Cerpen King Vs Queen Part Ending

HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!, Cape. Turun dari rumah jam lapan pagi Pukul 21:38 Baru nyampe rumah. Astaga….. #Backsound lagu Wali "Yang penting halal". ^_^
Begitu pulang langsung nyalain lepi n Tara….. Wifi Gak bisa conect #Gubrak.
N then, Ehem Keluarin "Galaxy", Searching ke google bentar. Tau deh apa yang di ping – ping, Pokoknya ikutin instruksi. N hasilnya. Alhamdulilah, Akhirnya bisa conect juga.
So, Oke deh kalau begitu, Sesuai janji Lanjutan Cerpen King Vs Queen part 10 aka ending di posting. Yang merasa nunggu, monggo langsung di baca.

Credit Gambar : Ana Merya
"Niken… bagaimana ke adaan kakak mu nak?" tanya mamanya yang baru tiba di rumah sakit, Niken langsung berdiri menghampiri mamanya.
"Niken nggax tau ma, dokter lagi memeriksanya. maafin Niken ya maa, Niken nggax bisa bantuin kak Nino saat kak Nino lagi butuh pertolongan Niken…" kata Niken dengan sedih.
"Tapi loe kan udah banyak membantunya ken" kata Gilang dari samping.
"Tapi tetap saja kakak gue terluka kan, itu berarti gue nggax bener-bener membantunya" balas Niken.
"sudah lah nak, ini bukan salahmu. mungkin kita lagi di uji aja. semoga aja kakak mu tidak apa-apa. mama yakin kamu udah berusaha sekuat tenaga kamu untuk membantu kakak mu…" kata mamanya sambil memeluk Niken, tak lama setelahnya dokter keluar.
"Bagaimana keadaan Nino dok?" tanya Gilang dan berjalan menuju dokter, begitu juga yang lain.
"Alhamdulillah, dia baik-baik saja. cuma luka memar di punggungnya, tapi bakal sembuh kok,… di biarkan istirahat beberapa hari saja, pasti bakal balik seperti semua" jawab dokter.
"Syukurlah…" jawab yang lain lega mendengar penjelasan dokter.
"Apa kita bisa melihatnya sekarang dok?" tanya Niken.
"0h, ya silahkan… tapi jangan terlalu mengganggunya, dan jangan berisik. dia harus banyak istirahat" saran dokter.
"ia dok, baiklah… terima kasih…" jawab Niken dan masuk ke kamar Nino di ikuti oleh mama dan temen-temennya yang lain "Kak Nino…" sapa Niken begitu tiba di samping Nino yang masih terbaring, Nino tersenyum.
"Niken… mama… hei…" sapa Nino ke arah yang lain.
"Bagaimana ke adaan kamu nak?" tanya mamanya.
"Nino nggax apa-apa kok ma, cuma sakit sedikit di sekitar punggung" jawab Nino ke arah mamanya.
"Kalau yang lain? nggax ada yang sakit kan kak?" tanya Niken.
"Nggak ken, kamu tenang aja. kakak itu orangya kan kuat. jadi pasti nggax apa-apa… Vin, trims ea, loe udah jagain adek gue…" kata Nino ke arah Gilang.
"biasa aja kali, lagian itu udah tugas gue … menjaga Niken. karena dia kan orang yang terpenting buat gue" jawab Gilang, yang lain langsung menatapnya heran termasuk Niken "maksud gue orang yang terpenting buat loe… gitu… gue salah ngomong tadi" ralat Gilang.
"0wh, ia… tapi gue juga tetap harus ngucapin makasih sama loe…" kata Nino ke arah Gilang, Gilang hanya menangguk tersenyum. tiba-tiba ada yang membuka pintu, semua menoleh.
"Niken… gue denger kakak loe masuk rumah sakit, gimana ke adaannya? parah nggax???" tanya Olive yang baru datang bersama seorang cowok yang tidak asing lagi di mata Niken karena dia adalah,… Dimas?!
"Olive… loe, kok bisa bareng sama dimas sih?" tanya Niken bingung.
"dia jodoh gue… dan ramalan itu bener…" bisik Olive ke arah Niken. yang lain bingung.
"Oh yea? seriuz loe?" tanya Niken nggax percaya dan menatap dimas, yang tersenyum ke arahnya. Olive tersenyum membenarkan "Waw, nggax nyangka banget" lanjutnya.
"Ada apa sih?" tanya Nino penasaran begitu juga yang lain.
"Top secret" jawab Niken dan Olive berbarengan dan ber high five.
"ada-ada aja…" balas mamanya Niken sambil tersenyum.
"Eh. tapi, kak putra ngapain di sini??" tanya Olive bingung ke arah Gilang, yang laen kaget.
"kakak kan temennya kakaknya Niken" jawab Gilang.
"0h yea??? kok bisa kebetulan banget sih, jadi kakak temennya kak Nino, kok kakak nggax ada ngasi tau Olive sih?" tanya Olive.
"yaaa abis loe nggax nanya, lagian mana kakak tau kalau loe kenal sama Nino dan Niken" jawab Gilang santai.
"0oo, wah nggax nyangka yaaa…" kata Olive sambil tersenyum.
"Eh, tunggu-tunggu-tunggu deh, loe bilang dia siapa???" tanya Niken ke arah Olive sambil menunjuk Gilang "kak putra?!" tanyanya kaget.
"Ia, dia kak putra. sepupu gue yang gue ceritain itu, inget?" tanya Olive ke arah Niken yang masih nggax percaya.
"Tapi dia… loe tau nggax siapa??" tanya Niken "Gilang" lanjutnya sambil berbisik ke arah Olive yang jelas langsung kaget.
"Seriuz loe?!" tanya Olive. Niken mengangguk "Cowok yang nabrak loe itu???" tanya Olive lagi, Niken kembali menangguk "Yang katanya sangat nyebelin itu???!!!"
"Iya Olive…." jawab Niken, tentu saja Gilang yang mendengarnya jadi kaget.
"What?! nabrak and nyebelin??!!!" Gilang nggax percaya.
"E itu…" Niken jadi gugup.
"Loe cerita apa aja tentang keburukan gue ke sepupu gue sendiri ha?!" tanya Gilang ke arah Niken sebel.
"Yaaa Maaf, mana gue tau dia sepupu loe… orang dia temen gue…" balas Niken.
"Loe itu ngeselin banget sih" Gilang jadi sewot.
"kok loe marah-marah sih, itu kan kenyataan kali, loe emang yang nabrak gue and nyebelin" Niken nggax mau kalah.
"Tapi bukan berarti loe boleh ngejelek-jelekin gue sama sepupu gue sendiri juga kan???"
"yaaa kan gue udah bilang, gue nggax tau. karena setau gue, Olive bilang sepupunya itu namanya kak putra, bukan kak Gilang, jadi mana gue tau. abis loe ngapain sih ganti-ganti nama?" balas Niken.
"Loe nyalahin gue?!"
"yaaa abis siapa lagi? yang ganti-ganti nama kan elo"
"siapa juga yang ganti-ganti nama"
"ya elo lah, sebentar kak putra, sebentar kak Gilang. nggax tau deh mana yang asli" kata Niken.
"Dua-duanya asli ken" Nino yang menjawab.
"He?! dua-duanya asli gimana maksudnya??? masa' sih satu orang punya dua nama, dasar aneh"
"namanya itu sebenernya Gilang saputra. jadi bisa di panggil putra, bisa di panggil Gilang" jawab radit ikut-ikutan.
"0oo, bagus yaaa bagus, kenapa nggax di tambah sarap aja sekalian"
"kok loe jadi sewot sih ken?" tanya Olive.
"Tau tuh, yang harusnya sebel itu kan gue, karena loe udah mencoreng nama baik gue di depan sepupu gue" balas Gilang.
"Yeee itu bukan urusan gue kali, weeeek" balas Niken.
"Loe berani sama gue?! dasar cewek jadi-jadian"
"Dari pada loe cowok nggax jadi-jadi" balas Niken sebel.
"iiiih loe tuh yaaaa… Tau deh!" Gilang sebel.
"Ya udah, Whatever!!!"
"Udah, udah… kalian tuh yaaa beranteeeem aja kerjanya. sekali-kali kek akrab jadi orang, jangan berantem terus" kata Nino sambil tersenyum dan geleng-geleng melihat ulah adik dan sahabatnya.
"tapi, siapa nih cowok live?" tanya Gilang ke arah Olive sambil menunjuk dimas di samping.
"0h, dia jodoh Olive kak, eh maksud Olive, dia pacar Olive gitu. kenali namanya Dimas…" Olive memperkenalkan pacarnya.
"0wh, hei gue Gilang kakak sepupunya Olive" kata Gilang sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum
"Dimas" jawab dimas sambil menjabat tangan Gilang "E kak Gilang… Dimas mau minta maaf ya sama kak Gilang, Dimas nggax tau kalau kak Gilang ini kakak sepupunya Olive" lanjutnya.
"minta maaf? untuk???" tanya Gilang bingung.
"kakak inget saat kakak di kroyok sama beberapa preman?" tanya dimas ke arah Gilang.
"Inget. tapi, dari mana loe bisa tau???" tanya Gilang.
"jangan bilang loe yang ngelakuin itu?" kata Niken "karena gue nggax bakal pernah memaafkannya" lanjutnya.
"Maaf, tapi… sebenernya dimas tau siapa yang ngelakuin"
"Siapa?!" tanya Niken "Ayo jawab!!!" lanjutnya.
"Be… Benny, e maksud Dimas, orang-orang suruhannya benny"
"What?! kurang ajar tuh orang" kata Niken sebel "Awas ya?!" lanjutnya dan langsung pergi yang lain tentu jadi kaget.
"Niken!!!" panggil Gilang, tapi Niken udah keburu pergi.
"Eh Niken mau kemana tuh?" tanya Nino.
"kalau firasat gue bener sih dia mau kerumah benny"
"lho mau ngapain???" tanya Gilang, Olive angkat bahu "wah ini nggax beres nih, gue harus menahannya" lanjutnya dan siap mengejar Niken tapi Tina menahannya.
"king, loe mau kemana???" tanyanya.
"Loe nggax denger apa dari tadi, gue itu mau ngejar Niken"
"Tapi gue…"
"Tina, please lah ya… loe jangan gangguin gue terus" kata Gilang.
"king, apa loe nggax pernah menghargain sedikit aja prasaan gue?"
"asal loe tau aja ya, nggax ada yang lebih penting dalam hidup gue, selain mementingkan prasaan Niken, jadi loe nggax boleh halangin gue…" kata Gilang dan melepas tangannya yang di tahan tina tadi, lalu berlari keluar mengejar Niken.
"King…" kata tina dan ikut mengejar Gilang keluar.
"Maafin gue ya live, gue bener-bener nggax tau, lagian kita ngelakuin itu nggax sengaja" kata dimas.
"udah lah, nggax apa-apa. gue tau loe nggax salah. makasih karena loe udah jujur sama gue, gue bangga punya pacar seperti elo"
"mama mau ngelihat Niken juga deh" kata mamanya.
"sebaiknya nggax usah ma…" tahan Nino "Nino yakin Niken nggax mungkin melakukan hal yang tidak di ingin kan" lanjutnya.
"tapi mama khawatir sama Niken…"
"Mama tenang aja, ada Gilang. Nino percaya Gilang bisa menenangkan Niken. Hemmmm ya udah, kalian semua pasti capek, kalian boleh istirahat di rumah kalian, gue juga mau istirahat nih. 0h ea, trims ea atas bantuannya" kata Nino ke arah temen-temennya yang lain.
"Begini lah gunanya temen, kawan…" balas radit dan alan sambil tersenyum. di ikuti yang lain.
Niken mempercepat langkahnya, dan siap membuka pintu mobilnya mau pergi, tapi tiba-tiba ada yang menutupnya, kaget! Niken langsung menoleh, ternyata Gilang.
"Loe mau kemana?" tanya Gilang.
"Gue mau ngasi perhitungan sama benny, emang loe fikir mau ngapain lagi, loe nggax tau apa. gara-gara dia loe jadi di babak belur seperti kemaren" jawab Niken kesel dan siap mem buka pintu mobil tapi Gilang menahannya "loe ngapain sih, biarin gue pergi" lanjutnya, Gilang tetap diam menahan pintu mobil "oke kalau gitu gue pergi sendiri" kata Niken dan siap mau pergi Gilang langsung menahan tangannya.
"Loe mau ngapain kesana? sebaiknya nggax usah" tahan Gilang.
"Apa loe bilang??" Niken berbalik ke arah Gilang "Nggax usah? enak banget loe ngomong? loe masih belum sadar apa kalau loe luka gara-gara siapa? jadi biarin gue pergi"
"Nggax. gue nggax bakal membiarkan loe pergi"
"lepasin tangan gue" kata Niken.
"Nggax akan pernah, tangan yang udah gue genggam nggax bakal pernah gue lepas kan begitu aja, bagitu juga sama orang yang udah gue rengkuh, gue nggax bakal pernah membiarkannya pergi begitu saja dari hidup gue, loe tau. nggax akan pernah!!!" tegas Gilang.
"Maksud loe?!" Niken jadi bingung.
"Loe nggax perlu susah-susah berkorban buat gue, gue nggax perlu pembelaan loe untuk membalas perbuatan benny, gue nggax masalah kok sama itu semua. lagian itu udah lewat juga kan??? dan gue udah melupakannya, jadi nggax usah di bahas lagi" kata Gilang.
"gampang banget loe ngomong udah ngelupain? Eh, benny itu udah sungguh keterlaluan banget, dia udah berani menyalahkan elo dan menggunakan kekerasan. padahal loe sama sekali nggax salah sama dia, dan gue tau masalahnya pasti cuma karena loe ngantarin gue pulang kemaren. gue yakin banget itu" kata Niken sebel.
"Apa? karena gue ngantarin loe pulang??? jadi maksud loe… dia… cemburu gitu?!" Gilang kaget.
"Mungkin. tuh anak kan kadang-kadang sarap. jadi gue nggax mau loe terluka lagi gara-gara gue, gue mau bikin perhitungan sama dia agar dia nggax macem-macem lagi sama loe" kata Niken.
"Apa manfaatnya buat loe?"
"manfaatnya buat gue… mungkin loe nggax perlu tau"
"Kenapa? kan itu menyangkut gue juga, kenapa gue nggax boleh tau?"
"Yaa karena… karena… setiap orang itu punya rahasia, ada kalanya orang lain tidak boleh mengetahuinya" jawab Niken gugup.
"0h yea??? apa loe juga nggax bakal ngasi tau gue?" tanya Gilang sambil menatap mata Niken yang juga menatapnya, Niken terdiam. lalu mengalihkan tatapannya "kenapa loe nggax berani natap mata gue?" tanya Gilang "apa loe suka sama gue???" tanyanya lagi, Niken langsung kaget.
"Gue…"
"Apa???" tanya Gilang.
"Tentu saja tidak" jawab Niken sambil membuang pandangannya.
"0h yea??? kalau gitu, kenapa loe sepertinya marah banget saat tau benny yang melukai gue? kenapa loe sepertinya nggax suka saat tina mendekati gue? kenapa loe nggax nolak saat gue memeluk loe? dan kenapa juga loe nggax marah saat gue menggenggam tangan loe, bahkan saat sekarang???" tanya Gilang, Niken tersadar dan siap melepas tangannya. tapi Gilang mengeratkan genggamannya. "kenapa? ayo jawab???"
"Gue… gue punya banyak alasan untuk itu?"
"Banyak? apa aja? atau… gue cuma minta satu aja alasan yang pasti dan dari kejujuran loe aja?" tanya Gilang "atau biar mudah, gue tanya satu kali lagi sama loe, apa alasannya itu… karena loe suka sama gue?"
"Nggax!!" jawab Niken sambil mengalihkan pandangannya dari tatapan Gilang yang terus menatapnya.
"loe beneran nggax suka sama gue? kalau gitu kasi alasan yang masuk akal kenapa loe melakukan semua yang gue tanya tadi?" balas Gilang "dan itu semua bener kan????" lanjutnya.
"kan gue udah bilang, setiap orang punya rahasia. dan nggax semua orang boleh mengetahui rahasia kita, gue nggax ada maksa loe mengatakan hal yang sejujurnya kemaren, karena gue tau rahasia milik pribadi orang lain nggax ada yang boleh tau" balas Niken "siapapun orangnya" tegasnya.
"0ooh, jadi maksud loe, jawaban dari pertanyaan gue tadi semuanya rahasia gitu???" tanya Gilang.
"ya, semuanya rahasia"
"dan gue nggax boleh tau?"
"Nggax"
"meskipun gue orang yang sangat mencintai elo?" tanya Gilang, Niken jelas kaget mendengarnya. ini nggax mimpi kan????
"Apa loe bilang???" tanya Niken masih kaget.
"Meskipun, gue, orang, yang, sangat, mencintai, elo???" ulang Gilang.
"Loe… suka sama gue???" Niken nggax percaya.
"Apa loe nggax pernah merasakan selama ini????" tanya Gilang.
"gue…"
"jadi menurut loe, kenapa gue mau ngejemput elo meski loe sangat menyebalkan? kenapa gue nggax membalas saat loe ngerjain gue sama makanan and minuman yang rasanya aneh itu? kenapa gue diem aja saat tau loe bakal ikut camping kemaren? kenapa gue begitu aja menyetujui di kasi tanggung jawab untuk menjaga loe? kenapa gue berbaik hari memberikan elo minum saat loe merasa kehausan? kenapa gue lebih milih duduk di samping loe saat bakar jagung meski loe selalu mengusir gue? kenapa gue diam aja saat loe berusaha menjauhkan tina dari gue? kenapa gue sangat mencemaskan elo saat loe pergi gitu aja untuk mencari Nino? kenapa gue lebih milih jalan sama loe dari pada tina? kenapa gue nggax pernah melepaskan tangan loe? dan kenapa…."
"Cukup!" Niken menutup mulut Gilang "loe udah banyak banget ngomong, dan loe nggax ada memberikan gue kesempatan untuk bicara… oke, gue ngaku salah. maaf gue nggax pernah menyadari itu semua. lagian loe juga selalu bisa ngeles setiap gue tanya kan??" lanjutnya.
"Apa loe nggax bisa sedikit aja membaca prasaan gue???"
"Gue… Maaf…" kata Niken sambil menunduk.
"apa loe beneran nggax suka sama gue???" tanya Gilang.
"gue…" Niken masih menunduk.
"Ayo, tatap mata gue dan bilang kalau loe nggax suka sama gue…" kata Gilang, Niken masih menunduk gugup "ayo Niken, angkat wajah loe… tatap gue… loe yakin sama prasaan loe? ayo kasi tau gue dengan jujur, loe tatap mata gue dan bilang kalau loe nggax suka sama gue" lanjutnya, sedikit dengan sedikit Niken mengangkat wajahnya, dan menatap mata Gilang yang menatapnya tak berkedip.
"Gue…" Niken manatapnya ragu "gue nggax bisa…"
"loe pasti bisa, tatap mata gue dan jangan berkedip, bilang sejujurnya apa yang sebenernya ada di dalam hati loe, kalau loe emang nggax suka sama gue, kasi tau gue sekarang…" kata Gilang. Niken menatapnya.
"Huuuffffh, 0ke kalau itu yang loe mau dan membuat loe percaya atas prasaan gue sama loe, loe mau denger gue ngomong kan… baik, loe denger ya…" Niken menatap mata Gilang tanpa berkedip "Gue… suka sama loe" lanjutnya dan langsung memeluk Gilang. untuk sepersekian detik Gilang terdiam nggax percaya.
"Niken… loe… beneran…"
"ia, gue… sejujurnya… sangat menyukai elo…." kata Niken dalam pelukan Gilang, dengan bangga Gilang membalas pelukan Niken.
"0h akhirnya… Niken bilang suka juga sama gue… padahal tadi gue udah sedih banget saat Niken bilang nggax suka sama gue… Tuhan, terima kasih…. Niken,… gue sangat menyukai elo…" kata Gilang dalam hati.
"tunggu, apa ramalannya salah yaaa…" kata Niken dalam hati "Tapi… sebentar,… pejamkan mata dan rasakan, siapa orang yang gue suka tanpa gue sadari" lanjutnya dalam hati, tiba-tiba muncul seorang cowok yang awalnya samar, lalu jelas dan akhirnya tampak cowok itu tersenyum ke arah Niken, dan dia adalah…. Gilang!!! "Tunggu, kenapa bukan kak radit, kalau nggax salah… orang yang gue temui beberapa hari sebelumnya menggunakan baju putih dan… bertopi! Oh iya!!!" Niken melepas pelukannya.
"lho kok di lepas sih ken???" tanya Gilang kaget.
"Gue mau tanya sama loe" kata Niken.
"Apa? kan loe udah tau prasaan gue sama loe. gue itu suka sama loe… jadi peluk lagi sini…" kata avlin.
"iiih apaan sih loe, bukan itu" jawab Niken.
"Bukan?! kalau nggax apa donk???" tanya Gilang.
"saat kita pertama kali bertemu…."
"0oo loe pasti mau bilang kan, kalau gue harus minta maaf sama loe kan, ia deh gue ngalah sama loe… gue minta maaf yaaa mungkin emang gue yang salah saat itu, nah udah kan peluk gue lagi donk" kata Gilang, Niken langsung memukul lengannya "Aduh, sakit!!! kok gue di pukul sih…"
"ya abis elo, gue belum selesai ngomong juga, pake acara di potong-potong segala, mana salah lagi jawabannya" Niken jadi sebel.
"Trus apa donk????" tanya Gilang.
"Saat kita bertemu pertama kali itu… loe pake baju apa???" tanya Niken, Gilang jadi bingung.
"Baju???? e seingat gue sih, gue pake bajuuuu putih" jawab Gilang, Niken tentu jadi kaget "emang kenapa sama baju gue???"
"apa loe juga pake topi???" tanya Niken dan kali ini tersenyum.
"ya iya lah,… ada apa sih???" tanya Gilang makin bingung.
"kalau saat loe kerumah gue???" tanya Niken lagi.
"He? yang kapan yaaa???" tanya Gilang sambil mengingat-ingat.
"yang kalian datang bareng-bareng kak alan ama kak radit itu"
"0oo, yang kita fhoto-fhoto itu yaaaa… kalau nggax salah, gue pake bajuuuu…" Gilang mengingat-ingat.
"Fhoto???" Niken juga mengingat-ingat "0h iya…" lanjutnya dan mengambil hapenya lalu melihat fhoto yang di kirim kakaknya kemaren, fhoto kakaknya, Gilang, alan dan radit. Jelas Niken langsung kaget, karena saat itu Gilang juga menggunakan baju hijau, celana silver sama jaket hitam.
"ada apaan sih???" tanya Gilang bingung.
"kenapa bisa sama yaaa???" Niken mengingat-ingat lagi, karena pakai-pakaian Gilang dan radit sama "sepertinya ada yang gue lupakan… sebentar… sebentar…" Niken kembali mengingat-ingat, dan saat itu. Niken ingat begitu tiba di rumahnya Gilang membuka topinya. "0h iya topi!!!"
"Ha?!! ada apa sama topi???" tanya Gilang bingung.
"saat itu, yang menggunakan topi siapa? loe atau kak radit?"
"ya gue lah, loe nggax lihat apa kalau gue yang make topinya, aduuuh sebenernya ada apa sih ini…" Gilang makin bingung.
"0h jadi semuanya bener?! ha ha ha ternyata gue aja yang salah pengertian… bego' slama ini gue udah melihat orang yang salah… nggax taunya orang yang bener-bener di depan gue, gue cuekin" kata Niken seneng dan tersenyum.
"Ada apaan sih, loe bikin gue penasaran aja"
"nggax ada apa-apa, ini rahasia gue…"
"Ha?! rahasia lagi????"
"ia, ini rahasia gue, dan nggax ada yang boleh tau, termasuk elo tentunya…" jawab Niken sambil tersenyum
"kok curang gitu sih?"
"Dikit, aaah gue seneng banget" kata Niken dan memeluk Gilang dengan bangga. nggax nyangka ternyata selama ini dia salah mengira jodohnya itu siapa.
"Sebenernya apa sih mau loe, tadi gue cuma minta akuin prasaan loe, loe tambahin dengan meluk gue, trus loe lepasin lagi, begitu gue minta loe meluk gue, loe nggax mau. nah sekarang gue diam aja, loe yang meluk gue. sebenernya apa sih yang loe ingin kan sebenernya????"
"0h jadi loe udah nggax mau?" tanya Niken dan melepaskan pelukannya "ya udah, maaf in gue. gue nggax bakal mau lagi deh" lanjutnya.
"0h tidak bisa…" kata Gilang dan langsung memeluk Niken "loe ya udah buat gue jadi serba salah malah bilang gitu yaaa…. gue kan udah bilang orang yang udah gue rengkuh nggax bakal pernah gue lepasin lagi, jadi orang yang udah di pelukan gue nggax bakal pernah gue lepasin lagi…" lanjutnya dan mengeratkan pelukan Niken, Niken tersenyum senang.
"nggax nyangka banget, ternyata jodoh gue… orang yang slama ini gue rasa musuh gue, Tapi… ternyata nggax salah percaya sama ramalan asal nggax usah di jadiin pedoman bener-bener, mungkin ramalannya bener cuma kita aja yang salah penafsirannya… seperti gue ini, gue kira cowok itu kak radit… nggax taunya nih cowok, nggax nyangka banget" kata Niken dalam hati.
"Nah, sekarang loe udah percaya kan kalau gue itu cowok??? bukan cowok nggax jadi-jadi lagi? sikarang gue udah bener-bener jadi cowok, karena gue mau ngakuin prasaan gue yang sejujurnya sama loe…" kata Gilang.
"ia, baik lah, Niken percaya sama kak Gilang. kalau kak Gilang itu sekarang udah bener-bener jadi cowok" jawab Niken.
"loe manggil gue apa??" tanya Gilang.
"kak Gilang? bener kan??? atau mau di panggil King???" canda Niken.
"King??? boleh juga, asal Loe Queennya" jawab Gilang.
"Boleh-boleh aja sih, tapi… jangan ada v.s nya ya…???" balas Niken.
"Tentu, dari pada king v.s Queen mending king love Queen, ia nggaax?" tanya Gilang sambil tersenyum.
"Prasan lebih baikan king v.s Queen deh, kan itu udah dari sononya…"
"Trus kita harus berantem terus gitu???" tanya Gilang.
"E nggax juga…"
"jadi????"
"AyamQ????"
"Pok pok pok…. 0ops keterussan, kok jadi itu sih, seriuz donk"
"ea lah, jadinya king v.s Queen/Gilang love Niken gitu…"
"Wah keren juga"
"ia donk. Niken gitu lho…."
"wah pantang di puji…" kata Gilang sambil mengacak-acak rambut Niken.
"Ha ha ha biarin donk…"
"Huuuuuu…."
"Ha ha ha….."
THE END!!!

Random Posts

  • Cerpen Cinta: BITTERNESS BECAME HAPPINESS

    BITTERNESS BECAME HAPPINESSWritten by Bella Justice“Cerri, gimana? Kamu masih belum berani juga untuk kenalan sama dia?” tanya Krystie, Ia adalah temanku yang paling setia sekaligus cerewet dan tidak henti-hentinya mendesak aku untuk berkenalan dengan orang itu.“aku nggak berani Krys, dia nggak seperti anak laki-laki yang lainnya. Dia itu…”“misterius kan maksudnya? Aku udah bosen dengar alasan kamu itu.” sela Krystie secepat kilat. Ia mendengus kesal dan memasang wajah bete.“sudahlah Krys, lagipula aku tidak berharap lebih darinya. Aku hanya mengagumi kemisteriusannya saja, jadi, cukup bagiku untuk menyukainya tanpa harus Ia mengetahuinya.” ucapku lalu menampilkan seulas senyum manis yang dibuat-buat.Krystie yang saat itu sedang berbaring ditempat tidurku langsung bangkit dan duduk disampingku. “kau memang bodoh sekali Cerri.” Katanya.Aku tidak marah. Aku sadar bagaimana jika aku diposisi Krystie, sebagai seorang sahabat yang selalu mendengarkan curahan hatiku, Ia tentu merasa kesal karena mempunyai sahabat yang bodoh dan penakut seperti diriku. Wajar jika Krystie berkata begitu, mungkin kesabarannya dalam menghadapi sikapku sudah sampai pada puncaknya. Ini pertama kalinya aku menyukai seseorang. Pria yang sedari tadi aku dan Krystie bicarakan adalah Joe, nama panjangnya yaitu Jonathan Andrews. Joe adalah teman sekelasku saat duduk dibangku SMA kelas 10. Sejak pertama melihatnya aku langsung mengaguminya, tetapi bukan karena faktor wajah tampannya saja, namun sifatnya yang dingin dan misterius membuat aku semakin menyukainya. Sayangnya, ketika menginjak kelas 11 kami harus berpisah. Meskipun kami berada dijurusan yang sama yaitu IPA, tapi kelas kami berbeda. Namun takdir kembali mempertemukan aku dengan Joe. Dikelas 12 kami sekelas dan aku merasa sangat senang. Tetapi entahlah, walaupun sekelas, Joe dan aku juga sama sekali tidak pernah berbicara. Semua orang dikelasku sudah pernah berbicara dengannya meskipun hanya beberapa kalimat, aku juga ingin seperti mereka!***“Cerri, ini tugas Kimia milikku.” Ujar seseorang yang amat aku hafal suaranya.Aku yang tadinya sedang tertidur, meletakkan kepalaku dengan malas di atas meja sambil menutupi wajah dengan cardigan lalu seketika terbangun dan menatapnya yang berdiri tepat dihadapanku. Jonathan Andrews! Ia akhirnya berbicara dengankku!“o-oh, i-iya, terimakasih.” Kataku gelagapan.Dan tanpa aku sadari kini Krystie tengah berdiri disamping Joe. Ia mengedipkan satu matanya kearahku. “Joe, ada beberapa hal yang ingin Cerri sampaikan kepadamu. Bisakah kau bertemu dengannya seusai jam sekolah nanti di taman belakang?” oh my God! Krystie rupanya benar-benar sudah gila. Ia tidak bisa lagi menahan rasa kesalnya, d-dan berani-beraninya Ia mengatakan hal itu. Tetapi sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, lagipula, aku yakin Joe juga tidak akan mau. Ia adalah orang yang sibuk. Kesehariannya selalu diisi dengan bermain futsal bersama teman-temannya. Jadi, untuk gadis seperti aku rasanya tidak layak memohon kepada Joe agar meluangkan sedikit waktunya.“Ok.” Jawabnya singkat kemudian berlalu menuju tempat duduknya. Aku hampir tidak percaya bahwa Joe baru saja mengatakan ‘Ok.’ Ia memenuhi permintaan konyol yang dibuat oleh Krystie.“ohlala~ Cerri my bestfriend, kau sungguh beruntung! Ini berarti, Joe mungkin saja mempunyai perasaan terhadapmu!” Aku tidak mengerti maksud perkataan Krystie. Joe mungkin saja mempunyai perasaan terhadapku? Itu tidak mungkin terjadi.“apa maksudmu? Apa kau sudah gila Krys?” aku kembali meletakkan kepalaku di atas meja dan bersiap untuk tidur. Arah pembicaraan Krystie aku rasa sudah melayang ke benua Eropa. Ia semakin ngelantur.Krystie menggembrak mejaku ringan lalu berbisik. “kau tau tidak? Aku berkata seperti itu kepada Joe karena hanya ingin mengetesnya saja. Aku mendapat info, hari ini sehabis pulang sekolah Ia harus menghadiri latihan futsal dan tidak boleh sampai telat, hukumannya bagi yang telat adalah dicadangkan. Tetapi, buktinya, Joe mengiyakan untuk mendengarkan hal yang ingin kau sampaikan Cer! Jadi, aku harap kau tidak mengacaukan rencana yang sudah kubuat dengan sangat sempurna. Lakukan yang terbaik. Katakan apa isi hatimu yang sebenarnya padanya, setelah itu kalau kau malu, kau boleh menghilang dari hadapannya.”***Dengan langkah yang kaku aku terus berjalan melalu koridor sekolah menuju taman belakang sekolah. Aku benar-benar sangat gugup saat ini! Aku tidak tahu mau memulai pembicaraan dari mana. Andai saja Krystie bisa menemani aku lalu mengumpat dari belakang tembok sambil memperhatikanku, mungkin aku bisa sedikit lebih rilex. Tetapi, kenyataannya Krystie sudah pulang terlebih dahulu. Ia bilang bahwa mamanya meminta Ia membantu untuk memasak makan malam bersama dengan keluarga besarnya. So, I’m totally alone here.Murid-murid pun sudah hampir tidak kelihatan, seluruhnya sudah kembali ke rumah masing-masing. Hanya beberapa yang aku lihat masih berada di dalam kelas karena sedang mengerjakan tugas kelompok dan semacamnya. Aku semakin gemetaran. Keringat dingin mulai mengalir dari wajahku, aku sudah berada di gerbang taman belakang sekolah, aku hanya perlu membukanya untuk melihat Joe yang mungkin berada di sana.*Kriet*Itu dia Joe! Tetapi ia tidak sendiri. Aku rasa sebentar lagi pipiku akan basah dibanjiri oleh air mata. Aku sungguh tidak ingin melihat hal ini. Kenapa harus aku yang menjadi saksi? Ini benar-benar menyayat hatiku. Rasa cintaku pada Joe hancur menjadi kepingan. Bodohnya, bukannya lekas pergi tapi aku terus berdiri terpana. Benar seperti apa yang dikatakan Krystie kalau aku ini memang bodoh. Bahkan disaat Joe sedang bericuman dengan Arissa, wanita yang paling cantik disekolahku, aku tidak berkutik dan hanya mematung dengan mata terbelalak digenangi air mata.“Cerri?!” sahutnya lantang. Ah, rupanya Joe sadar bahwa aku memata-matainya. Ia melepaskan bibirnya yang terpaut dengan Arissa lalu dengan terburu-buru menghampiriku.Yang lebih menyedihkan lagi, aku bukannya lari dan menjauh dari sana karena telah mengganggu kebahagian mereka, tetapi malah terdiam tak dapat bergerak barang sesenti.“Cerri, aku ingin menjelaskan sesuatu, tolong dengarkan aku dulu.” Nada suara Joe yang memelas memasuki telingaku. Aku bisa mendengarnya dengan sangat jelas tetapi aku tidak meresponnya, aku hanya membisu di tengah kejadian yang memilukan ini.“aku menyukaimu Cerri.”Perkataan macam apa itu? aku tertawa sumbang dalam hati. Kalau kau menyukaiku, mengapa kau mencium wanita lain dengan sangat mesra? Lagi-lagi aku tidak menanggapi apa yang Joe ucapkan.Pria itu memegang kedua pundakku dan menggoncang-goncangkannya. “katakan sesuatu Cerri! Aku tau saat ini kau kecewa kepadaku, jika itu yang ada di dalam hatimu, katakanlah!” nada suara Joe semakin meninggi. Wajahnya memerah menahan kesal karena aku tidak memberikan reaksi apapun.Aku menundukkan kepalaku menghadap rerumputan. Aku menarik nafas sebanyak mungkin lalu menatapnya dan berkata. “kau bukan siapa-siapaku, untuk apa aku harus kecewa? Maaf aku mengganggu kesenanganmu. Silahkan lanjutkan.” Aku harap perkataanku cukup meyakinkan. Aku membalikan badanku dan melangkah pergi dari tempat terjadinya peristiwa yang tidak akan pernah aku lupakan.Baru 3 langkah aku berjalan, seseorang yang sudah pasti adalah Joe menghentikanku. Ia menggenggam pergelangan tanganku dengan kencang, kemudian menariknya. Seperti sedang berdansa, aku yang tadinya memunggungi pria itu seketika berputar 360°. Joe melingkarkan tanganya pada pinggangku, Ia menahan agar aku tidak terjatuh kebelakang dan berakhir dengan membenturkan kepalaku. Pose semacam ini, yang biasanya hanya aku lihat di film, yang biasanya aku bayangkan, yang selalu aku impikan, andai aku bisa merasakan hal romantis seperti itu, walau hanya sekali dalam hidupku aku ingin impianku menjadi kenyataan. Sekarang, apa yang aku harapkan sudah terjadi, dan orang yang sangat istimewa bagiku yang memperlakukan aku seperti adegan di film-film tersebut.“Arissa tiba-tiba saja datang kepadaku dan ia berkata bahwa ia akan berhenti menghalangi setiap wanita yang mendekatiku kalau aku mau menciumnya. Saat itu aku berfikir, aku melakukannya hanya untukmu Cerri. Dan Arissa adalah alasan mengapa selama ini aku tidak berani mendekatimu, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Ia bisa saja melukaimu kalau Ia tau kau menyukaiku, dan terlebih lagi aku juga menyukaimu. Ia pasti tidak akan melepaskanmu.” Jelas Joe.Jadi, selama ini semua karena Arissa? “bagi Arissa apa arti dirimu untuknya?”“bagiku Joe adalah cahaya yang menerangi gelapnya hidupku.” Sahut suara itu. Ah, Arissa masih di sana ternyata. “Aku sudah mengenalnya sejak kecil, jadi dia adalah milikku. Tidak ada yang boleh dekat dengannya selain aku.”“aku tidak pernah menyukaimu Arissa! Wanita yang ada di didalam hatiku hanya Cerri seorang!” kata Joe setengah berteriak.Aku tidak tahan dengan hal ini. Aku tidak ingin lagi terlibat. Aku ingin keluar dari lingkaran yang selama ini aku masuki. Aku melepas pertahanan Joe dan berlari menjauh dari sana.Dari kejadian itu aku sadar. Tidak semua yang aku ingini menjadi milikku. Banyak orang di luar sana yang berebut akan satu hal yang sama, dan yang lebih parah, orang yang diperebutkan tersebut tidak tau bahwa selama ini Ia telah menyakiti hati orang yang memperebutkannya karena Ia tidak berani memilih satu diantaranya. Aku mengalah, aku mundur. Aku akhirnya sadar bahwa aku selama ini tidak yakin dengan perasaanku kepadaku Joe. Jika aku benar-benar menyukainya aku pasti mempertahankannya, aku pasti tidak akan pergi dari tempat itu, berdiri di samping Joe dan memihak kepadanya.***“kau sudah puas, hah?” tanyaku menantang.Pria di depanku ini tertawa riang lalu kemudian menyeruput teh hangat dihadapannya. “aku senang kau akhirnya mau menceritakan tentang masa lalu mu Cerri. Pantas saja selama ini aku seperti merasa dinomer duakan, ternyata karena Jonathan Andrews, si cinta masa lalu kekasihku ini.”“sudahlah Pierre, jangan menggodaku terus! Itu hanya masa lalu, kau tau?” aku merapatkan mantelku dan menggosok-gosokkan kedua telapak tanganku di dekat perapian karena udara musim dingin di Paris semakin parah. Pierre pun ikut-ikutan melakukan hal yang sama sepertiku.Pria bermata hijau pudar itu tiba-tiba menggapai tanganku dan menggenggamnya, Ia menatap lurus mataku. “lihatlah aku seorang. Jangan menoleh ke belakang, ke kiri, atau ke kanan. Aku akan selalu berada disisimu. Cerri, ingatlah kata-kataku, kau hanya akan memandang ke depan bersamaku.” Lalu Pierre menarikku masuk kedalam pelukannya. Ia mendekapku erat dan membelai lembut rambutku.Aku tersenyum, mengela nafas dalam rangkulan hangat Pierre. “kau tidak perlu khawatir. Semua yang aku ceritakan hanya tinggal kenangan. Dari awal aku hanya melihat kearahmu. Aku tidak pernah menoleh ke belakang atau kemana pun karena aku tidak hidup di masa lalu, tetapi aku hidup di masa depan, dan masa depanku adalah dirimu.”“merci beaucoup mon amour, Je t’aime.” Pierre melayangkan sebuah kecupan dibibirku dan malam itu aku sepenuhnya sadar bahwa memang seperti ini jalan hidupku. Terasa getir di awal, tetapi manis di akhir.THE ENDWritten by Bella JusticeTwitter : @bellajusticeeFreshman of English Literature who loves learning languages. Hope you all like it!

  • GARA-GARA SI BENDA BUNDAR

    GARA-GARA SI BENDA BUNDARoleh: Putria. Pebriana. Sitanggang Cuaca cerah dan sejuk menyelimuti Kota Tambun tepatnya di GOR Tambun. Nabila dan teman-teman seteamnya sedang menunggu waktu pertandingan mereka. Nabila atau biasa dipanggil Bela adalah seorang atlet basket disekolahnya. Dia dikenal sebagai gadis yang baik, ceria dan bertanggung jawab. Maka, tak heran dia diberi kepercayaan menjadi wakil kapten di klub kesayangannya yaitu “DWI WARNA”. Memang bukan pertama kalinya team tersebut mengikuti perlombaan Libala Cup. Sudah dua kali Nabila mengikuti pertandingan tersebut. Tahun lalu Bela dan teman-teman seteamnya mendapatkan juara ke-1 di Libala.Saat sedang bermain passing-passingan bola, tak sengaja temannya melempar jauh bola itu. Dan mau tidak mau Bela mengambilnya, ternyata bola tersebut terjatuh didepan seorang cowok berwajah tampan, berpostur tinggi. Ia adalah Reigy pemain basket dari klub “GALAXI”, Reigy seorang cowok jutek namun humoris. Ia pun memberikan bola tersebut kepada Bela.“Nih bolanya” sambil memberikan bola kearah Bela.“Terima kasih ya, udah ngambilkan bola ini.” Sambil mengambil bola tersebut.“Iya sama-sama, lo dari klub mana?” Tanya Reigy.“gw dari klub DWI WARNA, kalau lo?” tutur Bela.“Oh, gw sih dari klub GALAXI, lo udah tanding? Ucap Reigy.“Udah kok, tadi pertandingan pertama.” Sambil tersenyum.“oh, terus menang ya, hmm kalo gw sih nanti pertandingan terakhir.” Ungkap Reigy.“iya team gw menang, wah semangat ya moga menang. Hmm yaudah gw pergi ya thank loh atas semuannya.” sambil melambaikan tangan.“makasih loh sportnya, iya sama sama.”tersenyumlah Reigy seketika.Cowok itu seperti merasakan hal yang berbeda saat bertemu dengan Bela. Ternyata ia jatuh cinta terhadap Bela, begitu pun sebaliknya. Tanpa disadari mereka memikirkan satu sama lain, Reigy ingin sekali meminta nomor hp Bela namun dia tidak berani memintanya. Waktu pun menunjukkan pukul 16.33 sore, saat itulah team “GALAXI” akan bertanding melawan team “STAR”. Bela yang mendukung team “GALAXI” di tribun penonton, selalu tersenyum jika memandang Reigy. Cowok itu membuat Bela tak henti-hentinya memikirkan wajahnya. Sambil bersorak sorak, Bela mendukung Reigy. Akhirnya team “GALAXI” menuaikan kemenangan dengan skor 45-32. Team “GALAXI” dan “DWI WARNA” mendapatkan juara pertama di tournament LIBALA tersebut.Saat upacara penutupan dan pemberian hadiah bagi para pemenang, Reigy dan Bela pun menjadi perwakilan dari setiap klub. Hati Bela sangat senang saat bersampingan dengan cowok tersebut. Tak disangka, mereka berphoto bersama saat pemberian Piala penghargaan itu. Reigy pun merasa senang dapat berdekatan dan tersenyum bersama kala itu. Selesailah upacara penutupan tournament LIBALA. Para peserta tournament itu pun telah meninggalkan Gor itu. Reigy yang mencari Bela dikerumunan orang sangat khawatir bila tidak menemukan cewek itu. Namun, saat ia berdiri dan memandangi satu persatu orang orang didepannya tiba tiba ada seorang gadis menepuk punggungnya. Ternyata gadis itu adalah Bela.“Hai, ngapain lo disini oiya dari tadi kita belum kenalan gw Nabila panggil aja Bela.” Sambil mengulurkan tangannya.“hmm iya gw Reigy.”sambil berjabat tangan dengan Bela.“oh iya, lo mau pulang ya yah kita gak bisa ketemu lagi deh.”“iya, haha iya yah, hmm gw boleh minta nomor hp lo gak?" Tutur Reigy.“oh boleh kok nih number gw.”sambil mengucapkan nomor handphonenya.“terima kasih ya, oiya lo pulang kemana?” Tanya Reigy.“sama sama, gw pulang ke Cikarang Utara gy, kalo lo pulang kemana?” Ucap Bela.“hah? Cikarang Utara looh kita searah dong, emangnya lo tinggal dimana?” Tanya Reigy.“hah masa? Wah dunia sempit banget ya, haha gw tinggal di dekat Perum Kebon Kopi, kalau lo tinggal dimana?” ungkap Bela.“wah wah dekat dengan gw dong, gw tinggal di Perum Puri Cikarang Hijau.”Jawab Reigy.“haha,, kok bisa gitu ya, apakah takdir?”“jika ini suatu takdir, wah bersyukur banget gw, oh ya lo pulang sama siapa?”Tanya Reigy.“haha,, gw juga, sama…” omongan Bela pun terputus saat bunyi klakson mobil.“tinn.. tinn. Tiinnnn”“eh itu bokap gw, yaudah gw pergi ya, bye.” sambil melambaikan tangan.“bye juga , hati hati ya Bel.” Sambil tersenyum.Hari demi hari pun terlewati, Bela dan Reigy menjadi sangat dekat semenjak tournament LIBALA tersebut. Mereka sering smsan ataupun telfonan, bahkan sering pergi jalan bersama. Reigy yang merasa sangat menyayangi Bela pun mengatakan isi hatinya kepada Bela saat berjalan jalan di sebuah taman.“Bel,, gw boleh ngomong sesuatu tidak?” Tanya Reigy.“lo mau ngomong apa gy? Silahkan ngomong aja.” Jawab Bela.“Sebenarnya gw suka sama lo saat pertama kita ketemu, gw baru bisa jujur sekarang selama ini gw coba memberanikan diri tapi saat inilah gw baru berani mengatakannya.”“hah” Bela pun terdiam sejenak.“kenapa, lo gak suka ya sama gw? Yaudah gakpapa kok kita bisa berteman kaya dulu lagi kan ?”“bukan itu, tapi sebenarnya gw juga suka sama lo hanya saja gw belum percaya lo mengatakan itu sama gw.” Ucap Bela.“yang bener berarti lo mau jadi pacar gw Bel?” Tanya Reigy.“iya gw mau gy.” sambil tersenyum.Akhirnya Reigy dan Bela pun berpacaran menjalani kisah cinta di masa remajanya.——————-SELESAI——————–Pengarang : Putria. Pebriana. SitanggangTTL : Tangerang, 16 Februari 1997Tempat Tinggal : Kebon Kopi, rt 04 rw 06 kec cikarang utara kab bekasi prov jawa baratSekolah : SMP Negeri 3 Cikarang UtaraFacebook : Febriana Alineal Sichii ImotoosanTwitter : @Put_putstang

  • Cerita Nggak Nyambung ‘Cilela Sendal Jepit

    Alkisah, pada zaman sekarang di tahun 2012 terdapatlah sebuah kerajaan bernama Kerajaan Antah Berantah. Dimana kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang Raja yang sangat adil dan bijaksana. Diceritakan Raja tersebut memiliki 3 orang putra mahkota. Yang pertama, pangeran Romero yang telah menikah dengan Putri Juliyati. Yang kedua Pangeran Romo yang telah menikan dengan Dewi Siti. Sementara yang terakhir, Pangeran Sapaajaboyeh yang telah menikah dengan…. .Eh? Ehem, maksutnya belum menikah.Pada suatu hari, sang Raja mengundang seluruh rakyatnya untuk berkumpul di pelataran istana karena akan memberikan pengumuman yang sangat penting terkait dengan masalah putra bungsunya yang konon sedang jatuh cinta. Maka berkumpullah rakyat dengan berbondong – bondong.Cilela Sendal Jepit"Baiklah rakyat ku sekalian. Hari ini aku mengumpulkan kalian semua karena putra bungsu ku, Pangeran Sapaajaboyeh sedang jatuh cinta pada salah seorang diantara kalian yang telah menyelamatkannya saat jatuh tersungkur kedalam sumur ketika sedang berjalan – jalan kemaren. Tapi untung lah ada yang menyelamatkannya. Dan sebelum ia beneran pingsan ia sempat melihat kalau yang menolongnya adalah seorang wanita muda. Tapi begitu ia sadar, wanita itu sudah tidak ada. Namun sebelum pergi sepertinya ia telah meninggalkan sebelah sandal jepitnya," terang sang Raja, sementara sang rakyat mendengarkan dengan penuh hikmat."Untuk itu, aku akan mengadakan sayembara.”Tiba – tiba ada salah seorang rakyatnya yang mengangkat tangan."Interupsi paduka Raja.”"Silahkan…" kata sang Raja yang memang sudah terkenal dengan sikap kerakyatannya dan menganut sistem Demokrasi dimana rakyatnya bebas mengeluarkan pendapat."Apakah kami semua mendapat jatah 'Snack?" tanya rakyat itu yang mau tak mau membuat kening sang Raja berkerut bingung."Apa maksutmu?" tanya Raja lagi."Begini Raja. Kami memang bukan sedang mengadakan Rapat Paripurna yang penting sehingga biasanya harus di berikan uang saku tambahan. Tapi paling tidak tetap saja saat ini kami sedang berdiri 'Rapat – rapat'. Jadi tidak ada salahnya kan jika kiranya paduka berkenan memberikan kami sedikit snack."Sang Raja mengangguk – angguk mendengarnya. Setelah perpikir beberapa saat akhirnya ia memerintahkan pengawalnya untuk memberikan snack yang di maksut."Baiklah, karena kalian sudah mendapatkan snacknya, kalau begitu sekarang kita bisa langsung melakukan sayembara bahwa seluruh warga wanita harus mencobanya. Dan jika ternyata kakinya cocok dengan sendal jepit ini maka akan langsung dinikahkan dengan sang Pangeran Sapaajaboyeh.”"Intrupsi Paduka Raja," tiba – tiba ada lagi salah seorang rakyanya yang tampak mengacungkan tangan."Silahkan.”"Apakah sayembara ini hanya berlaku untuk wanita?""Ya!" Jawab Raja tegas."Begini paduka. Istri saya, mertua saya, nenek saya dan anak saya yang baru di lahirkan kemaren sore juga wanita, apakah juga di harus kan untuk ikut?”"Oh tidak …. tidak … tidak. Saya yakin orang yang menolong saya kemaren adalah wanita muda, walau saya hanya melihat punggungnya saat mulai melangkah menjauh," Pangeran Sapaajaboyeh yang sedari tadi terdiam mendengarkan langsung angkat bicara.Sang Raja mengangguk – angguk membenarkan. "Baiklah, peraturan di rubah. Sayembara ini hanya berlaku untuk rakyat yang merasa dirinya wanita yang masih berumur antara 17 sampai 21 tahun saja. Dan diharuskan belum menikah," tambah sang raja menerangkan.Dan sebelum sayembara pencocokan sendal jepit benar – benar di langsungkan tanpak seorang rakyat yang mengacungkan tangannya lagi."Apa ada interupsi lagi?" tanya sang Raja."Sebenernya begini paduka. Mungkin ini memang tidak berhubungan sama sekali dengan sayembara yang paduka adakan. Tapi sebagai rakyat, saya benar – benar penasaran. Karena kemaren saya tidak sempat menonton berita.”"Apa maksutmu?" Tanya Raja terlihat binggung."Saya hanya ingin tau Soal keputusan Rapat Paripurna kemaren. BBM jadi naik gak si?".Gubrak…..Raja tanpak mengaruk – garuk kepalanya. Terlihat bingung akan pertanyaan yang benar – benar tidak nyambung."Sebagai negara kerajaan, yang kesehariaannya lebih sering menggunakan kuda. Apakah kenaikan BBM berpengaruh dengan kelangsungan hidupmu?" bukannya menjawab sang Raja malah balik bertanya."Eits jangan salah Paduka. Walaupun saya wong ndeso, Tapi bapak saya kalau mau pergi norget* juga pake motor. Dan Motor itu perlu BBM," ,awab sang rakyat."Memangnya bapak mu norget?" tanya sang Raja lagi."Oh maksut saya itu ibu saya paduka," sang Rakyat meralat."Jadi ibumu bisa naik motor?"."Eh… e…bukan. Sebenernya adik saya paduka," terang rakyat terlihat sedikit salah tingkah."Sejak kapan adikmu mau disuruh norget?" kejar sang raja lagi."Baiklah paduka. Sebenernya tadi saya berbohong. Yang norget itu saja," aku sang rakyat sambil menunduk malu. Sama sekali tidak berani menatap wajah rajanya. Sementara sang Raja hanya tersenyum maklum."Rakyat ku sekalian, untuk pertanyaan tentang BBM yang baru saja di pertanyakan saya tidak bisa menjawabnya karena saya bukan presiden. Tapi dugaan saya sementara melihat harga yang di jual di SPBU masih normal sepertinya itu hanya kejutan April Mop. Ya maklum lah kemaren rapatnya kan di penghujung bulan Maret,” terang Raja panjang lebar. Sementara Sang rakyat kembali mangut – mangut. Entah beneran mengerti atau memang hanya sekedar formalitas."OKE, Back to topic. Bisakah sayembara ini kita mulai.”"Siap Raja!!!".Akhirnya di mulailah acara pencocokan sendal jepit. Hari juga sudah semakin sore, snack juga sudah habis tapi ternyata masih belum ditemukan siapa gerangan sang pemilik sandal. Sampai tiba lah giliran peserta yang terakhir. Begitu melihatnya Sang Pangeran Sapaajaboyeh langsung deg deg an. Memangsi ia tidak bisa melihat seluruh wajahnya karena tertutupi oleh selendang yang ia bawa dan terlihat menyembunikan diri, Tapi begitu melihat poster tubuh serta wanginya juga tingkah lakunya yang gemulai, Pangeran langsung yakin kalau orang itu lah yang telah menyelamatkannya. Terlebih ternyata sendal jepit itu benar – benar pas dikakiknya. Perhatian semua orang segera terjurus kearah putri tersebut yang masih terlihat menunduk malu. Tangan nya juga terlihat memilin – milin ujung selendang yang ia bawa yang secara sadar atau tidak justru malah membuat Sang pangeran makin terpesona sekaligus meyakini bahwa love at first sight itu beneran ada."Apakah sendal jepit ini milikmu?" tanya tanya Raja hati – hati.Wanita itu hanya membalas dengan anggukan."Selain sendal ini yang pas di kakimu bisakah kau membuktikannya dengan cara lain?" tanya Raja lagi. Tanpa menjawab wanita itu segera mengeluarkan sesuatu dari tas yang sedari tadi tersembunyi di balik selendang. Dan ternyata itu adalah pasangan sendal jepitnya. Melihat itu hati Pangeran Sapaajaboyeh semakin berbunga – bunga."Kalau begitu, maukah kau menikah dengan putraku?".Semuanya menunggu dengan harap – harap cemas. Tapi sang wanita hanya terdiam. Sepertinya sedang berpikir – pikir. Setelah beberapa saat barulah ia mengangguk walaupun masih terlihat ragu. Sementara sang pangeran mati – matian menahan diri untuk tidak langsung berlari memeluknya."Kalau begitu sudikah kiranya dirimu memperkenalkan diri. Siapa gerangan namamu dan segala hal tengangmu.”Wanita itu segera mengangkat wajahnya. Tangannya sedikit demi sedikit melepaskan selendang yang sedari tadi menghalangi wajah mulusnya. Begitu melihat nya, Sang pangeran langsung merasa seperti kehabisan oksigen. Napasnya terasa nyesek. Wajah itu benar – benar telah memukaunya. Benar – benar sulit untuk mempercayai sosok yang kini berdiri di hadapannya."Ehem…. Kenalin sang raja. Nama eike Cilela. Jelas Aja akika mau banget kalo di jodohin Sama Pangeran. Keren Gila bo'. Pangeran lagi. ….!!!!. I lope you…….!!!" suara pertama yang keluar dari makluk jadi – jadian di hadapan Raja benar – benar mengagetkan semua orang.Dan untuk sedetik yang terasa lama, mulut Pangeran terdiam. Barulah pada detik berikutnya terdengar teriakan sekaligus ratapan yang mengemparkan seluruh jagat Raya."TIDAK!!!!!!!!!!!!!"Ending….Penulis : Ana MeryaJumlah kata : 1158 wordsDitulis pada : 03 April 2012

  • Cerpen Cinta: DI BALIK MATA INI

    Oleh: Nining Suarsini Juhry – Riana duduk di sebuah taman di depan rumahnya sambil memainkan biolanya. Nada-nada indah mengalun dengan merdu. Siapa saja yang mendengarnya pasti akan tersentuh. Meskipun buta riana termasuk perempuan yang sangat berbakat. Dia tergolong dalam orang-orang cacat yang memiliki kelebihan.Sepuluh tahun yang lalu, saat riana duduk di bangku SD, dia mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Saat itu di tengah bermain kejar-kejaran bersama teman kecilnya yang bernama satria. Pada saat yang sama satria berlari menuju kejalan raya, tanpa di sangka mobil melintas ke arahnya, riana yang melihat kejadian itu langsung berlari ke arah satria dan mencoba menariknya agar terhindar dari mobil itu. Alhasil satria terbebas dari mobil itu tetapi malah dirinya yang tertabrak. Inilah penyebab kebutaannya. Melihat hal itu satria terus-terus saja di hantui rasa bersalah yang amat mendalam sampai sekarang ini. Dia rela melakukan apa saja demi menebus rasa bersalahnya terhadap riana bahkan dia rela mendonorkan matanya tetapi riana menolaknya. Hingga pada akhirnya satria mengikuti orang tuanya ke luar negri.Hari-hari riana di isi dengan kegelapan. Dia tidak pernah merasa putus asa maupun mengeluh. Dia tetap saja menikmati hari-harinya dengan senyuman. Dia tidak pernah menjadikan kebutaannya ini sebagai alasan untuk terpuruk. Justru dia merasa beruntung karena masih di beri kesempatan untuk hidup dan menjalani hari-hari.Kadang-kadang riana diliputi rasa rindu dengan satria sahabatnya. Sudah tiga tahun mereka tidak pernah bertemu. Meskipun kehilangan satria riana memiliki teman baru yoga namanya. Mereka bertemu di tempat les biola. Yoga adalah laki-laki yang baik, meskipun belum lama berkenalan tetapi dia sangat baik dan perhatian terhadap riana. Entah mengapa setiap berada di dekat goya riana selalu merasakan sesuatu yang aneh. Dia selalu merasa kalau yoga seperti tidak asing baginya dan terasa sudah lama mengenal yoga. Tapi siapa pun dia, riana sangat berterimah kasih karena sudah baik padanya dan selalu membuat dia bahagia.Sebulan pun telah berlalu, yoga dan riana makin akrab saja. Suatu hari riana menangis karena rindu akan sahabatnya yang telah lama meninggalkannya. Yoga yang tidak tega melihat riana menangis akhirnya menghiburnya dan mengembalikan senyum cerianya kembali. Dia selalu membuat hari-hari riana penuh dengan keceriaan dan selalu ada disaat riana butuh dimana pun dan kapan pun. Riana sangat berharap suatu hari nanti ketika keajaiban datang menghampirinya dan dia sudah dapat melihat lagi, orang yang akan ia temui pertama kali adalah yoga, dia ingin menatap wajah yoga dan membelainya, sekaligus ingin berterimah kasih karena sudah baik padanya.Kebersamaan mereka yang di rajut untuk beberapa bulan saja akhirnya kandas di tengah jalan. Entah mengapa yoga tiba-tiba menghilang dan sulit sekali untuk di hubungi. Lagi-lagi riana harus ditinggalkan oleh orang-orang ia sayangi. Dia sangat sedih karena harus menerimah kenyataan itu dan lebih menyedihkan lagi, di saat dia akan melihat lagi dia harus kehilangan yoga. Padahal selama ini dia selalu mengimpikan akan melihat yoga dan berbagi kebahagiaan dengannya. Setelah sekian lama menunggu donor mata, akhirnya ada juga pendonor mata yang datang. Entah siapa pendonor mata ini, identitasnya sangat di rahasiakan. Menurut dokter belum saatnya kamu mengetahui siapa pendonor mata ini, nanti setelah kamu melihat baru bisa mengetahuinya. Hatinya begitu galau mendengar pernyataan dokter karena dia ingin sekali berterimah kasih pada sang pendonor mata.Seminggu setelah operasi mata berjalan. Akhirnya riana sudah bisa melihat indahnya dunia ini. Apa-apa saja yang dulu ia tidak bisa liat akhirnya dia bisa melihat, menyentuh dan merasakannya. Bahkan wajahnya pun akhirnya sudah bisa ia lihat di depan cermin. Dia sangat bahagia.Tak ada kata-kata yang ia dapat ucapkan selain beryukur kepada yang di atas. Diam-diam dia meneteskan air matanya. “andaikan yoga dan satria ada di sini”. Ucapnya lirih. Tiba-tiba saja dia di kagetkan oleh panggilan mamanya, dia lalu buru-buru menghapus air matanya. Dia kaget dan sedikit heran ketika mamanya memberikannya sebuah surat. Buru-buru ia membacanya. Setelah membaca isi surat, tak kuasa ia menangis dan berteriak sekeras-kerasnya. Ternyata pendonor matanya adalah satria alias yoga. Selama ini orang yang bernama yoga adalah satria, di memberikan matanya karena dia ingin melihat riana bahagia dan sebagai wujud rasa bersalahnya di masa lalu. Riana tak kuat lagi, dia terus-terus saja menagis. Dan lebih membuat hatinya hancur adalah pendonor matanya adalah sahabatnya sendiri. Entah apa yang harus ia lakukan, dia belum sempat berrterimah kasih karena tiga hari setelah operasi satria sudah berangkat ke luar negri.Ini merupakan kejadian yang amat tidak bisa di lupakan riana, karena di balik matanya terdapat mata satria. Mata riana adalah mata satria, begitupun sebaliknya. “jaga mataku baik-baik riana, aku sangat bahagia bisa melihatmu bisa melihat lagi. Senyum mu adalah bahagiaku”. Begitulah pesan terakhir di isi surat satria.Mata adalah ciptaan terindah yang di berikan oleh allah. Salah satu hadiah yang sangat luar biasa yang diberikan oleh allah adalah penglihatan.Penulis : nining suarsini juhryfb : niningning23@yahoo.comtwitter : @niningsuarsiniCerpen lainnya bisa dilihat dalam Pertemuan Singkat dan Apalah Arti Menunggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*