatiku yang paling tekecil pun sudah tidak ada. Aku benar- benar telah melupakannya. Semua aktivitas kuliahku berjalan dengan baik. Meskipun ada beberapa yang membuat pusing, tapi Alhamdulillah bisa teratasi. Banyak teman-teman baru yang hadir dalam mengisi hari-hariku. Kesibukanku membuatku semakin bersemangat. Pokoknya tak ada waktu kosong disetiap hari-hariku untuk mengingat arlen kembali. Hingga sampai disuatu malam. Ketika itu aku sedang asyik menyelesaikan tugas-tugas kampus. Tiba –tiba terdengar nada yang tak asing lagi bagiku. Hm… nada itu adalah nada SMS dari Hpku. Dengan santai akupun membuka SMS itu. “Nomor baru” itulah kata pertama yang keluar dari bibirku. Karena penasaran akupun membalas SMS itu dengan menanyakan siapa dia sebenarnya. Kamu tahu apa jawaban dari SMS ku, ternyata dia adalah Arlen. Hah… sangat menyebalkan. Kenapa dia mesti mengirim SMS padaku lagi…???? Apa mungkin dia sudah lupa dengan apa yang dilakukannya padaku di beberapa bulan kemarin….???? Benar – benar ingin membuatku tertawa marah, benar–benar tak bisa terfikirkan olehku. Bagaimana bisa dia berani mengSMS ku dengan kata – kata basi seperti itu. Apa dia sudah lupa, untuk sekarang ini aku bukan wanita bodoh seperti apa yang dipikirkannya dulu…???? Aku seorang vian, tidak akan tergugah dengan kata-kata seperti itu lagi. Akupun tak membalas SMSnya lagi setelah aku tahu ternyata dia adalah arlen. Sebenarnya, bukan maksudku untuk ingin membalas dendam padanya, tapi aku hanya ingin melupakannya dengan caraku sendiri. Sudah cukup, kesedihan yang ku alami. Aku sudah tak percaya lagi padanya. Dan aku rasa tak ada yang perlu di maafkan, semuanya telah berakhir. Ya…. Berakhir.Malam itu terasa menyebalkan. Kenapa aku mesti mandapatkan banyak nomor ponsel yang tak jelas. Sebenarnya sich aku tak memikirkannya. Tapi… aku takut nomor ponsel itu adalah nomor ponsel milik teman-temanku. Aku takut dibilang sombong oleh mereka setelah kepindahanku disini. Hah…. Ini semua disebabkan oleh rusaknya Hp pertamaku. Andai saja dia tidak rusak. Pasti semua ga’ bakalan seperti ini. Akhirnya mau tidak mau aku ladenin dech nomor-nomor itu.Ada satu nomor, yang membuatku benar-benar naik darah. Aku nanyain baik- baik siapa dia, eh malah dia tidak mau beritahu jati dirinya. Menyebalkan tidak….???? Dan sampai sekarang pun dia masih tetep meghubungi ku tanpa identitas yang jelas. Hah… akupun tak memperdulikannya. Lagian siapapun yang mengenalku, entah secara langsung ataupaun tidak langsung. Bagiku mereka semua adalah sahabatku. So, semuanya bisa berjalan dengan baik. Waktu pun semakin berlalu. Ada seseorang yang membuatku tertawa lepas kayak seperti dulu lagi. Meskipun saat ini aku masih menggantung cintanya, namun dia mau menunggu sampai akhirnya aku bisa menyayanginya. Meskipun pada kenyataanya, dia itu 3 tahun lebih muda dariku. Tapi,,, dia mampu mencintaiku apa adanya dan yang pastinya dia selalu membuatku tersenyum. Sampai sekarang pun… setiapa kali aku lagi boring sama tugas-tugasku, dia masih tetap menemaniku dengan suaranya yang lembut melalui komunikasi. Benar-benar menyenangkan. Terimakasih ya Allah… karena telah memberikan aku kebahagiaan melalui sosok dirinya. Hm…. Semuanya masih tetap baik-baik saja. Dia masih tetap mengatakan cinta padaku dan masih tetap meyakinkanku bahwa dia akan tetap bertahan sampai akhir. Namun, waktulah yang akan menjawab semuanya. Aku sangat menyayanginya, meskipun pada kenyataannya kami belum berpacaran. Dia begitu berbeda dengan mantanku sebelumya. Memang aku masih menggantung cintanya. Aku hanya takut merasakan kekecawan yang sama seperti yang dilakukan arlen padaku. Aku percaya dia tak akan menyakitiku.Entah apa yang terjadi, dia berubah tanpa ku tahu alasannya. Dia selalu diam ketika ku ajak bicara, tak pernah mengangkat telponku dan bahkan tak pernah memblas SMS-ke. Dan kini sekarang waktu telah menjawab semuanya. Dia tidak bisa menepati janjinya. Dia ingin hubungan kami berakhir. Aku sich fine ja, karena aku ngerasa aku tidak pacaran sama dia. Memang benar aku menganggapnya sebagai pacar 50%-ku. Dan akan mencapai 100% setelah aku udah menyandang gelar sarjana. Aku sadar 4 tahun itu adalah waktu yang lama. Sebenarnya aku hanya ingin meminta pembuktian dari dia, apakah dia bisa menepati janjinya atau tidak? Ternyata tidak. Sebenarnya aku bingung, setelah dia mengatakan putus, malah dia bilang kalau itu semuanya hanyalah bercanda. Aku tak percaya, karena aku ngerasa dia mengatakannya dengan hatinya sendiri. Hah… sudahlah. Aku tak boleh terlalu larut dengan semua ini. Karena masih banyak hal yang mesti aku fikirkan selain masalah ini. Bukannya aku tak peduli, tapi apakah aku harus menangis dengan berakhirnya hubungan ini? Ataukah aku mesti memohon padanya untuk tidak mengakhiri hubungan kami? Itu semua tak akan ku lakukan. Aku mempunyai komitmen yang besar. Yang tentunya tidak boleh membuat aku lemah dan manja di depan laki-laki seperti dia. Aku juga memahaminya. Mungkin dia tak sanggup menungguku selama itu. Tapi aku malah lebih kecewa karena ternyata dia mengingkari janji yang telah dia ucapkan padaku. Kalaupun pada akhirnya menjadi seperti ini, aku sudah mengikhlaskan semuanya. Aku juga mengerti setiap ada pertemuan pasti bakalan ada perpisahan. Biarlah dia menikmati masa remajanya dengan bahagia. Dan aku, aku juga akan menikamati aktivitas yang aku jalani saat ini. So, semuanya akan membaik. Aku harus bisa,,,,! Ada keluarga besarku di dunia ini yang membutuhkanku. Sebisa mungkin aku akan berjuang, agar kelak aku bisa membantu mereka keluar dari keterpurukan yang mereka alami saat ini. Tak ada yang membedakan mereka. Di mataku, mereka semua adalah keluarga besarku. Good bye my boy friend 50 %. I hope you always happy. Harapan CintakuKetika mentari menyinari dunia…Ku berharap ada secercah harapan cintaku tersinari jugaNamun ternyata sinar itu tak kunjung datangMasa demi masa telah terurai….Aku masih tetap seperti iniMenjalani hidup yang ada di depan mataKetika mataku mulai meredup….Hatiku tak berharap lagi…Mentari itu malah datang memberikan sinarnyaAku pun dengan tangan terbuka danSenyum yang bahagia menyambut kehadirannyaHarapan cinta itupun mulai ada….Namun,,, disaat aku mulai berharapDia malah pergi meninggalkanku….Kenapa mesti seperti ini?Aku sangat menyayanginya…Kini aku sadari,,,Dia hanyalah bayangan sinar mentariYang tak sengaja singgah di hatikuDia hanya ingin menghancurkanku dengan serpihan cahayanyaDia hanya ingin membuat hatiku meleleh dengan panasnya.Aku tak menyesal bertemu dengannyaYang aku sesali adalah dia telah membohongi dirinya sendiriDengan mengubar janjiSelamat tinggal mentariku……Bawalah harapan cintaku dengan tenggelamya sinarmu dikala senja…

  • Happy Anniversary Starnight

    Happy AnniversaryStar night's blogcredit gambar : Star NightWaktu terasa semakin berlalu. Detik demi detik telah berganti. Tak terasa sudah genap setahun Star Night ngeksi di dunia per'blog an. Padahal kemaren rencananya mau bikin Cerpen Spesial ulang tahun,, Tapi karena gak ada waktu buad ngetik, jadi gagal deh #hiks hiks hiks…. Mumpung ulang tahun cerita – cerita dikit lah asal muasalnya Ngeblog. E, dari mana ya?. Bingung. Oke, mulai gini deh, pengen punya blog si udah dari dulu. Udah lama banget. Waktu itu aku masih jadi reader setia di 'Rainbow family', Baca blognya masing – masing admin jadi ngiri n pengen. Tapi karena 'wong ndeso', Di 'bokor' nggak ada jaringan kalo pake modem, terpaksa hanya menjadi niat dan angan belaka.Jadi ol cuma bisanya pake hape, terus Ilmu juga masih kurang – kurang jadi nggak tau kalau ternyata ngeblog dari hape juga bisa. #Kesian deh gue. sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*