Cerpen Kala Cinta menyapa part 9

Huwakakkaka….. kayaknya ini part paling pendek yang pernah tercipta deh. Tapi gak papa deh, namanya juga versi expres. Abis di tagih mulu si. Phan saia udah bilang saia udah sibuk di dunia nyata. So, kalau mau baca sialahkan. Gak mau ya suka suka kalian..
Oke?…. SYIP!
Ah satu lagi, tadi si lagi asik nulis. Eh ada yang ngajak chatingan. Ya sudah konsentrasi langsung buyar. So segini aja deh.


Credit gambar : ana Merya
"Ya ela, loe kenapa?. Kok mukanya sedari tadi di tekuk gitu?. Gantengnya ilang tau" Komen Joni sambil menatap prihatin sahabat yang duduk di sampingnya. Sementara tangannya dengan santai menyuapkan kuah bakso kedalam mulut.
"Diem loe. Gue lagi galau ni".
"Brus"…
"Sialan loe" Bentak Erwin sambil berdiri dan mengusap wajahnya yang terkena semburan ala dukun dari mulut Joni.
"Loe bilang apa barusan?. Galau?" tanya Joni tanpa rasa bersalah sedikitpun padahal Erwin sudah jelas – jelas sedang melotot menatapnya.
Tanpa menjawab dan berkata apapun Erwin langsung berdiri. Namun belum sempat kakinya melangkah, tangannya sudah terlebih dahulu di cekal oleh Joni.
"Loe mau kemana?".
"Kamar mandi" Balas Erwin ketus.
"Eh, tunggu dulu. Loe belom jawab pertanyaan gue. Loe galau kenapa?".
"Belum pernah lihat sendal melayang ya?" Tanya Erwin lirih namun cukup untuk membuat bulu roma Joni berdiri semua. Sumpah ia merinding. Apalagi saat tatapan mata keduanya beradu. Ah benar – benar aura kuburan yang menyebar. (???).
Begitu cekalaan terlepas, Erwin segera melesat kearah kamar mandi. Mencuci bersih wajahnya sambil tak henti merutuk dalam hati. Sial banget si nasipnya hari ini?.
Dari Kamar kecil Erwin terus melangkah. Tapi bukan kekantin karena arah yang di ambil jelas – jelas berbeda. Dan tanpa ia sadari ia sudah berhenti dan duduk dengan diam di taman belakang kampus.
Dan saat matanya menatap pot mawar yang ada tak jauh darinya sebuah senyuman bertenger di bibir. Tanpa di cegah atau di rencanakan kejadian beberapa waktu yang lalu kembali terlintas di benaknya saat mendapati Rani yang jatuh tersungkur dua kali. Bahkan saat itu ia dengan suka rela mengendong gadis itu ke ruang UKS kampusnya. Hal yang sepertinya mustahil ia lakukan.
Secepap ingatan itu terbayang secepat itu juga kesadarannya pulih. Dengan cepat ia bangkit berdiri sambil memukul – mukul kepalanya.
"Nggak nggak nggak, gue ngga mungkin suka sama dia" Ujar Erwin sambil mengeleng kepala dengan keras.
" Loe suka sama siapa emang?".
Mendengar suara yang tak diundang refleks Erwin langsung berbalik. Dan…
"Huwaaaaaaaaaaaaa…".
Tanpa di komando ia segera meloncat kesamping. Namun sepertinya nasipnya tidak terlalu mucur. Pot bunga yang masih belum di sekolahin (???) bertenger di sana. Membuat Erwin yang kehilangan keseimbangan karena tidak mampu memnahan gerakannya langsung sukses terdampar di rumput.
"Huwahahhaha….. Dia jatoh. Emang wajah gue segitu menyeramkan nya ya?. Padahal imut gini juga. Ayo sini gue bantuin. Kalau nggak salah dulu loe katanya pernah ngendong gue yang jatoh karena tu pot juga deh" kata sosok yang mengagetkan itu yang tak lain adalah Rani yang kini sedang mengulurkan tangan kearah Erwin yang masih 'Ndeprok' di rumput.
"Loe hantu ya?" Tunjuk Erwin lurus.
"Gue Rani " Balas Rani polos n santai.
"Kok muncul tiba – tiba".
"Bukan gue yang muncul tiba – tiba. Loe nya aja yang sedari tadi nggak nyadar. Mana tadi pake acara senyum – senyum sendiri lagi" Terang Rani lagi.
Erwin terdiam. Ingatannya mencoba untuk mencerna kejadian sebelumnya. Masa iya, ia tidak menyadari kehadiran Rani.
"Jangan – jangan tadi loe lagi ngelamunin cewek. Makanya loe senyum – senyum nggak jelas. Iya kan?" Pertanyaan Rani kembali mambawa Erwin ke waktu sekarang.
"Jangan ngasal" Bantah Erwin ketus sambil mencoba bangkit berdiri. Mengabaikan uluran tangan Rani yang masih terjurus kearahnya.
"Terus tadi ngapain pake bilang nggak mungkin suka segala. Hayo ngaku….." Kejar Rani lagi membuat Erwin asli mati gaya dan mendadak gugup. Astaga, ini bener – benar hal yang begitu memalukan baginya.
"Loe salah denger".
"Nggak mungkin" Bantah Rani cepat.
"Terus kalau gue suka sama cewek memang kenapa?. Masalah buat loe?" Serang Erwin balik.
"Iya juga ya?. Emang nggak masalah si" Rani tampang mengangguk – angguk membenarkan. Sementara Erwin hanya mencibir sinis.
"Asal jangan suka sama gue udah lah" Sambung Rani lirih sambil berbalik pergi.
Namun langkah Rani langsung terhenti. Merasa kaget saat mendapati tangannya berada dalam gengaman Erwin.
"Kenapa?" Tanya Rani dengan mata sedikit menyipit.
Erwin tidak langsung menjawab. Bingung juga mau berkata apa. Yang ia tau tangannya secara refleks bergerak sendiri. :p
"Kalau cewek yang gue suka itu beneran loe gimana?".
"Apa?".
"Kalau Gue beneran Suka sama loe gimana?" Ulang Erwin penuh penegasan.
"Tunggu dulu. Maksutnya, Loe. Erwin yang katanya seroang idola kampus, suka sama gue?" Tanya Rani bingung sekaligus tidak percaya.
Erwin membalas dengan anggukan.
"Huwahhaha…." Rani langsung ngakak.
"Memang nya ada yang lucu?" Tanya Erwin mulai gemes.
"Tentu saja. Ntu mah gak mungkin. Loe pasti mau ngerjain gue ya kan?. Ya donk!".
"Ha ha ha".
Dan tawa Rani langsung terhenti saat mendapati tiada reaksi dari Erwin. Justru tatapan tajam itu malah membuatnya mendadak merinding.
"Loe nggak serius suka sama gue kan?" tanya Rani hati – hati.
"Gue serius" Balas Erwin tegas.
Untuk sejenak Rani terdiam. Otaknya di paksa untuk berkerja secara cepat dan beberapa saat kemudian.
"Oke, tunggu bentar. Biar gue pikir dulu. Tapi sebelum itu loe bisa lepasin tangan gue dulu kan?" Pinta Rani lirih.
Seolah baru menyadari Erwin segera melepaskan genggaman tangannya. Sementara Rani terlihat menarik nafas lega.
"Erwin suka sama gue?" gumam Rani lirih. Membuat Erwin yang mendengarnya merasa sebel. Hei, dia kan idola. Tapi kenapa justru di tembak olehnya terlihat menyedihkan bagi Rani. Ini si jelas pencemaran nama baik namanya.
"TIDAK!!!!. MAK TOLONG SAIA!!!" Teriak Rani sambil Lari tunggang langgan pake jurus langkah seribu.
Sehingga dalam sekejap mata telah raib bin hilang dari pandangan Erwin yang melongo menatap kepergiannya.
Bersambung

Random Posts

  • Cerpen Romantis: KENANGAN YANG HILANG

    Kenangan Yang HilangCerpen karya Natania Prima NastitiHujan turun saat aku sampai di Bandara Soekarno Hatta. Aku duduk di kursi tunggu, menunggu Papa menjemputku. Sekitar sejam lebih aku menunggu. Aku juga tampak bosan. Akhirnya kuputuskan untuk berjalan keliling Bandara. Saat akan berdiri, tiba-tiba ada yang memegang pundakku. Aku langsung berbalik badan. Kulihat lelaki seumuran denganku tersenyum ramah kepadaku. “Mbak Vega ya?” tanyanya ramah. Kemudian aku mengangguk menjawab pertanyaan itu. “Saya supirnya Pak Broto, maaf lama menunggu, Jakarta macet, Mbak. Mari saya anter ke mobil” ucapnya lagi. Kemudian lelaki itu berjalan duluan kearah parkiran diikuti denganku.Sesampainya di rumah, Mama dan Papa menyambutku dengan gembira. Bukannya aku tidak senang, tapi kali ini aku benar-benar capek. Perjalanan Amerika-Jakarta cukup membuatku lelah. Duduk berjam-jam membuatku ingin segera berbaring di kamar. Mama dan Papa mengerti dan segera mengantarku ke kamar tidurku dulu. Kemudian mereka segera pergi dan menyuruhku istirahat penuh. Kulihat kamarku ini tidak berubah. Hanya sprainya saja yang berubah warna. Tiba-tiba, aku ingat lagi wajah lelaki yang mengaku supir Papa itu. Umurnya padahal sama denganku, tapi kenapa dia malah bekerja? Apa dia tidak kuliah? Tapi kenapa? Apa dia tidak punya uang?, aku terus bertanya-tanya dalam hati.Tiba-tiba saja aku melihat lelaki itu dari dalam kamar. dia sedang ada di halaman samping rumahku. Tawa lelaki itu… mengingatkanku pada seseorang saat kecil dulu. Tapi siapa? Apa mungkin aku saja yang terlalru berlebihan? Kenapa juga aku melihat lelaki itu? Tidak menarik sama sekali! Ucapku dalam hati. Kemudian aku menutup gorden jendela kamarku dan berbaring di kasurku yang empuk. Tiga bulan lagi aku akan kembali ke Amerika. Hemm, waktu itu terasa sangat singkat. Aku masih kangen sekali dengan Indonesia. Aku pun memejamkan mata dan tidur.Dua bulan berlalu dengan begitu cepat. Aku dan supirku, yang bernama Roni, kini juga semakin dekat. Ternyata Roni ini orang yang sangat asik untuk diajak ngobrol. Dia berilmu pengetahuan yang luas. Bahkan ada yang aku tidak tahu, tapi dia tau. Semakin lama aku mengenalnya, semakin nyaman aku ada disampingnya. Setiap dekat Roni, aku merasa memang sudah kenal dekat dengannya. Sampai akhirnya, aku tahu bahwa aku jatuh cinta pada supirku sendiri. Tapi aku merasa aku tidak salah menyukainya. Karena aku selalu merasa dekat dengannya dari dulu. Jauh sebelum aku di Amerika. Ada apa ini?Hingga malam itu, Roni pamit pulang kampung karena ibunya sakit keras. Karena bosan di rumah, akhirnya aku meminta orangtuaku mengijinkan aku ikut dengan Roni ke kampungnya. Aku ingin menikmatik pemandangan disana. Karena Roni bilang, di kampungnya masih banyak hamparan sawah. Tadinya Mama tidak mengijinkanku. Dia takut aku kenapa-napa. Tapi, setelah aku bilang Roni akan menjagaku, akhirnya Mama setuju. Aku pun akhirnya ikut Roni ke kampungnya., tapi akSekitar jam lima pagi aku sudah sampai dikampungnya Roni. Baru jam lima saja, banyak penduduk yang sudah beraktifitas. Kebanyakan petani sudah mulai turun ke sawah. Benar sekali. Kampung Roni benar-benar indah pemandangannya. Mataku ini disajikan pemandangan alam yang luar biasa. Tiba-tiba aku teringat, sepertinya dulu aku pernah melihat pemandangan seperti ini. Setelah kupikir-pikir, mungkin itu hanya bayanganku saja.Rumah Roni, sama dengan rumah penduduk lainnya. Tidak kecil dan tidak besar. Saat disuruh menemui ibunya, aku lebih memilih untuk duduk di teras rumahnya. Adik perempuan Roni segera membuatkan minuman untukku.“Mbak ini siapa?” tanya adik Roni itu. “Saya majikannya Roni”jawabku ramah. Adik Roni hanya berOh kemudian masuk ke dalam rumahnya. Roni bilang hanya seminggu kita disini. Sebenarnya, aku ingin sekali berlama-lama disini tapi, itu tidak mungkin. Roni tidak bisa meninggalkan kuliah dan pekerjaannya. Aku juga tidak mungkin meninggalkan Mama dan Papa. Tujuanku kembali ke Indonesia kan bukan untuk ini. tujuanku untuk oragtuaku. Tapi sekarang, aku malah meninggalkan mereka lagi. Tapi tidak apa-apa, walau begitu aku senang berada di kampung Roni ini.Setelah beberapa hari disini, aku jadi semakin akrab dengan Roni. Dia mengajakku bertani, mengambil air di sumur, memeras susu sapi dan lain-lain. Aku juga semakin terbiasa dengan pekerjaan itu. Melihat Roni.. aku kembali melihat masa kecilku yang.. aku juga sebenarnya tidak ingat dengan masa kecilku dulu. Tapi sepertinya, aku sudah tidak asing lagi dengan semua ini. Roni, ibunya, kampung ini, kegiatan-kegiatan ini.. benar-benar tidak asing bagiku. Aku sendiri juga bingung dengan apa yang kurasakan. Apa sebenarnya ini? tanyaku dalam hati.Sekarang adalah hari terakhirku dan Roni ada di kampung ini. malamnya, Roni mengajakku ke suatu tempat. Tempat itu.. juga tidak asing bagiku. Danau dengan berjuta kunang-kunang ini, sangat jarang ditemukan di Jakarta. Malah aku yakin, tidak ada tempat seindah ini di Jakarta. Kemudian Roni membawaku ke sebuah pohon yang besar. Pohonnya terlihat sudah berumur. Disana ada tulisan Roni Dan Vega Forever. Aku terkejut dengan ukiran tulisan itu. Aku tidak pernah mengukir nama itu di pohon. Sama sekali tidak pernah. Tapi, kenapa ada tulisan itu? Namaku dan Roni? Ada apa sebenarnya ini?Kemudian Roni mengajakku duduk di sebuah batu besar. Roni memulai percakapan.“Kamu tau kenapa ada tulisan nama kita di pohon itu?”tanyanya sambil menunjuk kearah pohon besar tadi. Aku hanya menggeleng bingung.“Dulu.. waktu kita kecil, kamu pernah tinggal disini. Pak Broto adalah juragan sawah disini. Sawah yang kamu liat itu.. sebenarnya kebanyakan punya kamu. Saat kamu SMA, kamu dan keluargamu pindah ke Jakarta. Mungkin Pak Broto ingin anak semata wayangnya ini sekolah sebaik mungkin. Makanya dia pndah ke Jakarta” jelas Roni. Aku semakin bingung dengan penjelasan Roni.“Waktu kita SMP, kita ngukir nama kita di pohon itu. Dan di tempat inilah pertama kita bertemu dan berpisah. Aku yakin, aku mikir kampung ini tidak asing lagi bagi kamu kan? Karena kamu pernah ada disini” sambung Roni. Aku hanya menganga kaget mendengar ucapan Roni.“Tapi, kenapa aku nggak bisa nginet masa kecil itu? Kampung ini emang nggak asing lagi bagi aku, tapi aku nggak bisa inget tempat ini, Ron” tanyaku bingung pada Roni. Roni tersenyum padaku.“Waktu kita kelas tiga SMP, sesuatu terjadi sama kamu. Kamu kecelakaan dan dokter bilang, kamu nggak bisa nginget masa yang udah dulu banget. Aku sedih banget, Ga. Karena aku itu kan masa lalu kamu dulu. Apalagi saat aku tau ternyata kamu sekolah di Amerika. Saat itu.. aku bener-bener ngerasa kehilangan kamu. Sampai akhirnya aku ke Jakarta dan kerja di rumah kamu. Disana aku selalu liat foto-foto kecil kamu. Mama kamu juga majang foto saat kita berdua. Kita berpelukan sambil tertawa. Kita bahagia waktu itu” jawab Roni tersenyum bahagia.Aku mulai ngerti dengan semua ini. roni.. pantes saja aku sudah tidak asing lagi dengannya. Ternyata.. dialah teman baikku sejak kecil. Kemudian aku tertawa. Mengingat betapa culunnya pasti aku saat mengukir tulisan di pohon itu. Kita berdua masih belum mengerti sama sekali apa arti tulisan itu.“Setelah pindah, aku juga ngerasa ada yang hilang, Ron. Sampe sekarang pun, aku nggak pernah pacaran sama orang lain. Karena aku belum nemuin cinta aku. Tapi… setelah dekat kamu, ternyata aku nyaman. Dan ternyata.. kamu cinta aku, Ron” ucapku malu-malu. Kemudian Roni memelukku. Pertama aku kaget dengan pelukan itu. Tapi, pelukan itu yang selama ini aku nantikan.Dua bulan lebih, aku berada di Jakarta. Setelah pulang dari kampung, aku menceritakan semuanya pada Mama dan Papa. Mereka berterima kasih pada Roni karena telah mengingat kembali masa yang telah hilang dari ingatanku. Akhirnya mereka bersedia menanggung biaya kuliah Roni dan menyuruh Roni fokus pada kuliahnya saja. Biaya berobat ibuya juga ditanggung denga orangtuaku. Aku dan Roni juga semakin dekat.Hingga akhirnya, aku harus kembali ke Amerika. Sedih hatiku meninggalkan semuanya termasuk Roni. Sahabat baikku dari kecil itu… aku harus meninggalkannya. Tiba-tiba aku merasa separuh hatiku hilang lagi. Meninggalkan Roni.. bukan ini yang ku mau. Tapi apa dayaku? Meninggalkannya memang sudah harus kulakukan. Aku sendiri yang meminta meneruskan study di Amerika.Roni dan kedua orangtuaku mengantar aku sampai Bandara Soekarno Hatta tempat pertama kali aku bertemu Roni dulu. Tangisan sudah pasti menghiasi suasana hari itu. Aku juga memeluk Roni. Aku benar-benar tidak ingin berpisah darinya. Tapi.. yasudahlah.“Nanti kita ketemu lagi kan?” tanyaku pada Roni.“Pasti! Aku janji sama kamu, aku nggak akan khianati cinta kita berdua” jawab Roni sambil membelai rambutku. Kemudian aku memeluk Roni lagi. Maaf Roni, untuk ingatan lupaku padamu dulu, ucapku dalam hati sambil menitikkan air mata.Dua tahun di Amerika, aku jadi benar-benar kangen sama Roni. Kira-kira sedang apa dia disana? Akhirnya aku putuskan untuk menulis surat padanya. Berharap dia akan cepat membalas surat kangenku ini padanya.Dear My Love,RoniKamu apa kabar disana? Aku harap kamu baik-baik aja ya.Ron, sumpah aku kangen banget sama kamu. Aku harus nunggu dua tahun lagi supaya bisa ketemu kamu, Ron. Kamu belum ingkarin janji kamu kan? Janji yang bilang kamu nggak akan khianati cinta kita. Aku disini akan selalu sabar nunggu waktunya tiba. walaupun, saat awan disini kelabu dan disana terang, aku pasti akan selalu ingat kamu. Dan walaupun tanah yang kita pijak berbeda, kita akan tetap bersama kan?I miss you so Roni. Jaga kedua orangtuaku ya.Love youVegaAnd II want to shareAll my love with youNo one else will do…And your eyesThey tell me how much you careYou will always beMy endless love..Glee-My Endless love

  • Cerpen The Prince, The Princess & Mis. Cinderella ~ 01 / 15

    Berhubung punya waktu senggang tapi ide lagi mentok admin memutuskan untuk melanjutkan acara edit mengedit cerita. Kali ini giliran cerbung The Prince, The Princess and Mis. Cinderella yang mau admin acak acak. Secara ini tu cerpen awal awal admin belajar nulis. Jadi selain EYD, cerita sama bla bla nya berantakan banget deh.Yang merasa penasaran ingin tau gimana ceritanya bisa simak langsung ke bawah aja ya. Happy reading…The Prince, The Princess & Mis. Cinderella“Apapun alasannya, besok pertunangan mu akan tetap di laksanakan!” kata kakek tegas dengan nada memerintah.“Tapi aku nggak mau kek. Kecuali kalau orang itu adalah ‘Dia’!” aku tetap masih berusaha untuk membantah. Karena ini tentang hidupku. Di capslock deh. HIDUPKU!.“Dia?! Siapa? Orang yang pernah kau selamatkan nyawanya? Jangan konyol. Kau bahkan sudah tidak ingat wajahnya, apalagi tau di mana keberadaanya. Dan satu lagi, dimana – mana sang pangeran yang mencari Cinderella nya, bukan Cinderella yang harus tunggang langgang ( ??? ) untuk mengejarnya.”“Tapi aku bukan Cinderella kek. Lagi pula bukankah perjodohan ini lebih konyol lagi. Usiaku baru mau menginjak 17 tahun,” pintaku memelas.“Terserah. Yang jelas besok di hari ulangtahun mu kakek akan mengumumkan perjodohan ini sekaligus hari pertungangan kalian!”Selesai berkata, kakek pergi meninggalkan aku yang hanya bisa terduduk lemas. Dasar kepala batu. Tapi aku tidak akan menyerah. Kalau kakek memang tidak mau membatalkannya. Baiklah, biar aku yang menyelesaikan ini dengan cara ku sendiri.** The Prince, The Princess and Mis. Cinderella ***“Kezia, loe kenapa lagi? Kok nangis?” tanya ku heran begitu melihat sahabatku kezia yang lagi – lagi ku temukan sedang menangis di taman belakang kampus bersama Iren dan Naysila yang tampak masih berusaha menenangkannya. “Jangan bilang kalau ini ulah si nano – nano itu lagi?” Aku menoleh kearah Kezia, tapi ia hanya terdiam. Namun begitu melihat anggukan kepala Nay, saat ini juga kesabaranku habis.“Brengsek,” desis ku lirih sambil bangkit berdiri. Dengan sigap Iren menarik tangan ku.“Riani, loe mau kemana?” tanya Nay.“Aku mau bikin perhitungan sama nano – nano brengsek itu. Dasar kurang ajar. Dia nggak bisa di diemin terus kayak gini,” geram ku emosi. Oh, aku tidak bercanda. Saat ini aku memang sedang benar benar merasa emosi. Siapa yang tidak emosi jika setiap hari kau akan mendapati teman teman mu selalu menjadi ajang pembullyan dari makhluk yang merasa sok berkuasa.“Jangan !!!” teriak Iren dan Nay bersamaan. Aku menoleh kesel, kenapa sih mereka ini?“Please. Lagian gue juga udah nggak kenapa – napa kok,” sambung Kezia sambil menghapus sisa air mata di pipinya.“Tapi kan…”“Udah lah, lagian emang loe bisa apa buat ngadepin mereka.”Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, Nay bahkan sudah memotongnya terlebih dahulu. Yang paling parah adalah ucapannya barusan. Memangnya aku bisa menghadapi mereka? Pertanyaan itu tak urung membuatku menghela nafas.Perlahan, ku tatap wajah sahabatku satu persatu dengan prihatin. Baiklah. Kali ini aku mengalah. Ku urungkan niatku untuk melabrak si nano – nano tengil itu. Namun dalam hati aku bergumam “Aku bisa apa? Heh, kalian liat aja entar apa yang bisa aku lakuin untuk membalas perbuatan mereka.”“Ya udah lah kalau gitu, mendingan kita pulang aja sekarang. Lagian ini juga udah sore,” ajak Iren beberapa saat kemudian yang di balas anggukan kepala oleh Kezia dan Nay. Akhirnya walau dengan berat hati ku ikuti langkah mereka.Oh ia, Ehem ehem ehem. Hampir aja aku lupa. Kita kan belom kenalan. Udah langsung maen ke cerita aja. Baiklah. Kita kenalan dulu. Namaku Riani. Lenkapnya Septia Andreani. Tapi, sejak pertama sekali aku mengenal dunia, gelar Princess sudah sudah melekat erat dan sudah mendarah daging dalam tubuh ku. Mau tau kenapa? Ini semua karena Kim joo won ( ???? ) Kalian semua pasti sudah kenal siapa dia kan? Tidak? Oh please deh, pada punya tivi gak si? Dia itu kan yang jadi peran utama di drama secret Garden. Drama yang fenomenal banget. Masa kalian nggak pernah nonton si?. Oke, sebenernya aku juga belom nonton dari awal sampe akhir si. *gubrak*. Tapi aku kan udah baca sinopsisnya. *Alibi*. Abis mau gi mana lagi. Aku kan kerja. Pulangnya jam lima, sementara setengah enam tu drama udah habis *ini kok malah jadi curhat kemana – mana si?*.Kembali ke..lap top. Eh salah, kecerita maksudnya. Nah bingungkan apa hubungannya kim joo won sama ni cerpen? Jadi gini lho sodara – sodara, aduh aku kok jadi deg degan ya ngomongnya *lebay*. Sebenernya kim joo won itu adalah kakek ku! HA?! KTT alias khayalan tingkat tinggi. Lagian sejak kapan Kim joo won punya cucu namanya Septia Andreani. Orang Indonesia lagi. Sumpah nie nggak nyambung banget. Tapi bodo amat ah, kan amat emang sering di bodoh – bodohin (??? ). Abisnya aku bingung membayang kan sosok orang yang superkaya tapi punya karakter se’unik’ dia.. =_=Nah, buat yang udah pernah nonton pasti pada tau donk gimana karakter menyebalkannya ia? Sementara ayah dan ibu sudah meninggal sejak aku berumur dua tahun karena kecelakaan pesawat. Semejak itu, kakek jadi makin over protektif banget sama aku. Apalagi semenjak nenek Ra Im (??? ) *Benar – benar sudah terkena virus drama korea tinggkat akut nie kayaknya * menyusul ayah dan ibu. Jadi kemana pun aku pergi, selalu di dampingi bodyguard. Kecuali kalau aku sedang bersama double J, Jimmy and Junior. Dua orang cowok yang super duper keren, cakep, tampan and hansome. Anak dari teman ayah dan ibu yang mengalami nasib yang sama seperti ku. Kedua orang tuanya meninggal saat menemani ayah dan ibu sampai akhirnya keduanya di asuh oleh kakek untuk menemaniku 18 tahun yang lalu.Hem, gimana menurut kalian takdir aku sebagai seorang Princess? Bayang kan, apapun yang aku mau pasti bakal di kabulkan sama kakek. Apapun itu. Masih ingat gak percakapaannya oska di episode 1. Sampai sekarang sikapnya masih seperti itu. Nah gak perlu ku certain soal dia kan?. Mending ceritanya langsung ke aku aja. He he heTapi, apakah sikap kakek yang kayak gini bikin aku seneng?. Jawabannya adalah salah besar. Ini tu justru bikin aku muak. Muak banget.Pokoknya semua hal dalam hidup aku tu udah di atur. Dari mulai aku bangun tidur sampai aku tidur lagi. Menyebalkan nggak si? Udah kayak robot aku mikirnya. Aku tu nggak di izinkan buat kerja. APAPUN!. Masak? Sudah ada koki. Bersihin kamar, kan udah ada pembantu. Nyiram bunga? Tukang kebun. Naik mobil? Sudah ada sopir. Sampai – sampai aku nggak punya keahilan kecuali satu yaitu kabur. Eh dua la, sama ngabisin uang juga. He he heSeketat apa pun pengamanan dan penjagaan kakek, kalau aku mau aku pasti bisa kabur. Bahkan aku bisa kabur dari saingan bisnis kakek waktu di culik berkat keahlian ku yang satu ini. Walaupun pada akhirnya sejauh apapun aku kabur tetap aja bisa kakek temukan.Oke. Dari semua ketentuan dan peraturan kakek masih bisa aku toleri, kecuali satu. JODOH! Gila woi!!! Bahkan kakek sudah menentukan siapa jodoh aku yang akhirnya membuat aku nekat pergi dari rumah tepat di hari ulang tahun ku yang ke – 17 sekaligus rencana hari pertunangannku tiga tahun yang lalu.Dan aku juga sudah memutuskan untuk tidak akan pulang sebelum kakek membatalkan perjodohan itu. Emang nya dia dulu mau di jodohin. Nggak juga kan? Lagian ini juga bukan jaman Siti nurcrocodile ( ??? ) lagi.Pertanyaannya, apakah kakek membiarkan aku kabur begitu saja tanpa berusaha mencari ku lagi? Tidak pastinya. Dia terus mencari ku sementara aku yang kebingungan mau kemana apalagi aku juga harus menyelesaikan pendidikan SMA akhirnya nekat mengambil keputusan yang ‘gila’.Aku bersembunyi di tempat yang mustahil kakek datangi sekaligus bisa menyelesaikan pendidikan SMA ku yaitu di ‘sekolah Khusus Cowok’. Ha ha ha … gila kan?. Tapi kok bisa?. Gimana sama masalah surat – suratnya?Singkat kata singkat cerita uang bicara. Akhirnya aku bisa menyelesaikan pendidikan SMA ku tanpa ada yang tau kalau aku ini cewek kecuali Revan, teman sekamar aku, terus dokter Endru yang pernah ngobatin aku waktu sakit dan kepala sekolah tentunya. Dan di sekolah ini aku di kenal sebagai cowok imut bernama Andre. *bayangin aja drama Hanazakari no Kimitachi e atau Hana kimi ikemen Paradise/ Kan udah di bilang penulis nya lagi demam drama. Wukakakaka…*.Okelah, lanjut ya… setelah aku lulus, otomatis aku harus melanjutkan pendidikan ku donk. Yah walau pun bagai mana pun juga, gini – gini aku kan tetap calon pewaris tunggal seluruh harta kekakayaan kakek * halah bahasanya *. Jadi masa aku cuma lulusan SMA si. Gengsi donk. sayang nya untuk kali ini uang tidak dapat berbicara karena karena kakek sudah membekukan seluruh ATM, Debt Card dan Credit Card aku. *menyedihkan*.Nah karena itu lah aku terpaksa harus kerja part time dulu selama setahun dan uang nya aku tabung buat kuliah aku. Berhubung nanti pengenalannya jadi kepanjangan. Mending ku singkat aja kali ya. Saat ini aku sudah kuliah dan masuk semester tiga bareng sama ke tiga sahabat setiaku. Yakni Naysila, Iren dan juga Kezia di pagi hari. Sementara jika sore sampai malam aku masih harus kerja di sebuah toko buku. Kan lumayan bisa nambah pengetahuan.Next to cerbung The Prince, The Princess & Mis. Cinderella bagian 2Detail Cerpen The Prince, The Princess and Mis. CinderellaJudul Cerpen : The Prince, The Princess and Mis. CinderellaPart : 01 ~ 15Penulis : Ana MeryaTwitter : @CerpenStarnightJumlah Kata : 1. 379 WordsStatus : CompleteGenre : Remaja

  • KAU LEBIH DARI INDAH

    Oleh: Umi Kulsum – Nama ku Winda, Aku menemukan cinta pertama aku saat aku duduk di kelas 1 smp. Mungkin terlalu dini untuk aku mengenal arti cinta saat usia aku baru menginjak angka 13. Aku menemukan pacar pertama aku melalui Hp, Ketika itu Ada nomor nyasar di hp aku, Dan akhirnya kisah kita berlanjut, Saat itu hanya dia lah yang dapat mengerti semua suasana hati aku. Namanya Resa Suharsanto.Sejak kepergian ayah aku entah mengapa rasanya aku betul-betul kehilangan sosok seorang ayah, Namun setelah kehadiran Resa, Aku menemukan kembali kasih sayang seorang ayah. Walau aku belum mengetahui seperti apa wajah Resa yang selama ini hanya aku kenal melalui handphone seluler ku.Siang itu tepatnya Hari jumat Aku dan resa sepakat untuk bertemu di rumah salah satu sahabat aku indri namanya, Seusai pulang solat jumat. Entah mengapa hati aku jadi tak karuan saat ingin bertemu dengan resa.“win itu kayanya resa deh”ucap Indri sambil menunjuk ke seorang laki-laki yang sedang mengendari motor mio.Aku pun menoleh ke arah yang di tunjuk Indri, dan lelaki itu pun menoleh ke arah aku, lalu dia menghampiri aku.“hai.. kamu winda yah” sapa resa menunjuk akuEntah mengapa hati aku berdegub begitu kencang ketika aku melihatnya“iya aku winda, oya kenalin ini sahabat aku indri” jawab aku dengan perasaan grogi“mending ngobrolnya di dalam aja” kata indri mengajak aku dan resa ke dalam rumahnya.Aku dan Resa pun masuk ke dalam rumah indri,Resa duduk di samping aku,sungguh entah apa yang aku rasakan ada persaan yang tak pernah aku ketahui dan tak aku mengerti.“Kamu dari tadi di sini” tanya resa “yah lumayan dari pas pulang sekolah, aku langsung ke sini” jawab aku“udah bilang belum sama mama kalau kamu mau main dulu, nanti mama nyariin lagi” ujar resa “udah” jawab aku singkat, jujur entah mengapa aku tak kuasa menatap dia terlalu lama, karena perasaan ini terlalu menguasai aku dan aku takut persaan ini di ketahui oleh resa.“ini minumannya udah datang di minum yah, jangan di liatin aja” ujar indri pada kami dan pergi meninggalkan kami berdua.Setelah kepergian indri suasana menjadi hening tak ada pembicaraan antara aku dan resa. Ketika aku melirik ke arah resa, aku dapati dia sedang memperhatikan aku.“Kamu kenapa sih,liatin aku kaya gitu”tanya aku yang mulai risih dengan padangan resa padaku“ga apa-apa, aku seneng aja liat kamu abis kamu manis banget sih” jawabnya “ih.. kamu bisa aja” jawab aku dengan malu-malu.Namun dia tetap menatapku .“udah atuh jangan kaya gitu” ucap aku sambil memalingkan wajahnya dengan tangan aku.“ih.. pelit banget sih kamu mentang-mentang manis,” jawab resa sambil mencubit pipi aku.Suasana berubah menjadi begitu ceria, Resa memang selalu membuat suasana hati aku menjadi begitu bahagia. Tak terasa waktu bergulir begitu cepat.“yah kayanya aku harus pulang,soalnya aku harus nganterin mama aku dulu, ayo pulang” ucap resa sambil menarik lengan aku“nanti aja, aku mau bantuin indri beres-beres dulu” jawab aku “udah sana pulang, kalau kaya gini mah kecil buat gue ga nyampe setengah menit” ucap indri mempropokasikan“iihh .. indri makasih banget yah atas semuanya” ucap aku “yah nyantai aja, lagian rumah gue kan jadi rame gara-gara ada kalian, sering-sering yah kesini biar ga sepi ni rumah” ucap indri dengan tulus“kita pulang dulu yah ndri” pamit resaAkhirnya, aku pulang bersama resa, tak ada pembicaraan selama perjalanan, hingga akhirnya aku sampai di gang rumah aku dan mengucapkan terima kasih pada resa.Setelah pertemuan itu Aku dan Resa menjadi semakin akrab, dia sering mengantar atau menjemput aku ke sekolah. Padahal sekolah aku begitu jauh di banding sekolahnya.Tanpa terasa 1 bulan sudah aku mengenal resa. Saat aku sedang belajar hp ku bergetar ternyata ada sms dari resaNanti pulang sekolah aku jemput yah,Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan sama kamuTunggu aku datang yah Aku pun membalasnyaOkay… Tapi jangan lama-lama yah datangnyaEntah apa yang ingin resa katakan pada aku,pikiran itu terus menghantaui aku hingga jam sekolah pun berakhir.Ketika aku berniat sms resa ,tapi hp aku malah bergetar terlebih dahulu ketika aku lihat ternyata dari resaAku udah sampaiSekarang aku ada di depan gerbangKamu udah pulang belum??Sambil berjalan aku pun membalas sms darinyaUdahTunggu yah aku lagi jalan ke gerbangDari kejauhan telah tampak resa yang sedang duduk di atas motornya menunggu aku, aku pun mempercepat langkah aku.“hai udah lama nunggunya” ucap aku setelah sampai di hadapannya“ga kok, ayo naik” jawabnya tersenyum manisKami pun pergi dan sampai di sebuah danau yang indah“waah bagus banget pemandangannya” ucap aku berdecak kagum melihat sekeliling aku“iya ini tempat paling spesial, biasanya kalau aku lagi sumpek aku kesini untuk ungkapin semua perasaan aku” ucap resa menjelaskan“win aku mau ngomong sesuatu sama kamu” lanjut resa dengan wajah serius sambil memegang kedua tangan akuResa pun melanjutkan kata-katanya” buat aku ini waktu yang tepat untuk ungkapin semua rasa yang aku rasain sama kamu dan ini adalah tempat yang tepat buat aku ungkapin ini semua, udah 1 bulan aku kenal kamu, sejak aku kenal kamu entah kenapa aku ngerasa nyaman sama kamu dan akhir-akhir ini rasa itu semakin besar” suasana hening sejenak“win aku sayang kamu, kamu mau kan jalani hari-hari kamu sama aku dan temani aku, Kamu mau kan jadi pacar aku” ucap resa terlihat keseriusan dan ketulusan dari matanyaAku terdiam mendengar kata-katanya ternyata selama ini aku dan resa memiliki rasa yang sama“win aku harap kamu bisa jawab pertanyaan ku sekarang” ucap resa membuyarkan pikiranku“aku mau jadi pacar kamu, tapi aku belum boleh pacaran sama keluarga aku” jawab aku dengan menundukan kepala“aku tau kok kondisi kamu kaya apa, itu bukan hal yang harus di permasalahkan, aku bakal nunggu kamu sampai keluarga mu mengizinkan kamu pacaran” jawab resa sambil mengangkat kepala aku dan memeluk aku.Hari ini Resa bukanlah sahabat aku lagi tapi kini aku bisa memiliki dia seutuhnya rasanya bahagia sekali bisa memiliki dia seutuhnyaHari-hari yang aku lalui kini menjadi lebih indah. Semua dapat aku atasi dengan baik karena resa selalu ada dan selalu siap membantu aku saat aku sedang membutuhkannya.Tanpa terasa hubungan kami pun telah berjalan satu tahun,tahun pertama dapat kita lalui dengan baik tanpa ada sedikit pun masalah rasa sayang ini pun makin besar padanya. Hari ini dia mengajakku untuk merayakan hari jadian kita, tapi sayangnya aku ga bisa karena hari ini ada ekskul yang tidak bisa aku tinggalkan, untungnya resa dapat mengerti. Pulang ekskul aku di jemput olehnya. Dia pun memulai pembicaraan antara kita.”yank besok kamu bisa ga temenin aku ke ultah temen aku” tanya resa sambil mengendarai motornya“yah yank kayanya ga bisa deh, soalnya besok ada ekskul lagi yank” jawab aku“please yank temeninn aku, kan udah beberapa bulan ini kamu sibuk sama ekskul kamu, sehari aja temenin aku, soalnya temen-temen aku pada bawa pacar yank” ucap resa sambil merengek“liat besok yah yank,kalau aku dapat izin dari pembinaku, emang kapan acaranya” jawabku dengan perasaan bingung“pulang sekolah yank,masalahnya dia temen deket aku yank, ga datang ga enak akunya” ucapnya dengan rasa kecewa dengan jawaban aku.“iya sayang aku besok aku usahain”jawab aku berusaha mencairkan suasana“janji yah” ucapnya memastikan“iya” jawab akuTak terasa perjalan harus berakhir aku pun turun dari motor resa “makasih yah yank” ucap aku tersenyum manis“iya, nyampe rumah langsung mandi, makan, sholat terus istirahat yah” ucapnya memperhatikan aku“oke bos, hati-hati yah di jalan” jawab aku dengan penuh senyumResa pun pergi meninggalkan aku.Hari ini seusai jam pelajaran aku menemui pembina aku untuk minta izin, karena aku tidak bisa mengikuti ekskul hari ini, awalnya sih ga boleh tapi akhirnya aku dapati izin itu. Setelah aku beritahu resa, dia pun menjemput aku dan kami pun pergi ke sebuah tempat makan. Disana sudah banyak sekali teman resa. Aku pun di perkenalkan satu persatu kepada temannya itu. Acara pun di mulai. Seusai acara kita semua ngobrol-ngobrol.“oya sambil ngobrol, enaknya sambil ngerokok ni” ucap andi salah satu teman resa sambil mengeluarkan beberapa bungkus rokok dari tasnya.Resapun ikut menhgambil rokok-rokok itu, jujur aku kaget melihat resa merokok, selama 1 tahun ini aku tidak pernah melihatnya merokok.“ternyata dia seorang perokok” gumam aku dalam hati.Sepanjang obralan mereka aku perhatikan resa sudah menghisap sebungkus rokok, Hingga akhirnya acara pun selesai aku dan resa pun pulang. Sepanjang jalan aku hanya diam, sungguh aku kesal ikut dengannya hari ini, di tengah perjalanan aku meminta dia untuk singgah di sebuah taman di pinggir jalan yang kita lewati.“Ada apa sih yank” tanya resa bingung karena aku menyuruhnya berhenti“Ada yang pingin aku omongin sama kamu” jawab aku dengan nada kesalResa pun mengikuti aku, Hingga kita terhenti pada sebuah tempat “apa yang mau kamu omongin”tanya resa mulai kesal“sejak kapan kamu merokok, kenapa selama ini di hadapan aku, kamu ga pernah melakukan hal itu. Apa memang ini yang selalu kamu lakuin kalau sama temen-temen kamu selama ini” ucap aku dengan penuh emosi“udah lumayan lama yank aku ngerokok, aku tau dari indri kalau kamu tuh ga suka sama laki-laki perokok, makannya selama ini aku ga pernah ngeroko di hadapan kamu” jelas resa dengan rasa bersalah“kamu tau aku ga suka rokok tapi kamu masih aja ngelakuin hal itu, dan kamu sembunyiin selama ini sama aku hal ini” ucap aku kesal“yank selama ini aku dah coba buat berhenti tapi ga semudah itu semua butuh proses dan sekarang juga aku lagi mengurangi rokok aku, aku cuman ga mau kehilangan kamu cuman gara-gara kebiasaan buruk aku ini” jawabnya kali ini nadanya mulai meninggi“mengurangi kamu bilang, tadi aja selama kamu ngobrol sama temen kamu, aku liat satu bungkus kamu habisin sendirian” ucap aku dengan emosi memuncak“yank sebelum aku kenal sama kamu, aku lebih parah dari yang kamu liat tadi” jawab resa lirih“aku cuman ga mau kamu sakit yank, rokok tuh ga baik buat kesehatan kamu” jawab aku dengan nada yang sedikit menurun“makasih yank, aku janji bakal nyoba buat terus berhenti merokok” jawab resa sambil mengelus kepala akuResa pun melanjutkan perjalanannya mengantarkan aku pulang hingga gang rumah aku. Semua masalah dapat terselesaikan dengan baik di tahun pertama ini.Kini hubungan aku dan resa tak terasa telah memasuki tahun ke 2, Kali ini dia mengajak aku ke suatu tempat yang tak kalah indahnya dengan danau tempat kita jadian,tapi jaraknya cukup jauh di sana Resa memberikan aku kalung hati yang tertulis nama kita berdua satu di simpan olehnya dan satu lagi oleh aku,Namun tiba-tiba hujan turun karena tidak ada tempat berteduh resa pun mengajak aku mencari tempat untuk berteduh sambil mengendari motornya, setengah perjalanan telah kita lalui hingga akhirnya kita menemukan sebuah halte.”yank kita neduh dulu yah”ucapnya dengan suara menggigilAku dan resa pun segera meneduh di halte tersebut, Di lihatnya aku begitu kedinginan dia pun memakaikan jaketnya kepada aku“pakai yank nanti kamu sakit lagi,”ucapnya sambil membuka kaca helmnyaAku sungguh terkejut ketika aku lihat wajahnya begitu pucat “kok wajah kamu pucat banget sih,kamu ga apa-apakan?”jawab aku sangat khawatir.“ga apa-apa kok yank”jawabnya sambil menutup kembali kaca helmnyaSetelah ujan reda Kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan, Di sepanjang jalan aku mendengar resa tak berhenti batuk“Huunk..uuuhhuuk yank kerumah aku dulu yah”ucapnya masih dengan nada menggigil dan terdengar begitu lemah“ya udah”jawab aku dengan rasa khawatir karena dari tadi resa tak berhenti batukSesampai dirumah resa,aku di sambut hangat oleh keluarganya“kalian kok basah kuyup begini sih”ucap ibu resa kaget melihat kami berdua“iya tante tadi kita keujanan di jalan,nyari tempat teduh susah banget”jawab aku sedikit canggung“ya udah kalian ganti baju dulu sana, abis itu makan siang dah”ucap ibu resa begitu ramahAku dan resa pun berganti baju, Aku di pinjami baju oleh kakak Rita kakaknya resa, Resa adalah anak ke2 dari 3 bersaudara,dia punya kakak perempuan dan adik laki-laki yang begitu mirip denganya namanya reza, Seusai berganti pakaian aku ikut nimbrung bersama keluarga resa dan makan bersama mereka, entah mengapa aku merasa sudah lama mengenal mereka,mereka begitu baik dan ramah pada ku,padahal ini pertama kalinya aku mengfenal keluarga resa. Satu jam sudah aku bersama keluarga mereka, namun resa tak juga turun dari kamarnya.“Resa kok lama banget yah di atas,sebentar yah win tante liat dulu”ucap mama resaAku hanya tersenyum, tapi entah kenapa perasaan aku merasa tidak enak aku merasa ada sesuatu yang terjadi pada resa, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.Sejam berlalu ibunya resa baru turun dari kamar resa.“resanya kemana tante”tanya aku bingung karena resa tak ikut turun dari kamarnya“ada kok, tapi kayanya dia demam dan tadi tante suruh dia istirahat, tadi resa pesan katanya kamu pulangnya di antar supir aja, takut mama kamu nyariin ”jawab ibu resa“ga apa-apa tante nanti saya naik angkutaan aja,oya tante kayanya saya harus pulang soalnya udah larut malam”ucap aku, Entah mengapa kekhawatiran aku semakin menjadi“kok buru-buru sih”ucap bapak resa“iya om soalnya aku takut ibu di rumah nyariin kan tadi ga bilang dulu, makasih yah om,tante,kakak atas semuanya dan maaf saya udah ngerepotin semuanya ni”jawab aku sambil berpamitan pada mereka“ga kok,kita malah senang kamu main ke sini”jawab kak rita“ia, tante dan om juga seneng kamu jangan kapok yah main kesini”ucap papa resa “sering-sering yah sayang main ke sini,janji yah”ucap mama resa sambil memeluk akuAku tersenyum menjawab ucapan mamanya resa, Begitu harmonis dan ramah sekali keluarga resa terhadap aku. Akhirnya aku di antar pulang oleh supir di rumah resa, Aku pulang tanpa aku tahu bagaimana keadaan resa,sempat aku sms dia selama di perjalanan,Namun tidak ada satu pun sms ku yang di balasnya olehnya.Tak terasa 3 hari berlalu, Resa tak juga menghubungi aku, bingung apa lagi yang harus aku lakukan.perasaan aku begitu tak karuan ada rasa cemas dan kesal mengelayut di hati aku.“eh. Kenapa loe dari tadi gue liatin bengong aja”ucap indri membuyarkan lamunan aku“lagi sebel gue ndri sama resa”jawab aku cemberut“apa yang di lakuin sih resa sampai bikin loe bete gini”tanya indri begitu bersemangat“beberapa hari ini dia ga hubungin gue,sms ga di bales,telpon gue juga ga pernah di angkat”jelas aku“kok bisa,loe bikin salah kali, atau dia punya cewe baru”ucap indri meledek aku“ih jahat banget sih loe”ucap aku kesal“hheehee.. ceritain dong sama gue asal mulanya sampai kaya gini”ucap indri memohonAkhirnya aku cerita kan apa yang terjadi dengan kami, dan indri menyarakan aku untuk berkunjung kerumah resa sehabis pulang sekolah.Usai pelajaran aku dan indri pun pergi kerumah resa,tapi ternyata aku tak mendapati hasil sesampai di rumahnya tak ada seorang pun yang aku temui, Rumah resa terlihat sepi dan kosong. Bahkan pembantu di rumahnya pun tak ada.“udahlah mungkin mereka lagi pada pergi kali, nanti kita coba lagi yah”ucap indri mencoba menghibur aku“mending kalau pergi datang lagi,tapi kalau mereka pindah rumah gimana ndri”ucap aku kecewa“itu semua ga akan terjadi,resa sayang sama loe dan dia ga akan ninggalin loe, percaya deh”ucap indri meyakinkan aku“kalau sayang dia ga akan giniin gue ndri”lirih aku Indri hanya diam, tak mampu menjawab kata-kata terakhir aku.Hari demi hari aku lewati tanpa resa semua begitu berubah, Tak ada lagi tawa yang tercipta kini hanya tersisa kesedihan. Tiba-tiba hp aku berdering, Ketika ada panggilan dari nomor yang tak aku kenal,“Asalamualaikum”ucap aku mengangkat telephone“walaikumsalam”jawab orang di serbang sana“maaf ini siapa yah”tanya aku pada seorang perempuan di serbang sana“ini kakak Rita”jawab suara di serbang sana“kakak rita, Apa kabar kakak dan ada apa yah kakak tumben telpon aku”ucap aku bingung“baik de,oya kakak pengen cerita sama kamu”ucap kakak rita begitu lirih.“Cerita aja kakak,siapa tau aku bisa bantu kakak”jawab aku“kakak bingung mau cerita sama siapa lagi, dan kakak inget kamu. Makannya kakak telphone kamu”ucap kak RitaKakak Rita pun mencerikan kisahnya bersama pacarnya yang belum mendapatkan restu dari orang tuanya,karena penampilan pacar kakak rita yang tak di sukai,padahal kakak rita sudah berkali-kali meminta pada pacarnya untuk mengganti penampilan pacarnya itu, namun yang di dapati oleh kakak rita yaitu kata putus,dan itu semua ga bisa kakak rita terima karena rasa sayang kakak rita udah begitu besar sama pacarnya itu.“ya udah lah kakak ngapain di pikirin cowo kaya gitu,cowo yang ga mau berkorban buat kakak,aku yakin suatu saat nanti akan ada cowo yang lebih baik yang bakal gantiin cowo kakak itu.dan rasa sayang itu lama-lama juga bakal hilang,wajar kalau saat ini kakak begitu sakit tapi lama kelamaan semua itu bakal hilang, sabar yah kakak”saran aku mencoba menenangkan “makasih yah sayang, emang ga salah resa milih kamu”ucap kakak rita“bisa aja kakak”jawab aku “sayang udah dulu yah, kamu jangan lupa istirahat dan makasih atas saran kamu”ucap kakak rita sambil mengakhiri telponnyaAda kekecewaan di dalam hati aku, padahal aku pingin banget nanya soal resa tapi memang suasananya ga tepat.Semenjak kejadian itu Kakaknya resa lebih sering telpon atau sms aku, tapi aku belum juga berani untuk menanyakan resa padanya. Kini 2 minggu berlalu aku lalui tanpa resa, Tetapi sekarang semua sudah tak begitu berat aku lalui,aku mulai terbiasa tanpa dia.Hari ini aku pulang bersama indri, Ketika sedang jalan menuju gerbang, aku melihat sosok laki-laki yang sudah lama tak aku temui, Namun aku ragu setelah aku mendekat pada sosok yang tadi aku lihat ternyata benar itu resa, Aku alihkan pandanganku seolah aku tak melihatnya.Padahal hati aku begitu bahagia ketika aku melihat resa,ada rasa rindu yang begitu besar padanya,Namun aku tetap memalingkan wajah aku“win itukan resa”ucap indri terkejut melihat resa“bukan ndri resa udah ga ada lagi dalam hidup gue” jawab aku tanpa menoleh ke arah yang indri tuju“bener tau itu resa”ucap indri meyakinkan akuNamun aku terus berjalan hingga melewati resa.Resa pun mengejar aku“win…win”panggil resa, Namun aku terus berjalan bahkan mempercepat jalan aku, hingga akhirnya resa dapat meraih tanganku.“kamu kenapa sih”tanya resa“lepasin tangan aku”ucap aku sambil melepaskan genggaman tangannya“aku bakal lepasin tangan kamu asal kamu mau dengerin penjelasan aku”jelas resa“ga ada yang perlu di jelasin”bentak aku entah mengapa airmata aku keluar dari sela-sela mataku“win mending loe dengerin dulu penjelasan resa, biar semua masalah bisa clear dengan baik,jangan emosi gini malu tau di liatin orang”saran indri “sana naik , selesaiin semua dengan baik okay”lanjut indriAku pun ikut mengikuti kata-kata indri, dan resa melajukan motornya ke danau tempat pertama kita jadian. Disana dia menjelaskan kenapa selama ini dia menghilang.“aku tau kamu marah sama aku, aku menghilang gitu aja dalam hidupmu, bukan maksud aku untuk ninggalin kamu,tapi ada satu hal yang tak bisa aku katakan sama kamu yang ga bisa aku jelasin sama kamu”ucapnya“kenaapa ga bisa di jelasin apakah serumit itu hingga kamu ga bisa jelasin semua itu”jawab aku kesal“oke, aku bakal jelasin sama kamu, aku pergi karena beberapa hari ini, karena aku di ajak mama ke bandung,mama bertengkar hebat sama kakak dan mama menyita hp aku karena mama ga mau ada yang tau keberadaan kita di sana”ucap resa menjelaskan pada akuAku pun menerima alasannya itu, Karena alasan itu masuk akal dan sama seperti yang di ungkapkan kakak rita.“terus sekarang semua udah selesai”ucap aku“udah semua dapat terselesaikan dengan baik, kamu mau kan maafin aku”jawab resa dengan penuh penyesalanAku hanya mengagukan kepala menjawab pertanyaannya itu“aku sayang sama kamu”ucap resa sambil memeluk aku“janji yah jangan tinggalin aku lagi”ucap aku memeluk erat resa“aku janji”jawab resaSemakin banyak masalah yang aku hadapi bersama resa, Semakin banyak yang aku ketahui tentang resa, Hari-hari aku kini kembali di penuhi dengan tawa dan canda, dan aku pun semakin dekat dengan keluarga resa karena aku semakin sering main ke sana.Hal yang selama ini selalu aku mimpikan kini menjadi sebuah kenyataan yang begitu indah,aku tak ingin semua hilang dan berakhir.Hari kelulusan sekolah pun datang, Aku dan Resa lulus dengan hasil yang memuaskan. Resa memutuskan untuk masuk kesalah satu SMU terfavorit di tangerang, Sedangkan aku lebih memilih masuk ke SMK analis pangan di tangerang dan semua ini malah membuat kami semakin dekat walau jarang bertemu.Memasuki tahun ke 4 ,Entah mengapa resa menjadi lebih jauh dari aku, Resa tak lagi sesering dulu berada di samping aku. Yah aku akui semenjak masuk SMU kami jadi lebih sibuk sekolah, bahkan sms pun jarang. Aku pun semakin sering mendengar dia jatuh sakit dan sesekali aku menjenguknya, tetapi resa dan keluarganya selalu bilang bahwa resa hanya kecapean karena banyak kegiatan di SMUnya, Hingga suatu hari dia mengajak aku untuk pergi jalan-jalan. Dari pagi sampai malam aku pergi bersama-sama dengannya, dia pun mengantarkan aku pulang“ada satu hal yang mau aku sampaikan sama kamu” ucapnya begitu serius setelah sampai di gang rumah aku“ada apa sih yank kok serius banget”jawab aku bingung melihat wajahnya berubah menjadi begitu serius“mungkin ini bakal terdengar begitu menyakitkan, tapi aku harus bilang ini sama kamu,aku rasa hubungan kita cukup sampai di sini aja”ucap resa dengan suara lirihAku begitu tercengah mendengar kata-katanya,”kenapa emangnya aku salah apa sampai kamu mutusin aku kaya gini”“kamu ga punya salah apa-apa,yang pasti harus kamu tahu kalau aku udah ga nyaman sama kamu, makasih atas semua dan aku harap kamu dapat menerima ini semua”jawab resa dan pergi meninggalkan aku sendiri.Aku hanya bisa terdiam dan tanpa aku sadari resa telah jauh meninggalkan qku.Airmata yang menemani aku pulang hingga sampai di kamar aku ,rasa sakit yang aku derita lebih sakit dari semua hal yang aku alami selama ini, orang yang aku sayangi dengan mudahnya mengucapkan kata putus dan meninggalkan aku begitu saja. Tanpa aku tau apa salah aku.Setelah kejadian semalam resa sama sekali tak sms ataupun telphone aku, Berkali-kali aku sms dan telphone dia untuk meminta penjelasan yang sejelas-jelasnya tentang keputusan sepihaknya itu. Namun tak satupun di gubris olehnya. Hingga rasa cinta dan sayang di hati ini berubah menjadi rasa benci akan sikapnya itu.Hari-hari kini aku lalui tanpa bersemangat semua begitu berbeda, resa tak lagi ada di samping aku yang ada hanya rasa sakit yang tertinggal, Butuh waktu cukup lama untuk aku melupakannya dan sekarang aku lebih bisa terima kenyataan dan semua lebih baik dari hari kemarin., walau aku belum bisa melupakkannya, Semenjak aku putus dengan resa tak ada satu nomor keluarganya yang dapat aku hubungi . Kakak rita pun kini sudah tak lagi menghubungi aku.Malam ini entah mengapa ada rasa rindu yang begitu besar pada resa, rasanya aku ingin bertemu dengannya, Tapi tak ada yang bisa aku perbuat, hingga aku tertidur lelap,Sore itu hp aku berdering,ketika aku lihat ternyata nomor yang tak aku kenali, Aku pun mengangkatnya“hallo, siapa ini??”sapa aku pada orang di serbang sana“hallo ini bener winda”ucap orang di serbang sana “ia benar, ini siapa” jawab aku dan mengulangi pertanyaan aku“ini kak rita win”ucap orang di serbang sana dengan lirih“kak rita, ada apa kak”tanya aku bingung karena selama ini kak rita telah menghilang semenjak resa memutuskan aku“kamu bisa ga ke rumah sakit sekarang”ucap kak rita, dengan suara begitu sedih“siapa yang sakit kak”tanya aku bingung“udah kamu ke rumah sakit aja,nanti kamu akan tau siapa yang sakit, ajak juga indri yah”jawab kak rita sambil memberikan alamat rumah sakit dan ruangannya “makasih yah de, kakak harap kamu bisa datang”ucap kak rita sambil mengakhiri telponAku pun tanpa membuang waktu langsung pergi dan tak lupa aku ajak indri turut bersama aku, Sesampai di rumah sakit, aku pun langsung menanyakan ruangan yang aku tuju. Dan langsung menuju ruangan tersebut. Setelah sampai di depan ruangan yang aku tuju begitu tercengah aku ketika ku lihat bacaan yang tertera di depan pintu ICU, hati aku semakin khawatir aku takut yang berada di dalam adalah orang yang aku sayang,aku pun terdiam di depan pintu bertuliskan ICU, aku berharap aku kak rita salah memberitahu ruangan yang aku tuju. Indri mencoba menenangkan aku. Hingga ada suara yang memanggilku dari belakang“winda” panggil kak rita di sertai mama resa“tante , kakak”aku pun menghampiri mereka bersama indri“kamu apa kabar”tanya mama resa“baik tante, resa kemana tante”jawab aku entah mengapa pertanyaan itu melontar begitu saja dari mulut akuMama resa pun langsung menangis mendengar pertanyaan aku dan kak rita pun mencoba menenangkanAku dan indri pun bingung melihatnya dan terdiam.“apa yang sebenarnya terjadi tante sama resa, kok tante nangis”tanya aku penasaranSuasana hening sesaat, hingga akhirnya mama resa mulai tenang dan menjelaskan“win kamu adalah wanita pertama yang resa bawa ke rumah dan di kenalkan sama kami,kamu juga wanita pertama yang mengenalkan cinta sama resa, Sejak resa kenal kamu,dia berubah menjadi anak yang baik,telihat jelas begitu tulus cintanya padamu, terlihat jelas bahwa dia tak ingin kehilangan mu,tante rasa kamu juga begitu. Kalian terlihat begitu saling mencintai, waktu itu resa pernah meninggalkan kamu beberapa bulan kan”tanya mama resa, aku pun mengaguk,dan mama resa melanjutkan pembicaraannya “sebenernya dia ninggalin kamu untuk berobat ke jakarta, dia ga mau kamu tahu soal penyakitnya karena takut kamu mengkhawatirkannya,makannya dia lebih memilih berbohong padamu”Entah mengapa hati aku terasa sakit dan takut, airmata aku tak terasa mengalir”resa sakit apa tante”“dia terkena kanker paru-paru dan kini kanker itu semakin menjalar, dokter bilang kanker di tubuhnya telah memasuki stadium 4”jelas mama resa lirih Aku pun tak kuasa mendengar jawaban itu,airmata aku semakin deras mengalir, aku tampu mampu untuk membayangkan betapa menderitanya orang yang aku sayangi selama ini.Mama resa pun mendekap aku erat ”sabar yah sayang,apa yang kamu rasain sama kaya apa yang tante rasain. Kita sama-sama ga mau kehilangan resa. Tapi kalau itu kehendak tuhan kita hanya bisa menerima ini semua, sekarang kamu lihat keadaan resa dulu,dia pasti senang kamu datang” ucap mama resa dan menghapus airmata di pipi akuAku dan indri pun memasuki ruang ICU, kita berganti pakaian dan mensterilkan badan kita, Ketika aku masuk ke dalam ruangan itu, Langkah kaki aku terhenti, Ketika aku melihat sosok pria yang aku sayangi sedang terbaring tak berdaya dengan selang dan kabel-kabel di tubuhnya,Airmata aku mengalir kembali dan indri pun berusaha menguatkan aku untuk mendekat ke sosok tersebut.Sampai di dekat resa aku benar tak kuasa melihatnya, terlihat begitu tenang wajahnya ,tapi aku tau pasti dia sedang menahan rasa sakitnya itu“yank bangun, sekarang aku ada di sini,jangan tidur terus donk”ucap aku lirih“iya resa bangun donk, ada winda ni,dari beberapa bulan ini dia pengen ketemu banget sama loe, makannya sekarang dia datang”ucap indri dengan airmata yang mengalir di pipinyaAku tak mampu berkata-kata lagi, Aku genggam tangannya dan airmata jatuh dan menyentuh tangannya. Karena melihat kondisi aku indri mengajak aku keluar.“resa istirahat yang banyak yah, aku sama winda nunggu kamu di luar”ucap indri sambil merangkul aku untuk pergiBegitu berat untuk aku meninggalkannya. Tapi jujur aku tak sanggup bila harus berada terus menerus di dalam ,dengan melihat kondisinya saat ini. Hingga malam aku di sana tak sanggup aku untuk meninggalkannya aku takut terjadi sesuatu dengannya, Tapi aku harus pulang, karena ibu aku sudah mengkhawatirkan aku. Aku dan indri pun berpamitan pada keluarga resa dan di antar pulang oleh supir. Sesampai dirumah aku malah tidak bisa tidur aku terus sms kak rita agar aku tahu kondisi resa.Kak kalau ada perkembangan tentang resa kasih tahu aku yahKak Rita pun membalasIya ade ku tersayangUdah malem niKamu harus istirahat,jangan mikirin resa terusNanti kamu sakit lagi dan pasti resa bakal sedih kalau kamu sakitKamu istirahat yah Selamat istirahatHave a nice dreamAku pun terlelap dam tidur aku.Esok paginya aku pun segera bersiap untuk berangkat sekolah, seusai sarapan aku lihat hp aku, Begitu terkejut aku ketika aku lihat ada 56 panggilan tak terjawab aku lihat ternyata semua dari kak rita,Aku pun jadi bertanya-tanya apa yang terjadi sampai sebanyak ini panggilan tak terjawab.Aku pun berpamitan,Aku coba menghubungi kembali kak Rita, Namun tak ada jawaban dari kak Rita.lalu aku mencoba sms kak RitaMaaf kak semalam aku udah tidurJadi tidak bisa angkat telpon kakakEmangnya ada apa yah kak???Sms aku pun tak ada jawaban, Rasa khawatir menyelimuti diriku, Tapi aku terus mencoba berbaik sangka dan menenangkan perasaan aku.Hari ini aku ga konsen belajar,Hingga waktu pun terasa lama, Waktu istirahat ini aku pergunakan untuk mereayu pembina ekskul aku untuk meminta izin padanya,karena pulang sekolah nanti aku akan menjenguk kekasihku tersayang,Hari ini perasaan aku ingin sekali bertemu dengannya dan entah mengapa perasaan aku tidak enak terhadap resa. Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi dan handphone aku pun berdering. Aku lihat ternyata kak Rita tanpa membuang waktu aku pun langsung mengangkatnya“Assalamualaikum, ada apa kak,maaf semalam telphonnya ga aku angkat soalnya aku udah tidur kak”ucap aku pada kak rita“walaikumsalam, ga apa-apa de,oya sekarang kamu bisa ga ke rumah sakit,udah pulang sekolah kan”jawab kak rita sambil menangis“iya kak bisa,emang ada apa kak”ucap aku penuh dengan rasa penasaran“kamu kesini aja yah, cepetan”jawab kak ritaTanpa membuang waktu aku pun mempercepat langkah aku,walau rasanya kaki ini sudah begitu lemas untuk melangkah,hingga aku pun memasuki ruang ICU, tanpa banyak bicara mama resa menyuruh aku untuk masuk ke ruang ICU.Kembali aku tak dapat menahan airmata ini,Aku lihat Resa sudah begitu lemas dan tak mampu menahan penyakitnya lagi.aku pun melangkah ke hadapan resa.Aku genggam tangannya“Udah saatnya kamu bangu sa, Udah terlalu lama kamu tertidur, aku kangen sama kamu, dikit lagi hari jadian kita yang ke 4,aku pengen banget ngerayain hari jadian kita di danau sama kamu, kamu harus janji yah buat bangun dan terus melawan penyakit kamu itu”ucap aku dengan derai airmata yang tak mampu lagi aku tahanSeketika tangan resa menggenggam erat tangan aku, aku pun terkejut melihat reaksi yang di berikan resa,terlihat mata resa yang berkedip, Namun rasanya berat sekali baginya untuk membuka matanya,Akuppun memanggil suster dan ketika dokter dan suster datang beberapa saat genggaman itu mulai melemah hingga alat pemacu jantung pun berubah menjadi garis lurus.Dokter langsung menangani resa, Tanpa menyuruh aku untuk keluar aku hanya bisa memanggil namanya dan terus memberi dia semangat untuk bertahan,Sampai dokter menyatakan menyerah.Aku tak kuasa melihat tubuh resa yang kini menjadi kaku,Terdengar jerit tangis mama dan kakak rita.Tubuh resa pun di tutup oleh kain putih,Ketika aku melihat hal itu tiba-tiba tubuh aku terasa begitu lemas dan tak berdaya hingga aku pun jatuh pingsan.Entah apa yang aku alami ketika aku bangun ternyata aku sudah berada di kamar aku. Aku berharap kejadian itu hanya mimpi, Tapi ternyata semua kenyataan, Karena aku lihat ada indri di samping aku dengan busana hitam-hitam“sabar yah, gue yakin ini jalan terbaik buat resa”ucap indri dan memeluk aku erat“terus sekarang resa gimana”tanya aku lemasIndri menangis begitu terisak mendengar pertanyaan aku.lalu indri memeluk aku dan berkata“dia udah di makamin,tadinya mau nungguin loe tapi loe ga sadar-sadar”Jawaban indri membuatku semakin terpukul, Begitu berat rasanya kenyataan ini harus aku pikul, Seakan tuhan ga adil akan diri aku kenapa harus resa yang pergi kenapa bukan aku saja, Aku tak mampu bila harus menjalani kehidupan ini tanpa resa.Kepergian resa membuat aku berhenti sejenak menjalani kehidupan aku. Hingga orang tua aku membawa aku ke seorang psikiater, Sebulan aku ikuti terapi, Hingga akhirnya aku bisa menerima kenyataan ini, Kenyataan bahwa resa telah pergi dan takkan kembali lagi dalam kehidupan aku. Tak luput indri pun selalu menguatkan aku, Malam ini aku putuskan untuk mengemas barang-barang pemberian resa,Esok siang akan aku kembalikan semua barang ini pada keluarganya, Aku tak ingin larut dalam kesedihan, karena entah mengapa airmata aku mengalir begitu saja ketika aku melihat barang-barang ini bayangan tentang resa muncul kembali dan kisah-kisah terindah kita kembali terbayang.Siang ini aku kerumah resa dengan membawa kotak berisi barang-barang resa dan es krim reza, Ketika aku sampai di depan pintu rumah resa aku dapati Reza sedang main seorang diri“kakak”sapanya ketika melihat aku“hai. Giman kabar kamu,ini kakak bawa sesuatu buat kamu”jawab aku sambil memberikan es krim yang aku bawa“baik kakak. Makasih yah”jawabnya begitu bergembira“mama ada de”tanya aku sambil mengusap kepalanyaBelum sempat Reza menjawab kak Rita keluar dari dalam rumah“winda”sapa kak rita sambil menyambut memeluk aku“gimana kabar de,udah lama ga main kesini”ucap kak rita“aku baik kak,aku lagi banyak tugas sekolah”jawab aku“ayo masuk dulu”ajak kak rita “ga usah kak, aku kesini Cuma mau balikin ini”jawab aku sambil memberikan kotak yang aku bawa pada kak rita”kenapa kamu balikin semua ini de”tanya kak rita seusai melihat isi kotak yang aku bawa“aku rasa aku sudah tak mampu untuk menyimpan ini semua, maaf yah kak aku ga bisa lama-lama aku harus segera pulang,permisi”ucap aku lalu aku pun pergi meninggalkan rumah resaAku tak mampu berlama-lama di sana begitu banyak kenangan yang terukir di rumah itu dan aku tak mampu untuk melihat reza karena wajahnya begitu mirip dengan resa, Itu semua hanya akan membuat aku kembali terbayang sosok resa.Semajak hari itu aku tak pernah lagi berkunjung ke rumah resa, Namun bagi aku hal terindah yang aku rasakan adalah ketika aku sempat mmengenal dan memiliki resa, walau hanya sementara, Banyak hal yang aku temukan dari resa, Aku menemukan arti sebuah kasih sayang,menghargai dan indahnya di cintai. Hingga hari Resa tak dapat aku lupakan bahkan tak mampu diri ini melupakannya, Karena dia akan selalu hidup di hati ku.Selama jalan Cinta Pertama Aku, Aku yakin saat ini kau sedang bahagia di dalam Surga dan Kelak kisah kita kan abadi di dalam sana.==========SELESAI==========Profil PenulisNama: Umi KulsumTanggal Lahir: 9 Mei 1992Pekerjaan: MahasiswaEmail: umiiciiyoungestchildren@yahoo.comFacebook: umii wishy-washyMohon Kritik dan sarannya yah

  • Cerpen Cinta Romantis “Take My Heart” ~ 13

    Buat yang udah nungguin lanjutan Take My Heart silahkan di baca. Lanjutannya udah muncul nih. Silahkan tinggalkan kritik dan sarannya buat lanjutan kedepannya yang masih belum tau kapan munculnya. Kalau ada waktu buat ngetik sama modnya bagus mudah – mudahan lanjutannya bisa cepet. Abisnya jujur aja ya, sekarang jadi males banget buat nulis cerpen. Abisnya endnya udah jelas si. Ujung ujungnya paling cuma nanyain lanjutannya doank. Sama sekali nggak ada masukan buat nulis lagi. Tapi yah, berhubung Drama jepang Itazura na kiss – Love In Tokyo yang sedari kemaren kemaren penulis tunggu udah muncul, yah walaupun cuma "Makeing" doank nggak papa deh, kayaknya bikin mod nulis balik. Lanjutan Cerpen Cinta Romantis "Take My Heart" ~ 13 bisa tercipta juga.PS: Gini lah nasipnya kalau baca karya penulis amatiran. Sama sekali nggak profesional #Ngomong sama cermin.Mulut Vio terbuka tanpa suara. Saat menoleh kesamping, Ivan sama sekali tidak menoleh kearahnya. Bahkan dengan santai melangkah meninggalkannya. Duduk santai di bawah pohon sambil memandang lautan lepas. Pertanyaannya sejak kapan kampusnya berubah jadi pantai?.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*