Cerpen Cinta Romantis “Take My Heart” ~ 16

Wah, baru ngeh kalo ini tu udah part 16 tapi belom end juga. Ngalahin rekord nie kayaknya. Bahkan The prince, the princess and mis. cinderela juga kalah. But gak papa deh, selama masih mau nulis nulis aja lah. Sejujurnya saia sendiri juga gak tau, Ni cerpen satu bakal end di part berapa. Tapi di usahain nggak lebih dari 20.
Oke lah happy reading ya. Buat yang belum baca part kemaren, Baca dulu gih di Cerpen Cinta Romantis Take my heart part 15.



"Bukan kah sudah cukup jelas?".
Dan kali ini Ivan yakin tebakannya benar. Ternyata gadis itu…..
"Kalau saat kita sedang berduaan, Memakan bakso itu bisa menyebapkan kematian".
"Ha" Mulut Ivan melongo. Jelas Terlihat seperti orang bodoh. Ia tidak salah dengar kan?. Apa Kalimat barusan benar benar baru keluar dari mulut Vio?.
"Bakso?" Ulang Ivan dengan kening berkerut yang langsung di sambut anggukan ringan oleh Vio yang terlihat mulai menikmati Mie Ayam pesanannya.
"Loe inget nggak waktu dulu, Pertama kali loe nyamperin gue. Loe berulang kali bikin gue tersedak gara – gara ucapan loe yang asal njeplak. Bahkan asal tau aja, Gue bahkan sampe trauma untuk memakan makanan yang satu ini. Padahal itu kan makanan faforit gue. Tapi demi keselamatan diri sendiri gue lebih rela makan mie ayam" Jelas Vio tampa sedikitpun terpengaruh dengan tampang melongo Ivan yang ada di hadapannya.
"Tunggu dulu, Jadi maksut loe. Kita lagi ngomongin…… Bakso?" tanya Ivan setelah otaknya kembali bisa mencerena semuanya.
Kepala Vio mengangguk berlahan. Untuk beberapa saat ia asik dengan suapannya sampai kemudian saat menoleh ia mendapati kalau mata Ivan sama sekali tidak terlepas dari wajahnya. Sekilas Vio melirik kearah makanan Ivan yang tampak masih utuh.
"Bakso loe kenapa nggak di makan?. Apa sekarang loe juga percaya kalau makanan itu berbahaya?".
Seolah baru tersadar Ivan mengeleng. "Omong kosong. Mana mungkin makanan ini berbahaya. Gue cuma masih nggak percaya kalau topik yang kita bicarakan sedari tadi adalah bakso" Sambung Ivan sambil mulai menyesap makannya.
"Atau loe lebih suka kalau kita ngobrolin Andra".
"Andra?" Lagi lagi Ivan mengernyit bingung. Memang apa hubungannya, Kenapa ia harus membicarakan sahabatnya, pikirnya.
"Eemm.." Angguk Kepala Vio. "Karena sepertinya gue menyukainya".
"Uhuk uhuk uhuk".
Untuk kedua kalinya Ivan tersedak. Bahkan kali ini lebih parah. Bakso yang belum ia kunyah justru malah langsung melesat melewati tenggorokannya. Diteguknya habis jus yang ia pesan. Setelah beberapa saat barulah batuknya mereda namun tangannya masih memukul mukul ringan dadanya yang terasa nyeri. Namun satu hal yang Ivan yakini pasti, Rasa sakit itu BUKAN karena bakso.
"Ha ha ha" bukannya bersimpati, Vio justru malah tertawa lepas. Membuat Ivan kembali terpaku. Rasa sakit itu mendadak hilang. Dan kesadaran baru muncul, Kalau ia selalu ingin melihat tawa itu.
"Jadi apa sekarang loe percaya, kalau bakso itu berbahaya?" Vio mengulang kembali pertanyannya.
"Loe" Tunjuk Ivan lurus. "Apa maksut ucapan loe tadi?".
"Eh?" Vio merasa bingung. Kenapa ia merasa reaksi Ivan jadi terlihat menyeramkan ya.
"Apa maksut loe dengan kata "sepertinya gue menyukainya?" Tambah Ivan menjelaskan.
"Ehem, Oh yang itu" Vio terdiam sejenak sebelum kembali melanjutkan. "Iya, sepertinya gue menyukainya. Andra, Sekilas mirip dengan kata 'Andre'. Mr. Kacamata. Tapi, baiklah itu nggak ada hubungannya. Yang jelas gue suka liat tatapan tajam matanya. Lagi pula, Dia kelihatan pinter. Buktinya, tadi dia langsung tau kalau status kita cuma bohong bohongan. Terus tampangnya juga cakep. Dan nilai plus buat dia adalah dia bukan PLAY-BOY".
Ivan terdiam sambil menunduk dalam. Gantian Vio yang merasa heran. Kenapa Pria itu tidak membalasnya?. Apa jangan jangan dia marah. Apa ucapannya tadi cukup kasar. Berlahan rasa bersalah merambati hatinya. Mungkin ia kadang memang harus mengerem mulutnya agar tidak asal menjeplak lagi.
"Kalau seandainya…" Kata Ivan sambil matanya menerawang jauh. "Seandainya gue bukan Playboy, Apa ada kemungkinan loe akan suka sama gue?" sambung Ivan sambil menolehkan wajahnya, menatap lurus kearah Vio.
Vio tidak langsung menjawab. Mata itu,… tatapan tajam itu….. Vio tidak mungkin salah. Karena sepertinya ia mengenali arti dari tatapnnya. Vio cukup yakin kalau itu adalah jenis tatapan yang sama seperti tatapan yang selalu ia berikan pada Herry, dulu. Jangan jangan…
"Seandainya gue bukan Playboy, apa loe akan percaya ketika gue bilang kalau gue benar benar suka sama loe?".
Hening yang mencekam. Sepi namun menyakitkan. Seandainya….?.
"Seandainya?" Gumam Vio lirih.
"Loe tau, Dari sekian banyak kosa kata yang ada di dunia. Satu kata itu lah yang paling gue benci. Loe mau tau kenapa?. Karena kata itu pasti akan selalu mengingatkan ke gue, 'Seandainya herry juga suka sama gue" .
Mata Ivan tak berkedip menatapnya. Ia benar benar tak menyangka akan mendegar gumaman lirih Vio barusan. Tak bisa di cegah, Sebuah senyum sinis tersunging di bibirnya. Entah sinis ke pada Vio yang tak bisa move on, Atau justru sinis pada dirinya sendiri. Karena pada kenyataannya, Memang tidak semua gadis bisa tunduk kepadanya. Persis seperti yang Andra ucapkan dulu.
"Sudah sore, Ayo gue antar loe pulang".
Tanpa menoleh Ivan bangkit berdiri. Melangkah meninggalkan baksonya yang masih utuh bersama uang perbayarannya. Berjalan tanpa menoleh sama sekali. Bahkan untuk memastikan bahwa Vio mengikutinya ataupun tidak…
To Be Continue…..
Tau nggak sih, Sambil nulis lanjutan di part ini Full lagu yang di dengerin itu Just give me a reason miliknya p!nk yang terus di ulang ulang. Omigot, Bahasa inggris saia ancur. Satu satunya yang saia tangkap dari lagu yang satu ini adalah "Broken heart". And than, jadilah tema cerpen ini tentang patah hati. Saia ndiri aja bingung kenapa jadi gini apalagi kalian yang baca yak….
Wukakakka……
Sepertinya untuk next saia harus cari rekomendasi lagu lagu yang happy happy aja kali ya. Takutnya kalo dengerin yang melow melow, Ni cerpen satu malah berakhir sad ending lagi….
Terakhir, Sampai bertemu di next parts ya…..

Random Posts

  • Mis Tulalit Part 8

    Hola halo, Star night datang lagi ni. Ya masih dengan serial April juga si. Kali ini, Bakalan di end aja kali ya. Lama – lama bingung soalnya. Nah, dari pada banyak bacod mending langsung baca aja nyok…… ke ke ke……"Huwkakakakaka………………" Tanpa ada angin tanpa ada hujan (??? ). April malah Tertawa ngakak Yang membuat semuanya makin merasa horror. Apa kali ini April beneran kesambet???”.“April, Loe baik-baik aja kan?” Tanya Sanah takut-takut.“Baik,Kepalamu. Gue beneran pengen nyekek loe sampai mati ni” Sahut April, Tapi dalam hati."Pril, Ngucap…. (???)!!!" Tambah Kak Suzuka ikut – ikutan panik."Ye… emangnya april kesambet" Balas April Sewot."Terus kenapa loe ketawa?" tanya Pak Ferry kemudian."Hem, Sebenernya april tadi cuma mau tes mental aja pak"."WHAT!!!!".sebagian

  • Cerpen Terbaru Si Ai En Ti E ~ 05

    Berhubung belon ketemu sama yang namanya end cerita masih berlanjut ya man teman. Kali ini admin muncul dengan kelanjutan cerpen terbaru Si Ai En Ti E ~ 05. Wah, nggak terasa ya udah part 5 aja tapi ternyata masih belon masuk ke jalan cerita yang sebenernya (???) #gubrag.Okelah, biar adminnya nggak makin ngomong ngalor ngidul nggak jelas, mening kita langsung baca kelanjutan ceritanya aja yuks. And buat yang belum baca bagian sebelumnya bisa dilihat di sini.Cerpen Terbaru Si Ai En Ti E ~ 05Cerpen Terbaru Si Ai En Ti E ~ 05Sepulang kuliah Acha sengaja tidak langsung pulang kerumah. Langkahnya ia belokan kearah kafe yang biasa ia kunjungi. Tapi kali ini bukan untuk makan ataupun duduk santai seperti biasanya. Justru ia datang untuk melamar pekerjaan. Karena berdasarkan dari info yang ia dapat dari salah satu temannya, kafe yang satu itu membutuhkan karyawan tambahan. Dan sukurlah ternyata itu benar.Bahkan ia sudah langsung bisa bekerja hari itu juga. Profesi sebagai kasir menjadi pilihannya.Jeli dan harus teliti menjadi hal utama yang ia punya untuk profesi yang di sandangnya saat ini. Terlebih pelangan kaffe tempatnya bekerja lumayan ramai pengunjung yang datang. Tak terasa hari sudah mulai malam. Barulah ia bisa pulang kerumah.Hari pertama yang lumayan melelahkan. Apalagi ini untuk pertama kalinya Acha mulai bekerja. Namun tak urung ia merasa senang. Paling tidak ia sudah bisa untuk mulai berusaha bersikap mandiri bukan?Setelah pamit pada teman sekerja juga bosnya Acha melangkah keluar dari kafe. Menuju kearah parkiran dimana motornya berada. Sekilas ia melirik kearah jam yang melingkar di tangannya. Pukul 09:30. Sudah cukup malam ternyata namun sepertinya jalanan masih ramai. Biasalah, namanya juga kota besar.Setelah duduk dengan pewe di atas jog motornya, Acha mulai mengendarai motornya secara berlahan. Belum juga sepertiga perjalanan, ia merasa ada yang aneh. Laju motornya terasa mulai berkurang sebelum kemudian benar – benar mogok di jalanan.“Ya ela, ni motor kenapa lagi?” gumam Acha sambil turun berlahan. Saat matanya melirik kearah kompas barulah ia menyadari apa yang terjadi. Ternyata ia lupa untuk mengisi benzinnya. Astaga…“Bensinnya abis lagi, masa gue harus ngedorong si?” gerut Acha kesel. Tapi tak tau harus merasa kesel pada siapa. Dan akhirnya dengan berat hati juga berat tenaga ia mulai melangkah sembari mendorong motornya.Malam sudah mulai larut, tiba – tiba ia merasa merinding. Hari memang tak sepenuhnya gelap, masih ada lampu jalan yang sedikit menerangi, namun kan tetap saja. Saat ini hari sudah malam. Dan ia seorang cewek, sendirian lagi. Tanpa bisa di cegah pikiran buruk mulai bermain di kepalanya. Membuat rasa takut di hatinya melonjak dua kali lipat.Walau sesekali ada beberapa mobil dan motor yang lewat. Tetap saja ia masih merasa takut. Bukan hanya pada hantu, ia juga takut gelap. Selain itu ia masih harus merasa takut pada perampok atau yang paling parah lagi pe…TeeeettttSuara klakson yang tiba – tiba terdengar nyaring tepat di belakangnya membuat Acha terlonjak kaget. Dengan segera kepala gadis itu menoleh kebelakang. Mulutnya sudah siap terbuka untuk memuntahkan sumpah serapah pada manusia kurang ajar yang berani – berani mengagetkannya. Namun sepertinya kalimat itu hanya terhenti sampai di kerongkongan ketika melihat siapa yang kini berada di belakangnya.Hantu? Oh tentu saja bukan. Walau ia percaya yang namanya hantu memang ada di dunia ini, namun Acha yakin kalau yang ada di belakangnya bukanlah makhluk dari alam berbeda darinya. Terlebih dengan helm dan motor dengan lampu yang tersorot padanya. Dugaannya sih langsung menebak kalau orang itu adalah orang jahat. “Motornya kenapa?” terdengar tanya yang terjurus kearahnya. Acha masih belum bisa melihat dengan jelas siapa pemilik suaranya. Terlebih dengan lampu yang tersorot padanya jelas membuat matanya merasa silau.“Loe siapa?” bukannya menjawab Acha justru malah balik bertanya sembari merasa was was.Orang itu tidak menjawab, justru ia malah mematikan motornya. Turun berlahan menghampiri Acha. Tangannya terangkat melepaskan helm di kepalanya sehingga Acha bisa melihat dengan jelas siapa yang kini berbicara kepadannya. Namun begitu, gadis itu tetap masih merasa cemas karena ternyata ia sama sekali tidak mengenali siapa pria itu.“Kelvin.”Satu kalimat diiringi tangan yang terulur kearahnya membuat Acha sejenak melongo. Maksutnya apa nih? Tu orang ngajak kenalan? “Kok loe diem aja. Nama loe siapa?” Kalimat selanjutnya segera menyadarkan Acha dari lamunannya. Matanya masih menatap curiga kearah sosok yang berdiri dihadapannya yang kini mengoyangkan tangannya. Menanti tangan Acha yang terulur untuk menyambutnya.“Loe ngajakin gue kenalan?” tanya Acha pada akhirnya. “Lah, kenapa heran. Bukannya tadi loe sendiri yang nanya siapa gue?” tanya sosok yang mengaku bernama Kelvin itu. Untuk sejenak Acha kembali terdiam. Ah, benar juga. Tadikan ia sendiri yang bertanya. Oo…“Acha,” sahut Acha akhirnya.“Acha, senang berkenalan denganmu,” sahut Kelvin sambil tersenyum yang mau tak mau membuat Acha ikut tersenyum. “Ngomong – ngomong, motor loe kenapa?” tanya Kelvin kemudian. Dengan nada bicaranya yang terdengar santai ditambah senyum samar diantara remangnya malam namun mampu membuat Acha sedikit demi sedikit mengilangkan syak wasangka di hati. Pendapatnya segera berubah, sepertinya Kelvin orang baik.“Tau nih, benzinnya abis deh kayanya,” jawab Acha kemudian. “Perlu gue bantuin?” tanya Kelvin terdngar tulus“Loe mau ngedorong motor gue?” Acha balik bertanya dengan nada heran.“Tentu saja tidak,” sahut Kelvin cepet, secepat Acha memajukan mulut saat mendengar jawabannya.“Oke, loe tunggu disini.”Tanpa menunggu kalimat balasan dari Acha, Kelvin segera berbalik kearah motornya sebelum kemudian melaju tanpa kata.Acha masih bingung, antara kembali melanjutkan motornya atau tetap berdiri disana. Menunggu seperti yang di instruksikan Kelvin padanya. Masalahnya ia tak tau apa yang harus ia tunggu. Lagipula Kelvin tidak pernah berkata bahwa ia akan kembali.Tepat saat Acha berniat untuk kembali mendorong motornya, Kelvin muncul dengan sebotol benzin ditangannya. Acha yang awalnya masih bingung berlahan mulai mengerti ketika Kelvin yang tampak mengoyangkan botol dihadapannya.“Ma kasih ya,” kata Acha terdengar tulus. Apalagi ketika menyadari kalau motornya sudah bisa kembali menyala normal. Kelvin hanya tersenyum sembari mengangguk.“Gue nggak tau gimana caranya gue bales kebaikan loe,” sambung Acha lagi. Dan jujur ia memang tidak tau. Lagi pula jarang jarang ada orang baik yang begitu kenal langsung mau bantuin.“Loe bisa traktir gue makan siang,” sahut Kelvin yang langsung membuat Acha menoleh sembari melotot kearahnya. “Kalau mau,” sambung Kelvin lagi. “Makan siang?” ulang Acha, Kelvin hanya mengangguk.“Nggak lebih mahal dari pada harga benzinnya kan?” tanya Acha lagi.Sejenak Kelvin terdiam. Kepalanya menoleh kearah Acha dengan kening sedikit berkerut. Dan kali ini pria itu sama sekali tidak mampu menahan tawa lepas dari bibirnya saat melihat ekspresi serius di wajah Acha.“Ada yang lucu?” tanya Acha polos ketika menyadari Kelvin masih berlum menghentikan tawanya.“Ehem” Kelvin tampak berdehem. “Harga benzin di tambah ongkos upah plus benzin gue yang di pake bolak balik juga, maka jawabannya ya. Gue yakin nggak akan lebih banyak dari itu.”Gantian Acha yang mengernyit sebelum kemudian ikutan tertawa. Ternyata pria itu mempunyai selera humor juga.“Baiklah, jadi kapan dan dimana gue harus ntraktir loe? Yah seperti yang loe liat sekarang udah malam. Gue harus pulang.”Kelvin lagi – lagi mengangguk. “Keffe delima jam 12 siang, besok. Gimana?”Acha tidak langsung menyetujuinya. Pikirnya terlebih dahulu melayang tentang agenda hari esok. Sepertinya itu bukan ide yang buruk. “Baiklah. Sampai bertemu besok siang.”Senyum Kelvin mengembang mendengarnya. Sebelum Acha benar benar berlalu mulutnya kembali terbuka untuk mengingatkan. “Pastikan loe besok datang.”Acha tidak menjawab, hanya kepalanya yang tampak mengangguk membenarkan sembari tangannya terangakat membentuk huruf ‘o’. Setelah itu barulah ia benar benar berlalu. To Be ContinueOke, sampe di sini kayaknya cukup deh tokoh tokohnya. Kalau kebanyakan entar susah buat 'nyikirin' nya lagi. Ha ha ha. Bener nggak. And semoga aja deh, penulisan kedepannya bisa lebih lancar dari sebelumnya. Amin..~ With love ~ Ana Merya~

  • Cerpen Cinta: YANG TERLEWATKAN

    Yang Terlewatkanoleh: Nita Wahyu“Iii, itu cowok ganteng banget siiihh” bisik seorang teman Nayla.“Siapa sih, cowok yang mana ?” jawabku penasaran.“loh, kamu ga tau ? Ada murid pindahan, cakep Nay” teman Nayla menjelaskan.Dengan sifat jutek dan cuek, Nayla tidak memikirkan si murid baru itu bahkan Nayla enggan melihatnya. Nay diam di bangkunya sambil mencoret buku yang ada di hadapannya.Bel pulang pun berbunyi, Nay bergegas keluar dari kelas yang panas tanpa AC. Dia duduk di kursi depan teras kelasnya, sambil menunggu teman yang lainnya keluar. Nay melihat seorang anak laki-laki melewat di hadapannya dengan dingin, Nay pun merasa heran karena dia baru melihatnya hari ini.“gimana Nay, ganteng ga ?” goda temannya yang baru keluar kelas yang memperhatikan Nay sedang memperhatikan seorang cowok.“lumayan sih, emang dia siapa ? perasaan gue baru liat deh” Tanya Nay ingin tau.“looh, dia kan murid baru itu” jawab temannya yang juga termasuk ngfans sama murid baru itu.***Sampai dirumah, Nay pergi ke kamar dan mengganti bajunya dengan pakaian ala tomboynya dia. Tiba-tiba, saat dia sedang menatapi layar monitor di komputernya bayangan seorang cowok terlintas difikirannya.“loh, ko gue jadi kepikiran sama cowok tadi yah. Janga nyampe deh gue suka sama tuh cowok, iiiyh!!”gerutu Nay sambil pegang pensil yang digigitnya. Ga lama kemudian, seorang teman Nay yang bernama Lusy masuk ke kamarnya membawa sejibun tugas yang harus di kerjakan secara kelompok.“ehh, apaan loe masuk kamar tanpa permisi ?”Canda Nay pada temanya.“ah, ngaapain permisi orang rumah ini rumah gue juga!”jawab temannya sambil duduk di damping Nay.“Eh Nay, gue kesini sebenernya mau cerita sama loe. Tapi pleas ya, kali ini dengerin dan loe jangan terlalu cuek dengan apa yang gue bilang.”bujuk temannya yang menatap mata Nay dengan serius.“Eh, biasa aja kali!! Gue takut liat mata loe tuh. Ia, gue dengerin ko. Apaan ?”jawab Nay cuek.“loe tau yang namanya Ami kan ? yang anak sepuluh satu ? kemarin dia ngajakin ketemuan sama gue, dia bilang katanya dia suka sama loe”cerita Lusy.“owh, terus gue harus ngapain ?”gelagat Nay yang kaya orang bego.“yah, seengganya fikirin dulu deh. Dia baik, wajahnya juga lumayan, apalagi otaknya. Pas deh buat jadi guru loe hahaha!!”ejek lusy pada Nay.Nay tidak terlalu memikirkan perasaan Ami yang suka pada dirinya. Karena Nay tidak begitu mengenal Ami, Nay pun tak menghiraukannya.***Pagi harinya, saat Nay tiba di sekolah. Nay bertemu dengan si murid baru yang juga agak cuek, Nay melihatnya sambil menggerutu di dalam hatinya “hmm, gue jadi penasaran juga sama tuh cowok”.Tanpa sengaja, Nay bertemu dengan teman yang kenal dengan si murid baru tersebut. Dengan reflex, nay tiba-tiba menanyakan nomor hape si murid baru itu dan menanyakan siapa namanya.“owh, namaya sandy yah..”kata Nay sambil senyum-senyum memegang hapenya yang baru dapat nomor hape si Sandy.Nay pun mencoba ngirim sms sama si Sandy, tanpa di sangka tenyata Nay merasa nyaman sama si Sandy.“eh, loe tau ga ? gue suka smsan loh sama si Sandy.. itu yang murid baru itu lhoo”curhat Nay pada Lusy sambil manas manasin.“haha, ternyata loe juga suka sama Sandy.. haha ketauan loe. Tapi btw, gimana sama si Ami dia beneran suka loh sama loe!!”ujar Lusy yag ngebela Ami.“ah, gue sih nunggu yang serius aja.. buktinya Ami juga ga pedekate sama gue” jawab nay enteng.Sejak saat itu, sifat Ami berubah. Dia lebih sering mengahabiskan waktunya untuk ngedeketin si Nay. Keseriusan Ami pun mulai terlihat. Nampaknya, benih-benih cinta di hati nay mulai tumbuh. Tapi pada saat itu pula Nay sedang asik-asiknya smsan sama Sandy. Rasa suka pada sandipun masih ada, walaupun hanya sebatas smsan. Tetapi, walaupun begitu Nay tidak terlalu serius pada Sandy, karena Nay masih merasa asing dengan murid baru itu.Lama terasa, perasaan nay pun mulai terkikis perlahan. Karena Nay merasa terlalu lama menanti Ami nembak Nay. Padahal, ami udah berhasil buat Nay suka padanya. Nay pun berfikir bawa Amy hanya sebatas menyukainya dan tidak menginginkan hubungan lebih. Padahal Nay sangat mengharapkan Ami.***Tepatnya malam Minggu, saat Nay mulai mengirimkan pesannya pada Sandy. Dengan rasa ingin tau, Nay bertanya pada Sandy tentang setatus hubungannya. Tetapi, sandy selalu mengelak. Seolah-olah tidak ada yang menginginkan status hubungannya di ketahui.“san, sebenernya kamu udah punya paca ngga siih?”Tanya Nay penasaran.“emang kenapa Nay, kalo ngga kenapa kalo udah kenapa?”Sandi menjawab berbelit-belit.“aku cuma mau tau ajj, kalo udah aku ga mau ganggu cowok orang!!”ddengan perkataan sabar.”lhoh, ko kamu ngomong gitu ? aku tenya deh, kamu suka sama aku yah?”kata Sandy yang kePeDean.“ia sih, emang kenapa ?”lusy agak bingun dengan tongkahnya.“ya, sebenernya aku juga suka sama kamu. Tapi hubungan kamu sama Ami gimana?”ujar sandi dengan tenang.“aku sama Ami ga ada hubungan apa-apa?”jawab Nay yang agak kaget Sandy mengetahui hubungannya dengan Ami.“ya udah, kalo kamu sama aku ga ada yang punya kita jadian aja!!”jawab Sandy spontan.Sejak malam Minggu itu, Sandy dan Nay jadian. Mereka tidak mempublikasikannya, karena Nay yang orangnya cuek juga Sandy yang ga mau terekspos.***Dua hari setelah mereka jadian, tiba-tiba Nay menerima telfon dari Ami. Pada saat itu pula, Ami nembak Nay.Nay bigung, di satu sisi Nay memang menantikan Amy, akan tetapi disisi lain nay sudah bersama Sandy. Dengan perasaan bingung, Nay pun berusaha jujur dan bercerita bahwa Nay sudah bersama Sandy.“maaf mi, aku memang suka sama kamu. Tapi cara kamu ngehadepin aku terlalu lama. Sampai aku berfikir kamu ga bakalan nembak aku, ss-sampai akhirnya aku jadian sama Sandi” jelas Nay pada Ami.“…… Jadi gitu, aku Cuma nunggu waktu yang tepat buat nembak kamu. Tapi, ya .. kalo emang itu keputusan kamu. Aku Cuma doa’in buat kalian semoga bahagiaa.. “…..Nay menutup telfon dan diam seketika.“semuanya telah terjadi, aku tak dapat menyesali”..Naypun akhirnya menjalani harinya dengan Sandy, sampai akhirnya hubungan mereeka berakhir. Nay tidakk mungkin dapat kembali mendapatkan Ami. Akhirnya nay memutuskan untuk sendiri dulu, dan membiarkan perasaannya pudar secara perlahan.THE END

  • Cerpen Remaja: BULAN PENUH KECEWA

    BULAN PENUH KECEWAOleh Cha HfgRilyaApril…..Dalam hidup ini aku tidak pernah berpikir semua hal yang bernama kemunafikan atau hal yang membuat sakit hati. Hari ini tepat 1 tahun hari jadian kami, aku bahagia memiliki dia, orang yang selalu setia dan sabar dengan sikap ku yang super egois. Dan satu hal yang buat aku hari ini agak tampak lesu , aku berencana buat putus tepat di hari jadian kami. Sesuai rencana kami bertemu setelah aku pulang sekolah. Saat di gerbang sekolah aku sudah disambut oleh senyum manisnya.“capek ya?” sapa Rian“nggak kok kak, nggak kuliah hari ini?”berusaha untuk basa basi“kuliah cuman tadi jam9 udah pulang”“oke deh, pulang yuks , panes banget” aku mengibaskan tangan ku sambil menahan panas teriknya matahari.Diperjalanan pulang aku masih tetap diam, dia Nampak kebingungan dengan tingkah laku yang aku lakukan.“Lha, kamu gak enak badan ya? Kok diam aja dari tadi”“ehmbt gak juga, oh ya aku ada yang ingin di omongin”“ngomong aja”“aku tau kita akhir-akhir ini sering berantem , dan aku juga tau kakak selalu mengalah dengan semua masalah kita, tapi aku merasa berdosa kalo gak ngomongin ini ke kakak, kakak kenalkan sama Dion?”“oh dia itu kan selalu kamu cerita”“iya, dan sekaranga ku sama dia udah deket, dan kayaknya aku gak bisa ngelanjutin hubungan kita, maafin aku”“Lha hari ini seharusnya kita bahagia, kenapa harus ngeluarin kata-kata yang bikin hancur berantakan, aku tau kamu becanda” lau menghentikan motor ninja nya.“gak kak ini beneran, maaf”“udah nyampe Lha , aku pulang dulu, oh ya moga pilihan kamu itu tepat”Satu bulan ini aku benar-benar gak tau dengan kabar Rian, dia gak pernah telpon ataupun sms aku duluan, kalopun aku sms atau telpon dia gak pernah bales n ngangket, dan hubungan ku sama Dion sekarang resmi jadian, dia lucu buat aku gak kaku kalo berhadapan bersama dia beda sama Rian.dia juga senang bergaul sama sahabat aku, dan sahabat aku juga menyukainya.Kami bersahabat lima orang, Sinta, Intan,Aira, dan Melinda. Kami selalu kompak disekolah, kami udah bersahabatan mulai dari kecil dan sekarang ini kami kelas 3 SMA . dalam 2 bulan ini hubungan aku sama Dion baik-baik aja, bahkan bisa dibilang mengasyikkan. Dia nganterin aku, suka ngumpul bareng sahabat aku, dan juga dia akrab sama keluarga aku, itu yang aku suka, dan buat aku benar-benar ngelupain Rian.Sebenarnya awal perkenalan aku dengan Dion saat itu dia punya sepupu yang sekelas dengan aku, karena aku juga termasuk siswi yang smart d SMA itu maka aku suka koleksi buku paket, jadi dia minjem buku paket, karena ada tugas dari kampusnya. Sejak itu kami mulai dekat tapi gak langsung jadian karena aku lebih tertarik sama Rian yang kata-kata anak dia super pintar di kampusnya, dan akhirnya aku jadian sama Rian bukan Dion.September….Hari ini, sahabat aku ngajak ngmpul, aku juga gak tau kenapa dadakan sekali, katanya ada yang mau di omongin, sore itu mereka nyampe dirumah aku.“tumben banget ya dadakan banget, besok disekolahkan bisa cerita”“ohya Lha, gimana hubungan kamu sama kak Dion?”Intan memulai pembicaraan.“baik-baik aja, barusan juga baru telponan, kenapa?"“aku dan temen-temen gak suka kamu sama dia, mending kamu putusin aja kak Dion” ujar Intan semangat.“kenapa? Kok gitu? Emank ada salah apa?”“Lha, maafin aku yah, aku baru sekarang ngomong sama kamu , kak Dion dalam seminggu terakhir ini sering ngajak aku ketemuan, dan katanya hari ini akan putusin kamu demi aku, tapi aku bilang gak bisa, karena aku sayang kamu Lha. Dia gak pernah suka sama kamu, dia Cuma mau main-mainin kamu dan aku harus jujur sama kamu, kak Dion itu jahat Lha” Melinda sambil memelukku.“apa?” entah apa yang aku pikirkan yang pasti aku ngerasa dadaku sesak dan benar gak terasa air mata itu jatuh tanpa aku sadari ,“udah lah Lha, kenapa harus nangis harus yang sekarang kamu lakuin putusin dia, kamu mencintai orang yang selama ini nggak pernah suka sama kamu” Sinta berusaha untuk menegaskan.Aku mengambil handphone ku dan menelpon kak Dion, dan terdengar suara disana yang membuat aku sebenarnya enggan untuk bicara.“hallo, kenapa Lha?”“makasih ya kak, sayangnya aku nggak niat lagi kita pacaran , dan jangan lagi ganggu hidup aku, kita putus”Udah 2 hari ini aku gak pernah mau ketemu sama Dion, dia udah telpon berkali-kali aku gag pernah angkat , aku tau mungkin dia merasa bersalah dengan sikapnya yang begitu. Saat aku lagi tiduran dirumah , terdengar suara ketukan pintu, dan aku keluar yang aku lihat sosok Dion yang Nampak pucat.“kenapa? Apalagi?aku lagi sibuk buat tugas”“kakak pengen ngomong Lha, setelah kakak jelasin kita boleh berakhir”“masuk” dengan wajah bête“Lha, maafin kakak untuk itu, mungkin rasa suka kakak terhadap Melinda salah”“gak kok kak, itu udah hak kakak buat sama dia”“jujur awal kita pacaran kakak nggak pernah suka sama Lala, tapi saat saat kakak kehilangan Lala , kakak merasa menyia-nyiakan orang yang benar-benar sayang sama kakak, kakak butuh Lala, percaya ato gak, kakak pengen kita kayak dulu”“maaf kak, kayaknya aku nggak bisa, lebih baik kita akhiri saja, aku udah ikhlasin semua, jadi sekarang aku ingin kakak jalanin hidup kakak dan juga aku sebaliknya”“ makasih, tapi kakak masih berharap kita bisa seperti dulu, dan kakak benar2 ingin menebus dosa kakak”“gak ada yang salah”Sejak saat itu dalam pikiran ku benar-benar ingin melupakan semua hal terindah itu, karena saat setiap kali mengingat Dion yang ada rasa sakit karena dia berusaha mencintai ku hanya untuk buat aku tersenyum. Dalam kesendirian ku yang ada bayangan Rian sering muncul , dia yang benar-benar mencintai ku malah aku sia-siakan. Mungkin ini juga karma buatku.Dan aku akan menjadikan ini pelajaran, bahwa tidak selalu orang yang kita cintai itu baik untuk kita, maka itu aku tidak akan pernah menyianyikan orang mencintaiku hanya untuk orang yang aku cintai.THE ENDTentang PenulisNama : Cha AnisaE_mail : cha_hfgrilya@yahoo.comFB : hfgrilya_ca@yahoo.com ( Anysa HfgRilya )Twitter : @chastargeonBlog :Cewek Smart n Happy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*