Cerita Remaja Cinta Buruan katakan cinta ~04 {Update}

Dalam setiap kisah tertulis begitu banyak cerita. Kali ini akan kah tertulis kan kisah ku? * by Star Night*
Oke, biar gak bingung n mumpung penulis sedang baik (??) untuk part sebelumnya bisa langsung di baca di Cerpen Romantis Buruan katakan cinta part 3.
Happy Reading…

Credit Gambar : Ana Merya
Setelah hampir seminggu ani tidak masuk kuliah dan tidak ada di rumahnya selama itu juga kevin udah seperti orang gila, kerjaan nya tidak ada lain, hanya menunggu hanponenya kali aja ani menelponenya tapi ternyata dugaannya salah ani tidak menelponenya sama sekali. kevin terus mencoba menghubungi ani tapi bukan hanya tidak diangkat tapi hanpone ani sekarang tidak aktif, dan kevin makin menjadi strez.
Banyak yang mencoba menghibur dan menenangkannya tapi kevin tetap tidak mengalihkan perhatiannya dari hanponenya, banyak juga mahasiswi-mahisiswi yang mendekatinya sekadar sok perhatian tapi semuanya di cuekin termasuk dara.
Ehem, iklan dulu ya, kali aja ada yang mo ngeklik. he he he
Tiba – tiba suasana kampus heboh. Pasalnya ada murid pindahan baru di kampus, seorang cowok yang sangat keren dan begitu anak-anak melihatnya bakal langsung jatuh hati, cowok itu yang tak lain adalah vano, yang terkenal dengan ke playboyan nya, yang sering di juluki playboy cap gayung, karena semuanya di ambil. pokoknya playboy yang hanya dalam waktu satu minggu ia udah bisa memutuskan hubungan dengan pacarnya paling sedikit sepuluh orang. *Suwer pada bagian ini Star Night pun bingung?*.
Tapi walaupun vano terkenal dengan playboy cap gayungnya, tetap saja masih banyak cewek-cewek kecentilan yang mendekatinya sekadar memperhatikan ketampanan vano. baru aja tiga hari di kampus barunya, vano udah bisa memutuskan hubuangan dengan mahasiswi sekitar sepuluh orang . Tapi apapun itu, kekerenan vano membuat mahasiswi yang lain tidak bisa tidur semalaman, dan jika vano lewat semuannya akan pasang wajah manis agar mendapat perhatian dari sang cowok idola.
Cerpen Remaja Cinta
Pagi itu tepat dua minggu setelah kepergian ani, vano masih juga di kerubungi cewek-cewek, saat itu hari masih lumayan pagi, vano memarkirkan motornya di parkiran motor, saat ia turun dari motornya datang sebuah mobil yang baru masuk keparkiran, vano memperhatikannya hingga pemiliknya keluar dari mobil.
Semua mata terpana melihat kedatangan sang pemilik mobil, karena sang pemilik mobil adalah seorang cewek yang sangat cantik dan tak lain adalah ani?! . tapi bukan itu yang membuat yang lain pada kaget melainkan ani yang berubah drastis jadi cewek yang super cantik, rambutnya yang dulunya di ikat kini terjurai panjang tanpa poni yang menutupi mata, ani juga melepas kacamata minusnya, buku yang di bawanya tidak lagi menutupi langkahnya, kini ani bener-bener telah berubah. jalanan nya juga tidak lagi menunduk.
Ani berjalan memasuki kampusnya tapi tatapan mahasiswa-mahasiswi tidak lepas dari nya termasuk vano, cowok playboy kelas atas itu. vano langsung berhenti di tempatnya ia seperti terpaku dengan tanah yang di pijaknya, yang dia lakukan hanya menatap ani dengan pandangan kagum. ia merasa pernah mengenali bidadari yang baru turun dari mobilnya, ani udah benar-benar mirip dengan cinderella.
"elo..?!"
Kata ani dan vano hampir bersamaan begitu mereka bisa melihat dengan jelas dan mengenali satu sama lain, lalu mereka tertawa bersama, sambil ber high five. banyak anak-anak yang kaget melihat keakraban mereka ada yang jeaolous ada juga yang iri. pokoknya mereka bener-bener kaget. terutama para mahasiswi karena mereka yang pertama kali melihat vano saja selalu di cuekin. ini… ani yang dulunya terlihat sangat kuper kenapa bisa akrab dengan vano cowok playboy kelas atas itu. dan yang makin membuat mereka kaget adalah ani sekarang sangat berbeda jauh dengan ani yang dulu, bahkan kalau di bedakan mungkin ani lebih cantik dari pada madona kampus, siapa lagi kalau bukan dara.
"eh, jalan yuk….." ajak vano.
Ani langsung mengangguk dan melangkah bersama vano menuju kelasnya. tanpa di sangka tanpa di duga ternyata oh ternyata…. kevin ada di tempat parkiran saat hal itu terjadi (maksudnya ani yang tampak akrab dengan vano dan penampilan ani yang beda).
Tanpak kevin sangat kaget dengan itu semua dan mungkin ia tidak bisa percaya begitu saja kalau cewek cantik bahkan super cantik yang tak lain adalah ani itu bisa akrab sama vano sang playboy kelas atas alias playboy cap gayung.
"kevin… loe kok masih di sini? masuk yuk" ajak dara. kevin hanya mengangguk dan berjalan mengikuti dara. saat di perjalanan menuju kelasnya kevin melihat ani yang tertawa akrab bersama vano, jelas terpancar kecemburuan di mata kevin.
"kev loe udah selesai tugas dari bu vivi?" tanya dara, kevin hanya diam saja dengan terus memperhatikan ani yang tanpak akrab bersama vano "kev… kevin. loe dengerin gue nggax sich?" tanya dara lagi.
"eh iya. apa tadi?" tanya kevin kaget.
"loe udah selesai tugas dari bu vivi belum?" ulang dara.
"oh udah kok" jawan kevin.
"loe kenapa? kok wajah loe merah gitu, loe cemburu ya liat ani ama vano berdua?" tanya dara.
"engax. siapa juga yang cemburu" kata kevin.
"kalau loe cemburu itu ma wajar kali kalian kan masih pacaran. kalau nggax ya terserah"
"nggax kok, gue sama sekali nggax cemburu" jawab kevin.
"tapi mata loe itu lho. mata loe itu udah menandakan kalau loe itu cemburu ama mereka"
"gue bilang gue nggax cemburu!!!" bentak kevin. dara langsung kaget dengan bentakan itu tapi kevin santai aja "jangan sok tau deh loe" lanjutnya.
"maaf… tapi guekan emang tau and gue itu seriuz. yang bilang gue lagi bercanda itu siapa? orang gue serius juga. tapi kalau gue boleh kasi pendapat sich sebaiknya loe putusin aja ani karena…"
"nggax" potong kevin cepat "sampai kapan pun ani nggax bakal gue putusin, terserah dia mau ngapain yang penting gue nggax bakal mutusin dia" lanjutnya.
"ya itu sich terserah loe. kalau loe nggax mau juga nggax apa-apa kok, gue nggax maksa, lagian itu kan cuma pendapat umum aja, coba deh loe lihat sekarang ani itu udah beda banget kayak dulu, apa lagi sekarang dia akrab ama vano, bukan gue mau bilang kalau vano itu lebih keren dari pada loe ya. tapi, coba deh loe fikir, yang ngejar vano itu lebih banyak jadi kali aja ani…"
"ani bukan cewek yang kayak gitu" potong kevin.
"ya itu kan dulu, sekarang tu beda kev, ani udah jadi cewek cantik, siapa pun yang dia mau dia bisa dapatin dengan wajah secantik sekarang. mungkin aja sekarang dia juga jadi…"
"ani nggax mungkin jadi cewek kayak gitu… dia itu pacar gue"
"kalau dia masih nganggep loe itu pacarnya harusnya dia itu memberikan loe kesempatan untuk menjelaskan, bukan asal pergi gitu aja"
"tapi ini kesalahan gue, jadi gue pantas kok menerimanya kalau sampai ani marah"
"tapi semuanya kan bisa di bicarakan. kalau dia suka sama loe pasti dia bakal percaya sama loe, dan sekarang nyatanya dia malah ninggalin loe gitu aja, tanpa mementingkan perasaan loe dia malah akrab ama cowok lain, di depan loe lagi. mungkin bener kalau dulu ani itu suka sama loe tapi sekarang…. orang itu bisa berubah kapan pun dia mau kev, contohnya sekarang baru dua minggu lalu ani berpenampilan yang maaf ya bisa di bilang katro' dan sekarang dia udah jadi cewek yang cantik bahkan sangat cantik, jadi dia pasti bisa mendapatkan cowok kayak siapa pun yang dia suka"
"tau deh. gue pusing" kata kevin.
"tapi kev, ani itu…"
"cukup dara cukup. loe itu jangan manas-manasin gue terus donk" kata kevin.
"lho ini tu kenyataan kev, coba deh loe fikir sekarang ini loe kelihatan sedih banget bahkan sangat tersiksa dan loe kayak di campak kan gitu aja, apa ani pernah mementingkan perasaan loe, kalau ia dia nggax bakal deket ama cowok lain selain elo, dan pergi tanpa pamit sama loe, kalau dia masih menganggap loe itu pacarnya dia pasti bakal memberi tau loe…"
"udahlah gue bilang cukup!!!"
"kevin, loe itu terlalu baik untuk cewek kayak ani, kalau ani masih menganggap loe pacarnya dia pasti bakal mendekati loe terlebih dahulu bukan cowok playboy itu, buat apa loe pusing-pusing mikirin orang yang udah jelas nggax mikirin prasaan elo?" kata dara.
"eh loe ngerti nggax cih gue ngomong!!! gue minta loe diem!!! jangan ikut campur urusan gue!!! ngerti nggax sich!!!" bentak kevin sambil menghentikan langkahnya, dara langsung diam, kemudian kevin pergi meningalkan dara seorang diri, ia udah nggax perduli lagi walaupun pandangan anak-anak yang lain tak lepas dari memperhatikan nya dan dara.
"aduh, seharusnya gue nggax sekasar itu ama dara, dia kan nggax salah, cuma perhatian ama gue? iiih tapi gue juga nggax bisa diam aja kalau ada yang menghina ani, apa lagi bilang kalau ani itu nggax suka gue, itu nggax boleh terjadi pokoknya ani harus jadi milik gue selamanya, gue nggax percaya dan nggax mau percaya kalau ani udah nggax suka ama gue lagi" kata kevin dalam hati dan terus melangkah meninggalkan dara yang tampak masih syok.
Cerita Remaja Cinta
Saat di kelasnya banyak anak-anak yang tidak berani menatap ani dengan pandangan yang biasa ia berikan ke arah ani, karena selain ani udah jadi cantik banget, ia juga akrab dengan vano, cowok yang selama ini mereka anggap sebagai pangeran berkuda putih.
siang itu saat ani sedang duduk sendirian dengan membaca buku ditangan, fitri, sisi dan desy menghampirinya dengan pandangan menghina seperti biasanya, mereka menatap sinis kearah ani walaupun ani telah berubah menjadi cantik. bahkan lebih cantik dari mereka.
"eh loe sengaja kan ngelakuin ini…." kata sisi kearaha ani.
"maksud kalian apa?" tanya ani bingung.
"alah jangan pura-pura bego deh, loe itu pasti sengaja kan dandan kayak gini, supaya dapat perhatian dari vano, apa belum cukup kevin loe kuasain masih vano juga?" kata fitri.
"ini gue lakuin bukan karena alasan itu kok…" kata ani.
"trus kenapa? apa loe ngelakuin ini karena mau buat kevin bilang suka sama loe seperti taruhan kita. ia!!!" bentak desy ani langsung terdiam "nah bener kan. ha ha ha gue kasi tau ya sama loe. kalau itu alasannya, loe nggax bakal pernah berhasil. karena cewek kayak loe itu nggax pantas dapat cowok sekeren kevin maupun vano. ngerti!!!"
"bukan itu kok alasannya…"
"trus apa? he? apa?… ayo jawab…"
"emang apa masalahnya ama kalian?" kata ani sambil berdiri menantang, karena ia udah nggax tahan dengan perlakuan mereka yang ia anggap udah keterlaluan.
"waht? loe udah berani ama kita ha?! eh seharusnya loe itu nyadar, inget ya, walaupun elo udah berubah penampilan jadi kayak gini, tapi menurut kita loe itu tetap cewek buruk rupa yang selalu ngegodain cowok, tau nggax?!" bentak desy.
"gue nggax perduli. eh, asal kalian tau aja ya, untuk sekarang gue udah nggax perduli lagi kalian mau ngomong apa. sampai sekarang, gue juga masih bingung ama kalian, sebenernya apa sich yang kalian mau dari gue, dulu gue dandan kayak gitu nggax terima, maunya ngehinaaaa aja, dan sekarang gue udah berubah jadi gini tetap juga nggax terima, sebenernya mau kalian tu apa?" kata ani dengan sebelnya.
"loe…"
"apa?" balas ani "dulu gue ama kevin kalian nggax terima, sekarang gue ama vano kalian nggax terima juga?! apa sich yang kalian mau sebenernya?" kata ani mulai berani. yang lain langsung terdiam.
"tetap aja loe itu nggax setia, dulu katanya loe suka sama kevin, sekarang loe udah lihat kalau vano itu lebih kerena makanya loe mau berpindah kelain hati kan?"
"eh gue itu nggax pernah berpindah kelain hati tau nggax. eh asal kalian tau aja ya, gue ama vano itu cuma…" belum sempat ani meneruskan kata-katanya tiba-tiba ada yang memotongnya terlebih dahulu.
"ada apa nich…" tanya seseorang yang berada di sampingnya.
"hendri? loe mau ngehina gue juga…." kata ani dengan sebelnya.
"nggax kok na, gue nggax mau menghina loe, emang yang mau menghina loe itu siapa? loe jangan salah faham ama gue donk, gue ke sini cuma mau negasin ke mereka kalau gue udah bukan temen mereka lagi, ternyata selama ini gue udah salah menilai elo ani, dan semua ini gara-gara mereka. mereka udah menghasut gue na, mereka semua itu ternyata jahat, gue nggax nyangka lho kalau ternyata mereka sejahat itu" kata hendri yang membuat temen-temennya menatapnya nggax percaya.
"hen loe?…."
"apa? jangan kalian fikir gue bisa diam aja kalau kalian menghina ani di depan gue, sebenernya mau kalian itu apa sich, kenapa dari dulu kalian selalu musuhin ani, sebenernya apa sich yang ani lakuin sama kalian sampai-sampai kalian buat dia kayak gini, apa kalian masih sakit hati karena kevin lebih milih ani dari pada kalian, atau kalian nggax terima karena ani lebih cantik dari kalian ha?!" bentak hendri.
"hen loe, kenapa loe belain dia sich… dia itu nggax tau diri…."
"yang nggax tau diri di sini itu kalian, apa kalian masih nggax nyadar juga, kalian bisa nya cuma menghina ani aja ya, coba deh kalian fikirin kenapa kalian segitu bencinnya sama ani, apa salah ani sama kalian…." kata kevin.
"hendri…."
"cukup" kata ani "eh udah ya, kalian kalau emang mau berantem jangan di dekat gue donk, bagi gue kalian semua itu sama, jadi jangan mengkambing hitamkan temannya sendiri, karena kalau kalian lakuin itu maka sama aja kalian itu menghina diri kalian sendiri tau nggax. udah lah hen, gue nggax butuh pembelaan loe kok, gue bisa bela diri gue sendiri kok, jadi gue nggax butuh bantuan elo, lagian gue masih inget kok apa yang loe katakan di lapangan kemaren. jadi loe nggax usah sok baik di hadapan gue…" kata ani dengan sebelnya.
"ani, itu semua karena…."
"gue bilang cukup, ok. udah lah kalian itu semua sama jadi jangan saling menyalahkan" kata ani.
"ani…" panggil vano dari luar "kantin yuk…" ajaknya.
"eh e ia. bentar…" jawab ani "e ya udah ya, gue mau ke kantin, jadi kalau kalian masih mau berantem lagi, silahkan aja di terusin, gue nggax bakal menghalangi lagi kok… udah dulu ya daaaa…" kata ani dan melangkah meninggalkan temen-temennya menuju vano yang telah menunggunya.
Begitu di koridor perempatan jalan, ani melihat kevin yang sedang berjalan berdua bersama dara, langkah mereka langsung terhenti di jalan yang sama, dan tidak ada yang berbicara duluan. kevin melangkah menuju ani dan meninggalkan dara di perempatan koridor kampus.
"ani, kok berhenti?" tanya vano.
"e gue…" ani tidak melanjutkan ucapannya karena kevin udah berada di depannya.
"ani, ikut gue…." kata kevin sambil meraih tangan ani.
"eh apa-apaan nich, loe nggax lihat apa gue udah ngajaknya duluan, loe kalau mau ngajak dia harus izin ama gue dulu, kalau nggax ngantri donk di belakang…" kata vano nggax terima.
"kalau gue mau di sini, loe mau apa? eh, asal loe tau aja ya dia itu pacar gue, jadi suka-suka gue donk mau ngapain, loe nggax suka ha?!" bentak kevin.
"kalau pun loe pacarnya harusnya loe itu punya kesopanan donk, kalau loe mau pacar loe ngehargain elo seharusnya elo hargain dia, loe kasi apa yang harusnya dia ingin kan…" kata vano.
"loe tau apa ha?!" bentak kevin.
"ya gue tau lah, pacar loe itu menginginkan elo untuk….aawwww…" jerit vano karena ani langsung mencubit lengan vano dengan keras yang buat kevin jadi bingung.
"emang apa yang pacar gue ingin kan, kenapa loe bisa tau sementara gue nggax ha?" tanya kevin.
"itu karena elo nggax mau mengerti dia, coba aja loe lebih perhatian ama dia…"
"cukup vano. loe nggax seharusnya bilang kayak gini…" bentak ani.
"tapi ani, dia harus tau apa yang loe ingin kan…"
"udah lah, ini tu nggax penting…." kata ani dengan sebelnya.
"ini ada apa sich… kenapa kalian pada kelihatan ada yang di sembunyikan dari gue, jangan bilang kalau kalian itu pacaran…" kata kevin dengan penuh penyelidik.
"ha e enggak kok…." kata ani dengan cepat.
"sebaiknya loe harus belajar untuk nggax berperasangka buruk dengan pacar sendiri dan mencoba belajar agar loe bisa percaya ama pacar loe, bukan asal menuduhnya kayak gini…" kata vano dengan sebel.
"maksud loe apa… loe fikir gue itu bukan pacar yang baik ha?"
"kalau loe mikir nya gitu, loe nggax salah kok, loe itu kan emang kayak gitu orangnya, bukannya membela pacar loe sendiri juga, ini malah memarahinya, seharusnya loe itu bisa lebih bersikap lembut ama cewek, loe jangan terlalu kasar, karena kalau loe kasar-kasar ama cewek terutama ani gue nggax bakal tinggal diam" kata vano.
"kalau gue kasar sama dia emang urusannya sama loe itu apa, emang loe itu siapanya dia ha?"
"loe nggax tau siapa gue? ya udah kalau loe pengen tau loe cari tau aja sendiri, tapi yang jelas kalau loe masih menganggap dia pacar loe, harusnya loe buat dia untuk jadi cewek yang selalu bahagia bukan malah memperlakukannya kayak boneka, karena kalau itu sempet terjadi loe harus rela kalau gue merebutnya, karena gue nggax akan membiarkan orang yang penting dalam hidup gue itu tersakiti…" kata vano.
"hah, apa? orang yang penting dalam hidup loe… heh tau apa loe tentang arti sebuah dari kepentingan seorang cewek, loe itu kan playboy yang sukanya mainin cewek…" kata kevin dengan sinisnya.
"mendingan kayak gue yang kalau suka bilang dan kalau enggak ya tinggalin, sedangkan elo… loe nyadar nggax sich kalau loe itu nggax pernah mengakuinya… kalau nggax pacar loe nggax mungkin jadi kayak gini…"
"maksud nya?"
"sebaiknya loe harus lebih mengerti cewek, belajar untuk mengetahui apa yang dia inginkan, lagian apa loe pikir loe itu cowok baik-baik? kalau emang ia, kenapa loe jalan ama cewek lain…" balas vano sambil menatap sinis ke arah dara yang tak jauh dari mereka, kevin melihat kearah dara.
"maksud loe dia? dia itu…."
"loe nggax perlu susah-susah menjelaskannya ke gue, karena gue tau kok loe itu cowok kayak apa, alah udah lah nggax usah munafik, kalau loe emang suka sama cewek lain, loe bilang aja terus terang nggax kayak gini caranya… tapi loe inget aja, sekali loe menyakiti ani loe bakal langsung kehilangan dia!!!" tegas vano.
"loe… loe berani…." kata kevin tapi langsung berhenti karena ani menariknnya agar agak menjauh dari vano.
"udah deh, loe apa-apaan sich, berantem nggax jelas kayak gini, mending sekarang loe kasi tau, loe mau apa, gue ada janji ni ama vano untuk makan bareng, jadi gue nggax mau membuat vano menunggu…" kata ani.
"apa??? loe mau makan ama dia…" kata kevin sambil menunjuk ke arah vano yang tanpak tersenyum dengan senyuman kemenangan.
"ia. udah lah loe mau bilang apa, ntar cewek yang bareng loe itu bisa jamuran nungguin elo…." balas ani sambil melirik dara dengan malesnya.
"maksud loe dara…. kita tu cuma…"
"kalau loe cuma mau ngasi tau hal yang nggax penting kayak gitu mending di cencel aja dulu, gue udah laper nich, kasihan vano kalau harus kelamaan nungguin gue…" kata ani.
"an, loe kenapa jadi kayak gini sich, apa ini masih mengenai masalah kemaren atau…"
"ani, kita jadi makan siang bareng nggax…" tanya vano.
"e ia, jadi kok, bentar ya…" jawab ani ke arah vano "e ya udah kev, loe kalau mau ngomong dan apa pun yang mau loe omongin mending di pending aja dulu, gue mau makan ama vano dulu ya…." kata ani dan melangkah meninggalkan kevin sendirian yang tampak kaget "udah kok, yuk…" ajak ani ke arah vano dan melangkah menuju kantin.
"kevin…. loe nggax apa-apa kan…." tanya dara yang datang secara tiba-tiba.
"gue nggax apa-apa kok" balas kevin dan kemudian melangkah pergi, dara mengukutinya.
"kev, loe cemburu ya…." tanya dara.
"loe ngomong apa sich, mana mungkin gue cemburu, ada-ada aja sich…"
"sebenernya loe itu suka sama ani nggax sich, kenapa elo kelihatan nggax cemburu walau ani jalan ama cowok lain di depan loe…." tanya dara.
"bukan urusan elo"
"emang bukan sich, tapi sebagai seorang teman, gue berhak tau, karena kalau loe nggax suka sama ani buat apa hubungan ini kalian lakuin medingan loe putusin dia aja, karena percuma aja hunbungan tanpa cinta kayak gini, masih banyak kok cewek yang mau sama loe, bukan cuma ani aja tau nggax" kata dara.
"gue belum kepikiran untuk memutuskannya…" kata kevin.
"0 ya udah, tapi seharusnya loe nggax tinggal diam kalau di giniin, loe itu kan manusia yang juga punya perasaan. gue nggax tega lihat loe yang kayak di permainkan kayak gini…." kata dara.
"loe emang temen gue yang baik, tapi gue minta sama loe untuk masalah ini aja, tolong loe jangan ikut campur, biarkan gue melakukna hal yang gue ingin kan…"
"ia deh, maafin gue ya…." kata dara, tapi kevin diam saja.
pulangnya ani menuju parkiran bareng vano sambil tertawa akrab dan tanpak kevin kagetmelihatnya ia langsung menghampiri ani yang baru aja tiba di tempat parkiran.
"ani, kita perlu bicara…" kata kevin.
"mau ngomongin apa lagi sich.,…" balas ani.
"loe kenapa sich? kenapa loe jadi kayak gini…"
"gue… gue nggax apa-apa kok, ini cuma perasaan loe aja kali, gue sama sekali nggax kenapa-napa…" balas ani.
"tapi…" kata-kata kevin terhenti saat mendengar kata-kata vano.
"na, gue pulang dulu ya…. inget ntar gue jemput jam setengah tiga, ok" kata vano.
"ia. ya udah sampai ketemu entar ya…" kata ani ke arah vano sambil tersenyum, kemudian vano pergi dengan motornya meniggalkan halaman campus.
"ani, loe mau jalan ama vano?" tanya kevin nggax percaya.
"he-eh, dia kan baru beberapa hari di sini, jadi dia mau minta tunjukin ama gue tempat-tempat yang bagus di sini…" jawab ani "kenapa? loe mau ikut?" tanyanya.
"emang nggax ada orang lain apa? kenapa harus elo?" tanya kevin tanpa menjawab pertanyaan ani.
"ya karena dia bilang kalau gue itu temennya yang bisa di percaya, dan nggax mengaggap dia sebagai seorang cowok playboy, dia tau kalau gue nggax mungkin suka sama dia makanya dia mengaggap gue itu bisa di percaya dari pada yang lain…"
"loe sadar nggax sich, kalau semua ini cuma akal-akalan nya dia aja, dia itu sengaja bilang gitu karena mau jalan ama loe, dia itu cowok brengsek ani, dia cuma mau mainin loe aja, karena gue punya firasat buruk tentang dia…"
"kevin, loe itu nggax boleh bilang kayak gitu, vano itu cowok baik-baik kok, dia nggax pernah macem-macem ama gue, dan saat anak-anak menghina gue dia selalu belain gue…" kata ani.
"apa loe su/ka sama vano…"
"lho, kalau emang gue suka sama dia kenapa? nggax ada masalahnya kan…."
"ani…"
"selama ini yang bilang suka sama gue baru vano aja, jadi nggax ada masalah kan kalau seandainya gue juga…"
"loe nggax boleh suka sama vano…" potong kevin.
"ha ha ha gue cuma bercanda aja kalee, lagian gue nggax suka sama dia kok, tadi gue kan cuma bilang seandai nya, jadi nggax beneran…" balas ani.
"gue nggax perduli loe mau bilang seandainya atau apapun, yang jelas loe nggax boleh suka sama dia…." kata kevin.
"ya udah, gue nggax suka sama dia. sampai kapan pun gue nggax bakal pernah suka sama dia, udah kan…." balas ani.
"ani, gue minta sama loe untuk menjauhin vano"
"lho kenapa? vano itu baik kok, dia itu temen gue…"
"tapi dia itu nggax sebaik yang loe fikirkan… dia itu cuma mau mainin loe aja ani, loe harus percaya ama gue, dia itu bukan cowok baik-baik, dia punya pacar di manapun dia tinggal jadi…"
"kevin, gue tau kok, dia itu kayak apa, jadi loe nggax perlu susah-susah kasi tau gue, tapi gue harap walaupun loe nggax suka sama orang jangan kayak gini donk caranya, vano itu nggax terlalu jahat kok…. menurut gue apa yang dia lakuin nggax salah" kata ani.
"apa loe bilang? nggax salah? loe bilang cowok yang selalu mainin cewek itu nggax salah? loe sadar nggax sich…"
"ya sadar donk, abis vano ngelakuin itu kan cuma karena cewek itu aja yang kecentilan, kalau ceweknya nggax kecentilan juga vano nggax mungkin mau ngegodanya…" kata ani.
"loe itu sebenernya siapa nya vano sich… kenapa loe seperti tau segalanya tentang dia…." tanya kevin.
"ya gue itu temennya, emang loe mau gue itu jadi siapanya ha? kita itu cuma sebatas temen aja kok, dan nggax lebih…." kata ani.
"tapi tindakan elo itu udah lebih dari pada temen ani…"kata kevin.
"maksud loe…"
"loe sadar nggax sich, kalau pembelaan loe terhadap vano itu terlalu berlebihan…"
"yang berlebihan di sini itu elo kev, elo terlalu berlebihan menganggap gue itu suka sama vano, kita tu cuma teman, sama kayak loe ama dara, kalian kan cuma temen begitu juga dengan gue…."
"tapi kita beda na, dara itu nggax seperti vano. dara itu tulus jadi sahabat gue…."
"0 jadi menurut loe vano nggax tulus gitu? kalau gitu menurut loe, loe salah kev, bahkan loe salah besar, vano itu baik, dia nggax seburuk yang loe fikirin"
"tapi kenyataannya…. loe lihat sekarang baru sehari aja loe kenal vano dia udah bisa merasuki elo untuk tetap membela dia…"
"tapi itu lah kenayataanya kev, vano itu emang baik dia nggax seburuk itu…."
"ani loe itu terlalu polos, hingga loe bisa di bohngin ama siapa aja…"
"ia, termasuk ama loe, ia kan? loe mau bilang gitu kan kev?"
"kenapa jadi loe yang nyalahin gue…"
"ya karena ini emang salah loe, gue gini gara-gara loe, udah lah ini udah siang. gue mau pulang…"
"ani gue belum selesai bicara…."
"ya udah di tunda aja buat besok, karena kalau loe sealalu nyalahin vano urusan kita nggax bakal bisa selesai, loe tau kan ini tu bukan salah vano jadi loe nggax boleh nyalahin vano…" kata ani dan siap mau pergi tapi di halangi ama kevin "aduuuh loe mau apa lagi sich…." tanya ani.
"maksud loe bilang ini semua nya salah gue itu apa? emang apa yang udah gue lakuin…" tanya kevin bingung.
"ya loe fikir aja sendiri, tapi yang jelas ini semua nggax ada hubungannya ama vano, udah ya daaaa…" kata ani dan melangkah menuju mobilnya, meninggalkan kevin sendirian di tempat parkiran.
Next cerpen romantis buruan katakan cinta part 5.

Random Posts

  • Cerpen Remaja Tentang aku dan dia ~09 {Update}

    Cerpen RemajaTentang Aku dan DiaCredit Gambar : Ana MeryaDengan segenap tenaga yang ia punya, Gresia meluncur dari gerbang sekolah menuju ke kelas. Kebiasaan bangun telat kali ini benar – benar membuat nasibnya bagai telur di ujung tanduk. Tanpa mengurangi sedikit pun kecepatan larinya ia melirik jam yang melingkar di tangan. Tapi tepat di tingkungan tidak sengaja ia menabrak seseorang.sebagian

  • Cerpen Cinta Kenalkan Aku Pada Cinta ~ 12

    Halo semuanya #pasang wajah tak berdosa. Cerpen Cinta Kenalkan Aku Pada Cinta ~ 12 kelaman ndekem di draf yak? Ha ha hai, abis bijimana donk. Udah pusing adminnya mikirin blog mulu. Ciuuusss deh. Pengen nggak di urusin, sayang. Di urusin, tapi rada males.. #ditabok.Okelah, Biar nggak molor molor kita langsung lanjut baca aja. Nah, buat yang udah lupa cerita sebelumnya bisa di cek disini.Sejenak Astri terdiam di hadapan cermin meja riasnya. Keningnya sedikit berkerut samar sembari dalam hati mengerutu sebal saat melihat beberapa jerawat yang tubuh di wajahnya. Tak ingin terlalu memikirkan, Astri segera berbalik. Melangkah keluar dari kamarnya. Ia yakin saat ini keluarganya pasti sudah duduk di meja makan. Siap untuk menyantap makan malam.Tepat saat Astri membuka pintu kamarnya, secara refleks tubuhnya langsung mundur berlahan saat mendapati Rendy yang berdiri tepat di hadapannya dengan tangan yang mengepal lurus. Sepertinya pria itu berniat untuk mengetuk pintu kamarnya.sebagian

  • Cerpen Remaja: SAHABATKU CINTAKU

    SAHABATKU CINTAKUOleh: Dellia RiestavaldiKamu, orang yang membuatku nyaman, dan bahagia. Selalu menjagaku tanpa lelah. Tetapi rasa ini sungguh menyiksaku, menunggu kepastian tanpa balasan. Dia sahabatku, tapi dia juga nafasku, dia Dicky Aprilio. Sejak pertama aku kenal dia, tatapannya itu masih teringat jelas di memoriku, senyumannya membuatku tenang dan damai  dia selalu menjagaku kapanpun dan dimanapun, setiap aku down dia selalu memegang erat tanganku dan membuatku bangkit lagi.Mungkin aku terlalu egois terlalu berharap untuk memilikinya, tapi aku tak bisa selalu berpura-pura untuk tidak mencintainya. Tapi disisi lain kalau emang kita jadian aku TAKUT, aku sangat takut kehilangan dia, aku gamau dia hilang dari mata dan hatiku. Tapi di sisi lain juga aku pengen banget milikkin dia, supaya semua orang tau dia milik aku bukan milik orang lain.Aku selalu menahan rasa sakit ini ketika teman-temanku menanyakan kedekatan ku dengan dicky selama ini, aku sakit ketika aku harus bilang “ bukan, dia hanya temanku.” Dan merekapun menjawab “padahal udah cocok banget, jadian aja.” Aku hanya membalas dengan senyuman. Tapi perlahan masalah itu sudah menjadi hal yang biasa untukku. Karna Dicky mengajarkanku untuk bertindak dan bersikap yang dewasa. Aku ga berani bilang Dicky adalah segalanya buat aku, karna aku takut segalanya aku hilang.Aku berusaha menjadi wanita yang dewasa yang ingin selalu berfikiran positif, jadi aku kadang berpikir kalau hubungan aku sama Dicky sekarang jauh lebih bahagia  aku takut jika kita pacaran lalu putus dan gak bisa deket lagi, mending betemen kaya sekarang dan dia gak akan ninggalin aku, kecuali dia mempunyai cintanya yang baru.D-I-C-K-Y seseorang yang paling berharga buat aku sekarang, andaikan aku mampu berkata di depannya bahwa aku sayang dia dan gamau kehilangan dia mungkin aku akan jauh lebih tenang, tapi beberapa kali aku mencoba untuk mengatakannya malah yang ada hanya gemetaran yang ku rasa, mungkin belum saatnya aku berkata seperti itu.Tawa dan candanya adalah warna di hidupku, aku tak ingin semuanya berlalu begitu cepat. Dicky juga adalah salah satu alesan yang membuatku betah di masa SMA yang dulu yang aku anggap biasa aja. Aku sekarang masih duduk manis di sampingnya menjadi teman biasa, entah akankah posisi itu berubah, akupun tak tahu  *****Komentar langsung bisa lewat Fb: adell qodell @ondelladell

  • Cerpen Cinta Kenalkan Aku Pada Cinta ~ 13

    Hufh, ide makin lama kenapa di cari makin susah aja yak? Ciuuuusss deh. Beneran. Makanya ntu adminya aja bingung tujuh keliling buat lanjutin cerpen kenalkan aku pada cinta part 13 ini. So, buat yang udah baca. Yang udah ngikuti jalan ceritannya dari awal sampe kini, bisa donk ngasih sarannya di kotak komentar bawah. Ini cerita bagusnya di bawa kemana. Yah itung – itung bisa jadi referensi buatu admin buat bikin endingnya. Ngono.Nah, karena cerpen nya kebetulan juga udah lama nggak muncul – muncul, kali aja udah pada lupa sama jalan ceritannya so bisa di cek dulu pada cerita sebelumnya. Cerpen Cinta Kenalkan Aku Pada Cinta ~ 13“Akh, akhirnya. Ketemu juga. Ternyata kalian disini.”Kepala Astri reflex menoleh bersamaan dengan kalimat yang baru saja di tangkap indra pendengarannya. Sebuah senyum mengambang di bibir saat melihat Alya dan Rendy yang menghampirinya. Dalam hati ia merasa lega atas kemunculan dua makhluk yang baru saja menyelamatkannya dari situasi yang sedikit membingungkan. “Kok kalian nggak bilang si kalian disini, kita berdua kebingungan tau dari tadi nyariin,” sambung Alya lagi sembari duduk disamping Astri.“Ya?” Astri menoleh kearah Alya sebelum kemudian matanya beralih menatap tajam kearah Andre yang justru malah membuang pandangan darinya. “Kenapa?” Tanya Rendy tiba – tiba. Astri menoleh dan baru menyadari kalau kakaknya sedang memperhatikan dirinya. “Nggak. Nggak kenapa – napa kok.”“Aneh,” gumam Rendy lirih namun masih mampu di tangkap oleh indra pendengarannya tapi Astri lebih memilih pura pura tidak mendengarnya.“Tapi ngomong – ngomong kok kalian berdua malah disini? Bukannya kita mau nonton ya? Memang filmnya diputar jam berapa?” Tanya Rendy lagi.“Masih sekitar satu jam lagi. Cuma dari pada kelamaan nunggu, gue pikir bagusan kalau kita makan dulu,” kali ini barulah Andre buka mulut.“Ide bagus,” sambar Rendy langsung. Kemudian dengan santai ia memanggil pelayan untuk memesan makanannya. Selang beberapa saat kemudian makanan sudah terhidang di meja.“Oh ya, sebenernya kita mau nonton film apaan si? Bagus nggak?” Tanya Rendy disela makanan yang mulai di nikmatinya.“Film 99 Cahaya Dilangit Eropa. Katanya sih bagus,” jawab Alya.“Tapi gue kan udah nonton. Gue nggak ikut ya,”Semua mata langsung menoleh kearah Astri. Nggak ikut? Terus tu anak mau kemana?“Loe udah nonton? Kapan? Sama siapa? Kok loe nggak ngajak – ngajak? Terus, kalau loe emang udah nonton ngapain loe ikut sama kita?”Sungguh, Astri beneran berniat untuk menjitak kepala kakaknya saat itu juga jika bukan karena takut jadi adik durhaka. Secara sejak kapan ia ingin nonton harus laporan dulu sama kakaknya? Dan lagi, tadi yang maksain dia untuk ikut siapa? Dasar kakak durhaka, geramnya.“Udah. Kemaren. Bareng sama Fajar. Gue aja diajak, ngapain gue ngajakin elo. Dan tadi yang maksain gue buat ikut siapa?” walau kesel, Astri tetap membalas pertanyaan kakaknya.“Fajar? Kayak pernah denger namanya,” gumam Rendy sambil pasang tampang mikir.“Fajar? Loe pergi sama dia?” Alya menimpali, Astri hanya mengangguk membenarkan. Tanpa menoleh ia mulai menikmati makanan di hadapannya.“Loe kenal sama Fajar?” Tanya Rendy, kali ini pertanyaannya ia lontarkan kearah gadis yang duduk di hadapannya.“Loe cakep cakep pikun juga ya. Tentu saja gue kenal. Dia kan yang kemaren datang kerumah loe waktu mau benerin laptopnya Astri. Gimana sih?”sahut Alya dengan nada menyela.“Oh cowok yang itu. Yang katanya suka sama loe ya?” balas Rendy yang langsung mendapatkan tatapan tajam sebagai balasannya.“Terus kalau loe nggak ikut nonton loe mau kemana? Atau kita ganti aja nonton film yang lain aja gimana?”Astri mengeleng. “Nggak usah. Loe kan katanya pengen nonton tu film. Nonton aja, biar gue…”“Biar loe jalan aja sama Andre. Alya sama gue aja. Lagian Andre nggak suka nonton film Indonesia. Doi kan sukanya film action atau pun film horror. Oke?” potong Rendy sebelum Astri sempat menyelesaikan ucapannya. Membuat gadis itu semakin merasa kesel. Punya kakak kok gini amat ya. Beneran bukan suri tauladan kakak yang baik and pantas di tiru.“Kenapa harus sama Andre?” Tanya Alya terlihat keberatan. Tentu saja, secara gadis mana sih yang rela ketika melihat ada gadis lain yang berusaha di jodoh – jodohkan dengan pria yang di sukainya. Apalagi jelas jelas pria itu menyukai gadis tersebut. Rendy pastilah orang yang sangat bodoh jika tidak menyadari itu.“Itu karena gue pengennya jalan sama loe,” balas Rendy polos.Alya terdiam, matanya secara menyipit melirik kearah Rendy. Sementara yang di tatap langsung pasang pose memelas.“Oke deh kalau gitu. Gue setuju.”“Setuju?” gentian Astri yang kaget. Alya setuju buat jalan sama Rendy. Wah, gaswat. Jangan – jangan tu cewek sudah terkena pengaruh pesona kakaknya. Bisa – bisanya dia menyetujui ajakan playboy cap gayung itu.“Iya. Dan kita perginya sekarang. Ayo Ren,” ajak Alya tanpa basa basi. Walau terlihat sedikit bingung Rendy manut. Apalagi Alya sudah terlebih dahulu meninggalkan kursinya. Hanya saja pria itu tidak mampu menahan diri untuk tidak merutuk dalam hati. Hei, makanan yang ia pesankan belum habis. Apa barusan itu bukan tindakan pemubazir.“Jadi As, habis ini kita mau kemana?”Astri menoleh dan segera menyadari kalau saat ini ia tidak sedang sendirian.“Atau kalau loe emang keberatan buat jalan sama gue, gue siap nganterin loe pulang,” sambung Andre lagi.Astri masih terdiam. Sedikit perasaan tak enak merambati hatinya, terlebih saat melihat raut kecewa diwajah Andre. Setelah menimbang – nimbang akhirnya mulutnya berujar.“Loe suka baca buku nggak?”“Ya?” Andre bingung. Tidak tau kemana arah pembicaraan ini akan di bawa.“Kebetulan ada buku yang pengen gue cari. Jadi kalau loe nggak keberatan gimana kalau kita ke toko buku bentar. Nah, abis itu baru deh. Terserah kita mau kemana,” sambung Astri lagi.Mendengar itu, senyum merekah di bibir Andre. “Tentu saja tidak. Kalau gitu, ayo kita pergi sekarang,” ajaknya bersemangat.Kenalkan Aku Pada Cinta ~ 13“Jelasin ke gue apa yang terjadi tadi malam?”Astri menoleh, setelah melihat siapa yang kini berada di hadapannya kepalanya kembali menunduk, menatap kearah buku yang ada di tangannya. Melanjutkan aktifitas membaca seperti sebelumnya. Bersikap seolah kalimat barusan bukan di tunjukan untuknya.“Lah gue di kacangan,” gerut Alya sambil mendaratkan tubuhnya pada kursi di samping Astri sementara tangannya terulur menutupi buku yang Astri baca.“Apaan sih loe? Masih pagi gini juga,” keluh Astri kesel.“Justru karena masih pagi gue nanya. Mumpung dosen belom datang. Lagian loe tingal jawab aja apa susahnya sih,” cibir Alya. “Tadi malam itu loe kemana? Setelah nggak jadi nonton, kalian ngapain aja? Terus kenapa pake pulang nggak bilang – bilang?”“Hufh,” kali ini Astri menutup bukunya. Yakin kalau ia tidak akan bisa berkonsentrasi lagi menghadapi bacaan selama gadis yang kini disampingnya belum mendapatkan jawaban yang di inginkan. “Ya kemaren kita makan. Loe kan liat sendiri.”“Makan doank? Abis itu? Jangan bilang kalau loe langsung pulang?” kejar Alya lagi.Astri terdiam, untuk sejenak angannya melayang ke kejadian kemaren.“Jadi, loe suka baca ya?” tanya Andre sambil berjalan menemani Astri melewati rak – rak buku yang berjejer.“Banget. Loe sendiri?” Astri balik bertanya.“Buku apa yang loe suka?” tanya Andre lagi.Astri mengernyit, pertanyaannya di kacangin. Namun tak urung mulutnya menjawab. “Gue suka baca Majalah, novel romantis, buku motivasi dan juga komik. Kenapa?”“Terus selain baca loe suka apa lagi?”“Emp… Nonton…” sahut Astri setengah bergumam.“Kalau loe suka nonton, kenapa loe tadi menolak buat nonton bareng?”“Gue bukan nolak. Tapi gue bilang, gue udah pernah nonton. Apa serunya coba nonton di ulang – ulang. Secara kita kan udah tau jalan ceritanya.”“Kita kan bisa nonton film yang lain.”“Sebenernya gue nggak suka nonton film Indonesia. Palingan hanya beberapa aja yang gue tonton. Itu juga kalau emang udah ada yang ngerekomendasikan dan setelah mengadakan riset soal filmnya ke sana sini. Gue juga nggak suka film Action, apalagi film horror. Secara gue kan orangnya penakut.”“Terus maksut loe suka nonton itu apa?”“Maksut gue, gue suka nonton itu di rumah. Nonton video koleksi downloadan gue sendiri. Ya gue emang anti banget sama sinetron sih, tapi gue itu ngefans berat sama drama. Baik itu drama jepang ataupun drama korea. Terlebih kalau ceritanya romantis, bisa lupa waktu deh kalau udah nonton. Kakak gue aja suka kesel liatnya. Bahkan gue sering di ledekin sama dia.”“O… Jadi loe suka sesuatu yang romantis,” gumam Andre lirih.“Ya?” Astri menoleh. Seolah baru menyadari kalau ia telah terlalu banyak bicara. Entah dari mana datangnya tiba – tiba ia merasa malu. “Ehem…. Ya begitulah. Tapi itukan dalam Novel, drama ataupun film,” sambungnya menambahkan.“Kalau di dunia nyata?”Ini kenapa Astri jadi merasa kalau ia sedang di introgasi ya? Saat matanya menoleh kearah Andre, ia mendapati kalau tatapan pria itu jelas tertuju kearahnya dan masih menantikan jawaban darinnya. Untuk sejenak, Astri merasa kalau pipinya terasa panas. Dengan segera di alihkannya tatapan kearah lain. Tidak tau harus menjawab apa.“Ngomong – ngomong, sebenarnya loe mau cari buku apa si?”Astri kembali menoleh. Dihembuskannya nafas lega ketika menyadari Andre kini tidak lagi menatapnya. Justru perhatian pria itu kini tertuju pada buku yand diambil secara acak dari rak yang ada dihadapannya. Sementara tangannya sediri sibuk membolak balikan lembar demi lembar halamannya.“Gue mau cari buku…” Astri menoleh kesekeliling. Tiba – tiba merasa bingung. Sederetan judul daftar buku yang sangat ingin ia baca selama ini telah menguap entah kemana. Pikirannya mendadak terasa blank. Terlebih ketika menyadari kalau toko buku hanyalah tempat yang ia pilih secara serampangan tadi. Tempat yang ia gunakan untuk menyelamatkan diri dari perasaan tidak enak yang sempat melandannya. Jadi kini, sepertinya ia akan melakukan metode yang sama seperti sebelumnya. Tangannya dengan acak terulur meraih buku yang berada tepat di hadapannya.“Ini.”Andre tampak mengernyit ketika membaca judul buku yang tertera. “Mengenal virus pada computer?”“He?” Astri segera manatap buku yang ada di tangannya. Astaga, buku apa yang ia ambil? “Ehem, Iya. Gue emang lagi nyari buku soal computer. Soalnya, laptop gue kan emang sering eror. Gue emang sempat minta tolong sama Fajar sih kemaren buat benerinnya. Tapi kan nggak mungkin juga gue minta tolong terus sama dia. Sementara kalau sebentar – sebentar gue bawa keahlinya, yang ada entar gue di kira gaptek banget lagi. Ya udah, makanya gue pengen cari tau sendiri,” terang Astri menambahkan. Andre tampak mengangguk paham.“Ya sudah, kalau gitu kita bayar dulu yuk,” ajak Astri lagi. Dan lagi – lagi Andre mengangguk sembari mengikuti langkah Astri menuju kearah kasir.“Eh busyed, dia malah melamun. Ayam tetangga pada mati Woi” Kalimat itu kembali mengantarkan Astri pada keadaannya semula. Matanya menatap ke Alya yang kini menatapnya kesel yang hanya di balas cibiran olehnya.“Loe mau tau aja.”“Ya iya donk. Jelas aja gue pengen tau. Secara loe kan jalan sama cowok yang gue suka.”“Glek.”Pas. Astri merasa kalimat itu ngena banget. Menghunjam tepat kearah hatinya. Kenapa ia bisa lupa dengan fakta itu ya? Kenapa ia bisa lupa kalau Alya suka sama Andre?“Kak Andre cuma nemenin gue beli buku doank. Abis itu kita langsung pulang,” sahut Astri akhirnya.“Toko buku?” Alya menegaskan, Astri hanya mengangguk tak bersemangat. Karena sepertinya semangatnya tiba – tiba raib entah kemana.“Dan abis itu kalian langsung pulang?” sambung Alya lagi.“Iya. Loe tenang aja. Gue nggak mungkin ngapa – ngapain sama kak Andre. Lagian gue tau kok, kalau loe suka sama dia,” jelas Astri lagi.Alya terdiam. Matanya menatap Astri dengan tatapan menyelidik, tapi gadis itu justru malah mendorongnya menjauh, sembari memberi isarat padanya untuk menatap kedepan. Ternyata dosennya sudah ada di depan. Dan kelas pun akan segera di mulai. Jadi mau tidak mau mereka harus menunda pembicaraannya. To Be ContinueAdmin ~ Lovely Star Night

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*