Cerpen King Vs Queen Part Ending

HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!, Cape. Turun dari rumah jam lapan pagi Pukul 21:38 Baru nyampe rumah. Astaga….. #Backsound lagu Wali "Yang penting halal". ^_^
Begitu pulang langsung nyalain lepi n Tara….. Wifi Gak bisa conect #Gubrak.
N then, Ehem Keluarin "Galaxy", Searching ke google bentar. Tau deh apa yang di ping – ping, Pokoknya ikutin instruksi. N hasilnya. Alhamdulilah, Akhirnya bisa conect juga.
So, Oke deh kalau begitu, Sesuai janji Lanjutan Cerpen King Vs Queen part 10 aka ending di posting. Yang merasa nunggu, monggo langsung di baca.

Credit Gambar : Ana Merya
"Niken… bagaimana ke adaan kakak mu nak?" tanya mamanya yang baru tiba di rumah sakit, Niken langsung berdiri menghampiri mamanya.
"Niken nggax tau ma, dokter lagi memeriksanya. maafin Niken ya maa, Niken nggax bisa bantuin kak Nino saat kak Nino lagi butuh pertolongan Niken…" kata Niken dengan sedih.
"Tapi loe kan udah banyak membantunya ken" kata Gilang dari samping.
"Tapi tetap saja kakak gue terluka kan, itu berarti gue nggax bener-bener membantunya" balas Niken.
"sudah lah nak, ini bukan salahmu. mungkin kita lagi di uji aja. semoga aja kakak mu tidak apa-apa. mama yakin kamu udah berusaha sekuat tenaga kamu untuk membantu kakak mu…" kata mamanya sambil memeluk Niken, tak lama setelahnya dokter keluar.
"Bagaimana keadaan Nino dok?" tanya Gilang dan berjalan menuju dokter, begitu juga yang lain.
"Alhamdulillah, dia baik-baik saja. cuma luka memar di punggungnya, tapi bakal sembuh kok,… di biarkan istirahat beberapa hari saja, pasti bakal balik seperti semua" jawab dokter.
"Syukurlah…" jawab yang lain lega mendengar penjelasan dokter.
"Apa kita bisa melihatnya sekarang dok?" tanya Niken.
"0h, ya silahkan… tapi jangan terlalu mengganggunya, dan jangan berisik. dia harus banyak istirahat" saran dokter.
"ia dok, baiklah… terima kasih…" jawab Niken dan masuk ke kamar Nino di ikuti oleh mama dan temen-temennya yang lain "Kak Nino…" sapa Niken begitu tiba di samping Nino yang masih terbaring, Nino tersenyum.
"Niken… mama… hei…" sapa Nino ke arah yang lain.
"Bagaimana ke adaan kamu nak?" tanya mamanya.
"Nino nggax apa-apa kok ma, cuma sakit sedikit di sekitar punggung" jawab Nino ke arah mamanya.
"Kalau yang lain? nggax ada yang sakit kan kak?" tanya Niken.
"Nggak ken, kamu tenang aja. kakak itu orangya kan kuat. jadi pasti nggax apa-apa… Vin, trims ea, loe udah jagain adek gue…" kata Nino ke arah Gilang.
"biasa aja kali, lagian itu udah tugas gue … menjaga Niken. karena dia kan orang yang terpenting buat gue" jawab Gilang, yang lain langsung menatapnya heran termasuk Niken "maksud gue orang yang terpenting buat loe… gitu… gue salah ngomong tadi" ralat Gilang.
"0wh, ia… tapi gue juga tetap harus ngucapin makasih sama loe…" kata Nino ke arah Gilang, Gilang hanya menangguk tersenyum. tiba-tiba ada yang membuka pintu, semua menoleh.
"Niken… gue denger kakak loe masuk rumah sakit, gimana ke adaannya? parah nggax???" tanya Olive yang baru datang bersama seorang cowok yang tidak asing lagi di mata Niken karena dia adalah,… Dimas?!
"Olive… loe, kok bisa bareng sama dimas sih?" tanya Niken bingung.
"dia jodoh gue… dan ramalan itu bener…" bisik Olive ke arah Niken. yang lain bingung.
"Oh yea? seriuz loe?" tanya Niken nggax percaya dan menatap dimas, yang tersenyum ke arahnya. Olive tersenyum membenarkan "Waw, nggax nyangka banget" lanjutnya.
"Ada apa sih?" tanya Nino penasaran begitu juga yang lain.
"Top secret" jawab Niken dan Olive berbarengan dan ber high five.
"ada-ada aja…" balas mamanya Niken sambil tersenyum.
"Eh. tapi, kak putra ngapain di sini??" tanya Olive bingung ke arah Gilang, yang laen kaget.
"kakak kan temennya kakaknya Niken" jawab Gilang.
"0h yea??? kok bisa kebetulan banget sih, jadi kakak temennya kak Nino, kok kakak nggax ada ngasi tau Olive sih?" tanya Olive.
"yaaa abis loe nggax nanya, lagian mana kakak tau kalau loe kenal sama Nino dan Niken" jawab Gilang santai.
"0oo, wah nggax nyangka yaaa…" kata Olive sambil tersenyum.
"Eh, tunggu-tunggu-tunggu deh, loe bilang dia siapa???" tanya Niken ke arah Olive sambil menunjuk Gilang "kak putra?!" tanyanya kaget.
"Ia, dia kak putra. sepupu gue yang gue ceritain itu, inget?" tanya Olive ke arah Niken yang masih nggax percaya.
"Tapi dia… loe tau nggax siapa??" tanya Niken "Gilang" lanjutnya sambil berbisik ke arah Olive yang jelas langsung kaget.
"Seriuz loe?!" tanya Olive. Niken mengangguk "Cowok yang nabrak loe itu???" tanya Olive lagi, Niken kembali menangguk "Yang katanya sangat nyebelin itu???!!!"
"Iya Olive…." jawab Niken, tentu saja Gilang yang mendengarnya jadi kaget.
"What?! nabrak and nyebelin??!!!" Gilang nggax percaya.
"E itu…" Niken jadi gugup.
"Loe cerita apa aja tentang keburukan gue ke sepupu gue sendiri ha?!" tanya Gilang ke arah Niken sebel.
"Yaaa Maaf, mana gue tau dia sepupu loe… orang dia temen gue…" balas Niken.
"Loe itu ngeselin banget sih" Gilang jadi sewot.
"kok loe marah-marah sih, itu kan kenyataan kali, loe emang yang nabrak gue and nyebelin" Niken nggax mau kalah.
"Tapi bukan berarti loe boleh ngejelek-jelekin gue sama sepupu gue sendiri juga kan???"
"yaaa kan gue udah bilang, gue nggax tau. karena setau gue, Olive bilang sepupunya itu namanya kak putra, bukan kak Gilang, jadi mana gue tau. abis loe ngapain sih ganti-ganti nama?" balas Niken.
"Loe nyalahin gue?!"
"yaaa abis siapa lagi? yang ganti-ganti nama kan elo"
"siapa juga yang ganti-ganti nama"
"ya elo lah, sebentar kak putra, sebentar kak Gilang. nggax tau deh mana yang asli" kata Niken.
"Dua-duanya asli ken" Nino yang menjawab.
"He?! dua-duanya asli gimana maksudnya??? masa' sih satu orang punya dua nama, dasar aneh"
"namanya itu sebenernya Gilang saputra. jadi bisa di panggil putra, bisa di panggil Gilang" jawab radit ikut-ikutan.
"0oo, bagus yaaa bagus, kenapa nggax di tambah sarap aja sekalian"
"kok loe jadi sewot sih ken?" tanya Olive.
"Tau tuh, yang harusnya sebel itu kan gue, karena loe udah mencoreng nama baik gue di depan sepupu gue" balas Gilang.
"Yeee itu bukan urusan gue kali, weeeek" balas Niken.
"Loe berani sama gue?! dasar cewek jadi-jadian"
"Dari pada loe cowok nggax jadi-jadi" balas Niken sebel.
"iiiih loe tuh yaaaa… Tau deh!" Gilang sebel.
"Ya udah, Whatever!!!"
"Udah, udah… kalian tuh yaaa beranteeeem aja kerjanya. sekali-kali kek akrab jadi orang, jangan berantem terus" kata Nino sambil tersenyum dan geleng-geleng melihat ulah adik dan sahabatnya.
"tapi, siapa nih cowok live?" tanya Gilang ke arah Olive sambil menunjuk dimas di samping.
"0h, dia jodoh Olive kak, eh maksud Olive, dia pacar Olive gitu. kenali namanya Dimas…" Olive memperkenalkan pacarnya.
"0wh, hei gue Gilang kakak sepupunya Olive" kata Gilang sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum
"Dimas" jawab dimas sambil menjabat tangan Gilang "E kak Gilang… Dimas mau minta maaf ya sama kak Gilang, Dimas nggax tau kalau kak Gilang ini kakak sepupunya Olive" lanjutnya.
"minta maaf? untuk???" tanya Gilang bingung.
"kakak inget saat kakak di kroyok sama beberapa preman?" tanya dimas ke arah Gilang.
"Inget. tapi, dari mana loe bisa tau???" tanya Gilang.
"jangan bilang loe yang ngelakuin itu?" kata Niken "karena gue nggax bakal pernah memaafkannya" lanjutnya.
"Maaf, tapi… sebenernya dimas tau siapa yang ngelakuin"
"Siapa?!" tanya Niken "Ayo jawab!!!" lanjutnya.
"Be… Benny, e maksud Dimas, orang-orang suruhannya benny"
"What?! kurang ajar tuh orang" kata Niken sebel "Awas ya?!" lanjutnya dan langsung pergi yang lain tentu jadi kaget.
"Niken!!!" panggil Gilang, tapi Niken udah keburu pergi.
"Eh Niken mau kemana tuh?" tanya Nino.
"kalau firasat gue bener sih dia mau kerumah benny"
"lho mau ngapain???" tanya Gilang, Olive angkat bahu "wah ini nggax beres nih, gue harus menahannya" lanjutnya dan siap mengejar Niken tapi Tina menahannya.
"king, loe mau kemana???" tanyanya.
"Loe nggax denger apa dari tadi, gue itu mau ngejar Niken"
"Tapi gue…"
"Tina, please lah ya… loe jangan gangguin gue terus" kata Gilang.
"king, apa loe nggax pernah menghargain sedikit aja prasaan gue?"
"asal loe tau aja ya, nggax ada yang lebih penting dalam hidup gue, selain mementingkan prasaan Niken, jadi loe nggax boleh halangin gue…" kata Gilang dan melepas tangannya yang di tahan tina tadi, lalu berlari keluar mengejar Niken.
"King…" kata tina dan ikut mengejar Gilang keluar.
"Maafin gue ya live, gue bener-bener nggax tau, lagian kita ngelakuin itu nggax sengaja" kata dimas.
"udah lah, nggax apa-apa. gue tau loe nggax salah. makasih karena loe udah jujur sama gue, gue bangga punya pacar seperti elo"
"mama mau ngelihat Niken juga deh" kata mamanya.
"sebaiknya nggax usah ma…" tahan Nino "Nino yakin Niken nggax mungkin melakukan hal yang tidak di ingin kan" lanjutnya.
"tapi mama khawatir sama Niken…"
"Mama tenang aja, ada Gilang. Nino percaya Gilang bisa menenangkan Niken. Hemmmm ya udah, kalian semua pasti capek, kalian boleh istirahat di rumah kalian, gue juga mau istirahat nih. 0h ea, trims ea atas bantuannya" kata Nino ke arah temen-temennya yang lain.
"Begini lah gunanya temen, kawan…" balas radit dan alan sambil tersenyum. di ikuti yang lain.
Niken mempercepat langkahnya, dan siap membuka pintu mobilnya mau pergi, tapi tiba-tiba ada yang menutupnya, kaget! Niken langsung menoleh, ternyata Gilang.
"Loe mau kemana?" tanya Gilang.
"Gue mau ngasi perhitungan sama benny, emang loe fikir mau ngapain lagi, loe nggax tau apa. gara-gara dia loe jadi di babak belur seperti kemaren" jawab Niken kesel dan siap mem buka pintu mobil tapi Gilang menahannya "loe ngapain sih, biarin gue pergi" lanjutnya, Gilang tetap diam menahan pintu mobil "oke kalau gitu gue pergi sendiri" kata Niken dan siap mau pergi Gilang langsung menahan tangannya.
"Loe mau ngapain kesana? sebaiknya nggax usah" tahan Gilang.
"Apa loe bilang??" Niken berbalik ke arah Gilang "Nggax usah? enak banget loe ngomong? loe masih belum sadar apa kalau loe luka gara-gara siapa? jadi biarin gue pergi"
"Nggax. gue nggax bakal membiarkan loe pergi"
"lepasin tangan gue" kata Niken.
"Nggax akan pernah, tangan yang udah gue genggam nggax bakal pernah gue lepas kan begitu aja, bagitu juga sama orang yang udah gue rengkuh, gue nggax bakal pernah membiarkannya pergi begitu saja dari hidup gue, loe tau. nggax akan pernah!!!" tegas Gilang.
"Maksud loe?!" Niken jadi bingung.
"Loe nggax perlu susah-susah berkorban buat gue, gue nggax perlu pembelaan loe untuk membalas perbuatan benny, gue nggax masalah kok sama itu semua. lagian itu udah lewat juga kan??? dan gue udah melupakannya, jadi nggax usah di bahas lagi" kata Gilang.
"gampang banget loe ngomong udah ngelupain? Eh, benny itu udah sungguh keterlaluan banget, dia udah berani menyalahkan elo dan menggunakan kekerasan. padahal loe sama sekali nggax salah sama dia, dan gue tau masalahnya pasti cuma karena loe ngantarin gue pulang kemaren. gue yakin banget itu" kata Niken sebel.
"Apa? karena gue ngantarin loe pulang??? jadi maksud loe… dia… cemburu gitu?!" Gilang kaget.
"Mungkin. tuh anak kan kadang-kadang sarap. jadi gue nggax mau loe terluka lagi gara-gara gue, gue mau bikin perhitungan sama dia agar dia nggax macem-macem lagi sama loe" kata Niken.
"Apa manfaatnya buat loe?"
"manfaatnya buat gue… mungkin loe nggax perlu tau"
"Kenapa? kan itu menyangkut gue juga, kenapa gue nggax boleh tau?"
"Yaa karena… karena… setiap orang itu punya rahasia, ada kalanya orang lain tidak boleh mengetahuinya" jawab Niken gugup.
"0h yea??? apa loe juga nggax bakal ngasi tau gue?" tanya Gilang sambil menatap mata Niken yang juga menatapnya, Niken terdiam. lalu mengalihkan tatapannya "kenapa loe nggax berani natap mata gue?" tanya Gilang "apa loe suka sama gue???" tanyanya lagi, Niken langsung kaget.
"Gue…"
"Apa???" tanya Gilang.
"Tentu saja tidak" jawab Niken sambil membuang pandangannya.
"0h yea??? kalau gitu, kenapa loe sepertinya marah banget saat tau benny yang melukai gue? kenapa loe sepertinya nggax suka saat tina mendekati gue? kenapa loe nggax nolak saat gue memeluk loe? dan kenapa juga loe nggax marah saat gue menggenggam tangan loe, bahkan saat sekarang???" tanya Gilang, Niken tersadar dan siap melepas tangannya. tapi Gilang mengeratkan genggamannya. "kenapa? ayo jawab???"
"Gue… gue punya banyak alasan untuk itu?"
"Banyak? apa aja? atau… gue cuma minta satu aja alasan yang pasti dan dari kejujuran loe aja?" tanya Gilang "atau biar mudah, gue tanya satu kali lagi sama loe, apa alasannya itu… karena loe suka sama gue?"
"Nggax!!" jawab Niken sambil mengalihkan pandangannya dari tatapan Gilang yang terus menatapnya.
"loe beneran nggax suka sama gue? kalau gitu kasi alasan yang masuk akal kenapa loe melakukan semua yang gue tanya tadi?" balas Gilang "dan itu semua bener kan????" lanjutnya.
"kan gue udah bilang, setiap orang punya rahasia. dan nggax semua orang boleh mengetahui rahasia kita, gue nggax ada maksa loe mengatakan hal yang sejujurnya kemaren, karena gue tau rahasia milik pribadi orang lain nggax ada yang boleh tau" balas Niken "siapapun orangnya" tegasnya.
"0ooh, jadi maksud loe, jawaban dari pertanyaan gue tadi semuanya rahasia gitu???" tanya Gilang.
"ya, semuanya rahasia"
"dan gue nggax boleh tau?"
"Nggax"
"meskipun gue orang yang sangat mencintai elo?" tanya Gilang, Niken jelas kaget mendengarnya. ini nggax mimpi kan????
"Apa loe bilang???" tanya Niken masih kaget.
"Meskipun, gue, orang, yang, sangat, mencintai, elo???" ulang Gilang.
"Loe… suka sama gue???" Niken nggax percaya.
"Apa loe nggax pernah merasakan selama ini????" tanya Gilang.
"gue…"
"jadi menurut loe, kenapa gue mau ngejemput elo meski loe sangat menyebalkan? kenapa gue nggax membalas saat loe ngerjain gue sama makanan and minuman yang rasanya aneh itu? kenapa gue diem aja saat tau loe bakal ikut camping kemaren? kenapa gue begitu aja menyetujui di kasi tanggung jawab untuk menjaga loe? kenapa gue berbaik hari memberikan elo minum saat loe merasa kehausan? kenapa gue lebih milih duduk di samping loe saat bakar jagung meski loe selalu mengusir gue? kenapa gue diam aja saat loe berusaha menjauhkan tina dari gue? kenapa gue sangat mencemaskan elo saat loe pergi gitu aja untuk mencari Nino? kenapa gue lebih milih jalan sama loe dari pada tina? kenapa gue nggax pernah melepaskan tangan loe? dan kenapa…."
"Cukup!" Niken menutup mulut Gilang "loe udah banyak banget ngomong, dan loe nggax ada memberikan gue kesempatan untuk bicara… oke, gue ngaku salah. maaf gue nggax pernah menyadari itu semua. lagian loe juga selalu bisa ngeles setiap gue tanya kan??" lanjutnya.
"Apa loe nggax bisa sedikit aja membaca prasaan gue???"
"Gue… Maaf…" kata Niken sambil menunduk.
"apa loe beneran nggax suka sama gue???" tanya Gilang.
"gue…" Niken masih menunduk.
"Ayo, tatap mata gue dan bilang kalau loe nggax suka sama gue…" kata Gilang, Niken masih menunduk gugup "ayo Niken, angkat wajah loe… tatap gue… loe yakin sama prasaan loe? ayo kasi tau gue dengan jujur, loe tatap mata gue dan bilang kalau loe nggax suka sama gue" lanjutnya, sedikit dengan sedikit Niken mengangkat wajahnya, dan menatap mata Gilang yang menatapnya tak berkedip.
"Gue…" Niken manatapnya ragu "gue nggax bisa…"
"loe pasti bisa, tatap mata gue dan jangan berkedip, bilang sejujurnya apa yang sebenernya ada di dalam hati loe, kalau loe emang nggax suka sama gue, kasi tau gue sekarang…" kata Gilang. Niken menatapnya.
"Huuuffffh, 0ke kalau itu yang loe mau dan membuat loe percaya atas prasaan gue sama loe, loe mau denger gue ngomong kan… baik, loe denger ya…" Niken menatap mata Gilang tanpa berkedip "Gue… suka sama loe" lanjutnya dan langsung memeluk Gilang. untuk sepersekian detik Gilang terdiam nggax percaya.
"Niken… loe… beneran…"
"ia, gue… sejujurnya… sangat menyukai elo…." kata Niken dalam pelukan Gilang, dengan bangga Gilang membalas pelukan Niken.
"0h akhirnya… Niken bilang suka juga sama gue… padahal tadi gue udah sedih banget saat Niken bilang nggax suka sama gue… Tuhan, terima kasih…. Niken,… gue sangat menyukai elo…" kata Gilang dalam hati.
"tunggu, apa ramalannya salah yaaa…" kata Niken dalam hati "Tapi… sebentar,… pejamkan mata dan rasakan, siapa orang yang gue suka tanpa gue sadari" lanjutnya dalam hati, tiba-tiba muncul seorang cowok yang awalnya samar, lalu jelas dan akhirnya tampak cowok itu tersenyum ke arah Niken, dan dia adalah…. Gilang!!! "Tunggu, kenapa bukan kak radit, kalau nggax salah… orang yang gue temui beberapa hari sebelumnya menggunakan baju putih dan… bertopi! Oh iya!!!" Niken melepas pelukannya.
"lho kok di lepas sih ken???" tanya Gilang kaget.
"Gue mau tanya sama loe" kata Niken.
"Apa? kan loe udah tau prasaan gue sama loe. gue itu suka sama loe… jadi peluk lagi sini…" kata avlin.
"iiih apaan sih loe, bukan itu" jawab Niken.
"Bukan?! kalau nggax apa donk???" tanya Gilang.
"saat kita pertama kali bertemu…."
"0oo loe pasti mau bilang kan, kalau gue harus minta maaf sama loe kan, ia deh gue ngalah sama loe… gue minta maaf yaaa mungkin emang gue yang salah saat itu, nah udah kan peluk gue lagi donk" kata Gilang, Niken langsung memukul lengannya "Aduh, sakit!!! kok gue di pukul sih…"
"ya abis elo, gue belum selesai ngomong juga, pake acara di potong-potong segala, mana salah lagi jawabannya" Niken jadi sebel.
"Trus apa donk????" tanya Gilang.
"Saat kita bertemu pertama kali itu… loe pake baju apa???" tanya Niken, Gilang jadi bingung.
"Baju???? e seingat gue sih, gue pake bajuuuu putih" jawab Gilang, Niken tentu jadi kaget "emang kenapa sama baju gue???"
"apa loe juga pake topi???" tanya Niken dan kali ini tersenyum.
"ya iya lah,… ada apa sih???" tanya Gilang makin bingung.
"kalau saat loe kerumah gue???" tanya Niken lagi.
"He? yang kapan yaaa???" tanya Gilang sambil mengingat-ingat.
"yang kalian datang bareng-bareng kak alan ama kak radit itu"
"0oo, yang kita fhoto-fhoto itu yaaaa… kalau nggax salah, gue pake bajuuuu…" Gilang mengingat-ingat.
"Fhoto???" Niken juga mengingat-ingat "0h iya…" lanjutnya dan mengambil hapenya lalu melihat fhoto yang di kirim kakaknya kemaren, fhoto kakaknya, Gilang, alan dan radit. Jelas Niken langsung kaget, karena saat itu Gilang juga menggunakan baju hijau, celana silver sama jaket hitam.
"ada apaan sih???" tanya Gilang bingung.
"kenapa bisa sama yaaa???" Niken mengingat-ingat lagi, karena pakai-pakaian Gilang dan radit sama "sepertinya ada yang gue lupakan… sebentar… sebentar…" Niken kembali mengingat-ingat, dan saat itu. Niken ingat begitu tiba di rumahnya Gilang membuka topinya. "0h iya topi!!!"
"Ha?!! ada apa sama topi???" tanya Gilang bingung.
"saat itu, yang menggunakan topi siapa? loe atau kak radit?"
"ya gue lah, loe nggax lihat apa kalau gue yang make topinya, aduuuh sebenernya ada apa sih ini…" Gilang makin bingung.
"0h jadi semuanya bener?! ha ha ha ternyata gue aja yang salah pengertian… bego' slama ini gue udah melihat orang yang salah… nggax taunya orang yang bener-bener di depan gue, gue cuekin" kata Niken seneng dan tersenyum.
"Ada apaan sih, loe bikin gue penasaran aja"
"nggax ada apa-apa, ini rahasia gue…"
"Ha?! rahasia lagi????"
"ia, ini rahasia gue, dan nggax ada yang boleh tau, termasuk elo tentunya…" jawab Niken sambil tersenyum
"kok curang gitu sih?"
"Dikit, aaah gue seneng banget" kata Niken dan memeluk Gilang dengan bangga. nggax nyangka ternyata selama ini dia salah mengira jodohnya itu siapa.
"Sebenernya apa sih mau loe, tadi gue cuma minta akuin prasaan loe, loe tambahin dengan meluk gue, trus loe lepasin lagi, begitu gue minta loe meluk gue, loe nggax mau. nah sekarang gue diam aja, loe yang meluk gue. sebenernya apa sih yang loe ingin kan sebenernya????"
"0h jadi loe udah nggax mau?" tanya Niken dan melepaskan pelukannya "ya udah, maaf in gue. gue nggax bakal mau lagi deh" lanjutnya.
"0h tidak bisa…" kata Gilang dan langsung memeluk Niken "loe ya udah buat gue jadi serba salah malah bilang gitu yaaa…. gue kan udah bilang orang yang udah gue rengkuh nggax bakal pernah gue lepasin lagi, jadi orang yang udah di pelukan gue nggax bakal pernah gue lepasin lagi…" lanjutnya dan mengeratkan pelukan Niken, Niken tersenyum senang.
"nggax nyangka banget, ternyata jodoh gue… orang yang slama ini gue rasa musuh gue, Tapi… ternyata nggax salah percaya sama ramalan asal nggax usah di jadiin pedoman bener-bener, mungkin ramalannya bener cuma kita aja yang salah penafsirannya… seperti gue ini, gue kira cowok itu kak radit… nggax taunya nih cowok, nggax nyangka banget" kata Niken dalam hati.
"Nah, sekarang loe udah percaya kan kalau gue itu cowok??? bukan cowok nggax jadi-jadi lagi? sikarang gue udah bener-bener jadi cowok, karena gue mau ngakuin prasaan gue yang sejujurnya sama loe…" kata Gilang.
"ia, baik lah, Niken percaya sama kak Gilang. kalau kak Gilang itu sekarang udah bener-bener jadi cowok" jawab Niken.
"loe manggil gue apa??" tanya Gilang.
"kak Gilang? bener kan??? atau mau di panggil King???" canda Niken.
"King??? boleh juga, asal Loe Queennya" jawab Gilang.
"Boleh-boleh aja sih, tapi… jangan ada v.s nya ya…???" balas Niken.
"Tentu, dari pada king v.s Queen mending king love Queen, ia nggaax?" tanya Gilang sambil tersenyum.
"Prasan lebih baikan king v.s Queen deh, kan itu udah dari sononya…"
"Trus kita harus berantem terus gitu???" tanya Gilang.
"E nggax juga…"
"jadi????"
"AyamQ????"
"Pok pok pok…. 0ops keterussan, kok jadi itu sih, seriuz donk"
"ea lah, jadinya king v.s Queen/Gilang love Niken gitu…"
"Wah keren juga"
"ia donk. Niken gitu lho…."
"wah pantang di puji…" kata Gilang sambil mengacak-acak rambut Niken.
"Ha ha ha biarin donk…"
"Huuuuuu…."
"Ha ha ha….."
THE END!!!

Random Posts

  • Cintaku Terselip Di Bola Matamu

    Cintaku Terselip Di Bola Matamu Oleh: Neng Lilis Suryani – Pagi yang tak pernah kumiliki,, karna hanya Tuhan yang memilikinya dia yang menciptakannya. Tapi alangkah besar nikmat tuhan untukku, dengan udara yang menyapa manja, burung yang menyanyi dengan nada do, re, mi, jhahaha.. . Aku senang akan hidupku, aku punya sebuah dunia yang tak semua orang memilikinya, yang tak semuanya terasa nikmat bila di jalani sendiri. Tapi terkadang aku benci kehidupan ini, kehidupan yang hanya bertepuk sebelah tangan bila di angan-angankan, aku melihat dengan merasa, lewat tanda-tanda bahwa aku bisa melakukannya, ini keberuntunganku. Meski aku terundung dunia yang gelap, dan senyap tapi hatiku tidak pernah buta, hatiku bisa merasakan hadirnya kehangatan cinta, untuk siapapun itu.Kini 23 th usiaku. Dan dalam dua tahun sebelumnya aku telah mengagumi lelaki yang tak kusadari bahwa ia hanya sebuah angan untuk di miliki, mendampingi dan menjadi imam dalam keluarga yang ingin kumiliki kelak, panggil Ia Lutfhi,, atau uf,, lebih dekatnya.Tapi kehidupan yang kita inginkan selalu tak sejalan, kesenjangan antara keinginan dan kenyataan di situlah terselip masalah. Masalah yang ku rasa terkadang membuat kegalauan yang teramat sangat menyiksa, apalagi yang bersangkut-paut dengan CINTA.Ini terjadi saat aku dan Lutfhi duduk bersama di taman rumahnya, saat itu Lutfhi masih sama sepertiku saat ini..,,, buta,," Kalau saja aku bisa melihat aku ingin segera meminang seorang gadis yang sangat ku sayangi" ujarnya dengan wajah yang sayu." Siapakah perempuan itu?" tanyaku, yang ku harapkan akulah orangnya." Nanti kau juga tahu, aku ingin di saat aku melihat nanti aku ingin dialah orang pertama yang kulihat"Tuhan siapa perempuan yang di katakannya? Aku sangat ingin akulah yang di maksudnya" Ayolah Uf aku penasaran nih"" Aku hanya ingin memberitahumu setelah aku bisa melihat"" Tapi sampai kapan?"" Jadi kamu ragu kalu aku akan bisa melihat dengan cepat?"" Bukan begitu, tapi,,,"" Sudah lah,,, aku tetap pada pendirianku, yang jelas jika aku melihat aku akan mengajaknya menaiki perahu pesiar yang akan kami nikmati berdua, menikmati angin laut, saat itu ia kedinginan dan aku akan memeluknya, romantis bukan?'Semalaman aku memikirkannya, hingga aku sampai pada sebuah keputusan yang menjadikan perdebatan sengit diantara aku dan keluargaku, tapi aku tetap melakukannya. Dan tidak ada yang bisa menggoyahkannya. titik.Aku benci hari ini, pengorbananku jatuh pada hari ini, demi Lutfhi, dia benar-benar meminag perempuan idamannya. Hari ini akad nikahnya, aku tak tahu aku kuat atau tidak jika mendengar suara mu Uf, mendengarmu mengucapkan nama perempuan lain yang tak lain adalah sepupuku sendiri Melani, aku tak tahu kamu selama ini diam-diam menyimpan perasaan untuknya, aku memakai kebaya merah, warna kesukaan aku dan Lutfhi saat dia masih berkhayal tentang warna merah yang menyemangatinya karena didalam mimipinya ia bertemu dengan perempuan berbaju merah.Aku tidak akan datang aku hanya menitipkan sebuah surat untuk lutfhi kepada ibuku, Ibu memelukku erat menitikkan airmata bahagia aku anak yang rela berkorban demi orang lain hanya karena cinta, namun cinta itu berpaling karena tak menyadarinya.Di dalam kamar ku ambil air wudhu, aku mengadu, dan dalam sela-sela doaku, kurasa inilah babak akhir aku mencintai Lutfhi. Aku merasa airmataku bercucuran menahan kisah cinta yang tak menjadi nyata, aku rindu padamu Ya Allah, berikanlah kebahagiaan untuk Lutfhi bersama istrinya, berikanlah ia keturunan yang mampu mengangkat derajatnya, aku mencintai Lutfhi karena Mu ya Allah. Dalam sisa airmata, cinta dan doaku, aku mendengar pintu kamarku di dobrak, lalu ia datang dengan beberapa orang di belakngnya, aku bisa merasakan bajunya, aku yakin ia memakai baju pengantin, aku bisa menciun bau farfumnya. Ia Lutfhi. Saat aku lemah dalam perjuangan hidup dan mati aku merasakan ia memelukku erat, sangat erat aku merasakan dinginnya airmata Lutfhi yang menetes di pipiku, mungkin airmataku dan air matanya telah menyatu. Dengan mukena yang masih membungkus tubuhku, ia meminta maaf padaku, lalu aku tahu ia menjalankan ijab qobul itu, hatiku menjerit meronta,, aku tidak mau mendengarnya aku ingin pulang dengan tenang.Tapi itu namaku yang ia sebut,, ia menikahiku dengan maskawin dua kalimah syahadat, apa ini? Aku benar-benar menikah dengannya.Aku tak sanggup untuk bertahan lama aku puas karena aku telah dinikahinya karena cinta, meski aku yakin aku yang kedua. Tapi aku bahagia karena ia yang pertama dan terakhir dalam hidupku, Dalam pelukannya aku di tuntun izrail untuk kembali kerumahku, SurgaMu ya Allah. Sebelum itu aku mendengar tangisan beberapa orang di sekelilingku dan kecupan Mas lutfhi dikeningku, aku pulang dengan Bahagia.Didalam surat tertulisuntuk LutfhiUf bagaimana pernikahanmu? lancarkah? semoga Allah melancarkannya hingga kau menyusulku,O iya semoga perjalanan Di kapal pesiar bersama istrimu menyenangkan,Tahukah kamu Aku sangat berharap akulah perempuan pertama yang akan kau lihat, aku berharap bisa duduk di pelaminan bersamamu, lalu kita akan menikmati perahu pesiar kita dengan Angin lautnya , Aku berharap akulah yang kedinginan dan kau peluk mesra,aku rasa aku terlalu banyak berharap,tak apa toh aku masih bisa melihatmu, melihat keturunanmu, kebahagiaanmu, dan suasana laut dari kapal pesiar, bahkan aku lah yang tahu kamu dan perasaanmu ketimbang istri dan anak-anakmu karna Cintaku terselip Di Bola Matamu, dan aku ikhlas akan itu'. seminggu sebelum itu aku menitipkannya untukmuSemoga Allah menjadikanmu keluarga Yang Sakinah Mawadah Dan Warahmah…aku tetap menunggumusalam sayangKarunia Silmi Asihsekian yah,,, terimakasih,,Namaku Neng Lilis SuryaniAku sekolah Di SMA N 1 Cianjurfb: Neng Lilis Suryanitwitter: @laelyz surya

  • Akhir Kisah Kita

    Akhir Kisah KitaOleh: Sania DewantiPagi ini matahari baru muncul dari ufuk Timur. Kaca jendela rumahku masih basah oleh embun, suasana dingin menyergapku sampai menusuk tulang. Pagi ini rasanya malas sekali keluar dari tempat tidurku dan pergi ke sekolah. Kalau tidak dibangun paksa ibu,aku pasti bakalan kebablasan bangun sampai siang. Seperti biasanya ayah mengantarku ke SMA 123 yang cukup terkenal di Bandung. Sesampainya di gerbang cepat-cepat aku berlari menuju kelas. Aku mengumpat “Huh,masih harus naik 2 anak tangga lagi,bakalan terlambat nih!”. Sesampainya di pintu kelas,ternyata bu Murni sudah mengabsen muridnya dari tadi. Bu Murni yang melihatku diluar kelas langsung menutup pintu dan tidak memperbolehkanku masuk. Dengan langkah lunglai aku duduk di bangku depan kelasku dan menunggu sampai pelajaran Biology selesai. “Aduh,sial banget sih aku hari ini!Harusnya tadi gak usah pake acara sarapan dulu dirumah”,aku memaki diriku sendiri.Tak lama kemudian dari kejauhan aku melihat seorang anak laki” berlari lari. Kutajamkan penglihatanku. “Astaga! Itu kan Kemal! Jadi dia telat juga”,teriakku. Kemal adalah teman yang paling pintar dikelasku. Dia itu orangnya nyebelin sekaligus cowok yang kusukai semenjak aku duduk didepannya. Sekarang dia udah berada di depanku. “Bu Murni udah masuk kelas ya?” tanyanya dingin. Aku mengangguk. “Dasar! Mau nanya aja sikapnya udah angkuh begitu”pikirku dalam hati. Dia pun duduk di bangku sebelahku dan menunggu sampai bel pelajaran pertama usai. 10 menit kami diam tanpa bicara. Akhirnya aku ngajak dia ngobrol,sekaligus nanya soal mtk. Dia kan emang paling jago mtk dikelasku. “Eh,kamu udah ngerjain tugas Mtk belum?Boleh nanya gak?”tanyaku. “Sudah, lo mau nanya?Sorry ya gue lagi sibuk!” katanya masih bernada dingin. Aku jadi diam. “Huh,sibuk apanya?!Dari tadi juga main hp. Bilang aja gak mau bantuin.”kataku dalam hati. Kami masih duduk sampai bel pelajaran pertama usai.Kriiiiiiiiiiiing. Bu Marni pun keluar dari kelas. Aku dan Kemal segera masuk dan duduk ditempat duduk kami. Saat pelajaran Mtk pun di juga nyebelin setengah mati.”Sssst,Kemal. Tunjukkin rumus yang nomor 2 dong”,kataku sambil memohon. “Nomor 2? Masa nomor 2 aja lo gak tau sih.Pasti lo gak merhatiin guru nerangin tadi ya?Lo cari aja di buku!Salah lo sendiri gak merhatiin”,bukannya ngasih tau,dia malah marah-marah.Aku udah kesel banget. Sampai saat bel jam pulang pun aku masih kesal dengan Kemal. Saat jalan kaki menuju rumahku,aku marah” gak jelas. “Ih,salah apa sih aku sama Kemal!Kok dia jahat amat sih.Aku doa’in dia dapat musibah”,kutukku. Eh,gak taunya malah aku yang jatuh. Gara gara marah marah aku sampai gak ngeliat parit yang cukup dalam didepanku. Duh!Rasanya sakit banget.Gak kuat berdiri. Mana gak ada orang lagi buat dimintai tolong. “Heh!Mau berapa lama lo diem disitu”,kulihat arah sura itu berasal.Ternyata……Kemal! “Bisa berdiri gak?”,tanyanya. Berusaha kugerakkan kakiku,rasanya sakit sekali.Ternyata dia mengerti keadaanku langsung memapah tubuhku dan menggendongku ke belakang. Aku kaget,baru kali ini aku digendong,sama cowok pula!Dan cowok yang kusukai lagi. Mimpi apa aku semalam,meskipun dia nyebelin,tapi gak pernah ngurangi rasa sukaku dengannya.Aku jadi tersenyum sendiri. “Eh,rumah lo dimana sih? Dideket sini ya?,tannyanya. “Iya,diperumahan sana belok kiri,terus dipertigaan belok kanan.Nyampe deh”,ujarku. “Oh,terus kenapa lo bisa jatoh tadi?dasar bego!”katanya. “Gak kok,tadi cuma kepeleset aja”kataku berbohong.Gak mungkinkan aku jawab kalo aku jatuh karena mikirin dia. “Kemal,aku mau nanya,kok kamu sentimen sih sama aku tadi di sekolah. Aku kan cuma nannya baik baik,jawabnya malah ketus begitu. Kan kita bisa jadi temen”kataku. “Soal yang itu gue minta maaf deh.Abis lo sih!Gue tu lagi serius ngerjain soal malah lo ganggu”katanya “Serius nih?Berarti kita udah temenan kan?”ujarku berseri seri. “Terserah apa kata lo deh. Nih udah nyampe.Badan lo kecil tapi beratnya minta ampun”. Aku pun nyengir dan cuma bilang makasih dengannya. Dengan jalan terpincang pincang aku masuk kerumah. Hari ini seneng banget!Semenjak kejadian itu sikap Kemal kepadaku berubah.Kami jadi akrab.Main bareng bareng,jajan bareng bareng,belajar bareng bareng,tidurpun bareng bareng(haha,gak mungkin lah). Tapi semenjak sebulan terakhir,Kemal menghindariku dan gak mau main denganku. Sampai suatu hari aku melihatnya bergandengan tangan dengan seorang cewek berkulit putih dan cantik didepan gereja seusai dia berdo’a. Hatiku saat itu remuk. Malamnya aku berdoa, “Ya Allah,salahkah bila aku tulus mencintainya? Aku tau kami berbeda keyakinan. Tapi aku tak bisa bohong kalau selama ini rasa sayang ini semakin bertambah. Aku mencintainya hanya karenaMu ya Allah. Jikalau kami berjodoh nanti,maka dekatkanlah kami”,aku berdo’a khusyuk sekali. Seminggu berlalu Kemal tidak masuk sekolah.Kudengar kalau dia masuk rumah sakit. Sorenya langsung ketumui dia di rumah sakit. Aku terkejut melihat kepalanya yang sedikit botak “Kemal,kamu kok sebulan ini ngehindari aku sih?Terus kok bisa dirawat dirumah sakit?Sakit apa?”,tanyaku cemas.Kemudian dia memegang tanganku.Aku kaget,tapi tidak kutolak tangannya memegang tanganku. “La,gue pengen ngomong jujur ke elo.Sebenarnya gue ngehindarin lo biar bisa ngilangin perasaan suka gue ke elo.Gue sayang sama elo!”. Aku kaget bukan main.Jantungku berdegup kencang.Kemal?Suka sama aku? Impossible! “Ah,kamu.Jangan bercanda?Udah sakit masih sempat sempatnya bercanda”,kataku masih tak percaya. “Gak,gue gak sedang bercanda.Gue suka sama elo La. Gue ngehindari lo karena kita berbeda keyakinan.Dan gue tau itu salah.Tapi gue gak bisa bohong dan nutupi rasa sayang gue ke elo. Dan juga sekarang gue kena penyakit Kanker otak semenjak gue sd. Gue gak mau nyusahin elo karena penyakit gue ini”katanya. Apa!Kemal kena kanker? Rasanya aku ingin sekali menangis. “Mal,aku tau kita gak seiman.Aku meyakini Allah S.W.T sebagai Tuhanku dan kamu meyakini Isa Al-Masih sebagai Tuhanmu.Tapi hendaknya jikalau kita berjodoh,Tuhan gak bakalan misahain kita dengan penyakitmu ini”,kataku sesegukan. “La,udah jangan nangis.Gue gak suka liat lo nangis.”katanya sembari ngusapin air mataku. “Makanya jangan buat aku nangis dong,kamu harus kuat.Kemal yang kukenal adalah cowok yang kuat dan gak pernah mau kalah”,kataku berusaha tersenyum. “La,kamu mau gak nurutun permintaan ku. Satuuuu aja”,pintanya. Aku mengangguk,ini kali pertamanya di bicara menggunakan aku-kamu. “Tolong kamu ajari aku sholat,aku tau kita pasti bisa bersama jika kita satu keyakinan. Sekarang umurku udah 18 tahun.Aku berhak menentukan jalan hidupku sendiri.Mama Papa pasti ngijinin aku masuk Islam.Dan aku mencintaimu hanya karena Allah”katanya lemah. Aku terkejut karena disaat keadaannya seperti itu dia malah minta diajarin sholat dan ingin masuk islam. Aku pun membantunya berdiri dan membantunya berwudhu. Lalu mengajarinya sholat. Setelah itu sayup sayup kudengar dia mengucapkan “asyhadu an-laa ilaaha illallaa, wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah”. Aku kaget bukan main.Ternyata dia hafal 2 kalimat syahadat tanpa kuketahui sebelumnya. Dan disaat itu pula nafasnya berhenti dan meninggalkanku selamanya. Aku menangis sejadi jadinya. Tapi aku tau,ini sudah takdir Allah. Aku tak boleh menyesalinya. Kemal….adalah cowok pertama yang mengenalkanku apa artinya cinta dan kasih sayang dan kewajibanku sebagai seorang MuslimTAMATNama: Sania DewantiAlamat E-mail: setan.cantik@rocketmail.comFB: Sania Dewanti

  • Cerpen Remaja Kala Cinta Menyapa ~ 11

    Jejak hidupku adalah untain kata yang tersemat di blog. Yang kurangkai semauku untuk mengisi waktu luang. Hanya untuk menunjukan bahwa aku pernah ada.So, For All. Aku harap kalian juga melakukan hal yang sama. Tinggalkan lah jejaknya supaya aku juga tau, kalau "reader" itu beneran ada. Untuk part sebelumnya silahkan baca "-} Cerpen remaja kala cinta menyapa Part 10Dengan langkah lunglai Rani berlalu dari hadapan Erwin dan Syintia. Angannya melayang ke masa – masa yang telah lalu. Akan kedekatannya dan Erwin . Tanpa sadar di helanya nafas berat. Rasa sesak melingkupi hatinya saat dengan berat hati ia harus mengakui kalau ia benar – benar telah jatuh cinta pada cowok itu.sebagian

  • Cerpen benci jadi cinta Vanessa VS Ferly ~ 02

    Biar nggak bingung sama ceritanya, mendingan baca part sebelumnya di cerpen benci jadi cinta part 1. Happy reading ya…Credit Gambar : Ana MeryaCredit Cerpen kiriman : Mia Mulyani.Begitu bel istirahat dimulai Vanessa langsung menuju taman belakang sekolah, dengan buku ditangan, rencana mau baca kumpulan cerpen di bawah pohon jambu tempat favoritnya, kebetulan suasana disana nyaman..Begitu tiba dibawah pohon i kaget dan perut juga langsung mual mau muntah karna disana ada bangkai ayam yang udah busuk, hiii…, kontan saja langsung membalikkan badan siap mau pergi, tapi ternyata ada Galang, Rafa, dan seorang yang nggax ia kenal, tapi ngomong-ngomong Radit mana ya? Kok nggax ada, bukannya biasanya mereka selalu bareng?. Tapi bodo’ ah. Nggax ada urusannya juga ??. tapi yang bikin kaget kok Mereka terus menghalangi langkah vanesa ya?.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*