Cerpen Remaja Tentang Aku & Dia part 2 {Update}

Nah, Kalau sebelum nya penulis sudah mengadakan acara edit menedit , Update mengupdate cerpen remaja tentang aku dan dia part satu, Kali ini penulis lanjut ke part duannya . Asli beneran rempon deh.
Tapi kalau di pikir – pikir lagi, gak papa juga si ada acara "tegur sapa" begini, Itung – itung bisa muncul wajah baru… #apa deh?…
Ya sudah lah, gak usah ngebanyol kayak si unyil, Mending langsung ke cerpen remaja tentang aku dan dia-nya…
Happy reading ya all…


Credit Gambar: Ana Merya
“Pst… kenapa tu orang?” bisik nanda sambil mencolek lengan anya yang sedang khusuk ( ? ) mencatat.
“He?” Anya menoleh heran.
“Itu?” tunjuk Nanda ke arah Gresia yang tampak senyum-senyum sendiri.
“Waduh, kenapa tu anak senyum-senyum sendiri?”.
“Ya ela, Gue nanya malah balik nanya” balas Nanda sebel.
“Lagi kesambet Hantu penghuni pohon toge di belakang sekolah ( ? ) kali tu orang” .
Pletak. sebuah jitakan mendarat telak di kepala Anya.
“Gue serius ni” Ujar Nanda sebel.
“Ia. Tapi nggak usah pake njitak kepala gue juga kali. Sakit tau. lagian…”.
“Ehem … ehem…..”
Cep, Anya dan Nanda langsung minkem. Nyalinya langsung ciut begitu melihat pak Burhan yang saat itu sedang menatap ke arah mereka berdua.
“Anya, Nanda” panggil pak Burhan.
“Sa sa saya pak” Sahut Anya dan Nanda bersamaan.
Entah mengapa mereka merasa sepertinya aura yang menyeramkan telah memenuhi seluruh ruang kelasnya bahkan membuat bulu kuduk merinding.
“Maju kedepan. Selesaikan soal – soal ini” Kata pak Burhan santai yang berbeda jauh, jauuuuh banget jika di bandingkan kondisi Anya dan Nanda saat ini.
“Kita pak?” tanya Nanda kaget.
“Apakah di kelas ini ada yang namanya Nanda dan Anya lagi?” pak Burhan balik bertanya.
Akhirnya dengan berat hati Anya dan Nanda Melangkahkan kaki menuju ke tiang gantungan/plak/ nggak lah. maju kedepan kelas maksutnya.
Cerpen Remaja Tentang Aku dan Dia
“Ha ha ha….. ” Gresia tidak dapat lagi menahan tawa waktu melihat Anya dan Nanda yang memasang tampang lemes gara-gara kejadian tadi. Kebetulan saat itu mereka sedang ngumpul bareng di kantin sekolah.
“Dasar Rese tu pak Burhan. Udah tau kita nggak bisa matematika. Masih aja di suruh maju” Geram Nanda.
“Iya nih. kita kan alergi sama matematika. Liat aja kepanjangannya. MATMATIKA. MAkin Tekun MAkin TIdak KAruan” Sambung Anya tidak kalah sebelnya.
Sementara Gresia dan Angun semakin ngakak.
“Udah deh. kalian diem. Nggak ada yang lucu di sini” Ujar nanda sewot karena melihat kedua temannya yang tak henti-henti menertawakan mereka.
“Ya itu kan salah kalian sendiri. udah tau ada Guru killer. Masih aja suka ngosip” Ledek Angun santai.
“Betul” Sambung Gresia santai.
“Loe diem deh” tunjuk Anya ke arah Gresia. “Ini semua kan gara-gara loe”.
“Idih… kok gue yang di bawa-bawa sih?” Gresia tidak terima.
“Ia. kalau bukan Kerena loe yang ketawa – ketawa sendiri nggak jelas kita nggak bakal di hukum tadi” terang Nanda.
“Maksutnya?’.
“Tadi itu kita lagi meratiin si gresia yang senyum-senyum sendiri nggak jelas”.
“Kapan lagi gue senyum senyum sendiri. Kalian jangan ngasal deh” elak Gresia.
“Loe gak percaya tanya aja Anya”.
“Bener An?” tanya Angun kearah Anya sementara yang di tanya langsung mengangguk.
“Nggak kok” Tolak Gresia cepat karena kali ini ke tiga temannya menatap kearahnya. “Lagian kok jadi gue sih yang di bawa-bawa”.
“Ya ia lah… secara kita tadi udah di hukum kan gara-gara loe juga”.
“Hu… tu kan salah kalian sendiri. Ngapain juga ngosipin gue. kena batunya kan. Lagian gue tadi cuma…”.
Gresia tidak melanjutkan ucapannya. Perhatiannya tertuju pada Arga yang baru menginjak pintu kantin dan kini berjalan kearahnya.
“Haduh… mau ngapain lagi tu orang” Refleks Perhatian Anya dkk mengikuti tatapan Gresia.
“Mau ngapain lagi si loe?” Tanya Gresia ketus tanpa basa basi lagi begitu Arga tiba di hadapannya.
“Ingat, Urusan kita belum selesai. Ikut gue sekarang loe” Arga menarik tangan Gresia yang langsung di tepis Olehnya.
“Ye…. emang sejak kapan kita punya urusan. Lagian gue nggak mau punya urusan sama loe” Balas Gresia ketus.
“Nggak ada loe bilang?” Tanya Arga sinis. “Banyak!!!” Sambungnya dengan penuh penekanan.
“Gue Bilang nggak mau!” Gresia tetap bersikokoh.
“OMZ. Jadi kalian beneran di jodohin!!” .
Pertanyaan Anya yang setengah berteriak tentu saja menarik perhatian hampir seluruh panghuni kantin yang menatap mereka kaget dan penuh rasa yang jelas ingin tahu. Sementara Gresia hanya bisa menelan ludah melihat tatapan Arga yang seolah-olah ingin menelannya bulat-bulat seperti bakso yang sering di pesan Nanda.
“Apa loe bilang?. Arga dijodohin?. Sama Gresia?”.
Nggak tau datangnya dari mana, Tau-tau Lila kini sudah ada di samping mereka dengan mata yang melotot seolah-olah mau keluar.
“Enggak” Sahut Gresia cepet.
“Lho Tapi bukan nya kemaren loe sendiri yang bilang kalau loe di jodohin sama Arga?” Tanya Angun dengan tampang polosnya.
Sumpah, Saat ini Gresia sangat ingin melepaskan kaos kaki untuk menyumpal mulut sahabatnya yang satu ini. Dasar, bener-bener ember bocor.
“Elo?” Tunjuk Arga kearah Gresia dengan panuh emosi.
“Jadi yang bener gimana?” tanya Nanda kemudian.
“Oke…. Gue emang di jodohin ma Arga sama ortu gue. Tapi gue tolak. Ogah banget gue di jodohin sama orang model kayak dia” Kata Gresia kemudian.
“Oh… ini bener-bener keajaiban” Ujar salah seorang pengunjung kantin.
“Maksutnya?” tanya yang lainya.
“Apa kalian lupa?. Seorang Arga gitu lho… Playboy yang terkenal kelas kakap. Dijodohin, Plus di tolak cewek lagi… apa kata dunia?” jelasnya.
“Wah loe bener. Gresia loe bener-bener hebat” Sambung yang lain tak mau kalah.
“Kalau begitu bisa di jadiin Deadline nie”.
Sementara tampang Arga jangan ditanya. Sepertinya batas kesabarannya sudah benar-benar mencapai ujung tanduk ( ? ).
“Nggak bisa. kalian ngomongin apa sih?. Arga itu kan pacar gue” Teriak Lila kemudian.
Anya dengan santainya berjalan mengelilingi Lila sambil menatapnya sinis.
“Kayaknya bentar lagi udah nggak deh” ledeknya.
“APA!. Jaga bicara loe”. Geram Lila. Kemudian ia berbalik ke Arga ” Ga, Sekarang juga loe harus milih Gue atau dia”.
“Gak Usah milih. Loe ambil aja” Potong Gresia cepat.
“WAH Arga benar-benar di tolak!!” Jerit Salah Seorang siswa yang ada di disana. *Lebay*.
“Gresia, Mati loe kali ini” Geram Arga.
Tiba-tiba ada kilat sambung menyambung menjadi satu. Petir juga menyambar-nyambar. dan tiba -tiba Gresia raib di telan bumi… he he he… nggak lah. Intinya Gresia langsung kabur tanpa ba bi bu lagi. Get loss…. kha kha kha……
Cerpen Remaja Tentang Aku dan Dia
Gresia masih sibuk mondar – mandir dikamarnya. Binggung antara mau turun kebawah menemui tamu atau nekat loncat dari lantai 2 kamarnya buat kabur. Malam ini Arga dan keluargannya datang ke rumah. Katanya sih mau silaturahmi. Tapi Gresia sudah bisa menebak apa tujuan sebenarnya mereka datang. pasti nanti ujung-ujungnya membahas perjodohan mereka. Selagi Gresia masih bingung tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk.
"Tok tok tok" *Anggap aja bunyinya gitu*.
"Waduh, Mampus gue. Gimana nie?" Gumam gresia."Atau Pura-pura sakit aja kali ya?".
"Gres, Turun donk. Arga ma mamanya udah datang tuh"
"Aduh ma, Kepala Gresia Pusing. Kayak nya gresia nggak bisa turun deh" Sahut gresia yang tampak tiduran di kasurnya.
"Masa sih?" tanya mama heran sambil menyentuh keningnya." Perasaan nggak panas".
"Ya gak tau. Lagian kan Gresia bilang kepala gresia pusing. Bukan panas".
"Jangan cari alasan kamu. Sudah ayo turun. Nggak sopan tau ada tamu di cuekin " bujuk mama lagi.
"Tapi ma…"
Gresia tidak melanjutkan ucapannya begitu melihat tatapan mamanya.
"oke deh ma. bentar lagi gresia turun".
Akhirnya Gresia ngalah, setelah terlebih dahulu merapikan sedikit tampilannya, Gresia turun ke bawah. Mengikuti jejak sang mami yang sudah mendahuluinya.
"Gresia, gimana sekolah kamu?" tanya tante indri, mamanya Arga saat mereka sedang ngumpul di ruang tamu setelah selesai makan.
"Baik tante" sahut gresia kikuk.
"Terus gimana hubungan kamu sama Arga?" sambung Papanya arga.
"Ma, Pa, Tante, Om. Gresia mau ngomong. Sebenarnya aku sama Arga…."
Sejenak Gresia melirik ke arah Arga yang kebetulan juga sedang menatapnya. Ditarik nafas dalam-dalam. Ia sudah memutuskan untuk mengatakan rasa keberatannya atas perjodohan itu.
"Sebenarnya apa Gresia?" tanya Mama kemudian.
"Kita…..".
"Kita udah lama pacaran" Potong Arga sebelum Gresia sempat menyelesaikan ucapannya.
"Oh ya?. Benarkah?" tanya papa kaget sekaligus bahagia.
"Ia om" Sahut Arga Mantap.
Sementara Tampang Gresia jangan di tanya. Shock!. Tentu saja!!!.
"Terus kenapa kamu selama ini nggak bilang sama mama?" tanya mama nya Arga.
"Soalnya kita takut. Kalau kita ngomong jujur ntar kalian langsung nikahin kita lagi. Kita kan masih muda. Jadi belum siap buat berumah tangga. Kita pengen ngejalaninya kayak anak muda laennya. Pacaran aja dulu. Sekaligus saling mengenal satu sama lain" Terang Arga lagi.
"Ha ha ha….. Jadi begitu. Sukurlah. karena tadinya kita sudah khawati kalian keberatan dengan perjodohan ini. Tapi kalau memang itu alasannya, Kita nggak keberatan".
"Oh ya om, tante. Sekalian aku mau minta izin buat ngajak Gresia jalan Malam ini. Kebetulan malam ini ada acara di sekolah".
"Kalau sama kamu om percaya. Kalian boleh pergi. Tapi ingat jangan pulang terlalu malam. Juga hati – hati di jalan".
"Siap Om" Balas Arga mantap. Diraihnya Tangan Gresia yang dari tadi masih bengong. Sepertinya nyawanya belum kumpul seratus persen. Atau lebih tepatnya masih ngawang-ngawang (??? ).
"ARGH!!!!!!" Jerit Gresia sekencang – kencangnya. Bahkan Arga yang dari tadi menyetir dalam diam langsung menginjak rem mobilnya dengan cepat.
"Astafirullahal'azim *Bisa ngucap juga nie anak*. Loe pengen bikin gue jantungan ya?. Atau pengen kita mati ketabrak bareng-bareng" Teriak Arga beberapa saat kemudian.
"Loe tadi ngomong apa?" Tanya Gresia tanpa memperdulikan teriakan arga barusan.
"Gue bilang Loe mau kita mati berng-bareng!" Kata Arga masih setengah berteriak.
"Bukan itu. Maksut gue waktu di rumah. Loe bilang Kalau kita pacaran?".
Arga terdiam. Tapi beberapa saat kemudian.
"Wa kha kha kha" tawanya langsung meledak. "Jadi dari tadi loe baru conek?. Lama kali loadingnya? *kebawa suasana kerja* . ha ha ha" ejek Arga tanpa bisa menahan tawanya.
Pletak….
Sebuah jitakan mendarat telak di kepala Arga.
"Kenapa loe jitak kepala gue. Sakit tau" Geram Arga sambil mengusap-usap kepalanya.
"Terus maunya Gue cekik loe sampai mati?. Gitu" Balas Gresia emosi.
"Ye…. Kok loe jadi marah-marah gitu sih. Tadi kayaknya tenang-tenang aja".
"Tadi itu gue shock. Loe tau, Gue SHOCK. S-H-O-C-K" Geram Gresia.
"Lebay…." Ledek Arga santai.
"Udah loe jawab aja. Maksut loe ngomong kita pacaran tu apa. Atau selama ini loe udah lama naksir sama gue. Makanya loe sengaja ngomong kayak gitu".
"Wuek" Arga Sok pasang tampang mau muntah.
"Jangan ngayal loe" Sambung nya sambil menjitak kepala Gresia *Bales dendam*.
"Kalau nggak terus maksutnya apa donk?".
"Bales dendam" Sahut Arga Santai.
"He….?, Maksutnya?" Tanya Gresia bingung.
Arga Menatap Gresia sinis. Semburat Senyum jahil tersirat di wajahnya. Tanpa memperdulikan Gresia lagi. Ia langsung tancap gas.
Cerpen Remaja Tentang Aku dan Dia
To be Continue…..
Nggak usah portes toh lanjutannya udah muncul. Kalau nggak mau ribet ini linknya…
Cerpen Remaja Tentang aku dan dia part 3.

Random Posts

  • Short story “Kebetulan yang kebetulan berlanjut”

    I'm Back…!!. With short story series again. He he he. Kan adminya kemaren udah bilang, khusus cerpen yang ini nggak di bikin part satu or dua nya. Langsung di end tapi kalau ada sesuatu yang menarik minat lagi, tetep di lanjutin. Makannya di kasih 'label' series. Masih inget urutannya kan? Kalau lupa Admin ingetin lagi deh. Yang pertama ada Short story be friend forever, terus lanjut dengan Arti sebuah senyuman. Dan kali ini, Kebetulan yang kebetulan berlanjut. Judulnya sesuatu yak?. #plaksUntuk cover admin lagi males ngeditnya. Kita pake fotonya temen admin aja ya. Namanya Zofa. Sekalian ini tu foto di TKP. Cantikkan?….ZofaYang namanya takdir kadang emang nggak bisa di tebak. Karena kenyataannya, hanya menyusun rencana yang bisa kita lakukan. Namun, apapun yang terjadi nantinya, pastikan senyuman selalu menyertaimu. Oke?sebagian

  • ANTARA CINTA dan SAHABAT

    ANTARA CINTA dan SAHABATOleh : Eka OctavHidup akan indah bila kita masih memiliki seseorang yang kita sayangi, seperti via, via masih memiliki orang tua yang sayang dengannya dan saudara laki-lakinya yang sangat menggemaskan yang masih kelas 4 SD. Serta tak luput mempunyai seorang sahabat yang baik yang selalu bersama ketika dia duka, lara pun senang. Via mempunyai sahabat dia bernama Mia dan Rahma. Kemana-mana kami selalu bersama seperti layaknya besi dan magnet yang sulit dipisahkan. Mereka pertama kenal ketika pertama MOS dan memulai sekolah di SMA, Ketika itu Rahma duduk sendirian dan tak sengaja Via menghampirinya dan berkenalan. Setelah mereka berbincang-bincang cukup lama datanglah seorang anak perempuan cantik putih bertahi lalat di bawah bibir yang tipis. Tahi lalatnya itu membuat wajahnya menjadi manis dan disegani oleh kaum Adam.“Hai…. Rahma dah lama nunggunya yah???” kata perempuan itu“Ea… lama banget, kamu dari mana saja???? kata Rahma“Maaf yach aku berangkatnya siang, soalnya bangunnya kesiangan… hehehe” jawab Perempuan yang berbicara dengan Rahma sambil tersenyum.“Oa,untungnya ada Via yang menemani aku di sini, Mi kenalin ini Via teman sekelas kita juga lho. Oya vi kenalin ini teman satu bangku aku namanya Mia” kata Rahma sambil memperkenalkan temannya.“Kenalin aku Via, aku duduknya di samping tembok dekat pintu sama Ovie” kata Via memperkenalkan dirinya kepada Mia.“Aku Mia, low boleh tau lo tinggalnya dimana”?? Tanya Mia kepada Via.“Aku aslinya Banjarharjo, tapi di sini aku ngekost” jawab Via.“Kapan-kapan kita main ke kostnya Via, Gimana,?? Rahma lo juga ikut yach”?? Mia melontarkan pertanyaan kepada Rahma.“Itu ide yang bagus kita selalu kumpul-kumpul bareng di kosannya Via, Gimana kalau kita buat genk saja?” usul Rahma.“Aku setuju dengan pendapatmu. Nanti kita buat kaos yang sama, tapi dipikir-pikir nama genk nya apa yach”?? Mia menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal karena begitu bingungnya.“Tapi maaf teman-teman bukannya gw menolak, tapi aku bener-bener gak setuju dengan pendapat kalian, aku ingin bersahabat dengan kalian. Tapi aku gak suka buat genk-genk seperti itu, takutnya kalau kita buat genk, banyak teman-teman yang benci dan iri.” jelas Via.“Yah Vi, tapi……….”Sebelum Mia melanjutkan pembicaraannya bel sekolah pun berbunyi tanda peserta MOS kumpul di halaman sekolah untuk diberikan arahan dan himbauan dari kepala sekolah.Sungguh ribet dan susah kembali menjadi peserta MOS harus menggunakan kostum planet yang sungguh menyebalkan itu seperti pake kaos kaki yang berbeda,tasnya menggunakan kantong kresek,rambutnya di ikat lebih dari 10 buah,sungguh membosankan dan menyebalkan ketika dimoment-moment MOS seperti ini.Setelah kumpul di lapangan Rahma dan Mia senyum-senyum sendiri, dan aku bingung kenapa mereka senyum-senyum tanpa sebab. Adakah sumbernya kenapa mereka senyum-senyum sendiri. Setelah aku perhatikan ternyata mereka tersenyum ketika melihat kakak Osis. Dan kemudian aku bertanya kepada Rahma,”Rah, kamu dan Mia senyum kenapa??” Tanya Via dengan penasaran.“Asal kamu tau aja ya Vi, aku dan Mia itu ngefans banget sama anak kelas X-2 itu, terus gw jatuh cinta sama cowok itu katanya sih namanya Dana”. jawab Rahma.“Yang mana?” Tanyaku lagi.“Itu yang paling cakep sendiri, Oa aku juga ngefens banget ama kakak OSIS jangan bilang sama Mia yach kalo aku ngasih tau ke kamu, aku itu ngefans banget sama Ka’ Zaenal sedangkan Mia ngefens sama ka’ Adit”. jelas Rahma.“okey, tenang saja Rahma gw pasti gw bisa jaga rahasia ini kok, dijamin gak bakal bocor dech…….” kataku.“Aku percaya kok sama kamu….. halah kaya ember saja bocor… . hehehehe”. Rahma sambil ketawaKetika asyik berbicara ternyata banyak pengarahan yang diberikan oleh kepala sekolah, sungguh menyesal sekali ku ini tidak mendengarkannya. Padahal banyak manfaatnya bagi kita khususnya bagi pelajar. Setelah beberapa lama kemudian peserta MOS di bubarkan.Via sedang berfikir sepertinya enak sekali rasanya ketika menjadi anak SMA. Sama seperti yang Via rasakan saat ini Via ingin cepat-cepat menggunakan baju putih abu-abu dan agar cepat diresmikan menjadi murid SMA, rasanya lama sekali menunggunya waktu seperti itu. Apalagi, rumahnya sangat jauh dari sekolah sungguh enaknya jauh dari orang tua dan bebas untuk pergi-pergi kemanapun yang kita inginkan bersama teman-teman barunya. Tapi Via harus bisa mengendalikan diri dari pergaulan di zaman edan seperti ini, kalau kita mengikutinya maka kita akan masuk ke dalam jurang neraka yang isinya orang-orang berdosa.Kicauan burung menari-nari di angkasa, Sungguh indah bila ketika memandangnya. Embun pagi menyejukan hati Semerbak wangi mawar membuat segar perasaan kita. Indahya alam ciptaan tuhan yang maha esa, Tak ada yang bisa menandinginya,Karena tuhan adalah sang kholik pencipta alam semesta.Ricuhan murid-murid SMA bagaikan burung-burung yang sedang menyanyi-nyanyi. Murid-murid mulai berdatangan menuju sekolah untuk menuntut ilmu, walaupun ada yang niat sekolah hanya ingin mendapatkan uang jajan dan ingin memiliki banyak teman. Murid-murid berdatangan ada yang naik motor, sepeda, naik bus mini, angkot, diantar orang tuanya menggunakan mobil, adapun jalan kaki.Bel sekolah pun berbunyi sebagai tanda waktu pelajaran dimulai. Murid-murid dengan tenang belajar di sekolah. Hening sepi keadaan di sekolah bagaikan tak berhunikan makluk, Seperti di hutan sepi sunyi.Bel istirahat pun berbunyi, murid-murid bagaikan pasukan burung yang keluar dari sangkarnya menuju kantin gaul bu ijah. Perut mereka terjadi perang dunia ketiga mereka berebut makanan dan cepat-cepat mendahulukan mengambil makanan.Aku tak nafsu untuk pergi ke kantin dan aku beranikan diri pergi ke perpustakaan.Setelah lamanya aku diperpustakaan datanglah seorang cowok ganteng yang diidam-idamakan oleh Rahma sahabatku sendiri.“Hai…….vi kok sendirian saja disini.” kata cowok itu yang bernama Dana.“Yah…. teman-teman aku lagi ke kantin, padahal aku diajak kekantin sama mereka, tapi aku pengennya pergi ke perpustakaan……. hehehe” kataku pada Dana.“Oa…… kamu les di Prima Eta yach??” Tanya Dana.“Eah…..kok kamu tau sich…” jawabku.“Kan aku juga les disitu,terus gw juga sering merhatikan kamu lho!!” kata Dana.“Memang kamu kelas X apa?, kok gw gak pernah lihat kamu?”“Ruang X-B. oa,kamu ruang X-A ya?”“yapz……….”Aku tak ingin dekat-dekat dengan Dana, Tapi aku juga punya perasaan sama Dana aku bingung kalau aku berdekatan sama Dana nanti Rahma cemburu. Kemudian ku pamit sama Dana.“Dan aku mau ke kelas dulu” kataku pada Dana.“Owg…..eah Vi silahkan”Kemudian aku menuju ke kelas, sebelum masuk ke kelas, di jalan aku ketemu Rahma. Aku menyapa Rahma dengan senyuman. Tapi apa yang Rahma kasih padaku, Rahma bersikap sinis. Aku bingung kenapa Rahma bersikap seperti ini kepadaku, Kemudian aku mencari Mia. Aku ingin menanyakan kepada Mia. Tentang sikap Rahma kepadaku. Setelah kutemukan Mia, ku langsung menanyakan kepada Mia.“Mi,aku boleh nanya sesuatu kepadamu gak?” tak sengaja air mataku membanjiri wajahku yang lembut ini.“Nanya tentang apa?”“Tadi aku ketemu Rahma, aku nyapa dia, Tapi dia cuek, malah dia bersikap sinis kepadaku, Apa salahku Mi”.“Apa benar tadi kamu janjian sama Dana di perpustakaan, kok kamu bisa ngehianatin sahabat sendiri sich”.“Mi, tadi itu, aku gak sengaja ketemu Dana di perpustakaan, sumpah aku sebelumnya gak janjian, tolong bantuin aku, untuk jelasin ke Rahma Mi.”Aku memohon ke Mia agar dia bisa bantuin aku untuk jelasin ke Rahma.“yach udah….gimana kalau pulang sekolah gw temuin kalian berdua”“Terserah kamu Mi, yang penting Rahma tidak salah paham sama gw”Kemudian setelah pulang gw nungguin Mia dan Rahma di kantin gaul,setelah beberapa lama aku nungguin munculah mereka dari balik kelas.setelah aku melihat Rahma.Aku langsung peluk Rahma dan aku teteskan air mataku.kemudian aku memohon-mohon agar Rahma mempercayai penjelasin yang diberikan oleh aku padanya.“Rah, plis dengar penjelasan aku, aku gak ada hubungan apa-apa sama Dana, mana mungkin aku ngehianatin sahabat sendiri.”“terus kenapa tadi kalian berdua ketemuan di perpustakaan.” Tanya Rahma.“Aku gak sengaja ketemu di perpustakaan Rah, kalau kamu masih gak percaya, gimana kalau kamu nanya langsung sama Dananya?”“owg………..yach dech aku sekarang percaya kok sama kamu, masa aku percaya sama orang lain daripada sahabat sendiri, maafin aku juga yach Vi,,”.“Memangnya tadi siapa yang bilang sama kamu”.“Sudah, gak usah dibahas, gak penting”.Aku bingung kenapa Rahma langsung maafin aku, padahal aku baru sebentar jelasin kapada Rahma. leganya perasaanku ini.“Makasih Rah”.Kemudian kami pun saling berpelukan rasanya senang banget ketika kami baikan kembali. Setelah pulang sekolah, Aku seperti biasa membuka kembali buku pelajaran. Setelah ku membuka buku, tak sengaja ku temukan secarik kertas yang beramplop. Ku buka perlahan-lahan, tapi kenapa jantungku ikut berdetak lebih kencang. Kubaca perlahan-lahan.Dear Via…. Izinkan aku untuk berkata jujur padamu, Sebelumnya ku minta maaf kalau aku sudah lancang mengirim surat ini. Aku sadar, aku bukan apa-apanya kamu. Aku juga tak pantas memilikimu. Tapi semakin ku pendam perasaan itu, semakin sesak rasanya dadaku ini kalau tak segera ditumpahkan.Aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Tapi tiap kali aku ingin melepaskan diri darimu, Tapi tiap kali itu aku ingin semakin kuat untuk memelukmu. Dan aku merasa heran mengapa perasaan ini hanya terjadi padamu, mengapa tak tumbuh pada gasdis-gadis yang lain, Bagi anak-anak lain mungkin menilainya, Mereka lebih cantik darimu?Tetapi ini perasaanku, Aku justru suka padamu tak hanya karena kecantikanmu, Tapi juga karena innerbeauty mu sungguh menarik bagiku. Aku tak ragu lagi memilih gadis semacam kamu. Kamu ini memang tak ada duanya di dunia ini. Sudah beberapa lama ku pendam perasaan ini tapi baru kali ini ku beranikan diri utuk menyatakan kalau aku “CINTA dan SAYANG”sama kamu. Maafkan aku kalau aku tak gentel seperti anak laki-laki lain yang mengutarakan langsung di depan wajah dan bertemu langsung empat mata. Tapi kalau kau mau agar aku langsung mengutarakannya aku akan mencoba, besok kita ketemu pulang sekolah di kelas X-9.Orang yang mencintaimuAdytia Pradana Putra Aku bingung,Aku tak tau harus berbuat apa. Aku bingung memilih salah satu ini CINTA atau SAHABAT. Kata-kata itu selalu menggoyang-goyang pikiranku. Aku punya persaan sama Dana dan aku juga gak mau menyakiti perasaan sahabatku. Kenapa bisa terjadi pada aku, kenapa tidak Mia??? Bukanya aku iri pada Mia, tapi karena perasaan bingung ini jadinya aku tak sadar menyalahkan Mia…. ya tuhan tolonglah diriku ini, aku harus berbuat apa?.Kemudian aku berfikir, aku sudah janji hidup dan matiku akan ku pertaruhkan demi sahabatku yang ku sayang. Aku relakan Dana untuk sahabatku Rahma. Aku tak ingn melihat sahabatku sedih.Aku sudah punya keputusan, aku gak akan terima Dana jadi pacarku, Tapi aku akan bersujud di depan Dana dan bermohon-mohon agar Dana mau jadi pacarnya Rahma. * * * * * * sekian * * * * * * * *cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya….cinta yang sebenarnya adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih tetap menunggunya dengan setia….cinta yang sebenarnya adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata "aku turut berbahagia untukmu wahai SAHABATKU"Nama : Eka OctavFB : saputri.ekaoktaviani@yahoo.comEmail : eka.oktavianisaputri@yahoo.comTwitter : @EccaNdulndul

  • Cerpen Kala cinta Menyapa part 8

    Gak mau basa – basi, yang merasa dari maren nungguin lanjutan nie cerita _Walau aku ragu ada yang nunggu_Monggo, silahkan langsung di baca. Happy reading ya………….Credit Gambar : Ana Merya“Rani, loe punya hubungan apa sama erwin?” Selidik irma sambil memperhatikan Ulah Rani yang masih asik membolak balikan halaman demi halaman komik yang ada ditanganya tampa memperdulikan keributan teman – temannya yang rata – rata pada ngegsosip sambil menunggu dosen mereka masuk kekelas.“Nggak ada” Balas Rani tanpa menoleh.sebagian

  • Cerpen Cinta Romantis “Take My Heart” ~ 13

    Buat yang udah nungguin lanjutan Take My Heart silahkan di baca. Lanjutannya udah muncul nih. Silahkan tinggalkan kritik dan sarannya buat lanjutan kedepannya yang masih belum tau kapan munculnya. Kalau ada waktu buat ngetik sama modnya bagus mudah – mudahan lanjutannya bisa cepet. Abisnya jujur aja ya, sekarang jadi males banget buat nulis cerpen. Abisnya endnya udah jelas si. Ujung ujungnya paling cuma nanyain lanjutannya doank. Sama sekali nggak ada masukan buat nulis lagi. Tapi yah, berhubung Drama jepang Itazura na kiss – Love In Tokyo yang sedari kemaren kemaren penulis tunggu udah muncul, yah walaupun cuma "Makeing" doank nggak papa deh, kayaknya bikin mod nulis balik. Lanjutan Cerpen Cinta Romantis "Take My Heart" ~ 13 bisa tercipta juga.PS: Gini lah nasipnya kalau baca karya penulis amatiran. Sama sekali nggak profesional #Ngomong sama cermin.Mulut Vio terbuka tanpa suara. Saat menoleh kesamping, Ivan sama sekali tidak menoleh kearahnya. Bahkan dengan santai melangkah meninggalkannya. Duduk santai di bawah pohon sambil memandang lautan lepas. Pertanyaannya sejak kapan kampusnya berubah jadi pantai?.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*