Cerbung The Prince Part 13

Baiklah, Di lanjutin protes, lanjutannya lama protes, gak di lanjutin apa lagi. C'Mon, Kerjaan ku bukan cuma nulis cerpen aja kale…. #banting sendok.
Oke deh, tapi salah ku juga kali ya, kenapa nie cerpen, ehem cerbung maksudnya nggak ending – ending. Ya sudah kalau begitu, Mantepin diri sendiri buat ngeEnding Cerpen The prince the princess and mis cinderela ini dulu.
#FIGHTING!!!!!….

Credit gambar : Ana merya
"Andre, kok muka loe kusut gitu?".
Andre menoleh, mendapati Revan yang kini sedang menatapnya khawatir.
"Nggak papa kok" Elak andre.
"Masih masalah kevin ya?" tanya Revan lagi.
Untuk sejenak Andre terdiam sebelum kemudian mengangguk lemah.
"Gue nggak bermaksut untuk mencampuri urusan kalian. Hanya saja kalau gue boleh tau, sebenernya loe punya hubungan apa sama tu anak".
Lagi – lagi Andre terdiam, Menimbang – nimbang tentang apa yang harus di lakukannya. Setelah terlebih dahulu menarik nafas untuk sejenak mulutnya kembali berujar.
"Ceritanya panjang".
"Gue siap dengerin kalau loe emang berniat untuk bercerita".
Dan kemudian mengalirlah cerita itu dari mulut Andre.
"HA?" mulut Revan terbuka setengah tak percaya setelah mendegar cerita panjang lebar dari mulut Andre. "Maksutnya loe sebagai Riany, Jadi musuh sekaligus pacar Kevin tapi pada saat bersamaan loe Juga jadi Andre yang noteben nya sebagai sahabat karib kevin tanpa dia tau kenyataan yang sesungguhnya?".
Andre mengangguk lemah, Dan sebelum ia sempat melihat raut kaget hilang dari wajah Revan ia sudah terlebih dahulu dibuat kaget saat mendapati sosok seseorang yang berdiri mematung tak jauh darinya.
"K…Ke…. Kevin?" Ujar Andre setengah tak percaya. Reflkes Revan segera mengikuti arah pandangan Andre.
"Andre dan Riani adalah orang yang sama?" Gumam Kevin lirih. Jelas ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar bahkan apa yang baru saja ia katakan.
"Ah, Gue pasti sedang bermimpi" Sambung kevin lagi sambil memukul – mukul kepalanya sendiri. "Ini mustahil" sambung Kevin lagi sambil berbalik dengan langkah semboyongan kearah mobilnya. Tanpa Revan maupun Andre sempat mencegahnya.
Cerpen the prince the princess and mis cinderella part 13
"Hufh"..
Untuk kesekian kalinya aku kembali menarik nafas berat. Astaga, jantung ku kali ini benar – benar terasa mau copot. Sumpah, seumur hidup aku belum pernah merasa segugup ini untuk bertemu dengan Kevin.
"Oke riani, loe pasti bisa. Fighting" Ujar ku sendiri sambil melangkah menghampiri kevin yang tampak sedang duduk di taman kampus.
"Kevin, Kita bisa bicara sebentar?".
"Nggak" sahut kevin ketus.
"Tapi ada yang pengen gue jelasin sama loe".”
Gue nggak mau denger".
"Tapi kev…".
"Loe mau jelasin apa ha?. Loe mau bilang kalau gue ini ternyata gampang di bodohin. Atau loe mau menunjukan ke semua orang kalau sesungguhnya Gue, KEVIN. Dengan gampangnya di bohongin sama loe dengan nyamar jadi cowok untuk pura – pura jadi sahabat gue, Karena pada saat bersamaan seorang cewek yang bernama riani itu jadi musuh gue" Kata kevin setengah berteriak sehingga menarik perhatian semua yang ada di sana.
"Plok plok plok" Kevin tampak bertepuk tangan. "HEBAT".
"Kev, bukan itu maksut gue".
"Gue nggak perduli apa maksut loe. Yang pengen gue tau, Selain dari cewek cupu dan cowok gadungan loe punya kepribadian apa lagi?" tanya kevin tegas.
"Atau jangan – jangan loe dibalik kacamata loe, loe juga bisa jadi cewek pangilan?".
"Plak".
Sebuah tamparan medarat telak di pipi kevin.
"Gue nggak nyangka loe bisa berfikir gue serendah itu".
Selesai berkata aku segera berbalik. Sial, kenapa air mata ini kembali menetes si.
"Argh, Sial" Geram kevin kesel.
"Bro, sabar dulu. Sebenernya ada apa?".
"Loe tau cewek yang barusan. Dia, udah bohongin gue dengan nyamar jadi cowok. Dia udah bohongin gue dengan pura -pura jadi sahabat gue. Dan dia juga…..".
"Loe yakin dia sengaja?".
"Loe yakin nggak ada kesalah pahaman disini?".
"Atau loe udah denger alasan dia?".
Berbondong pertanyaan keluar dari mulut sahabat – sahabatnya.
"Saran gue, coba loe pikirin dengan kepala dingin. Gue nggak yakin Riani sepicik itu. Yah, loe pasti lebih tau dia dari pada kita".
Kevin terdiam, tanpa kata ia segera berbalik pergi.
Cerpen the prince the princess and mis cinderella part 13
Lama kevin terdiam dilama kamarnya. Walau suasana tenang tapi perang batin jelas terjadi dalam dirinya. Ia sendiri masih bingung denga kenyataan apa yang telah di terimanya. Jujur saja ia merasa marah, Ia merasa ia telah di bohongi mentah – menatah. Namun disisi lain ia juga merasa lega. Andre, Yang selama ini selalu berat untuk ia akui sendiri kalau sesungguhnya ia merasa menyukainya ternyata seorang wanita. Hei, bukankah itu artinya ia masih normal?.
Sesungguhnya ia juga masih penasaran dengan gadis itu. Tentang alasannya melakukan semua ini. Secara kalau di ingat – ingat lagi, sepertinya gadis itu juga tidak terlihat memanfaatkannya. Atau ia memang harus mengikuti saran teman – temannya untuk mencari tau langsung.
Namun sebersit keraguan kembali menyelimutinya saat mengingat kejadian tadi siang. Menyadari ruat marah sekaligus kecewa riani jelas membuatnya merasa bahwa mungkin tidakannya tadi keterlaluan. Dan setelah menimbang – nimbang semuannya akhirnya ia memutuskan untuk langsung menemui gadis itu.
"Kevin, kamu mau kemana?".
Langkah kevin yang sedang menuruni tangga terhenti saat mendengar suara mama dari ruang tengah. merasa heran tumben jam segini kedua orang tuanya ada di rumah.
"Mau keluar bentar ma. kenapa?".
"Duduk sini sebentar. Ada yang ingin mama dan papa mu bicarakan".
Manut, Kevin segera melangkah menghampiri kedua orang tuanya dan duduk tepat di hadapan mereka.
"Ada apa?"Tanya Kevin heran setelah beberapa saat kedua orang tuanya masih terdiam.
"Hufh… Baiklah, begini anaku. Kami bukan lah orang tua yang selalu mendikte anaknya. Apalagi berniat untuk mengatur masa depanmu. Tapi…".
"Tapi…?" Kejar Kevin.
"Tapi dengan amat terpaksa kami harus menjodohkanmu".
"HA?" Mulut Kevin mangap. Asli kaget.
"Dia adalah donatur terpesar di perusahaan papa mu. Dan kita tidak bisa menolaknya".
"Ma, Pa. Ini bukan jaman siti nurbaya. Bahkan siti nurbaya juga sepertinya lebih baik. Paling nggak dia wanita. Sedangkan kevin…" Kevin langsung membantah dengan tegas.
"Dengar dulu anak ku. Mama masih belum selesai bicara".
"Kevin nggak mau denger. Pokoknya kevin menolak perjodohan ini".
"Papa tidak bisa menolaknya. Karena nasip perusahan di pertaruhkan disini. Tapi papa juga tau kalau kamu berhak untuk menentukan masa depan mu sendiri. Karena itu hanya ada satu cara untuk menolak perjodohan ini"Papa angkat bicara.
"apa?".
"Kau harus membawa calon istri pilihanmu sendiri".
Kevin menoleh. Apa – apa an ini.
"Dan kau harus segera mendapatkannya secepat mungkin. Kau punya waktu tiga hari untuk itu. Jika tidak…" Papa tidak melanjutkan ucapannya tapi sepertinya kevin sendiri juga sudah mengerti arah dan maksut dari ucapannya.
"Itu mustahil…" Gumam Kevin lirih.
"Sama mustahilnya untuk mama dan papa mu menolak tanpa alasan yang jelas. Jadi pikirkan itu".
Selesai berkata papa segera belalu, disusul oleh sang mama. Sengaja meninggalkan kevin sendirian dengan kebingunannya. Astaga, apa yang harus di lakukannya. Masalahnya dengan Riani saja belum beres kenapa malah ditambahin lagi. Kalau begini ceritanya ia benar – benar bias gila.
Baiklah, All. Jujur bukan punya Radja (???) kali ini ana ngetiknya disela – sela kerjaan yang menumpuk. Nyolong – nyolong waktu gitu deh. Sungguh. #anggkat dua jari.
Soalnya ana udah beneran nggak bisa lagi exsis di dunia maya sesering dulu. Mungkin udah saatnya ana untuk serius di dunia nyata. So…. #artiin sendiri.
Akhir kata, Maap ya kayaknya harus nunggu lagi deh. Tapi kalau mau ana juga punya rekom untuk baca – baca di sini. Remaja Xsis and Cipta Karya Cerpen. Itung – itung sambil nunggu lanjutannya muncul. ^_^

Random Posts

  • Cerpen Sahabat Terbaik Be the Best Of A Rival ~ 04

    PS: Untung aja aku baru ngabisin baca novel yang sukses bikin aku berfikir positif… Kalau nggak, Nggak tau deh..Thanks to "Mellisa"…Part sebelumnya silahkan baca "Cerpen persahabatan be the best of a rival part 3".Credit Gambar : Ana MeryaKeesokan harinya, farel sengaja bangun lebih pagi dari biasanya. langsung bersiap – siap untuk kesekolah. mamanya aja sampai heran. Biasanya kan farel baru bangun kalau udah di bangunin. itu juga harus pake olah raga suara alias teriak – teriak. la ini?. Selesai sarapan farel langsung tancap gas.sebagian

  • Cerpen Misteri (story about ana maria)

    This Is Story About Ana MariaAna selalu berdoa kepada Tuhannya : “ Tuhan ! tolonglah aku, tolonglah aku agar aku bisa bertemu dengan ibuku Tuhan !. satukanlah kami kembali seperti dulu !”Tanpa terasa tetesan airmata pun mengalir membasahi pipi Ana. Hari** yang dilalui Ana sangatlah sepi, meskipun ana tinggal di sebuah asrama yang dipenuhi dengan siswa-siswi. Tetapi Ana masih saja sendiri.Ana adalah anak yang tidak sama dengan anak lainnya, ia selalu sendiri dan sendiri, sampai suatu saat.“Lihatlah ! itukan si anak neraka itu !, ngapain dia duduk di pinggir jendela. .. Tumben “ Seru Erica“Sudahlah,, buat apa kau memperhatikan dia, paling-paling dia Cuma ingin mencari malaikat yang akan membebaskan dirinya dalam neraka…. HAHAHAHAHAHAHAHAHA” Ucap Monica“Ahaa,, bisa aja kamu Mon”“..ssttt, ntar diia dengar loh, gawat nanti jangan-jangan qt bisa ikutan masuk neraka juga”“iiya,, iih serem, qt pergi aja yuk”“ yuk..”Oleh: Rezki Fitri Febriana Sudah sering Ana mendengar Ejekan dari siswa-siswi di asrama itu. Namun, Ana tak menggubrisnya. Ana memang lebih suka mengurung dirinya diperpustakaan, diantara buku-buku lapuk yang sudah tua, diantara dinding-dinding besi berdebu yang hampir tak bisa detembus oleh suara apapun, dalam ruangan yang sangat panas dan menggerahkan. Itulah yang menyebabkannya dijuluki gadis neraka.Ana memang buta, tapi dia bisa melihat mahluk lain selain hewan dan manusia. Dia Memang suka mengurung diri diperpustakaan yang sunyi, karena ia melihat begitu banyak hal disana. Ada ibu yang selalu membacakan cerita untuk anaknya, ada yang bernyanyi, ada yang menangis dan ada yang selalu diam. Ana hanya melihati mereka dan, ketika Ana mengajak mereka untuk berkomunikasi, mereka hanya bisa diam terpaku menatap wajah Ana. Berulang kali Ana menyapa mereka, namun tak ada satupun yang bisa mengerti dengan bahasa Ana.“Aku hanya ingin tau dimana ibuku ! dimana ?, ““Aku hanya ingin tau dimana ibuku ! dimana ?, ““Aku hanya ingin tau dimana ibuku ! dimana ?, ““Aku hanya ingin tau dimana ibuku ! dimana ?, “Berulang kali Ana mengucapkan kalimat itu, namun mereka tetap diam, hanya diam menatapi wajah AnaHingga pada suatu hari, Ana keluar meninggalkan asramanya, tanpa ada seorangpun yang tau. Ana berjalan dengan membawa badan yang sempoyongan, melangkah dengan kaki tanpa alas, dengan rambut hitam nya yang tergerai, dan memakai baju asrama yang sudah lusuh.Ana berjalan dengan sangat pelannya..ternyata tiba-tiba ada yang mengikutinya dari belakang..“k..kau !!” kata Ana terbata“Kenapa” kata org itu“Bukankah kau arwah laki-laki yang hanya diam itu, apakah kau mengerti bahasaku ?”“ ya, ini aku…… Mmmmmmmmm begitulah”Arwah laki-laki itu terus saja memandangi Ana tanpa hentinya.“Apa yang kau lihat ?” Ucap Ana“Kau !” kta arwah laki-laki itu“dan ,, Untuk apa kau mengikutiku”“Untuk melindungimu”“Peduli apa kau denganku ?”“Karna kau buta”“Apa hubungannya kebutaanku denganMu?”“Karna aku tau dimana ibumu”“Apa ?? jadi selama ini kau tau dimana ibuku ? ! Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku, padahal hampir setiap hari aku berteriak bertanya kepada bangsa kalian !”“Sabar dulu, Ana ! , aku akan memberitaumu dan menceritakan semua kepadamu sembari kita berjalan menuju tempat dimana ibumu berada”Mereka berjalan sambil bercerita, mereka berjalan sangatt jauh.. dan tak terasa malampun tiba, mereka berhenti di bawah pohon besar yang sudah tua.“Kemana kau akan membawaku?” tanya Ana.“Ketempat ibumu berada”“Dimana ??”“Ditempat yang tidak akan pernah diketahui oleh manusia”“A..a..pakah masih jauh??”“Sebentar lagi, setelah kau terbangun dari tidurmu.”Perlahan-lahan mata Ana pun terpejam begitu saja dengan pelannya. Tubuhnya seakan-akan menjadi sangat ringan, terangkat dan terbang melayang-layang. Hingga sampai pada suatu tempat, matanya seolah-olah membuka perlahan, dan Ana pun terperangah melihat keindahan yang mungkin tidak akan pernah bisa dibayangkan oleh fikiran manusia.Tiba-tiba..terlihat dari kejauhan seorang wanita paruhbaya berteriak..“ Anakku !!.. Ohh Anakku Ana !!.. Kemarilah nak !,… Ana ? kau kah anakku Ana Maria itu ?!!”“ibu ? benarkah kau ibuku yang selama ini kucari-cari ??”“ iya nak, ini ibumu, datanglah kemari sayang, dan peluklah ibu”Ana pun berlari dengan cepatnya, seolah-olah kakinya tidak letih, seolah-olah badannya tidak lesu, dan seolah-olah matanya tidak buta lagi. Dipeluknya ibunya yang masih terlihat muda itu, berlinangan airmata bahagianya, tersenyum bahagia. Dan dilihat Ana dari kejauhan, sosok arwah laki-laki itu terlihat begitu tampannya sedang ternsenyum turut bahagia melihat kebahagiaan Ana.Tak ditemunya lagi manusia-manusia yang mengejek dan mencelanya. Tak ditemunya lagi nyanyian-nyanyian pujian tiap hari, tak didengarnya lagi lonceng yang berbunyi tiap pagi, tak dilihatnya lagi mahluk-mahluk didalam ruang perpustakaan yang sunyi.Jauh dari tempat Ana berada, siswa-siswi dan biarawati pun panik dengan hilangnya Ana dari Asrama. selang waktu beberapa jam.seorang pengirim surat mendapati jasad Ana yang mengenakan baju asrama tergeletak dibawah pohon besar yang sudah tua. Hingga saat ini kematian ana tak dapat diketahui apa penyebabnya !****

  • Cerpen The Prince, The Princess & Mis. Cinderella~11 {Update}

    Oke, Next acara Edit mengedit. Kalo bisa si Cerpen The Prince, The Princess & Mis. Cinderella bisa finish malam ini. Ah, semoga saja.Oh ya, ngomong – ngomong soal edit, penulis lagi belajar ngedit video nie. Mau liat gak?. Klik aja Trouble is a friend ~ Lenka ~ Ana Merya Sudah hampir tiga jam aku sedari tadi hanya berbolak – balik di kasur tanpa bisa terlelap sama sekali. Ku lirik jam yang tertera di atas meja, pukul dua dini hari. Astaga, kalau begini ceritanya aku bisa stres beneran. Bukan hanya sekedar stres tembangan le seung gi di king 2 heart (???).Sudah hampir dua mingu aku menjadi ‘pacar’ Si kevin. Dan tingkah lakunya benar – benar. Aku berani jamin seribu persen, kalau sampai dia tetap bersikap seperti itu selama satu bulan kedepan aku sudah pasti jatuh cinta beneran padanya. sebagian

  • Cerita SMA Diera Diary End

    Setelah sekian lama akhirnya Cerita SMA Diera Diary bisa ketemu juga sama yang namanya ending. Secara udah pada penasaran donk gimana kelanjutan ceritanya. Terus di mana sebenernya diari gadis tersebut berada. Apa bener berada di tangan andreani atau justru ada orang lain yang telah menemukannya. So, buat yang mau tau jawabannya langsung simak ke bawah aja deh. Nah, biar lebih mudah, untuk part sebelumnya bisa di baca disiniDiera DiaryDiera pamit sama orang tua nya untuk makan malam di luar karena tadi Pasya memintanya untuk segera datang ke kaffe yang tak jauh dari rumahnya. Ia di tunggu di sana, ada yang mau ia sampein.Diera sempet menolak, besok aja. Tapi katanya penting. Harus malam ini juga. Ya udah Diera ngalah. Diera membuka tas sandangnya untuk mengambil hapenya buat ngabarin Pasya kalau sekarang ia udah ada di depan kaffe. Diera tersenyum melihat isi tas nya. Bukunya Rian tadi siang yang ketinggalan nggak sengaja ke bawa,Deringan bunyi ponsel mengaget kannya. Ternyata SMS balesan dari Pasya yang memintanya untuk langsung masuk aja.di tunggu di meja nomor 23. Dengan mantap Diera melangkah kan kaki ka meja 23 yang ada di pojok ruangan. Ia yakin sosok pria yang duduk membelakanginya adalah Pasya yang sudah menunggu nya sedari tadi. Sampai kemudian….“RIAN?!” Diera tertegun. Seolah masih nggak percaya sama pandangan di hadapannya.Rian menoleh sambil tersenyum. Duh manisnya… Diera saja sampai deg-deg an melihatnya…“Kok loe yang di sini? Bukannya Pasya?” Tanya Diera masih nggak percaya.“Jadi loe nggak suka. Ya udah gue pulang aja deh,” Rian pura-pura ngambek dan siap-siap untuk pergi.“Tunggu” Diera segera menarik tangannya. “Jangan datang dan pergi sesuka hati loe. Itu nggak baik.”Rian kaget karena Diera sengaja mengulang kata-katanya tadi siang untuk menarik perhatiannya. Sejenak Rian terdiam tapi kemudian ia kembali tersenyum.“duduk dulu yuk” ajak Rian sambil menarik kan kursi untuk Diera.“eh kita mau ngapain nie?” Tanya Diera setelah beberapa saat mereka saling terdiam “mana pake acara ada Lillyn segala lagi. loe ulang tahun ya?” sambung Diera sebelum Rian menjawab pertannyaan nya.“Bukan” Rian menggeleng.“jangan-jangan loe rabun senja ya? Tapi prasan tuh lampu udah terang deh…” tebak Diera ngasal.“apa an sih?” bantah Rian.“0 gue tau. Loe pake Lillyn pasti gara-gara loe mau ngerokok tapi nggak bawa korek. Ia kan?”“ah… loe. Jangan ngeledek gue terus deh” Rian gemes. Sementara Diera malah tertawa.“jadi kita kesini mau ngapain?” ulang Diera.Rian diem agak ragu. Ia mengatur napasnya sejenak. Matanya menatap tajam kearahnya yang kemudian di raihnya tangan Diera dan menggenggamnya.“Diera gue suka sama loe. Loe mau nggak jadi pacar gue?” Tanya Rian.Diera terdiam ia masih kaget.“gi mana? Loe mau nggak jadi pacar gue?” Tanya Rian lagi karena Diera masih belum memberikan jawaban.“nggak” balas Diera sesaat kemudian.“jadi gue di tolak lagi nie” Rian kecewa sambil melepas kan genggamannya.“nggak mungkin lah gue nolak jadi pacar cowok keren kayak loe” sambung Diera sambil tersenyum.“loe tu ya seneng banget ngerjain gue. Emang deh…” Rian gemes. Sementara Diera malah tertawa mendengarnya.“jadi mulai sekarang kita resmi jadian nih?” Rian memastikan.“menurut loe?”Rian tersenyum mendengarnya.“eh tau nggak sih, tadi nya gue sempet berfikir kalau loe sama kayak hanafi” kata Diera beberapa saat kemudian.“hanafi?!” Rian Heran. Diera membalas dengan anggukan kepala.“siapa dia?” Tanya Rian lagi.Dari suaranya aja jelas terkasan rasa nggak suka. Masa di awal jadian mereka justru yang di sebut malah nama cowok lain.Diera tidak menjawab. Sebaliknya ia malah mengeluarkan bukunya Rian dari dalam tasnya dan menyodorkannya ke pada pacar barunya. Rian segera meraihnya, sejenak ia terdiam melihat judulnya. Tapi beberapa saat kemudian ia tersenyum menatap Diera.“emang loe mau jadi ‘ninda’ nya?”“kenapa nggak? Dia baik, cantik, soleha lagi” balas Diera mantap.“ya udah kalau gitu sekarang juga kita langsung ke rumah loe” ajak Rian.“HA?! Mau ngapain?” Diera kaget plus bungung.“katanya mau jadi ninda. Ya udah kita minta di nikahkan aja besok. Ha ha ha…”“sembarangan!!!” damprat Diera sewot karena Rian ngerjainnya. Sementara Rian makin ngakak.“eh tapi ngomong-ngomong Pasya nya mana ya?” Tanya Diera beberapa saat kemudian.“tuh kan… loe kok malah ngomongin cowok laen lagi sih” Rian sewot.“bukannya apa. Tadi kan dia yang mint ague kesini. Kok jadi loe yang datang gitu lho”“0 jadi nggak suka? Ya udah gue pulang aja deh” Rian mau beranjak pergi. Tapi buru-buru di tahan oleh Diera.“tunggu dulu. Bukan itu maksud gue. Loe jangan salah paham dulu. Gue Cuma…”“ia, gue tau kok. Gue tadi Cuma ber canda…” Rian kembali duduk di bangkunya “lagian tu orang palingan lagi kencan juga”“Ha?! Sama siapa?” Diera kaget.“Hera” balas Rian singkat.“Hera?! Kok bisa?”“ya bisa donk.tu orang kan udah lama naksir sama Hera”“kalau soal itu gue juga udah tau. Maksud gue kok mereka bisa kencan bareng, memang siapa yang nyomblangin?”“siapa lagi donk. Ya pasti gue lah”“elo?” Diera makin Heran.“memangnya kenapa?” Rian balik nanya.“sulit di percaya. Memangnya sejak kapan loe care sama temen-temen gue. Pa lagi Hera. Masa ia loe bisa nyomblangin mereka” Diera masih berfikir kalau Rian bercanda.“lho memangnya loe belom tau ya? Tiap 2X seminggu Hera kan datang ke rumah gue. Dia kan jadi guru private nya adek gue” terang Rian lagi.“What?!” Diera mendelik mendengarnya “tapi tu anak kok nggak pernah cerita ma gue kalau dia kerja di rumah loe?” sambung Diera.“tau” Rian angkat bahu “lagian gue juga nggak suka kalau cewek gue deket-deket sama cowok laen”“ketahuan… loe cemburu ya?” goda Diera.“nggak kok. Siapa juga yang cemburu. Orang gue Cuma nggak suka aja” bantah Rian.“alah jangan bohong… ngaku aja…” kejar Diera lagi.“terus kenapa emang kalau gue cemburu? Nggak boleh? Loe kan cewek gue. Jadi wajar donk” sahut Rian kemudian Diera langsung ngakak.“eh udah makin malam nie. Loe mau pesen apa? Gue juga udah laper dari tadi ngobrol terus” Rian mengalihkan pembicaraan.“E… spageti sama orange jus aja deh” sahut Diera sambil melihat daftar menunya.“nggak miso sama es rumput laut?” ledek Rian lirih.“maksudnya?” Diera Heran. Dari mana Rian tau makanan kesukaannya. Tapi Rian tidak mau membahas lebih lanjut, ia malah mengajak Diera angobrol hal laen. Tepat pukul Sembilan tiga puluh Rian mengantar Diera pulang kerumahnya.Cerita SMA Diera Diary End“apa?!!! Jadi sekarang loe udah beneran jadian sama Rian?” Narnia setengah berteriak nggak percaya waktu Diera curhat ma temen-temennya di kelas pas jam istirahat sekolah. Saat itu kebetulan kelas memang lagi sepi hanya ada mereka berlima di kelas sementara temen-temen yang laen sudah pada keluar.“kok bisa sih?” sambung anggun yang juga masih nggak percaya.“tapi kalau gue sih nggak Heran ya” komentar Hera.“kok githu?” Tanya Lilly.Diera diam saja mendengar tanggapan temen-temennya.“ya iyalah secara gue kan emang tau kalau dari dulu itu Diera emang naksir berat sama Rian. Sementara gue juga tau kalau Rian juga suka sama dia”“loe tau Rian naksir sama Diera?” Lilly kaget plus Heran.“gimana bisa?” tambah Narnia.“ya bisa lah. Kalian tau nggak sih, selama ini ternyata Hera kerja sambilan di rumah Rian, ia jadi gur private adeknya Rian. Jelas aja dia bisa tau. Pasti selama ini Rian udah sering cerita macem-macem sama dia” Diera yang menjawab.“ha?! Loe kok nggak pernah cerita ma kita?” Lilly makin kaget.“emang nih anak. Suka maen rahasia-rahasiaan sama kita. Salnya ni ya, biar gue tebak. Pasti dia juga nggak da cerita ma kalian kalau tadi malam itu dia kencan sama Pasya, ia kan?” terang Diera lagi. semuanya semakin melongo.“benarkan?” anggun nggak menduga sama sekali.“tapi bukannya Pasya selama ini deket sama loe ya?” Tanya Narnia.“emang sih. Tapi dia deket sama gue Cuma karena ada maunya” balas Diera sambil tersenyum melirik Hera.“jadi loe tadi malam beneran nge date sama Pasya ra?” Tanya Lilly ke Hera.“nggak kok. Gue Cuma jalan biasa aja. Diera emang suka ngarang tuh” elak Hera.“ngaku aja deh…” ledek Diera lagi.“nggak!!!” Hera ngotot.“alah Rian yang bilang ndiri kok sama gue, pasti selama ini kalian sering curhat-curhatan di belakang kita ia kan?” desak Diera lagi.“bukan. Tadi malam itu gue di kerjain sama Rian. Dia bilang gue di tunggu sama septia. Adeknya dia, eh nggak taunya pas gue datang malah Pasya yang nongol” terang Hera.“masa’ she…” Diera masih ingin menggoda sahabatnya yang satu ini.“sumpah deh” Hera mengangkat dua jarinya.Diera mencibir bibirnya “tapi loe senengkan…” ledeknya lagi.“ah loe tu emang ya…” Hera bête juga lama-lama “lagian siapa bilang gue sering curhat-curhatan sama Rian?”“kalau nggac dari mana donk loe bisa tau kalau Rian selama ini naksir sama Diera” ujar anggun.Kali ini Hera dapat ide untuk membalas ledekan Diera.“gue bisa tau kalau Rian itu suka sama Diera gara-gara adeknya nunjukin foto ini ke gue. Dia nanya ma gue, ne cewek siapa, kok fotonya ada di hape kakaknya. Gue kenal nggak” balas Diera sambil mengeluar kan hapenya. Narnia langsung merebutnya dengan antusias.“apaan nie? Diera lagi tidur?” Narnia bingung. Karena bingung Diera merebut hape tersebut.“ini kan waktu gue nyasar di hutan. Kok dia bisa punya foto gue sih?” guman Diera kaget.“emang. Cie… ehem ehem ehem… emang waktu di hutan kalian ngapai aja tuh. Patut di curigain deh kayaknya” gentian Hera yang ngeledek Diera.“bahkan di jadiin wallpaper hape nya lho” sambung Diera lagi sambil tersenyum mengejek.“awas tu orang” geram Diera malu sambil berlalu dari hadapan temen-temennya yang menyorakinya. Sementara Hera tertawa puas karena berhasil membalas ejekan Diera tadi.Dengan tergesa-gesa Diera melangkah kan kaki menuju ke belakang sekolah. Ia yakin Rian pasti saat ini ada di sana. Karena ia tadi sudah mencarinya ke mana-mana, ke perpus, kantine, bahkan ia juga sudah kekelasnya tapi tetep belum nemuin Rian.Ternyata bener dugaannya. Rian emang ada di sana. Lagi nongkrong di tempat biasa sambil baca buku. Dan Rian langsung kaget ketika mendapati Diera sudah berdiri di depannya sambil menatap tajam kearahnya.“lho kok loe di sini? Nggak di sana?” ledek Rian sambil menunjuk pohon bunga tempat Diera biasanya ngumpet.Diera diam saja tanpa melepas pandangannya sedikit pun.“apa karena sekarang loe udah jadi cewek gue makanya bebas, huu… dasar” sambung Rian sambil mencubit pipi Diera gemes.“mana hape loe?”“he?! Buat apa?” Tanya Rian bingung.“udah jangan bawel. Sini gue mau liat”“apaan sih. Apa karena sekarang loe udah jadi cewek gue makanya loe mau ngecek hape gue kali aja gue ada maen ma cewek laen?”“gue bilang sini in” Diera ngotot.“hei kalau pun cemburu jangan kebangetan deh. Gue nggak ada maen sama cewek laen” Rian mulai gusar.Diera sama sekali nggak menggubrisnya, malah ia nekat merebut hape Rian yang kebetulan lagi di pegangnya.“apaan sih loe” bentak Rian sambil berusaha merebut hapenya kembali tapi Diera menghalanginya.“ini apa?!” Diera menunjuk kan hape nya pada Rian.“he ada yang aneh?” Rian Heran.Rian mengambil hape nya kembali. Sementara Diera udah pasang tampang cemberut.“0 wallpaper nya?” Rian baru nyadar.“ia. Maksud loe apa jadiin foto gue sebagai wallpaper hape loe. Mana gue lagi berpose kayak gitu lagi”“lho emangnya ada yang salah? Yang gue pajang kan wajah pacar gue sendiri. Kalau cewek laen wajar loe marah” Rian membela diri.“tapi waktu itu kita kan belom jadian, kok loe udah punya foto gue sih? Mana gue lagi tidur lagi, pasti loe ngambil nya diem-diem kan?” Tanya Diera lagi, Rian kaget.“0… itu… karena…” Rian jadi salting“karena sebenernya loe udah lama naksir sama gue. Ia kan? Huu.. ngaku aja deh, tau gini mendingan kemaren waktu loe nembak gue, nggak usah langsung gue terima kali ya” gerutu Diera.“apaan tuh. Jadi loe nyesel jadi cewek gue” Rian protes.“ia, abisnya selama ini loe kan jutek banget sama gue. Eh nggak taunya. Ternyata diem-diem loe naksir juga sama gue” ledek Diera.“0h ya?… kayak loe nggak. Bukannya loe juga udah naksir sama gue . bahkan dari kelas satu ia kan?” balas Rian sambil tersenyum menang.Diera kaget nggak nyangka Rian bisa balas meledek nya. Bahkan dia juga udah tau rahasianya.“ahh nggak kok. Siapa yang bilang. Andreani?… tu anak loe dengerin” elak Diera.“kenapa gue harus percaya sama Andreani? Ya gue tau nya dari loe sendiri lah”“gue?” Diera bingung.“eh sini deh” Rian menarik Diera mendekat “gue mau nanya sama loe. Kira-kira kalau ada cewek terus dia naksir sama cowok, apa yang bakal dia lakuin?” Tanya Rian.“ya berusaha ngedeketinnya donk” balas Diera setelah mikir beberapa saat.“huu… salah” Rian mendorong Diera menjauh “yang bakal dia lakuin adalah memenuhi buku haRian nya sama nama cowok tersebut” sambung Rian sambil tertawa dan pergi meninggal kan Diera yang kebingungan.“tunggu dulu” gumannya lirih “jangan bilang kalau elo yang udah nemuin buku diary gue yang ilang?” Tanya Diera, Rian menoleh.“jadi loe baru nyadar?.. ha ha ha kemana aja loe selama ini…”“APA?! 0MG!!!” Diera shok.“eh Rian. Tunggu dulu” kejar Diera melihat Rian yang semakin menjauh/“balikin nggak!!!” teriak Diera sambil terus mengejar Rian yang terus tertawa menghindar dari kejarannya.“nggak…!!! Wuek….” Ejek Rian sambil terus berlari.“Rian balikin please…” kejar Diera.“pokok nya nggak”“ha ha ha…”EndSalam ~ Ana Merya ~Lanjut Baca : || ||

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*