Cerbung The Prince Part 13

Baiklah, Di lanjutin protes, lanjutannya lama protes, gak di lanjutin apa lagi. C'Mon, Kerjaan ku bukan cuma nulis cerpen aja kale…. #banting sendok.
Oke deh, tapi salah ku juga kali ya, kenapa nie cerpen, ehem cerbung maksudnya nggak ending – ending. Ya sudah kalau begitu, Mantepin diri sendiri buat ngeEnding Cerpen The prince the princess and mis cinderela ini dulu.
#FIGHTING!!!!!….

Credit gambar : Ana merya
"Andre, kok muka loe kusut gitu?".
Andre menoleh, mendapati Revan yang kini sedang menatapnya khawatir.
"Nggak papa kok" Elak andre.
"Masih masalah kevin ya?" tanya Revan lagi.
Untuk sejenak Andre terdiam sebelum kemudian mengangguk lemah.
"Gue nggak bermaksut untuk mencampuri urusan kalian. Hanya saja kalau gue boleh tau, sebenernya loe punya hubungan apa sama tu anak".
Lagi – lagi Andre terdiam, Menimbang – nimbang tentang apa yang harus di lakukannya. Setelah terlebih dahulu menarik nafas untuk sejenak mulutnya kembali berujar.
"Ceritanya panjang".
"Gue siap dengerin kalau loe emang berniat untuk bercerita".
Dan kemudian mengalirlah cerita itu dari mulut Andre.
"HA?" mulut Revan terbuka setengah tak percaya setelah mendegar cerita panjang lebar dari mulut Andre. "Maksutnya loe sebagai Riany, Jadi musuh sekaligus pacar Kevin tapi pada saat bersamaan loe Juga jadi Andre yang noteben nya sebagai sahabat karib kevin tanpa dia tau kenyataan yang sesungguhnya?".
Andre mengangguk lemah, Dan sebelum ia sempat melihat raut kaget hilang dari wajah Revan ia sudah terlebih dahulu dibuat kaget saat mendapati sosok seseorang yang berdiri mematung tak jauh darinya.
"K…Ke…. Kevin?" Ujar Andre setengah tak percaya. Reflkes Revan segera mengikuti arah pandangan Andre.
"Andre dan Riani adalah orang yang sama?" Gumam Kevin lirih. Jelas ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar bahkan apa yang baru saja ia katakan.
"Ah, Gue pasti sedang bermimpi" Sambung kevin lagi sambil memukul – mukul kepalanya sendiri. "Ini mustahil" sambung Kevin lagi sambil berbalik dengan langkah semboyongan kearah mobilnya. Tanpa Revan maupun Andre sempat mencegahnya.
Cerpen the prince the princess and mis cinderella part 13
"Hufh"..
Untuk kesekian kalinya aku kembali menarik nafas berat. Astaga, jantung ku kali ini benar – benar terasa mau copot. Sumpah, seumur hidup aku belum pernah merasa segugup ini untuk bertemu dengan Kevin.
"Oke riani, loe pasti bisa. Fighting" Ujar ku sendiri sambil melangkah menghampiri kevin yang tampak sedang duduk di taman kampus.
"Kevin, Kita bisa bicara sebentar?".
"Nggak" sahut kevin ketus.
"Tapi ada yang pengen gue jelasin sama loe".”
Gue nggak mau denger".
"Tapi kev…".
"Loe mau jelasin apa ha?. Loe mau bilang kalau gue ini ternyata gampang di bodohin. Atau loe mau menunjukan ke semua orang kalau sesungguhnya Gue, KEVIN. Dengan gampangnya di bohongin sama loe dengan nyamar jadi cowok untuk pura – pura jadi sahabat gue, Karena pada saat bersamaan seorang cewek yang bernama riani itu jadi musuh gue" Kata kevin setengah berteriak sehingga menarik perhatian semua yang ada di sana.
"Plok plok plok" Kevin tampak bertepuk tangan. "HEBAT".
"Kev, bukan itu maksut gue".
"Gue nggak perduli apa maksut loe. Yang pengen gue tau, Selain dari cewek cupu dan cowok gadungan loe punya kepribadian apa lagi?" tanya kevin tegas.
"Atau jangan – jangan loe dibalik kacamata loe, loe juga bisa jadi cewek pangilan?".
"Plak".
Sebuah tamparan medarat telak di pipi kevin.
"Gue nggak nyangka loe bisa berfikir gue serendah itu".
Selesai berkata aku segera berbalik. Sial, kenapa air mata ini kembali menetes si.
"Argh, Sial" Geram kevin kesel.
"Bro, sabar dulu. Sebenernya ada apa?".
"Loe tau cewek yang barusan. Dia, udah bohongin gue dengan nyamar jadi cowok. Dia udah bohongin gue dengan pura -pura jadi sahabat gue. Dan dia juga…..".
"Loe yakin dia sengaja?".
"Loe yakin nggak ada kesalah pahaman disini?".
"Atau loe udah denger alasan dia?".
Berbondong pertanyaan keluar dari mulut sahabat – sahabatnya.
"Saran gue, coba loe pikirin dengan kepala dingin. Gue nggak yakin Riani sepicik itu. Yah, loe pasti lebih tau dia dari pada kita".
Kevin terdiam, tanpa kata ia segera berbalik pergi.
Cerpen the prince the princess and mis cinderella part 13
Lama kevin terdiam dilama kamarnya. Walau suasana tenang tapi perang batin jelas terjadi dalam dirinya. Ia sendiri masih bingung denga kenyataan apa yang telah di terimanya. Jujur saja ia merasa marah, Ia merasa ia telah di bohongi mentah – menatah. Namun disisi lain ia juga merasa lega. Andre, Yang selama ini selalu berat untuk ia akui sendiri kalau sesungguhnya ia merasa menyukainya ternyata seorang wanita. Hei, bukankah itu artinya ia masih normal?.
Sesungguhnya ia juga masih penasaran dengan gadis itu. Tentang alasannya melakukan semua ini. Secara kalau di ingat – ingat lagi, sepertinya gadis itu juga tidak terlihat memanfaatkannya. Atau ia memang harus mengikuti saran teman – temannya untuk mencari tau langsung.
Namun sebersit keraguan kembali menyelimutinya saat mengingat kejadian tadi siang. Menyadari ruat marah sekaligus kecewa riani jelas membuatnya merasa bahwa mungkin tidakannya tadi keterlaluan. Dan setelah menimbang – nimbang semuannya akhirnya ia memutuskan untuk langsung menemui gadis itu.
"Kevin, kamu mau kemana?".
Langkah kevin yang sedang menuruni tangga terhenti saat mendengar suara mama dari ruang tengah. merasa heran tumben jam segini kedua orang tuanya ada di rumah.
"Mau keluar bentar ma. kenapa?".
"Duduk sini sebentar. Ada yang ingin mama dan papa mu bicarakan".
Manut, Kevin segera melangkah menghampiri kedua orang tuanya dan duduk tepat di hadapan mereka.
"Ada apa?"Tanya Kevin heran setelah beberapa saat kedua orang tuanya masih terdiam.
"Hufh… Baiklah, begini anaku. Kami bukan lah orang tua yang selalu mendikte anaknya. Apalagi berniat untuk mengatur masa depanmu. Tapi…".
"Tapi…?" Kejar Kevin.
"Tapi dengan amat terpaksa kami harus menjodohkanmu".
"HA?" Mulut Kevin mangap. Asli kaget.
"Dia adalah donatur terpesar di perusahaan papa mu. Dan kita tidak bisa menolaknya".
"Ma, Pa. Ini bukan jaman siti nurbaya. Bahkan siti nurbaya juga sepertinya lebih baik. Paling nggak dia wanita. Sedangkan kevin…" Kevin langsung membantah dengan tegas.
"Dengar dulu anak ku. Mama masih belum selesai bicara".
"Kevin nggak mau denger. Pokoknya kevin menolak perjodohan ini".
"Papa tidak bisa menolaknya. Karena nasip perusahan di pertaruhkan disini. Tapi papa juga tau kalau kamu berhak untuk menentukan masa depan mu sendiri. Karena itu hanya ada satu cara untuk menolak perjodohan ini"Papa angkat bicara.
"apa?".
"Kau harus membawa calon istri pilihanmu sendiri".
Kevin menoleh. Apa – apa an ini.
"Dan kau harus segera mendapatkannya secepat mungkin. Kau punya waktu tiga hari untuk itu. Jika tidak…" Papa tidak melanjutkan ucapannya tapi sepertinya kevin sendiri juga sudah mengerti arah dan maksut dari ucapannya.
"Itu mustahil…" Gumam Kevin lirih.
"Sama mustahilnya untuk mama dan papa mu menolak tanpa alasan yang jelas. Jadi pikirkan itu".
Selesai berkata papa segera belalu, disusul oleh sang mama. Sengaja meninggalkan kevin sendirian dengan kebingunannya. Astaga, apa yang harus di lakukannya. Masalahnya dengan Riani saja belum beres kenapa malah ditambahin lagi. Kalau begini ceritanya ia benar – benar bias gila.
Baiklah, All. Jujur bukan punya Radja (???) kali ini ana ngetiknya disela – sela kerjaan yang menumpuk. Nyolong – nyolong waktu gitu deh. Sungguh. #anggkat dua jari.
Soalnya ana udah beneran nggak bisa lagi exsis di dunia maya sesering dulu. Mungkin udah saatnya ana untuk serius di dunia nyata. So…. #artiin sendiri.
Akhir kata, Maap ya kayaknya harus nunggu lagi deh. Tapi kalau mau ana juga punya rekom untuk baca – baca di sini. Remaja Xsis and Cipta Karya Cerpen. Itung – itung sambil nunggu lanjutannya muncul. ^_^

Random Posts

  • Cerpen Cinta Romantis Take my heart ~ 17

    Yuhuuuuu… Ide buat ending udah ada di kepala si sebenernya. Cuma waktu ngetiknya aja yang rada males, Ekh….Seriusan, Lagi males banget buat nulis.Berharap aja semoga endingnya gak keburu berubah so beneran bisa end di part 20. Abis udah beneran molor kayaknya ni cerpen satu. Gkgkgkgk…Oke lah, dari pada banyak bacod, mending langsung aja yuks, Cekidot…Part sebelumnya Cerpen Cinta Romantis Take my heart ~ 16Setelah memastikan Ivan tidak menjemputnya ke kostan, Vio berangkat ke kampus menggunakan Bus yang biasa ia tumpangi. Kali ini Vio yakin sepertinya Ivan benar benar marah pada nya walau ia sendiri bingung kenapa. Tapi mengingat kejadian kemaren ditambah dengan sikap Ivan yang sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun saat mengantarnya, sepertinya hubungan mereka telah berakhir. Baguslah jika begitu, jadi ia tidak perlu lagi berurusan dengan playboy cap kadal itu lagi.sebagian

  • Cerpen benci jadi cinta Vanessa VS Ferly ~ 01 / 08

    Mumpung dalam acara edit mengedit kenapa gak sekalian aja. Ha ha ha. Sekalian biar cerpennya juga rada rapi dikit. Ngomong ngomong, cerpen Vanessa Vs Ferly ini adalah cerpen karya dari adik admin sendiri. Yups, Mia Mulyani yang sekarang udah punya blog sendiri. Penasaran kisahnya? Simak langsung ke bawah aja ya…Vanessa vs FerlyHai, nama gue Vanes. Lengkapnya Vanessa Indri Pratiwi, gue anak baru satu tahun yang lalu, sekarang gue telah memduduki kelas II IPS B. Pertama gue masuk udah banyak yang naksir sama gue, tepat tiga bulan dikelas I, gue udah punya pacar yang keren.Tapi… baru 4 bulan jadian dia pergi menghilang, nggak pernah ngabarin gue dan udah sekitar 5 bulan yang lalu gue nggak pernah lagi berhubungan sama yang namanya ‘Joy’ dan sekarang gue juga nggak tau, apa gue masih punya hubungan sama Joy apa nggak, Cuma yang gue tau dia ninggalin gue tanpa kabar, dan sekarang hubungan gue ama dia sudah resmi berstatus pacaran tanpa hubungan. *Bukannya biasanya juga Hubungan Tanpa Status ya?*…Sejak saat itu gue udah nganggep kalau Joy udah mati, atau gue udah putus ama dia (walau sebenernya belom sih) dan sekarang gue udah bisa 100% ngelupain tuh anak. Gue harap gue nggak akan pernah ketemu lagi ama cowok brengsek itu.Di kelas baru ini gue punya 4 musuh besar, yang tak lain cowok banci bernama Ferly, Rafa, Radit, sama Galang. 4 cowok yang sok keren, sombong, nyebelin dan beberapa kata buruk buat mereka. Gue nggak tau awal musuhannya. Yang jelas mereka udah resmi jadi musuh gue sejak kelas I dulu, (kebetulan sekelas).Untung nya saat kelas II ini mereka terpisah kan, Rafa, Radit, sama Galang di kelas IPS C, sedang kan Ferly, di kelas II IPS B, sama kayak gue. Karna Ferly ketua geng nya, jadi gue bener-bener musuhan sama dia, karna sifatnya bener-bener nyebelin.Dulu waktu gue kelas I, gue di kerjain habis-habisan sama mereka. Secara 4 lawan 1 mana bisa menang, tapi gue jamin kalau satu lawan satu pasti gue bisa secara gue lihat si Ferly bener-bener kayak banci yang beraninya cuma sama cewek, keroyokan lagi. *Ha ha ha…. kalau dia tau gue cerita gini, pasti gue cuma bakal jadi sejarah. So… ssssttt…. ini biar jadi rahasia kita sja ya*…Dulu gue pernah di permaluin didepan anak-anak dengan cara nyiram gue pakai air, tambah tepung plus dilempari telor, *emang dikira gue mau dijadiin kueh apa??!!*. Ada juga kursi gue disangkutin di atas pohon jambu, buku pr gue hilang, dikasi kado berisi kodok, nyeburin gue kekolam renang belakang sekolah, dikonci dikamar mandi, hingga membocorkan ban mobil gue?!!? *Kurang apa coba deritanya*Nah rese banget kan??? Walau gue juga nggak tinggal diam, soalnya gue selalu membalas perbuatan mereka dengan cara coret-coret buku pr mereka, bikin motor mereka mogok, narok obat cuci perut di makanan mereka, narok lem di kursi dan membuat sesuatu yang paling nggak disukai mereka, tapi tetep aja gue masih bete..Gue heran kenapa sih mereka jahil banget sama gue? Perasan anak lain nggak pernah mendapat perlakuan kayak gue deh, apa karna gue imut, baek hati, tidak sombong n rajin menabung ya?.. *Plaks. Gak nyambung*. Ya mungkin karena gue nggak pernah ngalah sama mereka?? Makanya mereka pada mau ngelakuin dengan cara apapun agar gue minta maaf kemereka??? Ih sorry ya… mau mereka ngerjain gue kayak apa juga jangan harap gue mau minta maaf.Dan sekarang gue satu kelas sama ketua geng mereka ‘Ferly’ dan gue pasti ngebales semua perbuatan mereka kegue dulu, gue bakal bikin masa-masa kelas II Ferly berakhir nggak menyenangkan dan membuat dia nggak bisa ngelupain masa-masa kelas II SMU nya. *Ke ke ke/ Evil Smirk*Aduh, pengenalannya kepanjangan ya? Abis gue bete banget ama mereka, udah lah lihat aja apa yang bakal gue lakuin ke ketua geng itu, tunggu ‘PEMBALASAN’ gue!!!*** Vanessa VS Ferly ***Aduh!!! Vanesa bener-bener bingung nih, gimana caranya ngebales perbuatan 4 banci itu. Tuhan bantu donk… gimana caranya ngebales perbuatan mereka… tiba-tiba mata vanesa tertuju pada bunga mawar di meja guru… AHA!!! Ide Brilian nyangut di otaknya, ha, ha, ha, mampus loe, bakal kerjain loe dengan bunga mawar itu, tunggu aja.Saat jam pelajaran ke dua dimulai, Bu Vivid sedang asik menjelaskan materi hari ini, dan Vanesa sudah stand by untuk ngerjain Ferly yang duduk tepat didepannya. Terlebih Bu Vivid juga tampak sedang asik menulis dipapan tulis, sementara teman teman yang lain juga fokus pada bukunya. Hal itu tentu memberi kesempatan pada Vanessa untuk melancarkan aksinya tanpa ketahuan.Vanessa terus memperhatikan Ferly yang asik menulis tanpa menyadari bahaya yang sedang mengintai dirinya. Saat sedang asik menulis, ia tiba tiba menghentikan gegiatannya. Sepertinya pulpennya kehabisan tinta. Yang tidak Ferly ketahui adalah itu terjadi karena Vanessa baru saja menukar benda tersebut. Untuk melanjutkan aktifitasnya, Ferly mencari didalam tas dan kemudaian beralih kelaci meja, saat keluar tangannya memegang sekuntum mawar merah. Untuk sejenak, Ferly terlihat bingung, matanya mengamati sekuntum mawar ditangan dengan heran.“Mawar? Mawar siapa nih,” gumamnya pelan. Disaat bersamaan, Vanesa melancarkan aksinya. Ia segera melemparkan sebuat kertas yang sudah ia bentuk sedemikian rupa dan langsung melemparkan ke depat. Tepat mengenai kepala Bu Vivid. Yes berhasil!!!“Aduh!!!!” jerit Bu Vivid mengagetkan anak yang lain *lebay nie guru, Baru kena timpuk kertas aja udah nyeritnya sekenceng itu gimana kalau ketimpuk duren*. Refleks semua menatap kedepan karna kaget tak terkecuali Ferly, Bu Vivid memungut kertas kuelan itu dan mengangkatnya.“Siapa yang sudah melampar surat kaleng ini?” tanya Bu Vivid.Semua anak-anak pada diam sambil melihat kesekeliling mencari sesuatu."Aduh maaf ya buk bukan mau kurang ajar, tapi cuma mau ngerjain Ferly aja kok, maaf ya buk," batin Vanessa dalam hati.“Nggak ada yang mau ngaku?” tanyanya lagi, dan kelas kembali hening, Bu Vivid pun membuka kuelan surat kaleng itu dan membaca isinya dengan lantang.“Bu vivid tersayang, yang cantik jelita bagaikan bidadari yang turun dari kayangan *gombal. Mau muntah gue nulisnya*, saya mau bilang sesuatu sama ibuk, tapi saya harap ibuk nggak marah , kalau ibuk marah saya bakal sedih banget, saya Cuma mau bilang kalau saya, sebenernya… sayanaaaang banget sama ibuk. Tertanda yang mengagumi mu ‘mawar merah'" Bu vivid mengakhiri bacaannya. “Oh siapakan yang telah menulis surat ini. Romantiiis banget…” kata Bu vivid sambil pasang wajah ganjennya *idih… Malu-maluin banget nie guru*, dan anak-anak yang lain termasuk Vanessa tertawa secara Bu Vivid itukan tingkat ke PeDe an N tingkat kenarsisannya sudah memasuki tahap dewa ngalahin ‘bik surti’ di sinetron ‘putri yang ditukar’ yang sering muncul di salah satu stasiun swasta di Indonesia.Bu vivid pun segera melakukan penelitian sampai kemudian tatapannya terhenti dimeja Ferly yang masih memegangi bunga mawar merah *nie anak emang lola coneknya. Percis kayak modem My Brother*. Tampak wajah Bu vivid berseri-seri menatapnya yang membuat Ferly jadi panas dingin, Bu Vivid langsung menghampiri Ferly.“Aduh prasaan gue nggak enak nih,” kata Ferly sambil mengelap keringat dingin didahinya.“Kamu itu bener-bener romantis ya Fer…” kata Bu Vivid sambil senyum-senyum kearah Ferly.“ha!!! Ada… apa ya buk?” tanya Ferly“Alah udah nggak usah sembunyi kayak gitu, kamu kan yang udah nulis surat ini?” tanya Bu Vivid.“Ha!!! Bu… bu… bukan kok buk,” balas Ferly mendadak gagap.“Udah ngaku aja, ibu nggak keberatan kok ya…” balas Bu Vivid sambil senyum-senyum, sementara Ferly udah merinding secara ia bener-bener ilfeel sama guru yang satu ini.“Beneran Bu, ini tu bukan aku yang nulis, pasti ada yang mau ngerjain aku Bu.”“Kamu ini kok malu-malu begitu sih, kalau cinta itu nggak ada malu-malu kita. Harus jujur”. *Tapikan nggak harus malu-maluin juga kaleee…../ Betul????!!!!*.“Tapi itu beneran bukan aku yang ngelakuin buk, kali aja anak yang lain,” Ferly berusaha untuk membela diri sementara anak-anak yang lain udah tertawa terpingkal-pingkal apalagi Vanessa. ini mah beneran lawak gratis.“Sudah lah Fer, ngaku aja. Loe juga sering kan cerita ama gue kalau loe itu naksir ama Bu vivid, udah ngaku aja mumpung masih ada orang nya."Tampang FerlY sudah persis kayak orang yang habis ke selek biji kedondong mendengar omongan vanesa barusan. “Loe apa-apaan sih Van? Ini tu bukan gue!” bentak Ferly.“Lah itu buktinya ditangan loe,” Vanessa tak mau kalah untuk memperkisruh keadaan.“Ha!!! Maksud loe ini??” tanya nya sambil menunjukkn bunga mawar yang berada ditangannya.“Ia. Kan yang ngirim ‘mawar merah’ itu kamu kan?” kata Bu vivid.“Enggak buk, beneran deh ini tu aku temuin di laci meja dan… mawar merah ini bukan milik aku. Juga bukan aku yang nulis surat itu,” Ferly mencoba untuk menyakinkan..“Udah ngaku aja!”“Beneran bukan aku buk, sumpah deh jadi orang kaya *takutnya low sumpah disambar geledek entar disambar beneran lagi*. Tadi yang melempar itu dari belakang,” kata Ferly sambil menunjuk meja Vanessa “Haaa ia dari sini, pasti elo kan van yang udah ngelakuin ini!” tuduh Ferly langsung.“ha!!! Gue?? Yang bener saja lah, masa gue sih Fer. Elo tu jangan lempar tangan sembunyi batu ya, eh salah lempar batu sembunyi tangan ya,” kata Vanessa dan anak-anak langsung tertawa mendengarnya, aduh kok pakai acara kebalik segala sih,… bego, bego, bego..“Eh, loe tu jangan membalikkan fakta ya. Gue tu mana mungkin, pasti elo sengaja kan ngelakuin ini” tuduh Ferly.“ha!!! Enak aja loe, kalau gue yang ngelakuin ini, emang motif gue apa coba?” Vanesa tidak mau kalah..“Ya mau ngerjain gue lah, loe kan dendam banget ama gue karena sering gue kerjain,” balas Ferly.“Eh loe tu kalau mikir pakai dengkul donk, eh maksudnya jangan pakai dengkul donk. Itu sama aja gue ngerjain Bu vivid, mana mungkin lah, udah tinggal ngaku aja juga. Lagian ibu Juga barusan denger kan bu. Low dia tu sering banget ngerjain aku. Palingan kali ini dia juga mau ngerjain ibu," ucapan Vanessa makin membuat Ferly tidak bisa berkutik. Pria itu segera sadar kalau sepertinya ia telah masuk jebakan.“Bu… Bu… bukan gitu buk. Lagian buat apa aku ngerjain ibu. Mana mungkin lah."“Maling mana ada yang mau ngaku” ledek Vanessa.“ia iya lah kalau maling ngaku penjara penuh bego, tapi beneran buk bukan aku yang ngelakuin itu..” kata Ferly.“Loe tu ya…”“Apa!!!”“sudah, sudah, cukup!!! Kalian pikir ini hutan apa, teriak-teriak!! ini tu sekolah ya bukan hutan. Ya sudah sekarang Ferly kamu ikut ibk sekarang kekantor. Kamu harus jelasin ini semua,” tandas Bu vivid.Perintah itu tak urung membuat Vanessa tersenyum puas. Ha,ha,ha mampus loe..!!!“Ha??? Lho buk, tapi kan…”“Udah nggak ada tapi-tapian, ayo ikut” kata Bu Vivid.“Baik buk…” kata Ferly akhirnya mengalah. Sebelum pergi ia sempat menoleh kearah Vanesa. “Awas loe…” ancamnya sebelum benar benar berlalu.“Weeeek….” bukannya takut, Vanessa justru mlaha menjulurkan lidihnya, mengejek. Akhirnya 1 masalah Beres, mampus loe!!! Syukurin. Pasti loe nggak bakal bisa keluar dari ruangan guru centil itu, ha,ha, emang enak. Dan pastinya loe bakal di introgasi habis-habisan disana. Wek,wek,wek,wek…Oke, Next to Cerpen benci jadi cinta vanessa vs ferly part 2Detail CerpenJudul : Vanessa vs FerlyPenulis : Mia MulyaniPanjang : 1.707 WordsGenre : RemajaStatus : Complete

  • Akhir Kisah Kita

    Akhir Kisah KitaOleh: Sania DewantiPagi ini matahari baru muncul dari ufuk Timur. Kaca jendela rumahku masih basah oleh embun, suasana dingin menyergapku sampai menusuk tulang. Pagi ini rasanya malas sekali keluar dari tempat tidurku dan pergi ke sekolah. Kalau tidak dibangun paksa ibu,aku pasti bakalan kebablasan bangun sampai siang. Seperti biasanya ayah mengantarku ke SMA 123 yang cukup terkenal di Bandung. Sesampainya di gerbang cepat-cepat aku berlari menuju kelas. Aku mengumpat “Huh,masih harus naik 2 anak tangga lagi,bakalan terlambat nih!”. Sesampainya di pintu kelas,ternyata bu Murni sudah mengabsen muridnya dari tadi. Bu Murni yang melihatku diluar kelas langsung menutup pintu dan tidak memperbolehkanku masuk. Dengan langkah lunglai aku duduk di bangku depan kelasku dan menunggu sampai pelajaran Biology selesai. “Aduh,sial banget sih aku hari ini!Harusnya tadi gak usah pake acara sarapan dulu dirumah”,aku memaki diriku sendiri.Tak lama kemudian dari kejauhan aku melihat seorang anak laki” berlari lari. Kutajamkan penglihatanku. “Astaga! Itu kan Kemal! Jadi dia telat juga”,teriakku. Kemal adalah teman yang paling pintar dikelasku. Dia itu orangnya nyebelin sekaligus cowok yang kusukai semenjak aku duduk didepannya. Sekarang dia udah berada di depanku. “Bu Murni udah masuk kelas ya?” tanyanya dingin. Aku mengangguk. “Dasar! Mau nanya aja sikapnya udah angkuh begitu”pikirku dalam hati. Dia pun duduk di bangku sebelahku dan menunggu sampai bel pelajaran pertama usai. 10 menit kami diam tanpa bicara. Akhirnya aku ngajak dia ngobrol,sekaligus nanya soal mtk. Dia kan emang paling jago mtk dikelasku. “Eh,kamu udah ngerjain tugas Mtk belum?Boleh nanya gak?”tanyaku. “Sudah, lo mau nanya?Sorry ya gue lagi sibuk!” katanya masih bernada dingin. Aku jadi diam. “Huh,sibuk apanya?!Dari tadi juga main hp. Bilang aja gak mau bantuin.”kataku dalam hati. Kami masih duduk sampai bel pelajaran pertama usai.Kriiiiiiiiiiiing. Bu Marni pun keluar dari kelas. Aku dan Kemal segera masuk dan duduk ditempat duduk kami. Saat pelajaran Mtk pun di juga nyebelin setengah mati.”Sssst,Kemal. Tunjukkin rumus yang nomor 2 dong”,kataku sambil memohon. “Nomor 2? Masa nomor 2 aja lo gak tau sih.Pasti lo gak merhatiin guru nerangin tadi ya?Lo cari aja di buku!Salah lo sendiri gak merhatiin”,bukannya ngasih tau,dia malah marah-marah.Aku udah kesel banget. Sampai saat bel jam pulang pun aku masih kesal dengan Kemal. Saat jalan kaki menuju rumahku,aku marah” gak jelas. “Ih,salah apa sih aku sama Kemal!Kok dia jahat amat sih.Aku doa’in dia dapat musibah”,kutukku. Eh,gak taunya malah aku yang jatuh. Gara gara marah marah aku sampai gak ngeliat parit yang cukup dalam didepanku. Duh!Rasanya sakit banget.Gak kuat berdiri. Mana gak ada orang lagi buat dimintai tolong. “Heh!Mau berapa lama lo diem disitu”,kulihat arah sura itu berasal.Ternyata……Kemal! “Bisa berdiri gak?”,tanyanya. Berusaha kugerakkan kakiku,rasanya sakit sekali.Ternyata dia mengerti keadaanku langsung memapah tubuhku dan menggendongku ke belakang. Aku kaget,baru kali ini aku digendong,sama cowok pula!Dan cowok yang kusukai lagi. Mimpi apa aku semalam,meskipun dia nyebelin,tapi gak pernah ngurangi rasa sukaku dengannya.Aku jadi tersenyum sendiri. “Eh,rumah lo dimana sih? Dideket sini ya?,tannyanya. “Iya,diperumahan sana belok kiri,terus dipertigaan belok kanan.Nyampe deh”,ujarku. “Oh,terus kenapa lo bisa jatoh tadi?dasar bego!”katanya. “Gak kok,tadi cuma kepeleset aja”kataku berbohong.Gak mungkinkan aku jawab kalo aku jatuh karena mikirin dia. “Kemal,aku mau nanya,kok kamu sentimen sih sama aku tadi di sekolah. Aku kan cuma nannya baik baik,jawabnya malah ketus begitu. Kan kita bisa jadi temen”kataku. “Soal yang itu gue minta maaf deh.Abis lo sih!Gue tu lagi serius ngerjain soal malah lo ganggu”katanya “Serius nih?Berarti kita udah temenan kan?”ujarku berseri seri. “Terserah apa kata lo deh. Nih udah nyampe.Badan lo kecil tapi beratnya minta ampun”. Aku pun nyengir dan cuma bilang makasih dengannya. Dengan jalan terpincang pincang aku masuk kerumah. Hari ini seneng banget!Semenjak kejadian itu sikap Kemal kepadaku berubah.Kami jadi akrab.Main bareng bareng,jajan bareng bareng,belajar bareng bareng,tidurpun bareng bareng(haha,gak mungkin lah). Tapi semenjak sebulan terakhir,Kemal menghindariku dan gak mau main denganku. Sampai suatu hari aku melihatnya bergandengan tangan dengan seorang cewek berkulit putih dan cantik didepan gereja seusai dia berdo’a. Hatiku saat itu remuk. Malamnya aku berdoa, “Ya Allah,salahkah bila aku tulus mencintainya? Aku tau kami berbeda keyakinan. Tapi aku tak bisa bohong kalau selama ini rasa sayang ini semakin bertambah. Aku mencintainya hanya karenaMu ya Allah. Jikalau kami berjodoh nanti,maka dekatkanlah kami”,aku berdo’a khusyuk sekali. Seminggu berlalu Kemal tidak masuk sekolah.Kudengar kalau dia masuk rumah sakit. Sorenya langsung ketumui dia di rumah sakit. Aku terkejut melihat kepalanya yang sedikit botak “Kemal,kamu kok sebulan ini ngehindari aku sih?Terus kok bisa dirawat dirumah sakit?Sakit apa?”,tanyaku cemas.Kemudian dia memegang tanganku.Aku kaget,tapi tidak kutolak tangannya memegang tanganku. “La,gue pengen ngomong jujur ke elo.Sebenarnya gue ngehindarin lo biar bisa ngilangin perasaan suka gue ke elo.Gue sayang sama elo!”. Aku kaget bukan main.Jantungku berdegup kencang.Kemal?Suka sama aku? Impossible! “Ah,kamu.Jangan bercanda?Udah sakit masih sempat sempatnya bercanda”,kataku masih tak percaya. “Gak,gue gak sedang bercanda.Gue suka sama elo La. Gue ngehindari lo karena kita berbeda keyakinan.Dan gue tau itu salah.Tapi gue gak bisa bohong dan nutupi rasa sayang gue ke elo. Dan juga sekarang gue kena penyakit Kanker otak semenjak gue sd. Gue gak mau nyusahin elo karena penyakit gue ini”katanya. Apa!Kemal kena kanker? Rasanya aku ingin sekali menangis. “Mal,aku tau kita gak seiman.Aku meyakini Allah S.W.T sebagai Tuhanku dan kamu meyakini Isa Al-Masih sebagai Tuhanmu.Tapi hendaknya jikalau kita berjodoh,Tuhan gak bakalan misahain kita dengan penyakitmu ini”,kataku sesegukan. “La,udah jangan nangis.Gue gak suka liat lo nangis.”katanya sembari ngusapin air mataku. “Makanya jangan buat aku nangis dong,kamu harus kuat.Kemal yang kukenal adalah cowok yang kuat dan gak pernah mau kalah”,kataku berusaha tersenyum. “La,kamu mau gak nurutun permintaan ku. Satuuuu aja”,pintanya. Aku mengangguk,ini kali pertamanya di bicara menggunakan aku-kamu. “Tolong kamu ajari aku sholat,aku tau kita pasti bisa bersama jika kita satu keyakinan. Sekarang umurku udah 18 tahun.Aku berhak menentukan jalan hidupku sendiri.Mama Papa pasti ngijinin aku masuk Islam.Dan aku mencintaimu hanya karena Allah”katanya lemah. Aku terkejut karena disaat keadaannya seperti itu dia malah minta diajarin sholat dan ingin masuk islam. Aku pun membantunya berdiri dan membantunya berwudhu. Lalu mengajarinya sholat. Setelah itu sayup sayup kudengar dia mengucapkan “asyhadu an-laa ilaaha illallaa, wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah”. Aku kaget bukan main.Ternyata dia hafal 2 kalimat syahadat tanpa kuketahui sebelumnya. Dan disaat itu pula nafasnya berhenti dan meninggalkanku selamanya. Aku menangis sejadi jadinya. Tapi aku tau,ini sudah takdir Allah. Aku tak boleh menyesalinya. Kemal….adalah cowok pertama yang mengenalkanku apa artinya cinta dan kasih sayang dan kewajibanku sebagai seorang MuslimTAMATNama: Sania DewantiAlamat E-mail: setan.cantik@rocketmail.comFB: Sania Dewanti

  • Cerpen: Cintaku di Provinsi Sebelah

    Cintaku di Provinsi Sebelaholeh: Chikita Nawaristika"abii sayang bunda,," Yaa, kata-kata itu menjadi kata-kata yang paten di dengar oleh Chika setiap harinya. Kenapa nggak, soalnya ada Revan yang setiap hari selalu mendendangkan kata-kata itu dengan fasih dari bibirnya yang manis itu, hhehe .Revan dan Chika emang ada hubungan special sejak revan ngungkapin isi hatinya ke Chika. Hubungan mereka penuh dengan godaan, tapi mereka tetap kuat dan selalu berusaha untuk tetap melalui semuanya bersama-sama.Perkenalan: Chika punya sahabat dekat, namanya Aiik, dan Aiik lah yang ngenalin Chika sama Revan. Umur Revan dan Chika nggak terpaut jauh, mereka cuma beda satu tahun. Pada dasarnya Revan dan Chika punya latar belakang yang sama, dan hal inilah yang membuat mereka merasa kalau mereka tuuh 'sama'. Orang tua Chika telah berpisah sejak Chika duduk dibangku kelas 6 sd. Begitu pula dengan Revan, orang tua Revan juga telah berpisah, bedanya itu terjadi ketika Revan sudah duduk dibangku kelas 10 SMA, tidak lama setelah Revan kenal Chika.Saat itu Chika memang menjadi satu-satunya orang yang selalu ngasih semangat buat Revan. Agar Revan nggak terlalu sedih dan ngerasa sendiri gara-gara hal itu. Soalnya Chika udah tau gimana rasanya kalau ada diposisi Revan. Chika terus yakinin Revan kalau semuanya belum berakhir sampai disitu dan Revan harus tetap semangat, Revan harus bisa tunjukin ke orang tua Revan, kalau hal itu nggak ngebuat hidup Revan berubah dan Revan akan tetep jadi Revan, Revan yang lucu, konyol, nyebelin, tapi nyenengin, hhehe.Revan jadi sering cerita-cerita ke Chika, bahkan setiap hari. Dari situlah pepatah jawa dibuktikan -witing trisno jalaran songko kulino- . Mereka jadi deket, tambah deket, dan semakin deket.3 bulan setelah itu Revan nembak Chika, tapi Chika selalu pura-pura cuek dan tak menghiraukan perkataan Revan. Chika cuma pengen tau aja, Revan serius apa nggak. Soalnya yang Chika tau Revan tuh playboy, banyak ceweknya.Chika nggak langsung nerima sii Revan buat jadi guardian angelnya. Chika masih selalu cuek dan selalu mengalihkan pembicaraan ketika gaya bahasa Revan sudah mengarah pada pokok bahasan -cinta-. Beruntung, selalu ada aja alasan yang terlontar dari mulut chika buat ngeles, hhehe .Sampai pada suatu hari …"Chika,,jangan pernah ningalin Revan sendirian yaah, Revan nggak mau Chika ngejauh dari Revan""Chika, kalau Revan punya salah sama Chika, maafin Revan yaah, Revan nggak mau kalau Chika jadi benci sama Revan"Revan minta ke Chika supaya jangan ninggalin Revan sendiri, dan Revan pun terus-terusan minta maaf pada Chika. Sehari bisa berkali-kali kata-kata seperti itu di dengar Chika. Otomatis Chika bingung dan takut dong. Ada apa dengan Revan?Dan malam itu Revan bilang ke Chika kalau dia harus ikut bundanya pindah ke Jepara, Jawa Tengah. Sontak Chika langsung kaget, air matanya pun jatuh bercucuran, ga bisa dibendung. Kalian tau kenapa Chika nangis?Yaa …. Jawabnya karena Chika masih belum mengutarakan isi hatinya kepada Revan. Chika kan masih belum jawab pertanyaan Revan. Di lain pihak Revan juga ikut sedih karena harus menerima kenyataan itu. Dia harus beranjak dari kota Malang dan membiarkan little angelnya sendirian. Selain itu dia juga belum menemukan jawaban atas semua yang telah dia ungkapkan kepada Chika."Revan janji, Revan akan selalu inget sama Chika, Revan ga akan ngebiarin Chika sendiri, Revan akan selalu ada buat Chika, walaupun sebatas nemenin Chika sms-an mungkin. Chika jangan nangis dooongg, Revan pasti balik kok, ntar revan pasti nyariin rumah e Chika, Revan akan tunjukin, Revan bisa nemuin rumah e Chika dimana, Revan janji"Kata-kata itu mampu banget buat Chika tetep yakin dan percaya sama Revan. Chika bakalan nungguin Revan balik dan nepatin janjinya ke Chika. Revan bilang kalau dia pasti akan nyariin rumahnya Chika karena dari awal Chika kenal sama Revan, Chika nggak pernah ngajak revan ke rumahnya, tujuannya siih biar Chika tahu seberapa besar siih niat Revan sama Chika. Kalau Revan emang bener-bener mau nyariin rumahnya Chika dimana berarti Revan emang bener-bener niat.Sejak saat itu, Chika jadi begitu takut kehilangan Revan, Chika baru sadar ketika Revan udah jauh dari Chika, Chika sadar kalau keberadaan Revan dalam hidup Chika begitu penting, seperti tak dapat tergantikan. Chika pun mulai tak punya alasan-alasan lagi buat ngeles kalau Revan lagi bahas soal isi hatinya. Hingga akhirnya Chika ngasih syarat ke Revan."Chika akan ngasih jawaban ke Revan, tapi ada syaratnya""iiyah, apa itu, Chik ?" jawab Revan."Revan harus bisa nunjukin ke Chika kalau Revan bener-bener tulus sayang sama Chika, Revan harus bisa tunjukin kalau Revan emang bener-bener pengen jadi seseorang yang bisa jagain hati Chika, ntar tanggal 04-07-10 Revan akan dapet jawaban dari Chika, soo kurang lebih Revan masih punya waktu satu bulan kan?""yaaahhh,, Chikaaaa, kok lama amat siih,? lagian kenapa musti tanggal itu coba?""coba deeh kamu jumlah tanggal ma bulannya""sebelas , chik jumlahnya . terus kenapa ?""dasar Revan lemoodt, sebelas kan bulan lahir kita, bulan November""hhehe, lemodt-lemodt gini banyak yang suka kok :-p okke deehh Revan tungguin tanggal iu , Revan akan buktiin ke Chika kalau Revan mampu buat jadi Revan yang Chika pengen""yee,, pede amat lu nyiing,, okkee Chika tunggu :-p"Sejak saat itu Revan terus berusaha dengan keras supaya Revan bisa bener-bener nunjukin ke Chika kalau dia serius. Pertama, dia mau nunjukin ke Chika kalau dia tuuh nggak se-playboy yang Chika kira, terus Revan akan tunjukin kalau Revan sayang sama Chika dengan tulus, dan nggak pengen maenin Chika.1 bulan telah berlaluNggak terasa, udah tanggal 03-07-10 berarti besoknya Revan akan mendapat jawaban dari little angelnya. Di sela-sela pembicaraan mereka, Revan tiba-tiba nyeletuk."hmmm,, ga sabar niih nunggu besok, jawabnya jam 13.00 aja yaah""emang besok mau ngapain, jawab apa? ada apaan emang?" ( Chika belaga bego )"aduuuhh,, masakk lupa seeh, besok tuuh udah tanggal 04-07-10""iiyyaaa, emang. terus kenapa sama tanggal itu?""aaarrgghhkk,, Chika kan janji mau jawab pertanyaan Revan pada hari itu,, yakpa e?""pertanyaan Revan? pertanyaan yang mana emang? Revan kan suka banyak nanya ke Chika""yaellaaaahh Chika,, masak Revan musti ulang pertanyaannya lagii seeh?""aduuuhh Revan,, beneran deehh, nanya apa emang?""Chika mau nggak lebih dari sahabatan ma Revan? Revan sayang sama Chika""wwweeww?? masak dijawab sekarang siih?? besok ajj doongg, nyiing. hhahaa""waahhh, Chika ngerjain Revan yaaahh?? nakal kamu, pakek pura-pura lupa segala""hhaha, biariin, weekk :-p""yee,, melet-melet, tak cubiit lhoo pipimu ntar""yaa Chika cubiit balik dongg , :-p""iyah deeh iyah, jadii gimana neeh Chika mau nggak? Revan deg-deg an neeh""hhahaa, nyiing-nyiing alayy deeehh, pkoknya jawab e besok aja, weeekk :-p ehh,nyiing kenapa mustii jam 13.00 siih jawabnya?""hhehe,, biar 3 semua dunk Chik, 10 dikurangi 7 kan 3, terus 7 dikurangi 4 kan juga 3, jadi jawabnya harus jam 13.00 biar nanti 13 dikurangi 3 kan 10, nyambung nggak Chik?""oowwww,, eaa.eaa,, hhahahaa,, ada-ada aja luu nyiing"Persahabatan mereka begitu indah, sampai-sampai Chika begitu terlarut. Begitu pula dengan Revan. Dan salah satu hal yang buat Chika ragu nerima Revan adalah, Chika takut kalau Chika akan kehilangan sahabat yang sebaik Revan. Chika nggak mau persahabatan mereka jadi hancur gitu aja nantinya kalau diantara mereka ada satu ikatan yang lebih dari sekedar sahabat.Pagi itu Revan udah berkali-kali ingetin Chika soal waktu jawab pertanyaannya Revan. Chika siih enteng-enteng aja, tapi Revannya yang terlanjur alay, uda deg-deg an dari hari-hari sebelumnya.Uda jam 12.00, Revan bilang ke Chika, kalau Revan udah siap nerima semua keputusan Chika, walaupun itu buat Revan jadi sedih dan kecewa tapi Revan tetap berharap semua yang terbaik yang akan jadi jawaban dari Chika buat Revan.jam 13.00"Revan, Chika titipin hati Chika ke Revan yaa, jagain baek-baek, jangan lupa kasih makan, hhehe ,, 🙂 "Sontak Revan langsung teriak kegirangan dan jingkrak-jingkrak sampai-sampai tak menghiraukan Chika yang nunggu kata-kata dari Revan, lama banget lagi jingkrak-jingkraknya.Revan kayak gitu soalnya apa yang udah lama dia impikan akhirnya jadi kenyataan. Yaaa,, jadi guardian angelnya sii Chika *****

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*