Cerpen King Vs Queen Part Ending

HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!, Cape. Turun dari rumah jam lapan pagi Pukul 21:38 Baru nyampe rumah. Astaga….. #Backsound lagu Wali "Yang penting halal". ^_^
Begitu pulang langsung nyalain lepi n Tara….. Wifi Gak bisa conect #Gubrak.
N then, Ehem Keluarin "Galaxy", Searching ke google bentar. Tau deh apa yang di ping – ping, Pokoknya ikutin instruksi. N hasilnya. Alhamdulilah, Akhirnya bisa conect juga.
So, Oke deh kalau begitu, Sesuai janji Lanjutan Cerpen King Vs Queen part 10 aka ending di posting. Yang merasa nunggu, monggo langsung di baca.

Credit Gambar : Ana Merya
"Niken… bagaimana ke adaan kakak mu nak?" tanya mamanya yang baru tiba di rumah sakit, Niken langsung berdiri menghampiri mamanya.
"Niken nggax tau ma, dokter lagi memeriksanya. maafin Niken ya maa, Niken nggax bisa bantuin kak Nino saat kak Nino lagi butuh pertolongan Niken…" kata Niken dengan sedih.
"Tapi loe kan udah banyak membantunya ken" kata Gilang dari samping.
"Tapi tetap saja kakak gue terluka kan, itu berarti gue nggax bener-bener membantunya" balas Niken.
"sudah lah nak, ini bukan salahmu. mungkin kita lagi di uji aja. semoga aja kakak mu tidak apa-apa. mama yakin kamu udah berusaha sekuat tenaga kamu untuk membantu kakak mu…" kata mamanya sambil memeluk Niken, tak lama setelahnya dokter keluar.
"Bagaimana keadaan Nino dok?" tanya Gilang dan berjalan menuju dokter, begitu juga yang lain.
"Alhamdulillah, dia baik-baik saja. cuma luka memar di punggungnya, tapi bakal sembuh kok,… di biarkan istirahat beberapa hari saja, pasti bakal balik seperti semua" jawab dokter.
"Syukurlah…" jawab yang lain lega mendengar penjelasan dokter.
"Apa kita bisa melihatnya sekarang dok?" tanya Niken.
"0h, ya silahkan… tapi jangan terlalu mengganggunya, dan jangan berisik. dia harus banyak istirahat" saran dokter.
"ia dok, baiklah… terima kasih…" jawab Niken dan masuk ke kamar Nino di ikuti oleh mama dan temen-temennya yang lain "Kak Nino…" sapa Niken begitu tiba di samping Nino yang masih terbaring, Nino tersenyum.
"Niken… mama… hei…" sapa Nino ke arah yang lain.
"Bagaimana ke adaan kamu nak?" tanya mamanya.
"Nino nggax apa-apa kok ma, cuma sakit sedikit di sekitar punggung" jawab Nino ke arah mamanya.
"Kalau yang lain? nggax ada yang sakit kan kak?" tanya Niken.
"Nggak ken, kamu tenang aja. kakak itu orangya kan kuat. jadi pasti nggax apa-apa… Vin, trims ea, loe udah jagain adek gue…" kata Nino ke arah Gilang.
"biasa aja kali, lagian itu udah tugas gue … menjaga Niken. karena dia kan orang yang terpenting buat gue" jawab Gilang, yang lain langsung menatapnya heran termasuk Niken "maksud gue orang yang terpenting buat loe… gitu… gue salah ngomong tadi" ralat Gilang.
"0wh, ia… tapi gue juga tetap harus ngucapin makasih sama loe…" kata Nino ke arah Gilang, Gilang hanya menangguk tersenyum. tiba-tiba ada yang membuka pintu, semua menoleh.
"Niken… gue denger kakak loe masuk rumah sakit, gimana ke adaannya? parah nggax???" tanya Olive yang baru datang bersama seorang cowok yang tidak asing lagi di mata Niken karena dia adalah,… Dimas?!
"Olive… loe, kok bisa bareng sama dimas sih?" tanya Niken bingung.
"dia jodoh gue… dan ramalan itu bener…" bisik Olive ke arah Niken. yang lain bingung.
"Oh yea? seriuz loe?" tanya Niken nggax percaya dan menatap dimas, yang tersenyum ke arahnya. Olive tersenyum membenarkan "Waw, nggax nyangka banget" lanjutnya.
"Ada apa sih?" tanya Nino penasaran begitu juga yang lain.
"Top secret" jawab Niken dan Olive berbarengan dan ber high five.
"ada-ada aja…" balas mamanya Niken sambil tersenyum.
"Eh. tapi, kak putra ngapain di sini??" tanya Olive bingung ke arah Gilang, yang laen kaget.
"kakak kan temennya kakaknya Niken" jawab Gilang.
"0h yea??? kok bisa kebetulan banget sih, jadi kakak temennya kak Nino, kok kakak nggax ada ngasi tau Olive sih?" tanya Olive.
"yaaa abis loe nggax nanya, lagian mana kakak tau kalau loe kenal sama Nino dan Niken" jawab Gilang santai.
"0oo, wah nggax nyangka yaaa…" kata Olive sambil tersenyum.
"Eh, tunggu-tunggu-tunggu deh, loe bilang dia siapa???" tanya Niken ke arah Olive sambil menunjuk Gilang "kak putra?!" tanyanya kaget.
"Ia, dia kak putra. sepupu gue yang gue ceritain itu, inget?" tanya Olive ke arah Niken yang masih nggax percaya.
"Tapi dia… loe tau nggax siapa??" tanya Niken "Gilang" lanjutnya sambil berbisik ke arah Olive yang jelas langsung kaget.
"Seriuz loe?!" tanya Olive. Niken mengangguk "Cowok yang nabrak loe itu???" tanya Olive lagi, Niken kembali menangguk "Yang katanya sangat nyebelin itu???!!!"
"Iya Olive…." jawab Niken, tentu saja Gilang yang mendengarnya jadi kaget.
"What?! nabrak and nyebelin??!!!" Gilang nggax percaya.
"E itu…" Niken jadi gugup.
"Loe cerita apa aja tentang keburukan gue ke sepupu gue sendiri ha?!" tanya Gilang ke arah Niken sebel.
"Yaaa Maaf, mana gue tau dia sepupu loe… orang dia temen gue…" balas Niken.
"Loe itu ngeselin banget sih" Gilang jadi sewot.
"kok loe marah-marah sih, itu kan kenyataan kali, loe emang yang nabrak gue and nyebelin" Niken nggax mau kalah.
"Tapi bukan berarti loe boleh ngejelek-jelekin gue sama sepupu gue sendiri juga kan???"
"yaaa kan gue udah bilang, gue nggax tau. karena setau gue, Olive bilang sepupunya itu namanya kak putra, bukan kak Gilang, jadi mana gue tau. abis loe ngapain sih ganti-ganti nama?" balas Niken.
"Loe nyalahin gue?!"
"yaaa abis siapa lagi? yang ganti-ganti nama kan elo"
"siapa juga yang ganti-ganti nama"
"ya elo lah, sebentar kak putra, sebentar kak Gilang. nggax tau deh mana yang asli" kata Niken.
"Dua-duanya asli ken" Nino yang menjawab.
"He?! dua-duanya asli gimana maksudnya??? masa' sih satu orang punya dua nama, dasar aneh"
"namanya itu sebenernya Gilang saputra. jadi bisa di panggil putra, bisa di panggil Gilang" jawab radit ikut-ikutan.
"0oo, bagus yaaa bagus, kenapa nggax di tambah sarap aja sekalian"
"kok loe jadi sewot sih ken?" tanya Olive.
"Tau tuh, yang harusnya sebel itu kan gue, karena loe udah mencoreng nama baik gue di depan sepupu gue" balas Gilang.
"Yeee itu bukan urusan gue kali, weeeek" balas Niken.
"Loe berani sama gue?! dasar cewek jadi-jadian"
"Dari pada loe cowok nggax jadi-jadi" balas Niken sebel.
"iiiih loe tuh yaaaa… Tau deh!" Gilang sebel.
"Ya udah, Whatever!!!"
"Udah, udah… kalian tuh yaaa beranteeeem aja kerjanya. sekali-kali kek akrab jadi orang, jangan berantem terus" kata Nino sambil tersenyum dan geleng-geleng melihat ulah adik dan sahabatnya.
"tapi, siapa nih cowok live?" tanya Gilang ke arah Olive sambil menunjuk dimas di samping.
"0h, dia jodoh Olive kak, eh maksud Olive, dia pacar Olive gitu. kenali namanya Dimas…" Olive memperkenalkan pacarnya.
"0wh, hei gue Gilang kakak sepupunya Olive" kata Gilang sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum
"Dimas" jawab dimas sambil menjabat tangan Gilang "E kak Gilang… Dimas mau minta maaf ya sama kak Gilang, Dimas nggax tau kalau kak Gilang ini kakak sepupunya Olive" lanjutnya.
"minta maaf? untuk???" tanya Gilang bingung.
"kakak inget saat kakak di kroyok sama beberapa preman?" tanya dimas ke arah Gilang.
"Inget. tapi, dari mana loe bisa tau???" tanya Gilang.
"jangan bilang loe yang ngelakuin itu?" kata Niken "karena gue nggax bakal pernah memaafkannya" lanjutnya.
"Maaf, tapi… sebenernya dimas tau siapa yang ngelakuin"
"Siapa?!" tanya Niken "Ayo jawab!!!" lanjutnya.
"Be… Benny, e maksud Dimas, orang-orang suruhannya benny"
"What?! kurang ajar tuh orang" kata Niken sebel "Awas ya?!" lanjutnya dan langsung pergi yang lain tentu jadi kaget.
"Niken!!!" panggil Gilang, tapi Niken udah keburu pergi.
"Eh Niken mau kemana tuh?" tanya Nino.
"kalau firasat gue bener sih dia mau kerumah benny"
"lho mau ngapain???" tanya Gilang, Olive angkat bahu "wah ini nggax beres nih, gue harus menahannya" lanjutnya dan siap mengejar Niken tapi Tina menahannya.
"king, loe mau kemana???" tanyanya.
"Loe nggax denger apa dari tadi, gue itu mau ngejar Niken"
"Tapi gue…"
"Tina, please lah ya… loe jangan gangguin gue terus" kata Gilang.
"king, apa loe nggax pernah menghargain sedikit aja prasaan gue?"
"asal loe tau aja ya, nggax ada yang lebih penting dalam hidup gue, selain mementingkan prasaan Niken, jadi loe nggax boleh halangin gue…" kata Gilang dan melepas tangannya yang di tahan tina tadi, lalu berlari keluar mengejar Niken.
"King…" kata tina dan ikut mengejar Gilang keluar.
"Maafin gue ya live, gue bener-bener nggax tau, lagian kita ngelakuin itu nggax sengaja" kata dimas.
"udah lah, nggax apa-apa. gue tau loe nggax salah. makasih karena loe udah jujur sama gue, gue bangga punya pacar seperti elo"
"mama mau ngelihat Niken juga deh" kata mamanya.
"sebaiknya nggax usah ma…" tahan Nino "Nino yakin Niken nggax mungkin melakukan hal yang tidak di ingin kan" lanjutnya.
"tapi mama khawatir sama Niken…"
"Mama tenang aja, ada Gilang. Nino percaya Gilang bisa menenangkan Niken. Hemmmm ya udah, kalian semua pasti capek, kalian boleh istirahat di rumah kalian, gue juga mau istirahat nih. 0h ea, trims ea atas bantuannya" kata Nino ke arah temen-temennya yang lain.
"Begini lah gunanya temen, kawan…" balas radit dan alan sambil tersenyum. di ikuti yang lain.
Niken mempercepat langkahnya, dan siap membuka pintu mobilnya mau pergi, tapi tiba-tiba ada yang menutupnya, kaget! Niken langsung menoleh, ternyata Gilang.
"Loe mau kemana?" tanya Gilang.
"Gue mau ngasi perhitungan sama benny, emang loe fikir mau ngapain lagi, loe nggax tau apa. gara-gara dia loe jadi di babak belur seperti kemaren" jawab Niken kesel dan siap mem buka pintu mobil tapi Gilang menahannya "loe ngapain sih, biarin gue pergi" lanjutnya, Gilang tetap diam menahan pintu mobil "oke kalau gitu gue pergi sendiri" kata Niken dan siap mau pergi Gilang langsung menahan tangannya.
"Loe mau ngapain kesana? sebaiknya nggax usah" tahan Gilang.
"Apa loe bilang??" Niken berbalik ke arah Gilang "Nggax usah? enak banget loe ngomong? loe masih belum sadar apa kalau loe luka gara-gara siapa? jadi biarin gue pergi"
"Nggax. gue nggax bakal membiarkan loe pergi"
"lepasin tangan gue" kata Niken.
"Nggax akan pernah, tangan yang udah gue genggam nggax bakal pernah gue lepas kan begitu aja, bagitu juga sama orang yang udah gue rengkuh, gue nggax bakal pernah membiarkannya pergi begitu saja dari hidup gue, loe tau. nggax akan pernah!!!" tegas Gilang.
"Maksud loe?!" Niken jadi bingung.
"Loe nggax perlu susah-susah berkorban buat gue, gue nggax perlu pembelaan loe untuk membalas perbuatan benny, gue nggax masalah kok sama itu semua. lagian itu udah lewat juga kan??? dan gue udah melupakannya, jadi nggax usah di bahas lagi" kata Gilang.
"gampang banget loe ngomong udah ngelupain? Eh, benny itu udah sungguh keterlaluan banget, dia udah berani menyalahkan elo dan menggunakan kekerasan. padahal loe sama sekali nggax salah sama dia, dan gue tau masalahnya pasti cuma karena loe ngantarin gue pulang kemaren. gue yakin banget itu" kata Niken sebel.
"Apa? karena gue ngantarin loe pulang??? jadi maksud loe… dia… cemburu gitu?!" Gilang kaget.
"Mungkin. tuh anak kan kadang-kadang sarap. jadi gue nggax mau loe terluka lagi gara-gara gue, gue mau bikin perhitungan sama dia agar dia nggax macem-macem lagi sama loe" kata Niken.
"Apa manfaatnya buat loe?"
"manfaatnya buat gue… mungkin loe nggax perlu tau"
"Kenapa? kan itu menyangkut gue juga, kenapa gue nggax boleh tau?"
"Yaa karena… karena… setiap orang itu punya rahasia, ada kalanya orang lain tidak boleh mengetahuinya" jawab Niken gugup.
"0h yea??? apa loe juga nggax bakal ngasi tau gue?" tanya Gilang sambil menatap mata Niken yang juga menatapnya, Niken terdiam. lalu mengalihkan tatapannya "kenapa loe nggax berani natap mata gue?" tanya Gilang "apa loe suka sama gue???" tanyanya lagi, Niken langsung kaget.
"Gue…"
"Apa???" tanya Gilang.
"Tentu saja tidak" jawab Niken sambil membuang pandangannya.
"0h yea??? kalau gitu, kenapa loe sepertinya marah banget saat tau benny yang melukai gue? kenapa loe sepertinya nggax suka saat tina mendekati gue? kenapa loe nggax nolak saat gue memeluk loe? dan kenapa juga loe nggax marah saat gue menggenggam tangan loe, bahkan saat sekarang???" tanya Gilang, Niken tersadar dan siap melepas tangannya. tapi Gilang mengeratkan genggamannya. "kenapa? ayo jawab???"
"Gue… gue punya banyak alasan untuk itu?"
"Banyak? apa aja? atau… gue cuma minta satu aja alasan yang pasti dan dari kejujuran loe aja?" tanya Gilang "atau biar mudah, gue tanya satu kali lagi sama loe, apa alasannya itu… karena loe suka sama gue?"
"Nggax!!" jawab Niken sambil mengalihkan pandangannya dari tatapan Gilang yang terus menatapnya.
"loe beneran nggax suka sama gue? kalau gitu kasi alasan yang masuk akal kenapa loe melakukan semua yang gue tanya tadi?" balas Gilang "dan itu semua bener kan????" lanjutnya.
"kan gue udah bilang, setiap orang punya rahasia. dan nggax semua orang boleh mengetahui rahasia kita, gue nggax ada maksa loe mengatakan hal yang sejujurnya kemaren, karena gue tau rahasia milik pribadi orang lain nggax ada yang boleh tau" balas Niken "siapapun orangnya" tegasnya.
"0ooh, jadi maksud loe, jawaban dari pertanyaan gue tadi semuanya rahasia gitu???" tanya Gilang.
"ya, semuanya rahasia"
"dan gue nggax boleh tau?"
"Nggax"
"meskipun gue orang yang sangat mencintai elo?" tanya Gilang, Niken jelas kaget mendengarnya. ini nggax mimpi kan????
"Apa loe bilang???" tanya Niken masih kaget.
"Meskipun, gue, orang, yang, sangat, mencintai, elo???" ulang Gilang.
"Loe… suka sama gue???" Niken nggax percaya.
"Apa loe nggax pernah merasakan selama ini????" tanya Gilang.
"gue…"
"jadi menurut loe, kenapa gue mau ngejemput elo meski loe sangat menyebalkan? kenapa gue nggax membalas saat loe ngerjain gue sama makanan and minuman yang rasanya aneh itu? kenapa gue diem aja saat tau loe bakal ikut camping kemaren? kenapa gue begitu aja menyetujui di kasi tanggung jawab untuk menjaga loe? kenapa gue berbaik hari memberikan elo minum saat loe merasa kehausan? kenapa gue lebih milih duduk di samping loe saat bakar jagung meski loe selalu mengusir gue? kenapa gue diam aja saat loe berusaha menjauhkan tina dari gue? kenapa gue sangat mencemaskan elo saat loe pergi gitu aja untuk mencari Nino? kenapa gue lebih milih jalan sama loe dari pada tina? kenapa gue nggax pernah melepaskan tangan loe? dan kenapa…."
"Cukup!" Niken menutup mulut Gilang "loe udah banyak banget ngomong, dan loe nggax ada memberikan gue kesempatan untuk bicara… oke, gue ngaku salah. maaf gue nggax pernah menyadari itu semua. lagian loe juga selalu bisa ngeles setiap gue tanya kan??" lanjutnya.
"Apa loe nggax bisa sedikit aja membaca prasaan gue???"
"Gue… Maaf…" kata Niken sambil menunduk.
"apa loe beneran nggax suka sama gue???" tanya Gilang.
"gue…" Niken masih menunduk.
"Ayo, tatap mata gue dan bilang kalau loe nggax suka sama gue…" kata Gilang, Niken masih menunduk gugup "ayo Niken, angkat wajah loe… tatap gue… loe yakin sama prasaan loe? ayo kasi tau gue dengan jujur, loe tatap mata gue dan bilang kalau loe nggax suka sama gue" lanjutnya, sedikit dengan sedikit Niken mengangkat wajahnya, dan menatap mata Gilang yang menatapnya tak berkedip.
"Gue…" Niken manatapnya ragu "gue nggax bisa…"
"loe pasti bisa, tatap mata gue dan jangan berkedip, bilang sejujurnya apa yang sebenernya ada di dalam hati loe, kalau loe emang nggax suka sama gue, kasi tau gue sekarang…" kata Gilang. Niken menatapnya.
"Huuuffffh, 0ke kalau itu yang loe mau dan membuat loe percaya atas prasaan gue sama loe, loe mau denger gue ngomong kan… baik, loe denger ya…" Niken menatap mata Gilang tanpa berkedip "Gue… suka sama loe" lanjutnya dan langsung memeluk Gilang. untuk sepersekian detik Gilang terdiam nggax percaya.
"Niken… loe… beneran…"
"ia, gue… sejujurnya… sangat menyukai elo…." kata Niken dalam pelukan Gilang, dengan bangga Gilang membalas pelukan Niken.
"0h akhirnya… Niken bilang suka juga sama gue… padahal tadi gue udah sedih banget saat Niken bilang nggax suka sama gue… Tuhan, terima kasih…. Niken,… gue sangat menyukai elo…" kata Gilang dalam hati.
"tunggu, apa ramalannya salah yaaa…" kata Niken dalam hati "Tapi… sebentar,… pejamkan mata dan rasakan, siapa orang yang gue suka tanpa gue sadari" lanjutnya dalam hati, tiba-tiba muncul seorang cowok yang awalnya samar, lalu jelas dan akhirnya tampak cowok itu tersenyum ke arah Niken, dan dia adalah…. Gilang!!! "Tunggu, kenapa bukan kak radit, kalau nggax salah… orang yang gue temui beberapa hari sebelumnya menggunakan baju putih dan… bertopi! Oh iya!!!" Niken melepas pelukannya.
"lho kok di lepas sih ken???" tanya Gilang kaget.
"Gue mau tanya sama loe" kata Niken.
"Apa? kan loe udah tau prasaan gue sama loe. gue itu suka sama loe… jadi peluk lagi sini…" kata avlin.
"iiih apaan sih loe, bukan itu" jawab Niken.
"Bukan?! kalau nggax apa donk???" tanya Gilang.
"saat kita pertama kali bertemu…."
"0oo loe pasti mau bilang kan, kalau gue harus minta maaf sama loe kan, ia deh gue ngalah sama loe… gue minta maaf yaaa mungkin emang gue yang salah saat itu, nah udah kan peluk gue lagi donk" kata Gilang, Niken langsung memukul lengannya "Aduh, sakit!!! kok gue di pukul sih…"
"ya abis elo, gue belum selesai ngomong juga, pake acara di potong-potong segala, mana salah lagi jawabannya" Niken jadi sebel.
"Trus apa donk????" tanya Gilang.
"Saat kita bertemu pertama kali itu… loe pake baju apa???" tanya Niken, Gilang jadi bingung.
"Baju???? e seingat gue sih, gue pake bajuuuu putih" jawab Gilang, Niken tentu jadi kaget "emang kenapa sama baju gue???"
"apa loe juga pake topi???" tanya Niken dan kali ini tersenyum.
"ya iya lah,… ada apa sih???" tanya Gilang makin bingung.
"kalau saat loe kerumah gue???" tanya Niken lagi.
"He? yang kapan yaaa???" tanya Gilang sambil mengingat-ingat.
"yang kalian datang bareng-bareng kak alan ama kak radit itu"
"0oo, yang kita fhoto-fhoto itu yaaaa… kalau nggax salah, gue pake bajuuuu…" Gilang mengingat-ingat.
"Fhoto???" Niken juga mengingat-ingat "0h iya…" lanjutnya dan mengambil hapenya lalu melihat fhoto yang di kirim kakaknya kemaren, fhoto kakaknya, Gilang, alan dan radit. Jelas Niken langsung kaget, karena saat itu Gilang juga menggunakan baju hijau, celana silver sama jaket hitam.
"ada apaan sih???" tanya Gilang bingung.
"kenapa bisa sama yaaa???" Niken mengingat-ingat lagi, karena pakai-pakaian Gilang dan radit sama "sepertinya ada yang gue lupakan… sebentar… sebentar…" Niken kembali mengingat-ingat, dan saat itu. Niken ingat begitu tiba di rumahnya Gilang membuka topinya. "0h iya topi!!!"
"Ha?!! ada apa sama topi???" tanya Gilang bingung.
"saat itu, yang menggunakan topi siapa? loe atau kak radit?"
"ya gue lah, loe nggax lihat apa kalau gue yang make topinya, aduuuh sebenernya ada apa sih ini…" Gilang makin bingung.
"0h jadi semuanya bener?! ha ha ha ternyata gue aja yang salah pengertian… bego' slama ini gue udah melihat orang yang salah… nggax taunya orang yang bener-bener di depan gue, gue cuekin" kata Niken seneng dan tersenyum.
"Ada apaan sih, loe bikin gue penasaran aja"
"nggax ada apa-apa, ini rahasia gue…"
"Ha?! rahasia lagi????"
"ia, ini rahasia gue, dan nggax ada yang boleh tau, termasuk elo tentunya…" jawab Niken sambil tersenyum
"kok curang gitu sih?"
"Dikit, aaah gue seneng banget" kata Niken dan memeluk Gilang dengan bangga. nggax nyangka ternyata selama ini dia salah mengira jodohnya itu siapa.
"Sebenernya apa sih mau loe, tadi gue cuma minta akuin prasaan loe, loe tambahin dengan meluk gue, trus loe lepasin lagi, begitu gue minta loe meluk gue, loe nggax mau. nah sekarang gue diam aja, loe yang meluk gue. sebenernya apa sih yang loe ingin kan sebenernya????"
"0h jadi loe udah nggax mau?" tanya Niken dan melepaskan pelukannya "ya udah, maaf in gue. gue nggax bakal mau lagi deh" lanjutnya.
"0h tidak bisa…" kata Gilang dan langsung memeluk Niken "loe ya udah buat gue jadi serba salah malah bilang gitu yaaa…. gue kan udah bilang orang yang udah gue rengkuh nggax bakal pernah gue lepasin lagi, jadi orang yang udah di pelukan gue nggax bakal pernah gue lepasin lagi…" lanjutnya dan mengeratkan pelukan Niken, Niken tersenyum senang.
"nggax nyangka banget, ternyata jodoh gue… orang yang slama ini gue rasa musuh gue, Tapi… ternyata nggax salah percaya sama ramalan asal nggax usah di jadiin pedoman bener-bener, mungkin ramalannya bener cuma kita aja yang salah penafsirannya… seperti gue ini, gue kira cowok itu kak radit… nggax taunya nih cowok, nggax nyangka banget" kata Niken dalam hati.
"Nah, sekarang loe udah percaya kan kalau gue itu cowok??? bukan cowok nggax jadi-jadi lagi? sikarang gue udah bener-bener jadi cowok, karena gue mau ngakuin prasaan gue yang sejujurnya sama loe…" kata Gilang.
"ia, baik lah, Niken percaya sama kak Gilang. kalau kak Gilang itu sekarang udah bener-bener jadi cowok" jawab Niken.
"loe manggil gue apa??" tanya Gilang.
"kak Gilang? bener kan??? atau mau di panggil King???" canda Niken.
"King??? boleh juga, asal Loe Queennya" jawab Gilang.
"Boleh-boleh aja sih, tapi… jangan ada v.s nya ya…???" balas Niken.
"Tentu, dari pada king v.s Queen mending king love Queen, ia nggaax?" tanya Gilang sambil tersenyum.
"Prasan lebih baikan king v.s Queen deh, kan itu udah dari sononya…"
"Trus kita harus berantem terus gitu???" tanya Gilang.
"E nggax juga…"
"jadi????"
"AyamQ????"
"Pok pok pok…. 0ops keterussan, kok jadi itu sih, seriuz donk"
"ea lah, jadinya king v.s Queen/Gilang love Niken gitu…"
"Wah keren juga"
"ia donk. Niken gitu lho…."
"wah pantang di puji…" kata Gilang sambil mengacak-acak rambut Niken.
"Ha ha ha biarin donk…"
"Huuuuuu…."
"Ha ha ha….."
THE END!!!

Random Posts

  • Antara Za dan…

    Antara Za dan dusta ini..Antara Za dan perasaan ini..Antara Za dan… dan.Setiap tokoh yang kuciptakan dalam kisahku kini mulai beranjak dari dunianya mengarungi nyata, menciptakan dusta, sebagai pengharapan akan termilikinya rasa yang tulus.yah, mungkin aku gila, tak ada batas antara nyata dan khayal dalam duniaku. Nyataku adalah khayalku, dan khayalku adalah nyataku…Za, aku bertemu dengannya dalam dunia yang kukehendaki, hadirnya mampu menghilangkan kesepian ini meskipun teriring kalimat kalimat dusta bagi hati yang berarti.Za, sosok yang tercipta atas izin Tuhan dalam kehendak hati yang bersanding dengan ketulusan doa.Aku yang berhati rapuh, yang telah terjebak oleh kata kata sang penyair logika, mulai bangkit dan beranjak dari keterpurukan sejak kehadiran Za. dan Za tak hadir tanpa peran yang penting, Ia mempersembahkan ketulusan itu kepadaku, dan aku yang tak berdaya ini hanya mampu berharap mimpi di puncak bintang yang pasti siapapun tak akan mampu mewujudkan itu."Na lagi ngapain??" suara Za tiba tiba mengagetkanku, tanpa kusadari Ia telah berdiri dibelakangku. Aku segera menutup buku harianku."ih Za ngagetin Na aja!!" jawabku kesal."Maaf, Za kan cuma pengen tau Na lagi ngapain?" jawab Za."Udah liat kalau Na lagi nulis, masih aja nanya!" jawabku marah."Iya iya, lagi nulis apaan sih?? ngeditnya udah selesai?" tanya Za kepadaku, Za adalah rekan kerjaku di kantor, namun Ia hanya bekerja setengah hari karna Za juga kuliah. Za kerja pada jam malam, sehingga aku hanya bisa bertemu dengan Za ketika aku lembur, dan kenyataannya aku memang selalu lembur."Udah" jawabku singkat."Udah ada jawaban??" tanya Za dengan serius, pertanyaan yang ingin kuhindari, pertanyaan yang kumau tak pernah ada diantara Za dan aku, dan kini, pertanyaan itu mengharuskanku menjawab yang tak pernah kutau jawabannya.Dua minggu yang lalu, Za mengungkapkan perasaannya kalau ia menyukaiku, aku terkejut karna aku sama sekali tak pernah berharap akan hal itu.Za bagiku adalah seorang kakak yang baik. perhatian dan pengertiannya yang tulus selalu kurasakan setiap aku bersamanya, dan itu membuatku nyaman, namun satu pertanyaan itu telah merubah semua keadaan baik itu menjadi perasaan canggung setiap aku bertemu dengan Za."Jangan sekarang yah, Na belum siap.." jawabku memelas."Tapi Za udah siap menerima apapun jawaban dari Na, Za butuh kepastian sekarang juga…" pinta Za dengan serius." Tapi Za,… Za kan tau gimana perasaan Na.., kalau aja Za datang lebih dulu dalam hidup Na, pasti Na tak akan ragu buat milih Za, sekarang Na bingung Antara Za dan…" belum sempat kuselesaikan kalimat itu Za sudah memotong ucapanku."Za ngerti kok, tapi Za ikhlas kalau Na belum bisa lupain masa lalu Na, Za akan sabar nunggu sampai hati Na seutuhnya jadi milik Za, yang penting sekarang ini adalah jawaban Na, bukan perasaan Na…" jelas Za kepadaku yang semakin membuatku bingung.Aku tak mau menyakiti Za hanya demi sebuah kata Ya, meskipun Za bilang ikhlas, tapi pasti ada luka dihatinya, dan aku tak mau itu.Aku dan hatiku, telah memilih satu hati yang tak memilihku, Aku memang bodoh telah meragukan ketulusan Za demi hati yang telah termiliki, entah kenapa aku terjebak dalam rangkaian kata yang sebenarnya tak begitu indah itu, mungkin ini karena aku adalah penyair yang telah dirapuhkan oleh keadaan hidup yang terlalu sulit untuk ku terima, sehingga tanpa kendali aku memasuki dunia syairnya yang tak berbalas.Dan Za hadir ketika perasaanku terluka karena rangkaian syair dalam bait bait tanpa rasa sebagai jawaban atas perasaanku terhadapnya." Na pulang ke kost dulu, dah capek!" jawabku pada Za yang tengah serius menunggu balasan atas perasaannya terhadapku. Aku lalu melangkah pergi meninggalkan Za yang tampak kecewa.Aku berjalan dalam keramaian malam kota Solo, ada beberapa tetes air yang kubiarkan keluar dari mataku, keramaian ini tak sedikitpun mampu memberikan suara untuk meramaikan hatiku agar aku tak sendiri..Aku tak segera menuju kost, langkah ini terhenti pada sebuah bangku kosong di taman kota. Aku duduk terdiam disana. Kukeluarkan selembar kertas putih dan sebuah pena dari dalam tasku." Antara Za dan dusta ini, kuciptakan kisah ini untuk hati yang tak mau berbagi hati, memang aku tak berhak memaksakan terbalasnya perasaan ini, namun aku adalah penyair rapuh yang tak berdaya ketika telah terlanjur larut dalam bait bait sederhananya…. Dan kehadiran Za adalah pelarian yang kuciptakan untuk menutupi perih ini agar tak ada perasaan bersalah dan mengkasihani luka ini…Antara Za dan perasaan ini, ada luka yang tak mungkin kan terobati meski kata maaf dan memaafkan telah terucap. Sesuatu yang telah berlalu tak akan pernah hadir kembali dalam rasa yang sama meski status kawan masih terjalin rapi, keindahan itu hanya ada di matanya yang jauh dariku, cerita cintanya yang selalu ia kisahkan adalah sebagian kecil dari luka yang kuberikan, namun tak pernah sedetikpun kubiarkan ia melihat air mata ini, dan tulisan senyum beserta dukungan atas kebahagiaannyalah yang senantiasa kubalaskan untuk menjawab curahannya kepadaku, kawannya. Aku tak bisa membencinya, dan kehadiran Za adalah masalah yang kuciptakan sebagai kewajiban untuknya mendengar kisahku yang selalu mendengarkan kisahnya.Antara Za dan… dan."Belum sempat kulanjutkan satu huruf terakhir, hujan tiba-tiba hadir dan memaksaku untuk segera berlari mencari tempat berteduh. Kulihat di seberang jalan Za melambaikan tangannya kepadaku, ada satu hal yang aneh disana, ada awan putih yang tampak dekat diatas Za dan melindunginya dari derasnya air hujan, Za terus melambaikan tangannya mengajakku untuk berteduh disampingnya.Akupun segera berlari menerobos sorotan lampu-lampu mobil yang salah satunya tak terkendali dan membawaku ke tempat yang lebih teduh, bukan disamping Za, namun disamping-Nya.-THE END-NB: Kisah ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat, tokoh, dan peran itu hanya kebetulan semata.Profil pengirim:Nama: Triana Aurora WinchesterAlamat FB: aurora_broadcast@yahoo.com

  • Terlukaku Karena Nama Indah itu

    Terlukaku Karena Nama Indah ituSebuah nama indah yang kukenal, dan pernah menjadi orang yang paling aku sayang. Hidupnya yang terlihat damai, dan tak pernah memunculkan pertanyaan sedih dalam menjalani hari dengan keluarganya. Meskipun dia memiliki salah satu saudara laki-laki pertamanya yang telah meninggal dunia sehari sebelum lebaran. Begitu mengejutkan, tapi dia lebih terpukul ketika dia memiliki seorang adik laki-laki yang meninggal dunia ketika berumur kurang dari 8 hari. Hingga dia menjerit meminta tuk menggalikan kubur adiknya dan menghidupkannya kembali. Bahkan dia terlihat begitu sedih saat dia menceritakan apa yang dia rasakan ketika itu. Tapi dia masih tetap tegar, karena itu adalah keinginan Sang Pencipta.Dirinya yang kukenal ketika bersamanya adalah seorang manusia apa adanya, penuh kasih, tak pernah menyiksa meskipun menjaili, bukan orang yang pelit dengan segala apa pun yang dia miliki, bahkan dia rela memberika benda yang paling dia sayang kepada orang lain meskipun itu satu-satunya. Dan kekurangannya pun tak pernah membuatku menyesal tuk bisa sedekat itu denganya. Aku tak punya alasan lain, selain ketulusan hati yang kumiliki.Banyak yang ku tau tentangnya, selain tanggal lahirnya. Dia menyukai warna merah, dia menyukai coca-cola di campur es batu, dia menyukai pop ice coklat, dia menyukai naruto, Sate, potato freeze, tak menyukai pedas, ayam kentucky, milo dingin, kacang koro, mayasi dan banyak lagi. Dia bukanlah orang yang sombong dengan semua yang dia miliki. Orang pertama yang kukenal tak pernah memamerkan dengan apa yang dia miliki.Ehmmm, mari aku ceritakan sedikit masa laluku waktu bersamanya dulu..hhehe, langsung saja ya.. Ketika aku masih kelas 1 SD, aku sakit parah dan harus di opname selama 2 hari. Dan ternyata aku sebelahan dengannya di puskesmas itu. Rupanya dia pun di opname selama 5 hari, karena dia sering m,akan mie mentah dan milo mentah. Hingga akhirnya ususnya sakit dan dia di inap. Karena ruang inap kami sebelahan, biasanya kami saling kunjung dan cerita bareng, hhehehe. Jadi, meskipun di inap di puskesmas tetap saja seru karena barengan.Guru di sekolahku sudah tak asing lagi dengan kedekatan kami, bahkan kepala sekolah. Itulah sebabnya kami sering duduk sebangku dan kalau ulangan nggak pernah duduk jauhan. Apalagi kalau kerja kelompok, kami nggak pernah di pisahkan.Suatu hari aku bertemu dengannya di sekolah, seperti biasa kami bercanda bersama. Waktu itu kami kelas 6 SD belajar pelajaran IPA mengenai “Tata Surya”. Dan kami diwajibkan untuk mengahapalkan nama-nama planet sesuai dengan urutannya. Begitu sulit terlaksana, lalu kami pun bernyanyi untuk sejenak menghilangkan kejenuhan dari tugas ini. Kami bernyanyi bersama lagu Samsons “Kenangan Terindah”.“Aku yang lemah tanpamu,aku yang rentan karena cinta yang tlah hilang darimuyang mampu menyanjungku.Selama mata terbuka,sampai jantung tak berdetak,selama itu pun aku mampu mengenagmu.Darimu kutemukan hidupkuBagiku kaulah cinta sejati.Bila yang tertulis untukkuAdalah yang terbaik untukmuKan kujadikan kau kenanganYang terindah dalam hidupkuNamun takkan mudah bagikuMeninggalkan jejak hidupmuYang tlah terukir abadiSebagai kenangan yang terindah”Dari lagu itu pula kami mendapat inspirasi untuk menghapalkan nama-nama planet tersebut untuk memudahkan. Sangat asik dan kami menjadi mudah menghapalkannya. Lalu kami bernyanyi bersama penuh senyum, tertawa dan teriak bersama karena mampu menghapalkan itu. Dan lagu itu berubah lirik menjadi…..“Bila merkurius, venus, bumi, mars, jupiter, saturnus, uranus, neptunus pluto……..”Hahaha, lucu tapi indah. Belajar sambil bernyanyi, sungguh tak pernah membosankan. Apalagi jika rame-rame bareng mereka. Letih belajar tak kan pernah terasa.Tak hanya itu saja, suatu hari kami pun seperti biasa bermain bersama disekolah. Jam istirahat kami lalui dengan makan bersama di dalam kelas, dan ngakak bareng yang lain. Setelah lonceng masuk bebunyi, seperti biasa kami pun bebaris. Karena dia yang begitu jail dan aku yang tak bisa diam, sekalipun bebaris kami selalu saja bercanda dan saling menjaili teman. Waktu itu dia mendorongku, aku pun terjatuh. Wajahku memerah seperti kepiting rebus saja. Semua teman-teman memperhatikan kami. Bagaimana tidak??? kami terjatuhnya bersama, karena dia terinjak kakiku. Parahnya lagi dia jatuh diatas badanku. Untungnya dia segara bangun dan berdiri. Meskipun sejenak kami terdiam saling bertatap mata kebingungan. Tawa dari teman-teman membuat kami berdua segera berdiri dan kembali ngakak bareng. Itu waktu kelas 5 SD dulu. Lucu bila teringat, meskipun memalukan.. hhhehehe ^_^Jika kami belajar bareng dirumahku, dia selalu menungguku hingga pulang aku ngaji dari masjid. Karena dia biasanya datang sekitar jam 4, sedangkan aku pulang ngaji jam 5. Bahkan dia rela datang kemasjid tempatku mengaji naik sepeda untuk menungguku dan menjemputku. Tak jarang dia pun ikut belajar ngaji bersama. Jika sudah saatnya pulang, dia pun menggoncengku naik sepeda untuk pulang kerumah lalu belajar bersama. Bahkan terkadang ketika pulang ngaji, biasanya kami pun membeli es merah dan meminumnya bersama.sambil naik sepeda goncengan, kami biasanya nyanyi bareng n ngakak di jalanan. Hahaha begitu indah kurasa memiliki sahabat seperti dirinya.Apalagi ketika bulan puasa, sangat banyak waktu kami habiskan untuk bersama. Entah itu untuk menyelesaikan tugas menumpuk dari guru, makan bareng, ngobrol, dengar musik, main sepeda, jalan-jalan, main kelereng, main layang-layang dan sebagainya. Saatnya terawih, kami selalu terawih di masjid Istiqomah. Setelah dia pulang 8 rakaat kerumahnya, dia kembali menungguku selesai terawih hingga 23 rakaat+witir. Saatnya selesai terawih, kami berdua pulang bareng kerumahku untuk belajar. Hhehe, biasanya kalau sudah pulang terawih adikku dan orang tuaku kerumah nenekku. Aku di tinggal di rumah berdua bersamanya. Meskipun aku perempuan dia laki-laki, kami tak pernah diragukan untuk tinggal berdua dalam rumah sekalipun pintu dikuncikan. Dan dia akan menemaniku sampai orang tuaku datang, walaupun waktu menunjukkan sudah larut malam dan mulut pun mulai menguap + mata yang semakin berair. Tapi dia masih tetap bisa tersenyum tuk menemaniku.Orang tuanya tak pernah mengkhawatirkannya jika dia berada dirumahku. Mungkin itu karena kepercayaan yang sudah ada. Palingan orang tuanya hanya tersenyum manis dan membelai rambut kami. Malah orang tuanya menyuruh kami untuk belajar di rumahku saja. Hhhehe, baik banget kan orang tuanya?. Orang tuanya pun akan memarahinya jika dia melihat anaknya menjailiku. Teman-temannya pun sudah mengerti akan kedekatan kami. Bahkan aku juga akrab dengan temannya itu. Semua masih pada lucu dan lugu banget.Aku selalu mengajarinya dengan ketulusan hati tanpa 1 pun harapan. Karena aku sangat menyayanginya. Sering dia memberiku benda-benda favoritnya. Dan jika dia tau benda yang ku inginkan beluk kumiliki, terkadang dia yang membelikan aku sembunyi-sembunyi. Hhhehe, baik sih.. Tapi, aku kan jadi merasa nggak enak kalau sering begitu.Meskipun kami sangat dekat, tapi kami pun serin kelahi. Entahlah karena apa. Tapi, dia akan bingung sendiri kalau aku sudah sedih begitu. Hhehe, dia jadi merasa serba salah. Karena dia sadar, dialah yang membuatku merasa kesal karena kelakuannya. Hhhhehe, tapi paling bentar juga kami baikan. Tak sekali pun kami kelahi hingga 1 hari. Dan jika kami ngomong tentang cita-cita, dia selalu bilang kalau dia tak memiliki satu pun cita-cita. Jika di tanya dia akan bilang kalau dia mau jadi tukang tambak seperti bisnis orang tuanya. Dia bilang nggak perlu belajar lagi, nggak kuliah lama dan pegang duit banyak kalau berhasil ketika panennya, mantaaaap kan cita-citanya..yang penting HALAL.Tak terasa jadwal ujian semakin dekat. Itu artinya, belum tentu kami akan tetap seperti ini. Karena ada teman kami juga yang tak lagi berada di bunyu alias ke luar daerah. Dan itu sama dengan perpisahan, karena belum tentu juga kami akan bertemu kembali dan bisa ngumpul bareng kayak gini. Sebenarnya kami masih ingin bersama, tapi waktu tak lagi memungkinkan. Dan memaksa kami untuk tetap bisa tetap menerima semua itu. Jika waktu masih dapat ditunda, kan ku tunda demi bersama mereka. Tapi semuanya tetap saja tak bisa terelakkan lagi.Untuk menghadapi ujian, sekolahku melaksanakan les mata pelajaran yang akan di ujikan. Paling seru kalau waktu makan sudah tiba, kelas menjadi haru makanan dan menjadi heboh penuh tawa yang seru. Biasanya aku, dia dan 2 sahabatku makan bareng dan duduk berhadap-hadapan. Tapi biasanya 2 sahabatku itu pulang makan dirumahnya masing-masing. Karena rumah mereka tak jauh dari sekolahan. Jadi aku dan dia makannya berdua ditambah dengan teman-teman yang ada di sekolah. Seperti biasa dia membawa ayam kentucky, potato freeze, snack dan minumnya coca cola + es batu di gelas tinggi. Hhehehe, kalau aku makannya ganti-ganti sih. Yang pasti aku nggak bawa nasi goreng, ikan, nasi kuning dan makanan yang repot makannya.Begitu juga kalau ada acara makan-makan, seperti Isra Mi’raj, Maulid kami di suruh bawa makanan dari rumah. Biasanya hanya aku dan dia yang nggak bawa nasi. Biasanya aku dan dia bawa snack dan minuman bekarbonat atau milo dingin..uuuuuhhh mantap deh!?kami punya selera makan sama, jadi guru udah nggak heran kalau kami nggak bawa nasi seperti teman-teman yang lain. Serulah pokoknya, makan sambil seru-seruan bareng.Saatnya ujian tiba. Banyak materi yang harus kami pelajari, dan kami semakin sering belajar bareng hingg tak kenal waktu karena takut tidak lulus. Sampailah pada waktu pengumuman hasil, kami lulus. Segera mengucap ‘Alhamdulillah’ ya Allah. Dia pun berlari mencariku, berteriak dan menggenggam tanganku menangis bersama bercampur tawa bahagia bareng 2 sahabtku lagi. Hati menjadi tenang karena kami lulus.Saatnya perpisahan, sekolah mengadakan acara dan mengundang orang tua serta guru-guru lain. Setelah acara nangis-nangis, salam-salaman, makan-makan, nyanyi bareng, kami murid yang baru lulus happy bareng sambil nyanyi dan makan. Bahkan kami sampi loncat-loncat girang bersama.Ketika acara selesai, saatnya pulang. Aku bingung pulang sama siapa, dan aku menunggu di bawah pohon ketapang. Berharap akan ada jemputan datang. Dia pun duduk disebelahku, dan berkata terima kasih. Lalu dia bertanya aku pulang sama siapa, aku menjawab aku bingung. Dia menawarkan untuk pulang barenga entahlah naik apa. Seaat setelah itu, seseorang menjemputnya menaiki motor soghun hijau. Aku tak punya pilihan, kami pulang bareng gonceng 3. Hhhehe, senangnya bisa pilang bareng. Malu sih, tapi daripada nggak pulang?hayoo, parah lagi kan?;pAkhirnya kami tak memakai seragam merah-putih lagi, hhhee. Saatnya memakai seragam putih-biru. Ketika pendaftaran, kami diwajibkan untuk mengikuti tes pembagian kelas. Aku dan dia belajar bersama, berharap kami nanti kan berada satu kelas. Tapi Allah tak mengijinkan, aku di terima tapi dia tidak. Entahlah apa yang terjadi. Dia sedih banget, sukurlah dia tajir. Jadi dia aman dan di terima. Tapi, aku di kelas 7-1 dan dia di kelas 7-3. Dia sedih tak 1 kelas denganku, begitu pula aku. Aku harus beradaptasi tanpanya di dalam kelasku dengan suasana baru. Tapi semakin lama dia pun mampu untuk menghadapi suasana baru itu. Bahkan dia mendapat banyak teman hingga kerabat dan sahabat. Beberapa dari teman barunya itu adalah teman SD kami juga dan teman TK ku dulu.Ketika ada tugas, PR maupun ulangan. Kami tetap saja belajar bareng. Dan kami masih sering pulang sekolah bareng teman-teman yang lain juga. Bahkan dia sering singgah dirumahku karena letih dan minum air sambil menunggu jemputannya datang. Hhehe, ap lagi kalau pas panas. Kalau hujan sih enak-enak aja. Maen hujan bareng di jalan.Kami naik ke kelas 8, tapi lagi-lagi Allah tak izinkan kami berada dalam 1 kelas. Aku kelas 8-1 tapi dia 8-2, meskipun kelas kami sebelahan. Aku pun mendapat teman yang banyak dan beberapa sahabat lagi. Seperti dirinya, dia sekelas dengan teman-teman barunya yang semakin akrab itu. Dan aku mulai sadar, dia berubah dan kami mulai jarang bersama. Termasuk belajar bareng seperti dulu. Justru dia semakin akrab dan dekat bersama temann-temannya itu.Suatu hari di pagi yang mendung, aku datang kesekolah SMPku yang masih sunyi dan hanya terdapat beberapa murid saja. Aku memang biasa datang pagi seperti ini, terasa begitu tenang dan berteman embun pagi. Saat itu dia datang kekelasku, lalu duduk di sebelahku dan merebahkan kepalanya diatas meja sebelahku. Saat itu kelasku tak ada satu pun siswa yang datang. Kami pun bercerita, dia bilang kami tak mungkin 1 kelas karena perbedaan kemampuan otak. Dia berpesan padaku untuk belajar dengan rajin. Masih ku ingat saat dia mengucapkan kalimat-kalimat lembut yang menjadi semangat untukku.Saat seleksi OSN di sekolahku tiba, malamnya sebelum besiknya aku tes dia datang. Dia bilang dia ingin belajar dan mengerjakan PR. Setumpuk buku yang berkaitan dengan biologi sebagai bahan tes besok terlihat olehnya di atas meja yang ada di depannya. Dia heran melihatnya dan bertanya padaku untuk apa semua buku-buku nitu, setelah aku jelasin, dia pun memberikanku dukungan agar bisa lolos dan ikut ketingkat kabupaten. Dia bilang semoga aku bisa ke Tanjung untuk mengikuti OSN tersebut, karena meskipun dia sudah pernah ke Jawa, Yogya, Sumatera tapi saat itu dia belum pernah ke Tanjung. Intinya dia menyemangati dan sangat mendukungku dalam hal ini. Meskipun pada akhirnya aku tak lolos, dia memberikanku senyum untuk tetap menyemangatiku.Semakin lama, dia tak pernah lagi kerumahku. Ketika aku bertemunya di sekolah aku katakan padanya dia sombong. Beberapa hari kemudian ketika dia sudah bisa mengendarai motor dia masih sering menegurku. Tapi tak lama setelah itu, dia kembali tak pernah menegurku dan tak lagi menginjakkan kakinya di rumahku. Aku heran, apa yang terjadi padanya???mengapa dia begini?ataukah aku yang berubah?Tanggal 22 Februari 2008 tiba, itu adalah peringatan hari ulang tahunnya. Sudah menjadi dalam persahabatan kami memberikan kado jika salah satu di antara kami ada yang ultah. Termasuk aku, dia dan 2 sahabatku lagi. Ketika itu aku dan 2 sahabatku itu ingin memberikan kado padanya. Tapi kami terheran-heran, dia menolaknya meskipun akhirnya dia terima dengan terpaksa. Ini pertama kalinya dia menolak hadiah dari kami dan merasa malu. Malah dia happy bareng teman-teman barunya itu.Padahal dia pernah bilang padaku untuk menjauhi orang itu, tapi justru dia pula yang dekat dengannya. Haha, dia termakan dengan omongannya sendiri. Entahlah apa yang terjadi dengan dirinya sekarang. Dan dia pun tak pernah lagi menegurku di sekolah meskipun berada di sampingku. 24 Mei 2008 tiba, itu adalah hari ulang tahunku. Aku membuat acara makan-makan di rumahku bersama sahabtku dan teman-temanku. Termasuk dirinya aku undang. Dia memang tak pernah tau kapan ultahku dan dia sangat jarang mengucapkan selamat. Tapi aku akan sangat senang jika ketika itu dia hadir. Malah sore hari ketika acara itu, dia lewat depan rumahku bersama temannya. Kayak nggak kenal aku pula tuh..ckkk kesel deh pokoknya..Tiga hari setelah acara ultahku, malam hari dia datang kerumahku. Seperti biasa dia belajar, dan ngobrol bareng. Aku bilang padanya, aku kecewa dia nggak datang padahal aku mengharapkannya. Dan dia bilang dia malu entah mengapa. Ehmmm, mungkin dia pikir ini tak penting juga untuknya, nggak ada artinya. Dia minta maaf, aku hanya tersenyum karena semua sudah berlalu. Dua hari kemudian dia datang untuk kembali belajar, dia seperti biasa membawa tas. Tapi kali ini di tambah dengan bag plastik yang besar berisi kotak berlapiskan kertas hijau indah mengkilat.Dia memberikan kotak hijau itu untukku, ternyata dia masih mengucapkan selamat untukku, minta maaf karena saat itu dia tidak hadir ketika acara. Aku tersenyum dan berterima kasih. Separuh malam itu aku habiskan dengan mengerjakan tugas bareng dan ngbrol dengannya. Ketika dia pulang, aku berlari ke dapur sambil tersenyum. Karena ini adalah kado pertama berupa benda darinya. Orang tuaku yang membukanya dan tersenyum mlihat isinya. Sebuh baju kaos pink, celana setengah tiang bewarna hijau tua dan sebuah tas sekolah warna hitam. Aku tau ini dari orang tuanya, tapi tetap saja aku tersenyum. Bukan karena isi hadiah itu, tapi karena pedulinya. Aku simpan dengan baik semua benda-benda itu. Hhehe, senangnya…^_^Tapi tetap saja aku sedih juga pada akhirnya, karena dia tak lagi menegurku maupun menyapaku. Tak lagi pernah datang kerumahku dan mencariku. Tak lagi pernah menelponku dan menghubungiku. Bahkan suatu hari ketika aku mengaji aku bertemu dia pulang dari belajar di rumah temanku sendiri, teman TK ku. Aku kecewa, ternyata dia tak lagi seperti dulu. Dan aku banyak melakukan hal-hal konyol karenanya termasuk datang pagi ke kelasnya. Lalu aku membuat selembar surat kaleng. Aku mengatakan dia jahat!!!. 3 bulan berturut-turut aku berbuat konyol sperti itu. Hahahahaha, bodoh bangetkan??..Dan masih banyak lagi hal konyol dan sangat bodoh lainnya yang aku kerjakan karenanya selain membuat surat kaleng gitu deh.Seperti memperhatikannya sekejap melalui celah kecil di pintu sambungan antara kelasku dan kelasnya. Itu biasa aku lakukan ketika guru tidak masuk dikelasku. Terkadang aku melihatnya sambil tersenyum sendiri bahkan ngomel-ngomel nggak jelas sendiri. Hhhehe, untunglah teman-teman sekelasku tak ada yang curiga, kalau nggak?mati aku!?!@#$%^&&**(/”-_,. Konyol banget kan aku…??? Aduuuh…^^Naik kelas 9, lagi, lagi dan lagi kami tak sekelas. Dia benar-benar tak pernah datang kerumahku sekali pun. Hingga akhirnya ujian berhasil kami lalui, aku lulus sedangkan dia harus mengikuti ujian ulang. Sebenarnya aku sangat sedih melihatnya begitu. Aku tak peduli dia akan berfikir apa pun. Hingga akhrnya dia tetap lulus. Aku bertanya kepadanya, dia peringkat berapa?.. Dia menjawabnya dan menanyakan hal yang sama. Dia bilang aku hebat, ternyata itu adalah terakhir kalinya percakapan kami dengan baik dan dia bicara dengan lembut padaku. Karena kami pun semakin jauh alias kami udah nggak sedekat dulu lagi.Aku semakin sadar karena kami nggak lagi sedekat dulu, keadaan pun berubah. Orang yang dia benci malah dekat dengannya. Orang yang dia bilang parah justru akrab dengannya sperti saudara. Ckkkk, aku merasa seperti kehilangannya. Aku takut dia terus-terusan kayak gini dan bakal lupain aku yang hanya sahabat lama untuknya. Sejenak aku termenung dan menangis karenannya. Tapi tak satu pun kepeduliannya dan rasa kehilangan ada padanya. Aku mulai merindukannya yang dulu, merindukan kalimatnya dan merindukan dirinya yang seperti dulu. Tapi sudahlah, mungkin dia lagi ingin sendiri. Aku coba tuk mengertinya.Di rumahku, aku merebahkan tubuhku dengan sejuta pertanyaan tentangnya. Memikirkan perubahannya yang buatku semakin khawatir. Kucoba tuk menyusuri mencari jawaban itu. Tapi tak satu pun ku temukan. Terlalu ku memikirkannya, hinggaku tak peduli yang di sekitarku. Ya Allah… apa yang terjadi padanya? Mengapa seperti ini?..berikan aku jawaban atas semua ini….Pendaftaran SMA di mulai, kesibukan siswa calon SMA pada sibuk mempersiapkan diri. Kami harus melewati MOS, wawancara, ini, itu, dan blablablablabla….pengumuman penerimaan tiba, kami di terima. Untuk ke sekian kalinya aku nggak 1 kelas lagi. Aku di X-A dan dia di X-D. Mau gimana lagi, itu sudah menjadi keputusan sekolah SMA. Di SMA aku mengikuti ekskul Marchink Band dan banyak kegiatan lainnya, sudah nggak asing lagi kalau dia tuh nggak ngikutin satu pun kegiatan sekolah selain yang diwajibkan. Itulah dia dan dirinya…Karena aku pun semakin dewasa, aku mulai mikir semuanya termasuk sahabat. Aku sadar aku tak lagi dekat dengannya, aku tau aku nggak ada lagi artinya untuk dia, dan aku tak bisa seperti yang lainnya. Dia benar-benar hilang begitu saja. Hingga pada suatu malam, aku merangkai puisi kecil untuknya.Waktu semakin berlaluTlah banyak cerita kita ukir di duniaBersamamu dan keindahan semestaTapi kau larut kedalam waktuYang tak dapat di hentikanDan aku semakin sadar kau tak seperti dulu lagiBukan sekedar ilusi perasaanTapi inilah kenyataan sesungguhnyaJika memang tiada lagi gunanya akuMaka jangan kau lukaiku sperti iniKehilangan seorang yang disayang bukan hal mudahSadarilah, aku masih butuh kamuIngin kuulang kembali memori indah ituBersamamu dan bersama waktuKumpulkan kembali serpihan masa lalu ituDan coba tuk merekatkannya kembaliTak kurasa air mata kembali jatuh kesekian kalinya karena mengingat kenangan waktu bersamanya dulu. Aku tak pernah menangis karenanya di depan sahabatku yang lain. Bahkan sudah SMA baru mereka tau aku memiliki luka dalam seperti ini. Karena aku tak ingin mereka memikirkan ini, mau tak mau harus kusampaikan juga. Meskipun sulit di percaya dan tak mungkinh. Karena aku tak ingin ini kembali kan terulang, karena sahabat berperan penting dalam hidupku.Sekarang pun aku masih memaksakan diriku untuk mampu melihatnya langsung seperti itu. Walaupun aku tak pernah sanggup untuk melihatnya dan membuat tubuhku lemah karenanya. Aihhh, entahlah.. kacauuuu.. aku pun bingung!?.. Ku putar lagu Ungu ‘Untukmu Selamanya’ karena teringat akan dirinya dan kurenungkan dalam hati..Tak pernah aku mengertiApa yang kini kurasakanKegelisahan hatiku saat iniKu masih merindukanmuWalaupun kini ku tlah bersamanyaTak pernah mampu kucoba lupakanmuSungguh tak bisa ku mnegganti dirimu dengan dirinyaSungguh tak sanggup aku berpaling darimuSungguh tak bisa kumencintainya tuk melupakanmuSungguh tak sanggup aku berpindah dari hatimu…..Hingga saat ini, aku masih berdoa semoga dia dikembalikan padaku oleh Tuhan. Meskipun aku sudah mencoba untuk melupakannya, menjauhinya, membencinya. Hatiku tetap saja tak sanggup, meskipun tak ku tunjukkan ke yang lainnya. Aku memang manusia biasa, tak sesempurna teman-teman yang lain meskipun setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi ya udah lah, mau diapain lagi coba…Dan sebelum tidur hatiku pun bertanya-tanya dan berdoa pada Allah,…Ya Allah, mengapa dia tak seperti dulu lagi? Aku kah yang berubah? Tak satu pun alasan terucap darinya mengapa kami tak seperti dulu lagi? Mengapa dia tak pernah mencariku? Atau aku tak ada lagi artinya? Mengapa dia semakin hancur bersama orang-orang yang tak ku sukai itu? Apa maksud-Mu mengujiku seperti ini?Ya Allah, sakit rasanya kehilangan orang yang ku sayang sepertinya. Tunjukkan aku napa alasannya dia seperti itu? Ataukah karena dia sudah memiliki sahabat baru yang jauh lebih baik? Atau dia bahagia tanpaku lagi? Aku tak pernah sanggup seperti ini. Meskipun kuberusaha jalani dengan senyum. Berikan keselamatan padanya Ya Allah, jangan Engkau sesatkan dia, jangan Kau lukai dia, jangan Kau persulit hidupnya. Tapi bahagiakanlah dia meskipun tanpaku Ya Allah. Jaga dia baik-baik dan kirimkan malaikat indahmu untuk menjaganya sampai nanti. Amin…Karena itu aku jadi trauma dan takut milih sahabat, karena aku takut ini kan terulang. Aku taku kesakitan ini kembali terjadi. Dan aku pun takut sahabat dan teman yang kusayang dan kumiliki saat ini, bebuat sama sepertinya dsan mengulang kesalahan yang sama. Cukup sakit, dan kau tak kan pernah tau bagaimana rasanya jika kamu tak mengalaminya sendiri. Tapi aku harap, kesakitajn ini tak terjadi pada siapa pun selain aku. Cukuplah aku yang merasakan sakit itu. Dan kan kucoba tuk melupakannya, menjauhinya sperti yang dia lakukan meskipun butuh waktu yang tak singkat pula. Tak pernah kusesali dan kucoba tuk berhenti menyayanginya hingga mencoba berbalik menjadi benci. Maka jangan salahkan aku lagi.Kenangan indah itu yang mampu buatku tersenyum sekaligus sedih jika mengingatnya. Bukan karena kenangan itu terlalu indah, tapi karena aku tau bahwa kenangan indah itu takkan pernah terulang kembali. Dirinya yang dulu hadir dalam hidupku, buatku jalani hari penuh warna. Tapi kini aku harus sadar, bahwa dia tak lagi disisiku. Karena dia telah memiliki yang lain, yang kan jauh membuatnya lebih bahagia. Tapi satu hal yang tertanam dalam hatiku, aku masih sayang padanya dan masih merindukannya yang dulu. Kembali kutuliskan puisi untuknya. Meskipun sudah banyak puisi lainnya di buku biru ku itu..Bintang malam, katakan padanya aku butuh diaEmbun pagi, sampaikan padanya aku merindukannya yg duluIngin kurangkul kembali kisah indah ituTaukah kau?aku masih sayang..Meskipun aku belajar tuk membencimuDan berhenti tu menyayangimuMasihkah kau ukir namaku dalam hidupmu?Atau kau tlah hapus aku dalam hidupmu?Kucoba belajar tuk sendiri tanpamu lagiMeskipun aku merasa sepi tanpamuPergilah jika itu yang kan bahagiakanmuTapi jangan kembali jika hanya untuk mrngulang dustaKetika aku terlarut dalam lamunanku tentangnya, maka yang ada difikirku adalah semua masa lalu saat bersamanya dulu. Kami selalu tertawa bersama disekolah. Bercanda jika merasa bosan, beryanyi bersama saat jenuh, mengerjakan tugas bersama, makan di kantin sekolah bersama dan banyak lagi hal yang kami mlakukan bersama di sekolah kesayanganku itu. Dirinya yang begitu jail tak pernah membuatku tuk menjauh darinya. Mungkin itu karena rasa sayang yang telah tumbuh dalam hati kami masing-masing. Hahaha, sudahlah itu hanya masa lalu yang terlalu indah..biarlah kudengarkan lagu Peterpan ‘Tentang Kita’ seperti kisahku ini…Waktu terasa semakin berlaluTinggalkan cerita tentang kitaSeakan tiada lagi kini tawamuTuk hapuskan semua sepi dihatiAda cerita tentang aku dan diaDan kita bersama saat dulu kalaAda cerita tentang masa yang indahSaat kita berdukaSaat kita tertawaTeringat disaat kita tertawa bersamaCeritakan semua tentang kita….Kenangan indah itu yang mampu buatku tersenyum sekaligus sedih jika mengingatnya. Bukan karena kenangan itu terlalu indah, tapi karena aku tau bahwa kenangan indah itu takkan pernah terulang kembali. Dirinya yang dulu hadir dalam hidupku, buatku jalani hari penuh warna. Tapi kini aku harus sadar, bahwa dia tak lagi disisiku. Karena dia telah memiliki yang lain, yang kan jauh membuatnya lebih bahagia. Karena kisah ini aku dapat banyak pelajaran berarti, dan karena ini pula aku menjadi dewasa. Uh, meskipun harus sakit hati dan kecewa kayak gini sih..Tapi hingga saat ini, hatiku tak mampu menghapus bayang-bayangnya. Keindahan masa lalu saat bersamanya selalu teringat dalam benakku. Segala yang telah kami lakukan bersama, buatku merasa semakin rapuh. Aku berupaya melupakannya, tapi hasilnya??nihil…!?:( aku masih tak bisa melupakannya. Bahkan hinggaku menemukan orang yang kusayangi, aku masih tak mampu. Hingga ini masih menjadi lukaku yang belum pernah terobati. Kuhempaskan semua masa lalu dan tetap kan kucoba tuk menghapus semua tentangnya..Setelah semua itu tinggal kenangan, hatiku hancur meskipun dia tak lebih dari seorang sahabatku. Setelah dia tak lagi di sampingku, tiada lagi yang menjailiku sepertinya, tiada lagi yang bisa buatku ngakak meskipun aku sebenarnya sedang sedih, tiada lagi semangat darinya, tiada lagi yang mengajakku jalan subuh naik sepeda, tiada lagi temanku belajar setiap kali, tiada lagi kesetiaan seperti dulu, dan semua itu tlah lenyap. Aku benar-benar merasakan kehilangan orang yang kusayang, huhuhuuu. Dia lenyap tak berjejak bin hilang begitu saja.Hingga detik ini, hadiah ultahku darinya masih kusimpan dan baju yang warna pink itu belum pernah ku pakai. Meskipun tasnya sudah mulai buruk sih..hhehe saking sayangnya tuh..terus kalau celananya sih masih bagus-bagus aja. Kalau ingat itu, senengnya dapat hadiah dari dia..Ini adalah satu dari banyak kisah yang membuat kita mengerti akan hidup ini. Ini adalah pelajaran dalam kehidupan. Memang menyakitkan, tapi inilah hidup. Kita hanya bisa jalani saja semampu kita. Memang tak ada yang abadi. Meskipun aku juga bingung harus gimana, hhehe…dan aku pun tak tau bagaimana nanti penghujung kisahku ini. Entah tetap begini atau apa….hhhehe ^-^Sebenarnya masih banyak sih kisah masa laluku bareng dia. Tapi terlalu panjang dan mungkin tak kan ada habisnya jikaku mengulasnya. Jadi sampai disini saja deh..hhehe..intinya aku masih saaaayaaang banget sama dia..meskipun untuk bisa kayak dulu lagi itu tak pernah mungkin terjadi. Hanya Allah lah yang tau dan mengerti..ku serahkan pada-Mu ya Allah… *****

  • Cerpen Remaja “Kala Cinta Menyapa ~ 10”

    Sempet males mo lanjutin ni cerpen Remaja kala cinta menyapa ini, tapi akhirnya di lanjutin juga. Alasannya, Hufh masih sama dengan yang sebelumnya. Kalau yang udah pernah baca, pasti langsung tau.Ah satu lagi, waktu ngetik ni cerpen kondisi beneran lagi nggak fit. So rada maklum lah yea…Dengan hati – hati Rani melangkah melewati pintu gerbang kampusnya. Matanya secara awas mengawasi sekeliling. Mencari tau keberadaan sosok erwin yang mendadak menjadi orang yang paling ia takuti terkait acara "tembak" langsungnya."Rani?".Rani langsung terlonjak kaget. Untuk sejenak terpaku saat mendapati orang yang sedari tadi ia hindari berdiri tak jauh darinya. Bahkan jelas – jelas memanggil namanya. Dan saat sosok itu melangkah mendekat mulutnya langsung terbuka untuk memperingatkan.sebagian

  • Cerita remaja Tentang Aku dan Dia Part 4 {Update}

    Edit mengedit masih berlanjut. Maksutnya ini tu cerpen lanjutan dari Cerpen Romantis tentang aku dan dia part 3 kemaren. Oh ya, sekedar info. Gambar cover cerpen yang ada di blog ini bukan aku yang bikin ya. Maksutnya animasinya. Aku hanya bagian edit mengedit. Animasi asli dalam bentuk GIF. Biasanya si ku jadiin Tema hanphond. Dan berkat demen bermain di photosop ya gini jadinya. Tu animasi ku jadiin ullzang versi kartun.Akhir kata happy reading..!!!Credit Gambar : Ana Merya"Kenapa lagi loe?" Tanya Anya begitu melihat Tampang Gresia yang lagi – lagi Terlihat kusut. Padahal ia baru saja menampakan wujudnya di hadapan mereka."Gue lagi pengen makan orang nie"Balas Gresia ketus"Basi" Ledek Nanda."Kemaren loe juga udah ngomong gitu, tapi buktinya Arga Fine – fine aja tuh" sambung nya lagi.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*