Cerpen Cinta Romantis Take my heart ~ 17

Yuhuuuuu… Ide buat ending udah ada di kepala si sebenernya. Cuma waktu ngetiknya aja yang rada males, Ekh….Seriusan, Lagi males banget buat nulis.
Berharap aja semoga endingnya gak keburu berubah so beneran bisa end di part 20. Abis udah beneran molor kayaknya ni cerpen satu. Gkgkgkgk…
Oke lah, dari pada banyak bacod, mending langsung aja yuks, Cekidot…
Part sebelumnya Cerpen Cinta Romantis Take my heart ~ 16


Setelah memastikan Ivan tidak menjemputnya ke kostan, Vio berangkat ke kampus menggunakan Bus yang biasa ia tumpangi. Kali ini Vio yakin sepertinya Ivan benar benar marah pada nya walau ia sendiri bingung kenapa. Tapi mengingat kejadian kemaren ditambah dengan sikap Ivan yang sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun saat mengantarnya, sepertinya hubungan mereka telah berakhir. Baguslah jika begitu, jadi ia tidak perlu lagi berurusan dengan playboy cap kadal itu lagi.
Pertama kali kaki Vio menginjakkan kakinya di kampus, keningnya tampak berkerut bingung. Diaula depan kampus telah dipenuhi oleh begitu banyak teman temannya. Apakah ada pengumuman dari dosen?. Rasa ingin tau mengiringi langkah kakinya menghampiri.
Dan kening Vio semakin berkerut ketika menyadari dirinya menjadi sorotan orang orang yang terus menatapnya sambil berbisik bisik. Apa kerena ia datang terlambat?. Sepertinya itu tidak mungkin. Dibelakang nya juga masih banyak teman temannya yang baru datang. Ditambah ini masih cukup pagi jika dibandingkan dengan jam kampus biasanya. Jika memang begitu, lantas kenapa mereka menatapnya aneh begitu?.
Tidak sampai sepuluh detik kemudian Vio langsung menemukan jawabannya. Mulutnya mangap tanpa suara saat melihat apa yang terpapar dihadapannya. Begitu banyak balon yang melambung tinggi dengan masing masing huruf ditiap satuannya. Hei, apa ada festival TK di kampusnya?.
Dan sepertinya belum cukup rasa kagetnya Ivan tiba tiba muncul entah dari mana. Melangkah dengan tegap menghampirinya. Ya ampun, ada apa sih sebenarnya?.
"Vio, gue bener – bener suka sama Loe. Dan gue mau Loe jadi pacar gue".
Tak ada yang mampu Vio lakukan selain memasang tampang bodoh dan cengonya. Ivan yang berlutut tepat dihadapannya sambil berteriak sekenceng itu sama sekali tidak ia duga akan terjadi dalam hidupnya.Bahkan dalam mimpi dan khayalannya sekalipun.
"Walaupun loe suka sama gue, bukan berarti gue juga harus suka sama loe kan?".
Vio sendiri merutuki kalimat yang baru saja keluar dari mulutnya. Kenapa selalu jawaban asal njeplak yang bisa ia berikan?.
"Memang nggak harus. Gue cuma pengen loe tau dan percaya. Kalau apa yang gue lakuin ke elo selama ini tulus. Jujur aja, Ini pertama kalinya dalam hidup gue memohon sama cewek. Gue tau gue playboy, Dan mungkin loe sulit untuk percaya. Tapi sungguh, Kali ini gue serius".
Vio menoleh kesekeliling. Tidak tau harus berkata apa. Kejadian ini diluar akan sehatnya. Memangnya dia semempesona apa sampai ada playboy yang tergila – gila pada nya.
Atau jangan jangan ini semua cuma akting. Tapi…. Ah, sungguh ia bingung.
"Apa loe tetap masih nggak percaya?" Pertanyaan Ivan membuyarkan lamunan Vio.
Dan kepala Vio mengeleng sebagai jawaban. Iya, Ia memang belum bisa mempercayainya.
"Walaupun setelah semua apa yang sudah gue lakukan?" Tanya Ivan terlihat putus asa.
Vio terdiam. Pertanyaan Ivan menohoknya. Sesungguhnya jika ia boleh jujur sedikit saja, apa yang Ivan lakukan selama ini selalu membekas di hatinya. Tentang perhatiannya, Kebaikannya juga akan semua sikapnya. Tapi mengingat status Playboy yang disandangnya, Vio selalu berusaha untuk menepis semuanya. Ia benar – benar tidak ingin menjadi korbannya.
"Walaupun setelah semua apa yang sudah loe lakukan!!!".
Kalimat itu benar benar Vio ucapkan dengan tegas. Bukan saja untuk menyakinkan Ivan, Tapi juga untuk dirinya sendiri. Ia tidak boleh goyah dengan apa yang telah ia yakini. Ia tidak ingin terjebak rayuan makhluk di hadapannya atau ia akan terluka nantinya. Sudah cukup apa yang ia dapatkan dari Herry sebelumnya, Ia sungguh tidak ingin merasakannya lagi.
Namun saat matanya menatap kearah mata Ivan, Hatinya langsung terenyuh. Rasa putus asa itu benar – benar mengingakannya akan dirinya sendiri beberapa waktu yang lalu. Ia tau rasanya terluka, Dan ia juga pernah berjanji kalau ia tidak akan melukai. Tapi apa yang telah ia lakukan sekarang??.
Tak ingin mengingatnya lagi, Vio langsung berbalik. Berlari meninggalkan semuanya tanpa menoleh lagi.
Cerpen Cinta Take My Heart
"Hufh"
Untuk kesekian kalinya Vio menghembuskan nafas berat. Merasa kesel sekaligus gondok. Tangannya masih terus mengerak – gerakan mouse yang ada dalam gengamannya sementara matanya mengamati arah kursor yang membuka satu persatu Folder yang ada di dalam laptopnya. Entah masalah apa yang mendera laptopnya, yang jelas benda elektronik yang satu itu tidak mau tersambung wi fi yang merupakan fasilitas tambahan yang disediakan dikostannya.
Merasa tidak ada hal menyenangkan yang bisa ia lakukan tanpa berselancar di dunia maya, pada akhirnya Vio terpaksa men'sut down' nya. Berbaring santai sambil menatap lurus langit langit kamarnya.
Dan saat itu lah kejadian tadi siang kembali terlintas di kepalanya. Mau tak mau ingatannya kembali melayang mengenang raut Ivan tadi. Berlahan tapi pasti, rasa bersalah mulai merambati hatinya.
Parahnya, ingatan itu tak berhenti disitu, kilas balik kebersamaannya bersama Ivan beberapa waktu yang lalu muncul secara beruntun di benaknya. Membuatnya tersenyum senyum sendiri bila teringat beberapa moment lucu yang telah mereka alami berdua.
Layaknya ingatan yang muncul tanpa di undang, kesadarannya juga balik secara tiba tiba. Menampar tepat kehatinya, membuatnya refleks langsung bangkit terduduk.
"Nggak nggak nggak" gumam Vio sambil menggeleng kepala kuat kuat.
"Gue nggak mungkin suka sama Ivan, dan gue juga nggak boleh sampe suka sama dia. Titik".
Selesai mengucapkan kalimat itu, Vio langsung bangun. Melangkah menuju kamar mandi, mengambil wudhu, terus shalat. Berharap itu bisa membantu menenangkan pikirannya.
To Be Continue
Tadinya si mau lanjutin Cerpen Kenalkan Aku pada cinta. Tapi apalah daya, Dengan kapasitas otak yang pas pasan, Saia lupa saudara saudara. Bukan cuma lupa sama jalan ceritanya, Bahkan sama nama tokohnya juga. Ampuuuuunnn deh…
But, Yah ambil hikmahnya aja lah. Berkat ntu semua cerpen Take My Heart part 17 muncul. Tunggu Next nya aja ya…
Bye Bye

Random Posts

  • Cerpen Cinta: TAK SECANTIK CINDERELLA

    TAK SECANTIK CINDERELLAOleh: Nining Suarsini JuhryKu tatap wajahku di depan cermin sambil memperhatikannya lekat-lekat. Sungguh ironis aku memang cewek antik seperti halnya yang di katakan teman-teman kampusku. Kacamata besar plus minus tebal di tambah lagi behel serta dandanan ku juga yang amat sangat biasa, hanya jeans dan kaos oblong yang agak kebesaran dan tak lupa tas ransel. Sungguh tidak ada yang bisa menarik hati kaum adam. Soal penampilan aku memang sangat cuek, aku tidak terlalu memikirkan hal itu. Tapi soal pelajaran aku jagonya di tambah lagi soal radio. Yapp di singgung soal radio, aku adalah penyiar radio, menurut rekan kerjaku sesama penyiar, aku termasuk penyiar yang memiliki banyak fans. Bukan karena wajah dan penampilanku, melainkan suaraku yang merdu, kata mereka suaraku sangat merdu dan setiap cowok-cowok yang dengar bisa klepek-klepek dan membayangkan kalau aku ini wanita cantik bak cinderella. Seminggu yang lalu ada seorang cowok yang mengajakku diner, cowok itu adalah salah satu penelfon setia di radio ku. Dia sangat penasaran dengan diriku. Sampai-sampai dia bela-belain minta nomor handpone ku di semua kru radio. Berkat saran dari sahabatku keyko akhirnya nomor handpone ku akhirnya ku berikan juga. Menurut keyko “apa salahnya menjalin pertemanan dengan fans, kan nggak ada salahnya. Siapa tau orangnya cakep kan kamu bisa dapat ke untungan dari situ, lagian kamu juga kan jomblo”. Keyko memang benar, aku sudah sangat lama menjomblo. Tapi kadang-kadang aku ragu dengan diriku sendiri apakah ada laki-laki yang mau menerimahku apa adanya ?? teman-teman kampus bahkan kru radio saja tidak ada yang tertarik dennganku.Handphone ku tiba-tiba berdering dan menyadarkanku dari lamunanku. Ku perhatikan layar hp ku, ternyata “rangga” yang menelfon. Hari ini kami janjian bertemu di sebuah cafe. Dia mengajakku diner. Hari ini aku sudah tidak bisa lagi menolak karena ini ajakan yang ke tiga kalinya setelah aku menolak ajakannya karena alasan tertentu. Aku malu bertemu dengannya dengan kondisiku yang seperti ini. Aku takut kecewa dan mengecewakannya. Menurutku dia sangat baik meskipun baru seminggu berkenalan lewat via hp. Mau tidak mau aku harus pergi. Tepat jam 08.00 aku berangkat kesana. Aku mengenangkan baju biru sesuai janji agar dapat saling mengenali. Ketika sampai disana, aku melihat seorang cowok yang dari tadi menunggu. Aku yakin dia rangga karena baju yang dia kenakan sama seperti warna bajuku. Sungguh tidak di sangkah, sosok yang duduk di sana sangat sempurnah, dia cakep, putih, dan memakai kacamata. Kakiku terasa berat melangkah untuk menemuinya, aku tidak pantas untuknya, dia terlalu sempurna untukku . Akhirnya aku memutuskan untuk pulang, tapi terlambat dia sudah terlanjur melihatku. Langkahku pun semakin ku percepat dan buru-buru mengambil taksi. Ku dengar dia berteriak memanggil namaku tetapi tetap saja tidak ku hiraukan. Maafkan aku rangga ucapku dalam hati.Seminggu setelah insiden itu, aku tidak lagi berkomunikasi dengannya, tak ada lagi deringan sms atau telfonnya di hp ku bahkan dia sama sekali tidak pernah menyapa di radio. Mungkin dia kecewa atau tidak ingin lagi mengenalku. Ada sedikit perasaan sedih yang ku rasakan, seakan-akan ada yang hilang dari diriku. Entah itu apa. Apakah mungkin aku munyukainya ?? andrea…andrea kamu jangan gila dong, kamu jangan cinta sama orang yang tidak mungkin mencintaimu. Batin ku berbicara.Sehabis siaran ku putuskan untuk pulang cepat. Hari ini aku sangat bad mood sekaligus capek. Padahal hari ini keyko mengajak ku makan di luar tapi ku tolak. Keyko mengerti dengan apa yang ku alami sekarang. Dia Cuma memberikanku motivasi dan saran.Malam itu aku kedatangan tamu, awalnya aku sangat penasaran karena baru kali ini aku kedatangan tamu cowok jam segini. Aku hanya tertegun sekaligus penasaran di buatnya. Aku langsung buru-buru menemuinya. Bagaikan petir di siang bolong. Ternyata cowok yang datang adalah rangga, OMG mimpi apa aku semalam. Hari ini dia tampak cool, ekpresinya biasa-biasa saja melihatku tidak sedikitpun ada rasa risih.Dia menyapaku dengan senyuman dan tatapan yang tulus. Dia sama sekali tidak heran melihatku. Ku balik menyapanya dan membalas senyumannya. Semuanya terasa kaku, aku sangat grogi di buatnya.“ngga maafin aku ya”. Ucapku memuali pembicaraan sambil menunduk. Dia hanya tersenyum sambil mengangguk. “aku udah ngecewaiin kamu, tidak seharusnya aku pergi malam itu. Tapi asal kamu tau aku bertindak seperti itu karena ada alasan. Aku nggak mau kamu kecewa melihat penampilanku yang seperti ini. Suaraku tidak secantik wajah dan penampilanku. Bahkan aku juga tidak secantik cinderella seperti yang lain katakan”. Ucapku panjang lebar. Dia hanya menatapku sambil tersenyum.“rea, aku tidak seperti yang kamu bayangkan. Aku tidak pernah menilai orang dari penampilan dan fisiknya”. Ucapnya dengan serius. Justru aku salut dengan kamu. Kamu adalah perempuan hebat”. Aku jadi semakin heran dan tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan rangga. Ada sedikit ketenangan yang ku rasakan.Pembicaraan semakin panjang dan tak terasa dia akhirnya berpamitan untuk pulang. Tapi sebelum pulang dia sempat berkata. “kecantikan seseorang itu tidak bisa di nilai. Kecantikan hatilah yang paling utama. Jangan selalu menganggap dirimu buruk, biarkanlah orang-orang berkata apa, mereka hanya iri karena tidak bisa memiliki seperti apa yang kau miliki yaitu prestasi, karier dan ketulusan hatimu”. Kata-katanya itu membuatku sadar. Ini menjadi pelajaran besar buatku. Meskipun tak secantik cinderella paling tidak kecantikan hatinya sama seperti yang aku miliki sekarang.**** nama : nining suarsini juhryfb : niningning23@yahoo.com

  • Cerpen The Prince, The Princess And Mis. Cinderella ~ 2 {Update}

    Belajar ala "Mellisa". Always phositif thinking, make it easy and Keep smille.I Will Do IT!!!!Credit gambar: ana meryaSebenernya pengenalannya sudah cukup yang ada di part satu, tapi aku sepertinya ingin menambahkan sedikit. Ini tentang 'Nano – Nano. Tapi bukan permen ya, yah walaupun tu gelar ku berikan berdasarkan permen tersebut. sebagian

  • Mutiara Kata

    MUTIARA KATAAloha……. Apa kabar semuanya. Hem, kali ini Star Nightpengen ngeshare kata – kata bijak atau Mutiara kata dikit. Ya Cuma buat di baca – baca aja. Sukur – sukur si bisa di hayati maknanya dan bisa sedikit banyak jadi motaivasi buat kita semua. Ya udah lah langsung aja. Cekidot….sebagian

  • Cerpen Remaja Take My Heart ~ 19

    Take My Heart _ Lanjutan dari part sebelumnya. Masih seputar Kisah Vio sama Si Ivan. Khusus part ini, Adminya beneran udah bingung sendiri. Udah bolak balik edit, ujung ujungnya tetep aja. Sinteron. Wukakakakkacau.Tapi nggak papa deh. Dari pada nggak di lanjutin. Udah bingung juga soalnya ni cerpen mau di kemanain. Just info aja ya, Next part ending….Take My HeartAwalnya Vio memang masih merasa ragu. Ia masih tidak yakin apa yang ia lakukan itu benar. Bukankan beberapa waktu ini apa yang ia lakukan selalu terlihat salah. Mulai dari menyatakan cintanya pada herry (Baca cerpen sedih "Pupus"), keputusannya pindah kampus, meminta bantuan pada Ivan, Semuanya berakhir kacau. Dan sekarang ia malah harus berurusan sama Andra.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*