Cerpen Cinta Romantis “Kenalkan Aku Pada Cinta”

Cuap – cuap : Ide cerpen cinta romantis ini sebenernya udah lama. Lama banget. Tapi berhubung masih punya utang sama erwin terpaksa di tunda mulu. Nge'endingin cerpen kala cinta menyapa dulu. Nah, berhubung tu cerpen sekarang udah end, so akhrinya cerpen ini bisa terealisasikan juga.
Happy Reading ya….


"Jika memang Lelucon, Ini sama sekali nggak lucu
Jika tentang harapan, Harapan ini terlalu semu
Jika hanya kebetulan, ah kenapa selalu hanya sebuah kebetulan yang terus berlanjut?… #Edisi galau…
Judul Cerpen : Kenalkan aku pada cinta
Penulis : Ana Merya
Ide Cerita : Mr. A Vs Mr. Kacamata ^_^
Cerpen Cinta Romantis ~ Kenalkan Aku Pada Cinta
"Iya ma, Astri tau. Astri janji, Astri akan baik baik saja. Oke?".
Setelah mendengar balasan dari seberang, Astri mematikan telponnya. Di helanya nafas dalam dalam sebelum kemudian di hembuskannya secara berlahan. Sejenak matanya menatap benda elektornik yang beberapa saat yang lalu di gunakan untuk berkomunikasi dengan ibunya. Astaga, Ia hanya ikut camping beberapa hari bersama teman temannya tapi kenapa ibunya terus terusan merecokinya. Baiklah, bukan merecoki, tepatnya menghawatirkannya. Tapi itu bukan berarti ia harus di telpon setiap saat bukan?.
Saat berbalik, Astri hanya mampu menyegir singkat. Gelengan kepala Alya yang menatapnya sudah cukup untuk membuatnya mengerti kalau sahabatnya yang satu itu heran akan dirinya.
"Nyokap loe?"
Astri hanya mengedikan bahu sebagai jawaban.
"Gue heran deh, loe kan sudah kuliah. Udah segede gini masa nyokap loe masih ngontrol hidup loe terus si?" Komentar Alya sambil melangkahkan kaki menuju ke perkemahan mereka.
"Bukan mengontrol, mama cuma khawatir. Secara loe tau kan kalau gue nggak pernah pergi jauh" Terang Astri meralat. Gantian Alya yang angkat bahu.
"Eh liat. Cakep ya?".
"Siapa?" tanya Astri sambil mengikuti arah telunjuk Alya.
Matanya sedikit menyipit sementara tangannya terangkat membetulkan letak kacamata yang ia kenakan. Memperhatikan dengan seksama sosok cowok dengan stelan kaos abu – abu di tambah jaket plus topi untuk melindungi diri dari panas mentari.
"Maksut loe kak Andre?" tanya Astri sambil mengalihkan tatapan matanya kearah Alya yang ternyata belum mengalihkan tatapannya.
"Iya, Ah pasti beruntung banget ya cewek yang bisa memenangkan hatinya" tambah Alya lagi.
Astri tidak menjawab. Namun sekilas ia kembali mengedarkan padangannya ke arah Andre yang tampak sedang memberikan interuksi pada teman – temannya. Sama sekali tidak menyadari kalau dirinya sedang menjadi topik pembicaraan dua orang sahabat yang mengaguminya.
"Sudah lah, ayolah kita ketenda" Ajak Astri sambil menyeret tangan Alya. Menarik tangan gadis itu agar mengikuti langkahnya.
Cerpen Cinta Romantis ~ Kenalkan Aku Pada Cinta
"Badan gue kayak mau remuk semua" keluh Alya sambil duduk di atas bangku di depan halaman kampusnya.
Sementara tepat di sampingnya Astri duduk sambil memegang sebuah komik anime jepang berkover seorang cowok yang sedang tiduran bersama seorang gadis sambil membaca buku. So sweet sekali, pasti itu kisah romantis. XD
"Nggak lagi lagi deh, gue ikutan acara Camping kayak kemaren" Tambah Alya lagi, Sementara Astri tampak tersenyum senyum.
"Loe kok malah senyum senyum?. Dengerin gue ngomong nggak si".
"Stt, Ni kisah romantis banget. Gue mau deh punya pacar kalau kayak gini ceritanya".
"Ha?" Mulut Alya terbuka karena bingung. Namun detik berikutnya ia langsung mengerti saat matanya mendapati apa yang ada di tangan Astri, dan beberapa detik kemudian buku itu langsung berpindah tangan disusul suara protes dari Astri.
"Astaga Alya, Balikin. Lagi seru serunya juga".
"Nggak akan. Gara – gara ni komik satu gue di cuekin. Biar gue buang aja sekalin" Selesai berkata, Alya langsung bangkit berdiri.
Tidak ingin pasrah begitu saja, Astri ikutan berdiri. Mengejar Alya, berusaha untuk mengambil kembali barang miliknya yang tentu saja tidak akan diberikan dengan semudah itu oleh Alya. Alhasil acara kejar – kejaran pun terjadi. Karena terlalu fokus mengejar Alya tanpa menoleh sekeliling, tepat di tingkungan koridor kampus tak sengaja Astri menubruk seseorang. Entah karena ia terlalu cepat berlari, atau memang tubuhnya terlalu ringan karena memang cukup langsing. Yang jelas, akibat tubrukan itu, pantatnya sukses mencium lantai.
"Aduh".
Sebuah kalimat yang sama dalam waktu bersamaan terlontar dari dua mulut manusia berbeda. Refleks keduanya sama sama menoleh, Astri hanya mampu tersenyum malu saat mendapati Andre, seseorang yang di tabraknya sedang menatapnya.
"Astri, loe nggak papa kan?".
Pertanyaan Alya membuata Astri mengalihkan tatapan matanya. Dengan cepat Astri bangkit berdiri, di bantu oleh tangan Alya yang terulur padanya. Dalam hati, Astri mengerutu. Tidak apa apa katanya?. Heh, kalau bukan karena Andre masih berdiri di hadapannya saat ini pasti tangan Astri sudah terangkat untuk menjitak kepala Alya.
"Maaf kak, Tadi aku nggak sengaja" Kata Astri sambil menundukan kepalanya.
Melihat tingkah laku Astri, Alya langsung menoleh. Menuduk malu sambil mengaruk – garu kepalanya yang tidak gatal. Tadi ia sama sekali tidak menyadari siapa yang di tabrak oleh Astri karena kaget, namun sekarang saat ia tau kalau orang itu adalah Andre, ia jadi terlihat sedikit salah tingkah.
"Nggak papa kok. Tapi lain kali kalau berjalan hati hati ya. Ini kan kampus, bukan lapangan bola".
"Iya kak" Balas Astri sambil menunduk. Tangannya terangkat membetulkan letak kacamatanya yang bergeser walau ia masih tidak berani menatap Andre. Bahkan sampai cowok itu berlalu meninggalkannya.
"Ya ampun Astri, loe nabrak kak Andre?" Gumam Alya masih sambil menatap bayang Andre yang mulai menghilang.
Astri tidak membalas tapi matanya mengikuti apa yang Alya lakukan. Untuk beberapa saat di helanya nafas dalam dalam sebelum kemudian di hembuskan berlahan. Saat melirik Alya, Sahabatnya itu masih menatap kagum kearah Andre yang semakin menjauh. Membuat Astri mencibir sinis, kemudian di raihnya komik yang sedari tadi ia kejar. Tanpa perlu susah susah komik itu segera berpindah tangan. Sepertinya Alya sudah sama sekali melupakan tentang benda yang satu itu, Atau malah justru gadis itu telah melupakan kekesalannya. Entah lah, Astri tidak ingin repot repot memikirkannya. Tanpa kata ia segera berlalu.
"Hei, Astri. Tunggu dulu" Kejar Alya sambil melangkah beriringan. Mencoba mensejajarkan langkahnya.
"Udah jelas – jelas loe jatuh, terus nabrak dia. Eh bukannya marah – marah. Dia malah bilang loe buat hati hati" Kata Alya antusias, tidak menyadari kalau sahabatnya sama sekali tidak tertarik.
"Dia baik kan?. Gimana menurut loe?".
"Sombong" Balas Astri singkat.
"Eh?" Kening Alya berkerut bingung. Kenapa tangapan sahabatnya aneh gini ya, pikirnya.
"Sombong?" Ulang Alya mencoba menegaskan.
"Emm…" kapala Astri mengangguk membenarkan. "Masa dia cuma ngomong gitu doank, terus ngeloyor gitu aja".
"Terus dia harus ngapain, Ngajakin loe kenalan. Terus kaian jadian. Heh, Sinetron sekali" balas Alya jelas mencibir.
"Bukan masalah ngajakin kenalan, Justru kenapa dia nggak ngenalin gue".
"Eh?" Langkah Alya langsung terhenti. Jelas terlihat makin bingung. Maksutnya apa coba.
"Nggak ngenalin loe?, Maksutnya?".
"Nggak ada kok. Lupakan" Kilah Astri cepat. Sedikit menyesal atas apa yang ia ucapakan barusan.
"Tapi…".
"Tapi gue laper ni. Loe mau kan nemenin gue makan?" Potong Astri cepat membuat Alya terdiam sambil berpikir.
"Gue yang traktir".
"Setuju" Kali ini Alya langsung menjawab cepat. Membuat Astri mengeleng tak percaya.
"Gue juga lapar ni. Ayo kita pergi" Gantian Alya yang terlihat antusis sambil melangkah menuju ke kantin.
Astri hanya tersenyum melihat tingkah Alya. Sahabatnya yang satu itu memang sama sekali tidak akan pernah menolak yang namanya gratisan. Namun tak urung Astri merasa lega. Setidaknya ia bisa terbebas dari pertanyaan – pertanyaan dari mulut cerewet Alya. Namun sebelum kembali melangkah, Astri kembali menoleh kebelakang. Hanya menoleh, Memastikan bahwa seseorang yang ia tabrak tadi benar – benar telah menghilang dari pandangan. Tanpa sadar ia menghebuskan nafas berat.
"Ternyata dia benar – benar gak ngenalin gue".
To be Continue…
Oke, Kalau sebelumnya antara pembaca dan penulis terkesan pasif (???), kali ini admin pengen ngajak biar aktif. Salah satunya, Yuks kita main tebak – tebakan. Kira kira Andre itu siapa ya?. Terus punya hubungan apa sama si Astri?. Admin pengen tau, yang baca cerpen ini pada demen sinetron nggak si?. Tenang aja, cuma jawab kok bukan di suruh bikin lanjutan….
Oke?….
See you in next part guys…..
PS for Astri : 'w' nya ku ilangin ya, Biar sama kayak kopian (???) Mr. Kacamata. Ups….

Random Posts

  • Cerpen Remaja King Vs Queen~09

    Sesuai perjanjian kalau Lepi nya udah bisa conect ana lanjutin postingan King Vs Queen nya. Makanya sekarang lanjutannya muncul. Lagian kayaknya cerpen terbaru karya mia mulyani udah ada lagi nie. Ha ha ha, Tu anak emang rajin nulis si. Kalau cerpen karya ku, Hemz no coment deh. Lagi males nulis cerpen soalnya #ditendang.Gak lah, yang bener itu lagi nggak sempet buat nulis cerpen. Soalnya ana lagi sibuk di dunia nyata. Kalau nulis pun tetep yang di tulis bukan cerpen, Palingan cuma coretan – coretan nggak jelas.Banyakan bacod mendingan juga langsung baca Cerpen Remaja King Vs Queen part 9 nya. Tinggal satu part lagi bagian ending.Credit Gambar : Ana MeryaPaginya selesai sarapan mereka semua siap-siap mau keliling-keliling hutan, sambil membawa tas untuk membawa bekal makanan seandainya mereka telah lelah berjalan. Setelah semuanya siap mereka pada berkumpul didepan tenda.Niken mengenakan tas ranselnya dan melirik tina yang terus nempel sama Gilang seperti permen karet yang membuat Niken jadi sebel.sebagian

  • Cerpen Cinta Sedih: EVERLASTING

    EVERLASTINGOleh Bella Danny JusticeSaat pertama kali gadis itu menginjakan kakinya dirumahku, aku sudah menyukainya. Tak peduli bahwa ia adik angkatku, aku sangat menyukainya. Wajah lugunya serta senyum polos yang selalu ia tunjukkan membuat perasaan ini semakin tidak karuan. Bertahun-tahun aku menahan perasaanku karena aku tau mama dan papaku tidak akan pernah mengizinkannya sampai kapanpun.Avia, gadis kecil yang dibawa orangtuaku dari sebuah panti asuhan itu kini tumbuh menjadi seorang wanita yang cantik dan lembut. Dari awal, aku tidak pernah bersikap baik kepadanya, aku tidak pernah menjawab ketika ia bertanya, aku tidak pernah menunggunya untuk berangkat ke sekolah bersama, dan aku tidak pernah menghiraukan keberadaannya…aku lakukan semua itu supaya aku tidak merasa bersalah karna telah menyukai adik angkatku sendiri.Bahkan Raina, teman dekatku sejak SD menyalahkan perasaanku. Ia bilang bahwa aku rupayanya sudah gila. Ia bilang kenapa tidak orang lain dan kenapa harus adik angkatku. Aku hargai setiap perkataannya karena dia adalah teman baik ku, tapi aku bisa berkata apa? Inilah aku! Hatiku tidak akan berubah walau seluruh orang di dunia berkata cintaku ini mustahil!“I’m sick of this life, i just wanna scream how could this happen to me…”Simple Plan – Untitled“kakak! Ka Niko! Ditunggu mama sama papa untuk makan malam dibawah. Cepetan ya kak!” Seru Via yang membuyarkan lamunanku saat itu. Aku tidak menjawabnya, aku malah pergi ke rumah Raina dan makan malam disana. Orangtua Raina tidak keberatan harus semeja makan denganku karena mereka juga kenal dekat dengan keluargaku dan aku sering sekali berkunjung. Setiap hatiku sedang gundah gulana aku selalu menceritakannya pada Rai.“gue ga tau ko mau kasih nasehat ke elo kaya gimana lagi…” ucap Raina merebahkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan bantal.Aku mendekatinya dan menarik bantal itu dari wajahnya. “ayolah Rai! Gue mohon! Gue bener-bener suka sama Via. Gue juga ga tau kenapa Tuhan harus menakdirkan dia jadi ade angkat gue. Gue bingung banget Rai!”“ini nasehat terakhir ko. Ada 2 pilihan. Lo mau nyatain perasaan lo atau mundur dan merelakan semuanya.” Yang dikatakan Raina memang benar. Aku tidak punya pilihan lain. Menunggu terlalu lama membuatku jenuh dan lelah. Aku hanya punya 2 pilihan itu dan harus segera ku putuskan yang mana yang akan aku ambil.“gue nginep dirumah lo dulu ya Rai malam ini. Gue mau mikirin keputusannya.” Ujarku lalu menarik selimut dan bersiap tidur.Tiba-tiba Raina mendorong punggungku dengan kakinya hingga aku terjatuh dari tempat tidurnya. “lo gila ko?! Tidur dibawah! Yang bener aja masa tidur bareng sama gue!” omel gadis itu. Terkadang aku berfikir dia sangat lucu kalau sedang marah-marah seperti itu. Aku tertawa dalam hati dan menuruti perkataannya.“iya! Kejam banget sih lo kaya Belanda!” ledekku.“biarin aja! Daripada elo bodoh banget ga pernah nyadar!” setelah membalas ledekanku Raina langsung menutupi dirinya dengan selimut. Apa maksud dia? Ngga pernah nyadar? Apa dia ngeledek aku yang ga pernah nyadar kalau menyukai Via adalah suatu kemustahilan?Keesokannya aku berangkat sekolah bersama dengan Rai. Kami pergi dengan kendaraan umum. Menunggu lampu merah untuk menyebrang jalan raya yang dipenuhi mobil dan motor yang berlalu lalang. Aku menggandeng tangan Rai ketika lampu lalu lintas menunjukkan warna merah dan menyebrang melalui zebra-cross. Namun Raina menghempaskan tanganku ke udara. Ia melepaskan genggamanku dan berlari. Saat aku akan mengejarnya lampu itu berubah warna, kulihat datang sebuah truk berwarna putih dengan kecepatan tinggi tapi Rai tidak menyadarinya sampai truk itu mengklaksoninya.Aku berteriak sekencang-kencangnya. “RAIINAAAAAA!!!”“She’s lost in the darkness, fading away..I’m still around here screaming her name…”*Within Temptation – Lost*Syukurlah…syukurlah aku berhasil menariknya dan memeluknya sehingga tak terjadi sesuatu yang buruk kepadanya. Jika itu terjadi, aku tak tau harus berbuat apa. Dalam sekejap kaki dan tanganku membeku, aku masih terus mendekapnya erat. Dan aku bisa lihat ketakutan yang mendalam dimatanya. Ia menggigit kukunya dengan gemetaran, sedangkan orang-orang berkerumun mengelilingi kami.“udah Rai, udah ngga apa-apa. Gue berhasil menyelematkan lo. Lo ga perlu takut lagi Rai.” Ucapku sambil membelai rambutnya.“t-terimakasih Ko…terimakasih.” jawabnya terbata-bata. Raina memegang tanganku dengan kencang, dan ia menarik-narik seragamku. Untuk itu aku berinisiatif mengantarnya kerumah dan menyuruhnya beristirahat. Setelah kejadian itu aku merasa aneh pada diriku sendiri. Tapi aku tidak menghiraukannya. Yang sekarang aku prioritaskan adalah mengungkapkan perasaanku pada Avia. Malam harinya aku teringat akan nasihat Rai, bahwa aku mempunyai 2 pilihan. Dan disaat aku ingin mengutarakan perasaanku, kenapa sekarang aku merasa ragu akan hatiku, kenapa aku ragu dengan perasaan yang sudah lama aku pendam ini? Aku terus memikirkannya. Akhirnya ku putuskan untuk tetap mengatakannya pada Via. Kemudian aku pun mendatangi kamarnya.“ka Niko, ada apa? Tumben kakak ke kamar aku?” ujarnya yang sedang memegang buku pelajaran Biologi. Aku menghampirinya dan duduk disampingnya.“Via, tolong dengerin kakak…karna kakak gak akan mengulangnya.” Kataku tak berani menatap adik angkatku itu.“iya, Via pasti dengerin kakak. Kenapa ka? Ada apa?” jawabnya penuh rasa penasaran.Aku menarik nafas dalam-dalam dan menelan ludah. “aku sayang sama kamu Via.”“aku juga sayang kakak. Aku kira selama ini kakak benci sama aku. Tapi aku lega ternyata kakak sayang sama aku.” Avia menjawabnya dengan mudah sambil menorehkan senyum polos diwajah cantiknya kemudian memelukku.Aku kembali menarik nafas dan berusaha menjelaskan bahwa perasaanku ini lebih dari rasa sayang seorang adik-kakak. “kakak sayang kamu sebagai seorang wanita Via! Aku cinta kamu!” Tampak wajah Avia begitu kaget mendengar pernyataanku. Ia tak menjawab sepatah kata pun. Ia melepaskan pelukannya. Ia tidak menoleh ke arahku sama sekali. Meskipun aku telah ditolak, tapi aku merasa beban yang ku pikul selama ini telah sirna. Walaupun aku tidak langsung bisa melupakan perasaan yang sudah sangat lama ku pendam tapi aku yakin perlahan waktu akan mengembalikan keadaan seperti semula. “Nobody said it was easy..no one ever said it would be this hard, Oh take me back to the start…”*Coldplay – Scientist*Keseharianku berjalan seperti biasanya, untunglah ada Raina yang selalu bersama denganku. Sejak kejadian itu Via tidak berubah, ia tetap menegurku dengan senyum cerianya. Aku sungguh bersyukur dia tidak marah terhadapku dan kami pun perlahan menjalin hubungan selayaknya adik-kakak. Dan tahap demi tahap, perasaanku terhadapnya memudar. Mungkin kalau aku menceritakan kisah konyolku ini kepada semua orang mereka pasti akan berkata “yang kau alami itu Cinta Buta.” Jika kembali ke masa lalu aku jadi geli sendiri mengingat bagaimana bisa aku menyukai adik angkatku. Namun aku tak sependapat bahwa Cinta itu Buta. Cinta tetaplah cinta. Cinta itu suci. Terkadang manusia seperti akulah yang tidak pandai melihat ataupun menyadari yang sedang ku alami benar cinta atau hanya perasaan ingin memiliki semata. Karna jika berbicara tentang cinta, berarti kita juga membicarakan 2 orang yang memiliki perasaan yang sama. Aku cinta kamu, dan kamu cinta aku. Dan cinta yang pernah aku miliki dulu adalah “Aku cinta kamu, tetapi kamu tidak cinta aku.” “hayooo!! Ngelamun aja sih ko!” ternyata Raina yang mengagetkanku dari belakang. Tanpa rasa bersalah ia malah mencubit pipiku dan cengengesan. “awhh.. sakit tau Rai!” keluhku sambil mengusap pipiku yang merah karena dicubit gadis satu itu. “masih ada rasa yang tertinggal sama adik angkat?” ucapan Raina membuatku tak dapat bergeming. Keheningan menghiasi kami saat itu. Tapi tindakan Raina lebih-lebih membuatku terkejut. Ia mendekatiku dan memelukku. Aku…mataku seperti hampir mau copot karna saking kagetnya. Aku tak bisa begerak, tubuhku mati kukuh, namun aku merasakan sesuatu…suatu kehangatan yang mampu menenangkan hatiku… “jangan menderita karna dia, karna banyak orang lain yang berlomba untuk menyayangi elo Ko, termasuk gue…” setelah mengutarakan kalimat itu lalu ia pergi, sedangkan aku…aku tak dapat mengatakan apa pun…aku tak tau mengapa jika berada didekatnya aku hanya bisa terdiam. Ya, aku memang masih menyukai Avia. Tapi, aku kira seseorang baru saja menghapus perasaan itu. Seseorang yang tidak kuduga… bahwa ia mampu melakukan hal besar terhadap diriku. Aku tidak peka selama ini. Maafkan aku Rai…Aku ingin kau selalu ada untukku…Yah, walaupun tanpa ku katakan kau pasti selalu menemaniku…Namun kali ini berbeda, aku sadar siapa yang sebenarnya aku sayangi…Aku tidak benar-benar menyukai Avia, dulu itu hanya perasaanku sesaat karna kau pergi meninggalkan aku tanpa kabar sedikitpun…“How did we lose our way, how did we fall apart…”*All 4 One – Smile Like Monalisa*“Rai! Rai mau kemana! Rai kan tau Niko ga punya temen selain Rai!” “maafin aku Ko, tapi aku harus tinggalin kamu lagi. Semua ini aku lakukan supaya kamu menyadari siapa yang benar-benar kamu cintai. Da-dah Niko…” Suara itu…wajah Raina…tapi mau pergi kemana lagi dia?! “jangan pergi lagi Raiiiii !!!” jeritku yang terbangun tengah malam dari mimpi yang begitu menyesakkan dadaku. Bagaimana bisa aku bermimpi seperti itu? Pikirku tak percaya. Ku tengok handphone yang saat itu bergetar. Ternyata sms dari Raina.From : Raina DennieleHei, ko. Maaf membangunkanmu tengah malam, tapi aku hanya ingin menyampaikan satu hal. Tolong datanglah kerumahku nanti pagi, aku ingin mengucapkan satu permintaan.Ketika aku membalas sms-nya, tidak ada laporan terkirim sama sekali. Berulang-ulang aku mengirimnya hasilnya tetap sama. Karena penasaran, akhirnya aku menelfonnya…tapi nomernya tidak aktif. Aku benar-benar bingung. Permainan apa lagi ini Rai?! Gumamku. Sial, semalaman aku tidak bisa tidur nyenyak karna perempuan merepotkan itu. Aku terus menggerutu sepanjang perjalan kerumah Raina. Saat mengendarai mobil tiba-tiba melintas seekor kucing yang membuatku terhentak kaget dan aku langsung menginjak rem. Aku keluar dari mobil dan syukurlah aku tidak menabrak binatang itu, ketika berbalik menuju mobil aku kembali dibuat terkejut… Raina?! “Rai, kok lo bisa disini? Bikin gue kaget aja!” ucapku agak sedikit terkejut. “ah, kebetulan aja ko. Gue abis kerumah seseorang.” Tumben sekali dia tidak cerwet. Hari ini Rai kelihatan agak aneh. “ayo gue anter lo pulang Rai.” Kataku menggandeng tangan Raina. “jangan sekarang ko, gue mau pergi ke suatu tempat sama lo, boleh kan?” pintanya. “karna sekarang hari minggu kayanya boleh juga sekali-kali kita jalan, lagipula udah lama kita ga jalan bareng. Okedeh, lo mau kemana? Gue anter.” Tuturku yang memasuki mobil bersama Rai. “gue…mau ke taman hiburan ko.” “wah seru tuh! Gue juga udah lama ga kesana, terakhir kali sama lo pas kita umur 10 tahun hehe.” Lalu aku langsung menancap gas menuju salah satu taman hiburan di daerah Jakarta Utara. Kami menaiki semua wahan, mulai dari yang kekanak-kanakan seperti gajah terbang, bom-bom car, istana boneka, sampai yang menyeramkan seperti halilintar, tornado, dan kora-kora. Sudah lama sekali aku tidak ketempat ini, dan aku merasa sangat nyaman…nyaman berada di dekat Rai.“All my agony fades away when you hold me in your embrace…”*Within Temptation – All I Need* Wahana terakhir yang kami naiki adalah Bianglala. Jujur, sebenarnya aku paling takut naik wahan ini dari dulu. Tetapi aku bukan anak kecil lagi, jadi aku memberanikan diri agar Raina tidak menganggapku pengecut. “lo ga takut lagi ko?” “enggaklah! Gue kan udah gede! Emangnya gue masih anak-anak!” Raina tertawa kecil, lalu ia berkata. “baguslah kalau begitu. Hari ini gue seneng banget ko, terimakasih ya..” Ia menghampiriku dan memelukku. Namun sekarang aku tidak hanya terdiam, aku membalas pelukannya. Dengan erat aku mendekap gadis itu. Entah mengapa rasanya aku ingin menangis ketika ia melepas pelukannya. “lo masih inget kata-kata gue kan ko? Jangan menangis untuk orang yang gak benar-benar lo cintai. Jangan menderita karena seseorang yang lo cintai meninggalkan lo. Karena gue akan selalu ada untuk lo, sampai kapanpun…” Sungguh, aku tidak dapat menahan tetesan air mata yang hangat perlahan mengalir dipipiku. Aku merasa sedih saat Raina mengatakan hal itu. Kemudian ia kembali memelukku, lebih lama dan lebih dalam dari sebelumnya. Ini adalah momen yang tidak akan kulupakan. Setelah puas seharian jalan bersama Raina aku pun mengantarkannya pulang, tapi aku tidak sampai ke rumahnya, hanya di depan gapura perumahan karna aku sudah keburu cape dan ingin cepat-cepat berbaring ditempat tidur. Sesampainya dirumah aku mendapati orangtuaku dan Avia dengan wajah gelisah sedang duduk diruang keluarga. Begitu melihat aku sudah pulang, mama langsung menghampiriku. “ya ampun Niko! Kamu kemana aja sih dari pagi?! Mama telfonin tapi nomer kamu gak aktif! Kamu tuh habis dari mana?!” yang namanya mama kalo udah ngomong ga ada titik komanya. Aku jadi bingung mau jawab yang mana dulu. “aku abis…” belum selesai menjawab Avia menyela pembicaraanku dengan mama. “kakak Rai meninggal kak. Dia kecelakaan tertabrak Truk tadi pagi.” Sela adikku. Gelap, dunia ini seakan berubah kelam bagiku. Bagaimana mungkin?! Tadi pagi, hah?! Sedangkan Raina baru saja menghabiskan waktu bersama denganku! Mereka pasti salah! Mereka pasti membohongiku! Aku jatuh tersungkur, membenamkan wajahku kedalam kedua telapak tanganku. Rai, mana mungkin…mana mungkin ini terjadi kepadamu, iya kan Rai?! Jawab aku Raina?!!!Tolong jangan tinggalkan aku Rai…“Place and time always on my mind.. I have so much to say but you’re so far away…”*Avenged Sevenfold – So Far Away*Keesokan paginya aku dan keluarga mendatangi rumah Raina yang terpampang bendera kuning. Banyak orang-orang yang berdatangan untuk memberikan doanya. Disamping peti kayu yang dingin itu aku melihat Om Johan dan Tante Lucy sedang menangisi anak mereka. Terutama Tante Lucy, ia tampak kehilangan dan Om Johan berusaha terlihat tegar sambil menyemangati istrinya. Kaki ku tidak mampu bergerak selangkah pun. Rasanya aku tidak sanggup harus melihatnya. Aku tidak berani menghadapi semua ini sendiri. Tapi Avia menggengam tanganku, ia tersenyum padaku seolah memberikan kekuatan kepadaku.Melihatmu terbujur kaku berhiaskan gaun putih dan bunga yang kau pegang… kau sungguh cantik Rai.. benar-benar seperti malaikat. Setidaknya aku sangat senang karna sebelum kau pergi kau menemuiku lebih dahulu dan menghabiskan waktu bersama denganku..Tidak ada lagi yang dapat kukatakan Rai. Disatu sisi aku memang kehilanganmu tapi disisi lain aku ingat perkataanmu bahwa aku tidak boleh menderita jika orang yang ku cintai pergi meninggalkan aku, karena kau sebagai orang yang ku cintai akan selalu ada dihatiku.Tidurlah dengan damai, bawalah seluruh kenangan kita bersama kepergianmu. Jangan pernah lupakan aku dari hidupmu. Tetaplah berada dihatiku selamanya, karena aku tidak akan pernah menghapusmu dari ingatanku.Aku yakin Rai, seseorang yang mencintaiku telah menungguku diluar sana.. meskipun aku sekarang belum menemukannya, tapi satu yang pasti bahwa tidak akan pernah ada yang bisa menggantikanmu…***Gadis itu memberikan kecupan lembut yang terakhir di pipi Niko tanpa sepengetahuannya. Ia menangis untuk yang terakhir kalinya dan terbang jauh menembus awan.“Ko, aku minta maaf karna aku tidak bisa berada disismu selamanya sampai kapanpun seperti perkataanku, tapi aku akan selalu mengawasimu dari atas sini ko…aku akan menyaksikan sendiri kau bersama orang yang benar-benar kau cintai hidup berdampingan…rasanya aku tidak sabar menunggu akan hal itu..selamat tinggal Niko…”“I hope it's worth it, what's left behind me…I know you'll find your own way when I'm not with you…”*Avenged Sevenfold – Fiction*DE ENDIni cerpen terakhir dari saya karna selama 1 bulan kedepan akan sibuk untuk persiapan kuliah. Tapi setelah semuanya selesai pasti saya akan kirim yang lainnya lagi.Hope you like it. Sincerely,BELLA.Fb : Bella JusticeTwitter : @bellajusticeeCerpen Bella yang lainnya: LOVE THAT I SHOULD HAVE, THERE’S SOMETHING IN YOUR EYES, Kenangan yang Terlupakan

  • Cerpen benci jadi cinta Vanessa Vs Ferly ~ 05

    Biar nggak bingung baca dulu cerpen benci jadi cinta part 4. Oke?..Happy reading…Credit gambar : Ana meryaCredit Verpen : Mia MulyaniUntung lah Vanes bisa diizinin ama nyokap, walau bohong sih, ia bilang bakal tinggal di tempat temen cewek, buat ngerjain tugas selama seminggu, ya abis mau gimana? Mana mungkin kan bilang tinggal dirumah cowok, kalau sampai bilang gitu, yakin 100% eh 1000% deh pasti nggax dibolehin sama keluarga.Tepat pukul 05:00 wib. Vanes tiba dirumah ferly, rumahnya luas banget nggax jauh beda sama rumah nya, dan untunglah ferly Cuma tinggal sama nyokapnya aja, jadi Vanes nggax merasa malu-malu amet. Apa lagi nyokapnya baik banget . Yang membuat Vanes merasa betah dirumah itu dan nggax mersa terasingkan.“vanes, bantuin gue..” kata ferly, uh apa lagi sih, udah malem nih ganggu aja.sebagian

  • situs download film Situs Download Film Terbaik Dalam Catatanku

    Dalam post kali ini, saya mau ngeshare situs2 apa aja yang asyik buat download film. Kecepatan update film2nya, dan link […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*