Cerpen Remaja : Tentang Aku dan Dia ~ End

Cerpen RemajaTentang Aku Dan diaPartEND!!!…
Mindik – mindik, Lirik kanan kiri, Nggak ada orang, AMAN!. He he he, Karena sepertinya kegalauan star night sudah menghilang, akhirnya di putuskan untuk melanjutkan Cerpen Remaja Tentang aku dan Dia. Yah walau pun kemaren sudah sempet end. Tapi kan belom ada tanda serunya (?????). Lagipula ending cerpen remaja tentang aku dan dia kemaren beneran bukan gaya Star Night Banget. Soo, ehem, dengan amat sangat suka rela, lanjut. Sinetron sinetron dah, Yang penting mak nyos…. he he he. Sudahlah, Nggak perlu banyak bacod, Langsung saja ke ceritanya. xixixixi………..

Pergi tanpa alasanaku mencintaimu bagaikan langit memeluk bintangaku lukiskan cinta di hati tak terbatas lagi
aku mencintaimu bagaikan langit memeluk bintang
aku lukiskan cinta di hati tak terbatas lagi
cinta yang dulu bersemi kini menjadi masa laluku
hatiku hancur tiada berkeping bagaikan segelintir debu
kepergianmu tanpa alasan yang pasti
kau buat hatiku kini lemah tak berdaya
semakin hancur hatiku ini tanpamu
ku tak bisa berdiri tegak dan bernafas lega
kepergianmu tanpa alasan yang pasti
kau buat hatiku kini lemah tak berdaya
semakin hancur hatiku ini tanpamu
ku tak bisa berdiri tegak dan bernafas legasemakin hancur hatiku ini tanpamu
ku tak bisa berdiri tegak dan bernafas legaBy: Eren
Gresia mengehela nafas. ' Eren, Pergi tanpa Alasan' benar – benar menginggatkannya pada seseorang. Untuk sejenak ditatapnya buku diary yang ada di tanggansebelum akhirnya ia kaget karena benda pink itu kini telah berpindah tangan."Hei balikin!" jerit Gresia Yang justru malah diangkat tinggi – tinggi."Emang loe nulis apaan?. jadi penasaran"."Oh my god" Keluh gresia ketika rangkaian kata – demi kata di buku itu meluncur mulus dari mulut sang 'perampok'." Arga, Mengenal mu bukan lah sebuah anugrah, tapi aku tau itu tidak bisa untuk dikatakan sebagai musibah. Bersamamu membuat ku mengerti akan indahnya kebersamaan dan betapa menyakitkan sebuah perpisahan. Tapi aku tau kalau jalan hidup ini masih panjang. Semua nya tidak akan berhenti hanya sampai disini. Masih begitu banyak yang harus di perjuangkan. Tapi kali ini aku rela kan kau pergi. Karena aku tau ini adalah yang terbaik".MALU!!. Satu kata yang gresia rasakan. Bagaimana bisa ungkapan hatinya di bacakan dengan kalimat selantang itu."So sweet"."Diem loe!" bentak Gresia sambil mengambil kembali benda miliknya."Gue nggak nyangka kalau seorang 'arga' bisa begitu berarti Buat loe".Gresia diam tidak membalas. "Tapi….. Gue kan masih hidup".Mau tidak mau protes dari arga barusan membuat Gresia tersenyum simpul."Siapa suruh loe dulu pura – pura mati segala" Balas Gresia cuek sambil memasukkan Buku diarinya kedalam tas."Ralat. Gue nggak pura – pura. Dasar loe nya aja yang lebay" Kata arga Sambil duduk di samping Gresia. "Kalau boleh jujur, Sumpah saat itu gue takut banget. Gue pikir loe beneran pergi" Ucap Gresia sambil menerawang mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Saat Arga di temukan tegeletak diatap gedung sekolah dalam keadaan tak sadarkan diri. Untunglah itu hanya akibat dari lemahnya kondisi fisik yang memang tidak terlalu fit. Ditambah semalaman ia benar – benar mengunggu Gresia. Hujan – hujanan lagi. Sangat wajar kalau ia bisa jatuh pingsan."Gue harap itu pertama – dan terakhir kali loe ngelakuin hal konyol" Tambah Gresia lirih."Nggak janji" Balas Arga sambil tersenyum."Tuh kan" Gresia pura – pura ngambek."Ya deh, nona manis".Gresia kembali tersipu malu mendengarnya. Oh ya, sekedar info saat ini mereka sudah resmi jadian."Kita jalan – jalan yuk. Anggap aja ini acara perpisahaan buat kita" ajak arga beberapa saat kemudian."Perpisahan?" gumam gresia lirih. Jujur, Walau hanya satu kata tapi itu mampu untuk membuat rongga dadanya terasa sesak."Gue cuma mau bersikap realistis saja. 4 tahun bukan waktu yang singkat. Segala hal bisa saja terjadi. Buktinya dalam satu bulan, Gue bukan cuma bisa membuat loe jatuh cinta sama gue, Tapi gue juga jadi jatuh cinta sama loe" ."Jadi loe bakal ngelupain gue?" Tembak Gresia Cepat."Ayo lah gres. Loe pernah bilang kan kalau kisah kita bukan seperti sinetron atau pun ff yang sering loe baca. Gue nggak pernah bilang kalau gue bakal ngelupain loe, atau loe yang bakal ngelupain gue. Hanya saja Gue nggak pengen mempersulit keadaan"." Mungkin loe bener. Nggak ada yang mustahil di dunia ini. Begitu juga seperti kisah cinta sederhana antara kita" Kata Gresia setelah lama terdiam."Jadi kita Break nie?" Gresia kembali menegaskan.Arga hanya mengangguk. "Loe juga nggak mau LDR kan?".Gantian Gresia yang mengangguk."Jadi kapan loe berangkat?"."Besok siang. Loe ngantar gue ke bandara kan?" Tanya Arga yang lagi – lagi di di balas anggukan gresia."Oh ya, Katanya tadi loe ngajak gue jalan – jalan. Berangkat yuk. Lagian besok loe juga sudah sudah berangkat ke Amerika. Karena loe sendiri yang memilih untuk meneruskan kuliah ke sana. Yah walaupun jujur saja gue kecewa secara di indonesia masih begitu banyak kampus – kampus yang tak kalah bagus"." Gres, gue…."."Loe nggak perlu mengulang – ulang alasan loe lagi. Gue kan sudah bilang kalau gue memakluminya. Lagian kalau gue jadi loe gue akan melakukan hal yang sama. kesempatan ini nggak akan gue sia – siakan. Beasiswa gartis kuliah di Amerika. Cuma orang bodoh yang akan menolak nya. Cuma gue ngerasa lucu aja. Kita baru jadian seminggu yang lalu, eh sekarang sudah harus putus. Bohong banget gue nggak kecewa". " Gue…"."Udah. Jalan yuks" Lagi – lagi Gresia memotong ucapan Arga. Dan tanpa basa – basi di raihnya tangan Arga meninggal kan taman kota. Sebuah taman yang akan mengingakan tentang akhir atau mungkin awal dari jalan sebuah kisah yang lebih panjang. Kisah Tentang aku dan dia.End…!!!.****Huahahahaha…… Gaje ya?.Berulang – ulang kali Star Night baca episode cerpen remaja Tentang aku dan dia ending bagian kemaren. Kok kayaknya nggak tega banget ya kalau harus di bikin sad ending gitu. Soalnya itu bisa meusak citera Star Night sebagi seorang yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung plus berbakti sama orang tua (???). He he he…Tapi kalau yang nie beneran end. Ehem,….. e…. Nggak tau deh kalau kedepannya da ide lagi *gubrak*. Hanya saja kalau sekarang memang menurut Star Night si sudah end. Memang nggak happy ending si, Tapi paling nggak kan nggak sad ending. Kalau ada yang bingung sama episode ini, ya resiko. Coba baca ulang lagi. Nanti pasti paham. Kalau masih belum paham juga biar Star Night kasih ringkasan. inti dari episode ini adalah, "Arga Masih hidup hanya saja ia tetap harus berpisah sama Gresia karena ia mendapatkan beasiswa ke amerika".Nah, sudah paham kan?. kalau masih belum paham, ya pura – pura aja paham *Diinjek*.Akhir kata Sudah lah, Star Night mau tidur dulu. Udah jam dua belas malam nie. hue he he….Da…….

Random Posts

  • Cerpen Cinta: TERNYATA KAMU

    Oleh: Mentari Senja – Hari ini aku dan Shinta akan menjemputmu di Bandara, sepuluh tahun sudah kita tak berjumpa. Setelah keluargamu pindah, aku dan Shinta hanya bisa merindukanmu. Sepuluh tahun kami jalani hidup berdua tanpa dirimu, tanpa kebersamaan dan tanpa kegilaanmu. Kami sangat merindukanmu, terkhusus untukku. “duh lama banget ya ri…mana sih Radit katanya dateng jam 10.00. ini dah jam 10.00 lewat tapi belum nongol juga tuh batang hidungnya.”shinta melirik jam warna pink ditangannya sambil terus mencari-cari sosok seorang Radit. Terlihat kegelisahan diraut wajah cantiknya.“ sabar lah Shin, bentar lagi juga nyampe. Mungkin emang agak telat paling pesawatnya. Ya udah kita tunggu aja disini.”aku mencoba menenangkan Shinta, walau aku sendiri juga agak gelisah.“eh…ri kira-kira Radit curiga ga ya. Kalau selama ini yang sering bales e-mail dia bukan aku. Apa dia masih suka sama aku.”shinta jadi gelisah sendiri, dia takut Radit kecewa kalau selama ini bukan Shinta yang ngbales semua e-mail dari Radit.“udahlah tenang Shin, Radit ga bakal tau ko. Lagian kan walaupun aku yang bales tuh e-mail radit, tetep aja aku pake nama kamu. Jadi kamu tenang aja deh. Dan dari semua e-mail yang dia kirim, aku yakin dia masih suka sama kamu,”shinta agak sedikit tenang setelah mendengar penjelasanku. “thanks ya riri, kamu emang sahabat yang baik. Kamu tau sendiri kan aku paling males kalo suruh ngebales e-mail. Aku ga suka diem dikamar Cuma buat mantengin laptop. Mendingan shopping, hehehehe. Tapi untunglah ada kamu, jadi aku selalu tau keadaan Radit. Dan yang paling penting aku tau kalo Radit masih suka sama aku.”shinta senyum-senyum sendiri membayangkan Radit.Aku cuma tersenyum melihat sahabatku ini, walaupun ada sedikit rasa sedih. Karena selama ini aku juga memendam perasaan pada Radit. Selama sepuluh tahun ini aku dan Radit memang masih sering berkomunikasi, tapi komunikasi ini hanya kepura-puraan. Radit menyangka kalau yang ngebales semua e-mailnya adalah Shinta, perempuan yang dari dulu dia kagumi.Setelah tiga puluh menit lamanya kami menunggu Radit, akhirnya pesawat yang ditumpangi Radit datang juga. Perasaanku mulai berdebar-debar, membayangkan bagaimana Radit sekarang. Apakah dia akan mengenaliku, taukah dia kalau selama ini aku lah yang selalu menemani malam-malamnya lewat dunia maya. Apakah Radit juga merasakan apa yang aku rasa. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaanku tentang Radit. Semoga dia tidak berubah.“jantungku deg-degan ri, kira-kira sekarang Radit seperti apa ya. Aku ga sabar neh. Duh mana ya Radit.”dengan mengangkat papan nama bertuliskan Radit, Shinta mencoba mencari sang pujaan hati.“shin, mungkin itu dia Radit. Lihat lelaki itu, dia datang kearah kita, pasti itu Radit.”aku menunjuk kearah lelaki tinggi memakai jaket jeans biru.“sepertinya iya, wah keren juga ya Radit sekarang. Aku jadi makin suka deh”Lelaki berjaket jeans itu semakin mendekat, dia melambaikan tangannya menandakan bahwa memang benar dia adalah Radit. Akhirnya ketemu juga dengan Radit, Radit kini sudah menjadi sosok lelaki dewasa.“hallo princess, apa kabarmu…”Radit mendekatkan diri pada Shinta, menyapa Shinta dengan sebutan yang biasa dia ucapkan padaku saat didunia maya.Princess ??so sweet, Radit romantis sekali padahal baru saja ketemu Shinta hanya berdiam diri, dalam hati shinta berkata-kata siapa yang Radit sebut dengan Princess, tapi itu ga terlalu penting bagi Shinta. Shinta tak memperdulikan Radit akan memanggilnya apa. Yang dia rasakan hanya senang karena akhirnya bisa bertemu dengan Radit.“hallo Princess, kenapa nglamun aja. Terpesona ya ngliat aku yang ganteng. Hahahahaha.” kata Radit karena melihat Shinta yang bengong“hey siapa juga yang terpesona, aku hanya ga habis fikir aja bisa ketemu lagi sama cowok jelek kaya kamu,hehehehe.”shinta dan Radit terlihat semakin akrab. Kulihat mereka berdua sangat cocok, apalagi mereka berdua saling suka.Aku hanya bisa berdiam diri melihat keakraban antara Radit dan Shinta. Ternyata Radit tak mengenaliku, dia masih mengira bahwa Shintalah yang menjadi teman dunia mayanya. Sedikit rasa kecewa terpendam dihati, karena apa yang kuharapkan ternyata tak sesuai hati.“ehemm… udah dulu dong kangen-kangenannya, sampe lupa ada orang disampingnya.” aku mencoba mencairkan suasana.“hai nona manis, maaf aku lupa. Apa kabarmu sekarang ? apa kegiatanmu, jangan kaya Shinta ya yang sukanya ngenet sampe malem.”Radit melirik Shinta. Menggoda Shinta dengan lirikannya.“kabarku baik. aku juga suka ngenet ko Dit, sama kaya Shinta.”jawabku sambil ku lirik juga Shinta“wah ternyata kamu sama Shinta punya hobby yang sama ya, baguslah kalau gitu. Kita semua jadi kompak. heheheh, Eh ngomong-ngomong kamu punya e-mail ga?”tanya Radit kepadaku“aku punya, kapan – kapan aku kasih tau kamu. Oke sekarang kita pulang yuk ga enak kelamaan disini bisa jamuran kita.hehehehe.” aku dan Shinta saling berpandanngan, aku tau Shinta ingin berbicara kalau jangan sampai Radit tau yang sebenarnya.Akhirnya kami bertiga pulang, menuju kediaman Radit yang kebetulan tak jauh dari rumahku dan Shinta. Kami bertiga tinggal dalam satu komplek yang sama.**************** Pagi ini sungguh cerah, udara pagi yang sejuk ditemani hangatnya sinar mentari pagi. Daun-daun dengan tetesan embun menyapa rerumputan yang basah karena tetesan embun. Burung camar berkicauan menyanyikan kidung indah tentang pagi. Dari jendela kamarku dilantai dua, aku merasakan sejuknya angin pagi. Dan tanpa kusadari tenyata Radit telah berada dibawah.“woi nona manis, lari pagi yuk. Ajak Shinta juga ya.” teriak Radit dari bawah, ternyata Radit sudah siap untuk berolahraga pagi.“hai….sudah lama disitu, oke deh bentar lagi aku keluar. Aku call shinta dulu ya.” jawabku “shin, cepet bangun Radit ngajak jogging neh. Oke cepetan bangun, aku dan Radit nunggu kamu didepan rumah.”kututup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Shinta, segera kubersiap untuk jogging.“sudah call Shinta,” tanya Radit setelah melihatku keluar dari pintu.“yapz, udah. Kita langsung tunggu didepan rumahnya. Ayo berangkat.” ajaku pada Radit.“oke. Ayo.”Jarak rumahku dan Shinta tak begitu jauh, jadi tak butuh waktu lama buatku dan Radit sampai dirumah Shinta. Pagi ini Shinta terlihat begitu cantik. T-shirt pink dipadu dengan celana Panjang warna putih terkesan machting dengan kulit Shinta yang putih. Dan hal ini membuat Radit semakin terpesona.“hello, my princess, you are beautiful.” Radit menyapa Shinta dengan kata-kata romantis, ini membuatku sedikit sedih. Karena bukan aku yang dia sapa, melainkan Shinta yang tak tau apa-apa.“hallo juga cowok jelek, hehehehe.” Shinta menjawab sekenanya.“ayo kita berangkat.” ajaku“Oke.” radit dan Shinta masih saling berpandangan.Setelah lima belas menit jogging akhirnya kita semua memutuskan untuk beristirahat sejenak di taman. Disebuah bangku panjang bercat putih, dipayungi pohon yang rindang sangat tepat untuk tempat beristirahat. Dikanan kiri terdapat beberapa pedagang makanan dan minuman, tempat ini memang biasa untuk orang-orang lari pagi jadi wajar kalau banyak juga pedagang yang menyediakan makanan ataupun minuman.Tiga botol teh dingin, serta tiga mangkok bubur ayam menjadi santapan pagi kita setelah lelah berolahraga. Suasana kali ini sungguh menyenangkan. Terlihat ada kumpulan anak-anak yang sedang berlari-lari kecil dengan suara tawanya yang riang, hal ini mengingatkanku tentang sesuatu. Terbayang waktu dulu saat kami semua bersama. Masa-masa kecil yang selalu kami lewati dengan berbagai canda dan tawa. Radit yang super iseng, Shinta dengan kemanjaan dan kecentilannya, sedang aku yang pendiam. Walaupun dengan berbeda karakter tapi kami semua tetap bisa bersatu. Sampai saat inipun kami bertiga masih akrab.Fikiranku pun melayang saat kuingat kali pertama Radit membuatku kagum padanya, Radit datang membelaku saat aku dihadang oleh anak – anak lelaki yang bandel disekolah seberang. Radit mencoba melindungiku, dia berusaha agar aku tidak terluka. Ketika itu Radit berkelahi dengan anak-anak itu, walaupun radit terluka juga tapi Radit berhasil mengusir anak-anak bendel itu. Dan saat itu aku merasakan kagum pada seorang Radit, bagiku dia adalah dewa penolong, dia juga teman penghiburku saat aku merasa sedih. Hingga saat ini kekaguman itu masih terjaga.“hei… nona… ngapain nglamun.”sapaan Radit menyadarkanku dari lamunan. Radit memang biasa memanggilku dengan sebutan nona. Itu sebutan saat masih kecil.“ohh…ga apa-apa ko. Cuma lagi menikmati alam, hehehe.” jawabku seraya memandang sekitar“balik yuk, cape neh.” ajak Shinta“oke Princess,” jawab Radit. Sekali lagi aku dan Shinta hanya saling berpandangan.********* “eh ri, kira-kira Radit masih percaya ga ya kalau aku yang sering balez e-mail dia dulu.” tanya shinta padaku“emangnya kenapa, yang aku liat sih, kayanya dia masih percaya deh.” aku melihat kearah Shinta“iya ri, sekarang aku ga yakin kalo Radit masih percaya, soalnya sering banget kalo dia ngobrol sama aku dan kebanyakan obrolannya itu ga nyambung. Dia sering cerita tentang dunia maya, tentang buku love story, tentang bakso yang katanya makanan kesukaanku. Padahal kamu tau sendiri kan ri kalo aku ga suka bakso. Apalagi tentang lovestory. Aku jadi bingung harus jawab apa sama Radit.”shinta telihat bingung, dia terus mengaduk-aduk minumannya dengan sedotan. Sampai mie ayam kesukaanya tidak sempat dia makan.“udah lah shin, aku yakin dia masih percaya.”jawabku mencoba menenangkan. Aku hanya bisa diam, memikirkan Radit. Ternyata Radit masih hafal tentang kebiasaanku, tentang love story, tentang bakso, itu semua memang tentangku. Kabiasaanku berbalas e-mail dengan Radit membawa ketidaksengajaanku untuk mengungkapkan semua kebiasaan dan kesukaanku. Aku tak sadar bahwa kebiasaanku dan Shinta sungguh jauh berbeda. Yang ku tau saat itu hanya rasa nyaman saat bisa berbagi cerita dengan Radit, walaupun hanya lewat dunia maya.Suasana kampus masih ramai, banyak mahasiswa berlalu lalang. Dari mahasiswa yang masih punya jam kuliah sampai yang hanya Cuma ingin menikmati suasana taman dikampus. kebetulan aku dan shinta sudah tak ada jam kuliah. Kami menghabiskan waktu dikantin kampus. Kami berdua hanyut dalam lamunan masing-masing, walaupun tertuju pada satu khayalan, yaitu Radit.“Ri, aku sudah putuskan untuk menceritakan yang sebenarnya sama Radit. Aku ga mau terus – terusan bohong. Aku juga ga mau terus berpura-pura tau tentang semua obrolannya. Aku ingin mencintai Radit dengan diriku sendiri, bukan apa yang Radit ceritakan. Gimana menurutmu ri.” tiba-tiba saja Shinta berbicara padaku, “kalau menurutku, jangan dulu shin. Ini bukan waktu yang tepat. Biarlah dia tau dengan sendirinya. Lagian kalau dia emang sayang sama kamu, pasti dia bisa menerima kamu dengan apa adanya. Ya udahlah shin jangan terlalu difikirkan.”“gitu ya ri, hmmm ya udahlah mungkin Cuma perasaanku aja. Thanks ya ri, kamu baik banget. Kamu juga selalu membantuku. Thanks sob.”Shinta memelukku erat, ada kelegaan yang kulihat.“iya shin, sama-sama. Balik yuk.”“hmm oke,”********* “hei nona, lagi ngapain disini.”Radit menghampiriku saat aku berada ditaman sendiri. “hei juga, lagi duduk-duduk aja neh, sambil baca buku.”jawabku sambil mempersilahkan Radit duduk.“wah hoby baca juga ya kamu, lagi baca buku apa, coba aku liat.”“love story, novel kesukaanku, ceritanya begitu romantis aku suka.”aku menyodorkan buku novelnya kepada Radit.“Love Story???ko bisa kebetulan ya, aneh….”jawab Radit sedikit bingung sambil terus melihat buku novel itu“Aneh kenapa.?”tanyaku sedikit ragu“ya aneh, aku juga suka banget sama novel itu. Shinta juga suka, dia sering ngabahas novel ini di e-mail tapi kenapa ya saat aku tanya langsung sama dia kemaren dia seolah ga pernah tau tentang love story.dan juga saat aku panggil dia princess dia ga ngebales manggil aku pangeran. Aneh kan.”Radit mulai curiga dengan Shinta.Aku langsung buru-buru mengambil novel itu dari Radit, aku ga mau Radit tau keadaan yang sebenarnya. Sambil bersiap pamit pulang aku berbicara.“mungkin Shinta ingin ngetes kamu, apa dia masih ingat atau ga sama kebiasaannya.” jawabku sembari meninggalkan Radit. Saat itu kulihat Radit bingung. Sebenarnya Radit ingin bertanya banyak tentang Shinta padaku tapi aku keburu pergi.Radit, mungkinkah kamu tau bahwa itu semua adalah aku. Akulah yang kau kira Shinta, akulah yang selalu berbagi cerita tentang lovestory. aKu lah yang memanggilmu pangeran, dan aku lah princessmu. Semua itu aku yang lakukan. Maafkan aku Radit, bukan maksudku membohongimu, ini semua demi Shinta. Aku tau kamu cinta Shinta, begitu juga Shinta. Mana mungkin aku harus menghancurkan hubungan kalian. Lebih baik aku yang sakit.Semenjak kejadian ditaman aku sedikit menghindari Radit, aku takut Radit bertanya macam-macam lagi. Jadi sebisa mungkin kuhindari suasana berdua dengan Radit. Kecuali saat ada Shinta, seolah memang tak terjadi apa-apa.**********Kau adalah darahkuKau dalah jantungkuKau adalah hidupkuLengkapi diriku, oh sayangku kau begitu sempurna……….. Kunyanyikan lagu kesukaanku saat kusendiri ditaman, lagu ini sangat berarti karena lgu ini mengingatkanku pada seseorang yang sangat ku sayang siapa lagi kalau bukan Radit. Aku dan radit sangat kenal betul dengan lagu ini, karena sangat sering aku memutar lagu ini ketika dunia maya menjadi jembatan untuk aku berbagi cerita, begitu juga dengan Radit. Lagu ini adalah lagu kita bersama. Tanpa terasa airmataku menetes, ada perasaan sedih saat harus aku tau kenyataan bahwa Radit tidak mengenaliku. Dia masih saja mengira bahwa Shinta lah yang selama ini bersamanya di tiap malam.“Ri…aku sudah tau semuanya.”suara Radit tiba-tiba mengagetkanku. Ternyata Radit sudah dari tadi ada dibelakangku. Aku bingung apa yang Radit katakan barusan, apa yang dia tau. Atau jangan-jangan…..tapi tidak mungkin, dari mana dia tau. Shinta ???? batinku mulai bertanya-tanya.“hei dit, sudah lama kamu disini?”tanyaku agak sedikit gugup“aku tau ri, aku sudah tau. Lebih baik kamu jujur padaku.”radit mencoba mendesakku“maksud kamu apa dit, aku ga ngerti deh. Apa yang kamu tau.”jawabku seolah tidak tau apa-apa. Persaaanku semakin gugup dan gelisah, aku takut Radit memang sudah mengetahui semuanya. Aku takut mengecewakan Shinta.“aku tau bukan Shinta yang ngebales semua e-mailku, bukan shinta yang selama ini menemaniku. Tapi itu semua kamu ri. Kamu Mentari az zahra, yang selalu ngebales e-mailku. iya kan ri, jawablah.” Radit mendesakku.Aku hanya terdiam, aku tak tau harus berbicara apa. Ternyata radit sudah tau semua. Tapi dari mana dia tau, bukankah Shinta sudah tidak berniat lagi untuk menceritakan hal ini.“dari mana kamu menganggap kalau semua ini aku yang lakukan,.” kataku mencoba menyangkal“semua bukti udah jelas ri, love story, dunia maya, bakso kesukaanmu, dan lagu tadi. Apa itu ga cukup jelas buat aku tau semuanya.” Radit terlihat kecewa.“maaf dit, bukan maksudku membohongimu, ini semua karena Shinta. Shinta yang menyuruhku melakukan semua ini. Awalnya aku berniat untuk menghentikannya, tapi ternyata aku ga bisa, karena aku merasa nyaman saat aku bisa berbagi denganmu.” jawabku dengan suara parau, airmataku menetes.”maaf dit, bukan maksudku menghancurkan hubungan kalian, anggap saja ini semua tak pernah terjadi. Kembalilah pada shinta seolah memang dia yang selama ini kamu kenal bukan aku.”“kenapa kamu ga mau jujur dari awal kita ketemu ri, aku kecewa sama kamu dan Shinta.”“saat itu aku berniat untuk jujur, tapi waktu pertama kita ketemu kamu sudah lebih dulu mengenali Shinta dengan “princessmu” itu. Bukan aku yang kamu kenal. Sejak saat itu ku urungkan niatku.” kutatap wajah Radit sekilas lalu balik berpaling memandang bunga mawar yang tumbuh indah disamping taman.“maafkan aku ri, aku ternyata tidak mengenalimu, aku ga memahamimu saat itu. Tapi ri, sampai kapanpun aku masih nyaman dengan princessku itu dan itu kamu, bukan Shinta.” Radit menggenggam tanganku, menatapku tajam.“maksud kamu..??? bukankah kamu cinta sama Shinta?”tanyaku heran pada Radit“aku memang suka sama Shinta, tetapi aku sadar bahwa rasa sukaku dengan shinta hanya sekedar rasa suka semata. Ternyata yang aku cintai bukan shinta, tapi princess, princess yang selalu menemaniku, princess dengan love storynya, dan itu kamu. Saat aku bersamamu aku merasa nyaman, seolah aku sedang berbicara dengan princess. Dan sekarang aku tau bahwa memang benar apa yang kurasakan, kamu adalah princessku. Aku mencintaimu ri.” kata Radit “tapi dit, bagaimana dengan Shinta, mana mungkin aku harus menghancurkan hati Shinta. aku merasa tidak enak hati apabila Shinta tau semua ini.”kulepaskan genggaman tangan ku dari tangan Radit“aku tau ri, tapi aku juga ga mau terus-terusan membohongi shinta. Jujur selama ini aku kurang nyaman saat bersamanya. Banyak ketidakcocokan yang aku rasakan. Tidak seperti saat bersamamu.” terang Radit.Aku begitu bingung, dilema rasanya. Disatu sisi aku merasa bahagia karena Radit juga ternyata mencintaiku tapi disisi lain rasa bersalah kepada shinta bersarang. Bagaimana perasaan shinta saat dia harus tau semua ini. Apakah harus kurelakan Radit untuk Shinta, atau kuterima cinta Radit ini. Semua ini terasa ga adil, aku ga mau hanya karena masalah cinta persahabatan ini hancur.“terimalah cinta Radit, ri….. jangan kecewakan dia. Aku tau dia cinta kamu.” suara Shinta tiba-tiba mengagetkan kami berdua. Ternyata shinta mendengar pembicaraan kami dari belakang.“maaf Shin, bukan maksudku kaya gini.” kataku meyakinkan Shinta. Kuhapus airmataku dan kujauhi Radit.“tenang Shin, aku ga kan marah ko sama kamu. Justru aku bahagia karena akhirnya semua ini bisa terjawab dengan sendirinya. Aku tak perlu lagi berbicara yang sebenarnya kepada radit. Dan tentang perasaanku sama Radit, sama halnya seperti Radit ternyata aku hanya mengagumi Radit. Tapi tak bisa untuk menyelaminya. Kami berdua ga cocok. Terlalu banyak perbedaan yang ada pada kita, dan sekarang aku relakan Radit menjadi milikmu karena aku tau kamulah yang terbaik buat Radit.” Shinta tersenyum dan menghampiriku. Shinta memelukku menyatakkan kebahagiaannya.“makasih Shin, aku ga tau harus ngomong apa sama kamu.” aku merasa bahagia dengan penuturan Shinta, ternyata shinta ga marah. Dan semuanya jelas sudah.“Mentari Az Zahra….maukah kamu menjadi pacarku…?” tiba-tiba radit bersimpuh didepanku dengan memberikan bunga mawar merah.Dengan hati yang berbunga-bunga serta senyum yang terus mengembang dari bibirku. Ku jawab pertanyaan Radit itu.“Radit Bagas Pramandha, aku bersedia menjadi pacarmu.” ku ambil mawar merah yang dipegang Radit sebagai tanda penerimaan.“terima kasih princess…” Radit langsung memelukku“sama-sama pangeran.”senyumku berkembang Shinta yang melihat kami hanya tersenyum dan menggoda kami.“ehem udah dulu dong berpelukannya, jadi iri neh. Hehehehe,”shinta menggoda kami.Ternyata persahabatan ini masih terus berjalan, walau kini aku dan Radit resmi berpacaran tapi hal ini ga mengubah kebersamaan kami. Aku, Radit dan Shinta pun berpelukan. Kami habiskan waktu malam ini bertiga, memandang bintang dilangit yang bersinar indah. Akhirnya love story ini berakhir indah. Sang pangeran kini telah menemukan princess. Tak ada lagi keraguan di hati sang pangeran. Dunia ini seakan berbunga-bunga, keindahan menghampiriku karena cinta yang kupendam kini tlah terpaut sempurna. Dan ternyata kamu……….. I LOVE U RADIT……………………..THE END……………….PENULIS;Nama : Mentari SenjaEmail : pichasilvia@yahoo.comfb : chika_lupi@live.com

  • Cerpen Remaja Take My Heart ~ 18

    Cerpen Remaja Take My Heart ~ 18 _ Versi lanjutan. Omo, Nie cerpen kapan endingnya yak?, Suwer aku ndiri udah nggak sabar banget buat nge'end'kan nya. ha ha haBut, mau gimana lagi. Selama puasa jam kerja nambah. Dari jam 09 pagi sampe jam 09 malam. 7 hari seminggu full nggak pake libur. Hebat kan?. Ngebet banget pengen kaya kayaknya #nyindirmodeon.Tapi walau pun begitu, aku tetep usahain kok buat bikin lanjutannya. Toh pada akhirnya part ini muncul kan?. Akhir kata happy reading aja deh..Take My Heart Keesokan harinya, seperti biasa Vio berangkat ke kampus menggunakan bus. Begitu sampai, sekilas ia menoleh ke sekeliling, Merasa sedikit canggung akan situasi yang akan ia alami dinanti. Bagaimana ia harus bersikap jika sekiranya nanti ia bertemu Ivan.sebagian

  • Cerpen Cinta Romantis: AKU PASTI KEMBALI

    Aku Pasti Kembali Karya : putri ayu pasundan Namaku jelita, aku sekolah di sma vanderwaald. Aku duduk di kelas 1 sma. Aku termasuk siswa yang pandai, dan juga mudah bergaul. Aku mempunyai seorang sahabat dia bernama putra. Putra adalah sosok sahabat yang baik, perhatian, dan selalu mengerti keadaanku, dilain waktu saat aku bersedih, dia yang selalu menghiburku. Suatu ketika dia memendam perasaan yang sama dan aku juga merasakannya.“jelita..” panggil seseorang itu dari arah belakang. Dan itu sahabatku putra.“iya put..? ada apa?’’ tanyaku.“pulang sekolah , ikut aku ya.. aku mau ngajak kamu ke suatu tempat.”“oke baik.”Setelah bel pulang sekolah berbunyi, putra langsung menghampiriku dia sudah berdiri tepat di ambang pintu kelasku. Dia memanggilku sambil tersenyum.“jelita.. ayok kita berangkat.”Putra tiba-tiba mengandeng tanganku , menuruni anak tangga, Dan segera menuju ke area parkir. Kelas kami berada di lantai 3 . Aku dan dia berbeda kelas . Sejak smp kita selalu bareng. Dan sampai SMA ini. Setelah kami tiba di area parkir, putra mengeluarkan motornya yang terparkir dekat pos satpam.“ayok naik.” Putra mempersilahkan aku untuk naik ke motornya, dan kini kami berangkat meninggalkan area parkir. Juga sekolah.“kita mau kemana?’’ tanyaku kepadanya.“ke suatu tempat. Dan kamu pasti suka.” Setelah beberapa menit di perjalanan , kami pun sampai di tempat tujuan. Ternyata putra mengajakku ke sebuah taman bermain. Di taman tersebut . terpampang air mancur yang begitu indah, banyak sekali bunga-bunga yang berwarna warni. Kami berdua duduk di kursi dekat taman.“jelita… “ panggil putra kepadaku, sorotan mata tajam nya yang takkan pernah ku lupakan sejak dulu . deg…. Jantungku berdebar-debar. Aku tak mengerti tentang perasaan ku padanya, sudah 5 tahun kami bersama.. saling melengkapi satu sama lain. Tapi, tak pernah aku mengerti hubunganku dengannya.. yang aku tau, aku dan dia bersahabat.“putra, kok nangis?’’ tanyaku padanya. Putra meneteskan air matanya perlahan demi perlahan . ku apus air matanya yang membasahi kedua pipinya..“aku gak nangis, aku Cuma bahagia aja punya sahabat kaya kamu.” Di usap rambutku dengan kelembutan tangannya. Putra memang sahabatku , dan juga kakak bagiku. karena itu aku tak mau kehilangannya.“jelita, suatu saat nanti, aku gak bisa terus berada di sisi kamu, kamu harus bisa nantinya tanpa aku. Aku gak mau terus-terusan jadi benalu yang selalu ada di hidupmu. Kamu harus bisa jalani hidup , dan mungkin tanpa aku. ingat janji kita dulu. Kalo kita akan selalu bersama.”“putra kok ngomongnya gitu, tanpa kamu hidup jelita ga mungkin seceria ini. Karna kamu, hidup jelita bahagia dan lebih berwarna. Kalaupun nantinya putra ninggalin jelita, jelita akan cari putra sampai kapanpun dan bakal nungguin putra sampai putra kembali. Entah beberapa lamanya”“tapi, inget. Kalo putra gak ada di samping kamu lagi. Kamu janji harus selalu tersenyum.”“iya, jelita janji… jelita akan selalu tersenyum untuk kamu.”Hari sudah semakin berlarut. Meninggalkan semua kisah yang ada. Taman tersebut menjadi ikatan janji mereka.***Keesokan harinya di sekolah, tepat pukul 06:15 menit.“jelita, ini ada surat untuk kamu.”dihampirinya jelita , Di kasihnya sepucuk surat itu untuknya yang terpampang besar siapa nama pengirim surat itu. yaitu “putra” .Deg…… hati jelita tiba-tiba gelisah tak menentu. Tak mengerti apa yang sedang iya rasakan saat ini. Di bukanya isi surat itu perlahan.“jelitaa… ini aku putra, maafin aku ya kemarin aku gak sempet berfikiran untuk ngomong ke kamu. Karna semua itu terlalu berat untukku. Aku gak sanggup ninggalin kamu disini. Mungkin, saat kamu baca surat ini aku sudah tiba di Kalimantan. Papaku dinas disana, dan terpaksa aku ikut dengannya. Maafin aku ya jelita. Inget janji kita. Kamu harus tetap tersenyum. Suatu saat nanti kita pasti akan bertemu lagi.“Di akhirinya akhir surat itu. Jelita yang hanya bisa diam membisu dan pucat pasi di tempat duduknya. Perlahan iya menteskan air mata dan tidak percaya akan semuanya. Tak pernah iya mengerti akan semua perasaannya. Sedih, kecewa, semuanya yang iya alami saat ini. Tak sempat iya mengatakan tentang perasaannya yang sebenernya kepada putra. Cinta… mungkin ini yang aku rasakan. Perasaan itu tak pernah ku sadari sebelumnya, setelah kepergianmu baru aku menyadari.. cinta itu ada.***Setelah pulang sekolah, aku bergegas untuk pergi kerumah putra. Tetapi hasilnya nihil, tak ada satupun orang yang menjawab sapaanku. Rumah itu kosong. Jelita tak tau harus mencari putra kemana lagi. Akhirnya , aku memutuskan untuk pergi ke Taman kemarin, terakhir kali aku bertemu dengannya, bersamanya…. Taman itu sepi.. tak seperti biasanya, tak banyak orang yang lewat area taman bermain itu. dihampirinya kursi taman tempat aku duduk bersama putra waktu itu. Aku mengingat kembali perpisahan terakhirku dengannya. Aku meneteskan air mata.***Setelah 2 tahun aku menunggu, putra tak juga ada kabar. Selama itu aku tak pernah seceria dulu. Hanya kesedihan yang tampak di wajahku. Sesering kali aku mengingat kenangan itu, itu membuatku sakit. Sekalipun aku mencoba melupakannya, itu akan semakin sakit. Beberapa sering aku memutar lagu pasto’aku pasti kembali’ liriknya yang benar-benar menyentuh hatiku.Reff : aku hanya pergi tuk sementara..bukan tuk meninggalkanmu selamanya..aku pasti kan kembali, pada dirimu ..tapi kau jangan nakal.. aku pasti kembali…..selama 2 tahun, kenangan itu menghantui harii-hari ku . tang sanggup aku melupakannya. Kini aku benar-benar mencintainya. Cinta bukan lagi sekedar sahabat , tetapi perasaan yang lebih dari pada itu.hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 17 , sekarang aku sudah duduk di bangku kelas 3 sma, sekalipun aku ingin pindah ke lain hati dan berpaling dari putra, aku masih takut. Karena luka yang ada di hatiku masih ada. Setelah malam kian tiba, putra tak juga mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Padahal hanya sapaannya, dan ucapannya yang begitu berarti untukku..hari ini sweet seventeen ku. Dan mungkin itu semua tak ada artinya kalau putra tak ada di sampingku. Malam ini aku ingin sekali pergi ke taman itu. untuk menenangkan diri disana, mungkin hanya beberapa saat. Aku akhirnya memutuskann untuk pergi kesana dan meninnggalkan acara dan tamu undangan yang telah hadir di pesta ulang tahunku yang ke 17 itu. aku pergi ke sana dengan di temani supir papaku dan setelah beberapa menit di perjalanan, aku tiba di taman itu. aku tak menyangka.. begitu indah suasana taman tersebut dengan lampu lampion-lampion yang khas terpampang disana. Dekorasi lampu-lampu kecil di setiap pohon yang mengelilingi menambah indah suasana taman itu. aku duduk di kursi putih taman itu. tiba-tiba beberapa saat aku memejamkan kedua mataku dan membukanya kembali aku melihat sesosok putra di depan mataku. Dia tampak berbeda dari dahulu, aku tak percaya kini dia ada di depan mataku, atau mungkin ini hanya ilusiku.“happy birthday jelita.. aku nepatin janjiku kan , kita pasti bertemu kembali. Dan aku pasti kembali.”“ini benar kamu?’’ tanyaku tak percaya.“iya, ini aku. aku putra.”“kemana aja kamu, kamu gatau aku disini sedih mikirin kamu, kamu gak ada kabar dan hilang gitu aja.”“maafin aku, aku Cuma gak mau ganggu konsentrasi belajar kamu.”Putra menghampiriku dan memberiku sekotak bingkisan tanda ucapan ulang tahunku. Dan ternyata itu adalah sebuah kalung yang berukiran tulisan nama kita berdua. Gaun cantik yang aku kenakan malam itu saat ulang tahunku berwarna putih, dan juga putra, membawa bunga mawar merah kesukaaanku dan ia mengenakan jas kemeja putih.“aku janji gak akan ninggalin kamu lagi. Aku gak bisa tanpamu. Aku mencintaimu, aku sayang kamu jelita.” Kini dia menggutarakan isi hatinya, hanya itu kata yang aku tunggu selama ini dari mulutnya.“akupun begitu. Ini adalah hari terindahku. Kamu kembali, untuk menjadi sahabatku, juga kekasih bagiku…..”_The end_Biodata penulis : Putri ayu pasundanJakarta, 23 january 1997FB : Puteri pasundan

  • Cerpen Spesial Valentin “Cintaku berawal dari Facebook”

    Cerita yang terjadi berikut ini adalah hanya fiktif belaka. Bila ada kesamaan nama, tokoh pelaku ataupun peristiwa adalah hanya kebetulan semata. Ide ini terlintas dengan begitu saja.Happy reading ya…Ini kisah yang terjadi di antara ratusan juta akun facebook..Kisah yang terjadi antara kami berlima…Seseorang yang ku namai diriku sendiri…Seseorang yang kusukai….Seseorang yang ku jadikan sahabat….Seseorang yang kadang ku jadikan tempat bersandar….Dan seseorang yang sangat sangat ingin untuk aku lupakan.Nah, Khusus disini aku ingin menuliskan kisah tentang aku dan dia….. XD."Hufh" Untuk kesekian kalinya Chila menghela nafas saat menatap baris demi baris kata yang tertera di layar monitor di hadapannya.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*