Cerpen Cinta: Kata Cinta Yang Kedua

Kata Cinta Yang Kedua
Oleh: Farhatul Aini
Awal aku masuk kuliah selama beberapa hari menjalani penyiksaan yang begitu pahit oleh senior yang kejam dan jahat. Dengan berkendaraan bus yang penuh sesak, ku masuki bus itu dengan sedikit hati hati, ku duduk di sebuah tempat dekat jalan, yang kurasa agar tidak terlalu sulit jika aku turun nanti, ku duduk dengan manisnya, sambil melihat orang di sekitarku. Rasanya ada yang aneh dengan gerombolan 6 orang yang duduk paling belakang itu. Rupanya aku kenal salah satu dari mereka tapi aku tidak tau namanya, ya.. teman satu jurusanku namun kita sama sekali tidak bertegur sapa, mungkin karna aku terlalu pendiam, mungkin juga dia tidak mengenaliku. Namun ada seseorang salah satu dari mereka yang agaknya terlalu memperhatikanku, dan saat aku melihatnya ke belakang untuk melihat keadaan, rupanya dia sedang melihatku , tatapan kami terhenti di salah satu sudut. Karena dia yang terlebih dulu melihatku, dia pula yang melempar senyum terlebih dulu kepadaku, tanpa canggung aku pun membalas senyumnya.
Cerpen Cinta: Kata Cinta Yang KeduaKu buka kembali Diary lamaku saat aku pertama kali bertemu dengan Kevin. Rasanya tak pernah terfikirkan olehku akan melewati masa sesulit ini ketika telah mengenalnya.
“hayooo ngelamunin Kevin ya?” tiba-tiba Adel datang ke kamar.
“apaan si lo, sok tau.”
“eh apaan tuh liat dong, lucu gitu bukunya, ada foto kamu sama Kevin lagi.” Sambil merebut buku yang di tangan Widy.
“eh jangan itu Diary gue” balik Widy merebutnya, tapi tak berhasil.
“ah biarin gue pengen tau.”
Akhirnya Widy menyerah membiarkan Adel membaca buku Diarynya itu. Setelah lama Adel membaca halaman pertama buku itu diapun berkata.
“jadi rupanya lo tuh suka pada pandangan pertama nih.”
“eh engga ya, dia dulu yang ngelempar senyum ke gue, terus minta nomer gue ke Raka, temen satu jurusan gue itu yang satu bus sama gue waktu itu. smsin gue, ngajak jalan, sampe deket kaya gini, dan tiba-tiba dia pacaran sama Nuna.” Menceritakannya dengan emosi, lalu Widy mengeluarkan air matanya.
“sabar ya wid, gue rasa Kevin tuh ga bermaksud nyakitin elo, dia kan ga tau kalo Noumi itu kakak lo.”
“dia tuh kakak tiri gue, dan kalo emang seorang kakak dia gak mungkin sejahat ngerebut orang yang gue suka.”
“tapi lo gak pernah bilangkan orang yang lo suka itu Kevin, mana dia tau kalo dia yang lo suka.”
“udahlah Del ga usah bahas dia lagi, mulai sekarang gue benci sama Kevin dan Noumi!”
Noumi, dialah yang sudah menghancurkan semuanya, aku terbiasa memanggilnya Nuna(sebutan kakak perempuan dalam bahasa Korea),dia adalah kakak tiri aku yang kuliah dan tinggal di Korea , dia tinggal disana bersama Paman Lian yang membuka usaha restaurant khas Korea, aku yang tidak suka dengan musim dingin hanya tinggal di Jakarta bersama Papah dan Mamah tiriku. Noumi ternyata teman sewaktu SMA Kevin, yang pernah disukai Kevin dulu tapi kenapa harus Noumi? dia orang yang terdekat denganku, dan kenapa aku harus tau sekarang, ketika aku sudah benar-benar menyayanginya.
Beberapa minggu lalu Kevin pernah menyatakan cinta padaku, tepatya saat aku pulang kuliah, tanpa ragu dia menyatakan kata-kata cinta itu dengan lancar, sampai aku seperti terhipnotis tak sadar melihat tingkah dan deretan kata-kata itu. Namun karna aku bingung dan ragu aku menjanjikannya akan menjawab pada saat malam minggu di Cafe tempat biasa kita makan bersama.
Memang waktu belum mengijinkan kita, pada saat itu banyaknya tugas yang datang mengahampiri membuat aku lupa akan hal itu. Berjam-jam ternyata dia menunggu di Cafe, dan aku memang benar-benar lupa. Seperti penyesalan yang amat mendalam, dia mengira aku tak datang menemuinya karna aku menolak cintanya, beberapa kali aku jelaskan aku lupa untuk datang ke Cafe itu, tapi Kevin hanya menjawab “lupakan saja Wid, anggap saja itu tak pernah terjadi.” dan aku sangat tau Kevin, sesekali ia dikecewakan, dia takan pernah memberikan kesempatan untuk orang yang pernah mengecewakannya. Dan aku menunggu dia menyatakan cinta itu lagi, karna aku takan menyia-nyiakannya untuk kedua kali, karna aku mencintainya. Tapi kemana dia, cinta itu tak pernah keluar dari mulutnya lagi sampai pada akhirnya dia menemukan Noumi, sahabatnya dulu yang pernah disukainya. Sampai pada akhirnya aku memutuskan, untuk merelakan semuanya. Bahwa Kevin kini telah menjadi milik Noumi.
Malam ini sengaja aku duduk ditaman rumah, malam inikan malam ulang tahunku tapi semuanya nampak sepi, Papah Mamah yang sedang berkunjung ke Korea menjenguk Paman Lian yang sedang sakit, tidak kunjung pulang sampai hari esok tiba. Headset yang tertempel ditelinga seperti melekat, aku menikmati alunan musik yang bertema galau, pas sekali dengan apa yang ku rasakan. Tiba-tiba Pemandangan yang tidak menyenangkan, oh Noumi dan Kevin, inikah kado terburuk yang pernah kudapatkan dihari ulangtahun ku besok, kemesraan yang tampaknya mereka pamerkan membuatku iri, harusnya aku yang sedang tertawa mesra bersama Kevin disana. Tak biasa mereka pulang semalam ini tepatnya jam 10 malam, pasti mereka habis makan di Cafe, nonton, semua hal yang mengasikan.
Saat mereka lewat didepanku, akupun sengaja menutup mata, agar tidak menambah beban pikiranku, dan diam-diam saat mataku terpejam, rasanya pipiku sudah basah terbanjiri air mata.
“kenapa malam-malam kamu masih diluar Wid?” tanya Kevin.
Rupanya alunan musik yang terdengar ditelinga Widy, membuatnya tidak mendengarkan ada suara apapun selain lagu lagu yang didengarnya.
“hei widy.” Sapa Kevin sambil menyentuh tangan Widy, agar Widy merasakan bahwa disana ada orang yang mengajaknya berbicara.
Mata Widypun terbuka dan dengan kagetnya, sampai gelas lemon tea didekatknya terjatuh.
“eh, eh Kevin.”
Entah apa yang harus aku lakukan pada saat itu, suara pecahan gelas membuatku makin panik dan aku memunguti pecahan-pecahan gelas itu. Sebenarnya jika situasi sedang normal aku tidak akan melakukan hal itu, aku akan mengusir Kevin jauh-jauh dan menyuruhnya pergi. Dengan tergesa-gesa membereskannya membuat beling pecahan gelas itu, melukai tanganku. Kevin hanya terdiam melihat tingkahku. Dan ketika ia tersadar iapun langsung membantuku, mengeluarkan sapu tangan, dan membalutkannya ke tanganku yang luka.
“kamu tuh kenapa si, ga biasanya banget?” tanya Kevin.
“habisnya kamu tuh dateng tiba-tiba, bukannya tadi kamu bersama Nuna masuk kedalam eh tiba-tiba kamu ada disini.”
“ya gapapa dong sekali-kali akukan pengen sama kamu.”
Kata-katanya membuat aku benar-benar kesal, kamipun duduk berdua diatas ayunan panjang itu. Diam sejenak tanpa ada yang berkata-kata.
“sebaiknya kamu panggil Nuna sanah, dan aku mau istirahat.”
Diam itu saat bersama Kevin itu, membuat kenyamananku terganggu, aku putuskan untuk kembali ke Kamar.
“eh Wid, disini aja. Noumi sedang mandi katanya dan kamu harus menemani aku.”
“kenapa begitu”
“karna akukan tamu, masa tamu dibiarkan sendiri, ayolah yah yah…” mintanya dengan manja.
“engga!” Widy lari menuju rumah, dan Kevinpun mengejarnya
“kenapa kamu jadi seperti ini si Wid? Kamu tidak seperti kamu yang dulu dan aku tidak suka.”
“dan kamu pikir aku suka kamu dekat dengan Nuna, lalu melupakan aku begitu saja?”
“apa wid, jadi kamu tidak suka aku dekat Noumi?”
“eh bukan itu maksud aku.” Widy berusaha mengelak.
“wid sekarang aku tau perasaan kamu, akhirnya kamu menjawab semua rasa penasaran yang aku rasakan selama ini.”
“maksudnya?”
“sebenarnya aku tidak pernah pacaran bersama Noumi, akupun tidak pernahkan bilang kalo aku pacaran sama Naomi bukan, tapi kamu sendiri yang menganggap semua itu.”jelas Kevin.
“ah sudahlah lepaskan, aku tidak mau lagi mendengar semua itu.”
Widypun lari ke dalam rumah, dan berhenti ketika melihat Noumi sedang membuat kue ulang tahun, ah pasti itu buat Kevin, hari ini kan dia juga ulang tahun. Pasti mereka bakalan ngerayain bareng diatas penderitaan gue.
Kevinpun ikut lari ke dalam rumah.
“Widy, kenapa kamu masuk ke dalam, harusnya kamukan menemani Kevin diluar.”
“ah urusi saja pacarmu itu sendiri.”
Ketika Widy mencoba berlari lagi menuju kamar, langkahnya terhenti karna salah satu tangganya berhasil dipegang erat oleh Kevin.
“jangan pergi lagi Widy.”
Sontak Widypun kaget dan mencoba melepaskan pegangan itu, saat berhasil terlepas widypun berkata.
“apa si maunya kalian itu, aku hanya ingin tenang silahkan kalian bercinta sesuka kalian tapi jangan ganggu aku lagi.”
“Widy apa maksud kamu?”
“Nuna pacaran sama Kevinkan, dan Nuna tau dia itu orang yang sering Widy ceritakan kepada Nuna saat kita sedang curhat bersama melalui e-mail.”
Noumi hanya tersenyum lalu mengatkan “Happy Birthday Widy.”
Nuna sambil berteriak, aku bingung seperti konyol sekali, itukan kue untuk merayakan hari ulang tahun Kevin.
“Widy maafkan aku, ini semua rencana aku, aku ingin tau sekali lagi perasaan kamu, dan aku rasa ini satu-satunya cara agar aku tau perasaan kamu, kamu cemburukan wid aku bersama Noumi, dan itu artinya kamu juga suka kan sama aku?”
Widy seolah tak percaya akan hal itu, air matanya mengalir ke lekuk pipinya.
“aku cinta sama kamu widy, sekali lagi aku ungkapkan itu, dan aku mau kamu menjawabnya sekarang, apapun jawaban kamu aku siap, tak perlu menunggu lain waktu, maukah jadi pacar aku?”
Tanpa berkata Widy langsung memeluk Kevin.
“jangan lakukan ini lagi, aku juga cinta kamu dan kamu harus tau itu.”
Pelukan yang berlinang air mata, mengakhiri sebuah kebahagiaan.
“Nuna maafkan aku yang selama ini sudah membenci Nuna.”
“tidak apa-apa, memang harusnya begitu kalo memang Nuna melakukan itu.”
Malam itu malam yang indah, aku merayakan ulang tahunku bersama Kekasihku dan Nuna, orang yang sangat aku sayang.
-selesai-
Twitter: @ainigonil
Facebook: farhatul.aini@yahoo.com
Cerpen Farhatul Aini yang lainnya bisa dibaca dalam Hate The Rain, Aku Tanpa Dia dan Izinkan Aku Memilih.

Random Posts

  • Cerpen Cinta: LOVE or LOVE

    LOVE or LOVEBy: Early Al_FauziyahSebuah pengalaman yang sulit untuk ku lupakan, yaitu bertemu seorang laki-laki yang baik hati dan perhatian tapi sayang hanya sekejab saja dan entah kapan bisa bertemu lagi.Pada saat itu aku dan keluarga mengantarkan adik ku yang sedang sakit untuk berobat dirumah sakit, ternyata dokter menyarankan opname jadi mau tidak mau adikku harus di rawat inap di rumah sakit itu. Pada hari pertama biasa-biasa saja bahkan aku merasa bosan sekali di rumah sakit. Hari kedua juga sama seperti hari sebelumnya sangat membosankan yang ku lakukan hanya duduk di samping ranjang tempat tidur adikku. Sekitar sore hari mungkin setelah ashar ada beberapa perawat yang datang memeriksa keadaan adikku, tanpa aku sadari ada seorang perawat pria yang memperhatikan aku mungkin aku kegeeran kali ya atau memang diperhatikan entahlah kurang tahu juga????Tapi tidak lama setelah itu seorang perawat pria yang kumaksud diatas tadi datang lagi membawa sebuaah sprai di tangannya dan minta izin kepadaku untuk mengganti sprai kasur yang di tempati adikku, meskipun terpaksa aku membantunya menggantikan sprai itu karena adikku tidak bisa berdiri dan harus diangkat jadi kami mengangkatnya berdua. Setelah dia keluar dari kamar aku biasa-biasa saja tidak sedikit pun terlintas dalam pikiranku untuk memperhatikan dia.Besoknya hari terakhir kami dirumah sakit, sebelum cek out dari rumah sakit adikku akan di rongsent, tepat pukul 08.00 WIB adikku dibawa keruang rongsent. Aku dan tanteku ikut menemani karena adikku nangis kalau sendiri dan aku tidak sadar saat menuju ruang rongsent seorang perawat pria yang aku maksud diatas tadi ikut di belakang kami menuju ruang rongsent juga. Tiba giliran adikku yang masuk untuk di rongsent dan aku bersama tanteku di minta ikut menemani didalam ternyata perawat itu ikut masuk juga, ketika akan di rongsent adikku menangis dan tidak mau di rongsent entah kenapa mungkin dia takut sama petugas ruang rongsent yang pakai seragam dan menggunakan masker tutup mulut dikira teroris mungkin makanya takut ha ha ha…. Sedangkan aku bersama tanteku dan juga perawat itu berusaha membujuknya supaya mau tapi tidak berhasil juga, hingga akhirnya adikku tidak jadi di rongsent dan kami membawanya kembali ke kamar saat di jalan menuju kamar tanteku mendorong kursi rodanya adikku dan aku mengiringi disamping ternyata perawat itu mengikuti di belakang kami, kemudian dia meminta agar dia yang mendorong kursi roda adikku.Sambil mendorong dia bertanya-tanya kepada tante ku yang berjalan di sampingnya sedangkan aku berjalaan di belakang mereka. Dia bertanya tentang adikku dan aku, dia menanyakan kepada tanteku apakah aku kuliah atau masih SMA, dan setelah tanteku bilang kalau aku sudah kuliah dia bertanya lagi semester berapa, jurusan apa, dan kuliah dimana? Aku yang berjalan sendiri di belakang merasa tidak enak karena di omongin.Kami berunding di dalam kamar dan akhirnya kami memutuskan untuk cek out dari rumah sakit karena tidak ada perkembangan sama sekali, aku langsung menuju ruang petugas untuk meminta cek out, saat meminta cek out dengan menjelaskan beberapa alasan kepada petugas tanpa kusadari ternyata perawat itu ada di belakangku dan bertanya “kenapaa cek out kan belum sembuh?” ucapnya, aku hanya menjawab dengan senyum karena sebenarnya aku kaget dia ada di belakangku, dalam hati aku bergumam “ini orang kayak hantu aja dari tadi muncul di belakang terus” he he he…Setelah semuanya selesai kami langsung pulang, aku mendorong kursi roda adikku dan ayah,ibu, serta tanteku membawa barang-barang. Lagi-lagi perawat itu mengagetkan aku dia mengikutiku dan meminta dia yang mendorong kursi roda adikku, akhirnya dengan tidak sengaja aku berjalan beriringan dengan perawat itu sampai depan rumah sakit, di sepanjang jalan dia SKSD alias sok kenal sok dekat denganku, aku cuek saja dari omongannya aku hanya menangkap sedikit saja yang aku dengar dia bilang kalau dia sedang praktek di rumah sakit itu dia juga bilang kalau dia semester lima juga dan kuliah di STIKES Muhammadiyah Cuma itu yang aku ingat.Sampai di depan dia tidak langsung pergi malah menunggu sampai mobil kami datang, karena parkiran penuh jadi mobil lumayan lama baru bisa keluar dan anehnya perawat itu tetap menunggu hingga kami pergi dia baru beranjak dari depan rumah sakit.Sepanjang perjalanan aku baru terpikir dengan perawat itu, aku baru sadar ternyata dia baik dan perhatian kepada adikku, muncul rasa penasaran di benakku siapa nama perawat itu? Ada sedikit penyesalan juga karena tidak menanyakan namanya.Berhari-hari setelah dari rumah sakit itu aku selalu memikirkan perawat itu, semakin lama malah semakin sulit melupakannya, aku bingung bagaimana bisa memikirkan orang yang namanya saja tidak tahu tapi itulah kenyataannya. Setiap saat aku bertanya kapan aku bisa bertemu dia lagi????Sampai sekarang bayangannya sulit sekali untuk di hindari padahaal sudah dua bulan berlalu, aku jadi bingung membedakan perasaanku apakah aku suka tapi rasanya tidak mungkin karena aku belum tahu siapa dia, atau sekedar penasaran ingin tahu namanya dan mengenalnya lebih dalam lagi. Aaaahhhh…… aku bingung.Sekarang aku masih sangat sulit melupakannya aku hanya bisa berdo’a kepada Allah supaya aku bisa bertemu lagi, aku sekarang tidak mengharapkan apa-apa hanya satu yang aku inginkan bisa bertemu lagi dan pengen tahu namanya itu aza.Ya Allah pertemukan aku dengannya meski hanya sebentar!!! 18 Agustus, 2010 Fb : Early CheerfulTwitter: @Earlyalfauziyah

  • Tertutup Rapih Dalam Balutan Seragam Kepolisian

    Tertutup Rapih Dalam Balutan Seragam KepolisianKarya : Abimanyu Putra PratamaHari itu sabtu siang di bulan Juni tahun 2009, saya diajak oleh saudara saya untuk membantu persiapan khitanan, ( saudara saya mau sunat saya dijemput dan diajak kesana duluan sedangkang orang tua saya menyusul nanti ). Sabtu siang itu terasa sangat panas hingga menusuk sampai ketulang ( hahahahahah terlalu LEBAY ) setelah 2 jam perjalanan ( maklum jakarta macet, dan saya sudah muntah sampai satu kantong plastik ). Akhirnya kami tiba juga di Jakarta Timur, saya tiba disana pukul 02:00. Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan saya pun memutuskan untuk tidur.Setelah melepas penak dengan tidur ( memang banyak orang memilih tidur untuk menghilangkan penak ) saya bermain bersama saudara-saudara saya. Setelah puas bermain saya pulang, mandi, sholat, dan nonton tv. Tiba-tiba pas saya sedang asyik nonton spongebob squerpants ( maklum masih anak kecil  ) adzan magrib bun berkumandang. Walaupun sedang asyik nonton spongebob saya pun memutuskan untuk shalat dulu, setelah selesai sholat dan makan. Lalu saya diajak mas Topik untuk mengisi bensin.NAH DISINILAH CERITA DIMULAI “THE STORY WILL BEGIN” Jadi ceritanya tuh pas lagi mau isi bensin, ada dua rute. Rute via jalan raya ( banyak polisi ), rute jalan kampung ( banyak polisi tiduran ). kami memilih rute jalan raya, setelah tiba dijalan raya mas Topik mengila PART 1. Dia gaya gaya mau jadi Valentino Rossi, setiap mobil diasalip dan pas saya sedang menengok ke belakang saya melihat motor vega-R mengikuti kami dari gang depan rumah saudara saya. Saya tidak begitu ambil pusing, nah pas kami sedang menyalip mobil avanza tiba-tiba motor RX King bermaksud menyalip mobil tersebut. Mas Topik pun kaget dan motor pun menyerempet mobil avanza, setelah berhasil menyalip mobil avanza kami tiba-tiba dijegat oleh orang yang naik motor vega-R. Dia dateng-dateng langsung nyenter plat nomor, lantas kami pun panik dan memutuskan untuk kabur, setelah berhasil kabur, dan pikir panjang. Kami memutuskan untuk berhenti (bukan karena takut sama polisi tapi karena bensin dah sakaratul maut alias ABIS wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk 😀 ) Akhirnya saya tertangkap / BUSTED, kunci motor langsung diambil kami langsung dimarahin.“kamu ini naik motor gaya-gaya banget masih kecil aja belagu” bentak pa polisi.Saya dan mas Topik langsung tertunduk diam alis KICEP ABC. Setelah diceramahin cukup lama akhirnya saya dan mas Topik dibawa ke sebuah pemancingan di daerah Klender. Setelah tiba di pemancingan mas topik disuruh untuk menelpon orang tuanya dan pas saat itu lagi ga bawa hp ( apes banget ), yaaaaaaaaa suuuuuuuudahlah terpaksa dia harus ke wartel, sedangkang saya ditinggal sendirian di pemancingan. Dan pas saat itu entah kenapa saat itu saya ingin sekali menanyakan sesuatu.“pa, bapak sebenarnya polisi atau bukan? Kalau bapak polisi bapak tolong tunjukan tanda pengenal bapak, dan buka helm bapak.” Ujar sayaTiba tiba saya tangan polisi itu melayang ke muka saya, dan dia berkata “kamu tuh masih anak kecil diam aja”Saya melihat kejanggalan karna bapak saya seorang tentara ( jiahhh pamer dulu ahhhh ) jadi saya ya sedikit tau mana yang asli sama yang palsu.Saya pun terus mendesak setelah cukup lama saya mendesak, akhirnya polisinya jengkel juga kali ya sama saya, dia pun memutuskan pergi untuk membeli rokok and aqua gelas,,,,,,, dia kembali menghampiri saya. Setelah cukup lama akhirnya mas Topik pun kembali, setelah mas Topik kembali“saya sita motor kalian karena kalian tidak bisa menyerahkan surat-surat motor” kata pa PolisiKami pun mengiyakan saja, polisi itu pun langsung membawa motor kami. Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu, menghampiri kami, “Dek,dek kelihatanaya kamu sudah ketipu deh.” Kata si Ibu“Hah???????, maksud Ibu?” sahut mas Topik“iya soalnya gelagatnya dan bajunya tidak meyakinkan.” Ujar si Ibu“Ahhh yang bener Bu.” Kata mas Topik“Iya soalnya daerah klender banyak sekali POLISI GADUNGAN.” Kata Ibu “Apa GADUNGAN GADUNGAN GADUNGAN (sengaja diulang biar lebih mantep) sontak saya dan mas Topik Saya diam, mas Topik diam Ibu pun diam, SULE pun diam. Kami pun PANIK MODE ON setelah mondar mandir sana sini. Akhirnya bapaknya mas topik pun datang. Kami pun langsung bergegas ke kantor polisi di daerah klender, setelah kami tiba di sana kami langsung menanyakan ada tidak Polisi yang bernama Briptu Norman ( maaf saya lupa namanya hehehhehehehehehehe : D ) setelah dicek tenyata tidak ada. APA APA APA APA APA ( sengaja di ulang ) kami pun panik. Tanpa pikir panjang kami pun langsung balik ke TKP untuk mencari motor kami, di tengah perjalanan kami bertemu dengan tukang ojek lalu dia mengatakan bahwa motor bapak ada sama temen saya. Tanpa pikir panjang kami langsung CABUT KALANG KABUT LEKAS PERGI, setelah tiba disana alhamdulilah motor selamat hanya tergores sedikit. Jadi ceritanya tuh setelah kami di tinggal di pemancinga Polisi GADUNGAN itu kabur membawa motor yang bensinya sakaratul maut dan ditengah keasyikan pa polisi itu tiba-tiba bensinya abis NGEK NGOK. Dia pun panik dan langsung pindah ke motor temanya yang ada di sebelahnya tanpa menghentikan motornya ( kata saksi ) sontak motor pun jatuh dan koncinya langsung di bawa kabur. Setelah tiba di TKP kami pun langsung menghampiri rumah itu, dan ALHAMDULILLAH BANGET YA motor masih ada. Kami pun disuruh untuk menebus motor dan menunjukan STNK, BPKB dan membawa kunci motor.INI CERITA KU APA CERITA MU  Yang membuat saya sampai binggung hingga saat ini : a. Bagaimana cara polisi itu berpindah tempat dari motor yang ia tumpangi ke motor temenya yang sedang melaju kencang???????????b. Kenapa ada SULE di Cerpen sayac. Dan masih ada aja Polisi yang mau nyolong motor orang yang bensin abis WKWKWKKWKWKWKWKWKWKW POLISI GADUNGAN

  • Cerpen benci jadi cinta Vanessa VS Ferly ~ 02

    Biar nggak bingung sama ceritanya, mendingan baca part sebelumnya di cerpen benci jadi cinta part 1. Happy reading ya…Credit Gambar : Ana MeryaCredit Cerpen kiriman : Mia Mulyani.Begitu bel istirahat dimulai Vanessa langsung menuju taman belakang sekolah, dengan buku ditangan, rencana mau baca kumpulan cerpen di bawah pohon jambu tempat favoritnya, kebetulan suasana disana nyaman..Begitu tiba dibawah pohon i kaget dan perut juga langsung mual mau muntah karna disana ada bangkai ayam yang udah busuk, hiii…, kontan saja langsung membalikkan badan siap mau pergi, tapi ternyata ada Galang, Rafa, dan seorang yang nggax ia kenal, tapi ngomong-ngomong Radit mana ya? Kok nggax ada, bukannya biasanya mereka selalu bareng?. Tapi bodo’ ah. Nggax ada urusannya juga ??. tapi yang bikin kaget kok Mereka terus menghalangi langkah vanesa ya?.sebagian

  • Cerpen cinta Love is mocca last Part

    Cerpen cinta love is mocca part end. Sory ya All, cuma tinggal ngepost aja lama apa lagi bikin. he he he….Oy ya, Cerpen cinta love is mocca ini adalah cerpen kiriman reader star night. Untuk part sebelumnya kalian bisa baca di sini…-} Cerpen cinta love is mocca part 1-} Cerpen Cinta love is mocca part 2Happy reading ya…Harus aku akui bahwa aku hadir menjadi perusak dalam hubungannya dengan Vhiand, lelaki yang mampu membuat Ocha jatuh cinta, membuat Ocha melupakan sejenak tentang aku. Aku memang belum pernah bertemu langsung dengannya tapi aku sering melihatnya menjemput Ocha, sehingga membuatku mengiringi kepulangan Ocha dengan tatapan tak rela dan cemburu sedangkan aku hanya mampu menghela napas panjang. Aku melihat bagaimana cara Vhiand memandang Ocha dengan sarat ketulusan, ya cinta yang tulus dan menjanjikan kebahagian. Ya aku tau itulah yang membuat Ocha luluh dan menerimanya.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*