Cerpen Cinta: MENANTI DIRIMU

MENANTI DIRIMU Oleh : Rahmawati Dewi
Cerpen Cinta Menanti DirimuCinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi kau masih peduli kepadanya. Ketika dia meninggalkanmu kau masih setia menunggunya.
Sudah 6 tahun kujalani hari-hariku bersama dia. Suka, duka, canda tawa dan tangis aku slalu bersamanya. Harris adalah sosok yang sangat berharga bagiku dan tak bisa tergantikan. Dia slalu menjaga, mencintai dan menyanyangiku sepenuh hati dan slalu menemaniku dengan senyuman manisnya itu. Dia slalu ada untukku, kapanpun dan dimanapun aku berada.
Harris adalah sosok yang ulet, rajin dan cerdas. Tidak heran dia mendapatkan beasiswa di luar negeri. Harris memilih Amerika Serikat sebagai tempat untuk melanjutkan studinya. Mau tidak mau Harris akan meninggalkan aku sendiri dengan cinta kita berdua. Aku tidak bisa sesering lagi melihat senyumannya yang biasa menghiasi setiap waktuku.
Hari ini adalah waktu keberangkatan Harris. Disinilah keutuhan dan kekuatan cinta kami di uji. Waktu dan jarak akan menjadi saksi. Di dalam taksi aku mengantarkan Harris ke bandara. Aku hanya terdiam membisu. Perasaan sedih dan takut menghantuiku. Selama ini aku tak pernah jauh sama dia namun aku harus di pisahkan oleh ruang dan waktu.
Detik-detik perpisahan sudah semakin dekat. Aku tak dapat membendung air mataku dan perasaanku menjadi tidak menentu. Aku yakin Harris juga merasakan hal yang sama. Dengan kehangatannya dia menenangkan,menguatkanku agar dapat menerima semua kenyataan ini. Dan juga dia menyakinkanku bahwa jarak dan waktu bukanlah masalah, melainkan kesetian cinta diantara kami berdua yang harus tetap kokoh dan kuat.
“Berjanjilah untukku bahwa kau akan setia menjaga cinta kita ini.”Ucap Harris sambil mengusap air mataku yang sejak perjalanan tadi tidak berhenti.
“Aku janji, dan aku akan setia menunggumu.”Ucapku singkat sambil memeluknya. Dan tangisku pecah. Semua terasa berat, seakan ini tak adil bagi kami berdua. Di belainya rambutku seraya agar aku tetap tenang dan tegar.
Ia pun menggenggam kedua tanganku dan menatapku dan berkata :
“Aku janji akan menjaga semua ini, dan aku akan kembali seperti sekarang ini dan membawa kembali cinta kita berdua.”Kata Harris padaku.
Sejenak kami berdua diam, membiarkan hati kami berbicara. Perlahan aku mulai melepaskan genggamannya dan dikecupnya keningku dengan penuh cinta olehnya.
“I Love you”,” I love you too”. Kata singkat yang hanya dapat mewakili semua perasaan kami berdua. Dia pun melangkah dan mulai meninggalkanku.
Sepanjang perjalanan pulang aku hanya diam membisu dan sesekali air mataku berlinang.
********************<<<<<<>>>>>>***********************
Waktu bergulir dengan cepatnya. Tak terasa sudah 1 tahun 5 bulan, hubungan kami berjalan dengan baik tanpa ada rintangan. Hanya saja perasaan rindu yang slalu menyiksa hati ini. Tapi tidak sama halnya dengan Harris tak tahu mengapa suatu hari ia menyuruhku untuk melupakannya dan mencari penggantinya.
Sebenarnya tak ada masalah diantara kami berdua. Ia menyuruhku mencari penggantinya karena takut kalau aku kesepian dan ternyata ia telah membagi cintanya dengan teman kuliahnya di Negeri Paman Sam itu.
“Ra, maafin aku telah membagi cintaku kepada orang lain dan tolong lupakan aku karena aku telah mengkhianatimu.”Ucap Harris di telfon.
Aku tak dapat berkata, hati sakit teriris oleh luka yang ia beri padaku. Harris yang aku kenal dulu kini telah berubah. Harris dulu sangat sayang dan slalu menjagaku tidak pernah membuat hatiku sakit, kini ia telah berbeda. Sekarang aku berdiri tanpa pegangan dan aku bersandar tanpa sandaran.
Waktu terus berlalu, tidak ada sama sekali kabar dari Harris. Semenjak pernyataan itu ia tidak mau lagi mendengarkan kata-kataku lagi dan tak pernah lagi ia menjawab sms, e-mail bahkan pesan di facebook. Aku merasa sangat sedih dan kecewa. Aku sama sekali tidak bisa melupakannya dari kehidupanku. Dan aku meninggalkan pesan terakhir di e-mailnya :
“ Ris, cintaku padamu tidak akan pernah berubah dan aku akan setia menunggumu sampai saat ini dan jika nanti memang kau bukan milikku baru aku akan rela melepaskanmu untuk bahagiamu.
Setelah itu kuputuskan untuk tidak mengganggunya dan menghubungi dia lagi walau ada rasa kerinduaan di hati ini. Aku sibukkan diriku agar dapat sejenak melupakan Harris. Banyak teman cowokku yang mendekatiku namun sosok Harris sulit digantikan oleh orang lain.
Waktu terus berputar tanpa ku sadari sudah 3 tahun aku telah berpisah dengannya. Aku gelisah ingin sekali ku mendengar suaranya, melihat senyuman dan mengetahui kabar beritanya. Kapan dia akan kembali kepadaku dan apa ia masih berhubungan dengan gadis itu ? Entahlah aku tak dapat berbuat banyak, yang hanya dapat ku lakukan hanyalah setia menunggunya.
Dan suatu hari tiba-tiba….
“Drreettt…..drrreettt….”Hpku bordering tanda sms masuk.
Kubuka perlahan membuka pesan itu dan ternyata itu sms dari Harris. Ingin rasanya ku menangis dan kubaca ulang pesan itu baik-baik untuk menyakinkan. Aku merasa seperti bermimpi.
“Ra….. Apa kabar..”sms singkat Harris.
Rasanya ku ingin berteriak pada dunia agar dunia tahu aku sangat bahagia. Dan cepat ku membalas sms itu.
“Ris… aku baik-baik ajha. Kamu bagaimana ? Kapan pulang ? Aku kangen banget sama kamu. Aku akan tetap menunggumu sampai kamu pulang.
Ku tunggu balasan darinya, namun ia tak membalas. Aku kian gelisah dan air mata selalu mengurai semua perasaan yang kurasakan.
Hingga suatu hari ku memberanikan diri untuk menelfonnya. Aku sudah bertekad untuk mendapat semua penjelasan darinya.
“Ris..” Hanya kata itu yang terucap dari bibirku.
“Ra, maafin aku, karena aku sudah mengkhiatimu dan menghancurkan cinta kita berdua. Maafin aku.”Ucap Harris padaku.
Kata-kata itu membuatku terharu dan meneteskan air mata. Hingga ku tidak bisa berkata-kata.
“Dan satu hal lagi sayang… aku sudah tidak bersama gadis yang aku pilih itu. Dia malah balik mengkhianatiku dan pergi bersama laki-laki lain. Jadi, sekarang aku baru merasakan hal yang sama waktu aku memutuskanmu dulu. Maafin aku, mungkin ini sudah terlambat.” Ujarnya.
“Ris.. aku masih seperti dulu yang masih setia menunggumu dan tidak ada yang bisa menggantikanmu.”Kataku.
Sejak saat itu kuputuskan untuk menjalin lagi hubungan cinta bersamanya yang dulu pernah kandas di tengah jalan. Dan dia berjanji tidak akan meninggalkanku lagi. Aku sangat senang dan merasa bahagia. Tinggal 3 bulan lagi kedatangan Harris dan kami berdua akan melangsungkan pernikahan.
Akhirnya penantianku berbuah manis. Pernikahan ? menikah dengan orang yang kucintai. Rasanya seperti mimpi.
Hari ini adalah hari kepulangan Harris dari Amerika Serikat. Aku dan kedua orang tua serta adik Harris menuju bandara untuk menyambut kedatangan Harris. Sebelum berangkat Harris sempat smsan sama aku.
“Yank… aku senang akhirnya aku bisa pulang dan bisa melihatmu lagi jika di beri kesempatan, aku cinta kamu.”Ucap Harris menutup hpnya karena pesawat akan lepas landas.
Perasaan gembira menjadi duka dimana saat petugas bandara memberitahukan pesawat penerbangan AS-INA dinyatakan hilang. Teriak tangis memenuhi ruang tunggu.
Aku sontak kaget karena itu adalah pesawat yang ditumpangi Harris. Aku tak dapat membendung air mataku, badanku lemas bagai di sambar petir dan aku tak sadarkan diri.
Saat ku siuman ternyata aku sudah ada di rumah sakit. Aku hanya dapat meratapi kejadian ini
“Ya Tuhan, mengapa kau buat aku begini ? Dan mengapa kau ambil dia dari sisiku ? Kenapa bukan aku saja ?”Ucapku sambil menangis.
Ibu dan adik Harris memelukku agar aku bisa tenang dan tabah menerima semua ini.
Sudah 1 minggu bangkai pesawat yang ditumpangi belum ditemukan sampai sekarang. Hal itu membuatku tidak mampu menghadapi semua ini serasa aku ingin mengakhiri hidup ini. Apa aku bias hidup tanpamu ? Tak pernah terfikir olehku kau akan pergi tinggalkan ku sendiri. Semua tinggal kenangan yang hanya bisa ku kenang.
Aku berharap mudah-mudahan kau tenang di sana.
“Selamat Jalan Kasihku Harris, aku yakin kau bahagia di sana.”
Tamat
Penulis Cerpen RahmawatiPenulis : Rahmawati D
Sekolah : SMP N 03Manokwari
E-mail : dewy_1997@yahoo.com
FB : Rahmawati Dewi
Motto : Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini.

Random Posts

  • Cerpen Romantis “Take My Heart ~ 09”

    Sambil menyelesaikan laporan bulanan di kostan, iseng nyalain Mp3. Pas di lagunya Jang geun suk ~ Love Rain. Konsentrasi langsung pecah.Memang ya, musik itu selalu bisa jadi inspirasi paling ampuh disaat hati lagi jenuh. Nggak terhitung berapa kali ku ulang – ulang ni lagu, tau – tau, Cerpen Romantis "Take My Heart ~ 09" udah tercipta. Ha ha ha-} Cerpen Terbaru Take My Heart Part 8 Sallang sallang sallang deullye oneun bissoriDugeun dugeun dugeun dugeun tteollye oneun nae gaseumSallang sallang sallang dugeun dugeun dugeunUsansori bissori nae gaseum soriSarang biga naeryeo oneoyo….Nan sarange ppajyeotneI love rain… I love youLalalalalala…PS: Padahal Aku babarblas gak tau artinya lho kecuali baris terakhir. Ha ha ha hasebagian

  • Cerpen Romantis: In My Dream

    In my DreamOleh Aprilana Dewi“mengatakan aku mencintaimu adalah kata-kata yg ingin aku ucapkan setiap hari dalam hidupkumaukah kau menikah denganku? Aku ingin mencintaimu dan hidup bersamamuaku ingin kau bersandar di bahuku saat kamu tertidurmaukah kau menikah denganku? Dengan segenap hatiku, apakah kamu setuju ?”Arlini adalah sosok perempuan yang sudah lama diidamkan Reo . Lelaki yang masih saja membujang karna menunggu cinta Arlini untuknya padahal dia sudah berusia 25 tahun . Arlini dan Reo memang dekat , mereka berdua satu kampus , Arlini masih semester 6 sementara Reo masih skripsi dan sebentar lagi dia akan lulus .Tak ada kriteria yang lain untuk gadis impiannya kecuali Arlini . Reo sangat mencintai Arlini . Dia sangat manis , lembut dan baik sekali . Terkadang Reo tak sanggup menahan perasaannya sendiri yang membuat setiap malam matanya sulit terpejam .Selain kuliah, Reo juga punya band . Dia sebagai vokalis dan pencipta lagu . Ada 3 personil pada band yang ia namakan “KRY” yang berarti Kyuhyun,Reo dan Yesung. Salah satu lagu yang ia karang untuk Arlini adalah yg berjudul “ In My Dream “. Mengapa ia mengarang lagu tersebut ? Karna seperti judulnya “ In My Dream “, Lagu itu tercipta seketika ada sebuah mimpi merasuki malamnya . Saat itu Arlini datang pada Reo dengan tersenyum manis . Menghampiri Reo yang kini tengah menggengam sebuah cincin pernikahan .Malam itu Arlini Nampak cantik, sangat cantik bahkan melebihi kecantikan seorang bidadari . Reo terpesona akan itu . Lalu ia persiapkan jauh dalam hati untuk menyampaikan isi hati kepada Arlini dengan memegang kedua tangan Arlini .“ Arlini, perlu kau tau bahwa sesungguhnya aku sangat mencintaimu.., aku sangat sulit untuk hidup tanpamu . Maka dari itu menikahlah denganku . Kamu mau kan ? “Seraya dengan indahnya sebuah melodi yang mengiringi kisah ini… Seperti lagu ini teralun begitu saja Arlini mengangguk …Tak segan Reo memeluk erat Arlini dengan kekuatan cinta yang sudah benar-benar terbalaskan . Dan itu artinya Arlini sudah akan menjadi seseorang yang menemaninya setiap detik,menit,jam dan hari-harinya.“meskipun kita menjadi tuakita akan trus tersenyum dan hdup bersamamaukah kau menikahiku? Apakah kamu mau untuk menjalani sisa hdupmu bersamakutidak peduli seberapa lelah kitaaku akan selalu disampingmuHari-hariku yg akan kita lakukan bersamaaku kan slalu di sampingmuaku telah menyiapkan cincin ini sejak duluaku mohon pasang cincin yg bersinar ini di jarikuingat janji yg telah kita buat bersama, maukah kau menikahiku ?”Setelah Reo melepaskan pelukannya, Reo akan menyematkan cincin yang ia genggam untuk Arlini . Arlini nampak bahagia dengan ini . Membuat Arlini sebahagia ini bagaikan puncak yg paling ujung kebahagiaan dalam hidup Reo .Mendaratkan sebuah kecupan di kening Arlini seakan membangun gejolak semangat hidup Reo . Ini adalah keindahan … adalah sebuah cinta yang manis .“ Aku mau menikah denganmu Reo “ ucap Arlini pelan.. pelan sekali . Namun mampu terdengar oleh Reo .Namun, langkah Arlini semakin menjauh secara sangat perlahan tanpa Reo sadari .. Lama kelamaan Arlini semakin menyamar..memudar dan seperti tertutupi awan gelap… Sedangkan Reo tak bisa bergerak untuk mengejar Arlini .“ Arlini !!!!!!!!!!!!!!! “ Teriak Reo keraaaaaaassssssss bahkan sangat keraas.. Hingga ia tersadar ..Barusan dia hanya melewati momen indah yang bersifat sementara yaitu mimpi . Yesung dan Kyuhyun yang juga teman kosnya pun terkejut melihat aksi Reo . Ia berteriak memanggil nama Arlini sangat keras sekali .Setelah Yesung dan Kyuhyun mendekat, mereka mendapati Reo sedang menitihkan air mata dengan memegang erat kepalanya . Wajahnya memerah dan mengekspresikan kekecewaan yang sangat mendalam . Jika Reo tau ini hanya mimpi, mungkin dia tak akan bangun lagi …“Aku berharap tidur seperti ini selamanyaAku terbangun juga masih dengannyaAku berharap tidak bermimpi lagiHari inipun aku bahkan dapat berdampingan bersamanyaJika hari ini aku dapat melihatmu lagi, jika dapat seperti itu, jika kau kembaliJika kau dapat sekali lagi ada di sampingku, jika dapat seperti ituAku tidak ingin terbangunJika dapat tertidur lagi dan itu akan terulang..…..”Hari-hari Reo semakin menghitam kalbu seketika mimpi itu datang . Mimpi ini seperti narkoba… Menagihkan… Jika tak mampu mengulang lagi, akan sakit seperti ini . Setiap hari harus memojok di kamar dan merenungkan hal itu lagi dan lagi walaupun sangat terasa mustahil untuk melupakannya .“diam-diam aku menertawakan diriku sendiriAku tidak percaya seberapa dalam aku jatuh untukmuKau masuk ke pikiranku dengan rangakaian imajinasi.Sekarang aku seperti orang bodoh yang jatuh cintaSemuanya , aku, sekarang, kauAku sudah jatuh cinta denganmuLihat aku dan aku berjanjiBahwa aku tidak akan membiarkan engkau pergiBahkan jika dunia berakhir, aku akan mencintaimu seperti jam abadi yang tak pernah berakhir”Bahkan kondisi Reo semakin parah ketika Arlini memperkenalkan tunangannya yang bernama Siwon kepada Reo . Wajar, Reo adalah teman terdekat Arlini . Dengan cara seperti apalagi Reo menahan amarahnya untuk ini ? Ia tidak boleh menunjukan sakitnya cinta ini di hadapan Arlini . Sebagai teman terdekatnya, Reo harus menampakan ekspresi bahagianya ketika seseorang yang sangat ia cintai tengah dimiliki orang lain . Lambat laun Arlini menghilang dari kehidupan Reo seketika Arlini sudah lulus . Begitupun juga dengan dirinya. Mungkin ini sudah jalannya, Arlini diciptakan bukan untuk dirinya . Namun kenangan di mimpi itu.., takkan mungkin bisa Reo hapus … “I Still Love You and We will be theLove Truly in My Dream …”TAMATFacebook : Avrielwi@gmail.comTwitter : @aprilanasiwonchoiBlog : http://aprilanabercerita.blogspot.com

  • Cerpen The Prince, The Princess & Mis. Cinderella~11 {Update}

    Oke, Next acara Edit mengedit. Kalo bisa si Cerpen The Prince, The Princess & Mis. Cinderella bisa finish malam ini. Ah, semoga saja.Oh ya, ngomong – ngomong soal edit, penulis lagi belajar ngedit video nie. Mau liat gak?. Klik aja Trouble is a friend ~ Lenka ~ Ana Merya Sudah hampir tiga jam aku sedari tadi hanya berbolak – balik di kasur tanpa bisa terlelap sama sekali. Ku lirik jam yang tertera di atas meja, pukul dua dini hari. Astaga, kalau begini ceritanya aku bisa stres beneran. Bukan hanya sekedar stres tembangan le seung gi di king 2 heart (???).Sudah hampir dua mingu aku menjadi ‘pacar’ Si kevin. Dan tingkah lakunya benar – benar. Aku berani jamin seribu persen, kalau sampai dia tetap bersikap seperti itu selama satu bulan kedepan aku sudah pasti jatuh cinta beneran padanya. sebagian

  • Cerpen Cinta Romantis | Kala Cinta Menyapa ~ 05 / 13

    Next dari kisah kala cinta menyapa part 5, secara cerpen requesan yang satu ini emang rada molor. Tepatnya 13 part. Untuk yang penasaran dengan lanjutannya bisa langsung simak kebawah. Sementara reader baru mendingan baca bagian sebelumnya dulu biar nyambung melalui kala cinta menyapa bagian 4. Yang jelas, happy reading aja lah….Kala Cinta MenyapaBegitu turun dari bus Rani segera melangkah menuju kekelasnya. Tak lupa kado yang ia beli kemaren ia tenteng di tangan. Hari ini kan Irma ulang tahun, jadi sekalian saja ia bawa kekampus. Sambil melangkah kekelas tangannya melirik jam dan sekali – sekali menoleh ke sekeliling. Kenapa ia belum melihat wujud sahabatnya ya?. Setelah berfikir beberapa saat segera di keluarkannya hape dari dalam saku. Mengetikan beberpa kata sebelum kemudian meng’send’nya. Tidak sampai semenit hapenya terlihat berkedip – kedip sebagai tanda ada pesan masuk.“Yah, Irma malah sakit. Terus kado ini gimana donk,” rumam Rani pada dirinya sendiri sambil melirik kado yang ada di tangan. Setelah berfikir untuk sejenak ia memutuskan untuk memberikannya besok saja dan memilih untuk langsung kekelas.Saat melewati koridor tak sengaja ia berpapasan dengan Erwin yang muncul dari arah berlawan. Rani segera membatalkan niatnya untuk menyapa saat melihat Erwin yang sama sekali tidak menoleh kearahnya tapi justru malah asik berbicara pada sahabatnya yang entah siapa. Akhirnya Rani kembali melanjutkan niat awalnya untuk kekelas.“Eh Erwin, masih inget nggak cewek yang gue bilang kemaren?” tanya Joni sambil melirik kearah Erwin yang melangkah di sampingnnya. Sama sekali tidak menyadari kalau lawan bicaranya saat ini justru diam – diam melirik kearah seseorang yang baru saja berpapasan dengannya.“Ternyata dia sudah punya pacarlah,” Sambung joni lagi.“O,” balas Erwin singkat.“Sayang banget ya, gagal deh gue jadiin pacar."“Heh,” Erwin hanya mencibir sinis.“Padahal gue udah terlanjur naksir sama dia. Eh, kemaren sore gue malah nggak sengaja liat dia jalan bareng sama Doni di taman bermain waktu pembukaan kemaren."“Doni?” ulang Erwin.“Iya… Seangkatan sama kita. Tapi dia anak ekonomi,” terang Joni kemudian.“O, dia,” balas Erwin tampak mengagguk – angguk.“Loe kenal?” tanya Joni lagi.“Enggak,” kali ini Erwin mengeleng.“Busyet. Kalau loe nggak kenal ngapain loe pake sok gaya kenal segala,” gerut Joni kesel. Erwin hanya angkat bahu.“Tapi gue nggak heran juga si kalau loe nggak kenal. Secara loe kan kuper,” balas Joni meledek.“Sialan loe, gue sekeren ini di bilang kuper. Nggak tau apa loe kalau gue ini tu jadi idola kampus,” balas Erwin terlihat narsis membuat Joni mencibir sinis walau tak urung dalam hati membenarkan ucapan sahabatnya barusan.“Eh tapi joni, loe kan tau banyak tentang anak – anak kampus kita. Nah, loe kenal nggak sama cewek yang berpapasan sama kita tadi?” tanya Erwin setelah beberapa saat mereka terdiam.“Cewek?. Cewek yang mana?” tanya Joni heran.“Yang tadi itu lho. Dia pake baju warna merah, terus pake kacamata. Kita ketemu tadi ruang lab,” terang Erwin lagi. Joni terdiam, mencoba mengingat – ingat tentang orang yang di makstu oleh sahabatnya.“O… Maksut loe si Rani?"“Iya… Loe kenal?” tambah Erwin lagi.“Kenal deket si enggak. Tapi gue tau lah. Dia itu anaknya lugu dan poloskan?” tambah Joni lagi.“Dia memang polos. Terus imut juga,” humam Erwin lirih tanpa sadar tersenyum teringat kejadian – demi kejadian yang telah lalu.“Imut?” ulang Joni heran sambil memperhatikan reaksi sahabatnya yang tidak biasa. Kali ini Erwin mengangguk membenarkan.“Kenapa loe menatap gue kayak gitu?” tanya Erwin heran saat mendapati tatapan temannya yang menyipit kearahnya.“Tumben loe nanyain cewek. Ini pasti ada apa – apanya kan?” tembak Joni langsung.“HA?”“Pake ngatain imut segala lagi. Loe naksir dia ya?” sambung joni lagi.“Apa an si. Ya enggak lah,” bantah Erwin terlihat salah tingkah. “Jangan ngaco deh loe."“Terus maksut loe bilang dia imut segala apa?”“Ya dia memang imut. Apa lagi waktu dia sedang tidur. Polos kayak bayi,” terang Erwin sambil tersenyum. Namun sedetik kemudian ia menyesali ucapannya saat mendapati senyuman aneh di wajah Joni. Astaga, apa yang ia katakan barusan?“Waktu dia tidur? Hei, apa ada yang terlewatkan di sini?” tanya Joni.“Oh, kita sudah telat, Ayo langsung kekelas,” elak Erwin sambil melangkah cepat namun masih kalah cepat dengan langkah Joni yang menghalangi.“Eits, tunggu dulu. Loe mau kemana? Kelas kita baru masuk setengah jam lagi. Masih ada cukup waktu untuk menceritakan kejadian yang sesungguhnya,” tahan Joni membuat Erwin gelisah.“Apaan si. Nggak ada apa – apa kok. Gue tadi cuma salah ngomong doank."“Jangan ngeles. Loe liat dia tidur dimana?” tanya Joni lagi. Kali ini Erwin benar – benar di buat mati gaya olehnya.“Jangan bilang kalau loe suka ngintipin cewek tidur?"“Pletak”Sebuah jitakan mendarat telak di kepala Joni atas balasan tebakan ngawurnya.“Sialan loe. Sakit tau,” gerut Joni sambil mengusap – usap kepalanya yang terasa berdenyut.“Makanya kalau ngomong jangan asal njeplak,” balas Erwin cuek.“Ya sudah kalau gitu loe cerita donk,” serang Joni balik.Erwin terdiam sejenak. Menimbang – nimbang apa yang harus dia lakukan. Menceritakan semuanya atau tidak?“Tunggu dulu. Gue baru inget. Kalau nggak salah Rani itu cewek yang di gosipkan nyelamatin loe waktu jatuh setelah pulang bermabuk – mabukan kan? Ah, soal gosip itu kan loe juga belum cerita. Secara gue juga heran, sejak kapan loe doyan minum?” ujar joni setengah berteriak.“Atau jangan – jangan loe beneran mabok, terus loe ketemu cewek. Dan kayak di drama – drama gitu, loe nggak sadar dan kemudian…”“Pletak."Untuk kedua kalinya jitakan mendarat di kepala Joni yang bahkan belum sempat menyelesaikan ucapannya.“Imagi loe terlalu liar,” sungut Erwin sebel.“Dari pada tangan yang liar,” protes Joni sambil mengusap – usap kepalanya yang terasa berdenyut.“Salah sendiri mikir aneh – aneh."“Kalau loe nggak mau gue mikir yang aneh – aneh makanya buruan cerita. Gosip itu bener nggak si. Perasaan tu gosip hot banget."“Tentu saja salah. Enak aja. Seumur – umur gue nggak pernah tu minum – minuman. Yang nyebarin gosip itu aja yang sedeng. Seenaknya aja. Lagian Si Rani bukan bantuin gue, hanya saja kebetulan dia memang ada di dekat gue waktu gue jatuh kedalam got. Dan dia….”“Loe jatuh dalam got? Wukakakka,” potong Joni tak mampu menahan tawanya. Membuat Erwin memberengut sebel dan menyesal telah mengatakannya.“Sudah lah, lupakan saja,…” kata Erwin akhirnya sambil berjalan meninggalkan Joni.“Hei tunggu dulu. Ngambek kayak cewek aja. Loe kan belum cerita sampai selesai. Lagian loe juga belum bilang gimana ceritanya loe bisa liatin tu cewek tidur yang katanya imut,” tahan Joni lagi.“Kan sudah gue bilang, lupakan!” sambung Erwin kemudian.“Loe harus CE-Ri-TA!” hadang Jodi penuh penekanan.“Kalau gue nggak mau?” tantang Erwin.Mata Joni sedikit menyipit sambil tersenyum sinis.“Loe mau gosip ‘Versi’ Joni menyebar? Ho ho ho, Sepertinya loe belum tau kemampuan gue dalam bergosip ria ya?”Erwin menghentikan langkahnya. Menatap lurus kearah Joni. Setelah menghela nafas akhirnya ia berujar. “Baiklah. Gue akan cerita. Tapi nggak disini. Ayo ikut gue."“Nah, gitu donk,” Joni tertawa penuh kemenangan dan segera berjalan mengikuti Erwin yang entah akan membawanya kemana.Kala Cinta Menyapa Selama Pelajaran berlangsung Erwin sama sekali tidak konsentrasi. Bukan saja karena dosen yang mengajarkannya sama sekali tidak menarik tapi juga karena Joni sedari tadi terus menginterogasinya. Padahal ia sudah menceritakan semuanya tanpa di tambah atau di kurang sedikitpun. Di tambah lagi makluk satu itu juga telah menyimpulkan hal yang konyol atas kasusnya. Masa ia dikira naksir sama tu cewek. Yang benar sajalah.Begitu jam kuliah selesai Erwin segera beranjak bangun. Bersiap – siap untuk pulang. Joni tentu saja langsung mengekor di belakang.Saat melewati ujung koridor matanya tak sengaja menangkap sosok rani yang berjalan dikejauhan.“Eh Erwin, itu bukannya cewek yang loe taksir ya?” tunjuk Joni.“Gue nggak naksir sama dia!” balas Erwin penuh penekanan.“Iya deh, loe nggak naksir. Gue ralat omongan gue tadi,” Joni memonyongkan mulutnya sebel . “Erwin, itu bukannya cewek yang loe bilang imut ya?” sambung Joni sok polos tanpa merasa bersalah sedikitpun. Padahal jelas – jelas saat ini Erwin sedang menatap tajam kearahnya.“Loe nggak bisa protes. Loe kan emang bilang ke gue kalau menurut loe tu cewek imut,” potong Joni cepat.“Terus kenapa memangnya?” geram Erwin sebel.“Loe nggak pengen nyamperin dia?”“HA?”“Eh tunggu dulu, itu bukannya si Doni, cowok yang jalan bareng cewek yang gue taksir?” sambung Joni lagi. Refleks pandangan Erwin terarah mengikuti telunjuk Joni dimana tampak Rani yang sedang menghampiri cowok yang ‘katanya’ bernama Doni.“Ayo kita hampiri,” sambung Joni lagi sambil menarik tangan Erwin.“Eh tunggu dulu. Mo ngapain si?” tahan Erwin cepat menghadang langkah Joni.“Ya ela. Loe nggak liat tu cewek bawa kado. Jangan bilang kalau dia mau ngasi ke tu cowok. Ya ampun masa mentang – mentang kita sahabat nasip kita sama?” keluh Joni.“Nggak, Kita di sini aja!"“Tapi…” Joni tidak melanjutkan ucapannya saat melihat tatapan tajam Erwin. Walau ia masih penasaran namun tak urung ia manut dan memilih memperhatikan Rani dari kejauhan.Sementara itu, Rani sendiri yang berniat untuk langsung pulang segera membatalkan niatnya saat matanya mengangkap sosok yang sepertinya ia kenal. Tanpa pikir panjang segera dihampirinya.“Doni!”Merasa namanya di panggil Doni yang berniat langsung pulang berbalik, keningnya berkerut heran saat mendapati gadis berkacamata yang kini berlari kearahnya.“Loe beneran Doni kan, yang biasanya bareng sama Irma?” tanya Rani mencoba memastikan.Masih belum mengerti arah tujuan pembicaraan mereka, Doni memilih hanya membalas dengan anggukan.“Buat gue?” tanya Doni dengan kening berkerut saat melihat cewek yang tidak di ketahui identitasnya menyodorkan kado tepat ke wajahnya.“Tentu saja bukan, emang nya siapa elo. Kenal juga kagak. Ini itu kado buat Irma. Hari ini kan dia ulang tahun. Tadinya mau langsung gue kasi kedia. Eh , waktu gue SMS dia bilang malah dia sakit. Ya udah, gue belom sempet mampir ke sana. Makanya karena katanya loe itu tetanggaan sama dia gue titip sama loe aja ya?”“Irma? Sakit? Terus hari ini dia juga ulang tahun?” tanya Doni kaget.Melihat Wajah kaget sekaligus bingung yang tergambar dari wajah Doni membuat Rani kembali menarik kotak kado yang ia sodorkan.“Oh, gue salah orang ya? Maaf, gue pikir loe itu sahabatnya Irma yang biasanya sering pulang – pergi bareng. Jadi bukan ya?” tanya Rani bingung sambil mengaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal.“Bukan, maksud gue bener. Gue memang sahabatnya Irma kok,” Doni cepat meralat.“La kalau loe memang sahabatnya dia masa loe nggak tau kalau hari ini dia ulang tahun. Mana katanya lagi sakit lagi. Jangan – jangan…”Rani tidak jadi melanjutkan ucapannya karena Doni sudah terlebih dahulu berlari pergi meninggalkannya. Matanya terus menatap kepergian Doni dengan bingung sekaligus kecewa. Kenapa hanya sekedar di titipin kado saja tu orang nggak mau. Akhirnya dengan langkah gontai Rani melanjutkan niatnya untuk langsung pulang saja. Soal kado, sepertinya ia baru bisa memberikan setelah ia bertemu Irma langsung. Hu… Next to Kala Cinta Menyapa Part 6Detail CerpenJudul Cerbung : Kala Cinta MenyapaPenulis : Ana MeryaTwitter : @ana_meryaStatus : CompleteGenre : Remaja, RomatisPanjang : 1.306 WordsLanjut Baca : || ||

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*