Cerbung The Prince Part 13

Baiklah, Di lanjutin protes, lanjutannya lama protes, gak di lanjutin apa lagi. C'Mon, Kerjaan ku bukan cuma nulis cerpen aja kale…. #banting sendok.
Oke deh, tapi salah ku juga kali ya, kenapa nie cerpen, ehem cerbung maksudnya nggak ending – ending. Ya sudah kalau begitu, Mantepin diri sendiri buat ngeEnding Cerpen The prince the princess and mis cinderela ini dulu.
#FIGHTING!!!!!….

Credit gambar : Ana merya
"Andre, kok muka loe kusut gitu?".
Andre menoleh, mendapati Revan yang kini sedang menatapnya khawatir.
"Nggak papa kok" Elak andre.
"Masih masalah kevin ya?" tanya Revan lagi.
Untuk sejenak Andre terdiam sebelum kemudian mengangguk lemah.
"Gue nggak bermaksut untuk mencampuri urusan kalian. Hanya saja kalau gue boleh tau, sebenernya loe punya hubungan apa sama tu anak".
Lagi – lagi Andre terdiam, Menimbang – nimbang tentang apa yang harus di lakukannya. Setelah terlebih dahulu menarik nafas untuk sejenak mulutnya kembali berujar.
"Ceritanya panjang".
"Gue siap dengerin kalau loe emang berniat untuk bercerita".
Dan kemudian mengalirlah cerita itu dari mulut Andre.
"HA?" mulut Revan terbuka setengah tak percaya setelah mendegar cerita panjang lebar dari mulut Andre. "Maksutnya loe sebagai Riany, Jadi musuh sekaligus pacar Kevin tapi pada saat bersamaan loe Juga jadi Andre yang noteben nya sebagai sahabat karib kevin tanpa dia tau kenyataan yang sesungguhnya?".
Andre mengangguk lemah, Dan sebelum ia sempat melihat raut kaget hilang dari wajah Revan ia sudah terlebih dahulu dibuat kaget saat mendapati sosok seseorang yang berdiri mematung tak jauh darinya.
"K…Ke…. Kevin?" Ujar Andre setengah tak percaya. Reflkes Revan segera mengikuti arah pandangan Andre.
"Andre dan Riani adalah orang yang sama?" Gumam Kevin lirih. Jelas ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar bahkan apa yang baru saja ia katakan.
"Ah, Gue pasti sedang bermimpi" Sambung kevin lagi sambil memukul – mukul kepalanya sendiri. "Ini mustahil" sambung Kevin lagi sambil berbalik dengan langkah semboyongan kearah mobilnya. Tanpa Revan maupun Andre sempat mencegahnya.
Cerpen the prince the princess and mis cinderella part 13
"Hufh"..
Untuk kesekian kalinya aku kembali menarik nafas berat. Astaga, jantung ku kali ini benar – benar terasa mau copot. Sumpah, seumur hidup aku belum pernah merasa segugup ini untuk bertemu dengan Kevin.
"Oke riani, loe pasti bisa. Fighting" Ujar ku sendiri sambil melangkah menghampiri kevin yang tampak sedang duduk di taman kampus.
"Kevin, Kita bisa bicara sebentar?".
"Nggak" sahut kevin ketus.
"Tapi ada yang pengen gue jelasin sama loe".”
Gue nggak mau denger".
"Tapi kev…".
"Loe mau jelasin apa ha?. Loe mau bilang kalau gue ini ternyata gampang di bodohin. Atau loe mau menunjukan ke semua orang kalau sesungguhnya Gue, KEVIN. Dengan gampangnya di bohongin sama loe dengan nyamar jadi cowok untuk pura – pura jadi sahabat gue, Karena pada saat bersamaan seorang cewek yang bernama riani itu jadi musuh gue" Kata kevin setengah berteriak sehingga menarik perhatian semua yang ada di sana.
"Plok plok plok" Kevin tampak bertepuk tangan. "HEBAT".
"Kev, bukan itu maksut gue".
"Gue nggak perduli apa maksut loe. Yang pengen gue tau, Selain dari cewek cupu dan cowok gadungan loe punya kepribadian apa lagi?" tanya kevin tegas.
"Atau jangan – jangan loe dibalik kacamata loe, loe juga bisa jadi cewek pangilan?".
"Plak".
Sebuah tamparan medarat telak di pipi kevin.
"Gue nggak nyangka loe bisa berfikir gue serendah itu".
Selesai berkata aku segera berbalik. Sial, kenapa air mata ini kembali menetes si.
"Argh, Sial" Geram kevin kesel.
"Bro, sabar dulu. Sebenernya ada apa?".
"Loe tau cewek yang barusan. Dia, udah bohongin gue dengan nyamar jadi cowok. Dia udah bohongin gue dengan pura -pura jadi sahabat gue. Dan dia juga…..".
"Loe yakin dia sengaja?".
"Loe yakin nggak ada kesalah pahaman disini?".
"Atau loe udah denger alasan dia?".
Berbondong pertanyaan keluar dari mulut sahabat – sahabatnya.
"Saran gue, coba loe pikirin dengan kepala dingin. Gue nggak yakin Riani sepicik itu. Yah, loe pasti lebih tau dia dari pada kita".
Kevin terdiam, tanpa kata ia segera berbalik pergi.
Cerpen the prince the princess and mis cinderella part 13
Lama kevin terdiam dilama kamarnya. Walau suasana tenang tapi perang batin jelas terjadi dalam dirinya. Ia sendiri masih bingung denga kenyataan apa yang telah di terimanya. Jujur saja ia merasa marah, Ia merasa ia telah di bohongi mentah – menatah. Namun disisi lain ia juga merasa lega. Andre, Yang selama ini selalu berat untuk ia akui sendiri kalau sesungguhnya ia merasa menyukainya ternyata seorang wanita. Hei, bukankah itu artinya ia masih normal?.
Sesungguhnya ia juga masih penasaran dengan gadis itu. Tentang alasannya melakukan semua ini. Secara kalau di ingat – ingat lagi, sepertinya gadis itu juga tidak terlihat memanfaatkannya. Atau ia memang harus mengikuti saran teman – temannya untuk mencari tau langsung.
Namun sebersit keraguan kembali menyelimutinya saat mengingat kejadian tadi siang. Menyadari ruat marah sekaligus kecewa riani jelas membuatnya merasa bahwa mungkin tidakannya tadi keterlaluan. Dan setelah menimbang – nimbang semuannya akhirnya ia memutuskan untuk langsung menemui gadis itu.
"Kevin, kamu mau kemana?".
Langkah kevin yang sedang menuruni tangga terhenti saat mendengar suara mama dari ruang tengah. merasa heran tumben jam segini kedua orang tuanya ada di rumah.
"Mau keluar bentar ma. kenapa?".
"Duduk sini sebentar. Ada yang ingin mama dan papa mu bicarakan".
Manut, Kevin segera melangkah menghampiri kedua orang tuanya dan duduk tepat di hadapan mereka.
"Ada apa?"Tanya Kevin heran setelah beberapa saat kedua orang tuanya masih terdiam.
"Hufh… Baiklah, begini anaku. Kami bukan lah orang tua yang selalu mendikte anaknya. Apalagi berniat untuk mengatur masa depanmu. Tapi…".
"Tapi…?" Kejar Kevin.
"Tapi dengan amat terpaksa kami harus menjodohkanmu".
"HA?" Mulut Kevin mangap. Asli kaget.
"Dia adalah donatur terpesar di perusahaan papa mu. Dan kita tidak bisa menolaknya".
"Ma, Pa. Ini bukan jaman siti nurbaya. Bahkan siti nurbaya juga sepertinya lebih baik. Paling nggak dia wanita. Sedangkan kevin…" Kevin langsung membantah dengan tegas.
"Dengar dulu anak ku. Mama masih belum selesai bicara".
"Kevin nggak mau denger. Pokoknya kevin menolak perjodohan ini".
"Papa tidak bisa menolaknya. Karena nasip perusahan di pertaruhkan disini. Tapi papa juga tau kalau kamu berhak untuk menentukan masa depan mu sendiri. Karena itu hanya ada satu cara untuk menolak perjodohan ini"Papa angkat bicara.
"apa?".
"Kau harus membawa calon istri pilihanmu sendiri".
Kevin menoleh. Apa – apa an ini.
"Dan kau harus segera mendapatkannya secepat mungkin. Kau punya waktu tiga hari untuk itu. Jika tidak…" Papa tidak melanjutkan ucapannya tapi sepertinya kevin sendiri juga sudah mengerti arah dan maksut dari ucapannya.
"Itu mustahil…" Gumam Kevin lirih.
"Sama mustahilnya untuk mama dan papa mu menolak tanpa alasan yang jelas. Jadi pikirkan itu".
Selesai berkata papa segera belalu, disusul oleh sang mama. Sengaja meninggalkan kevin sendirian dengan kebingunannya. Astaga, apa yang harus di lakukannya. Masalahnya dengan Riani saja belum beres kenapa malah ditambahin lagi. Kalau begini ceritanya ia benar – benar bias gila.
Baiklah, All. Jujur bukan punya Radja (???) kali ini ana ngetiknya disela – sela kerjaan yang menumpuk. Nyolong – nyolong waktu gitu deh. Sungguh. #anggkat dua jari.
Soalnya ana udah beneran nggak bisa lagi exsis di dunia maya sesering dulu. Mungkin udah saatnya ana untuk serius di dunia nyata. So…. #artiin sendiri.
Akhir kata, Maap ya kayaknya harus nunggu lagi deh. Tapi kalau mau ana juga punya rekom untuk baca – baca di sini. Remaja Xsis and Cipta Karya Cerpen. Itung – itung sambil nunggu lanjutannya muncul. ^_^

Random Posts

  • Cerpen Cinta Remaja: MOVE ON!

    MOVE ON !Oleh: Lelie LianaKriiinggg “Halloo..“… “Hallo, bisa bicara dengan Jenny?”… “Hallo, ini Bobby, bisa bicara dengan Jenny?”… Klekkk! Tuttt tutt tutttPagi itu mendadak muka Jenny masam semasam-masamnya yang dia bisa. Dina aja sampe bingung ada apa gerangan.“Kenapa loe Jen?““Ga kenapa – kenapa““Yakin loe? Loe mandi kan pagi ini ?”“Apa – apaan sih loe Din? Ya iyalah gue mandi!““Ups sorry, abisnya muka loe kusut banget. Kenapa sih?“"Daripada loe ngurusin urusan gue mending loe urusin deh PR dari Pak Burhan.““Hah?? Emang ada PR ya?““Ada, halaman 204 bagian C dan D, essay semua tuh, 15 menit lagi masuk.“Jenny berjalan melenggang melewati Dina, sementara Dina langsung ngacir menuju kelas.Teetttt tettt tettttttt, bel masuk. Jenny yang pagi – pagi udah galau aja di kantin langsung menuju kelas. Di kelas dilihatnya muka Dina menekuk kesel.“Jen loe usil banget sih. Tega – teganya loe ngerjain gue. Dengan susah payah gue ngerjain tuh soal, untung si Budi bilang nggak ada PR, jahat loe!““Lagian loe suka banget ngabisin waktu loe buat urusin urusan orang lain.““Yaaa sorry, abisnya gue kesel aja liat muka loe. Pagi – pagi udah kusut banget persis orang seminggu ga mandi.““Gue lagi galau.““What?? Masih labil ya loe.“ Dina cengengesan.“Hellooo Din, wajar dong gue labil. Umur gue aja belom 20 tahun. Sepupu gue noh, udah 21 masih aja suka galau and labil. Loe jangan mojokin gue dong. Kayak loe ga pernah galau aja.““Iya iya, sorry. Sensitiv banget sih loe. Galau kenapa loe? Bobby lagi?”“Iya. Tadi pagi dia nelpon gue. Sulit Din buat lupain dia, meskipun dia udah ga satu tempat lagi sama gue, tetep aja gue masih sakit hati nginget dia. Denger suaranya aja bikin nyeri uloe hati gue Din.““Hmmm, kayaknya loe perloe ke psikolog deh Jen, masa loe masih beloem bisa loepain orang yang udah nyakitin loe, udah ninggalin loe, udah ga mikirin loe lagi, dan yang pastinya udah jauh banget dari loe. Ayolah Jen, itu udah setahun yang lalu, masa sih loe ga bisa lupain dia.““Din, loe ga ngerti karna loe ga di posisi gue. Coba kalo loe di posisi gue. Susah Din.““Hmmm, bukannya gue sok ngajarin sih Jen, tapi loe cantik, dan banyak yang suka sama loe, masa sih loe mau dan masih menyia – nyiakan waktu yang loe punya cuman buat orang yang hanya sepintas di hisup loe. Jen, dengerin gue ya, semua orang pasti pernah sakit hati, semua orang pasti pernah galau, tapi ga semua orang bisa mengatasinya Jen. Masa depan …”“Udah ah Din, gue ngomong sama loe juga kayanya percuma.““Ok Jen, maybe loe cuman butuh waktu.“ Dina balik lagi fokus ke bukunya, dan menghentikan bisik – bisik dengan Jenny. Sementara Jenny pura – pura dengerin Pak Burhan yang sejak jam pertama tadi sebenernya Jenny ga ngerti membahas tentang apa. Beruntung hari ini Dina dan Jenny duduk di kursi paling belakang, jadi kecil kemungkinan ketahuan Pak Burhan kalo mereka lagi ngobrol bisik – bisik.Kalo dipikir – pikir Dina bener banget ya. Masa gue mau galau terus. Tapi sulit banget buat ngelupain Bobby. Hmmm, ntar istirahat gue tanya Igha deh, kayaknya dia lebih tau.“Jen!!!!““Dina! Loe bisa nggak sih klo ga usah teriak – teriak gitu?““hehe, loe gue panggil daritadi ga nyahut““loh? Pak Burhan mana Din?““Bel istirahat udah daritadi nonaaaa, yok kantin yok, gue laper nih““ehhhmm, loe duluan aja deh, gue mau ke kelasnya Igha dulu““yakin loe? sekalian cuci tuh muka, kusut banget…““Iya iya! ngeselin banget loe“Dina melenggang, sementara Jenny langsung menuju ke kelasnya Igha.“Dina bener banget Jen, loe harusnya mulai ngebuka hati loe. Gue bingung, kerjaan loe setahun ini galau mulu, kapan loe move on nya? Ingat Jen bentar lagi kita ujian, lulus, kuliah, trus misah deh. Masa loe mau terus – terusan jomblo en galau, sementara banyak cowok cakep yang ngantri mau jadi pacar loe. Contoh tuh kak Andre udah cakep, pinter, lulusan terbaik lagi. Udah gitu pacaran sama cewek terpintar di angkatannya. Ayo dong Jen move on. Lagian elo ga bisa juga kan balikin Bobby buat jadi milik loe lagi. Gue saranin deh, buka kembali otak loe tuh, buang jauh – jauh Bobby. Lama – lama gue juga kesel denger tentang tuh cowok“ Igha bernasihat panjang lebar.Jenny terdiam. Sampai pelajaran berakhir, entah ada angin apa, kali ini dia udah ngerasa terbuka otaknya. Dina bener, dia ga mungkin terus – terusan menyesali dan menginginkan waktu kembali lagi. Begitu banyak, bahkan ribuan menit dan detik ia habiskan utnuk memikirkan Bobby yang bahkan Jenny pun ga pernah tau kabarnya lagi. Jenny juga udah bosan dengan semua kegalauannya. Jenny udah bosan bertahan dengan semua sakit hatinya. Lama – lama bisa tua dari umur gue kalo sedih terus. Igha dan Dina bener. Hidup gue masih panjang. Mungkin Bobby salah satu orang yang dititipkan sebentar untuk memberi warna di hidup gue. Gue harus berhenti.Malamnya Jenny membuang semua yang berhubungan dengan Bobby. Semua kontak dan barang – barang yang ingetin dia sama Bobby. Semua foto – foto dia sama Bobby, dia hapus permanent dari semua gadgetnya. Tak terkecuali semua foto print out yang tertempel di dinding kamarnya. SEMUA. Semua kenangan liburan di Bali, foto – foto pas ulang tahun Jenny Bobby kasih surprise, dan yang paling nyakitin, foto – foto Bobby bersama Jenny, Kak Andre, pacarnya kak Andre, Mamah, dan Papah. Semakin Jenny ngeliatin foto – foto itu semakin nyeri di hati Jenny. Dia sangat menyadari, bahkan sesadar – sadarnya. Bobby tetap tersimpan dihatinya, entah sampai kapan. Tapi semakin yakin juga Jenny bahwa semuanya ga akan kembali, seperti kata Dina, Jenny harus bisa mengatasi sakit hatinya.Setelah semua barang – barang itu terkunci rapat di peti, Jenny memasukkan peti tiu ke gudang. Jenny membuka laptopnya lagi, membuka semua catatannya selama setahun. Jenny membuka document baru, disana ia mengetik.“Jika aku menyayangimu, itu bukan sepenuhnya salahmu. Tapi itu salahku yang tak pernah mengerti bahwa waktu bisa merubah segalanya. Jika aku tetap menyayangimu, itu juga bukan sepenuhnya salahmu, itu hanya salahku yang tak bisa mengerti keadaan. Hanya saja, ternyata waktu kemudia mampu membuatku mengerti keadaan. Beribu waktu, menit, jam, bahkan tak terhitung hari kuhahabiskan pikiran dan sedihku untuk mencintaimu. Aku tak pernah berhenti, hanya saja aku beristirahat , mencoba lebih memahami waktu.“Even you are not be the part of me anymore, I am the lucky one that had have you in my life. I have to move on even my heart stil doesn’t understand what my mind’s sugestion. You are the colors of my life that gave me a pain part and beautiful part. Thats why I have to move on. Jenny turn off laptopnya, mencoba memejamkan mata. Berharap besok akan ada waktu untuknya menebus kembali waktu yang terbuang. *****Email : Leelieliana@yahoo.co.idTwitter : @lelielianaFb : Lelie LianaBaca juga cerpen karya Lelie Luana yang lain dalam Jarak dan Kita serta Damaiku Bersamamu, Flora.

  • Cerpen Keyakinan Cinta

    KEYAKINANoleh Raisya MarisdifaAku begitu bahagia dengan hari ini. Aku pulang dengan rasa puas dan lega. Hari ini, kelas ku bisa merebut juara pertama dalam acara Pagelaran Seni kelas 9 yang selalu ada setiap tahunnya. Rasa capek untuk latihan 1 bulan terakhir rasanya sirna begitu saja. Apalagi selalu ada dia di samping. Dia yang selalu menyemangatiku dan mendukungku. Dia yang selalu menjadi penghilang rasa letihku. Dia yang ku cinta dan ku sayang sepenuh hati. Dia adalah kekasihku. Kekasih yang begitu sempurna di mataku.Hp ku bergetar. Ini menandakan bahwa ada pesan masuk. Dan itu pesan dari Rio, kekasihku. Dengan penuh cinta dia bertanya kepadaku.“Sudah sampai di rumah sayangku?”“Sudah sayang.” Jawabku.“Kalau begitu harus mandi, terus makan, dan langsung istirahat ya sayang. Aku tau kamu pasti capek karena telah tampil dengan energik tadi.”Aku tersenyum melihat pesannya.“Iya sayang.” Balas ku.Perhatiannya selalu membuat ku bahagia, walau aku sendiri tahu dia selalu begitu setiap harinya. Semuanya tidak pernah membuatku bosan. Karena dia selalu memberikan perhatian, cinta dan kasih sayangnya tulus untuk ku. Aku bisa merasakan.Semua ketulusan itu selalu ku rasakan dari awal bersamanya. Namun ketika bulan itu, bulan dimana aku berulang tahun. Aku merasakan kehangatan yang dia berikan dan ketulusannya sudah mulai berkurang. Semua itu bermula ketika dia sering ikut papanya keluar kota. Awalnya aku mengerti. Tapi lama kelamaan, aku sudah tidak mengerti dan sudah tidak tahan dengan sikapnya. Dan dia juga sudah melupakan begitu saja hari ulang tahunku. Dia sudah tidak seperhatian dulu, semua ketulusannya hilang. Raib di telan bumi.Dan pada akhirnya, aku pun sampai pada puncak kemarahan. Aku mengiriminya pesan.“Aku sudah tidak tahan dengan sikap mu Rio, kamu berubah. Aku tersiksa seperti ini.”Dia pun membalas.“Terus aku harus bagaimana Ca?”“Kamu itu jahat banget sich, apa kamu tidak tahu bagaimana aku selama ini? Aku selalu bersabar menunggu kamu pulang dari luar kota. Aku mengerti kalau kamu tidak bisa mengirimi aku pesan setiap saat karena alasan tidak mendapatkan sinyal. Dan aku pun bersabar, karena kamu tidak ada pada hari ulang tahunku. Namun sekarang apa balsannya? Balasan atas kesabaran ku. Seakan- akan kamu sudah mencampakkan ku.” Balas ku dengan penuh emosi.“Maaf Ca, aku tau aku salah. Tapi aku juga tidak tahu kenapa aku bisa begini.” Jawabnya.Namun, karena aku sudah begitu emosi. Aku tidak bisa mengendalikan emosi. Dan aku juga lupa, kalau Rio sangat tidak suka di beda- bedakan.“Dulu kamu sangat perhatian sama aku, sekarang begitu cuek. Dulu kamu selalu ingin bercerita degan ku setiap malam, tapi sekarang boro- boro mau cerita. Ucapin selamat tidur aja gag. Selalu bangunin aku setiap pagi, nyuruh aku mandi, nyuruh aku makan. Tapi sekarang, itu tidak pernah kamu lakukan lagi. Kemana Rio ku yang dulu? Aku hanya ingin pacaran dengan Rio ku yang dulu.”“Aku janji akan berubah Ca. Maafin aku Ca.” Jawabnya singkat.Tapi entah bagaimana, aku tidak percaya dengan kata- katanya. Aku merasa ketidak tulusan darinya. Dan itu semua membuat ku mengabaikan semua perkataannya.Hari selanjutnya, dia sudah mulai perhatian lagi kepada ku. Namun anehnya aku masih saja marah. Dan itu semua juga membuatnya emosi dan muak. Emosi karena perkataanku dan muak karena ia merasa aku selalu menyalahkannya. Aku merasa tidak pernah menyalahkannya. Aku hanya mengatakan apa adanya.Mengatakan bagaimana sikapnya yang telah membuatku tersakiti. Aku hanya seorang wanita, wanita yang lemah dan ingin di mengerti. Tapi dia sudah tidak menyadari itu. Dan pada akhirnya, Rio memutuskan hubungan kami. Aku juga tidak tahu pasti apa alasannya memutuskan hubungan kami. Apa karena muak karena aku selalu menyampaikan bagaimana sikapnya yang selalu membuatku sakit hati atau karena sudah jenuh? Aku tidak pernah tau.Di telfon dia berbicara.“Aku butuh waktu Ca. Aku mau sendiri dulu. Aku juga gag tau, kenapa hatiku bisa kosong sekarang. Tolong beri aku waktu Ca. Aku janji akan mencari kamu suatu saat nanti. Kalau kita jodoh kita pasti akan ketemu lagi. Satu lagi, kamu harus bisa menggapai cita- cita mu.”“. . .” Hening.Telfon dimatikan.Di saat itu aku begitu sangat terpuruk. Dan itu menyebabkan aku tidak bisa menjawab perkataan Rio. semua benda- benda tajam serasa menghujam hatiku. Tak cukup dengan menangis melepaskan kesakitan itu. Aku tak percaya Rio seperti itu. Aku berharap dia bisa berubah demi aku, dengan mengatakannya kepadaku dengan tulus. Aku tak percaya janji setia selama ini yang dia umbar kepadaku, terbang dan hilang begitu saja.Aku juga sadar, aku begitu protektif kepadanya. Dan aku menyesali itu. Dalam hati aku hanya bisa meminta maaf atas kesalahan ku. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang tak luput dari kesalahan.Selama beberapa hari aku hanya bisa berteman dengan kesedihan. Namun beberapa hari kemudian, aku bisa menemukan dunia ku kembali. Aku bisa merebut ceria ku lagi. Hanya satu yang bisa membuat ku kuat lagi. Yaitu keyakinan. Yakin Rio akan menepati janjinya, yakin bisa menggapai cita- cita ku walaupun tidak ada Rio di sisiku,yang selalu ada dan menyemangatiku di kala putus asa. Dan itu semua akan ku jadikan sebagai kado spesial untuk pertemuan kami nanti. Pertemuan yang akan menyatukan hati dan cinta kami kembali. Yang bersifat abadi.

  • Cerpen Keluarga | Dari Ibu Dengan Cinta

    Dari Ibu, Dengan CintaOleh, Dea AspasiaHalo All Reader. Padahal baru semalam posting, eh hari ini posting lagi. Tapi Kali ini lagi – lagi cerpen kiriman dari Reader star Night. Ini cerpen kedua nya dia lho setelah sebelumnya pernah ngirim juga yang judulnya ‘Cerita SMA’. Oh ya, Waktu baca cerpen ini, Star Night jadi keinget sama mama. Beneran bikin terharu deh sama ceritanya. Buat Dea, Makasih ya. Terus kalau seandainya ada dari reader yang pengen cerpennya nangkrin di star night juga bisa ikutan ngirim kok. Entar pasti di pulis dengan catatan cerpen itu beneran milik pribadi dan belum pernah di post di blog manapun. Karena ini blog Star Night, Yang di pake juga gaya ala star night donk. Bahwa cerpen yang sudah di post disini nggak boleh lagi di post di blog mana pun. Seperti beberapa cerpen yang juga star night kirim ke blog lain tapi nggak star night post di blog ini. Diantaranya Cerpen cinta dadakan yang star night post di ‘Ilmuini’, Cerpen jatuh yang star night post di ‘serba – serbi’ serta cerpen she is my beiby? OMG!!! yang star night post di blog Remajaxsis. Kalau kalian memang tertarik untuk membaca silahkan kalian baca di blog masing – masing. Oke…!.Banyakan bacod kayaknya, ya sudah mending langsung ke cerita.Penulis : Dea AspasiaFan Page : cerpencerpenTeeNageMinta, itulah nama seorang anak gadis remaja yang ingin meneruskan pendidikan kuliahnya. Tapi, lantaran karena papanya menginginkan Minta untuk berlibur bersama mereka terlebih dahulu, maka Minta menunda sekolahnya. sebagian

  • Why Should You?

    Why Should You? Oleh: Binanti Nana – Dalam hidup ini aku merasa sempurna, keluarga bahagia kaya raya, sahabat yang baik bahkan aku memiliki seorang pacar yang sangat baik pula aku tidak pernah menyangka kejadian yang sangat menyakitkan hati ini akan terjadi semua ini bermula dari sesuatu yang bahagia pagi yang sangat cerah aku dan pacar aku merayakan hari jadi kami yang ke-5 tahun di suatu tempat yang sangat indah sekali melati coba lihat seru rangga kepada ku, kami berdua pun duduk bersama menikmati indahnya alam saat ituRangga tidak terasa 5 tahun sudah hubungan kita ini berjalan yaw, kata melati benar sekali melati tidak mudah menjaga hubungan kita ini sahut rangga……tapi melati terima kasih untuk semua yang telah kamu berikan kepada ku cinta kasih bahkan untuk semua nya dan maaf melati karena aku tidak akan pernah bisa membalas semua itu….hanya rasa cinta ini yang bisa ku berikan kepada mu sambung rangga tapi melati menganggap yang dibicarakan rangga hanya candaan belaka dan dia menjawab ya tidak apa dengan sekenan nya……melati tidak pernah sadar bawa itu kata perpisahan dari rangga karena tanpa sepengetahuan melati rangga mengidap kanker otak setadium empat dan dokter memperkirakan hidup nya hanya sampe hari ini…..maka dari itu rangga membuat hati melati senang sebelum malaikat maut menjemput nya.Mereka berdua asyik bercanda tiba-tiba kepala rangga sakit tak tertahan kan…melati pun panik dan berteriak……rangga kamu kenapa ?ada apa dengan kepala kamu rangga tanya melati dengan berteteskan air mata……rangga tak menjawab kata-kata melati rangga terlalu kesakitanambulance pun membawa rangga kerumah sakit melati hanya bisa menangis dia sama sekali tidak pernah tau apa yang terjadi pada pacarnya.Akhirnya keluarga rangga pun datang dan mereka menceritakan semuanya ….maaf kan kami melati karena tidak memberi tahu kamu tentang hal ini kata mama rangga melati tidak dapat berkata apa-apa karena kaget nya…..dokter pun keluar dan dan meminta keluarga rangga termasuk melati masuk kedalam kerena rannga ingin bicara pada mereka…..melati maafkan aku karena tidak memberitahu kamu semua aku lakukan karena tak ingin membuat kamu sedih aku terlalu sayang pada mu kata rangga sudahlah rangga yang terpenting kamu sembuh dulu…..balas melati….terima kasih melati aku bahagia bisa menjadi pacar kamu aku harap dikehidupan selanjutnya aku bisa ketumu kamu lagi sampai jumpa melati!!!!!!!!! tidak rangga kamu jangan pergi semua ini bohong kan rangga teriak melati berteteskan air mata….Akhirnya Rangga pergi untuk selamanya dengan meninggalkan kenangan yang mendalam di hati Melati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*