Cerpen Cinta Sedih: Sebening Cinta Embun

Sebening Cinta EmbunOleh: Novie An-Nuril Khiyar
Cerpen Cinta RomantisEmbun. Aku memanggilnya embun. Titik – titik air yg jatuh dari langit di malam hari dan berada di atas dedaunan hijau yang membuatku damai berada di taman ini, seperti damai nya hatiku saat berada disamping wanita yang sangat aku kagumi, embun.
“ngapain diam di situ, ayo sini rei…” teriakan embun yang memecahkan lamunanku. Aku lalu menghampirinya, dan tersenyum manis dihadapan nya.
“gimana kabarmu embun?”
“seperti yang kamu lihat, tak ada kemajuan. Obat hanyalah media yang bertujuan memperparah keadaanku. Dan lihat saja saat ini, aku masih terbaring lemah dirumah sakit kan?”, Keluhnya.
“obat bukan memperparah keadaanmu, tapi mencegah rasa sakitnya. Embun,, kamu harus optimis ya”.
“hei rei, aku selalu optimis. Kamu nya aja yang cengeng. Kalo jenguk aku pasti kamu mau nangis,, iya kan? Udahlah rei,,, aku udah terima semua yang di takdirkan Tuhan,, dan saatnya aku untuk menjalaninya, kamu jgn khawatir, aku baik-baik aja kok”. Benar kata embun, aku selalu ingin menangis ketika melihat keadaannya. Lelaki setegar apapun, pasti akan sedih melihat keadaannya, termasuk aku.
***
Sudah 2 minggu tak kutemui senyum embun di sekolah. Sangat sepi yang aku rasakan. Orang yang aku cintai sedang bertaruh nyawa melawan kanker otak yang telah merusak sebagian hidupnya. Apa? Cinta? Apakah benar aku mencintainya??? Entahlah,, aku hanya merasakan sakit di saat melihat dia seperti ini. ya Tuhan, izinkan aku menggantikan posisinya. Aku tak ingin melihat wanita yang aku sayangi terbaring lemah di sana. Tolong izinkan aku.
Seperti biasa, aku menyempatkan diri setelah pulang sekolah untuk pergi menjenguk embun di rumah sakit.
“hai embun,, bagaimana kabarmu?”
“sudah merasa lebih baik di bandingkan hari kemarin. Gimana keadaan sekolah kita?”
“baik juga. Cuma… ada sedikit keganjalan.”
“keganjalan apa rei?”
“karena di sana tak kutemukan senyummu embun….”
“ada ada aja kamu rei,,, hahaha. O iya, kata dokter, besok aku udah di izinin pulang lho. Aku senang banget. Kamu bisa kan jemput aku di sini”.
“apa? Serius?” tanyaku kaget dan senang juga.
“sejak kapan aku bisa bohong sama kamu. Aku serius reivan algibran. Hehehhe”.
“gak perlu sebut nama lengkapku embun azzula,, aku percaya kok”. Senang sekali bisa melihat senyum dan tawamu embun,,, bathinku.
***Waktu terasa cepat berlalu, karena sekarang aku sudah berada tepat di depan pintu kamar embun. Aku mengetuknya dan…” pagi embun,,”
“pagi juga reivan,, gimana, kamu dah siapkan antar aku kemanapun aku mau…?”
“siap tuan putri,, aku selalu siap mengantarmu kemanapun engkau mau. Heheheh”
“ok,, sekarang aku pengen ke taman. Tempat kita pertama kali bertemu rei,, kamu bisa antar aku ke sana kan?”.
“siip, berangkat”.
Taman ini menjadi tempat favorit kami. Sedih, suka, marah akan kami lontarkan di tempat ini. Tempat yang penuh dengan bunga-bunga yang kami tanam dari nol. Ya, taman ini karya kami. Taman yg terletak tepat di belakang gedung sekolah. 1 petak tanah yg tak pernah tersentuh oleh tangan manusia, ntah apa alasan mereka. Tanah yg tandus, bunga yg layu telah kami sulap menjadi taman cinta yang begitu indah, yang di tumbuhi bunga2 kesukaan kami. Sejak embun di rawat di rumah sakit, aku tak pernah mengunjungi taman ini, walaupun dekat dengan sekolahku.
“rei, kenapa semua bunga di sini layu,, apakah tak pernah kamu rawat?”. Tanyanya. Apa yang harus aku jawab,, aku tau, dia pasti marah.
“mereka layu karena tak ada embun di sini”. jawabku seadanya.
“embun? Bukannya tiap pagi selalu ada embun yg membasahinya?”
“tak ada yg lebih berarti selain embun azzula bagi tanaman ini, termasuk aku”. Jelasku yg membuat dia terdiam sesaat.
“maksud kamu?”, dia menatapku dalam.
“tak ada,, mereka cuma butuh embun azzula yg merawatnya, bukan embun biasa dan aku. Mereka kesepian, karena sudah 2 minggu tak melihat senyum dan tawamu embun”.
“ya, aku menyadarinya itu. Sahabat,,, maafin embun ya,,, maaf selama ini embun gak bisa merawat sahabat serutin kemarin. Itu karena kesehatan embun yg semakin berkurang. Dulu embun bisa berdiri sendiri, sekarang embun harus menggunakan tongkat, kursi roda dan bahkan teman. Teman seperti rei, yg bisa memapah embun. Thanks y rei..”
“eh,, ii iya, iya embun, sama sama.”
Sudah seharian kami di sini,, tanpa di sadari embun terlelap di pangkuanku. Menetes airmataku ketika melihat semua perubahan fisik yg terjadi padanya. Wajahnya yg pucat, tubuhnya yg semakin kurus, dan rambutnya yg semakin menipis, membuat aku kasihan. Kenapa harus embun yg mengalaminya? Tapi aku juga salut, tak pernah ada airmata di wajahnya. Dia sangat menghargai cobaan yg diberikan Tuhan kepadanya, dia selalu tersenyum, walaupun sebenarnya aku tau, ada kesedihan dibalik senyum itu.
“rei…” desahnya
“ia embun. Kamu dah bangun ya? Kita pulang sekarang yuk,,, “ ajakku ketika dia sadar dari mimpinya.
“aku mau di sini terus rei,, kamu mau kan nemenin aku. Aku mau menunggu embun datang membasahi tubuhku. Sudah lama sekali aku tak merasakannya”.
“tapi angin malam gak baik buat kesehatan kamu”.
“aku tau, tapi untuk terakhir kali nya rei,,, pliss…”.
“maksud kamu apa? Aku gak mau dengar kalimat itu lagi”.
“gak ada maksud apa-apa,,, kita gak tau takdir kan. Dah ah,, kalo kamu gak mau nemenin aku, gak apa-apa. Aku bisa sendiri”.
“gak mungkin aku gak nemenin kamu embun,, percayalah… aku akan selalu ada untukmu”.
“ gitu dong,, itu baru sahabat aku.” Ucapnya sambil melihat bunga-bunga di sekelilingnya.
“embun…”
“ya,,,”
“kamu suka dengan embun?”
“sangat. Aku sangat menyukainya. Embun itu bening, sangat bening. Dan bening itu menyimpan sejuta kesucian. Aku ingin seperti embun, bening dan suci. Menurutmu bagaimana?”
“aku juga mencintai embun. Mencintai embun sejak mengenal embun”.
“rei, kamu tau… aku ingin seperti embun. Embun yang bisa hadir dan memberi suasana beda di pagi hari. Embun yg selalu di sambut kedatangannya oleh tumbuhan”.
“kamu sudah menjadi embun yg kamu inginkan.”
“maksudmu?”
“tak ada”.
Aku sengaja merahasiakan perasaanku terhadapnya. Karena aku tau, tak ada kata “ya” saat aku menyatakan perasaanku nanti. dia tak mau pacaran, dan dia benci seorang kekasih, ntah apa alasannya.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Embun pun terlelap kelelahan di sampingku.
“embun,,,, embun,,,,,, bangun embun,, sekarang sudah pagi. Katanya mau melihat embun, ayo bangun” pujukku,, tapi tak kudengarkan sahutan darinya.
“ayolah embun, bangun. Jangan terlelap terlalu lama…” aku mulai resah, apa yg terjadi. Kurasakan dingin tubuhnya, tapi aku menepis fikiran negatif ku. Mungkin saja dingin ini berasal dari embun pagi.
“embun sayang,, ayo bangun. Jangan buat aku khawatir”. Lagi lagi tak kudengarkan sahutannya. Tubuhnya pucat, dingin, kaku,,. Aku mencoba membawanya kerumah sakit dengan usahaku sendiri. Dan,,, “ kami sudah melakukan semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain. Embun sudah menghadap sang pencipta” itulah kata-kata dokter yg memeriksa embun yg membuat aku bagai tersambar petir. Aku lemah, jatuh, dan merasa bersalah. Kalau tak karena aku yang mengajaknya ke taman, mungkin tak kan seperti ini. Ya Tuhan, kenapa ini terjadi… aku tak sanggup.
***
Beberapa bulan kemudian….
Aku temui surat berwarna biru dan ada gambar embun di surat itu.

Teruntuk reivan alghibran
Embun…
Titik titik air bening yg jatuh dari langit
Dan membasahi kelopak bunga yg aku sukai.
Aku ingin seperti embun, yg bisa hadir di hati orang
Yg menyayanginya. Tapi aku tak menemui siapa orang itu???
Rei … makasih ya, dalam waktu terakhirku, kamu bisa menjadi embun di hatiku. Dan tak kan pernah aku lupakan itu. Rei,, maaf kalau sebenarnya aku suka sama kamu. Aku sengaja tak mengungkapkannya, karena aku tau.. sahabat lebih berharga di banding kekasih.
O ia rei,,, tolong rawat taman kita ya,, aku gak mau dia layu karena tak ada yg memperhatikannya lagi. Karena taman itu adalah tempat pertemuan kita pertama dan terakhir kalinya.
sekali lagi,, makasih dah jadi embun selama aku hidup dan tolong,, jadiin aku embun di hatimu ….
salam manis… embun azzula.

“Embun,,,kamu tau, pertama aku kenal kamu, kamu telah menjadi embun dihidupku, yang menyejukkan hatiku. Dan kamu adalah butiran bening yang selalu buat aku tersenyum, seperti embun yang selalu buatmu tersenyum.
Taman ini, bukan aku yg akan merawatnya, tapi kita. Dan taman ini tak akan pernah mati, karena kamu selalu ada di sini, di sini rumah mu.” Kalimat terakhirku ketika meletakkan setangkai bunga mawar yg aku ambil dari taman di atas pusaranya. Pusara yg terletak di tengah-tengah taman embun. Dan kunamai taman itu dengan nama EMBUN. embun.. yang tak kan pernah mati…
the end
Fb : Novie An-Nuril Khiyar
twitt : @noviepurple19

Random Posts

  • Cerpen Remaja The Prince ~ 09 {Update}

    Cerpen Remaja The Prince, The Princess and Mis. Cinderella part 9Halo All reader, Cerpen remaja the prince, the princess and mis cinderella di lanjutin lagi lho #dihajar. Hahaha. Setelah sekilan lama ni cerpen nyangkut di planet pluto, akhirnya dia balik lagi. Thanks for all, yang udah ngasi semangat buat ngelanjutin nie cerpen yang jelas – jelas nggak jelas.Eh,tapi kalau seandainya ini cerpen makin kacau haraf di meklume aja ya?. Secara,ini cerpen makin ‘terbang bebas’ kayaknya. Tapi karena Star Night sudah memutuskan untuk melanjutkan itu artinya kemungkinan besar ini cerpen ada endingnya. Ya, walaupun harus terpaksa menendang ‘love story about my first love’ ke draf lepi. Tapi gak papa deh, Star night mau belajar bertanggung jawab dulu (????).Oh ya, karena ini sudah kelamaan, mungkin sudah pada lupa kali ya sama jalan ceritannya?. Memang salah star Night juga si kelaman banget ngelanjutin. Nah karena itu star night sengaja kasi link nya, Cerpen remaja the perince, the princess and mis cinderela part 1, part 2, part 3, part 4, part 5, part 6, part 7 dan part 8.E, satu lagi. Dalam cerpen remaja ini di ambil dari dua sudut pandang sekaligus (????). bingung ya?, ah star night yang bikin juga bingung apa lagi yang baca. Jadi gini lho, untuk karakter ‘Riani’ star nihgt pake istilah ‘aku’. Sementara untuk karakter ‘Andre’ Star night pake sudut pandang orang ketiga. H3 h3 h3 # bingung – bingung deh.Okelah, dari pada kebanyakan bacod mending langsung di baca yuk. Semoga saja hasilnya tidak mengecewakan. Credit Gambar : Star NightAku mengerjap – ngerjapkan mata sambil menoleh ke sekeliling. Hal pertama yang ku lihat adalah raut lega yang tergambar di wajah Iren di susul oleh Naysila dan Kezia. Walau kepala ku masih terasa sedikit pusing tak urung aku mencoba bangkit dan duduk bersandar.sebagian

  • Cerpen Cinta Romantis Kenalkan aku pada cinta ~ 02

    Abis baca baca koment, baik yang di fb, di blog, Di BB bahkan yang di inbox juga. Ternyata kebanyakan sudah jadi korban sinetron akan drama #menatap miris. Masih mending juga saia, cuma korban komik #gubrak.Baiklah, sesuai janji di part dua adalah jawabnnya. Happy reading…-} Kenalkan aku pada Cinta ~ 01 "Jatuh cinta itu mudahYang sulit adalah bagaimana untuk mempertahankannya"..Mata Astri terus bergerak dari kanan kekiri seiring lembar demi lembar komik di tangannya yang terus ia balik. Tanpa sadar ia tersenyum – senyum sendiri. Sepertinya imaginya benar – benar mengikuti alur yang di ciptakan oleh sang pembuat komik. Sementara mulutnya tak henti mengunyah Coklat yang ada di sebelah tangannya. Dan sebelum Potongan terakhir itu masuk kedalam mulutnya, Benda coklat itu sudah terlebih dahulu berpindah tangan. Membuat Astri reflek menoleh. Mulutnya maju dua senti saat mendapati wajah tak bersalah seseorang yang telah merampok coklatnya kini dengan santai duduk di sampingnya sambil meraih remot di meja. Menyalakan TV yang ada di hadapan.sebagian

  • Akhir Cerita Cinta Nada

    Akhir Cerita Cinta NadaOleh : dellia riestavaldiNamanya GISWARA NADA, biasa panggil NAT/NADA kelas XI IPS 1 di SMA PERMATA INTERNASIONAL.Cewek ini pintar dan berbakat. pelajaran favoritnya adalah SOSIOLOGI.Tinggi badannya 163cm. Mata yang berwarna hitam legam dan rambut sangat hitam lurus sepunggung.kulitnya berwarna coklat terang.semua orang menyukai murah senyumnya itu,senyum manja yang di kangenin semua teman-temannya . Hobbynya adalah ng-GALAU melulu. Saat bel pulang tiba-tiba rara ke kelas adell buat ngembaliin novel Nada yang di pinjemnya,kebetulan Rara anak IPA dan adell anak IPS. Rara adalah sahabat Nada sedari smp, nama aslinya sih Rana Renwardi.Rara menghampiri meja Nada.‘’terkadang bohong ya kalo dia selalu ada buat aku ra?-.-‘’ucap Nada‘’dia siapa Nat?” Tanya rara.‘’kamu lupa Ra? Kan aku sering cerita ke kamu, mulai deh ya kamu Onengnya.itu loh si Fahri.inget kan inget!’’ dengan kesel Nada memastikan supaya Rara inget.‘’yaa lagian aku baru datang langsung bilang kaya gitu ya aku ora ngudeng toh ,iya Nada aku inget kaka kelas itu kan?. ‘’ ucap Rara ‘’iya Ra  ”“kamunya noh kenapa lagi ? nggalau lagi ? ga bosen-bosen sih kamu Nat , akunya melek nih ngeliat kamu nggalau, kaya monyet lagi diare tau ga!’’ ejek Rara“anjritt ngecenya BAGUSSS amat sih Ra!!!!!!!!!!!!’’kata Nada kesel“hahaha tak apalah Nadaku yang cantik(huek), tapi bener tau aku bosen banget ngliat kamu setiap hari murung, diam tanpa kata kaya monyet yang lagi sariawan” serunya pada Nada sambil ketawa puas .“Ra, ga ada yang lebih bagus dari monyet?” ucapnya geram“ga ada Nat!!itu cocok banget buat kamu hahaha, udah ah pulang takut ngamuk nih si NYONYA hhahaha dadah Nada” “kurang ajar lo Ra!!”Nada manyun sambil membereskan buku-buku yang ada di atas meja, dan pergi menuju kelas Risa di XI IPA 5.“Ris hari ini kamu yang nyetir yah, akunya lagi males nih”pinta Nada“siip siip.” Ucap risa* * *Keesokan harinya seperti biasa Nada berangkat sekolah dengan Risa, kebetulan rumah Risa ga jauh banget dari rumah Nada.Sesampainya didepan rumah Risa.“Ris ayo berangkat, ko malah mlongo gitu?”Tanya Nada“oh iya Nat, soryy soryy.”ujar Risa“siip siip gapapa hahha nyantai sist”“ris, kamu tau mantan aku yang namanya Dion?”“iya Nat, aku tau.kenapa?”“sumpah ya seumur-umur baru baru nih aku ngbenci aku sampe BENCIIIIIIIIIII BANGGGEEEETTT sama mantan.”kesel Nada“kenapa je tu cowo ?”“ya kamu tau kan Ris aku putus ama dia gara-gara dia boongin aku, ternyata baru seminggu setelah kita putus dia punya cewek baru, AHH SEMUA COWO TUH YA PADA INTINYA SAMA AJAA !! keheul da urang Ris, teu bogaeun hate kitu si Dion” “idihh jalma naon nu kitu sih, piceun wae dell jalma nu kitu, da baguslah kolo maneh geus putus mah allhamdulillah yah .” “iyaa sih Ris sesuatu banget, tapi kan yang nyuruh aku jadian ama Dion kan ka Fahri ,hayo kumaha coba?”“loh kok bisa? Terus kenapa kamu mau oneng ah.”“iya yah, yaudahlah yang lalu biarlah berlalu”* * *Fahri, dia kaka kelas Nada. Orang yang Nada suka, orang yang mengerti Nada. Entah kenapa akhir-akhir ini dia ga ada kabar, Nada kaget ketika Fahri menyuruhnya untuk jadian sama DION, cowok brengsek yang Nada pernah kenal.Gerutu Nada dalam hati .“sial lagi-lagi gue mikirin tu cowok, belom tentu juga dia mikirin gue .”Kali ini bukan di dalam hati melainkan teriak,hingga teriakan itu terdengar sampai luar kamar Nada.“akkkuuu kkaaannnggggeeennn kkkaaammmuuu FAHRI !!”Tiba-tiba adiknya Nada masuk kamar Nada, sambil bertriak juga dia berhenti di pintu kamar.“woooyy BERISIK !!!!”“yey suka-suka GUE, sana pergi lo dari kerajaan gue”“lagian males juga Karin masuk kamar lo ka”“yaudah sanah pergi !”“sabaar sih, kalo ribut lagi awas aja tak siram !”“SIAPA LO brani siram gue hah !”“siapa aja boleh.” Sambil menjulurkan lidah Karin menutup pintu dengan keras hingga menghasilkan bunyi yang cukup brisik.“sialan, tambah ngrusak suasana aja sih adik gue .. hah!” kesel Nada* * *Setelah berminggu-minggu Nada lost kontak, ternyata kabar buruk menimpa Nada. Tiba-tiba sebuah pesan baru muncul di layar hape Nada. Ternyata pesan Rara.From:RarapelloowNat, fahri ke rumah gue !gue kira dia ama lo, tapi yang gue kaget dia ama NIA, mantannya kaka kelas kita yang suaranya merdu itu.Membaca pesan dari Rara, seakan-akan hati Nada di tusuk-tusuk jarum, cekitcekitcekitcekit. Lagi-lagi Nada meneteskan air mata. Nada langsung tengkurep di atas bantalnya dengan penuh air dimatanya.“aku kira kamu yang terbaik. Tapi, kamu bikin aku jadi pribadi yang buruk, selalu buat aku jadi ngrasa sendiri dan kesepian,”gumam Nada sedih.Lagi-lagi hape Nada getar. Ternyata Rere, sahabat adell waktu kelas 10 yang tinggal di kosan dekat SMA. From: Rere reliableNat, barusan fahri datang ke kosan gue sama teh NIA. Sebenernya ada apa sih lo ama Fahri?Ko dia kesininya bukan sama lo ?Tanpa basa-basi, Nada langsung melempar HP-nya ke sofa sebelah kasurnya.“SEBENERNYA SEMUA INI MAKSUTNYA APA SIH !!GUE GA NGERTI FAHRI, APA YANG LO MAU DARI GUE !!CARA LO MANAS-MANASIN GUE, KAMPUNGAN TAU GA !!” teriak Nada* * *Ternyata Fahri ama Nia udah jadian. Nada termenung sejenak.“gue baru sadar ternyata si Fahri nyuruh gue jadian sama Dion karna dia pengen jadian ama Nia, cukup tau aja gue. Ya gue nyadar diri Nia kan seorang model, okelah no problem gue kalah materi, tapi jangan nyesel aja kalo gue lebih baik dari dia hahaha.”pikiran jelek Nada“dia udah bahagia dengan hidup dia sendiri, gue ga boleh ngrusak itu. Sekarang gue ya gue, dia ya dia. Sekarang mah ambil hikmahnya aja deh. Yang lalu yaudah sana minggat. Sekarang mah gak ada Nada yang selalu nangis gara-gara mikirin orang yang ga pernah mikirin gue. Semuanya CUKUP SUDAH !” jeritan dalam hati Nada.“sekarang gue janji, gue bakal mau pacaran lagi kalo sama DIA, mantan gue si KEVIN. Titik pokoknya. Emang salah gue ninggalin dia dulu. Gue khilaf banget. Maafin gue Kevin, gue yang salah. Sekarang gue harus nunggu lo, nunngu lo bener-bener putus sama cewe lo. It’s ok no problem .”Nada Optimis.* * * “Oktober FREAK, ngbetein aja sih ko pada aneh sih udah 3 orang nyatain cinta ke gue, gue yakin pasti ini cobaan yang tuhan kasih ke gue, Nada please jangan ke goda. Yyeaaahhh gue pasti ga akan ke goda, tetep Kevin ” bicara dalam hati sambil senyum-senyum kecil gitu.Tiba-tiba Nessa temen sebangku Nada melongo ngliat tingkah Nada yang aneh banget, senyum-senyum sendiri lagi.“Nat, lo gak papa kan?” Tanya Nessa heran“hah, apaan Nes? Maksudnya ?” si Nada balik Tanya“loh kok balik Tanya sih? Lo sakit ? apa lagi ga beres tu otak lo?dari tadi senyum-senyum sendiri aja, gue malah di cuekin”“hehehe gue gapapa kok, lagi seneng gitu.”“ahh curang lo, giliran GALAU, KESEL ke gue tapi kalo lagi seneng sendirian aja ”“hehe ni baru gue mau cerita NESSA SAYANG, lagian lo nya sendiri protes duluan ahahha”“ah kebiasaan lo mah ngomong gitu ah, buruan Nat cerita ke gue”desak Nessa“gapapa Nes, gue cuma seneng aja, gue dikasih pikiran yang positive ama tuhan, gue percaya tuhan udah ngerencanain ini semua. Dan tuhan ngejauhin gue dari Fahri gue tau itu pasti yang terbaik buat gue Nes ”dengan sangat yakin Nada mengatakan.sambil melihat dengan tatapan yang kagum, Nessa berkata pada Nada.“Nat, hari ini lo kenapa ko TUMBEN banget berfikiran gitu, ini baru SAHABAt gue ”“cie, lo kagum ya Nes ama gue?”dengan PD-nya Nada bilang sama Nessa.“ahh lo kalo udah dipuji dikit Kumat ke GeErannya” gerutu Nessa.“hehehe, Nes menurut lo, missal lo punya mantan sebut aja X, nah pas lo jadian ama si X itu sampe 1tahun gitu, terus putus deh lo yang putusin si X gara-gara hobby si X memperpanjang masalah yang sepele. Tapi setelah 10bulan kemudian lo baru sadar Cuma dia yang paling mengerti lo, paling setia ama lo, dan sekarang lo pengen dia balik lagi karna lo masih sayang banget ama dia. Terus masalahnya si X udah punya pacar? Gimana menurut lo Nes?gue butuh pendapat lo nih” pinta Nada.“kalo menurut gue, kalo emang guenya sayang banget ama si X, ya gue bakal tunggu dia ampe putus ama cewenya. Emang kenapa Nat lo nanya gitu?”“terus kalo, dia udah putus ama cewenya, lo bakal nglakuin apa ke dia supaya dia balik lagi?”Tanya Nada serius“ya gue bakal sms-in dia terus, bikin dia nyaman dideket gue kaya dulu. Kalo udah berhasil deketin dia, bakal gue Tanya tuh perasaan dia ke gue, sama ga kaya perasaan gue ke dia, GITU NAT !”“makasih ya bebep gue mmuuaacchh, thanks for your opinion.”sambil menyium pipi Nessa, Nada berlari keluar kelas dengan penuh semangat setelah mendengar pendapat dari Nessa. * * *Saat kau tak ada atau kau tak disiniTerpenjara sepiKu nikmati sendiriTak terhitung waktu tuk melupakanmu Aku tak pernah bisa aku tak pernah bisaDengan suara yang lantang Nada menyanyikan lagu ajeng “saat kau tak ada” dengan gitar kesayangannya. Dengan suara merdunya, Nada menyanikan lagu itu dengan penuh perasaan sehingga ia menjatuhkan air matanya. Tiba-tiba ia terhenti, sesuatu terjadi padanya.“kepala gue kenapa, ko sakit banget.” Sambil memegang kepala yang sakitnya, nada menaruh gitarnya disamping tempat tidurnya, dan ia pun tiduran di atas ranjang tempat tidurnya, hingga akhirnya Nada tertidur pulas.* * *sesampainya Nada dikelas.Nada lansung menghamipiri mejanya.“hey Nes, lagi ngapain lo?” Tanya Nada“biasa Nad, buat ulangan hehehe.” Jawab Nessa santai.“good job bebep, ntar gue liat ya.” Sambil tersenyum seakan memohon.“ah curang lo, tapi ada syaratnya?”“apa Nes?”“ntar lo jajanin gue ya?”“oke deh siap.”Nada langsung terdiam, dan lagi-lagi Nada merasakan sakit yang titik pusat sakit itu di belakang kepala Nada. Sambil menahan rasa sakit, Nada duduk dibangkunya.“Nat, lo kenapa?” Tanya Nessa sambil memegang pundak Nada.“sakit banget Nes…”“apanya Nat? lo bilang sama gue?tiba-tiba Nada sudah terjatuh dan tergeletak dilantai, segera Nessa membawa Nada ke UKS.10 menit kemudian, Nada siuman.“Nad, lo gapapa kan?” Tanya Nessa khawatir.“iya Nessa sayang, tadi gue juga gatau ko semuanya jadi gelap”“ulangan di batalin, gara-gara lo pisan.”“asik dong Nes.” Senyum Nada dengan muka pucatnya.“yey asik-asik, gue yang ga asik udah cape-cape bikin contekan, tapi belum selesai juga sih bikinnya hhehehe.”* * *5bulan kemudian.“gue bête, sampe sekarang Kevin belum putus ama pacarnya , gue bener-bener nyesel ninggalin elo, biasanya kalo gue kesepian lo selalu datang kerumah gue, nghibur gue, sekarang siapa yang bakal nghibur gue?bayang-bayang lo yang ga pasti . Gue bingung harus gimana.oh god please help me, im so tired for all about it” gerutu Nada pelan.“gue mau coba sms Kevin ah, tapii, sms , engga , sms, engga ,SMS!”to: myfirstlove gue Kevinhei kev,lo lagi apa ?gimana kabar lo sekarang?“gue ga yakin sms-nya bakal dibales kevin, dia pasti sibuk sms-an ama pacarnya Nabilla ”Nada membuka buku diary-nya, dan ia menulis beberapa kata.god, lepaskan aku dari derita yang tak berakhir saat dia tak ada disisiku.Nada berhenti menulis, Nada senyum kecil ketika HP-nya bergetar. Segera Nada meraih HP-nya di atas tumpukan buku-buku novel koleksinya.“sialaan, gue kira dari Kevin, ternyata operator” kesel NadaHp Nada bergetar lagi, “operator mau ngerjain gue lagi tah, ga ada kerjaan banget sih operator, ga punya temen sms-an ya jadi sms ga puguh ke gue” kesel Nada.pas Nada menekan tombol Q-pad tersebut, Nada langsung loncat-loncat gembira di atas kasur.“ayyyeee , sms gue di bales ama Kevin !!!!!!!!!!!!” saking gembiranya Nada lupa membuka isi pesan dari Kevin.from: myfirstlove gue Kevinhei Nat,gue baik aja ko.lo sendiri gimana kabar?gue lagi pusing mikirin cewe gue, to: myfirstlove gue Kevingue agak buruk, soalnya suka pusing gitu.Gue juga ga ngerti kenapa.gue belom sempet ke dokter.nyokap gue belum pulang dari bali.lo tau sendiri kan kalo gue kemana-mana ama lo, tapi itu DULU :’)yaudah lo harus sabar ngadepin nabilla,seperti lo ngadepin gue dulu from: myfirstlove gue Kevinyaudah gue anter ke dokter sini,meski lo bukan cewe gue lagi.nyokap lo mau percaya ke siapa lagi?selain ama gue?oia,dan masalahnya lagi gue udah putus sama Nabilla.“THANKKSS GOD, UDAH NGABULIN DOA GUE.GOD, GUE SENENG BANGET HARI INI, TEPATNYA MALAM YANG LAGI UJAN GINI jadi inget dulu, gue pergi nonton ama Kevin maksain ujan-ujanan di jalan, gue jadi pengen kaya dulu god ” senengnya dalam hati.to: myfirstlove gue Kevinbeneran lo mau nganterin gue ke dokter kev ?makasih banget yah kev, gue seneng banget ko lo putus sih ama Nabilla kev?from: myfirstlove gue Kevinkan gue yang nawarin, ya gue maulah.Nada oneng hehehebesok jam 11 gue jemput yah udah takdirnya Nat gue pisah ama Nabilla.udah dulu ya gue mau mandi nih Nat.bye Nada “gue bahagia banget god, bahagia banget , hari ini bakalan tidur nyenyak deh gue “* * *Bunyi klakson sudah memanggil Nada untuk keluar dari rumah .“bentar kev, gue lagi pake sepatu nih” ujar Nada“iyaa santai aja Nat”saut Kevin“yuk, gue udaah siap nih”ajak Nada“ya ayo, gue kan dari tadi nungguin elo”jawab Kevin“hehehe sorry kev”“udah belom Nat”“gue udah duduk dari tadi Kev”“kalo udah ya turun hahaha gue bercanda kok Nat”sesampainya didokter.“siang, siapa yang sakit?” Tanya dokter“ini dok temen saya, Nada.”jawab Kevin“iya saya dok” ucap Nada.“oh, ade ini, sakit apa? Ada keluhan apa?” Tanya dokter“ini dok, saya sering sakit kepalanya bagian belakang, kadang ilang kadang sakit banget sampe Cuma bisa tiduran nahan sakit” jawab Nada“coba diperiksa dulu yah, bagian mana yang sakit ?”sambil memegang kepala Nada dokter mencari sumber kenapa kepala Nada sakit.“nah disitu dok, sakit banget.”“ini semacam …” perkataan dokter terputus“dok, ada WC gak?kebelet nih”“itu disebelah wastafel “ jawab dokterSelama Nada ke WC, Kevin yang bertanya-tanya pada dokter.“dok, Nada sakit apa?” Tanya Kevin“kalo dilihat dari benjolan di kepalanya, itu seperti kista.”“loh? Dok bukannya kista itu Cuma ada di rahim aja?”“ga Cuma dirahim dik,”“kalau kista dikepala bahaya ga dok?”“bahaya, kalo di diemin aja, harus cepat diambil kelenjar di benjolannya. kalo dilihat dari benjolan dikepala Nada, kira-kira udah stadium 3.”“apa ada obatnya dok?”Tanya Kevin serius“ada tapi mahal dik, bisa sampai 750rb. Kalo ga diobati ya terpaksa di operasi, ngambil cairan yang ada dikelenjar kepalanya. Saya bikini resep obatnya dulu ya.”“oh gitu ya dok, makasih ya dok.”pas saat Nada keluar dari WC, tangan Nada langsung di tarik sama Kevin.“ihh apaan sih Kev, sakit nih” kesal Nada“ayo pulang.”“kok pulang Kev, kan belum tau kata dokter apa.”sambil di tarik keluar dari ruang periksa, Kevin berkata .“lo gapapa kok kata dokter, dokter bilang lo harus banyak istirahat aja Nat”Kevin mengeluarkan kertas dari jaketnya.“nih, jangan sampe ilang ya ni resep dari dokter”“loh? Katanya gue gapapa kok obatnya segini banyak Kev?mahal lagi” Tanya Nada heran“udah turutin aja apa kata dokter Nat”“iya aja deh buat lo mah Kev, apa sih yang engga.” Gombal Nada“yyeeyyyy elo malah nggombal Nat, daasssaaarrr”“hahaha, btw kita abis ini mau kemana?”Tanya Nada“ya pulang lahh, kata dokter lo ga boleh kecapean NYONYA.” Sambil ngotot gitu bilangnya“gue BT Kev dirumah ” jawab murung sambil menundukan kepalanya.“gue temenin Nat, tenang aja.” Sambil tersenyum“beneran Kev? Asikk hehehe.” senyum yang bahagia keluar dari mulut Nada.“ayoo pulang Nat.” ajak Kevin.“ayo Kev”* * *Sesampainya dirumah.“Nat, gitar lo mana? Gue pinjem dong.”“itu dikamar gue ambil aja.” Sambil menunujuk kearah kamarnya.“Kev, nyanyiin lagunya five minutes dong, gue kangen sama suara lo.”pinta Nada.“siap tuan puteri” ucap KevinEntah saking nyaman atau menghayati, akhirnya Nada tertidur di pundak Kevin.Kevin terdiam memandang wajah Nada yang cantik itu, dan Kevin pun berkata.“Nada, gue sayang sama lo, gue cinta ama lo, gue jadian ama Nabilla Cuma buat pelarian doang supaya gue ga inget lagi sama lo, supaya gue ga kesepian kalo lagi inget lo.”Kevin terdiam kembali, lalu memindahkan Nada ke kamarnya. Setelah Kevin sudah memindahkan Nada ke kamarnya, Kevin masih saja memandangi Nada, dan akhirnya Kevin mencium kening Nada.dan 1 kata bisikan kecil.“I love you Nada”Kevin keluar kamar mencari pembantu Nada.“bi…!!!bibi..!!” suara mencari bibi“iya, ada apa den Kevin.”“bi saya mau pulang dulu yah, tolong jagain Nada ya bi.”“siap den.”“assalamualaikum”“walaikumsalam den”* * *Pagi yang cerah, secerah muka Nada. Satu SMS masuk dari Kevin.from: myfirstlove gue KevinPagi Nat,maaf ya kemarin sore gue ga pamit ke elo.Gue soalnya gamau ganggu lo.oiyaa 1 lagi.gue sayang elo Nat.-ini ga salah kirim kan? Hahaha kalo salah kirim ngapain musti ada nama gue, pasti itu buat gue… asiiikkk- Nada gembira dalam hatito: myfirstlove gue Kevinoh santai aja Kev, seharusnya gue yang minta maaf.guenya aja yang malah ketiduran.hehe nyaman sih guenya wkakakakak becanda dinkgue juga sayang kok sama elo Kev hehehe from: myfirstlove gue KevinMulai sekarang sekolah gue jemput elo ya, buru sana mandi.ntar gue jemput, gamau tau .-lagiseriusnih-To: myfirstlove gue Keviniye bawel amat si elo Kev.gue mau mandi dulu.bye jelek.20 menit kemudian.“bunyi klakson itu familiar banget, pasti Kevin” jawabnya PedEsetelah keluar luar rumah.“anjriit dugaan gue salah, tukang laundry ternyata hahaha nah itu dia pangeran gue datang”“pagi tuan puteri.”sambut Kevin“pagi Kev, ayo berangkat nanti telat.” Sambil melihat jam tangannya.“yauda atuh buru kamunya teh naik Nat”“hehe iya Kev.”sesampainya di sekolah Nada.“ntar pulangnya gue jemput ya Nat.”“Siap komandan.”* * *Setiba dikelas .“Nessa, !!” teriak Nada“apaan sih Nat, pagi-pagi udah teriak” ucap Nessa“gue seneng hari ini, si Kevin berubah drastic sama gue, ternyata perjuangan gue nungguin dia ga sia-sia Nes , lo percaya ga tadi gue baru dianter ama Kevin.”“terus gue harus bilang WOW gitu?”geram Nessa“Nes ko elo gitu banget sih sama gue . Gue kan Cuma mau niat baik sama elo, gue cerita ke elo, lo ko malah marah gitu sama gue ” kecewa Nada“hahaha kena tipu ! gue bercanda kali Nat.” “tapi bercandanya ga lucu, gue kaget banget elo bilang gitu.”“hahaha ah elo di bercandain dikit aja langsung manyun gitu sih? Payah lo” ucap Nessa“Nes, lo udah belajar ekonomi belom buat ulangan? Gue belom nih, gue kmaren sore ketiduran saking nyamannya deket Kevin hehe” “whuu dasar keenakan itu mah, udah tenang aja, kan gue pakarnya ekonomi hahaha”“iya deh elo pakarnya, makanya jangan pelit ama gue yah ” rayu Nada.“sip sip Nat.”“oia Nes, tadi malem Fhari sms gue gitu, dia nyesel katanya PHP-in gue, dia sekarang udah putus ama Nia, Nia-nya selingkuh ama temen modelnya hahaha kasian banget ya. Ternyata ya Nes.”“iya Nat, udah ah jangan ngurusin Fahri, kan dia Udah KADARLUARSA di hati elo.”mereka berdua sama-sama tertawa.* * *Bel sekolah sudah bertriak 3x kepada murid-murid. Waktunya pulang sekolah, ternyata jam yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.“Kevin mana ya? Ko belom jemput gue.” Sambil mencari motor Kevin di jalanan.5menit kemudian akhirnya Kevin datang.“elo kok manyun sih Nat? ga seneng gue jemput?”“gue bukannya ga seneng, tapi gue bête nungguin elo nih .” Manyun mode on.“maaf ya tadi ban motor gue bocor dideket sekolah gue, maaf gue nyesel Nat.”“forget it Kev, c’mon back to home.”“wait wait, I want to say with you, it’s serious”“any problem with you Kev?why?”“no, I don’t have a problem.”“so, why ?”“mmmmm, I want you back in my life.”“hahhh? Maksud lo? Gue ga ngerti?”“isshh, gue pengen lo balik ma gue, ngerti?”“ohh iya ngerti, terus lo mau apa?”“ya gue mau lo jawab sekarang BODOH.”“yeaahh kalo lo bilangnya gitu gue gamau balik ama elo ah” bercanda Nada“iya deh, tuan putri, elo mau balik ama gue ga?”“iya gue mau balik ma lo, dan gue mau balik kerumah juga nih”“iyaa deh sayang kita pulang”“cie mulai sayang-sayangan hahaha”Menurut Nada hari ini adalah hari yang paling terbaik di bulan November, tepatnya tangal 9 november 2011. Dimana ga ada lagi yang namanya berkhayal tentang Kevin. Semuanya sekarang udah jadi kenyataan . * * *“entah kenapa rasa sakit ini jadi teramat sakit sekali, ya tuhan sakit banget, sebenernya aku kenapa, sakit banget ya tuhan sampe aku ga bisa bangun dari tempat tidur ini.” Ucapnya dalam hatiNada meraih ponsel yang ada di sebelah bantalnya, dan langsung mengSMS Kevin.to: myfirstlove gue Kevin.yang, kamu lagi sibuk ga ?from: myfirstlove gue Kevin.Engga sayang, kenapa yang?to: myfirstlove gue Kevin.Kamu kerumah aku dong yang, please banget :’(from: myfirstlove gue Kevin.Iya yang sekarang aku kerumah kamu yah sesampainya Kevin dirumah Nada.“kamu kenapa yang? Ko pucet banget sih ?” Tanya khawatir Kevin.“gatau yang, kepala aku sakit banget, ngelebihin yang kemarin, rasanya kaya mau pecah, mata aku juga jadi berat banget, yang please buat hari ini aja kamu nginep dirumah aku yah, aku lagi ga pengen jauh dari kamu, aku gamau kamu pergi.” Ucap Nada sambil meneteskan air mata“iya aku nginep sini hari ini, kamu udah minum obat belum sayang?”Nada hanya menggelengkan kepalanya.“kenapa belum diminum?sekarang obatnya mana?”“aku belum beli obatnya, resepnya aja masih di tas aku, kata kamu aku gapapa, jadi aku ga beli obat itu”“sayang ko kamu ga nurut sama aku, yaudah besok aku anter ke dokter lagi ya.”Nada menganggukan kepalanya.“Kev, boleh aku tidur di bahu kamu? Aku pengen banget meluk kamu pokoknya aku gamaau kamu jauh dari aku.”Akhirnya Kevin memeluk Nada.* * *“Nat, bangun Nat.”Sudah berkali-kali Kevin membangunkan Nada, tapi ga ada hasilnya. Akhirnya Kevin membawa Nada kerumah sakit. Dan dokter mengatakan kalau Nada koma.Kevin hanya menunduk di atas ranjang yang ditiduri Nada saat itu.“Nada, please bangun.” Sambil meneteskan air mata Kevin berusaha membangunkan Nada.Pada hari ke4, Nada terbangun dari koma.“KEV..” suara Nada “allhamdullilah, Nad akhirnya lo bangun juga.”“Kev, aku ga bisa nahan rasa sakit ini, aku juga susah ngatur Nafas.”“kamu pasti kuat ko sayang, oia tadi mamah kamu nelpon katanya minggu depan dia pulang.”“Kev, aku pengen meluk kamu.”akhirnya Kevin memeluk Nada.“Kev, maafin aku tapi aku ga kuat untuk sakit dikepala ini Kev, sakit banget. Aku pengen kamu ga akan pernah ninggalin aku, aku pengen kamu jadi cinta terakhir aku, walaupun nanti aku bukan cinta terakhir kamu. Kev, kalau aku pergi sekarang gapapa kan?” Tanya Nada sambil meneteskan air mata.Kevin melepaskan pelukan dari bahu Nada.“walaupun ini sulit banget bagi aku, aku relain kamu Nat, karna aku sayang banget sama kamu, aku ga mau ngliat kamu nangis nahan rasa sakit yang kamu rasain.”Dengan banyak air mata yang menetes di wajah cantik Nada, Nada mengucapkan kata terakhirnya.“kev, tuhan baik banget ya sama aku, tuhan udah ngabulin doa aku, doa supaya kamu balik sama aku. Dari dulu sampe sekarang rasa cinta aku ke kamu tuh ga berkurang Kev, aku pengen kamu jaga cinta aku ke kamu. Dan aku pengen sampai kapanpun kamu jangan pernah ngelupain aku. Sekarang aku pengen tidur, kamu jangan bangunin aku ya.”Nada langsung menutupkan matanya.Ternyata Nada tertidur untuk selamanya, dan Kevin langsung meneteskan air matanya sejenak, dan ia pun langsung memanggil dokter. Lalu Kevin kembali ke kamar yang di tempati Nada, untuk yang terakhir kalinya Kevin mencium kening Nada.Kevin memegang tangan Nada, tetapi ditangan Nada ada secarik kertas yang Nada tulis sebelum ia pergi.Tuhan terimakasih, atas semuanya yang engkau berikan kepadakuwalaupun hanya sesaatKau mengembalikan orang yang amat ku sayangSampai pada saat ini, ia masih di sampingku sekarangTapi aku tau tuhan, ga selamanya ada dia di samping akuTerimakasih untuk dirimu yang aku cintaiYang telah menjagaku tanpa rasa lelahMungkin tuhan telah mentakdirkan kita untuk kembaliDan di pisahkan untuk selamanyaTapi percayalah aku kan selalu ada di hatimuMungkin ini akhir dari kisah kita :’)selamat tinggal .* * *Hari yang sangat kelabu, disaat Nada di makamkan. Nessa, Rere , Rara dan teman-teman Nada lainnya tak hentinya meneteskan air mata.Sewaktu Nada ditaruh di atas Tanah yang baru di gali, Nessa sahabat Nada pingsan, tak kuasa Nessa menahan rasa kehilangannya, bayangkan Nessa 1tahun setiap hari disebangku dengan Nada.Nessa masih belum bisa melupakan ketawa Nada yang sangat khas.Setelah semua orang pada meninggalkan pemakaman, hari tertinggal Kevin seorang diri di sebelah batu nisan Nada, orang yang dia cintai.“Nat, semoga elo bahagia ya disana, semoga kelak nanti kita dipertemukan disana. Gue sekarang mau pulang ya, gue sayang elo Nat.”Disaat Kevin pulang dari pemakaman, ia langsung menghampiri parkiran motor yang berada diseberang jalan. Tanpa melihat kanan-kiri, Kevin pun langsung menyebrang, dan tanpa ia sadari mobil yang sedang melaju kencang menghampirinya. Kevin pun tewas ditempat.Dan akhirnya Kevinpun dimakamkan tepat disamping makam Nada.==========SELESAI==========Fb : adell qodell@ondelladell

  • Cerpen Remaja Terbaru ” Take My Heart ~ 02″

    All, udah baca cerpen pupus belom?. Kalau belom baca dulu gih di cerita pendek "Pupus" . Bukan apa cuma sebagai pengingat aja, Vionica disini adalah orang yang sama. So, buat yang penasaran gimana kelanjutan dari cerpen Take My heart bagian kedua ini, bisa langsung baca ke bawah. Sama satu lagi dink, kali aja ada yang belum baca, part satunya ada disini. Happy reading….Cerpen take my heart"Hufh…"Untuk kesekian kalinya Vio menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan. Menatap gedung yang menjulang di hadapannya dengan tatapan gamang. Merasa dirinya benar – benar pengecut. Demi menjauhi dan menghilangkan rasa pada Harry, ia nekat pindah kampus. Konyol!Tapi memangnya siapa yang bisa mendustai hati? Berpura – pura tegar atau sok tertawa padahal hati terluka? Dia tidak sekuat itu! Menurutnya menghindar bukan hal yang buruk untuk di lakukan. Setelah memantapkan hati ia segera melangkah masuk halaman kampus. Setelah bertanya kesana kemari akhirnya ia sampai di ruangan dosen. Ya biasalah, harus menjalani prosedur sebagai formalitas mahasiswi baru. Begitu selesai ia segera melangkah keluar. Sebuah senyum terukir di bibirnya. Ternyata semuanya tidak sesulit yang ia bayangkan. Mulai besok ia sudah bisa melakukan kegiatan belajar mengajar di fakultas itu.Begitu keluar Ruangan dosen, langkah Vio terhenti. Matanya terpaku pada keempat mahasiswa yang tak jauh darinya yang kini juga sedang menatapnya. Ayolah, memangnya penampilannya aneh ya? Atau terdapat jerawat di wajahnya? Kenapa mereka sampai menatapnya seintens itu?"Ehem." sedikit berdehem, Vio segera melangkah melewati mereka. Makin salting saat tau pria yang tidak ia ketahui namanya masih terus menatapnya tanpa berkedip. Astaga, keluhnya dalam hati."Hai..""He?" kening Vio berkerut, sama sekali tidak menyangka akan di sapa mereka."Kali ini loe benar – benar beruntung Van. Tapi kita liat aja ntar, apa keberuntungan itu akan terus berpihak sama loe."Walau lirih, samar Vio masih mampu menangkap suara bisikan oleh seseorang yang tidak ia ketahui namanya pada seseorang lagi yang juga masih tidak ia ketahui namanya."Boleh kenalan nggak? Gue Ivan," kata cowok yang katanya bernama Ivan itu sambil menyodorkan tangannya. Vio hanya melirik sekilas. Mendadak merasa takut. Ayolah, secara di tv – tv kan banyak tuh kabar heboh soal berandalan di kampus."Kalau Gue Renold.""Gue Andra.""Aldy."Vio hanya mengedipkan mata bingung. Sementara Ivan melirik kesel kearah teman – temannya. Uluran tangannya aja belum di sambut kenapa mereka ikut – ikutan. Lagi pula, yang mau taruhan siapa si? Gerutnya sebel."Loe mahasiswi baru ya?" tanya Ivan lagi sambil menarik kembali uluran tangannya karena vio hanya menatap tanpa terlihat tanda tanda akan menyambutnya."O.. Jadi loe mahasiswa lama?" balas Vio lirih."Bhuahaummm… .." Andre cepat – cepat menoleh kearah lain. Mencoba menahan diri untuk tidak langsung ngakak di tempat. Mahasiswa lama? Kenapa kedengarannya janggal sekali ya?"Ehem.." Ivan sedikit berdehem. Mendadak mati gaya. "Oh ya, Loe belom nyebutin nama loe," Ivan mengingatkan."Dan gue sama sekali tidak tertarik untuk menyebutkannya. Maaf, kalau gitu gue permisi dulu," balas Vio ringan sebelum kemudian berbalik pergi tanpa menoleh lagi.Untuk sejenak Ivan bengong. Seumur hidupnya ini untuk pertama kali ia di cuekin. Seumur – umur baru kali ini ada orang yang menolak untuk di ajak kenalan dengannya. Dan begitu menoleh."Kenapa kalian mandangin gue kayak gitu?" tanya Ivan heran saat mendapati tatapan aneh ketiga temannya."Gue mendadak ragu kalau loe beneran playboy," Kata Renold."Dan gue nggak yakin kalau loe bisa naklukin dia," tambah Aldy."Kali ini gue optimis kita bakal menang dan loe pasti kalah," Andre menimpali."Eits, tunggu dulu. Ini terlalu dini untuk mengambil kesimpulan. Kita liat saja nanti. Yang jelas belum ada sejarahnya seorang Ivan kalah taruhan," tandas Ivan penuh penekanan. Kali ini ketiga temannya hanya angkat bahu.Cerpen Remaja Terbaru " Take My Heart ~ 02""Dasar Ivan Brengsek."Langkah Vio mendadak terhenti mendengar teriakan yang baru saja hinggap di telinganya. Ivan? Kenapa nama itu seperti tidak asing ya. Tidak bermaksud menguping hanya saja merasa mendadak penasaran Vio menoleh. Berjalan kearah asal suara. Mengintip dari balik tembok yang menghadap ke pekarangan kampus dimana tampak tiga orang cewek yang tidak ia ketahui siapa sedang duduk disana."Sudahlah Laura. Lupakan saja makhluk tak bertanggung jawab itu."Cewek yang di panggil Laura menoleh. Sekilas Vio melihat raut sembab di wajahnya."Lupakan? Tidak akan semudah itu!""Terus loe mau ngapain?""Gue nggak akan membiarkan diri gue di permainkan seperti ini. Kalian bayangin. Gue, Idola di kampus kita di jadikan bahan taruhan oleh si playboy brengsek itu. Dipermalukan didepan semua anak – anak. Loe pikir gue akan diam aja? Nggak! Gue akan pastikan dia terima akibatnya," dendam Laura."Maksut loe?"Dan kalimat yang meluncur dari mulut gadis yang di pangil Laura selanjutnya benar – benar membuat Vio terlonjak kaget. Mendadak menyesal telah mencuri dengar pembicaraan yang bukan menjadi urusannya. Dengan hati – hati takut kehadirannya di ketahui oleh ketiga makhluk itu, selangkah demi selangkah Vio bergerak mundur.Begitu kelas berakhir, dengan angkuhnya Ivan melangkah keluar kelas diikuti ketiga sahabat karibnya. Tatapan dan decakan kagum serta tatapan penuh minat dari lawan jenis masih saja ia temui mengikuti jejak kakinya melangkah. Walau imagenya benar – benar buruk. Terkenal sebagai playboy kelas kakap namun tetap saja fansnya bejibun. Tak heran si, dengan ketampanan serta kekayaan diatas rata – rata yang di miliknya sepertinya sudah lebih dari cukup untuk menutupi sejuta kekurangannya.Sampai di pelataran parkir Ivan segera mengenakan helm di kepalanya. Tak lupa bertos ria bersama sahabatnya sebelum kemudian melesat pergi mengendarai motor kesayangannya. Melaju pulang kerumah.Tepat di tikungan yang kebetulan sepi, secara mendadak Ivan mengerem motornya. Tepat di hadapan tampak beberapa orang bertampang sangar yang sepertinya sengaja menghadangnya. Tanpa sempat memikirkan bahaya yang mengancam jiwanya Ivan sudah terlebih dahulu menyadari sebuah pukulan yang mendarat di kepalanya. Membuatnya jatuh terlempar sementara motornya juga langsung ambruk ditengah jalan."Mau apa kalian."Sebuah pukulan kembali mendarat secara bertubi – tubi kearah tubuh Ivan sebagai jawaban. Walau sebenarnya Ivan juga sedikit jago bela diri. Namun saat di haruskan berhadapan langsung dengan serangan mendadak dari lawan yang tidak sedikit jelas mampu membuat Ivan tak berdaya.Disaat yang benar – benar kritis itulah Ivan mendengar tepuk tangan disusul suara tawa seorang wanita yang berjalan kearahnya."Wow, kasian sekali loe."Para preman itu serentak berhenti melakukan aktifitasnya memukuli Ivan dan menoleh kesumber suara. Walau setengah sadar Ivan masih mampu mengenali sosok itu. Dia kan…. Gadis sepuluh jutanya? Apa yang di lakukan dia disini?."Hei, siapa Kau. Apa yang Kau lakukan disini?" tanya salah satu Preman itu terdengar sangar yang membuat Vio, sosok gadis yang baru muncul itu sedikit bergidik ngeri. Mendadak merasa ragu dengan apa yang telah ia rencanakan."Ehem," ditariknya napas dalam – dalam sebelum mulutnya menjawab. "Bukan siapa – siapa kok pak. Cuma orang yang kebetulan lewat disini terus melihat orang yang lagi berantem. Kayaknya seru nih buat dijadiin tontonan."Bukan hanya para preman itu yang heran, tapi mata Ivan juga melotot kaget. Sama sekali tak percaya saat menatap wajah polos dan santai Vio. Apa gadis itu sudah gila, pikirnya."Udah pak, silahkan di lanjutkan. Anggap aja saya nggak ada. Lagian saya disini cuma sebentar kok. Cuma nungguin orang, palingan juga bentar lagi dia datang," tambah Vio lagi."Menunggu seseorang?" tanya salah satu preman itu."Iya pak. Saya lagi nungguin Pak Polisi. Tadi si sudah saya telpon. Saya bilang disini ada orang yang lagi di pukulin preman. Terus Pak Polisinya bilang mau langsung kesini," terang Vio tang kontan membuat para preman itu terlonjak kaget."Yah paling juga bentar lagi nyampe," tambah Vio sambil melirik jam yang melingkar di tangannya. "Em mungkin sekitar satu atau dua menit lagi lah paling lama. Soalnya…"Sepertinya para preman itu sama sekali tidak tertarik untuk mengetahui kalimat lanjutan yang akan keluar dari mulut Vio. Terbukti dengan cepatnya mereka berlari tunggang langgang menuju kearah motor mereka yang memang di parkir tak jauh dari tempat kejadian. Sambil mengumpat tak jelas mereka segera berlalu meninggalkan Vio dan Ivan sendirian.Setelah mengetahui tiada lagi bayangan para preman itu barulah Vio bisa menghembuskan nafas lega. Tangannya sudah terasa panas dingin. Ia benar – benar tidak mempercayai kalau ia bisa beracting semeyakinkan ini."Mau apa loe?"Refleks Vio menoleh. Baru menyadari kalau saat ini ia tidak sedang sendirian. Dengan segera di hampirinya tubuh Ivan yang masih tergeletak di jalan. Berlahan di bantunya untuk bangkit berdiri dan duduk di pinggiran."Loe kenapa bisa ada di sini? Dan apa yang sudah loe lakuin?" tanya Ivan lagi.Sejenak Vio terdiam. Mulutnya sedikit maju kedepan tanda cemberut. Lagipula sudah di bantuin juga bukannya bilang terima kasih malah ngebawel."Masih nanya lagi, jelas – jelas gue disini bantuin loe. Bilang ma kasih dulu kek," balas Vio sewot."Bantuin gue?" kening Ivan berkerut bingung."Terus loe pikir tu para preman kabur tunggang langang karena keinginan suka rela?""Mereka kabur karena mereka takut sama polisi," balas Ivan sewot."Polisi mana memangnya yang mau nyasar kesini. La wong jelas – jelas sepi gini juga?" tanya Vio."Tunggu dulu, bukannya loe bilang loe sudah nelpon polisi untuk datang kesini ya?" tanya Ivan lagi. Kali ini raut bingung jelas tergambar di wajahnya.Bukannya langsung menjawab Vio justru malah tertawa lepas. Tanpa beban. Dan sungguh, sumpah demi apapun. Ini untuk pertama kalinya Ivan melihat tawa yang seindah itu. Sebuah tawa yang mampu membuat rasa sakit yang beberapa saat lalu menguasai hatinya mendadak menguap begitu saja. Ya Tuhan, ini benar – benar tidak masuk di akal baginya."Ke..ke… Kenapa loe menatap gue seperti itu?" tanya Vio mendadak horror saat mendapati raut perubahan di wajah Ivan yang seolah baru tersadar dari lamunannya segera mengalihkan tatapannya."Ehem, Terus polisinya mana?" tanya Ivan mengalihkan perhatian."Ha ha ha….. Sebenernya loe itu memang bego atau stupid si? Mau aja di kibulin kaya tu preman. Ya ela, emang gue bisa punya nomor telpon polisi dari mana?"."Maksutnya?" Ivan kembali bingung."Tentu saja yang tadi itu bo'ong. Nggak ada polisi yang akan kesini. Tadi itu cuma akal – akalan gue buat ngusir tu perman. Nggak nyangka tu orang – orang pada gampang banget di kibulin," terang Vio lagi.Untuk sejenak Ivan terdiam. Mencoba mencerna kembali apa yang telah terjadi. Tunggu dulu, jadi…."Jadi loe nekat boongin para preman itu tadi?" tanya Ivan langsung. Vio hanya membalas dengan anggukan."Terus kalau sampai preman itu tadi tidak percaya bagaimana?"Vio terdiam. Mendadak cemas sekaligus kaget. Benar juga, kalau sampai preman itu tadi tidak percaya bagaimana? Ah, kenapa tadi ia sampai lupa memikirkan resiko itu ya?."Inget, jangan pernah sekalipun loe mengulangi hal seperti ini nona manis. Tindakan ini benar – benar berbahaya loe tau," tandas Ivan penuh penekanan.Lagi – lagi Vio terdiam mendengarnya. Tapi beberapa detik kemudian."Nona manis? Siapa yang loe maksut nona manis. Enak aja, gue punya nama. Nama gue Vio tau," geram Vio sewot.Melihat raut cemberut Vio dengan mulut yang sedikit maju kedepan tak mampu membuat Ivan menahan senyumnya. Raut wajah gadis itu kali ini benar – benar terlihat imut menurutnya. Hal yang aneh untuk diakui."O, Jadi nama loe vio. Tapi Kalau gue nggak salah inget, Bukannya tadi siang ada yang bilang untuk tidak tertarik mengucapakan namanya ya?"Pertanyaan yang jelas – jelas menyindir itu kontan membuat Vio mengangkat tangannya secara refleks dan mendaratkannya di kepala Ivan. Bukannya marah karena di jitak secara mendadak, Ivan justru malah tertawa ngakak."Baiklah, karena sepertinya loe udah bisa ketawa , gue udah bisa pergi sekarang. Bye bye," Vio bangkit berdiri, bersiap untuk berlalu tapi cekalan di tangan menghentikan langkahnya."Tunggu dulu. Loe belom menjelaskan kenapa loe bisa berada disini pada saat dan waktu yang tepat?""Oh, itu karena gue sepertinya sedang sial. Kenapa juga gue harus ketemu sama orang yang berniat untuk bales dendam pada seorang playboy kelas kakap seperti loe yang emang pantesnya itu di buang kelaut," balas Vio cuek."Playboy? Balas dendam? Dibuang kelaut?" ulang Ivan mendadak pusing."Iya! Puas loe?" balas Vio. "Ah satu lagi, Keliatannya loe juga cuma lebam – lebam doank. Dan berhubung loe nggak pake rok alias cowok, so gue nggak perlu nganterin juga kali ya? Loe bisa pulang sendirikan? Oke, bye bye."Selesai berkata Vio segera belalu. Menyetop taxsi yang kebetulan lewat. Segera berlalu meninggalkan Ivan yang masih membisu di tempatnya.Next to Cerpen Take My Heart Part 03Detail Cerpen Judul Cerpen : Take My HeartPenulis : Ana MeryaTwitter : @Ana_MeryaGenre : Remaja, RomantisStatus : CompleteFanpage : Star NightNext : || ||

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*