Cerpen Cinta Romantis ‘Kenalkan aku pada cinta” ~ 04

Setelah lama terbengkalai akhirnya cerpen cinta romantic kenalkan aku pada cinta bisa lanjut juga. Maap ya sodara sodara karena emang rada lamaan. Yah, namanya juga ngetik sesempetnya ya begini lah jadinya.
So Buat Temen temen yang udah nunggu dari kemaren soal lanjutannya, monggo silahkan di baca. Kalau bisa, Silahkan tinggalkan jejaknya di kolom komentar bawah ya.
Happy reading…

Saat Astri menoleh, Astri hanya mampu tersenyum kecut. Benar saja, Andre tampak sedang berbicara akrab pada Rendy. Mampus. Sekarang apa yang harus ia lakukan?.
"Kok loe malah bengong si. Mana kakak loe, katanya mau jemput loe?".
"Eh?"Pertanyaan Alya menyadarkan Astri dari lamunannya.
Dan belum sempat Astri menjawab sebuah teriakan menyebutkan namanya terdengar. Membuat Alya menoleh kaget kearahnya.
"Astri, Loe ngapain malah bengong disitu. Buruan kesini" Terdengar teriakan sekali lagi.
Lagi – lagi Astri hanya mampu tersenyum kecut, sambil secara berlahan melangkah menghampiri Rendy. Dan tanpa di komando, Alya juga mengikutinya.
"Lama amat si loe, Dari tadi juga udah gue tungguin" Rutuk Rendy santai tanpa memperdulikan tatapan orang – orang di sekelilingnya. Sementara Astri hanya mampu menggigit bibirnya. Kebiasaan yang sering ia lakukan saat dalam situasi yang menyulitkan.
"Sory. Tadi dosen nya yang lama. Masa gue harus cabut duluan".
Rendy hanya mencibir mendengarnya.
"Dia kakak loe?" Tanya Alya dengan telunjuk mengarah lurus kearah Rendy. Benar – benar tindakan yang nggak sopan.
"Eh?" Astri menoleh kearah Alya.
"Loe beneran Astri?" Kali ini kalimat bingung keluar dari mulut Andre yang sedari tadi ternyata terus memperhatikannya dengan tatapan tak percaya.
"He?" Gantian Andre yang mendapat tatapan bingung Astri.
"Tunggu dulu. Oh ya, Astri sama loe and" Kata Rendy seolah baru ngeh sambil menatap bergantian kearah adik dan sahabatnya "Gue baru sadar,. Jadi kalian berdua satu kampus?" Rendy ikutan takjup.
Diserang pertanyaan sekaligus berada dalam situasi membingungkan benar – benar membuat Astri mati gaya. Dia harus jawab apa sekarang.
Eh tapi tunggu dulu. Memangnya kenapa kalau mereka tau?. Toh selama ini dia kan tidak merasa sedang bersembunyi. Lagian itu semua salah mereka donk kenapa tidak menyadarinya.
"Ya begitulah" Akhirnya hanya kalimat itu yang mampu meluncur dari mulut Astri kemudian.
"Huwahahahhaha" Tawa lepas dari raut Rendy mengalihkan perhatian semuanya.
"Kok malah ketawa si, emang ada yang lucu?" Tanya Astri kearah Rendy.
"Ehem " Rendy tampak berdehem sambil menoleh kearah Andre. "And, Jangan bilang kalau loe beneran nggak ngenalin adek gue?".
"Sebelum lima menit yang lalu, Sepertinya emang nggak. Bahkan kalau gue boleh jujur, kayaknya gue masih nggak percaya kalau cewek yang berdiri di hadapan gue beneran adek loe" Balas Andre tanpa mengalihkan tatapannya sedetik pun dari Astri yang tampak menduduk malu.
"Emangnya kak Andre kenal sama Astri?" Alya yang sedari tadi diem angkat bicara. "Tapi kok loe nggak pernah cerita As?".
Glek. Astri tampak menelan ludah. Ia tau kalau sahabatnya yang satu itu memang gampang penasaran. Tapi kan nggak harus menyulitkan posisinya juga.
"Ya itu karena loe nggak nanya".
Alya tampak mangut mangut membenarkan. Ia kan memang tidak pernah bertanya.
"Terus kenapa loe nggak nyapa gue?" gantian Andre yang bertanya.
"Kalau seandainya Astri nyapa kakak, emang kakak bakal kenal?" Astri balik nanya. Andre hanya membalas senyum simpul.
"Oh, Kalau gitu berhubung ini udah siang, kita pulang duluan ya. Da Alya, Good bye kak Andre" Sambung Astri sambil duduk di belakang Rendi sembari mengenakan helm di kepalanya.
"Kok malah bengong si kak, Ayo. Tadi katanya gue harus buruan" Ajak Astri ketika melihat kakaknya sama sekali tidak bergerak.
"Masa kita mau langsung pulang?".
"Lah, emangnya kita mau kemana?" Tanya Astri tak kalah heran.
"Kalau kita makan dulu gimana?".
Kerutan di kening Astri semakin bertambah. Tumben amat kakaknya baik. Pake ngajakin dia makan segala.
"Oke, Syip. Setuju!. Kalau gitu tunggu apa lagi. Ayooooo" Tak ingin tertalu memusingkan dirinya Astri langsung setuju. Lagi pula jarang jarang kakaknya baik.
"Ya udah ayo And, Loe juga Alya. Loe boncengan sama gue, Biar Astri bareng sama Andre".
"Eh?" Astri terpaku kaget mendengar kalimat yang keluar dari mulut kakaknya barusan. Apa – apaan itu.
"Kita?" Tanya Alya dan Andre hampir secara bersamaan.
"Iya. Kalian berdua. Biar sekalian".
"Terus kenapa gue harus bareng sama kak Andre?" Tanya Astri menyela.
"Itu karena loe adek gue. Apa enaknya jalan bareng loe yang cerewet. Lagian kan kasian kalau dia bareng sama Andre. Pasti canggung karena nggak saling kenal".
Astri hanya muter mata mendengarnya. Yakin tu orang nggak salah ngomong. Yang ada juga Alya itu nggak kenal sama kakaknya. Namun belum sempat mulutnya terbuka untuk membantah ucapan Andre sudah terlebih dahulu memotongnya.
"Kalau emang Astri keberatan bareng sama gue, nggak papa kok. Kalian makan bareng aja. Biar gue duluan".
"Ya nggak bisa gitu juga donk. Terus Alya gimana?. Masa kami bonceng 3" bantah Rendy sambil melirik kearah Astri. Membuat gadis itu merasa sedikit serba salah.
"Ya udah kalau gitu. Gue nggak keberatan kok. Yuks, kita pergi" Astri akhirnya ngalah.
"Nah gitu donk. Ayo Alya, loe bareng gue" Ajak Rendy sambil menyalakan mesin motornya. Walau awalnya ragu, namun pada akhrinya Alya manut. Melangkah mengantikan posisi Astri sebelumnya.
"Oh ya, Loe tunggu di sini bentar ya. Gue ambil motor gue dulu" Kata Andre kearah Astri yang masih mengerutu dalam hati akan ulah kakaknya. Jelas – jelas dia datang kesini untuk menjemputnya, tapi kenapa sekarang ia malah di tinggalkan begitu saja. Emang dasar kakak tidak berpri'kekakaan, makinya dalam hati.
***
Setelah memarkirkan motornya, Astri berniat langsung menuju kekelas. Namun sebuah teriakan memanggilkan namanya menghentikan langkahnya. Saat menoleh keningnya sedikit berkerut ketika mendapati Andre yang menghampirinya.
"Baru datang ya?".
"Iya kak" Balas Astri sambil menunduk. Tangannya secara refleks membenarkan letak kacamata yang ia kenakan. Merasa sedikit cangung. Ini untuk pertama kalinya Andre menyapanya di kampus.
"Kenapa kak?" tanya Astri saat menyadari kalau Andre menatapnya intens.
"Enggak, cuma gue masih nggak ngerti aja. Dimana – mana juga cewek kan selalu berlomba – loma untuk tampil cantik, lah elo malah menyembunyikannya".
Astri hanya membalas dengan senyuman sambil mulutnya melemparkan candaan "Jadi maksut kakak, Astri jelek?".
"Ha ha ha, Nggak gitu juga si. Cuma…..Ya begitu lah" Balas Andre sambil tersenyum.
"Ah bilang aja jelek" Astri memonyongkan mulutnya membuat Andre tertawa lebar melihatnya.
"Astri".
Astri menghentkan langkahnya sambil berbalik saat merasa namanya di teriakan untuk kedua kalinya. Tampak Alya yang melangkah menghampirinya.
"Wah, gila loe. Dari depan tadi gue panggil panggil loe nggak noleh noleh" Tegur Alya setelah berada di samping sahabatnya.
"Masa sih?. Serius gue nggak denger".
"Lagian loe….Eh, ada kak Andre. Pagi kak…" Alya segera membelokan ucapannya ketika menyadari kehadiran orang ketiga diantara mereka berdua.
"Pagi".
"Kok tumben barengan. Jangan bilang kalian pacaran?" Tebak Alya langsung.
"Sembarangan" Semport Astri mendelik, Sementara Alya hanya menyengir tak bersalah.
"Nggak kok. Kebetulan tadi barengan dari depan" Jelas Andre membuat kepala Alya mengangguk membenarkan.
"Oh ya, kalau gitu gue duluan ya" Pamit Andre beberapa saat kemudian.
"Cie cie cie, Ehem ehem. Roman romannya ada 'Syahirini' nie?" Sindir Alya setelah Andre hilang dari pandangan.
"Apaan si" Gerut Astr.
"Udah ngaku aja. Sama gue ini. Loe pasti ada apa apanya kan sama kak Andre".
"Nggak usah ngaco deh ya".
"Terus kenapa tiba tiba pake ngobrol bareng. Kan nggak biasanya".
"Tau….".
"Tapi kan…".
"Bentar lagi kelas masuk, udah buruan" Potong Astri sambil menarik tangan Alya. Memaksa sahabatnya untuk bungkam.
***
Waktu sudah menunjukan tepat pukul 08:00 ketika Astri beranjak dari tempat tidurnya. Kebetulan hari ini memang hari minggu, Kuliahnya libur. Sengaja tidur lagi setelah solat subuh tadi pagi karena matanya memang masih terasa lengket. Terlebih tadi malam ia tidur cukup larut demi untuk menyelesaikan membaca beberapa koleksi Novel Romantisnya.
Setelah mandi Astri turun ke bawah. Membuat segelas kopi sambil menikmati sepotong roti. Agenda hari ini adalah bermalas malasan. Rumahnya sepi. Keduanya orang tuanya berserta kakaknya sedang melakukan one day tour at singapure dan kali ini ia tidak di ajak.
Sambil duduk diruang tamu, Astri menyalakan Tv di hadapannya. Mengonta ganti chanel mencari acara yang menarik. Sepertinya semuanya membosankan. Masih membahas seputar gosip yang tiada habisnya. Heran, Memangnya tu orang pada nggak takut dosa apa ngosipin orang mulu?.
Merasa tiada yang menarik, Akhirnya Astri lebih memilih mematikan Tv. Naik keatas dan turun lagi dengan membawa Novel yang belum sempat di selesaikannya. Setelah terlebih dahulu menyematkan headset di telinganya Astri kembali larut kedalam dunia imagi yang di ciptakan penulisnya.
Tak tau berapa lama waktu yang ia habiskan sampai akhirnya Astri menutup novelnya. Dilepaskannya headset di telinga. Suara bel yang berbunyi langsung tertangkap indra pendengarannya. Dengan segera ia beranjak, mengintip dari balik tirai jendela. Mencari tau siapa gerangan yang bertamu di hari minggu.
"Kak Andre?" Gumam Astri lirih. Dan dengan cepat ia berjalan kearah pintu saat matanya melihat Andre yang berbalik. Sepertinya ia akan pergi.
"Kak Andre" Teriak Astri kemudian membuat Andre kembali membalikan tubuhnya. Membatalkan niatnya untuk pulang.
"Eh Astri, Gue pikir nggak ada orangnya".
"Maaf kak, tadi nggak kedengeran bunyi bel".
Kening Andre mengernyit. Nggak kedengeran?. Yang benar saja, bahkan ia sudah lebih dari lima kali memencetnya. Apa jangan jangan gadis itu sedang tidur atau…
"Tadi lagi pake headset sambil baca buku" Terang Astri saat menyadari raut kebingungan di wajah Andre. membaut pria itu hanya mampu beroh ria.
"Oh ya, Lupa. Masuk dulu yuk kak" Ajak Astri kemudian.
"Ma kasih".
"Kok keliatan sepi. Rendi masih tidur ya?" Tanya Andre sambil melangkah mengikuti Astri kearah ruang tamu.
"Nggak kak. Kak Rendi ikut mama sama papa. Jalan jalan kesingapure".
"Singapure?. Serius" Andre terlihat kaget, Sementara Astri hanya membalas dengan anggukan sama sekali tidak terlihat antusias menjawabnya. Terlebih saat ia menyadari kalau ia tidak di ajak.
"Terus loe di rumah sendirian donk?".
"Ya begitu lah" Astri angkat bahu.
Untuk sejenak Andre terdiam. Astri juga bungkam. Suasana mendadak terasa cangung. Walau memang selama ini mereka sering ngobrol bareng tapi ini untuk pertama kalinya hanya mereka berdua. Biasanya kan kak Rendi ada diantara mereka.
"Jalan yuk".
"Eh?" Astri mengankat wajahnya. Menatap lurus kearah Andre. Seolah tidak yakin akan apa yang ia dengar barusan.
"Loe nggak ada kegiatan kan hari ini. Gimana kalau kita jalan. Tadinya si gue mau ngajak Rendi, tapi berhubung dia nggak ada, bareng sama loe juga boleh deh. Itu juga kalau loe nggak keberatan" ulang Andre mempertegas ajakannya.
Kali ini Astri terdiam. Tidak langsung mengiyakan ataupun menolak ajakan itu. Pikirnya melayangkan, sebelum beberapa menit kemudian kepalanya mengangguk sambil mulutnya berujar.
"Boleh deh".
Kali ini Sebuah senyuman jelas tergambar di wajah Andre mendengar jawaban yang memang ia inginkan.
To Be Continue…
Jujur aja ya pas Ngetik cerpen cinta kenalkan aku pada cinta part 4 , Admin beneran nggak dapat fellnya. So maaf deh kalau part ini rada aneh. Abis beneran lupa sama jalan ceritanya. Huwahaahhahha #kacau.
Tapi sudah lah, Terima kasih sudah mau membaca…..

Random Posts

  • Cerpen Romantis Tentang Aku Dan Dia Part 3 {Update}

    "Alon alon asal kelakon", Pepatah yang di ajarkan 'Mak" dulu yang sekarang sedang di praktekan. Yups, Acara edit mengedit masih berlanjut maksutnya. Inget kan part sebelum nya di Cerpen remaja tentang aku kan dia part 2. Nah ini lanjutannya.Bagi yang sudah baca ya nggak papa. Namanya juga update yang dulu.Bagi yang belum, silahkan di baca dulu.Penulis lagi nggak mood bikin cerpen yang baru lagi ataupun lanjutin cerpen yang udah ada. Cerpen terbaru take my heart misalnya. Ini semua gara – gara copaser yang ngaku ngaku cerpen aku itu hasil karyanya dia. Huuuuu…Credit gambar : Ana Merya"Kenapa loe" Tanya Anya heran pas dilihatnya Gresia yang baru masuk kekelas dengan tampang super kusut."Gue Beneran lagi pengen makan orang nie" Sahut Gresia sambil merebahkan kepalanya di meja."WHAT?" Ujar Anya dan Nanda bersamaan."Mau jadi sumanto versi cewek loe" Ledek Anggun.sebagian

  • Cerpen cinta King Vs Queen ~06

    Sebelum langsung ke cerita, saia selaku admin blog star night mau cuap – cuap dikit boleh kan?. Ehem, gini lho jeng (Berasa kaya arisan deh). Ternyata kalo di pikir – pikir lagi, saia udah lama banget ya gak nulis. Entah kenapa Semangat buat nulis Pada ngilang. Postingan yang muncul (??) juga bukan karya saia, tapi karyanya adex. Nah, biar saia semangat lagi buat nulis kayak dulu, kira – kira ada yang bisa ngasi saran n masukan gak?… ^_^Cerpen cinta King Vs Queen ~06"Kakak apa-apaan sih…" kata Niken begitu Nino duduk di sampingnya, sore sepulang dari campus."Lho, Emang kenapa? kakak baru pulang nih, jangan yang aneh-aneh deh…" kata Nino sambil memakan pisang goreng yang tadi di goreng mamanya."Siapa yang aneh, sepertinya kakak udah tertular virusnya Gilang deh, masa' ngomong Niken itu aneh" Niken jadi cemberut.sebagian

  • Cerpen Remaja Take My Heart ~ 11

    Sempet males, tapi akhrinya nulis cerpen lagi juga. Padahal tadinya mau fokus di puisi ataupun artikel lain. Abis kadang suka bad mood si, udah jelas jelas padahal nulis itu cuma berdasarkan mood doank.Tapi sudah lah, akhir kata happy reading aja. Untuk part sebelumnya silahkan baca :-} Cerpen remaja Take My Heart ~ 10Walau aku terluka, Tapi aku berjanji aku tidak akan pernah melukai.Setelah mengunci pagar rumahnya, Vio mulai melangkah. Sejenak ia berhenti. Menoleh kesekeliling. Sebelah alisnya sedikit terangkat sementara mulutnya mengigit bibir bawah, kebiasaan yang ia lakukan saat mengamati sesuatu.Tidak menemukan sosok yang di cari, Vio kembali melanjutkan tujuannya. Menuju kekampus.sebagian

  • Cerpen benci jadi cinta Vanessa VS Ferly ~ 02

    Biar nggak bingung sama ceritanya, mendingan baca part sebelumnya di cerpen benci jadi cinta part 1. Happy reading ya…Credit Gambar : Ana MeryaCredit Cerpen kiriman : Mia Mulyani.Begitu bel istirahat dimulai Vanessa langsung menuju taman belakang sekolah, dengan buku ditangan, rencana mau baca kumpulan cerpen di bawah pohon jambu tempat favoritnya, kebetulan suasana disana nyaman..Begitu tiba dibawah pohon i kaget dan perut juga langsung mual mau muntah karna disana ada bangkai ayam yang udah busuk, hiii…, kontan saja langsung membalikkan badan siap mau pergi, tapi ternyata ada Galang, Rafa, dan seorang yang nggax ia kenal, tapi ngomong-ngomong Radit mana ya? Kok nggax ada, bukannya biasanya mereka selalu bareng?. Tapi bodo’ ah. Nggax ada urusannya juga ??. tapi yang bikin kaget kok Mereka terus menghalangi langkah vanesa ya?.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*