Cerpen Remaja: BULAN PENUH KECEWA

BULAN PENUH KECEWA
Oleh Cha HfgRilya
April…..
Dalam hidup ini aku tidak pernah berpikir semua hal yang bernama kemunafikan atau hal yang membuat sakit hati. Hari ini tepat 1 tahun hari jadian kami, aku bahagia memiliki dia, orang yang selalu setia dan sabar dengan sikap ku yang super egois. Dan satu hal yang buat aku hari ini agak tampak lesu , aku berencana buat putus tepat di hari jadian kami. Sesuai rencana kami bertemu setelah aku pulang sekolah. Saat di gerbang sekolah aku sudah disambut oleh senyum manisnya.
“capek ya?” sapa Rian
“nggak kok kak, nggak kuliah hari ini?”berusaha untuk basa basi
“kuliah cuman tadi jam9 udah pulang”
“oke deh, pulang yuks , panes banget” aku mengibaskan tangan ku sambil menahan panas teriknya matahari.
Diperjalanan pulang aku masih tetap diam, dia Nampak kebingungan dengan tingkah laku yang aku lakukan.
“Lha, kamu gak enak badan ya? Kok diam aja dari tadi”
“ehmbt gak juga, oh ya aku ada yang ingin di omongin”
“ngomong aja”
“aku tau kita akhir-akhir ini sering berantem , dan aku juga tau kakak selalu mengalah dengan semua masalah kita, tapi aku merasa berdosa kalo gak ngomongin ini ke kakak, kakak kenalkan sama Dion?”
“oh dia itu kan selalu kamu cerita”
“iya, dan sekaranga ku sama dia udah deket, dan kayaknya aku gak bisa ngelanjutin hubungan kita, maafin aku”
“Lha hari ini seharusnya kita bahagia, kenapa harus ngeluarin kata-kata yang bikin hancur berantakan, aku tau kamu becanda” lau menghentikan motor ninja nya.
“gak kak ini beneran, maaf”
“udah nyampe Lha , aku pulang dulu, oh ya moga pilihan kamu itu tepat”
Satu bulan ini aku benar-benar gak tau dengan kabar Rian, dia gak pernah telpon ataupun sms aku duluan, kalopun aku sms atau telpon dia gak pernah bales n ngangket, dan hubungan ku sama Dion sekarang resmi jadian, dia lucu buat aku gak kaku kalo berhadapan bersama dia beda sama Rian.dia juga senang bergaul sama sahabat aku, dan sahabat aku juga menyukainya.
Kami bersahabat lima orang, Sinta, Intan,Aira, dan Melinda. Kami selalu kompak disekolah, kami udah bersahabatan mulai dari kecil dan sekarang ini kami kelas 3 SMA . dalam 2 bulan ini hubungan aku sama Dion baik-baik aja, bahkan bisa dibilang mengasyikkan. Dia nganterin aku, suka ngumpul bareng sahabat aku, dan juga dia akrab sama keluarga aku, itu yang aku suka, dan buat aku benar-benar ngelupain Rian.
Sebenarnya awal perkenalan aku dengan Dion saat itu dia punya sepupu yang sekelas dengan aku, karena aku juga termasuk siswi yang smart d SMA itu maka aku suka koleksi buku paket, jadi dia minjem buku paket, karena ada tugas dari kampusnya. Sejak itu kami mulai dekat tapi gak langsung jadian karena aku lebih tertarik sama Rian yang kata-kata anak dia super pintar di kampusnya, dan akhirnya aku jadian sama Rian bukan Dion.
September….
Hari ini, sahabat aku ngajak ngmpul, aku juga gak tau kenapa dadakan sekali, katanya ada yang mau di omongin, sore itu mereka nyampe dirumah aku.
“tumben banget ya dadakan banget, besok disekolahkan bisa cerita”
“ohya Lha, gimana hubungan kamu sama kak Dion?”Intan memulai pembicaraan.
“baik-baik aja, barusan juga baru telponan, kenapa?"
“aku dan temen-temen gak suka kamu sama dia, mending kamu putusin aja kak Dion” ujar Intan semangat.
“kenapa? Kok gitu? Emank ada salah apa?”
“Lha, maafin aku yah, aku baru sekarang ngomong sama kamu , kak Dion dalam seminggu terakhir ini sering ngajak aku ketemuan, dan katanya hari ini akan putusin kamu demi aku, tapi aku bilang gak bisa, karena aku sayang kamu Lha. Dia gak pernah suka sama kamu, dia Cuma mau main-mainin kamu dan aku harus jujur sama kamu, kak Dion itu jahat Lha” Melinda sambil memelukku.
“apa?” entah apa yang aku pikirkan yang pasti aku ngerasa dadaku sesak dan benar gak terasa air mata itu jatuh tanpa aku sadari ,
“udah lah Lha, kenapa harus nangis harus yang sekarang kamu lakuin putusin dia, kamu mencintai orang yang selama ini nggak pernah suka sama kamu” Sinta berusaha untuk menegaskan.
Aku mengambil handphone ku dan menelpon kak Dion, dan terdengar suara disana yang membuat aku sebenarnya enggan untuk bicara.
“hallo, kenapa Lha?”
“makasih ya kak, sayangnya aku nggak niat lagi kita pacaran , dan jangan lagi ganggu hidup aku, kita putus”
Udah 2 hari ini aku gak pernah mau ketemu sama Dion, dia udah telpon berkali-kali aku gag pernah angkat , aku tau mungkin dia merasa bersalah dengan sikapnya yang begitu. Saat aku lagi tiduran dirumah , terdengar suara ketukan pintu, dan aku keluar yang aku lihat sosok Dion yang Nampak pucat.
“kenapa? Apalagi?aku lagi sibuk buat tugas”
“kakak pengen ngomong Lha, setelah kakak jelasin kita boleh berakhir”
“masuk” dengan wajah bête
“Lha, maafin kakak untuk itu, mungkin rasa suka kakak terhadap Melinda salah”
“gak kok kak, itu udah hak kakak buat sama dia”
“jujur awal kita pacaran kakak nggak pernah suka sama Lala, tapi saat saat kakak kehilangan Lala , kakak merasa menyia-nyiakan orang yang benar-benar sayang sama kakak, kakak butuh Lala, percaya ato gak, kakak pengen kita kayak dulu”
“maaf kak, kayaknya aku nggak bisa, lebih baik kita akhiri saja, aku udah ikhlasin semua, jadi sekarang aku ingin kakak jalanin hidup kakak dan juga aku sebaliknya”
“ makasih, tapi kakak masih berharap kita bisa seperti dulu, dan kakak benar2 ingin menebus dosa kakak”
“gak ada yang salah”
Sejak saat itu dalam pikiran ku benar-benar ingin melupakan semua hal terindah itu, karena saat setiap kali mengingat Dion yang ada rasa sakit karena dia berusaha mencintai ku hanya untuk buat aku tersenyum. Dalam kesendirian ku yang ada bayangan Rian sering muncul , dia yang benar-benar mencintai ku malah aku sia-siakan. Mungkin ini juga karma buatku.
Dan aku akan menjadikan ini pelajaran, bahwa tidak selalu orang yang kita cintai itu baik untuk kita, maka itu aku tidak akan pernah menyianyikan orang mencintaiku hanya untuk orang yang aku cintai.
THE END

Tentang Penulis
Nama : Cha Anisa
E_mail : cha_hfgrilya@yahoo.com
FB : hfgrilya_ca@yahoo.com ( Anysa HfgRilya )
Twitter : @chastargeon
Blog :Cewek Smart n Happy

Random Posts

  • Cerpen Horor: The Secret of The Toilet

    Judul: The Secret of The ToiletKategori: Cerpen MisteriPenulis: Ray Nurfatimah Clakk….clakkk…clakkkkkk…..Tetesan dari kran yang tidak tertutup rapat itu semakin menerorku yang hingga tengah malam ini sukar untuk tertidur. Kulirik bulatan putih didinding yang terhalang remang-remang malam.“Huff….. mana baru jam sebelas empat lima lagi,” bisikku pelan.Entah sudah berapa kali aku membolak-balikan bantal usang yang hampir tidak tersentuh sabun selama aku pindah kekosan Bu Alina. Maklum aku adalah seorang siswi kelas tiga SMA yang merangkap menjadi pelayan disebuah restoran siap saji.Sebelumnya aku tinggal dikosan Bu Dian, tapi karena terbelit hutang kanan kiri, ya dengan terpaksa aku kabur. Padahal malam itu Kak Danar, putra bungsu bu Dian bersikeras menghalangi kepergianku. Aku harus pergi dari pada tiap hari kena omel bu Dian, belum lagi cibiran pedas dari penghuni kos lain tentang hutangku yang belum aku bayar.Berbekal uang tiga ratus ribu rupiah, hasil penjualan ponsel lamaku . Aku memberanikan diri untuk tinggal dikosan baru dengan menjanjikan upahku sebagai pelayan restoran.“Akhir bulan nanti segera cair, bu.” bujukku kepada bu Alina saat dia menolak rencanaku tinggal di kossannya.“Bukan karena kondisi keuanganmu dek Mayang, tapi memang kamar kos disini sudah penuh.” Sahutnya lembut.Ya memang benar, aku lihat rumah besar yang terdiri dari lima kamar dilantai satu telah penuh sesak diisi oleh sembilan orang penghuni kos dan satu asisten pribadi Bu Alina.Tapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya beliau menyerahkan kamar putri semata wayangnya yang tengah mengenyam pendidikan di Jepang kepadaku.“Haduh betapa beruntungnya diriku ini.” Fikiriku sesaat setelah Bu Alina mengesahkan kamar kebanggaan putrinya kepadaku. Betapa tidak kamar ini begitu luas dan satu-satunya kamar yang memiliki toilet sendiri. Apalagi bu Alina dengan cuma-cuma meminjamkan kasur dan meja rias milik putrinya. Hanya saja dia dia tidak membolehkan aku menggunakan lemari besar dikamar itu, mungkin karena lemari itu telah diisi penuh oleh barang-barang milik putrinya.Tapi untung saja dimeja rias menempel sebuah lemari kecil yang masih bisa aku gunakan untuk menyimpan pakaian ku, dan sebagian lagi bisa aku gantung di pegantungan di belakan pintu.Kembali kulihat jam, kali ini tepat pukul dua belas malam dan aku aku masih terjaga. Tiba-tiba “Wwhuuuuussshh……..” sekebat angin kencang masuk kerongga kamarku, menyisakan sosok putih yang melambai-lambai didepanku. Seketika aku terkejut, “Sial aku hampir saja membiarkan jendela terbuka semalaman.” Gerutuku sambil menutup jendela dan membenarkan tirai putih yang tersapu angin.Aku kembali merebahkan tubuh mungilku di kasur besar nan empuk ini. Pelan tapi pasti mata ini mulai menutup.Byuuuuurrrrr…… Suara guyuran air mengagetkanku.“Jam segini siapa yang mandi sih? Ganggu orang saja!” gerutuku kuesalOtaku mulai berfikir waras “Tapi asal suaranya dari…….” Entah mengapa bibirku benar-banar tertahan. Kulirik pintu toilet, dan benar saja dari lubang kunci pintu toilet sesosok wanita berambut panjang tengah tertunduk kaku dibawah cipratan air shower.“Apa mungkin dia putrinya bu Alin?” fikirku membuyarkan rasa takutku sendiri.Tanpa berfikir panjang lagi, aku segera beranjak pergi. Namun, baru beberapa langkah menuju tempat tidur, suara tangisan memaksaku untuk kembali.“Kkenapa Mbak? Mmbak ggak kenapa-napakan?” tanyaku sedikit gugup.Dia tak kunjung menjawab pertanyaanku, malah tangisannya semakin menjadi.“Hiks……hiks…… tolong aku hikksss….”Suara tangisan itu menggema mendominasi kamarku. Aku benar-benar panik. Sekuat tenaga kucoba rubuhkan pintu berbahan plastik itu, dan hasilnya nihil. Tangisannya pelan-pelan meredup. Kulihat kembali dari lubang kunci, dan betapa kagetnya aku saat kulihat tubuh wanita misterius itu kini tak utuh lagi. Berdiri lesu sesosok tubuh tanpa kepala, lehernya dipenuhi daging yang berantakan. Dan cipratan darah segar menodai dinding-dinding toilet.Tubuhku benar-benar terasa bergetar dan tak bisa mengatakan apa-apa. Saat ku alihkan mataku kearah lantai toilet, tergeletak sebuah kepala berambut panjang bersama sebilah gergaji di sampingnya. Aku semakin berguncang hebat, entah apa yang aku fikirkan saat itu. Rasanya aku ingin berlari ke kamar penghuni lain untuk meminta bantuan. Tapi aku sama sekali tak bisa bergerak, piyamaku terjepit engsel pintu.“Haaaaaaaaa…… tolong!!!!!” aku berteriak sekencang-kencangnya. Dengan tergesa-gesa kugigit piyamaku. Dan Seeeeeetttt, bagian belakang piyamaku berhasil robek. Aku berlari sekencang-kencangnya memburu pintu keluar kamar.Creek….creeeek…..“Arrggght….. kenapa gak bisa dibuka? Aku semakin panik.Segera ku ambil posisi kuda-kuda dan… Bruuukkkk…… tendanganku merobohkan sebilah pintu yang terbuat dari kayu.Nafasku terasa sesak mencium bau anyir darah yang menusuk ke paru-paru. Tapi aku semakin menggila dan ketakutan saat kulihat pemandangan aneh dari balik pintu kamarku.“Ttttoilet???” tanyaku bingung. Ternyata toilet yang sama, hanya saja yang membedakan tinggal kepala yang tergeletak dilantai.Kepala berambut panjang itu pelan-pelan menoleh dan menyeringai kepadaku.“Hyaaaaa…..!"***CreeeekkkkkSeseorang membuka pintu kamarku, dia mnyeringai hangat dan mendekatiku.“Rupanya kamu demam ya May?” sahut Bu Alina sambil menempelkan punduk tangannya di keningku.“Syukurlah ternyata cuma mimpi,” bisiku pelan.The EndBy : Ray Nurfatimah

  • Cerpen Cinta Remaja: CINTAKU UNTUKNYA

    CINTAKU UNTUKNYACerpen oleh: Rina Natalia“Wanda gwa pengen ketemu ma elo jam 14.00 siang ini di taman deket sekolah,deket air mancur ya!.By sesil”Sebuah tulisan dalam kertas yang di tempel di sebuah mading sekolah menengah atas.“Wan ,elo punya masalah apa ma sesil ?” Tanya seorang pria berseragam yang baru masuk ke ruang kelas.“kagak ,emang kenapa ?”Tanya wanda bingung. “Sesil ngajakin elo ketemuan siang ini juga dan yang paling parah lagi ajakan itu di tulis di mading”.“Masa sih ?”.Wanda terlihat cuek.“Ya udah elo liat aja”. Wanda pun beranjak dari bangkunya dan pergi menuju mading sekolah bersama tian temanya itu, tak ama kemudian merekapun sampai di depan mading sekolah yang telah dikerumi oleh murid murid.Wanda merasa heran dan dia pun mengeluarkan sebuah phonsel dari dalam kantong celananya.“Non kamu lagi ma sesil gak” ? ( isi pesan singkat yang ditujukan kepada noni teman satu sekolahnya ,noni juga adalah teman baik sesil). Di sisi lain sesil ,noni , lulu, mia sedang berkumpul. Tiba tiba ponsel noni berbunyi dan di ambilah ponselnya dari dalam tas dan terlihat di layar ponsel tertulis pesan dari wanda, noni tak menghiraukan pesan dari wanda dan menaruh kembali hpnya kedalam tas.“sms dari siapa non ? kok gak di bales ?.”Tanya sesil pada noni.“Adik gwa minta di beliin coklat pulang nanti!”.Jawab sesil terlihat sedikit grogi karena telah brebohong.“Sil elo serius mau nembak wanda ?”. Tanya lulu.“Ya iya lah ,soalnya gwa bener bener suka ma dia”.“Emangnya elo gak malu apa ?”.Mia ikut ikutan berbicara sedangkan noni terlihat lesu.“Kenapa harus malu ?”. jawab sesil enteng sambil tersenyum bahagia.“Gimana kalo elo di tolak ? secara ,dia tu kan bisa di bilang cowok terkeren di sekolah kita ini!”. Tanya lulu kembali.“Gak tau !”.Jawab sesil pelan dan terlihat sedikit melemah.“Bener tu gimana kalo elo di tolak mentah mentah ! elo tu selalu nekat ya !”.Ceplos mia.Noni masih terlihat diam.“Ah, kenapa kalian pada ngomong gitu !”.Sesil terlihat lesu.“eh sory, gwa gak maksud ngomong gitu”. Sahut mia sambil menempelkan tangan nya di mulut.“Non ko diem aja ? Apa pendapat elo dengan tindakan konyol sesil?”.Tanya mia pada noni yang masih diam.“Aku gak punya pendapat apa apa, buat aku selama tindakan sesil bisa buat dia bahagia aku akan setuju aja”. Jawab noni sambil sedikit tersenyum. “I love you noni!”.teriak sesil pada noni dengan raut wajah gembira.Noni tersenyum .Noni mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya dan tiba tiba membalas pesan singkat dari wanda.“Tolong jaga perasaan sesil”.( Pesan yang di kirim pada wanda).Orang orang yang mengerumuni mading terllihat sudah pergi dan hanya ada wanda dan tian saja. Pesan dari noni telah di terima wanda. Wanda langsung mengambil ponselnya dan langsung membukanya. Wajah wanda terlihat bingung setelah menerima pesan dari noni lalu di balasnya kembali pesan tersebut.“Apa maksudnya non ?”isi pesan wanda pada noni.Tak lama kemudian bel sekolah berbunyi nyaring,“Cabut yuk ian!”.ajak wanda pada tian sembari menunggu balasan pesan dari noni). Wanda dan tian mulai pergi menuju ruang kelasnya. Wanda masih menunggu balasan pesan dari noni yang sampai kegiatan belajar masih juga belum ada balasan.Setelah cukup lama berada di ruang kelas bel istirahat berbunyi para murid pergi untuk istirahat begitu pula wanda, tian ,sesil, noni, mia dan lulu.“Guys kita istirahat di samping lapang olah raga aja ya!”.ajak sesil kepada temanya.“Kayak biasa ke kantin dulukan “.Ucap lulu sambil melihat wajah sesil.“Ya ia lah kaya biasa aja”.Jawab sesil sambil pergi meninggalkan ruang kelasnya.“Sil gwa mau ke toilet dulu ,kalian duluan aja ya !”.Ucap noni sambil pergi meninggalkanmereka.“Jangan lama lama ya!”.teriak sesil pada noni. Noni menoleh sambil mengacungkan jempol tangan nya.Merekapun be pisah ,noni pergi ke toilet sedangkan yang lainnya pergi ke kantin untuk membeli beberapa makanan. Sepulang dari toilet noni bertemu wanda tapi noni pura pura tak melihatnya, wanda teriak memanggil nama noni tapi noni tak menghiraukanya. Wanda berlari mengejar noni dan nonipun terkejarnya.“hei kenapa gak nunggu aku padahal dari tai aku teriak teriak manggil nama kamu”. ucap wanda sambil tersenyum.“sory gwa gak denger!”. jawab sesil judes sambil pergi. Wanda menghalau noni untuk pergi.“ Kenapa sih ,kamu kok berubah banget semenjak aku pindah sekolah ke ini”. Noni masih berusaha pergi meninggalkan wanda dan tak menghiraukan pertanyaannya. Wanda memegang tangan noni dan menariknya pergi.“Loe mau bawa gwa kemana wan?”. Tanya noni sambil berusaha melapaskan tanganya dari cengkraman wanda.“Gwa pengen ngomong sesuatu sama elo tapi gak di sini”.“Kenapa berubah?, kenapa dia manggil gwa dengan kata lo padahal biasanya kamu !”.Ucap noni dalam hati.“Ya tapi gak usah tarik tarik segala dong!”Wanda tak menghiraukan ucapan noni sampai akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang tak banyak di kunjungi murid murid. Wanda masih memegang tangan noni.“Lo mau ngomong apa?”. Teriak noni pada wanda.Wanda menatap wajah noni dan masih memegang tannganya.”lo kenapa ? “.Tanya wanda sambil melepaskan cengkraman tanganya. “kenapa apanya maksud lo ?”. Tanya noni pura pura tak mengerti sambil mengelus elus tanganya.“Kenapa semenjak gwa pindah sekolah ke sini lo berubah ,lo susah banget di hubungi ,gwa juga susah ketemu ama lo, kenapa lo ngindar terus dari gwa dan yang paling bikin gwa sakit hati kenapa lo tiba tiba mutusin hubungan kita tanpa sebab kalau gwa punya salah tolong ngomong non ?”.Tanya wanda seewot.Noni terdiam dan menundukan kepalanya.”kenapa tiba tiba gwa pengen nangis kaya gini”.ucap noni dalam hati.“Non tolong jawab pertanyaan gwa “.“Gwa kan udah bilang gwa udah gak suka lagi ma lo!”.jawab noni sambil menahan tangisan.“Tapi kenapa tiba tiba gitu, kalau gwa punya salah yang udah bener bener nyakitin hati lo gwa minta maaf”.“kalau kamu ingin tahu sebenernya aku masih sayang makamu tapi sekarang aku gak bisa kaena sesil juga suka ma kamudan aku bingung wan, aku sayang ma kamu tapi aku juga gak mau ngeliat sesil sedih”. kata noni dalam hati.“Kenapa lo diem aja ? lo masih sayangkan ma gwa ,non !”Noni menarik napas panjang.”Gwa suka ma cowok lain”.Deg ..!,Wanda terlihat kaget dan terdiam sejenak mendengar jawaban noni.”o….! jadi karena itu”. Mata wanda terlihat memerah menahan tangisan.“Ya ,ekarang lo puas !”.Kata noni yang langsung pergi meninggalkan wanda sambil mengeluarkan air mata yang dari tadi ingin di keuarkanya.Wanda masih terlihat kaget dan masih diam.Noni berlari menuju lapang olah raga sambil mengelap air matanya.“Itu noni!”. Ucap lulu sambil menunjuk ke arah noni.“Non ko lama banget ke airnya, jangan jangan lo tidur ya ?”. Ucap mia jail.Noni hanya tersenyum.,sesil memperhatikan wajah noni,“Kamu habis nangis ya non?”. Ceplos sesil dan yanng lain pun langsung menatap wajah noni.“Kagak, emang keliatan abis nangis gitu ?”.Kata noni seperti yang tak terjadi apa apa“ya,soalnya mata loe keliatan merah sih!”. Ucap sesil .“Tadi gwa kelilipan jadinya mata gwa merah kayak gini”. Kata noni sambil tersenyum.“o………!”.Kata sesil singkat, dan merekapun langsug melanjutkan perbincangannya tanpa menghiraukan kembali mata noni. Beberapa menit kemudian noni bertanya pada sesil.“Sil lo bener bener suka ya sama wanda ?”.Tanya noni pelan.“Yups, gwa suka pada pandangan pertama,”. Jawab sesil sambil tertawa kecil,“O………!“Kenapa ?”“Gak kenapa napa ko!”.Ucap noni sambil tersenyum.“Loh kok ?”.Sesil terlihat bingung. Cukup lama mereka biristirahat bel masuk telah berbunyi.“Bel udah bunyi tuh, masuk yuk !”. ucap noni . Mereka pun pergi menuju kelasnya, Sesil terlihat bahagia sedangkan noni terlihat murung dan semangat belajarnya menghilang. 13.45 tandanya kegiatan belajar telah selesai dan murid muridpun berhamburan keluar sekolah untuk pulang kerumahnya masing masing.“Gwa deg degan”. Ucap sesil sambil memasukan buku pelajaran ke dalam tasnya.“Semangat sesil”. Ucap mia .“Kita bakalan nemeni lo ko ya kan non!”. Kata lulu sambil melihat noni yang hanya tersenyum melihatnya.“Apa yang harus aku lakukan ?”. ucap noni dalam hati.“Ya udah kita langsung ketaman aja !”. Ajak lulu pada sesil dan yang lainya, dan merekapun langsung pergi ,karena jaraknya tak terlalu jauh merekapun telah sampai di taman.“Guys gwa rapi gak ? Gwa grogi ni !”. Ucap sesil yang tak bisa diam.“Sip, tenang aja kita bakalan ada nemeni lo,”.ucap mia menenangkan sesil.“Eh wanda udah dateng tuh”.Ucap lulu dan pandangan merekapun menuju wanda begitupula pandangan noni.“Ya tuhan kuatkan hati hamba!”kata noni dalam hati.“Sil bururan pergi!”. kata lulu sambil mendorong sesil. Sesilpun pergi menemui wanda, dan akhirnya mereka berdua bertemu.“Hai wan ?”.Ucap noni mendahului pembicaraan.Wanda tersenyum jutek,”Lo mau ngomong apa ma gwa?”. Ucap wanda sambil melihat keadaan sekitar ,secara tidak di sengaja wanda melihat noni dan yang lain sedang memperhatikan mereka di dekat semak semak yang jaraknya tak jauh dari air mancur. Noni dan yang lainya terlihat kaget dan merekapun bersembunyi kecuali noni yang masih kaget tapi lulu langsung menarik noni untuk bersembunyi.“Kenapa wan ?”.Tanya sesil.“Ah gak apa apa”. Jawab wanda sambil tersenyum dan tiba tiba sikap wanda menjadi berubah yang tadinya jutek sekarang jadi ramah.”Tadi lo mau ngomong apa ya ?”.Tanya wanda sambil trsenyum pada sesil.“wanda ganteng banget pa lagi kalo senyum!” ucap sesil dalam hati.“Hei, ko ngelamun gitu?” ucap wanda sambil melambaikan tangannya di depan wajah sesil.“O …!, sory sory, ini gwa, emmmm !!!!!”“Gwa suka ama lo !”.Ucap wanda tanpa basa basi.Sesil terkaget,”Serius lo suka ama gwa !“Ya!”Ucap wanda singkat yang langsung memeluk sesil.”Noni maafin gwa tapi gwa juga gak mau sakit ati Cuma gara gara lo!”.ucap wanda dalam hati.Di sebrang sana terlihat mia, lulu bahagia sedangkan noni terlihat sedih.“Sesil di peluk !”.Kata lulu gembira pada mia.“kenapa gwa jadi lemes gini ! kenapa tulang di kaki gwa terasa hilang,kenapa mata gwa jadi terasa panas gini, kenapa ???”.ucap noni dalam hati dengan keadaan mata yang berkaca kaca. Tiba tiba noni berlari meninggalkan mereka,“Lu noni mau kemana tu ?”.Tanya mia pada lulu.“Ya mana gwa tau!”.“Kejar yuk “.Ajak mia yang langsung lari mengejar noni laludi ikuti lulu.“Noni kemana mi?”.Tanya lulu sambil melihat keadaan sekitar mencari cari noni.“Gak tau, gwa sms aja ya !”.Saat mia mengambil ponsel dari dalam tasnya tiba tiba ponselnya berbunyi dan di lihat noni mengirimkan pesan.“mi, sory gwa pulang duluan coz gwa sakit perut.”“ok gak apa apa ko.”nanti gwa kesana y.“Noni pulang duluan katanya dia sakkit perut”.Ucap mia.“ko lo tau ?”.“Barusan dia sms gwa.”“O…..! tinggal kita berdua dong !,makan yuk gwa laper ni.”“Ok !!!”.Di tempat yang berbeda noni sedang menangis sambil duduk lemas.“kenapa hati ini sakit, padahal seharusnya gwa senenng dengan semuanya, kenapa, kenapa ?”.Noni menaik napas panjang sambil mengelap air mata yang tak henti mangalir di matanya.“Noni , sebentar lagi lo ujian dan setelah lulus lo bisa pergi keluar kota dan tak melihat mereka lagi, tenang dan terus semangat”. Ucap noni sambil menyemangati dirinya sendiri.*****

  • situs download film Situs Download Film Terbaik Dalam Catatanku

    Dalam post kali ini, saya mau ngeshare situs2 apa aja yang asyik buat download film. Kecepatan update film2nya, dan link […]

  • apa aja

    hem, setelah aku pikir-pikir ternyata semakin kita mempelajari sesuatu semakin banyak yang kita tau kalau masih begitu banyak yang tidak kita ketahui *he he he, bingung ya?/sama*. seperti yang aku rasakan saat ini. semakin aku belajar, aku makin bingung. kok makin banyak yang aku ngak tau ya. sementara yang mau di tanyain nggak ada *kecuali mbah google sih*. tapi tetap saja aku tidak bisa hanya belajar berdasarkan dari mbahku itu. siapa aja, bantuin aku donk…. jadi guru prifate pribadi aku… yang gratis tapi. ke ke ke. *apa sih?. kok jadi ngelantur gini*.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*