Cerpen Persahabatan: SENYUMMU ADALAH HIDUPKU

Cerpen persahabatan berjudul Senyummu adalah Hidupku ini dikirim oleh Sarah Aulia.
oleh: Sarah Aulia – Langkahku terhenti di depan sebuah toko buku. Teringat buku yang harus aku beli, akupun memasukki toko buku itu.
“Ini dia…” katakku sambil mengambil sebuah buku yang bersampul biru, kemudian membaca isinya sebentar.
“Maaf ya… maaf…” seorang pria tiba-tiba tidak di kenal datang dan langsung memelukku tanpa alasa yang jelas.
Beberapa detik berlalu. Aku sempat bingung. Karena tidak segera melepaskan pelukannya akupun mendorongnya dengan kasar. “Apa-apaan sih lo?” katakku kasar
“Aduh… maaf banget ya… tadi aku lagi di kejar-kejar orang. Makasih ya mau bantuin aku.” Katanya kemudian tersenyum kepadakku.
“Orang stress.” Katakku kemudian meninggalkannya kemudian membawa bukuku ke kasir.
“Eh La… lo dari mana aja?” Tanya Dina menghampiriku.
“Ada orang stress, tiba-tiba meluk gue nggak jelas gitu. Katanya lagi di kejar-kejar sama orang.” Katakku kemudian menunjuk orang yang tadi memelukku.
“Demi apa? Lo di peluk sama dia? OMG… beruntung banget sih lo La, bisa di peluk sama dia.”
“Beruntung? Yang ada gue mandi kembang tujuh rupa abis ini.” Katakku ketus.
“Lo tau nggak dia siapa?” tanyanya. Aku menggeleng tanpa dosa. “Dia itu Landry. RAFAEL LANDRY TANUBRATA. Mantan vokalis band Cola float, sumpah ternyata dia keren banget.” Katanya kemudian histeris
“Cola float? Apaan tuh? Kayak nama minuman?” katakku polos.
“Cola float? Masa lo nggak tau? Itu loh, band yang judul lagunya Aku Sayang Kamu. Yang sering gue nyanyiin. Sumpah lagunya enak banget.”
“Terserah lo deh. Mau cola float kek. Mau coca cola kek. Gue nggak perduli. Balik yuk!!!” ajakku kepada sahabatku itu.
“Ah nggak seru lo… yaudah ayo balik.” Dina kemudian menggandeng tanganku dan kamipun keluar dari mall itu.
***Hari berganti. Sekarang aku sudah mengenakan kemeja putih dan rok abu-abu selututku. Akupun bersiap untuk segera berangkat ke sekolah.
“Kamu udah bangun La?” seorang wanita yang tak lain mamaku menyapku dengan ramah. “Tadi ada orang yang nganterin bunga. Katanya buat kamu.”
“Dari siapa ma?”
“Nggak tau. Itu bunganya ada di ruang tamu.” Akupun segera mengambil kiriman bunga itu. kemudian memperhatikannya, sebuah mawar merah dan sekotak cokelat kesukaanku. Dan ada sebuah amplop berwarna biru yang berisi sebuah note. Kata-katanya sederhana, tapi menurutku itu cukup berkesan.
Cinta yang tumbuh dari sebuah perasaan yang sederhana.
***Aku sampai di sekolah. “Pagi Lala. Sendiri aja?” seseorang mengagetkanku dari belakang.
“Eh, Ilham? Keliatannya?” katakku kepada seorang pria yang berada di belakangku yang ternyata Ilham, sahabatku.
“Sendiran. Biasanya sama Pramudina? Sohib lo?”
“Apasih? Gajelo ham. Emang lo bukan sohib gue?”
“Sejak kapan kita sohiban?” tanyanya menggoda. “Becanda-becanda. Eh ngomong-ngomong, gimana peluncuran buku kedua lo kemarin?”
“Baik. Lo kok nggak dateng sih? Jadikan gue Cuma berdua sama Dina.” Katakku sedih.
“Sorry deh. Gue ada acara, jadi nggak bisa dateng…”
“Oh yaudah. Eh ngomong-ngomong kemarin lo rekaman buat band lo ya? Apa kabarnya tuh band?”
“Boy Band.”
“Ia deh apakatalo.”
“Baik lah. Emang kenapa?”
“Nggak. Soalnya masa ada band yang mau nerima orang kayak lo?” candakku. “Maksud gue emang nggak ada orang lain yang lebih waras untuk jadi personil band, selain lo?”
“Buktinya? Gue waras. Kalau nggak waras mana bisa gue break dance sambil nyanyi.” Katanya sambil menjulurkan lidahnya ke arahku. “Udahlah ayo kita masuk kelas! Nanti telat, diomelin Pak Effendi loh…” Ilham kemudian menarik tanganku menuju kelas.
Tiba-tiba jantungku berdegup kencang ketika Ilham menarik tanganku. Oh tuhan… apa yang terjadi padakku? Kenapa rasanya jantung ini tidak bisa berhenti berdegup kencang. Apakah aku suka sama Ilham? Nggak mungkin. Aku, dia, dan Pramudina sudah bersahabat sejak kecil. Masa aku mengingkari persahabatan demi cinta sesaat?
***“Bisa gila gue lama-lama….” Jeritku ketika aku melihat sebuah karangan bunga lagi di meja belajarku.
“Kenapa lo La?” Tanya Dina yang sedang bermain di rumahku. Tepatnya sekarang dia berada di kamarku.
“Itu!” katakku menunjuk sebuah karangan bunga yang di letakkan di meja belajarku.
“So? Apa yang salah? Bunganya bagus.” Kata Dina enteng, sambil mengambil mawar merah dan sekotak cokelat yang ada di meja belajarku.
“Bagus sih bagus. Tapi ini terror namanya. Udah hampir satu bulan tiap hari gue bisa dapet 3 kiriman bunga sama cokelat kayak gitu. Emangnya rumah gue taman bunga apa? Sehari di kirimin 3 karangan bunga, udah kayak minum obat aja.” Katakku emosi
“Terus?”
“Nggak ada nama pengirimnya pula. Ditambah note-note itu!!!” katakku sambil menunjuk beberapa buah amplop yang berada di samping kotak cokelat. “Bisa gila gue lama-lama!!” jeritku lagi.
“Melihat dirimu tersenyum kepadakku, bagaikan melihat seluruh dunia tersenyum kepadakku. Wah… wah… kata-katannya bagus. Dapet darimana lo, La?”
“Dapet dari mana? Ya dari semua kiriman nggak jelas itu lah….”
“Itu berarti lo punya pengagum rahasia.”
“Apa? Pengagum rahasia gue? Darimana?”
“Ya wajar lah lo dapet karangan bunga sama note kayak gitu kayak gitu tiap hari. Lo kan novelis? Dan buku lo juga cukup terkenal. Jadi wajar lah kalau ada yang ngefans sama lo samapai kayak gitu. Kalau gue tuh baru nggak wajar. Gue siapa? Nggak ada yang kenal. Paling satpam depan sekolah yang kenal sama gue.”
“Huh…” akupun hanya bisa menghela nafas. Sesaat ku menatap mata sahabat baikku itu. Mungkin Dina benar. Tapi kenapa dia melakukan hal itu kepadaku? Kenapa dia tidak mencantumkan namanya di setiap kirimannya? Apakah dia benar-benar pengagum rahasiaku? Atau dia orang yang senang meneror kehidupan orang lain.
***“Hai La… Din.” Seseorang menepuk pundakku.
“Eh lo Ham….” Sapaku kepada Ilham.
“Gue cariin lo berdua di kelas nggak ada, taunya ada di kantin.”
“Tumben lo nyariin kita? Kenapa nih… pasti ada udang di balik batu?” Tanya Dina. Memang benar jika Ilham mencari aku dan Dina pasti ada sesuatu yang dia inginkan.
“Tau aja…” kata Ilham sambil menunjukkan senyum beribu arti.
“Oke. To the point aja. Lo maunya apa? Kalo duit gue nggak punya, tanggung bulan nih…” kata Dina.
“Nggak kok. Gue Cuma mau ngajak lo ke peluncuran Single boy band gue. Mau ya….” Ilham memohon.
“Kapan?” Tanyaku.
“Hari minggu. Please dateng ya….” Katanya memohon.
“Oke deh Ham. Gue usahain.” katakku.
“Kok usahaiin sih… lo berdua harus dateng, nggak mau tau.”
“Ia deh… gue sama Lala dateng. Kita balik ke kelas dulu ya. Udah bel tuh.” Kata Dina. Kemudian bel sekolah berdering dua kali, itu tandanya jam istirahat sudah habis. Dan aku sudah harus kembali ke kelas.
***Sesuai janjiku yang kemarin, aku dan Pramudina datang ke acara peluncuran single terbarunya Ilham. Di sana rencananya Ilham akan mengenalkanku pada personel Boy bandnya.
“Hei!!!” seseorang memanggil kami dari kejauhan. Dan aku tahu dia pasti Ilham. Kemudian dia menghampiri kami. “Gue kira kalian nggak datang.”
“Eh Ham… Gue kan udah janji kemarin. Janji kan harus di tepati.” Katakku.
“Yaudah ayo masuk. Nanti gue kenalin sama teman-teman gue.” Katanya mengajakku masuk ke dalam.
Di dalam aku melihat enam orang lainnya. “Guys, ini teman-teman gue.” Kata Ilham kepada teman-temannya. “Ini namanya Morgan, Kakak gue Reza, Dicky, Bisma, Rangga, dan yang di tuakan Rafael.” Katanya menjelaskan satu per satu.
“Elo…” katakku begitu melihat seorang yang seakan tidak asing.
Dia kemudian menatapku dengan tatapan bingung. Seakan tidak mengenaliku. Detik kemudian raut wajahnya tiba-tiba berubah. “Kamu Lala , novelis terkenal itu kan?” tanyanya.
“Elo bukannya yang waktu itu meluk gue di mall kan?” katakku.
“Kaaakkk Landry…..” Tiba-tiba Dina langsung memeluk orang itu.
“Lo udah kenal dia?” Tanya Ilham kepadakku begitu melihat ekspressi wajahku melihat orang itu.
“Belum. Tapi gue pernah ketemu dia di toko buku. dan nggak tau kenapa, tau-tau dia meluk gue. Katanya lagi dikejar-kejar orang.”
“Haha… ada-ada aja. Tapi lo tau nggak, sebenarnya Rafael itu ngefans banget sama lo?”
“Gue? Kok bisa?”
“Dia itu hobi banget baca buku. Apalagi kayak novel yang lo buat.” Kata Ilham menjelaskan semuanya.
“Masa sih, novel gue bisa sesukses itu?” kataku tak percaya.
“Kelihatnnya?” Ilham menatap matakku, benar-benar lekat. Tidak seperti tatapannya yang biasa. Tiba-tiba jantungku berdegup kencang. Rasannya ada perasaan lain yang menyelimuti hatiku. Apakah aku jatuh cinta kepadanya?
Bangun Lala , Ilham itu sahabat lo. Nggak mungkinkan lo suka sama dia. Mau lo apain persahabatan lo, kalau lo suka sama dia. Inget dong, Dina juga suka sama Ilham. Jangan nyoba-nyoba ngancurin persahabatan yang udah ada selama bertahun-tahun ini demi cinta sesaat.
***Tok… tok
Terdengar pintu rumahku di ketuk. Hari ini mamaku pergi, jadi aku hanya sendirian di rumah. “Sebentar…” teriakku dari dalam.
“Elo?” katakku terkejut dengan mulut yang mengangga membentuk huruf O, ketika melihat siapa yang berada di balik pintu depan rumahku.
“Boleh masuk?” katannya, iapun tersenyum manis kepadakku.
“Silahkan.” Katakku ragu-ragu, kemudian membukakan pintu untuknya. Aku memersilahkannya duduk di ruang tamu rumahku. “Lo Rafael kan? Temennya Ilham? Dan yang waktu itu ada di toko buku?”
“Ia. Sorry ganggu. Dan gue juga mau minta maaf soal yang di toko buku.” katannya menjawab satu per satu pertanyaan yang aku lontarkan secara beruntun. “Oh iya, gue juga mau minta maaf. Gara-gara gue lo ngerasa di terror selama satu bulan ini. Sorry ya?” katannya lagi
“Maksud lo?”
“Jadi gini…” katanya kemudian mengeluarkan sebuah mawar merah dari balik punggungnya. “Gue yang ngirim ini kerumah lo selama sebulan ini. Sorry kalau lo ngerasa ke terror.”
Aku menatapnya bingung. Masih tidak mengerti. “Jadi maksud lo? Lo yang udah ngirim semua bunga itu ke gue?”
“Yup… bisa dibilang begitu.”
“Sama cokelat dan note itu?” katakku lagi.
“Cokelat? Gue nggak nggak pernah ngirim cokelat, apalagi note.”
“Jadi yang ngirim cokelat sama note itu bukan lo?”
Rafael menampilkan tatapan bingungnya ke arahku. Tiba-tiba hand phone ku berbunyi. Sebuah pesan singkat, dari Ilham.
LA, LO DIMANA? CEPET KERUMAH SAKIT, PENYAKITNYA DINA KAMBUH LAGI.
Pikiranku langsung melayang begitu membaca SMS dari Ilham. Penyakitnya Dina kambuh lagi? Kok bisa? Pasti ada sesuatu yang bikin dia kaget, jadinya penyakitnya kambuh lagi.
“Kamu mau kemana?” tiba-tiba ada yang menarik tanganku. Aku baru ingat kalau sedang ada tamu di rumahku.
“Dina, sahabat gue. Penyakit jantungnya kambuh lagi. Sekarang dia ada di rumah sakit. Lo mau ikut?” Rafael menganggukkan kepalanya, dan saat itu juga aku dan dia menuju rumah sakit.
***“Kok bisa penyakit jantungnya Dina kambuh? Emangnya kenapa?” tanyaku kepada Ilham yang sedang berada di ruang tunggu.
“Jadi begini….”
“Ham, akhir-akhir ini kok sekarang lo jadi sering banget beli cokelat sih? Setahu gue lo nggak suka cokelat.” Tanya Reza kakanya Ilham
“Emang kenapa? Mau tau aja. Suka-suka gue dong….”
“Lo kan adek gue. Jadi, apapun yang lo lakukan gue harus tau. Termasuk sifat lo yang tiba-tiba berubah gini.”
“Jadi sebenarnya…” Ilham diam sejenak. “Gue ngirim ini semua buat Lala. Sebenarnya gue udah suka sama dia dari dulu. Tapi, nggak pernah gue ungkapin. Gue takut di tolak sama dia kak.”
Tanpa di sengaja, Dina mendengar percakapan Ilham dengan Kakaknya. Tiba-tiba, nafasnya langsung tidak teratur, dan seketika itu juga dia pingsan.
“Jadi… lo suka sama gue?” Ilham mengangguk. “Lo juga yang ngirimin cokelat ke rumah gue?” Ia kembali mengangguk. “Dan Dina tau.” Ilham kembali mengangguk. “Ya ampun, Ham… lo tau nggak? Dina itu suka sama lo dari dulu. Dari pertama kali kita sahabatan. Dia bilang dia naksir berat sama lo. Tapi lo nya malah kayak gitu. Gimana nggak penyakit jantungnya kumat lagi?”
“Sorry, La… gue nggak tau.” Ilham terlihat menyesal.
“Udahlah, lo nggak usah minta maaf kayak gitu. Tapi, thanks yang buat semua cokelatnya.” Aku tersenyum kepadanya Ilham pun tersenyum kepadakku. Senyumnya itu benar-benar membuat hatiku cenat-cenut. Jadi inget lirik lagunya SM*SH, kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada kamu. Ahahah…
Tidak lama kemudian dokter keluar dari dalam kamarnya Dina. “Siapa yang di sini namanya Ilham sama Lala?”
“Kami pak…” aku dan Ilham berdiri secara bersamaan. “Saudari Dina ingin bertemu dengan kalian. Mungkin ini adalah pertemuan terakhir kalian.”
“Maksud dokter?” tanyaku.
“Kondisi saudari Dina sudah tidak dapat di tolong lagi. Penyakit jantungnya sudah tidak bisa di tolong. Mungkin hidupnya hanya tinggal sebentar lagi. Dan tadi dia bilang ingin bertemu dengan kalian. Mungkin ini akan jadi pertemuan terakhir kalian dengannya.” Kata dokter itu.
Tubuhku lemas mendengarnya. Rasanya kaki ini membeku, tidak dapat bergerak. Tapi Ilham menggenggam tanganku, kemudian menatapku dengan tatapan yang tidak biasa. Bagaikan api yang benyambar sebongkahan es batu kakiku yang tadi membaku bagaikan es batu yang baru saja mencair.
“Ayo kita selesaikan ini semua.” Katanya, kami berdua pun masuk ke dalam ruangan UGD tempat Dina di rawat.
“Dina…” kata kami bersamaan, begitu melihat kondisi Dina yang terbaring sangat lemas dengan berbagai alat rumah sakit menempel di badannya.
“Lala, Ilham.” Katanya lemas, sambil mencoba tersenyum kepada kami.
“Din, sorry ya… gara-gara gue, lo jadi… jadi… ya… jadi begini.” Kata Ilham, memang kata-katanya terkadang suka nggak jelas apa maksudnya.
“Gue juga minta maaf ya…” katakku kepada Dina
“Gue yang harusnya minta maaf, nggak seharusnya gue jadi jarak diantara kalian berdua. Gue bagaikan kutu yang ada di rambut tau.”
“Maksud lo apa din? Ada juga gue yang minta maaf sama lo, bukan lo yang minta maaf sama kita.”
“Gue tau…” katanya samba tersenyum kemudian menggenggam tanganku, dan menyatukannya dengan tangannya Ilham. “Gue tau, lo suka sama Ilham kan, La? Dan Ham, lo suka sama Lala kan? Jadi kenapa kalian nggak jadian aja.”
“Tapi kan…” aku melepaskan genggaman tanganku dengan Ilham.
“Anggep aja gue nggak ada. Sebentar lagi gue juga mati kok. Jadi kalian bisa pacaran dengan tenang. Tanpa ada lagi kutu di rambut kalian. Hehe…” katanya sambil sedikit bergurau, kemdian kembali menyatukan tanganku dengan tangannya Ilham.
Sesaat aku menggengam tangannya Ilham. Benar-benar hangat, rasanya nyaman dan tentaram di hati. Tapi kenapa tiba-tiba tangannya berubah menjadi dingin, dan beku. Bagaikan tidak ada setetespun darah yang mengalir di tubuhnya. Apa jangan-jangan…
Brak….
Nitt…..
Aku terkejut. Ketika melihat Ilham sudah terkapar di lantai, dengan wajah yang pucat dau sudah tidak bernafas lagi. Ditambah lagi alat pendetkesi detak jantung yang terpasang di tubuh Dina juga membentuk sebuah garis lurus.
Aku tertunduk menyesal. Aku benar-benar telah mengorbankan persahabatan kami demi cinta sesaat. Kini, aku benar-benar kehilangan sahabat-sahabat terbaikku. Dan juga semua persahabatan yang telah kami jalin yang benar-benar indah.
Tamat

Random Posts

  • Cerpen benci jadi cinta Vanessa Vs ferly ~ 06

    Cerpen benci jadi cinta part 6. Untuk part sebelumnya bisa baca di cerpen benci jadi cinta Vanessa Vs ferly part 5. Happy reading….Credit cerpen : Mia MulyaniVanes tanpak mengerjab-ngerjabkan mata, dan melihat kesekeliling, mentari pagi telah masuk dari celah-celah jendela, sepertinya ia sudah merasa tak asing dengan tempat ini.“loe udah bangun?” tanya sebuah suara dari samping,Vanes menoleh ‘ferly’. Pantesan aja udah nggax asing orang ini kamarnya dirumah ferly, Vanes melihat baju yang gue kenakan, lho kok… baju ini kan bukan yang ia pakai tadi malam.sebagian

  • CERPEN PENYESALAN CINTA

    PENYESALAN CINTAcerpen karya Nina YusufCinta ada karena terbiasa. Mungkin kata-kata itu yang paling tepat untukku. Namaku Nina, aku duduk di bangku XII SMA. Aku punya seorang tetangga cowok yang saat ini sedang kuliah tingkat 1, namanya Ade. Aku bertetanggaan sama dia sejak dari lahir. Boleh dibilang dia sudah seperti kakakku sendiri. Dia sangat perhatian padaku. Dia baik dan humoris. Aku sangat menyukainya. Awalnya rasa ini cuma sebatas rasa senang karena diperhatikan seperti seorang adik, tapi lama kelamaan rasa ini tumbuh menjadi benih-benih cinta di hatiku. Dulu waktu di Sekolah Menengah Pertama (SMP) aku juga pernah suka sama dia. Ku pikir itu hanya dampak dari masa puber ku. dia suka menyanjungku, karena itulah aku sempat berpikir dia mencintaiku. maklumlah aku baru lepas dari masa anak-anak.Saat ini rasa itu kembali hadir. Aku kembali merindukannya. Entah dari mana awalnya, namun perlahan-lahan rindu itu semakin menyiksa. Saat dia kembali ke tempat kuliah, aku merasa sangat jauh darinya. Tapi saat dia di rumah, aku bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa padaku. Sebenarnya aku sudah mencoba tuk ngilangin perasaan ini. Aku tau, gak mungkin bagiku tuk bisa menjadi kekasihnya. Dia sudah menganggapku sama seperti adiknya, dan apa kata orang tua kami jika kami berpacaran. Aku malu sama perasaanku ini. Aku bingung harus bagaimana. Aku terus berusaha memendamnya.***Hari ini hari minggu. Saat yang tepat bagiku untuk bermalas-malasan. Seharian ini aku cuma duduk di depan tv. Saat sedang asyik-asyiknya nonton FTV, ponselku berdering. Ku raih dengan malasnya. Ku lihat ada 1 panggilan masuk dari nomor tak di kenal.“halo…”“ya halo.. Nina ya??”“iya, bener.. ne siapa??”“ne kakak, dek..”, jawab suara di seberang sana.“kakak siapa??”“kak Ade.. masa’ dek gak ngenalin suara kakak seh?? Ge apa sekarang dek??”Kak Ade?? Jantung ku hampir copot ketika dia nyebutin namanya. Aku gak percaya kalo yang nelfon ini kak Ade. “Aku mimpi gak yach??”, batinku. Ku cubit lenganku tuk mastiinnya. Owh, sakit. Ternyata aku gak mimpi.“lho dek, ditanya kok bengong??”“o..o..eee.. ma..maaf kak…”, aku tergagap.“hahaha… lucu dech.. o ya dah dulu ya dek, kapan-kapan kita sambung lagi. Kak ada keperluan. Bye..”“iya kak, bye..”Klik. Telfon teputus. Aku masih bengong. Gak percaya sama apa yang barusan terjadi. “kak Ade nelfon aku. Oh my God pertanda apa ini??” seru ku dalam hati.Itulah awal dari kedekatan kami. Sejak saat itu dia sering menelfon ku. Dia cerita pengalaman-pengalaman kuliahnya. Aku juga banyak curhat sama dia. Hatiku semakin berbunga-bunga. Aku semakin yakin mimpi ku akan jadi nyata.Dua bulan berlalu. Masa pedekate ku telah berakhir. Hari ini aku resmi menjadi pacarnya. Tadi malam, tepatnya malam minggu dia mengutarakan isi hatinya. Dia berjanji akan selalu ada untukku. Aku sangat bahagia. Ternyata cintaku gak bertepuk sebelah tangan.***Hari demi hari berlalu begitu cepat. Kurasakan cintanya kini telah memudar. Dia tak seperti pertama jadian dulu. Dia hanya menghubungiku di saat dia kesepian. Aku mencoba bertahan dengan semua ini. Aku yakin suatu saat dia pasti akan kembali seperti dulu.Semakin lama penantian ini, semakin hampa ku rasa. Dia tak kunjung berubah, bahkan dia semakin menjadi-jadi. Sekarang dia sering berbohong padaku. Dia gak pernah lagi menepati janji. Dia gak membutuhkan ku lagi. Aku sedih, luka di hati ini semakin dalam. Aku menjerit dalam hati “apa salahku, sehingga kamu bersikap begini padaku?? Tolong beri penjelasan tentang hubungan ini.” Aku gak kuat lagi. Ku coba menghubungi teman dekatnya yang juga temanku. Ku cari nomornya di ponsel. Langsung saat itu juga ku telfon dia.“halo.. kak Iwan..”“iya Na.. pa kabar?? Tumben nelfon kakak..”“kak, Na mau minta tolong. Na gak sanggup lagi sama sikap kak Ade. Tolong tanyain ma dia kejelasan tentang hubungan kami.”, “lho.. kok gak Nina sendiri yang tanya??”, katanya heran.“udah kak, tapi dia gak mau jawab. Dia cuma bilang lagi sibuk banyak tugas, jadi gak sempat hubungin Nina..”, jawab ku lirih.“ya udah gini aja, kalo kak sendiri yang nanyain, pasti Na gak bakalan percaya sama jawabannya. Kita sambung 3 neh telfon, tapi Na gak usah bicara, Na denger aja apa yang dia bilang. Satu lagi, apapun yang dia katakan Na gak boleh bersuara sedikit pun.. Biar kak yang telfon. Ok..”“ok kak..” telfon ku tutup.Gak lama setelah itu, kak Iwan pun nelfon. Setelah ku angkat, dia langsung nelfon pacarku. Awalnya mereka ngobrol seperti biasa. Kak Iwan sedikit berbasa-basi. Setelah beberapa menit kak Iwan langsung ke pokok permasalahan. Terdengar di seberang sana kak Ade agak kaget mendengarnya.“lo apain Nina?? Kok dia nangis-nangis ma gue??”“maksud lo?? Gue gak ngerti. Kenapa tiba-tiba lo bertanya kek gini??”“kemaren Nina nelfon gue, dia nangis. Dia bilang gak kuat lagi ma sikap lo. Lo seakan-akan gak butuh dia lagi..”“O… jadi dia ngadu sama lo?? Dasar tuch cewek, cengeng banget jadi orang. Gue gak apa-apain dia. Gue Cuma jenuh aja sama sikap dia yang kekanak-kanakan. Gue gak tahan sama cewek kek gitu. Gue bosen ma dia..!!”, nada suaranya meninggi.“kalo lo bosen ma dia dan pengen mutusin dia, lo bilang donk baik-baik. Bukan kek gini caranya. Gak ada hak lo nyakitin anak gadis orang..!!”“gue udah gak mood ngomong ma dia. Kalo lo care ma dia, lo aja yang ngasih tau dia. Gua gak butuh cewek kek gitu. Dan mulai sekarang gue gak bakalan ganggu dia lagi!!”Klik. telfon ku matiin. Tetes demi tetes air mata ini mulai berjatuhan. Aku gak tertarik mendengar ending dari percakapan ini. Aku udah bisa menebak akhir dari semua ini. Kesabaranku selama ini berbuah kesia-siaan. Penantianku selama 1,5 tahun ini gak berarti apa-apa. Dia tidak ingin berubah seperti dulu lagi, malah dia mencampakkan ku. Dia diam bukan untuk introspeksi diri, dia hanya memikirkan bagaimana caranya agar bisa putus dari ku. dia tega berbuat seperti ini padaku. Aku kecewa, aku menyesal telah menjadikan dia bagian dari hidup ku.*****by : Nina Yusuffacebook : ninayusuf22@yahoo.com

  • Akhir Cerita Cinta Nada

    Akhir Cerita Cinta NadaOleh : dellia riestavaldiNamanya GISWARA NADA, biasa panggil NAT/NADA kelas XI IPS 1 di SMA PERMATA INTERNASIONAL.Cewek ini pintar dan berbakat. pelajaran favoritnya adalah SOSIOLOGI.Tinggi badannya 163cm. Mata yang berwarna hitam legam dan rambut sangat hitam lurus sepunggung.kulitnya berwarna coklat terang.semua orang menyukai murah senyumnya itu,senyum manja yang di kangenin semua teman-temannya . Hobbynya adalah ng-GALAU melulu. Saat bel pulang tiba-tiba rara ke kelas adell buat ngembaliin novel Nada yang di pinjemnya,kebetulan Rara anak IPA dan adell anak IPS. Rara adalah sahabat Nada sedari smp, nama aslinya sih Rana Renwardi.Rara menghampiri meja Nada.‘’terkadang bohong ya kalo dia selalu ada buat aku ra?-.-‘’ucap Nada‘’dia siapa Nat?” Tanya rara.‘’kamu lupa Ra? Kan aku sering cerita ke kamu, mulai deh ya kamu Onengnya.itu loh si Fahri.inget kan inget!’’ dengan kesel Nada memastikan supaya Rara inget.‘’yaa lagian aku baru datang langsung bilang kaya gitu ya aku ora ngudeng toh ,iya Nada aku inget kaka kelas itu kan?. ‘’ ucap Rara ‘’iya Ra  ”“kamunya noh kenapa lagi ? nggalau lagi ? ga bosen-bosen sih kamu Nat , akunya melek nih ngeliat kamu nggalau, kaya monyet lagi diare tau ga!’’ ejek Rara“anjritt ngecenya BAGUSSS amat sih Ra!!!!!!!!!!!!’’kata Nada kesel“hahaha tak apalah Nadaku yang cantik(huek), tapi bener tau aku bosen banget ngliat kamu setiap hari murung, diam tanpa kata kaya monyet yang lagi sariawan” serunya pada Nada sambil ketawa puas .“Ra, ga ada yang lebih bagus dari monyet?” ucapnya geram“ga ada Nat!!itu cocok banget buat kamu hahaha, udah ah pulang takut ngamuk nih si NYONYA hhahaha dadah Nada” “kurang ajar lo Ra!!”Nada manyun sambil membereskan buku-buku yang ada di atas meja, dan pergi menuju kelas Risa di XI IPA 5.“Ris hari ini kamu yang nyetir yah, akunya lagi males nih”pinta Nada“siip siip.” Ucap risa* * *Keesokan harinya seperti biasa Nada berangkat sekolah dengan Risa, kebetulan rumah Risa ga jauh banget dari rumah Nada.Sesampainya didepan rumah Risa.“Ris ayo berangkat, ko malah mlongo gitu?”Tanya Nada“oh iya Nat, soryy soryy.”ujar Risa“siip siip gapapa hahha nyantai sist”“ris, kamu tau mantan aku yang namanya Dion?”“iya Nat, aku tau.kenapa?”“sumpah ya seumur-umur baru baru nih aku ngbenci aku sampe BENCIIIIIIIIIII BANGGGEEEETTT sama mantan.”kesel Nada“kenapa je tu cowo ?”“ya kamu tau kan Ris aku putus ama dia gara-gara dia boongin aku, ternyata baru seminggu setelah kita putus dia punya cewek baru, AHH SEMUA COWO TUH YA PADA INTINYA SAMA AJAA !! keheul da urang Ris, teu bogaeun hate kitu si Dion” “idihh jalma naon nu kitu sih, piceun wae dell jalma nu kitu, da baguslah kolo maneh geus putus mah allhamdulillah yah .” “iyaa sih Ris sesuatu banget, tapi kan yang nyuruh aku jadian ama Dion kan ka Fahri ,hayo kumaha coba?”“loh kok bisa? Terus kenapa kamu mau oneng ah.”“iya yah, yaudahlah yang lalu biarlah berlalu”* * *Fahri, dia kaka kelas Nada. Orang yang Nada suka, orang yang mengerti Nada. Entah kenapa akhir-akhir ini dia ga ada kabar, Nada kaget ketika Fahri menyuruhnya untuk jadian sama DION, cowok brengsek yang Nada pernah kenal.Gerutu Nada dalam hati .“sial lagi-lagi gue mikirin tu cowok, belom tentu juga dia mikirin gue .”Kali ini bukan di dalam hati melainkan teriak,hingga teriakan itu terdengar sampai luar kamar Nada.“akkkuuu kkaaannnggggeeennn kkkaaammmuuu FAHRI !!”Tiba-tiba adiknya Nada masuk kamar Nada, sambil bertriak juga dia berhenti di pintu kamar.“woooyy BERISIK !!!!”“yey suka-suka GUE, sana pergi lo dari kerajaan gue”“lagian males juga Karin masuk kamar lo ka”“yaudah sanah pergi !”“sabaar sih, kalo ribut lagi awas aja tak siram !”“SIAPA LO brani siram gue hah !”“siapa aja boleh.” Sambil menjulurkan lidah Karin menutup pintu dengan keras hingga menghasilkan bunyi yang cukup brisik.“sialan, tambah ngrusak suasana aja sih adik gue .. hah!” kesel Nada* * *Setelah berminggu-minggu Nada lost kontak, ternyata kabar buruk menimpa Nada. Tiba-tiba sebuah pesan baru muncul di layar hape Nada. Ternyata pesan Rara.From:RarapelloowNat, fahri ke rumah gue !gue kira dia ama lo, tapi yang gue kaget dia ama NIA, mantannya kaka kelas kita yang suaranya merdu itu.Membaca pesan dari Rara, seakan-akan hati Nada di tusuk-tusuk jarum, cekitcekitcekitcekit. Lagi-lagi Nada meneteskan air mata. Nada langsung tengkurep di atas bantalnya dengan penuh air dimatanya.“aku kira kamu yang terbaik. Tapi, kamu bikin aku jadi pribadi yang buruk, selalu buat aku jadi ngrasa sendiri dan kesepian,”gumam Nada sedih.Lagi-lagi hape Nada getar. Ternyata Rere, sahabat adell waktu kelas 10 yang tinggal di kosan dekat SMA. From: Rere reliableNat, barusan fahri datang ke kosan gue sama teh NIA. Sebenernya ada apa sih lo ama Fahri?Ko dia kesininya bukan sama lo ?Tanpa basa-basi, Nada langsung melempar HP-nya ke sofa sebelah kasurnya.“SEBENERNYA SEMUA INI MAKSUTNYA APA SIH !!GUE GA NGERTI FAHRI, APA YANG LO MAU DARI GUE !!CARA LO MANAS-MANASIN GUE, KAMPUNGAN TAU GA !!” teriak Nada* * *Ternyata Fahri ama Nia udah jadian. Nada termenung sejenak.“gue baru sadar ternyata si Fahri nyuruh gue jadian sama Dion karna dia pengen jadian ama Nia, cukup tau aja gue. Ya gue nyadar diri Nia kan seorang model, okelah no problem gue kalah materi, tapi jangan nyesel aja kalo gue lebih baik dari dia hahaha.”pikiran jelek Nada“dia udah bahagia dengan hidup dia sendiri, gue ga boleh ngrusak itu. Sekarang gue ya gue, dia ya dia. Sekarang mah ambil hikmahnya aja deh. Yang lalu yaudah sana minggat. Sekarang mah gak ada Nada yang selalu nangis gara-gara mikirin orang yang ga pernah mikirin gue. Semuanya CUKUP SUDAH !” jeritan dalam hati Nada.“sekarang gue janji, gue bakal mau pacaran lagi kalo sama DIA, mantan gue si KEVIN. Titik pokoknya. Emang salah gue ninggalin dia dulu. Gue khilaf banget. Maafin gue Kevin, gue yang salah. Sekarang gue harus nunggu lo, nunngu lo bener-bener putus sama cewe lo. It’s ok no problem .”Nada Optimis.* * * “Oktober FREAK, ngbetein aja sih ko pada aneh sih udah 3 orang nyatain cinta ke gue, gue yakin pasti ini cobaan yang tuhan kasih ke gue, Nada please jangan ke goda. Yyeaaahhh gue pasti ga akan ke goda, tetep Kevin ” bicara dalam hati sambil senyum-senyum kecil gitu.Tiba-tiba Nessa temen sebangku Nada melongo ngliat tingkah Nada yang aneh banget, senyum-senyum sendiri lagi.“Nat, lo gak papa kan?” Tanya Nessa heran“hah, apaan Nes? Maksudnya ?” si Nada balik Tanya“loh kok balik Tanya sih? Lo sakit ? apa lagi ga beres tu otak lo?dari tadi senyum-senyum sendiri aja, gue malah di cuekin”“hehehe gue gapapa kok, lagi seneng gitu.”“ahh curang lo, giliran GALAU, KESEL ke gue tapi kalo lagi seneng sendirian aja ”“hehe ni baru gue mau cerita NESSA SAYANG, lagian lo nya sendiri protes duluan ahahha”“ah kebiasaan lo mah ngomong gitu ah, buruan Nat cerita ke gue”desak Nessa“gapapa Nes, gue cuma seneng aja, gue dikasih pikiran yang positive ama tuhan, gue percaya tuhan udah ngerencanain ini semua. Dan tuhan ngejauhin gue dari Fahri gue tau itu pasti yang terbaik buat gue Nes ”dengan sangat yakin Nada mengatakan.sambil melihat dengan tatapan yang kagum, Nessa berkata pada Nada.“Nat, hari ini lo kenapa ko TUMBEN banget berfikiran gitu, ini baru SAHABAt gue ”“cie, lo kagum ya Nes ama gue?”dengan PD-nya Nada bilang sama Nessa.“ahh lo kalo udah dipuji dikit Kumat ke GeErannya” gerutu Nessa.“hehehe, Nes menurut lo, missal lo punya mantan sebut aja X, nah pas lo jadian ama si X itu sampe 1tahun gitu, terus putus deh lo yang putusin si X gara-gara hobby si X memperpanjang masalah yang sepele. Tapi setelah 10bulan kemudian lo baru sadar Cuma dia yang paling mengerti lo, paling setia ama lo, dan sekarang lo pengen dia balik lagi karna lo masih sayang banget ama dia. Terus masalahnya si X udah punya pacar? Gimana menurut lo Nes?gue butuh pendapat lo nih” pinta Nada.“kalo menurut gue, kalo emang guenya sayang banget ama si X, ya gue bakal tunggu dia ampe putus ama cewenya. Emang kenapa Nat lo nanya gitu?”“terus kalo, dia udah putus ama cewenya, lo bakal nglakuin apa ke dia supaya dia balik lagi?”Tanya Nada serius“ya gue bakal sms-in dia terus, bikin dia nyaman dideket gue kaya dulu. Kalo udah berhasil deketin dia, bakal gue Tanya tuh perasaan dia ke gue, sama ga kaya perasaan gue ke dia, GITU NAT !”“makasih ya bebep gue mmuuaacchh, thanks for your opinion.”sambil menyium pipi Nessa, Nada berlari keluar kelas dengan penuh semangat setelah mendengar pendapat dari Nessa. * * *Saat kau tak ada atau kau tak disiniTerpenjara sepiKu nikmati sendiriTak terhitung waktu tuk melupakanmu Aku tak pernah bisa aku tak pernah bisaDengan suara yang lantang Nada menyanyikan lagu ajeng “saat kau tak ada” dengan gitar kesayangannya. Dengan suara merdunya, Nada menyanikan lagu itu dengan penuh perasaan sehingga ia menjatuhkan air matanya. Tiba-tiba ia terhenti, sesuatu terjadi padanya.“kepala gue kenapa, ko sakit banget.” Sambil memegang kepala yang sakitnya, nada menaruh gitarnya disamping tempat tidurnya, dan ia pun tiduran di atas ranjang tempat tidurnya, hingga akhirnya Nada tertidur pulas.* * *sesampainya Nada dikelas.Nada lansung menghamipiri mejanya.“hey Nes, lagi ngapain lo?” Tanya Nada“biasa Nad, buat ulangan hehehe.” Jawab Nessa santai.“good job bebep, ntar gue liat ya.” Sambil tersenyum seakan memohon.“ah curang lo, tapi ada syaratnya?”“apa Nes?”“ntar lo jajanin gue ya?”“oke deh siap.”Nada langsung terdiam, dan lagi-lagi Nada merasakan sakit yang titik pusat sakit itu di belakang kepala Nada. Sambil menahan rasa sakit, Nada duduk dibangkunya.“Nat, lo kenapa?” Tanya Nessa sambil memegang pundak Nada.“sakit banget Nes…”“apanya Nat? lo bilang sama gue?tiba-tiba Nada sudah terjatuh dan tergeletak dilantai, segera Nessa membawa Nada ke UKS.10 menit kemudian, Nada siuman.“Nad, lo gapapa kan?” Tanya Nessa khawatir.“iya Nessa sayang, tadi gue juga gatau ko semuanya jadi gelap”“ulangan di batalin, gara-gara lo pisan.”“asik dong Nes.” Senyum Nada dengan muka pucatnya.“yey asik-asik, gue yang ga asik udah cape-cape bikin contekan, tapi belum selesai juga sih bikinnya hhehehe.”* * *5bulan kemudian.“gue bête, sampe sekarang Kevin belum putus ama pacarnya , gue bener-bener nyesel ninggalin elo, biasanya kalo gue kesepian lo selalu datang kerumah gue, nghibur gue, sekarang siapa yang bakal nghibur gue?bayang-bayang lo yang ga pasti . Gue bingung harus gimana.oh god please help me, im so tired for all about it” gerutu Nada pelan.“gue mau coba sms Kevin ah, tapii, sms , engga , sms, engga ,SMS!”to: myfirstlove gue Kevinhei kev,lo lagi apa ?gimana kabar lo sekarang?“gue ga yakin sms-nya bakal dibales kevin, dia pasti sibuk sms-an ama pacarnya Nabilla ”Nada membuka buku diary-nya, dan ia menulis beberapa kata.god, lepaskan aku dari derita yang tak berakhir saat dia tak ada disisiku.Nada berhenti menulis, Nada senyum kecil ketika HP-nya bergetar. Segera Nada meraih HP-nya di atas tumpukan buku-buku novel koleksinya.“sialaan, gue kira dari Kevin, ternyata operator” kesel NadaHp Nada bergetar lagi, “operator mau ngerjain gue lagi tah, ga ada kerjaan banget sih operator, ga punya temen sms-an ya jadi sms ga puguh ke gue” kesel Nada.pas Nada menekan tombol Q-pad tersebut, Nada langsung loncat-loncat gembira di atas kasur.“ayyyeee , sms gue di bales ama Kevin !!!!!!!!!!!!” saking gembiranya Nada lupa membuka isi pesan dari Kevin.from: myfirstlove gue Kevinhei Nat,gue baik aja ko.lo sendiri gimana kabar?gue lagi pusing mikirin cewe gue, to: myfirstlove gue Kevingue agak buruk, soalnya suka pusing gitu.Gue juga ga ngerti kenapa.gue belom sempet ke dokter.nyokap gue belum pulang dari bali.lo tau sendiri kan kalo gue kemana-mana ama lo, tapi itu DULU :’)yaudah lo harus sabar ngadepin nabilla,seperti lo ngadepin gue dulu from: myfirstlove gue Kevinyaudah gue anter ke dokter sini,meski lo bukan cewe gue lagi.nyokap lo mau percaya ke siapa lagi?selain ama gue?oia,dan masalahnya lagi gue udah putus sama Nabilla.“THANKKSS GOD, UDAH NGABULIN DOA GUE.GOD, GUE SENENG BANGET HARI INI, TEPATNYA MALAM YANG LAGI UJAN GINI jadi inget dulu, gue pergi nonton ama Kevin maksain ujan-ujanan di jalan, gue jadi pengen kaya dulu god ” senengnya dalam hati.to: myfirstlove gue Kevinbeneran lo mau nganterin gue ke dokter kev ?makasih banget yah kev, gue seneng banget ko lo putus sih ama Nabilla kev?from: myfirstlove gue Kevinkan gue yang nawarin, ya gue maulah.Nada oneng hehehebesok jam 11 gue jemput yah udah takdirnya Nat gue pisah ama Nabilla.udah dulu ya gue mau mandi nih Nat.bye Nada “gue bahagia banget god, bahagia banget , hari ini bakalan tidur nyenyak deh gue “* * *Bunyi klakson sudah memanggil Nada untuk keluar dari rumah .“bentar kev, gue lagi pake sepatu nih” ujar Nada“iyaa santai aja Nat”saut Kevin“yuk, gue udaah siap nih”ajak Nada“ya ayo, gue kan dari tadi nungguin elo”jawab Kevin“hehehe sorry kev”“udah belom Nat”“gue udah duduk dari tadi Kev”“kalo udah ya turun hahaha gue bercanda kok Nat”sesampainya didokter.“siang, siapa yang sakit?” Tanya dokter“ini dok temen saya, Nada.”jawab Kevin“iya saya dok” ucap Nada.“oh, ade ini, sakit apa? Ada keluhan apa?” Tanya dokter“ini dok, saya sering sakit kepalanya bagian belakang, kadang ilang kadang sakit banget sampe Cuma bisa tiduran nahan sakit” jawab Nada“coba diperiksa dulu yah, bagian mana yang sakit ?”sambil memegang kepala Nada dokter mencari sumber kenapa kepala Nada sakit.“nah disitu dok, sakit banget.”“ini semacam …” perkataan dokter terputus“dok, ada WC gak?kebelet nih”“itu disebelah wastafel “ jawab dokterSelama Nada ke WC, Kevin yang bertanya-tanya pada dokter.“dok, Nada sakit apa?” Tanya Kevin“kalo dilihat dari benjolan di kepalanya, itu seperti kista.”“loh? Dok bukannya kista itu Cuma ada di rahim aja?”“ga Cuma dirahim dik,”“kalau kista dikepala bahaya ga dok?”“bahaya, kalo di diemin aja, harus cepat diambil kelenjar di benjolannya. kalo dilihat dari benjolan dikepala Nada, kira-kira udah stadium 3.”“apa ada obatnya dok?”Tanya Kevin serius“ada tapi mahal dik, bisa sampai 750rb. Kalo ga diobati ya terpaksa di operasi, ngambil cairan yang ada dikelenjar kepalanya. Saya bikini resep obatnya dulu ya.”“oh gitu ya dok, makasih ya dok.”pas saat Nada keluar dari WC, tangan Nada langsung di tarik sama Kevin.“ihh apaan sih Kev, sakit nih” kesal Nada“ayo pulang.”“kok pulang Kev, kan belum tau kata dokter apa.”sambil di tarik keluar dari ruang periksa, Kevin berkata .“lo gapapa kok kata dokter, dokter bilang lo harus banyak istirahat aja Nat”Kevin mengeluarkan kertas dari jaketnya.“nih, jangan sampe ilang ya ni resep dari dokter”“loh? Katanya gue gapapa kok obatnya segini banyak Kev?mahal lagi” Tanya Nada heran“udah turutin aja apa kata dokter Nat”“iya aja deh buat lo mah Kev, apa sih yang engga.” Gombal Nada“yyeeyyyy elo malah nggombal Nat, daasssaaarrr”“hahaha, btw kita abis ini mau kemana?”Tanya Nada“ya pulang lahh, kata dokter lo ga boleh kecapean NYONYA.” Sambil ngotot gitu bilangnya“gue BT Kev dirumah ” jawab murung sambil menundukan kepalanya.“gue temenin Nat, tenang aja.” Sambil tersenyum“beneran Kev? Asikk hehehe.” senyum yang bahagia keluar dari mulut Nada.“ayoo pulang Nat.” ajak Kevin.“ayo Kev”* * *Sesampainya dirumah.“Nat, gitar lo mana? Gue pinjem dong.”“itu dikamar gue ambil aja.” Sambil menunujuk kearah kamarnya.“Kev, nyanyiin lagunya five minutes dong, gue kangen sama suara lo.”pinta Nada.“siap tuan puteri” ucap KevinEntah saking nyaman atau menghayati, akhirnya Nada tertidur di pundak Kevin.Kevin terdiam memandang wajah Nada yang cantik itu, dan Kevin pun berkata.“Nada, gue sayang sama lo, gue cinta ama lo, gue jadian ama Nabilla Cuma buat pelarian doang supaya gue ga inget lagi sama lo, supaya gue ga kesepian kalo lagi inget lo.”Kevin terdiam kembali, lalu memindahkan Nada ke kamarnya. Setelah Kevin sudah memindahkan Nada ke kamarnya, Kevin masih saja memandangi Nada, dan akhirnya Kevin mencium kening Nada.dan 1 kata bisikan kecil.“I love you Nada”Kevin keluar kamar mencari pembantu Nada.“bi…!!!bibi..!!” suara mencari bibi“iya, ada apa den Kevin.”“bi saya mau pulang dulu yah, tolong jagain Nada ya bi.”“siap den.”“assalamualaikum”“walaikumsalam den”* * *Pagi yang cerah, secerah muka Nada. Satu SMS masuk dari Kevin.from: myfirstlove gue KevinPagi Nat,maaf ya kemarin sore gue ga pamit ke elo.Gue soalnya gamau ganggu lo.oiyaa 1 lagi.gue sayang elo Nat.-ini ga salah kirim kan? Hahaha kalo salah kirim ngapain musti ada nama gue, pasti itu buat gue… asiiikkk- Nada gembira dalam hatito: myfirstlove gue Kevinoh santai aja Kev, seharusnya gue yang minta maaf.guenya aja yang malah ketiduran.hehe nyaman sih guenya wkakakakak becanda dinkgue juga sayang kok sama elo Kev hehehe from: myfirstlove gue KevinMulai sekarang sekolah gue jemput elo ya, buru sana mandi.ntar gue jemput, gamau tau .-lagiseriusnih-To: myfirstlove gue Keviniye bawel amat si elo Kev.gue mau mandi dulu.bye jelek.20 menit kemudian.“bunyi klakson itu familiar banget, pasti Kevin” jawabnya PedEsetelah keluar luar rumah.“anjriit dugaan gue salah, tukang laundry ternyata hahaha nah itu dia pangeran gue datang”“pagi tuan puteri.”sambut Kevin“pagi Kev, ayo berangkat nanti telat.” Sambil melihat jam tangannya.“yauda atuh buru kamunya teh naik Nat”“hehe iya Kev.”sesampainya di sekolah Nada.“ntar pulangnya gue jemput ya Nat.”“Siap komandan.”* * *Setiba dikelas .“Nessa, !!” teriak Nada“apaan sih Nat, pagi-pagi udah teriak” ucap Nessa“gue seneng hari ini, si Kevin berubah drastic sama gue, ternyata perjuangan gue nungguin dia ga sia-sia Nes , lo percaya ga tadi gue baru dianter ama Kevin.”“terus gue harus bilang WOW gitu?”geram Nessa“Nes ko elo gitu banget sih sama gue . Gue kan Cuma mau niat baik sama elo, gue cerita ke elo, lo ko malah marah gitu sama gue ” kecewa Nada“hahaha kena tipu ! gue bercanda kali Nat.” “tapi bercandanya ga lucu, gue kaget banget elo bilang gitu.”“hahaha ah elo di bercandain dikit aja langsung manyun gitu sih? Payah lo” ucap Nessa“Nes, lo udah belajar ekonomi belom buat ulangan? Gue belom nih, gue kmaren sore ketiduran saking nyamannya deket Kevin hehe” “whuu dasar keenakan itu mah, udah tenang aja, kan gue pakarnya ekonomi hahaha”“iya deh elo pakarnya, makanya jangan pelit ama gue yah ” rayu Nada.“sip sip Nat.”“oia Nes, tadi malem Fhari sms gue gitu, dia nyesel katanya PHP-in gue, dia sekarang udah putus ama Nia, Nia-nya selingkuh ama temen modelnya hahaha kasian banget ya. Ternyata ya Nes.”“iya Nat, udah ah jangan ngurusin Fahri, kan dia Udah KADARLUARSA di hati elo.”mereka berdua sama-sama tertawa.* * *Bel sekolah sudah bertriak 3x kepada murid-murid. Waktunya pulang sekolah, ternyata jam yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.“Kevin mana ya? Ko belom jemput gue.” Sambil mencari motor Kevin di jalanan.5menit kemudian akhirnya Kevin datang.“elo kok manyun sih Nat? ga seneng gue jemput?”“gue bukannya ga seneng, tapi gue bête nungguin elo nih .” Manyun mode on.“maaf ya tadi ban motor gue bocor dideket sekolah gue, maaf gue nyesel Nat.”“forget it Kev, c’mon back to home.”“wait wait, I want to say with you, it’s serious”“any problem with you Kev?why?”“no, I don’t have a problem.”“so, why ?”“mmmmm, I want you back in my life.”“hahhh? Maksud lo? Gue ga ngerti?”“isshh, gue pengen lo balik ma gue, ngerti?”“ohh iya ngerti, terus lo mau apa?”“ya gue mau lo jawab sekarang BODOH.”“yeaahh kalo lo bilangnya gitu gue gamau balik ama elo ah” bercanda Nada“iya deh, tuan putri, elo mau balik ama gue ga?”“iya gue mau balik ma lo, dan gue mau balik kerumah juga nih”“iyaa deh sayang kita pulang”“cie mulai sayang-sayangan hahaha”Menurut Nada hari ini adalah hari yang paling terbaik di bulan November, tepatnya tangal 9 november 2011. Dimana ga ada lagi yang namanya berkhayal tentang Kevin. Semuanya sekarang udah jadi kenyataan . * * *“entah kenapa rasa sakit ini jadi teramat sakit sekali, ya tuhan sakit banget, sebenernya aku kenapa, sakit banget ya tuhan sampe aku ga bisa bangun dari tempat tidur ini.” Ucapnya dalam hatiNada meraih ponsel yang ada di sebelah bantalnya, dan langsung mengSMS Kevin.to: myfirstlove gue Kevin.yang, kamu lagi sibuk ga ?from: myfirstlove gue Kevin.Engga sayang, kenapa yang?to: myfirstlove gue Kevin.Kamu kerumah aku dong yang, please banget :’(from: myfirstlove gue Kevin.Iya yang sekarang aku kerumah kamu yah sesampainya Kevin dirumah Nada.“kamu kenapa yang? Ko pucet banget sih ?” Tanya khawatir Kevin.“gatau yang, kepala aku sakit banget, ngelebihin yang kemarin, rasanya kaya mau pecah, mata aku juga jadi berat banget, yang please buat hari ini aja kamu nginep dirumah aku yah, aku lagi ga pengen jauh dari kamu, aku gamau kamu pergi.” Ucap Nada sambil meneteskan air mata“iya aku nginep sini hari ini, kamu udah minum obat belum sayang?”Nada hanya menggelengkan kepalanya.“kenapa belum diminum?sekarang obatnya mana?”“aku belum beli obatnya, resepnya aja masih di tas aku, kata kamu aku gapapa, jadi aku ga beli obat itu”“sayang ko kamu ga nurut sama aku, yaudah besok aku anter ke dokter lagi ya.”Nada menganggukan kepalanya.“Kev, boleh aku tidur di bahu kamu? Aku pengen banget meluk kamu pokoknya aku gamaau kamu jauh dari aku.”Akhirnya Kevin memeluk Nada.* * *“Nat, bangun Nat.”Sudah berkali-kali Kevin membangunkan Nada, tapi ga ada hasilnya. Akhirnya Kevin membawa Nada kerumah sakit. Dan dokter mengatakan kalau Nada koma.Kevin hanya menunduk di atas ranjang yang ditiduri Nada saat itu.“Nada, please bangun.” Sambil meneteskan air mata Kevin berusaha membangunkan Nada.Pada hari ke4, Nada terbangun dari koma.“KEV..” suara Nada “allhamdullilah, Nad akhirnya lo bangun juga.”“Kev, aku ga bisa nahan rasa sakit ini, aku juga susah ngatur Nafas.”“kamu pasti kuat ko sayang, oia tadi mamah kamu nelpon katanya minggu depan dia pulang.”“Kev, aku pengen meluk kamu.”akhirnya Kevin memeluk Nada.“Kev, maafin aku tapi aku ga kuat untuk sakit dikepala ini Kev, sakit banget. Aku pengen kamu ga akan pernah ninggalin aku, aku pengen kamu jadi cinta terakhir aku, walaupun nanti aku bukan cinta terakhir kamu. Kev, kalau aku pergi sekarang gapapa kan?” Tanya Nada sambil meneteskan air mata.Kevin melepaskan pelukan dari bahu Nada.“walaupun ini sulit banget bagi aku, aku relain kamu Nat, karna aku sayang banget sama kamu, aku ga mau ngliat kamu nangis nahan rasa sakit yang kamu rasain.”Dengan banyak air mata yang menetes di wajah cantik Nada, Nada mengucapkan kata terakhirnya.“kev, tuhan baik banget ya sama aku, tuhan udah ngabulin doa aku, doa supaya kamu balik sama aku. Dari dulu sampe sekarang rasa cinta aku ke kamu tuh ga berkurang Kev, aku pengen kamu jaga cinta aku ke kamu. Dan aku pengen sampai kapanpun kamu jangan pernah ngelupain aku. Sekarang aku pengen tidur, kamu jangan bangunin aku ya.”Nada langsung menutupkan matanya.Ternyata Nada tertidur untuk selamanya, dan Kevin langsung meneteskan air matanya sejenak, dan ia pun langsung memanggil dokter. Lalu Kevin kembali ke kamar yang di tempati Nada, untuk yang terakhir kalinya Kevin mencium kening Nada.Kevin memegang tangan Nada, tetapi ditangan Nada ada secarik kertas yang Nada tulis sebelum ia pergi.Tuhan terimakasih, atas semuanya yang engkau berikan kepadakuwalaupun hanya sesaatKau mengembalikan orang yang amat ku sayangSampai pada saat ini, ia masih di sampingku sekarangTapi aku tau tuhan, ga selamanya ada dia di samping akuTerimakasih untuk dirimu yang aku cintaiYang telah menjagaku tanpa rasa lelahMungkin tuhan telah mentakdirkan kita untuk kembaliDan di pisahkan untuk selamanyaTapi percayalah aku kan selalu ada di hatimuMungkin ini akhir dari kisah kita :’)selamat tinggal .* * *Hari yang sangat kelabu, disaat Nada di makamkan. Nessa, Rere , Rara dan teman-teman Nada lainnya tak hentinya meneteskan air mata.Sewaktu Nada ditaruh di atas Tanah yang baru di gali, Nessa sahabat Nada pingsan, tak kuasa Nessa menahan rasa kehilangannya, bayangkan Nessa 1tahun setiap hari disebangku dengan Nada.Nessa masih belum bisa melupakan ketawa Nada yang sangat khas.Setelah semua orang pada meninggalkan pemakaman, hari tertinggal Kevin seorang diri di sebelah batu nisan Nada, orang yang dia cintai.“Nat, semoga elo bahagia ya disana, semoga kelak nanti kita dipertemukan disana. Gue sekarang mau pulang ya, gue sayang elo Nat.”Disaat Kevin pulang dari pemakaman, ia langsung menghampiri parkiran motor yang berada diseberang jalan. Tanpa melihat kanan-kiri, Kevin pun langsung menyebrang, dan tanpa ia sadari mobil yang sedang melaju kencang menghampirinya. Kevin pun tewas ditempat.Dan akhirnya Kevinpun dimakamkan tepat disamping makam Nada.==========SELESAI==========Fb : adell qodell@ondelladell

  • TITIPAN MANIS DARI SAHABAT

    TITIPAN MANIS DARI SAHABATOLEH : *CHACHANurul, panggilan untuk seorang sahabat yang terpercaya buat Caca. Nurul yang kocak dan tomboy itu, sangat berbeda dengan karakter Caca yang feminim dan lugu. Mereka bertemu di salah satu asrama di sekolah mereka.Saat dihari jadi Caca, Nurul pamit ke pasar malam untuk mengambil sesuatu yang sudah dipesan buat sahabatnya itu. Caca menyetujuinya, dia pun menunggu Nurul hingga tengah malam menjelang. Caca yang mulai khawatir terhadap Nurul menyusul kepasar malam, hingga dia melihat yang seharusnya dia tidak lihat . Apa yang dilihat Caca? Dan apa yang terjadi dengan Nurul? “Aku luluuuuuus…” Teriak beberapa orang anak saat melihat papan pengumuman, termasuk juga Marsya Aqinah yang biasa disapa Caca.“Ih…nggak nyangka aku lulus juga, SMA lanjut dimana yah?” Ujarnya kegirangan langsung memikirkan SMA mana yang pantas buat dia.“Hai Ca, kamu lanjut dimana ntar?” Tanya seorang temannya“Dimana ajalah yang penting bisa sekolah, hehehe” Jawab Caca asal-asalan“Oooo…ya udah, aku pulang dulu yah”“Yah, aku juga dah mau pulang”Sesampainya dirumah Caca…Caca memberi salam masuk rumahnya dan langsung menuju kamar mungilnya. Dalam perjalanan menuju kamarnya, dia melihat Ayah dan Ibunya berbicara dengan seorang Udstazt ntah tentang apa. Caca yang cuek berjalan terus kekamarnya. Tak lama kemudian Ibu Caca pun memanggil….“Caca…Ayah ma Ibu mau bicara, cepat ganti baju nak”“Iya bu, bentar lagi” Jawab Caca dari dalam kamarnya.Akhirnya Caca pun keluar…“Napa bu?” Tanya sambil duduk disamping Ibunya“Kamu lulus?” Tanya Ibunya kembali“Iya dong bu, nama Caca urutan kedua malah. Pasti Caca bebas tes kalo masuk di sekolah ternama deh” Jawab Caca percaya diri“Alhamdulillah, ehm…” Ucapan Ibu terhenti sejenak“Kenapa bu? Bukankah itu bagus?” Tanya Caca lagi sambil melihat Ibunya“Gini nak, kamu dak mau masuk asrama?” Tanya Ibu Caca sangat hati-hati“Loh ko’ ada asrama-asramaan sih bu?” Ujar Caca yang tanggapannya tentang asrama kurang bagus“Di asrama itu bagus Ca, bisa mandiri dan yang lebih bagus lagi bisa tinggal bareng teman-teman, tadi udstdz tadi ngomong kalo pendidikan agamanya disekolah asrama juga bagus” Kata Ayah Caca menjelaskan dan berusaha mengambil hati anaknya itu“Yaaaah ayah, terserah deh” Ucap Caca pasrah tidak ada niat untuk melawan ayahnya tersayang2 bulan telah berlalu, setelah mengurus semuanya untuk memasuki asrama…Caca pun memasuki sekolah asrama yang telah diurus oleh Ayahnya, Caca berjalan di serambi-serambi asrama bareng Ayah dan Ibunya menuju asrama yang telah ditunjukkan untuknya. Akhirnya sampai juga….“Ayah, ini asrama Caca?” Tanya Caca dengan raut wajah yang tidak setuju“Iya, kenapa?” Jawab Ayah Caca dan kembali bertanya“Tidak kenapa-napa ko’, namanya juga belajar mandiri” Ucap Caca tidak menginginkan kata-katanya menyinggung Ayahnya.“Jadi ayah tinggal nih?”Ujar Ayah Caca “Iya ayah, Caca kan mau mandiri masa’ Caca nyuruh ayah nginap juga sih?” Kata Caca sedikit bercanda“Ya Udah, Ayah tinggal dulu”“Baik-baik ya anak Ibu, jangan nakal” Ujar Ibu berpesanAkhirnya beliau pergi juga setelah cipika cipiki, sekarang tinggal Caca yang merasa asing terhadap penghuni kamar 2 itu. Ada 4 orang termasuk Caca, yang 2 orang lainnya pun merasa seperti yang dirasakan Caca, kecuali cewe’ ditempat tidur itu kaya’nya dia senior deh.“Hai..Siswi baru juga yah?” Tanya Caca ke seorang yang agak tomboy tapi berambut panjang lurus“Hai juga..Iyah aku baru disini, namaku Nurul Utami, bisa dipanggil Nurul dan itu kaka’ aku Salsabila udah setahun disini” Jawab orang itu menjelaskan tanpa diminta dan mengaku dirinya bernama Nurul, sambil menunjuk kearah seorang yang tidur-tiduran tadi.“Aku Marsya Aqinah, bisa dipanggil Caca. Ooo pantas reaksinya biasa-biasa aja ama nih kamar, trus yang ntu sapa?” Tanya Caca lagi sambil menunjuk ke orang yang lagi asik membereskan baju-bajunya kelemari mungilnya“Ntah lah, orang baru juga tuh” Jawab Nurul berjalan mendekati orang yang dimaksud Caca“Hai aku Nurul, itu temanku Tata dan itu kaka’ku Salsa, kamu siapa?” Tanya Nurul dengan cerewetnya plus asal-asalan.“Woi…aku Caca, bukan Tata” Teriakku protes sambil manyun-manyun“Iya..iya.., itu Caca. Kamu belum jawab nama kamu sapa?” Tanya Nurul lagi“Aku Miftahul Jannah, bisa dipanggil Mita” Jawab Mita dengan senyuman yang muanis sangat. Nurul pun membalas senyum itu dengan senyuman yang hangat pula dan sikap yang sangat bersahabat.Sekarang Caca tau kenapa dia akan betah di kamar asrama ini, yah karena ada Nurul yang gokil banget. Suatu ketika Caca lagi nggak semangat, pasti ada Nurul dengan sikap konyolnya membuat Caca tertawa. Dan disaat Caca lagi mengalami kasmaran ada Nurul sebagai teman curhatnya. Seperti saat ini….“Rul, ada nomer baru neh masuk dihape aku, katanya nama dia Ical, dia kenal aku dah lama dan sekarang dia cari rimba aku dimana gitu” Cerita Caca membuat Nurul kelepasan“Ha..ha..ha..ha..ha..ha.., beritahu aja dari hutan rimba”“Nurul, aku serius tau”“Aku duarius, ha..ha..ha”“Nurul kamu ngebete’in”“sori.. sori.., gini.. kamu jangan langsung termakan gombal dia gitu, ntar dijahatin baru tau rasa” Ucap Nurul menasehati, mirip ibu-ibu ‘hihihi’“Ntar kalo aku termakan gombal, yah minum ajah teh botol sosro” Ujar Caca dengan lagak menirukan iklan yang di TV dan bisa membuat Nurul jengkel“Kamu ini diseriusin malah becanda”“Duluan juga kamu Rul, ha..ha..ha..” Kata-kata Caca rupanya membuat malapetaka bagi dirinya itu, yakni dengan adanya serbuan bantal dari Nurul. Kedua sahabat itupun saling lempar-lempar bantal hingga akhirnya mereka kecapean dan tertidur juga.“Damainya dunia kalo mereka tidur” Ujar Salsa kaka’ Nurul yang dari memperhatikan merekaSeminggu kemudian……..“Nuruuuul, tau ga’ aku jadian ma Ical pagi ini. Rupanya tuh orang temen aku dari SMP, aku jadiannya di café punya Meri, ih senang deh” Cerita Caca“Eh cepat banget, tapi baguslah,ehmm awas kalo dia kurang ajar, ntar aku yang ngajarin dia, he..he..he..” Tanggap Nurul senyum-senyum“Siplah, eh Ical punya teman cuakep abis, aku comblangin ke kamu yah” Usul Caca“Nggak Ah, masih senang dengan masa juomblo” Kata Nurul“Jomblo, bukan juomblo” Ucap Caca membenarkan“Iya…iya…yang itulah, he..he..he..” Kata Nurul“Kamu harus kenalan ma Ical, supaya sahabatku bisa ngedukung sepenuhnya” Ujar Caca“iya..iya.. Ntar kalo dia nelfon, kenalin aja ke aku” Ucap Nurul mengangguk-anggukBegitu seterusnya, Caca curhat terus tentang Ical ke Nurul, memperkenalkan Ical ke Nurul, hingga tak terasa berjalan 2 bulan“Nuruuuuuuuuuuuuul… bangun bangun banguuuuun, dah magrib” Teriakan Caca ditelinga Nurul itu betul-betul memekakan telinga.“Apaan sih Ca? Udah bangunin orang tanpa pamit, belom gosok gigi lagi” Ujar Nurul jengkel“Sori dori ye…ini Rul si Ical sms neh katanya ada kejutan buat aku. Duh apa yah?” Tanya Caca nutup mukanya sendiri“Meneketehe…” Jawab Nurul cuek abis angkat bahu“Ih Nurul, tanggapin donk. Buat sahabat kamu dikit senang bisa nggak sih?” Kata Caca mengguncang tubuh Nurul“Caranya?” Tanya Nurul sambil menguap“Puji ke’ ato apalah, yang penting aku bisa senang giitu” Jawab Caca milih-milih“o iya, ada cara” Kata Nurul tiba-tiba“Nah tuh kan ada” Ujar Caca menunggu sambil senyum-senyum“Iya ada, bantu beresin lemari buku aku” Ucap Nurul membuat Caca manyun“Ga da yang lain yah?” Tawar Caca“Ga da, ayolah Ca… Aku juga punya kejutan buat kamu besok, gimana?” Ucap Nurul kembali menawar sambil bangun dari tempat tidurnya“Okelah…demi kejutan” Kata Caca menyetujuiMereka berdua pun membereskan lemari buku milik Nurul. Terlihat Nurul memutar otaknya, memikirkan apa yang akan diberikan untuk sahabatnya besok. Yah besok hari jadi Caca yang ke-17 biasa juga disebut sweet seventeen, dimana Caca memasuki awal umur yang dewasa, jadi harus sesempurna mungkin. Sementara itu Caca yang selagi membereskan buku-buku Nurul dengan susunan yang rapi, sinar matanya malah terpaut pada satu buku lucu, imut dan wow…! warna pink, kesukaan Caca banget. Caca tidak menyangka kalau Nurul peranakan tomboy itu pelihara buku yang imut banget. Caca mengambil buku itu dan membaca sampulnya “My DiarY”. Caca senyum-senyum, pikirnya bahwa bisa juga cewe’ setomboy Nurul punya diary.“Rul, diary kamu nih?” tanya CacaNurulpun balik “Iya…diary aku banget”“Buat aku ya Rul” Pinta Caca dengan sejuta raut wajah imutnya“Kamu mau?” Tanya Nurul“Ya iyalah, ga’ mungkin dong aku minta kalo aku kaga’ mau” Jawab Caca berpanjang lebar“Ntar aku selesaiin isinya baru aku kasi ke kamu” Ujar Nurul“Ayolah Rul” Rengek Caca yang super manja“Aku janji Ca, buku tuh pasti kamu miliki. Sini bukunya” Pinta Nurul usai berjanji“Nurul pelit” Kata Caca ngambek“Aku kan dah janji Ca”“Janji yah?” Ujar Caca meyakinkan sambil mengacungkan kelingkingnya“Janji..! Lanjut yuk” Kata Nurul Sambil mengapit jari Caca dengan jari kelingkingnya“Iyah…Eh, Rul besok ada PR. Kamu dah jadi belom?” Tanya Caca kemudian“Belom, aku nyontek punyamu boleh?”“Ya boleh lah”“Aku juga titip besok dikumpulin, boleh?”“Boleh…eh mangnya kamu mau kemana Rul?” Tanya Caca lagi“Anak kecil ga boleh tau” Jawab Nurul“Uh…k’ Salsa, Nurul besok mau kemana?” Tanya Caca ke Salsa yang sedang tidur-tiduran“Ga tau juga” Jawab Salsa angkat bahu“Berarti k’ Salsa anak kecil juga donk, hi..hi..hi..” Bisik Caca sambil cekikikan“Udah, kalian tidur. Ntar penjaga asrama kontrol, tau ga tidur dimarahi loh” Ujar Salsa“Eh…Mita dimana k’?” Tanya Nurul ke Salsa “Tadi pamit ke asrama sebelah nginap” Keburu Caca jawab“Sapa juga yang nanya kamu?”Tanya Nurul“O…bukan aku yah? Abis panggil kaka’ sih, kira aku. He..he..he” Kata Caca“Anak kecil bisanya ngerasa doank” Ujar Nurul mencibir“Biarin…weak…aku bobo duluan yah?”Kata Caca sambil menguap dan bersiap-siap ditempat tidurnya“Akhirnya tenang juga” Ucap Nurul seakan-akan kekacauan sudah berakhir. Diapun bergegas ke tempat tidurnya dan membuka buku diarynya, dia menulis sesuatu dibukunya itu. Malam semakin larut, Nurul melihat jam wekernya yang menunjukkan pukul 01.30, lama kemudian akhirnya tertidur juga sesudah dia merapikan buku diarynya dan menyimpan di bawah bantalnya.Keesokan harinya…….Hari itu tampak cerah, Caca pergi kesekolah tanpa ditemani Nurul tidak seperti kemarin-kemarin. Nurul mesti pergi kesuatu tempat yang penting dan Caca tak boleh tau rencananya itu. Caca disekolah yang sebangku dengan Nurul mesti memeras otak sendiri tanpa ada teman yang diajak diskusi. Sampai bel pulang sekolah pun berbunyi, belum ada kabar dari Nurul. Salsa yang ditanya hanya angkat bahu.“Duh dah sore gini ko’ Nurul belum hubungi aku sih?” Gumam Caca sambil mencet-mencet hape dan ketika nomor Nurul yang didapat, Caca pun berniat menelpon“Nomor yang anda tuju…..” Jawaban telpon di seberang langsung ditutup oleh Caca sambil berceloteh “Operator, dimana tuh orang? Nomer dak diaktifin lagi”Caca pun masih sabar menunggu hingga malam pun larut. “Aku harus nyusul Nurul nih” Ujarnya sambil narik swetearnya dari jemuran dan pamit ke Salsa. Caca naik angkot ke pasar malam, dalam perjalanan pun dia rasa melihat 2 seorang yang sangat dia kenal di sebuah cafe. Caca langsung turun dengan muka yang merah padam menahan marah, setelah membayar angkot. Caca langsung menuju tempat duduk 2 orang tadi.“Nurul!!! Ical!!! ini yah kejutan dari kalian berdua untuk aku? Oke aku terkejut, sangat terkejut!!! Ical kita putus, dan kamu Rul. Percuma aku khawatirkan orang yang rebut pacar sahabatnya sendiri” Gertak Caca blak-blakan tanpa memberi kesempatan Nurul dan Ical bicara, Caca langsung pergi dari café itu dan naik angkot pulang keasramanya.Caca tak mau tau lagi apa yang akan terjadi setelah ini, Caca tiba diasrama dan langsung mehempaskan diri ketempat tidurnya sambil menangis sekuat dia, Salsapun berniat mendekat tapi bersamaan dengan itu, hape Salsapun berbunyi.“Halo?” Ujar Salsa yang tampak berbicara serius dengan penelpon diseberang“Iyah saya segera kesana” Kata Salsa mengakhiri pembicaraannya dengan penelpon tadi dan bergegas memberitahukan Caca“Ca, Nurul lagi……” Kata-kata Salsa terputus saat Caca memberi tanda untuk menyuruh Salsa pergi. Tanpa pikir panjang Salsa pun pergi dengan mata sembab, Caca tak tau apa alasannya yang jelasnya saat itu Caca merasakan sangat sakit didadanya. Salsa yang bergegas naik angkot itu sengaja mengirim pesan singkat ke hape CacaTriiit…triiit… Caca mengambil hapenya dan membaca isi pesan itu“Ca, Nurul masuk UGD, kalo kamu mau datang, langsung saja di RS Urip Sidoarjo ruang UGD”Caca mulai khawatir, biar bagaimana pun Nurul masih sahabatnya, dia langsung melupakan sakit yang tengah melanda dadanya itu dan bergegas menyusul ke rumah sakit yang disebutkan Salsa.Sepanjang perjalanan Caca berusaha menahan air matanya yang dari tadi mengalir sambil bergumam, “Nuruuul, kenapa sih kamu tega hianati aku?, kita memang sering becanda tapi ini lain, Rul. Aku sakit saat aku tau kamu hianati persahabatan kita. Sekarang ada kejutan apa lagi? Tadi aku liat kamu baik-baik aja bareng Ical, tapi kamu ko bisa masuk UGD sih? aku harap ini bukan permainan kamu semata hanya untuk minta maaf padaku. Ini tidak lucu lagi”Sesampainya dirumah sakit……Caca langsung berlari menuju ruang UGD, Caca mendengar tangisan histeris yang keluar dari mulut Salsa.“Ada apa ini?” Gumam Caca yang membendung air mata, dia memasuki ruangan itu. Pertama dia melihat Ical dengan sebuah bungkusan imut ditangannya, “Pasti dari Nurul” pikir Caca. Sakit hatinya kembali muncul, lama dia pandang Ical hingga Ical berusaha mendekatinya tapi dengan tatapan sinis memendam rasa benci, Caca meninggalkan Ical yang matanya telah sembab. Cacapun berpikir bahwa sandiwara apa lagi yang Ical perlihatkan ke dia. Caca menarik nafas dalam-dalam dan kembali berjalan menuju tempat tidur yang terhalang tirai serba putih, Cacapun mengibaskan tirai itu, dia lihat disitu ada Salsa dan……“Nuruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuul……” Teriak Caca histeris, serasa remuk tulang-tulang Caca saat melihat ditempat tidur diruangan UGD itu, terbaring seorang gadis tomboy, muka mulus tak tampak lagi, malah yang nampak hanyalah luka-luka dan muka yang hampir tak bisa dikenali, bersimbah darah tak bernyawa, rambut hitam lurus terurai begitu saja seakan membiarkan tuannya melumurinya dengan cairan merah yang mengalir dari kepala tuannya, jilbab yang tadi di kenakannya pun tak nampak warna dasarnya karena percikan darah. Caca memeluk sahabat yang paling disayanginya itu, ada rasa sesal dalam hatinya. Kenapa tidak membiarkan sahabatnya itu menjelaskan apa yang terjadi sebelum dia kelewat emosi?.Sesaat itu ada yang menggenggaman hangat lengannya, Caca tak menghiraukan, yang Caca pikirkan adalah rasa sesal dalam benaknya. Pemilik genggaman itupun menarik dan memeluknya, kemudian memberikan bingkisan imut yang ada ditangannya.“Nih bingkisan buat kamu, kejutan ini yang dari tadi pagi dicari Nurul dan baru dapat diluar kota, aku mengantar Nurul karena aku juga ingin memberikan kejutan kecil-kecilan buat kamu, tapi kamu datang saat aku dan dia merencanakan acara kejutan buat kamu” Jelas Ical sambil memeluk Caca yang semakin berlinang air matanya saat mengetahui apa isi dari bingkisan itu, buku diary imut, warna pink sesuai yang dijanjikan Nurul“Katanya kamu sangat menginginkan buku yang seperti miliknya, nah ini tandanya dia sangat sayang sahabatnya dan ga mau mengecewakan sahabatnya itu. Tapi tadi waktu kamu salah tanggap tentang di café itu, dia merasa bersalah banget, soalnya dia ga pamit dulu ke kamu sebelum minta bantuan ke aku. Dia panik karna takutnya kamu akan menganggap dia penghianat, akhirnya diapun mengejarmu tanpa peduliin ramainya kendaraan dan bus itu…………” penjelasan Ical terputus, dia tidak sanggup lagi meneruskan cerita tragis yang menimpa sahabat mereka itu. Caca pun masih membiarkan air matanya tetap mengalir di pipinya semakin deras.“Rul, napa mesti kamu jadi korban egonya aku?, sapa lagi dong yang dengerin curhat aku?, sapa lagi yang bisa aku ejek? perang bantal kita juga mesti dilanjut Rul, belum ada yang juara neh, he..he.., eh aku juga mau ngasih contekan kekamu ko’, Rul bangun dong…jangan becanda, ini ga lucu lagi. Sumpah ini ga lucu, Rul bangun, kamu napa sih? sukanya buat aku panik. Rul bangun dong” Ujar Caca setelah melepaskan pelukan Ical, senyum dan berbicara sendiri setelah itu kembali Caca memeluk jasad sahabatnya itu dan menangis sejadi-jadinya. Salsa mendekatinya dan memberikan sebuah buku diary milik Nurul“Kata Nurul, kalo dia tidak dapet buku yang mirip punya dia, buku diarynya ini buat kamu” Ujar SalsaCacapun membuka buku kecil itu, tak sempat membaca halaman pertama, dia membuka beberapa lembaran berikutnya, hingga Caca pun membaca tulisan Nurul paling akhir.13 Mei 2003, 01.00 pagiDear Diary….. Aku dah dapet sahabat, kasih sayang sahabat. Tapi aku tak dapat memberikan apapun untuk sahabatku itu, ini hari jadi dia, dan dia menginginkan kamu diary, mungkin saja suatu saat aku berikan kamu ke dia, tapi itu suatu saat, hanya saja aku harus cari yang mirip denganmu untuk sahabatku. Aku minta tolong ke Ical mungkin juga dak apa-apa yah diary, diakan pacar sahabat aku berarti dia juga sahabat aku dong. Hahaha….hanya sebuah buku tapi kalo dia masih menginginkan kamu diary, mau tak mau aku harus ngasih kamu kedia. Nyawa akupun boleh yang penting sahabat aku senang, hahaha, Lebaaaaaaaay. Ya udah dulu diary aku ngantuk neh…Ga’ kelupaan “MET ULTAH CACA, MY FRIENDSHIP” NurulCaca menutup diary Nurul, semakin berlinang air mata Caca. Yah apapun yang Nurul akan beri untuk Caca, bahkan nyawanya seperti sekarang yang Caca alami. Nurul takut kalo Caca menganggap dirinya berkhianat karena sudah lancang mengajak Ical untuk mengantarnya, hingga dia tak pedulikan lagi ramainya kendaraan dijalan yang membuat dirinya menghadap sang Ilahi.Esok harinya, jasad Nurulpun dimakamkan dikampung halamannya. Setelah dikebumikan, Caca mengusap kembali nisan sahabatnya sambil berlinang air mata. Tertulis dinisan itu “Nurul Utami binti Muh. Awal, Lahir 14 Mei 1989, Wafat 13 Mei 2003”, sehari sebelum hari jadinya.“Nurul, sahabat macam apa aku, hari jadi kamu pun aku tak tau, Rul selamat ulang tahun yah, hanya setangkai bunga dan kiriman doa yang dapat aku beri ke kamu, istirahat dengan tenang yah sahabatku” Ujar Caca sambil berdoa dan kemudian meninggalkan gundukan tanah yang masih merah itu.##SELESAI##

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*