Cerpen “Cinta ku Nemu Diwarnet”

Oke guys, cerpen pendek cintaku nemu di warnet, sebuah cerpen yang admin ketik pas lagi di warnet. Tepatnya itu kebetulan admin emang kerja di sini. Dan ceritanya, cerpen yang satu ini di buat khusus untuk pasangan bikin iri. Secara doi dengan semene mena bermesraan di hadapan para jomblo… #Gubrag.
Okelah, untuk yang penasaran dengan jalan ceritanya, mari kita kemon langsung simak ke bawah ya guys. Happy reading….
Credit Gambar: Ana Merya
Rintik Gerimis, langit mendung, cuaca dingin yang kalo menurut ilmuini berdasarkan ilmu yang turun temurun katanya akan bikin jaringan lelet. Nggak tau itu cuma mitos atau apa. Tapi nyatanya memang selalu begitu. Jaringan kali ini beneran terasa lelet. Membuat sang OP Warnet menulis status yang nggak jelas di facebooknya gara – gara pelanggan banyak yang compline. Giliran nelpon ke pusatnya selalu mendapat jawaban yang sama Sebentar ya mbak, di sini sedang ada pengalihan jaringan'. Halah.
Pembukaan cerita yang beneran nggak nyambung #Nunjuk Paragraf pertama.
Ehem… Oke ini baru cerita yang sebenernya.
"Haduh… kok malah hujan si?" gerut Fadly sambil membelokkan arah motornya. Menghindari rintik-rintik air yang turun dari langit. Kalo berdasarkan perkiraan, sepertinya sebentar lagi gerimis ini akan berubah menjadi hujan deras.
Motornya ia parkirkan disebuah teras bertuliskan 'SMILE NET'. Setelah berpikir sejenak ia memutuskan untuk langsung masuk. Lagi pula dari pada berdiri kedinginan di luar mendingan juga langsung masuk kedalam. Bisa sambil nyari tugas sekolahnya, chatingan atau sekedar cuci mata liad video-Video artis korea di youtube atau nonton online di kimichidrama # Untuk alasan terakhir khusus buat sang admin.
"Mbak, nomor berapa yang kosong?" tanya Fadly pada OP yang jaga. Kebetulan Cewek.
"Wah lagi penuh dek. Cuma tinggal nomor 5 aja," terang sang OP sambil menunjuk kan meja nomor 5 yang kebetulan berada tepat di samping meja OP.
"Ya udah mbak. Nggak papa. Aku ambil yang itu aja."
Tanpa menunggu jawaban sang OP yang tampak hanya menganggukan kepala karena sepertinya sedang keasikan chating lewat comfrog, Fadly segera berlalu menuju meja yang di tunjuk.
Selang setengah jam berlalu, hujan tampaknya belum juga mereda. Malah terlihat makin deras. Untuk sejenak Fadly melirik jam yang melingkar di tangannya. Hatinya mulai was was. Apalagi saat melihat kearah langit yang tidak menunjukan tanda – tanda bahwa hujan akan berhenti. Akhirnya di ambilnya keputusan nekat untuk menerobos hujan saja.
"Lho dek udah selesai?" tanya sang OP saat ia menanyakan tagihan mainnya sambil meminta kertas hasil printanya tadi.
"Udah mbak. Berapa semuanya?"
"8000 sama print nya sekalian."
Tanpa banyak kata Fadly segera merogoh saku celananya. Mengeluarkan dompet dan mengambil uang sepuluh ribuan dan langsung menyerahkannya pada sang OP.
"Ma kasih mbak," katanya sambil pamit.
"Mau langsung pulang?" tanya sang OP sambil mengetutkan kening heran tanpa membalas ucapan terima kasihnya. Sepertinya ia beneran heran melihat tingkah Fadly sore itu.
"Ia mbak. Soalnya udah di tungguin pacar. Nggak enak kalau dia sampe kelamaan nunggu," balas Fadly. Si embak hanya beroh ria sambil mengangguk. Dalam hati Bergumam "Ck ck ck, dasar ABG?".
Sebelum Fadly sempat melangkah keluar pintu, ia buru – buru berbalik.
"Oh ya mbak, sekalian aku minta doanya?"
"Doa?" tanya si mbak sambil mengalikah tatapannya dari monitor dengan enggan. Secara dia kan sedang keasikan chat sama Mr. Josep. Walaupun pake bahasa inggris yang pas – pasan sekali gus ancuran – ancuran, tapi ternyata malah terasa seru.
"Iya mbak. Doain ya, semoga semuanya lancar. Soalnya hari ini mau ketemu cewek yang udah jadi pacar aku sejak 5 bulan yang lalu. Aku kan penasaran wajahnya dia kayak apa."
"Udah jadian kok penasaran sama wajahya?" tanya sang mbak heran.
"Yah aku kan kenalnya cuma di hape doang mbak. Makanya itu, rencana nya kita hari ini mau ketemuan. Ya udah ya, pergi dulu ya mbak," pamit Fadly yang lagi – lagi mengabaikan ekspresi sang OP yang menatapnya bengong. Melupakan Mr josep untuk sejenak karena justru angannya melayang membayang kan jadian tanpa ketemuan. Selain itu ia juga mikir, hubungannya sama dia apa ya?. Kok pake di kasih tau segala. Pengen di jadiin Short Story in Star Night apa?. Ya udah di KABULINN. Terciptalah cerpen 'Cinta ku Nemu di Warnet'. (??????).
"Hatchim…"Untuk kesekian kalinya suara itu terdengan dari kamar Fadly. Gara – gara nekat hujan – hujanan kemaren sore, saat ini ia malah harus terdampar di kamar seharian. Mana yang kemaren itu sia – sia lagi. Pacarnya sama sekali tidak datang. Di hubungi nomornya juga nggak aktif. Padahal itu adalah janji ketemuan mereka yang lagi lagi berakhir batal. Akhirnya dengan berat hati ia mengsend dua kata. "KITA PUTUS"
"Jadian tanpa ketemuan, putus juga cuma lewat SMSan. Sah-sah aja kan?" geramnya dalam hati.
Siangnya, dengan mengenakan jaket tebal ia memutuskan untuk kembali jalan kewarnet. Lagi pula sumpek juga seharian di rumah. Pusingnya juga nggak terlalu. Mendingan juga maen PB atau sekedar FBan sekaligus donlot-donlot video di warnet. Saat pertama kali ia menginjakan kaki di warnet, ia langsung di sambut tatapan heran sang OP. Tapi hanya sekedar tatapan untuk sejenak, Karena di lihatnya perhatian si mbak – mbak itu kembali asik ke arah monitornya. Kalau di lihat dari raut wajahnya si. Nie mbak – mbak pasti kebingungan karena masalah HTML. # Si Fadly Sotoy.
"Mbak, nomor berapa yang kosong?"
"e…. Nomor 14," Balas si mbak tanpa mengalihkan tatapannya dari monitor. Untuk sekilas Fadly mencoba mengintip. Tuh kan bener, tu mbak – mbak ternyata beneran lagi ngedit HTML blog. He he he.
Fadly segera melangkah menuju meja yang tampak tepat di hadapan meja Operator. Sebuah senyuman terukir di bibirnya saat mendapati seorang cewek yang duduk di sebelahnya yang tampak sedang asik fb an tanpa terpengaruh akan kehadirannya. Berhubung tu cewek kebetulan cantik, dengan diam – diam Fadly melirik username fb nya. Begitu di search dia terkejut membaca pesan dindingnya.
"Prince, Kita gagal lagi bertemu.
Sepertinya hubungan kita memang harus terhenti sampai di sini.
Karena nyatanya cinta kita benar – benar terhalang Operator"
"Princess!!" Kata Fadly setengah berteriak yang tidak hanya membuat cewek yang ada di sampingnya kaget. Tapi juga Sang OP yang langsung menatapnya tajam karena telah melangar kode etik di warnet tentang keutamaan kedamaian dan ketenangan. (???).
"Loe princess kan?" ulang Fadly dengan antusiasnya membuat cewek di sebelahnya makin bingung. Dalam hati mungkin mikir, jangan – jangan ada pasien RSJ yang kabur.Atau ada aktris drama yang kehilangan panggungnya. =,=
"Loe gila ya?" tanya cewek itu takut – takut sambil bergidik ngeri.
"Kok gila si. Ya nggak lah. Gue itu pacar loe," terang Fadly makin antusias. Ya ia lah, secara 'princess' nya beneran cantik. Nggak sia – sia deh 5 bulan ini pacaran hanya lewat hape.
"Pacar?" ulang cewek itu dengan kening berkerut. Makin bingung jelasnya.
"Oke biar gue jalasin. Kemaren itu loe janjian mau ketemu seseorang di kafe 'sahabat' kan?" tanya Fadly hati – hati yang hanya di balas dengan anggukan.
"Kok loe tau?"
"Ya tau lah. Cowok itu kan gue?"
"HA?!"
Dengan serentak fadly dan cewek yang tidak tau siapa namanya menatap kearah meja OP. Perasaan masalah ini nggak ada hubungannya sama tuh mbak – mbak. Kok malah dia yang berteriak keheranan?.
Dan fadly hanya mampu mengaruk – garuk kepalanya yang memang banyak ketombenya saat mendapati si embak ternyata lagi telponan. Dan mungkin karena jaringannya putus – putus makanya kurang dengar. O,o
"Ehem, tunggu dulu. Maksut loe, loe itu cowok gue yang selama ini pacaran hanya lewat hape?" tanya cewek itu sambil menatap Fadly seolah tak percaya.
"Iya," balas Fadly sambil mengangguk cepat.
"Hemz…. Ternyata loe keren juga. Sayang kita udah putus."
"Ya udah kita jadian lagi. Nama asli gue Fadly. Jadi loe nggak perlu manggil gue prince lagi. Terus nama loe siapa?"
"Laura," balas Cewek itu lirih
"Baiklah laura, tunggu bentar," Kata fadly sambil meraih tangan Laura dan membawanya kearah meja OP.
"Mbak, kita mau mbak jadi saksi. Bahwa hari ini, dan mulai detik ini juga. Gue, Fadly dan cewek di sebelah gue, Laura, RESMI PACARAN." Kata Fadly dengan tegas. Laura hanya menunduk malu.
Sementara tampang si mbak jangan di tanya. Kalau bingung itu pasti!. Heran, terukir jelas di wajahnya. Secara kedua orang ini jadiannya sudah persis seperti pasangan pengantin yang mo nikah di altar. Yang kedua, ia sudah cukup bingung dengan masalah HTML kenapa harus di tambah jadi saksi gadungan segala. Dan yang ketiga, mereka mau jadian atau putus nyambung memang APA HUBUNGAN DENGANYA???!!! Dan yang terakhir hanya satu kata yang meluncur dari mulutnya. Bukan ucapan selamat, tapi…
"Ck ck ck, Dasar ABG".
END…
Detail Cerpen :

Random Posts

  • Cerpen Remaja The Prince the price and mis cinderella ~ 03 {Update}

    Belajar ala "Mellisa". Always phositif thinking, make it easy and Keep smille.I Will Do IT!!!!Credit gambar : Ana MeryaBaiklah kevin, kali ini aku akan benar – benar menunjukkan padamu apa yang namanya pembalasan berdarah *Sih bahasanya*."Eh, Gimana?. Kalian sudah menyelesaikan tugas yang di kasi sama bu Rina belum?" Tanya ku tiba – tiba."Tugas dari bu Rina?. Tugas apa?" Iren balik bertanya.Kelihatan sekali kalau ia bingung. Karena sesungguhnya dosen ku yang satu itu baru masuk 1 kali dan itu juga cuma introduction.sebagian

  • Cerpen Keluarga: DIA TETAP AYAHKU

    DIA TETAP AYAHKUoleh: Umi KulsumNama ku Raka Putra Pratama ,Usiaku 17 tahun sekarang aku duduk di kelas 2 SMU, Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara.Aku memiliki adik perempuan namanya Raya Putri Pratama (Aya), usianya 16 tahun dan dia duduk di kelas 1 SMU. Kita bersekolah di tempat yang sama. Kami lahir dari keluarga yang cukup sederhana.Ayah dan Bunda ku adalah harta yang paling berharga yang aku miliki,karena dia selalu membawa keceriaan dalam hidup kami.Pagi ini, Aku masih terlelap dalam tidurku terdengar suara Bunda memanggilku,“Raka..bangun ayo kita solat subuh berjama’ah”panggil Bunda dari balik pintu kamar ku“iya bun..nanti aku menyusul”jawabku dengan malasAku pun beranjak dari tempat tidurku. Solat subuh berjamaah bersama ayah,Bunda dan Raya adalah kewajiban yang selalu kami lakukan setiap pagi.Seusai solat kami semua bersiap untuk melakukan aktivitas masing-masing,Terlihat bunda yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuk kami.“Pagi bun..”sapa ku “Pagi sayang, Ayah dan Aya mana kok belum turun”tanya bunda ketika melihat aku seorang diri duduk di meja makan“Masih di atas bun”jawabku“Huh..lama banget yah mereka”ucap bunda“Ya.bun padahal perutku udah keroncongan ni”ucapku protes“Sabar yah sayang ,tunggu mereka turun dulu,bentar lagi juga turun”jawab bunda sambil membelai lembut rambutkuTak lama Ayah dan Aya pun terlihat menuruni tangga“pagi bunda, pagi jagoan ayah “sapa ayah ketika melihat aku dan ibu yang sudah menunggu“Pagi yah,lama banget sih, cacing di perut aku dah pada demo ni”protes ku pada ayah“maaf sayang, ya udah ayo kita makan”ucap ayahDan Ayah pun memimpin do’a sebelum kita makan,Seusai makan ayah pun mengantarkan aku dan Aya untuk ke sekolah.“Oya..hari minggu kalian ada acara ga?”tanya ayah pada ku dan Raya sambil mengendarai mobilnya“ga ada yah,kenapa“jawab Raya“Ayah mau ajak kalian jalan-jalan”jawab ayah tersenyum “asiik ayo yah “sambar Raya dengan penuh semangat“minggu kemarin kan kita udah jalan-jalan yah, emang mau kemana lagi?Bosen ah yah”ucap ku protes “iihh kakak minggu kan emang waktunya buat weekend”protes Raya“rencananya ayah mau ngajak kalian ke panti asuhan, kenapa Raka ga bisa ikut?kalau raka ga ikut berarti ga jadi dong”ucap ayah dengan wajah kecewa“kenapa ke panti yah,mending kita ke taman cibodas yah”ucap Raya keberatan “Habis ayah bosen kalau jalan-jalan ke luar cuman buat weekend doang, ke panti lebih seru di sana banyak orang-orang yang bisa kita buat bahagia udah gitu dapet pahala pula”ujar ayah “ide bagus tuh yah, kan kita dah lama ga kesana, kalau kesana mah aku semangat yah”jawabku penuh semangat“yah ke panti, mau ga mau harus ikut”Jawab Aya tak lagi bersemangat“Sayang kan kita juga harus berbagi sama orang lain”jawab ayah sambil mengelus rambut aya“iya ayah”jawab raya penuh senyumTak terasa kami pun sampai di gerbang sekolah,Aku dan Raya pun berpamitan pada ayah dan keluar dari mobil.Waktu terus berjalan pelajaran terakhir di kelas XI IPA 2 yaitu bahasa indonesia, Di sisa waktu pelajaran kami semua di suruh Pak Wandi guru bahasa indonesia untuk membuat cerita tentang sosok seorang ayah bagi kami.Dengan penuh semangat dan tanpa ragu aku pun langsung menuliskan semua isi pikiran dan hati ku tentang seorang ayah.Tak terasa kini giliran aku harus maju ke depan tanpa ragu aku pun maju kedepan kelas“Saya akan menceritan sosok seorang Pratama Putra yaitu ayah saya. Dia adalah seorang ayah yang menjadi pelabuhan hati aku untuk mengadu, Segala perjuangan yang dia lakukan selama ini hanya untuk aku,adik ku dan bundaku.Dia adalah teladan bagi ku. Aku ingin seperti dia yang selalu membawa kebahagiaan,Canda dan tawa di sisi kami.Dia tak pernah gentar untuk menggoreskan senyuman di bibir kami. Tak pernah terbayang oleh ku bila dia harus pergi dalam hidupku.Mungkin lebih baik aku yang pergi terlebih dahulu agar aku tidak pernah merasakan betapa sakitnya kehilangan dia. Ayah kau segalanya untukku jangan pernah berubah sedikitpun dan tetap bersama kami di sini. anugrah terindah yang tuhan berikan padaku yaitu ketika aku terlahir di keluarga ini.Mempunyai ayah dan bunda yang begitu sempurna untuk ku.yang mengajarkan aku untuk menjadii yang terbaik untuk semua orang. Inilah sosok ayah bagiku terima kasih”Ucapku memaparkan tulisan yang telah ku buatSuasana kelaspun menjadi ramai karena sambutan tepuk tangan dari teman-temanku.Terlihat Pak Wandi yang tersenyum mendengar tulisan aku.Bel tanda usai pelajaran pun berbunyi. Aku bersiap untuk pulang ke rumah.Namun ketika aku hendak pergi melangkah keluar kelas. Terdengar suara pak Wandi memanggil ku. “Raka”panggil Pak WandiPanggilan pak Wandi menghentikan langkahku, Aku pun menghampiri Pak Wandi“Ada apa pak??”tanya ku pada pak wandi“Tulisan kamu tadi bagus sekali,Bapak ingin kamu membawakan tulisan kamu saat pembagian rapot, Kamu bisa menambahkan tulisan kamu lagi. Kamu mau kan?”ucap pak wandi penuh harapan“mm..gimana yah pak,Saya tidak terlalu percaya diri untuk membawakan tulisan ini,di depan orang banyak pak!”jajwab ku ragu“kenapa harus tidak percaya diri tulisan kamu itu bagus sekali. Bapak hanya ingin memberikan contoh pada teman-teman kamu yang lainnya agar mereka bisa menghargai kedua orang tua mereka,dan bapak juga ingin menunjukan pada orang tua wali nanti bahwa begitu berharganya mereka dan betapa pentingnya suport mereka bagi anak-anak mereka untuk bisa melangkah maju ke depan”jelas pak wandi meyakinkan kuAku hanya terdiam penuhkeraguan mendengar ucapan pak wandi tadi, Melihat diriku terdiam pak wandipun berkata”Bapak yakin kamu bisa,masa kamu ga yakin sama diri kamu sendiri! Tenang bapak akan mengajarkan kamu intonasi pembacaan tulisan ini, biar nanti ayah dan ibu mu tambah bangga melihat penampilan kamu, Karena bapak ingin kamu terlihat perfect di penampilan ini”“oke pak saya sanggup”jawabku penuh semangat“nah gitu dong, mulai besok kita latihan yah,sekarang kamu pulang kalau bisa tambahin tulisan kamu oke!!”ucap pak Wandi“Siap pak”ucapku sambil melangkah meninggalkan pak wandi dan berpamitanMalam ini selesai makan malam, Tanpa membuang waktu aku bergegas untuk menyelesaikan tulisanku yang akan ku tambahkan sesuai amanat pak wandi tadi.“Ka mau kemana semangat amat”tanya bunda ketika melihat aku begitu bersemangat melangkah meninggalkan meja makan“iya ni.. mau kemana jagoan ayah”sambar ayah mengulangi pertanyaan bunda“ehh.. aku mau ke kamar, mau ngerjain tugas “jawab ku tersenyum“Oo ..ya udah sana kerjain tugasnya”ucap ayah“oya ka jangan malem-malem yah tidurnya. Inget waktu”ucap bunda mengingatkan aku“oke bos”jawab ku sambil mengacungkan jempol ku, Aku pun bergegas menuju kamarku, Lalu ku goreskan penaku ke dalam kertas untuk menulis semua yang aku rasa kan dan aku pikirkan, Aku baca kembali dan tak kala akupun menghapus kata-kata yang kurang nyambung lalu ku ganti oleh kata-kata yang lebih pantas. Tanpa terasa jam di kamarku menunjukan pukul 10. Aku pun menghentikan tugas ku ,lalu tidur terdengar suara bunda membuka pintu kamar ku, Untuk memastikan aku telah selesai mengerjakan tugas ku.Ketika melihat ku yang sudah terbaring bunda menghampiriku dan mencium lembut kening ini,lalu mematikan lampu kamarku dan pergi meninggalkanku.Siang ini seusai pulang sekolah Pak wandi menunggu ku untuk berlatih, sebelum latihan aku pun memberitahukan pada Raya bahwa hari ini aku tak bisa ikut pulang dengannya karena ada urusan, Tak ada satupun yang tahu bahwa aku akan tampil nanti di acara pembagian rapot selain pak wandi karena aku ingin memberi kejutan pada ayah,bunda dan adikku. Aku ingin ini semua menjadi benar-benar sebuah kejutan.Hari berganti hari tanpa lelah aku terus berlatih, agar aku bisa menampilkan yang terbaik nanti karena aku ingin semua bangga terhadapku dan tanpa menggoreskan sedikitpun rasa kecewa terutama pada pak Wandi yang telah memberikan kepercayaan pada diriku.Biasanya aku selesai latihan pukul 5 sore,setelah sampai di rumah aku mandi, solat magrib,mengaji, makan malam, lalu solat isya, dan setelah itu aku belajar hingga aku tertidur dan terbangun menjelang pagi saat azan subuh berkumandang.Tanpa terasa kini aku sudah begitu jarang berkumpul dengan keluarga ku.Malam ini aku terbangun dari lelapnya tidurku, Aku melihat waker di kamarku menunjukan pukul 2 . namun rasa ingin ke kamar mandi tak dapat aku tahan, dengan rasa kantuk yang menggelayut dimataku, akupun beranjak dari tempat tidurku dan ku buka pintu kamar,Aku turuni anak tangga satu persatu untuk menuju kamar mandi yang berada di bawah. Namun langkahku terhenti ketika aku melihat sosok seorang wanita yang aku kenal sedang tertidur pulas di sofa ruang keluarga.Ku hampiri sosok itu.“Tumben banget bunda tidur di sofa,ayah kemana yah??”gumam ku dalam hati begitu bingung ketika melihat bunda yang tertidur pulas di sofa.Rasanya aku tak tega harus membangunkan bunda yang begitu pulas tertidur, tapi aku juga tak tega bila harus melihat dia tertidur di atas sofa ini.Tanpa ragu aku pun melangkah ke kamar bunda untuk mengambilkan selimut dan bantal untuknya dan memakaikan bantal dan selimut pada tubuh bunda, Akhirnya aku putuskan untuk menemani bunda tidur di sofa.Pagi ini bunda membangunkan aku yang tertidur lelap di sofa“sayang bangun”ucap bunda yang duduk di sampingku“ya bunda”jawabku “sayang kamu kenapa tidur di sofa”tanya bunda sambil mengelus rambutkuAku pun beranjak dari posisi tidurku dan berkata”iia.. bun semalem aku liat bunda tidur di sofa,jadi aku temenin deh bun abis aku ga tega liat bunda”Mendengar ucapan ku,bunda memeluk aku,lalu akupun melanjutkan ucapanku”bunda kenapa tidur di sofa??”Bunda hanya terdiam mendengar ucapan ku dan melepaskan pelukannya,sambil memegang tangan bunda aku pun berkata”bunda kenapa sih,kok diem aja!! Kan aku nanya sama bunda”“bunda ga apa-apa sayang,ya udah sekarang kamu ngambil wudhu kita solat subuh yah”ucap bunda sambil membelai rambutku dan pergi meninggalkan aku.Entah apa yang terjadi sama bunda,Namun aku tak bisa memaksa bunda untuk cerita padaku , Akupun langsung bangkit dan mengambil air wudhu. Pagi ini aku yang memimpin solat subuh seusai solat dan berdoa“bun ayah mana kok aku ga liat??”tanya aya yang heran karena pagi ini ayah tak ada“ayah ada urusan”jawab bunda singkat“urusan apa bun??ayah berangkat jam berapa atau malam ini ayah ga pulang”ucap ayaBunda hanya terdiam mendengar ucapan aya,Aku sangat menanti jawaban bunda karena hal itu yang menjadi salah satu pertanyaanku.“ayah pergi tadi pas kalian masih tidur,ayah ga sempet pamit sama kalian soalnya ada urusan mendadak”jawab bunda gugup“terus ayah semalem pulang jam berapa”tanya ayaSambil menatapku bunda lalu menjawab”jam 10 ayah udah pulang kan kamu udah tidur”Aku tau semua yang bunda ucapkan itu bohong,semalem aku ga liat ayah saat aku terbangun mengambilkan selimut untuk bunda di kamar bunda tak terlihat sosok ayah di sana,dan aku tau tatapan bunda tadi menyuruhku untuk bungkam tentang apa yang terjadi agar aya tidak berpikir apa-apa tentang ayah.Mendengar ucapan bunda aya pun percaya dan langsung pergi meninggalkan aku dan bunda“bunda”sapa ku menghentikan langkah bunda yang hendak pergi“kenapa sayang”jawab bunda begitu tenang“kenapa bunda lakuin ini semua??”tanya ku pada bunda“lakuin apa?”jawab bunda“kenapa bunda berbohong pada aya"ucapku menjelaskanBundapun terdiam sejenak dan berkata dengan lirih”cuman itu yang bisa bunda lakuin,soalnya bunda ga tau harus menjawab apa lagi kalau adikmu nanya tentang ayah”“bun cerita sama aku ada apa dengan ayah dan bunda, kenapa jadi kaya gini? Jangan bunda pendam sendiri,aku sudah dewasa bun, siapa tau aku bisa ngasih solusi atau membantu bunda menjawab pertanyaan Raya”ucapku “bunda ga tau harus cerita apa sama kamu, soalnya bunda juga ga tau apa penyebab ini semua. Nanti ketika bunda tau semuanya,Bunda janji aka cerita sama kamu,sekarang kamu siap-siap sana ke sekolah”jawab bunda“janji yah bun, buat cerita apa pun yang terjadi aku ga mau kalau bunda sedih”ucapku lalu ku peluk erat tubuh bundaSiang ini aku pulang seorang diri, Karena Raya meminta ijin padaku untuk pergi ke toko buku bersama temannya. Sesampai di depan gerbang terlihat mobil ayah terparkir di halaman rumah ku. Akupun mempercepat langkahku untuk melihat ayah.Karena memang beberapa hari ini aku tak bertemu ayah dan rasa rindu di hati ini sudah terlalu besar padanya. Ketika sampai di depan pintu, Ayah terlihat keluar dari dalam rumahku seorang diri“ayah”sapaku sambil mendekatinya“eh jagoan ayah sudah pulang,kok sendirian adikmu mana”tanya ayah ketika melihat aku seorang diri“dia tadi minta izin untuk ke toko buku”jawabku“maaf yah sayang ayah buru-buru,ayah pergi dulu yah”ucap ayah memeluk ku, lalu pergi meninggalkan aku“ayah mau kemana”tanya kuBelum sempat menjawab pertanyaanku,Ayah langsung mengendarai mobilnya.Dengan penuh rasa kecewa akupun masuk kedalam rumahku.“Assalamualaikum”sapakuBerkali-kali aku mengucapkan salam, Namun tak ada jawaban dari dalam rumah lalu aku pun memanggil bunda berkali-kali tapi sama saja tak ada jawaban.Aku langkahkan kakiku menuju kamar bunda.Ketika ku buka pintu kamar bunda. Aku melihat sosok seorang wanita yang sedang duduk tertunduk di pinggir tempat tidurnya“bunda”sapaku sambil menghampirinya“kamu udah pulang ka”jawab bunda dengan suara sendu dan berusaha mengusap air matanya“bunda kenapa?”tanya ku ketika melihat mata bunda yang sembab“ga apa-apa sayang,kamu sudah makan belum?”jawab bunda mengalihkan pertanyaanku“bunda jawab pertanyaan aku,bunda kenapa”tanya ku sekali lagi“bunda ga apa-apa sayang”jawab bunda“tadi pagi bunda janji mau cerita apa pun yang terjadi sama aku,tapi apa sekarang bunda sembunyiin semua ini”ucapku memohonBunda hanya terdiam,lalu aku pun meneruskan ucapanku”ayah yah bun??”Bunda pun memalingkan wajahnya dan menangis lirih, Melihat bunda akupun langsung memeluknya mencoba menenangkannya.“Apa yang ayah lakuin sampai bunda menangis begini”tanya ku kesal“ga ayah ga lakuin apa-apa,kami hanya bertengkar kecil kok. Sekarang kamu makan dulu yah,dan janji sama bunda jangan katakan hal ini sama Raya”ucap bunda berusaha menenangkan aku.Aku pun hanya mengngagukan kepalaku, dan pergi untuk makanMinggu pagi ini ketika usai solat subuh terlihat ayah terburu-buru hendak pergi entah kemana melihat itu semua Raya pun bertanya”ayah mau kemana kok buru-buru banget”“ayah ada urusan”jawab ayah singkat“ayah kan janji sama kita mau ke panti asuhan”ucap aya kecewa“ayah ga bisa ada urusan yang tak bisa ayah tinggalkan”jawab ayah“ayah urusannya besok aja,kan ayah udah janji sama aku mau jalan-jalan”ucap aya merengek“kamu tuh di bilang ayah banyak urusan berisik banget sih”jawab ayah dengan nada tinggiMendengar jawaban ayah Raya hanya tertunduk dan menangis. Dan ayah pun pergi begitu saja tanpa memperdulikan Raya bahkan tanpa berpamitan pada bunda.Melihat Raya menangis bunda pun menghampirinya untuk menenangkan dan memeluknya“bun kok ayah marah-marah sih”ucap raya lirih“ayah bukan marah-marah sayang, tapi ayah lagi pusing banyak kerjaan,Jadi kamu harus mengerti oke, sekarang hapus airmata kamu nanti kita jalan-jalan “ucap bunda menenangkan“aku udah ga mau jalan-jalan bun, aku pengen di rumah aja”ucap raya lalu pergi ke kamarnyaAku pun mendekati bunda yang duduk di sofa“Aku sekarang tau bun apa yang terjadi antara kalian?”ucapku sambil duduk di samping bunda“yah… kamu sudah cukup dewasa untuk memahami ini semua,jadi ga ada yang harus di sembunyiin lagi sama bunda”jawab bunda sambil memandang ku“ini kenapa bun?”tanya ku sambil ku pegang wajah cantik bunda yang memar“auw..”ucap bunda kesakitan“kenapa bun, kemarin aku lihat ga ada?ayah yah bun?”ucapku dengan nada khawatir“ga kok sayang, tadi pagi bunda ke jatuh di kamar mandi terus kebentur deh”ucap bunda“ga bohong kan bun?”ucap ku menegaskan“ga sayang”jawab bunda memelukkuHari ini adalah pembagian rapot, Hari yang sangat aku nantikan dan Aku berharap hari ini ayah dapat melihat penampilanku, Pagi ini ketika sarapan aku tak melihat sosok ayah ada di antara kita“bun ayah mana?”tanya ku“ayah ga pulang lagi sayang”jawab bunda begitu lirih“kemana bun?”tanyakuBelum sempat bunda menjawab pertanyaanku Raya telah menghampiri aku dan bunda“bun hari ini kita bagi rapot, bunda sama ayahk ke sekolah aku kan?”ucap Raya“mm…iya nanti bunda kesana”jawab bunda ragu-ragu“aku sama kakak berangkat duluan yah bun,soalnya kita mau prepare bun”ucap Raya“oke sayang”jawab bundaSetelah acara pembagian rapot selesai,Kini acara yang di nanti pun tiba.Saatnya penampilan aku. Ketika aku naik ke atas panggung terlihat bunda duduk seorang diri di kursi penonton, Rasa kecewa pun meliputi hati ku ini. Namun aku berusaha untuk tenang.“saya Raka Putra Pratama dari kelas XII IPA 1 akan membawakan puisi untuk semua ayah yang kami cintai”Ayah . . .Kaulah tempat yang menjadi pelabuhan hatiku untuk berkeluh kesahSeorang pejuang yang tak pernah menyerahYang tak pernah merasa getar untuk menggoreskan senyuman di bibir kamiDan tak pernah merasa lelah untuk memberikan yang terbaik untuk kamiAyah . . .Andai kau tau betapa berartinya dirimu bagikuBetapa sangat berharganya dirimu bagi kuDan kehadiranmu yang selalu ku tungguAyah. . . .Temanilah aku hingga akhir hidupkuJanganlah pernah berubah sedikitpunJangan tinggalkan akuBerjanjilah ayahTuhan. . .Jagalah selalu ayah kuLindungi selalu ayahkuDan selamatkan ia selaluTuhan . . .Ijinkan aku untuk bisa membuatnya bahagiaIjinkan aku untuk bisa membuatnya banggaIjinkan aku untuk bisa menggoreskan senyum kebahagian dan kebanggan di bibirnyaTuhan . . .Sampaikan padanya bahwa aku butuh diaBahwa aku mencintainyaBahwa aku tak akan menjadi apa-apa tanpanyaTuhan . . .Sungguh ku berterima kasih padamuAtas semua kebahagiaan iniAtas semua anugrah terindah yang kau berikan iniDan terima kasih kau berikan aku ayah dan bunda yang luar biasaTerima kasih untuk semuanyaAyah . . .Kau lah pahlawankuKau lah idola kuDan kau lah teladankuTerima kasih ayahUcap cinta ku padamuSepanjang masaTerlihat bunda yang menangis dari kursi penonton, Aku tau pasti bunda merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Moment yang aku tunggu hari ini datang juga walau aku berharap ayah hadir dan menyaksikan aku mengungkapkan semua isi hati ku ini. akupun turun dari panggung dengan sambutan tepuk tangan dari semua orang. Pak Wandi pun menyambutku dengan peluk hangat di bawah tangga dan berkata”kamu hebat raka,bapak yakin ayah kamu pasti bangga memiliki anak sepertimu”. Mendengar ucapan pak Wandi aku hanya bisa terdiam dalam pelukkannya.Sambil melepaskan pelukannya pak wandi pun berkata”Antarkan bapak pada Ayah mu”Dengan wajah tertunduk akupun menjawab”Ayah tak bisa hadir pak hari ini, Maka itulah yang membuat aku sangat kecewa pak, Hari yang saya nantikan, hal yang saya bayangkan akan begitu indah namun hanya menjadi bayangan dan tak mampu untuk menjadi sebuah kenyataan. Saya berharap ayahku yang menjemput aku saat turun dari atas panggung tersenyum bangga dan memelukku dengan penuh kebanggaan tapi itu semua..”ucapan ku lalu terdiam mendengar ucapan ku pak Wandi kembali memelukku“Kamu ga boleh sedih, mungkin memang ayahmu saat ini tak bisa datang,itu semua dia lakukan untuk bisa memberikan yang terbaik nantinya buat kamu,adikmu dan bundamu”ucap pak Wandi begitu bijakMendengar ucapan itu aku begitu tenang ku hapus airmataku, lalu ku hampiri bunda di kursi penonton,Melihat kedatanganku Bunda menyambutku dengan pelukan erat darinya dan berkata”bunda bangga sama kamu amat sangat bangga”Ucapan Bunda membuat aku tak lagi menangis dan membuat aku untuk semakin tegar hadapi semua ini karena aku harus menemani bunda dan tak boleh sedikitpun lengah menjaga bunda dan Raya.“kakak..”sapa Raya sambil memeluk aku lalu berkata lagi”kakak super hebat, aku bangga sama kakak 2 jempol buat kakak”sambil menunjukan kedua jemari jempolnya”bunda..gimana rapot kita?”tanya RayaBunda pun langsung mengangkat kedua jempolnya”anak bunda dua-duanya hebat,kalian berdua dapat rengking 1 dan kamu raya masuk kelas IPA”ucap bunda lalu memeluk aku dan ayaSetelah pembagian rapot kemarin, kini libur panjang pun datang, berbeda jauh dengan liburan kemarin, Aku dan Raya hanya berdiam diri di rumah. Tetapi semua tetap mengasikan walau tanpa ayah. Beberapa minggu ini ayah tak pulang sejak pertengkarannya dengan bunda.Aku dan Raya pun sudah mulai terbiasa tanpa kehadiraanya,bahkan aku merasa bahwa kami sejak dahulu memang tak memiliki ayah. Dan mungkin Raya sudah mulai bosan bertanya tentang ayah dan mendengar jawaban bunda yang selalu bilang ayah sibukLMalam ini aku terbangun dari lelapnya tidurku, karena keringnya tenggorokan ini, dengan rasa malas dan kantuk aku turuni anak tangga satu per satu. Namun langkahku terhenti , ketika aku mendengar suara gundah dari kamar bunda dan ayah.“Ayah sudah pulang”ucapku pelan ketika hendak melangkah pergi tiba-tiba aku mendengar suara bunda yang sedang marah, membuat aku mengurungkan niatku untuk pergi dan aku pun berdiam diri di depan pintu kamar mereka sambil menlihat dan mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi ,“Aku tau mas sekarang mas memiliki wanita lain selain aku.Tak ada yang harus di sembunyikan lagi mas aku tau itu semua” terdengar suara bunda dengan nada sedikit tinggi“bagus kalau kamu tau,jadi saya ga harus bersusah payah menjelaskan padamu lagi”jawab ayah begitu santai“inget mas sama anak-anak, Aku rela mas sakitin,aku rela mas pukul sampai aku memar begini. Tapi aku mohon mas jangan pernah tinggalkan anak-anak dan buat mereka kecewa”ucap bunda menurunkan nada bicaranya “mereka sudah besar pasti mereka semua akan lebih mengerti”ucap ayah“ga segampang itu mas buat mereka mengerti,mas enak-enakan selingkuh, tapi apa mas pernah tau kalau anak-anak mas di sini nanyain mas,sampai-sampai aku bingung buat jawabnya. Dan saat pembagian rapot, Mas tau ga kalau raka jagoan mas nyiapin puisi buat mas. Dia berlatih berhari-hari berharap ayahnya liat penampilannya. Tapi apa??mas ga punya waktu buat mereka sama sekali mas,mas membuat mereka kecewa ” jawab bunda dengan lirih“Aahh.. saya ga peduli. Itu urusan kamu”ucap ayah“seenaknya mas ngomong begitu,sekarang apa sih mau mas, jangan terlantarin kita kaya gini”ucap bunda menangis“Saya ga pernah terlantarin kalian,Saya tetap memberi kamu nafkah,memberimu uang untuk keperluan kamu dan anak-anak”jawab ayah“bukan uang yang kami butuhkan,saya dan anak-anak cuman butuh kamu yang dulu”ucap bunda“saya bukanlah yang dulu lagi,saat ini saya sudah menemukan wanita yang benar-benar saya butuhkan dan saya cari”ucap ayah dengan nada tinggi“apa mas?mas tau apa yang mas ucapkan tadi,aku istri mas ,sakit mas hati aku.. dan jagan pernah salahkan aku kalau nanti mereka membenci mas, karena sikap mas seperti ini”ucap bunda sangat lirih“yang saya mau saat ini hanya ingin hidup bersama wanita yang saya cintai dan saya ga perduli akan apa yang terjadi nanti”jawab ayah“maksud mas”tanya bunda“saya ingin menceraikanmu”jawab ayah“jangan mas,gimana anak-anak??cukup saya yang tersakiti kasihanilah mereka”ucap bunda lirih“saya ga perduli”jawab ayah“mas aku mohon,jangan tinggalin aku sama anak-anak,biarkanlah aku di madu asal anak-anak masih memiliki ayah”ucap bunda sambil tekuk di hadapan ayah“wanita itu tidak ingin cintanya terbagi,dia ingin memiliki saya seutuhnya”ucap ayah“jangan mas,jangan ceraikan aku…”jawab bunda dengan derai airmata di pipinya“kamu tuh di bilangin susah banget sih”jawab ayah“tapi mas”belum sempat bunda melanjutkan kata-katanya tamparan keras dari ayah telah mendarat di wajah cantik bunda hingga dia terjatuh ke lantai.Melihat kejadian itu aku langsung berteriak”Bunda…”dan menghampiri bunda lalu memeluknyaTerlihat wajah ayah yang terkejut melihat kehadiranku,“cukup yah..jangan sakitin bunda lagi. Dan bunda cukup ga perlu mohon-mohon lagi sama ayah. Kita udah terbiasa bun hidup tanpa ayah, kalau saat ini ayah mau pergi,pergilah yah tapi satu hal yang harus ayah tau jangan lagi datang dan menemui kita dan ayah ga perlu kirim-kirim uang untuk biaya aku dan raya karena aku yang akan menggantikan ayah. Sku akan mencari uang bantu bunda, semua aku lakuin karena aku tak ingin di biayai oleh laki-laki yang sudah mencampakan aku,adikku dan terutama bundaku”ucapku “sejak kapan kamu mulai kurang ajar”jawab ayah sambil mengangkat tangannya untuk memekul ku“jangan mas,cukup aku yang kamu lukai jangan sekali-kali kamu sentuh anakku”sambar bunda dan melindungi aku“kenapa ayah mau pukul aku. Pukul yah kalau ayah emang belum puas nyakitin kita.aku salah besar ternyata , dulu aku ingin seperti ayah,ayah adalah teladan aku,idola bagi aku, tapi ternyata aku salah ayah sama sekali tidak pantas untuk di teladani bahkan di idolakan. Pergilah yah dan aku yakin suatu saat nanti ayah akan menyesal,pegang janji aku yah dan jangan sekali-kali berharap bisa menyentuh adik dan bundaku atau menyakiti mereka”ucapku llirih“Ayah akan pergi dan tunggu saja surat cerai yang akan saya ajukan ke pengadilan”ucap ayah sambil melangkah pergiSeperginya ayah aku berusaha untuk menenangkan bunda.“jadi selama ini wajah bunda memar karena ayah”ucapku pada bunda sambil membelai lembut wajah cantik bundaBunda hanya menganggukan kepalanya“kenapa bunda berbohong padaku”ucapku“bunda ga mau kalian sedih dan membenci ayah kalian”jawab bunda lirih“bunda sungguh kami ga akan pernah sedih kehilangan ayah seperti dia,bahkan aku lebih sedih kalau bunda tetap sama ayah dan terus di sakiti. Aku ga mau itu terjadi”jawabku sambil memeluk erat bunda“kalian memang yang terbaik buat bunda”ucap bunda memeluk erat tubuh iniBulan demi bulan telah berlalu Ayah dan Bundapun telah berpisah dan Raya pun telah mengetahui semua yang terjadi antara ayah dan bunda bahkan dia lebih dewasa menerima ini semua di bandingkan apa yang aku dan bunda bayangkan.Siang ini ketika aku,Bunda dan Raya sedang asik duduk di depan televisi,Tiba terdengar suara ayah “Assalamualaikum”sapa ayahMendengar ucapan itu kami pun menoleh kebelakang,Sungguh terkejut aku, ketika aku melihat ayah bersama istri barunya bergandengan mesra di depan kami semua.Melihat semua itu aku pun jadi emosi seakan aku tak rela melihat semua ini”ngapain anda kesini lagi”“iya ngapain lagi ayah kesini”sambar Raya“Ooo..sabar anak-anak ayah,Ayah kesini cuman mau ngambil barang-barang ayah dan ayah juga mau ngingetin sama kalian kalau rumah ini akan di jual secepatnya”ucap ayah“Maaf andabukanlah ayah kami lagi,ambil saja barang-barang anda kami semua pun sudah tak sudi untuk menampungnya”jawab Raya begitu emosiAyahpun pergi membereskan semua barang-barangnya di bantu oleh istri barunya itu.Setelah selesai membereskan barangnya ayahpun pergi dan sebelum pergi dia berkata”sekali lagi ayah mau ngingetin kalau rumah ini akan di jual, jadi kalian harus segera pergi dari sini”“sabar bapak Pratama Putra kita semua juga bakal pergi tanpa membawa apapun dari sini, Dan kita akan pergi dari kota ini. Supaya kita tak lagi bertemu dengan orang seperti anda”jawabku ,Mendengaar ucapanku ayahpun pergi.Setelah kepergian ayah bunda merangkul aku dan Raya lalu menyuruh kami duduk dan berkata ”Kalian ga boleh seperti itu,Dia tetaplah ayah kalian,seperti apapun dia dan bagaimanapun dia,Namun di dalam darah kalian mengalir darah ayah yang selama ini selalu berjuang untuk kita dan memberikan pelajaran berharga untuk kita. Bahkan dia pula lah yang membuat kalian semakin dewasa.Bunda ga akan pernah melarang kalian untuk bertemu dengan ayah.Atau menghalangi ayah bertemu kalian” Setelah kejadian itu aku,Bunda dan Raya pun pindah ke Bandung. Kini aku bersekolah sambil kerja part time yah lumayan buat bantu-bantu bunda,walau awalnya dia tak mengizinkan karena saat ini aku ssudah kelas 3 dan sebentar lagi akan menghadapi ujian, Tapi aku bisa untuk meyakinkan bunda dan berjanji tak akan ada yang berubah pada nilai ku dan waktu belajar ku,dan bunda kini menjadi guru meneruskan pekerjaannya yang dahulu.Walau sekarang kami hanya bertiga namun kebahagiaan ini sama sekali tak berubah seperti dulu.Kini tak ada lagi airmata yang ada hanya canda dan tawa.Dan sekarang idola ku bukanlah ayah tapi bunda.Tapi ayah akan selalu menjadi ayahku seperti apapun diaseperti yang bunda ajarkan pada aku dan Raya_Inilah keluarga yang selalu menjaga dan menghargai_Dan inilah cinta ga perlu punya keluarga yang sempurna,Tapi kesempurnaan itu sendiri akan hadir, ketika kita bisa menghadapi semua masalah bersama-sama dan tidak membiarkan seseorang terus terluka demi kebahagian yang menjadi sebuah fatamorgana. Karena kebahagian tercipta dengan adanya rasa CINTA……WE LOVE YOU MOM ………………………………………YOU ARE VERY EVERYTHING mom……………………………………………….

  • Cerpen Cinta: GOODBYE MY BOYFRIEND 50%

    GOODBYE MY BOYFRIEND 50%By: Leriani ButonKetika senja menutup mataAku berharap malam menyapaku dengan senyumanNamun,,, malampun hadir dengan wajah yang gundah…Entah mengapa semuanya terasa sulit untuk dihadapiMungkinkah inilah jalan takdir yang telah tersurat untukkuAtau mungkin ini adalah cobaan dari-NYA?RAPUH…. Ya seperti itulah aku di waktu kemarin. Entah mengapa aku begitu rapuh….???? Akupun tak tahu jawabannya. Hanya bisa menerima keadaan seperti ini tanpa berkata apapun. Kalaupun harus berkata, aku mesti berkata pada siapa? Rasanya aku ingin teriak sekeras – kerasnya. Tapi, aku tahu itu semua tak ada gunanya. Semuanya telah berubah setelah kepindahanku disini, di makassar. Peristiwa yang pernah terjadi di beberapa bulan kemarin telah ku kubur dalam-dalam. Aku berharap semoga semuanya dapat berakhir dengan kebahagiaan. Waktu semakin berlalu. Aku ingin mencoba memulai hidup yang lebih baik. Memori yang indah sekaligus terasa pahit beberapa bulan kemarin telah dikikis habis oleh waktu. Setelah beberapa bulan berada disini, semuanya terasa lebih baik. Arlen yang sempat hadir mengisi ruang hatiku, kini tak ada lagi tempat yang layak baginya di hatiku. Bahkan di sudut hatiku yang paling tekecil pun sudah tidak ada. Aku benar- benar telah melupakannya. Semua aktivitas kuliahku berjalan dengan baik. Meskipun ada beberapa yang membuat pusing, tapi Alhamdulillah bisa teratasi. Banyak teman-teman baru yang hadir dalam mengisi hari-hariku. Kesibukanku membuatku semakin bersemangat. Pokoknya tak ada waktu kosong disetiap hari-hariku untuk mengingat arlen kembali. Hingga sampai disuatu malam. Ketika itu aku sedang asyik menyelesaikan tugas-tugas kampus. Tiba –tiba terdengar nada yang tak asing lagi bagiku. Hm… nada itu adalah nada SMS dari Hpku. Dengan santai akupun membuka SMS itu. “Nomor baru” itulah kata pertama yang keluar dari bibirku. Karena penasaran akupun membalas SMS itu dengan menanyakan siapa dia sebenarnya. Kamu tahu apa jawaban dari SMS ku, ternyata dia adalah Arlen. Hah… sangat menyebalkan. Kenapa dia mesti mengirim SMS padaku lagi…???? Apa mungkin dia sudah lupa dengan apa yang dilakukannya padaku di beberapa bulan kemarin….???? Benar – benar ingin membuatku tertawa marah, benar–benar tak bisa terfikirkan olehku. Bagaimana bisa dia berani mengSMS ku dengan kata – kata basi seperti itu. Apa dia sudah lupa, untuk sekarang ini aku bukan wanita bodoh seperti apa yang dipikirkannya dulu…???? Aku seorang vian, tidak akan tergugah dengan kata-kata seperti itu lagi. Akupun tak membalas SMSnya lagi setelah aku tahu ternyata dia adalah arlen. Sebenarnya, bukan maksudku untuk ingin membalas dendam padanya, tapi aku hanya ingin melupakannya dengan caraku sendiri. Sudah cukup, kesedihan yang ku alami. Aku sudah tak percaya lagi padanya. Dan aku rasa tak ada yang perlu di maafkan, semuanya telah berakhir. Ya…. Berakhir.Malam itu terasa menyebalkan. Kenapa aku mesti mandapatkan banyak nomor ponsel yang tak jelas. Sebenarnya sich aku tak memikirkannya. Tapi… aku takut nomor ponsel itu adalah nomor ponsel milik teman-temanku. Aku takut dibilang sombong oleh mereka setelah kepindahanku disini. Hah…. Ini semua disebabkan oleh rusaknya Hp pertamaku. Andai saja dia tidak rusak. Pasti semua ga’ bakalan seperti ini. Akhirnya mau tidak mau aku ladenin dech nomor-nomor itu.Ada satu nomor, yang membuatku benar-benar naik darah. Aku nanyain baik- baik siapa dia, eh malah dia tidak mau beritahu jati dirinya. Menyebalkan tidak….???? Dan sampai sekarang pun dia masih tetep meghubungi ku tanpa identitas yang jelas. Hah… akupun tak memperdulikannya. Lagian siapapun yang mengenalku, entah secara langsung ataupaun tidak langsung. Bagiku mereka semua adalah sahabatku. So, semuanya bisa berjalan dengan baik. Waktu pun semakin berlalu. Ada seseorang yang membuatku tertawa lepas kayak seperti dulu lagi. Meskipun saat ini aku masih menggantung cintanya, namun dia mau menunggu sampai akhirnya aku bisa menyayanginya. Meskipun pada kenyataanya, dia itu 3 tahun lebih muda dariku. Tapi,,, dia mampu mencintaiku apa adanya dan yang pastinya dia selalu membuatku tersenyum. Sampai sekarang pun… setiapa kali aku lagi boring sama tugas-tugasku, dia masih tetap menemaniku dengan suaranya yang lembut melalui komunikasi. Benar-benar menyenangkan. Terimakasih ya Allah… karena telah memberikan aku kebahagiaan melalui sosok dirinya. Hm…. Semuanya masih tetap baik-baik saja. Dia masih tetap mengatakan cinta padaku dan masih tetap meyakinkanku bahwa dia akan tetap bertahan sampai akhir. Namun, waktulah yang akan menjawab semuanya. Aku sangat menyayanginya, meskipun pada kenyataannya kami belum berpacaran. Dia begitu berbeda dengan mantanku sebelumya. Memang aku masih menggantung cintanya. Aku hanya takut merasakan kekecawan yang sama seperti yang dilakukan arlen padaku. Aku percaya dia tak akan menyakitiku.Entah apa yang terjadi, dia berubah tanpa ku tahu alasannya. Dia selalu diam ketika ku ajak bicara, tak pernah mengangkat telponku dan bahkan tak pernah memblas SMS-ke. Dan kini sekarang waktu telah menjawab semuanya. Dia tidak bisa menepati janjinya. Dia ingin hubungan kami berakhir. Aku sich fine ja, karena aku ngerasa aku tidak pacaran sama dia. Memang benar aku menganggapnya sebagai pacar 50%-ku. Dan akan mencapai 100% setelah aku udah menyandang gelar sarjana. Aku sadar 4 tahun itu adalah waktu yang lama. Sebenarnya aku hanya ingin meminta pembuktian dari dia, apakah dia bisa menepati janjinya atau tidak? Ternyata tidak. Sebenarnya aku bingung, setelah dia mengatakan putus, malah dia bilang kalau itu semuanya hanyalah bercanda. Aku tak percaya, karena aku ngerasa dia mengatakannya dengan hatinya sendiri. Hah… sudahlah. Aku tak boleh terlalu larut dengan semua ini. Karena masih banyak hal yang mesti aku fikirkan selain masalah ini. Bukannya aku tak peduli, tapi apakah aku harus menangis dengan berakhirnya hubungan ini? Ataukah aku mesti memohon padanya untuk tidak mengakhiri hubungan kami? Itu semua tak akan ku lakukan. Aku mempunyai komitmen yang besar. Yang tentunya tidak boleh membuat aku lemah dan manja di depan laki-laki seperti dia. Aku juga memahaminya. Mungkin dia tak sanggup menungguku selama itu. Tapi aku malah lebih kecewa karena ternyata dia mengingkari janji yang telah dia ucapkan padaku. Kalaupun pada akhirnya menjadi seperti ini, aku sudah mengikhlaskan semuanya. Aku juga mengerti setiap ada pertemuan pasti bakalan ada perpisahan. Biarlah dia menikmati masa remajanya dengan bahagia. Dan aku, aku juga akan menikamati aktivitas yang aku jalani saat ini. So, semuanya akan membaik. Aku harus bisa,,,,! Ada keluarga besarku di dunia ini yang membutuhkanku. Sebisa mungkin aku akan berjuang, agar kelak aku bisa membantu mereka keluar dari keterpurukan yang mereka alami saat ini. Tak ada yang membedakan mereka. Di mataku, mereka semua adalah keluarga besarku. Good bye my boy friend 50 %. I hope you always happy. Harapan CintakuKetika mentari menyinari dunia…Ku berharap ada secercah harapan cintaku tersinari jugaNamun ternyata sinar itu tak kunjung datangMasa demi masa telah terurai….Aku masih tetap seperti iniMenjalani hidup yang ada di depan mataKetika mataku mulai meredup….Hatiku tak berharap lagi…Mentari itu malah datang memberikan sinarnyaAku pun dengan tangan terbuka danSenyum yang bahagia menyambut kehadirannyaHarapan cinta itupun mulai ada….Namun,,, disaat aku mulai berharapDia malah pergi meninggalkanku….Kenapa mesti seperti ini?Aku sangat menyayanginya…Kini aku sadari,,,Dia hanyalah bayangan sinar mentariYang tak sengaja singgah di hatikuDia hanya ingin menghancurkanku dengan serpihan cahayanyaDia hanya ingin membuat hatiku meleleh dengan panasnya.Aku tak menyesal bertemu dengannyaYang aku sesali adalah dia telah membohongi dirinya sendiriDengan mengubar janjiSelamat tinggal mentariku……Bawalah harapan cintaku dengan tenggelamya sinarmu dikala senja…

  • cerpen King Vs Queen ~ 04

    Ah lagi lagi saia telat, sama kayak tahun kemaren. Tapi gak papa deh, berhubung kemaren puasanya satu bulan, soo anggap aja lebarannya juga satu bulan (???),. Nah karena itu, saia sendiri Ana Merya selaku admin star night mengucapkan, Minal aidin wal fa izin, mohon maaf lahir dan batin…Oke, kalau begitu lanjut……..Sore itu Niken sedang menonton televisi di ruan tengah, tiba-tiba bel rumahnya terdengar, dengan sedikit lesu Niken malangkah mendekati pintu rumahnya. dan membuka pintunya, tampak di luar ada tiga orang cowok berada di depan rumahnya."Ada apa?" tanya Niken, dengan sedikit cuek tentunya, karena di depannya ada Gilang dan dua orang temannya yang nggax di kenal nya."Yaaaah cewek jadi-jadian yang muncul" kata Gilang pada temen-temennya sambil membuka topi yang tadi di kenakannya, tentu saja Niken kaget mendengarnya."Eh apa loe bilang… berani ea…" kata Niken dengan sebelnya."Siapa dia? cantik banget?" tanya temen Gilang.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*