Cerpen Lucu Mis. Tulalit Part 3 ~ Update

Berhubung masih napsu (??) buat edit mengedit postingan, pokoknya edit aja deh. He he he, Lagian daripada terlupakan….Bener gak?. Harusnya bener donk!!! * maksa modeon.
Tapi, ah andaii aja Takdir itu juga bisa diedit (^_^) *Mulai gak jelas.

Mis tulalitCredit Gambar : Ana Merya
Setelah ujian akhir nasional barlalu maka semua siswa di berikan kesempatan untuk berlibur, walau pun setulalit-tulalitnya april, alhamdulillah ia berhasil lulus juga. Emang si nilai pas-pasan, tapi dari pada kurang. ya nggak?… *PS: Yang setuju bilang ya berari orang yang nggak mau maju. secara masa dibandingkan sama yang lebih jelek*, rencananya ia mau ngelanjutin kuliahnya di AMIK, selat panjang.
Untuk mengisi waktu liburan. april berkunjung kerumah nenek nya yang ada di desa, (terpaksa soalnya di paksa nyokap), sebenernya sih april ingin liburan ke bali, eh sama mama malah ‘kon bali ngone mbahe’ . Cek cek cek…..kasihan deh april…
Hari pertama di rumah neneknya, april sudah merasa tidak betah, gimana nggax, walau pun PLN sudah masuk desa sih katanya, tapi tetap aja di rumah neneknya bergelap-gelapan dan hanya menggunakan cahaya lampu penerang yang pakai minyak tanah. Hengalah nyelangsane lah urip gara-gara mesin PLN nya rusak, dan masih dalam masa perbaikkan, kabarnya sih hanya dalam jangka waktu dua minggu tapi nyatanya sudah sebulan lebih masih juga belum nyala.
Dan malamnya april sama sekali nggax bisa tidur, selain karna nyamuknya banyak minta ampun padahal ia sudah membakar obat anti nyamuk, itu juga karna ia harus tidur sendirian, apalagi april memang penakut, dan ia paling takut sama yang namanya…. HANTU!!!
“gimana kalau nanti april lagi tidur, tiba-tiba ada kuntilanak yang ikut tidur bareng april, lagi pula kamar ini kan udah lama nggax di pake, trus april langsung di cekik… duh, siapa ntar yang nolongin” batin april yang tiba-tiba merinding.
Samar-samar dari luar rumah terdengar suara burung, april juga nggax tau burung apa, di ikuti suara anjing yang menyalak di kejauhan yang makin membuat april jadi panas dingin.
“ma… pa… tolongin april donk… masa april liburan kayak gini… liburan kok kerumah hantu…” guman april sedih.
“mama sama papa jahat, nggax sayang sama april, huu… huu….” april lama-lama nggax tahan dan mulai menangis. *Yang nie sumpah Lebay*…
Dan walau pun lirih, telinga april masih bisa menangkap suara berisik di dapur, di ikuti suara gemericik air, april memasang telinganya baik-baik, *memangnya tadi dilepas ya?*.
April juga mendengar derit suara papan yang di injak, maklum rumah desa. Biasalah lantai sama dindingnya masih terbuat dari papan, bahkan atapnya juga terbuat dari daun rumbia, hati nya curiga, jangan-jangan ada maling. Tapi mau maling apaan, di rumahnya sama sekali nggax ada barang berharga, apa lagi di dapur palingan ada nya Cuma perkakas masak. Memangnya mau maling piring sama sendok?
Dengan memberanikan diri april, berjalan mengendap-endap ke dapur, persis seperti kucing yang mengintai tikus, *walaupun sebenernya belom pernah lihat juga sih* lengkap dengan sapu di tangannya.
Begitu sampai di dapur, jantung april seperti mau copot, napasnya berhenti di tenggorokan, apa yang ada di hadapannya bukan lah seperti yang ia bayang kan tapi justru apa yang selama ini paling ia takuti.
Tidak sampai 4 meter didepannya, tampak sesosok perempuan tua, rambut putih semua dengan giginya yang ompong, sedang meneguk cairan hitam, dari dalam gelas. Apa lagi suasana cahaya nya remang-remang karena lampu damarnya, hanya ada di ruangan depan menambah suasana makin horor sehingga saking kagetnya april, sapu yang ada di tangannya, terlepas dari genggaman.
Begitu mendengar suara sapu yang terjatuh, sosok perempuan tersebut langsung menoleh kearahnya, april tidak dapat melihat dengan jelas wajahnya, hanya rambut yang putih semua te urai sehingga membuat terlihat semakin meyeramkan. Saat ini yang ada dalam fikiran april hanya lah lari sejauh mungkin, tapi apa daya sepertinya itu mustahil karena seluruh tubuhnya seperti kaku, sama sekali tidak bisa di gerak kan lagi saking takutnya.
“to.. to.. to… tolong!” jerit april sebelum akhirnya tergeletak tidak sadarkan diri.
cerpen lucu mis tulalit
Keesokan hari april membuka matanya, badannya terasa pegel sekali, di kucek-kucek matanya yang terasa silau oleh sinar mentari yang muncul dari jendela yang terbuka lebar, ia memandang kesekeliling, pantas saja badannya terasa pegel, secara ia semalaman tidur di kursi.
“lho kok april bisa tidur di sini sih?” guman april heran, ia mencoba mengingat-ingat kejadian tadi malam kenapa ia bisa tidur di sofa.
“wes tangi sampean to nduk”
April langsung menoleh, ternyata nenek yang baru muncul dari dapur, dengan membawa napan berisi segelas teh dan sepiring pisang goreng.
“eh nenek, pagi…” kata april.
“pagi? Memangnya kamu pikir sekarang jam berapa to?” kata neneknya sambil meletakkan napan di atas meja, tepat di depan april.
“jam tujuh kali ya?” balas april.
“yah, itu sih tiga jam yang lalu nduk”
“apa?!” april kaget, sepontan ia melirik jam tangannya, ternyata waktu sudah menunjuk pukul 10:00 lebih 15 minit.
“astafirullah hal’azim, kok april bisa kesiangan gini sih”
“justru itu, nenek mau nanya, kamu kenapa tadi malam tidur di dapur?” tanya nenek lagi.
Pertanyaan neneknya langsung mengingatkan april akan kejadian tadi malam.
“ya ampun nek, tadi malam itu april bukan tidur nek, tapi pingsan”
“pingsan? Pantes nenek panggil nggax bangun-bangun juga sehingga terpaksa nenek bangunin kakek kamu buat mindahin ke sofa, tapi kenapa kamu bisa pinsan?”
“april ngeliat hantu!”
“hantu?” neneknya heran.
“ia. April liat hantu wewegombel, rambutnya putih semua, trus giginya ompong, waktu itu ia lagi minum cairan dari dalam gelas, pokoknya hii… serem deh” cerita april sambil bergidik.
Mendengar cerita april, kontan neneknya langsung tertawa terkekeh-kekeh.
“kok nenek malah ketawa sih?” april heran.
“oalah nduk-nduk, jadi sampean fikir, perempuan tadi malam itu hantu?”
“jadi nenek juga liat?”
“lha pie to nduk. Wong yang tadi malam kamu liat itu nenek yang lagi ke dapur buat minum”
“masa’ sih, kok kayak wewegombel beneran?”
“hus, kamu ini. Masa’ neneknya sendiri di bilang wewegombel. Sudah mending kamu cuci muka dulu trus sarapan, nenek mau nyusul kakek mu kekebun belakang, nanti kalau kamu udah selesai sarapan bisa ikut nyusul juga”
Selesai berkata nenek beranjak pergi meninggalkan april yang masih bingung sendiri.
“kek, kakek mau nanam apa sih?” tanya april ketika di liatnya sang kakek sedang mencangkul laut. Kok laut? Ya iya lah, secara nggax usah di kasi tau pasti udah pada ngerti kalau di kebun yang di cangkul jelas lah tanah.
“ini. Kakek mau nanam kangkung sama kacang”
“kangkung lagi, kangkung lagi” guman april lirih.
“memangnya kenapa? Kamu nggax suka sama kangkung?” tanya neneknya heran.
“bukannya april nggax suka nek, tapi bosen aja, nggax di rumah, nggax di sini ketemu juga sama yang namanya kangkung. Heran deh”
“jadi mama kamu juga sering nyayur kangkung?”
“ia kek, hari-hari malah, mentang-mentang tinggal ngambil di kebun belakang”
“mama sama papa kamu juga rajin berkebun ya? Padahal dulu waktu di sini mama kamu paling males kalau di suruh bertanam”
“sampai sekarang juga masih kok nek” balas april.
“trus siapa yang nanam? Dan bukannya di belakang rumah kamu juga ada perumahan lagi?” tanya neneknya heran.
“emang”
“jadi nanam nya dimana?”
Kakek sama nenek april makin bingung.
“di warung, pas di belakang rumah april kan, warungnya bu siti, Nah setiap hari mama datang kesana buat ngambil sayuran, tapi ya itu tadi tetap aja, kangkung-kangkung-kangkung”
“jadi mama kamu kalau nyayur ngambil disana?” tanya kakeknya, april hanya mengangguk.
“kalau begitu orangnya baik banget ya, soalnya mama kamu di izinin tinggal ngambil kok nggax marah ya”
“pasti boleh lah, orang di kasi duit sama mama”
“itu sih namanya beli. Pantesan boleh, kamu sih kalau ngomong nya muter-muter bikin nenek sama kakek bingung aja, nenek pikir malah tetangga kamu baik-baik banget”
“mata nenek rabun kali ya, sudah jelas-jelas dari tadi april duduk diam di sini, masa’ di bilang muter-muter, gara-gara udah tua kali ya, makanya pikun” batin april dalam hati.
Sehabis membantu nenek sama kakeknya berkebun april langsung pulang untuk menyiapkan makan siang, (ngebantu?! Gaya loe!! Dari tadi Cuma nonton doank kok, bilangnya sih takut sama cacing, padahal males tuh. Dasar)
April sedang menyiduk nasi kebaskom ketika terdengar suara orang di depan.
“tok..tok…tok…”
“assalamu’alaikum nenek!” terdengar suara perempuan dari pintu depan.
“wa’alaikum salam” balas april sambil menuju ke depan, dan segera membukakan pintu untuk tamunya.
“maaf cari siapa ya?” tanya april begitu berhadapan dengan tamunya seorang perempuan yang kira-kira seumuran dengannya.
“nenek walimah ada?”
“nggax. Nenek lagi di kebun, ngebantuin kakek, kalau boleh tau da perlu apa ya?” tanya april lagi.
“ini… aku di suruh sama ibu buat nganterin sedikit makanan buat nenek”
“gitu ya… ya udah biar april salinin makanannya dulu ya. Eh lupa, masuk dulu yuk” ajak april yang baru nyadar kalau dari tadi tamunya masih berdiri di depan pintu.
April langsung berjalan kedapur, gadis itu mengikuti di belakangnya, april segera menyalin makanannya dari rantang kedalam mangkuk.
“wah lumayan nih, baru sehari di sini udah makan gulai ayam sama sambel udang lagi, asyik…” batin april sendiri.
“anu, kalau boleh tau mbax ini siapa ya, kok bisa ada di rumahnya nenek walimah”
April menoleh, eh iya kan masih ada tamu.
“0, saya cucunya, kenalin…. april” april mengulurkan tanganya.
“putri andini nawang wulan sari, biasa di panggil sari” sahutnya sambil membalas uluran tangan april.
“panjang amat. Ntar kalau mau ijab kabul gimana ribetnya, kasihan deh calon suaminya” kata april dalam hati.
“kalau andininya dihilangkan trus nggax pake sari jadi istrinya jaka tarub loe” canda april.
“ah embak bisa aja” sari tersenyum.
“manggilnya april aja ya, abis kalau manggil embak trus A nya di ganti i, kan jadi kambing”
“ih embak lucu deh, anu maksudnya april lucu juga”
“lawak kali… lucu.”
Sari malah tertawa lepas mendengarnya.

Random Posts

  • Cerpen Cinta Romantis “Kenalkan Aku Pada Cinta”

    Cuap – cuap : Ide cerpen cinta romantis ini sebenernya udah lama. Lama banget. Tapi berhubung masih punya utang sama erwin terpaksa di tunda mulu. Nge'endingin cerpen kala cinta menyapa dulu. Nah, berhubung tu cerpen sekarang udah end, so akhrinya cerpen ini bisa terealisasikan juga.Happy Reading ya…."Jika memang Lelucon, Ini sama sekali nggak lucuJika tentang harapan, Harapan ini terlalu semuJika hanya kebetulan, ah kenapa selalu hanya sebuah kebetulan yang terus berlanjut?… #Edisi galau…sebagian

  • Tertutup Rapih Dalam Balutan Seragam Kepolisian

    Tertutup Rapih Dalam Balutan Seragam KepolisianKarya : Abimanyu Putra PratamaHari itu sabtu siang di bulan Juni tahun 2009, saya diajak oleh saudara saya untuk membantu persiapan khitanan, ( saudara saya mau sunat saya dijemput dan diajak kesana duluan sedangkang orang tua saya menyusul nanti ). Sabtu siang itu terasa sangat panas hingga menusuk sampai ketulang ( hahahahahah terlalu LEBAY ) setelah 2 jam perjalanan ( maklum jakarta macet, dan saya sudah muntah sampai satu kantong plastik ). Akhirnya kami tiba juga di Jakarta Timur, saya tiba disana pukul 02:00. Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan saya pun memutuskan untuk tidur.Setelah melepas penak dengan tidur ( memang banyak orang memilih tidur untuk menghilangkan penak ) saya bermain bersama saudara-saudara saya. Setelah puas bermain saya pulang, mandi, sholat, dan nonton tv. Tiba-tiba pas saya sedang asyik nonton spongebob squerpants ( maklum masih anak kecil  ) adzan magrib bun berkumandang. Walaupun sedang asyik nonton spongebob saya pun memutuskan untuk shalat dulu, setelah selesai sholat dan makan. Lalu saya diajak mas Topik untuk mengisi bensin.NAH DISINILAH CERITA DIMULAI “THE STORY WILL BEGIN” Jadi ceritanya tuh pas lagi mau isi bensin, ada dua rute. Rute via jalan raya ( banyak polisi ), rute jalan kampung ( banyak polisi tiduran ). kami memilih rute jalan raya, setelah tiba dijalan raya mas Topik mengila PART 1. Dia gaya gaya mau jadi Valentino Rossi, setiap mobil diasalip dan pas saya sedang menengok ke belakang saya melihat motor vega-R mengikuti kami dari gang depan rumah saudara saya. Saya tidak begitu ambil pusing, nah pas kami sedang menyalip mobil avanza tiba-tiba motor RX King bermaksud menyalip mobil tersebut. Mas Topik pun kaget dan motor pun menyerempet mobil avanza, setelah berhasil menyalip mobil avanza kami tiba-tiba dijegat oleh orang yang naik motor vega-R. Dia dateng-dateng langsung nyenter plat nomor, lantas kami pun panik dan memutuskan untuk kabur, setelah berhasil kabur, dan pikir panjang. Kami memutuskan untuk berhenti (bukan karena takut sama polisi tapi karena bensin dah sakaratul maut alias ABIS wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk 😀 ) Akhirnya saya tertangkap / BUSTED, kunci motor langsung diambil kami langsung dimarahin.“kamu ini naik motor gaya-gaya banget masih kecil aja belagu” bentak pa polisi.Saya dan mas Topik langsung tertunduk diam alis KICEP ABC. Setelah diceramahin cukup lama akhirnya saya dan mas Topik dibawa ke sebuah pemancingan di daerah Klender. Setelah tiba di pemancingan mas topik disuruh untuk menelpon orang tuanya dan pas saat itu lagi ga bawa hp ( apes banget ), yaaaaaaaaa suuuuuuuudahlah terpaksa dia harus ke wartel, sedangkang saya ditinggal sendirian di pemancingan. Dan pas saat itu entah kenapa saat itu saya ingin sekali menanyakan sesuatu.“pa, bapak sebenarnya polisi atau bukan? Kalau bapak polisi bapak tolong tunjukan tanda pengenal bapak, dan buka helm bapak.” Ujar sayaTiba tiba saya tangan polisi itu melayang ke muka saya, dan dia berkata “kamu tuh masih anak kecil diam aja”Saya melihat kejanggalan karna bapak saya seorang tentara ( jiahhh pamer dulu ahhhh ) jadi saya ya sedikit tau mana yang asli sama yang palsu.Saya pun terus mendesak setelah cukup lama saya mendesak, akhirnya polisinya jengkel juga kali ya sama saya, dia pun memutuskan pergi untuk membeli rokok and aqua gelas,,,,,,, dia kembali menghampiri saya. Setelah cukup lama akhirnya mas Topik pun kembali, setelah mas Topik kembali“saya sita motor kalian karena kalian tidak bisa menyerahkan surat-surat motor” kata pa PolisiKami pun mengiyakan saja, polisi itu pun langsung membawa motor kami. Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu, menghampiri kami, “Dek,dek kelihatanaya kamu sudah ketipu deh.” Kata si Ibu“Hah???????, maksud Ibu?” sahut mas Topik“iya soalnya gelagatnya dan bajunya tidak meyakinkan.” Ujar si Ibu“Ahhh yang bener Bu.” Kata mas Topik“Iya soalnya daerah klender banyak sekali POLISI GADUNGAN.” Kata Ibu “Apa GADUNGAN GADUNGAN GADUNGAN (sengaja diulang biar lebih mantep) sontak saya dan mas Topik Saya diam, mas Topik diam Ibu pun diam, SULE pun diam. Kami pun PANIK MODE ON setelah mondar mandir sana sini. Akhirnya bapaknya mas topik pun datang. Kami pun langsung bergegas ke kantor polisi di daerah klender, setelah kami tiba di sana kami langsung menanyakan ada tidak Polisi yang bernama Briptu Norman ( maaf saya lupa namanya hehehhehehehehehehe : D ) setelah dicek tenyata tidak ada. APA APA APA APA APA ( sengaja di ulang ) kami pun panik. Tanpa pikir panjang kami pun langsung balik ke TKP untuk mencari motor kami, di tengah perjalanan kami bertemu dengan tukang ojek lalu dia mengatakan bahwa motor bapak ada sama temen saya. Tanpa pikir panjang kami langsung CABUT KALANG KABUT LEKAS PERGI, setelah tiba disana alhamdulilah motor selamat hanya tergores sedikit. Jadi ceritanya tuh setelah kami di tinggal di pemancinga Polisi GADUNGAN itu kabur membawa motor yang bensinya sakaratul maut dan ditengah keasyikan pa polisi itu tiba-tiba bensinya abis NGEK NGOK. Dia pun panik dan langsung pindah ke motor temanya yang ada di sebelahnya tanpa menghentikan motornya ( kata saksi ) sontak motor pun jatuh dan koncinya langsung di bawa kabur. Setelah tiba di TKP kami pun langsung menghampiri rumah itu, dan ALHAMDULILLAH BANGET YA motor masih ada. Kami pun disuruh untuk menebus motor dan menunjukan STNK, BPKB dan membawa kunci motor.INI CERITA KU APA CERITA MU  Yang membuat saya sampai binggung hingga saat ini : a. Bagaimana cara polisi itu berpindah tempat dari motor yang ia tumpangi ke motor temenya yang sedang melaju kencang???????????b. Kenapa ada SULE di Cerpen sayac. Dan masih ada aja Polisi yang mau nyolong motor orang yang bensin abis WKWKWKKWKWKWKWKWKWKW POLISI GADUNGAN

  • Cerpen Remaja Tentang Aku dan Dia Part 1 {Update }

    Oke guys. Sejak pertama bikin blog, cerpen remaja tentang aku dan dia adalah cerpen pertama yang di posting disini. Yah, namanya juga perdana. Selain masih belajar ngeblog, nulis juga masih suka asal asalan. Makanya cerita dan EYD berantakan. Nah karena itu, kalau pas ada waktu luang biasanya mampir kesini sambil ngedit satu satu. Oke deh, biar nggak banyakan curcol bisa langsung simak jalan ceritanya ke bawah. Happy reading….Credit Gambar : Ana Merya“Gres, kok makanannya di liatin aja sih?” aanya Anya yang melihat ulah sahabatnya yang dari tadi hanya mengaduk aduk bakso di mangkunya tanpa sedikit pun mencicipinya.“Gresia?” ujar Nanda yang heran karena sahabatnya yang satu itu tidak merespon sama sekali.“Hoi!!” kali ini Anggun mengucapkannya dengan keras sambil mengunang-guncang tubuh temannya.“Eh… apa?” Gresia tampak kaget."Nah, ketahuan kan, lagi melamun ini pasti," komentar Nanda dengan tatapan menyipit.Gresia mencibir. "Nggak kok, siapa yang melamun coba?""Ya elo lah. Masa nenek gue," tuduh Anya sewot. "Hem, tapi ngomong – ngomong loe ngelamunin apa sih? Perasaan jauh banget?" Anggun pasang raut penasaran. Anya dan Nanda kompak mengangguk setuju. “Udah di bilang gue nggak ngelamun juga."“Terus dari tadi bengong apa donk namanya?”“He he he… lha wong gue Cuma lagi mikir kok. Cuma keasikan," balas Gresia sambil nyengir.Nanda memutar mata. Itu mah sama aja. "Emangnya yang loe pikirin itu apa?""Ada aja."Pletak.Pletak.“Gila loe, sakit tau," Gresia meringis sambil mengusap-usap kepalanya yang sakit karena sebuah jitakan yang mulus mendarat di kepalanya. Bahkan tanpa permisi sama sekali. “Makanya cerita. Masa ia sama kita aja loe pake rahasia-rahasiaan segala sih," paksa Nanda lagi.“Kalau gue nggak mau cerita terus kenapa?”Pletak pletak.Kali ini dua jitakan mendarat dengan serentak di kepalanya.“Astaga, kalian mau bunuh gue ya?”Anggun mencibir. “Jangan lebai, nggak ada orang yang mati cuma gara-gara kepalanya di jitak."“Udah buruan cerita!” sambung Anya yang sedari tadi terdiam.“Ia, gue cerita," Gresia terpaksa mengalah, terlebih ketika tatapan membunuh dari teman-temannya. Dalam hati ia berpikir, kok dia bisa berteman sama mereka ya padahal sadis begitu.“E, sebenarnya," Gresia mengantungkan ucapannya. Sejujurnya ia tidak yakin jika menceritakan permasalahannya saat ini adalah keputusan yang tepat. Terlebih ketika ia sudah cukup mengenal ketiga orang yang kini ada di dekatnya. Ia bisa menebak reaksi mereka begitu mendengar kabar yang akan di sampaikannya."Apa sih? Nggak usah sok bikin penasaran gitu deh," Nanda mulai gusar. "Gue di jodohin," gumam Gresia nyaris tak terdengar.Hening. Seolah-olah begitu berat mencerna kabar yang baru di dengarnya. Tapi tak berapa lama kemudian."Ha ha ha, nggak lucu!" potong Anggun tak percaya. Anya dan Nanda juga berpendapat sama. Hari gini mau di kibulin. Nggak mempan. Tapi saat melihat raut Gresia yang terlihat serius Nanda kembali bertanya."Loe serius?". Gresia membalas dengan anggukan. Membuat ketika temannya saling pandang baru kemudian tanpa di komandani serentak ngakak. Untuk kali ini Gresia setuju dengan kalimat kalau "penyesalan selalu di akhir. Buktinya, sekarang ia nyesel cerita.“Elo di jodohin?!” ujar Anya memastikan.“Itu pertanyaan atau pernyataan," gerut Gresia sebel. Sementara Nanda dan Anggun masih belum bisa menghentikan tawanya.“Please deh, nggak ada yang lucu di sini," geram Gresia kesel.“Abis ada ada aja. Di kira ini masih jaman Siti Nurbaya kali ya,” ujar Nanda di sela tawanya.“Tapi ngomong-ngomong loe di jodohin sama siapa? Keren nggak? Kalau keren mah nggak papa donk. Lagian loe kan jomblo,” tanya Nanda kembali.Gresia menatap wajah temannya satu persatu. Kali ini ia ragu. Apa menceritakannya merupakan keputusan yang tepat. Ia sangat tau tabiat sahabatnya yang satu itu. Ia paling tidak suka mengetahui segala sesuatunya hanya setengah-setengah.“Arga,” akhirnya Gresia buka mulut dengan suara lirih yang nyaris tidak terdengar.“Uhuk uhuk,” Anggun yang kebetulan sedang mengunyah baksonya langsung tersedak.“Loe bilang siapa?” tanya Anggun kemudian.“Arga? Si kentang goreng itu?” tanya Nanda lagi. Gresia hanya mengangguk.“Maksut loe si playboy cap ikan hiu itu?” tambah Anya. Lagi lagi Gresia hanya mengangguk.“Yang pacarnya Lila itu?” sambung Anggun yang masih tidak percaya.“Udah di bilang ia juga."“OMG,” jerit ketiganya serentak.“Loe beruntung banget,” gumam Nanda lagi.“Loe lagi muji atau ngeledek?” geram Gresia.“He he he,” Nanda cuma nyengir. Jelas saja itu ledekan. Beruntung dari mana pacaran sama playboy.“Tapi kok bisa sih? Gimana ceritanya?" Anya tampak antusias. "Ceritanya panjang."“Ya udah pendekkin. Gitu aja kok repot,” Nanda angkat bahu.Kemabli menatap wajah ketiga temannya, Gresai terdiam. Belum sempat mulutnya terbuka, suara bel tanda waktu istriahat berakhir terdengar. “Lain kali aja deh, udah bel tuh. Mending kita masuk kelas aja lagi,” ujarnya merasa lega.“Yah," serentak Nanda, Anya dan Nanda pasang raut kecewa. Sebaliknya Gresia justru malah tersenyum.“Tapi inggat loe harus cerita sama kita,” ancam Nanda sebelum Gresia beranjak pergi dari tempat duduknya.“Nggak janji,” sahut Gresia santai sambil meloyor pergi di ikuti oleh teman-temannya yang masih merasa kecewa.Selama pelajaran berlangsung, Gresia sama sekali tidak bisa konsentrasi mengikuti nya. Pikirannya masih melayang mengingat kejadian tadi malam. Bagaimana bisa kedua orang tuanya merencanakan perjodohan yang menurutnya teramat sangat konyol dan sama sekali tidak masuk di akal. Masih mending kalau ia di jodohin sama Dirga _ Cowok yang selama ini diam-diam ditaksirnya. Tapi ini malah sama si Arga. Cowok yang terkenal playboy, suka mainin cewek plus udah punya pacar lagi. Kurang ngenes apa lagi coba. Saat istirahat kedua, Gresia dengan cepat ngacir meninggalkan kelas sebelum teman – temannya sempat menginterogasi. Ia bahkan memilih ke perpus sebagai tempat persembunyian.“Gue mau ngomong sama loe."Gresia yang sedang asik membaca langsung menoleh ke asal suara yang ada di samping nya. Ia celingak clinguk menoleh ke kanan dan kekiri. Masih tidak yakin kalau orang yang entah sejak kapan duduk disampingnya sedang berbicara kepadanya.”Loe ngomong sama gue?” tanya Gresia setelah yakin kalau tidak ada orang lain selain dirinya.“Loe pikir gue ngomong sama tembok? Udah gila apa?” balas Arga ketus.“Yee, siapa tau. Lagian loe kan emang aneh,” gumam Gresia lirih.“Apa loe bilang barusan?" tanya Arga menaikan alisnya.“He he he. Nggak ada apa-apa kok,” elak Gresia cepet.“Awas loe kalau sampai berani bilang gue aneh."Bukannya takut Gresia justru malah tersenyum. Dengan polosnya ia bertanya. “Lho jadi loe denger?”“Loe pikir gue budek."“Kali aja," gadis itu angkat bahu.“Wah bener-bener loe, tadi undah ngatain gue aneh, sekarang ngataing gue budeg. Berani loe sama gue?” ujar Arga penuh penekanan. Refleks Gresia langsung mengeleng-geleng.“Udah deh, gitu aja di ributin. Tadi Loe bilang ada urusan sama gue. Ya udah ngomong aja."“Nggak di sini. Loe ikut gue,” tanpa ba bi bu Arga meraih tangan Gresia dan menariknya keluar dari perpus.“STOP!” bentak Gresia Kontan Arga menghentikan langkahnya.“Kenapa?” tanya Arga dengan tampang Bete.“Nggak usah pegang-pegang gue segala deh."“WHAT?!”.Gresia hanya memanyunkan mulutnya sambil melirik tajam Kearah Arga.“Loe pikir gue tertarik sama loe?”“Ye siapa tau, loe kan playboy. Kambing di bedakin aja doyan, apa lagi gue yang cantik gini."Arga segera berbalik. Kali ini ia memandang Gresia intens dari kepala sampai kaki. Gresia saja sampai salting di lihatin seperti itu.“Tertarik sama makhluk yang model kayak gini? Ih amit-amit deh,” sahutnya kemudian sambil bergidik.“Maksut loe?!” Gresia merasa tersindir.“Mendingan loe ngaca deh. Rata gitu,” cibir Arga sambil tersenyum mengejek. Tapi sedetik kemudian.“ADUH!” jeritnya.“Mampus loe,” geram Gresia sambil berlalu pergi meninggal kan Arga yang masih kesakitan karena kakinya di injek sekenceng-kencengnya.“Dasar cewek gila. Sarap,” maki Arga sambil terus mengusap-usap kakinya yang masih sakit, sementara Gresia sudah jauh pergi meninggalkannya.“Sial! Tadi gue manggil dia kan buat nomongin masalah kita. Kok malah gue di tinggalin gini. Sambil kesakitan lagi. Awas loe. Tunggu aja pembalasan gue. Argh!"Cerpen Remaja Tentang Aku dan DiaBrugh.“Aduh sory sory sory, gue nggak sengaja."Tanpa melihat siapa yang ditabrak, Gresia segera berjongkok untuk mengumpulkan kertas – kertas ulangan yang berserakan di lantai. Karena sikap ceroboh yang dimilik tanpa sengaja ia menabrak orang.Tepat saat ia berusaha mengambil kertas yang ada di hadapannya, secara bersamaan sebuah tangan juga melakukan hal yang sama. Refleks Gresia menoleh.Deg.Sepertinya lapisan ozon bener-bener sudah menipis dan telah terjadi pemanasan global di mana-mana yang menyebapkan berkurangnya oksigen ( ???) karena kali ini Gresia mendadak merasa sulit untuk bernapas. Matanya terasa silau menatap makhluk yang ada di hadapannya yang tidak lain adalah Dirga. Cowok yang diam-diam di taksirnya.“Dirga?"Lagi-lagi Gresia merasa kesulitan untuk bernafas begitu melihat sebuah senyuman manis yang di lontarkan makhluk di hadapannya.“Aduh sori ya, tadi gue beneran nggak sengaja,” tambah Gresia kemudian setelah berhasil mengatasi gejolak di dadanya.“Nggak papa kok. Kayanya gue tadi juga salah. Soal nya gue jalan tadi nggak liat-liat."Tuh kan siapa coba yang nggak akan jatuh cinta. Dirga itu selain keren, punya senyum yang manis, juga orangnya sopan. “Ya udah gue duluan ya,” pamit Dirga beberapa saat kemudian. Gresia hanya mengangguk sambil terus memandangi punbggung pria itu yang terus berjalan menjauh sampai kemudian hilang dari pandangan.To Be Continue….Next : Cerpen Remaja Tentang aku dan dia part 02Detail cerpenJudul Cerpen : Tentang Aku dan dia ! 01Penulis : Ana MeryaTwitter : @CerpenStarnightPanjang cerita : 1. 387 WordsGenre : RemajaStatus : Complete

  • Cerpen Spesial Valentin “Cintaku berawal dari Facebook”

    Cerita yang terjadi berikut ini adalah hanya fiktif belaka. Bila ada kesamaan nama, tokoh pelaku ataupun peristiwa adalah hanya kebetulan semata. Ide ini terlintas dengan begitu saja.Happy reading ya…Ini kisah yang terjadi di antara ratusan juta akun facebook..Kisah yang terjadi antara kami berlima…Seseorang yang ku namai diriku sendiri…Seseorang yang kusukai….Seseorang yang ku jadikan sahabat….Seseorang yang kadang ku jadikan tempat bersandar….Dan seseorang yang sangat sangat ingin untuk aku lupakan.Nah, Khusus disini aku ingin menuliskan kisah tentang aku dan dia….. XD."Hufh" Untuk kesekian kalinya Chila menghela nafas saat menatap baris demi baris kata yang tertera di layar monitor di hadapannya.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*