Cerpen “Cinta ku Nemu Diwarnet”

Oke guys, cerpen pendek cintaku nemu di warnet, sebuah cerpen yang admin ketik pas lagi di warnet. Tepatnya itu kebetulan admin emang kerja di sini. Dan ceritanya, cerpen yang satu ini di buat khusus untuk pasangan bikin iri. Secara doi dengan semene mena bermesraan di hadapan para jomblo… #Gubrag.
Okelah, untuk yang penasaran dengan jalan ceritanya, mari kita kemon langsung simak ke bawah ya guys. Happy reading….
Credit Gambar: Ana Merya
Rintik Gerimis, langit mendung, cuaca dingin yang kalo menurut ilmuini berdasarkan ilmu yang turun temurun katanya akan bikin jaringan lelet. Nggak tau itu cuma mitos atau apa. Tapi nyatanya memang selalu begitu. Jaringan kali ini beneran terasa lelet. Membuat sang OP Warnet menulis status yang nggak jelas di facebooknya gara – gara pelanggan banyak yang compline. Giliran nelpon ke pusatnya selalu mendapat jawaban yang sama Sebentar ya mbak, di sini sedang ada pengalihan jaringan'. Halah.
Pembukaan cerita yang beneran nggak nyambung #Nunjuk Paragraf pertama.
Ehem… Oke ini baru cerita yang sebenernya.
"Haduh… kok malah hujan si?" gerut Fadly sambil membelokkan arah motornya. Menghindari rintik-rintik air yang turun dari langit. Kalo berdasarkan perkiraan, sepertinya sebentar lagi gerimis ini akan berubah menjadi hujan deras.
Motornya ia parkirkan disebuah teras bertuliskan 'SMILE NET'. Setelah berpikir sejenak ia memutuskan untuk langsung masuk. Lagi pula dari pada berdiri kedinginan di luar mendingan juga langsung masuk kedalam. Bisa sambil nyari tugas sekolahnya, chatingan atau sekedar cuci mata liad video-Video artis korea di youtube atau nonton online di kimichidrama # Untuk alasan terakhir khusus buat sang admin.
"Mbak, nomor berapa yang kosong?" tanya Fadly pada OP yang jaga. Kebetulan Cewek.
"Wah lagi penuh dek. Cuma tinggal nomor 5 aja," terang sang OP sambil menunjuk kan meja nomor 5 yang kebetulan berada tepat di samping meja OP.
"Ya udah mbak. Nggak papa. Aku ambil yang itu aja."
Tanpa menunggu jawaban sang OP yang tampak hanya menganggukan kepala karena sepertinya sedang keasikan chating lewat comfrog, Fadly segera berlalu menuju meja yang di tunjuk.
Selang setengah jam berlalu, hujan tampaknya belum juga mereda. Malah terlihat makin deras. Untuk sejenak Fadly melirik jam yang melingkar di tangannya. Hatinya mulai was was. Apalagi saat melihat kearah langit yang tidak menunjukan tanda – tanda bahwa hujan akan berhenti. Akhirnya di ambilnya keputusan nekat untuk menerobos hujan saja.
"Lho dek udah selesai?" tanya sang OP saat ia menanyakan tagihan mainnya sambil meminta kertas hasil printanya tadi.
"Udah mbak. Berapa semuanya?"
"8000 sama print nya sekalian."
Tanpa banyak kata Fadly segera merogoh saku celananya. Mengeluarkan dompet dan mengambil uang sepuluh ribuan dan langsung menyerahkannya pada sang OP.
"Ma kasih mbak," katanya sambil pamit.
"Mau langsung pulang?" tanya sang OP sambil mengetutkan kening heran tanpa membalas ucapan terima kasihnya. Sepertinya ia beneran heran melihat tingkah Fadly sore itu.
"Ia mbak. Soalnya udah di tungguin pacar. Nggak enak kalau dia sampe kelamaan nunggu," balas Fadly. Si embak hanya beroh ria sambil mengangguk. Dalam hati Bergumam "Ck ck ck, dasar ABG?".
Sebelum Fadly sempat melangkah keluar pintu, ia buru – buru berbalik.
"Oh ya mbak, sekalian aku minta doanya?"
"Doa?" tanya si mbak sambil mengalikah tatapannya dari monitor dengan enggan. Secara dia kan sedang keasikan chat sama Mr. Josep. Walaupun pake bahasa inggris yang pas – pasan sekali gus ancuran – ancuran, tapi ternyata malah terasa seru.
"Iya mbak. Doain ya, semoga semuanya lancar. Soalnya hari ini mau ketemu cewek yang udah jadi pacar aku sejak 5 bulan yang lalu. Aku kan penasaran wajahnya dia kayak apa."
"Udah jadian kok penasaran sama wajahya?" tanya sang mbak heran.
"Yah aku kan kenalnya cuma di hape doang mbak. Makanya itu, rencana nya kita hari ini mau ketemuan. Ya udah ya, pergi dulu ya mbak," pamit Fadly yang lagi – lagi mengabaikan ekspresi sang OP yang menatapnya bengong. Melupakan Mr josep untuk sejenak karena justru angannya melayang membayang kan jadian tanpa ketemuan. Selain itu ia juga mikir, hubungannya sama dia apa ya?. Kok pake di kasih tau segala. Pengen di jadiin Short Story in Star Night apa?. Ya udah di KABULINN. Terciptalah cerpen 'Cinta ku Nemu di Warnet'. (??????).
"Hatchim…"Untuk kesekian kalinya suara itu terdengan dari kamar Fadly. Gara – gara nekat hujan – hujanan kemaren sore, saat ini ia malah harus terdampar di kamar seharian. Mana yang kemaren itu sia – sia lagi. Pacarnya sama sekali tidak datang. Di hubungi nomornya juga nggak aktif. Padahal itu adalah janji ketemuan mereka yang lagi lagi berakhir batal. Akhirnya dengan berat hati ia mengsend dua kata. "KITA PUTUS"
"Jadian tanpa ketemuan, putus juga cuma lewat SMSan. Sah-sah aja kan?" geramnya dalam hati.
Siangnya, dengan mengenakan jaket tebal ia memutuskan untuk kembali jalan kewarnet. Lagi pula sumpek juga seharian di rumah. Pusingnya juga nggak terlalu. Mendingan juga maen PB atau sekedar FBan sekaligus donlot-donlot video di warnet. Saat pertama kali ia menginjakan kaki di warnet, ia langsung di sambut tatapan heran sang OP. Tapi hanya sekedar tatapan untuk sejenak, Karena di lihatnya perhatian si mbak – mbak itu kembali asik ke arah monitornya. Kalau di lihat dari raut wajahnya si. Nie mbak – mbak pasti kebingungan karena masalah HTML. # Si Fadly Sotoy.
"Mbak, nomor berapa yang kosong?"
"e…. Nomor 14," Balas si mbak tanpa mengalihkan tatapannya dari monitor. Untuk sekilas Fadly mencoba mengintip. Tuh kan bener, tu mbak – mbak ternyata beneran lagi ngedit HTML blog. He he he.
Fadly segera melangkah menuju meja yang tampak tepat di hadapan meja Operator. Sebuah senyuman terukir di bibirnya saat mendapati seorang cewek yang duduk di sebelahnya yang tampak sedang asik fb an tanpa terpengaruh akan kehadirannya. Berhubung tu cewek kebetulan cantik, dengan diam – diam Fadly melirik username fb nya. Begitu di search dia terkejut membaca pesan dindingnya.
"Prince, Kita gagal lagi bertemu.
Sepertinya hubungan kita memang harus terhenti sampai di sini.
Karena nyatanya cinta kita benar – benar terhalang Operator"
"Princess!!" Kata Fadly setengah berteriak yang tidak hanya membuat cewek yang ada di sampingnya kaget. Tapi juga Sang OP yang langsung menatapnya tajam karena telah melangar kode etik di warnet tentang keutamaan kedamaian dan ketenangan. (???).
"Loe princess kan?" ulang Fadly dengan antusiasnya membuat cewek di sebelahnya makin bingung. Dalam hati mungkin mikir, jangan – jangan ada pasien RSJ yang kabur.Atau ada aktris drama yang kehilangan panggungnya. =,=
"Loe gila ya?" tanya cewek itu takut – takut sambil bergidik ngeri.
"Kok gila si. Ya nggak lah. Gue itu pacar loe," terang Fadly makin antusias. Ya ia lah, secara 'princess' nya beneran cantik. Nggak sia – sia deh 5 bulan ini pacaran hanya lewat hape.
"Pacar?" ulang cewek itu dengan kening berkerut. Makin bingung jelasnya.
"Oke biar gue jalasin. Kemaren itu loe janjian mau ketemu seseorang di kafe 'sahabat' kan?" tanya Fadly hati – hati yang hanya di balas dengan anggukan.
"Kok loe tau?"
"Ya tau lah. Cowok itu kan gue?"
"HA?!"
Dengan serentak fadly dan cewek yang tidak tau siapa namanya menatap kearah meja OP. Perasaan masalah ini nggak ada hubungannya sama tuh mbak – mbak. Kok malah dia yang berteriak keheranan?.
Dan fadly hanya mampu mengaruk – garuk kepalanya yang memang banyak ketombenya saat mendapati si embak ternyata lagi telponan. Dan mungkin karena jaringannya putus – putus makanya kurang dengar. O,o
"Ehem, tunggu dulu. Maksut loe, loe itu cowok gue yang selama ini pacaran hanya lewat hape?" tanya cewek itu sambil menatap Fadly seolah tak percaya.
"Iya," balas Fadly sambil mengangguk cepat.
"Hemz…. Ternyata loe keren juga. Sayang kita udah putus."
"Ya udah kita jadian lagi. Nama asli gue Fadly. Jadi loe nggak perlu manggil gue prince lagi. Terus nama loe siapa?"
"Laura," balas Cewek itu lirih
"Baiklah laura, tunggu bentar," Kata fadly sambil meraih tangan Laura dan membawanya kearah meja OP.
"Mbak, kita mau mbak jadi saksi. Bahwa hari ini, dan mulai detik ini juga. Gue, Fadly dan cewek di sebelah gue, Laura, RESMI PACARAN." Kata Fadly dengan tegas. Laura hanya menunduk malu.
Sementara tampang si mbak jangan di tanya. Kalau bingung itu pasti!. Heran, terukir jelas di wajahnya. Secara kedua orang ini jadiannya sudah persis seperti pasangan pengantin yang mo nikah di altar. Yang kedua, ia sudah cukup bingung dengan masalah HTML kenapa harus di tambah jadi saksi gadungan segala. Dan yang ketiga, mereka mau jadian atau putus nyambung memang APA HUBUNGAN DENGANYA???!!! Dan yang terakhir hanya satu kata yang meluncur dari mulutnya. Bukan ucapan selamat, tapi…
"Ck ck ck, Dasar ABG".
END…
Detail Cerpen :

Random Posts

  • Cerpen Terbaru Jahil Karena Suka

    Jahil Karena Suka _ cerpen terbaru kiriman dari salah satu reader disini, Nabila maharani. Jalan ceritanya lucu, lumayan menghibur juga. Yah masih cerita tentang anak sekolahan gitu deh. Yang jelas meremaja banget.Nah, Admin juga nggak mau kebanyakan bacod, mending kita simak aja langsung, gimana sih sama ceritanya? Yang jelas so sweet… ^_^Cerpen Terbaru Jahil Karena SukaHari ini adalah hari pertama Syabila belajar di sekolah barunya, SMA Bakti Jaya. Minggu kemarin dia sudah resmi menjadi salah satu siswa sekolah terfavorit di Jakarta.sebagian

  • Cerpen Cinta: Semuanya Tinggal Kenangan

    Semuanya Tinggal KenanganOleh : Nadia RahmiAku tidak pernah menginginkan semuanya begini, walau yang terjadi hanya kebohongan dan kepalsuan yang kau berikan padaku. Dan sekarang kau tinggalkan aku, meninggalkan luka dan perih yang sangat mendalam di hatiku. Kau telah pergi meninggalkan aku, meninggalkanku untuk selamanya dan tak akan pernah mungkin kembali lagi. Tapi, apalah dayaku, semuanya sudah ditakdirkan oleh sang Maha Pencipta.****Ceritanya berawạl saat aku duduk di kelas IX SMP. Aku mempunyai seorang cowok yang bernama Rian, dia adalah cinta pertamaku. Aku mengenalnya melalui Facebook. Pada awalnya kami hanya berteman, malah kami jarang sekali menyapa, paling-paling kami chattingan ketika ada yang penting untuk kami bahas. Tapi seiring berjalannya waktu hubungan kami pun semakin akrab, malah bisa dibilang sangat akrab. Aku ingin mengenalnya lebih jauh lagi, meskipun ada penghalang bagi kami, yaitu jarak antara kami berdua cukup jauh, aku tinggal di Aceh dan dia di Jakarta.Ouchhhhh iya, aku lupa mengenalkan identitasku, namaku Nara, tepatnya Nara Agustina, aku tinggal di Aceh, sekarang aku bersekolah di sebuah sekolah Negeri di kotaku. aku baru kelas IX SMP, memang masih telalu dini untuk mengenal "Cinta", tapi itulah kenyaataannya. "hehehe"… Kita lanjut lagi yokk ceritanya…Walaupun jarak kami cukup jauh tapi kami tetap bisa berkenalan melalui "facebook" atau "smsan"…,, Sudah 1 bulan hari-hari kulewati bersama Rian, dan aku mulai ada rasa padanya, "entah rasa apa itu, pedas, asin, manis, atauuuu aku tidak tahulah.??!!.". Tapi apapun yang sedang aku lakukan aku selalu mengingatnya, kayak lagu Duo Maya aja…Aku mau makan ku ingat kamuAku mau tidur juga ingat kamuAku mau pergi ku ingat kamuOh cintaInikah bilaku jatuh, jatuh cinta.,,yachh kira-kira seperti itulah perasaanku sekarang ini. "Oh Tuhan, apakah ini yang dinamakan jatuh CINTA..???"gumamku.Aku memang tidak pernah merasakan perasaan seperti ini selama aku hidup..:) Sepertinya aku mulai menyukai Rian, dan aku pun mulai menyayanginya. Tapi, apakah perasaan Rian padaku sama dengan perasaanku padanya?? ingin rasanya aku mengungkapkan padanya, bahwa aku sangat mencintainya, aku sangat menyayanginya. Tapi aku tidak punya keberanian sedikitpun untuk hal itu, aku malu, karena aku hanya seorang cewek, dan masih terlalu gengsi untuk menyatakan cinta pada seorang cowok seperti Rian, walaupun sebenarnya aku sangat menyayanginya.Yang bisa aku lakukan sekarang adalah menunggu, siapa tahu, suatu saat nanti Rian juga akan memiliki perasaan yang sama denganku.. "Yachh semoga saja.:)" harapku.****Malam hari, ketika aku sedang membaca novel, ya memang membaca novel adalah salah satu hobiku, karena suatu saat nanti aku ingin menjadi seorang penulis yang terkenal keseluruh penjuru dunia. "semoga saja terwujud..doain aku yachh.. hehe :)"..kembali lagi kecerita kita sebelumnya,,Tiba-tiba ponselku berbunyi, tanda ada pesan masuk, dan ternyata pesan itu dari Rian, sahabat yang aku cintai..cepat-cepat aku mengambil ponselku dan segera membaca pesan darinya.Rian : "Hai Ra, aku boleh nanya sesuatu nggak?"Nara : "Hai juga, boleh. memangnya mau tanya apa?"Rian : "Tapi jawab yang jujur ya, Kamu dah punya cowok belum?"Nara : "Haghh,??!! Nara nggak punya cowok"Rian : "Sama donk,."Nara : "hahaha…jomblo-jomblo sejati kita yach"Rian : "Nara, kamu mau ga jadi cwek aku??"Nara : "???? ga usah becanda lah ka!!"Rian : "Aku serius Ra, Jujur, seiring waktu berlalu aku dah mulai sayang sama kamu, Apakah kamu memiliki perasaan yang sama denganku??"Nara : "Gimana yachhh?_?"Rian : "Kamu mau nggak jadi cewek aku??"Nara : "kalo Nara boleh jujur sihh, sebenarnya…."Rian : "…???" Rian penasaran sekali.Nara : "Nara juga sayang sama kakak.,"Rian : "SERIUS???!!"Nara : "*_~"Rian : "=_=, jadi sekarang kita…"Nara : "iya"Rian : "Makasih ya sayang, kamu udah mau nerima cinta aku, Love you.. :*"Betapa senangnya aku malam ini, ternyata tidak sia-sia penantianku selama ini. Aku langsung menelpon Mira, sahabatku sekaligus dia juga sahabatnya Rian, dan kuceritakan semua padanya bahwa aku telah jadiah sama Rian.****Waktupun kian berlalu, aku semakin sayang sama Rian, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa saat aku bersamanya..Setiap malam setelah belajar aku tidak pernah lupa mengirim sms padanya,,.. dan pada saat aku mau tidur, Rian juga tidak pernah lupa mengucapkan kata "I Love You Nara" padaku, dan aku langsung membalas "I Love You too Rian". Itu membuktikan kalau dia benar-benar sayang kepadaku. akupun tidak pernah curiga sama sekali padanya. Tapi yang membuatku penasaran adalah knapa setiap aku smsan sama dia, dia selalu bilang lagi minum obat, saat itu aku tidak bertanya padanya, obat apa yang dia minum, karena aku pikir mungkin dia hanya sakit biasa, atau hanya minum vitamin…****Sampai suatu hari, dia mengirim sms kepadaku,From : My first love Rian"Ass. wr. wb. De, maafin aku ya, kayaknya lebih baik kita putus aja, aku tidak mau membuatmu kecewa dan sakit hati padaku nantinya. Sekali lagi maafin aku, aku tidak pernah bermaksud menyakiti hatimu."Seketika air mataku menetes , aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, rasanya mulutku keluh untuk berucap.. lalu aku membalas pesannya.To : My first love Rian"Apakah ini yang kau sebut tidak akan mengecewakanku, Aku benar-benar kecewa sama kamu. Kamu tega mempermainkan aku seperti ini..Baiklah, jika ini memang keputusanmu, aku akan berusaha menerimanya,.Aku akan merelakanmu. Tapi, adakah kesempatan untukku, untuk menjadi sahabatmu seperti dulu lagi. Aku tahu, itu sangat susah untuk ku lakukan, tapi aku akan mencobanya..!"From : My first love Rian"Maafkan aku ya Ra.Tentu, aku sangat senang jika kamu masih mau bersahabat denganku, aku sangat berterimaksih.Dan.. aku punya 1 permintaan padamu..bolehkah aku memintanya??."To : My first love Rian"Boleh, asalkan itu tidak menyakitiku."From : My first love Rian"Aku mau kamu tidak akan pernah membenciku karena hari ini aku telah menyakitimu?!"To : My first love Rian"Iya, aku tidak akan pernah membencimu, karena aku sangat menyayangimu, sampai kapanpun rasa itu akan tetap ku jaga, walaupun kita tidak bersama lagi."From : My first love Rian"Terima kasih ya Ra.,"To : My first love Rian"Ya, sama-sama kak."Sejak saat itu hubunganku dengan Rian masih baik-baik saja. Walaupun kami hanya bersahabat, aku sudah cukup senang untuk itu.****Pada suatu hari, entah kenapa Rian mengajakku balikan lagi, Rian bilang dia masih sayang sama aku, sulit sekali untuk melupakan kenangan-kenangan indah bersamaku. Dan tanpa berpikir panjang aku langsung menyetujuinya. Karena memang aku masih sangat mencintainya.Tapi…setelah 1 minggu kita balikan, entah kenapa dia tidak pernah menghubungiku lagi, malahan dia tidak pernah mengirimkan 1 sms pun untukku, untuk menegurku saja dia tidak pernah. Aku mencoba menghubunginya, sudah berkali2 ku sms dy, tapi tidak ada balasan, lalu aku telpon, dy pun tidak mengangkatnya.Aku semakin gelisah, apakah yang telah terjari padanya, pikiranku tidak karuan, tapi aku tidak boleh berpikiran negatif, aku harus tetap berpikiran positif. Aku harus bersabar, mungkin saja dia sedang sibuk dengan sekolahnya, karena pada saat itu dia sudah kelas XII SMA.****Hari demi hari kulalui tanpa kabar sedikitpun darinya. Lalu terpikir dalam benakku, "kenapa aku tidak buka facebook aja? mungkin dari sana aku bisa mendapatkan informasi tentangnya,, ". Setelah ku buka fb, aku langsung masuk ke wall nya, aku lihat disana tidak ada aktifitas sama sekali. aku semakin gelisah, tanpa sadar aku meneteskan air mata. Tapi aku tidak boleh menyerah, aku harus terus berusaha mencari informaai tentangnya.Aku teringat kepada temannya Rian yang bernama Alvin,"kenapa aku tidak coba tanya sama dia aja, mgkin saja dia tahu"pikirku. Aku langsung mengrim pesan kepadanya, aku tanya tentang Rian kepadanya. Dan setelah Alvin menceritakan semuanya padaku, aku kaget sekali. dia bilang "Rian sudah pergi ke Seoul, Korea seminggu yang lalu untuk berobat, penyakitnya sudah parah sekali"jawabnya. Tapi dia tidak mau menyebutkan nama penyakit Rian, Alvin bilang ini adalah rahasia keluarga Rian. Tapi yang sangat menyakiti perasaanku adalah, kenapa Rian tidak pernah bercerita tentang penyakitnya kepadaku? semestinya jika dia memang mencintai aku,dia ceritakan semuanya padaku, agar aku tidak menderita seperti ini. Dan yang paling membuatku sedih adalah ketika dia pergi ke Korea, dia tidak memberitahuku. Lalu aku teringat pada ucapan Rian ketika dia memutuskan aku pertama kali, dia bilang dia tidak mau membuatku sakit hati, apakah ini yang Rian maksud??!! Aku bingung sekali.Setelah aku tahu hal itu, tidak pernah telewatkan hari-hariku untuk selalu memanjatkan doa kepada Allah agar Rian segera sembuh dan dia bisa menepati janjinya padaku, yaitu dia akan selalu menjagaku sampai maut memisahkan kita.****Sampai pada suatu hari, aku begitu shock saat aku mendapat telepon dari sahabatku Nadia, dia bilang "Ra, yang sabar ya ra,, aku terpaksa memberitahukan hal ini padamu, aku nggak mau kamu sedih. Tapi inilah kenyataannya ka Rian sudah pergi meninggalkan kita, pergi menghadap Allah S.W.T. Dan sekarang jenazahnya lagi dalam perjalanan pulang ke Indonesia, Jg nangis ya Ra, aku juga ikut sedih kalo kamu sedih, aku sayang kamu Ra, aku nggak mau kamu knpa2." ceritanya panjang lebar.Setelah mendengar kabar itu, air mataku langsung jatuh membasahi pipiku, badanku terasa menggigil hingga aku tidak bisa berkata2 apa2 lagi. Sekarang yang bisa aku lakukan adalah menangis dan menangis, hidupku terasa hancur, seperti ada yang kehilangan dari diriku. Sulit sekali untukku mempercayai kenyataan ini. Butuh waktu lama untuk menerima semua ini.Sudah berhari-hari aku terlarut dalam kesedihan. Kepergiannya begitu mendadak bagiku, sulit untukku menerimanya, tapi ini semua telah terjadi, dia meninggalkanku. Aku harus tabah, karena ini sudah takdir dari yang Maha Kuasa."Ka Iyan, aku akan selalu mendoakanmu, supaya kakak ditempatkan diantara orang-orang yang beriman. Walaupun kk telah tiada, cintaku tidak akan pernah pudar untukmu, NARA SAYANG KA IYAN sekarang dan selamanya. Semoga kelak nanti kita akan dipertemukan di alam sana. Amin ya Rabbal Alamin"****Sekarang aku harus semangat menjalani hidupku, aku harus tetap tersenyum, aku tidak mau Rian sedih karena melihatku menangis karenanya. Dan aku tahu, aku tidak sendiri, aku masih mempunyai sahabat yang selalu ada untukku dalam suka maupun duka, dalam tangis maupun tawa. Mereka yang selalu menghiburku saat aku sedang sedih karena teringat sama Rian. Aku tidak mau kehilangan mereka, karena aku sangat menyayangi mereka.Sekarang, yang harus aku lakukan adalah menggapai cita-citaku setinggi mungkin, yaitu menjadi seorang penulis yang terkenal. Aku akan membuat semua orang bangga kepadaku. Terutama orang tuaku, saudara-saudaraku dan sahabat-sahabatku.»NEVER GIVE UP MY FRIEND«*THE END*Ini adalah cerpen pertama yang aku tulis, jadi, maklumlah kalo masih banyak kesalahan. Cerita ini aku ambil dari kisah cinta sahabatku. Aku juga butuh kritik dan saran dari kalian semua agar aku bisa lebih baik lagi kedepannya. Terima Kasih sudah mau membaca cerpenku.Profil Penulis :Nama lengkap: Nadia RahmiPanggilan : NadiaTTL : Geundot, 28 Maret 1998Alamat : Jln.Jangka /Ds. Geundot, kecamatan Jangka, Matangglumpangdua, Aceh. 24261Pekerjaan : Pelajar di SMP Negeri 1 PeusanganHobi : Membaca, menulis, dan mendengarkan musik.Minat : Menjadi dokter, menjadi penulis yang karyanya bisa dibaca banyak orang, dan membahagiakan orang tua tentunya.Email : Nadiarahmi28@yahoo.comFacebook : http://m.facebook.com/nadia.belieberforever atau Nadiyeaa Gadiezz Yg-lebayAndnarsisTwitter : @Nadia_Rahmi98

  • Cerpen Romantis: WHEN THE TIME COMES

    WHEN THE TIME COMESOleh Bella Danny Justice“if i tell you…Will you listen?Will you stay?Will you’d be here forever?never go away…”(Within Temptation – Bittersweet)Sudah lama Myca memendam perasaan cintanya kepada Michael yang juga teman sekelasnya pada masa SMA dulu, namun kesempatan bagi dia untuk mengutarakan isi hatinya tak pernah tersampaikan. Michael memanglah teman sekelas Myca, tetapi mereka jarang sekali berinteraksi atau hanya sekedar bertegur sapa. Michael adalah sosok yang pendiam dan cool sehingga ia diidamkan banyak perempuan-perempuan di sekolah, dia tampan dan paling pintar dalam bidang olahraga. Banyak wanita yang berangan-angan ingin menjadi pacarnya, dan tidak sedikit yang berani mengungkapkan perasaannya kepada Michael secara terang-terangan, tetapi hasilnya begitu mengejutkan sekaligus membuat rasa penasaran Myca memuncak akan diri seorang Michael. Laki-laki itu tidak pernah menerima salah satu pun dari mereka dan ia belum pernah berpacaran.Myca menyadari rasa sukanya semakin mendalam ketika pemakaman ayah Michael yang meninggal karena sakit keras. Ia merasa sangat terpukul seakan ikut memikul beban kesedihan yang dialami Michael waktu itu. Air matanya menggenang di pelupuk matanya. Ia tidak mampu menahan rasa ibanya saat melihat wajah Michael yang suram lagi di rundung duka. Momen itu adalah kenangan yang paling tidak terlupakan bagi Myca, tetapi kenyataan pahit harus ia telan bulat-bulat. Kini tak ada lagi Michael yang ia kagumi. Hari-hari di sekolah bersama, masa-masa Ujian Nasional, sampai pada acara perpisahan ke puncak… semua itu telah berlalu dan menjadi sebuah memory manis yang akan selalu terekam di kepala Myca.Dunia nyata sudah di depan matanya. Setelah lulus SMA ia memutuskan melanjutkan kuliah di Jerman. Dan dengan jalan ini pula ia berharap dapat melupakan sedikit demi sedikit, perlahan demi perlahan bayangan Michael yang hadir dalam mimpinya setiap malam. 4 tahun menetap dan belajar di Jerman pun rupanya belum cukup untuk menghapus Michael dari kehidupannya secara utuh, akhirnya Myca kembali ke Indonesia dengan menyandang gelar .Ing pada namanya sebagai bentuk ketuntasan ia menyelesaikan program study S1-nya.Wanita yang memakai sweater biru tebal dan syal berwarna cream itu menghela nafas panjang sesampainya ia di bandara. “haaahh, ich komme…” gumamnya menggunakan bahasa Jerman. Di sana telah menunggu seseorang yang menjemputnya, pria itu nampak gusar memperhatikan sekelilingnya, ia hanya mondar-mandir-duduk-berdiri dan menoleh ke kanan-kiri. “Hey, Myca! Sebelah sini!” teriaknya dengan lantang ketika mendapatkan sosok yang ia cari sedari tadi. Saat mendengar ada yang memanggil namanya, Myca menggiring kopernya dan menghampiri orang tersebut.“Wer sind Sie bitte?” tanya Myca masih menggunakan bahasa Jerman. Ia heran mengapa pria ini mengetahui namanya, ia takut orang ini adalah orang jahat, itu sebabnya ia tidak berbahasa Indonesia.Wajah pria itu terlihat kosong. Ia tidak mengerti maksud perkataan Myca. Ia menaikan satu alisnya dan mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuk seperti orang yang sedang berfikir. “hmmm… baiklah akan ku coba! Mein name ist Hyou, es freut mich Sie kennenzulernen.” Kemudian laki-laki itu tersenyum lebar ke arah Myca dan membuat Myca benar-benar bingung.“tidak buruk. Tapi aku tidak mengenalmu, jadi minggirlah dari jalanku.” Myca menggandeng genggaman koper besarnya dan bersiap melangkah pergi dari sana, tapi pria itu kembali menghalanginya dan ia tidak membiarkan Myca lewat.Wajahnya memerah menahan kesal, ia mendekatkan mukanya ke pria itu. “apa mau mu?! Jangan membuatku naik darah!” gertaknya tegas.Hanya dengan satu kali hardikan Hyou langsung menyingkir dari hadapan Myca dan membiarkan wanita itu berjalan melewatinya. “apa kau lupa siapa aku?!” sahutnya yang seketika menghentikan langkah kaki Myca. Dengan berat hati ia menoleh ke arah pria bernama seperti orang keturunan Jepang tersebut namun tiba-tiba saja sebuah pelukan sudah melayang di tubuhnya.“apa kau tidak ingat aku Myca?! aku Hyou! Aku teman masa kecilmu dulu!” ujar Hyou berusaha mengingatkan Myca tanpa melepas dekapannya.Myca mendorong kasar pundak Hyou dengan kedua telapak tangannya untuk melepaskan pelukan yang menurutnya menjijikan itu. “kau sudah gila?! Aku tidak punya teman bernama Hyou!”###Kejadian kemarin berhasil membuat mood Myca berantakan. Baru saja ia kembali menginjakkan kakinya di Indonesia ia sudah bertemu orang gila yang mengaku teman masa kecilnya dulu. Myca berkutat dengan fikirannya semalaman dan ia yakin betul bahwa ia tidak pernah memiliki teman dengan nama Hyou. Ia memikirkan pria itu bukan karena perduli, tapi hanya ingin memastikan kalau ingatannya masih bagus. Mana mungkin aku tidak ingat dengan temanku sendiri? Kalau ia benar temanku pasti aku tidak akan lupa padanya. Katanya dalam hati.Hari ini Myca berencana pergi ke rumah Elizabeth teman semasa SMA-nya. Ia memanaskan mesin mobil dan bersiap-siap untuk temu kangen dengan sahabatnya itu. sudah lama sekali rasanya aku pergi, seperti apa ya dia sekarang? Pikirnya.Myca melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, di otaknya sekarang banyak sekali pertanyaan yang bermunculan terlebih ketika ia melewati sekolah SMA-nya. Entah mengapa rasa rindu itu muncul… ia ingin bisa bertemu dengan Michael, harapannya masih belum berubah baik dulu maupun saat ini. Ia ingin perasaannya terbalas, walau hanya sedikit… ia berdoa agar Michael juga merasakan perasaan yang sama dengannya…jika tidak ada lagi yang dapat ku percayai di dunia ini, ketahuilah Michael… satu yang akan selalu aku percaya bahwa hatiku tetap menyayangimu…Pikiran Myca melayang-layang entah ke mana sampai-sampai ia tidak menyadari lampu merah yang menyala dan seseorang hendak menyebrang jalan.Myca menginjak rem secepat yang ia bisa, ia memejamkan matanya dan berteriak histeris. “aakkkkhhhhhhhh!!!” Myca harap ini tidak terlambat, dia harap dia tidak menjadi seorang pembunuh. Perlahan ia membuka kedua matanya dan melihat seorang pria terduduk di depan mobilnya dan syukurlah tampak tanpa cacat ataupun luka. Sejenak ia terdiam, kedua tangannya yang masih memegang stir mobil bergetar dan berkeringat. Akhirnya Myca melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil dengan terburu-buru kemudian menghampiri orang itu.Myca menjatuhkan lututnya ke atas aspal lalu menyentuh pundak pria yang hampir ia tabrak dan mengucap penuh rasa sesal. “aku sungguh minta maaf, aku tidak sengaja… tolong maafkan aku…”Pria tersebut memalingkan wajahnya ke arah Myca dan tersenyum lembut. “tidak apa, aku tau kau tidak mungkin sengaja melakukannya. Aku baik-baik saja dan tidak luka sedikitpun kok.”“Michael?” ucap Myca dengan pelan. Ia tidak percaya bahwa laki-laki di hadapannya sekarang adalah Michael. Ia ingat dan tidak mungkin salah! Dia Michael! Dia orang yang di sukai oleh Myca! Dan takdir kini mempertemukan mereka kembali…###Elizabeth terus membolak-balik majalah Cosmopolitan itu dan sesekali melirik sahabatnya Myca yang diam termenung menopang dagu di depan monitor laptop sambil melihat-lihat foto kenangan masa SMA dulu.“kau sudah melihatnya ratusan kali, apa tidak bosan?” sindir Elizabeth, ia meletakan majalah itu di atas meja kecil di samping tempat tidurnya dan mendekati Myca.“apa yang akan kau lakukan ketika kau mengetahui bahwa orang yang paling kau cintai akan segera menikah?” nada datar dan tak bersemangat itu keluar dari bibir Myca. Mulutnya berkata tetapi pandangannya hanya terfokus pada foto Michael di layar laptop yang memakai baju seragam putih abu-abu penuh dengan coretan tanda tangan dan piloks warna-warni. Ya, itu adalah foto kelulusan di mana saat semua teman-teman Myca sibuk bercanda ria tetapi ia tidak bisa ikut merayakannya karna suatu hal.“merelakannya… itu yang akan aku lakukan jika aku menjadi dirimu.” Katanya singkat dan padat. Rupanya jawaban Elizabeth memberikan reaksi terhadap Myca. Ia menutup laptop itu dan menatap Elizabeth dengan mata nanarnya. “aku serius! Ini bukan hanya sekedar orang yang paling kau cintai, tetapi sangat amat kau cintai!”Elizabeth tidak menjawab perkataan sahabatnya tetapi ia malah merangkul Myca. Ia tau persis bagaimana perasaan sahabatnya itu akan Michael, ia tau Myca sangat menyukai Michael, tapi tak banyak yang bisa ia lakukan selain memberikan sebuah pelukan untuk Myca meluapkan kesedihannya.Takdir yang menemukannya dan Michael ternyata menyimpan kejutan besar, khususnya bagi Myca. Setelah kejadian itu Myca sempat berbincang dengan Michael di sebuah cafe. Percakapan yang paling panjang yang pernah terjalin antara ia dan Michael mungkin.“apa kabarmu? Aku dengar setelah kita lulus SMA kau langsung pergi ke Jerman untuk melanjutkan kuliah?”“iya, kau betul, aku baru lulus dan pulang dari Jerman kemarin. Aku baik-baik saja. Kau sendiri bagaimana? Sekarang sedang sibuk apa?”“aku juga sangat baik. Yaaa… seperti biasa, aku sibuk bekerja dan sedang mempersiapkan acara pernikahan.”“oya? Maaf aku tidak bisa lama-lama, ibuku pasti mengomel kalau aku terlalu lama berpergian. Aku pulang dulu ya. Bye”“tunggu Myca! boleh aku tau nomer telfon mu?”“ya, tentu.”Wanita itu berfikir apa spesialnya sebuah nomer telfon? Lagipula Michael pasti tidak akan menghubunginya. Ya, karena dia sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan perempuan yang ia cintai. Sakit sekali hati Myca begitu mendengar ucapan itu terlontar dari mulut Michael. Disaat harapannya terkabul tetapi ia harus menelan kenyataan yang memilukan… rasanya perih seperti tertusuk duri bunga mawar yang indah namun mampu melukai seseorang yang menyentuhnya.Ia menyesal mengharapkan untuk bertemu lagi dengan Michael. Ia menyesal dapat melihat Michael kembali. Jika bisa ia memutar waktu, ia ingin tetap berada di Jerman dan tidak kembali untuk selamanya, membiarkan perasaannya tersiksa setiap hari dari pada harus mengetahui berita tak mengenakkan ini.###Benda kecil yang terus berdering itu memaksa Myca yang masih terlelap untuk bangun dari tidurnya. Tangannya meraba-raba pada meja di samping ranjang dan meraih benda tersebut. Myca mengusap-usap matanya beberapa kali lalu membukanya. Ia melihat sebuah pesan dari nomer tak di kenal bertuliskan :Guten Morgen Myca, ini aku Michael, aku ingin mengajakmu keluar malam ini, apa kau ada waktu?Saking terkejutnya Myca, ia langsung bangun dari posisi tidurnya dan membalas pesan dari Michael :Aku tidak tau ternyata kau bisa bahasa Jerman juga haha baiklah, aku bisa. Jam berapa dan di mana tempatnya?Beberapa saat kemudian Michael membalasnya :Tidak, aku tidak bisa bahasa Jerman, hanya itu yang aku tau hahaha jam 7 di cafe tempat waktu itu kita bertemu, ok?Myca membalas pesan itu lagi :Ok. Baiklah, bis später Yang ada di dalam pikiran Myca sekarang adalah “Berpenampilan sebaik mungkin!” anggap saja ini adalah pertemuan terakhirnya dengan Michael karena setelah acara makan malam ini pasti tidak ada lagi kesempatan ia untuk berjumpa dengan pria pujaannya itu. Michael pasti akan sibuk dengan keluarga barunya, istri dan anak-anaknya. Ah, entah mengapa selalu saja hal negative tentang Michael yang terfikirkan olehku. Gumamnya.Myca tau ini waktunya dia untuk berhenti berharap, ia tidak boleh lagi membuang-buang waktunya untuk Michael yang bahkan tidak mengerti perasaannya sedikitpun. Sepertinya ungkapan “tidak semua impian menjadi kenyataan” memang benar, buktinya ini lah yang sedang terjadi kepada Myca. Hatinya belum sanggup merelakan Michael namun ia harus bisa menerima takdir yang telah digariskan.Pukul 5 sore ia sudah bersiap-siap dan berdandan secantik mungkin untuk tampil di depan Michael. Pilihannya jatuh pada dress berwarna hitam di atas lutut dengan lengan pendek dan aksen bunga mawar di bagian pinggang. Myca mulai memoles wajahnya dengan foundation dan bedak tipis, ia menambahkan blush on dan lipstick berwarna pink cerah serta tidak lupa membubuhkan eyeshadow glitter pada kelopak matanya juga mascara, sedangkan untuk rambut, ia membiarkannya terurai alami.Voila! Persiapan kini sudah selesai. Sentuhan terakhir adalah sepatu. Myca memakai heels berwarna hitam dengan bahan suede agar terlihat sederhana. Ia berjalan ke arah cermin besar di dalam kamarnya. Matanya mengerjap-ngerjap tak percaya melihat bayangan seorang perempuan yang begitu cantik di dalam cermin itu. Myca tersenyum geli sambil sesekali merapihkan rambutnya. Beberapa saat kemudian terdengar bunyi klakson dan ia segera turun ke lantai bawah.“m-maaf membuatmu menunggu.” Ucap Myca sedikit gugup. Michael nampak sangat tampan malam itu, dengan penampilan yang sederhana namun tetap menarik. Ia mengenakan Jersey team bola favoritnya yaitu Barcelona dan celana jeans hitam. Myca rasa akan sulit untuk bisa benar-benar merelakan pria itu seperti yang disarankan oleh Elizabeth.“tidak apa. Kau cantik sekali Myca, ayo kita berangkat.” Pria itu tersenyum manis lalu membukakan pintu mobil untuk Myca.Astaga, bagaimana mungkin aku bisa melupakan Michael kalau dia bersikap seperti ini kepadaku?Di perjalanan menuju restaurant tidak ada di antara mereka berdua yang berani memulai pembicaraan. Baik Myca dan Michael keduanya nampak gugup dan malu-malu untuk membuka mulut. Untunglah jarak restaurant itu tidak terlalu jauh jadi mereka tidak perlu berlama-lama larut dalam keheningan yang membosankan.Begitu memasuki tempat makan itu Myca dan Michael langsung disambut oleh seorang pelayan yang membawa mereka ke bangku spesial yang telah di pesan Michael. Pelayan itu tersenyum ramah dan mengulurkan daftar menu kepada mereka.“kau mau pesan apa?” tanya Michael.“sama sepertimu saja, lagipula aku baru kedua kalinya ke sini, sepertinya kau lebih tau makanan mana yang enak.” Ujar Myca lalu menyerahkan kembali daftar menu pada sang pelayan.Michael tidak menjawabnya lagi, ia hanya mengedipkan satu matanya memberi tanda kepada pelayan itu untuk meninggalkan mereka berdua. “baiklah, sebelum makanannya datang aku ingin berbicara dulu denganmu.” Kata pria itu sambil mengambil posisi duduk serius.“hal apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Myca tanpa basa-basi.Michael tidak langsung menjawab, ia terdiam sejenak kemudian berkata. “aku menyukaimu.”Oh takdir! Tolong jangan permainkan aku! “kau pasti bergurau.” Kata Myca cuek.Tidak lama datang seorang pelayan yang membawakan minuman dan makanan untuk keduanya.“silahkan, selamat menikmati.” Ucapnya. Pelayan itu tersenyum dan segera pergi dari sana.Michael memandang wajah Myca. Ia menatap mata gadis itu dalam-dalam. “aku serius Myca.” Entah kenapa mendengar pengakuan Michael hati Myca justru merasa sakit. Ia merasa di tipu.“bagaimana dengan persiapan pernikahannya?” Myca sengaja mengalihkan pembicaraan, ia harap Michael akan mengganti topik pembicaraan mereka.“ohh soal itu, sudah 80%. Aku harap kau bisa datang menghadirinya.” betul saja! Sepertinya memang Myca harus mengakhiri perasaannya selama ini terhadap Michael.Bagaimana kau bisa berkata seperti itu padahal kau akan menikah dengan orang yang kau cintai?Myca beranjak dari tempat duduknya tanpa sepatah katapun. Ia meninggalkan Michael sendiri di restaurant itu. Ia tidak tahan mengahadapi semua cobaan yang datang bertubi-tubi ke dalam hidupnya. Rasanya ingin ia berkata “Dunia, mengapa kau begitu kejam? Tidak adakah belas kasihan untukku Tuhan? Berikanlah aku sedikit kebahagiaan…”###“bagaimana kau bisa tau rumahku?! Untuk apa kau kesini?!” pria yang menemui Myca saat di bandara waktu itu datang ke rumahnya. Ia sungguh terkejut bukan main.“kan sudah ku bilang, aku ini teman kecilmu! Aku Hyou sahabatmu saat kau tinggal di Jepang ketika berumur 5 tahun Myca!” Myca terbelalak mendengar perkataan Hyou yang mengaku sebagai sahabat kecilnya. Ia baru ingat, ia benar-benar lupa! Sudah 16 tahun tetapi pria itu masih ingat dengannya.Aku tidak menyangka ada orang dengan ingatan yang tajam seperti dia…Hyou? Apa dia benar Hyou teman kecilnya dulu yang selalu menggendongnya ketika terjatuh dari sepeda? Apa dia benar Hyou teman kecilnya dulu yang memberikan topi rajutnya saat telinga Myca mulai membeku karena musim dingin di Tokyo? Apa dia benar Hyou yang dulu pernah menyatakan cinta padanya saat musim semi di bawa pohon ceri yang bermekaran?ya Tuhan! Bagaimana mungkin aku bisa melupakannya! Jahat sekali aku terhadapnya..“Hyou?” ucap Myca, suaranya yang sangat pelan hampir tak terdengar oleh Hyou. Ia masih belum percaya bahwa pria yang ada di depan matanya benar-benar Hyou teman kecilnya saat berada di Jepang dulu.Hyou melangkah pasti menghampiri Myca. Tanpa harus di jelaskan ia sudah tau bahwa gadis itu sekarang sedang terkejut bukan kepalang. Hyou menyentuh tangan Myca, ia menatap mata gadis itu lekat-lekat. “aku pindah ke Indonesia sejak kau pergi dari Tokyo, aku selalu mengikutimu selama ini, tetapi aku sengaja tidak mengikutimu ke Jerman karena aku tau kepergianmu ke sana karena seseorang yang sangat kau cintai Myca.”“Hyou maafkan aku..” tangis Myca yang tersedu-sedu mulai terdengar, ia merasa sangat sedih saat ini. Ia butuh seseorang yang mampu meredakan kepedihan hatinya akan Michael. Ia butuh seseorang! Refleks ia langsung memeluk Hyou dengan erat, tangisnya pecah seketika itu juga, ia tidak bisa lagi menanggung beban ini sendirian.“menangislah Myca, aku akan selalu ada untukmu… aku akan menemani saat-saat suka dan duka mu, aku tercipta untuk menemanimu… hanya saja aku kurang beruntung karena aku tidak di takdirkan untuk menjadi pendamping hidupmu. Kau harus berusaha agar mendapatkan apa yang kau inginkan, jangan menyerah sedikitpun. Aku yakin nanti akan tiba waktunya bagimu merasakan kebahagiaan..” dalam pelukannya itu Hyou menepuk-nepuk punggung Myca dengan lembut. Ia mencoba menenangkan gadis itu seperti seorang adik, ia sadar perasaanya terhadap Myca tidak akan pernah terbalas. Ia tau hanya ada satu orang yang ada di hati gadis itu.Kata-kata Hyou membuat Myca sedikit lebih baik. Beberapa saat kemudian ia mulai tenang dan kembali duduk di sofa. “terimakasih Hyou, maaf aku sudah berbuat kasar padamu waktu di bandara.” Myca menghapus air matanya yang sesekali masih mengalir di pipinya dengan punggung tangannya.Hyou mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya lalu mengusap tangis Myca. “tidak apa, aku tau kau pasti akan lupa karena itu sudah lama sekali. Jadi aku memaafkanmu.” Pria itu tersenyum begitu lebar sehingga matanya yang kecil hanya terlihat seperti garis. Kalau saja ada keajaiban, Myca berharap ia tidak pernah jatuh cinta kepada Michael, dan ia berharap Hyou lah orang yang ia cintai. Jika keadaannya seperti itu, pasti semua akan terasa lebih mudah, tidak menyakitkan seperti yang ia rasakan sekarang.###Selama 1 minggu ini sudah kali ke 5 sms dari Michael berdatangan tetapi Myca tidak lekas membalasnya. Bagaimana bisa ia menahan rasa sakit untuk membalas pesan dari pria yang sangat ia cintai itu? hari ini saja pagi-pagi sekali ia sudah mengirim sebuah text :Myca, acaraku sudah 100% selesai. Aku ingin kau datang hari ini jam 6.30 pm di Hotel Indonesia. Maaf karena aku tidak sempat memberi undangannya karena terlalu sibuk, kau tinggal sebutkan saja namamu kepada pendaftar tamu, dia akan mengizinkanmu masuk. I’ll be waiting~Apa Michael sengaja? Atau dia terlalu bodoh? Pesan yang ia kirim sungguh menyiksa batin Myca. Hatinya perih teriris sembilu. Dia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Apa ia bisa menghadiri acara pernikahan pria itu? apa ia bisa merelakan semua ini dengan tulus ikhlas? Apa ia berani berhenti dari penantiannya selama ini? Apa seperti ini kah ending kisah cintanya? Ia menghadiri pesta pernikahan seseorang yang sangat amat ia cintai, memberi mereka selamat dan kecupan di pipi kanan dan kiri untuk pengantin wanita, apa ia bisa melakukan itu semua?Tekad Myca sudah bulat. Ia meyakinkan dirinya untuk yang terakhir kali bahwa ia “BISA” melewati semua ini. Ya, hanya 1 hari ini dan semuanya akan berakhir. Ia tidak akan lagi tersiksa oleh penantiannya yang hanya membuang-buang waktu. Myca meminta Hyou untuk menemaninya pergi ke acara pernikahan Michael. Hyou dengan senang hati menerima ajakan sahabatnya itu, ia tau Michael adalah laki-laki yang sangat di cintai Myca setelah wanita tersebut menceritakan semuanya. Ia paham dan sangat mengerti perasaan Myca yang sedang terguncang.Jam 6.40 mereka sampai di sebuah ruangan ballroom megah yang bergaya classic. Design pesta pernikahan yang sangat anggun menurut Myca. Matanya menjelajahi setiap sudut ruangan dan interior-interior mewah yang menghiasi gemerlapnya pesta tersebut. Warna gold dan merah yang indah tampaknya membuat Myca terhipnotis sampai-sampai ia lupa akan keberadaan Hyou yang mengamatinya sambil terkekeh.“kau nampak begitu takjub. Aku pun bisa mengadakan yang seperti ini jika kau memintanya padaku.” Kata Hyou yang diakhiri canda tawanya.Myca mendengus kesal, ia mempercepat langkahnya menjauhi Hyou dan berniat untuk mengambil segelas minuman yang tersedia di sebuah meja besar namun sepatu haknya menginjak gaun Myca yang terjuntai panjang dan keseimbangannya pun goyah. Ia sudah bersiap untuk menahan malu, ia tau pasti ia akan terjatuh. Tetapi Hyou bergerak cepat dan menahan tubuh Myca.“kau mungkin bukan jodohku, tapi kau tidak bisa lepas dariku Myca.” Hyou memandang gadis itu beberapa saat. Ia rasa ia sudah gila karena ia benar-benar mencintai orang yang tidak bisa ia miliki.Myca tidak merespon perkataan Hyou, ia hanya terdiam dan kembali berjalan menuju stand ice-cream di sana. Kalau saja keajaiban itu ada, aku pasti memilihmu Hyou! Tetapi aku tidak bisa. Maafkan aku…Sudah 20 menit Myca menikmati pesta pernikahan itu namun ia tidak menangkap sosok Michael dan pengantin wanitanya. Matanya masih mencari-cari keberadaan Michael, sedangkan Hyou, ia menghilang entah kemana, Myca pun jadi kesal dibuatnya. Lalu terdengar suara seseorang yang begitu ia kenal memanggil namanya. “Myca, maaf membuatmu menunggu begitu lama. Aku terjebak macet saat menuju ke sini.” Dia datang! Michael terlihat seperti orang yang habis mengikuti lomba lari, ia mengucap dengan nafas yang tersengal-sengal dan nampak sedikit berkeringat karena kelelahan. Tetapi Myca menemukan sedikit keganjilan.“lalu dimana mempelai wanitmu? Kau tidak pergi bersamanya?” tanya Myca heran.Michael menatap wanita itu dengan ekspresi aneh. Ia mengerutkan dahinya dan melangkah mendekati Myca. “mempelai wanita? Apa maksudmu Myca? aku menyuruhmu datang ke sini untuk menunjukan hasil kerjaku sebagai Event Organizer suatu acara, dan aku di percayai menangani proyek ini.” jelas Michael.“jadi ini bukan acara pernikahanmu?!” tanya Myca masih tidak percaya. Ia speechless tak dapat berkata apa pun selain meragukan penjelasan Michael.“pernikahan?” katanya kebingungan, tak lama Michael tertawa terbahak-bahak. Ia mengerti sekarang mengapa waktu itu Myca beralasan ingin cepat pulang saat pertama kali mereka berjumpa dan mengapa Myca meninggalkannya saat mereka dinner. Michael memperhatikan wajah wanita itu merah padam menahan malu. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa sukanya lagi, Michael menyukai Myca!Pria itu menyentuh dagu Myca dan mengangkat perlahan wajahnya yang tertunduk pada karpet merah tempat mereka berdiri. “Myca, dari dulu… aku menyukaimu sejak dulu. Aku ingin kau tau semua ini, aku tidak bisa menyembunyikan perasaanku selamanya dari mu dan menghindarimu. Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatanku seperti waktu kita SMA. Dulu aku terlalu naif untuk mengakui bahwa aku menyukaimu, tetapi sekarang aku ingin kau mengetahuinya… aku mencintaimu Myca, kau wanita yang sangat aku cintai. Aku beruntung bisa bertemu lagi denganmu, karena itu aku tidak akan membuang kesempatan ini. Aku tidak mau lagi bertindak bodoh…” kata-kata Michael terhenti ketika Myca melayangkan pelukannya. Wanita itu menangis, tetapi Michael dapat merasakan bahwa itu adalah tangis kebahagiaan, itu adalah tangis dari penantiannya yang begitu mengharu biru.Michael melingkarkan kedua lengannya pada pinggang Myca, sedangkan Myca merangkul leher Michael. Pelukan itu terasa amat nyaman bagi Myca, ini lah yang ia dambakan… ini lah yang ia harapkan… ini lah yang ia impikan selama ini… dan ini lah doanya…Tuhan maafkan aku yang sempat meragukanmu, ternyata selama ini kau begitu baik terhadapku… mengetahui bahwa ia juga mencintaiku adalah sebuah anugrah yang tak ternilai… sekarang aku tau mengapa Kau memberikan cobaan-cobaan itu kepadaku… aku sadar semua indah pada waktuNya…Hyou.. ia mengintip kemesraan di antara Michael dan Myca dari balik dinding itu. Sekarang ia bisa bernafas lega karena Myca akhirnya mendapati apa yang ia inginkan. Kini tugasnya untuk menemani Myca telah selesai, ia mempercayakan wanita itu dalam tangan Michael. Ia yakin Michael dapat menjaga Myca sebaik ia dulu pernah menjaganya.“Myca, tugasku menemanimu sudah selesai, sekarang aku bisa kembali ke Jepang dengan tenang. Berbahagialah dengan orang yang kau cintai. Aku akan selalu mengingatmu dan aku harap kau juga tidak akan pernah melupakanku lagi kalau suatu saat aku kembali hehe”With Love,Izukama HyouMyca meneteskan air mata ketika membaca baris pertama surat dari Hyou itu, namun kelanjutannya ia tertawa kecil sambil tersenyum mengingat pertemuannya dulu saat di bandara. “Hyou-san, arigatou gozaimasu.” Ucapnya pelan.ENDFb : Bella JusticeTwitter : @bellajusticee

  • Cerpen Cinta Romantis “Take My Heart” ~ 15

    Walau sempet blank akhirnya Cerpen Cinta Romantis "Take My Heart" di lanjutin lagi. Untuk part selanjutnya, tenang aja. Lagi di ketik, Moga aja ide nggak macet lagi. Ha ha ha, Derita penulis amatiran.Oh ya, buat yang sering nanya tentang urutan cerpen yang bikin bingung, ku kasih petunjuk deh. Klik aja tulisan Daftar isi di atas, Di situ udah lengkap di kelompokan berdasar kan label. Semoga saja nggak kebingungan lagi.Akhir kata, Happy reading ya..} Cerpen Cinta Romantis "Take My Heart" ~ 14"Rasa ini mungkin bukan cinta,Namun, jika bukan cinta lantas apa namanya"…Setelah mengemasi barang barangnya, Vio melirik jam yang melingkar di tangannya. Masih cukup siang untuk langsung mendekam di kostan sendirian. Apa sebaiknya ia mampir ketoko buku dulu ya. Mencari komik atau pun novel romantis yang bisa ia jadikan bahan bacaan.Ah, tapi cucian kotor di rumahnya banyak. Sepertinya lebih baik kalau ia beres beres saja. Mumpung kali ini bisa pulang cepet gara gara dosen selanjutnya nggak masuk. Dengan berlahan ia beranjak bangun meninggalkan kelasnya. Melangkah menuju ke halte bus.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*