Cerpen “Cinta ku Nemu Diwarnet”

Oke guys, cerpen pendek cintaku nemu di warnet, sebuah cerpen yang admin ketik pas lagi di warnet. Tepatnya itu kebetulan admin emang kerja di sini. Dan ceritanya, cerpen yang satu ini di buat khusus untuk pasangan bikin iri. Secara doi dengan semene mena bermesraan di hadapan para jomblo… #Gubrag.
Okelah, untuk yang penasaran dengan jalan ceritanya, mari kita kemon langsung simak ke bawah ya guys. Happy reading….
Credit Gambar: Ana Merya
Rintik Gerimis, langit mendung, cuaca dingin yang kalo menurut ilmuini berdasarkan ilmu yang turun temurun katanya akan bikin jaringan lelet. Nggak tau itu cuma mitos atau apa. Tapi nyatanya memang selalu begitu. Jaringan kali ini beneran terasa lelet. Membuat sang OP Warnet menulis status yang nggak jelas di facebooknya gara – gara pelanggan banyak yang compline. Giliran nelpon ke pusatnya selalu mendapat jawaban yang sama Sebentar ya mbak, di sini sedang ada pengalihan jaringan'. Halah.
Pembukaan cerita yang beneran nggak nyambung #Nunjuk Paragraf pertama.
Ehem… Oke ini baru cerita yang sebenernya.
"Haduh… kok malah hujan si?" gerut Fadly sambil membelokkan arah motornya. Menghindari rintik-rintik air yang turun dari langit. Kalo berdasarkan perkiraan, sepertinya sebentar lagi gerimis ini akan berubah menjadi hujan deras.
Motornya ia parkirkan disebuah teras bertuliskan 'SMILE NET'. Setelah berpikir sejenak ia memutuskan untuk langsung masuk. Lagi pula dari pada berdiri kedinginan di luar mendingan juga langsung masuk kedalam. Bisa sambil nyari tugas sekolahnya, chatingan atau sekedar cuci mata liad video-Video artis korea di youtube atau nonton online di kimichidrama # Untuk alasan terakhir khusus buat sang admin.
"Mbak, nomor berapa yang kosong?" tanya Fadly pada OP yang jaga. Kebetulan Cewek.
"Wah lagi penuh dek. Cuma tinggal nomor 5 aja," terang sang OP sambil menunjuk kan meja nomor 5 yang kebetulan berada tepat di samping meja OP.
"Ya udah mbak. Nggak papa. Aku ambil yang itu aja."
Tanpa menunggu jawaban sang OP yang tampak hanya menganggukan kepala karena sepertinya sedang keasikan chating lewat comfrog, Fadly segera berlalu menuju meja yang di tunjuk.
Selang setengah jam berlalu, hujan tampaknya belum juga mereda. Malah terlihat makin deras. Untuk sejenak Fadly melirik jam yang melingkar di tangannya. Hatinya mulai was was. Apalagi saat melihat kearah langit yang tidak menunjukan tanda – tanda bahwa hujan akan berhenti. Akhirnya di ambilnya keputusan nekat untuk menerobos hujan saja.
"Lho dek udah selesai?" tanya sang OP saat ia menanyakan tagihan mainnya sambil meminta kertas hasil printanya tadi.
"Udah mbak. Berapa semuanya?"
"8000 sama print nya sekalian."
Tanpa banyak kata Fadly segera merogoh saku celananya. Mengeluarkan dompet dan mengambil uang sepuluh ribuan dan langsung menyerahkannya pada sang OP.
"Ma kasih mbak," katanya sambil pamit.
"Mau langsung pulang?" tanya sang OP sambil mengetutkan kening heran tanpa membalas ucapan terima kasihnya. Sepertinya ia beneran heran melihat tingkah Fadly sore itu.
"Ia mbak. Soalnya udah di tungguin pacar. Nggak enak kalau dia sampe kelamaan nunggu," balas Fadly. Si embak hanya beroh ria sambil mengangguk. Dalam hati Bergumam "Ck ck ck, dasar ABG?".
Sebelum Fadly sempat melangkah keluar pintu, ia buru – buru berbalik.
"Oh ya mbak, sekalian aku minta doanya?"
"Doa?" tanya si mbak sambil mengalikah tatapannya dari monitor dengan enggan. Secara dia kan sedang keasikan chat sama Mr. Josep. Walaupun pake bahasa inggris yang pas – pasan sekali gus ancuran – ancuran, tapi ternyata malah terasa seru.
"Iya mbak. Doain ya, semoga semuanya lancar. Soalnya hari ini mau ketemu cewek yang udah jadi pacar aku sejak 5 bulan yang lalu. Aku kan penasaran wajahnya dia kayak apa."
"Udah jadian kok penasaran sama wajahya?" tanya sang mbak heran.
"Yah aku kan kenalnya cuma di hape doang mbak. Makanya itu, rencana nya kita hari ini mau ketemuan. Ya udah ya, pergi dulu ya mbak," pamit Fadly yang lagi – lagi mengabaikan ekspresi sang OP yang menatapnya bengong. Melupakan Mr josep untuk sejenak karena justru angannya melayang membayang kan jadian tanpa ketemuan. Selain itu ia juga mikir, hubungannya sama dia apa ya?. Kok pake di kasih tau segala. Pengen di jadiin Short Story in Star Night apa?. Ya udah di KABULINN. Terciptalah cerpen 'Cinta ku Nemu di Warnet'. (??????).
"Hatchim…"Untuk kesekian kalinya suara itu terdengan dari kamar Fadly. Gara – gara nekat hujan – hujanan kemaren sore, saat ini ia malah harus terdampar di kamar seharian. Mana yang kemaren itu sia – sia lagi. Pacarnya sama sekali tidak datang. Di hubungi nomornya juga nggak aktif. Padahal itu adalah janji ketemuan mereka yang lagi lagi berakhir batal. Akhirnya dengan berat hati ia mengsend dua kata. "KITA PUTUS"
"Jadian tanpa ketemuan, putus juga cuma lewat SMSan. Sah-sah aja kan?" geramnya dalam hati.
Siangnya, dengan mengenakan jaket tebal ia memutuskan untuk kembali jalan kewarnet. Lagi pula sumpek juga seharian di rumah. Pusingnya juga nggak terlalu. Mendingan juga maen PB atau sekedar FBan sekaligus donlot-donlot video di warnet. Saat pertama kali ia menginjakan kaki di warnet, ia langsung di sambut tatapan heran sang OP. Tapi hanya sekedar tatapan untuk sejenak, Karena di lihatnya perhatian si mbak – mbak itu kembali asik ke arah monitornya. Kalau di lihat dari raut wajahnya si. Nie mbak – mbak pasti kebingungan karena masalah HTML. # Si Fadly Sotoy.
"Mbak, nomor berapa yang kosong?"
"e…. Nomor 14," Balas si mbak tanpa mengalihkan tatapannya dari monitor. Untuk sekilas Fadly mencoba mengintip. Tuh kan bener, tu mbak – mbak ternyata beneran lagi ngedit HTML blog. He he he.
Fadly segera melangkah menuju meja yang tampak tepat di hadapan meja Operator. Sebuah senyuman terukir di bibirnya saat mendapati seorang cewek yang duduk di sebelahnya yang tampak sedang asik fb an tanpa terpengaruh akan kehadirannya. Berhubung tu cewek kebetulan cantik, dengan diam – diam Fadly melirik username fb nya. Begitu di search dia terkejut membaca pesan dindingnya.
"Prince, Kita gagal lagi bertemu.
Sepertinya hubungan kita memang harus terhenti sampai di sini.
Karena nyatanya cinta kita benar – benar terhalang Operator"
"Princess!!" Kata Fadly setengah berteriak yang tidak hanya membuat cewek yang ada di sampingnya kaget. Tapi juga Sang OP yang langsung menatapnya tajam karena telah melangar kode etik di warnet tentang keutamaan kedamaian dan ketenangan. (???).
"Loe princess kan?" ulang Fadly dengan antusiasnya membuat cewek di sebelahnya makin bingung. Dalam hati mungkin mikir, jangan – jangan ada pasien RSJ yang kabur.Atau ada aktris drama yang kehilangan panggungnya. =,=
"Loe gila ya?" tanya cewek itu takut – takut sambil bergidik ngeri.
"Kok gila si. Ya nggak lah. Gue itu pacar loe," terang Fadly makin antusias. Ya ia lah, secara 'princess' nya beneran cantik. Nggak sia – sia deh 5 bulan ini pacaran hanya lewat hape.
"Pacar?" ulang cewek itu dengan kening berkerut. Makin bingung jelasnya.
"Oke biar gue jalasin. Kemaren itu loe janjian mau ketemu seseorang di kafe 'sahabat' kan?" tanya Fadly hati – hati yang hanya di balas dengan anggukan.
"Kok loe tau?"
"Ya tau lah. Cowok itu kan gue?"
"HA?!"
Dengan serentak fadly dan cewek yang tidak tau siapa namanya menatap kearah meja OP. Perasaan masalah ini nggak ada hubungannya sama tuh mbak – mbak. Kok malah dia yang berteriak keheranan?.
Dan fadly hanya mampu mengaruk – garuk kepalanya yang memang banyak ketombenya saat mendapati si embak ternyata lagi telponan. Dan mungkin karena jaringannya putus – putus makanya kurang dengar. O,o
"Ehem, tunggu dulu. Maksut loe, loe itu cowok gue yang selama ini pacaran hanya lewat hape?" tanya cewek itu sambil menatap Fadly seolah tak percaya.
"Iya," balas Fadly sambil mengangguk cepat.
"Hemz…. Ternyata loe keren juga. Sayang kita udah putus."
"Ya udah kita jadian lagi. Nama asli gue Fadly. Jadi loe nggak perlu manggil gue prince lagi. Terus nama loe siapa?"
"Laura," balas Cewek itu lirih
"Baiklah laura, tunggu bentar," Kata fadly sambil meraih tangan Laura dan membawanya kearah meja OP.
"Mbak, kita mau mbak jadi saksi. Bahwa hari ini, dan mulai detik ini juga. Gue, Fadly dan cewek di sebelah gue, Laura, RESMI PACARAN." Kata Fadly dengan tegas. Laura hanya menunduk malu.
Sementara tampang si mbak jangan di tanya. Kalau bingung itu pasti!. Heran, terukir jelas di wajahnya. Secara kedua orang ini jadiannya sudah persis seperti pasangan pengantin yang mo nikah di altar. Yang kedua, ia sudah cukup bingung dengan masalah HTML kenapa harus di tambah jadi saksi gadungan segala. Dan yang ketiga, mereka mau jadian atau putus nyambung memang APA HUBUNGAN DENGANYA???!!! Dan yang terakhir hanya satu kata yang meluncur dari mulutnya. Bukan ucapan selamat, tapi…
"Ck ck ck, Dasar ABG".
END…
Detail Cerpen :

Random Posts

  • THIS LOVE FOR YOU

    oleh: Farhaul AiniLiburan kuliah yang sangat berbeda nuansanya, biasanya Kevin berkeliling Eropa untuk menikmati berbagai macam indahnya dunia, kini ia mendarat di bandara Soekarno-Hatta, ya di Jakarta tepatnya, sudah lama sejak 5 tahun lalu ia tak pernah kembali, namun Berlin tidak mampu melupakan keindahan ibu kota indonesia ini, kesenangan ia relakan demi tugas yang berat menantinya, menemukan sesuatu yang akan membuat kebahagian. Hari ini Kevin akan menemui teman kecilnya bernama Elma, dari sebuah aparteman ia langsung keluar menuju Cafe. “hai, kamu Elma?” sapa Kevin kepada wanita itu “ya kamu Kevin?”wanita itu menjawab dengan sopan “betul sekali, kamu tidak pernah berubah ya ma, tetap cantik seperti dulu.” “ah dasar kamu, kamu juga ga berubah, tetap suka merayu seperti dulu.” “sebenarnya tujuan kamu ke Indonesia untuk liburan atau buat ketemu aku doang?”tanya Elma sambil menggoda “sebenarnya aku lagi cari seseorang, pengen ketemu kamu juga sih.” “tapi sekarang aku mau tunangan vin jadi kamu telat kalo mau melamar aku.” “oh ya hahaha, bagus kalo begitu, laku juga kamu.” asik mereka bercengkrama, ternyata waktu 5 tahun memisahkan mereka tidak mampu memudarkan keakraban diantara mereka. * * * Hari ini Kevin mengantar Elma menuju tempat Kuliahnya, hanya sekedar menghilangkan kebosanan di apartemen, karna ia tak mempunyai cukup banyak teman di Jakarta. “Ma nanti aku jemput kamu jam 9 ya” pesan singkat untuk Elma “okehh, jangan telat ya supir pribadiku” balas Elma Sampai di Kampus Elma, Kevin mengantar Elma menuju kelas “vin, kamu ga usah antar aku sampai kelas nanti kalo calon tunangan aku tau gimana, nanti aku bisa batal tunangan lagi.” “tenang aja, kan kamu bisa jelasin, aku kan sahabat kamu jadi harus tau calon suami kamu nanti, kalau gak lebih cakep dari aku, kamu harus putusin.” “oke oke kalo kamu maksa, tapi kamu harus tau cakepan dia dari pada kamu.” KAMPUS BANGSA NEGARA Itulah tujuan Kevin disinilah ia akan bertemu orang itu, dan mengakhiri semua. “vin aku langsung masuk kelas ya, dan kamu langsung pulang sanah, jangan ngecengin mahasiswi sini, nanti mereka jadi galau ditinggalin kamu.” “siap Nona cantik.” Inilah saatnya, keliling menelusuri dimana ia berada. Lelah Kevin mencari namun ia tak menemukannya. Rupanya sedari tadi ia diawasi oleh penjaga kampus “maaf ada yang bisa saya bantu?” “oh ya bapak kenal pak Arya, kalo gasalah dia katanya dosen disini.” “betul pak, kebetulan pak Arya tidak mengajar kalo hari selasa, tapi biasanya dia jemput non Elma kesini.” “Elma Citra Kirana?” “iya betul mas, calon tunangan mas Arya.” “oh yasudah makasih pak.” Kenapa bisa terjadi, kenapa harus Arya, apakah cinta Arya untuk Fara sudah hilang dan kenapa untuk Elma? “ pernyataan itu mengelilingi otak kepala Kevin, yang sepertinya ia tak mempercayainya Dibalik sedan hitamnya ia menunggu, melihat apakah itu benar nyata. dan setelah jam kuliah Elma selesai, ia berjalan menuju tempat parkir bersama seorang Pria, yang berperawakan tinggi, kulit putih, itulah yang bisa Kevin lihat dari kejauhan, namun itu memang benar Arya, lelaki yang sudah lama ia cari dan menunggu, akhirnya ia menemukannya. Ketika itu berjalanlah seorang laki-laki berperawakan tinggi dan sempurnanya, kemeja coklat yang terlihat mewah itu membaluti tubuhnya, dasi yang melingkar dilehernya membuat ia terlihat sangat berwibawa, senyumnya membalut wajahnya, terlihat ramahnya kepada wanita yang sedang bersamanya yang tak lain adalah Elma. “hari ini aku harus mengakhirinya, dia harus tau.” Desah Kevin dalam hatinya Pelan-pelan Kevin mendekati Pria itu, nampaknya ia ragu untuk menyelesaikan ini, namun tak lama iapun memberanikan diri “saya adik dari Fara, masih ingat Fara kan, tentu kamu masih ingat kan?” nama itu seakan-akan menjeritakan hati Arya, dia yang selama ini sudah menguburkan nama Fara dipikirannya kini kembali mengelilingi otaknya. Ekspresi dari muka Aryapun beragam saat mendengar nama itu, terlihat ada rasa benci, marah, kecewa, namun salah satu sudut matanya masih terlihat cinta yang ada. “saya sudah melupakannya dan saya tidak ingin mengingatnya lagi.” “kenapa begitu, bukankah kamu sangat mencintai dia, walaupun aku tidak pernah tau kamu tapi fara sering cerita, kalau kalian saling mencintai, bukankah kalian berencana menikah, jika kamu benar benar melupakannya, kamu benar-benar laki-laki tak tau diri“ Elma terlihat bingung dengan apa yang terjadi, “Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa itu Fara? Menikah apa kamu punya janji menikahi orang lain selain aku ya?” “jadi ma, tunanganmu ituu..” belum selesai Kevin berbicara, rupanya gumpalan tangan yang keras menghantam pipi kanannya, sampai bibirnya mengeluarkan darah.” “selesaikan hanya kita berdua, cafe millo besok.” Diam-diam Arya membisikan kata pada Kevin Kevinpun pergi dengan menahan rasa sakit dibibirnya, tanpa mempedulikan Elma yang sedari tadi ingin sekali mengetau yang sebenarnya. “Ada apa sebenarnya ini, tolong jelaskan Arya.” Arya hanya terdiam, dalam situasi yang membingungkan pikirannya tak berfungsi dengan baik. Elma menggerutu di mobil sampai tak sadar Arya telah membawanya sampai di depan rumahnya. Lelah berbicara sendiri tanpa Arya hiraukan, Elmapun merasa kesal dan tidak berbicara apapun saat turun dari mobil meninggalkan Arya. tatapan kosong Arya terlihat jelas dari sudut matanya, memandang ke arah sudut kamarnya terlihat cahaya matahari tenggelam dari sudut jendela, dalam pikirannya terlihat masa lalu yang indah bersama Fara, pertunangan yang telah terangkai, dan sosok yang pergi tanpa kabar, semuanya menggilakan pikiran dalam benak Arya. *** Sabtu, 26 mei cafe Millo Terlihat di salah satu sudut dekat jendela, pria yang sudah menunggunya, segera tanpa terfikirkan Aryapun langsung duduk di depannya “kau harus menemui Fara.” Ucapnya langsung saat Arya baru duduk dikursi “untuk apa?” “Fara membutuhkanmu.” “selama ini aku mencarinya, aku bekerja keras untuk mendapatkan uang hanya untuk menyusulnya ke Jerman, saat satu langkah aku ingin terbang ke Jerman, dia memutuskan hubungannya denganku, dengan alasan dia tak mencintaiku lagi, dan aku rasa Fara tidak membutuhkanku lagi.” “Arya ada satu hal yang harus kamu tau, Fara mengalami kecelakaan saat kamu sedang mengadakan tour ke Jepang, dan kecelakaan itu membuat Fara kehilangan kedua matanya, dia ga bisa melihat lagi, Fara sangat terpukul saat mengetaui kondisinya, ia memutuskan tinggal di Jerman bersama Ibu dan Ayah disana.” “lalu dia melupakan dan meningglkan aku disini?” “dia ga ingin mengecewakanmu dengan kondisi dia sekarang, kau tau betapa dia sangat mencintimu dalam kondisinya yang sekarang, hobbynya adalah melukis, dia belajar dari salah satu teman Ayah yang selalu mengajarkan tunanetra agar bisa berbakat, dia selalu menggambar dirimu, dia juga selalu bercerita tentangmu, tiap hari tanpa bosan aku mendengarnya, impiannya ketika ia bisa melihat lagi adalah melihat kamu bahagia Arya” Hati Arya benar-benar merasa kasihan pada Fara, wanita yang sebenarnya masih sangat ia cintai harus mengalami penderitaan yang hebat. “Apa yang harus aku lakukan untukknya?” “kembalilah Arya untuknya, aku ingin melihat kebahagiannya sempurna dengan kembalinya kamu dengan dia, kamu tidak perlu hawatir minggu depan dia sudah mendapatkan donor mata, dan itu pasti melengkapi kebahagian kalian.” “kenapa kamu yakin aku akan kembali pada Fara?” “Arya semua cerita Fara sudah membuktikan dan aku sangat yakin cinta yang tulus itu tidak akan hilang dalam sekejap.” “cintaku untuk Fara memang tak pernah hilang sampai sekarang tapi aku gabisa ninggalin Elma, dia wanita yang memulihkanku saat aku terpuruk.” “aku tau itu akan sulit buat kamu memilih, tapi kamu pasti bisa menjelaskan ini pada Elma.” “tidak perlu dijelaskan, aku mengerti, maaf Arya aku juga butuh cinta yang tulus dari seorang laki-laki, dan hati kamu ternyata hanya untuk Fara.” “Elma?” dua laki-laki itu terkejut saat mereka mengetahui dibelakang adaseorang wanita yang memang penampilannya sangat berbeda dari biasanya, Elma sedari tadi menguping pembicaraan mereka tanpa sidekahui. Elmapun pergi, meninggalkan Arya dan Kevin, namun saat Arya mencoba bangkit dan mengejar Elma, Kevinpun menahannya. “dia wanita yang berfikir dewasa, dia akan mengerti.” Arya tidak selangkahpun mengejarnya *** 14 juni Berlin- Jerman Cahaya terang terlihat dari yang tadinya gelap gulita, terliahat remang-remang seorang yang ada disekitarnya dan akhirnya terbuka dengan jelas keruman agak banyak orang disekitarnya, terlihat Ibu dan wajah Ayahnya yang rupanya baru ia lihat, Ayah yang selama ini tak disangka sangat menyayangi Fara. Kevin dengan senyuman lebarnya menyambut Fara dengan dunia barunya, ada sebuah lengan yang membalutnya, mencium keningnya dan berkata “ jangan tinggalkan aku lagi.” Saat Fara melihatnya terpancar kebahagian yang tampak dari wajahnya lelaki yang selama ini akhirnya membuatnya bahagia. -selesai- twitter: @ainigonil

  • Cerpen Terbaru FCMCSG 1

    Cerpen TerbaruFcscmg Part 1Hallo All. Star Night datang lagi nie. Tapi bukan mo posting tentang rasa atawa malah The prince ya. Star Night datang dengan membawa cerpen baru. Judulnya FCSCMG. Jangan Tanya artinya, Star Night juga nggak tau. Ini cerpen lagi lagi kiriman dari Adek Star Night, Mia mulyani . Tau donk dia itu siapa?. Itu lho yang nulis Cerpen Buruan katakan Cinta sama Vanessa Vs Ferly. Nah dia bilang nya si udah selesai diketik, Cuma baru di kirim separuh. Katanya biar Star Night ikutan penasaran. #halah. Kalo gitu yuks, sama – sama kita baca. Credit Gambar : www.desainkawanimut.com CerpenSiang itu Feisya sedang duduk santai sendirian sambil menghadap laptopnya di sebuah kafe. Tiba – tiba hapenya bergetar tanda ada SMS masuk. selesai membaca Angan nya melayang entah kemana. Sejenak ia edarkan pandangan ke sekeliling. Untuk detik pertama perhatiannya tertuju pada sepasang muda- mudi yang tampak ngobrol tak jauh darinya. Tanpa perlu jadi orang pintar ia tau kalau mereka pasti sepasang kekasih. Perhatiannya kembali teralih kearah Hanphond yang ada di tangannya. Diawalai hembusan nafas berat ia ketik dua kata itu, Tanpa ragu lagi meng'send'nya. Ya, hanya dan cukup dua kata. "KITA PUTUS".sebagian

  • Cerpen pendek ‘He is my love’

    Inget cerpen pendek sang idola yang sudah admin posting sebelumnya? Nah, setelah admin baca ulang cerpen He is my love ini admin baru ngeh kalau ternyata temanya sama. Ck ck ck. Tapi nggak papa lah, namanya juga fiksi. So, buat yang mau baca bisa langsung ke bawah aja ya."Ya udah, gue pulang dulu ya?""Iya, hati -hati di jalan. Da…" balas Irma sambil melambaikan tangannya. Mengantarkan kepergian Rey, sang kekasih setelah seharian ini jalan – jalan. Yah mumpung hari minggu, libur sekolah. Kalau nggak kapan lagi punya waktu buat kencan. Bener gak?Setelah sosok Rey beneran hilang dari pandangan barulah ia melangkahkan kaki masuk kedalam rumah. Sambil terus melangkah mulutnya tak henti bersenandung kecil. Melantunkan lagu – lagu Cinta. Ciri khas orang yang sedang kasmaran.Begitu sampai di kamar segera ia rebahkan tubuhnya di atas ranjang. Orang tuanya sedang keluar. Itu artinya ia di rumah sendirian, maklumlah anak tunggal. Setelah berpikir – pikir untuk beberapa saat segera di keluarkan hape dari dalam tasnya. Mencari id contak atas nama Vieta, sahabat terbaiknya. Biasalah cewek kalau ada apa – apa kan memang demen curhat. Tak terasa satu jam telah berlalu. TM alias TalkMania kartu 'As' nya juga sudah ludes. Mau tak mau pangilan itu harus ia putuskan. Sebagai anak sekolahan ia memang harus belajar hemat, secara uang saku juga masih nyadong sama orang tua. Untuk sejenak Irma memandangi benda elektronik yang ada di tangannya dengan kening berkerut. Dalam hati ia bergumam. Satu jam yang telah berlalu dengan sia – sia. Karena rencannya untuk curhat gagal berantakan. Justru ia yang di jadikan ajang curhat oleh sahabatnya yang satu itu yang 'katanya' sedang naksir seseorang.Setelah berdiam untuk beberapa saat, akhirnya Irma bangkit berdiri. Sebentar lagi ortunya pasti juga akan segera pulang. Lagi pula sepertinya tubuhnya juga perlu penyegaran. Tak lupa di sambarnya handuk sebelum kemudian ia menghilang di balik pintu kamar mandi.Keesokan harinya seperti biasa Irma berangkat kesekolah. Awal pagi yang cerah tiba – tiba terasa suram saat matanya mendapati raut berbinar di wajah Vieta. Gadis itu langsung bisa mendebak kalau acara curhatanya kemaren pasti masih ada lanjutanya. Persis seperti cerpen berseri yang akan terus berlanjut yang di tulis oleh salah satu teman dunia mayanya, Ana merya."Iya Irma, pokoknya dia itu keren banget. Gue sekarang jadi percaya kalau love at first sight itu beneran ada."Irma hanya mampu tersenyum hambar yang benar – benar terasa hambar. Sebuah senyuman yang dipaksain. Secara kalimat itu sudah lebih dari dua puluh kali di ulang – ulang oleh sahabatnya. Sampai – sampai ia merasa itu kalimat sudah sangat familiar di telinga."Terus kenapa kemaren nggak langsung loe tembak aja," komentar gadis itu ngasal."Ya ela, loe pikir gue udah gila apa. Masa baru kenalan gue langsung nembak dia. Lagian belum ada sejarahnya cewek nembak duluan," bantah Vieta sebel."Sapa bilang, ini kan udah jaman emansipasi wanita. Sah – sah aja donk. Lagian bukannya sejarah nabi kita, bunda Siti khadijah duluan yang melamar?" sambung Irma lagi.Sejenak Vieta bungkam, dalam hati ia membenarkan ucapan sahabatnya itu. "He he he…. ia juga sih. Tapi tetep aja gue nggak bisa nembak duluan. Bisa di kira gila beneran gue.""Bukannya loe emang udah gila dari sononya ya?"Dengan cepat sebuah jitakan mendarat di kepala Irma atas balasan ucapannya barusan. "Eh, Gimana acara kencan loe kemaren?" tanya Vieta mengalihkan pembicaraan. Benar – benar langkah yang bagus, karena wajah Irma langsung sumringah mendengarnya. Sekaligus juga membatalkan niat untuk membalas jitakan yang di terimanya barusan."Ah… Pokoknya seru banget. Ternyata dia itu orangnya romantis. Gue kan jadi makin cinta sama dia," kata Irma sambi tersenyum membayangkan ucapanya barusan."Bukannya dulu loe bilang, si Jhon Jilidsatu. Pacar loe yang loe bilang memiliki history nama rada nggak jelas gitu orangnya ngebosenin ya?" tanya Vieta terlihat bingung. "Ya ela. Si John mah udah gue tendang dua minggu yang lalu kaleeee…""HA?" Mulut Vieta mangap selebar – lebarnya, Irma hanya menangapinya dengan tatapan sinis sekaligus mencibir. Dalam hati ia mencibir, lebay banget si nie orang?"Bukannya loe baru jadian tiga minggu yang lalu ya?" sambung Vieta lagi."Emang… Tapi karena dia nya ngbosenin mending gue cari yang baru," balas Irma santai."Astaga, loe bener – bener deh," Vieta kehilangan kata-kata dan tampak menggeleng – gelengkan kepala tak percaya.***"Irma, loe harus bantuin gue, kalau nggak gue bisa patah hati beneran nie.""Apa lagi si?" tanya Irma sambil menutup bukunya dengan kesel. Apa nggak cukup hampir seminggu ini ia menjadi pendengar setia tentang kisah sang pangeran berkuda putih ala Vieta?"Gimana donk. Gue beneran naksir berat sama dia.""Ya udah kalau gitu loe aja yang nyamperin.""Tapi dia udah punya pacar.""Terus?""Masa terus. Ya gue harus gimana. Loe kasi saran kek. Nggak setia kawan banget si mentang – menatang dia udah punya pacar," gerut Vieta sebel."Ya ela, emang kenapa kalau dia udah punya pacar. Belum nikah ini. Yang udah nikah aja bisa cerai kok. Gitu aja ribet.""Maksut loe, gue harus ngerebut dia gitu?" Vieta tidak yakin akan apa yang baru saja di dengarnya. Irma hanya membalas dengan anggukan kepala mantab."Eh, gue belum sejahat itu kali," tolak Vieta lagi."Belum bukan berarti enggak kan?" pangkas Irma cepat."Tapi masa gue harus ngerebut pacar orang?" tanya gadis itu ragu."Salah siapa naksir sama orang yang jelas – jelas udah punya pacar," Irma dengan santai main nyablak. "Lagian nie ya gue pernah denger orang bilang kalau dalam perang dan cinta semuanya sah – sah aja," Irma sok – sokan menasehati."Lebay… Lagian siapa juga yang mo perang.""Eh non, kalau sampe beneran berani ngerebut pacar orang kalau bukan ngajakin perang terus apa namanya?""Udah tau kayak gitu, ngapain loe ngasih ide begituan ke gue?""Dari pada loe patah hati terus bunuh diri," kata Irma cepat dan langsung mendapat hadiah jitakan di kepalanya."Loe kalau ngomong nggak ngenakin banget.""Kalau mau yang enak, beli in gue kentang goreng," gerut Irma sebel sambil mengusap – usap kepalanya yang terasa berdenyut. Udah jelas – jelas tadi minta saran, giliran di kasi tau bener – bener walau sarannya jelas gak bener (???) eh, malah dijitak. Siapa yang nggak kesel coba."Emangnya loe nggak takut kena karma?" tanya Vieta setelah terdiam beberapa saat."Maksutnya?" kening Irma tampak berkerut tanda bingung."Ya ngerebut pacar orang. Loe nggak takut ya kalau nanti pacar loe juga di ambil orang?""Huwahahahaha…." Irma langsung ngakak mendengar pertanyaan yang dianggapnya super konyol."Apa ada yang lucu?" gantian kening Vieta yang berkerut melihat sahabatnya masih tertawa. Menurutnya tidak ada yang lucu di sini."Ampun deh…. Loe ini ada – ada aja. Sejak kapan hukum karma bisa di pindah tangankan? Yang rencananya mau ngerebut pacar orang kan elo. So, yang harus kena karma elo donk. Nggak ada urusannya sama gue," terang Irma panjang lebar sembari berusaha menahan tawanya."Yah, tapi kan itu ide loe.""Baiklah…. Gue tarik lagi ide gue tadi. Dan elo sebaiknya siap – siap aja patah hati," selesai berkata Irma segera bangkit berdiri. Siap – siap mau pergi."Eits, tunggu dulu. Oke, Gue ikuti saran loe. Besok gue akan ajak dia ketemuan. Gue akan bilang kalau gue suka sama dia. Tapi…. Loe harus nemenin gue.""Oh tidak bisa….. Besok itu hari minggu, jadwal gue kencan" Tolak Irma cepat."Jadi loe nolak nemenin gue nie?" tanya Vieta dengan nada datar. Super datar. Tapi tatapan matanya itu lho, Sumpah bikin merinding. Akhirnya dengan amat sangat berat hati Irma mengangguk walau dalam hati terus merutuk. Dia punya salah apa di kehidupan sebelumnya sampai – sampai bisa punya sahabat yang menyeramkan seperti ini. Dan keesokan harinya seperti yang di janjikan, walau dengan berat hati Irma akhirnya menemani Vieta untuk melakuan aksinya."Loe yakin dia bakal datang?" tanya Irma sambil menyesap jus mangganya. Sudah hampir sepuluh menit ia dan Vieta duduk di caffetaria itu menunggu orang yang di taksir Vieta. Tapi yang di tunggu belum menampakkan batang hidungnya."Katanya si iya.""Kalau sampai dia nggak datang beneran gue bunuh loe," ancam Irma serius. Apalagi ia sudah bela – belain membatalkan acara kencan rutinnya pada hari minggu hanya untuk menjadi 'obat nyamuk' sahabatnya itu."Dari pada loe ngancem , mending loe kasih suport ke gue. Gila, gue beneran deg degan banget. Mending kita batalin aja yuk?""Setelah gue batalin rencana kencan gue, loe mau ngebatalin ini? Coba aja kalau loe berani?" geram Irma tapi Vieta sama sekali tidak mendengarnya karena matanya sudah terlanjur terpaku kearah pintu masuk dimana tampak ada seseorang yang mulai melangkah masuk."Irma bantuin gue sekarang, dia udah datang . Gue harus gimana?" kata Vieta terlihat panik."Ha? Benarkah? Yang mana orangnya?" tanya Irma sambil berbalik karena kebetulan posisi duduknya tadi membelakangi pintu."Itu yang baru masuk. Ya ampun, kalau sampai gue di tolak, gue yakin gue beneran patah hati," Keluh Vieta sementara Irma melotot menatap sosok yang ditunjuk sahabanya."Maksut loe yang pake kemeja hitam itu?" tanya Irma tampak tak percaya. Vieta hanya membalas dengan anggukan karena gugub yang tiba – tiba menyerangnya."Astaga Vieta, kalau sampai dia nerima elo, gue yang patah hati.""Maksut loe?" Tanya Vieta binggun."Dia itu Rey, pacar gue," sahut Irma lirih tapi bagi Vieta itu bagaikan suara petir di siang bolong disaat hari sedang cerah – cerahnya."APA?!"."Bruk…..".Hal terakhir yang Vieta ingat adalah suara riuh penghuni Cafe yang mendapatinya tergeletak pingsan di lantai.END..Detail CerpenJudul cerpen : He is My lovePenulis : Ana MeryaPanjang cerita : 1487 wordsGenre : RemajaKategori : Cerpen Pendek

  • Cerpen Renungan: HITAM & PUTIH

    HITAM & PUTIHoleh: Alief Murobby“ Qul Huwallahu Ahad. Allahus Somad.”Suara alunan lembut bacaan Al-Qur’an mengalun merdu di tengah dinginnya malam, saat semua makhluk hidup tertidur, meringkuk dalam selimut masing-masing. Bacaan itu menghangatkan tiap hati yang mendengarnya, melawan sabetan dingin dari sabit sang malam. Suara itu menyelusup diantara daun pepohonan, kemudian terbang pergi terbawa angin.Hentakan musik dari turntable sang disc jockey memenuhi ruangan berukuran 7×6 meter itu. Asap dari bong1 dan sisha2 membumbung di tengah ruangan yang tidak berjendela itu. Delapan orang remaja, empat cowok dan empat cewek berpesta di dalamnya, tak menghiraukan malam yang terus menanjak naik.“ Ga, sini kek, ikutan nyabu. Nyedot sisha mulu,” panggil Feli pada Arga yang mojok sambil menghisap sisha. Cowok itu tidak mengindahkannya.“ Cerewet. Tuh, Sony sama Alice make out mulu kagak lo usik,” bantah Arga, seraya menunjuk pojokan dimana Sony dan Alice terus berciuman. Dia menghisap sisha-nya lagi. “ Lagian, nggak ada yang merek Ice, sih. Males gue.”“ Alah, alasan. Nih, ada Buddha Stick,” timpal Leon, pacar Feli, sambil menjulurkan salah satu jenis sabu-sabu. Tangan kirinya memegang bong, sementara tangan kanannya memeluk pinggang Feli. Sesekali, ia mengisap sabu-sabunya dengan penuh penghayatan. Sony dan Alice terus saja berpagutan di pojokan yang tadi ditunjuk Arga, tak memedulikan keadaan sekitarnya. Dunia serasa menjadi milik mereka berdua.“ Biarin aja, Fel. Arga kan banci,” celetuk Lucy, seraya menenggak segelas Silver Bullet yang dipegangnya. Kepalanya mengangguk-angguk mengikuti irama musik, alkohol perlahan-lahan mulai menguasai sistem kerja otaknya.“ Tambahan. Arga tuh impoten. Aku udah pernah lihat pe**snya dan ternyata nggak bisa ereksi. Ahahaha,” celoteh Mira tak kalah ngawur. Lebih parah dari Lucy, Mira telah menenggak berbotol-botol Bacardy3. Wajahnya sudah memerah, tapi sama sekali tak ada tanda ia bakalan berhenti. Zareo yang mendengar ocehan ngawur dari kedua cewek itu tertawa lepas. Kedua tangannya semakin erat memeluk pinggang Lucy dan Mira yang duduk di kanan-kirinya. Pikirannya sudah tak utuh lagi akibat satu gram Maryjane yang diisapnya tadi. Tak peduli dengan semua komentar teman-temannya, Arga tetap kukuh dengan sishanya.Dan pesta pun terus berlanjut tanpa ada interupsi dari pihak manapun.“ Tumben Om kesini. Ada apa sih?” tanya Mami, seraya ber-cipika cipiki dengan tamunya, seorang pria paro baya yang parlente. “ Kalo mau mesen kan bisa aja lewat telpon,” lanjutnya.“ Aku bosen lewat telpon terus. Pengennya sekarang hunting sendiri,” jawab pria itu. Matanya jelalatan melihat para gadis muda yang berlalu lalang disana. Gairahnya mulai merangkak naik.“ Yaudah, maunya Om yang gimana? Ada Lena, yang ahli banget dalam blow job4. Ada Elma, cewek 17 tahun tapi cup-nya 34 B. Ada juga kok yang masih ‘hijau’. Terserah Om pilih yang mana.” Mami menyebutkan beberapa produk unggulan dari “dagangan”nya. Si Om tidak kelihatan tertarik sama sekali.“ Aku udah pernah nyoba semua. Ada yang bisa nari striptease nggak?” tanya si Om.Mata Mami berbinar. “ Oh, ada kok. Wait a minutes, okey?” Mami segera pergi ke dalam. Beberapa saat kemudian, ia kembali dengan menggandeng seorang cewek cantik usia 18 tahun-an.“ Nih, Om. Namanya Sisca, ahli banget dalam urusan nari striptease,” ucap Mami, seraya menyodorkan Sisca yang tersenyum genit. Laki-laki itu mulai tertarik dengan cewek di depannya itu.“ Oke, deh. Aku bawa yang ini. Pembayarannya seperti biasa,” kata Om, sambil beranjak pergi dari tempat itu. Sisca menggelendot manja di tangannya. Mereka segera masuk ke dalam Honda Jazz hitam metalik milik si Om. Deru mobil terdengar menyalak, dan mobil itu melesat pergi meninggalkan kawasan hitam itu.Alto melenguh panjang saat dia ejakulasi, merontokkan stamina dan nafsunya yang tadi menggebu-gebu. Dia langsung ambruk di samping Karin yang wajahnya terlihat nanar. Pikirannya kalut. Dia merasakan pangkal pahanya sangat perih. “Sesuatu” telah pergi darinya tanpa permisi. “Sesuatu” yang ia jaga saat dirinya haid pertama kali waktu umur 13 tahun hingga kini tatkala umurnya 19 tahun, hilang sudah. Bau yang sangat menyengat menguak dalam ruangan kecil itu. Bau amis darah dan sperma.“ Harusnya kamu pakai kondom dulu tadi.” Karin melirik ke arah pacarnya yang masih terengah-engah. Alto terdiam, kemudian menarik cewek itu ke dalam pelukannya.“ Jangan takut. Aku akan selalu bersama kamu. Believe me,” kata Alto sambil mengecup kening pacarnya.“ Tapi nanti kalo aku…” Ucapan Karin terpotong karena bibirnya telah dibungkam oleh bibir Alto.“ Don’t say that, honey. I love you so much. I’ll be all that you want. I’ll never let you go, okey?” Alto kembali mengecup bibir merah Karin. Cewek itu menjadi agak tenang mendengar perkataan cowoknya itu. Pikiran-pikiran seperti takut hamil mulai tereduksi.Dan ia pun tertidur dalam pelukan pacarnya.Tanpa disadari oleh para manusia yang kotor dan hina, semua perbuatan mereka rupanya disaksikan oleh Alam. Alam menuliskannya dalam sejarah kelam manusia, mengingatnya, dan menyimpannya. Lama kelamaan, dia tak tahan juga terus menyaksikan ulah para manusia yang terus mengumbar hawa nafsunya. Dia pun berkeluh kesah pada Sang Penciptanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala.“ Ya Allah, Maha Suci Engkau yang telah menciptakanku dan seluruh benda yang ada di dalam dunia ini. Sudah lama aku melihat kelakuan manusia yang terus mengumbar auratnya, membebaskan hawa nafsunya, tanpa sekalipun mau mematuhi perintah-Mu. Kau terus menyuruhku bersabar, tapi aku hanya makhluk, bukan Dzat yang Maha Sabar seperti-Mu, ya Allah. Aku sudah tidak tahan lagi punggungku dipakai untuk maksiat. Aku sudah tidak tahan, Gusti,” ratap Alam sambil menangis tersedu-sedu, mengadukan seluruh penderitaannya yang selama ini terus dipendamnya.“ Ya sudah, Kuperintahkan kau untuk berguncang. Buatlah gempa yang dahsyat. Hukuman bagi mereka yang ingkar kepada-Ku, cobaan bagi mereka yang beriman pada-Ku.”Mendengarnya, Alam agak kaget tapi dengan cepat ia menguasai diri. Tanpa berniat menginterupsi, Alam menjawab dengan khidmat,” Sami’na wa ato’na5.”Hari itu, tanggal 27 Mei 2006, kota Yogyakarta diguncang oleh gempa dahsyat. Alam menumpahkan seluruh kepedihannya yang selama ini terus disimpannya. Dia mengamuk, meluluhlantakkan kota yang terkenal dengan julukan kota pendidikan itu. Bangunan-bangunan yang dulu berdiri pongah kini rata dengan tanah. Korban tewas terus bergelimpangan.“ Lam Yalid Wa Lam Yuulad. Wa Lam Yakun Lahu Kufuwan Ahad.”Suara itu terus mengalun diantara puing-puing reruntuhan bangunan, terus mengagungkan nama Allah. Allah Yang Maha Besar. Allah Yang Maha Esa. Allah Yang Maha Kuasa. Suara itu terus terbang terbawa angin. Terus menjauh. Jauh.***Keterangan:1. Bong: alumunium foil yang biasa digunakan untuk mengisap sabu-sabu2. Sisha: rokok Arab yang terdiri dari tabung penghasil asap dan 3-4 selang pengisap3. Bacardy: merek minuman keras jenis rum4. Blow job: oral seks5. Sami’na wa ato’na: saya mendengar dan saya menaati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*