Cerita SMA Diera Diary ~ 01 {Update}

Berhubung Cerita SMA Diary Diera adalah cerpen pertama yang di post di blog ‘Star Night’, maka Cerpen ini juga akan di jadikan cerpen pertama yang direhap ulang di blog ini. Kalau di pikir pikir sebenarnya ada hikmahnya juga insidet yang terjadi kemaren. Jadi admin punya kesempatan buat mengedit kembali tulisan admin sembari nunggu semangat nulis balik lagi.
Okelah, berikut part pertamanya dari serial Diera Diary, yang tentu saja sudah lebih rapi di bandingkan versi sebelumnya. Buat yang mau baca lagi silahkan, buat yang enggak juga nggak papa. Yang jelas, Admin cuma berusaha untuk sedikit merapikan hasil karya seblumnya. Selamat membaca ya…

Cerita SMA Diera Diary ~ 01 Update
Diera menutup buku pelajaran yang baru saja di bacanya dan kembali menyimpan di antara tumpukan buku-buka yang ada di meja belajar. Perhatiannya ia alhikan kearah Hp yang tergeletak di samping. Segera di raihnya benda mungil tersebut, sambil rebahan di kasur di ia nyalakan mp3 dengan volume full untuk mendegarkan lagu-lagu kesukaannya.
Ditariknya nafas dalam-dalam begitu pikirannya kembali melayang mengingat kejadian tadi siang di sekolah. Rasa kesel kali ini benar-benar memenuhi rongga hatinya. Bagaimana tidak, orang yang selama ini ia taksir alias di sukai diam-diam ternyata tidak lebih dari seorang yang sangat menyebalkan.
Jadi ceritanya gini, saat itu ia baru saja selesai makan siang di kantin sekolah. Ia sebenarnya sudah siap-siap untuk langsung pergi tapi perhatiannya sudah terlebih dahulu teralih ke arah seseorang yang sedang berjalan masuk. Bukan hanya dia sih yang memperhatikan, tapi hampir seluruh penghuni kantin cewek menatap sosok tersebut sambil diam-diam membenahi dandanannya. Biasalah, CPCP alias curi pandang cari perhatian secara yang datang adalah Rian yang merupakan cowok yang menurut hampir seluruh siswi di sekolah termasuk dirinya, merupakan cowok paling cool.
Bahkan jika Diera boleh jujur, ia sendiri sudah cukup lama naksir pada Rian. Terhitung sejak pertama sekali masuk sekolah. Hanya saja walau pun sekarng sudah hampir masuk tahun pelajaran terakhir, ia sama sekali belum pernah melakukan kontak sama Rian karena tu orang selalu saja di kelilingi cewek-cewek cantik yang berusaha menarik perhatiannya kebetulan mereka memang bukan rekan sekelas.
Cerita berlanjut, kebetulan siang itu semua meja di kantin sudah penuh semua kecuali kursi yang ada di samping Diera karena teman-teman yang biasa bersamanya sedang mendapat kan 'hadiah' dari gurunya gara-gara kompak nggak bikin pr. Niatnya sih pengen seru – seruan, sayangnya nggak pilih pilih guru dan berakhirlah acara makan siang dengan tugas dihadapan.
Berusaha memasang senyum paling manis, Diera berharap agar ‘pangeran’ itu berkenan untuk duduk disampingnya. Ntah mungkin karena memang malaikat lewat disampingnya sehingga doanya langsung terkabul atau memang itu hanya kebetulan saja, yang jelas Rian memang bener-benar berhenti tepat di hadapannya.
" Loe udah selesai makan ya?" tanya Rian kearahnya.
Tak menyangka akan disapa duluan senyum Diera semakin mengembang. Dengan berlahan kepalanya mengangguk membenarkan.
" Kok masih duduk di sini?" tanya Rian lagi.
“Oh itu. Iya sih. Tapi nggak papa kok, lagian gue juga nggak keberatan kok kalau harus nemenin loe.”
"Loe emang nggak. tapi gue yang keberatan soalnya selera makan gue bisa langsung hilang kalau di temenin cewek kayak loe.”
Detik itu juga senyum di wajah Diera langsung lenyap tanpa. Cewek kayak loe? Maksutnya?
"Mendingan loe buruan cabut deh sebelum selera makan gue beneran ilang" tambah Rian santai tanpa memperdulikan wajah shock gadis dihadapannya.
Untuk beberapa saat Diera terdiam sebelum kemudian kesadarannya pulih. Tatapan tajam segera ia lemparkan kearah sosok dihadapannya. Tapi yang ditatap terlihat santai dan justru malah jelas jelas memasang tampang mengusir dirinya.
"Loe kok masih duduk sih. buruan, kaki gue udah pegel nih.”
"Terus masalah buat gue,” balas Diera menantang.
Mata Rian tampak berkedap – kedip. Seumur – umur baru kali ini ada cewek yang berani menantang dirinya. Dan lagi, Rian masih ingat kalau cewek yang berdiri dihadapannya beberapa saat yang lalu masih sempat memasang senyum cute di wajahnya.
"Kalau loe emang mau duduk ya duduk aja disana. Kalau loe emang nggk mau mendiangan loe cabut aja dari sini. nggak ngaurh jua ama gue" tambah Diera sambil gantian menlamabaikan tangannya tanda ngusir.
Tanpa memperdulikan tatapam kesel Rian, Diera justru malah memesan es sirup rasa stroberi kepada pelayan yang ada di sana. Sambil menunggu pesanannya datang ia pura-pura asik membaca buku yang baru diamabil dari dalam tasnya. Namun, tanpa diduga buku tersebut langsung berpindah tangan.
"Mau loe apa sih?" tanya Rian.
" Justru mau loe yang apa. Pake ngambil buku gue segala. Balikin nggak !!!" bentak Diera sambil berusaha mengambil bukunya kembali yang justru malah diangakt lebih tinggi oleh Rian.
"Ih loe tu nyebelin banget sih,” gerut Diera setengah membentak.
“Kadi loe mau buku loe balik?"
"ya ia lah. itu buku pr gue kali. Ntar mau di antar ke pak Ridwan. Jadi buruan balikin.”
"Nih!" kata Rian sambil menyodorkan buku tersebut. Tapi sebelum Diera sempet meraihnya Rian sudah terlebih dahulu melepaskannya. Alhasil buku tersebut sukses mendarat di lantai.
"Elo….!" Tujuk Diera tepat di wajah Rian tapi tesangka masih hanya angkat bahu, membuat Diera semaikin sebel. Akhirnya dengan terpaksa Diera membungkuk untuk mengambil bukunya kembali. Diluar dugaan, pada saat yang sama air turun dari atas. Tepat menyiram kearah bukunya yang masih tergeletak dilanti.
"Ya Tuhan, buku gue…."
"Ups… Sori. sengaja…"
Diera mendongak, matanya menatap tak percaya kearah Andreani, teman sekelasnya yang kini berdiri tepat dihadapannya dengan sebuah botol minuman kosong ditangan. Bukti nyata kalau ia pelakunya.
"Elo apa-apaan sih,” bentak Diera tak mampu menahan diri.
"Itu akibatnya karena elo udah berani ganguin Rian," balas Andreani sambil mendoroang pundak Diera. Rian hanya menatapnya dengan kaget plus bingung dengan apa yang terjadi.
"HA!" Diera tampak bingung. Memang apa hubungannya?
"Jadi mendingan sekarang juga loe buruan pergi deh. Atau loe mau tas loe mengalami nasib yang sama" tambah Angela sambil mengangakat botol aqua yang ada di tangannya tepat di atas tas Diera yang masih tergeletak di meja.
Diera sebenernya ingin membalas tapi urung karena melihat sekeLillyngnnya. Kelima teman Andreani ada di sana. Jadi percuma juga ia melawan. Sudah pasti kalah lah dia. Dengan terpaksa di ambil tasnya dan segera berlalu dari hadapan mereka diikuti tatapan rian yang terus memperhatikannya sampai ia menghilang dari balik pintu kantin.
"Gimana Rian, sekarang udah nggak ada lagi yang nganguin loe kan? Jadi loe bisa makan dengan tengang," Angela tersenyum manis sambil menarikan kursi untuk Rian.
"Maksut kalian tadi apa sih?" tanya Rian tanpa memperdulikan perhatian Angela sama sekali.
"Memangnya kita kenapa?"
"Ya apa maksut kalian pake nyiram buku dia segala. Kasian tau.”
“Ha ha ha, kasihan? Biarin sajalah. Itu emang pantes buat cewek kayak dia. Lagian ngapain sih loe mikirin Diera segala?"
"Diera? Siapa?" kening Rian tampak berkerut samar.
“Ya cewek yang tadi lah. Udah deh, lupain aja. Mendingan sekarang loe duduk. Loe mau makan apaa? Biar sekalian gue pesenin buat loe" tawar Andreani lagi.
"Nggak usah. Gue udah nggak laper" balas Rian sambil pergi tanpa menoleh lagi.
"Huh…." Diera kembali menghembus kan nafas panjangnnya. Dilepasnya earphon dari terlinganya. Karena selain insiden yang terjadi di kantin tadi masih ada yang bikin ia tambah kesel yaitu ia terpaksa harus di hukum di luar kelas dan menyelesaikan kembali semua soal prnya karena ia tidak mengumpulkan tugas yang telah diberikan.
Dengan berlahan ia bangit, diraihnya jam beker di meja, pukul sepuluh lewat seperempat. Akhirnya diputuskannya untuk tidur saja. Tidak lupa ia memasang alaram. karena besok ia masih harus datang pagi karena kebetulan besok ia mendapat giliran piket membersih kan kelas.
Setelah beres, kembali di nyalakan mp3nya. Sambil rebahan di kasur ia mulai memjamkan matanya di iringi lagu D’bagindas, band Favoritnya. Bahkan buku hariannya penuh dengan lagu lagu tersebut yang akan mengantarnya ke alam mimpi.
Cinta
Berapa kali… ku harus kata kan cinta
Berapa lama… ku harus menunggu mu
Di ujung gelisah ini aku …
Tak sedetik pun tak ingat kamu
Namun dirimu masih begitu
Acuhkan ku tak mau tau
luka luka luka yang ku rasakan
bertubi tubi tubi engkau berikan
cinta ku bertepuk sebelah tangan
tapi aku balas senyum keindahaan
bertahan satu cinta…
bertahan satu c.i.n.t.a…
bertahan satu cinta…
Bertahan satu c.i.n.t.a….
Cerita SMA Diera Diary ~ 01 Update
“Gila, tu orang emang keren banget ya. Coba aja jadi cowok gue… u,,,, pasti gue seneng banget deh” kata Lilly pada teman-temannya sambil ngemil kripik singkong di taman.
“DOR!!!” teriak Diera yang baru datang dari perpustakaan.
“Eh dor pintu, doraemon” Lilly kumat latahnya.
“Ha ha ha “ Diera malah tertawa dan segera mengambil kripik yang ada di tangan Lilly dan langsung memakannya.
“Ih jahil banget sih loe. Bisa nggak sih sehari saja nggak ganguin gue!” bentak Lilly sambil merebut kembali kripik nya yang baru saja di rampok sahabatnya itu.
“He he he…. Enggak!” balas Diera santai. “Abisnya ya kalau nggak ngerjain loe, kayak gimana gitu… ibarat sayur nie ya, nggak di kasih garam,. Hambar.”
“Ia. Ngggak di kasih bawang, penyedap sama minyak sekalian” tambah Lilly sewot. Yang lain hanya tertawa mendengarnya.
“Eh tapi lagi pada ngosipin apa sih. Kayak nya seru banget?” tanya Diera kemudian.
“Siapa lagi kalau bukan tentang pangeran kita…. Rian ” sahut Narnia
“Kita?…, kalian aja kali, gue nggak” ralat Diera lagi.
“Masa sih? Yakin loe nggak naksir ma dia. Bukannya buku diary loe penuh nama dia ya. Gue udah baca lo…” ledek Hera sambil tertawa. Kontan Diera yang sedang mengunyah keripik di mulutnya langsung tersedak.
“Ha?.. yang bener loe ra?” Lilly kaget. Hera mengangguk membenarkan.
“Enggak kok. Hu,…. Ngasal aja loe kalo ngomong” bentak Diera malu.
Teman-temannya yang lain lansung ikutan mengodanya.
“Terus ra, emang dia nulis apa aja. Kok loe nggak cerita ma gue sih. Kapan loe bacanya,? Dimana?”
Sebrondongan pertanyaan keluar dari mulut teman-temannya yang penasaran.
“Ia. Waktu gue lagi jalan kerumahnya. Gue temuin di kamarnya dia. Loe mau tau gak apa aja yang di tulis….”
Diera segera meraih kripik yang ada di tangan Anggun dan langsung memasukan semuanya ke dalam mulut Hera sebelum gadis itu sempat menyelesaikan ucapannya. Kontan Hera kaget.
“ Ah, Gila ya loe. Mau bunuh gue?”
“Ia, sekalian mau gue jadiin daging cincang,” geram Diera lagi.
“Udah ra, loe lanjutin lagi,” kata Lilly yang sudah sangat penasaran sambil memegani Diera yang berusaha memberontak.
“Awas loe. Berani ngomong sepatah kata aja beneran gue bunuh loe” ancam Diera yang kini sudah tidak berdaya karena bukan hanya Lilly yang memeganginya tapi juga Niken dan Anggun.
“Ha ha ha…..” Hera malah ketawa sendiri melihatnya.
“Udah cepetan ra, certain ma kita” desak Lilly tampak tak sabar.
Hera memandang ke arah Diera yang terus memandangnya dengan tatapan memohon.
“Kalian beneran mau tau?”
“Ya ia lah. Makanya buruan cerita in. muter-muter mulu loe dari tadi.”
“E, tapi sory ya. Mending kalian cari tau aja sendiri. Gue nggak mau berita gue di bunuh masuk ke Koran cuma gara gara ngebocorin rahasia sahabatnya. Jadi kalau emang kalian mau tau, cari tau aja ndiri. Palingan tu diary ada di dalam tas nya” terang Hera.
Diera bersukur dalam hati. Rahasianya aman. Tapi beberapa saat kemudian ia memandang teman-temanya yang juga sedang menatap kearahnya. Jangan bilang kalau mereka…
Benar saja dugaanya. Semuanya langsung berhamburan cepat-cepat sampai menuju kekelasnya. Untuk mengambil diary nya yang ada di dalam tas tentunya. Diera sudah berusaha mengeluarkan semua tenaganya untuk sampai duluan. Tapi tetap saja ia kalah cepat karena kini tas nya ada di tangan Anggun, sementara ia sendiri sudah tidak berdaya.
“Pleasse donk. Kalian jangan jahat gitu deh ma gue” pintanya memohon pada Lilly yang masih memegangi tangannya.
“Ah loe. Tenang aja. Lagian sejak kapan di antara kita semua pake ada rahasia-rahasiaan segala.”
“Tuhan tolong gue….” pinta Diera dalam hati nya. Sementara itu teman-temannya sudah membongkar semua isi tasnya dengan sangat antusias, tapi…..
Hasilnya nihil.
Selain dari buku-buku tidak ada lagi benda berharga yang mereka cari. Rasa kecewa jelas tepancar dari wajah mereka. Sebaliknya Diera langsung merasa lega.
“Yah kok nggak ada si….”
“Sukurin. Abis kalian jahat sih ma gue,” kata Diera segera mengumpulkan kembali semua barang-barangnya yang berantakan di mejanya. Pada saat bersamaan bel tanda waktu istirahat selesai pun terdengar. Satu persatu dari teman-temannya masuk kekelas.
Diera sedang konsentrasi mendengarkan penjelasan dari pak Agus tentang perkembang biakan pada mamalia. Sampai ada sesuatu yang mengusik ingatannya.
“Tunggu dulu…. Kalau emang diary gue nggak ada di dalam tas. Terus sekarang di mana donk?” pertanyaan itu muncul dengan sendirinya yang membuatnya cemas. Bagaimana pun juga buku itu tidak boleh jatuh ke tangan orang lain.
Diera mencoba mengingat-ingat kembali kapan terakhir ia benda itu ada di tangannya.
Oh ya tadi malam, gue isi terus gue taruh dalam tas kemudian…. “ ia coba mengingat-ingat kemabali. “Tapi kalau emang gue taruh ke dalam tas kok nggak ada ya?” ia makin bingung and cemas.
“YA TUHAN!!!” pekik nya sepontan sambil berdiri, kontan semua memandangnya karena kaget, apalagi saat itu pak Agus sedang menerang kan pelajarannya.
“Diera ada apa?” tanya Pak Agus. Terlebih dilihatnya tampang Diera sudah pucat.
“Loe kenapa, sakit?” tambah Lilly yang duduk di sampingnya merasa heran.
“E… anu pak…nggak kok . E… cuma saya mau minta izin buat kekamar mandi sebentar” kata Diera gugup.
Begitu keluar dari kelasnya Diera segera berlari ke perpustakaan kelasnya. Ia baru inggat kalau tadi sebelum ketaman ia ke perpus dulu untuk mengembalikan buku buku yang kemaren ia pinjam. Dan ia baru nyadar kalau waktu itu nggak sengaja diary ia juga ia bawa.
Begitu sampai di perpus ia segera mencarinya ke tempat-tempat yang tadi ia datangi. Tapi walaupun ia sudah mondar-mandir ketempat-temapa tersebut hasil nya tetap nihil. Membuatnya semakin merasa panic.
“Duh gue harus cari di mana lagi nih…?” gumamnya kebingungan. Ia sudah bertanya ke penjaga nya tapi tu orang bilang nggak tau. Dengan lemes Diera kemabli menuju kekelasnya.
“Ra loe kenapa?” tanya Lilly saat mereka merapikan buku-bukunya karena udah waktunya pulang sementara temannya yang satu ini malah lemes begitu.
“Loe beneran sakit. Kok pucet gitu muka nya?” sambung Anggun sambil menyentuh keningnya. Ia Heran karena tadi waktu istirahat Diera masih baik-baik aja.
“Mati gue….”
“Loe kenapa sih?” teman-temannya makin bingung.
“Diary gue ilang.”
“Ilang?” ulang Hera, Diera membalas dengan anggukan lemesnya.
“Ha?! Kok bisa?”
“Serius loe?”
Diera menganguk bahkan ia sudah hampir menangis. Nggak kebayang gimana kalau sampi diary itu di baca sama orang-orang. Padahal isinya kan curhatan semua.
“Coba deh loe inget-inget lagi. Palingan juga di rumah loe” Hera mencoba menenangkan.
“Nggak. Gue itu inget banget. Tadi itu gue nggak sengaja ke bawa waktu ke perpus, trus waktu gue lagi milih-milih buku gue taruh gitu. Dan gue lupa ngambil lagi. Tadi juga udah gue cek, tapi nggak ada. Gimana donk."
“Ya udah lah ra,… ayo kita temenin nyari lagi, kali aja keselip dimana gitu.”
Akhirnya semuanya kembali ke perpus. Bahkan sampai perpus nya mau di tutup karena memang sudah waktunya pulang tuh diary masih juga nggak ketermu di mana wujudnya. Semuanya sepakat pulang dan akan kembali mencarinya besok.
To Be Continue. Lanjut baca ke Cerita SMA Diera Diary ~ 02 untuk mengentahui kelanjutan ceritanya.
~ With Love ~ Ana Merya ~

Random Posts

  • Cerpen Cinta: Semuanya Tinggal Kenangan

    Semuanya Tinggal KenanganOleh : Nadia RahmiAku tidak pernah menginginkan semuanya begini, walau yang terjadi hanya kebohongan dan kepalsuan yang kau berikan padaku. Dan sekarang kau tinggalkan aku, meninggalkan luka dan perih yang sangat mendalam di hatiku. Kau telah pergi meninggalkan aku, meninggalkanku untuk selamanya dan tak akan pernah mungkin kembali lagi. Tapi, apalah dayaku, semuanya sudah ditakdirkan oleh sang Maha Pencipta.****Ceritanya berawạl saat aku duduk di kelas IX SMP. Aku mempunyai seorang cowok yang bernama Rian, dia adalah cinta pertamaku. Aku mengenalnya melalui Facebook. Pada awalnya kami hanya berteman, malah kami jarang sekali menyapa, paling-paling kami chattingan ketika ada yang penting untuk kami bahas. Tapi seiring berjalannya waktu hubungan kami pun semakin akrab, malah bisa dibilang sangat akrab. Aku ingin mengenalnya lebih jauh lagi, meskipun ada penghalang bagi kami, yaitu jarak antara kami berdua cukup jauh, aku tinggal di Aceh dan dia di Jakarta.Ouchhhhh iya, aku lupa mengenalkan identitasku, namaku Nara, tepatnya Nara Agustina, aku tinggal di Aceh, sekarang aku bersekolah di sebuah sekolah Negeri di kotaku. aku baru kelas IX SMP, memang masih telalu dini untuk mengenal "Cinta", tapi itulah kenyaataannya. "hehehe"… Kita lanjut lagi yokk ceritanya…Walaupun jarak kami cukup jauh tapi kami tetap bisa berkenalan melalui "facebook" atau "smsan"…,, Sudah 1 bulan hari-hari kulewati bersama Rian, dan aku mulai ada rasa padanya, "entah rasa apa itu, pedas, asin, manis, atauuuu aku tidak tahulah.??!!.". Tapi apapun yang sedang aku lakukan aku selalu mengingatnya, kayak lagu Duo Maya aja…Aku mau makan ku ingat kamuAku mau tidur juga ingat kamuAku mau pergi ku ingat kamuOh cintaInikah bilaku jatuh, jatuh cinta.,,yachh kira-kira seperti itulah perasaanku sekarang ini. "Oh Tuhan, apakah ini yang dinamakan jatuh CINTA..???"gumamku.Aku memang tidak pernah merasakan perasaan seperti ini selama aku hidup..:) Sepertinya aku mulai menyukai Rian, dan aku pun mulai menyayanginya. Tapi, apakah perasaan Rian padaku sama dengan perasaanku padanya?? ingin rasanya aku mengungkapkan padanya, bahwa aku sangat mencintainya, aku sangat menyayanginya. Tapi aku tidak punya keberanian sedikitpun untuk hal itu, aku malu, karena aku hanya seorang cewek, dan masih terlalu gengsi untuk menyatakan cinta pada seorang cowok seperti Rian, walaupun sebenarnya aku sangat menyayanginya.Yang bisa aku lakukan sekarang adalah menunggu, siapa tahu, suatu saat nanti Rian juga akan memiliki perasaan yang sama denganku.. "Yachh semoga saja.:)" harapku.****Malam hari, ketika aku sedang membaca novel, ya memang membaca novel adalah salah satu hobiku, karena suatu saat nanti aku ingin menjadi seorang penulis yang terkenal keseluruh penjuru dunia. "semoga saja terwujud..doain aku yachh.. hehe :)"..kembali lagi kecerita kita sebelumnya,,Tiba-tiba ponselku berbunyi, tanda ada pesan masuk, dan ternyata pesan itu dari Rian, sahabat yang aku cintai..cepat-cepat aku mengambil ponselku dan segera membaca pesan darinya.Rian : "Hai Ra, aku boleh nanya sesuatu nggak?"Nara : "Hai juga, boleh. memangnya mau tanya apa?"Rian : "Tapi jawab yang jujur ya, Kamu dah punya cowok belum?"Nara : "Haghh,??!! Nara nggak punya cowok"Rian : "Sama donk,."Nara : "hahaha…jomblo-jomblo sejati kita yach"Rian : "Nara, kamu mau ga jadi cwek aku??"Nara : "???? ga usah becanda lah ka!!"Rian : "Aku serius Ra, Jujur, seiring waktu berlalu aku dah mulai sayang sama kamu, Apakah kamu memiliki perasaan yang sama denganku??"Nara : "Gimana yachhh?_?"Rian : "Kamu mau nggak jadi cewek aku??"Nara : "kalo Nara boleh jujur sihh, sebenarnya…."Rian : "…???" Rian penasaran sekali.Nara : "Nara juga sayang sama kakak.,"Rian : "SERIUS???!!"Nara : "*_~"Rian : "=_=, jadi sekarang kita…"Nara : "iya"Rian : "Makasih ya sayang, kamu udah mau nerima cinta aku, Love you.. :*"Betapa senangnya aku malam ini, ternyata tidak sia-sia penantianku selama ini. Aku langsung menelpon Mira, sahabatku sekaligus dia juga sahabatnya Rian, dan kuceritakan semua padanya bahwa aku telah jadiah sama Rian.****Waktupun kian berlalu, aku semakin sayang sama Rian, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa saat aku bersamanya..Setiap malam setelah belajar aku tidak pernah lupa mengirim sms padanya,,.. dan pada saat aku mau tidur, Rian juga tidak pernah lupa mengucapkan kata "I Love You Nara" padaku, dan aku langsung membalas "I Love You too Rian". Itu membuktikan kalau dia benar-benar sayang kepadaku. akupun tidak pernah curiga sama sekali padanya. Tapi yang membuatku penasaran adalah knapa setiap aku smsan sama dia, dia selalu bilang lagi minum obat, saat itu aku tidak bertanya padanya, obat apa yang dia minum, karena aku pikir mungkin dia hanya sakit biasa, atau hanya minum vitamin…****Sampai suatu hari, dia mengirim sms kepadaku,From : My first love Rian"Ass. wr. wb. De, maafin aku ya, kayaknya lebih baik kita putus aja, aku tidak mau membuatmu kecewa dan sakit hati padaku nantinya. Sekali lagi maafin aku, aku tidak pernah bermaksud menyakiti hatimu."Seketika air mataku menetes , aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, rasanya mulutku keluh untuk berucap.. lalu aku membalas pesannya.To : My first love Rian"Apakah ini yang kau sebut tidak akan mengecewakanku, Aku benar-benar kecewa sama kamu. Kamu tega mempermainkan aku seperti ini..Baiklah, jika ini memang keputusanmu, aku akan berusaha menerimanya,.Aku akan merelakanmu. Tapi, adakah kesempatan untukku, untuk menjadi sahabatmu seperti dulu lagi. Aku tahu, itu sangat susah untuk ku lakukan, tapi aku akan mencobanya..!"From : My first love Rian"Maafkan aku ya Ra.Tentu, aku sangat senang jika kamu masih mau bersahabat denganku, aku sangat berterimaksih.Dan.. aku punya 1 permintaan padamu..bolehkah aku memintanya??."To : My first love Rian"Boleh, asalkan itu tidak menyakitiku."From : My first love Rian"Aku mau kamu tidak akan pernah membenciku karena hari ini aku telah menyakitimu?!"To : My first love Rian"Iya, aku tidak akan pernah membencimu, karena aku sangat menyayangimu, sampai kapanpun rasa itu akan tetap ku jaga, walaupun kita tidak bersama lagi."From : My first love Rian"Terima kasih ya Ra.,"To : My first love Rian"Ya, sama-sama kak."Sejak saat itu hubunganku dengan Rian masih baik-baik saja. Walaupun kami hanya bersahabat, aku sudah cukup senang untuk itu.****Pada suatu hari, entah kenapa Rian mengajakku balikan lagi, Rian bilang dia masih sayang sama aku, sulit sekali untuk melupakan kenangan-kenangan indah bersamaku. Dan tanpa berpikir panjang aku langsung menyetujuinya. Karena memang aku masih sangat mencintainya.Tapi…setelah 1 minggu kita balikan, entah kenapa dia tidak pernah menghubungiku lagi, malahan dia tidak pernah mengirimkan 1 sms pun untukku, untuk menegurku saja dia tidak pernah. Aku mencoba menghubunginya, sudah berkali2 ku sms dy, tapi tidak ada balasan, lalu aku telpon, dy pun tidak mengangkatnya.Aku semakin gelisah, apakah yang telah terjari padanya, pikiranku tidak karuan, tapi aku tidak boleh berpikiran negatif, aku harus tetap berpikiran positif. Aku harus bersabar, mungkin saja dia sedang sibuk dengan sekolahnya, karena pada saat itu dia sudah kelas XII SMA.****Hari demi hari kulalui tanpa kabar sedikitpun darinya. Lalu terpikir dalam benakku, "kenapa aku tidak buka facebook aja? mungkin dari sana aku bisa mendapatkan informasi tentangnya,, ". Setelah ku buka fb, aku langsung masuk ke wall nya, aku lihat disana tidak ada aktifitas sama sekali. aku semakin gelisah, tanpa sadar aku meneteskan air mata. Tapi aku tidak boleh menyerah, aku harus terus berusaha mencari informaai tentangnya.Aku teringat kepada temannya Rian yang bernama Alvin,"kenapa aku tidak coba tanya sama dia aja, mgkin saja dia tahu"pikirku. Aku langsung mengrim pesan kepadanya, aku tanya tentang Rian kepadanya. Dan setelah Alvin menceritakan semuanya padaku, aku kaget sekali. dia bilang "Rian sudah pergi ke Seoul, Korea seminggu yang lalu untuk berobat, penyakitnya sudah parah sekali"jawabnya. Tapi dia tidak mau menyebutkan nama penyakit Rian, Alvin bilang ini adalah rahasia keluarga Rian. Tapi yang sangat menyakiti perasaanku adalah, kenapa Rian tidak pernah bercerita tentang penyakitnya kepadaku? semestinya jika dia memang mencintai aku,dia ceritakan semuanya padaku, agar aku tidak menderita seperti ini. Dan yang paling membuatku sedih adalah ketika dia pergi ke Korea, dia tidak memberitahuku. Lalu aku teringat pada ucapan Rian ketika dia memutuskan aku pertama kali, dia bilang dia tidak mau membuatku sakit hati, apakah ini yang Rian maksud??!! Aku bingung sekali.Setelah aku tahu hal itu, tidak pernah telewatkan hari-hariku untuk selalu memanjatkan doa kepada Allah agar Rian segera sembuh dan dia bisa menepati janjinya padaku, yaitu dia akan selalu menjagaku sampai maut memisahkan kita.****Sampai pada suatu hari, aku begitu shock saat aku mendapat telepon dari sahabatku Nadia, dia bilang "Ra, yang sabar ya ra,, aku terpaksa memberitahukan hal ini padamu, aku nggak mau kamu sedih. Tapi inilah kenyataannya ka Rian sudah pergi meninggalkan kita, pergi menghadap Allah S.W.T. Dan sekarang jenazahnya lagi dalam perjalanan pulang ke Indonesia, Jg nangis ya Ra, aku juga ikut sedih kalo kamu sedih, aku sayang kamu Ra, aku nggak mau kamu knpa2." ceritanya panjang lebar.Setelah mendengar kabar itu, air mataku langsung jatuh membasahi pipiku, badanku terasa menggigil hingga aku tidak bisa berkata2 apa2 lagi. Sekarang yang bisa aku lakukan adalah menangis dan menangis, hidupku terasa hancur, seperti ada yang kehilangan dari diriku. Sulit sekali untukku mempercayai kenyataan ini. Butuh waktu lama untuk menerima semua ini.Sudah berhari-hari aku terlarut dalam kesedihan. Kepergiannya begitu mendadak bagiku, sulit untukku menerimanya, tapi ini semua telah terjadi, dia meninggalkanku. Aku harus tabah, karena ini sudah takdir dari yang Maha Kuasa."Ka Iyan, aku akan selalu mendoakanmu, supaya kakak ditempatkan diantara orang-orang yang beriman. Walaupun kk telah tiada, cintaku tidak akan pernah pudar untukmu, NARA SAYANG KA IYAN sekarang dan selamanya. Semoga kelak nanti kita akan dipertemukan di alam sana. Amin ya Rabbal Alamin"****Sekarang aku harus semangat menjalani hidupku, aku harus tetap tersenyum, aku tidak mau Rian sedih karena melihatku menangis karenanya. Dan aku tahu, aku tidak sendiri, aku masih mempunyai sahabat yang selalu ada untukku dalam suka maupun duka, dalam tangis maupun tawa. Mereka yang selalu menghiburku saat aku sedang sedih karena teringat sama Rian. Aku tidak mau kehilangan mereka, karena aku sangat menyayangi mereka.Sekarang, yang harus aku lakukan adalah menggapai cita-citaku setinggi mungkin, yaitu menjadi seorang penulis yang terkenal. Aku akan membuat semua orang bangga kepadaku. Terutama orang tuaku, saudara-saudaraku dan sahabat-sahabatku.»NEVER GIVE UP MY FRIEND«*THE END*Ini adalah cerpen pertama yang aku tulis, jadi, maklumlah kalo masih banyak kesalahan. Cerita ini aku ambil dari kisah cinta sahabatku. Aku juga butuh kritik dan saran dari kalian semua agar aku bisa lebih baik lagi kedepannya. Terima Kasih sudah mau membaca cerpenku.Profil Penulis :Nama lengkap: Nadia RahmiPanggilan : NadiaTTL : Geundot, 28 Maret 1998Alamat : Jln.Jangka /Ds. Geundot, kecamatan Jangka, Matangglumpangdua, Aceh. 24261Pekerjaan : Pelajar di SMP Negeri 1 PeusanganHobi : Membaca, menulis, dan mendengarkan musik.Minat : Menjadi dokter, menjadi penulis yang karyanya bisa dibaca banyak orang, dan membahagiakan orang tua tentunya.Email : Nadiarahmi28@yahoo.comFacebook : http://m.facebook.com/nadia.belieberforever atau Nadiyeaa Gadiezz Yg-lebayAndnarsisTwitter : @Nadia_Rahmi98

  • Cerpen Remaja Tentang Aku & Dia part 2 {Update}

    Nah, Kalau sebelum nya penulis sudah mengadakan acara edit menedit , Update mengupdate cerpen remaja tentang aku dan dia part satu, Kali ini penulis lanjut ke part duannya . Asli beneran rempon deh.Tapi kalau di pikir – pikir lagi, gak papa juga si ada acara "tegur sapa" begini, Itung – itung bisa muncul wajah baru… #apa deh?…Ya sudah lah, gak usah ngebanyol kayak si unyil, Mending langsung ke cerpen remaja tentang aku dan dia-nya…Happy reading ya all…Credit Gambar: Ana Merya“Pst… kenapa tu orang?” bisik nanda sambil mencolek lengan anya yang sedang khusuk ( ? ) mencatat.“He?” Anya menoleh heran.“Itu?” tunjuk Nanda ke arah Gresia yang tampak senyum-senyum sendiri.“Waduh, kenapa tu anak senyum-senyum sendiri?”.“Ya ela, Gue nanya malah balik nanya” balas Nanda sebel.“Lagi kesambet Hantu penghuni pohon toge di belakang sekolah ( ? ) kali tu orang” .sebagian

  • Cerpen Lucu Mis tulalit Part 5

    Nulis berdasarkan pengalaman hidup itu emang lebih gampang. Selain bebas dari unsur plagiat, kita juga lebih bisa mendalamin sistem penulisannya. Nah, karena alasan itu lah Cerpen Mis. Tulalit ini bisa tercipta. Ngandalkan hal konyol yang pernah di lakukan dulu di iringi imagi yang kemudian di kembangkan. Hasilnya, Taraaaaaa…. Baca langsung aja deh.Mis tulalitLiburan telah berlalu. April juga sudah kemabli pulang kerumannya. liburan di kampung neneknya benar-benar masih membekas di hati. Padahal Cuma dua minggu. Tapi eits, jangan salah. Itu Bukan karena indahnya, Tapi lebih mendekat pada ‘kesengsaraannya’.sebagian

  • Cintaku Terselip Di Bola Matamu

    Cintaku Terselip Di Bola Matamu Oleh: Neng Lilis Suryani – Pagi yang tak pernah kumiliki,, karna hanya Tuhan yang memilikinya dia yang menciptakannya. Tapi alangkah besar nikmat tuhan untukku, dengan udara yang menyapa manja, burung yang menyanyi dengan nada do, re, mi, jhahaha.. . Aku senang akan hidupku, aku punya sebuah dunia yang tak semua orang memilikinya, yang tak semuanya terasa nikmat bila di jalani sendiri. Tapi terkadang aku benci kehidupan ini, kehidupan yang hanya bertepuk sebelah tangan bila di angan-angankan, aku melihat dengan merasa, lewat tanda-tanda bahwa aku bisa melakukannya, ini keberuntunganku. Meski aku terundung dunia yang gelap, dan senyap tapi hatiku tidak pernah buta, hatiku bisa merasakan hadirnya kehangatan cinta, untuk siapapun itu.Kini 23 th usiaku. Dan dalam dua tahun sebelumnya aku telah mengagumi lelaki yang tak kusadari bahwa ia hanya sebuah angan untuk di miliki, mendampingi dan menjadi imam dalam keluarga yang ingin kumiliki kelak, panggil Ia Lutfhi,, atau uf,, lebih dekatnya.Tapi kehidupan yang kita inginkan selalu tak sejalan, kesenjangan antara keinginan dan kenyataan di situlah terselip masalah. Masalah yang ku rasa terkadang membuat kegalauan yang teramat sangat menyiksa, apalagi yang bersangkut-paut dengan CINTA.Ini terjadi saat aku dan Lutfhi duduk bersama di taman rumahnya, saat itu Lutfhi masih sama sepertiku saat ini..,,, buta,," Kalau saja aku bisa melihat aku ingin segera meminang seorang gadis yang sangat ku sayangi" ujarnya dengan wajah yang sayu." Siapakah perempuan itu?" tanyaku, yang ku harapkan akulah orangnya." Nanti kau juga tahu, aku ingin di saat aku melihat nanti aku ingin dialah orang pertama yang kulihat"Tuhan siapa perempuan yang di katakannya? Aku sangat ingin akulah yang di maksudnya" Ayolah Uf aku penasaran nih"" Aku hanya ingin memberitahumu setelah aku bisa melihat"" Tapi sampai kapan?"" Jadi kamu ragu kalu aku akan bisa melihat dengan cepat?"" Bukan begitu, tapi,,,"" Sudah lah,,, aku tetap pada pendirianku, yang jelas jika aku melihat aku akan mengajaknya menaiki perahu pesiar yang akan kami nikmati berdua, menikmati angin laut, saat itu ia kedinginan dan aku akan memeluknya, romantis bukan?'Semalaman aku memikirkannya, hingga aku sampai pada sebuah keputusan yang menjadikan perdebatan sengit diantara aku dan keluargaku, tapi aku tetap melakukannya. Dan tidak ada yang bisa menggoyahkannya. titik.Aku benci hari ini, pengorbananku jatuh pada hari ini, demi Lutfhi, dia benar-benar meminag perempuan idamannya. Hari ini akad nikahnya, aku tak tahu aku kuat atau tidak jika mendengar suara mu Uf, mendengarmu mengucapkan nama perempuan lain yang tak lain adalah sepupuku sendiri Melani, aku tak tahu kamu selama ini diam-diam menyimpan perasaan untuknya, aku memakai kebaya merah, warna kesukaan aku dan Lutfhi saat dia masih berkhayal tentang warna merah yang menyemangatinya karena didalam mimipinya ia bertemu dengan perempuan berbaju merah.Aku tidak akan datang aku hanya menitipkan sebuah surat untuk lutfhi kepada ibuku, Ibu memelukku erat menitikkan airmata bahagia aku anak yang rela berkorban demi orang lain hanya karena cinta, namun cinta itu berpaling karena tak menyadarinya.Di dalam kamar ku ambil air wudhu, aku mengadu, dan dalam sela-sela doaku, kurasa inilah babak akhir aku mencintai Lutfhi. Aku merasa airmataku bercucuran menahan kisah cinta yang tak menjadi nyata, aku rindu padamu Ya Allah, berikanlah kebahagiaan untuk Lutfhi bersama istrinya, berikanlah ia keturunan yang mampu mengangkat derajatnya, aku mencintai Lutfhi karena Mu ya Allah. Dalam sisa airmata, cinta dan doaku, aku mendengar pintu kamarku di dobrak, lalu ia datang dengan beberapa orang di belakngnya, aku bisa merasakan bajunya, aku yakin ia memakai baju pengantin, aku bisa menciun bau farfumnya. Ia Lutfhi. Saat aku lemah dalam perjuangan hidup dan mati aku merasakan ia memelukku erat, sangat erat aku merasakan dinginnya airmata Lutfhi yang menetes di pipiku, mungkin airmataku dan air matanya telah menyatu. Dengan mukena yang masih membungkus tubuhku, ia meminta maaf padaku, lalu aku tahu ia menjalankan ijab qobul itu, hatiku menjerit meronta,, aku tidak mau mendengarnya aku ingin pulang dengan tenang.Tapi itu namaku yang ia sebut,, ia menikahiku dengan maskawin dua kalimah syahadat, apa ini? Aku benar-benar menikah dengannya.Aku tak sanggup untuk bertahan lama aku puas karena aku telah dinikahinya karena cinta, meski aku yakin aku yang kedua. Tapi aku bahagia karena ia yang pertama dan terakhir dalam hidupku, Dalam pelukannya aku di tuntun izrail untuk kembali kerumahku, SurgaMu ya Allah. Sebelum itu aku mendengar tangisan beberapa orang di sekelilingku dan kecupan Mas lutfhi dikeningku, aku pulang dengan Bahagia.Didalam surat tertulisuntuk LutfhiUf bagaimana pernikahanmu? lancarkah? semoga Allah melancarkannya hingga kau menyusulku,O iya semoga perjalanan Di kapal pesiar bersama istrimu menyenangkan,Tahukah kamu Aku sangat berharap akulah perempuan pertama yang akan kau lihat, aku berharap bisa duduk di pelaminan bersamamu, lalu kita akan menikmati perahu pesiar kita dengan Angin lautnya , Aku berharap akulah yang kedinginan dan kau peluk mesra,aku rasa aku terlalu banyak berharap,tak apa toh aku masih bisa melihatmu, melihat keturunanmu, kebahagiaanmu, dan suasana laut dari kapal pesiar, bahkan aku lah yang tahu kamu dan perasaanmu ketimbang istri dan anak-anakmu karna Cintaku terselip Di Bola Matamu, dan aku ikhlas akan itu'. seminggu sebelum itu aku menitipkannya untukmuSemoga Allah menjadikanmu keluarga Yang Sakinah Mawadah Dan Warahmah…aku tetap menunggumusalam sayangKarunia Silmi Asihsekian yah,,, terimakasih,,Namaku Neng Lilis SuryaniAku sekolah Di SMA N 1 Cianjurfb: Neng Lilis Suryanitwitter: @laelyz surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*