Cerbung The Prince Part 13

Baiklah, Di lanjutin protes, lanjutannya lama protes, gak di lanjutin apa lagi. C'Mon, Kerjaan ku bukan cuma nulis cerpen aja kale…. #banting sendok.
Oke deh, tapi salah ku juga kali ya, kenapa nie cerpen, ehem cerbung maksudnya nggak ending – ending. Ya sudah kalau begitu, Mantepin diri sendiri buat ngeEnding Cerpen The prince the princess and mis cinderela ini dulu.
#FIGHTING!!!!!….

Credit gambar : Ana merya
"Andre, kok muka loe kusut gitu?".
Andre menoleh, mendapati Revan yang kini sedang menatapnya khawatir.
"Nggak papa kok" Elak andre.
"Masih masalah kevin ya?" tanya Revan lagi.
Untuk sejenak Andre terdiam sebelum kemudian mengangguk lemah.
"Gue nggak bermaksut untuk mencampuri urusan kalian. Hanya saja kalau gue boleh tau, sebenernya loe punya hubungan apa sama tu anak".
Lagi – lagi Andre terdiam, Menimbang – nimbang tentang apa yang harus di lakukannya. Setelah terlebih dahulu menarik nafas untuk sejenak mulutnya kembali berujar.
"Ceritanya panjang".
"Gue siap dengerin kalau loe emang berniat untuk bercerita".
Dan kemudian mengalirlah cerita itu dari mulut Andre.
"HA?" mulut Revan terbuka setengah tak percaya setelah mendegar cerita panjang lebar dari mulut Andre. "Maksutnya loe sebagai Riany, Jadi musuh sekaligus pacar Kevin tapi pada saat bersamaan loe Juga jadi Andre yang noteben nya sebagai sahabat karib kevin tanpa dia tau kenyataan yang sesungguhnya?".
Andre mengangguk lemah, Dan sebelum ia sempat melihat raut kaget hilang dari wajah Revan ia sudah terlebih dahulu dibuat kaget saat mendapati sosok seseorang yang berdiri mematung tak jauh darinya.
"K…Ke…. Kevin?" Ujar Andre setengah tak percaya. Reflkes Revan segera mengikuti arah pandangan Andre.
"Andre dan Riani adalah orang yang sama?" Gumam Kevin lirih. Jelas ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar bahkan apa yang baru saja ia katakan.
"Ah, Gue pasti sedang bermimpi" Sambung kevin lagi sambil memukul – mukul kepalanya sendiri. "Ini mustahil" sambung Kevin lagi sambil berbalik dengan langkah semboyongan kearah mobilnya. Tanpa Revan maupun Andre sempat mencegahnya.
Cerpen the prince the princess and mis cinderella part 13
"Hufh"..
Untuk kesekian kalinya aku kembali menarik nafas berat. Astaga, jantung ku kali ini benar – benar terasa mau copot. Sumpah, seumur hidup aku belum pernah merasa segugup ini untuk bertemu dengan Kevin.
"Oke riani, loe pasti bisa. Fighting" Ujar ku sendiri sambil melangkah menghampiri kevin yang tampak sedang duduk di taman kampus.
"Kevin, Kita bisa bicara sebentar?".
"Nggak" sahut kevin ketus.
"Tapi ada yang pengen gue jelasin sama loe".”
Gue nggak mau denger".
"Tapi kev…".
"Loe mau jelasin apa ha?. Loe mau bilang kalau gue ini ternyata gampang di bodohin. Atau loe mau menunjukan ke semua orang kalau sesungguhnya Gue, KEVIN. Dengan gampangnya di bohongin sama loe dengan nyamar jadi cowok untuk pura – pura jadi sahabat gue, Karena pada saat bersamaan seorang cewek yang bernama riani itu jadi musuh gue" Kata kevin setengah berteriak sehingga menarik perhatian semua yang ada di sana.
"Plok plok plok" Kevin tampak bertepuk tangan. "HEBAT".
"Kev, bukan itu maksut gue".
"Gue nggak perduli apa maksut loe. Yang pengen gue tau, Selain dari cewek cupu dan cowok gadungan loe punya kepribadian apa lagi?" tanya kevin tegas.
"Atau jangan – jangan loe dibalik kacamata loe, loe juga bisa jadi cewek pangilan?".
"Plak".
Sebuah tamparan medarat telak di pipi kevin.
"Gue nggak nyangka loe bisa berfikir gue serendah itu".
Selesai berkata aku segera berbalik. Sial, kenapa air mata ini kembali menetes si.
"Argh, Sial" Geram kevin kesel.
"Bro, sabar dulu. Sebenernya ada apa?".
"Loe tau cewek yang barusan. Dia, udah bohongin gue dengan nyamar jadi cowok. Dia udah bohongin gue dengan pura -pura jadi sahabat gue. Dan dia juga…..".
"Loe yakin dia sengaja?".
"Loe yakin nggak ada kesalah pahaman disini?".
"Atau loe udah denger alasan dia?".
Berbondong pertanyaan keluar dari mulut sahabat – sahabatnya.
"Saran gue, coba loe pikirin dengan kepala dingin. Gue nggak yakin Riani sepicik itu. Yah, loe pasti lebih tau dia dari pada kita".
Kevin terdiam, tanpa kata ia segera berbalik pergi.
Cerpen the prince the princess and mis cinderella part 13
Lama kevin terdiam dilama kamarnya. Walau suasana tenang tapi perang batin jelas terjadi dalam dirinya. Ia sendiri masih bingung denga kenyataan apa yang telah di terimanya. Jujur saja ia merasa marah, Ia merasa ia telah di bohongi mentah – menatah. Namun disisi lain ia juga merasa lega. Andre, Yang selama ini selalu berat untuk ia akui sendiri kalau sesungguhnya ia merasa menyukainya ternyata seorang wanita. Hei, bukankah itu artinya ia masih normal?.
Sesungguhnya ia juga masih penasaran dengan gadis itu. Tentang alasannya melakukan semua ini. Secara kalau di ingat – ingat lagi, sepertinya gadis itu juga tidak terlihat memanfaatkannya. Atau ia memang harus mengikuti saran teman – temannya untuk mencari tau langsung.
Namun sebersit keraguan kembali menyelimutinya saat mengingat kejadian tadi siang. Menyadari ruat marah sekaligus kecewa riani jelas membuatnya merasa bahwa mungkin tidakannya tadi keterlaluan. Dan setelah menimbang – nimbang semuannya akhirnya ia memutuskan untuk langsung menemui gadis itu.
"Kevin, kamu mau kemana?".
Langkah kevin yang sedang menuruni tangga terhenti saat mendengar suara mama dari ruang tengah. merasa heran tumben jam segini kedua orang tuanya ada di rumah.
"Mau keluar bentar ma. kenapa?".
"Duduk sini sebentar. Ada yang ingin mama dan papa mu bicarakan".
Manut, Kevin segera melangkah menghampiri kedua orang tuanya dan duduk tepat di hadapan mereka.
"Ada apa?"Tanya Kevin heran setelah beberapa saat kedua orang tuanya masih terdiam.
"Hufh… Baiklah, begini anaku. Kami bukan lah orang tua yang selalu mendikte anaknya. Apalagi berniat untuk mengatur masa depanmu. Tapi…".
"Tapi…?" Kejar Kevin.
"Tapi dengan amat terpaksa kami harus menjodohkanmu".
"HA?" Mulut Kevin mangap. Asli kaget.
"Dia adalah donatur terpesar di perusahaan papa mu. Dan kita tidak bisa menolaknya".
"Ma, Pa. Ini bukan jaman siti nurbaya. Bahkan siti nurbaya juga sepertinya lebih baik. Paling nggak dia wanita. Sedangkan kevin…" Kevin langsung membantah dengan tegas.
"Dengar dulu anak ku. Mama masih belum selesai bicara".
"Kevin nggak mau denger. Pokoknya kevin menolak perjodohan ini".
"Papa tidak bisa menolaknya. Karena nasip perusahan di pertaruhkan disini. Tapi papa juga tau kalau kamu berhak untuk menentukan masa depan mu sendiri. Karena itu hanya ada satu cara untuk menolak perjodohan ini"Papa angkat bicara.
"apa?".
"Kau harus membawa calon istri pilihanmu sendiri".
Kevin menoleh. Apa – apa an ini.
"Dan kau harus segera mendapatkannya secepat mungkin. Kau punya waktu tiga hari untuk itu. Jika tidak…" Papa tidak melanjutkan ucapannya tapi sepertinya kevin sendiri juga sudah mengerti arah dan maksut dari ucapannya.
"Itu mustahil…" Gumam Kevin lirih.
"Sama mustahilnya untuk mama dan papa mu menolak tanpa alasan yang jelas. Jadi pikirkan itu".
Selesai berkata papa segera belalu, disusul oleh sang mama. Sengaja meninggalkan kevin sendirian dengan kebingunannya. Astaga, apa yang harus di lakukannya. Masalahnya dengan Riani saja belum beres kenapa malah ditambahin lagi. Kalau begini ceritanya ia benar – benar bias gila.
Baiklah, All. Jujur bukan punya Radja (???) kali ini ana ngetiknya disela – sela kerjaan yang menumpuk. Nyolong – nyolong waktu gitu deh. Sungguh. #anggkat dua jari.
Soalnya ana udah beneran nggak bisa lagi exsis di dunia maya sesering dulu. Mungkin udah saatnya ana untuk serius di dunia nyata. So…. #artiin sendiri.
Akhir kata, Maap ya kayaknya harus nunggu lagi deh. Tapi kalau mau ana juga punya rekom untuk baca – baca di sini. Remaja Xsis and Cipta Karya Cerpen. Itung – itung sambil nunggu lanjutannya muncul. ^_^

Random Posts

  • Terlukaku Karena Nama Indah itu

    Terlukaku Karena Nama Indah ituSebuah nama indah yang kukenal, dan pernah menjadi orang yang paling aku sayang. Hidupnya yang terlihat damai, dan tak pernah memunculkan pertanyaan sedih dalam menjalani hari dengan keluarganya. Meskipun dia memiliki salah satu saudara laki-laki pertamanya yang telah meninggal dunia sehari sebelum lebaran. Begitu mengejutkan, tapi dia lebih terpukul ketika dia memiliki seorang adik laki-laki yang meninggal dunia ketika berumur kurang dari 8 hari. Hingga dia menjerit meminta tuk menggalikan kubur adiknya dan menghidupkannya kembali. Bahkan dia terlihat begitu sedih saat dia menceritakan apa yang dia rasakan ketika itu. Tapi dia masih tetap tegar, karena itu adalah keinginan Sang Pencipta.Dirinya yang kukenal ketika bersamanya adalah seorang manusia apa adanya, penuh kasih, tak pernah menyiksa meskipun menjaili, bukan orang yang pelit dengan segala apa pun yang dia miliki, bahkan dia rela memberika benda yang paling dia sayang kepada orang lain meskipun itu satu-satunya. Dan kekurangannya pun tak pernah membuatku menyesal tuk bisa sedekat itu denganya. Aku tak punya alasan lain, selain ketulusan hati yang kumiliki.Banyak yang ku tau tentangnya, selain tanggal lahirnya. Dia menyukai warna merah, dia menyukai coca-cola di campur es batu, dia menyukai pop ice coklat, dia menyukai naruto, Sate, potato freeze, tak menyukai pedas, ayam kentucky, milo dingin, kacang koro, mayasi dan banyak lagi. Dia bukanlah orang yang sombong dengan semua yang dia miliki. Orang pertama yang kukenal tak pernah memamerkan dengan apa yang dia miliki.Ehmmm, mari aku ceritakan sedikit masa laluku waktu bersamanya dulu..hhehe, langsung saja ya.. Ketika aku masih kelas 1 SD, aku sakit parah dan harus di opname selama 2 hari. Dan ternyata aku sebelahan dengannya di puskesmas itu. Rupanya dia pun di opname selama 5 hari, karena dia sering m,akan mie mentah dan milo mentah. Hingga akhirnya ususnya sakit dan dia di inap. Karena ruang inap kami sebelahan, biasanya kami saling kunjung dan cerita bareng, hhehehe. Jadi, meskipun di inap di puskesmas tetap saja seru karena barengan.Guru di sekolahku sudah tak asing lagi dengan kedekatan kami, bahkan kepala sekolah. Itulah sebabnya kami sering duduk sebangku dan kalau ulangan nggak pernah duduk jauhan. Apalagi kalau kerja kelompok, kami nggak pernah di pisahkan.Suatu hari aku bertemu dengannya di sekolah, seperti biasa kami bercanda bersama. Waktu itu kami kelas 6 SD belajar pelajaran IPA mengenai “Tata Surya”. Dan kami diwajibkan untuk mengahapalkan nama-nama planet sesuai dengan urutannya. Begitu sulit terlaksana, lalu kami pun bernyanyi untuk sejenak menghilangkan kejenuhan dari tugas ini. Kami bernyanyi bersama lagu Samsons “Kenangan Terindah”.“Aku yang lemah tanpamu,aku yang rentan karena cinta yang tlah hilang darimuyang mampu menyanjungku.Selama mata terbuka,sampai jantung tak berdetak,selama itu pun aku mampu mengenagmu.Darimu kutemukan hidupkuBagiku kaulah cinta sejati.Bila yang tertulis untukkuAdalah yang terbaik untukmuKan kujadikan kau kenanganYang terindah dalam hidupkuNamun takkan mudah bagikuMeninggalkan jejak hidupmuYang tlah terukir abadiSebagai kenangan yang terindah”Dari lagu itu pula kami mendapat inspirasi untuk menghapalkan nama-nama planet tersebut untuk memudahkan. Sangat asik dan kami menjadi mudah menghapalkannya. Lalu kami bernyanyi bersama penuh senyum, tertawa dan teriak bersama karena mampu menghapalkan itu. Dan lagu itu berubah lirik menjadi…..“Bila merkurius, venus, bumi, mars, jupiter, saturnus, uranus, neptunus pluto……..”Hahaha, lucu tapi indah. Belajar sambil bernyanyi, sungguh tak pernah membosankan. Apalagi jika rame-rame bareng mereka. Letih belajar tak kan pernah terasa.Tak hanya itu saja, suatu hari kami pun seperti biasa bermain bersama disekolah. Jam istirahat kami lalui dengan makan bersama di dalam kelas, dan ngakak bareng yang lain. Setelah lonceng masuk bebunyi, seperti biasa kami pun bebaris. Karena dia yang begitu jail dan aku yang tak bisa diam, sekalipun bebaris kami selalu saja bercanda dan saling menjaili teman. Waktu itu dia mendorongku, aku pun terjatuh. Wajahku memerah seperti kepiting rebus saja. Semua teman-teman memperhatikan kami. Bagaimana tidak??? kami terjatuhnya bersama, karena dia terinjak kakiku. Parahnya lagi dia jatuh diatas badanku. Untungnya dia segara bangun dan berdiri. Meskipun sejenak kami terdiam saling bertatap mata kebingungan. Tawa dari teman-teman membuat kami berdua segera berdiri dan kembali ngakak bareng. Itu waktu kelas 5 SD dulu. Lucu bila teringat, meskipun memalukan.. hhhehehe ^_^Jika kami belajar bareng dirumahku, dia selalu menungguku hingga pulang aku ngaji dari masjid. Karena dia biasanya datang sekitar jam 4, sedangkan aku pulang ngaji jam 5. Bahkan dia rela datang kemasjid tempatku mengaji naik sepeda untuk menungguku dan menjemputku. Tak jarang dia pun ikut belajar ngaji bersama. Jika sudah saatnya pulang, dia pun menggoncengku naik sepeda untuk pulang kerumah lalu belajar bersama. Bahkan terkadang ketika pulang ngaji, biasanya kami pun membeli es merah dan meminumnya bersama.sambil naik sepeda goncengan, kami biasanya nyanyi bareng n ngakak di jalanan. Hahaha begitu indah kurasa memiliki sahabat seperti dirinya.Apalagi ketika bulan puasa, sangat banyak waktu kami habiskan untuk bersama. Entah itu untuk menyelesaikan tugas menumpuk dari guru, makan bareng, ngobrol, dengar musik, main sepeda, jalan-jalan, main kelereng, main layang-layang dan sebagainya. Saatnya terawih, kami selalu terawih di masjid Istiqomah. Setelah dia pulang 8 rakaat kerumahnya, dia kembali menungguku selesai terawih hingga 23 rakaat+witir. Saatnya selesai terawih, kami berdua pulang bareng kerumahku untuk belajar. Hhehe, biasanya kalau sudah pulang terawih adikku dan orang tuaku kerumah nenekku. Aku di tinggal di rumah berdua bersamanya. Meskipun aku perempuan dia laki-laki, kami tak pernah diragukan untuk tinggal berdua dalam rumah sekalipun pintu dikuncikan. Dan dia akan menemaniku sampai orang tuaku datang, walaupun waktu menunjukkan sudah larut malam dan mulut pun mulai menguap + mata yang semakin berair. Tapi dia masih tetap bisa tersenyum tuk menemaniku.Orang tuanya tak pernah mengkhawatirkannya jika dia berada dirumahku. Mungkin itu karena kepercayaan yang sudah ada. Palingan orang tuanya hanya tersenyum manis dan membelai rambut kami. Malah orang tuanya menyuruh kami untuk belajar di rumahku saja. Hhhehe, baik banget kan orang tuanya?. Orang tuanya pun akan memarahinya jika dia melihat anaknya menjailiku. Teman-temannya pun sudah mengerti akan kedekatan kami. Bahkan aku juga akrab dengan temannya itu. Semua masih pada lucu dan lugu banget.Aku selalu mengajarinya dengan ketulusan hati tanpa 1 pun harapan. Karena aku sangat menyayanginya. Sering dia memberiku benda-benda favoritnya. Dan jika dia tau benda yang ku inginkan beluk kumiliki, terkadang dia yang membelikan aku sembunyi-sembunyi. Hhhehe, baik sih.. Tapi, aku kan jadi merasa nggak enak kalau sering begitu.Meskipun kami sangat dekat, tapi kami pun serin kelahi. Entahlah karena apa. Tapi, dia akan bingung sendiri kalau aku sudah sedih begitu. Hhehe, dia jadi merasa serba salah. Karena dia sadar, dialah yang membuatku merasa kesal karena kelakuannya. Hhhhehe, tapi paling bentar juga kami baikan. Tak sekali pun kami kelahi hingga 1 hari. Dan jika kami ngomong tentang cita-cita, dia selalu bilang kalau dia tak memiliki satu pun cita-cita. Jika di tanya dia akan bilang kalau dia mau jadi tukang tambak seperti bisnis orang tuanya. Dia bilang nggak perlu belajar lagi, nggak kuliah lama dan pegang duit banyak kalau berhasil ketika panennya, mantaaaap kan cita-citanya..yang penting HALAL.Tak terasa jadwal ujian semakin dekat. Itu artinya, belum tentu kami akan tetap seperti ini. Karena ada teman kami juga yang tak lagi berada di bunyu alias ke luar daerah. Dan itu sama dengan perpisahan, karena belum tentu juga kami akan bertemu kembali dan bisa ngumpul bareng kayak gini. Sebenarnya kami masih ingin bersama, tapi waktu tak lagi memungkinkan. Dan memaksa kami untuk tetap bisa tetap menerima semua itu. Jika waktu masih dapat ditunda, kan ku tunda demi bersama mereka. Tapi semuanya tetap saja tak bisa terelakkan lagi.Untuk menghadapi ujian, sekolahku melaksanakan les mata pelajaran yang akan di ujikan. Paling seru kalau waktu makan sudah tiba, kelas menjadi haru makanan dan menjadi heboh penuh tawa yang seru. Biasanya aku, dia dan 2 sahabatku makan bareng dan duduk berhadap-hadapan. Tapi biasanya 2 sahabatku itu pulang makan dirumahnya masing-masing. Karena rumah mereka tak jauh dari sekolahan. Jadi aku dan dia makannya berdua ditambah dengan teman-teman yang ada di sekolah. Seperti biasa dia membawa ayam kentucky, potato freeze, snack dan minumnya coca cola + es batu di gelas tinggi. Hhehehe, kalau aku makannya ganti-ganti sih. Yang pasti aku nggak bawa nasi goreng, ikan, nasi kuning dan makanan yang repot makannya.Begitu juga kalau ada acara makan-makan, seperti Isra Mi’raj, Maulid kami di suruh bawa makanan dari rumah. Biasanya hanya aku dan dia yang nggak bawa nasi. Biasanya aku dan dia bawa snack dan minuman bekarbonat atau milo dingin..uuuuuhhh mantap deh!?kami punya selera makan sama, jadi guru udah nggak heran kalau kami nggak bawa nasi seperti teman-teman yang lain. Serulah pokoknya, makan sambil seru-seruan bareng.Saatnya ujian tiba. Banyak materi yang harus kami pelajari, dan kami semakin sering belajar bareng hingg tak kenal waktu karena takut tidak lulus. Sampailah pada waktu pengumuman hasil, kami lulus. Segera mengucap ‘Alhamdulillah’ ya Allah. Dia pun berlari mencariku, berteriak dan menggenggam tanganku menangis bersama bercampur tawa bahagia bareng 2 sahabtku lagi. Hati menjadi tenang karena kami lulus.Saatnya perpisahan, sekolah mengadakan acara dan mengundang orang tua serta guru-guru lain. Setelah acara nangis-nangis, salam-salaman, makan-makan, nyanyi bareng, kami murid yang baru lulus happy bareng sambil nyanyi dan makan. Bahkan kami sampi loncat-loncat girang bersama.Ketika acara selesai, saatnya pulang. Aku bingung pulang sama siapa, dan aku menunggu di bawah pohon ketapang. Berharap akan ada jemputan datang. Dia pun duduk disebelahku, dan berkata terima kasih. Lalu dia bertanya aku pulang sama siapa, aku menjawab aku bingung. Dia menawarkan untuk pulang barenga entahlah naik apa. Seaat setelah itu, seseorang menjemputnya menaiki motor soghun hijau. Aku tak punya pilihan, kami pulang bareng gonceng 3. Hhhehe, senangnya bisa pilang bareng. Malu sih, tapi daripada nggak pulang?hayoo, parah lagi kan?;pAkhirnya kami tak memakai seragam merah-putih lagi, hhhee. Saatnya memakai seragam putih-biru. Ketika pendaftaran, kami diwajibkan untuk mengikuti tes pembagian kelas. Aku dan dia belajar bersama, berharap kami nanti kan berada satu kelas. Tapi Allah tak mengijinkan, aku di terima tapi dia tidak. Entahlah apa yang terjadi. Dia sedih banget, sukurlah dia tajir. Jadi dia aman dan di terima. Tapi, aku di kelas 7-1 dan dia di kelas 7-3. Dia sedih tak 1 kelas denganku, begitu pula aku. Aku harus beradaptasi tanpanya di dalam kelasku dengan suasana baru. Tapi semakin lama dia pun mampu untuk menghadapi suasana baru itu. Bahkan dia mendapat banyak teman hingga kerabat dan sahabat. Beberapa dari teman barunya itu adalah teman SD kami juga dan teman TK ku dulu.Ketika ada tugas, PR maupun ulangan. Kami tetap saja belajar bareng. Dan kami masih sering pulang sekolah bareng teman-teman yang lain juga. Bahkan dia sering singgah dirumahku karena letih dan minum air sambil menunggu jemputannya datang. Hhehe, ap lagi kalau pas panas. Kalau hujan sih enak-enak aja. Maen hujan bareng di jalan.Kami naik ke kelas 8, tapi lagi-lagi Allah tak izinkan kami berada dalam 1 kelas. Aku kelas 8-1 tapi dia 8-2, meskipun kelas kami sebelahan. Aku pun mendapat teman yang banyak dan beberapa sahabat lagi. Seperti dirinya, dia sekelas dengan teman-teman barunya yang semakin akrab itu. Dan aku mulai sadar, dia berubah dan kami mulai jarang bersama. Termasuk belajar bareng seperti dulu. Justru dia semakin akrab dan dekat bersama temann-temannya itu.Suatu hari di pagi yang mendung, aku datang kesekolah SMPku yang masih sunyi dan hanya terdapat beberapa murid saja. Aku memang biasa datang pagi seperti ini, terasa begitu tenang dan berteman embun pagi. Saat itu dia datang kekelasku, lalu duduk di sebelahku dan merebahkan kepalanya diatas meja sebelahku. Saat itu kelasku tak ada satu pun siswa yang datang. Kami pun bercerita, dia bilang kami tak mungkin 1 kelas karena perbedaan kemampuan otak. Dia berpesan padaku untuk belajar dengan rajin. Masih ku ingat saat dia mengucapkan kalimat-kalimat lembut yang menjadi semangat untukku.Saat seleksi OSN di sekolahku tiba, malamnya sebelum besiknya aku tes dia datang. Dia bilang dia ingin belajar dan mengerjakan PR. Setumpuk buku yang berkaitan dengan biologi sebagai bahan tes besok terlihat olehnya di atas meja yang ada di depannya. Dia heran melihatnya dan bertanya padaku untuk apa semua buku-buku nitu, setelah aku jelasin, dia pun memberikanku dukungan agar bisa lolos dan ikut ketingkat kabupaten. Dia bilang semoga aku bisa ke Tanjung untuk mengikuti OSN tersebut, karena meskipun dia sudah pernah ke Jawa, Yogya, Sumatera tapi saat itu dia belum pernah ke Tanjung. Intinya dia menyemangati dan sangat mendukungku dalam hal ini. Meskipun pada akhirnya aku tak lolos, dia memberikanku senyum untuk tetap menyemangatiku.Semakin lama, dia tak pernah lagi kerumahku. Ketika aku bertemunya di sekolah aku katakan padanya dia sombong. Beberapa hari kemudian ketika dia sudah bisa mengendarai motor dia masih sering menegurku. Tapi tak lama setelah itu, dia kembali tak pernah menegurku dan tak lagi menginjakkan kakinya di rumahku. Aku heran, apa yang terjadi padanya???mengapa dia begini?ataukah aku yang berubah?Tanggal 22 Februari 2008 tiba, itu adalah peringatan hari ulang tahunnya. Sudah menjadi dalam persahabatan kami memberikan kado jika salah satu di antara kami ada yang ultah. Termasuk aku, dia dan 2 sahabatku lagi. Ketika itu aku dan 2 sahabatku itu ingin memberikan kado padanya. Tapi kami terheran-heran, dia menolaknya meskipun akhirnya dia terima dengan terpaksa. Ini pertama kalinya dia menolak hadiah dari kami dan merasa malu. Malah dia happy bareng teman-teman barunya itu.Padahal dia pernah bilang padaku untuk menjauhi orang itu, tapi justru dia pula yang dekat dengannya. Haha, dia termakan dengan omongannya sendiri. Entahlah apa yang terjadi dengan dirinya sekarang. Dan dia pun tak pernah lagi menegurku di sekolah meskipun berada di sampingku. 24 Mei 2008 tiba, itu adalah hari ulang tahunku. Aku membuat acara makan-makan di rumahku bersama sahabtku dan teman-temanku. Termasuk dirinya aku undang. Dia memang tak pernah tau kapan ultahku dan dia sangat jarang mengucapkan selamat. Tapi aku akan sangat senang jika ketika itu dia hadir. Malah sore hari ketika acara itu, dia lewat depan rumahku bersama temannya. Kayak nggak kenal aku pula tuh..ckkk kesel deh pokoknya..Tiga hari setelah acara ultahku, malam hari dia datang kerumahku. Seperti biasa dia belajar, dan ngobrol bareng. Aku bilang padanya, aku kecewa dia nggak datang padahal aku mengharapkannya. Dan dia bilang dia malu entah mengapa. Ehmmm, mungkin dia pikir ini tak penting juga untuknya, nggak ada artinya. Dia minta maaf, aku hanya tersenyum karena semua sudah berlalu. Dua hari kemudian dia datang untuk kembali belajar, dia seperti biasa membawa tas. Tapi kali ini di tambah dengan bag plastik yang besar berisi kotak berlapiskan kertas hijau indah mengkilat.Dia memberikan kotak hijau itu untukku, ternyata dia masih mengucapkan selamat untukku, minta maaf karena saat itu dia tidak hadir ketika acara. Aku tersenyum dan berterima kasih. Separuh malam itu aku habiskan dengan mengerjakan tugas bareng dan ngbrol dengannya. Ketika dia pulang, aku berlari ke dapur sambil tersenyum. Karena ini adalah kado pertama berupa benda darinya. Orang tuaku yang membukanya dan tersenyum mlihat isinya. Sebuh baju kaos pink, celana setengah tiang bewarna hijau tua dan sebuah tas sekolah warna hitam. Aku tau ini dari orang tuanya, tapi tetap saja aku tersenyum. Bukan karena isi hadiah itu, tapi karena pedulinya. Aku simpan dengan baik semua benda-benda itu. Hhehe, senangnya…^_^Tapi tetap saja aku sedih juga pada akhirnya, karena dia tak lagi menegurku maupun menyapaku. Tak lagi pernah datang kerumahku dan mencariku. Tak lagi pernah menelponku dan menghubungiku. Bahkan suatu hari ketika aku mengaji aku bertemu dia pulang dari belajar di rumah temanku sendiri, teman TK ku. Aku kecewa, ternyata dia tak lagi seperti dulu. Dan aku banyak melakukan hal-hal konyol karenanya termasuk datang pagi ke kelasnya. Lalu aku membuat selembar surat kaleng. Aku mengatakan dia jahat!!!. 3 bulan berturut-turut aku berbuat konyol sperti itu. Hahahahaha, bodoh bangetkan??..Dan masih banyak lagi hal konyol dan sangat bodoh lainnya yang aku kerjakan karenanya selain membuat surat kaleng gitu deh.Seperti memperhatikannya sekejap melalui celah kecil di pintu sambungan antara kelasku dan kelasnya. Itu biasa aku lakukan ketika guru tidak masuk dikelasku. Terkadang aku melihatnya sambil tersenyum sendiri bahkan ngomel-ngomel nggak jelas sendiri. Hhhehe, untunglah teman-teman sekelasku tak ada yang curiga, kalau nggak?mati aku!?!@#$%^&&**(/”-_,. Konyol banget kan aku…??? Aduuuh…^^Naik kelas 9, lagi, lagi dan lagi kami tak sekelas. Dia benar-benar tak pernah datang kerumahku sekali pun. Hingga akhirnya ujian berhasil kami lalui, aku lulus sedangkan dia harus mengikuti ujian ulang. Sebenarnya aku sangat sedih melihatnya begitu. Aku tak peduli dia akan berfikir apa pun. Hingga akhrnya dia tetap lulus. Aku bertanya kepadanya, dia peringkat berapa?.. Dia menjawabnya dan menanyakan hal yang sama. Dia bilang aku hebat, ternyata itu adalah terakhir kalinya percakapan kami dengan baik dan dia bicara dengan lembut padaku. Karena kami pun semakin jauh alias kami udah nggak sedekat dulu lagi.Aku semakin sadar karena kami nggak lagi sedekat dulu, keadaan pun berubah. Orang yang dia benci malah dekat dengannya. Orang yang dia bilang parah justru akrab dengannya sperti saudara. Ckkkk, aku merasa seperti kehilangannya. Aku takut dia terus-terusan kayak gini dan bakal lupain aku yang hanya sahabat lama untuknya. Sejenak aku termenung dan menangis karenannya. Tapi tak satu pun kepeduliannya dan rasa kehilangan ada padanya. Aku mulai merindukannya yang dulu, merindukan kalimatnya dan merindukan dirinya yang seperti dulu. Tapi sudahlah, mungkin dia lagi ingin sendiri. Aku coba tuk mengertinya.Di rumahku, aku merebahkan tubuhku dengan sejuta pertanyaan tentangnya. Memikirkan perubahannya yang buatku semakin khawatir. Kucoba tuk menyusuri mencari jawaban itu. Tapi tak satu pun ku temukan. Terlalu ku memikirkannya, hinggaku tak peduli yang di sekitarku. Ya Allah… apa yang terjadi padanya? Mengapa seperti ini?..berikan aku jawaban atas semua ini….Pendaftaran SMA di mulai, kesibukan siswa calon SMA pada sibuk mempersiapkan diri. Kami harus melewati MOS, wawancara, ini, itu, dan blablablablabla….pengumuman penerimaan tiba, kami di terima. Untuk ke sekian kalinya aku nggak 1 kelas lagi. Aku di X-A dan dia di X-D. Mau gimana lagi, itu sudah menjadi keputusan sekolah SMA. Di SMA aku mengikuti ekskul Marchink Band dan banyak kegiatan lainnya, sudah nggak asing lagi kalau dia tuh nggak ngikutin satu pun kegiatan sekolah selain yang diwajibkan. Itulah dia dan dirinya…Karena aku pun semakin dewasa, aku mulai mikir semuanya termasuk sahabat. Aku sadar aku tak lagi dekat dengannya, aku tau aku nggak ada lagi artinya untuk dia, dan aku tak bisa seperti yang lainnya. Dia benar-benar hilang begitu saja. Hingga pada suatu malam, aku merangkai puisi kecil untuknya.Waktu semakin berlaluTlah banyak cerita kita ukir di duniaBersamamu dan keindahan semestaTapi kau larut kedalam waktuYang tak dapat di hentikanDan aku semakin sadar kau tak seperti dulu lagiBukan sekedar ilusi perasaanTapi inilah kenyataan sesungguhnyaJika memang tiada lagi gunanya akuMaka jangan kau lukaiku sperti iniKehilangan seorang yang disayang bukan hal mudahSadarilah, aku masih butuh kamuIngin kuulang kembali memori indah ituBersamamu dan bersama waktuKumpulkan kembali serpihan masa lalu ituDan coba tuk merekatkannya kembaliTak kurasa air mata kembali jatuh kesekian kalinya karena mengingat kenangan waktu bersamanya dulu. Aku tak pernah menangis karenanya di depan sahabatku yang lain. Bahkan sudah SMA baru mereka tau aku memiliki luka dalam seperti ini. Karena aku tak ingin mereka memikirkan ini, mau tak mau harus kusampaikan juga. Meskipun sulit di percaya dan tak mungkinh. Karena aku tak ingin ini kembali kan terulang, karena sahabat berperan penting dalam hidupku.Sekarang pun aku masih memaksakan diriku untuk mampu melihatnya langsung seperti itu. Walaupun aku tak pernah sanggup untuk melihatnya dan membuat tubuhku lemah karenanya. Aihhh, entahlah.. kacauuuu.. aku pun bingung!?.. Ku putar lagu Ungu ‘Untukmu Selamanya’ karena teringat akan dirinya dan kurenungkan dalam hati..Tak pernah aku mengertiApa yang kini kurasakanKegelisahan hatiku saat iniKu masih merindukanmuWalaupun kini ku tlah bersamanyaTak pernah mampu kucoba lupakanmuSungguh tak bisa ku mnegganti dirimu dengan dirinyaSungguh tak sanggup aku berpaling darimuSungguh tak bisa kumencintainya tuk melupakanmuSungguh tak sanggup aku berpindah dari hatimu…..Hingga saat ini, aku masih berdoa semoga dia dikembalikan padaku oleh Tuhan. Meskipun aku sudah mencoba untuk melupakannya, menjauhinya, membencinya. Hatiku tetap saja tak sanggup, meskipun tak ku tunjukkan ke yang lainnya. Aku memang manusia biasa, tak sesempurna teman-teman yang lain meskipun setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi ya udah lah, mau diapain lagi coba…Dan sebelum tidur hatiku pun bertanya-tanya dan berdoa pada Allah,…Ya Allah, mengapa dia tak seperti dulu lagi? Aku kah yang berubah? Tak satu pun alasan terucap darinya mengapa kami tak seperti dulu lagi? Mengapa dia tak pernah mencariku? Atau aku tak ada lagi artinya? Mengapa dia semakin hancur bersama orang-orang yang tak ku sukai itu? Apa maksud-Mu mengujiku seperti ini?Ya Allah, sakit rasanya kehilangan orang yang ku sayang sepertinya. Tunjukkan aku napa alasannya dia seperti itu? Ataukah karena dia sudah memiliki sahabat baru yang jauh lebih baik? Atau dia bahagia tanpaku lagi? Aku tak pernah sanggup seperti ini. Meskipun kuberusaha jalani dengan senyum. Berikan keselamatan padanya Ya Allah, jangan Engkau sesatkan dia, jangan Kau lukai dia, jangan Kau persulit hidupnya. Tapi bahagiakanlah dia meskipun tanpaku Ya Allah. Jaga dia baik-baik dan kirimkan malaikat indahmu untuk menjaganya sampai nanti. Amin…Karena itu aku jadi trauma dan takut milih sahabat, karena aku takut ini kan terulang. Aku taku kesakitan ini kembali terjadi. Dan aku pun takut sahabat dan teman yang kusayang dan kumiliki saat ini, bebuat sama sepertinya dsan mengulang kesalahan yang sama. Cukup sakit, dan kau tak kan pernah tau bagaimana rasanya jika kamu tak mengalaminya sendiri. Tapi aku harap, kesakitajn ini tak terjadi pada siapa pun selain aku. Cukuplah aku yang merasakan sakit itu. Dan kan kucoba tuk melupakannya, menjauhinya sperti yang dia lakukan meskipun butuh waktu yang tak singkat pula. Tak pernah kusesali dan kucoba tuk berhenti menyayanginya hingga mencoba berbalik menjadi benci. Maka jangan salahkan aku lagi.Kenangan indah itu yang mampu buatku tersenyum sekaligus sedih jika mengingatnya. Bukan karena kenangan itu terlalu indah, tapi karena aku tau bahwa kenangan indah itu takkan pernah terulang kembali. Dirinya yang dulu hadir dalam hidupku, buatku jalani hari penuh warna. Tapi kini aku harus sadar, bahwa dia tak lagi disisiku. Karena dia telah memiliki yang lain, yang kan jauh membuatnya lebih bahagia. Tapi satu hal yang tertanam dalam hatiku, aku masih sayang padanya dan masih merindukannya yang dulu. Kembali kutuliskan puisi untuknya. Meskipun sudah banyak puisi lainnya di buku biru ku itu..Bintang malam, katakan padanya aku butuh diaEmbun pagi, sampaikan padanya aku merindukannya yg duluIngin kurangkul kembali kisah indah ituTaukah kau?aku masih sayang..Meskipun aku belajar tuk membencimuDan berhenti tu menyayangimuMasihkah kau ukir namaku dalam hidupmu?Atau kau tlah hapus aku dalam hidupmu?Kucoba belajar tuk sendiri tanpamu lagiMeskipun aku merasa sepi tanpamuPergilah jika itu yang kan bahagiakanmuTapi jangan kembali jika hanya untuk mrngulang dustaKetika aku terlarut dalam lamunanku tentangnya, maka yang ada difikirku adalah semua masa lalu saat bersamanya dulu. Kami selalu tertawa bersama disekolah. Bercanda jika merasa bosan, beryanyi bersama saat jenuh, mengerjakan tugas bersama, makan di kantin sekolah bersama dan banyak lagi hal yang kami mlakukan bersama di sekolah kesayanganku itu. Dirinya yang begitu jail tak pernah membuatku tuk menjauh darinya. Mungkin itu karena rasa sayang yang telah tumbuh dalam hati kami masing-masing. Hahaha, sudahlah itu hanya masa lalu yang terlalu indah..biarlah kudengarkan lagu Peterpan ‘Tentang Kita’ seperti kisahku ini…Waktu terasa semakin berlaluTinggalkan cerita tentang kitaSeakan tiada lagi kini tawamuTuk hapuskan semua sepi dihatiAda cerita tentang aku dan diaDan kita bersama saat dulu kalaAda cerita tentang masa yang indahSaat kita berdukaSaat kita tertawaTeringat disaat kita tertawa bersamaCeritakan semua tentang kita….Kenangan indah itu yang mampu buatku tersenyum sekaligus sedih jika mengingatnya. Bukan karena kenangan itu terlalu indah, tapi karena aku tau bahwa kenangan indah itu takkan pernah terulang kembali. Dirinya yang dulu hadir dalam hidupku, buatku jalani hari penuh warna. Tapi kini aku harus sadar, bahwa dia tak lagi disisiku. Karena dia telah memiliki yang lain, yang kan jauh membuatnya lebih bahagia. Karena kisah ini aku dapat banyak pelajaran berarti, dan karena ini pula aku menjadi dewasa. Uh, meskipun harus sakit hati dan kecewa kayak gini sih..Tapi hingga saat ini, hatiku tak mampu menghapus bayang-bayangnya. Keindahan masa lalu saat bersamanya selalu teringat dalam benakku. Segala yang telah kami lakukan bersama, buatku merasa semakin rapuh. Aku berupaya melupakannya, tapi hasilnya??nihil…!?:( aku masih tak bisa melupakannya. Bahkan hinggaku menemukan orang yang kusayangi, aku masih tak mampu. Hingga ini masih menjadi lukaku yang belum pernah terobati. Kuhempaskan semua masa lalu dan tetap kan kucoba tuk menghapus semua tentangnya..Setelah semua itu tinggal kenangan, hatiku hancur meskipun dia tak lebih dari seorang sahabatku. Setelah dia tak lagi di sampingku, tiada lagi yang menjailiku sepertinya, tiada lagi yang bisa buatku ngakak meskipun aku sebenarnya sedang sedih, tiada lagi semangat darinya, tiada lagi yang mengajakku jalan subuh naik sepeda, tiada lagi temanku belajar setiap kali, tiada lagi kesetiaan seperti dulu, dan semua itu tlah lenyap. Aku benar-benar merasakan kehilangan orang yang kusayang, huhuhuuu. Dia lenyap tak berjejak bin hilang begitu saja.Hingga detik ini, hadiah ultahku darinya masih kusimpan dan baju yang warna pink itu belum pernah ku pakai. Meskipun tasnya sudah mulai buruk sih..hhehe saking sayangnya tuh..terus kalau celananya sih masih bagus-bagus aja. Kalau ingat itu, senengnya dapat hadiah dari dia..Ini adalah satu dari banyak kisah yang membuat kita mengerti akan hidup ini. Ini adalah pelajaran dalam kehidupan. Memang menyakitkan, tapi inilah hidup. Kita hanya bisa jalani saja semampu kita. Memang tak ada yang abadi. Meskipun aku juga bingung harus gimana, hhehe…dan aku pun tak tau bagaimana nanti penghujung kisahku ini. Entah tetap begini atau apa….hhhehe ^-^Sebenarnya masih banyak sih kisah masa laluku bareng dia. Tapi terlalu panjang dan mungkin tak kan ada habisnya jikaku mengulasnya. Jadi sampai disini saja deh..hhehe..intinya aku masih saaaayaaang banget sama dia..meskipun untuk bisa kayak dulu lagi itu tak pernah mungkin terjadi. Hanya Allah lah yang tau dan mengerti..ku serahkan pada-Mu ya Allah… *****

  • Cerpen benci jadi cinta Vanessa VS Ferly ~ 03

    Cerpen Benci Jadi Cinta Vanessa Vs Ferly part 3, Untuk part sebelumnya silahkan baca cerpen benci jadi cinta vanessa vs ferly part 2 biar nggak bingung. Oke?….Happy reading….Credit Gambar : Ana meryaCredit cerpen : Mia Mulyani ( Mia Ani )Sepulang sekolah, saat Vanes sedang menunggu jemputan, tiba-tiba ada yang berhenti tepat didepan nya.“ferly? Ada apa?” tanya vanes bingung.“loe lagi apa disini?”“bersemedi” Jawab Vanes singkat, nggax lihat orang lagi nungguin jemputan apa? Heran deh.sebagian

  • Cerpen Ibu: KEKUATAN DOA

    Kekuatan Doa Ribuan kilo jalan yang kau tempuhLewati rintangan untuk aku anakmuIbuku sayang masih terus berjalanWalau tapak kaki, penuh darah… penuh nanahSeperti udara… kasih yang engkau berikanTak mampu ku membalas… Ibu… IbuIngin kudekat dan menangis di pangkuanmuSampai aku tertidur, bagai masa kecil duluLalu doa-doa baluri seluruh tubuhkuDengan apa membalas… Ibu… Ibu Lagu berjudul “Ibu” karya sang legendaris musik Indonesia Iwan Fals memang sangat menyentuh bagi siapa saja yang mendengarnya. Tak luput pula bagi Muhammad Gadi Widjoyo seorang sarjana hukum yang sangat menyayangi seorang Ibunya. Yang ada dalam pikirannya adalah sebuah pertanyaan, apakah kamu pernah dan merasakan kasih sayang Ibumu? “Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu. Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu” lirik ini baginya sangat mengingatkan sebuah klise kehidupan sesosok Ibu dan menyiratkan sebuah keinginan seorang anak kepada malaikat kecil itu. Tak terasa mendengar dan merasakan lirik demi lirik lagu itu, berbutir-butir air mengalir dan membasahi pipi Gadi. Lamunan demi lamunan ia lalui dengan tangisan, mengingatkan kasih sayang seorang Ibu yang menuntunnya menjadi seorang sarjana seperti sekarang, tetapi bukan tangisan yang dibutuhkan oleh seorang Ibunya melainkan doa dari seorang anak saleh yang dapat menuntunnya untuk menempuh jalan terindah yaitu di surga.Hampir tidak mungkin Gadi hanya seorang anak dari kalangan berekonomi rendah bisa menjadi Sarjana Hukum apa lagi Ibunya hanya seorang buruh cuci yang gajinya hampir tidak mencukupi kehidupannya. Itu semua berkat doa seorang Ibu untuk anaknya, selain itu juga karena kegigihan dan usaha yang di lakukan oleh Gadi. Karena rasa sayang begitu besar yang dimiliki oleh Gandi maka apa yang selama ini dia lakukan hanya semata-mata untuk membahagiakan Ibunya.Gadi sangat bersyukur memiliki Ibu berhati baja, berjiwa mulia. Mengajarkannya banyak hal untuk kekuatan hidupnya demi meraih masa depan. Suka duka itu semua bagian dari hidup. Kekuatan Ibunya menghadapi hidup atas nama cinta untuk anaknya. Sang anginpun hanya datang untuk menghembusnya, diapun pergi setelah sang daun harus gugur ke bumi rapuh terinjak.Dia tidak lagi iri kepada teman-temannya yang memiliki keluarga sempurna, punya orang tua kandung yang lengkap dan hidup serba kecukupan. Ternyata, memiliki keluarga lengkap tidak menjamin mereka bisa berhasil hidupnya.Banyak contoh di sekelilingnya, teman-teman sekolahnya yang naik turun mobil pribadi saat sekolah, ternyata tidak mendapat cukup kasih sayang orang tuanya yang jelas-jelas lengkap dan senantiasa bisa bersama mereka setiap saat. Banyak kebahagiaan semu teman-temannya yang tidak tau apa arti kasih Ibu.Sejak duduk di pendidikan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah, Gadi selalu menjadai sisiwa terbaik di sekolahnya di bandingkan dengan temen-temannya. Berkali-kali ia selalu mendapat sanjungan dari guru-guru di sekolah maupun dari teman-temannya. Tidak sedikit pula beasiswa yang di dapatkannya, dengan adanya beasiswa inilah ia dapat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi selain itu juga dapat mengurangi beban hidup Ibunya yang tidak lagi memikirkan beban biaya.Sejak duduk di bangku kuliah, dia tidak lagi tinggal bersama Ibunya melainkan ia ikut tinggal dengan temannya di kos dekat kampusnya. Mengingat jarak dari rumah menuju kampus lumayan jauh. Semenjak ia menjadi mahasiswa di kampusnya ia jarang lagi pulang karena banyak tugas yang harus cepat di selesaikan. Di kampus Gadi selalu ikut menjadi aktifis muda di kampusnya.Siang itu, Ibu Gadi sangat merindukan anaknya yang telah menjadi seorang yang mendiri. Pada sore harinya, sang Ibu mendatangi kos tanpa sepengetahuan Gadi. Tempat kos yang cukup sederhana namun nyaman untuk di tinggali. Tak lupa ia menitipkan beberapa bingkisan makanan kesukaan Gadi dan alat solat berupa sarung dan peci, selain itu ia juga menyelipkan Al-Qur’an kecil agar mengingatkannya untuk tetap ingat dan beribadah kepada Allah SWT. Saat teman kos Gadi keluar dari kamar, sang Ibu menitipkan beberapa bingkisan itu melalui teman yang di lihat umurnya tidak jauh dari Gadi. “Assalamualaikum…” “Waalaikumsalam…” “Maaf nak, bisa tolong titipkan ini untuk Gadi?” “Oh bisa bu, kalo boleh tau Ibu ini siapa yah?” “Ibu hanya orang yang dititipkan ini untuk Gadi” Ibunya terpaksa berbohong, ia tidak ingin melihat orang lain melihatnya sebagai Ibu Gadi. Gadi adalah aktifis muda yang berbakat memiliki segudang prestasi yang ia pikir tidak pantas memiliki seorang Ibu yang hanya hidup sebagai seorang buruh cuci yang berpenghasilan tidak menentu.Tanpa berpikir panjang dan tanpa melihat bagaimana perkembangan anaknya, sang Ibu bergegas pergi meninggalkan kos itu, dan di dalam hatinya walaupun ia tidak dapat bertemu dengan anaknya saat itu, sang Ibu selalu berdoa yang terbaik untuk anaknya.Sore itu awan mulai gelap menyelimuti bumi, suara gemuruh petir mulai terdengar di sana sini. Satu demi satu, dikit demi sedikit awan mulai mengeluarkan butiran air hasil proses kondensasi di awan. Dengan terburu-buru sang Ibu memantapkan langkahnya untuk bergegas pulang, dari belakang terdengar suara yang memanggil dirinya tetapi dia tidak mempedulikannya. “Buuuuu, Ibuuuuuu ……….”Saat suara itu semakin dekat, dan tiba-tiba memegang erat dan mencium tangan kanan sang Ibu, ternyata itu adalah Gadi. “Ibu kenapa gak ingin ketemu Gadi, tadi Gadi ada di dalam”Dengan menatap dengan senyuman sang ibu membelai anaknya yang terlihat semakin besar dan dewasa. “Ibu tidak ingin teman-temanmu melihat aku ini Ibumu nak” “Kenapa Ibu berfikir seperti itu? Gadi tidak pernah malu memiliki Ibu seorang buru cuci, bagi Gadi Ibu adalah orang yang paling Gadi hormati” “Ibu berpesan kepada mu, jangan pernah tinggalkan ibadah kepada Gusti Allah, sesuai dengan nama mu Gadi yang artinya Allah adalah penuntunku” “Iya, Gadi janji Bu..”Gadi tak menyangka begitu besar cinta Ibunya kepada dirinya. Air mata pun mengalir bersama dengan air-air hujan yang membasahi pipinya saat itu.ðððððHari ini hari yang paling membahagiakan bagi Gadi dan teman-temannya karena hari ini adalah hari dimana ia akan diwisuda. Dengan Indeks Prestasi mencapai diatas 3,2 maka ia semakin yakin dengan ini Gadi akan membahagiakan Ibunya.Awalnya ia ingin menuju kampus bersama Ibunya, karena sang Ibu tidak datang juga maka Gadi datang ke acara wisuda hanya dengan teman satu kosnya.Setelah acara wisuda selesai ia langsung bergegas menuju rumah yang sangat sederhana, tempat dimana Gadi pelepas masa-masa kecilnya dan merasakan indahnya kasih sayang sorang Ibu. Saat ia memasuki ruangan sempit, terdengar suara lirih, lalu Gadi mendekat dan sang Ibu berbisik. “Hari ini kamu wisuda, anakku telah jadi sarjana, doa ibumu terkabul nak maturnuwun Gusti…, Allahu Akbar…, Lailahaillah Muhammadarasulullah…” “Ibuuuuuuu, Innalillahi wainnalillahi roji’un” Sakit yang menahun tak pernah dirasakannya, dia terus berjuang demi masa depan anaknya. Kini sakit itu telah hilang bersama raga, dan telah meninggalkan beberapa kisah mengenai nilai hidup dan perjuangan kepada anaknya. Tanpa rasa mengeluh ia lakukan hanyalah untuk anaknya dan juga dia tidak pernah meratapi kemiskinan yang dialaminya. Kemiskinan bukan untuk diratapi tetapi untuk di hadapi.Ibu tidak pernah menangis di depan kita, kalau pun ingin menangis dia selalu menahan air matanya di depan kita, dia selalu menguatkan kita dengan kata-kata indah, tidak ada seorang Ibu yang tidak sayang kepada anaknya, baginya anak adalah buah cintanya kepada Allah SWT yang harus ia jaga dan lindungi di mana pun dan kapan pun. Dalam hidupnya semua yang ia lakukan hanyalah untuk membahagiakan anaknya.Seorang Ibu tidak mengharapkan imbalan apa pun dari apa yang di berikannya selama ini, tugasnya di dunia ini hanyalah memberi memberi dan memberi. Dari rahimnya lah ia melahirkan sosok-sosok manusia yang hebat. Baginya anak adalah segalanya, anak adalah separuh hidupnya, di saat sosoknya telah tiada doanya yang selalu terlantun untuk anak-anaknya.Tiadanya dirimu menjadi semangat untuk ku untuk menjadi lebih baik, cinta dan kasih sayang mu akan selalu menuntun hidup ku, selamat jalan Ibu, Kaulah malaikat kecil ku. Terima kasih ibu, doa ku kan menuntunmu di surga.*****Penulis : Maulana Eka Putrae-Mail : mekaputra31@yahoo.com / maulanaekaputra41@yahoo.com Twetter : https://twitter.com/#!/maulanaeputraSekolah : SMA Negeri 66 Jakarta / 2014Cerpen lainnya karya Maulana Eka Putra bisa dilihat dalam Cerpen Persahabatan dan Cinta dan Cerpen Sahabat Kehidupan.

  • Cerpen King Vs Queen Part 8

    Gak perlu basa – basi, so langsung ke cerpen aja deh,,, ^_^Dan pagi itu, hari minggu. Niken sudah rapi begitu juga dengan kakaknya, sambil menjinjit tasnya, Niken menuju meja makan, di mana mamanya sedang menyiapkan sarapan. Niken duduk di meja makan, di ikuti oleh mama dan kakaknya."kalian mau berangkat sekarang?" tanya mamanya."ia ma, sehabis sarapan ini" jawab Nino."beneran mau ngajakin adikmu?" tanya mamanya lagi sambil melirik Niken yang sedang aslik sarapan.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*