Cerpen Cinta: THERE’S SOMETHING IN YOUR EYES

THERE’S SOMETHING IN YOUR EYES
Oleh: Bella Danny Justice
Yang benar saja? Aku tidak mungkin jatuh cinta pada orang seperti dia! Kalau saja aku dapat menentukan jalan hidupku, aku lebih baik bersama dengannya. Walau harapanku ini mustahil, tapi aku ingin untuk tidak mencintai orang itu. Dia bukanlah pria yang baik. Aku menyesal karena aku terlalu bodoh dan terbuai sikap lembutnya. Pada awalnya aku kira dia hanya bersikap seperti itu kepada diriku, tetapi aku salah. Dia memperlakukan semua perempuan sama seperti aku. Aku sungguh tidak terima. Aku ingin pergi sejauh mungkin supaya aku tidak dapat melihat wajahnya yang memuakkan itu. Tetapi kenyataan berkehendak lain, kini aku justru satu kelas dengan pria itu. “Keiko, ayo aku antar kan kau pulang.” Ucapnya yang berdiri dihadapanku. Segera ku masukan semua buku yang ada diatas meja dan bergegas untuk pulang. “maaf, aku ada urusan. Kau pulang sendiri saja.” Kataku ketus. Lalu aku meninggalkan Souta dikelas sendiri. Namun ia mengejarku dan menarik pergelangan tanganku. “Keiko, ada apa denganmu?! Kenapa kau begitu berubah terhadapku?! Katakan padaku apa yang mengganjal dihatimu!” perkataan Souta benar-benar membuatku ingin meledak. Berani sekali dia bertanya seperti itu padaku setelah ia berpacaran dengan sahabatku lalu ia meninggalkannya hanya dalam waktu 1 bulan. Karena dia, sahabatku Miruka sampai pindah sekolah dan sekarang aku tidak punya siapa-siapa. Aku menatap lurus matanya penuh dengan kekesalan. “jangan pernah kau tunjukan wajahmu dihadapanku Sou.”*** Aku tau aku telah bersikap keterlaluan kepadanya. Tapi inilah yang bisa kulakuan untuk mengubur perasaanku terhadapnya. Aku tidak ingin berakhir seperti Miruka. Aku masih ingat betul saat itu. Malam hari saat aku sedang belajar untuk ulangan Fisika tiba-tiba bel rumahku berbunyi. Ternyata Miruka yang datang kerumahku. Aku mengajaknya masuk tetapi ia tidak mau. Ia tidak mendengarkan ucapanku. Badannya basah kuyup dan wajahnya pucat, bibirnya pun membiru karna kedinginan. Ia menerjang hujan lebat sampai seperti ini. Sekali lagi aku mengajaknya untuk masuk kedalam, tetapi ia menolaknya mentah-mentah. Miruka justru menepis tanganku yang berusaha membantunya untuk berdiri. “kenapa…kenapa Keiko, kenapa ini terjadi kepadaku??!!!” serunya penuh dengan tatapan yang berlinang air mata. Aku tidak mengerti maksud sahabatku itu. Tiba-tiba ia datang dan menyalahkanku, seolah aku telah melukai perasaannya. “apa maksudmu Miruka? Aku tidak mengerti. Masuklah dulu, biar kau jelaskan semuanya. Kalau tidak, kau akan jatuh sakit.” Aku mengajaknya untuk masuk tapi ia tetap tidak mau. Ia sungguh membuatku penasaran akan apa yang terjadi. “maaf Keiko, aku rasa…aku tidak bisa lagi menjadi sahabatmu.” Setelah mengucapkan itu lalu ia pergi. Ia berlari menjauh. Sampai aku tak dapat lagi melihatnya. Sampai detik ini aku belum mengetahui maksud perkataan Miruka. Keesokan harinya ia sudah pindah sekolah dan aku melihat Souta bersama dengan perempuan lain. Walaupun aku menyukainya, tapi aku tidak terima kalau ia menyakiti hati Miruka. Aku yang tadinya berteman akrab dengan Souta perlahan mulai menjauhinya dan beruntunglah karena kami tidak sekelas. Akan tetapi keberuntunganku tidak bertahan lama. Ketika kenaikan kelas diumumkan, aku terkejut karena kami berada dikelas yang sama. Kelas 3-1. Aku memilih tempat duduk sejauh mungkin darinya untuk menghindari kontak dengannya. 2 bulan berlalu sudah semenjak aku menempati bangku di kelas 3 ini. Aku bisa merasakan Souta yang dulu telah berubah. Ia tidak lagi suka bermain-main dengan perempuan. Ia terlihat lebih rajin. Tapi aku tetap belum bisa melupakan kejadian Miruka dan hatiku pun belum berubah, aku masih menyukainya.*** Malam ini hujan turun dengan lebat dan disertai angin kencang. Aku memandang keluar jendela kamarku dan mengikuti arah titik-titik air yang berjatuhan ke bumi. Malam ini seperti waktu Miruka datang kerumahku, aku merasa hampa. Entah sampai kapan aku menjadi pecundang hanya karena sahabatku. Aku tidak bisa mengakui perasaanku sendiri kepada orang yang aku sukai karena sahabatku adalah mantan pacarnya. Bel rumahku berbunyi terus menerus tak henti-hentinya. Aku menghampiri dan membuka pintu rumahku dan berharap itu bukan Miruka. “Ka, Kazuo? Apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini?” ternyata yang bertamu adalah tetanggaku Kazuo. Ia seorang mahasiswa perguruan tinggi negri. Ia berbeda hanya 1 tahun denganku. Konyol sekali aku sempat berfikir semoga yang datang bukanlah Miruka. Rasanya ingin aku menertawakan diriku. “mm..Ke-ke..keiko…” ucapnya terbata-bata. “ada apa Kazuo? Katakan saja. Aku kan temanmu.” Kataku sambil menyunggingkan senyum dengan mataku yang disipitkan.
“a-aku…aku hanya ingin minta gula. Aku ingin membuat teh tapi ibuku sepertinya kehabisan gula. Hehe.” Gaya Kazuo kaku sekali. Tapi aku tidak menghiraukannya. Aku langsung mengajaknya masuk dan mengambilkan toples kaca berisi gula seperti yang ia pinta. “t-terimakasih Keiko, nanti aku segera kembalikan.” “ya, tidak apa-apa” ujarku terkekeh. Kazuo memang orang yang unik. Bahasa tubuhnya membuatku tertawa. Ia bukan tipe yang suka melucu, tetapi perilakunya sungguh membuatku terhibur. Aku selalu tertawa geli jika melihatnya. Ia pria yang sangat baik dan berhati mulia. Aku mengenalnya sejak pindah kerumah ini 5 tahun lalu. Sebagai tetangga yang kedatangan penghuni rumah baru, ia membantuku mengangkat barang-barang. Sejak saat itu kami mulai akrab dan berteman. Aku sering sekali berkunjung kerumahnya untuk bermain bersama. Orangtua kami bahkan sempat berfikir untuk menjodohkan kami, tetapi aku dan Kazuo menolaknya sehingga batal lah rencana perjodohan tersebut dan aku sangat lega. Keesokan harinya aku melangkahkan kakiku dengan semangat untuk pergi ke sekolah. Tanpa sengaja aku bertemu Kazuo di tengah jalan. Aku mendekatinya dan mengagetkannya. Aku menepuk bahunya agak kencang dan berkata nyaring. “HAAAIIII Kazuoooo! Selamat pagi! Hehe.” Ekspresinya lucu sekali. Aku hampir mati tertawa saat melihat wajahnya yang terkejut bukan main. Kazuo mengelus-elus dadanya lalu menarik nafas untuk berbicara. “Keiko, aku benar-benar kaget. Kau itu keterlaluan! Jantungku rasanya mau copot, kau tau?” Aku masih tertawa geli sambil berusaha menahan tawaku untuk berhenti. “maaf maaf hehe habisnya kau lucu sih, aku jadi ga tahan ingin menggodamu terus.” Kazuo memalingkan wajahnya, ia mempercepat langkahnya dan melambaikan tangannya tanpa menengok kearahku. “maaf Keiko, aku duluan ya.”*** Lagi-lagi Souta menghampiri ku. Tapi aku tidak menghiraukannya. Aku tidak menggubris setiap perkataan yang keluar dari bibirnya. “Keiko, aku ingin bicara denganmu sebentar. Aku mohon..” ucapnya dengan muka memelas. Baiklah, mungkin sekali ini aku akan mendengarkannya. Setelah itu aku tidak mau lagi berurusan dengannya. Souta mengajakku ke sebuah taman. Taman yang indah dan sangat terkenal ketika musim semi menyambut. Taman Maruyama terletak di daerah Kyoto. Taman ini dipenuhi oleh bunga ceri yang bermekaran dan berwarna pink. Sungguh menyejukan mata dan hatiku. Baunya begitu harum, seperti menghipnotisku. Souta pun membuka pembicaraan. “Keiko, apa kau tau yang sedang ku pikirkan sekarang?” tanyanya dengan nada serius. Laki-laki aneh pikirku. Mana mungkin aku tau! “tidak. Kalau pun kau ingin mengatakannya aku tidak ingin tau.” Balasku cuek. Souta tertawa masam. “kau memang beda dari yang lain. Dirimu yang seperti ini lah yang membuatku tertarik.” Kini ia menatapku, ia memandangi bola mataku yang berwarna coklat. Aku segera memalingkan wajahku dari tatapan lembutnya yang membuatku luluh. “sudahlah, aku pulang dulu.” Aku beranjak dari tempat itu tapi Souta menghentikanku. Ia menarik tanganku dengan tegas sehingga aku kembali dalam posisi duduk. Pria itu mengunci tanganku. Ia menggenggamnya sangat erat dan membuatku tak dapat bergerak. “aku tidak berbohong! Aku menyukaimu Keiko…dan aku tau kau juga mempunyai perasaan yang sama denganku.” Souta mengatakannya dengan lancar. Apa selama ini dia tau kalau aku menyukainya? Aku tidak tau harus senang atau sedih. Mendengar pengakuan cintanya, tak bisa kupungkiri hatiku meloncat kegirangan. Aku hanya diam tak membalas ucapannya. “aku telah berubah sejak pertama kali mengenalmu Keiko. Kau tidak perlu takut aku akan memperlakukanmu seperti yang kulakukan kepada temanmu Miruka.” Hati yang penuh luapan kebahagiaan berubah menjadi kemarahan. Kata-katanya menyakiti hati sahabatku seolah Miruka tak ada artinya sama sekali bagi dia. “jangan sebut nama Miruka seakan-akan ia tak berarti apa-apa untuk dirimu. Biar bagaimanapun dia pernah menjadi bagian dalam hidupmu. Kenapa dulu kau menghianatinya?” amarahku terhadap Souta semakin memuncak sehingga aku tidak dapat berteriak dan melampiaskannya. Hanya suaraku yang terdengar rendah dan dingin. “semua aku lakukan hanya untukmu.” Katanya. Tubuhku gemetar. Aku sangat bingung. Apa aku berani menerimanya? “tolong tinggalkan aku sendiri Sou. Aku butuh waktu untuk berfikir.”***
3 tahun kemudian…. Setelah pengakuan Souta, aku merasa aku tidak akan sanggup hidup di Jepang jika selalu bertemu denganya. Akhirnya aku memutuskan untuk pindah ke Inggris dan tinggal disana bersama Bibiku, Rose. Tadinya kedua orangtuaku tidak mengizinkannya, tapi aku terus merengek dan terpaksa mereka pun mengizinkan aku untuk pergi. 3 tahun aku lalui tanpa hadirnya Souta. Aku cukup bahagia tinggal disini. Sekarang aku sudah menjadi seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran di sebuah universitas terkenal yaitu Oxford University. “Keiko, ada seseorang yang mencarimu.” Sahut Bibi Rose dari lantai bawah. “alright, wait a second.” Balasku dengan nyaring. Aku sungguh terkejut saat mendapati orang yang mencariku. Kazuo?! Bagaimana bisa ia tau tempat tinggal Bibi Rose? Dan untuk apa dia kesini? Banyak sekali pertanyaan yang muncul di otakku. Benar-benar sebuah surprise yang tak terduga. Aku memperhatikan Kazuo dari kepala hingga ujung kaki. Ia terlihat berbeda dengan ia yang dulu. Kazuo bertambah tampan! Namun, sorot matanya…seperti berbeda. Aku bergidik menatap sorot mata itu. “hai, Keiko. Lama sekali kita tidak berjumpa.” Nada suaranya kini terdengar riang dan tidak kaku seperti dulu. Kazuo benar-benar berubah semakin dewasa. Aku mempersilahkannya masuk dan kami duduk diruang tamu. “aku senang sekali bertemu denganmu. Apa yang membawamu kemari? Aku penasaran.” Ujarku yang diakhiri dengan seulas senyum manis. “apa kau tidak mengenalinya Keiko?” nada bicara Kazuo mendadak serius. Aku mengernyitkan dahi. “apa maksudmu? Mengenalinya?” “mata ini…apa kau sudah melupakannya?” katanya yg menyuruhku untuk menebak. Aku tidak mengerti dengan ucapan Kazuo. Apa yang terjadi? Ia tidak hanya berubah menjadi semakin tampan dan dewasa, tapi juga misterius. “katakan padaku yang sebenarnya Kazuo!” pintaku dengan sedikit memaksa. Aku sangat penasaran. Pasti sesuatu telah terjadi. Sesuatu yang besar…ya sesuatu yang tidak ingin kudengar.*** Aku tidak percaya dengan ceritanya! Tidak mungkin itu terjadi! Souta mendonorkan korneanya untuk Kazuo yang tertimpa kecelakaan dan kehilangan penglihatannya. Apa maksud Souta seperti itu? kenapa ia harus pergi dengan cara seperti ini? Kenapa ia tidak pernah mengatakan padaku bahwa ia juga memiliki penyakit kanker yang kronis?! Kau sungguh egois Sou! Kau ingin bertemu denganku dengan cara hidup pada mata Kazuo. Aku tidak bisa menahan tangisku. Saat aku berziarah ke pemakaman Souta, aku melihat seseorang ada disana lebih dahulu. “orang itu…” gumamku yang menahan isak tangis. “sudah lama sekali ya, Keiko…” sapanya lembut. Tampaknya ia juga sedang menangisi nisan Souta. Aku terkejut bisa bertemu lagi dengannya, terlebih ditempat seperti ini. “kita mencintai orang yang sama dan menangisinya juga bersama-sama. Ironis sekali bukan hidup ini?” “tidak. Dari awal Souta hanya menyukaiku, bukan dirimu Miruka. Dan kepergiannya tidak ada hubungannya dengan hidupku atau hidupmu. Kita menjalani hidup yang berbeda. Dari dulu aku ingin mengatakan ini padamu, tapi baru sekarang aku bisa mengucapkannya. Aku sangat lega karna aku tidak lagi menjadi pecundang.” “aku senang kau bertambah dewasa. Sudahlah, tak ada gunanya kita bertengkar. Lagipula, besok aku akan melangsungkan pertunanganku dengan pria yang kucintai. Aku harap kau dan Kazuo bisa menghadirinya.” “aku pasti datang.” Sekarang aku sadar bahwa sebenarnya yang ku inginkan adalah Kazuo. Cintaku memang untuk Souta, tapi sejak dulu yang ada untukku selalu adalah Kazuo. Dari awal, hanya Kazuo lah yang berada disisiku. Tapi aku tidak mungkin bisa melupakan orang yang ku cintai. Sebuah pelajaran yang sangat berarti bagiku. Lagipula, Souta…kau bisa selalu melihatku melalui Kazuo, bukan? Ucapku dalam hati. Aku tersenyum cerah menatap langit dan berharap kau mendengar yang kukatakan Sou.*** “Souta Hakazami!! Cepat habiskan makananmu! Atau ibu akan marah besar.” “iya, iya…Ibu cerewet sekali sih.” “Kazuo, sebaiknya kau ajarkan Souta untuk bersikap disiplin!” “jangan marah-marah terus nanti kau keriput Keiko. Bukankah Souta mengambil sifat seperti itu dari Ibunya? Hehe..” “Kazuo kau mati hah?!” Kehidupanku berubah drastis. Keluargaku dengan Kazuo adalah nafas kehidupan bagiku. Aku sangat bahagia menjalaninya. Kami memiliki seorang anak yang ku namai sama seperti dia, “Souta”, sebagai sebuah kenangan dan agar aku dapat selalu mengingatmu…. aku yakin kau pasti tertawa geli diatas sana melihat kelakuan Souta kecil-ku.. Aku sangat bertrimakasih padamu Sou… Tanpa pengorbananmu, tidak mungkin aku bisa merasakan kebahagian yang luar biasa seperti ini…
Cerpen Cinta RomantisThe sweetest thought..
I had it all,
Cause I did let you go..
All our moments,
Keep me warm..
When you're gone….
(Within Temptation – Bittersweet)
END
Nama : Bella Danny Justice
Twitter : @bellajusticee
Fb : Bella Justice
Cerpen Bella yang lainnya: Kenangan yang Terlupakan dan Love That I Should Have.

Random Posts

  • Cerpen Sedih: Maaf Ku Harus Pergi dari Cintamu

    Indahnya cinta kurasa , tetapi tak seindah yang kukira . malam semakin malam, tanpa ada dirimu disisi. ku mohon pada dirimu jangan dustai hati dan cintaku. Kasihku hanyalah dirimu , kasihku aku cinta padamu .Lembut nya embun pagi menyapa hati dan cintaku , seolah tak berhenti berharap akan cintamu. Manisnya cintamu dan indah senyum bibirmu menambah rasa cintaku kepada dirimu . dunia maya adalah awal cerita kita yang tak pernah kulupa sepanjang hidupku . perkenalan ku dengan dirinya membawa arti kebahagian dalam hidupku. Perbedaan pendapat membawa kita pada jurang kehancuran.Maaf ini sudah menjadi keputusan ku dan harus pergi untuk kesekian kalinya , dan aku pun tak bisa berbuat apa – apa hanya kata maaf ku bisa ku ucapkan padamu.Jujur ,kau telah melukai hati perasaanku , sehingga hidup ku kehilangan arah tujuan dan membuat suram hidupku. En, kenapa kau membohongi ku, apa kau tidak iba akan diriku. Maafin aku? Janji- janjimu semua palsu .Aku sedih melihat kamu tak setia pada ku .Walau rasa sayangku begitu besar kepada mu. tapi itu percuma ,kamu seakan tak menghiraukan aku lagi.Malam Tahun baru 2011 adalah malam begita saklar .makna pergantian tahun . karna,ini juga termasuk sangat bermakna dalam hubungan kita bina selama ini .semua serba baru .Kamu dimana ? loh ko , kenapa kamu pulang ke Depok sih . oya udah , kalau kamu mau malam tahun baruan bersama keponakanmu.Bergegas aku mencoba mengecek ketempat kost an mu di bilangan Rawamangun .apa benar dia pulang ke depok atau membohongiku.Aku gak yakin Eni pulang ke depok , rasa bimbang dan gak yakin tercurah dalam perasaan ku ini.loh ko, ternyata dia membohongi ku , ku melihat sendalnya berada ditempat kerjanya .tanpa berpikir panjang aku ketuk pintu kantornya , dia tampak kaget memandang diriku .hubungan yang terjalin selama 4 tahun dirusak oleh dia sendiri. membina hubungan begitu lama, akhirnya dia berkhianat tertangkap basah dengan rekan kerjanya sedang berdua an dalam kantor. Keluar kamu, dia tampak bingung memandang ku dan penuh rasa bersalah karna telah berbohong.“Ayo, kita jalan ?“Bergegas keluar dan meninggalkan kantor ?“Pucat terlihat dalam raut wajahnya?Sadar dia telah berbohong , pembicaraan selalu dialihkan .kamu kenapa bohong? Jujur ini terasa mimpi , dibohongi pasangan adalah sesuatu paling najis . Masih terasa luka oleh perilaku dia semalam , ternyata aku belum percaya 100%.Walau pun diriku sedang libur , aku coba menyatroni tempat kost an untuk kali ke dua.rasa kepercayaan ku mulai luntur , tak kala dia tertangkap basah lagi . rekan kerjanya yang juga kenal denganku , Nampak datang ke tempat kost nya . aku gak tinggal diam, 500 menit ku mengawasi .akhirnya ku datangi kost an nya terjadi keributan , sayang tangan ku dipegang nya sehingga tak terjadi perkelahian antara hasim dan aku . merasa tertangkap basah untuk kali ke dua , dia nampak pucat terlihat diwajahnya.Jujur dengan kejadian itu , aku benar gak bisa memaafkan dia ? rasa kepercayaan ku hilang seketika dan larut dalam kekecewaan .Meski pun sudah hilang rasa cintaku . tetapi aku memandang dia , mungkin itu semua sesuatu ke khilaf an dan bisa diperbaiki kembali. Aku pun mencoba mengunjungi dia ke kost an nya dengan maksud main dan sekalian meminta maaf atas sikap ku yang arogan .sayang , maksud baik ku ga direspon dengan baik ,aku ditinggal sendiri di teras kost an nya.Ku telpon ponselnya selalu di matikan ? Ku sms ga ada balasan?Hingga akhirnya , mungkin aku harus pergi dari hati dan cintanya selamanya dan menatap esok hari yang lebih cerah. Pergi dengan perasaan galau terasa dalam hati ku . tak ada keindahan yang tercipta dunia seakan gelap menjadi gurita .Mendengar ku tidak ada di Jakarta . dia pun mencoba menghubungi diriku “hallo, kamu dimana ?Maaf , aku sudah berada di luar kota sekarang?“eh , kenapa kamu pergi ? segera balik , saya tunggu kamu di kost an sekarang.“maaf ga bisa , aku sudah di Jawa ?“oya , udah kalau itu mau kamu sih?Kegagalan dalam bercinta bukan berarti kiamat , akan tetapi kegagalan adalah sebuah pengalaman dan harus dicarikan solusinya. Hari – hari yang indah kini telah hilang. Ku coba menjalani kehidupanku dengan rasa tegar walau terkadang rasa kesepian hinggap dan selalu menghantui pikiranku.Gambaran cerita ini mungkin sedikit dari sekian banyak cerita hidup yangbisa di jadikan renungan.sehingga kita dapat belajar tentang arti sebuah cinta .karna, setiap manusia tidak ingin gagal dalam menjalin hubungan asmara.semoga kita lebih mawas diri dan menjaga hubungan jalinan kasih dengan pasangan kita.Sekarang antara aku dan dia tidak ada kontek ?mungkin dia sekarang sudah menjalin cinta dengan yang lain dan menghasilkan Buah cinta yang menhasilkan kasih sayang*******By : SUGI ALWIN REY facebook: Sugi Alwin reyThanks sob udah mau baca

  • Cerpen Cinta: JARAK DAN KITA

    Sebuah Cerpen Cita tentang hubungan jarak jauh. Dikirim oleh Lelie Liana dan merupakan cerpen keduaya. Cerpen pertamanya yang berjudul Damai Bersamamu, Flora pernah juga dimuat di Gen22 Blog.JARAK DAN KITAoleh: Lelie Lianatrangggg!! awwwwJenny sukses mengacaukan suasana pagi di rumahnya.“aw, ini gelas kok bisa jatuh sih Jen?” Bunda memandang pecahan gelas yang berserakan di lantai“ maaf Bund, Jenny nggak sengaja” dengan tampang yang sedikit didramatisir Jenny meminta maaf“ makanya, lain kali jangan minum sambil ngelamun!” Bang Tyo nimbrung tanpa diminta“ih nyebelin banget sih,bukannya bantuin malah ngomporin” Jenny ngedumel dalam hati“ sudah, abang jangan bikin suasana tambah kacau ah, Jenny, rapiin bekas gelasnya yah, habis itu langsung sarapan di ruang makan, ayah udah nungguin dari tadi tuh “ Bunda berkata sambil berlalu“ Iya Bund” Jenny mengangguk sekaligus memeletkan lidah tanda kemenangan ke arah bang Tyo yang terlihat kesal karena komporannya hari ini nggak berhasil“ wee, emang enak dikacangin! Hahaahaha” Jenny membersihkan pecahan gelas yang berantakan dan berlalu meninggalkan abangnya yang terlihat masih kesal karena usahanya sia – sia.Begitulah yang terjadi setiap hari di keluarga Subagiyo, pengusaha yang kesehariannya terkenal sebagai seseorang yang low profile dan penuh dengan kedipsiplinan dan kerja kerasnya. Jenny, Putri kedua dari Pak Subagiyo dan Bu Ratna. Nama lengkapnya Jennyfer Ken, cantik, pintar, bersikap manja dan ramah, namun sedikit ceroboh. Baru duduk di kelas dua SMU, dan menjabat sebagai wakil ketua osis. Andre Johntyo adalah putra pertama. Lahir sabagai anak laki – laki dengan tampilan fisik nyaris sempurna dan selalu mampu membuat mata kaum hawa tak mampu berpaling. Jago basket, juara olimpiade komputer, ketua osis, dan selalu juara kelas. Alhasil kakak beradik tersebut menjadi populer di kalangan makhluk sekolah yang notabenenya adalah sekolah swasta favorit dengan lebih dari seribu siswa. Dan tak mudah untuk menjadi seseorang yang top di sekolah, itulah yang dirasakan oleh Jenny. Setiap hari ia harus tahan godaaan dan terpaan gosip yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tak pernah puas jika ngeliat Jenny bahagia. Seperti yang terjadi pagi itu.“ ssttt, si nona perfect mau lewat, minggir, beri jalan” teriak Nita, ratu gosip sekolahan. sifatnya nggak jauh – jauh dari ratu gosip pada umumnya, suka sirik, panas kalau ngeliatin orang yang lebih “ wah “ darinya, dan yang pastinya bahan sekecil apapun bisa dijadikan gosip. Tapi meskipun udah dipermalukan berkali – kali, tetap aja Nita menjadi Ratu gosip, seperti pagi ini, udah jadi kebiasaan Nita setiap Jenny datang, selalu dikatan si nona perfect, jadi Jenny tetap tenang nanggepin Nita.“ eh nona perfect, tadi lu dicariin tuh sama Bobby“Ciii! Kontan mendengar nama Bobby, Jenny langsung noleh.“ serius lu?”“tapi BOHONG! Hahahaaaa” Nita tertawa puas sudah berhasil membohongi Jenny“ sialan! Kalau bukan gara – gara masih pagi, udah gue jitak lu! “ guman Jenny kesal lalu masuk kelas . Di kelas , Jenny meletakkan tas volcomnya dengan kesal“ wess, si nona perfect udah datang, napa tuh muka, pagi – pagi jelek banget “ tegur Igha, sahabatnya yang sekaligus ketua kelas“ gue sebel sama Nita, pagi – pagi gue kena kibul sama dia ““ ahahaha, nasib lu! Udah tau dia ratu gosip, masih aja lu percaya sama omongan dia” Igha tertawa geli“ abisnya dia bilang Bobby nyariin gue, ya spontan aja gue noleh “ “ heh? Bobby ? lu masih ngarep sama dia, Jen? Bukannya dia udah pindah ke luar negeri? Lagian lu sih ga mikir, kalau dia nyariin lu, ga mungkin dia datangin si Nita, secara otomatis dia bakalan ngasih tau lu dulu kan sebelumnya “ Igha mencoba untuk menganalisis keadaan.“ iya sih gue tau, tapi siapa tau aja dia mau datang tanpa pemberitahuan dan mau ngasih surprise ke gue “ lanjut Jenny membela diri.“ yeee, ngarep lu Jen! “ Igha tersenyum geli.“ huh, garing lu! “ jenny kesal . beberapa menit kemudian ia sudah asyik bersama i-pod nya. Igha memandang Jenny. Ia tau betul siapa Jenny dan bagaimana perasaannya sekarang. sudah tiga bulan lebih Jenny memendam sakit hatinya sama Bobby. Satu sekolah juga tau, kalau setahun yang lalu Jenny dan Bobby adalah pasangan paling serasi. Jenny adalah nona perfect, dan Bobby adalah tuan perfect. Setahun yang lalu, Bobby bukan satu – satunya cowo perfect di mata Jenny. Masih banyak cowo – cowo nyaris perfect lainnya yang nyatain cinta ke Jenny dan ditolak. Tapi satu hal yang ngebedain Roy sama cowo – cowo lainnya. Dia cowo yang dewasa. Awalnya Jenny menganggap Bobby hanya sahabat, tapi kedekatannya dengan Bobby tanpa sadar membuat Jenny begitu merasakan bahwa diantara mereka bukan hanya sebagai sahabat , tapi lebih dari itu. Hubungan mereka berlanjut, seperti yang Jenny rasakan, akhirnya mereka jadian selama enam bulan. Bukan waktu yang singkat untuk menjalin sebuah hubungan, tapi Bobby lebih memilih untuk mengakhiri hubungan itu karena jarak. Bobby pindah ke luar negeri, itu cukup membuat Jenny down dan nggak mau pacaran lagi, sampai sekarang. “ dueng! Ngelamun terus loe, Bobby Bobby Bobbyyyy, Jenny kangen nihh, hahahahhaa” igha ketawa ngakak“ sadis loe, bete gw”“ abisny muka loe jelek banget kalo lagi bengong gitu, udah ah, ntar ga ada yang naksir loh ““ masa sih gha,perasaan muka gw ga gitu – gitu banget deh”“ iya tau, tapi jangan gitu juga kalii, udah ah, jangan ngelamun lagi “Begitulah kehidupan Jenny, nyaris PERFECT, mirip cerita di novel – novel dan cerpen, tapi sayang kehidupan cintanya tak begitu sempurna . Tok tok tok“masukk”Tralaaaaa, Surpiseeee…“Jen? Are you ok?”…“hello”…“hey!”“oh, sorry! Bobby? ini beneran loe?” “Iyalah, masa arwah gue, gile lu, gue masih idup kalii”Oh my God, Bobby cakep banget, Jenny sampe pangling“Stress lu ya, kapan lu balik ke Indo? jahat, kenapa sih lu ga bilang ke gue?”“idihh nona cantik ngambek, gue udah di Indo kemaren, sengaja aja bkin surprise buat lu”“ihhh nyebelin, gue kangen banget sama lu”“hmmm, beneran?”“tapi BOHONG! hahaha”Malamnya Jenny terlihat senang, bukan mimpi tapi ini nyata, sekarang Roy ada di hadapannya, bahkan have dinner bareng.“hmmm, Bobby..”“ya Jen, kenapa? ngomong aja”“hmm… lu masih punya rasa ga sama gue?”“rasa? rasa apaan? rasa jeruk, apel, atau mangga?”“garing! gue serius!”“ops, ok nona manis, sorry. hmmmmm, gimana ya Jen, gue masih sayang sama lu, tapi lu ngerti kan, gue ga mungkin balik lagi ke Indo, banyak hal yang ga mungkin dalam hubungan kita, lagian gue udah punya seseorang disana”DEGGGGG!Tiba – tiba Jenny merasakan periihhhhh yang sangat perih didadanya. Ternyata cinta tak mampu mengalahkan jarak dan waktu. Perlahan Jenny menjauh.Here is no love anymore, It will be love if you and me together..Twitter : @lelielianaE-mail : Leelieliana@yahoo.co.id

  • KAGUMKU SELANGIT oleh JAJ

    Oleh: Jovian Andreas (JAJ) – Suatu kertas puisi cinta yang disebut picisan itu akhirnya disimak lagi. Kenangan indah kalau diangkat lagi memang jadi mengharukan. Mengapa ada cinta yang disia-siakan? Mengapa dibiarkan pernyataan baik itu yang pernah dibalas dengan sikap arogan, yang akhirnya disesali. Dibenci sikap jahatnya itu pada laki-laki yang sebetulnya tampan namun karena dituding bukan levelnya, laki-laki itu jadi berkata tak akan bertemu dengannya lagi, pada detik itu. Laki-laki itu sudah menerima permintaan Omnya untuk tak akan ke rumah lagi hanya demi Meli… Oh, Meli, kau ini bodoh banget! Kau ini norak! Kau ini sombong! Kau sangat materialistis! Jadilah kamu perempuan sial! Ah.., begitulah yang dipikirkan Amelia Febrianti, yang melihat foto Heryadi, laki-laki yang pernah jatuh hati padanya sepuluh tahun yang lalu. Sekarang usia Amelia, 27 tahun, dan Heryadi, 30 tahun. Amelia sudah pernah menikah sebelum tahun 2000 dan ketika itu usainya 20 tahun. Yah, tepatnya dia kelahiran 1979. Dia sangat ingat perkenalannya dengan Heryadi yang suka berkarya di sanggar sebagai sutradara. Dia tahu juga semangat Heryadi walau organisasinya itu tak menguntungkan atau memberinya penghasilan. Dan ketika itu Amelia yang pernah jadi anggota teater di SMA memilih keluar dan mau jadi pemain sinetron, figuran. Sementara Heryadi tetap bergerak di teater dari festival drama remaja, lomba baca puisi, menulis skenario dan yang lain jadi pelatih futsal di sekolah yang dikelola orang tua temannya.Heryadi memang bukan anak orang berada, dia tinggal di jalan MHT di wilayah padat di Jakarta Barat. Heryadi menaruh hati pada Amelia, lewat bantuan teman sebaya Amelia ketika itu untuk jadi comblang baginya. Tetapi mengapa Heryadi tidak berani mengungkapkannya, hanya karena Heryadi mempunyai saingan dari temannya yang lebih dipahami Amelia. Temannya itu Ronny. Teman Heryadi ini membawa Azrul yang ternyata genit dan ingin mendapatkan hati Amelia. Akhirnya Heryadi jadi jaga jarak dengan Ronny dan memutuskan membangun sanggar baru di luar sekolah. Ronny tetap bertahan dan mengajak Azrul yang memang teman di kampusnya masuk poduction House dan Melly diajak jadi pemain sinetron sebagai figuran saja. Ronny bernasib baik menjadi asisten sutradara di production house mendampingi sutradara senior.Nah kenapa Heryadi merasa bersaing dengan Ronny, alasannya adalah Heryadi punya niat mengadakan pementasan kolosal : Ken Arok yang ternyata disudutkan Ronny bahwa ide itu tak akan terjadi. Heryadi jadi benci Ronny. Heryadi juga benci pada Amelia yang malah berani bilang: "Gue nggak suka sama elo!" Suatu pernyataan yang mengecewakan di masa itu, dan Amelia jadi sedih telah membuat hati Heryadi, jadi sakit hati.Heryadi dengan teater barunya malah berhasil meraih piala sebagai grup terbaik. Heryadi tetap punya pendirian hingga di era runtuhnyha orde baru terlibat pula dalam demonstrasi. Heryadi tetap bujangan. Dan masa mudanya itu tetap putih dan tidak seperti Azrul. Karena laki-laki yang menyukai Amelia itu, berani main api, selingkuh dengan perempuan yang mau jadi artis hingga hamil. Dan inilah yang membuat Amelia kagum pada Heryadi.Heryadi juga dipuji Amelia ketika dia datang ke rumah Amelia sambil mengabarkan kalau dia sudah lulus menjadi sarjana. Bayangkan, keputusan untuk tidak mendekati Amelia, dimohonkan maaf oleh Heryadi dengan pernyataan kepada Om Amelia, Safri, kalau dia kakak kelas Amelia yang ingin dilihat Amelia menjadi sarjana. Dan Amelia menjadi trenyuh. Dia saja tidak bisa menyelesaikan kuliah karena keputusannya sendiri. Begitu juga Om Safri yang pernah meminta Heryadi jauhi Amelia, sudah tidak bisa bekerja lagi akrena kecelakaan, hanya bilang kepada Amelia : "Coba kamu jadi sama laki-laki itu, Mel… Dia baik!"Amelia sangat sedih. Dan waktu terus bergerak, setiap kabar Heryadi malah membuat Amelia semakin kagum padanya. Heryadi bekerja di production house pula seperti Ronny yang mana perusahaaan itu membuat film layar lebar serta rekaman film asing. Wah, membuat Amelia jadi trenyuh. Amelia yang sudah punya anak hasil hubungan gelapnya dengan teman kuliahnya itu hingga diusir bapaknya, kini menjadi manusia yang merasa telah membunuh karakternya sendiri. Dia ingin berubah sebagai manuisa yang punya masa depan, punya rancangan atau prinsip hidup dan punya cinta pada laki-laki sebaik Heryadi.Namun sayangnya Heryadi yang pernah menulis puisi untuknya berjudul Kagumku Selangit, sudah semakin sulit menjadi miliknya. Heryadi sudah meminang seorang gadis yang sederhana, tetangganya yang memang pantas buat Heryadi. Amelia tinggal berkata," Oh Tuhan, andainya hati Heryadi masih ada untukku biarlah dia datang padaku, walau hanya sebentar mengucapkan salam padaku.."Tentunya Amelia tidak bisa bertemu Heryadi. Amelia hanya bisa memandangi foto masa SMAnya itu. Di mana Heryadi yang pernah jadi sutradara teater dan pernah dihina temannya itu, kini sudah menjadi laki-laki dewasa. Amelia hanya bisa menulis di buku hariannya : I Love You Heryadi.. God Bless You ..*****Jakarta, November 2011Penulis : Jovian AndreasEmail : Jovisca_2@yahoo.co.id

  • Cerpen Cinta Tentang Rasa End { Update }

    Star Night Sepertinya benar – benar sudah menjadi blog kumpulan cerpen. Nggak ada lagi ajang curhat – curhat nggak jelas. Hi hi hi…For all, thanks ya udah mau read my karya."Tidak Semua kisah bisa berakhir indah"Gresia, Anya dan Nanda tampak saling pandang. Mereka sama sekali tidak pernah menduga . Seorang Anggun yang menurut mereka Sering – sering suka rada – rada ternyata mampu berfikir dewasa.Tatapan ketiganya kemudain beralih kearah Alan yang sedari tadi masih belum melepaskan pandangannya dari sosok punggung anggun yang tampak mulai berjalan menjauh.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*