Cerpen Remaja Tentang Aku dan Dia Part 1 {Update }

Oke guys. Sejak pertama bikin blog, cerpen remaja tentang aku dan dia adalah cerpen pertama yang di posting disini. Yah, namanya juga perdana. Selain masih belajar ngeblog, nulis juga masih suka asal asalan. Makanya cerita dan EYD berantakan. Nah karena itu, kalau pas ada waktu luang biasanya mampir kesini sambil ngedit satu satu.
Oke deh, biar nggak banyakan curcol bisa langsung simak jalan ceritanya ke bawah. Happy reading….
Credit Gambar : Ana Merya
“Gres, kok makanannya di liatin aja sih?” aanya Anya yang melihat ulah sahabatnya yang dari tadi hanya mengaduk aduk bakso di mangkunya tanpa sedikit pun mencicipinya.
“Gresia?” ujar Nanda yang heran karena sahabatnya yang satu itu tidak merespon sama sekali.
“Hoi!!” kali ini Anggun mengucapkannya dengan keras sambil mengunang-guncang tubuh temannya.
“Eh… apa?” Gresia tampak kaget.
"Nah, ketahuan kan, lagi melamun ini pasti," komentar Nanda dengan tatapan menyipit.
Gresia mencibir. "Nggak kok, siapa yang melamun coba?"
"Ya elo lah. Masa nenek gue," tuduh Anya sewot.
"Hem, tapi ngomong – ngomong loe ngelamunin apa sih? Perasaan jauh banget?" Anggun pasang raut penasaran. Anya dan Nanda kompak mengangguk setuju.
“Udah di bilang gue nggak ngelamun juga."
“Terus dari tadi bengong apa donk namanya?”
“He he he… lha wong gue Cuma lagi mikir kok. Cuma keasikan," balas Gresia sambil nyengir.
Nanda memutar mata. Itu mah sama aja. "Emangnya yang loe pikirin itu apa?"
"Ada aja."
Pletak.
Pletak.
“Gila loe, sakit tau," Gresia meringis sambil mengusap-usap kepalanya yang sakit karena sebuah jitakan yang mulus mendarat di kepalanya. Bahkan tanpa permisi sama sekali.
“Makanya cerita. Masa ia sama kita aja loe pake rahasia-rahasiaan segala sih," paksa Nanda lagi.
“Kalau gue nggak mau cerita terus kenapa?”
Pletak pletak.
Kali ini dua jitakan mendarat dengan serentak di kepalanya.
“Astaga, kalian mau bunuh gue ya?”
Anggun mencibir. “Jangan lebai, nggak ada orang yang mati cuma gara-gara kepalanya di jitak."
“Udah buruan cerita!” sambung Anya yang sedari tadi terdiam.
“Ia, gue cerita," Gresia terpaksa mengalah, terlebih ketika tatapan membunuh dari teman-temannya. Dalam hati ia berpikir, kok dia bisa berteman sama mereka ya padahal sadis begitu.
“E, sebenarnya," Gresia mengantungkan ucapannya. Sejujurnya ia tidak yakin jika menceritakan permasalahannya saat ini adalah keputusan yang tepat. Terlebih ketika ia sudah cukup mengenal ketiga orang yang kini ada di dekatnya. Ia bisa menebak reaksi mereka begitu mendengar kabar yang akan di sampaikannya.
"Apa sih? Nggak usah sok bikin penasaran gitu deh," Nanda mulai gusar.
"Gue di jodohin," gumam Gresia nyaris tak terdengar.
Hening. Seolah-olah begitu berat mencerna kabar yang baru di dengarnya. Tapi tak berapa lama kemudian.
"Ha ha ha, nggak lucu!" potong Anggun tak percaya. Anya dan Nanda juga berpendapat sama. Hari gini mau di kibulin. Nggak mempan. Tapi saat melihat raut Gresia yang terlihat serius Nanda kembali bertanya.
"Loe serius?".
Gresia membalas dengan anggukan. Membuat ketika temannya saling pandang baru kemudian tanpa di komandani serentak ngakak. Untuk kali ini Gresia setuju dengan kalimat kalau "penyesalan selalu di akhir. Buktinya, sekarang ia nyesel cerita.
“Elo di jodohin?!” ujar Anya memastikan.
“Itu pertanyaan atau pernyataan," gerut Gresia sebel. Sementara Nanda dan Anggun masih belum bisa menghentikan tawanya.
“Please deh, nggak ada yang lucu di sini," geram Gresia kesel.
“Abis ada ada aja. Di kira ini masih jaman Siti Nurbaya kali ya,” ujar Nanda di sela tawanya.
“Tapi ngomong-ngomong loe di jodohin sama siapa? Keren nggak? Kalau keren mah nggak papa donk. Lagian loe kan jomblo,” tanya Nanda kembali.
Gresia menatap wajah temannya satu persatu. Kali ini ia ragu. Apa menceritakannya merupakan keputusan yang tepat. Ia sangat tau tabiat sahabatnya yang satu itu. Ia paling tidak suka mengetahui segala sesuatunya hanya setengah-setengah.
“Arga,” akhirnya Gresia buka mulut dengan suara lirih yang nyaris tidak terdengar.
“Uhuk uhuk,” Anggun yang kebetulan sedang mengunyah baksonya langsung tersedak.
“Loe bilang siapa?” tanya Anggun kemudian.
“Arga? Si kentang goreng itu?” tanya Nanda lagi. Gresia hanya mengangguk.
“Maksut loe si playboy cap ikan hiu itu?” tambah Anya. Lagi lagi Gresia hanya mengangguk.
“Yang pacarnya Lila itu?” sambung Anggun yang masih tidak percaya.
“Udah di bilang ia juga."
“OMG,” jerit ketiganya serentak.
“Loe beruntung banget,” gumam Nanda lagi.
“Loe lagi muji atau ngeledek?” geram Gresia.
“He he he,” Nanda cuma nyengir. Jelas saja itu ledekan. Beruntung dari mana pacaran sama playboy.
“Tapi kok bisa sih? Gimana ceritanya?" Anya tampak antusias.
"Ceritanya panjang."
“Ya udah pendekkin. Gitu aja kok repot,” Nanda angkat bahu.
Kemabli menatap wajah ketiga temannya, Gresai terdiam. Belum sempat mulutnya terbuka, suara bel tanda waktu istriahat berakhir terdengar.
“Lain kali aja deh, udah bel tuh. Mending kita masuk kelas aja lagi,” ujarnya merasa lega.
“Yah," serentak Nanda, Anya dan Nanda pasang raut kecewa. Sebaliknya Gresia justru malah tersenyum.
“Tapi inggat loe harus cerita sama kita,” ancam Nanda sebelum Gresia beranjak pergi dari tempat duduknya.
“Nggak janji,” sahut Gresia santai sambil meloyor pergi di ikuti oleh teman-temannya yang masih merasa kecewa.
Selama pelajaran berlangsung, Gresia sama sekali tidak bisa konsentrasi mengikuti nya. Pikirannya masih melayang mengingat kejadian tadi malam. Bagaimana bisa kedua orang tuanya merencanakan perjodohan yang menurutnya teramat sangat konyol dan sama sekali tidak masuk di akal. Masih mending kalau ia di jodohin sama Dirga _ Cowok yang selama ini diam-diam ditaksirnya. Tapi ini malah sama si Arga. Cowok yang terkenal playboy, suka mainin cewek plus udah punya pacar lagi. Kurang ngenes apa lagi coba.
Saat istirahat kedua, Gresia dengan cepat ngacir meninggalkan kelas sebelum teman – temannya sempat menginterogasi. Ia bahkan memilih ke perpus sebagai tempat persembunyian.
“Gue mau ngomong sama loe."
Gresia yang sedang asik membaca langsung menoleh ke asal suara yang ada di samping nya. Ia celingak clinguk menoleh ke kanan dan kekiri. Masih tidak yakin kalau orang yang entah sejak kapan duduk disampingnya sedang berbicara kepadanya.
”Loe ngomong sama gue?” tanya Gresia setelah yakin kalau tidak ada orang lain selain dirinya.
“Loe pikir gue ngomong sama tembok? Udah gila apa?” balas Arga ketus.
“Yee, siapa tau. Lagian loe kan emang aneh,” gumam Gresia lirih.
“Apa loe bilang barusan?" tanya Arga menaikan alisnya.
“He he he. Nggak ada apa-apa kok,” elak Gresia cepet.
“Awas loe kalau sampai berani bilang gue aneh."
Bukannya takut Gresia justru malah tersenyum. Dengan polosnya ia bertanya. “Lho jadi loe denger?”
“Loe pikir gue budek."
“Kali aja," gadis itu angkat bahu.
“Wah bener-bener loe, tadi undah ngatain gue aneh, sekarang ngataing gue budeg. Berani loe sama gue?” ujar Arga penuh penekanan. Refleks Gresia langsung mengeleng-geleng.
“Udah deh, gitu aja di ributin. Tadi Loe bilang ada urusan sama gue. Ya udah ngomong aja."
“Nggak di sini. Loe ikut gue,” tanpa ba bi bu Arga meraih tangan Gresia dan menariknya keluar dari perpus.
“STOP!” bentak Gresia Kontan Arga menghentikan langkahnya.
“Kenapa?” tanya Arga dengan tampang Bete.
“Nggak usah pegang-pegang gue segala deh."
“WHAT?!”.
Gresia hanya memanyunkan mulutnya sambil melirik tajam Kearah Arga.
“Loe pikir gue tertarik sama loe?”
“Ye siapa tau, loe kan playboy. Kambing di bedakin aja doyan, apa lagi gue yang cantik gini."
Arga segera berbalik. Kali ini ia memandang Gresia intens dari kepala sampai kaki. Gresia saja sampai salting di lihatin seperti itu.
“Tertarik sama makhluk yang model kayak gini? Ih amit-amit deh,” sahutnya kemudian sambil bergidik.
“Maksut loe?!” Gresia merasa tersindir.
“Mendingan loe ngaca deh. Rata gitu,” cibir Arga sambil tersenyum mengejek. Tapi sedetik kemudian.
“ADUH!” jeritnya.
“Mampus loe,” geram Gresia sambil berlalu pergi meninggal kan Arga yang masih kesakitan karena kakinya di injek sekenceng-kencengnya.
“Dasar cewek gila. Sarap,” maki Arga sambil terus mengusap-usap kakinya yang masih sakit, sementara Gresia sudah jauh pergi meninggalkannya.
“Sial! Tadi gue manggil dia kan buat nomongin masalah kita. Kok malah gue di tinggalin gini. Sambil kesakitan lagi. Awas loe. Tunggu aja pembalasan gue. Argh!"

Cerpen Remaja Tentang Aku dan Dia

Brugh.
“Aduh sory sory sory, gue nggak sengaja."
Tanpa melihat siapa yang ditabrak, Gresia segera berjongkok untuk mengumpulkan kertas – kertas ulangan yang berserakan di lantai. Karena sikap ceroboh yang dimilik tanpa sengaja ia menabrak orang.
Tepat saat ia berusaha mengambil kertas yang ada di hadapannya, secara bersamaan sebuah tangan juga melakukan hal yang sama. Refleks Gresia menoleh.
Deg.
Sepertinya lapisan ozon bener-bener sudah menipis dan telah terjadi pemanasan global di mana-mana yang menyebapkan berkurangnya oksigen ( ???) karena kali ini Gresia mendadak merasa sulit untuk bernapas. Matanya terasa silau menatap makhluk yang ada di hadapannya yang tidak lain adalah Dirga. Cowok yang diam-diam di taksirnya.
“Dirga?"
Lagi-lagi Gresia merasa kesulitan untuk bernafas begitu melihat sebuah senyuman manis yang di lontarkan makhluk di hadapannya.
“Aduh sori ya, tadi gue beneran nggak sengaja,” tambah Gresia kemudian setelah berhasil mengatasi gejolak di dadanya.
“Nggak papa kok. Kayanya gue tadi juga salah. Soal nya gue jalan tadi nggak liat-liat."
Tuh kan siapa coba yang nggak akan jatuh cinta. Dirga itu selain keren, punya senyum yang manis, juga orangnya sopan.
“Ya udah gue duluan ya,” pamit Dirga beberapa saat kemudian. Gresia hanya mengangguk sambil terus memandangi punbggung pria itu yang terus berjalan menjauh sampai kemudian hilang dari pandangan.
To Be Continue….
Next : Cerpen Remaja Tentang aku dan dia part 02
Detail cerpen

Random Posts

  • Cerita SMA Diera Diary ~ 01 {Update}

    Berhubung Cerita SMA Diary Diera adalah cerpen pertama yang di post di blog ‘Star Night’, maka Cerpen ini juga akan di jadikan cerpen pertama yang direhap ulang di blog ini. Kalau di pikir pikir sebenarnya ada hikmahnya juga insidet yang terjadi kemaren. Jadi admin punya kesempatan buat mengedit kembali tulisan admin sembari nunggu semangat nulis balik lagi. Okelah, berikut part pertamanya dari serial Diera Diary, yang tentu saja sudah lebih rapi di bandingkan versi sebelumnya. Buat yang mau baca lagi silahkan, buat yang enggak juga nggak papa. Yang jelas, Admin cuma berusaha untuk sedikit merapikan hasil karya seblumnya. Selamat membaca ya…Cerita SMA Diera Diary ~ 01 UpdateDiera menutup buku pelajaran yang baru saja di bacanya dan kembali menyimpan di antara tumpukan buku-buka yang ada di meja belajar. Perhatiannya ia alhikan kearah Hp yang tergeletak di samping. Segera di raihnya benda mungil tersebut, sambil rebahan di kasur di ia nyalakan mp3 dengan volume full untuk mendegarkan lagu-lagu kesukaannya.Ditariknya nafas dalam-dalam begitu pikirannya kembali melayang mengingat kejadian tadi siang di sekolah. Rasa kesel kali ini benar-benar memenuhi rongga hatinya. Bagaimana tidak, orang yang selama ini ia taksir alias di sukai diam-diam ternyata tidak lebih dari seorang yang sangat menyebalkan.Jadi ceritanya gini, saat itu ia baru saja selesai makan siang di kantin sekolah. Ia sebenarnya sudah siap-siap untuk langsung pergi tapi perhatiannya sudah terlebih dahulu teralih ke arah seseorang yang sedang berjalan masuk. Bukan hanya dia sih yang memperhatikan, tapi hampir seluruh penghuni kantin cewek menatap sosok tersebut sambil diam-diam membenahi dandanannya. Biasalah, CPCP alias curi pandang cari perhatian secara yang datang adalah Rian yang merupakan cowok yang menurut hampir seluruh siswi di sekolah termasuk dirinya, merupakan cowok paling cool. Bahkan jika Diera boleh jujur, ia sendiri sudah cukup lama naksir pada Rian. Terhitung sejak pertama sekali masuk sekolah. Hanya saja walau pun sekarng sudah hampir masuk tahun pelajaran terakhir, ia sama sekali belum pernah melakukan kontak sama Rian karena tu orang selalu saja di kelilingi cewek-cewek cantik yang berusaha menarik perhatiannya kebetulan mereka memang bukan rekan sekelas.Cerita berlanjut, kebetulan siang itu semua meja di kantin sudah penuh semua kecuali kursi yang ada di samping Diera karena teman-teman yang biasa bersamanya sedang mendapat kan 'hadiah' dari gurunya gara-gara kompak nggak bikin pr. Niatnya sih pengen seru – seruan, sayangnya nggak pilih pilih guru dan berakhirlah acara makan siang dengan tugas dihadapan.Berusaha memasang senyum paling manis, Diera berharap agar ‘pangeran’ itu berkenan untuk duduk disampingnya. Ntah mungkin karena memang malaikat lewat disampingnya sehingga doanya langsung terkabul atau memang itu hanya kebetulan saja, yang jelas Rian memang bener-benar berhenti tepat di hadapannya." Loe udah selesai makan ya?" tanya Rian kearahnya.Tak menyangka akan disapa duluan senyum Diera semakin mengembang. Dengan berlahan kepalanya mengangguk membenarkan. " Kok masih duduk di sini?" tanya Rian lagi.“Oh itu. Iya sih. Tapi nggak papa kok, lagian gue juga nggak keberatan kok kalau harus nemenin loe.”"Loe emang nggak. tapi gue yang keberatan soalnya selera makan gue bisa langsung hilang kalau di temenin cewek kayak loe.”Detik itu juga senyum di wajah Diera langsung lenyap tanpa. Cewek kayak loe? Maksutnya?"Mendingan loe buruan cabut deh sebelum selera makan gue beneran ilang" tambah Rian santai tanpa memperdulikan wajah shock gadis dihadapannya.Untuk beberapa saat Diera terdiam sebelum kemudian kesadarannya pulih. Tatapan tajam segera ia lemparkan kearah sosok dihadapannya. Tapi yang ditatap terlihat santai dan justru malah jelas jelas memasang tampang mengusir dirinya."Loe kok masih duduk sih. buruan, kaki gue udah pegel nih.”"Terus masalah buat gue,” balas Diera menantang.Mata Rian tampak berkedap – kedip. Seumur – umur baru kali ini ada cewek yang berani menantang dirinya. Dan lagi, Rian masih ingat kalau cewek yang berdiri dihadapannya beberapa saat yang lalu masih sempat memasang senyum cute di wajahnya."Kalau loe emang mau duduk ya duduk aja disana. Kalau loe emang nggk mau mendiangan loe cabut aja dari sini. nggak ngaurh jua ama gue" tambah Diera sambil gantian menlamabaikan tangannya tanda ngusir. Tanpa memperdulikan tatapam kesel Rian, Diera justru malah memesan es sirup rasa stroberi kepada pelayan yang ada di sana. Sambil menunggu pesanannya datang ia pura-pura asik membaca buku yang baru diamabil dari dalam tasnya. Namun, tanpa diduga buku tersebut langsung berpindah tangan."Mau loe apa sih?" tanya Rian." Justru mau loe yang apa. Pake ngambil buku gue segala. Balikin nggak !!!" bentak Diera sambil berusaha mengambil bukunya kembali yang justru malah diangakt lebih tinggi oleh Rian."Ih loe tu nyebelin banget sih,” gerut Diera setengah membentak.“Kadi loe mau buku loe balik?""ya ia lah. itu buku pr gue kali. Ntar mau di antar ke pak Ridwan. Jadi buruan balikin.”"Nih!" kata Rian sambil menyodorkan buku tersebut. Tapi sebelum Diera sempet meraihnya Rian sudah terlebih dahulu melepaskannya. Alhasil buku tersebut sukses mendarat di lantai."Elo….!" Tujuk Diera tepat di wajah Rian tapi tesangka masih hanya angkat bahu, membuat Diera semaikin sebel. Akhirnya dengan terpaksa Diera membungkuk untuk mengambil bukunya kembali. Diluar dugaan, pada saat yang sama air turun dari atas. Tepat menyiram kearah bukunya yang masih tergeletak dilanti."Ya Tuhan, buku gue…." "Ups… Sori. sengaja…" Diera mendongak, matanya menatap tak percaya kearah Andreani, teman sekelasnya yang kini berdiri tepat dihadapannya dengan sebuah botol minuman kosong ditangan. Bukti nyata kalau ia pelakunya."Elo apa-apaan sih,” bentak Diera tak mampu menahan diri."Itu akibatnya karena elo udah berani ganguin Rian," balas Andreani sambil mendoroang pundak Diera. Rian hanya menatapnya dengan kaget plus bingung dengan apa yang terjadi."HA!" Diera tampak bingung. Memang apa hubungannya?"Jadi mendingan sekarang juga loe buruan pergi deh. Atau loe mau tas loe mengalami nasib yang sama" tambah Angela sambil mengangakat botol aqua yang ada di tangannya tepat di atas tas Diera yang masih tergeletak di meja.Diera sebenernya ingin membalas tapi urung karena melihat sekeLillyngnnya. Kelima teman Andreani ada di sana. Jadi percuma juga ia melawan. Sudah pasti kalah lah dia. Dengan terpaksa di ambil tasnya dan segera berlalu dari hadapan mereka diikuti tatapan rian yang terus memperhatikannya sampai ia menghilang dari balik pintu kantin."Gimana Rian, sekarang udah nggak ada lagi yang nganguin loe kan? Jadi loe bisa makan dengan tengang," Angela tersenyum manis sambil menarikan kursi untuk Rian."Maksut kalian tadi apa sih?" tanya Rian tanpa memperdulikan perhatian Angela sama sekali."Memangnya kita kenapa?""Ya apa maksut kalian pake nyiram buku dia segala. Kasian tau.”“Ha ha ha, kasihan? Biarin sajalah. Itu emang pantes buat cewek kayak dia. Lagian ngapain sih loe mikirin Diera segala?""Diera? Siapa?" kening Rian tampak berkerut samar.“Ya cewek yang tadi lah. Udah deh, lupain aja. Mendingan sekarang loe duduk. Loe mau makan apaa? Biar sekalian gue pesenin buat loe" tawar Andreani lagi."Nggak usah. Gue udah nggak laper" balas Rian sambil pergi tanpa menoleh lagi."Huh…." Diera kembali menghembus kan nafas panjangnnya. Dilepasnya earphon dari terlinganya. Karena selain insiden yang terjadi di kantin tadi masih ada yang bikin ia tambah kesel yaitu ia terpaksa harus di hukum di luar kelas dan menyelesaikan kembali semua soal prnya karena ia tidak mengumpulkan tugas yang telah diberikan.Dengan berlahan ia bangit, diraihnya jam beker di meja, pukul sepuluh lewat seperempat. Akhirnya diputuskannya untuk tidur saja. Tidak lupa ia memasang alaram. karena besok ia masih harus datang pagi karena kebetulan besok ia mendapat giliran piket membersih kan kelas.Setelah beres, kembali di nyalakan mp3nya. Sambil rebahan di kasur ia mulai memjamkan matanya di iringi lagu D’bagindas, band Favoritnya. Bahkan buku hariannya penuh dengan lagu lagu tersebut yang akan mengantarnya ke alam mimpi. CintaBerapa kali… ku harus kata kan cintaBerapa lama… ku harus menunggu muDi ujung gelisah ini aku …Tak sedetik pun tak ingat kamuNamun dirimu masih begituAcuhkan ku tak mau tauluka luka luka yang ku rasakanbertubi tubi tubi engkau berikancinta ku bertepuk sebelah tangantapi aku balas senyum keindahaanbertahan satu cinta…bertahan satu c.i.n.t.a…bertahan satu cinta…Bertahan satu c.i.n.t.a….Cerita SMA Diera Diary ~ 01 Update“Gila, tu orang emang keren banget ya. Coba aja jadi cowok gue… u,,,, pasti gue seneng banget deh” kata Lilly pada teman-temannya sambil ngemil kripik singkong di taman.“DOR!!!” teriak Diera yang baru datang dari perpustakaan.“Eh dor pintu, doraemon” Lilly kumat latahnya.“Ha ha ha “ Diera malah tertawa dan segera mengambil kripik yang ada di tangan Lilly dan langsung memakannya.“Ih jahil banget sih loe. Bisa nggak sih sehari saja nggak ganguin gue!” bentak Lilly sambil merebut kembali kripik nya yang baru saja di rampok sahabatnya itu.“He he he…. Enggak!” balas Diera santai. “Abisnya ya kalau nggak ngerjain loe, kayak gimana gitu… ibarat sayur nie ya, nggak di kasih garam,. Hambar.”“Ia. Ngggak di kasih bawang, penyedap sama minyak sekalian” tambah Lilly sewot. Yang lain hanya tertawa mendengarnya.“Eh tapi lagi pada ngosipin apa sih. Kayak nya seru banget?” tanya Diera kemudian.“Siapa lagi kalau bukan tentang pangeran kita…. Rian ” sahut Narnia“Kita?…, kalian aja kali, gue nggak” ralat Diera lagi. “Masa sih? Yakin loe nggak naksir ma dia. Bukannya buku diary loe penuh nama dia ya. Gue udah baca lo…” ledek Hera sambil tertawa. Kontan Diera yang sedang mengunyah keripik di mulutnya langsung tersedak.“Ha?.. yang bener loe ra?” Lilly kaget. Hera mengangguk membenarkan.“Enggak kok. Hu,…. Ngasal aja loe kalo ngomong” bentak Diera malu. Teman-temannya yang lain lansung ikutan mengodanya.“Terus ra, emang dia nulis apa aja. Kok loe nggak cerita ma gue sih. Kapan loe bacanya,? Dimana?”Sebrondongan pertanyaan keluar dari mulut teman-temannya yang penasaran.“Ia. Waktu gue lagi jalan kerumahnya. Gue temuin di kamarnya dia. Loe mau tau gak apa aja yang di tulis….”Diera segera meraih kripik yang ada di tangan Anggun dan langsung memasukan semuanya ke dalam mulut Hera sebelum gadis itu sempat menyelesaikan ucapannya. Kontan Hera kaget.“ Ah, Gila ya loe. Mau bunuh gue?”“Ia, sekalian mau gue jadiin daging cincang,” geram Diera lagi.“Udah ra, loe lanjutin lagi,” kata Lilly yang sudah sangat penasaran sambil memegani Diera yang berusaha memberontak.“Awas loe. Berani ngomong sepatah kata aja beneran gue bunuh loe” ancam Diera yang kini sudah tidak berdaya karena bukan hanya Lilly yang memeganginya tapi juga Niken dan Anggun.“Ha ha ha…..” Hera malah ketawa sendiri melihatnya.“Udah cepetan ra, certain ma kita” desak Lilly tampak tak sabar.Hera memandang ke arah Diera yang terus memandangnya dengan tatapan memohon.“Kalian beneran mau tau?”“Ya ia lah. Makanya buruan cerita in. muter-muter mulu loe dari tadi.”“E, tapi sory ya. Mending kalian cari tau aja sendiri. Gue nggak mau berita gue di bunuh masuk ke Koran cuma gara gara ngebocorin rahasia sahabatnya. Jadi kalau emang kalian mau tau, cari tau aja ndiri. Palingan tu diary ada di dalam tas nya” terang Hera. Diera bersukur dalam hati. Rahasianya aman. Tapi beberapa saat kemudian ia memandang teman-temanya yang juga sedang menatap kearahnya. Jangan bilang kalau mereka…Benar saja dugaanya. Semuanya langsung berhamburan cepat-cepat sampai menuju kekelasnya. Untuk mengambil diary nya yang ada di dalam tas tentunya. Diera sudah berusaha mengeluarkan semua tenaganya untuk sampai duluan. Tapi tetap saja ia kalah cepat karena kini tas nya ada di tangan Anggun, sementara ia sendiri sudah tidak berdaya.“Pleasse donk. Kalian jangan jahat gitu deh ma gue” pintanya memohon pada Lilly yang masih memegangi tangannya.“Ah loe. Tenang aja. Lagian sejak kapan di antara kita semua pake ada rahasia-rahasiaan segala.”“Tuhan tolong gue….” pinta Diera dalam hati nya. Sementara itu teman-temannya sudah membongkar semua isi tasnya dengan sangat antusias, tapi…..Hasilnya nihil.Selain dari buku-buku tidak ada lagi benda berharga yang mereka cari. Rasa kecewa jelas tepancar dari wajah mereka. Sebaliknya Diera langsung merasa lega.“Yah kok nggak ada si….”“Sukurin. Abis kalian jahat sih ma gue,” kata Diera segera mengumpulkan kembali semua barang-barangnya yang berantakan di mejanya. Pada saat bersamaan bel tanda waktu istirahat selesai pun terdengar. Satu persatu dari teman-temannya masuk kekelas.Diera sedang konsentrasi mendengarkan penjelasan dari pak Agus tentang perkembang biakan pada mamalia. Sampai ada sesuatu yang mengusik ingatannya.“Tunggu dulu…. Kalau emang diary gue nggak ada di dalam tas. Terus sekarang di mana donk?” pertanyaan itu muncul dengan sendirinya yang membuatnya cemas. Bagaimana pun juga buku itu tidak boleh jatuh ke tangan orang lain.Diera mencoba mengingat-ingat kembali kapan terakhir ia benda itu ada di tangannya.Oh ya tadi malam, gue isi terus gue taruh dalam tas kemudian…. “ ia coba mengingat-ingat kemabali. “Tapi kalau emang gue taruh ke dalam tas kok nggak ada ya?” ia makin bingung and cemas.“YA TUHAN!!!” pekik nya sepontan sambil berdiri, kontan semua memandangnya karena kaget, apalagi saat itu pak Agus sedang menerang kan pelajarannya.“Diera ada apa?” tanya Pak Agus. Terlebih dilihatnya tampang Diera sudah pucat.“Loe kenapa, sakit?” tambah Lilly yang duduk di sampingnya merasa heran.“E… anu pak…nggak kok . E… cuma saya mau minta izin buat kekamar mandi sebentar” kata Diera gugup.Begitu keluar dari kelasnya Diera segera berlari ke perpustakaan kelasnya. Ia baru inggat kalau tadi sebelum ketaman ia ke perpus dulu untuk mengembalikan buku buku yang kemaren ia pinjam. Dan ia baru nyadar kalau waktu itu nggak sengaja diary ia juga ia bawa.Begitu sampai di perpus ia segera mencarinya ke tempat-tempat yang tadi ia datangi. Tapi walaupun ia sudah mondar-mandir ketempat-temapa tersebut hasil nya tetap nihil. Membuatnya semakin merasa panic.“Duh gue harus cari di mana lagi nih…?” gumamnya kebingungan. Ia sudah bertanya ke penjaga nya tapi tu orang bilang nggak tau. Dengan lemes Diera kemabli menuju kekelasnya.“Ra loe kenapa?” tanya Lilly saat mereka merapikan buku-bukunya karena udah waktunya pulang sementara temannya yang satu ini malah lemes begitu.“Loe beneran sakit. Kok pucet gitu muka nya?” sambung Anggun sambil menyentuh keningnya. Ia Heran karena tadi waktu istirahat Diera masih baik-baik aja.“Mati gue….”“Loe kenapa sih?” teman-temannya makin bingung.“Diary gue ilang.”“Ilang?” ulang Hera, Diera membalas dengan anggukan lemesnya.“Ha?! Kok bisa?”“Serius loe?”Diera menganguk bahkan ia sudah hampir menangis. Nggak kebayang gimana kalau sampi diary itu di baca sama orang-orang. Padahal isinya kan curhatan semua.“Coba deh loe inget-inget lagi. Palingan juga di rumah loe” Hera mencoba menenangkan.“Nggak. Gue itu inget banget. Tadi itu gue nggak sengaja ke bawa waktu ke perpus, trus waktu gue lagi milih-milih buku gue taruh gitu. Dan gue lupa ngambil lagi. Tadi juga udah gue cek, tapi nggak ada. Gimana donk."“Ya udah lah ra,… ayo kita temenin nyari lagi, kali aja keselip dimana gitu.”Akhirnya semuanya kembali ke perpus. Bahkan sampai perpus nya mau di tutup karena memang sudah waktunya pulang tuh diary masih juga nggak ketermu di mana wujudnya. Semuanya sepakat pulang dan akan kembali mencarinya besok.To Be Continue. Lanjut baca ke Cerita SMA Diera Diary ~ 02 untuk mengentahui kelanjutan ceritanya. ~ With Love ~ Ana Merya ~

  • Cerpen Story about us Part 2

    Cerpen Story about us Part 2_ Akhirnya bisa muncul ke permukaan juga. He he he. Admin lupa sodara sodara di mana kemaren nyimpen foldernya. Terpaksa sigin sigout puluhan email dolo buat mencari lanjutannya. Maklumlah, Yang harus di ingat bukan hanya satu…#plaks…Okelah, untuk Cerpen Story about us Part 2 ini no edit sama sekali. Lagi lagi harap di maklum aja ya kalau mungkin banyak yang kacau_Sekacau kondisi adminnya_ saat ini. ^_^-} Cerpen Story About us Part 1Malam itu, Vanno bener-bener nggax bisa tidur karena terus terbayang wajah Vanny, ia mencoba dan terus mencoba untuk memejamkan matanya. tapi, tetap saja bayangan wajah Vanny terus terbayang."Huuuh, kanapa sih sama gue… kanapa gue nggax bisa melepas bayangan Vanny sedikit pun…" kata Vanno sambil duduk di kasurnya.sebagian

  • Cerpen cinta Tantang Aku dan Dia part 6 {Update}

    Next to part 6 Cerpen cinta tentang aku dan dia. Acara edit mengedit kan baru bisa selesai di part ending. So lanjut aja deh…Tetep "alon alon asal kelakon". XDOh ya, yang belum baca part sebelumnya bisa baca dulu gih di cerpen romantis tentang aku dan dia part 5.Credit gambar : Ana Merya“Lho Gres, Loe mau kemana?” Tanya Arga heran.“Ya mau pulang donk” Sahut gresia cuek sambil terus melangkah."Kan dari kemaren gue udah bilang, loe kalau pulang dan pergi harus bareng sama gue" Ujar Arga sambil berusaha mensejajarkan langkahnya.sebagian

  • Cerpen Cinta Sedih: SEMUA TENTANG KITA

    Semua Tentang kitaKarya Putri Ayu PaundanNamaku natasya, aku pernah mencintai seseorang dengan tulus. Tapi, semua ketulusan cintaku padanya berakhir sia-sia. “Natasya, jangan sedih terus dong. Senyuum.” kata sahabatku dewi sambil mencari tisu di meja rias kamarku“gue gak bisa dew, gue ga terima dia ninggalin gue, pergi gitu aja tanpa pamit.”Arya adalah seorang cowok yang sangat aku sayangi, dia pergi meninggalkanku tanpa alasan. Akupun baru tau kepergiannya setelah sehari dia pergi. Dia juga tak pernah mengabariku kenapa ia pergi. Yang ku tau, Arya harus meninggalkan sekolah lamanya bersamaku karna dia di tuntut kedua orang tuanya untuk tinggal di pesantren , tepatnya di daerah lampung. Akupun terpukul mendengarnya.“sya, lo gak bisa terus-terusan mikirin arya kaya gini. Dia itu gamau bilang kepergiannya karna dia gamau liat lo sedih. Coba kalo dia tau lo sedih kaya gini. Gimana sya.”“tapi gue kecewa banget wi, lo ga ngerti perasaan gue.”Sehari sebelum arya pergi, teman-teman sekelasku sebenarnya sudah tau akan kabar bahwa arya akan pindah dari sekolah. Tapi arya melarang mereka semua untuk memberitahuku dan merahasiakan semuanya. Ini juga karena arya gak ingin buat aku bersedih. Tapi justru malah sebaliknya .***Seminggupun berlalu, aku masih belum bisa menerima semua ini. Disekolah rasanya sepi tak ada arya di sisiku yang biasanya setiap hari menyapaku, tertawa bersama. Arya juga tak pernah mengabariku dia menghilang begitu saja. Sampai sekarang aku belum bisa memaafkannya sebelum aku tau alasannya mengapa dia tak memberitahuku tentang kepergian dan kepindahannya ke lampung. Aku mencoba melupakannya tapi aku tak bisa, perasaan ini menyiksaku. Semakin aku mencoba melupakannya, semakin aku tak bisa menghapus kenangan Arya dari hatiku.“sya, maafin gue ya gue gak bilang sama lo . sebenernya gue udah tau Arya mau pindah dari sekolah, tapi Arya ngelarang gue buat bilang sama lo, katanya dia gak mau buat lo sedih. Lo pasti bisa dapetin yang lebih dari dia. Itu pesan arya buat lo.” Kata eza sahabatnya arya.Saat eza bilang semua itu kepadaku entah mengapa, hatiku gak bisa menerimanya. Aku menyayangi arya, hanya arya yang selalu ada di hatiku, dan dia yang terbaik untukku. Itu menurutku.“lo jahat za, kenapa lo gak bilang sama gue dan harusnya lo tuh ngerti.”“iya, maafin gue sya. Gue salah, tapi mau gimana lagi arya udah pergi dan asal lo tau sya. Dia sayang banget sama lo. Dia sebenernya gamau pindah, tapi karna desakan orang tuanya dia pindah ke pesantren.”“ gue kecewa za sama dia. Kenapa dia gak bilang dari awal?”kataku lemasAku meninggalkan eza yang masih diam membisu diambang pintu kelasku. Aku gak mau mendengar semuanya lagi. Aku udah cukup kecewa dengan semua ini. andaikan waktu bisa berhenti berputar untuk saat ini, aku ingin kembali dan melihat arya untuk terakhir kali.***Pagi hari di kelas,Seiring berjalannya waktu meskipun arya tak pernah mengabariku, dan mungkin dia sudah lupa denganku. Yaa, begitupun aku masih terus mencoba melupakannya. Hari-demi hari kujalani semuanya seperti normal dulu sebelum arya pindah dari sekolah ini. Aku hanya bisa mencoba untuk ikhlas dengan yang ku jalani sekarang. Andaikan ini semua mimpi, aku tak mau ini semua akan terjadi. Tetapi apa daya semuanya bukan mimpi, ini nyata.“sya…” panggil seseorang dari tempat duduk belakang dan ternyata itu eza , dia berjalan menghampiriku“apaan za?’’ kataku“sya, kemaren arya chat gue nanyain lo.”“terus?”“kok terus?” “iyaa, terus kenapa? Apa urusannya sama gue?”“adalah ”“apaan?” tanyaku sinis“dia masi nungguin lo.”“oh.” Jawabku singkat“dih ngeselin nih anak, emang lo gamau tau kabarnya dia?” “ah gatau gue, gue bingung sama dia , dia bilang sayang sama gue tapi apaan ninggalin gue gitu aja dan udah seminggu lebih gue gatau kabarnya.”“yaa lo tanya lah kabarnya gimana?” “ngapain ah za, gue cewek gengsi kali nanya ke cowo duluan.” Kataku agak jengkel“gue bingung ama lo berdua, lo sama arya sama-sama sayang, tapi gak ada yang mau mulai duluan. Gimana kalian mau jadian kalo sama-sama gengsi. Cinta, tapi munafik. ”“harusnya dialah, minta maaf enggak , kabarin gue juga enggak. Kalo gue disuruh milih untuk kenal sama dia atau gak, gue akan lebih milih enggak dari pada gue harus sakit hati kaya gini akhirnya…gue malah kecewa banget.”“yaaa, kemaren dia nanyain kabar lo, ya gue jawab lo sedih banget dia pindah.”“lo jujur amat si za, aaaah tau deh.”***Hari terus berganti, meninggalkan semua kisah yang ada begitupun kisah ku dengan arya , aku bertekat untuk melupakannya. Aku udah cukup kecewa dengan semua ini. Setiap kali aku berdoa, mendoakannya untuk kembali bersama ku lagi seperti dulu tapi itu semua tak mungkin. Aku memang mencintai arya, tetapi tak pernah arya jujur akan rasa sayang dan cintanya kepadaku, selalu eza yang bilang kepadaku setiap kali arya curhat kepadanya. Aku bingung dengan semua ini, mencintai seseorang tanpa sebuah kepastian yang pasti.Tuhan….. jika memang dia yang terbaik untukku, jagalah dia disana tuhan…Jagalah hatinya untukku, dan jagalah hatiku untuknya…Aku disini hanya bisa mendoakannya, melihat nya dari kejauhan…Ini berat untuk ku jalani Tuhan… jauh dari seseorang yang aku sayangi…..Aku menyayangi dan mencintainya… tabahkan hatiku Tuhan…Tuhan .. hanya satu pintaku, jagalah iya saat aku jauh dari sisinya…. :’)Setiap malam setiap ada kesempatan aku berdoa dan menangis, akankah cintaku padanya akan kembali seperti dahulu menjalani hari-hari dengan penuh canda maupun tawa. Cinta ini membunuhku…kau adalah mimpi takkan pernah ku gapai.***Sebentar lagi liburan semester tiba, 6 bulan sudah berlalu. Sebenarnya momen-momen itulah yang selama ini ku tunggu. Karna liburan sekolah Arya pasti pulang ke Jakarta dan ada kemungkinan kita akan bertemu lagi. Tetapi , mendengar kabar kalo Arya pasti akan pulang ke Jakarta hatiku biasa saja. Tidak ada getaran-getaran seperti dulu saat aku bersamanya, mungkin karena selama 6 bulan ini aku sudah terbiasa tanpanya, yaa meskipun awalannya aku sangat terpukul dan kecewa juga sedih. Tapi sekarang aku sudah mempunyai seseorang yang bisa menggantikan hati Arya di hatiku yaitu Aka sudah 6 bulan juga aku mengenalnya. Aka datang di kehidupanku ketika hatiku sedang hampa dan kosong tanpa arah. Dia menyembuhkan luka di hatiku, awalnya aku memang tak bisa melupakan Arya karna bagaimanapun juga Arya akan selalu tinggal di hatiku. Saat kepergian Arya, Aka lah yang selalu menemani hari sepiku selama 6 bulan aku mengenal Aka, bagiku dia adalah seorang cowok yang baik , pengertian, dan sabar. Sudah 3 kali Aka menyatakan perasaannya padaku , tetapi tak pernah ku jawab aku hanya bilang kepada aka kalo aku masih mengejar sesuatu. Aka pun mengerti, walaupun dia tak pernah tau aku masih menunggu seseorang , yaitu Arya. Dan Aka masih setia menunggu hatiku. Dan akupun janji akan menjawabnya, aku menerima cintanya atau tidak saat ulang tahun Aka nanti.***Pagi di sekolah, “besok kita bagi rapot sya.” Kata dewi sahabatku“iya , gue takut nih jadinya masuk jurusan apa wi.”“udah yakin lo pasti IPA. ““yaa mudah-mudahan aja kalo kita bisa satu kelas lagi, lo IPA dan gue juga.”“amiin.”“haaai semua.” Sapa eza sambil duduk di sebelahku“apaan si za, JB JB aje.” Kata ku“hahaha…. lagi ngomongin apaan si? Serius amat?” eza tertawa pelan“jurusan za…” kata dewi “oh gitu yaa… lo pasti mah IPA, kalo gue sih maunya IPS.”“yaa amin-amin mudah-mudahan kita masuk yaa.” Kataku“iyaa amin .” kata mereka berdua“eh sya, btw gimana perasaan lo sekarang sama Arya?”tanya eza kepadaku“yaaah, lo ngomongin Arya lagi.” Jawabku lemes“dia selau nanyain keadaan lo sama gue sya, ya gue jawab lo baik. Arya juga bilang kenapa dia gak nembak lo. Katanya dia , dia gamau nyakitin lo lagi emangnya lo mau pacaran jarak jauh sama Arya? Arya takut lo nolak dia, kalopun lo nerima dia, kasian elo nya arya gak pernah ada di samping lo . lo tau kan pesantren gimana? Dia pulang juga pas liburan.”“yaaa.. gue tau. Status menurut gue gak penting. Yang gue mau komitmen za. Kepastian. Dia sayang sama gue tapi dia gak pernah bilang ataupun jujur sama persaannya sama gue. Gimana gue mau percaya sama dia, bisa aja kan dia pacaran disana atau udah punya cewek pengganti gue? Gue yakin za. lagian 6 bulan udah berlalu. Gue mungkin bisa lupain dia, tapi gue gak akan bisa ngelupain semua kenangan tentang kita”“oh iya, liburan dia kesini sya. Dia pengen ketemu sama lo.”“gue gamau lah za, udah cukup yang dulu2 gue gamau nantinya keinget dia lagi. Sekarang gue udah punya yang lain, meskipun gue belum jadian sama dia. Tapi kita udah deket semenjak Arya ninggalin gue.”“siapa?” tanya eza“aka namanya za, dia ganteng putih jago main basket dan juga jago futsal.” Kata dewi yang menambah pembicaraan suasana menjadi semakin hangat“serius lo sya?” tanya eza tak percaya“iya, gue serius dan suatu saat kita pasti akan jadian.” Kataku padanya“jujur nih gue sya sama lo Arya disana banyak yang nembak dan banyak yang sukain. Lo mau tau semua cewek yang nembak dia banyak, terus dia tolak. Adapun anak SD nembak dia, dan katanya mirip sama lo.”“terus di terima?” kata dewi sahabat ku, yang duduk di sampingku sembari membaca novel “gue belom tau kabarnya. setau gue sih dia belum jawab mau nerima tu cewek apa enggak.”# Bel pun berbunyi ***Pagi hari,Hari ini adalah hari yang ku tunggu-tunggu mama ku sudah bersiap-siap untuk mengambil rapotku. ketika sampai di sekolah , aku berpapasan dengan eza. eza tak melihatku mungkin dia gak sadar seseorang yang berpapasan dengannya itu aku. Setelah pembagian hasil rapot selesai ternyata alhamdullilah akhirnya aku masuk jurusan IPA, jurusan yang selama ini aku cari dan sudah aku rencanakan. “sya, tar abis bagi rapot main yuk.” Kata sari teman dekatku“okeey, siapa aja?” tanyaku“banyak lah. Pokoknya.”“okedeh.”“lo udah bagi rapot?” tanyanya“udah nih,”“wesss… ipa nih ye. Slamet yaa.”“lo emang belom?” tanyaku“belom, tar abis ini.”“oh okey, emng kita mau main apa?”“main UNO aja, hehe lo bawa uno?”“kagak sii, yaudah gue balik dulu yaa..tar samper gue aja.”***Siang hari,“natasya, ayok berangkat main.. anak-anak udah pada ngumpul. Jangan lupa uno nya.”Aku naik motor di jemput oleh teman dekat ku sari. Setelah beberapa menit sampai di rumah sabi, akhirnya kita semua main UNO“sabi, si eza gak dateng?”“gatau sya, katanya mau pergi.” Sabi adalah teman deketku juga , karna rumahnya adalah basecame kami, tempat kami berkumpul dan bercanda barengTak lama sambil kita memainkan UNO , ada suara motor berhenti di rumah sabi. Ici temen ku keluar dan membuka pintu. Ku lihat dari arah jendela ternyata eza, tetapi disana ada seseorang lagi. Memakai helm dan sepertinya aku mengenalnya, Cuma dari jendela tidak terlalu kelihatan. Seseorang itu melepas helm nya dan ternyata… OMG ! batinku…… ternyata seseorang itu adalah…“sya, ada Arya tuh.”“hah ? serius lo sab?”“iya serius gue, tuh anaknya kesini kan.”Oh Tuhaan…. apa salahku, aku tak ingin bertemu dengannya. Tetapi sekarang kita malah di pertemukan. Apa ini takdirku Tuhan.. untuk bertemu dia lagi. Deg….. tiba-tiba saja terasa jantungku berhenti, getaran ini sudah lama tak kurasakan. Sangat berbeda sekali bila aku dekat dengan aka, tidak ada getaran seperti ini. ada apa ini?” batinku“sorry sya, dari awal kita semua sudah ngerencanain ini, untuk nemuin lo sama Arya.”Aku dan arya hanya tersenyum tipis. Tapi aneh sikapnya Arya, dia bener-bener berubah. Dia tak menyapaku. Bahkan menegurku itupun tidak. Apa yang terjadi Tuhan batinku. Apa dia sudah menemukan yang lain? Entahlah…. selama kita semua ngobrol, tetapi aku dan arya tidak juga saling tegur sapa, kenal.. tapi kaya ga kenal.. Arya seperti orang asing dalam hidupku. “sya, arya kalian berdua diem aja..” ledek mereka“ayodong kangen-kangenan apa kek gitu?” kata ici teman dekatku yang juga ikut meledek“tau lo ya, udah ada orangnya malah di cuekin. Giliran ga ada malah nyariin.”ledek eza“apaansih lo za, gajelas.” Jawabku sinis“yee lo berdua tuh cinta, tapi munafik. Sama-sama cinta tapi malu-malu gak ada yang mau mulai duluan. Gininih jadinya cuek-cuekan kalo ketemu.”Kenapa harus gue yang mulai duluan apa musti gue yang negur duluan? Siapa yang buat salah ? gue kah? Atau dia? Yang ninggalin gue siapa? Yang buat gue sedih siapa? Yang buat gue kecewa dan sakit hati siapa? Harusnya lo sadar Arya ! batinku meringis.“yaudah lah za, kalo mereka emang mau diem-dieman.” Kata sabiAku hanya tersenyum ke arah mereka yang menatapku juga Arya. Setiap kali aku memergoki arya melirikku, dan aku juga meliriknya batinku nangis apa iya arya gak kangen sama aku, atau minta maaf? Tapi apa nyatanya… itu tidak sama sekali !! yang ku lihat dari sorotan matanya masih ada cinta dan rindu dihatinya. Akupun merasakan itu. Tatapannya, masih seperti dulu, dingin tetapi penuh arti dari sorotan matanya penuh keteduhan. Andai saja tatapan ini bisa membunuh, mungkin aku sudah terkapar olehnya.Akhirnya kita semua main UNO , mainan yang biasa kita mainin kalo gak ada mainan yang bisa dimainin . kita anak SMA tetapi masih main kartu UNO, yaa walaupun UNO buat semua umur. Eza pun membagikan kartu UNO nya. Dan kita semua main. Ternyata seiring berjalannya waktu, pertama sari keluar menang, disusul sabi, disusul eza, dan yang terakhir ici, yang salalu main UNO keringetan. Main UNO aja kok keringetan? Dan yang tersisa hanya aku dan aray. Permainan semakin menegang. Belom ada kepastian siapa yang menang aku ataupun aray.“ayodong menangin sya.” Teman-temanku menyemangatiku. Begitupun aray yang sibuk dengan kartu-kartunya .“udeh lo pasti menang deh ray.” Kata eza yang malah membela aray di banding aku“eh belom tentuu.” Kataku , daaaannnn…..“UNO ! “ aray mengucapkan kata itu bentar lagi dia menang karna kartunya tinggal satu 4+ ternyata.”aku pun kalah saat permainan itu. Tapi taapalah ini hanya sebuah permainan, akhirnya kita semua tertawa bersama.bahagia itu sederhana … walaupun aku dan aray tak saling tegur sapa bahkan saat bermain aray tak juga menatapku. Tetapi dengan melihat aray tersenyum atas kemenangannya padaku. Aku sudah senang.” #Bahagiaitusederhana aku mungkin saja melupakanmu ketika kau pergi, dan jauh disana..tetapi cinta, perasaan kembali ada ketika kau datangwaktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Karna hari sudah sore akhinya kita semua memutuskan untuk pulang. Pertemuan yang sangat singkat antara aku dan juga Aray. Sampai pulang kita berdua juga gak ngobrol dan saling cuek-cuekan. Yaa… itulah aray dingin dan sangat cuek***Malam ,Aku masih teringat pertemuan singkat tadi siang. Ini semua seperti mimpi ataukah aku bermimpi?? Sambil memeluk boneka dan tepar di atas kasur aku memutar kembali saat 6 bulan yang lalu , saat aray meninggalkanku, dan pergi begitu saja tanpa kabar. Dan sekarang dia ada disini menemuiku. Aku tak mengerti apa maksudnyadret.. dret… ponselku bergetar, tanda sms masuk dan ternyata itu dari Aka.“natasya.. malem.. apa kabar?”“hei, baik kok Aka.”“oh gitu syukur deh.”“besok bisakan dateng kerumah Aka sya?”Ya Tuhan.. aku lupa besok tanggal 26 adalah hari ulang tahunnya Aka. Untung saja aku sudah menyiapkan kado untuknya jauh-jauh hari.“okey, besok natasya dateng kok.”“mau aka jemput?”“okeh” diakhiri percakapan pendek itu di sms dan akupun tertidur***Esok hari,Jam 10:00 aka sudah sampai di depan pager rumahku. Aku pun pergi kerumahnya di boncengin naik motor satria nya. Di perjalanan dan di pikiranku kosong, entah apa yang aku fikirkan dan akhirnya setelah beberapa menit di perjalanan kita pun sampai di perumahan blok A rumahnya Aka, disana sudah banyak temen-temennya yang berkumpul. Juga sahabat ku putri.“ka. Ini kado buat kamu.”“yaampun natasya, pake repot-repot.”“yaa.. gpp kkok.”Kado yang aku berikan untuk Aka adalah angsa-angsaan biru hasil karya ku sendiri, juga striminan yang bertulisan namanya dan hari ulang tahunnya“Heemm ikut aku bentar yuk,” tanganku di gandeng aka ke arah taman komplek dekat rumahnya. Aku tak mengerti apa maksudnya. Terlintas tiba-tiba di fikiranku. Aku lupa kalo aku berjanji akan menjawabnya iya atau tidak untuk menjadi pacarnya.“heem.. mau ngapain ya ka?” tanyaku terbata-bata aku masih tidak tau harus menjawab iya atau tidak untuk menerimanya. “adadeh.” Jawab akaSesampainya di taman yang indah dan penuh bunga berwarna-warni disana terpampang bunga matahari yang menjulang tinggi juga pohon anggur di sekeliling taman. Di temani teman-teman aka juga putri sahabatku. Karna dialah aku bisa kenal dengan aka, setelah kepergian Arya 6 bulan yang lalu. Di tengah lapangan Aka melepaskan gandengannya.“natasya, bagaimana dengan jawaban kamu ?”“jawaban? Jawaban apa?” aku pura-pura tak ingat“jawaban, apa kamu nerima aku? Atau tidak.”Jleeeeeeebbbbb…………….Ternyata Aka benar menagih janji itu. Aku tak tau kenapa bisa jadi begini. Awalnya aku memang sudah hampir bisa MOVE-ON dari arya, tapi apa? Arya datang kembali di kehidupanku. Menemuiku walaupun itu tidak sengaja bertemu. Tapi apa daya, Aka cowok yang selama ini 6 bulan aku gantungi perasaannya masa iya aku tolak. Cinta diantara dua hati itu tidak mungkin! Aku mencintai arya juga aka..“natasya, kok diem?” tanya aka“hah? Iya…apa?” kataku terbata-bataTemen-temen aka yang menonton dan menyaksikan itu mereka semua menyoraki kita berdua… terima…… terima……. aku bingung saat itu.“kamu nerima aku atau tidak natasya… aku sayang kamu.” Di raih nya tanganku Setelah beberapa menit aku berfikir, akhirnya“iya Aka, Aku terima.”entah apa yang ku fikirkan tak sengaja aku mengucapkan kata-kata itu, terlambat sudah……Yeeeeyyyy jadiaaaaan sorak mereka tambah ramai. Orang-orang yang ada di area taman bingung karena saat itu teman-temannya aka berisik dan rame. Meskipun saat itu aku malu. Aku memutuskan untuk menerima aka karna aku juga suka sama dia , walaupun aku masih mengharapkan arya untuk menjadi kekasihku. Tapi itu semua tidak mungkin , arya hanyalah mimpi bagiku takkan pernah ku memilikinya.“makasih natasyaaaa….. ini boneka taddy bear buat kamu” “iya… makasih yaa aka.”Aku tak menyangka akhirnya aku jadian juga sama aka, bertepatan dengan ulang tahunnya. Dia memberiku boneka taddy bear berwarna warna pink, Teman-teman aka juga memberi memberi selamat ke kita berdua. Taman itu menjadi saksi cinta kita berdua.***Kejadian kemarin telah berlalu. Kini aku sudah menjadi milik orang lain . aku mungkin bisa belajar untuk menyayangi aka, namun mungkin tak sepenuhnya karna aku masih mengharapkan cintanya arya entah sampai kapan.Baru sehari kami berdua jadian, berita itu sudah menyebar sampai ke kuping teman-temanku terutama arya. Arya sudah mengetahui kalo aku sudah jadian , arya pun syok mendengar kabar tersebut yang datangnya dari eza. Eza adalah sahabatku sekaligus sahabat dan teman curhatnya arya . jadi apapun yang terjadi denganku pasti eza tau, dan bakal lapor ke arya. Ponselku tiba-tiba berdering , ternyata ada tlp dari ici sahabatku.“halo?” sapanya“iya ci, tumben tlp ada apa?” tanyaku“gpp, Cuma mau mastiin aja.”“apa?”“lo beneran jadian sama aka? Cowok yang sering lo ceritain itu ke gue?.”“iya ci.”“selamet ya sayang.”“eh iya makasih.”“oh iya, arya udah tau lo jadian?”“udah, sepertinya dari eza.”“iya, gue juga tau dari si eza . Kirain itu boongan ternyata beneran.”“iya, itu semua bener. Gue jadian kemaren tanggal 26 pas ulang tahunnya ci.”“hmmm… lo udah tau kalo arya nyusul jadian setelah lo jadian sama aka?”“apa..?” Aku tersentak kaget . tak sengaja ponselku ku banting ke arah tempat tidur, dan untungnya tidak ke lantai, ku ambil lagi dan kudengarkan apa yang sebenarnya terjadi.“halo sya?”“ya maaf, tadi hp gue jatoh. Gue kaget abisnya.” Jantungku tiba-tiba saja terasa sesak dan sakit entah kenapa , aku tak mengerti“jadi gini, hari ini arya jadian sya”Deeeg……serangan itu kembali ada“gak, gue gak tau? Emang dia hari ini jadian? Sama siapa?“sama anak sana yang katanya mirip sama lo, namanya evina.”“evina? Semoga dia bahagia.” Ku akhiri percakapan itu , walau singkat tapi menyakitkan bagiku. sungguh aku tak percaya, dan hari ini tanggal 27, ternyata hari ini jugalah arya jadian sama pacarnya evina. Aku tak mengerti apa maksudnya aray dengan semua ini. Ataukah evina yang katanya mirip denganku itu Cuma sebagai pelampiasannya saja?ataukah arya bener-benar menyayanginya? Entahlah. Kini semuanya tlah berakhir, meskipun aku tak mengerti jalan fikirannya arya. Tetapi aku yakin, dihati kecilnya arya meskipun sedikit saja, dia masih menyisihkan tempat untukku dihatinya dan menyimpan namaku dihati kecilnya.. begitupun aku, meskipun aku sudah mempunyai seorang kekasih , dan dialah yang membuatku menyadari. Menunggu itu tidak enak, apalagi orang yang kita tunggu gak pernah mencoba untuk meraih kita.sungguh menyakitkan. Mungkin arya sama sepertiku, menjalani semuanya tetapi tidak apa yang dia inginkan.***Tiba-tiba saja ponselku bergetar ternyata tlp masuk . “halo?natasya?Sya, hari ini arya mau pulang.”“pulang?” ternyata sms itu berasal dari sari yang juga teman baikku“iya pulang, padahal dia baru sebentar di jakarta. Malah belom sempet kangen-kangenan kan sama lo? Eh tapi gak deh lo berdua kan udah sama-sama punya pacar. Tapi gue sih yakin pasti lo berdua masi saling ngarepin iya kan?”“gak usah nyindir gitu deh sar.”“haha.. iya maaf” sari tertawa pelan“oh iya , lo tlp gue Cuma mau ngasi tau kalo dia pulang?’’“yaa.. gue sedih banget dia hars pulang dan katanya gak akan balik lagi.”Deeegggg……….. tiba-tiba saja air mataku mulai jatuh perlahan setelah mendengar kabar itu dadaku terasa sesak dan saat ini sulit untuk bernafas“syaa?” panggilnya“natasya? Lo gak apa-apa kan? Diem aja?”‘’eh iya sorry apa tadi yang lo bilang, gue gak denger.”“arya mau pindah dan tinggal di lampung selama 3 tahun. Dia gak akan balik lagi dan pastinya rumahnya yang disini mau di kontrakin.”“apa?” “iya bener, eh udah dulu yaa byee..Sari mengakhiri percakapannya , aku tak mengerti dengan semua ini.. lagi-lagi arya pergi dan ninggalin aku untuk kedua kalinya, tapi ini berbeda dia gak akan kembali. Ini semua tak mungkin. Ku putar lagu pasto aku pasti kembali, dan lagu itu yang menjadi lagu kita berdua dulu. Teringat aku dan arya sering menyanyikan lagu itu berdua.. di pekarangan sekolah sambil memainkan gitarReff : aku hanya pergi tuk sementara..bukan tuk meninggalkanmu selamanya..aku pasti kan kembali, pada dirimu.. tapi kau jangan nakal, aku pasti kembali..aku pasti kembali………***Pukul 06.00 pagi,Aku terbangun dari tidurku, aku tak bisa berhenti menangis tadi malam, mungkin sebabnya mataku sembab dan layu seperti ini. aku tak mengerti mengapa aku menangisinya. Aku tak mengerti apa yang ku tangisi. Cintanya? Ataukah karna arya yang ingin pergi? Entahlah..aku tak mengerti..Seharusnya aku seneng arya pergi dan gak akan kembali lagi, tapi apa nyatanya? Aku malah seperti ini, seharusnya aku sadar aku sudah mempunyai seseorang kekasih begitupun arya…. Aku juga tak mengerti perasaanku gelisah tadi malam, tadi malam aku juga melihat arya tapi aku , aku tak ingat dia ada di mimpiku? Atau dia datang tadi malam. Yang ku ingat dia datang memakai baju putih dan dia tersenyum padaku, dia memegang tanganku dan berbisik. Jangan sedih, karna arya akan selalu ada dihati kamu. Dan kamu selalu ada di hati arya.. mungkin arya gak akan pernah kembali. Dret..dret.. hp ku berdering, ternyata ada tlp dari eza aku pun cepat-cepat mengangkatnya..“sya, udah bangun??’’“ada apa?gue baru aja bangun.”“lo udah tau kan arya pergi?”“iya , gue udah tau dari sari dia yang ngasih tau gue kemaren malem.”“suara lo kenapa?”Mungkin suaraku begini adalah efek tangisanku tadi malam , aku tak bisa tidur.. hanya arya yang aku fikirkan tadi malam.“hah? Suara gue? Gpp, gue lagi sakit tenggorokan biasalah radang.“bohong, lo pasti abis nangis ya?”“enggak.” Aku memang berbohong sama eza, karna aku tak ingin kawatir.“ada apa tlp gue pagi-bagi begini? Tumben?’“iya, gawat sya penting gawat. Arya barusan aja masuk rumah sakit.”“apaaa?” aku tersentak kaget dan mataku kini sudah tak mengantuk lagi“iya udeh lo cepetan mandi. Cepet nanti lo gue anter kerumah sakit gue jemput.”Aku segera mengakhiri tlp, aku bergegas untuk mandi. Dan setelah aku selesai mandi, dan siap untuk berangkat , tiba-tiba saja terdengar bunyi motor depan pagar rumahku, ku lihat dari jendela ternyata itu eza, aku cepat keluar dan pamit tidak sempet sarapan pagi“za, ceritain ke gue plis.”“udah cepet naik , nanti gue ceritaiin di jalan.”Aku segera naik dan meninggalkan rumah. Aku pergi dengan hati yang cemas, selama di perjalanan aku hanya diam dan diam.‘’sya, jangan diem aja .”“jelas aja gue diem.”‘‘ini adalah bukti kalo lo masih sayang banget sama arya, iya kan?”“gak. Gue Cuma khawatir” kataku ngeles“Khawatir? Kalo lo Cuma kawatir, gak akan lo mau pagi-pagi kaya gini disuru kerumah sakit buat liat keadaan arya, padahal lo sendiri udah punya cowok. Tapi lo sendiri malah ngawatirin arya di banding cowok lo”“jelasin ke gue kenapa arya?”Hening…….. aku tak mengerti kenapa suasana menjadi hening.. keadaan pagi yang dingin ini menusuk tubuhku“eza?’’ panggilku“eza, arya kenapa?’’ panggilku sekali lagi cemas“dia… dia.. ““dia? Dia kenapa zaa.”Eza tak juga menjawabnya, setelah setengah jam di perjalanan, tak terasa kita sudah sampai dirumah sakit. Setelah eza memarkirkan motornya, aku dan eza langsung pergi menuju ruang kamar tempat arya dirawat. Aku dan eza melihat teman-temanku sudah rame dan berkumpul di ruang kamar arya, aku tak mngerti mereka semua menangis sampai isek-isekan. Apa yang terjadi? Aku tak mengerti . tiba-tiba saja ditengah kerumunan mereka yang sedang menangis, aku melihat seseorang memakai baju putih keluar dari arah pintu kamar rumah sakit tempat arya dirawat. Aku diam dan tak menghampiri seseorang itu. Ku lihat eza sudah tidak ada disampingku. Aku seperti mengenalnya, wajahnya pucat, lesu, dan dia tersenyum kepadaku. Dia itu arya? Apa dia itu arya? Dia tersenyum padaku? Tapi aku heran mengapa mereka semua masih menangis? Sedangkan arya? Dia baru saja kluar dari arah pintu dan tersenyum padaku…. tiba-tiba saja saat aku ingin menghampiri seseorang itu, seseorang itu hilang? Hilaaaang????? Iya, tiba-tiba saja hilang. Aku tak mengerti kemana bayangan itu pergi.“natasyaaaa….. “ tiba-tiba ici menghampiriku dan memelukku“ada apa? kok lo nangis?” tanyaku heran, ici masih saja menangis di pelukanku“arya syaaa… arya…..gue gk percaya dengan semua ini, padahal waktu kemaren kita abis ngmpul bareng.. gue gsk percaya!”“arya kenapa? Dia baik-baik ajakan? Barusan gue liat dia keluar kamar dan dia senyum sama gue, tapi anehnya dia langsung pergi dan hilang gitu aja pas gue mau nyamperin dia.. yaa.. barusan .” kataku polos tak mengerti“apa? “ ici menatapku“iya seius gue gak boong tuh barusan dia kesana” aku menunjukkan ke arah bayangan itu pergi“arya itu udah gak ada natasya, dia pergi ninggalin kita semua.. bukan untuk pergi dan tinggal di lampung, tetapi dia pergi untuk selamanya.”“gue gak ngerti, jelas-jelas gue barusan liat dia.”“ikut gue,” di tariknya tanganku masuk ruang kamar arya“lihat,dia udah gak ada, gue gak sanggup dengan semua ini.”“aryaaaaa… aku menghampiri arya yang terbaring lemas dan kaku, juga pucat dan tangannya begitu dingin.”“arya, bilang ke gue kalo ini gak bener. Aryaaa buka mata lo, bilang kalo ini gak bener. Kenapa lo gak mau buka mata lo , aryaaa plis.” Aku tak bisa menahan tangis“arya, plissss arya gue mohon, jangan ninggalin natasya dengan cara seperti ini natasya gamau ditinggal arya, natasya sayang banget sama arya. Arya bilang, kalo ini bohong, tangan arya dingin banget, arya sakit? Arya kedinginan? Tadi arya baru aja senyum ke natasya aryaaa bangun.” Saat itu aku tak bisa menahan tangis, tangan arya saat itu dingin banget semua itu bisa ku rasakan. Tetapi dokter langsung membawanya, ku lihat terakhir kali arya tersenyum padaku, ini mimpi? Katakan ini mimpi padaku.“natasya?’’ seseorang menarik tanganku, entah itu siapa dia langsung memelukku“ikhlasin dia natasya, dia udah gak ada jangan menangis terus, ikhlasin dia.”Aku tak bisa menahan tangis, aku sekarang rapuh, aku tak bisa apa-apa dengan kenyataan pahit ini. batinku“ikhlasin dia natasya, ini semua demi kebaikannya.” Aku masih terhanyut dalam susana dan juga didalam pelukan seseorang itu, ketika aku membuka mata ternyata seseorang itu adalah aka, pacarku yang juga ada disana.. menyaksikan itu semua“ayok kita keluar, aka jelasin semuanya.”Teman-temanku masih saja menangis, dan juga ku lihat eza sepertinya dia juga sangat terpukul. Aku mengerti perasaan eza, dan juga teman-temanku semuanya.Ternyata, aka membawaku ke kursi taman belakang rumah sakit. “aka udah denger semuanya sayang.”“maafin natasya, maafin natasya.” Kataku pelan“gk usah minta maaf, justru aka yang minta maaf sama kamu. Mungkin kalo kamu denger ini semua kamu nantinya bakalan benci dan marah sama aka, pacar kamu.”“kenapa kamu ngomong gitu?” tanyaku tak mengerti“kamu tau? Kamu ingat 6 bulan yang lalu pas arya pergi ninggalin kamu tanpa pamit?”“iya aku ingat?”“dia itu pergi ninggalin kamu karna dia sakit, bukan karna dia sekolah di pesantren juga. Dia Cuma nyari alesan yang masuk akal.Selama itu dia pergi untuk berobat kesana-sini. Tapi itu semua gagal. Pengobatan itu sempat berhasil, tetapi tidak berlangsung lama.”Hening….. aka melanjutkan ceritanya“selama dia pergi untuk tinggal di lampung, dia bilang kalo dia pindah ke pesantren.. padahal tidak sayang.. dia pergi bersama orang tuanya untuk berobat. Dia punya penyakit jantung. Kemaren pas kamu main sama dia sama teman-teman kamu ,mungkin saat itu keadaan arya sudah pulih tetapi , arya drop dan harus pulang dan pindah ke lampung selama 3 tahun untuk menjalani pengobatan. Orang tuanya arya terpaksa pindah kesana, karna tidak mungkin bolak-balik dengan kondisi arya seperti itu lampung-jakarta itu lumayan jauh.”“selamaya 6 bulan, arya menitipkan kamu ke aku. Karna aku sahabat baik arya sejak kecil. Hanya aku yang tau tentang penyakitnya,selain keluarganya sel. Maafkan aku, natasya… seharusnya dari awal aku jujur sama kamu. Pas kita jadian tanggal 26 kemarin, arya mengetahui kabar itu. Awalnya aku gak enak sama dia, tapi aku bener-bener sayang dan tulus sama kamu itu semua aku lakuin untuk ngejagain kamu. Pas arya tau kita jadian, dia pesen sama aku , supaya kamu suatu saat nanti dia udah gak ada, kamu harus bisa ngikhlasin dia. Ini semua demi kebaikannya natasya.ini semua udah ada yang ngatur”“Tadi aku juga menemaninya sbelum ajal menjemputnya. Dia berpesan padaku sayang, katanya dia minta maaf sama kamu dan teman-teman kamu juga. Karna dia gak mau buat kamu sedih juga semuanya. Tadi aku juga udah cerita ke semua teman-teman kamu dan tadi aku suruh eza jemput kamu. Maafin aku terlambat ngasih tau kamu.”Tangisku semakin tak terkendali, aku tk bisa menahan semuanyaa…. ini semua telah berakhir, dan akupun kini harus membuka hatiku untuk orang lain “ aku gak marah sama kamu, aku juga ngerti kalo misalnya aku ada di posisi kamu saat itu. Aku ikhlasin , walaupun aku masih sakit dan sangat terpukul.”“ya, seharusnya kamu bersikap seperti itu sayang, itu semua udah tuhan yang atur. Kita sebagai umatnya hanya bisa sabar, ikhlas, dan menerima.”Tuhan… jika ini semua sudah menjadi jalan takdirku,aku ikhlas Tuhan…Tabahkan aku , berilah tempat yang nyaman disana buat Arya Tuhan…Sayangi dia, dan meskipun Arya sudah tidak ada di dunia ini. tapi aku masih tetap menyayanginya… sampai nanti ku menutup mata…SELESAIBiodata penulis : Putri ayu pasundanFB : Puteri Pasundan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*