Cerpen Cinta Romantis: Jangan Pergi

JANGAN PERGICerpen Cinta RomantisKarya : putri ayu pasundan
Hari semakin berlalu, meninggalkan semua kisah yang ada , menjalani hari-hari tanpa kehadiranmu , meninggalkan canda dan tawa , kini tak ada lagi canda dan tawa’nya yang selalu menghiasi hariku. senyummu , wajahmu, candamu , kini hilang begitu saja ~ jika waktu bisa diputar kembali. Mungkin aku sudah memutarnya~ tapiii… ini mustahil , ini tak mungkin !

“ bella, “ panggil suara dari arah tempat duduk belakang .
“kenapa din?” sahut bella agak malas
“Jangan murung terus dong bella, gue tau kok lo pasti masih sedih dan gue tau kok lo emang sayang sama avi. Tapi dia gak mungkin balik lagi. Lo tau kan? penyesalan emang selalu datengnnya di akhir cerita dan gak pernah di awal . jadi , jangan nyesel kalo dulu lo nyia-nyiain cintanya dia, dan sampe2 dia pergi , baru lo sdar semua itu, lo cintakan sama avi..?’’ Tanya dina ingin tau
“iya, iya, gue emang salah. Lagian dlu gue sama dia itu awalnya kan Cuma care aja, sahabatan kaya biasa , sering curhat2an pula. Dia tuh iseng banget, jail, rusuh pokoknya serba nyebelin deh. Gue juga gak nyangka akhirnya bisa begini malah jadinya benci jadi cinta kan, gue juga gatau kenapa dia bisa jatuh cinta sama gue.” Yang gue tau, dia tuh sayang banget sama gue. lo tau kan?’’ tapii kenapa dia ninggalin gue kaya gini ? jawab bella dengan nada menyesal.
Perbincangan mereka pun di akhiri karna bel masuk berbunyi. Bella adalah gadis yang cantik dan manis dia begitu periang. Tapi sebulan belakangan ini bella jarang banget tersenyum apalagi tertawa. Hanya kesedihan yang tampak di wajahnya………….
###
Pagi ini tepat pukul jam 5.30 pagi , bella belum juga bangun dari tidurnya . jam beker kesayangannya sudah berdering kencang tapi bella belum saja bangkit dari tidurnya.
“bella.. bella.. bangun sayang, udah pagi.” Teriak mama bella dari arah pintu . tapi bella tak juga bangun.
“tok…tok…. Bella sayang, bangun nak. Kamu gak sekolah ?’’ diketuknya pintu kamar bella beberapa kali oleh mamanya.
“iya maaah. Bella udah banguun ni.”
“ayok cepat mandi dulu sanaa, sudah jam berapa ini? Kamu gak sekolah?” Tanya mama bella kepada anaknya .
‘‘iyaa…iya mah” di bukanya pintu kamarnya, dan bella segera menuju kamar mandi untuk siap-siap berangkat sekolah . mamanya yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk anak tersayangnya yang satu ini.
“mah, bella berangkat ya.?” Pamit bella pada mamanya, bella pun mencium tangan mamanya.. dan itu adalah kebiasaannya sebelum berangkat pagi ke sekolah.
“kamu gak makan dulu sayang, ?” Tanya mamanya .
“udah mah nanti aja disekolah daa.. mah.” Bella mencium pipi kanan mama nya dan segera meninggalkan rumah . Mamanya tak lupa memberinya sekotak bekal makanan yang berisi cake stobery kesukaannya. Mamanya juga tak lupa menyelipkan uang jajan ke dalam tasnya. dan seperti biasa , ada kang dani yang selalu setia mengantarnya ke sekolah setiap pagi.
###
Pelajaran pertama pun dimulai hari ini adalah pelajaran ibu rini guru sejarah yang selalu mengajar pada jam pertama. Konon nyatanya setiap guru ini mengajar tak ada satupun anak-anak yang mendengarnya karena dengan alasan guru ini neranginnya lama banget, ngebetein , dan ngomongnya udah kaya putri solo yang pengen di kawinin. (apa jadinya ya?) tapi inilah kenyataannya…
“tok… tok….” Beberapa kemudian pintu kelas pun di ketuk.. di ikuti beberapa langkah kaki menuju ke arah bu rini yang sedang mengajar.
Anak-anak 10-1 semua menatap kearah seseorang itu yang sedang berjalan menghampiri bu rini. Sesosok cowo ganteng tinggi, berkulit hitam manis, dan sangat khas dengan kedua lesung pipinya.. semua cewek yang berada di dalam kelas menjadi ricuh tak karuan. Sebagian cewek ada yang tiba-tiba merapikan rambutnya, membenarkan lipice di bibirnya seolah-olah mereka semua ingin tampak perfect di hadapan cowo ganteng yang satu ini. Tapi berbeda dengan bella , dia sama sekali tak merespon kedatangan cowok itu, dia malah bersandar wajah di meja dengan muka setengah mengantuk.
“perhatian semuanya…. Jangan berisik harap tenang….. kita kedatangan teman baru yang berasal dari sekolah strada 2 ayo silahkan perkenalkan nama kamu nak.” Pinta bu rini kepada cowok satu ini
“hai teman, perkenalkan nama gue Derian Rafael darmawangsa. Panggil aja gue afa. Asal sekolah gue dari ghoetoen 2. Alasan gue pindah kesini karna kerjaan orang tua gue . sekian perkenalkan dari gue.
“EH… afaa… status lo sekarang apa?” hahahaha teriak salah satu cewek dari arah belakang .. yaitu lisa . dia adalah salah satu dari geng lolipop yang ganjen itu. dan dandanannya itu looh gak nahan bikin orang yang litanya ingin muntah. (bisa bayangin gak?).
“Cieee…cieee” sorak anak-anak dari arah belakang.. afa yang masih berdiri kaku di depan kelas yang suasananya memang sedang ricuh hanya bisa menahan diri untuk tetap bertahan di depan kelas dengan banyak godaan teman-teman barunya itu.
“status? Status gue sampe sekarang masih single.” Jawab afa singkat dengan sedikit senyuman yang manis dan lesung pipitnya itu yang khas.
“aaa….. afa senyum sama gue firaaa. Yampun dia ganteng banget.” Kata lisa cewe ganjen yang satu itu. teman-teman se geng nya pun menyoraki mereka berdua.
“silahkan kamu duduk di tempat duduk yang masih kosong di sebelah kiri pojok sana.” Pinta bu rini kepada afa. Afa pun segera menyelusuri arah tempat duduk itu.
“hai, boleh gue duduk disini?” pinta afa kepada yang punya tepat duduk itu.
“maaf yaa tempat duduk ini punya sahabat gue dina. Dia gak masuk sakit. Jadi lo duduk disana aja tuh di belakang.”bella menolaknya , dan Tunjuk bella kearah tempat duduk belakang.
“sorry sebelumnya, gue maunya disini bareng sama lo.” Pinta afa ke pada bella
ternyata pemilik tempat duduk itu adalah bella. bella memang satu bangku dengan dina sahabatnya . tapi hari ini dina gak masuk dikarenakan sakit panas. Dan terpaksa deh bella harus duduk sendirian.
“misalnya nanti sahabat lo masuk gue bakalan janji akan pindah tempat duduk. Kenalin gue afa. Nama Lo siapa? Diulurkan satu tangannya kearah bella.
“bella.” Jawab bella singkat dan dingin.
“okeh. Afa hanya memandangnya dengan senyuman khas ala lesung pipitnya yang manis itu.
Afa heran dengan sikap cewe yang satu ini sebut saja bella. Dari awal dia masuk kelas hanya cewek ini yang diam dan tidak bersuara sma sekali. Dan hanya cewek inilah yang tak terpesona melihatnya.
###
Dua hari telah berlalu dina tak juga masuk sekolah pagi ini seperti biasa ada pelajaran sejarah bu rini yang bikin ngantuk.
“haaaaaah ngantuk. Di taruhnya tasnya ke mejanya” keluh bella yang tumben datang pagi-pagi begini tak seperti biasanya. Paling dia datang juga pas-pasan bel masuk.
“haii.. pagi..” sapa cowo satu ini yaitu afa.
“iya pagi..” jawab bella seperti biasanya singkat padat dan jelas !
“gue duduk sini ya.?” Pinta afa pada bella
“ah, iya.. terserah lo .” jawab bella sinis
“temen lo dina kemana ? udah dua hari dia gak masuk apa lo gak jengukin ?’’
“bukan urusan lo. “ jawab bella sinis
“kok lo sinis banget sih sama gue.? Gue itu kan nanya baik-baik.”
“iya map, abisnya lo nyebelin.”
“nyebelin?”
“iya, nyebelin.. sok ganteng sok cool, sok perfect, sok keren.”
“apa? “
“gak usah kaget gitu deh . gue tau fans lo tuh udah pada dateng dari tadi pagi. Kemaren aja para fans lo nunggu di bangku gue sebelum lo dateng , sampe-sampe mereka pada mohon-mohon supaya gue pindah ketempat duduk belakang. Lo kira gue mau apa.? Makanya gue dateng pagi gini supaya mereka gak nongkrongin bangku gue lagi. Lagian bukan gue yang minta kan kalo akhirnya lo milih duduk sama gue.?”
Afa membatin. Dia sekarang mengerti mengapa bella akhir-akhir ini begitu sinis kepadanya.
“lo cemburu?” Tanya afa ke arah bella
“apa lu kata? Gue cemburu? Gak akan .” jawab bella sinis
“lo tuh manis, jangan marah2 mulu kenapa. Biarin aja temen-temen lo bersikap seperti itu ke gue. Toh bukan urusan lo juga kan bel.”
“iya,, iyaa.. gue ngerti ini bukan urusan gue. Tapi tempat duduk gue di H M in apa gue bakalan diem aja? Mereka seenaknya ngusir2 gue ke tempat duduk belakang?”
“misalnya lo di usir. Gue bakalan tetep duduk di samping elo dimana pun elo duduk kalo perlu mereka yang gue usir.”
Bella ternganga , dia tak percaya apa yang tadi di ucapkan oleh si afa anak baru itu.
“apa? “ bella hanya ternganga melihat celotehannya si afa itu. bel tanda masuk pun berbunyi~
….
“bel, pulang sekolah, main yuk. Gue anterin kemana pun lo mau pergi. oke.?” Pinta afa ke bella
“gak, gue gak mau main. Gue mau pulang aja.” Jawab bella singkat
“ayolaah sekali-kali bel please.’’ Pinta afa maksa kepadanya
“ya ya ya sebentar aja ya…? Lo tau kan gue cewek . jadi gak boleh keluar malem …”
“oke.” Afa tersenyum kearahnya dan mengangguk menyetujui.

Setelah bel pulang berbunyi
Bella segera membereskan buku-bukunya. Karna bel sekolah sudah berbunyi. Begitupun afa yang duduk di sebelahnya , sudah merapikan buku dan siap-siap pergi dengannya..
“bel, ayok.” Di tarik satu tangannya bella dan mereka berdua pergi keluar kelas
“sebentar ya.. motor gue di parkir disana. Lo tunggu sini.”
“ya.” Bella pun mengangguk.
Beberapa menit kemudian . terlihat dari kejauhan seorang cowok hendak menghampirinya dan ternyata cowok itu adalah afa. Dia emang bener-bener keren . apalagi motor gede yang dia kendarai nambah buat dia keren aja , dan tak lupa dengan helm hitamnya. Dan emang faktanya dia bener2 keren abis.
‘’cepet naik.” Suruh afa ke bella
Semua mata hendak tertuju padanya dan memandang mereka dengan Nampak iri. Afa memang anak baru di sekolahnya. Dan kononnya dia anak tunggal pemilik perusahan terkenal di Jakarta meskipun begitu dia tak pernah sombong. Kesekolah pun tampil apa adanya. Apalagi afa memang sedang hangat di bicarakan oleh cewek-cewek satu sekolahn mereka.
“lo liat gak mereka pada mandang kita kaya gitu fa. Sinis banget.”
“mereka iri sama lo, udah diemin aja. Pakai helm nya dan pegangan.”
“GAK GAK MAU apa? Pegangan sama lo? Gak deh…… baru naik motor gede lo ini aja gue udah di liatin sama banyak mata, apalagi pegangan sama lo. Bisa-bisa pas sekolah besok gue di MOP sama anak satu sekolah.’’
“bisa diem gak sih. Udah pegangan. “ pinta afa pada bella
“ish lo emang nyebelin.”
“emang.!”
Mereka berdua telah meninggalkan pekarangan halaman sekolah . setelah beberapa mereka jalan berdua , sampai lah mereka ke sebuah taman. Diparkirnya motor afa dekat pohon rindang dan besar. Di sudut2 taman-taman itu terdapat bunga matahari yang menjulang tinggi , indah.. dan sangat indah.. di sebelah bunga tersebut tampak gazebo ( saung2saungan untuk mereka berteduh).
“fa, ngapain kita ke sini?” Tanya bella kea rah afa sambil memberikan helm nya.
“main aja abisnya gue BT . lo tau kan rumah yang disana? Di sebrang sana? Itu rumah gue.” Bella menatap arah rumah itu. dan memang rumah itu tampak besar sekali. Bangunannya pun tertata rapi.
“terus kenapa kita malah ketaman?”
“abisnya gue suntuk bell di rumah sendirian terus. Bokap-nyokap sibuk sama kerjaannya. Rumah gue sepi. Jadi gue tuh gak betah. Oh iya gue lupa, mendingan kerumah gue dulu yuk ambil snack dan minuman.”
“ya.. terserah lo aja..” mereka berdua menuju rumah afa. Begitu sampai di depan rumahnya tampak seorang penjaga depan rumah menghampiri afa. Dan segera membukakan pintu pagar rumahnya.
“den afa,” sapa lelaki itu
“baru pulang den?’’ Tanya pesuruh rumahnya itu
“iya pak, oh iya taruh motor saya di garasi ya pak.”
“baik den.” Pak sono satpam di rumahnya menganggukkan suhuran yang di pinta oleh majikannya itu.
“bella, ayok masuk. Jangan heran kalo dirumah gue sepi Cuma ada bibi dan pak sono yang selalu ada di rumah.”
“di bukanya pintu rumahnya.’’
“den afa. Sapa bi inah pembantu di rumahnya.”
“iya bi. Ambilin minum ya , sama snack nya saya mau ke taman. Oh ya bi ini temen saya bella. Kalo dia minta apa-apa layanin aja ya bi. Saya mau ke kamar dulu ganti baju.” Bi inah pun mengangguk
“non bella mau minum apa non?” Tanya bi inah
“gak usah repot-repot bi. “ jawab bella
“gak boleh gitu non, non disini tamu. Saya ambilkan minum dingin aja ya non.”
“Iya makasih bi, oh ya nama saya bella. Panggil aja bella ya bi, gak usah pakai non. Anggap saja saya seperti anak bibi.”
“iya non. Eh bella.. tunggu sebentar ya bibi ambilkan airnya.”
Afa pun keluar dari kamarnya dengan membawa bola basket kesayangannya.
“bel, ini cake stobery buat lo.” Sama jus dinginnya ayok kita ke taman.”
“oke fa.” Bella mengangguk
“bi, saya ketaman dulu sama bella.”
“iya den , bella ati-ati.”
Setelah mereka sampai di taman
“bel makan nih cake nya gue tau lo laper, aus iya kan..?’' bella hanya tersenyum manis
Bella memandangi Rafael yang sedang asik bermain bersama bola basketnya setelah beberapa lama dia memandangi cowok itu. dia memang menyadari dan sepertinya baru sadar cowok di depan dia ini si afa dia begitu baik dan lembut, ganteng pula (dulu gue kemana aja) batin bella . bella tak pernah memandang cowo dari sebelah mata. Dia melihat cowo dari sifat dan kepribadiannya. Itu lebih penting baginya.
Rafael menghampiri bella yang sedang duduk dan sedang asik makan cake stoberynya. Karna memang kesukaannya adalah cake stobery.
“enak gak cake nya?”tanya afa pada bella
“hem.. iya enak. Gue emang suka cake stoberry.” Sahut bella..
“iya gue tau kok. Gue kan temen sebangku lo.. yaa walaupun baru beberapa hari ini, gue juga sering liat lo bawa bekel cake sama susu coklat. Kaya anak kecil aja ya.” Di acak-acaknya poni cewek satu ini , bella.
“apasih afa… jangan iseng deh.” Oh iya lo gak mau ini cake nya?”
”udah lo aja” kembali afa menuju lapangan untuk bermain basket lagi
Bella hanya diam membisu di ingat kembali masalalunya bersama cowok yang iya sayang yang tega begitu aja ninggalin dia . avi namanya. Avi yang selama ini selalu buat dia tersenyum justru senyuman itu mampu mengubahnya senyumannya 180 derajat menjadi tangisan . sifatnya yang dulu periang kini cepat bersedih kalo ingat soal mantannya avi. Tapi sekarang berbeda. Kini ada seseorang di depan matanya yang mampu mengembalikan jati dirinya selama ini, yaitu afa. Dia cowok yang baik dan care sama bella. Walaupun baru 3 hari afa duduk sebangku dengannya.
“bell ayo dong main basket.”
“gue gak bisa main basket tau.”
“yaudah sini, gue tau lo gak bisa maen basket ketauan kok dari tampang lo begitu tadi ngeliatin gue . terpesona ya? Ahhaha..” afa tertawa pelan tapi meledek.
“dih apaansih?” wajah bella terlihat memerah dan rona pipinya merah padam
“bercanda kok bel yaudah coba lo masukin ke ring bola basketnya , tangan lo harus sejajar sama dahi lo. Pasti masuk kok.”
“ih gak bisa gue gak bisa .”
“coba, lo pasti bisa”
Bella pun mencoba memasukkan basket itu ke ring. Dan nyatanya bola itu masuk. Setelah itu mereka pun bermain hingga larut sore. Di taman itu memang sepi. Hanya ada bunga-bunga matahari yang menjulang tinggi dan terik matahari dan jarang sekali pada jam-jam segini orang berlalu lalang dekat taman itu. apalagi taman itu tepatnya berada di perumahan dan Lapangan itu menjadi saksi bisu mereka berdua.
*** Kring… kring… tanda ponsel berbunyi . dan ternyata ponselnya bella bertanda sms masuk.
“bella, besok gue masuk. Gue udah sembuh.” Sms dina sahabatnya.
Beberapa menit kemudian bella pun membalasnya.
“iya din, besok kita bisa sebangku lagi.” Dengan gembiranya bella bisa duduk lagi bareng dina sahabatnya yang udah lumayan lama gak masuk sekolah karena sakit.
“yah, gak bisa. Gue duduk sama lolla.. lo tetep duduk sma afa, anak baru itu.”
“what ? kenapa din?.”
“gue gak enak sama afa. Udah yaaa bay”
Mereka segera mengakhiri percakapan mereka di sms. Hari ini adalah hari minggu dan biasanya bella lebih memilih untuk dirumah.
Kring.. kringg….. tanda telepon berbunyi . dan ternyata nama di kontak nya itu afa . bella pun terkejut dia lupa kalau bella punya nomer telepon hp nya afa , dia ingat kalo afa pernah meminjam ponselnya saat di taman.
“haloo…?”
“iya kenapa fa?” Tanya bella malas
“gue ganggu ya?”
“enggak kok, ada apa emangnya?”
“gue mau ngajak lo jalan. Mau gak?” pinta afa terhadap bella.
“kemana?”
“udah , nanti lo juga tau, kita ketemuan di sekolah ya? Karna gue gatau rumah lo . oke .. babay…”
Bella segera mengakhiri percakapan singkat itu di ponselnya. Dia segera siap-siap untuk menuju ke sekolah dan pergi bersama afa. Sebenernya bella pun malas. Tapi karna hari ini adalah hari libur, jadi dia di bebaskan untuk pergi.
“mah, bella pergi sebentar ya. Dah maah..”
“ingat, jangan malem-malem pulangnya.” Pinta mamanya
Setelah bella berpamitan , dan iya segera pergi menuju sekolah. Bella segera menuju sekolah dengan menggunakan bis , setelah beberapa menit iya menunggu bis tak juga datang.
“hai.. apa kabar.” Sapa seorang lelaki yang berhenti tepat di depannya
“iya?” bella tak mengenali lelaki ini karna dia memakai helm
“mau kemana?” Tanya lelaki itu
“mauu…. mau ke sekolah.” Jawab bella gugup.
“bukannya ini hari minggu?” Tanya lelaki itu lagi kepadanya
“maaf, anda siapa? Bisa tolong di buka helm nya?” pinta bella kepada lelaki itu
“masa kamu gak kenal sama aku?”
“tidak, aku gak tau.” Bella diam mencoba mengingatnya. Suaranya, sapaannya sepertinya dia mengenali sosok lelaki ini . tapi apakah diaa……………
“aku avi. Ingat kan?” di bukanya helm itu
Bella tercengang, diam dan membisu. Lelaki ini yang dulu pernah menyakiti hatinya kini dia kembali, dan kini lelaki ini berada tepat di depannya.
“hei. Kok bengong. Haii,,” kembali sapa lelaki ini berulang kali
“bella hanya diam dengan pandangan kosong ke arah lelaki ini
“mau aku antar?”
“gak usah .” jawab bela singkat
“ayolah, dari pada nunggu bis kelamaan.. ayok bareng sama aku aja bella..” ajak avi kepadanya
“baiklah, “ bella pun ikut dengannya dan segera pergi meninggalkan tempat itu
“Mau diantar kemana?” Tanya avi kepadanya
“di depan sekolah saja.” Pinta bella
“oke, pegangan ya.. oh iya emang mau kemana?”
“kamu gak perlu tau.” Jawab bella sinis
“aku tau kamu marah ya sama aku kan.?”
“enggak.” Jawab bella singkat
“aku tau kamu marah. Mafin aku ya soal yang dulu-dulu itu.”
“ya.” Mereka pun berhenti di tempat tujuan . yaitu depan sekolah bella
Sebelum kedatangan bella, afa yang sudah lama menunggu di depan gerbang tadi melihat sinis kea rah mereka berdua. Bella pun turun dari boncengan avi. Bella sebenarnya ingin berlama-lama kepada cowok ini , avi. Tapi memingat dia pernah menyakiti hatinya bella jadi tak sudi berdekatan dengan cowo ini lagi. Serasa mereka sudah asing dan bahkan kaya gak pernah kenal.
“hai fa, lama menunggu? Maaf tadi bis nya lama. Kebetulan ada avi temen ku. Kenalin fa.”
“hai gue afa.”
“ya gue avi.” Mereka berdua berjaba tangan
“pacar baru kamu?” Tanya avi kepada bella
“bukan urusan kamu lagi vi. Ayok kita pergi fa dari sini. Oh ya makasih vi udah nganterin aku sampe sini.”
“oke, tapi tunggu dulu.” Teriak arvi kea rah mereka. Afa pun mematikan motornya
“fa, boleh gue yang jalan sama bella?” pinta avi pada afa
“hubungan kalian apasih sebenernya. Lagian gue udah ada janji sama bella.” Sahut afa
“bukan apa-apa .” kata avi pada afa.
“baiklah, terserah bella mau pergi dengan siapa. Biar dia yang menentukan.”
“bella, sekarang kamu bilang mau pergi sama aku atau afa?”
Ini adalah pilihan terberat bella mau pergi dengan siapa. Sebenernya sungguh dia kangen sekali dengan avi mantannya itu. 4 bulan ini mereka jarang sekali bertemu. Apalagi melihat perubahan di diri arvi yang tak begitu cepat berubah. Dia masih seperti dulu saat mereka bersama. Dia sopan, baik , tapi sungguh 4 bulan tak bertemu semenjak putus saat itu bella menemukan banyak perubahan.. avi masih tetep ganteng seperti dulu.
“hemm, gue.. gue gatau.” Jawab bella
“gue mohon sama lo bel, lo musti tentukan sekarang.” Pinta afa maupun avi
“oke.. oke.. baik kalo itu mau kalian.”
“gue pergi sama avi.”
“baiklah, yaudah jagain ya vi bella nya. Walaupun gue ga tau hubungan kalian apa, tapi gue ngertiin ada kerinduan di mata kalian berdua. Oke. Gue pergi dulu.”
Afa segera menancapkan gasnya sekencang mungkin . iya lupa memakai helm nya. Dan mungkin karna dia kecewa terhadap bella
‘‘mafin gue fa,” batin bella terhadap afa.
“ayok naik, kita pergi.” pinta avi. Mereka pun pergi dan telah meninggalkan gerbang sekolah
…….
Setelah beberapa jam di perjalanan mereka pun sampai
“vi, ngapain kita kesini?” Tanya bella
“sudah ayok masuk.” Mereka berhenti di sebuah puncak gunung tepatnya , dan di sana terdapat gazebo (saung-saungan) yang berdiri kokoh disana . di gazebo tersebut sudah di sediakan banyak makanan dan juga tempat duduk untuk mereka berdua. Sepertinya avi memang sudah menyediakan ini semua dan memang sengaja mengajaknya kesini.
“vi, maksud kamu apasih dengan semua ini?” Tanya bella
“yasudah, kamu makan dulu. Ngobrolnya nanti . aku tau kamu lapar karna kita kesini lebih dari satu jam perjalanan.”
Mereka akhirnya makan . bella membatin sungguh perasaan ini bercampur senang, sedih bahkan rasa kangen selama 4 bulan ini tak bertemu kini hilang. Tapi mengapa pertemuan kali ini terasa biasa aja di hati bella? Mengapa tak ada getaran-getaran seperti dulu saat mereka bersama?
“bella,” panggil avi padanya dan memegang kedua tangannya
“ada apasih vi?” Tanya bella penasaran
“aku ngajak kamu kesini karna aku ingin minta maaf sama kamu.” Avi mengeluarkan coklat dari sakunya
“ini coklat kesukaan kamu. Tadi aku beli dekat supermarket rumah kamu. Abis aku beli coklat ini, aku sebenarnya ingin langsung kerumah kamu. Karna aku tau biasanya kamu kalau hari minggu begini, lebih milih di rumah. Itupun dulu kalo aku gak ngjak kamu jalan. Tadi setelah beli coklat ini aku lihat kamu di sudut jalan. Terus aku nyamperin kamu.”
“iya makasih. Ternyata kamu masih ingat kesukaan aku.”
“oh iya maafin aku ya selama ini.”
“aku bilang aku udah maafin kamu vi.”
“apa kamu masih sayang sama aku? Kamu mau kita balikan?” Bella terdiam sesaat dan kemudian dia melanjutkan omongannya.
“avi, maafin bella , bella gak bisa balikan sama avi lagi , sama kamu. Kalo emang kamu sayang dan cinta sama bella, kenapa kamu baru datang ke aku sekarang. Sedangkan kita putus sudah lumayan lama, kamu tau? Kamu mutusin aku di saat sehari sebelum ultah ku. Padahal besoknya adalah hari terindahku, hari ulang tahun ku yang ke 14. Pada waktu hari itu tiba, aku pengen kamu ada di samping aku, nemenin aku. Tapii… apa nyatanya? Kamu gak ada, kamu pun gak ngucapin ke aku. Padahal Cuma kamu kado terindah saat ultah ku tiba.
“mafin aku bella, aku sadar aku salah banget selama ini sama kamu. Aku udah nyia-nyiain kamu yang sayang sama aku. Aku pun begitu, aku sayang sama kamu. Tapi saat itu saat aku mutusin kamu. Aku dituntut oleh orang tuaku untuk pindah sekolah. Pindah ke pesantren. Dan aku tau besoknya ulang tahun kamu. Tapi apadaya? Pas aku sudah sampai di pesantren , gak ada yang bisa untuk hubungi kamu . HP ku juga di bawa sama mama , yang ada hanya telepon panti. Dan selama itu aku terpaksa mutusin kamu bella, aku gak mau kamu sedih nungguin aku. Waktu itu aku fikir kamu bakalan cepet dan bisa lupain aku. Dan kamu itu cantik. Aku kira kamu bisa dapet yang lebih dari aku. Dan sekarang aku di izinin buat ke Jakarta . karna di sana sedang ada ujian. Aku gak betah bella tinggal disana, jauh sama kamu. Aku juga terus mikirin kamu. Mama juga bilang bakalan masukin aku kesekolah kamu nanti. Kita bisa sama-sama lagi bella seperti dulu.”
“sekali lagi mafin aku , aku gak bisa. Kamu gak boleh vi kaya gini ngecewain mama kamu demi aku. Aku dulu emang sayang kamu. Tapi sekarang? Aku udah terlanjur sakit hati sama kamu. Aku nungguin kamu sampai sekarang mungkin karna aku ingin tau penjelasan kamu dan mungkin permintaan maaf dari mulut kamu. Dan sekarang, aku udah dapet ini semua. Mungkin kalo dulu kamu bilang jujur sama aku, gak akan jadinya begini. Aku bisa kok nungguin kamu . tapi apa? Kamu gak jujur sama aku. Setelah mutusin aku di hari sebelum ultahku, kamu menghilang begitu saja.. selama 4 bulan ini. Aku gak tau kabar kamu, di hubungin juga gak bisa. Dan sekarang aku tau kenapa.”
“iya, iya.. mafin aku.. aku tau aku salah. Aku disitu juga pusing , serba salah. Aku bingung. Jadi aku bertindak gitu aja tanpa mikir ke depannya. Aku tau bella aku salah.”
“iya, iya kamu gak usah nyalain diri kamu kaya gini. Kita jalanin aja ya hidup kita masing-masing. Toh kalo kita jodoh. Pasti kita akan disatuin lagi. Ingat aku gak mau jadi beban kamu. Terimakasih selama ini kamu udah buat aku tegar.”
“iya, mafin aku ya makasih juga kamu selama ini udah buat aku semangat dan kamu bukan beban buat aku ,tapi penyemangat aku.” 
*** Pagi ini suasana begitu mendung tak seperti hari biasanya begitu cerah. Bella pagi-pagi gini sudah kesekolah . karna dia beniat untuk minta maaf soal kemaren sama afa. Di cobanya tadi malam nomernya afa disms, di tlp berkali-kali tidak aktif dan tidak bisa di hubungin sama sekali.
“bella…” panggil dina sahabatnya
“iya din.”
“tumben amat udah dateng ? biasanya pas bel ataupun sesudah bel lo baru dateng? Hahaha.” Ejek dina pada bella sahabatnya
‘’iya din…”
“lo kenapa sih? Gue salah ngomong ya? Kok murung gitu sih say?” Tanya dina menyelidiki
“iya, lo liat afa gak? Kok jam segini dia belom dateng?”
“afa? Gue gak liat. Bukannya dia mau pindah ya ke solo? jadi dia gak masuk.”
“apa?” bella tersentak kaget
“iya, masa lo gak tau sih. Kan konon katanya bokapnya pindah-pindah tempat tinggal terus , maklum lah namanya juga orang kaya. Dan rumahnya katanya juga banyak. Ada dimana-mana, Lagian masa lo gak tau dia kan yang sekarang menjadi hot topic di sekolah kita.”
“iya, iya… gue tau kalian pada nge fans sama dia.tapi gue gak pernah mandang dia dari luar dan gue gak seperti kalian. emangnya kapan dia mau pindah? . Masa baru masuk udah mau pindah lagi.”
“yaa mana gue tau. Tapi kata si lolla noh fans beratnya yang punya mata-mata banyak, katanya dia pindah nanti malem.”
“apa? Okelah pulang sekolah gue mau kerumahnya.”
“apa? Sejak kapan lo tau rumahnya ? lo tau rumah afa ? kok lo ga pernah cerita sih?”
“lo jangan berisiiiiiiiiiiiiik tar mereka pada denger. Cukup lo aja yang tau. Jadi gini ceritanya, waktu lo gak masuk-masuk sekolah dia minta duduk bareng sama gue. Udah gitu 3 hari yang lalu dia ngajak gue jalan. Dan ternyata itu ke rumahnya. Terus dia ngajakin gue ke taman rumahnya . yaa ngobrol-ngobrol aja sih, tapi gue liat dia hobi banget main basket. Terus dia ngajak gue main basket. Dan kemaren sore dia ngajak gue jalan lagi. Katanya mau ngomong suatu hal. Tapi gue gatau apa? Abisnya bersamaan dengan si avi? Lo tau avi kan? Mantan yang gue sayang banget ngajak gue balikan lagi tadi sore. Dia nyeritain semuanya sama gue din. Gila kan? .”
“ckckck,, beruntung kali nasibmu bella. Afa, avi mereka itu sama – sama makhluk ganteng.. yaa kalo menurut gue mendingan lo sama afa deh haha..” ledek dina pada bella
“hemm, mungkin emang ada suatu hal yang penting emang dia mau omongin sma gue. Tapi gue gatau apa. Makanya pulang sekolah ini gue mau kerumahnya. Oh iya jangan sampe lo kasi tau ke yang lainnya oke. Gue tau lo sahabat yang baik.”
…..
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Bella segera merapikan buku-bukunya dan segera pergi menuju rumah afa
“din, gue balik duluan ya. Sorry. “
“okeh.. ati-ati say.”
Bella terus melihat jam tangannya dia sedang menunggu bis di halte sekolah. Tapi bis pun tak juga datang.
“hai bella,” sapa seorang lelaki
“iya.. mau kemana vi?” Tanya bella
Sikap mereka berdua seperti biasanya seperti mereka yang memang sudah kenal akrab. Dan mereka berdua seolah-olah melupakan kejadian dasyat tadi sore saat di puncak.
“yaa.. mau ngiter-ngiter aja di jakatra abisnya gue kangen Jakarta. Lusa gue mau balik lagi ke pesantren . yaa seperti apa nasihat lo kemaren malem.”
“okeh kalo gitu, belajar yang bener ya.”
“lo sendiri mau kemana atuh?”
“gue? Gue lagi nunggu bis lama banget.”
“mau gue anter? Itupun kalo lo mau.”
“heemm. Oke deh.”
“ayok naik , pegangan awas nanti jatuh.”
Mereka pun segera meninggalkan halte bis sekolah. Sebenarnya alasan avi adalah memang untuk bertemu dengan bella. Dan memang dia ingin menjemputnya seperti dahulu saat mereka pacaran.
“bella. Mau di antar kemana?”
“ke jalan kelapa gading.”
“mau ngapain sih bella? Okeh gue anter kesana. Pulang mau gue jemput lagi?’’
“heem makasih sebelumnya tapi kayanya gak deh. “
“okeh baik. hati2 aja.. “
Setelah beberapa menit di perjalanan merekapun sampai di jalan kelapa gading tepatnya di perumahan elit itu. avi pun menuruni bella di depan perumahan itu.
“daa avi..” bella melambaikan tangan tanda teriimakasih padanya
Setelah kepergian arvi dan suara motor nya tak terdengar lagi, bella pun memasuki area perumahan itu. banyak sekali rumah-rumah elit berada di situ. Dia hampir saja lupa jalan untuk pergi kerumah afa. Yang iya ingat hanya bunga matahari yang menjulang tinggi dekat area taman.
Bella pun pergi ke arah taman itu. memang disana sepi. Perumahan itu setiap siang sepi dan memang sepi hanya ada mobil yang keluar masuk rumah tersebut. Bella pun duduk di dekat area taman. Mengingat kembali dahulu dia pernah bermain basket bersama afa disini. Di tempat ini. Dan ternyata bella selama ini baru menyadari kalo masih ada seseorang yang care sma dia selama ini. Setelah beberapa menit bella menikmati suasana taman itu bella pun tertidur disana. Afa pun datang.
“haii… hai… “ di usap rambutnya yang panjang itu
“hai, bangun” di rebahkannya kepala bella di pundak cowok itu
Bella pun terbangun dari tidurnya
“hemm afa? Ini afa kan ? Udah lama disini ? kok lo tau gue disini?”
“iya, aku liat kamu sebenernya dari awal kamu masuk perumahan aku. Tadi aku lihat kamu ke taman ini. Awalnya aku gak mau nemuin kamu. Tapi aku liat kamu pulas tidur disini jadi aku samperin kamu.”
“hemm hehe jadi malu .”
“iya gak apa-apa kok. Ada apa kamu kesini?”
“aku mau nyusulin kamu, kenapa kamu gak masuk sekolah sih tadi ? oh iya apa bener kamu juga mau pindah sekolah lagi ke solo?”
Afa hanya diam membisu, memandangi lapangan basket tepat di depan matanya.
“hai………., jawab dong fa.”
“iya,.. iya… aku memang mau pindah ke solo. Kemaren aku ngajak kamu jalan karna aku mau bilang ini sama kamu. Tapi aku tau kamu ada urusan sama si arvi cowo itu. kalo boleh tau memangnya dia siapa kamu. Soalnya aku liat dimata kamu ada kerinduan dan penyesalan yang mendalam dan kamu lebih pilih jalan sama dia di banding aku.”
“avi itu mantan aku fa. Dulu avi memang yang selalu ada di hati ku, mengisi hari-hariku dengan senyumannya , perhatiannya, candanya, juga ke ikhlasannya untuk menjagaku.. dia buat aku nyaman bersamanya, dulu posisinya nomer 1 di hatiku. Namun sekarang telah berbeda, dia buat aku kecewa, dia membuat aku bersedih, hingga dia tinggalkan sebuah kenangan untukku kenangan yang selalu ada di hatiku, menggoreskan luka yang membekas di hati kecilku. Memberikan lukisan sejarah dalam hidupku, yaa lukisan yang tak mungkin terlupakan dalam hidupku . kenangannya bersama ku, akan selalu ada di dalam hidupku juga hatiku. Hingga sampai sekarang aku susah untuk menjalani semuanya, sampai aku temukan dirimu, senyummu, tawaku , kecerianku kini kembali… kau lah yang mengembalikann semua ini.. kaulah sekarang yang terindah kan selalu terindah di hatiku.. jangan pergi.. akuu cinta kamu ..”
Bella pun menangis air matanya berjatuhan. Tak bisa iya tahan semua ini.
“bella, bella jangan nangis.” Afa menghapus air matanya bella
“afa mau Tanya, apa bella beneran sayang sama afa?”
“iya bella sadar.. bela sadar… bella gak mau kejadian dulu terulang lagi. Orang yang bella sayang ninggalin bella tanpa alasan. Dan si avi baru ngasih taunya sekarang tentang semuanya.. kemarin avi juga ngajak balikan bella. Tapi bella tolak.. bella gak mau. Bella sayang dan cinta sama afa. Begitupun afa , mau pergi ke solo tapi bella gatau.”
“iya, iya mafin afa ya… Gak ngasih tau kamu lagi. Lagian afa kira bella gak peduli dengan kepergian afa . jadi, buat apa afa ngasih tau bella.”
“afaa…… bella tuh peduli sama kamu. Tadi malam bella telepon, sms gak juga di bales . bikin khawatir tau ga?”
Afa mencubit pipi bella yang chubby itu. afa pun memeluk bella
“iya, afa sengaja matiin telepon.. kamu tau kenapa? Anak-anak satu sekolah pada berisik nelponin aku, sms juga berulang kali. Mereka semua udah tau tentang ke pindahan aku ke solo. Dan Cuma kamu doang yang gak tau sayang.”
Afa pun memeluk bella.. dan membisikkan bella di satu daun telinganya
“bella…. Aku cinta kamu, aku sayaaaaaanggg banget sama bella. Aku suka sama bella dari awal aku masuk kelas itu. selama ini gak ada yang bisa buat hidup ku bahagia kaya gini. Kamu beda dari cewek yang lainnya. Dan aku tau kok kamu itu baik. Aku bener-bener sayang kamu bella. Dari detik ini, hingga nanti… tunggu aku ya sayang.. aku pasti kembali :,) …
Bella hanya bisa menangis di pelukannya dan terhanyut di salam suasana taman yang indah itu, taman itu menjadi saksi kisah cinta mereka berdua .. hanya kesunyian, sepi, hening dan hembusan angin yang menambah suasana romantis saat ini..
Bella pun membisik
“aku… percaya kamu, aku akan tunggu kamu sampai kau kembali.”
“aku percaya kok. Jangan nakal ya sayang disini. Aku pasti nemuin kamu disini. Di tempat ini. Di taman ini di lapangan basket ini. Aku sayang kamu.”
_ Selesai _
BIODATA PENULIS : PUTRI AYU PASUNDAN
FB :Puteri Pasundan

Random Posts

  • Cerpen Cinta dan Persahabatan: Dari Sebuah Diary Hati

    Dari Sebuah Diary HatiCerpen karya Andri Rusly“Tak Kan Pernah Ada” masih mengalun dari MP3-nya Andre. Mulutnya ikut komat-kamit mengikuti irama lagunya Geisha. Hmm, kelihatannya Andre begitu menjiwainya. Kenapa nih anak jadi termehak-mehek begini ya? Memang ada yang lain dalam diri Andre. Setelah setahun persahabatannya dengan Rere berjalan. Susah senang dilaluinya bersama. Rere memang sahabat yang baik dan manis. Mang begitu kok kenyataannya. Bukannya Andre berlebihan dalam menilainya. Sahabat yang di saat duka selalu menghibur dan di saat suka selalu hadir tuk berbagi tawa. Rere pernah bilang kalo semua saran Andre selalu diturutin dan begitupun sebaliknya. Pokoknya di mana ada Andre di situ ada Rere. Begitulah hampir setiap ada kesempatan mereka selalu pergi bersama-sama. Gak ada pikiran yang “aneh”. Gak ada perasaan apa-apa termasuk cinta!.Tapi kenapa Rere sampai saat ini belum juga punya cowok ? Padahal kalo dipikir-pikir Rere gak sulit untuk mendapatkan cowok. Mang sih Rere adalah tipe cewek yang sulit jatuh cinta. Gak sembarangan Rere menilai seorang cowok. Ya memang, inilah yang membuat Andre takut. Takut perasaannya hanya akan menjadi permainan waktu semata. Waktu yang entah sampai kapan akan membuat Andre terombang-ambing oleh cinta. Apakah ini cinta? Ya, ini adalah cinta. It must have been love kata Roxette. Ah, Andre terus memendam perasaannya. Sampai-sampai suatu ketika Andre dikecam oleh perasaan cemburu. Perasaan yang dulu gak pernah ada kini muncul. Cemburu saat Rere menceritakan kalo ada cowok yang naksir padanya. Apakah cemburu pertanda cinta? Kata orang cemburu tidak mencerminkan rasa cinta tapi mencerminkan kegelisahan. Aduh, Andre makin ketar-ketir aja dibuatnya. Andre benar-benar gelisah. Lama-lama tersiksa juga batinnya. Ada keinginan yang harus diutarakan. Tentang masalah perasaan Andre yang gak karuan tentang Rere. Cuma gak ada keberanian. Andre takut kalo Rere membencinya. Ini gak boleh terjadi.Kemudian akhirnya Andre berusaha untuk melupakannya tapi gak bisa, malah rasa sayang yang semakin membara. Apakah salah kalo Andre ingin menjalin hubungan yang lebih hangat bukan hanya sebagai seorang sahabat? Hmm, Andre harus berani. Harus berani ambil segala resikonya.“Rere, aku mencintaimu” kata Andre akhirnya setelah sekian lama dipendamnya. “Aku akan serius ma kamu dan mau menyayangimu seutuhnya”.Ia pandangi wajah Rere. Gak ada amarah di wajahnya yang ada hanya tangis. Ups, Rere menangis. Andre makin bertanya-tanya. Baru kali ini Andre melihat Rere menangis.“Kenapa Re? Apa kata-kata ku nyakitin perasaan kamu?”Rere menggeleng. Sambil masih terisak ia coba menjelaskan ke Andre. Andre siap mendengarkan jawaban Rere. Apapun itu meskipun kata “tidak” sekalipun. Dan benar juga, kata tidak yang terlontar dari mulutnya. Ya, Andre harus menerimanya. Sepeti kata Eric Segal dalam bukunya, “Cinta berarti kamu takkan sekali saja melafalkan kata sesal”. Rasanya dada terasa mau jebol, gerimis serasa hujan badai. Sepinya malam itu terasa lebih sunyi seolah hanya mereka berdua saja di alam ini. Tak ada suara hewan atau serangga yang meramaikan bumi.“Maafin aku ya, Ndre?” tangan Rere menggenggam jemari Andre. Andre terdiam. “Kamu pasti kecewa ma jawabanku, ya? Tapi itu bukan berarti aku gak ada ‘rasa’ ma kamu. Aku hanya takut perasaan ini hanya ilusi aja”.“Re, Jika cinta ini beban biarkan aku menghilang. Jika cinta ini kesalahan biarkan aku memohon maaf. Jika cinta ini hutang biarkan aku melunasinya. Tapi jika cinta ini suatu anugerah maka biarkanlah aku mencintai dan menyayangimu sampai nafas terakhirku” Andre tetap gak yakin akan perasaannya. Andre merasa Rere akan meninggalkannya selamanya. Kemudian dipeluknya Rere erat-erat. Dibelainya rambutnya dengan penuh kasih sayang.“Aku gak mau kehilangan sahabat yang begitu baik” kata Rere masih dalam pelukan Andre. “Biarlah hubungan kita tetap terjalin bebas tanpa terbatas ruang dan waktu. Lagipula perjalanan cinta kita nantinya bakal abadi, atau malah putus di tengah jalan? Persahabatan bisa jadi awal percintaan tapi akhir dari suatu percintaan kadang malah menjadi permusuhan. Dan aku gak mau itu terjadi pada kita, Ndre”Andre mulai merenungi kata-kata Rere. Dilepaskannya pelukannya kemudian dipandanginya wajah Rere dalam-dalam. Ternyata Andre masih bisa menikmati senyum manis Rere. Masih bisa merasakan sejuknya tatapan Rere. Ia gak mau kehilangan semuanya itu.“Aku rela menjadi lilin walau sinarnya redup tapi gak habis dimakan api bisa memberi cahaya dan menerangi hatimu” kata Andre sambil menyeka air mata di pipi Rere.“Iya, Ndre. Soalnya hati hanya dapat mencintai sekejap. Kaki cuma bisa melangkah jauh dan lelah. Busana tak selamanya indah dalam tubuh. Tapi memiliki sahabat sepertimu adalah keabadian yang tak mungkin kulupakan” begitu pinta Rere disambut senyum Andre. Mereka saling berpelukan lagi. Tanpa beban tanpa terbatas ruang dan waktu. Hmm… apa bisa Andre menyimpan rapat-rapat perasaannya berlama-lama ? Only time will tell…*****

  • Cerpen pendek ‘He is my love’

    Inget cerpen pendek sang idola yang sudah admin posting sebelumnya? Nah, setelah admin baca ulang cerpen He is my love ini admin baru ngeh kalau ternyata temanya sama. Ck ck ck. Tapi nggak papa lah, namanya juga fiksi. So, buat yang mau baca bisa langsung ke bawah aja ya."Ya udah, gue pulang dulu ya?""Iya, hati -hati di jalan. Da…" balas Irma sambil melambaikan tangannya. Mengantarkan kepergian Rey, sang kekasih setelah seharian ini jalan – jalan. Yah mumpung hari minggu, libur sekolah. Kalau nggak kapan lagi punya waktu buat kencan. Bener gak?Setelah sosok Rey beneran hilang dari pandangan barulah ia melangkahkan kaki masuk kedalam rumah. Sambil terus melangkah mulutnya tak henti bersenandung kecil. Melantunkan lagu – lagu Cinta. Ciri khas orang yang sedang kasmaran.Begitu sampai di kamar segera ia rebahkan tubuhnya di atas ranjang. Orang tuanya sedang keluar. Itu artinya ia di rumah sendirian, maklumlah anak tunggal. Setelah berpikir – pikir untuk beberapa saat segera di keluarkan hape dari dalam tasnya. Mencari id contak atas nama Vieta, sahabat terbaiknya. Biasalah cewek kalau ada apa – apa kan memang demen curhat. Tak terasa satu jam telah berlalu. TM alias TalkMania kartu 'As' nya juga sudah ludes. Mau tak mau pangilan itu harus ia putuskan. Sebagai anak sekolahan ia memang harus belajar hemat, secara uang saku juga masih nyadong sama orang tua. Untuk sejenak Irma memandangi benda elektronik yang ada di tangannya dengan kening berkerut. Dalam hati ia bergumam. Satu jam yang telah berlalu dengan sia – sia. Karena rencannya untuk curhat gagal berantakan. Justru ia yang di jadikan ajang curhat oleh sahabatnya yang satu itu yang 'katanya' sedang naksir seseorang.Setelah berdiam untuk beberapa saat, akhirnya Irma bangkit berdiri. Sebentar lagi ortunya pasti juga akan segera pulang. Lagi pula sepertinya tubuhnya juga perlu penyegaran. Tak lupa di sambarnya handuk sebelum kemudian ia menghilang di balik pintu kamar mandi.Keesokan harinya seperti biasa Irma berangkat kesekolah. Awal pagi yang cerah tiba – tiba terasa suram saat matanya mendapati raut berbinar di wajah Vieta. Gadis itu langsung bisa mendebak kalau acara curhatanya kemaren pasti masih ada lanjutanya. Persis seperti cerpen berseri yang akan terus berlanjut yang di tulis oleh salah satu teman dunia mayanya, Ana merya."Iya Irma, pokoknya dia itu keren banget. Gue sekarang jadi percaya kalau love at first sight itu beneran ada."Irma hanya mampu tersenyum hambar yang benar – benar terasa hambar. Sebuah senyuman yang dipaksain. Secara kalimat itu sudah lebih dari dua puluh kali di ulang – ulang oleh sahabatnya. Sampai – sampai ia merasa itu kalimat sudah sangat familiar di telinga."Terus kenapa kemaren nggak langsung loe tembak aja," komentar gadis itu ngasal."Ya ela, loe pikir gue udah gila apa. Masa baru kenalan gue langsung nembak dia. Lagian belum ada sejarahnya cewek nembak duluan," bantah Vieta sebel."Sapa bilang, ini kan udah jaman emansipasi wanita. Sah – sah aja donk. Lagian bukannya sejarah nabi kita, bunda Siti khadijah duluan yang melamar?" sambung Irma lagi.Sejenak Vieta bungkam, dalam hati ia membenarkan ucapan sahabatnya itu. "He he he…. ia juga sih. Tapi tetep aja gue nggak bisa nembak duluan. Bisa di kira gila beneran gue.""Bukannya loe emang udah gila dari sononya ya?"Dengan cepat sebuah jitakan mendarat di kepala Irma atas balasan ucapannya barusan. "Eh, Gimana acara kencan loe kemaren?" tanya Vieta mengalihkan pembicaraan. Benar – benar langkah yang bagus, karena wajah Irma langsung sumringah mendengarnya. Sekaligus juga membatalkan niat untuk membalas jitakan yang di terimanya barusan."Ah… Pokoknya seru banget. Ternyata dia itu orangnya romantis. Gue kan jadi makin cinta sama dia," kata Irma sambi tersenyum membayangkan ucapanya barusan."Bukannya dulu loe bilang, si Jhon Jilidsatu. Pacar loe yang loe bilang memiliki history nama rada nggak jelas gitu orangnya ngebosenin ya?" tanya Vieta terlihat bingung. "Ya ela. Si John mah udah gue tendang dua minggu yang lalu kaleeee…""HA?" Mulut Vieta mangap selebar – lebarnya, Irma hanya menangapinya dengan tatapan sinis sekaligus mencibir. Dalam hati ia mencibir, lebay banget si nie orang?"Bukannya loe baru jadian tiga minggu yang lalu ya?" sambung Vieta lagi."Emang… Tapi karena dia nya ngbosenin mending gue cari yang baru," balas Irma santai."Astaga, loe bener – bener deh," Vieta kehilangan kata-kata dan tampak menggeleng – gelengkan kepala tak percaya.***"Irma, loe harus bantuin gue, kalau nggak gue bisa patah hati beneran nie.""Apa lagi si?" tanya Irma sambil menutup bukunya dengan kesel. Apa nggak cukup hampir seminggu ini ia menjadi pendengar setia tentang kisah sang pangeran berkuda putih ala Vieta?"Gimana donk. Gue beneran naksir berat sama dia.""Ya udah kalau gitu loe aja yang nyamperin.""Tapi dia udah punya pacar.""Terus?""Masa terus. Ya gue harus gimana. Loe kasi saran kek. Nggak setia kawan banget si mentang – menatang dia udah punya pacar," gerut Vieta sebel."Ya ela, emang kenapa kalau dia udah punya pacar. Belum nikah ini. Yang udah nikah aja bisa cerai kok. Gitu aja ribet.""Maksut loe, gue harus ngerebut dia gitu?" Vieta tidak yakin akan apa yang baru saja di dengarnya. Irma hanya membalas dengan anggukan kepala mantab."Eh, gue belum sejahat itu kali," tolak Vieta lagi."Belum bukan berarti enggak kan?" pangkas Irma cepat."Tapi masa gue harus ngerebut pacar orang?" tanya gadis itu ragu."Salah siapa naksir sama orang yang jelas – jelas udah punya pacar," Irma dengan santai main nyablak. "Lagian nie ya gue pernah denger orang bilang kalau dalam perang dan cinta semuanya sah – sah aja," Irma sok – sokan menasehati."Lebay… Lagian siapa juga yang mo perang.""Eh non, kalau sampe beneran berani ngerebut pacar orang kalau bukan ngajakin perang terus apa namanya?""Udah tau kayak gitu, ngapain loe ngasih ide begituan ke gue?""Dari pada loe patah hati terus bunuh diri," kata Irma cepat dan langsung mendapat hadiah jitakan di kepalanya."Loe kalau ngomong nggak ngenakin banget.""Kalau mau yang enak, beli in gue kentang goreng," gerut Irma sebel sambil mengusap – usap kepalanya yang terasa berdenyut. Udah jelas – jelas tadi minta saran, giliran di kasi tau bener – bener walau sarannya jelas gak bener (???) eh, malah dijitak. Siapa yang nggak kesel coba."Emangnya loe nggak takut kena karma?" tanya Vieta setelah terdiam beberapa saat."Maksutnya?" kening Irma tampak berkerut tanda bingung."Ya ngerebut pacar orang. Loe nggak takut ya kalau nanti pacar loe juga di ambil orang?""Huwahahahaha…." Irma langsung ngakak mendengar pertanyaan yang dianggapnya super konyol."Apa ada yang lucu?" gantian kening Vieta yang berkerut melihat sahabatnya masih tertawa. Menurutnya tidak ada yang lucu di sini."Ampun deh…. Loe ini ada – ada aja. Sejak kapan hukum karma bisa di pindah tangankan? Yang rencananya mau ngerebut pacar orang kan elo. So, yang harus kena karma elo donk. Nggak ada urusannya sama gue," terang Irma panjang lebar sembari berusaha menahan tawanya."Yah, tapi kan itu ide loe.""Baiklah…. Gue tarik lagi ide gue tadi. Dan elo sebaiknya siap – siap aja patah hati," selesai berkata Irma segera bangkit berdiri. Siap – siap mau pergi."Eits, tunggu dulu. Oke, Gue ikuti saran loe. Besok gue akan ajak dia ketemuan. Gue akan bilang kalau gue suka sama dia. Tapi…. Loe harus nemenin gue.""Oh tidak bisa….. Besok itu hari minggu, jadwal gue kencan" Tolak Irma cepat."Jadi loe nolak nemenin gue nie?" tanya Vieta dengan nada datar. Super datar. Tapi tatapan matanya itu lho, Sumpah bikin merinding. Akhirnya dengan amat sangat berat hati Irma mengangguk walau dalam hati terus merutuk. Dia punya salah apa di kehidupan sebelumnya sampai – sampai bisa punya sahabat yang menyeramkan seperti ini. Dan keesokan harinya seperti yang di janjikan, walau dengan berat hati Irma akhirnya menemani Vieta untuk melakuan aksinya."Loe yakin dia bakal datang?" tanya Irma sambil menyesap jus mangganya. Sudah hampir sepuluh menit ia dan Vieta duduk di caffetaria itu menunggu orang yang di taksir Vieta. Tapi yang di tunggu belum menampakkan batang hidungnya."Katanya si iya.""Kalau sampai dia nggak datang beneran gue bunuh loe," ancam Irma serius. Apalagi ia sudah bela – belain membatalkan acara kencan rutinnya pada hari minggu hanya untuk menjadi 'obat nyamuk' sahabatnya itu."Dari pada loe ngancem , mending loe kasih suport ke gue. Gila, gue beneran deg degan banget. Mending kita batalin aja yuk?""Setelah gue batalin rencana kencan gue, loe mau ngebatalin ini? Coba aja kalau loe berani?" geram Irma tapi Vieta sama sekali tidak mendengarnya karena matanya sudah terlanjur terpaku kearah pintu masuk dimana tampak ada seseorang yang mulai melangkah masuk."Irma bantuin gue sekarang, dia udah datang . Gue harus gimana?" kata Vieta terlihat panik."Ha? Benarkah? Yang mana orangnya?" tanya Irma sambil berbalik karena kebetulan posisi duduknya tadi membelakangi pintu."Itu yang baru masuk. Ya ampun, kalau sampai gue di tolak, gue yakin gue beneran patah hati," Keluh Vieta sementara Irma melotot menatap sosok yang ditunjuk sahabanya."Maksut loe yang pake kemeja hitam itu?" tanya Irma tampak tak percaya. Vieta hanya membalas dengan anggukan karena gugub yang tiba – tiba menyerangnya."Astaga Vieta, kalau sampai dia nerima elo, gue yang patah hati.""Maksut loe?" Tanya Vieta binggun."Dia itu Rey, pacar gue," sahut Irma lirih tapi bagi Vieta itu bagaikan suara petir di siang bolong disaat hari sedang cerah – cerahnya."APA?!"."Bruk…..".Hal terakhir yang Vieta ingat adalah suara riuh penghuni Cafe yang mendapatinya tergeletak pingsan di lantai.END..Detail CerpenJudul cerpen : He is My lovePenulis : Ana MeryaPanjang cerita : 1487 wordsGenre : RemajaKategori : Cerpen Pendek

  • THE SECRET OF LOVE

    THE SECRET OF LOVE“Jika engkau merasakan cinta pada seseorang, katakanlah. Berani. Jujur dan jangan ragu. Tapi, jika tidak, ucapkanlah dengan tegas bahwa engkau tak menyukainya.”Kata-kata yang selalu terngiang dan telah terpatri di kepalaku sebelum aku bertemu dengan gadis ini. Gadis manis, berwajah mungil dan berlesung pipi. Gadis elok yang telah mencuri hatiku dan menyimpannya, hingga tak dapat aku temukan pecahan hatiku. Gadis yang mampu membuatku tak mampu berkata-kata. gadis yang mampu membuatku tak dapat mengingat kata-kata yang selama ini telah bersarang di kepalaku. Aku tau, mungkin aku sudah gila atau apalah itu. Aku tak ngerti dan tak paham dengan apa yang sedang kualami sekarang. Yang ku tau hanya aku ingin bersama, menggenggam tangannya dan melindunginya. Aku ingin menjadi seseorang yang mampu menjadi penopang hidupnya. Pengobat rasa sedihnya.Gadis manisku. Aku ngerasa kamu hanya impian yang tak dapat kugapai. Aku ngerasa tangan ini tidak sanggup untuk meraih tanganmu. Seandainya engkau tau, aku disini menunggumu, menantimu untuk mengambil setengah hatiku yang telah kau curi. Aku ingin kau ada disini, menemaniku. Hidup bersamaku di sisa umurku. Kututup diaryku, sambil terus membayangkan gadis manisku. Kulihat waktu telah larut malam. Beranjak ku menuju tempat tidur. Aku ingin istirahat dan memimpikan gadis itu. Walau hanya mimpi, aku ingin bertemu gadis itu lagi. Mengobrol dan melihat senyumnya yang mampu membuatku terpana. Kupejamkan mata sambil terus dan terus membayangkan wajah gadis manisku. Hingga lelap dan pulas.* * *“Satria….. cepat bangun. Kamu tak pergi melukis hari ini????”Samar-samar kudengar suara mama yang memanggilku. Dengan berat dan perlahan kubuka mata yang terpejam ini. Kucari-cari jam yang biasa kuletakkan di meja samping tempat tidurku. Betapa kagetnya aku ketika jarum jam telah menunjukkan pukul 09.00, yang artinya aku telah terlambat setengah jam untuk memulai aktifitas rutinku. Membantu orang yang ingin memiliki potret diri. Segera aku mempersiapkan diri dan berangkat menuju tempat yang biasa kugunakan untuk melukis.Hari masih pukul 09.00, namun sinar matahari sangat menyengat. Kususuri jalan yang ramai itu dengan peralatan lukis yang tersampir di pundakku dan sebuah lamunan di sepanjang jalan.Ya, inilah aku. Satria seorang pelukis jalanan. Seorang pelukis yang kesehariannya hanya untuk melukis orang-orang tanpa dibayar. Kadang aku mendengar orang-orang di sekitarku berkata, untuk apa aku melukis tanpa dibayar, hanya buang-buang waktu aja. Tapi aku senang dan menikmati kehidupanku ini, karna aku sadar hidupku tinggal sebentar lagi. Aku ingin hidupku berguna untuk orang lain. Walaupun aku sadar aku lemah, namun ada sesuatu yang mampu membuatku semangat menjalani kehidupanku ini.“Satria.”Inilah seseorang yang mampu membangkitkan semangatku untuk hidup. Seseorang yang juga mampu menggetarkan hatiku. Tara. Dialah gadis manisku yang hanya menjadi impian dalam hidupku. Tara adalah sahabat kecilku. Dia yang selalu menghibur dan memberikan semangat hidupku. Sebagian masa kecilku, kuhabiskan hanya untuk bersamanya. Aku tidak pernah menyangka, perasaan yang awalnya hanya sebatas sahabat berkembang menjadi rasa cinta yang sangat dalam. Tara tidak pernah tahu perasaanku ini. Aku berusaha menyimpannya rapat. Aku tidak pernah ingin Tara tahu rasa cinta yang tumbuh dalam hati. Aku tak ingin hubungan persahabatan ini hancur hanya karna cinta. Aku tak pernah ingin jauh darinya, karna hanya dia penopang hidupku.Kulihat Tara berjalan menghampiriku sambil melambaikan tangannya yang mungil. Di sampingnya berjalan pula seorang pria yang menggandeng tangannya. Donny. Pria yang berarti dan berharga baginya. Pria yang juga aku kenal sebagai salah satu teman satu jurusannya. Dia pria yang baik dan menyayanginya sepenuh hati, aku senang Tara mendapat pria seperti dia.“Hai…., Sat. Boleh tidak kami minta kamu buat melukis kami berdua????? Aku suka sekali sama lukisanmu.”, rengek Tara.“Bener Sat. Aku dengar kamu jago banget melukis. Pasti keren sekali ntar hasilnya.”, kata Donny menambahkan. “Kalian itu tak usah memujiku seperti itu, nanti aku bisa jadi besar kepala.”, jawabku. “Baiklah. Aku akan lukis kalian sebagai hadiah dariku kar’na kalian baru jadian. Ayo duduk di kursi itu. Aku akan mulai melukis.”, lanjutku.Mereka pun menuju kursi yang aku sediakan. Rasanya ingin menangis dan berteriak sekencang-kencangnya melihat gadis manisku dipeluk pria lain. Ingin sekali aku merebutnya dari tangan pria itu dan memeluknya. Namun, segera kutepis semua pikiran itu jauh-jauh dan mulai melukis. Pertama kalinya aku merasa sakit dan perih sekali saat melukis, biasanya tak pernah sekalipun rasa ini melingkupiku saat aku melukis. Biasanya aku melukis dengan gembira dan senyuman. Karna aku cinta melukis. Akhirnya lukisanku selesai.“Gimana lukisannya?????”, Tanya Tara sambil menghampiriku.“Bagus sekali. Kamu selalu cantik sekali walau hanya dalam lukisan.”, gumamku.“Apa Sat?? kau bicara apa barusan??? Aku tak dengar.”, tanyanya.“Kalian pasangan yang serasi.”, jawabku sambil tersenyum pada mereka.“Terima kasih.”, ujar mereka berbarengan.* * *Sejak hari itu, aku tak pernah bertemu Tara. Dia selalu sibuk dengan pacar barunya. Aku tak kan bisa marah, kar’na setiap kali aku lihat senyumnya saat bersama Donny, aku akan bahagia. Aku telah memutuskan. Aku ingin menjauh darinya. Aku ingin menjaga hatiku. Setiap kali aku melihatnya dari jendela kamarku, aku selalu ingin memeluknya sambil mengucapkan betapa besar rasa cintaku untuknya. Aku harus pergi dari sini. Aku akan menuju tempat dimana aku tak bisa bertemu lagi dengannya. Aku ingin lari dengan kenyataan ini. Aku akan membawa penyakitku bersamaku.1 TAHUN KEMUDIANMentari sangat hangat, seperti hatiku sekarang. Kicau burung yang indah juga telah membangkitkan semangatku. Ya. Disinilah aku. Di tempat yang paling indah yang pernah aku kunjungi. Tempat yang mampu mengembalikan semua semangat hidupku. Pulau Lombok. Pulau yang memiliki keindahan alam yang indah dengan pantai yang terbentang luas. Tinggal selama 1 tahun disini, membuatku merasa semua kepenatan, kesedihan dan keterpurukan hilang diterpa ombak. “Den Satria……. Ada telpon dari teman Anda.”, teriak Mang Ujang. Seorang pria tua yang membantuku sejak aku tinggal disini.“Dari siapa Mang?”, tanyaku.“Kalau tak salah, dari emm….. Tara. Oiya, dari Non Tara. Katanya teman Anda di Jakarta.”, jawabnya.Aku kaget. Hancur sudah pertahanan hatiku saat ini. Gadis manis yang kuputuskan untuk kulupakan dengan tinggal disini meneleponku. Aku terima gagang telepon yang Mang Ujang sodorkan padaku. Aku takut. Aku takut banget.“Halo.”, sapa seseorang di seberang sana.Aku tak tau mesti gimana. Aku ingin membuang telepon ini, tapi aku juga rindu pada pemilik suara ini. Akhirnya aku tersadar bahwa seseorang di seberang sana sedang menunggu jawaban dariku.“Halo, Tara.”, jawabku.“Ha….. benar ini kau Satria. Satria temanku. Satria pelukis jalanan.”, ujarnya dengan semangat.“Benar. Selama kau masih punya satu nama Satria dalam hidupmu selama aku tinggal jauh darimu.”“Aku rindu kau, Sat.” ujarnya lagi.Betapa kagetnya aku. Ternyata gadis manisku merindukanku. Saat ini rasanya aku sedang menembus awan dengan seekor burung rajawali yang kuat dan kekar. Jantungku seakan meloncat, hingga aku tak dapat menahannya.“Aku juga rindu kau, Tara. Sangat rindu.”, jawabku.“Kapan kau kembali kesini Sat??? Aku membutuhkanmu. Aku sendirian disini. Aku ingin kau ada disini.”, ujarnya sambil terisak.“Kau bohong, Tara. Kau telah memiliki seseorang yang selalu ada dan setia menjagamu. Bukankah selalu ada Dony disampingmu??, jawabku. “(menangis). Dony sakit, Sat. Sekarang dia lagi bertahan untuk hidup. Dia membutuhkan donor jantung. Aku takut, Sat. Hanya kamu yang bisa menyemangatiku saat ini. Aku butuh kamu.”Aku kaget luar biasa. Aku tak bisa membayangkan gadis manisku terpuruk saat ini. Bagaimana dia bisa melanjutkan hidupnya tanpa orang yang dia sayang. Tiba-tiba aku merasa kepalaku mulai sakit yang luar biasa. Sakit yang benar-benar menyiksa. Gagang telpon pun terlepas dari genggaman tanganku. Aku merasa tubuhku mulai terkulai dengan lemah. Samar-samar aku masih mendengar suara Tara memanggilku di seberang sana. KEESOKAN HARINYAAku bingung. Saat ku buka mata, aku hanya melihat sebuah ruangan yang semua dindingnya tertutup kain putih. Mataku mulai mencari-cari ke sudut-sudut ruangan. Kupaksakan untuk mengucapkan kata “mama”. Tapi yang keluar hanya sebuah gumaman yang tak jelas. Lelah dan letih memanggil, aku pun diam dan hanya menunggu.5 menit kemudian, aku mendengar suara pintu yang berderit. Aku melihat seorang suster yang mulai berjalan mendekatiku. Dia kaget melihatku telah sadar. Kupaksakan untuk mengeluarkan suara.“Mama.”, ujarku dengan lirih.“Anda ingin bertemu dengan Mama anda??”, ucap suster itu.“Mama.”Suster itupun keluar ruangan. Sesaat setelahnya aku melihat seorang wanita yang sudah paruh baya sedang menangis sambil berjalan mendekatiku.“Mama.”“Satria. Kau tidak apa-apa, Nak?”“Aku rindu Mama.”“Aku juga rindu kau.”“Ma, jangan menangis. Aku sedih melihat Mama seperti ini.”Kulihat Mamaku mulai membersihkan air mata di kedua matanya. Tampak kesedihan dan ketegaran di matanya. Sakit sekali. Aku merasa lebih sakit melihat Mamaku seperti ini daripada rasa sakit akibat penyakitku ini. Aku mulai terisak. Aku ingat semua pengorbanan yang telah Mama lakukan untukku. Pengorbanan yang seharusnya menjadi tanggung jawab dua orang. Aku ingat ketika Mama dengan sabar merawatku ketika kecil. Aku ingat ketika Mama menyemangatiku. Aku ingin selalu bersamamu Mama. Aku tidak ingin berpisah darimu. Aku sayang kamu, Mama. Maafkan aku Ma. Aku telah merahasiakan penyakitku ini darimu. Aku ingin selalu melihatmu tersenyum. Senyumanmu adalah obat yang paling aku harapkan di dunia ini. Maafkan aku Ma. Aku harus pergi meninggalkanmu. “Satria. Kenapa kau berbuat begini pada Mama, nak. Apa kau tidak menyayangi Mama lagi? Kenapa kau tidak memberi tahu Mama tentang penyakitmu?”Aku kaget. “Dari mana Mama tahu hal itu?”“Jadi semua itu benar, nak? Kau benar-benar sakit selama ini? Dan selama ini pula kau tidak memberitahu Mama?”“Ma, maafkan aku. Aku tak ingin melihat Mama sedih. Aku sayang banget sama Mama.”Tiba-tiba, aku merasakan sakit yang luar biasa lagi. Dan rasa sakit ini lebih menyakitkan daripada waktu itu. Aku berteriak kesakitan. Mama kaget dan segera berteriak memanggil Dokter. Aku masih mendengar suara tangisan Mama. Tangisan yang pilu. Di tengah rasa sakitku, aku ingat Tara. Aku rindu dia. Aku ingin bertemu dengannya. “Ma.”“Apa, nak? Apa yang kau rasakan saat ini?”“Ma. Maukah Mama melakukan sesuatu untukku. Tolong berikan jantungku untuk Dony. Dia kekasih Tara, Ma. Walaupun aku mati, aku ingin tetap bisa bersamanya. Tolong katakan juga padanya kalau aku sangat mencintai dia.”“Tidak, Sat. Kau tidak akan mati dan tidak akan pernah mati. Kau tidak akan meninggalkan Mama sendirian kan? Mama tak bisa hidup sendiri, Sat. Mama butuh kau disamping Mama.”“Ma. Tolong aku. Aku ingin bisa berguna walaupun aku sudah mati. Apa Mama ingin aku tidak bahagia disana?”“Sat. Kenapa kau berkata begitu. Mam tak tega mendengarnya. Tapi kalau itu keinginanmu, baiklah, Mama akan mengabulkan permohonanmu.”“Terima kasih Ma. Aku sayang Mama.”Pelan-pelan kututup mataku. Kurasakan hatiku mulai sejuk. Aku merasa terbang dengan damai, bahagia dan ketenangan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku terbang tinggi dan semakin tinggi. Aku melihat keindahan yang sangat luar biasa. Keindahan yang akan kekal selalu. Keindahan yang abadi.Jember, 16/06/201106.44 WIB

  • Cerpen Cinta Remaja: CINTA PADA SEBUAH MIMPI

    Cinta Pada Sebuah Mimpioleh: Andri RuslyCerpen.Gen22.net – Dialah Tiara atau biasa dipanggil Ara. Cantik, manis, dan pintar. Andre terkadang merasa minder apabila berada di dekat Tiara. Andre bisa dibilang beruntung sekali bisa dekat dan akrab dengan Tiara. Meskipun Andre agak telmi tapi Tiara tidak pernah bosan untuk memberikan advice atau nasehat-nasehat yang membuat Andre semangat dan bangkit kembali. Duh, Tiara di mata Andre adalah sebagai guru sekaligus cewek ‘super’. Belum ada yang bisa menandingi Tiara. Baru kali ini kayaknya Andre bisa menilai sosok cewek yang betul-betul baik dan sempurna. “Kau begitu sempurna di mataku kau begitu indah…..” begitu Andre menyanyikan lagunya Andra and The Backbone setiap Andre menghayalkan sosok Tiara di kamarnya.Sampai tidak terasa sudah setahun persahabatan mereka berdua, tanpa disadari ada perubahan dalam diri Andre. Tiara bukan saja sebagai teman. Tapi lebih dari itu. Entah darimana awalnya perasaan itu. Atau seringnya kebersamaan dapat menimbulkan cinta?“Bisa juga begitu Ndre” kata Jo suatu ketika mereka bertemu, ”karena sering bertemu bisa menimbulkan cinta. Tapi apa kamu nggak takut kalau persahabatan kamu rusak gara-gara cinta?” Jo mencoba memberi pandangan.“Iya juga tapi mau bagaimana lagi Jo? Cinta kan nggak bisa ditahan kapan mau datangnya?”“Benar, Ndre, kamu tahu nggak? Cinta adalah api yang dingin. Siapa yang mendekatinya tidak akan terbakar tetapi tertangkap”“Huu, omonganmu seperti profesor. Lagi encer, ya pikiran kamu?.”“Iya dong, memangnya kamu, Ndre! Tahunya cuma pacaran doang. Nggak tahu makna sebenarnya apa itu cinta ”“Halah Jo….ini juga kamu lagi kadang-kadang pinternya. Cuma gara-gara tadi makan bakso Malang aja, kan mangkanya pikiran kamu encer?”“Hahaha….!” Keduanya tertawa bersama melepas kejenuhan.Hari itu Andre merasa gelisah. Entah kenapa Tiara begitu kuat melekat dalam pikirannya. Andre mencoba untuk bersikap biasa seperti hari-hari sebelumnya. Huh, tetap tidak bisa juga. Sampai suatu ketika ada yang tidak beres terjadi pada Tiara. Tadi dia menelpon Andre dan cerita panjang lebar tentang perlakuan Toto. Andre panas mendengarnya, Andre cemburu. Berani-beraninya Toto nggodain Tiara. Menyakiti Tiara. Dalam kamus Andre adalah jangan sampai Tiara disakiti oleh siapapun.“Kamu tenang ya, Ra” bujuk Andre kepada Tiara. “Kamu gak usah terlalu sedih begitu. Kan masih ada aku”“Iya, makasih Ndre” Terdengar isak tangisnya tersendat-sendat dari seberang sana. Andre semakin trenyuh mendengarnya.Dimatikannya handphone. Dipikirkannya baik-baik cara membalas sakit hati Tiara. Hmm….Andre sudah gelap mata. Tangannya mengepal keras. Dan benar keesokan harinya Tiara mendengar kabar Toto sudah berada di rumah sakit. Mukanya babak belur, matanya bengkak, hidungnya berdarah dan masih banyak lagi. Tapi mengapa tiba-tiba Tiara datang ke rumah Andre malah melabraknya habis-habisan. Tiara marah besar kepada Andre.“Pokoknya aku nggak mau menganggap kamu sahabat aku lagi. Aku nggak mau meliat kamu lagi, Ndre. Kamu jahat!” begitu ancaman Tiara sambil meninggalkan Andre.Andre bingung. Belum sempat Andre bertanya kenapa, Tiara sudah pergi meninggalkan Andre. Aduh, ada apa dengan Tiara? Kok tiba-tiba marah seperti itu. Tidak biasanya Tiara semarah itu. Hancur sudah. Semua kenangan manis waktu bersama Tiara musnah. Tidak ada lagi cewek ‘super’ dalam diri Andre. Tidak ada lagi cewek cantik sekaligus guru dalam diri Andre. Sampai-sampai Andre mendengar kabar Tiara pacaran dengan Toto.“Pantas saja Tiara marah besar. Rupanya Tiara nggak rela kalau Toto aku labrak?” bisik hati Andre.Bertambah pilu hati Andre. Hilang harapannya untuk mendapatkan Tiara. “Kenapa dulu tidak aku ungkapkan saja perasaan cintaku pada Tiara?” Sekarang Andre sudah benar-benar merasa kehilangan. pegangan.Sejak itu Andre menjadi banyak melamun. Apalagi ketika berpapasan dengan Tiara di jalanpun Tiara cuek saja. Seakan-akan tidak pernah mengenal Andre. Andre cuma bisa menatap Tiara dari kejauhan. Tanpa bisa menggandeng lagi tangannya, tanpa bisa lagi bercanda dengan Tiara. Gone with the wind. Terbang bersama angin.Siang itu matahari begitu terik. Biasanya siang hari begini terasa begitu sejuk karena waktu itu berjalan bergandengan tangan bersama Tiara. Sambil bercanda bersama sepanjang jalan. Terasa sekali Andre kini sendiri. Entah sampai kapan sendiri itu terus berlanjut.Tiba-tiba Lamunan Andre buyar ketika di hadapannya telah hadir lima orang anak muda. Wajahnya sangar. Tubuhnya tinggi tegap.“Heh, kamu Andre, ya?” tanya salah seorang dari mereka. Andre mengangguk. Belum sempat Andre bertanya apalagi berpikir wajahnya sudah dihajar. Bak ! Buk! Brak! Aduh! Auw!. Huh, five in one!. Tidak tanggung-tanggung lima lawan satu. Jelas sekali Andre sekarang yang babak belur. Masuk rumah sakit. Sepi. Sunyi. Dimana-mana serba putih termasuk perban di wajahnya. Hmm, kasihan Andre. Kini hanya bisa tergolek lemah tak berdaya. Cuma ada seseorang wanita yang rajin menemani Andre yaitu Retna. Teman sekelas Andre. Setiap waktu Retna yang selalu menemani Andre sambil membawa segala macam makanan dan buah-buahan. Cerita sana-sini untuk menghibur Andre.Tiba-tiba timbul dalam hati Andre cewek super selain Tiara. Betulkah Retna cewek super pengganti Tiara? Retna yang selalu menemani Andre di saat Andre menderita, Retna yang selalu bercerita tentang mimpi-mimpi indah, tentang apa itu cinta. Ya, Retna yang telah menemukan Andre dalam keterasingan. Dalam ketakberdayaan. Dalam kesendirian.“Makasih ya, Na, kamu sudah menyempatkan waktu buat menemaniku” suara Andre lemah. Sambil menahan sakit di bibirnya yang pecah terkena bogem mentah lima pemuda tempo hari.“Ah, nggak usah sentimentil begitu. Aku ikhlas kok. Bukan saja karena aku sayang kamu, tapi karena aku hanya ingin menjadi orang yang kamu butuhkan di saat apapun” suara Retna serak karena tertahan oleh air mata yang membasahi pipinya.“Maafkan aku Na, aku sudah tidak mempedulikan kamu selama ini?” kata Andre sambil menyeka air mata Retna dengan telapak tangannya.“Tidak apa apa, Ndre. Aku menyadari itu. Kamu tidak mencintaiku”Mata Andre basah. Dipandanginya Retna. “Dalam bening bola matamu, kau pandang aku, dalam putihnya hati kita, entah aku yang membutuhkanmu atau kamu yang mencintaiku?” hati Andre terus bergumam. Menilai-nilai apakah Retna telah hadir untuk mengusir kesepiannya, untuk mengisi relung hatinya yang paling dalam…?Beruntung Andre cepat sembuh. Seperti biasa Andre berangkat ke sekolah namun tiba-tiba matanya menangkap dari kejauhan Toto dan komplotannya petentang-petenteng. Semakin angkuh sambil menggandeng Susi. “Cewek mana lagi tuh yang digandeng Toto?” Bisik hati Andre. Pikirannya langsung tertuju kepada Tiara. jangan-jangan telah terjadi sesuatu terhadap Tiara. Terus berkecamuk. Gelisah. Hingga jam istirahat Andre memintak ijin untuk pulang sekolah lebih cepat. Dan langsung ke rumah Tiara.Sampai disana benar juga telah terjadi sesuatu. Kelihatan Tiara habis menangis. Matanya merah, basah oleh air mata.“Toto sudah mutusin aku, Ndre” suara Tiara sambil menangis. Andre sedih mendengarnya. “Aku terlalu bermimpi” kata Tiara kembali. “Padahal aku nggak tahu cara-cara meraih mimpi. Dulu aku terlalu menaruh harapan-harapan manis kepada Toto, hingga aku tega meelupakan kamu, Ndre. Sekarang aku menanggung akibatnya. Kamu dulu pernah memberikan pelajaran bagaimana caranya meraih mimpi tapi aku yang bodoh tidak mau menuruti kata-kata kamu. Sekarang pasti kamu nggak mau menerima aku lagi. Iya kan, Ndre?”Andre kebingungan. Baru kali ini Andre melihat Tiara menangis. “Ra, aku nggak pernah melihat matamu menangis saat kamu menatap angkuhnya dunia, bibirmu tak pernah berucap sesal saat kamu hadapi berjuta kegetiran. Namun sepenggal cinta telah mampu mengoyakkan indahnya matamu hingga kering airmata, sepenggal cinta telah mampu menggetarkan bibirmu untuk berucap cinta”Tangan Andre memeluk erat tubuh Tiara. Ada rasa rindu bergelayut dalam dadanya. Ada rasa kangen bersemayam dalam hatinya. Pikirannya dipenuhi seribu tanya sejuta bimbang. Tiba-tiba terbayang wajah Retna. Cewek ‘super’ yang selalu menemani Andre saat Andre mengalami kesusahan, yang selalu memberi semangat saat Andre patah semangat. Sekarang Andre dihadapkan kembali pada sosok diri Tiara, cewek ‘super’ yang sudah pertama kali sanggup membuat Andre uring-uringan. Apa benar cinta sejati datang pada saat cinta pertama, dan cinta selanjutnya adalah cinta yang dibuat dengan perhitungan? Sekarang Andre dituntut oleh dua kenyataan. Tiara dan Retna. Mereka sama-sama cewek ‘super’. Sama-sama memberikan kesan manis. Sekarang Andre yang merasa bodoh. Andre tidak mampu meraih mimpi-mimpi manisnya. Andre tidak punya lagi guru yang super yang bisa mengajarkan bagaimana caranya meraih mimpi, bagaimana caranya meraih harapan-harapan manis. Andre tidak mampu…T A M A TTeach me how to dream Help me make a wish If I wish for you Will you make my wish come true I am stranger here Stranger it may seem Take me by the heart Teach how to dream (“Teach Me How To Dream” song by: Robbin mc Auley)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*