Cerpen Remaja Terbaru “Take My Heart ~ 12”

Jangan menuntut kalau nggak mau di tuntut oke!!!. (???)
Hufh, Penulis manusia so bisa buntu ide juga. Sekali kali kek kalian ngasi saran apa gitu di kotak komentar di bawah soal ide lanjutannya #ngarep.
Abis bingung juga, Ni cerpen mau di kemanain ya?. Kok mendadak blank. Hadeh… Kacau…
Over all, Happy reading aja deh.
-} Cerpen Remaja Take My Heart part 11


Sepulang kuliah Vio sengaja mampir ke taman. Seperti biasa menatap langit. Mendadak merasa seperti orang bodoh. Kenapa ia selalu merasa kalau hidup selalu mempermainkan nya?.
Tak tau berapa lama ia duduk merenung, bahkan tanpa sadar matanya sudah terpejam lama. Menikmati semilirnya angin dengan headset yang bertenger di terlinganya. Dengan mata tertutup mustahil ia bisa menikmati langit sore. Namun entah darimana keyakinan itu muncul, rasa nyaman justru malah ia rasakan.
"Tumben loe malah tiduran. Langit cerah lho. Bukannya biasanya loe lebih suka menghabiskan waktu buat menatap awan ya?".
Mata Vio refleks terbuka. Bukan saja karena suara yang ia tangkap, tapi juga karena ia merasa kalau headset di telinganya telah terlepas. Sebuah senyum bertenger di bibirnya saat mendapati senyuman Fandi yang entah sejak kapan sudah duduk disampingnya.
"Ngapain loe disini?" tanya Vio sambil membenarkan letak duduknya yang menyandar di bawah pohon. Mengabaikan pertanyaan yang baru saja terlontar dari mulut Fandi.
Bukannya menjawab Fandi justru hanya angkat bahu. Sementara tangannya tampak memilin milin daun ilalang tak berdosa yang telah ia cabut sembarangan.
"Lagi bingung ni gue".
"Oh ya?. Kenapa?" Tanya Vio lagi.
Sejenak Fandi menunduk. Sambil tersenyum malu ia berujar "Pacar gue bentar lagi mau ulang tahun. Gue bingung mau ngasi dia kado apaan. Loe bisa bantuin gue nggak. Secara loe kan juga cewek. Harusnya loe lebih ngerti donk masalah beginian".
"Ha ha ha. Ada ada aja loe. Selera tiap orang kan beda" kilah Vio.
"Tapi paling nggak loe punya gambarannya donk?".
"Em… apa ya?. Gue juga bingung si" Kata Vio sambil pasang tampang mikir. Sementara Fandi terlihat melirik jam yang melingkar di tangannya.
"Eh dari pada loe bengong sambil tiduran gak jelas di sini gimana kalau loe temenin gue aja. Ke mall aja kita sekarang. Ntar disana kita baru mikir mau beli apa. Yang jelas loe bantuin gue. Gimana?".
Vio tidak langsung menjawab. Matanya ikut ikutan melirik jam yang melingkar di tangan, masih pukul setengah empat sore. Sepertinya tidak ada salahnya jika ia mengikuti tawaran Fandi.
"Boleh, ayo kita pergi".
"Gitu donk" Senyum Fandi langsung mengembang.
Dengan cepat ia bangkit berdiri di ikuti Vio yang tampak sedang merapikan anak rambutnya yang tampak acak acakan tertiup angin.
"Kita mau kemana dulu ni?" tanya Vio setelah keduanya tiba di Mega Mall, salah satu mall yang ada di kota Batam #Uhuk uhuk uhuk,Penulis keselek.
"Kemana ya?" Bukannya menjawab Fandi justru malah balik bertanya. Tangannya terangkat mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Kebiasaan yang ia lakukan saat sedang berfikir.
"Boneka aja gimana?"tanya Vio menawarkan.
"Nggak deh. Terlalu kekanak – kanakan. Lagi pula dia nggak suka boneka" Tolak Fandi setelah berfikir untuk beberapa saat.
"E…. Kalau syal aja gimana?" tanya Vio lagi.
Dan belum sempat Fandi menjawab untuk setuju ataupun tidak tangan Vio sudah terlebih dahulu meraih tangannya. Membawa keduanya masuk kesalah satu butik yang ada disana. Beberapa saat kemudian keduanya terhanyut dalam suasana. Sibuk memilih sana sini. Berlalu keluar masuk dari satu butik ke butik yang lain. Beberapa kali Vio menawarkan pilihannya Kepala Fandi selalu mengeleng. Merasa tidak pas.
Setelah hampir satu jam menghabiskan waktu berkeliaran diMall itu mereka berhenti di Aw. Sekedar menikmati es kriem rasa coklat faforit Vio.
"Jadi dia suka baca buku. Kenapa loe nggak bilang dari tadi?" Tanya Vio membuka pembicaraan sambil melirik kantong plastik di atas meja.
Sebuah novel karya Ilana tan. Novel Sunshinee becomes you menjadi pilihan terakhir dari Fandi.
"Iya, Tadi itu gue lupa".
"Tapi novel Sunshinee becomes you ini kan udah lumayan lama. Kalau memang dia suka baca buku, masa si dia belum baca?" Vio menambahkan.
"Kalau soal itu gue kurang tau. Ha ha ha" balas Fandi sambil tertawa. Membuat Vio hanya mampu mengeleng perlahan.
Dan mata Vio langsung terpaku saat matanya tak sengaja menangkap sepasang mata yang juga sedang menatapnya. Entah ekspersi apa yang ada disana yang jelas sukses membuat Vio merasa tak nyaman. Apalagi tatapan itu jelas terlihat mengintimidasinya.
"Loe kenapa?" tanya Fandi saat melihat ekspresi di wajah Vio yang terpaku.
"Nggak papa kok" Balas Vio sambil mengeleng.
"Udah makan aja" Tambah Vio mencegah Fandi yang bersiap untuk menoleh ke belakang. Sementara Vio masih berusaha melirik dengan ekor matanya kearah meja seberang. Berpura – pura tidak ada kejadian apapun.
Rencana setelah makan mereka akan langsung pulang, namun sayang rencana hanya tinggal rencana saat tanpa sengaja mata Fandi menemukan judul film yang ada di dinding MM. Film Habibie dan Ainun. Saat menoleh kearah Vio, Gadis itu juga tampak angkat bahu. Tanpa kata di tariknya tangan Vio, Mengantri sejenak untuk membeli tiket sebelum kemudian bertahan lebih dari dua jam di dalam gedung bersama puluhan Penonton lainnya.
Cerpen Remaja Terbaru "Take My Heart ~ 12"
"Huom".
Tangan Vio terangkat menutup mulutnya. Ini untuk kesekian kalinya ia menguap setelah satu jam yang lalu dengan berat hati ia bangkit dari atas kasur untuk melakukan rutinitas harian. Kuliah. Pagi ini, kedua matanya benar – benar terasa lengket Gara – gara tidur kurang dari empat jam. Itu semua gara – gara Fandi, rutuknya dalam hati.
Pasalnya, acara mencari hadiah kemaren ternyata menjadi acara berantai yang mampu molor kemana – mana. Setelah menonton, mereka makan malam di lanjutkan dengan nongkrong di depan kostan sambil menatap bintang. Bercerita ngalor ngidul entah kemana. Sadar – sadar sudah lewat tengah malam. Alhasil, Vio merasa ngantuk sementara hari ini ada jam kuliah masuk pagi.
Begitu mengunci rumahnya Vio segera bersiap melangkah. Namun belum juga sampe lima langkah ala dangdut (???), Langkah Vio sudah lebih dahulu terhenti. Walau mengantuk ia yakin matanya tidak salah lihat. Wajah Ivan dengan stelan kerennya yang nangkring diatas motor telah menyambutnya.
Untuk sejenak keduanya terdiam dengan mata yang masih saling memandang. Setelah terlebih dahulu menghela nafas Vio kembali melangkah melewati Ivan. Mengabaikan keberadaan makluk satu itu yang kini sedang melangkah menghampirinya. Ralat, Menghadang jalannya.
"Loe mau apa lagi?".
"Naik" Kata Ivan singkat namun jelas memerintah.
"Heh" Vio tampak mencibir, Tanpa kata ia kembali melangkah.
Diluar dugaan tangan Ivan terulur, mencekal erat tangannya. Membuat Vio mau tak ,mau mengurungkan niatnya. Berbalik menatap lurus kearah Ivan. Seolah minta penjelasan. Tapi yang di tatap masih membatu. Hanya menoleh sekilas kearah motornya. Memberi isarat Vio untuk segera naik kesana.
"Emang nya loe pikir loe itu siapa?. Yang bisa datang ketika loe suka, Dan bisa pergi ketika loe mau?" tanya Vio yang membuat Ivan mengerutkan kening bingung.
"Maksut loe?".
"Kemaren kenapa loe nggak jemput gue?".
"Eh?" Ivan tampak berfikir. Beberapa saat kemudian sebuah senyuman tergambar di bibirnya.
"Loe nungguin gue?" Tanya IVan langsung.
"Please deh ya. Nggak usah Ge-Er. Bikin enek aja tau nggak".
“Ha ha ha, Kalau emang enek kenapa loe malah nanyain gue?”.
“Itu karena gue berharap loe melakukan hal yang sama setiap hari. Nggak usah muncul – muncul lagi di hadapan gue. Pake acara jemput segala lagi”.
“O, jadi karena sekarang loe udah punya penganti herry loe nggak mau lagi berurusan sama gue?” Tanya Ivan sinis.
“Maksut loe?” Kali ini Vio menoleh. Menatap lurus kearah Ivan. Seolah minta penjelasan atas maksut dari ucapannya barusan.
“Cowok yang gue lihat kemaren jalan bareng sama loe di mall. Itu pacar baru loe?”.
“Ha ha ha.Ini pertanyaan atau pernyataan?” Tanya Vio di sela tawanya.
Tawa Vio langsung lenyap saat mendapati tiada reaksi dari Ivan. Justru pria itu malah menatap tajam kearahnya.
“Ehem, Kenapa?. Loe cemburu?” Tanya Vio berusah bersikap biasa saja.
“Iya”.
“Eh?” Kening Vio terlihat sedikit berkerut bingung. Di tatapnya wajah Ivan. Mencoba mencari tau apa kah sosok itu sedang bercanda. Tapi kenapa tampangnya serius gitu ya?.
“Gue nggak bercanda. Gue emang merasa nggak suka waktu liat loe jalan bareng sama cowok lain. Pake acara ketawa bareng lagi, sementara bareng sama gue loe ketus gitu”.
“Eits tunggu dulu. Kenapa sekarang kesannya loe ngehakimin gue seolah – oleh gue itu seorang pacar yang ketahuan selinguh”.
“Loe kan emang ketahuan selingkuh”.
“Selingkuh apanya?. Emang kita pernah pacaran?” Tanya Vio melongo.
Ivan terdiam. Dalam hati membenarkan. Ah, mereka kan memang tidak sedang berpacaran.
“Ah pokoknya gue nggak suka loe deket – deket sama cowok lain. Titik”.
“Dan jangan coba coba membantah!!”.
Mulut Vio yang sudah terbuka untuk bersuara langsung terdiam tanpa kata. Telunjuk yang terarah lurus tepat di wajahnya di tambah tatapan tajam Ivan kearah matanya langsung terasa seperti hipnotis. Tak tau apakan ia setuju atau memang ia di hipnotis beneran, yang jelas kepala Vio tampak mengangguk. Membuat Ivan tersenyum samar sebelum kemudian mengiring gadis itu menghampiri motornya. Melaju bersama menuju ke kampus.
Akhirnya setelah di terror mulu baik melalu dinding FB, Inbox bahkan BB and SMS juga Penulis mau melanjutkan cerpen Take My Heart yang mendadak kehilangan ide. Huwahahahahhaha…
Derita Galau akut kayak gini deh. Blank. Tapi yah namanya juga penulis amatiran, so wajar donk kalau kehabisan ide. Iya nggak si?. Iya Donk!!!. # maksa mode on…
Oke deh, Next to Cerpen Take My Heart part selanjutnya ya….

Random Posts

  • Cerpen Cinta Remaja: CINTAKU UNTUKNYA

    CINTAKU UNTUKNYACerpen oleh: Rina Natalia“Wanda gwa pengen ketemu ma elo jam 14.00 siang ini di taman deket sekolah,deket air mancur ya!.By sesil”Sebuah tulisan dalam kertas yang di tempel di sebuah mading sekolah menengah atas.“Wan ,elo punya masalah apa ma sesil ?” Tanya seorang pria berseragam yang baru masuk ke ruang kelas.“kagak ,emang kenapa ?”Tanya wanda bingung. “Sesil ngajakin elo ketemuan siang ini juga dan yang paling parah lagi ajakan itu di tulis di mading”.“Masa sih ?”.Wanda terlihat cuek.“Ya udah elo liat aja”. Wanda pun beranjak dari bangkunya dan pergi menuju mading sekolah bersama tian temanya itu, tak ama kemudian merekapun sampai di depan mading sekolah yang telah dikerumi oleh murid murid.Wanda merasa heran dan dia pun mengeluarkan sebuah phonsel dari dalam kantong celananya.“Non kamu lagi ma sesil gak” ? ( isi pesan singkat yang ditujukan kepada noni teman satu sekolahnya ,noni juga adalah teman baik sesil). Di sisi lain sesil ,noni , lulu, mia sedang berkumpul. Tiba tiba ponsel noni berbunyi dan di ambilah ponselnya dari dalam tas dan terlihat di layar ponsel tertulis pesan dari wanda, noni tak menghiraukan pesan dari wanda dan menaruh kembali hpnya kedalam tas.“sms dari siapa non ? kok gak di bales ?.”Tanya sesil pada noni.“Adik gwa minta di beliin coklat pulang nanti!”.Jawab sesil terlihat sedikit grogi karena telah brebohong.“Sil elo serius mau nembak wanda ?”. Tanya lulu.“Ya iya lah ,soalnya gwa bener bener suka ma dia”.“Emangnya elo gak malu apa ?”.Mia ikut ikutan berbicara sedangkan noni terlihat lesu.“Kenapa harus malu ?”. jawab sesil enteng sambil tersenyum bahagia.“Gimana kalo elo di tolak ? secara ,dia tu kan bisa di bilang cowok terkeren di sekolah kita ini!”. Tanya lulu kembali.“Gak tau !”.Jawab sesil pelan dan terlihat sedikit melemah.“Bener tu gimana kalo elo di tolak mentah mentah ! elo tu selalu nekat ya !”.Ceplos mia.Noni masih terlihat diam.“Ah, kenapa kalian pada ngomong gitu !”.Sesil terlihat lesu.“eh sory, gwa gak maksud ngomong gitu”. Sahut mia sambil menempelkan tangan nya di mulut.“Non ko diem aja ? Apa pendapat elo dengan tindakan konyol sesil?”.Tanya mia pada noni yang masih diam.“Aku gak punya pendapat apa apa, buat aku selama tindakan sesil bisa buat dia bahagia aku akan setuju aja”. Jawab noni sambil sedikit tersenyum. “I love you noni!”.teriak sesil pada noni dengan raut wajah gembira.Noni tersenyum .Noni mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya dan tiba tiba membalas pesan singkat dari wanda.“Tolong jaga perasaan sesil”.( Pesan yang di kirim pada wanda).Orang orang yang mengerumuni mading terllihat sudah pergi dan hanya ada wanda dan tian saja. Pesan dari noni telah di terima wanda. Wanda langsung mengambil ponselnya dan langsung membukanya. Wajah wanda terlihat bingung setelah menerima pesan dari noni lalu di balasnya kembali pesan tersebut.“Apa maksudnya non ?”isi pesan wanda pada noni.Tak lama kemudian bel sekolah berbunyi nyaring,“Cabut yuk ian!”.ajak wanda pada tian sembari menunggu balasan pesan dari noni). Wanda dan tian mulai pergi menuju ruang kelasnya. Wanda masih menunggu balasan pesan dari noni yang sampai kegiatan belajar masih juga belum ada balasan.Setelah cukup lama berada di ruang kelas bel istirahat berbunyi para murid pergi untuk istirahat begitu pula wanda, tian ,sesil, noni, mia dan lulu.“Guys kita istirahat di samping lapang olah raga aja ya!”.ajak sesil kepada temanya.“Kayak biasa ke kantin dulukan “.Ucap lulu sambil melihat wajah sesil.“Ya ia lah kaya biasa aja”.Jawab sesil sambil pergi meninggalkan ruang kelasnya.“Sil gwa mau ke toilet dulu ,kalian duluan aja ya !”.Ucap noni sambil pergi meninggalkanmereka.“Jangan lama lama ya!”.teriak sesil pada noni. Noni menoleh sambil mengacungkan jempol tangan nya.Merekapun be pisah ,noni pergi ke toilet sedangkan yang lainnya pergi ke kantin untuk membeli beberapa makanan. Sepulang dari toilet noni bertemu wanda tapi noni pura pura tak melihatnya, wanda teriak memanggil nama noni tapi noni tak menghiraukanya. Wanda berlari mengejar noni dan nonipun terkejarnya.“hei kenapa gak nunggu aku padahal dari tai aku teriak teriak manggil nama kamu”. ucap wanda sambil tersenyum.“sory gwa gak denger!”. jawab sesil judes sambil pergi. Wanda menghalau noni untuk pergi.“ Kenapa sih ,kamu kok berubah banget semenjak aku pindah sekolah ke ini”. Noni masih berusaha pergi meninggalkan wanda dan tak menghiraukan pertanyaannya. Wanda memegang tangan noni dan menariknya pergi.“Loe mau bawa gwa kemana wan?”. Tanya noni sambil berusaha melapaskan tanganya dari cengkraman wanda.“Gwa pengen ngomong sesuatu sama elo tapi gak di sini”.“Kenapa berubah?, kenapa dia manggil gwa dengan kata lo padahal biasanya kamu !”.Ucap noni dalam hati.“Ya tapi gak usah tarik tarik segala dong!”Wanda tak menghiraukan ucapan noni sampai akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang tak banyak di kunjungi murid murid. Wanda masih memegang tangan noni.“Lo mau ngomong apa?”. Teriak noni pada wanda.Wanda menatap wajah noni dan masih memegang tannganya.”lo kenapa ? “.Tanya wanda sambil melepaskan cengkraman tanganya. “kenapa apanya maksud lo ?”. Tanya noni pura pura tak mengerti sambil mengelus elus tanganya.“Kenapa semenjak gwa pindah sekolah ke sini lo berubah ,lo susah banget di hubungi ,gwa juga susah ketemu ama lo, kenapa lo ngindar terus dari gwa dan yang paling bikin gwa sakit hati kenapa lo tiba tiba mutusin hubungan kita tanpa sebab kalau gwa punya salah tolong ngomong non ?”.Tanya wanda seewot.Noni terdiam dan menundukan kepalanya.”kenapa tiba tiba gwa pengen nangis kaya gini”.ucap noni dalam hati.“Non tolong jawab pertanyaan gwa “.“Gwa kan udah bilang gwa udah gak suka lagi ma lo!”.jawab noni sambil menahan tangisan.“Tapi kenapa tiba tiba gitu, kalau gwa punya salah yang udah bener bener nyakitin hati lo gwa minta maaf”.“kalau kamu ingin tahu sebenernya aku masih sayang makamu tapi sekarang aku gak bisa kaena sesil juga suka ma kamudan aku bingung wan, aku sayang ma kamu tapi aku juga gak mau ngeliat sesil sedih”. kata noni dalam hati.“Kenapa lo diem aja ? lo masih sayangkan ma gwa ,non !”Noni menarik napas panjang.”Gwa suka ma cowok lain”.Deg ..!,Wanda terlihat kaget dan terdiam sejenak mendengar jawaban noni.”o….! jadi karena itu”. Mata wanda terlihat memerah menahan tangisan.“Ya ,ekarang lo puas !”.Kata noni yang langsung pergi meninggalkan wanda sambil mengeluarkan air mata yang dari tadi ingin di keuarkanya.Wanda masih terlihat kaget dan masih diam.Noni berlari menuju lapang olah raga sambil mengelap air matanya.“Itu noni!”. Ucap lulu sambil menunjuk ke arah noni.“Non ko lama banget ke airnya, jangan jangan lo tidur ya ?”. Ucap mia jail.Noni hanya tersenyum.,sesil memperhatikan wajah noni,“Kamu habis nangis ya non?”. Ceplos sesil dan yanng lain pun langsung menatap wajah noni.“Kagak, emang keliatan abis nangis gitu ?”.Kata noni seperti yang tak terjadi apa apa“ya,soalnya mata loe keliatan merah sih!”. Ucap sesil .“Tadi gwa kelilipan jadinya mata gwa merah kayak gini”. Kata noni sambil tersenyum.“o………!”.Kata sesil singkat, dan merekapun langsug melanjutkan perbincangannya tanpa menghiraukan kembali mata noni. Beberapa menit kemudian noni bertanya pada sesil.“Sil lo bener bener suka ya sama wanda ?”.Tanya noni pelan.“Yups, gwa suka pada pandangan pertama,”. Jawab sesil sambil tertawa kecil,“O………!“Kenapa ?”“Gak kenapa napa ko!”.Ucap noni sambil tersenyum.“Loh kok ?”.Sesil terlihat bingung. Cukup lama mereka biristirahat bel masuk telah berbunyi.“Bel udah bunyi tuh, masuk yuk !”. ucap noni . Mereka pun pergi menuju kelasnya, Sesil terlihat bahagia sedangkan noni terlihat murung dan semangat belajarnya menghilang. 13.45 tandanya kegiatan belajar telah selesai dan murid muridpun berhamburan keluar sekolah untuk pulang kerumahnya masing masing.“Gwa deg degan”. Ucap sesil sambil memasukan buku pelajaran ke dalam tasnya.“Semangat sesil”. Ucap mia .“Kita bakalan nemeni lo ko ya kan non!”. Kata lulu sambil melihat noni yang hanya tersenyum melihatnya.“Apa yang harus aku lakukan ?”. ucap noni dalam hati.“Ya udah kita langsung ketaman aja !”. Ajak lulu pada sesil dan yang lainya, dan merekapun langsung pergi ,karena jaraknya tak terlalu jauh merekapun telah sampai di taman.“Guys gwa rapi gak ? Gwa grogi ni !”. Ucap sesil yang tak bisa diam.“Sip, tenang aja kita bakalan ada nemeni lo,”.ucap mia menenangkan sesil.“Eh wanda udah dateng tuh”.Ucap lulu dan pandangan merekapun menuju wanda begitupula pandangan noni.“Ya tuhan kuatkan hati hamba!”kata noni dalam hati.“Sil bururan pergi!”. kata lulu sambil mendorong sesil. Sesilpun pergi menemui wanda, dan akhirnya mereka berdua bertemu.“Hai wan ?”.Ucap noni mendahului pembicaraan.Wanda tersenyum jutek,”Lo mau ngomong apa ma gwa?”. Ucap wanda sambil melihat keadaan sekitar ,secara tidak di sengaja wanda melihat noni dan yang lain sedang memperhatikan mereka di dekat semak semak yang jaraknya tak jauh dari air mancur. Noni dan yang lainya terlihat kaget dan merekapun bersembunyi kecuali noni yang masih kaget tapi lulu langsung menarik noni untuk bersembunyi.“Kenapa wan ?”.Tanya sesil.“Ah gak apa apa”. Jawab wanda sambil tersenyum dan tiba tiba sikap wanda menjadi berubah yang tadinya jutek sekarang jadi ramah.”Tadi lo mau ngomong apa ya ?”.Tanya wanda sambil trsenyum pada sesil.“wanda ganteng banget pa lagi kalo senyum!” ucap sesil dalam hati.“Hei, ko ngelamun gitu?” ucap wanda sambil melambaikan tangannya di depan wajah sesil.“O …!, sory sory, ini gwa, emmmm !!!!!”“Gwa suka ama lo !”.Ucap wanda tanpa basa basi.Sesil terkaget,”Serius lo suka ama gwa !“Ya!”Ucap wanda singkat yang langsung memeluk sesil.”Noni maafin gwa tapi gwa juga gak mau sakit ati Cuma gara gara lo!”.ucap wanda dalam hati.Di sebrang sana terlihat mia, lulu bahagia sedangkan noni terlihat sedih.“Sesil di peluk !”.Kata lulu gembira pada mia.“kenapa gwa jadi lemes gini ! kenapa tulang di kaki gwa terasa hilang,kenapa mata gwa jadi terasa panas gini, kenapa ???”.ucap noni dalam hati dengan keadaan mata yang berkaca kaca. Tiba tiba noni berlari meninggalkan mereka,“Lu noni mau kemana tu ?”.Tanya mia pada lulu.“Ya mana gwa tau!”.“Kejar yuk “.Ajak mia yang langsung lari mengejar noni laludi ikuti lulu.“Noni kemana mi?”.Tanya lulu sambil melihat keadaan sekitar mencari cari noni.“Gak tau, gwa sms aja ya !”.Saat mia mengambil ponsel dari dalam tasnya tiba tiba ponselnya berbunyi dan di lihat noni mengirimkan pesan.“mi, sory gwa pulang duluan coz gwa sakit perut.”“ok gak apa apa ko.”nanti gwa kesana y.“Noni pulang duluan katanya dia sakkit perut”.Ucap mia.“ko lo tau ?”.“Barusan dia sms gwa.”“O…..! tinggal kita berdua dong !,makan yuk gwa laper ni.”“Ok !!!”.Di tempat yang berbeda noni sedang menangis sambil duduk lemas.“kenapa hati ini sakit, padahal seharusnya gwa senenng dengan semuanya, kenapa, kenapa ?”.Noni menaik napas panjang sambil mengelap air mata yang tak henti mangalir di matanya.“Noni , sebentar lagi lo ujian dan setelah lulus lo bisa pergi keluar kota dan tak melihat mereka lagi, tenang dan terus semangat”. Ucap noni sambil menyemangati dirinya sendiri.*****

  • Cerpen Cinta 2013 ‘Tentang Rasa ~ 06 {Update}

    Cerpen Cinta 2013 Tentang Rasa bagian ke 6. Apa ada yang bingung?, katanya kemaren end kok masih nyambung?. he he he. Itu end bo'ongan. Hasil imajinasi terjun bebasnya jhon jilid satu. Nah kalo yang nie baru Cerpen cinta tentang rasa Versinya Star Night. so cekidot….Part sebelumnya silahkan baca :-} Cerpen cinta Tentang Rasa Part 5 “ Al, gimana keadaan loe?” sapa Gresia sambil meletakan keranjang buah di meja samping.“Udah mendingan kok. Besok juga udah boleh pulang kok” sahut Alan sambil tersenyum dan berusaha bangkit duduk. Refleks Anya membantunya . Sedikit miris melihat kodisi alan dengan perban dikepala dam kakinya. Demi menyelamatkan Anggun justru malah ia yang terluka. Untung saja tidak terlalu parah. Namun tetap mampu untuk menahanya berdiam diri dirumah sakit.sebagian

  • Cerpen Cinta Romantis “Take My Heart” ~ 15

    Walau sempet blank akhirnya Cerpen Cinta Romantis "Take My Heart" di lanjutin lagi. Untuk part selanjutnya, tenang aja. Lagi di ketik, Moga aja ide nggak macet lagi. Ha ha ha, Derita penulis amatiran.Oh ya, buat yang sering nanya tentang urutan cerpen yang bikin bingung, ku kasih petunjuk deh. Klik aja tulisan Daftar isi di atas, Di situ udah lengkap di kelompokan berdasar kan label. Semoga saja nggak kebingungan lagi.Akhir kata, Happy reading ya..} Cerpen Cinta Romantis "Take My Heart" ~ 14"Rasa ini mungkin bukan cinta,Namun, jika bukan cinta lantas apa namanya"…Setelah mengemasi barang barangnya, Vio melirik jam yang melingkar di tangannya. Masih cukup siang untuk langsung mendekam di kostan sendirian. Apa sebaiknya ia mampir ketoko buku dulu ya. Mencari komik atau pun novel romantis yang bisa ia jadikan bahan bacaan.Ah, tapi cucian kotor di rumahnya banyak. Sepertinya lebih baik kalau ia beres beres saja. Mumpung kali ini bisa pulang cepet gara gara dosen selanjutnya nggak masuk. Dengan berlahan ia beranjak bangun meninggalkan kelasnya. Melangkah menuju ke halte bus.sebagian

  • Cerpen Pengalaman Hidup “Tragedi Cinta”

    Setiap kisah kadang memang tak selalu berakhir indah, Setidaknya tidak seindah dunia cerpen yang bisa di karang sesuai imaginasi, Namun tidak semua yang tak indah selamanya menyakitkan, Terlebih ketika engkau berani untuk menuliskan.Dan Satu hal yang harus di garis bawahi, Ini cara ku meninggalkan jejak hidupku….Lantas bagai mana dengan mu….Cerpen Tragedi CintaHappy reading…..“Pagi,ana”. “Pagi” Balas Ana terlihat sama sekali tak bersemangat. Membuat Vieta, Johny dan Irma saling pandang.“Kenapa loe, Baru datang udah lemes gitu?” Selidik Johny sambil berjalan menghampri meja Ana yang baru muncul. Duduk tepat di meja hadapannya.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*