Cerpen: Cinta Tak Berujung

Cinta Tak Berujung
oleh: Ari Indiastuti
Aku Ari Indi yang bisa dipanggil Ari atau Indi. Sore itu aku sedang berjalan-jalan bersama adik sepupuku hari ini. Kupikir hari ini hari yang cukup cerah. Umurnya mungkin baru 4 tahun lebih sedikit. Tapi tingkahnya terkadang seperti orang dewasa saja.
Cerpen Cinta Tak BerujungYah… hari minggu pagi seperti ini memang menyenangkan. Tak ada beban pikiran untuk berangkat pagi ke kuliah. Apalagi pagi-pagi seperti ini jalanan tidak terlalu ramai. Kendaraan yang berlalu lalang sedikit.
“Kak indi!”,terdengar suara kecil adikku memanggilku.
“Ya? Ada apa sayangku?”, tanyaku sambil berjongkok mensejajarkan diri dengan adikku yang lucu ini.
“Itu tempat apa kak?”, tanyanya dengan nada lucu sambil menunjuk ke sebuah bangunan. Matakupun mengikuti arah yang ditunjuknya.
Ternyata Upi’, nama adik sepupuku ini, menunjuk ke sebuah sekolah kanak-kanak yang memang cukup jauh dari tempat tinggalku. Sehingga aku jarang main ke tempat ini.
“Itu sekolah TK, pi’. Tahun depan Upi’ sekolah disini mau?”, tanyaku pada gadis kecil berambut keriting ini.
Tapi tunggu dulu. Hari minggu seperti ini kenapa anak-anak TK masuk ya?
“Kak, masuk kesana yuuukkk!”, adikku mulai merengek . Jika sedang merengek seperti ini tak ada yang bisa menolaknya.
Tapi lumayan. Kebetulan aku ingin tahu sedang ada acara apa disana. Jadi adikku ini bisa dijadikan alasan jika ditanya salah satu orang yang ada disana. Aku mengambil tempat duduk di beranda rumah yang ada di sekitar Taman Kanak-kanak itu. Bukan hanya aku yang duduk disini. Ada juga seorang lelaki yang cukup tampan mengajak seorang anak laki-laki seumuran Upi’.
Ternyata sedang ada semacam pentas yang menampilkan kemampuan anak TK disini. Lucu sekali. Aku jadi teringat saat itu,dan memoryku kembali 11 tahun lalu. Masa kecilku, lebih tepatnya masa Taman Kanak-kanakku yang kuhabiskan bersamanya. Dulu aku tidak tinggal disini. Dulu aku tinggal di Semarang. Dan ketika aku Sekolah Dasar kelas 2 ayahku dipindah tugaskan ke Magelang.
Tapi kenangan masa-masa ketika aku di Semarang tetaplah melekat dalam hatiku. Apalagi masa-masa TK saat itu. Bersama cinta masa kecilku. Entah bisa dibilang cinta masa kecil atau apalah. Yang penting bukan cinta monyet. Karena aku dan dia bukan monyet. hhehhee… J
Eh? Kulihat ada 2 orang anak sedang menyanyi di depan. Yang satu laki-laki,satunya perempuan. Lucu sekali melihat mereka berdua. Mengingatkanku ketika aku masih seumuran mereka dulu. Bersamanya. Benar-benar masa kecil yang indah untuk diingat dan tak akan pernah kulupakan.
Namanya Adi Yudha. Aku mengenalnya karena kami satu sekolah saat masih Taman Kanak-kanak dulu. Sejak perkenalan itu entah mengapa kami merasa cocok. Aku dan Yudha anak dari keluarga tentara. Dan kami tinggal di sebuah kompleks asrama Srondol. Entah kebetulan atau apa rumah kami berdekatan,barhadapan bahkan.
Banyak hal kami lalui bersama. Dari memanjat pohon, bahkan ketika jatuh dari pohon Yudha yang menolongku. Main PS bareng. Makan bareng,terutama makan kerang .Banyak hal kami lakukan bersama. Pernah Juga sepeda kesayanganku dibocorin banyak sama temenku. Dan Yudha juga yang membantuku. Aku menumpuk banyak alasan agar dia mau mengantarku berangkat maupun pulang sekolah.
“kaakkkkkkk!”, aku mendengar seorang anak kecil berteriak padaku. Mengagetkanku saja.
“Ada apa sih?”, tanyaku menekan kemarahanku.Upi’ membangunkanku dari kenangan indahku. Tambah lagi laki-laki seumuran denganku yang sejak tadi duduk disebelahku malah menertawaiku. Sementara yang ditanya hanya diam saja dan duduk disampingku.
“Ada yang lucu mas?”, tanyaku ketus. Tak peduli kalau Upi’ ada disebelahku.
“Hmhmhmhm…. Tidak!”, jawab cowok itu sambil menahan tawanya.
“Hhhh!”,aku mengalihkan pandanganku ke panggung tanpa menghilangkan raut wajah sebalku.
“Aku ulin! Kau?”, kudengar cowok itu mulai berbicara. Sepertinya tawanya sudah reda.Kemudian kuangkat kepalaku menatapnya.
Dia sedang berdiri. Menyunggingkan sedikit senyum. Mungkin itu senyum andalannya. Dan mengulurkan tangannya padaku. Apa aku harus menolak uluran tangannya atau tidak. Jika ku tolak pasti dia sakit hati.
“Aku Ari Indi”, kupilih untuk mengulurkan tanganku menyambut jabatan tangannya. Kubuang semua egoku. Dalam pikirku aku tak boleh menyakiti hati orang lain meskipun itu berarti aku yang harus tersakiti.
Aku tercengang. Yang kulihat malah Upi’ sedang senyum-senyum gak jelas sambl memandangi wajah Ulin. Oh Tuhan! Anak kecil jaman sekarang terlalu mudah dewasa. Aku merasakan handphone di saku celana jeansku bergetar. Setelah kulihat ternyata ada satu pesan diterima.

1 pesan diterima
Dari : Wenny Nda Q [085643445566]
Heiiii nda??km dmn cih?

Replay….
Ke: Wenny Nda Q [085643445566]
Di TK kartika IV srondol sktr rmh, lg jln2 ama adek, ksni aj… ^^

Kelihatannya sudah tidak ada balasan lagi. Akupun memasukkan kembali Handphoneku dan menengok Ulin juga adikku.
“Siapa? Cowokmu ya?”, tanya Ulin padaku. Yang sontak membuatku gelagapan.
Bagaimana tidak. Aku dan Wenny memang dekat. Kita kemana mana berdua.Tapi tidak ada hubungan apapun diantara kami selain teman. Jujur saja aku memang menyukainya. Sangat. Entah sejak kapan aku memiliki perasaan pada cowok itu.
“Hey!”, ulin megibas-ngibaskan tangannya didepan wajahku. “Napa malah nglamun non?”, tanyanya lagi.
“Eh? Bukan! Cuma temen kok!”, kataku . Tak mau menumbuhkan lebih banyak pertanyaan di otaknya.
Akupun berpamitan pada Ulin dan berjalan menuju pinggir jalan.
“Tin!Tin!Tin!!!!!!” Sebuah suara klakson motor mengagetkanku. Ternyata itu Wenny yang menjemputku. Tapi moodku sudah berubah buruk saat ini. Setelah sampai dirumahpun aku tetap diam. Sementara aku hanya berdiam di kamar. Untuk beberapa saat aku hanya membuka album masa TKku.
“Indii, nak Wenny mau pamit!”, kata ibuku. Aku segera beranjak dar kamarku. Ketika ku tengok kebelakang, ayah ibuku sudah masuk dalam rumah.
“Kamu kenapa Nda,kok kayaknya lagi ada masalah?”, tanya Wenny tiba-tiba.
“Lagi gak enak badan aja kok nda,gak apa-apa”,.muka pucat yang sebenernyaa bohong.
“Jika ada apa-apa ceritalah padaku. Aku siap mendengarnya.ok Nda”, katanya sambil merangkulku. Wenny memang bersikap seolah mengerti apa yang kualami. Aku tahu dia hanya mencoba mengerti. Sebelum dia pergi tak lupa dia selalu menjabat tanganku,dan cium kening, seperti pacaran saja. hehhehehee J
“Makasihh”, lirihku. Ya… aku mengucapkan itu begitu lirih. Aku tak mau menyakitinya. Dia, orang yang kusayangi. Untuk saat ini.Dia yang mengisi hatiku, dia orang yang sempurna buatku.
Kulihat dia mengangguk. Setelah dia pergi dari pandanganku, aku kembali memasuki kamarku. Aku memikirkan semuanya. Aku tak mau menyakiti siapapun. Aku mengambil album TKku. Kubuka lembar demi lembar. Mengenang masa TK. Masa bersama Yudha.
Aku masih ingat ketika kami hujan-hujanan. Berlari menerjang hujan hanya dengan jas hujan kecil milik kami. Begitu menyenangkan. Aku juga ingat waktu itu aku jadi rajin juga karenanya. Ya… Karena seorang Yudha.
Pertemanan kami terbilang cukup awet. Meski terkadang ada sedikit pertengkaran kecil diantara kami. Tapi, akhirnya baikan juga. Hingga saat itu tiba. Ayahku dipindah tugaskan ke Magelang. Aku terkejut. Aku tak bisa berpisah dengan Yudha. Terlalu sulit untukku berpisah dengan Yudha. Tetapi Yudha kecil begitu tegar. Dia tetap menenangkanku. Bahkan sebelum kepindahanku, dia memberikan hadiah 1 kardus untukku yang berisi benda-banda lucu. Dia juga mengantarku. Menyedihkan memang berpisah dengannya. Tapi aku senang masih bisa mengenangnya.
Aku berniat mencari jejak semua teman-teman TKku. Setiap pulang sekolah, sebelum kembali ke rutinitas belajarku aku sempatkan mengutak-atik hapeku. Tak lupa pula dengan laptopku. Aku ingin mencari teman-teman TKku. Paling tidak nomor handphonenya.
1 minggu…. 2 minggu… 1 bulan… 2 bulan sudah aku mencari nomor handphone teman-teman masa kanak-kanakku. Tapi tidak satupun diantar mereka yang tau nomor handphone Yudha. Kata salah satu temanku, tak lama setelah kepindahanku, ayah yudha juga dipindahtugaskan. Katanya Yudha pindah ke Gunung Pati.Pencarian 1 tahun berhasil. Tanpa membuang waktu akupun menelpon nomor yudha.
“Halo, Assalamu’alaikum”, suara khas seorang cowok menyambut teleponku. Meskipun aku tau itu bukan suara khas mlik Yudha kecil. Karena semakin dewasa suaranya juga berubah bukan.
“Ya, H-halo”, ucapku agak gugup. Entah kenapa jantung berdetak cepat saat ini. “Apa benar ini Yudha?”, tanyaku mencoba menghilangkan rasa gugupku.
“Iya, benar. Dengan siapa ya?”, mendengar itu hatiku seakan melayang. Ya tuhan, pencarianku tak sia-sia kini aku menemukannya.
Setelah aku menyebutkan namaku. Dari suaranya aku bisa mendengar kalau dia juga senang. Kamipun bercerita banyak di telepon. Tak kupedulikan pulsaku,kami telepon 3jam. Aku baru tahu, ternyata dia mencariku. Ya… yudha juga mencariku. Dia juga takut kalau-kalau kami bertemu ternyata aku sudah melupakannya. Mana mungkin aku melupakannya. Cinta masa laluku. Bahkan waktu ulang tahunku yang ke 17 tahun ini. Harapanku adalah bertemu dengannya.
Hari demi haripun berlalu. Setelah pencarianku itu, kini aku telah lebih dekat dengan Yudha. Aku tahu disampingku ada Wenny sekarang. Tapi aku tak pernah tau apa maksud kedekatan kami selama ini. Aku sekarang lebih sering mengobrol dengan Yudha, meski hanya melalui telepon saja.
Hari ini tanggal 25 Desember 2010. Di salah satu bumi perkemahan daerah Gunung Pati dekat SMP 24. Jantung terus berdetak lebih cepat setiap mengingat kedekatanku dengan Yudha.Aku kesana untuk ambil komik untuk Wenny yang cuma ada di Semarang.
Kami berjalan, naik dan naik. Mencari pemandangan indah untuk meluangkan waktu kami, dan mengobrol. Mengenang masa lalu kami.kami berada di bukit yang kata dia kalau di malam itu indah banget..
Hatiku semakin berpacu dengan waktu ketika kami saling mengungkapkan perasaan kami. Ya…
“Yud, aku lama cari kamu karena aku sayang banget sama kamu,,”dia tercengang dengan kata –kataku dan aku buru-buruminta maaf.
“Ari, kamu itu gak perlu minta maaf karena aku juga sayang sama kamu”,Oh,ternayata kita itu sama –sama menyukai. Aku tak tau pastinya sejak kapan.
Kita selanjutnya hanya tertawa, dan tak memikirkan kalimat yang aku ucapakan. Lalu kupetik bunga merah yang akan sebagai saksiku. Lalu kami naik kesebuah gasebo dan kita mengalihkan pandanganku ke pemandangan di depan kami.
Aku pulang dengan perasaan bahagia. Tak kusangka Yudha kecil kini sudah berubah semakin dewasa. Dia menjadi cowok yang alim, baik, dan tetap menjadi Yudha yang ku kenal dulu. Dengan humor-humor kecilnya yang selalu membuatku tertawa. Kata-katanya yang membuatku tenang,disaat aku butuh sesuatu pun Yudha yang menjadi tempat cerita dan memberikan solusi yang buat aku tenang.
Hariku terasa senag bersama Yudha dan Wenny.
Gimana kisah selanjutnya indi? dengan siapakah cintanya akan berlabuh?
Tunggu saja ya,,,
Sekilas cerita sebelumnya,aku lagi bahagia dengan hadirnya Wenny dan Yudha.
Namun, kebahagian itu gak selamanya. Keesokannya aku dibuat syok dengan status FB Wenny yang jadi “menikah dengan Annis”,lalu aku segera sms,,

Kepada :Wenny Nda Q [085643445566]
Tu maksudnya status menikah apa? kok sama dia?

Gak berapa lama dia balas,,
“thrretttt,,threttt,,thretttt,,,,,”

Dari : Wenny Nda Q [085643445566]
Lh0 nda kan emg udh tau q ma dia?..

Aku langsung tersentak akan kata-kata dia, walaupun aku memang tidak jelas hubungannya. Tapi dia udah perhatian, antar jemput atau menemani aku kemana saja. Aku tak bisa terima kenyataan. Aku cerita dengan Ibu semua. Dia tahu perasaan aku dan melarang aku dekat.
Belum aku sembuh sakit aku cerita sama Yudha dan bertanya kalimat suka yang pernah kita ungkapain bersama-sama. Tapi aku tambah sakit saat ku baca sms dari Yudha.

1 pesan
Dari :Yudha [085643095613]
Assalammualaikum ari, aku tahu perasaanmu saat ini tapi aku juga mau ngomong kalau aku sudah punya cewek. Maaf aku tak bisa bohongi perasaan ini, aku sayang kamu tapi gimana aku sudah punya ccewek.

Seketika aku menangis semakin menjadi-jadi.kenapa semua terjadi padaku.Aku dengan berat hati membalas sms darinya

Kepada :Yudha [085643095613]
Walaikumsalam Yud, iya Yud gak apa-apa. Aku juga tahu kalau kita hanya teman kecil ya. tapi kita tetap temen ya….

Ada balasan dari Yudha,tapi aku udah gak sanggup buat jawab sms.Aku juga dengan Wenny tidak smsan untuk 3 bulan.Hari-hariku hanya diam.Masih meratapi kisahku,tapi aku harus bangkit..
Setelah 3 bulan,,,,,

1 pesan
Dari:
Dari :Mz Wen [085643445566]
Indi, dlu nah beliin komik, boleh q ambil.^^

Kepada : Mz wen [085643445566]
Iya ambil, dirmh.

10 menit kemudian,,,,,
Mz Wenny udah didepan rumahku,aku buka dan aku suruh duduk.Hanya senyum kecut yang aku berikan.
“Duduk mz,” dengan nada berbeda dari 3 bulan lalu yang aku ramah sekali. Karena walupun sudah lama aku tetap merasa sakit itu masih membekas di hati ini dan tak akan hilang.
“Iya, makasih. Sendirian dirumah?” dia mungkin merasa tidak enak tapi gimana komik itu udah gak ada di toko manapun dan aku punya itu komik. Mau tidak mau dia tetap temui aku. Dia juga berbeda tak seperti dahulu.
Aku pun tak jawab pertanyaan dia, dan kebelakang untuk buatkan minum.
“Ini mz minumnya,, waduh, maemanny cuma ini,, maaf ya,,. Entar ya, tak ambilke,,, minum dulu deh..” ya, aku mulai agak gak ketus sih, gimanapun dia udah baik 3 bulan temani aku, layaknya pacar tapi kenyataan pahit aku terima di belakang.
“Ok.. maksh, malah repot-repot,, dikeluarke semua makannya,, hhee”, katanya sambil tertawa, seakan tak pernah terjadi apapun,,
Lalu kuberikan komik itu, dan itu benar, dia tanya “Ganti berapa?”
Aku sih dikit bohong ”Gak sah, gratis aja, itu juga dikasih sama temen kok,” Walupun hati ini sakit, aku belain ke semarang, ambil komik , bayar juga di yudha, dia terima beres dan hanya ucapan makasih. Tapi tak apalah, itung-itung dia bawakan makanan, temani aku kemna-mana aku bayar dengan komik itu.
“Bener nih, makasih ya..” Dia sambil tersenyum, senyum manis yang dulu buatku sekarang dia milik orang. Kita mengobrol sih, seperti biasa aja hanya gak panggil “nda”, itu buatku sedih tapi harus terima semuanya.
Saat aku ngobrol sama Wenny handphoneku bergetar,,

Dari :Pratama [087731088706]
Ao,, agy apa? jo lupa maem ntr maag.. hehe

Replay…
Kepada :Pratama [087731088706]
Ao juja,, ea,, mksh ez ingetin q sllu ya,, 😀

Sedikit ku lirik Wenny sepertinya lihat aku yang lama membalas sms itu dan terlihat serius. Memang aku lama banget, itu aku sengaja.
“Cie, udah dapat cowok? kenalin dong sama aku, siapa cowok yang beruntung dapatin kamu??”, kata Weny yang sambil tertawa dan sambil menggoda aku.
Sambil tersenyum aja aku, “Gak kok, temen aja”. Sambil berpikir kata-kata Weny ‘cowok yang beruntung dapatin kamu’, apa ya maksud dia? Aku berpikir kata-kata dia sampai aku terkejut.
“Hellllooo,, kesambet lho say ama syaiton,, hehhe”,, gaya khas lucunya sambil ketawa.
Itu yang aku suka darinya, senyum ramah yang gak pernah habis buatku, jadi inget kalau ada tugas berat aku ngeluh, pasti dia dukung aku dengan telepon dan ngajak tertawa.
“Ahh.. gak nglamun kok,, uh,, dasar mz Wen, masak say jadi sayton,, hhuh”, menggrutu sebel tapi tetap senyum.
Sejahat dia nyakitin aku, aku tetap tak bisa benci sama dia. Walaupun disaat aku kemarin sakit ada Yudha, ada Lucky. Lucky lah yang selalu semangatin aku, tiap detik sms aku buat ingetin istirahat, makan. Tapi aku kemarin-kemarin belum sadar akan kebaikan dia yang teramat baik buat aku.
“Ndi, aku pulang ya,, maksih udah ngrepotin kamu, gratis juga ini komik, hhee”, sambil berdiri dan mengulurkan tangannya. Lalu aku juga mengulurkan tangan. Tiba-tiba, tanganku dicium dan dia berpamitan. Aku juga mencium tangannya.
“Iya mz, sama-sama deh..”, sambil melepaskan tangank ini.
“Da,, da,,, indi,,”, dia sambil naik motor dan melambaikan tangannya.
“Ok mz, ati-ati”, ucapku seperti biasa. Ku tunggu hingga ia hilang dari pandangan mata ku ini. Cepat sekali karena dia membawa motor selalu dengan kecepatan tinggi.
Tak berapa lama,handphone yang aku taruh dimeja bergetar.
“threeeettt,,threeeett,,thretttttt….”
2 pesan diterima

Dari : Mz wen [085643445566]
Ao,,q dah sampe rumah,maksh ^^
Replay:
Kepada : Mz wen [085643445566]
Wuz,,cepet,naek jet ^^ hhehhe
Dari :Yudha [085643095613]
Rik,aku udah didaerahmu.Rumahmu yang mana??

Aku tidak percaya kalau Yudha udah didaerah rumahku. Gak pikir lama aku telepon dia. Akhirnya dia kerumahku untuk tepati janjinya padaku. Aku merasa senang sekali walaupun aku tahu dia milik orang lain. Aku perisalakan masuk kerumah, dia cerita banyak sama aku. Dia ingat kalau dia pernah antar pindahan. Seneng banget. Karena udah sore dia pulang, lagipula perjalanan Gunung pati-Magelang cukup jauh.
“Makasih ya rik, udah jadikan aku tamu istimewa, kamu jadi repot”, nada halus yang diucapkan tapi buat aku ketawa.
“iya Yud, kan kamu juga lagi sekali kerumaku setelah 11 tahun tidak kerumahku,” nada halus juga, biar kelihatan sopan gitu.
“Assalammualikum ya rik,kapan-kapan kamu main lagi ketempatku ya.”, sambil mulai menyalakan motornya.
“Walaikumsalam Yud, iya kapan-kapan. Kamu juga sering main-main ke Magelang ya,, ati –ati ya Yud,,”, kulambaikan tanganku dan senyum ku tebar untuknya.
Kulihat sampai dia hilang dari pandanganku. Sesaaat aku melamun berpikir,kenapa aku jadi dekat lagi sama Wenny sama Yudha. Ah, tak apalah yang penting mereka bahagia,aku ingin menjauh tapi hati ini tak mugkin dibohongi untuk tetap dengannya.
Aku berpikir kenapa cinta masa kecilku juga lenyap, cinta yang ada dihadapanku pun juga hanya menyakiti hati ini. Tapi aku tak perlu cinta mereka, aku bahagia jika meereka bahagia diatas kesedihan aku ini.
“Tinnnnnnnnnn,,,,,”,bunyi klakson truk yang lewat membangunkanku dari lamunan ini.Dan aku masuk kerumah kembali.
Beberapa bulan kedepan…..
Aku tak pernah putus sms sama Yudha sebagai tali persaudaraan. Sering kasih kabar, tanya kabar keluarga. Aku juga jadi smsan Weny, tapi tak sedekat dahulu, karena aku tahu batasanya.
Aku baru tahu makna ‘cinta tak harus memiliki’. Aku alami sendiri kisah cinta ini, cintaku memang tak ditakdirkan untuk memiliki mereka, tapi hati ini telah bahagia saat aku dulu bersamanya. Harus terima semua dengan hati dan pikiran tenang. Akhirnya aku tak bersama Yudha atau Wenny…
Tapi aku punya prinsip “Aku tak apa jika sekarang aku bukan siapa-siapa untukmu,, Tapi aku berharap suatu saat nanti menjadi terakhir dihatimu”
^^THE END^^
========================================================================
Kenalin aku Ari Indiastuti. Aku dilahirkan di kota Semarang pada Januari 19 tahun lalu. Aku biasanya dipanggil Ari atau Indi oleh orang tua dan teman-temanku. Jika kalian semua pengen lebih kenal aku bisa cari aja di fecabook di alamat ariindi2501@yahoo.com(Ari Indiastuti Weck Weck),bisa juga twitter di mania.crazy@live.com(@indi_weck),atau bisa kirim email di ariindiastuti@rocketmail.com yang pasti aku baca,mungkin juga bisa tukar-tukar sesuatu di blog ku di ariindiastuti.blogspot.com. aku sudah hobby nulis,beberapa ceritaku dan puisi juga beberapa dimuat di majalah Semarang, Magelang.

Random Posts

  • Cerpen Cinta | Rasa Yang Tertinggal Ending

    Akhirnya cerpen Rasa yang tertinggal bisa ending juga. Ngomong ngomong, walaupun sudah ending cerpen ini bisa juga di jadikan sebagai kisah before story untuk karya selanjutnya lho. Tepatnya itu cerpen tentang rasa yang kebetulan emang gabungan dari cerpen ini dan cerpen tentang aku dan dia. Untuk jelasnya baca sendiri aja. Oh iya, hampir aja lupa. Untuk yang belum baca bagian sebelumnya mendingan baca dulu. Biar nyambung sama jalan ceritanya gitu. Biar gampang bisa langsung lewat sini. Rasa Yang TertinggalCeritakan tentang seorang wanita yang ditinggalkan kekasihnyaDan dia menangis dalam pelukanku, kusadar dia bukan miliku.Dia bercerita tentang kekasihnya, yang telah pergi meninggalkannyaDia bercerita tentang kekasihnya, yang telah pergi menutup mata.Kekasihnya telah pergi meninggal kan dia.Tinggal deraian air mata.Sesungguhnya ku tak rela melihat dia terlukaJadikan aku pengantinya.________ By _ kangen band*** Cerpen Cinta | Rasa yang tertinggal ***Sepi. sepi, tenang dan sunyi. Hanya ada hembusan angin yang berhembus pelan. Seolah ikut merasakan kepediahn sepasang anak manusia yang masih terisak di depan gundukan tanah yang masih basah di sebuah area pemakaman.“Udah Al, ayo kita pulang. Relain dia pergi dengan tenang,” walaupun sesungguhnya rasa sakit masih sangat ia rasakan tapi ia tau. Ia tidak boleh terlalu terhanyut kedalamnya karena ia sadar saat ini Alan pasti merasakan berkali – kali lipat sakitnya.“Kenapa harus dia yang pergi?” tanya Alan yang lebih tepat jika disebut rintihan.“Al, maafin gue…" hanya kata itu yang mampu ia ucapkan. Walau tak urung ia juga merasakan pertanyaan yang sama. Kenapa harus sahabatnya yang pergi? Kenapa gadis itu harus menyelamatkanya yang justru malah mencelakakan dirinya sendiri?“Kenapa? Kenapa harus dia yang pergi? Kenapa dia harus pergi tanpa mendengarkan alasan gue. Alasan kenapa gue lebih memilih orang yang gue cintai?" rentetan kata keluar dari mulut Alan. Septia, yang sedari tadi menemaninya bahkan setelah para pengunjung lain pergi hanya mampu menutup mulutnya. Meredakan tangis yang sedari tadi ia bendung."Gue milih orang yang gue cintai adalah karena orang itu adalah sahabat gue sendiri. Tapi kenapa dia harus pergi tanpa tau kalau orang yang gue cintai itu dia? Kenapa Tifany harus pergi tanpa tau kalau gue mencintainya," isak Alan menumpahkan kepedihan dan penyesalannya. “Al, Please jangan kayak gini…" Septia ikut berlutut di samping Alan yang masih duduk terisak.“Gue cuma pengen dia tau Sep. Dan gue juga ingin tau, gimana perasaan dia selama ini?” rintih pria itu tak bertenaga.Septia terisak. Sebelah tanganya ia gunakan untuk menyeka air mata sementara tangan yang lain ia gunakan untuk membuka tas. Mengeluarkan sebuah buku berwarna pink dari dalam baru kemudian ia sodorkan kearah Alan sembari mulutnya berujar. "Dia cinta sama loe Al."Kalimat itu tak urung membuat Alan menoleh. Tak mengerti dengan maksut ucapannya. Lebih heran lagi ketika melihat diary yang Septia tujukan untuknya."Tifany suka sama loe. Dia beneran suka sama loe. Dia ingin loe bahagia karena dia pikir loe beneran suka sama gue. Al, maafin gue… Gue… Hiks hiks hiks," Septia tidak sangup menyelesakan ucapannya. Akhirnya ia memilih meraih tangan Alan, meletakan buku itu tepat di tangannya. Saat itulah Alan mulai mengerti. Cover diari itu bertuliskan nama Tifany. Dengan tangan bergetar di raihnya benda tersebut. Membuka satu demi satu lembarannya. Kata yang tertera membuat penyesalanya makin terasa berkali kali lipat. “Ayo Al. Kita pulang,” bujuk septia lagi.Kali ini Alan mengalah. Dengan berat hati ia beranjak dari duduk dengan bantuan Septia yang memapahnya. Tenaganya terkuras habis. Namun sebelum benar benar berlalu, dikeluarkannya sebuah kotak kecil dari dalam saku baru kemudian di buka dengan perlahan. Sebuah lionti bintang kini ada di tangan. Dengan hati – hati ia letakan benda tersebut di atas batu nisan. Batu nisan yang dengan ukiran nama Tifany di atasnya. Lengkap dengan tanggal lahir dan wafatnya. Untuk sejenak ingatannya kembali ke saat ia bersama Tifany beberapa waktu yang lalu. Saat ia menanyakan alasan kenapa Tifany menganggap kalau liontin itu menarik.“Karena liontin ini berbandul bintang. Bintang yang akan mengingatkan pada seseorang. Bahwa walaupun jauh, ia tetap bercahaya. Walaupun kadang menghilang, ia selalu ada. Tak mungkin di miliki, Tapi tak bisa di lupakan. Dan akan selalu ada didalam hati kita."'Seperti sahabat', dua buah kata yang Alan temukan sebagai tambahan di akhir buku diary Tifany.“Sahabat. Bahkan sampai akhir status kita tetap sebagai sahabat. Tapi gue tetep pengen minta maaf sama loe. Sebuah kata maaf yang tidak sempat gue ucapkan ketika loe masih hidup. Maafin gue Fan, yang terlalu bodoh telah nyaitin elo."“Cukup Al, ayo kita pulang,” ajak Septia sambil menarik tangan Alan. Atau menyeret lebih tepatnya. Ia sudah tidak tahan. Hatinya terlalu sakit bila terus berada di sana. Berjuta penyesalan ia rasakan. Menyesali kebodohannya dan Alan akan permainan mereka selama ini. Dari awal ia dan Alan memang sengaja melakukan kebodohan ‘ cokelat ‘ hanya untuk mencari tau tentang perasaan Tifany yang sesungguhnya. Namun sayangnya, saat mereka sudah menemukan jawabannya, Tifany sudah terlanjur pergi. Terlanjur pergi meninggal kan sebuah rasa. ‘Rasa Yang Tertinggal'.Ending…Detail Cerpen Judul cerita : Rasa Yang TertinggalStatus : CompletePenulis : Ana MeryaTwitter : @ana_meryaPart : 05 Of 05Jumlah kata : 665 WordsGenre : Remaja

  • Cerpen Cinta Sahabat: Cinta Selalu Ada

    Cinta Selalu Ada….Oleh Leriani ButonCerpen Cinta dan PersahabatanCinta bukanlah sesuatu hal yang tabu lagi untuk dikenalBanyak orang merasa bahagia karena cintaCinta akan menjadi sebuah kasih sayang…Jika orang yang dicintai membalas cinta yang diberikanNamun, cinta akan menjadi amarah….Jika orang yang dicintai malah mendustainya….Cinta takkan pernah matiMelainkan akan tetap tumbuh disetiapPori-pori dan aliran darah umat manusiaHingga akhir waktu…Makassar benar-benar indah di kala pagi hari. Udaranya sejuk, suasananya damai dan terasa menyenangkan. Tanpa ku sadari setahun sudah aku berada di kota impianku. Hmmm,,,, semakin di pandang semakin terasa damai.Pagi yang cerah ini aku dihadapakan dengan alam yang hijau dan langit yang cerah untuk menyambut datangnya sinar mentari pagi. Sesekali di arah timur, terlihat kemuning emas yang membahana, suara kendaraan yang berlalu lalang dan suara si jago merah yang selalu membangunkan seluruh umat di pagi hari. Meskipun semuanya terasa bising dan tak enak didengar. Namun bagiku itu semua adalah keterpaduan suara musik yang indah. Hembusan angin pun seolah tak mau kalah untuk memberikan nadanya sendiri. Hati, jiwa, dan perasaanku pun ikut terbawa dengan semua itu. Maha besar Allah yang telah menciptakan semua keindahan ini. Subhanallah….Di awal tahun 2012 ini, semua harus berubah. Tentunya menjadi lebih baik. Hah,,, cerita di tahun 2012 akan segera di mulai. Dan yang pastinya bersiaplah untuk semua yang akan datang padamu. Tetap semangattttt……!!!!!!!Hari kedua di tahun baru ini, aku menemukan teman baru yang begitu baik. Dia selalu mengajakku chering di setiap waktunya. Dia adalah arvian. Arvian adalah teman satu kampus dan satu fakultas denganku. Selama ini aku tak menyadarinya, karena dulu aku tergolong orang yang kurang bergaul dan juga pendiam. Kalaupun ada temanku, dia hanyalah Narnia dan jesica. Arvian adalah mahasiswa yang pintar namun terkadang tak pernah beruntung. Ada satu hal yang mesti diubah olehnya, sikap malasnya yang selalu menggerogoti dirinya.Terkadang dia sering datang terlambat disaat jam kuliah sudah dimulai. Bahkan ada yang lebih parah dari itu, banyak tugas yang dia lalaikan. Aku tahu semua ini, karena ternyata Arvian cukup terkenal di kampus dengan julukan si malas. Dia hanya butuh motivasi. Entahlah apa yang membuat dia seperti itu. Akupun tak tahu. Aku tak berani menanyakannya, karena aku takut menyakiti persaannya. Terlalu sulit bagiku mencari teman yang bisa di percaya, itulah yang menyebabkanku berusaha untuk menjaga persahabatan ini.Hari-hari baru menggelut dalam hidupku, Arvian teman baikku selalu hadir di setiap lembar hari-hariku. Semakin lama, aku merasa dia semakin berubah. Berubah menjadi anak yang manis. Sekarang dia sudah mulai belajar membuang rasa malasnya dengan selalu tepat waktu mengikuti jadwal kuliah dan selalu mengerjakan tugas-tugas kampus. Hah,,, aku bahagia dengan perubahannya itu. Hal itu membuatku semakin yakin akan sebuah perubahan. Akhirnya hal yang baik terjadi juga padanya. Memang benar apa yang sering di katakan oleh Guru SMA ku dulu, “selalu ada jalan untuk menuju ke arah yang lebih baik.” Namun, tak jarang jalan yang kita tempuhi itu selalu mulus. Tetapi ada cara untuk memuluskannya yaitu jangan pernah melupakan Tuhan di setiap hal apapun yang kita lakukan. Dan keyakinan untuk berubah harus lebih besar dari pada sebuah keegoisan. Yakinlah!!!! Tuhan selalu ada di setiap hal apapun yang kita lakukan. Dan yang pastinya Dia selalu mengawasi kita.Hari yang cerah untuk jiwaku yang cerah saat ini. Entahlah apa yang tengah terjadi denganku. Aku merasa semuanya terasa menyenangkan bila bersama dengan Arvian. Ya Tuhan… aku takut, persaan ini adalah cinta? Aku takut menghancurkan persahabatan yang baik ini hanya karena keegoisanku untuk memilikinya.Setiap kali bertemu dengan Arvian, pasti hatiku terasa deg-degkan. Namun, aku berusaha menyembunyikannya dan berusaha agar dia tidak tahu apapun yang aku rasakan terhadapnya. Kami selalu bertemu di perpustakaan untuk belajar bersama. Semua itu membuatku bahagia. Lambat laun perasaan ini menggerogoti hatiku. Hah,,, aku pasti bisa menanganinya. Ya, bisa!Hingga di suatu hari, Arvian memanggilku. Dia ingin mengatakan sesuatu ke padaku. “Vi, boleh nda’ aku nanya sesuatu ama kamu?” tanya Arvian serius. “ hm… tentu saja” Jawabku. “Kelihatannya kamu tidak suka menjalin suatu hubungan pacaran?”. Hahahahaha……. Aku tertawa lucu! “Ternyata cuman ini yang ingin kamu tanyakan padaku? kamu benar-benar membuatku ingin tertawa.” Aku tetawa ngakak. Namun, semuanya terhenti ketika Arvian menatapku dengan serius. Sumpah,,. Bola matanya itu benar-benar indah. Matanya mencerminkan suatu ketulusan yang membuatku langsung terpaku menatapnya. “Aku serius Vi. Kita kan sahabatan, jadi kamu bisa donk jawab pertanyaanku?” wajah berharap.“Hm,,,, gimana yach harus mengatakannya? aku juga bingung ngejelasinnya. Intinya aku harus menyelesaikan semua studiku dulu baru dech aku bisa pacaran.” nada meyakinkan. “Cuman itu doank?” Tanya Arvian padaku. Sebenarnya sich ada masa laluku yang suram and sorry aku ga’ bisa certain ke kamu. Maaf yach! ini bukan pelit, tapi ini rahasia. Hehehe…..” Wajah meyakinkan dariku. “Ok, aku bisa engerti kok”. Akupun merasa penasaran dan balik bertanya kepada dia. “Bdw, kenapa kamu tanyakan hal itu padaku?” tanyaku penasaran. “tidak , cuman pengen tahu aja” jawab Arvian. Selepas itu, aku dan Arvian pun melupakan semuanya. Dan kami pun berpisah karena aku mesti melanjutkan jam kuliahku.Di kost,,,,Sambi menggoreskan tinta di atas kertas putih diaryku. “Apa sebenarnya yang dipikirkan Arvian?” Tanya hatiku. Hah, aku berharap dia hanya sekedar ingin tahu, bukan karena dia memiliki perasaan yang sama sepertiku.Entah apa yang terjadi, aku mendengar kabar Arvian dan jesica kini sudah jadian. Ya Allah,,, mengapa hal seperti ini terulang lagi padaku? Ketika aku mulai mencintai seseorang, ternyata dia mencintai orang lain. Sulit bagiku melihat mereka berdua selalu bersama. Aku sebagai sahabat, hanya bisa ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh kedua sahabatku. Namun, sebagai seorang wanita jauh didasar hatiku yang terdalam ada luka yang sulit untuk diobati.Arvian kini jarang bersamaku. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya bersama jesica. Kalaupun disaat aku membutuhkannya, dia selalu membuat banyak alasan untuk tidak bisa bertemu denganku. Hah,,, aku benar-benar kehilangan dia.“Maafkan atas semua kebodohan, keegoisan, dan semua kesalahan yang ku perbuat. Aku hanya ingin kamu bicara padaku lagi. Jangan mendiami diriku seperti ini. Ini semua membuatku tersiksa”.Lambat laun setelah semua yang kulalui, kini aku menikmati kesendirian ini dengan menata kehidupanku yang baru. Tak ada yang harus aku sesali. Aku hanya butuh sebuah keyakinan untuk bisa bangkit menjadi diriku Vianda Amryta renaldy kayak dulu lagi. Menjadi pribadi yang tegar tanpa harus menangisi kenyataan yang menimpaku. Dunia ini begitu luas, sehingga aku tak harus merasa sempit untuk hidup di dunia ini. Tak ada yang bisa membuatku jatuh lagi.Hingga suatu hari, Arvian datang padaku. Dia ingin memulai semuanya seperti sebelum-sebelumya. Dan aku menerima dia lagi sebagai sahabatku. Rasa yang dulu pernah ada kini telah terkikis habis oleh sang waktu. Kalaupun masih tersisa itu mungkin 0,01%. Dan rasa 99,99% yang tersisa hanyalah persaan sebagai sahabat.Ketika Arvian meminta maaf karena telah menelantarkan persahabatan kami selama ini. Dan berharap kami bisa menjadi sahabat kayak dulu lagi, aku menerimanya dengan tangan terbuka. Ada satu hal yang selalu tertanam di pikiranku. Menurutku, semakin banyak sahabat, semakin banyak rezeki yang bakalan datang. Hehehe….Aku tak mungkin tidak menerima Arvian menjadi sahabataku lagi. Karena Aku hidup di dunia ini bukan hanya sendiri dan terlebih lagi aku tak ingin rasa benci mengalahkan kekuatan cinta persahabat kami selama ini. Selain itu aku tak ingin menyakiti dia dengan tidak menerimanya sebagai sahabataku lagi. Aku hidup di dunia ini bukan untuk menyakiti orang lain. Tapi, Aku hidup di dunia ini untuk menabur kebahagiaan di setiap lembar-lembar kehidupanku bersama orang-orang yang mencintaiku, dan orang yang aku cintai.Semuanya akan berjalan dengan baik. Itulah kata yang selalu ku tanamkan di dalam hatiku agar bisa melegakan apapun yang aku lakukan. Tetap optimis dan membuat keyakinan bahwa semuanya akan berakhir dengan bahagia. Bahagia bukan berarti harus membuatnya selalu menjadi sempurna. Tapi bagaiman kita bisa membuat orang lain tersenyum tanpa harus membuat sesuatu terlihat istimewa.Hm…. Awan hitam menutupi cerahnya langit sore di makassar. Mungkin sebentar lagi bakalan turun hujan. Di beranda kost, aku duduk sendiri sambil memegang buku diaryku. Akupun terdiam dan memikirkan semua yang telah terjadi. Sambil mengingat kembali semua kenangan-kenangan pahit maupun manis bersama semua sahabat-sahabatku. Setelah itu aku pun teringat Arvian, sahabatku. Sambil mengingat kenangan bersamanya, aku meggoreskan tinta hitam diatas kertas putih diaryku.“Aku mencintainya bukan karena keegoisanku, tapi aku mencintainya karena dia adalah milik Yang Maha Kuasa. Aku tak harus menuntutnya untuk mengikuti semua apapun yang aku mau. Yang aku inginkan hanyalah kebersamaan di setiap langkah. Bila ternyata dia mempunyai rasa yang sama seperti yang aku miliki, aku yakin Allah akan memudahkan jalannya untuk bisa menemukan rasa itu. Tetaplah bahagia bersama jesica, walau itu membuatku sakit. Aku sudah mengikhlaskan semuanya. Mungkin ini adalah jalan terbaik untukku, dia dan jesica. Aku tak ingin menyakiti hati jesica dengan cara merampas semua perhatiannya. Bila aku tak mendapatkan hatinya sebagai pacar. Aku berharap, aku mendapatkan hatinya sebagai sahabat.”Genggaman Cinta-MuCinta adalah anugrah dari yang maha kuasaSemua orang memilkinyaDan berhak mendapatkannyaCinta bukanlah suatu musuh yang harus di benciTapi dia adalah sahabat yang akan selalu menemani….Menemani di kala suka maupun dukaTerimakasih Ya Tuhan….Karena telah memberikan cinta-Mu padakuMelalui sosok orang-orang yang menyayangikuAku berharap, Engkau takkan pernah meninggalkankuDan takkan pernah melepaskan genggaman cinta-Mu untukku…..Hidup memang susah untuk di tebak. Semuanya berjalan seakan sebuah cerita. Cerita hidup yang harus kita jalani dan lalaui satu persatu. Aku berfikir, bila aku sudah melangkah kedepan, maka aku akan terus melangkah walau tekadang harus membuatku terjatuh. Namun, aku takkan pernah berhenti untuk terus melangkah. Aku akan menganggap di cerita hidup ini akulah yang jadi tokoh utamanya. Dan aku tak ingin digantikan menjadi peran pembantu di cerita hidupku sendiri. Tetap tersenyum dengan semua cobaan yang kuhadapi. Akan ku katakan pada setiap masalah yang kuhadapi, kalau aku tidak sendiri dan aku masih punya Tuhan yang selalu menyayangiku. Aku tahu disetiap serat lembar kehidupanku selalu ada cinta yang terselip untukku. Cinta itu datang dari Tuhanku, kedua orang tuaku, keluargaku, sahabat-sahabatku, dan orang-orang yang menyayangiku. Semangat!!!! ^_^THE END“ Tak ada cinta yang lebih indah selain cinta yang diberikan Tuhan kepada kita. Jagalah cinta yang ada pada dirimu saat ini! Jangan nodai cintamu hanya karena sebuah keegoisan. Jika kamu salah memberi cinta, maka cinta itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri.”Terimakasih Cinta…. ^_@

  • Cerpen Cinta “Ketika Cinta Harus Memilih” ~ 14

    Cerpen Cinta "Ketika Cinta Harus Memilih" Part 14 kembali relase. Tinggal dua episode lagi. Kok rasanya lama amad ya? wkwkwkwkwk….Jadi mendadak bingung nih, kira kira kalau sampai cerpen cinta yang satu ini end, ni blog mau di update apa lagi ya? Secara adminnya udah nggak punya stok cerpen lagi buat di posting. Haruskan ni blog vakum beneran?… ck ck ckOke lah, daripada banyak bacod langsung aja yuks, kita simak kelanjutan ceritannya. Ketika Cinta Harus MemiliReferensi lagu : Tak Rela miliknya merpati band…..Sesungguhnya aku tak rela, melihat kau dengannyaSungguh hati terlukaCukup puas kau buat diriku, Merasakan cemburuKembalilah kepadakuRangga sedang sibuk membereskan kamarnya ketika Hape nya tiba – tiba bergetar. Dengan segera diraihnya benda mungil tersebut. Sedikit mengernyit heran saat membaca id callernya. Cisa?. Ada apa dia menelponnya?.sebagian

  • Cerpen Terbaru Si Ai En Ti E ~ 02

    Semakin lama blog Star Night makin terbengkalai yak. Iyaa. Yah, adminnya udah nggak ngefans nulis cerpen lagi soalnya. Alasannya, ya begitulah. Nulis cerpen emang udah nggak seasik dulu. Ciuuus. Tapi tetep kok, walau jarang jarang munculnya sebisa mungkin ni blog tetep bakal di update. Buktinya cerpen terbaru Si Ai En Ti E part 2 muncul kan. Ke ke ke Dan gimana sama ceritanya mending langsung disimak aja deh. Biar Nggak bingung Mending baca dulu cerita sebelumnya disini.Menulis, hal yang paling ia sukai dalam hidup. Ia tidak pernah tau kenapa, dan ia juga tidak pernah mencari tau alasannya. Selama ia bisa menikmatinya, ia tidak tertarik sama sekali untuk mempermasalahkannya.“Hayo, nulis apaan loe?”Aktifitas Acha yang sedang sibuk menuliskan bait kata demi kata diatas kertas di hadapannya terhenti. Kepalanya menoleh, dan lagi lagi mendapati wajah Malvin yang langsung menyambutnya. Kemana perginya si Tania? Kenapa tempat duduknya selalu di duduki oleh makluk yang satu itu.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*