Cerpen Lucu Mis. Tulalit Part 3 ~ Update

Berhubung masih napsu (??) buat edit mengedit postingan, pokoknya edit aja deh. He he he, Lagian daripada terlupakan….Bener gak?. Harusnya bener donk!!! * maksa modeon.
Tapi, ah andaii aja Takdir itu juga bisa diedit (^_^) *Mulai gak jelas.

Mis tulalitCredit Gambar : Ana Merya
Setelah ujian akhir nasional barlalu maka semua siswa di berikan kesempatan untuk berlibur, walau pun setulalit-tulalitnya april, alhamdulillah ia berhasil lulus juga. Emang si nilai pas-pasan, tapi dari pada kurang. ya nggak?… *PS: Yang setuju bilang ya berari orang yang nggak mau maju. secara masa dibandingkan sama yang lebih jelek*, rencananya ia mau ngelanjutin kuliahnya di AMIK, selat panjang.
Untuk mengisi waktu liburan. april berkunjung kerumah nenek nya yang ada di desa, (terpaksa soalnya di paksa nyokap), sebenernya sih april ingin liburan ke bali, eh sama mama malah ‘kon bali ngone mbahe’ . Cek cek cek…..kasihan deh april…
Hari pertama di rumah neneknya, april sudah merasa tidak betah, gimana nggax, walau pun PLN sudah masuk desa sih katanya, tapi tetap aja di rumah neneknya bergelap-gelapan dan hanya menggunakan cahaya lampu penerang yang pakai minyak tanah. Hengalah nyelangsane lah urip gara-gara mesin PLN nya rusak, dan masih dalam masa perbaikkan, kabarnya sih hanya dalam jangka waktu dua minggu tapi nyatanya sudah sebulan lebih masih juga belum nyala.
Dan malamnya april sama sekali nggax bisa tidur, selain karna nyamuknya banyak minta ampun padahal ia sudah membakar obat anti nyamuk, itu juga karna ia harus tidur sendirian, apalagi april memang penakut, dan ia paling takut sama yang namanya…. HANTU!!!
“gimana kalau nanti april lagi tidur, tiba-tiba ada kuntilanak yang ikut tidur bareng april, lagi pula kamar ini kan udah lama nggax di pake, trus april langsung di cekik… duh, siapa ntar yang nolongin” batin april yang tiba-tiba merinding.
Samar-samar dari luar rumah terdengar suara burung, april juga nggax tau burung apa, di ikuti suara anjing yang menyalak di kejauhan yang makin membuat april jadi panas dingin.
“ma… pa… tolongin april donk… masa april liburan kayak gini… liburan kok kerumah hantu…” guman april sedih.
“mama sama papa jahat, nggax sayang sama april, huu… huu….” april lama-lama nggax tahan dan mulai menangis. *Yang nie sumpah Lebay*…
Dan walau pun lirih, telinga april masih bisa menangkap suara berisik di dapur, di ikuti suara gemericik air, april memasang telinganya baik-baik, *memangnya tadi dilepas ya?*.
April juga mendengar derit suara papan yang di injak, maklum rumah desa. Biasalah lantai sama dindingnya masih terbuat dari papan, bahkan atapnya juga terbuat dari daun rumbia, hati nya curiga, jangan-jangan ada maling. Tapi mau maling apaan, di rumahnya sama sekali nggax ada barang berharga, apa lagi di dapur palingan ada nya Cuma perkakas masak. Memangnya mau maling piring sama sendok?
Dengan memberanikan diri april, berjalan mengendap-endap ke dapur, persis seperti kucing yang mengintai tikus, *walaupun sebenernya belom pernah lihat juga sih* lengkap dengan sapu di tangannya.
Begitu sampai di dapur, jantung april seperti mau copot, napasnya berhenti di tenggorokan, apa yang ada di hadapannya bukan lah seperti yang ia bayang kan tapi justru apa yang selama ini paling ia takuti.
Tidak sampai 4 meter didepannya, tampak sesosok perempuan tua, rambut putih semua dengan giginya yang ompong, sedang meneguk cairan hitam, dari dalam gelas. Apa lagi suasana cahaya nya remang-remang karena lampu damarnya, hanya ada di ruangan depan menambah suasana makin horor sehingga saking kagetnya april, sapu yang ada di tangannya, terlepas dari genggaman.
Begitu mendengar suara sapu yang terjatuh, sosok perempuan tersebut langsung menoleh kearahnya, april tidak dapat melihat dengan jelas wajahnya, hanya rambut yang putih semua te urai sehingga membuat terlihat semakin meyeramkan. Saat ini yang ada dalam fikiran april hanya lah lari sejauh mungkin, tapi apa daya sepertinya itu mustahil karena seluruh tubuhnya seperti kaku, sama sekali tidak bisa di gerak kan lagi saking takutnya.
“to.. to.. to… tolong!” jerit april sebelum akhirnya tergeletak tidak sadarkan diri.
cerpen lucu mis tulalit
Keesokan hari april membuka matanya, badannya terasa pegel sekali, di kucek-kucek matanya yang terasa silau oleh sinar mentari yang muncul dari jendela yang terbuka lebar, ia memandang kesekeliling, pantas saja badannya terasa pegel, secara ia semalaman tidur di kursi.
“lho kok april bisa tidur di sini sih?” guman april heran, ia mencoba mengingat-ingat kejadian tadi malam kenapa ia bisa tidur di sofa.
“wes tangi sampean to nduk”
April langsung menoleh, ternyata nenek yang baru muncul dari dapur, dengan membawa napan berisi segelas teh dan sepiring pisang goreng.
“eh nenek, pagi…” kata april.
“pagi? Memangnya kamu pikir sekarang jam berapa to?” kata neneknya sambil meletakkan napan di atas meja, tepat di depan april.
“jam tujuh kali ya?” balas april.
“yah, itu sih tiga jam yang lalu nduk”
“apa?!” april kaget, sepontan ia melirik jam tangannya, ternyata waktu sudah menunjuk pukul 10:00 lebih 15 minit.
“astafirullah hal’azim, kok april bisa kesiangan gini sih”
“justru itu, nenek mau nanya, kamu kenapa tadi malam tidur di dapur?” tanya nenek lagi.
Pertanyaan neneknya langsung mengingatkan april akan kejadian tadi malam.
“ya ampun nek, tadi malam itu april bukan tidur nek, tapi pingsan”
“pingsan? Pantes nenek panggil nggax bangun-bangun juga sehingga terpaksa nenek bangunin kakek kamu buat mindahin ke sofa, tapi kenapa kamu bisa pinsan?”
“april ngeliat hantu!”
“hantu?” neneknya heran.
“ia. April liat hantu wewegombel, rambutnya putih semua, trus giginya ompong, waktu itu ia lagi minum cairan dari dalam gelas, pokoknya hii… serem deh” cerita april sambil bergidik.
Mendengar cerita april, kontan neneknya langsung tertawa terkekeh-kekeh.
“kok nenek malah ketawa sih?” april heran.
“oalah nduk-nduk, jadi sampean fikir, perempuan tadi malam itu hantu?”
“jadi nenek juga liat?”
“lha pie to nduk. Wong yang tadi malam kamu liat itu nenek yang lagi ke dapur buat minum”
“masa’ sih, kok kayak wewegombel beneran?”
“hus, kamu ini. Masa’ neneknya sendiri di bilang wewegombel. Sudah mending kamu cuci muka dulu trus sarapan, nenek mau nyusul kakek mu kekebun belakang, nanti kalau kamu udah selesai sarapan bisa ikut nyusul juga”
Selesai berkata nenek beranjak pergi meninggalkan april yang masih bingung sendiri.
“kek, kakek mau nanam apa sih?” tanya april ketika di liatnya sang kakek sedang mencangkul laut. Kok laut? Ya iya lah, secara nggax usah di kasi tau pasti udah pada ngerti kalau di kebun yang di cangkul jelas lah tanah.
“ini. Kakek mau nanam kangkung sama kacang”
“kangkung lagi, kangkung lagi” guman april lirih.
“memangnya kenapa? Kamu nggax suka sama kangkung?” tanya neneknya heran.
“bukannya april nggax suka nek, tapi bosen aja, nggax di rumah, nggax di sini ketemu juga sama yang namanya kangkung. Heran deh”
“jadi mama kamu juga sering nyayur kangkung?”
“ia kek, hari-hari malah, mentang-mentang tinggal ngambil di kebun belakang”
“mama sama papa kamu juga rajin berkebun ya? Padahal dulu waktu di sini mama kamu paling males kalau di suruh bertanam”
“sampai sekarang juga masih kok nek” balas april.
“trus siapa yang nanam? Dan bukannya di belakang rumah kamu juga ada perumahan lagi?” tanya neneknya heran.
“emang”
“jadi nanam nya dimana?”
Kakek sama nenek april makin bingung.
“di warung, pas di belakang rumah april kan, warungnya bu siti, Nah setiap hari mama datang kesana buat ngambil sayuran, tapi ya itu tadi tetap aja, kangkung-kangkung-kangkung”
“jadi mama kamu kalau nyayur ngambil disana?” tanya kakeknya, april hanya mengangguk.
“kalau begitu orangnya baik banget ya, soalnya mama kamu di izinin tinggal ngambil kok nggax marah ya”
“pasti boleh lah, orang di kasi duit sama mama”
“itu sih namanya beli. Pantesan boleh, kamu sih kalau ngomong nya muter-muter bikin nenek sama kakek bingung aja, nenek pikir malah tetangga kamu baik-baik banget”
“mata nenek rabun kali ya, sudah jelas-jelas dari tadi april duduk diam di sini, masa’ di bilang muter-muter, gara-gara udah tua kali ya, makanya pikun” batin april dalam hati.
Sehabis membantu nenek sama kakeknya berkebun april langsung pulang untuk menyiapkan makan siang, (ngebantu?! Gaya loe!! Dari tadi Cuma nonton doank kok, bilangnya sih takut sama cacing, padahal males tuh. Dasar)
April sedang menyiduk nasi kebaskom ketika terdengar suara orang di depan.
“tok..tok…tok…”
“assalamu’alaikum nenek!” terdengar suara perempuan dari pintu depan.
“wa’alaikum salam” balas april sambil menuju ke depan, dan segera membukakan pintu untuk tamunya.
“maaf cari siapa ya?” tanya april begitu berhadapan dengan tamunya seorang perempuan yang kira-kira seumuran dengannya.
“nenek walimah ada?”
“nggax. Nenek lagi di kebun, ngebantuin kakek, kalau boleh tau da perlu apa ya?” tanya april lagi.
“ini… aku di suruh sama ibu buat nganterin sedikit makanan buat nenek”
“gitu ya… ya udah biar april salinin makanannya dulu ya. Eh lupa, masuk dulu yuk” ajak april yang baru nyadar kalau dari tadi tamunya masih berdiri di depan pintu.
April langsung berjalan kedapur, gadis itu mengikuti di belakangnya, april segera menyalin makanannya dari rantang kedalam mangkuk.
“wah lumayan nih, baru sehari di sini udah makan gulai ayam sama sambel udang lagi, asyik…” batin april sendiri.
“anu, kalau boleh tau mbax ini siapa ya, kok bisa ada di rumahnya nenek walimah”
April menoleh, eh iya kan masih ada tamu.
“0, saya cucunya, kenalin…. april” april mengulurkan tanganya.
“putri andini nawang wulan sari, biasa di panggil sari” sahutnya sambil membalas uluran tangan april.
“panjang amat. Ntar kalau mau ijab kabul gimana ribetnya, kasihan deh calon suaminya” kata april dalam hati.
“kalau andininya dihilangkan trus nggax pake sari jadi istrinya jaka tarub loe” canda april.
“ah embak bisa aja” sari tersenyum.
“manggilnya april aja ya, abis kalau manggil embak trus A nya di ganti i, kan jadi kambing”
“ih embak lucu deh, anu maksudnya april lucu juga”
“lawak kali… lucu.”
Sari malah tertawa lepas mendengarnya.

Random Posts

  • Cerpen pendek ‘He is my love’

    Inget cerpen pendek sang idola yang sudah admin posting sebelumnya? Nah, setelah admin baca ulang cerpen He is my love ini admin baru ngeh kalau ternyata temanya sama. Ck ck ck. Tapi nggak papa lah, namanya juga fiksi. So, buat yang mau baca bisa langsung ke bawah aja ya."Ya udah, gue pulang dulu ya?""Iya, hati -hati di jalan. Da…" balas Irma sambil melambaikan tangannya. Mengantarkan kepergian Rey, sang kekasih setelah seharian ini jalan – jalan. Yah mumpung hari minggu, libur sekolah. Kalau nggak kapan lagi punya waktu buat kencan. Bener gak?Setelah sosok Rey beneran hilang dari pandangan barulah ia melangkahkan kaki masuk kedalam rumah. Sambil terus melangkah mulutnya tak henti bersenandung kecil. Melantunkan lagu – lagu Cinta. Ciri khas orang yang sedang kasmaran.Begitu sampai di kamar segera ia rebahkan tubuhnya di atas ranjang. Orang tuanya sedang keluar. Itu artinya ia di rumah sendirian, maklumlah anak tunggal. Setelah berpikir – pikir untuk beberapa saat segera di keluarkan hape dari dalam tasnya. Mencari id contak atas nama Vieta, sahabat terbaiknya. Biasalah cewek kalau ada apa – apa kan memang demen curhat. Tak terasa satu jam telah berlalu. TM alias TalkMania kartu 'As' nya juga sudah ludes. Mau tak mau pangilan itu harus ia putuskan. Sebagai anak sekolahan ia memang harus belajar hemat, secara uang saku juga masih nyadong sama orang tua. Untuk sejenak Irma memandangi benda elektronik yang ada di tangannya dengan kening berkerut. Dalam hati ia bergumam. Satu jam yang telah berlalu dengan sia – sia. Karena rencannya untuk curhat gagal berantakan. Justru ia yang di jadikan ajang curhat oleh sahabatnya yang satu itu yang 'katanya' sedang naksir seseorang.Setelah berdiam untuk beberapa saat, akhirnya Irma bangkit berdiri. Sebentar lagi ortunya pasti juga akan segera pulang. Lagi pula sepertinya tubuhnya juga perlu penyegaran. Tak lupa di sambarnya handuk sebelum kemudian ia menghilang di balik pintu kamar mandi.Keesokan harinya seperti biasa Irma berangkat kesekolah. Awal pagi yang cerah tiba – tiba terasa suram saat matanya mendapati raut berbinar di wajah Vieta. Gadis itu langsung bisa mendebak kalau acara curhatanya kemaren pasti masih ada lanjutanya. Persis seperti cerpen berseri yang akan terus berlanjut yang di tulis oleh salah satu teman dunia mayanya, Ana merya."Iya Irma, pokoknya dia itu keren banget. Gue sekarang jadi percaya kalau love at first sight itu beneran ada."Irma hanya mampu tersenyum hambar yang benar – benar terasa hambar. Sebuah senyuman yang dipaksain. Secara kalimat itu sudah lebih dari dua puluh kali di ulang – ulang oleh sahabatnya. Sampai – sampai ia merasa itu kalimat sudah sangat familiar di telinga."Terus kenapa kemaren nggak langsung loe tembak aja," komentar gadis itu ngasal."Ya ela, loe pikir gue udah gila apa. Masa baru kenalan gue langsung nembak dia. Lagian belum ada sejarahnya cewek nembak duluan," bantah Vieta sebel."Sapa bilang, ini kan udah jaman emansipasi wanita. Sah – sah aja donk. Lagian bukannya sejarah nabi kita, bunda Siti khadijah duluan yang melamar?" sambung Irma lagi.Sejenak Vieta bungkam, dalam hati ia membenarkan ucapan sahabatnya itu. "He he he…. ia juga sih. Tapi tetep aja gue nggak bisa nembak duluan. Bisa di kira gila beneran gue.""Bukannya loe emang udah gila dari sononya ya?"Dengan cepat sebuah jitakan mendarat di kepala Irma atas balasan ucapannya barusan. "Eh, Gimana acara kencan loe kemaren?" tanya Vieta mengalihkan pembicaraan. Benar – benar langkah yang bagus, karena wajah Irma langsung sumringah mendengarnya. Sekaligus juga membatalkan niat untuk membalas jitakan yang di terimanya barusan."Ah… Pokoknya seru banget. Ternyata dia itu orangnya romantis. Gue kan jadi makin cinta sama dia," kata Irma sambi tersenyum membayangkan ucapanya barusan."Bukannya dulu loe bilang, si Jhon Jilidsatu. Pacar loe yang loe bilang memiliki history nama rada nggak jelas gitu orangnya ngebosenin ya?" tanya Vieta terlihat bingung. "Ya ela. Si John mah udah gue tendang dua minggu yang lalu kaleeee…""HA?" Mulut Vieta mangap selebar – lebarnya, Irma hanya menangapinya dengan tatapan sinis sekaligus mencibir. Dalam hati ia mencibir, lebay banget si nie orang?"Bukannya loe baru jadian tiga minggu yang lalu ya?" sambung Vieta lagi."Emang… Tapi karena dia nya ngbosenin mending gue cari yang baru," balas Irma santai."Astaga, loe bener – bener deh," Vieta kehilangan kata-kata dan tampak menggeleng – gelengkan kepala tak percaya.***"Irma, loe harus bantuin gue, kalau nggak gue bisa patah hati beneran nie.""Apa lagi si?" tanya Irma sambil menutup bukunya dengan kesel. Apa nggak cukup hampir seminggu ini ia menjadi pendengar setia tentang kisah sang pangeran berkuda putih ala Vieta?"Gimana donk. Gue beneran naksir berat sama dia.""Ya udah kalau gitu loe aja yang nyamperin.""Tapi dia udah punya pacar.""Terus?""Masa terus. Ya gue harus gimana. Loe kasi saran kek. Nggak setia kawan banget si mentang – menatang dia udah punya pacar," gerut Vieta sebel."Ya ela, emang kenapa kalau dia udah punya pacar. Belum nikah ini. Yang udah nikah aja bisa cerai kok. Gitu aja ribet.""Maksut loe, gue harus ngerebut dia gitu?" Vieta tidak yakin akan apa yang baru saja di dengarnya. Irma hanya membalas dengan anggukan kepala mantab."Eh, gue belum sejahat itu kali," tolak Vieta lagi."Belum bukan berarti enggak kan?" pangkas Irma cepat."Tapi masa gue harus ngerebut pacar orang?" tanya gadis itu ragu."Salah siapa naksir sama orang yang jelas – jelas udah punya pacar," Irma dengan santai main nyablak. "Lagian nie ya gue pernah denger orang bilang kalau dalam perang dan cinta semuanya sah – sah aja," Irma sok – sokan menasehati."Lebay… Lagian siapa juga yang mo perang.""Eh non, kalau sampe beneran berani ngerebut pacar orang kalau bukan ngajakin perang terus apa namanya?""Udah tau kayak gitu, ngapain loe ngasih ide begituan ke gue?""Dari pada loe patah hati terus bunuh diri," kata Irma cepat dan langsung mendapat hadiah jitakan di kepalanya."Loe kalau ngomong nggak ngenakin banget.""Kalau mau yang enak, beli in gue kentang goreng," gerut Irma sebel sambil mengusap – usap kepalanya yang terasa berdenyut. Udah jelas – jelas tadi minta saran, giliran di kasi tau bener – bener walau sarannya jelas gak bener (???) eh, malah dijitak. Siapa yang nggak kesel coba."Emangnya loe nggak takut kena karma?" tanya Vieta setelah terdiam beberapa saat."Maksutnya?" kening Irma tampak berkerut tanda bingung."Ya ngerebut pacar orang. Loe nggak takut ya kalau nanti pacar loe juga di ambil orang?""Huwahahahaha…." Irma langsung ngakak mendengar pertanyaan yang dianggapnya super konyol."Apa ada yang lucu?" gantian kening Vieta yang berkerut melihat sahabatnya masih tertawa. Menurutnya tidak ada yang lucu di sini."Ampun deh…. Loe ini ada – ada aja. Sejak kapan hukum karma bisa di pindah tangankan? Yang rencananya mau ngerebut pacar orang kan elo. So, yang harus kena karma elo donk. Nggak ada urusannya sama gue," terang Irma panjang lebar sembari berusaha menahan tawanya."Yah, tapi kan itu ide loe.""Baiklah…. Gue tarik lagi ide gue tadi. Dan elo sebaiknya siap – siap aja patah hati," selesai berkata Irma segera bangkit berdiri. Siap – siap mau pergi."Eits, tunggu dulu. Oke, Gue ikuti saran loe. Besok gue akan ajak dia ketemuan. Gue akan bilang kalau gue suka sama dia. Tapi…. Loe harus nemenin gue.""Oh tidak bisa….. Besok itu hari minggu, jadwal gue kencan" Tolak Irma cepat."Jadi loe nolak nemenin gue nie?" tanya Vieta dengan nada datar. Super datar. Tapi tatapan matanya itu lho, Sumpah bikin merinding. Akhirnya dengan amat sangat berat hati Irma mengangguk walau dalam hati terus merutuk. Dia punya salah apa di kehidupan sebelumnya sampai – sampai bisa punya sahabat yang menyeramkan seperti ini. Dan keesokan harinya seperti yang di janjikan, walau dengan berat hati Irma akhirnya menemani Vieta untuk melakuan aksinya."Loe yakin dia bakal datang?" tanya Irma sambil menyesap jus mangganya. Sudah hampir sepuluh menit ia dan Vieta duduk di caffetaria itu menunggu orang yang di taksir Vieta. Tapi yang di tunggu belum menampakkan batang hidungnya."Katanya si iya.""Kalau sampai dia nggak datang beneran gue bunuh loe," ancam Irma serius. Apalagi ia sudah bela – belain membatalkan acara kencan rutinnya pada hari minggu hanya untuk menjadi 'obat nyamuk' sahabatnya itu."Dari pada loe ngancem , mending loe kasih suport ke gue. Gila, gue beneran deg degan banget. Mending kita batalin aja yuk?""Setelah gue batalin rencana kencan gue, loe mau ngebatalin ini? Coba aja kalau loe berani?" geram Irma tapi Vieta sama sekali tidak mendengarnya karena matanya sudah terlanjur terpaku kearah pintu masuk dimana tampak ada seseorang yang mulai melangkah masuk."Irma bantuin gue sekarang, dia udah datang . Gue harus gimana?" kata Vieta terlihat panik."Ha? Benarkah? Yang mana orangnya?" tanya Irma sambil berbalik karena kebetulan posisi duduknya tadi membelakangi pintu."Itu yang baru masuk. Ya ampun, kalau sampai gue di tolak, gue yakin gue beneran patah hati," Keluh Vieta sementara Irma melotot menatap sosok yang ditunjuk sahabanya."Maksut loe yang pake kemeja hitam itu?" tanya Irma tampak tak percaya. Vieta hanya membalas dengan anggukan karena gugub yang tiba – tiba menyerangnya."Astaga Vieta, kalau sampai dia nerima elo, gue yang patah hati.""Maksut loe?" Tanya Vieta binggun."Dia itu Rey, pacar gue," sahut Irma lirih tapi bagi Vieta itu bagaikan suara petir di siang bolong disaat hari sedang cerah – cerahnya."APA?!"."Bruk…..".Hal terakhir yang Vieta ingat adalah suara riuh penghuni Cafe yang mendapatinya tergeletak pingsan di lantai.END..Detail CerpenJudul cerpen : He is My lovePenulis : Ana MeryaPanjang cerita : 1487 wordsGenre : RemajaKategori : Cerpen Pendek

  • Cerpen Cinta: Kau yang Merubah Hatiku

    Awal dari sebuah rasa manis akan tetap manis jika kita pintar megolah rasa manis itu agar tetap manis. Cerita itu berawal pada sebuah hubungan antara cewek manis yang sering disapa Indi dengan cowok yang sering dipanggil Ihsan. Hubungan mereka yang telah berjalan hampir 9 bulan ini berawal mulus dan penuh dengan bahagia.Rasa pahit ini dimulai saat hari-hari sebelum ulang tahun aku diakhir bulan awal tahun ini. Sebuah perubahan terjadi pada Ihsan. Waktu yang tak pernah ada untukku membuatku sudah kehabisan kesabaran untuk selalu ngertiin Leo yang sibuk berkerja,hingga hari liburpun ia tetap bekerja. Hingga 2 minggu sebelum ulang tahunku,aku mengirim sebuah pesan panjang kepada Ihsan.To : (085643xxx890) Ihsan sayangAku tak tau knp km berubah. Km lupa dgn semua janji hubungn kita. Aku rasa ini puncak dari sebuah rsa sabarku. Aku ingin kita udahan aja,jalan ini mgkn yg terbaik. Maaf utk smua dan maksh untuk hari2 lalu. Aku bukn berhnti mencintai tpi aku ingin berhnti menyakiti hati. Dengan rasa berat hati dan meneteskan air mata,aku mengirim pesan itu ke dia. Namun seperti yang sudah aku duga,tak ada tanggapan dari Ihsan hingga satu minggu sebelum ulang tahun. Hari-hariku sangat berat saat ia sedang menghadapi ujian yang sedang berlangsung di kampusnya aku juga harus menghadapi masalah dengan Ihsan Saat aku berkeluh kesah dengan sahabat akrabnya yang suka dpanggil “Sipit” namun ia juga tak memberi respon bahkan saat aku memulai cerita, “pit,aku sebel deh ama Ihsan,aku dicuekin,sampe aku ngomong putus aja gak direspon,pokonya akau penegen putus dari Ihsan ………….” Belum selesai aku bercerita sipit langsung jawab dengan pernyataan juteknya dan muka jelek, “udah ah mb Indi,aku mau pulang,capek aku”,sambil dia meanarikku untuk pulang. Dengan rasa sedih aku menganggukkan untuk mengiyakan agar sipit pulang. Aku berjalan menuju tempat parkir motor sambil memikirkan,kenapa dengan Sipit. Otakku ini penuh banget,Sipit jadi berubah, Ihsan juga gak kalah berubah,ditambah ujian yang bakal dihadapi. Dalam hatiku cuma berucap “ ujian hidup dan ujian kampus kok berat banget”. Aku mencoba menghubungi Pit berulang kali namun jawaban dari operator selalu sama “nomor yang anda tuju sedang sibuk”. Aku mencoba sms Sipit..To : (085678901xxx) SipitPit,kok sekarang kmu berubah,saat ini kau butuh kamu pit Sambil menunggu balasan dari Sipit aku berpikir apa Sipit juga punya masalah jadinya gak mau dicurhatin. Tak berapa lama ada pesan masuk dihandphoneku,dalam hati inginnya leo yang sms aku. Tap aku yakin pasti Sipit yang balas.Jreng,,dengan terkejut …Dari : (085643xxx890) Ihsan sayangSayang aku lagi sibuk buat beberapa minggu ini.Setelah baca ini ada rasa lega tersendiri ternyata dia sibuk tapi makan hati juga kalau gini terus. Lalu tak berapa lama sipit menyusul membalas sms dariku.Dari : (085678901xxx) SipitMb Ndi,sorry aku lagi irit pulsa,gak bisa balas smsmu.Dengan rasa yang udah bercampur dihati sms mereka takku balas,dan membuang handphoneku dari hadapanku. Jam dinding di kamarku yang udah nunjukkin pukul 23.00 WIB tapi mata susah banget dipejamin. Udah beberapa hari ini aku tidur diatas jam 01.00 WIB. Tapi aku berusaha memejamkan mata namun handphone berdering,sebuah lagu menjadi lagu tanda panggilan masuk. Aku tak ingin melihat siapa yang menelpon malam gini,tapi telepon itu tidak berhenti berdering. Ku coba melirik handphone dan melihat sebuah nama yang taka sing,karena ternyata yang telepon itu adalah Ihsan. Dengan segera aku menganggat telepon.“Assalammualaikum, Ndi”. Sebuah salam yang terdengar dari seberang namun kali ini Ihsan berubah karena memanggilku Indi.“Walikumsalam,gimana ada apa?” dengan gaya biasa karena tetep aku jaga gengsi. Hehehe.. “kok belum tidur,Ndi”,dengan nada datar dan tanpa dosa.“belum aja,belum ngantuk. Kamu sendiri kenapa belum tidur juga?”“Kok panggilnya ‘kamu’ ?”. Ihsan ini paling gak suka kalau dipanggil ‘kamu’ walaupun lagi marahan.Aku juga Cuma jawab singkat,”kamu ja panggil aku Ndi”.Malam ini begitu dingin,sekalinya telepon seperti ini. Lama sekali kami terdiam,entah apa yang dipikirkan oleh Ihsan saat ini.“Em,tidur yuk,udah malam,nanti sakit.” sebuah ucapan manis dari Ihsan ini lumayan menyejukkan hati kalau dia masih perhatian denganku.Aku dengan sedikit menghilangkan gengsi,”ya udah tidur,besok kan kamu kerja juga”“ya udah,met malam ya”. Tuttt.. Tuttt..Tutttt …Tiba-tiba telepon itu terputus,aku belum sempat membalas ucapannya. Bahkan ucapan yang sering dilakukkan pun tiba-tiba hilang.Aku tetap tidak bisa tidur,aku berpikir terus “apa yang kamu mau sih Ihsan,putus gak dikasih jawaban,tapi masih perhatian”. Dengan gemasnya boneka beruang yang pernah ia berikanpun jadi sasaran kemarahanku. Aku coba mengajak bicara boneka itu,“apa sih mau mu Ihsan?”“aku ini masih pacaramu bukan?”“aku bingung ma kamu”. Sambil kupukul-pukul boneka itu,”jawab dong,diem aja kamu”.Tiba-tiba air mata ini menetes perlahan dan dengan rasa sayang aku memeluk boneka.Dengan lirih aku berucap, “Ihsan aku sayang ama kamu,tapi kamu bikin aku nagis terus.”Pelukanku keboneka menemaniku hingga aku terbangun dari tidurku. Pagi cerah ini dengan mata agak sedikit sembab mencoba untuk bersemangat ke kampus. Hari ini bakal jadi jadwal yang paling bosen,kuliah dan rapat organisasi hingga sore. Tapi aku berpikir ini mungkin cara menghilangkan rasa sedihku.Seperti biasa aku janjian dengan Sipit di kampus karena beberapa mata kuliah kami sama jadi kadang kami sekelas. Kami mendapat julukan “emak dan anak” karena tiap Sipit dating duluan yang ditanyain aku begitu juga sebaliknya.Dari belakang mencoba mengagetkan Sipit,“dor…Pit,,,”“yeee…mb Indi,kagetin aja. Gak sedih lagi ni?”“udah enggak dong,kan males mikir orang yang gak mikir aku”“kenapa Ndi mata kamu,dicium nyamuk apa semut cowok ni.hahahaha”. Dengan gaya khas ketawa sambil matany merem sipit mengejekku.“apaan sih kamu,Pit.. Ini mata sembab karena aku pompa,niatnya matanya biar belok dan gak Sipit kayak kamu”. Sambil aku membuka mata dengan jariku dan berlari karena aku ngejek Sipit.Seketika itu pikiranku tentang Ihsan hilang, ya walaupun Sipit gak dengerin ceritaku, setidaknya bisa bikin ketawa aku. Karena kami punya semboyan “Kita gak sedih lagi,gak nangis lagi”. Itu Cuma kalimat dari lirik lagu Smash tapi bisa bikin seneng.Hari-hari berikutnya terasa cepat sekali,sampai gak inget kalau besok udah hari ulang tahunku. Dan beberapa hari ini gak nyangka nama Ihsan hilang di pikiranku,kita sama-sama gak saling smsan atau telepon. Hari yang ditunggu namun bikin kecewa,semalaman aku tak tidur berharap Ihsan bakal jadi orang pertama yang mengucapkan ulang tahun ini. Tapi aku gak begitu peduliin itu,karena banyak sahabat,keluarga yang memberiku ucapan dan lebih special.Lebih malasnya lagi hari ini masuk kuliah,sesampainya disana. Sebuah kejutan kecil dari temen-temen.“happy bday to u,,,happy bday to u,,happy bday,happy bday,happy bday Indi…..”Sebuah donat kecil dan lilin diatasnya dibawa oleh Sipit untukku.“Tiup lilinya mb Ind,tapi,,,make a wish dulu ya…”Ku memejamkan mata dengan sebuah doa,dan saat ku buka mata ini ku meniup lilin. Donat kecil itu ku potong kecil-kecil agar semua temen ikut menikmati,walaupun dikit. Suapan pertama untuk sipit sambil cipika cipiki.“Happy bday mb Indi”“makasih sayangku”Dan hari ini waktu itu cepat sekali,kejutan dan ucapan tak henti-hentinya datang. Namun tak satu smspun dari Ihsan untuk mengucapkan ulang tahun. Sekalinya aku lihat jam udah jam 17.00 WIB. Dan saatnya pulang kerumah dengan rasa penuh kebahagiaan. Aku jadi mengerti arti sebuah persahabatan.“balik yuk,Pittttt,udah capek ni seharian dan aku juga udah bosan kalau ketemu kamu terus.heheheh..” sambil gemes ama pipinya yang chubby banget.Dengan jengekelnya Sipit menarik tanganku,”sakit tauuu…hehehehe. Serius ni bosan ma aku?hehehe”. “iya,untung aja kuliah itu gak 24 jam,coba 24 jam bisa mati konyol ketawa ma kamu terus.”“Agh,nyebelin mb Indi ni,”dengan muka manyunnya.“Tapi kalau ketawa sambil merem dan gak boleh manyun ntar tak tinggal pulang lho”“jangan,,nebeng sampe depan ya”,dengan muka melas dia dan senyum Sipitnya.Dengan sikap hormat,aku menjawab “siap laksanakan boss..sipitnya mana sipitnya”,aku mencoba masih menggodanya.Aku dan sipit menuju parkir kampus untuk mengambil motor . Saat menuju motorku aku heran kok ada sebuah kantong plastik yang tergantung dimotorku. “Pit,tu ada plastik punya sapa ya?”“Ya punya mb Indi dong,kan dimotor mb Indi”“Tapi aku tadi gak bawa apa-apa,jangan-jangan…………..”“jangan-jangan apa mb Indi?”“jangan-jangan Bom Pit,kaburrrrrr…………”,aku langsung berlari berniat ngerjain sipit yang kaget. Sipit juga ikut lari dan berterika,”Mb Indi tunggu”, dengan nada manja anak kecil.“mb Indi,liat aja yuk”Kami mencoba kembali ke motor kami dan melihat isi kantong yang ada di motorku itu.Jrenggg……jrenggg… coba tebak apa isinya… “Agh,flasdisk??”,aku dan sipit mengatakan hal yang sama.“tau gitu aku nitip kamu aja biar,masak ngomong aja kita barengan”“gak apa-apa mb Indi,kita itu emang ditakdirin bersama-sama”“udah-udah,,kamu ntar GR malah berabe.” Sambil ku lihat kantong itu barang kali ada yang lain,“maksudnya apa ya Pit ini?”“gak tahu,coba dicari ada tulisan dari pengirim gak”“Ini ada tulisan pit”,aku membaca sebuah memo kecil dari sang pengirim.‘Indi,ini flas ada sesuatunya, dilihat pas pukul 20.20. gak boleh dilanggar’Dari : pengirim flasdisk“mb In,jangan-jangan dalemnya ada Syahrininya,tu ada sesuatu”“Hahahaha,,,kamu itu aneh-aneh aja,mana muat Syahrini masuk flasdisk”Aku masih bingung dengan ini,maksud dan isi dari flas ini apa. Kulihat sipit mebolak balik kantong itu.“Kenapa pit,kok dibolak balik?”,anak satu ini aneh banget.“ya ini kantong nyebelin mb In,gede kantongnya isinya Cuma flas. Gak ada makanan atau apa gitu”Sambil gemesin pipinya,”kamu itu,makan mulu….udah kita pulang. Jadi gak sabar pengen liat isinya apa”Setelah sepanjang jalan memikirkan isi flas,tak terlintas akan pikiran tentang Ihsan. Seakan beberapa hari ini aku dibuat amnesia tentang Ihsan. Aku juga tak mengenali tulisan tangan dari si pengirim. Sebuah tanda tanya besar dipikiran ini belum terjawab.Malam sudah mulai larut,berulang mata ini melirik jam dinding namun seakan jam itu berputar sangat lambat. Sudah tek terhitung berapa kali mata ini melirik untuk menunggu pukul 20.20. rasanya tunggu sesuatu yang bikin penasaran itu sangat menyebalkan. Setelah menunggu beberapa saat sms masuk ke Hpku.Dari : (085678901xxx) SipitIsinya apa mb Ind?Aku segera mereplay sms sipit.To : (085678901xxx) SipitGak tau juga,ntar lagi aku buka.Waktu yang ditunggu sudah datang,seperti anak yang mendapatkan hadiah aku sangat begitu antusias untuk mengetahui isi flas itu apa. Langsung ku buka dilaptopku dan hanya ada sebuah file yang berformat video. Bergegas aku membuka video tersebut.Sebuah video ucapan selamat ulang tahun dari Ihsan. Disitu Ihsan menyanyikan lagu milik Ipang yang berjudul “Akhirnya Jatuh Cinta”,” Tak Ada gantinya”, “Tanpamu” yang merupakan lagu favorit kita. Didalam video Ihsan sambil bermain gitar menyanyikan lagu itu. Diakhir video itu Ihsan mengatakan sesuatu yang sangat menyentuh.“aku sekarang tau siapa yang harus aku perjuangkan,ternyata kau harus memeprjuangkan kamu,bila cintaku dan cintamu bersatu aku yakin cinta ini kekal dan abadi utnuk selamanya karena kamu semangat hidupku”Diakhir kata-kata dari Ihsan membuat aku menagis terharu dan senyum bahagia. Beberapa saat kemudian ada yang mengetuk pintu rumah,sambil aku menghapus air mata ini aku beranjak untuk membukakan pintu.Saat kubuka pintu,sebuah kejutan yang termanis yang aku terima.“Happy bday to u… Happy bday to u…..”Aku terkejut karena Ihsan datang bersama SIpit dan SIput. Biar jelas,siput ini adalah cowok Sipit,kita panggil Siput karena dia super karet dan lama kalau ada janjian jalan-jalan. Kalau janjian pergi bareng jam 08.00,dia bisa baru datang jam 10.00 karena kelamaan mandi.Aku lanjutin ceritanya, Ihsan dengan membawa kue ulang tahun menyanyikan lagu ulang tahun bersama Sipit dan Siput. Dengan segera aku memeluk Ihsan dan memukul Ihsan karena aku sebel dan aku bahagia. Ihsan juga membalas pelukku sambil membisikan “happy bday sayangku,”“makasih sayangku”, Ihsan juga mencium keningku.Dan aku kembali memeluknya.“Eehmmmmmmm….”,sipit ma siput mengagetkan kami.“Halooo…lilinya mau cair ni,mau ditiup gak ni?”,sipit langsung aja nerocos.“Iya dong,kan kueku,hahhahaa… tapi masuk dulu yuk,,”Setelah beberapa saat aku mentiup lilin ulang tahunku dengan sebuah doa dan ucapan terima kasih pada Allah karena udah ngembaliin Ihsan lagi. Untuk beberapa saat aku sedikit manyun ama Ihsan.“sayang itu nyebelin tau,cuekin aku”“jangan salahin aku aja,tu sipit ma siput juga. Mereka juga ikut andil dalam urusan ini”. Dengan segera aku menghampiri sipit m siput dan mencubit mereka.“dasar kalian berdua,sengkongkol ya”. Dengan muka tak berdosa mereka hanya tertawa. Dengan rasa kagen yang udah beberapa minggu gak manja-manjaan ma Ihsan. Aku mencubit karena aku masih sebel dikerjain.“aduh sayang,ampun,,,”,diraihnya aku dan dipeluk sama Ihsan.“maaf ya sayang buat kemarin-kemarin. Tapi aku gitu karena kau sayang. Love you sayang”Dengan nada manja aku menjawab,”iya sayang. Love you too sayangku”Untuk kedua kalinya,kami diganggu oleh sipit ma siput. “Hello,disini ada kami” siput bersuara untuk kali ini.“ayo mb Ind,dipotong kuenya,masak mau diliat aja”“dasar tukang makan,iya,iya,,tak potong ya”Dan lebih nyebelin lagi,kuenya ditulisin ‘happy bday Indi. Semoga cepat gemuk’. Mereka itu ada –ada aja. Selanjutnya aku memotong kue.Untuk potongan pertama aku memberikan kepada Ihsan. Dan sebuah kecupan manis dikening untukku dari Ihsan.Untuk potongan selanjutnya sipit dan siput. Kami bercanda sambil menikmati kue ulang tahun.“kok bisa kalian kerja sama,aku kasih tahu ceritanya dong”Secara bersama-sama mereka tertawa,karena sudah berhasil mengerjain aku.Cerita awal dimulai dari Ihsan, Ihsan mengajak siput dan sipit untuk ngerjain aku. Dan semua skenario sudah dirancang. Sipit selalu memberi informasi pada Ihsan tentang aku. “sayang waktu malam itu aku telepon karena denger dari sipit kamu sedih banget. Aku gak tega jadi aku telepon”“aghh,,nyebeliin sayang tu”“hahahahaaaaaaaaa….” Mereka menertawakan kebodohanku.“terus yang kasih flas dimotorku?kan syang kerja,sipit ma aku terus,mesti siput ya”,sambil tunjuk Siput.Dengan senyumnya siput mengakui,”iya aku yang kasih flas kemotormu dan itu tulisanku. Kan kamu belum pernah liat tulisanku”“aghh,,dasar siput,kamu itu”Dan semua kembali tertawa karena melihat kebodohanku. Aku Cuma cemberut dan ikut ketawa.Ternyata kejutan dari Ihsan belum berakhir.“tutup mata sayang,gak boleh ngintip lho..”“ada apa to?”“ya udah tutup mata dulu,nanti kan tau. Tapi berdiri dong”Aku mencoba menuruti semua kemauan dia dan aku penasaran apa yang akan diberikannya,karena flas dan kue sudah menjadi kejutan yang teka terlupakan.“udah belum sih,lama banget”,dengan sebel karena gak sabar pengen tahu.“ok,sekarang dibuka perlahan ya…”Sedetik kemudian aku membuka mata,sebuah kejutan yang manis. Ihsan memberikanku sebuah cincin dan ia sambil berkata “mau kah kau berjanji untuk selalu menjaga dan mempertahankan hubungan kita dalam keadaan apapun?”.Dia bertanya seperti itu karena kalau diajak nikah aku gak mau jadi gak mungkin kalimatanya “will you married me?” bakal langsung aku tolak,Dengan rasa yang bahagia dan tak mampu berucap,aku hanya menganggukan kepala sebagai isyarat aku mau. Dan Ihsan pun memakaikan cincin itu dijari manisku. Dan sebaliknya aku. Setelah cincin ini tersemat di jari kami, Ihsan memelukku dan mengatakan sesuatu padaku,“aku janji akan menjagamu.”Dengan rasa yang tak bisa ku ungkapkan aku menjawab dari ucapan dengan,”aku juga berjanji hati ini untukmu”Dan sipit mengagetkanku dengan ucapannya untuk siput,”sayang aku juga mau kayak gini”“hahahahhahah,,,”,kami semua tertawa dengan ucapan sipit.Malam kian larut dan tak terasa jam udah nunjukkin pukul 23.00. semua pamit untuk pulang. Namun aku sedih karena Ihsan juga pulang,aku masih pengen sama dia. Rasa kangenku sama dia belum terobati. Namun waktu yang bicara.Mereka akhirnya kembali kehabitat msing-masing(maksudku ke rumah masing-masing.)“mb Ind,kita pulang dulu ya”,sipit dan siput bersalaman denganku untuk pamit.“ok,,makasih ya buat kalian berdua”“sayang,aku pulang dulu ya,langsung bobo ja,udah malem,”“iya sayang,syang juga langsung bobo. Hati-hati ya,,”“iya sayang,love you sayang”,kecupan kening untukku.“love you sayang”“udah mb Ind,ntar gak selesai-selesai kalau cium peluk mulu,” sipit ngiri ni,hehehe“ya biarain,ni kan pacaraku,masak aku mau cium siput,boleh po?hahaha” aku menggoda sipit.“ya gak boleh kok”“sayang awas aja ya,” aku langsung dapet peringatan dari Leo dan Sipit.ahaahahahDan mereka pulang kerumah masing-masing. Malam ini bahagia yang tak terkira. Dan gak mungkin aku lupakan. Aku beruntung memiliki teman dan Ihsan yang menyayangiku.Aku juga lebih bisa memaknai arti sebuah persahabatan dan kasih sayang.Dan aku berharap harapan yang aku inginkan terkabul,sebuah harapan yang tak akan ku ucapkan jika belum terjadi. Di hari berikutnya kami kembali seperti biasa, Ihsan kembali normal. Hari terasa cepat hingga tak terasa sudah masuk bulan Mei. Dan yang paling aku senang karena 27 Mei adalah satu tahun kami berpacaran,aku ingin membuat suatu perayaan kecil dengan kejutan kecil dariku. Saat sebuah rencana manis aku susun rapi dengan penuh cinta. Sebuah kabar buruk yang menghancurkan sebuah rencana itu datang. Saat beberapa hari sebelum hari itu saat dia datang kerumah sudah larut malam dan gak biasanya dia datang selarut ini.“duduk dulu sayang,mau minum pa?”,aku mempersilakan dia duduk.“makasih sayang,gak usah minum. Aku Cuma pingin malam ini ama sayang”,dengan senyum dia mengatakan itu.Tersontak aku kaget dengan ucapannya.”Maksudnya apa?”“gini,aku besok bakal berangkat berlayar ke India untuk waktu yang cukup lama”. Dia menghela nafas setelah mengahkiri ucapannya.Aku hanya bisa diam saat mendengar itu semua. Aku tak dapat mengatakan apa-apa. Aku tak suka ini semua.“sayangg…..”. dia membuyarkan lamunanku.”kamu gak apa-apa kan??”“eh,,em,,sayng serius?sayng ini Cuma bercanda kan?”. Aku mencoba mencari jawaban kalau ini semua Cuma kebohongan dia. Karena dia sering sekali mengatakan itu.“kali ini benar”,sambil dia mengeluarakan surat-surat sebagai tanda kalau kali ini dia tak berbohoong.Aku memintanya danku teliti satu demi satu saurat-surat itu. Dan benar sebuah nama negara sebagai tujuan berlayar atas nama dia. Aku menaruh kembali surat itu dan bertanya,”berapa lama berlayar?” dalam hati ku pasti wkatu yang lama karena line/tujuannya jauh.“2 tahun sayang aku akan pergi”Aku tak tahu harus bagaimana lagi saat dia menjawab 2 tahun. Aku hanya terdiam,dia pun ikut terdiam karena dia tahu pasti aku gak bisa terima ini semua.“sayang bohong kan?sayang boong ya?”,aku masih mencoba tak percaya. Namun saat tangan ini digenggamnya untuk mencoba meyakinkanku.“sayng,aku bener besok bakal berlayar. Aku tau sayang bakal kesepian banget. Apalagi di sana nanti aku juga gak dapet sinyal. 2 tahun itu aku sebulannya hanya mendarat 2 hari sayang.”Aku benar-benar terdiam tanpa sebuah sedikitpun ucapan yang aku keluarkan dari bibir ini. Aku membayangkan rencana kecilku di hari jadian kita hancur. Tangannya tetap menggenggamku untuk menguatkanku.Sedetik kemudian air mata membasahi pipiku. Sebuah sentuhan manis darinya untuk menghapus air mata ini makin membuat aku menangis. Dan selanjutnya sebuah pelukan manis darinya. Aku menangis di dadanya dengan sebuah pelukan dan belaian dia dengan diciumnya keningku olehnya. Mungkin ini pelukan terakhirnya.“sudah sayang,jangan gini. Nanti aku nangis juga,jelek kalau nangis. Cantiknya mana..”. dia masih mencoba menghiburku dan menggodaku.Dengan perlahan aku lepas pelukan ini darinya.” Sayang,aku sayang banget ama kamu. Aku gak pengen jauh dari kamu. Tapi ini untuk masa depan,aku harus dukung kamu. Aku akan tunggu kamu di sini. Aku ingin kamu janji,2 tahun lagi kamu datang kerumahku”“aku janji sayang.” Dia kembali memelukku sambil berucap,”awas aja kalau sayang punya pacar lagi,hehehe”“agh,paling syang juga di sana”,mencoba gak mau kalah aku.“aku aja bakal di air terus. Di kapal juga cowok semua. Ada juga ibu-ibu. Lagipula aku kan punya sayang yang bakal selalu ada”“gombal sayang ki”“biarin,yang penting gak gembel..hehehhe”Kami kembali tertawa dan menikmati hari perpisahan ini hingga tengah malam.“besok anterin aku ya,mau kan?”“ok deh sayang,”“tapi gak boleh cengeng ya”“ya biarain kok,,masak pacar bakal pergi jauh gak boleh nangis”Perlahan dia berdiri dari kursinya dan meraih tanganku kembali,”sayang janji ya gak macem-macem kalau aku tinggal. Inget cincin ini jadi saksi hubungan kita”“Aku janji sayang”. Sambil ku tersenyum walaupun aku sedih.“sayng aku pulang dulu ya,udah malam. Sayng bobo ya…”“huem sayang,hati-hati ya”“sampa ketemu besok ya sayang”“ok sayang”. Dengan berat aku harus melepasnya pulang dan besok hari terakhirku bertemu dengannya.Air mata ini memang tak bisa membohongi kesedihan hati ini. Perlahan menentes kembali. Aku jadi makin sedih,saat ahri-hari esok air mata ini menetes kembali siapa yang akan mengusapnya. Semoga waktu 2tahun itu akan berjalan cepat dan hari-hariku tak berubah karena aku akan tetap menjaga hati ini untuknya. Untuk orang yang telah menyayangiku setulus hati.Sebuah lagu yang menjadi kenangan manis untuk kami adalah “Ipang-akhirnya jatuh cinta”.Semua terjadi tak ku sadari tak terpikir apalgi mimpi.Tapi ternyata kini ku tak lagi berdaya.Kau memang beda dari yang pernah ku rasakan.Hanya kau yang bisa merubah hatiku tk mungkin ada lagi yang mampu membuatku seperti ini.Semua berubah saat bersamamu tak mungkin ku dapat kalau tanpaumu,sangat ku nikmti mencitaimu bersamamu. Tapi ternyata kini aku sudah bersamamu…Karena kesedihanku ini hanya sementara,karena aku percaya lelah ini hanya sebentar dan aku tak boleh menyerah walaupun ini tak mudah. Aku akan selalu ingat pesan dia untuk selalu tersenyum biar semakin mudah karena kesedihan ini hanya sementara.Dan hari-hari sepiku akan terjadi. Semoga aku bisa jalani ini semua. Dan semoga 2 tahun lagi aka nada sebuah cerita manis yang berakhir dengan sebuah kebahagiaan.Kita tunggu cerita selanjutnya…. 2 athun lagi… see you next time… Tentang Penulis:Kenalin aku Ari Indiastuti. Aku dilahirkan di kota Semarang pada Januari 20 tahun lalu. Aku biasanya dipanggil Ari atau Indi oleh orang tua dan teman-temanku. Jika kalian semua pengen lebih kenal aku bisa cari aja di facebook di alamat ariindi2501@yahoo.com (Ari Indiastuti Weck Weck),bisa juga twitter di ariindi74@gmail.com (@ariindi_weck) bisa kirim email di ariindiastuti@rocketmail.com yang pasti aku baca,mungkin juga bisa tukar-tukar sesuatu di blog ku di ariindiastuti.blogspot.com. Aku sudah hobby nulis,beberapa ceritaku sebelumnya seperti Diantara 2 Hari dan Cinta Tak Berujung. Salam kenal ya buat semua,,kali ini aku ingin berbagi cerita tentang akhir dari cerita cinta seorang cewek. Yang merupakan kelanjutan dari cerita sebelumnya “Cinta Tak Berujung”.

  • Cerpen Remaja Terbaru “Take My Heart ~ 12”

    Jangan menuntut kalau nggak mau di tuntut oke!!!. (???)Hufh, Penulis manusia so bisa buntu ide juga. Sekali kali kek kalian ngasi saran apa gitu di kotak komentar di bawah soal ide lanjutannya #ngarep.Abis bingung juga, Ni cerpen mau di kemanain ya?. Kok mendadak blank. Hadeh… Kacau…Over all, Happy reading aja deh.-} Cerpen Remaja Take My Heart part 11Sepulang kuliah Vio sengaja mampir ke taman. Seperti biasa menatap langit. Mendadak merasa seperti orang bodoh. Kenapa ia selalu merasa kalau hidup selalu mempermainkan nya?.Tak tau berapa lama ia duduk merenung, bahkan tanpa sadar matanya sudah terpejam lama. Menikmati semilirnya angin dengan headset yang bertenger di terlinganya. Dengan mata tertutup mustahil ia bisa menikmati langit sore. Namun entah darimana keyakinan itu muncul, rasa nyaman justru malah ia rasakan.sebagian

  • Cerpen Sahabat Be The Best Of A Rival ~ 05

    Untuk cerita sebelumnya bisa baca di cerpen sahabat terbaik be the best of a rival part 4.Credit Gambar : Ana Merya“ Chika, tau nggak si semua anak – anak tadi pada ngomongin elo tau” Clara langsung nyerocos begitu berada di hadapan sahabatnya yang duduk di salah satu bangku perpustakaan.“Oh ya?” sahut Chika tak berminat.“Ya ia lah. Abis loe gila abis si. Cepet banget ngisi nya. Padahalkan tadi soalnya njelimet banget. Gue aja tadi sampe meres otak”.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*