Cerita Remaja Cinta Buruan katakan cinta ~04 {Update}

Dalam setiap kisah tertulis begitu banyak cerita. Kali ini akan kah tertulis kan kisah ku? * by Star Night*
Oke, biar gak bingung n mumpung penulis sedang baik (??) untuk part sebelumnya bisa langsung di baca di Cerpen Romantis Buruan katakan cinta part 3.
Happy Reading…

Credit Gambar : Ana Merya
Setelah hampir seminggu ani tidak masuk kuliah dan tidak ada di rumahnya selama itu juga kevin udah seperti orang gila, kerjaan nya tidak ada lain, hanya menunggu hanponenya kali aja ani menelponenya tapi ternyata dugaannya salah ani tidak menelponenya sama sekali. kevin terus mencoba menghubungi ani tapi bukan hanya tidak diangkat tapi hanpone ani sekarang tidak aktif, dan kevin makin menjadi strez.
Banyak yang mencoba menghibur dan menenangkannya tapi kevin tetap tidak mengalihkan perhatiannya dari hanponenya, banyak juga mahasiswi-mahisiswi yang mendekatinya sekadar sok perhatian tapi semuanya di cuekin termasuk dara.
Ehem, iklan dulu ya, kali aja ada yang mo ngeklik. he he he
Tiba – tiba suasana kampus heboh. Pasalnya ada murid pindahan baru di kampus, seorang cowok yang sangat keren dan begitu anak-anak melihatnya bakal langsung jatuh hati, cowok itu yang tak lain adalah vano, yang terkenal dengan ke playboyan nya, yang sering di juluki playboy cap gayung, karena semuanya di ambil. pokoknya playboy yang hanya dalam waktu satu minggu ia udah bisa memutuskan hubungan dengan pacarnya paling sedikit sepuluh orang. *Suwer pada bagian ini Star Night pun bingung?*.
Tapi walaupun vano terkenal dengan playboy cap gayungnya, tetap saja masih banyak cewek-cewek kecentilan yang mendekatinya sekadar memperhatikan ketampanan vano. baru aja tiga hari di kampus barunya, vano udah bisa memutuskan hubuangan dengan mahasiswi sekitar sepuluh orang . Tapi apapun itu, kekerenan vano membuat mahasiswi yang lain tidak bisa tidur semalaman, dan jika vano lewat semuannya akan pasang wajah manis agar mendapat perhatian dari sang cowok idola.
Cerpen Remaja Cinta
Pagi itu tepat dua minggu setelah kepergian ani, vano masih juga di kerubungi cewek-cewek, saat itu hari masih lumayan pagi, vano memarkirkan motornya di parkiran motor, saat ia turun dari motornya datang sebuah mobil yang baru masuk keparkiran, vano memperhatikannya hingga pemiliknya keluar dari mobil.
Semua mata terpana melihat kedatangan sang pemilik mobil, karena sang pemilik mobil adalah seorang cewek yang sangat cantik dan tak lain adalah ani?! . tapi bukan itu yang membuat yang lain pada kaget melainkan ani yang berubah drastis jadi cewek yang super cantik, rambutnya yang dulunya di ikat kini terjurai panjang tanpa poni yang menutupi mata, ani juga melepas kacamata minusnya, buku yang di bawanya tidak lagi menutupi langkahnya, kini ani bener-bener telah berubah. jalanan nya juga tidak lagi menunduk.
Ani berjalan memasuki kampusnya tapi tatapan mahasiswa-mahasiswi tidak lepas dari nya termasuk vano, cowok playboy kelas atas itu. vano langsung berhenti di tempatnya ia seperti terpaku dengan tanah yang di pijaknya, yang dia lakukan hanya menatap ani dengan pandangan kagum. ia merasa pernah mengenali bidadari yang baru turun dari mobilnya, ani udah benar-benar mirip dengan cinderella.
"elo..?!"
Kata ani dan vano hampir bersamaan begitu mereka bisa melihat dengan jelas dan mengenali satu sama lain, lalu mereka tertawa bersama, sambil ber high five. banyak anak-anak yang kaget melihat keakraban mereka ada yang jeaolous ada juga yang iri. pokoknya mereka bener-bener kaget. terutama para mahasiswi karena mereka yang pertama kali melihat vano saja selalu di cuekin. ini… ani yang dulunya terlihat sangat kuper kenapa bisa akrab dengan vano cowok playboy kelas atas itu. dan yang makin membuat mereka kaget adalah ani sekarang sangat berbeda jauh dengan ani yang dulu, bahkan kalau di bedakan mungkin ani lebih cantik dari pada madona kampus, siapa lagi kalau bukan dara.
"eh, jalan yuk….." ajak vano.
Ani langsung mengangguk dan melangkah bersama vano menuju kelasnya. tanpa di sangka tanpa di duga ternyata oh ternyata…. kevin ada di tempat parkiran saat hal itu terjadi (maksudnya ani yang tampak akrab dengan vano dan penampilan ani yang beda).
Tanpak kevin sangat kaget dengan itu semua dan mungkin ia tidak bisa percaya begitu saja kalau cewek cantik bahkan super cantik yang tak lain adalah ani itu bisa akrab sama vano sang playboy kelas atas alias playboy cap gayung.
"kevin… loe kok masih di sini? masuk yuk" ajak dara. kevin hanya mengangguk dan berjalan mengikuti dara. saat di perjalanan menuju kelasnya kevin melihat ani yang tertawa akrab bersama vano, jelas terpancar kecemburuan di mata kevin.
"kev loe udah selesai tugas dari bu vivi?" tanya dara, kevin hanya diam saja dengan terus memperhatikan ani yang tanpak akrab bersama vano "kev… kevin. loe dengerin gue nggax sich?" tanya dara lagi.
"eh iya. apa tadi?" tanya kevin kaget.
"loe udah selesai tugas dari bu vivi belum?" ulang dara.
"oh udah kok" jawan kevin.
"loe kenapa? kok wajah loe merah gitu, loe cemburu ya liat ani ama vano berdua?" tanya dara.
"engax. siapa juga yang cemburu" kata kevin.
"kalau loe cemburu itu ma wajar kali kalian kan masih pacaran. kalau nggax ya terserah"
"nggax kok, gue sama sekali nggax cemburu" jawab kevin.
"tapi mata loe itu lho. mata loe itu udah menandakan kalau loe itu cemburu ama mereka"
"gue bilang gue nggax cemburu!!!" bentak kevin. dara langsung kaget dengan bentakan itu tapi kevin santai aja "jangan sok tau deh loe" lanjutnya.
"maaf… tapi guekan emang tau and gue itu seriuz. yang bilang gue lagi bercanda itu siapa? orang gue serius juga. tapi kalau gue boleh kasi pendapat sich sebaiknya loe putusin aja ani karena…"
"nggax" potong kevin cepat "sampai kapan pun ani nggax bakal gue putusin, terserah dia mau ngapain yang penting gue nggax bakal mutusin dia" lanjutnya.
"ya itu sich terserah loe. kalau loe nggax mau juga nggax apa-apa kok, gue nggax maksa, lagian itu kan cuma pendapat umum aja, coba deh loe lihat sekarang ani itu udah beda banget kayak dulu, apa lagi sekarang dia akrab ama vano, bukan gue mau bilang kalau vano itu lebih keren dari pada loe ya. tapi, coba deh loe fikir, yang ngejar vano itu lebih banyak jadi kali aja ani…"
"ani bukan cewek yang kayak gitu" potong kevin.
"ya itu kan dulu, sekarang tu beda kev, ani udah jadi cewek cantik, siapa pun yang dia mau dia bisa dapatin dengan wajah secantik sekarang. mungkin aja sekarang dia juga jadi…"
"ani nggax mungkin jadi cewek kayak gitu… dia itu pacar gue"
"kalau dia masih nganggep loe itu pacarnya harusnya dia itu memberikan loe kesempatan untuk menjelaskan, bukan asal pergi gitu aja"
"tapi ini kesalahan gue, jadi gue pantas kok menerimanya kalau sampai ani marah"
"tapi semuanya kan bisa di bicarakan. kalau dia suka sama loe pasti dia bakal percaya sama loe, dan sekarang nyatanya dia malah ninggalin loe gitu aja, tanpa mementingkan perasaan loe dia malah akrab ama cowok lain, di depan loe lagi. mungkin bener kalau dulu ani itu suka sama loe tapi sekarang…. orang itu bisa berubah kapan pun dia mau kev, contohnya sekarang baru dua minggu lalu ani berpenampilan yang maaf ya bisa di bilang katro' dan sekarang dia udah jadi cewek yang cantik bahkan sangat cantik, jadi dia pasti bisa mendapatkan cowok kayak siapa pun yang dia suka"
"tau deh. gue pusing" kata kevin.
"tapi kev, ani itu…"
"cukup dara cukup. loe itu jangan manas-manasin gue terus donk" kata kevin.
"lho ini tu kenyataan kev, coba deh loe fikir sekarang ini loe kelihatan sedih banget bahkan sangat tersiksa dan loe kayak di campak kan gitu aja, apa ani pernah mementingkan perasaan loe, kalau ia dia nggax bakal deket ama cowok lain selain elo, dan pergi tanpa pamit sama loe, kalau dia masih menganggap loe itu pacarnya dia pasti bakal memberi tau loe…"
"udahlah gue bilang cukup!!!"
"kevin, loe itu terlalu baik untuk cewek kayak ani, kalau ani masih menganggap loe pacarnya dia pasti bakal mendekati loe terlebih dahulu bukan cowok playboy itu, buat apa loe pusing-pusing mikirin orang yang udah jelas nggax mikirin prasaan elo?" kata dara.
"eh loe ngerti nggax cih gue ngomong!!! gue minta loe diem!!! jangan ikut campur urusan gue!!! ngerti nggax sich!!!" bentak kevin sambil menghentikan langkahnya, dara langsung diam, kemudian kevin pergi meningalkan dara seorang diri, ia udah nggax perduli lagi walaupun pandangan anak-anak yang lain tak lepas dari memperhatikan nya dan dara.
"aduh, seharusnya gue nggax sekasar itu ama dara, dia kan nggax salah, cuma perhatian ama gue? iiih tapi gue juga nggax bisa diam aja kalau ada yang menghina ani, apa lagi bilang kalau ani itu nggax suka gue, itu nggax boleh terjadi pokoknya ani harus jadi milik gue selamanya, gue nggax percaya dan nggax mau percaya kalau ani udah nggax suka ama gue lagi" kata kevin dalam hati dan terus melangkah meninggalkan dara yang tampak masih syok.
Cerita Remaja Cinta
Saat di kelasnya banyak anak-anak yang tidak berani menatap ani dengan pandangan yang biasa ia berikan ke arah ani, karena selain ani udah jadi cantik banget, ia juga akrab dengan vano, cowok yang selama ini mereka anggap sebagai pangeran berkuda putih.
siang itu saat ani sedang duduk sendirian dengan membaca buku ditangan, fitri, sisi dan desy menghampirinya dengan pandangan menghina seperti biasanya, mereka menatap sinis kearah ani walaupun ani telah berubah menjadi cantik. bahkan lebih cantik dari mereka.
"eh loe sengaja kan ngelakuin ini…." kata sisi kearaha ani.
"maksud kalian apa?" tanya ani bingung.
"alah jangan pura-pura bego deh, loe itu pasti sengaja kan dandan kayak gini, supaya dapat perhatian dari vano, apa belum cukup kevin loe kuasain masih vano juga?" kata fitri.
"ini gue lakuin bukan karena alasan itu kok…" kata ani.
"trus kenapa? apa loe ngelakuin ini karena mau buat kevin bilang suka sama loe seperti taruhan kita. ia!!!" bentak desy ani langsung terdiam "nah bener kan. ha ha ha gue kasi tau ya sama loe. kalau itu alasannya, loe nggax bakal pernah berhasil. karena cewek kayak loe itu nggax pantas dapat cowok sekeren kevin maupun vano. ngerti!!!"
"bukan itu kok alasannya…"
"trus apa? he? apa?… ayo jawab…"
"emang apa masalahnya ama kalian?" kata ani sambil berdiri menantang, karena ia udah nggax tahan dengan perlakuan mereka yang ia anggap udah keterlaluan.
"waht? loe udah berani ama kita ha?! eh seharusnya loe itu nyadar, inget ya, walaupun elo udah berubah penampilan jadi kayak gini, tapi menurut kita loe itu tetap cewek buruk rupa yang selalu ngegodain cowok, tau nggax?!" bentak desy.
"gue nggax perduli. eh, asal kalian tau aja ya, untuk sekarang gue udah nggax perduli lagi kalian mau ngomong apa. sampai sekarang, gue juga masih bingung ama kalian, sebenernya apa sich yang kalian mau dari gue, dulu gue dandan kayak gitu nggax terima, maunya ngehinaaaa aja, dan sekarang gue udah berubah jadi gini tetap juga nggax terima, sebenernya mau kalian tu apa?" kata ani dengan sebelnya.
"loe…"
"apa?" balas ani "dulu gue ama kevin kalian nggax terima, sekarang gue ama vano kalian nggax terima juga?! apa sich yang kalian mau sebenernya?" kata ani mulai berani. yang lain langsung terdiam.
"tetap aja loe itu nggax setia, dulu katanya loe suka sama kevin, sekarang loe udah lihat kalau vano itu lebih kerena makanya loe mau berpindah kelain hati kan?"
"eh gue itu nggax pernah berpindah kelain hati tau nggax. eh asal kalian tau aja ya, gue ama vano itu cuma…" belum sempat ani meneruskan kata-katanya tiba-tiba ada yang memotongnya terlebih dahulu.
"ada apa nich…" tanya seseorang yang berada di sampingnya.
"hendri? loe mau ngehina gue juga…." kata ani dengan sebelnya.
"nggax kok na, gue nggax mau menghina loe, emang yang mau menghina loe itu siapa? loe jangan salah faham ama gue donk, gue ke sini cuma mau negasin ke mereka kalau gue udah bukan temen mereka lagi, ternyata selama ini gue udah salah menilai elo ani, dan semua ini gara-gara mereka. mereka udah menghasut gue na, mereka semua itu ternyata jahat, gue nggax nyangka lho kalau ternyata mereka sejahat itu" kata hendri yang membuat temen-temennya menatapnya nggax percaya.
"hen loe?…."
"apa? jangan kalian fikir gue bisa diam aja kalau kalian menghina ani di depan gue, sebenernya mau kalian itu apa sich, kenapa dari dulu kalian selalu musuhin ani, sebenernya apa sich yang ani lakuin sama kalian sampai-sampai kalian buat dia kayak gini, apa kalian masih sakit hati karena kevin lebih milih ani dari pada kalian, atau kalian nggax terima karena ani lebih cantik dari kalian ha?!" bentak hendri.
"hen loe, kenapa loe belain dia sich… dia itu nggax tau diri…."
"yang nggax tau diri di sini itu kalian, apa kalian masih nggax nyadar juga, kalian bisa nya cuma menghina ani aja ya, coba deh kalian fikirin kenapa kalian segitu bencinnya sama ani, apa salah ani sama kalian…." kata kevin.
"hendri…."
"cukup" kata ani "eh udah ya, kalian kalau emang mau berantem jangan di dekat gue donk, bagi gue kalian semua itu sama, jadi jangan mengkambing hitamkan temannya sendiri, karena kalau kalian lakuin itu maka sama aja kalian itu menghina diri kalian sendiri tau nggax. udah lah hen, gue nggax butuh pembelaan loe kok, gue bisa bela diri gue sendiri kok, jadi gue nggax butuh bantuan elo, lagian gue masih inget kok apa yang loe katakan di lapangan kemaren. jadi loe nggax usah sok baik di hadapan gue…" kata ani dengan sebelnya.
"ani, itu semua karena…."
"gue bilang cukup, ok. udah lah kalian itu semua sama jadi jangan saling menyalahkan" kata ani.
"ani…" panggil vano dari luar "kantin yuk…" ajaknya.
"eh e ia. bentar…" jawab ani "e ya udah ya, gue mau ke kantin, jadi kalau kalian masih mau berantem lagi, silahkan aja di terusin, gue nggax bakal menghalangi lagi kok… udah dulu ya daaaa…" kata ani dan melangkah meninggalkan temen-temennya menuju vano yang telah menunggunya.
Begitu di koridor perempatan jalan, ani melihat kevin yang sedang berjalan berdua bersama dara, langkah mereka langsung terhenti di jalan yang sama, dan tidak ada yang berbicara duluan. kevin melangkah menuju ani dan meninggalkan dara di perempatan koridor kampus.
"ani, kok berhenti?" tanya vano.
"e gue…" ani tidak melanjutkan ucapannya karena kevin udah berada di depannya.
"ani, ikut gue…." kata kevin sambil meraih tangan ani.
"eh apa-apaan nich, loe nggax lihat apa gue udah ngajaknya duluan, loe kalau mau ngajak dia harus izin ama gue dulu, kalau nggax ngantri donk di belakang…" kata vano nggax terima.
"kalau gue mau di sini, loe mau apa? eh, asal loe tau aja ya dia itu pacar gue, jadi suka-suka gue donk mau ngapain, loe nggax suka ha?!" bentak kevin.
"kalau pun loe pacarnya harusnya loe itu punya kesopanan donk, kalau loe mau pacar loe ngehargain elo seharusnya elo hargain dia, loe kasi apa yang harusnya dia ingin kan…" kata vano.
"loe tau apa ha?!" bentak kevin.
"ya gue tau lah, pacar loe itu menginginkan elo untuk….aawwww…" jerit vano karena ani langsung mencubit lengan vano dengan keras yang buat kevin jadi bingung.
"emang apa yang pacar gue ingin kan, kenapa loe bisa tau sementara gue nggax ha?" tanya kevin.
"itu karena elo nggax mau mengerti dia, coba aja loe lebih perhatian ama dia…"
"cukup vano. loe nggax seharusnya bilang kayak gini…" bentak ani.
"tapi ani, dia harus tau apa yang loe ingin kan…"
"udah lah, ini tu nggax penting…." kata ani dengan sebelnya.
"ini ada apa sich… kenapa kalian pada kelihatan ada yang di sembunyikan dari gue, jangan bilang kalau kalian itu pacaran…" kata kevin dengan penuh penyelidik.
"ha e enggak kok…." kata ani dengan cepat.
"sebaiknya loe harus belajar untuk nggax berperasangka buruk dengan pacar sendiri dan mencoba belajar agar loe bisa percaya ama pacar loe, bukan asal menuduhnya kayak gini…" kata vano dengan sebel.
"maksud loe apa… loe fikir gue itu bukan pacar yang baik ha?"
"kalau loe mikir nya gitu, loe nggax salah kok, loe itu kan emang kayak gitu orangnya, bukannya membela pacar loe sendiri juga, ini malah memarahinya, seharusnya loe itu bisa lebih bersikap lembut ama cewek, loe jangan terlalu kasar, karena kalau loe kasar-kasar ama cewek terutama ani gue nggax bakal tinggal diam" kata vano.
"kalau gue kasar sama dia emang urusannya sama loe itu apa, emang loe itu siapanya dia ha?"
"loe nggax tau siapa gue? ya udah kalau loe pengen tau loe cari tau aja sendiri, tapi yang jelas kalau loe masih menganggap dia pacar loe, harusnya loe buat dia untuk jadi cewek yang selalu bahagia bukan malah memperlakukannya kayak boneka, karena kalau itu sempet terjadi loe harus rela kalau gue merebutnya, karena gue nggax akan membiarkan orang yang penting dalam hidup gue itu tersakiti…" kata vano.
"hah, apa? orang yang penting dalam hidup loe… heh tau apa loe tentang arti sebuah dari kepentingan seorang cewek, loe itu kan playboy yang sukanya mainin cewek…" kata kevin dengan sinisnya.
"mendingan kayak gue yang kalau suka bilang dan kalau enggak ya tinggalin, sedangkan elo… loe nyadar nggax sich kalau loe itu nggax pernah mengakuinya… kalau nggax pacar loe nggax mungkin jadi kayak gini…"
"maksud nya?"
"sebaiknya loe harus lebih mengerti cewek, belajar untuk mengetahui apa yang dia inginkan, lagian apa loe pikir loe itu cowok baik-baik? kalau emang ia, kenapa loe jalan ama cewek lain…" balas vano sambil menatap sinis ke arah dara yang tak jauh dari mereka, kevin melihat kearah dara.
"maksud loe dia? dia itu…."
"loe nggax perlu susah-susah menjelaskannya ke gue, karena gue tau kok loe itu cowok kayak apa, alah udah lah nggax usah munafik, kalau loe emang suka sama cewek lain, loe bilang aja terus terang nggax kayak gini caranya… tapi loe inget aja, sekali loe menyakiti ani loe bakal langsung kehilangan dia!!!" tegas vano.
"loe… loe berani…." kata kevin tapi langsung berhenti karena ani menariknnya agar agak menjauh dari vano.
"udah deh, loe apa-apaan sich, berantem nggax jelas kayak gini, mending sekarang loe kasi tau, loe mau apa, gue ada janji ni ama vano untuk makan bareng, jadi gue nggax mau membuat vano menunggu…" kata ani.
"apa??? loe mau makan ama dia…" kata kevin sambil menunjuk ke arah vano yang tanpak tersenyum dengan senyuman kemenangan.
"ia. udah lah loe mau bilang apa, ntar cewek yang bareng loe itu bisa jamuran nungguin elo…." balas ani sambil melirik dara dengan malesnya.
"maksud loe dara…. kita tu cuma…"
"kalau loe cuma mau ngasi tau hal yang nggax penting kayak gitu mending di cencel aja dulu, gue udah laper nich, kasihan vano kalau harus kelamaan nungguin gue…" kata ani.
"an, loe kenapa jadi kayak gini sich, apa ini masih mengenai masalah kemaren atau…"
"ani, kita jadi makan siang bareng nggax…" tanya vano.
"e ia, jadi kok, bentar ya…" jawab ani ke arah vano "e ya udah kev, loe kalau mau ngomong dan apa pun yang mau loe omongin mending di pending aja dulu, gue mau makan ama vano dulu ya…." kata ani dan melangkah meninggalkan kevin sendirian yang tampak kaget "udah kok, yuk…" ajak ani ke arah vano dan melangkah menuju kantin.
"kevin…. loe nggax apa-apa kan…." tanya dara yang datang secara tiba-tiba.
"gue nggax apa-apa kok" balas kevin dan kemudian melangkah pergi, dara mengukutinya.
"kev, loe cemburu ya…." tanya dara.
"loe ngomong apa sich, mana mungkin gue cemburu, ada-ada aja sich…"
"sebenernya loe itu suka sama ani nggax sich, kenapa elo kelihatan nggax cemburu walau ani jalan ama cowok lain di depan loe…." tanya dara.
"bukan urusan elo"
"emang bukan sich, tapi sebagai seorang teman, gue berhak tau, karena kalau loe nggax suka sama ani buat apa hubungan ini kalian lakuin medingan loe putusin dia aja, karena percuma aja hunbungan tanpa cinta kayak gini, masih banyak kok cewek yang mau sama loe, bukan cuma ani aja tau nggax" kata dara.
"gue belum kepikiran untuk memutuskannya…" kata kevin.
"0 ya udah, tapi seharusnya loe nggax tinggal diam kalau di giniin, loe itu kan manusia yang juga punya perasaan. gue nggax tega lihat loe yang kayak di permainkan kayak gini…." kata dara.
"loe emang temen gue yang baik, tapi gue minta sama loe untuk masalah ini aja, tolong loe jangan ikut campur, biarkan gue melakukna hal yang gue ingin kan…"
"ia deh, maafin gue ya…." kata dara, tapi kevin diam saja.
pulangnya ani menuju parkiran bareng vano sambil tertawa akrab dan tanpak kevin kagetmelihatnya ia langsung menghampiri ani yang baru aja tiba di tempat parkiran.
"ani, kita perlu bicara…" kata kevin.
"mau ngomongin apa lagi sich.,…" balas ani.
"loe kenapa sich? kenapa loe jadi kayak gini…"
"gue… gue nggax apa-apa kok, ini cuma perasaan loe aja kali, gue sama sekali nggax kenapa-napa…" balas ani.
"tapi…" kata-kata kevin terhenti saat mendengar kata-kata vano.
"na, gue pulang dulu ya…. inget ntar gue jemput jam setengah tiga, ok" kata vano.
"ia. ya udah sampai ketemu entar ya…" kata ani ke arah vano sambil tersenyum, kemudian vano pergi dengan motornya meniggalkan halaman campus.
"ani, loe mau jalan ama vano?" tanya kevin nggax percaya.
"he-eh, dia kan baru beberapa hari di sini, jadi dia mau minta tunjukin ama gue tempat-tempat yang bagus di sini…" jawab ani "kenapa? loe mau ikut?" tanyanya.
"emang nggax ada orang lain apa? kenapa harus elo?" tanya kevin tanpa menjawab pertanyaan ani.
"ya karena dia bilang kalau gue itu temennya yang bisa di percaya, dan nggax mengaggap dia sebagai seorang cowok playboy, dia tau kalau gue nggax mungkin suka sama dia makanya dia mengaggap gue itu bisa di percaya dari pada yang lain…"
"loe sadar nggax sich, kalau semua ini cuma akal-akalan nya dia aja, dia itu sengaja bilang gitu karena mau jalan ama loe, dia itu cowok brengsek ani, dia cuma mau mainin loe aja, karena gue punya firasat buruk tentang dia…"
"kevin, loe itu nggax boleh bilang kayak gitu, vano itu cowok baik-baik kok, dia nggax pernah macem-macem ama gue, dan saat anak-anak menghina gue dia selalu belain gue…" kata ani.
"apa loe su/ka sama vano…"
"lho, kalau emang gue suka sama dia kenapa? nggax ada masalahnya kan…."
"ani…"
"selama ini yang bilang suka sama gue baru vano aja, jadi nggax ada masalah kan kalau seandainya gue juga…"
"loe nggax boleh suka sama vano…" potong kevin.
"ha ha ha gue cuma bercanda aja kalee, lagian gue nggax suka sama dia kok, tadi gue kan cuma bilang seandai nya, jadi nggax beneran…" balas ani.
"gue nggax perduli loe mau bilang seandainya atau apapun, yang jelas loe nggax boleh suka sama dia…." kata kevin.
"ya udah, gue nggax suka sama dia. sampai kapan pun gue nggax bakal pernah suka sama dia, udah kan…." balas ani.
"ani, gue minta sama loe untuk menjauhin vano"
"lho kenapa? vano itu baik kok, dia itu temen gue…"
"tapi dia itu nggax sebaik yang loe fikirkan… dia itu cuma mau mainin loe aja ani, loe harus percaya ama gue, dia itu bukan cowok baik-baik, dia punya pacar di manapun dia tinggal jadi…"
"kevin, gue tau kok, dia itu kayak apa, jadi loe nggax perlu susah-susah kasi tau gue, tapi gue harap walaupun loe nggax suka sama orang jangan kayak gini donk caranya, vano itu nggax terlalu jahat kok…. menurut gue apa yang dia lakuin nggax salah" kata ani.
"apa loe bilang? nggax salah? loe bilang cowok yang selalu mainin cewek itu nggax salah? loe sadar nggax sich…"
"ya sadar donk, abis vano ngelakuin itu kan cuma karena cewek itu aja yang kecentilan, kalau ceweknya nggax kecentilan juga vano nggax mungkin mau ngegodanya…" kata ani.
"loe itu sebenernya siapa nya vano sich… kenapa loe seperti tau segalanya tentang dia…." tanya kevin.
"ya gue itu temennya, emang loe mau gue itu jadi siapanya ha? kita itu cuma sebatas temen aja kok, dan nggax lebih…." kata ani.
"tapi tindakan elo itu udah lebih dari pada temen ani…"kata kevin.
"maksud loe…"
"loe sadar nggax sich, kalau pembelaan loe terhadap vano itu terlalu berlebihan…"
"yang berlebihan di sini itu elo kev, elo terlalu berlebihan menganggap gue itu suka sama vano, kita tu cuma teman, sama kayak loe ama dara, kalian kan cuma temen begitu juga dengan gue…."
"tapi kita beda na, dara itu nggax seperti vano. dara itu tulus jadi sahabat gue…."
"0 jadi menurut loe vano nggax tulus gitu? kalau gitu menurut loe, loe salah kev, bahkan loe salah besar, vano itu baik, dia nggax seburuk yang loe fikirin"
"tapi kenyataannya…. loe lihat sekarang baru sehari aja loe kenal vano dia udah bisa merasuki elo untuk tetap membela dia…"
"tapi itu lah kenayataanya kev, vano itu emang baik dia nggax seburuk itu…."
"ani loe itu terlalu polos, hingga loe bisa di bohngin ama siapa aja…"
"ia, termasuk ama loe, ia kan? loe mau bilang gitu kan kev?"
"kenapa jadi loe yang nyalahin gue…"
"ya karena ini emang salah loe, gue gini gara-gara loe, udah lah ini udah siang. gue mau pulang…"
"ani gue belum selesai bicara…."
"ya udah di tunda aja buat besok, karena kalau loe sealalu nyalahin vano urusan kita nggax bakal bisa selesai, loe tau kan ini tu bukan salah vano jadi loe nggax boleh nyalahin vano…" kata ani dan siap mau pergi tapi di halangi ama kevin "aduuuh loe mau apa lagi sich…." tanya ani.
"maksud loe bilang ini semua nya salah gue itu apa? emang apa yang udah gue lakuin…" tanya kevin bingung.
"ya loe fikir aja sendiri, tapi yang jelas ini semua nggax ada hubungannya ama vano, udah ya daaaa…" kata ani dan melangkah menuju mobilnya, meninggalkan kevin sendirian di tempat parkiran.
Next cerpen romantis buruan katakan cinta part 5.

Random Posts

  • Kisah Cinta Ihsan dan Rubby

    Kisah Cinta Ihsan dan Rubbyoleh: Mentari SenjaMentari pagi ini tak begitu cerah, mendung menyelimuti awan sepertinya hujan akan segera turun. Pagi ini bukan pagi yang menguntungkan bagi Ihsan, pemuda berwajah manis itu hanya dapat memandang nanar langit gelap. Ini hari kedua Ihsan tidak dapat keluar mencari secuil rezeki untuknya dapat bertahan hidup setelah beberapa hari terakhir ini hujan mengguyur desa Slawi, tempat dimana dia tinggal. Kehidupan Ihsan memang serba kekurangan apalagi setelah sang ayah tega meninggalkan dia dan ibunya. Segala kebutuhan hidup dia dan ibunya menjadi tanggung jawabnya.“maaf mas… maaf.. jangan tinggalkan aku.. tolong… mas… tolong jangan tinggalkan aku dan ihsan…. akkkhhhhh…. tiiidaaaakkk…!! mas….” Rindu berteriak-teriak, segala macam barang yang ada didepannya langsung dia hancurkan.“ mas…jangan…jangaan…”“ibu… ada apa bu.. tenanglah bu… istigfar…” Ihsan memeluk ibunya, mencoba menenangkan. “ sudahlah bu, ikhlaskan saja ayah pergi, ayah tidak pantas untuk ibu sebut.”“tidakk.. tidakk… mas…” Rindu terdiam lemas, sekarang berganti tangis penyesalan.“bu, ibu jangan menangis lagi. Ihsan tidak ingin melihat ibu seperti ini. Ibu harus kuat. Ibu harus lupakan ayah “ Ihsan memandang ibunya dengan raut kesedihan, batinya teriris melihat keadaan ibunya yang tak kunjung sembuh. Rindu, ibu ihsan telah lama menderita depresi berat setelah sang suami pergi meninggalkannya demi perempuan lain. Saat itu Ihsan masih berumur 6 tahun, sang ayah diketahui telah berpaling dari ibunya. Tak diketahui sebab musababnya, dan pertengkaran itu dimulai ketika Rinto, ayah Ihsan terang-terangan meminta cerai kepada Rindu.“kenapa mas, apa salah saya hingga mas Rinto tega ingin meceraikan saya.”“hmm… kamu masih tanya kenapa. Kamu fikir aku tidak tau dengan perbuatanmu. Selama ini kamu telah membohongi saya. Dan saya tidak bisa terima ini.”“apa maksud mas, coba jelaskan.”“sudahlah, apa perlu aku bongkar semua kebusukanmu. Biar ihsan juga tau siapa sebenarnya ayah kandungnya.“jadi mas sudah tau yang sebenarnya, maaf mas… aku khilaf.. aku bisa jelasin itu semua mas.!” Rindu coba menjelaskan.“ahh sudahlah tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, semuanya sudah jelas. Pokoknya saya ingin cerai dari kamu. Besok aku kirim surat gugatan cerai, dan kamu tinggal menandatangani saja.”“mas…tolong mas, jangan ceraikan saya. Aku bisa jelaskan semuanya. Mas..tolong jangan tinggalkan aku dan Ihsan. Ihsan masih butuh kamu” ditarik lengannya Rinto, mencoba membujuknya.Kejadian itu tak diketahui Ihsan, Ihsan yang saat itu masih berada di rumah neneknya tidak mengetahui bahwa orangtuanya terancam bercerai. Lama sudah ihsan mencari kebenarannya namun tak kunjung dapat.*****“hai Rubb, mau kemana kamu.” Tanya Shinta sahabat Rubby.“ hai shin, iya neh aku mau balik dulu, jadwal kuliahku sudah habis. Dan kebetulan bunda nyuruh aku buat belanja di supermarket. Jadi maaf ya, aku ga bisa pulang bareng kamu”“hmnm okelah kalo gitu, hati-hati dijalan ya Rubb.”seperti biasanya sebelum berpisah Rubby dan Shinta berpelukan. Persahabatan mereka sudah terjalin lama, sejak mereka berdua sama-sama kuliah di kampus yang sama.Rubby segera pergi meninggalkan Shinta, dengan motor maticnya dia melaju menuju supermarket terdekat untuk membeli titipan bundanya. Dalam balutan gamis warna biru muda dan jilbab yang serasi dengan gamis membuat wajah Rubby semakin terlihat cantik. Lesung pipitnya menambah keayuan senyumnya. Tak lama berselang Rubby telah sampai di supermarket itu.“alhamdulillah akhirnya sampai juga,” Rubby segera memasuki pintu supermarket.Dengan cekatan Rubby memilih barang-barang yang dibutuhkan, Rubby sengaja tidak ingin berlama-lama berbelanja dia hanya membeli barang yang dibutuhkan saja. Karena setelah ini masih banyak kegiatan Rubby yang harus dia lakukan. Selain kuliah, Rubby juga aktif dalam kegiatan sosial. Di lingkungan rumahnya Rubby terkenal dengan jiwa sosialnya, sikapnya yang lemah lembut serta ramah tamah membuat orang merasa simpati. Rubby hidup dalam lingkungan keluarga yang begitu kental dengan nuansa religi. Abah Rubby merupakan tokoh agama di lingkungannya, beliau aktif dalam kegiatan keagamaan. Selain mengajar ngaji di masjid beliau juga kerap kali menjadi penceramah disetiap acara-acara penting. Keluarga Rubby merupakan keluarga yang sangat dikagumi.“berapa mba, semua belanjaan saya” tanya Rubby pada kasir.“jadi total semuanya 150 ribu mba.”si kasir menyerahkan belanjaannya.“ini mba uangnya, terima kasih.”“iya mba sama-sama, terima kasih telah mengunjungi supermarket kami” kasir menyerahkan nota belanja itu kepada Rubby.Dengan langkah mantap Rubby keluar dari supermarket itu, dan langsung menuju ke tempat parkir. Namun belum sampai di tempat parkir tiba-tiba handphone Rubby berdering, belum tau siapa yang menelponya. Saat Rubby hendak mengambil handphone yang ada di tas Rubby secara kilat ada orang yang tak dikenal langsung mengambil tas Rubby dengan seluruh isinya. Sontak Rubby berteriak, meminta tolong. Rupanya sudah dari tadi gerak gerik Rubby diintai, ada orang jahat yang ingin mengambil tas Rubby yang diketahui banyak barang-barang berharga.“tolong…tolong…pak..tolong ada rampok…tolong pak…”Rubby berteriak meminta pertolongan.Saat Rubby sedang meminta tolong, terlihat sudah ada sosok pemuda yang sedang mengejar perampok itu. Dikerjanya perampok itu, tanpa peduli ada orang didepannya.Ya Allah, mudah-mudahan perampok itu tertangkap dan pemuda itu baik-baik saja terlintas dalam benak Rubby doa agar perampok itu segera tertangkap. Dengan gelisah Rubby menunggu apakah pemuda itu berhasil mengambil tasnya dari perampok.Selang 30 menit pemuda itu kembali dengan tas hitam ditangan kanannya, wajahnya terlihat lelah. Keringat bercucuran membasahi pelipisnya. Dengan segera pemuda itu mengembalikan tas Rubby.“terima kasih mas, mas sudah menolong saya” Rubby menerima tas yang diberikan pemuda itu seraya mengucapkan terima kasih.“iya mba, sama-sama. Makanya kalo bawa tas itu ati-ati jangan sembrono kaya gitu. Dasar cewe. Jangan Cuma penampilan yang di urusin” pemuda itu langsung berlalu dari Rubby.“gimana bang, rampoknya ketangkep ga?” tanya bocah cilik yang sedari tadi menunggunya dibelakang.”“udah gue kasih pelajaran, lagian macem-macem aja tuh orang operasi diwilayah gue.” Pemuda itu pun berlalu dari hadapan Rubby.Sedang Rubby hanya terdiam termenung, dia begitu tercengang dengan tingkah laku pemuda itu. Pengamen jalanan yang dengan dandanan amburadul tapi telah menolongnya, tanpa mau minta imbalan. Gaya super cueknya juga membuat Rubby heran.Sejak kejadian itu Rubby tak henti-hentinya memikirkan siapa pemuda itu sebenarnya. Fikirannya tak henti untuk segera mengetahui siapa dia. Timbul sedikit penyesalan kenapa saat itu dia tidak menanyakan nama sang pemuda.*******Matanya yang tajam, wajahnya yang manis dan……“aduh apaan sih aku, ko jadi nglamunin dia.“ Rubby menghapus lamunannya segera, dia tidak ingin larut dalam bayang-bayang pemuda itu.Rubby hanya tersenyum jika membayangkan kejadian itu, seolah tak percaya tapi kejadian itu telah membuat Rubby tidak bisa lupa akan sosok pemuda yang telah membuatnya penasaran. Dan hal ini adalah sesuatu yang tak biasa bagi Rubby, baru kali ini dia merasa sangat penasaran dengan seseorang apalagi laki-laki. Dengan wajah cantiknya, tidak sedikit kaum adam yang tergila-gila dengannya, namun kebanyakan dari mereka segan untuk mendekati Rubby karena merasa tidak sesuai. Apalagi selama ini sikap Rubby terlalu biasa untuk soal itu, dia belum tertarik untuk membangun suatu hubungan yang halal dengan seorang laki-laki. Kegiatan sosialnya dan kuliah sudah menyita banyak waktunya kalau hanya untuk sekedar mencari calon pendamping hidup. Terlebih lagi selama ini Rubby belum merasa ada ketertarikan terhadap sekian banyak kaum adam yang setia menunggunya.Namun kini berbeda, Rubby begitu tertarik terhadap seorang pemuda yang belum diketahui jelas siapa dia sebenarnya. Pemuda yang hanya sekilas saja ada di hadapannya, pemuda yang telah menolongnya saat tas Rubby dirampok orang. Ya..pemuda itu telah menyihir rubby, membuat Rubby selalu memikirkannya.Rubby merasa ada ketertarikan tersendiri dibalik baju kumel sang pemuda itu, sekilas saat Rubby menatap matanya ada perasaan lain dihatinya tak tau jelas apa yang sedang Rubby rasakan. Walaupun petemuan itu sangat singkat namun pertemuan itu begitu berharga, pertemuan yang membuat Rubby saat ini selalu termenung.**********“ibu makan ya… nanti ibu sakit kalau ibu terus-terusan ga makan.” Ihsan mencoba menyuapi ibunya. Namun ibunya hanya bergeleng, sang ibu hanya terdiam dengan pandangan kosong jauh menerawang entah kemana. Raganya memang ada disini namun jiwanya entah kemana.“ibu jangan seperti ini terus, ibu tau ga ihsan sedih banget ngeliat ibu kaya gini. Ihsan ngerasa sendiri bu. Ihsan pengen hidup seperti orang normal lainnya. bisa Selalu cerita sama ibunya, bisa manja-manjaan. Ihsan pengin ibu juga seperti ibu-ibu yang lain.” Hanya airmata yang terus menetes di pipi ihsan, walaupun beribu ungkapan ihsan lontarkan kepada ibunya namun ibunya tetap saja diam.Sejak ditinggal ayahnya ihsan hidup terlantar, kehidupannya sekarang sangat erat denga hidup dijalanan. Tanpa kasih sayang dari ibunya itu ihsan harus bertahan hidup. Namun walaupun keadaan ibu ihsan seperti itu, ihsan selalu menyanyangi ibunya. Dengan segenap hati dia selalu merawat ibunya dengan tulus, tak ada guratan kelelahan saat dia harus terjaga di malam hari untuk mememani ibunya yang sewaktu-waktu bisa saja menangis. Saat siang dia berusaha mencari rezeki untuk sesuap nasi baginya dan ibunya. Dari pengamen jalanan, sampai tukang parkir dia lakoni. Itu semua dia lakukan demi sang ibu, dia tidak rela jika sang ibu yang dia miliki satu-satunya terjadi apa-apa.“mas…jangan tinggalkan aku mas..tolong…mas..huhuuhuhu”kembali sang ibu terisak meratapi kejadian lampau. Dipeluknya tubuh ibunya, mencoba menenangkan walaupun dengan deraian airmata ihsan mencoba menghibur sang ibu.“sudah bu, ihsan disini… jangan sedih lagi.” dekapan seorang anak yang merindukan ibunya kembali normal seperti sediakala.***********Mentari pagi ini begitu cerah, secerah wajah Rubby yang berbalut hijab coklat. Gamis anggun yang dikenakan Rubby begitu cantik dipandang. Hari ini Rubby beserta kawan-kawannya akan mengadakan bakti sosial. Sudah banyak yang telah Rubby persiapkan, dari sembako hingga pakaian yang masih layak pakai Rubby kumpulkan, kesemuanya itu Rubby satukan untuk diberikan pada anak-anak yatim dan anak-anak jalanan. Kebetulan di kota itu terdapat sebuah desa yang berpenghuni warga kurang mampu. Di desa itulah Rubby dan kawan-kawannya mengadakan bakti sosial.“hai Rubby, wah..cantiknya hari ini, kamu begitu anggun” puji Shinta sahabat karib Rubby“ah kamu ni Shin berlebihan deh, kamu juga cantik ko apalagi kalau mau pake jilbab” Rubby tersenyum kecil menggoda Shinta“hmmm iya deh bu ustad…belum dikasih hidayah sama Allah.” Shinta menimpali“lakukan segera jangan tunggu nanti.”“iyaaaaa ibu ustad… insya Allah.. udah akh ayo kita berangkat” shinta langsung mengajak Rubby kedalam mobil rombongan para relawan dan donatur.“oke..”jawab Rubby singkatSementara didalam mobil Shinta sibuk membereskan perlengkapan, rubby kembali melamun, fikirannya jauh menerawang. Rindangnya pohon akasia di pinggir jalan menambah deretan keindahan alam yang Tuhan ciptakan, hawa sejuk pagi hari membuat suasana begitu nyaman. Nyaman juga untuk Rubby kembali memikirkan sosok pemuda misterius itu.“hai non…nglamun aja. Bukannya bantuin aku malah asik bengong.”tiba-tiba shinta telah duduk disebelahnya.“eh shin…ga ko, aku ga ngalumin apa-apa..aku Cuma lagi ngeliatin pemandangan aja, bagus ya.”Rubby kembali memandang keluar jendela dengan tersenyum.“ih ngaco deh, perasaan hampir tiap hari kamu lewat jalan ini dan kamu juga ga kaya gini banget. Pasti ada apa- apa deh, ayo ngaku…ada apa sih…cerita dong sama aku.”shinta mendesak Rubby.“loh bener ko ga ada apa-apa, kamu kali yang ada apa-apa.”jawab Rubby sambil tersenyum.“Ihh Rubby, apaan sih ko senyum-senyum gitu, ayo cerita dong…cerita ga…kalo ga aku kelitikin neh…ayo cerita…”dikelitikinnya Rubby hingga dia tertawa tak henti, dan keduanya saling bergurau sepanjang perjalanan.Satu jam perjalanan telah mengantarkan mereka, para rombongan relawan dan donatur ke tempat warga kurang mampu. Masing-masing dari mereka mengerjakan tugasnya sendiri-sendiri. Untuk relawan dan donatur laki-laki bertugas mengeluarkan barang-barang yang siap untuk disumbangkan sedang kaum hawa berbenah barangbarang yang telah diangkut didalam posko.Didalam posko, Rubby dan Shinta sibuk memilah-milah barang untuk dibagikan. Mereka mengelompokkan menurut jenisnya. Tugas Shinta mencatat berapa banyak sumbangan yang telah dikumpulkan.*********“terima kasih pak atas sambutannya, saya disini mewakili teman-reman relawan dan donatur ingin memberi sedikit sumbangsi terhadap desa bapak ini. Dan semoga apa yang kami beri bermanfaat bagi semuanya. Mungkin tidak banyak yang dapat kami berikan, hanya sekedar pelengkap kebutuhan dan tentunya doa dari kami agar warga disini terus dilindungi Allah SWT. Amien….”begitulah penutup atas sambutan ketua rombongan relawan, setelah tadi membagikan sumbangan kini rombongan ini segera pamit untuk pulang.“terima kasih bapa-bapa, ibu-ibu semua, kami disini sangat senang atas kedatangan kalian. Apa yang telah kalian berikan sangatlah bermanfaat bagi kami semua.sekali lagi terima kasih banyak” sambut perwakilan warga disini.Rombongan pun segera berlalu, semua relawan memasuki mobil. Namun sebelum Rubby hendak naik kedalam mobil tiba-tiba Rubby melihat ada sosok pemuda melintas. Dengan gaya yang tak asing lagi buat Rubby, sorot mata yang tajam serta wajahnya yang manis sangatlah meyakinkan Rubby bahwa dia lah pemuda yang selama ini mengganggu fikirannya, Dilihatnya dia baru saja datang dengan membawa gitar, yang roman-romannya habis mengamen. Sontak Rubby langsung mendatangi pemuda itu tanpa peduli kawan-kawan yang lainnya sudah hendak berangkat.“hai rubb, mau kemana kamu.mobilnya sudah mau jalan.”teriak Shinta saat melihat Rubby berlari kearah pemuda itu.“sebentar shin, aku mau ada urusan dulu”timpal Rubby tanpa memperdulikan Shinta.Dengan setengah berlari Rubby mengejar pemuda itu, sebelum terlambat dia menghilang. Akhirnya Rubby dapat berjumpa lagi dengan sosok pemuda yang telah membuatnya penasaran.“hei…tunggu…kamu yang bawa gitar…tunggu.” Rubby memanggil pemuda itu dengan nafas tersengal-sengal.Pemuda itu pun berhenti dan menoleh kearah shinta.“hmm iya ada apa..???” tanya pemuda itu kepada Rubby.“sebentar..” Rubby mencoba mengatur nafas. ”hmm…kamu masih kenal saya.” tanya RubbySepertinya pemuda itu kurang ingat dengan Rubby, terlihat dari wajahnya yang terlihat bingung. “siapa ya… maaf aku ga kenal.” jawab pemuda itu enteng.“Aku rubby, cewe yang dulu pernah kamu tolong itu. Waktu tas aku dirampok orang dan kamu berhasil mengambilnya lagi. Masih ingat.” Rubby mencoba mengingatkan pemuda itu.“hmmm…sebentar..” terdiam sejenak. “oh…kamu cewe ceroboh itu ya…ya aku inget. Ada apa lagi, kamu kerampokan lagi” jawab pemuda itu sekenanya saja.“oh bukan… aku ga kerampokan lagi ko, aku Cuma mau ngembaliin ini. Sapu tangan kamu terjatuh waktu kamu nolongin aku. Waktu itu mau aku kembaliin tapi kamu keburu pergi. Dan mungkin baru sempet kali ini aja aku kembaliin.” Rubby menyerahkan sapu tangan putih yang ditepinya terukir inisial ‘i’…“hmm kalau boleh tau nama kamu siapa, di sapu tangan kamu terukir inisial ‘i’” tanya Rubby“aku Ihsan…makasih ya.” ihsan langsung berlalu meninggalkan Rubby setelah mengucapkan terima kasih“eh.. ihsan.. sebentar jangan pergi dulu.” Rubby mencoba mencegah ihsan“apa lagi…….”“hmm ga apa-apa, ngomong-ngomng kamu tinggal disini ya” tanya Rubby dengan wajah sedikit tersipu“iya, kenapa” jawab ihsan santaiDan belum sempat Rubby mengobrol banyak, Shinta sudah keburu datang untuk mengajaknya pergi.“Rubby ayo cepat pulang, sedang apa kamu disini. Ayo pulang” shinta menarik lengan Rubby karena tidak ingin ketinggalan rombongan.“aduh Shinta sebentar,” menoleh ke arah ihsan, ”hei ihsan boleh kapan-kapan aku berkunjung ke tempatmu” tanya Rubby dari kejauhan.“ya boleh….”Inilah pertemuan kedua Rubby dengan pemuda itu, setelah pertemuan pertama yang tak terduga. Ada sedikit kelegaan dihati Rubby setelah mengetahui siapa nama pemuda itu, terlebih lagi Rubby kini telah tau dimana ia tinggal. Mungkinkah ada pertemuan ketiga, ke empat atau pertemuan-pertemuan berikutnya. Rubby tak tau pasti, tapi didalam hati kecilnya Rubby berharap agar dia bisa berjumpa kembali. Entah apa yang membuat Rubby seperti itu, yang pasti semenjak kejadian itu perasaan Rubby berubah, ada ketertarikan yang Rubby rasa terhadap sosok ihsan.Dalam renungan malam Rubby selalu berdoa agar pertemuan itu menjadi pertemuan yang akan bermakna nantinya.*****

  • Cerpen Sahabat Terbaik Be the Best Of A Rival ~ 04

    PS: Untung aja aku baru ngabisin baca novel yang sukses bikin aku berfikir positif… Kalau nggak, Nggak tau deh..Thanks to "Mellisa"…Part sebelumnya silahkan baca "Cerpen persahabatan be the best of a rival part 3".Credit Gambar : Ana MeryaKeesokan harinya, farel sengaja bangun lebih pagi dari biasanya. langsung bersiap – siap untuk kesekolah. mamanya aja sampai heran. Biasanya kan farel baru bangun kalau udah di bangunin. itu juga harus pake olah raga suara alias teriak – teriak. la ini?. Selesai sarapan farel langsung tancap gas.sebagian

  • Cerpen Persahabatan Sejati Be The Best Of A Rival ~ 06

    Cerpen Persahabatan sejati Be the best of a rival. Nah biar gak bingung silahkan baca part sebelumnya di cerpen sahabat part 5.Credit Gambar : Ana MeryaChika merebahkan tubuhnya di atas kasur kamarnya. Pakaian sekolah masih melekat di tubuh, Sementara tas ia lemparkan disampingnya begitu saja. Teriakan sang mama yang mengingatkannya untuk makan siang sama sekali tidak di indahkanya. Matanya sudah mulai terpejam ketika terdengar suara motor memasuki halaman rumahnya. Pasti nino yang baru pulang dari kampus.sebagian

  • Cerpen Terbaru Take My Heart ~ 07

    Halo All Reader. Berhubung penulis sedang belajar "ala Mellisa" yaitu selalu menilai sesuatu dari positifnya, Oke kali ini penulis mau manfaatin Galau. Maksutnya penulis lagi galau kuadrat, N than tu "galau" penulis salurkan kedalam bentuk Cerpen.So begini lah jadinya… Ha ha ha…Over All, Happy Reading yak… Part sebelumnya silahkan baca :- Cerpen terbaru take my heart part 6"Silvi, Entar Siang loe ada acara nggak?" Tanya Vio sambil mulai menikmati Mie Soo Pesanannya.Silvi tidak langsung menjawab. Angannya melayang mengingat agendanya hari ini. Sambil tersenyum ia balik bertanya."Kenapa?"."Nggak kenapa – napa si. Rencananya ntar siang gue pengen ngajak loe ke gramedia. Gue pengen nyari buku moslem millionaire Karya Ippho Santoso. Katanya udah muncul di Gramedia" Tambah Vio Menerangkan.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*