Cerpen Lucu Mis. Tulalit Part 3 ~ Update

Berhubung masih napsu (??) buat edit mengedit postingan, pokoknya edit aja deh. He he he, Lagian daripada terlupakan….Bener gak?. Harusnya bener donk!!! * maksa modeon.
Tapi, ah andaii aja Takdir itu juga bisa diedit (^_^) *Mulai gak jelas.

Mis tulalitCredit Gambar : Ana Merya
Setelah ujian akhir nasional barlalu maka semua siswa di berikan kesempatan untuk berlibur, walau pun setulalit-tulalitnya april, alhamdulillah ia berhasil lulus juga. Emang si nilai pas-pasan, tapi dari pada kurang. ya nggak?… *PS: Yang setuju bilang ya berari orang yang nggak mau maju. secara masa dibandingkan sama yang lebih jelek*, rencananya ia mau ngelanjutin kuliahnya di AMIK, selat panjang.
Untuk mengisi waktu liburan. april berkunjung kerumah nenek nya yang ada di desa, (terpaksa soalnya di paksa nyokap), sebenernya sih april ingin liburan ke bali, eh sama mama malah ‘kon bali ngone mbahe’ . Cek cek cek…..kasihan deh april…
Hari pertama di rumah neneknya, april sudah merasa tidak betah, gimana nggax, walau pun PLN sudah masuk desa sih katanya, tapi tetap aja di rumah neneknya bergelap-gelapan dan hanya menggunakan cahaya lampu penerang yang pakai minyak tanah. Hengalah nyelangsane lah urip gara-gara mesin PLN nya rusak, dan masih dalam masa perbaikkan, kabarnya sih hanya dalam jangka waktu dua minggu tapi nyatanya sudah sebulan lebih masih juga belum nyala.
Dan malamnya april sama sekali nggax bisa tidur, selain karna nyamuknya banyak minta ampun padahal ia sudah membakar obat anti nyamuk, itu juga karna ia harus tidur sendirian, apalagi april memang penakut, dan ia paling takut sama yang namanya…. HANTU!!!
“gimana kalau nanti april lagi tidur, tiba-tiba ada kuntilanak yang ikut tidur bareng april, lagi pula kamar ini kan udah lama nggax di pake, trus april langsung di cekik… duh, siapa ntar yang nolongin” batin april yang tiba-tiba merinding.
Samar-samar dari luar rumah terdengar suara burung, april juga nggax tau burung apa, di ikuti suara anjing yang menyalak di kejauhan yang makin membuat april jadi panas dingin.
“ma… pa… tolongin april donk… masa april liburan kayak gini… liburan kok kerumah hantu…” guman april sedih.
“mama sama papa jahat, nggax sayang sama april, huu… huu….” april lama-lama nggax tahan dan mulai menangis. *Yang nie sumpah Lebay*…
Dan walau pun lirih, telinga april masih bisa menangkap suara berisik di dapur, di ikuti suara gemericik air, april memasang telinganya baik-baik, *memangnya tadi dilepas ya?*.
April juga mendengar derit suara papan yang di injak, maklum rumah desa. Biasalah lantai sama dindingnya masih terbuat dari papan, bahkan atapnya juga terbuat dari daun rumbia, hati nya curiga, jangan-jangan ada maling. Tapi mau maling apaan, di rumahnya sama sekali nggax ada barang berharga, apa lagi di dapur palingan ada nya Cuma perkakas masak. Memangnya mau maling piring sama sendok?
Dengan memberanikan diri april, berjalan mengendap-endap ke dapur, persis seperti kucing yang mengintai tikus, *walaupun sebenernya belom pernah lihat juga sih* lengkap dengan sapu di tangannya.
Begitu sampai di dapur, jantung april seperti mau copot, napasnya berhenti di tenggorokan, apa yang ada di hadapannya bukan lah seperti yang ia bayang kan tapi justru apa yang selama ini paling ia takuti.
Tidak sampai 4 meter didepannya, tampak sesosok perempuan tua, rambut putih semua dengan giginya yang ompong, sedang meneguk cairan hitam, dari dalam gelas. Apa lagi suasana cahaya nya remang-remang karena lampu damarnya, hanya ada di ruangan depan menambah suasana makin horor sehingga saking kagetnya april, sapu yang ada di tangannya, terlepas dari genggaman.
Begitu mendengar suara sapu yang terjatuh, sosok perempuan tersebut langsung menoleh kearahnya, april tidak dapat melihat dengan jelas wajahnya, hanya rambut yang putih semua te urai sehingga membuat terlihat semakin meyeramkan. Saat ini yang ada dalam fikiran april hanya lah lari sejauh mungkin, tapi apa daya sepertinya itu mustahil karena seluruh tubuhnya seperti kaku, sama sekali tidak bisa di gerak kan lagi saking takutnya.
“to.. to.. to… tolong!” jerit april sebelum akhirnya tergeletak tidak sadarkan diri.
cerpen lucu mis tulalit
Keesokan hari april membuka matanya, badannya terasa pegel sekali, di kucek-kucek matanya yang terasa silau oleh sinar mentari yang muncul dari jendela yang terbuka lebar, ia memandang kesekeliling, pantas saja badannya terasa pegel, secara ia semalaman tidur di kursi.
“lho kok april bisa tidur di sini sih?” guman april heran, ia mencoba mengingat-ingat kejadian tadi malam kenapa ia bisa tidur di sofa.
“wes tangi sampean to nduk”
April langsung menoleh, ternyata nenek yang baru muncul dari dapur, dengan membawa napan berisi segelas teh dan sepiring pisang goreng.
“eh nenek, pagi…” kata april.
“pagi? Memangnya kamu pikir sekarang jam berapa to?” kata neneknya sambil meletakkan napan di atas meja, tepat di depan april.
“jam tujuh kali ya?” balas april.
“yah, itu sih tiga jam yang lalu nduk”
“apa?!” april kaget, sepontan ia melirik jam tangannya, ternyata waktu sudah menunjuk pukul 10:00 lebih 15 minit.
“astafirullah hal’azim, kok april bisa kesiangan gini sih”
“justru itu, nenek mau nanya, kamu kenapa tadi malam tidur di dapur?” tanya nenek lagi.
Pertanyaan neneknya langsung mengingatkan april akan kejadian tadi malam.
“ya ampun nek, tadi malam itu april bukan tidur nek, tapi pingsan”
“pingsan? Pantes nenek panggil nggax bangun-bangun juga sehingga terpaksa nenek bangunin kakek kamu buat mindahin ke sofa, tapi kenapa kamu bisa pinsan?”
“april ngeliat hantu!”
“hantu?” neneknya heran.
“ia. April liat hantu wewegombel, rambutnya putih semua, trus giginya ompong, waktu itu ia lagi minum cairan dari dalam gelas, pokoknya hii… serem deh” cerita april sambil bergidik.
Mendengar cerita april, kontan neneknya langsung tertawa terkekeh-kekeh.
“kok nenek malah ketawa sih?” april heran.
“oalah nduk-nduk, jadi sampean fikir, perempuan tadi malam itu hantu?”
“jadi nenek juga liat?”
“lha pie to nduk. Wong yang tadi malam kamu liat itu nenek yang lagi ke dapur buat minum”
“masa’ sih, kok kayak wewegombel beneran?”
“hus, kamu ini. Masa’ neneknya sendiri di bilang wewegombel. Sudah mending kamu cuci muka dulu trus sarapan, nenek mau nyusul kakek mu kekebun belakang, nanti kalau kamu udah selesai sarapan bisa ikut nyusul juga”
Selesai berkata nenek beranjak pergi meninggalkan april yang masih bingung sendiri.
“kek, kakek mau nanam apa sih?” tanya april ketika di liatnya sang kakek sedang mencangkul laut. Kok laut? Ya iya lah, secara nggax usah di kasi tau pasti udah pada ngerti kalau di kebun yang di cangkul jelas lah tanah.
“ini. Kakek mau nanam kangkung sama kacang”
“kangkung lagi, kangkung lagi” guman april lirih.
“memangnya kenapa? Kamu nggax suka sama kangkung?” tanya neneknya heran.
“bukannya april nggax suka nek, tapi bosen aja, nggax di rumah, nggax di sini ketemu juga sama yang namanya kangkung. Heran deh”
“jadi mama kamu juga sering nyayur kangkung?”
“ia kek, hari-hari malah, mentang-mentang tinggal ngambil di kebun belakang”
“mama sama papa kamu juga rajin berkebun ya? Padahal dulu waktu di sini mama kamu paling males kalau di suruh bertanam”
“sampai sekarang juga masih kok nek” balas april.
“trus siapa yang nanam? Dan bukannya di belakang rumah kamu juga ada perumahan lagi?” tanya neneknya heran.
“emang”
“jadi nanam nya dimana?”
Kakek sama nenek april makin bingung.
“di warung, pas di belakang rumah april kan, warungnya bu siti, Nah setiap hari mama datang kesana buat ngambil sayuran, tapi ya itu tadi tetap aja, kangkung-kangkung-kangkung”
“jadi mama kamu kalau nyayur ngambil disana?” tanya kakeknya, april hanya mengangguk.
“kalau begitu orangnya baik banget ya, soalnya mama kamu di izinin tinggal ngambil kok nggax marah ya”
“pasti boleh lah, orang di kasi duit sama mama”
“itu sih namanya beli. Pantesan boleh, kamu sih kalau ngomong nya muter-muter bikin nenek sama kakek bingung aja, nenek pikir malah tetangga kamu baik-baik banget”
“mata nenek rabun kali ya, sudah jelas-jelas dari tadi april duduk diam di sini, masa’ di bilang muter-muter, gara-gara udah tua kali ya, makanya pikun” batin april dalam hati.
Sehabis membantu nenek sama kakeknya berkebun april langsung pulang untuk menyiapkan makan siang, (ngebantu?! Gaya loe!! Dari tadi Cuma nonton doank kok, bilangnya sih takut sama cacing, padahal males tuh. Dasar)
April sedang menyiduk nasi kebaskom ketika terdengar suara orang di depan.
“tok..tok…tok…”
“assalamu’alaikum nenek!” terdengar suara perempuan dari pintu depan.
“wa’alaikum salam” balas april sambil menuju ke depan, dan segera membukakan pintu untuk tamunya.
“maaf cari siapa ya?” tanya april begitu berhadapan dengan tamunya seorang perempuan yang kira-kira seumuran dengannya.
“nenek walimah ada?”
“nggax. Nenek lagi di kebun, ngebantuin kakek, kalau boleh tau da perlu apa ya?” tanya april lagi.
“ini… aku di suruh sama ibu buat nganterin sedikit makanan buat nenek”
“gitu ya… ya udah biar april salinin makanannya dulu ya. Eh lupa, masuk dulu yuk” ajak april yang baru nyadar kalau dari tadi tamunya masih berdiri di depan pintu.
April langsung berjalan kedapur, gadis itu mengikuti di belakangnya, april segera menyalin makanannya dari rantang kedalam mangkuk.
“wah lumayan nih, baru sehari di sini udah makan gulai ayam sama sambel udang lagi, asyik…” batin april sendiri.
“anu, kalau boleh tau mbax ini siapa ya, kok bisa ada di rumahnya nenek walimah”
April menoleh, eh iya kan masih ada tamu.
“0, saya cucunya, kenalin…. april” april mengulurkan tanganya.
“putri andini nawang wulan sari, biasa di panggil sari” sahutnya sambil membalas uluran tangan april.
“panjang amat. Ntar kalau mau ijab kabul gimana ribetnya, kasihan deh calon suaminya” kata april dalam hati.
“kalau andininya dihilangkan trus nggax pake sari jadi istrinya jaka tarub loe” canda april.
“ah embak bisa aja” sari tersenyum.
“manggilnya april aja ya, abis kalau manggil embak trus A nya di ganti i, kan jadi kambing”
“ih embak lucu deh, anu maksudnya april lucu juga”
“lawak kali… lucu.”
Sari malah tertawa lepas mendengarnya.

Random Posts

  • CERPEN PERSAHABATAN TERLARANG

    PERSAHABATAN TERLARANGKarya Siti KhoiriahSejak pertemuan itu, aku dan Devan mulai bersahabat. Kami bertemu tanpa sengaja mencoba akrab satu sama lain, saling mengerti dan menjalani hari-hari penuh makna. Pesahabatan dengan jarak yang begitu dekat itu membuat kami semakin mengenal pentingnya hubungan ini.Tak lama kemudian, aku harus pergi meninggalkannya. Sesungguhnya hatiku sangat berat untuk ini, tapi apa boleh buat. Pertemuan terakhirku berlangsung sangat haru, tatapan penuh canda itu mulai sirna dibalut dengan duka mendalam.“Van maafkan aku atas semua kesalahan yang pernah ku lakukan, ya.” Kataku saat ia berdiri pas di depanku.“kamu gak pernah salah Citra, semua yang udah kamu lakukan buat aku itu lebih dari cukup.”“pleace, tolong jangan lupain aku, Van”“ok, kamu nggak usah khawatir.” Sesaat kemudian mobilku melaju perlahan meninggalkan sesosok makhluk manis itu.Ku lihat dari dalam tempatku duduk terasa pedih sangat kehilangan. Jika nanti kami dipertemukan kembali ingin ku curahkan semua rasa rinduku padanya. Itu janji yang akan selalu ku ingat. Suara manis terakhir yang memberi aku harapan.Awalnya persahabatan kami berjalan dengan lancar, walau kami telah berjauh tempat tinggal. Pada suatu ketika, ibu bertanya tentang sahabat baruku itu.“siapa gerangan makhluk yang membuatmu begitu bahagia, Citra?” tanya ibu saat aku sedang asyik chatingan dengan Devan.“ini, ma. Namanya Devan. Kami berkenalan saat liburan panjang kemarin.”“seganteng apa sich sampai buat anak mama jadi kayak gini?”“gak tahu juga sih ma, pastinya keren banget deh, tapi nggak papah kan, Ma aku berteman sama dia.?”“Apa maksud kamu ngomong kayak gitu?”“kami berbeda agama, Ma”“hah??,” sesaat mama terkejut mendengar cerita ku. Tapi beliau mencoba menutupi rasa resahnya. Aku tahu betul apa yang ada di fikiran mama, pasti dia sangat tidak menyetujui jalinan ini. Tapi aku mencoba memberi alasan yang jelas terhadapnya.Sehari setelah percakapan itu, tak ku temui lagi kabar dari Devan, aku sempat berfikir apa dia tahu masalah ini,,? Ku coba awali perbincangan lewat SMS..“sudah lama ya nggak bertemu? Gimana kabarnya nech,,? “Pesan itu tertuju kepadanya, aku masih ingat banget saat laporan penerimaan itu. Berjam-jam ku tunggu balasan darinya. Tapi tak ku lihat Hp ku berdering hingga aku tertidur di buatnya. Tak kusangka dia tak membalas SMS ku lagi.Tak kusangka ternyata mama selalu melihat penampilan ku yang semakin hari semakin layu.“citra, maafkan mama ya, tapi ini perlu kamu ketahui. Jauhi anak itu, tak usah kamu ladeni lagi.” Suara mama sungguh mengagetkan ku saat itu. Ku coba tangkap maknanya. Tapi sungguh pahit ku rasa.“apa maksud mama?”“kamu boleh kok berteman dengan dia, tapi kamu harus ingat pesan mama. Jaga jarak ya, jangan terlalu dekat. Mama takut kamu akan kecewa.”“mama ngomong paan sih,? Aku semakin gak mengerti.”“suatu saat kamu pasti bisa mengerti ucapan mama” mamapun pergi meninggalkan ku sendiri.. Aku coba berfikir tenteng ucapan itu. Saat ku tahu jiwa ini langsung kaget di buatnya.. tak terasa tangispun semakin menjadi-jadi dan mengalir deras di kedua pipiku. Mama benar kami berbeda agama dan nggak selayaknya bersatu kayak gini. tapi aku semakin ingat kenangan saat kita masih bersama.Satu tahun telaj berlalu, bayangan tentangnya masih teikat jelas di haitku. Aku belum bisa melupakannya. Mungkin suatu saat nanti dia kan sadar betapa berharganya aku nutuknya.Satu harapan dari hatiku yang paling dalam adalah bertemu dengannya dan memohon alasannya mengapa ia pergi dari hidupku secepat itu tanpa memberi tahu kesalahanku hingga membuat aku terluka.Pernah aku menyesali pertemuan itu. Tapi aku menyadari betapa berartinya ia di hidupku. Canda tawa yang tinggal sejarah itu masih terlihat jelas di benakku dan akan selalu ku kenang menjadi bumbu dalam kisah hidupku.Devan, kau adalah sahabat yang paling ku banggakan. Aku menunggu cerita-ceritamu lagi. Sampai kapanpun aku akan setia menunggu. Hingga kau kembali lagi menjalani kisah-kisah kita berdua.TAMAT

  • Cerpen Cinta: MENCOBA TINGGALKAN BAYANGMU

    Mencoba Tinggalkan BayangmuOleh: FatkuryatiMalam itu adalah malam pergantian tahun, atau yang lebih dikenal dengan istilah tahun baru,, euforia cantiknya kembang api mulai terasa di menit-menit pergantian tahun. Tidak banyak yang aku bisa lakukan di malam itu. Seperti putri di negri dongeng yang terkurung dalam khayalan-khayalan indah. Untuk ikut bernostalgia di malam tahun baru bersama teman-teman semasa SMA pun aku tak dapat izin dari sang bunda. Untuk hal seperti ini mamah selalu punya dua alasan. Alasan pertama, aku masih selalu di anggap anak kecil.“nah lhoooo,,, aku kan udah umur 20 tahun mah, semester 5 lhoo aku, sekitar dua tahun lagi insyaallah aku lulus kuliah, gumamku dalam hati”. Alasan kedua, suasana malam di kota sangat tidak baik, pergaulan di sana bahkan tidak pernah mengenal aturan.“Hmmp,, ya ampuunn ini kan masih kota Serang mah bukan Jakarta,, toh aku juga bukan keluyuran sendiri yang gg jelas, tapi sama temen-temen yang sebagian besar udah mamah kenal dengan sangat baik, jawabku pelan”. “iyah mamah tahu, tapi mamah yakin kamu paham betul makna dari alasan-alasan mamah, jawab mamah dengan bijak”. Aku tidak bisa mendesak mamah untuk memberikan izin, aku takut mamah akan sedih bila ada bantahan di tengah perhatiannya, aku tahu semua kekhawatirannya semata-mata karena ingin melindungi dan menjagaku. Sepeninggalnya ayah beberapa tahun silam, mamah memang berubah jadi over protektif, untuk sebuah keselamatan anak-anaknya beliau lebih rela di hujat banyak orang daripada akan ada apa-apa nanti. Di rumah memang tak ada lelaki dewasa yang bisa benar-benar melindungiku, kedua kakak priaku telah menikah dan tinggal bersama keluarga kecilnya masing-masing, di rumah hanya ada aku, mamah dan kakak wanitaku dengan perbedaan usia 3 tahun. Jadi wajar saja bila mamah merasa memiliki tanggungjawab yang sangat lebih. jika terjadi apa-apa dengan putrinya, ia akan merasa sangat berdosa. Oleh karenanya, sebelum hal itu terjadi, beliau lebih memilih untuk menjagaku dengan caranya. Di tengan perbincangan itu,, mamah memetikkan ibu jari dan jari tengahnya, pertanda memberikan ide.“hmmmp,, untuk menghabiskan malam tahun baru, gimana kalo kamu ikut acara mamah” usul mamah. “Acara apa mah?" tanyaku.“kamu ikut mamah pengajian di pendopo kantor Bupati, Serang.. gimana??” tanya mamah.Dengan spontan aku mengangkat sebelah alisku, “hmmp, ya udah deh aku mau, daripada di rumah, pastinya nanti aku akan benar-benar jadi gadis di negri dongeng yang merindukan dunia luar,” jawabku dengan ekspresi seadanya.“Nahh gitu dooong, ini baru namanya anak mamah,” ucap mamah sambil mencium keningku.Dalam perjalanan menuju kantor bupati, mataku terasa disuguhkan dengan pemandangan indah tahun baru. Banyak sekali penjual dadakan yang mencoba peruntungannya di malam ini,, dengan mencoba berjualan pernak-pernik dan makanan khas tahun baru. Para penjual terompet, petasan, kembang api, dan balon berjejer menawarkan barang dagangannya. Bahkan karena maraknya penjual, para konsumen terlihat dibuat bingung untuk membelinya. Asap jagung bakar pun seolah menggoda para penikmat tahun baru untuk sekedar mencicipinya. Dan yang tak kalah menarik,, ada pasar malam di Alun-alun kota Serang, terlihat sesak, orang-orang mencoba menghibur dirinya dengan sekedar berbelanja, menikmati wahana permainan atau makan bersama dengan sang kekasih hati. “Oohh tidak, sepertinya malam ini memang tak ada pangeran menjemputkuku, huufftt jadi merasa sedikit cemburu dengan mereka, ucapku lirih sambil memonyongkan bibir”. “tapi aku tetap bersyukur masih diberi kesempatan untuk bisa melihat pemandangan seelok ini,, semoga nikmat sehat-Mu yang tak terkira banyaknya ini, selalu menjadikanku untuk tetap bersyukur, ucapku dalam hati dengan mimik takjub”.Dan ternyata di pendopo kantor bupati pun tak kalah sesak,, para jamaah berlomba-lomba untuk menempati posisi terdepan, katanya akan ada penyanyi lokal Banten yang pernah melanglang buana di stasiun TV swasta, presenter yang cukup terkenal di acara dakwah, juga ustadz yang cukup membumi di Banten dan hiburan lainnya yang tak kalah menarik.Anehnya,, di tengah acara ini berlangsung,, tiba-tiba aku teringat sebagian kenangan masa laluku.. Aku seperti orang dengan raga yang tertinggal di pendopo, sementara pikiran dan nyawaku berkunjung menjelajah kembali ke masa lalu.Dia,, pria itu… pria yang baru 2 tahun lalu ku kenal. Tampan, baik dan dewasa,, Ia adalah mantan kekasihku. 100 hari bersama,, ternyata cukup untuk membuatnya berkarat dalam ingatanku . Aku tak pernah tahu, kenapa hingga kini ia masih cukup berarti untuk hidupku. Kami sama-sama mengakui bahwa kami masih saling merindukan satu sama lain. Ketemu, jalan dan makan bareng adalah hal yang biasa kami lakukan untuk sekedar mengobati rindu itu.Kadang ia masih suka mengirimiku pesan singkat yang manis,, hingga aku merasa aku adalah wanita terbahagia di dunia. Ini adalah salah satu pesan singkatnya.“tak apa, kalau kamu masih malu untuk bilang sayang kembali, tapi yang penting hatimu masih tersimpan indah dalam hatiku” Heiii pria yang menjadi mantan kekasihku,, tahukah kamu,, aku malah seperti wanita gila ketika membaca pesan singkatmu itu, loncat-loncat bahagia layaknya anak kecil yang mendapatkan hadiah balon, dan senyum-senyum sendiri seperti penghuni RSJ yang melarikan diri. Dan tahukah kamu,, Itu adalah pertanda bahagianya aku ketika ku tahu kau masih memiliki rasa yang sama.Jujur,,, hingga kini aku masih menyayangimu, aku tak pernah mampu untuk menggantikan namamu dengan nama yang lain. Bahkan aku lebih memilih untuk menolak cinta 5 pria lain, daripada menghapus namamu. Aku tahu 5 pria itu kecewa karenaku, tapi aku tak dapat membohongi perasaanku bahwa kamu masih cukup berarti untuk hidupku. Jika kamu izinkan,, rasanya aku ingin kembali menjadi satu-satunya wanitamu.. malam ini aku bukan seperti jamaah yang khusu mendengarkan tausiyah di tempat pengajian.. tapi aku seperti menjadi tokoh utama di sinetron Lorong Waktu, acara ramadhan semasa aku SMP. Di lorong waktu ini aku seolah dikirimkanku ke cerita cinta masa lalu.. Ya benar kamu memang masa laluku,, tapi aku ingin kamu menjadi teman masa depanku,, bersama dalam sisa hidupku sampai Tuhan akan memanggil kita nanti.Aku cukup bahagia dengan semua itu,, tapi entah aku merasa kini kamu berbeda.. kamu tak lagi bersikap semanis beberapa waktu yang lalu.. Tak ada lagi kata rayuan,, tak ada lagi kalimat gombalan dan tak ada lagi ucapan manis bahwa kamu masih menyayangiku sebagai mantan kekasihmu. Pikiranku terbang hingga ke awang mencoba menerka apa yang sedang terjadi denganmu,, banyak terkaan yang bisa menggalaui hatiku malam itu.. Dari mulai, sepertinya kamu sedang menyukai wanita lain,, mencoba menjadikanku hanya cinta masa lalu,, kamu tidak lagi menyayangiku,, dan yang paling bisa buatku sedikit tenang adalah semoga kamu memang hanya sedang sibuk menyelesaikan tugas akhirmu (skripsi), bukan karena kau terjebak cinta dengan wanita lain.Entahlah,, euforia tahun baru itu tak lantas mebuat hatiku riang.. Ada kegalauan yang buatku merasa tak nyaman,, di tengah ramainya pendopo Serang,, aku malah berpikir untuk mengirimimu puisi ungkapan hati via sms,, Ini adalah puisi yang ku kirimkan di tengah kegalauan yang menghimpit hatiku,, sebenarnya dengan puisi ini aku mengharapkan kamu membalasnya dengan kata yang sama indahnya dan tentunya bisa buat hatiku tak segalau ini.Aku tak pernah tahuAku tak pernah tahu,,Kenapa hingga kini kau masih cukup berarti untuk hidupkuAda rasa yang berbeda ketika ku mengingatmuTak sama dengan ketika ku mengingat yang lainAku bahkan tak pernah tahu,, kenapa Tuhan s’lalu hadirkan bayangmu di pikirankuAku tak pernah sekalipun berusaha tuk mengingatmu,,Tapi sepertinya Tuhan tahu bahwa kau masih dihatikuRasa ini tak ubahnya rembulan yang selalu nampak bersinar,,Indah,, dan mempesona.. Aku tak pernah mampu tuk meninggalkanmu jauh dari pikiranku,,Sepertinya aku mulai mencintaimu kembali..Percayalah,,Aku mencintaimu dengan hatiDengan hati yang tak bisa ku sematkan pada lelaki selainmuDan aku menyayangimu dengan nadaDengan nada yang tak bisa ku harmonikan pada yang lain,,,Pernah kucoba tuk lupakanmu,, Melempar bayangmu hingga langit ke tujuh,,Tapi nyatanya,, aku tak pernah mampu untuk tak mengingatmu..Entah,, Sepertinya kau masih berkarat untuk hatiku..Ting-ting-ting (tanda pesan masuk),, itu pertanda bahwa sms yang ku kirim telah sampai ke ponselnya dan mungkin sedang dibaca.“Allhamdulillah puisiku telah sampai ke ponselnya,, semoga akan ada balasan yang nantinya tak membuat ku kecewa,, ucapku dalam hati”.Bermenit-menit ku tunggu,, dan sekarang menit tak lagi sebagai menit,, aku menunggunya hingga berjam-jam.“huuuuffffttthh,,, sepertinya memang benar aku tak lagi berarti buatmu,, mungkin memang kamu sedang terjebak dengan cinta yang lain,, ucapku lirih mencoba menerima kenyataan”.Aku berusaha menguatkan diriku sendiri atas rasa kecewa yang kini tak lagi klise.”yahhhh,,, sepertinya aku memang harus benar-benar melupakanmu,, melempar bayangnya jauh-jauh hingga langit ke tujuh,, ucapku lirih seolah tertusuk sembilu”.Aku memang tak tahu,, adam dari sisi mana yang akan Tuhan pilihkan untukku..Seperti apa,, dan bagaimana ia,, tak ada yang tahu untuk masa depan.. Mungkin benar kau memang hanya ada di masa laluku.. Jika memang Tuhan tak takdirkan kita bersama, setidaknya aku pernah melewati 100 hari bahagia bersamamu dan jika Tuhan akan menghapusmu dari ingatanku,, itu karena Tuhan akan menggantikanmu dengan adam yang lebih baik..Ikrarku,, akan ku coba tuk tinggalkanmu dalam masa laluku, tak banyak yang bisa ku lakukan.Tapi pastilah akan ku coba,, seindah apapun dulu kamu dimataku semoga kamu juga akan nampak indah dimata wanita selainku. Ku akui,, salah itu memang ada padaku,, kalau saja aku tak pernah melakukan hal bodoh yang mungkin melukai perasaanmu, mungkin hingga kini kita masih berdua,, berdua membangun istana cinta di hati kita.. Tapi biarkanlah,, biarkan itu hanya menjadi kenangan di masa lalu.. Jujur,, hingga kini sayang itu memang masih ada untukmu,, tapi akan ku coba relakan rasa itu pupus bersama sang waktu.. Aku yakin,, Tuhan t’lah miliki rencana yang indah untukku,, dan barangkali untukmu….Lagi-lagi aku harus katakan ini pada cinta yang tak lagi bersahabat,, “AKU AKAN MENCOBA UNTUK MENINGGALKANMU DALAM MASA LALUKU”…Aku teramat yakin bahwa Tuhan tidak akan mengambil sesuatupun dari makhluknya, kecuali Dia akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik..*****Personal Data / Profil PenulisNama : FatkuryatiPanggilan: IfatTTL : Serang, 15 Juli 1991Motto : Bahagia adalah hak semua orang,, mari jemput bahagia itu…Alamat : Jln. Ciptayasa Kp/Ds. Linduk rt 07 Rw 01 kecamatan Pontang, Serang-Banten.Pekerjaan : Mahasiswi Hobi : Merangkai kata-kata puitis, Mendengarkan musik, bersepeda, travelling.Minat : Menjadi seorang penulis yang karyanya bisa dibaca banyak orang, menjadi tenaga pendidik, serta menjadi wanita sukses dunia dan akhirat.E-mail : siibungsuifat@yahoo.co.idFacebook : Ifat_91@yahoo.com atau Ifat sii princessbungsuTwitter : @IfatSiiprincess

  • Cerpen Cinta Kala Cinta Menyapa Ending

    Cerpen Cinta kala Cinta Menyapa Ending_Fuhf, akhirnya setelah sekian lama akhirnya cerpen yang satu ini end juga. So Erwin, aku nggak punya hutang lagi ya. N mulai sekarang aku nggak mau lagi sok sok an nulis cerpen requesan. Ribet. N untuk lanjutan Cerpen Cinta Take My Heart, Aku nggak bisa janji kapan lanjutannya. Secara aku udah sering bilang kalau aku nulis cuma berdasarkan kemauan. Kalau aku pas mau nulis ya aku nulis, kalau pas lagi males ya aku nggak akan nulis. Apa lagi banyak banget yang bikin aku bad mood buat ngelanjutin tu cerpen satu.Ah satu lagi, Aku itu orangnya nggak suka diatur, mengatur, apa lagi harus patuh pada aturan. Buat aku, peraturan di buat itu untuk di langgar. Selain itu Aku juga Nggak suka menuntut, di tuntut apa lagi harus memenuhi semua tuntutan. Kalau memang sudah saat nya di publis, lanjutannya entar juga muncul sendiri kok. Oke?… Happy Reading……"Jadi kita mulai dari mana?" tanya Irma sambil menyeruput jus alpukatnya.Erwin menawarkan diri untuk acara negosiasi yang mereka lakukan agar di lakukan di kantin kampus saja. Selain tempatnya nyaman, perut juga bisa kenyang. Artinya sekali mengayuh dua tiga pulau terlampaui.sebagian

  • Tertutup Rapih Dalam Balutan Seragam Kepolisian

    Tertutup Rapih Dalam Balutan Seragam KepolisianKarya : Abimanyu Putra PratamaHari itu sabtu siang di bulan Juni tahun 2009, saya diajak oleh saudara saya untuk membantu persiapan khitanan, ( saudara saya mau sunat saya dijemput dan diajak kesana duluan sedangkang orang tua saya menyusul nanti ). Sabtu siang itu terasa sangat panas hingga menusuk sampai ketulang ( hahahahahah terlalu LEBAY ) setelah 2 jam perjalanan ( maklum jakarta macet, dan saya sudah muntah sampai satu kantong plastik ). Akhirnya kami tiba juga di Jakarta Timur, saya tiba disana pukul 02:00. Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan saya pun memutuskan untuk tidur.Setelah melepas penak dengan tidur ( memang banyak orang memilih tidur untuk menghilangkan penak ) saya bermain bersama saudara-saudara saya. Setelah puas bermain saya pulang, mandi, sholat, dan nonton tv. Tiba-tiba pas saya sedang asyik nonton spongebob squerpants ( maklum masih anak kecil  ) adzan magrib bun berkumandang. Walaupun sedang asyik nonton spongebob saya pun memutuskan untuk shalat dulu, setelah selesai sholat dan makan. Lalu saya diajak mas Topik untuk mengisi bensin.NAH DISINILAH CERITA DIMULAI “THE STORY WILL BEGIN” Jadi ceritanya tuh pas lagi mau isi bensin, ada dua rute. Rute via jalan raya ( banyak polisi ), rute jalan kampung ( banyak polisi tiduran ). kami memilih rute jalan raya, setelah tiba dijalan raya mas Topik mengila PART 1. Dia gaya gaya mau jadi Valentino Rossi, setiap mobil diasalip dan pas saya sedang menengok ke belakang saya melihat motor vega-R mengikuti kami dari gang depan rumah saudara saya. Saya tidak begitu ambil pusing, nah pas kami sedang menyalip mobil avanza tiba-tiba motor RX King bermaksud menyalip mobil tersebut. Mas Topik pun kaget dan motor pun menyerempet mobil avanza, setelah berhasil menyalip mobil avanza kami tiba-tiba dijegat oleh orang yang naik motor vega-R. Dia dateng-dateng langsung nyenter plat nomor, lantas kami pun panik dan memutuskan untuk kabur, setelah berhasil kabur, dan pikir panjang. Kami memutuskan untuk berhenti (bukan karena takut sama polisi tapi karena bensin dah sakaratul maut alias ABIS wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk 😀 ) Akhirnya saya tertangkap / BUSTED, kunci motor langsung diambil kami langsung dimarahin.“kamu ini naik motor gaya-gaya banget masih kecil aja belagu” bentak pa polisi.Saya dan mas Topik langsung tertunduk diam alis KICEP ABC. Setelah diceramahin cukup lama akhirnya saya dan mas Topik dibawa ke sebuah pemancingan di daerah Klender. Setelah tiba di pemancingan mas topik disuruh untuk menelpon orang tuanya dan pas saat itu lagi ga bawa hp ( apes banget ), yaaaaaaaaa suuuuuuuudahlah terpaksa dia harus ke wartel, sedangkang saya ditinggal sendirian di pemancingan. Dan pas saat itu entah kenapa saat itu saya ingin sekali menanyakan sesuatu.“pa, bapak sebenarnya polisi atau bukan? Kalau bapak polisi bapak tolong tunjukan tanda pengenal bapak, dan buka helm bapak.” Ujar sayaTiba tiba saya tangan polisi itu melayang ke muka saya, dan dia berkata “kamu tuh masih anak kecil diam aja”Saya melihat kejanggalan karna bapak saya seorang tentara ( jiahhh pamer dulu ahhhh ) jadi saya ya sedikit tau mana yang asli sama yang palsu.Saya pun terus mendesak setelah cukup lama saya mendesak, akhirnya polisinya jengkel juga kali ya sama saya, dia pun memutuskan pergi untuk membeli rokok and aqua gelas,,,,,,, dia kembali menghampiri saya. Setelah cukup lama akhirnya mas Topik pun kembali, setelah mas Topik kembali“saya sita motor kalian karena kalian tidak bisa menyerahkan surat-surat motor” kata pa PolisiKami pun mengiyakan saja, polisi itu pun langsung membawa motor kami. Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu, menghampiri kami, “Dek,dek kelihatanaya kamu sudah ketipu deh.” Kata si Ibu“Hah???????, maksud Ibu?” sahut mas Topik“iya soalnya gelagatnya dan bajunya tidak meyakinkan.” Ujar si Ibu“Ahhh yang bener Bu.” Kata mas Topik“Iya soalnya daerah klender banyak sekali POLISI GADUNGAN.” Kata Ibu “Apa GADUNGAN GADUNGAN GADUNGAN (sengaja diulang biar lebih mantep) sontak saya dan mas Topik Saya diam, mas Topik diam Ibu pun diam, SULE pun diam. Kami pun PANIK MODE ON setelah mondar mandir sana sini. Akhirnya bapaknya mas topik pun datang. Kami pun langsung bergegas ke kantor polisi di daerah klender, setelah kami tiba di sana kami langsung menanyakan ada tidak Polisi yang bernama Briptu Norman ( maaf saya lupa namanya hehehhehehehehehehe : D ) setelah dicek tenyata tidak ada. APA APA APA APA APA ( sengaja di ulang ) kami pun panik. Tanpa pikir panjang kami pun langsung balik ke TKP untuk mencari motor kami, di tengah perjalanan kami bertemu dengan tukang ojek lalu dia mengatakan bahwa motor bapak ada sama temen saya. Tanpa pikir panjang kami langsung CABUT KALANG KABUT LEKAS PERGI, setelah tiba disana alhamdulilah motor selamat hanya tergores sedikit. Jadi ceritanya tuh setelah kami di tinggal di pemancinga Polisi GADUNGAN itu kabur membawa motor yang bensinya sakaratul maut dan ditengah keasyikan pa polisi itu tiba-tiba bensinya abis NGEK NGOK. Dia pun panik dan langsung pindah ke motor temanya yang ada di sebelahnya tanpa menghentikan motornya ( kata saksi ) sontak motor pun jatuh dan koncinya langsung di bawa kabur. Setelah tiba di TKP kami pun langsung menghampiri rumah itu, dan ALHAMDULILLAH BANGET YA motor masih ada. Kami pun disuruh untuk menebus motor dan menunjukan STNK, BPKB dan membawa kunci motor.INI CERITA KU APA CERITA MU  Yang membuat saya sampai binggung hingga saat ini : a. Bagaimana cara polisi itu berpindah tempat dari motor yang ia tumpangi ke motor temenya yang sedang melaju kencang???????????b. Kenapa ada SULE di Cerpen sayac. Dan masih ada aja Polisi yang mau nyolong motor orang yang bensin abis WKWKWKKWKWKWKWKWKWKW POLISI GADUNGAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*