Cerbung The Prince Part 13

Baiklah, Di lanjutin protes, lanjutannya lama protes, gak di lanjutin apa lagi. C'Mon, Kerjaan ku bukan cuma nulis cerpen aja kale…. #banting sendok.
Oke deh, tapi salah ku juga kali ya, kenapa nie cerpen, ehem cerbung maksudnya nggak ending – ending. Ya sudah kalau begitu, Mantepin diri sendiri buat ngeEnding Cerpen The prince the princess and mis cinderela ini dulu.
#FIGHTING!!!!!….

Credit gambar : Ana merya
"Andre, kok muka loe kusut gitu?".
Andre menoleh, mendapati Revan yang kini sedang menatapnya khawatir.
"Nggak papa kok" Elak andre.
"Masih masalah kevin ya?" tanya Revan lagi.
Untuk sejenak Andre terdiam sebelum kemudian mengangguk lemah.
"Gue nggak bermaksut untuk mencampuri urusan kalian. Hanya saja kalau gue boleh tau, sebenernya loe punya hubungan apa sama tu anak".
Lagi – lagi Andre terdiam, Menimbang – nimbang tentang apa yang harus di lakukannya. Setelah terlebih dahulu menarik nafas untuk sejenak mulutnya kembali berujar.
"Ceritanya panjang".
"Gue siap dengerin kalau loe emang berniat untuk bercerita".
Dan kemudian mengalirlah cerita itu dari mulut Andre.
"HA?" mulut Revan terbuka setengah tak percaya setelah mendegar cerita panjang lebar dari mulut Andre. "Maksutnya loe sebagai Riany, Jadi musuh sekaligus pacar Kevin tapi pada saat bersamaan loe Juga jadi Andre yang noteben nya sebagai sahabat karib kevin tanpa dia tau kenyataan yang sesungguhnya?".
Andre mengangguk lemah, Dan sebelum ia sempat melihat raut kaget hilang dari wajah Revan ia sudah terlebih dahulu dibuat kaget saat mendapati sosok seseorang yang berdiri mematung tak jauh darinya.
"K…Ke…. Kevin?" Ujar Andre setengah tak percaya. Reflkes Revan segera mengikuti arah pandangan Andre.
"Andre dan Riani adalah orang yang sama?" Gumam Kevin lirih. Jelas ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar bahkan apa yang baru saja ia katakan.
"Ah, Gue pasti sedang bermimpi" Sambung kevin lagi sambil memukul – mukul kepalanya sendiri. "Ini mustahil" sambung Kevin lagi sambil berbalik dengan langkah semboyongan kearah mobilnya. Tanpa Revan maupun Andre sempat mencegahnya.
Cerpen the prince the princess and mis cinderella part 13
"Hufh"..
Untuk kesekian kalinya aku kembali menarik nafas berat. Astaga, jantung ku kali ini benar – benar terasa mau copot. Sumpah, seumur hidup aku belum pernah merasa segugup ini untuk bertemu dengan Kevin.
"Oke riani, loe pasti bisa. Fighting" Ujar ku sendiri sambil melangkah menghampiri kevin yang tampak sedang duduk di taman kampus.
"Kevin, Kita bisa bicara sebentar?".
"Nggak" sahut kevin ketus.
"Tapi ada yang pengen gue jelasin sama loe".”
Gue nggak mau denger".
"Tapi kev…".
"Loe mau jelasin apa ha?. Loe mau bilang kalau gue ini ternyata gampang di bodohin. Atau loe mau menunjukan ke semua orang kalau sesungguhnya Gue, KEVIN. Dengan gampangnya di bohongin sama loe dengan nyamar jadi cowok untuk pura – pura jadi sahabat gue, Karena pada saat bersamaan seorang cewek yang bernama riani itu jadi musuh gue" Kata kevin setengah berteriak sehingga menarik perhatian semua yang ada di sana.
"Plok plok plok" Kevin tampak bertepuk tangan. "HEBAT".
"Kev, bukan itu maksut gue".
"Gue nggak perduli apa maksut loe. Yang pengen gue tau, Selain dari cewek cupu dan cowok gadungan loe punya kepribadian apa lagi?" tanya kevin tegas.
"Atau jangan – jangan loe dibalik kacamata loe, loe juga bisa jadi cewek pangilan?".
"Plak".
Sebuah tamparan medarat telak di pipi kevin.
"Gue nggak nyangka loe bisa berfikir gue serendah itu".
Selesai berkata aku segera berbalik. Sial, kenapa air mata ini kembali menetes si.
"Argh, Sial" Geram kevin kesel.
"Bro, sabar dulu. Sebenernya ada apa?".
"Loe tau cewek yang barusan. Dia, udah bohongin gue dengan nyamar jadi cowok. Dia udah bohongin gue dengan pura -pura jadi sahabat gue. Dan dia juga…..".
"Loe yakin dia sengaja?".
"Loe yakin nggak ada kesalah pahaman disini?".
"Atau loe udah denger alasan dia?".
Berbondong pertanyaan keluar dari mulut sahabat – sahabatnya.
"Saran gue, coba loe pikirin dengan kepala dingin. Gue nggak yakin Riani sepicik itu. Yah, loe pasti lebih tau dia dari pada kita".
Kevin terdiam, tanpa kata ia segera berbalik pergi.
Cerpen the prince the princess and mis cinderella part 13
Lama kevin terdiam dilama kamarnya. Walau suasana tenang tapi perang batin jelas terjadi dalam dirinya. Ia sendiri masih bingung denga kenyataan apa yang telah di terimanya. Jujur saja ia merasa marah, Ia merasa ia telah di bohongi mentah – menatah. Namun disisi lain ia juga merasa lega. Andre, Yang selama ini selalu berat untuk ia akui sendiri kalau sesungguhnya ia merasa menyukainya ternyata seorang wanita. Hei, bukankah itu artinya ia masih normal?.
Sesungguhnya ia juga masih penasaran dengan gadis itu. Tentang alasannya melakukan semua ini. Secara kalau di ingat – ingat lagi, sepertinya gadis itu juga tidak terlihat memanfaatkannya. Atau ia memang harus mengikuti saran teman – temannya untuk mencari tau langsung.
Namun sebersit keraguan kembali menyelimutinya saat mengingat kejadian tadi siang. Menyadari ruat marah sekaligus kecewa riani jelas membuatnya merasa bahwa mungkin tidakannya tadi keterlaluan. Dan setelah menimbang – nimbang semuannya akhirnya ia memutuskan untuk langsung menemui gadis itu.
"Kevin, kamu mau kemana?".
Langkah kevin yang sedang menuruni tangga terhenti saat mendengar suara mama dari ruang tengah. merasa heran tumben jam segini kedua orang tuanya ada di rumah.
"Mau keluar bentar ma. kenapa?".
"Duduk sini sebentar. Ada yang ingin mama dan papa mu bicarakan".
Manut, Kevin segera melangkah menghampiri kedua orang tuanya dan duduk tepat di hadapan mereka.
"Ada apa?"Tanya Kevin heran setelah beberapa saat kedua orang tuanya masih terdiam.
"Hufh… Baiklah, begini anaku. Kami bukan lah orang tua yang selalu mendikte anaknya. Apalagi berniat untuk mengatur masa depanmu. Tapi…".
"Tapi…?" Kejar Kevin.
"Tapi dengan amat terpaksa kami harus menjodohkanmu".
"HA?" Mulut Kevin mangap. Asli kaget.
"Dia adalah donatur terpesar di perusahaan papa mu. Dan kita tidak bisa menolaknya".
"Ma, Pa. Ini bukan jaman siti nurbaya. Bahkan siti nurbaya juga sepertinya lebih baik. Paling nggak dia wanita. Sedangkan kevin…" Kevin langsung membantah dengan tegas.
"Dengar dulu anak ku. Mama masih belum selesai bicara".
"Kevin nggak mau denger. Pokoknya kevin menolak perjodohan ini".
"Papa tidak bisa menolaknya. Karena nasip perusahan di pertaruhkan disini. Tapi papa juga tau kalau kamu berhak untuk menentukan masa depan mu sendiri. Karena itu hanya ada satu cara untuk menolak perjodohan ini"Papa angkat bicara.
"apa?".
"Kau harus membawa calon istri pilihanmu sendiri".
Kevin menoleh. Apa – apa an ini.
"Dan kau harus segera mendapatkannya secepat mungkin. Kau punya waktu tiga hari untuk itu. Jika tidak…" Papa tidak melanjutkan ucapannya tapi sepertinya kevin sendiri juga sudah mengerti arah dan maksut dari ucapannya.
"Itu mustahil…" Gumam Kevin lirih.
"Sama mustahilnya untuk mama dan papa mu menolak tanpa alasan yang jelas. Jadi pikirkan itu".
Selesai berkata papa segera belalu, disusul oleh sang mama. Sengaja meninggalkan kevin sendirian dengan kebingunannya. Astaga, apa yang harus di lakukannya. Masalahnya dengan Riani saja belum beres kenapa malah ditambahin lagi. Kalau begini ceritanya ia benar – benar bias gila.
Baiklah, All. Jujur bukan punya Radja (???) kali ini ana ngetiknya disela – sela kerjaan yang menumpuk. Nyolong – nyolong waktu gitu deh. Sungguh. #anggkat dua jari.
Soalnya ana udah beneran nggak bisa lagi exsis di dunia maya sesering dulu. Mungkin udah saatnya ana untuk serius di dunia nyata. So…. #artiin sendiri.
Akhir kata, Maap ya kayaknya harus nunggu lagi deh. Tapi kalau mau ana juga punya rekom untuk baca – baca di sini. Remaja Xsis and Cipta Karya Cerpen. Itung – itung sambil nunggu lanjutannya muncul. ^_^

Random Posts

  • Cerpen Cinta Romantis: Jangan Pergi

    JANGAN PERGIKarya : putri ayu pasundanHari semakin berlalu, meninggalkan semua kisah yang ada , menjalani hari-hari tanpa kehadiranmu , meninggalkan canda dan tawa , kini tak ada lagi canda dan tawa’nya yang selalu menghiasi hariku. senyummu , wajahmu, candamu , kini hilang begitu saja ~ jika waktu bisa diputar kembali. Mungkin aku sudah memutarnya~ tapiii… ini mustahil , ini tak mungkin !…“ bella, “ panggil suara dari arah tempat duduk belakang .“kenapa din?” sahut bella agak malas“Jangan murung terus dong bella, gue tau kok lo pasti masih sedih dan gue tau kok lo emang sayang sama avi. Tapi dia gak mungkin balik lagi. Lo tau kan? penyesalan emang selalu datengnnya di akhir cerita dan gak pernah di awal . jadi , jangan nyesel kalo dulu lo nyia-nyiain cintanya dia, dan sampe2 dia pergi , baru lo sdar semua itu, lo cintakan sama avi..?’’ Tanya dina ingin tau“iya, iya, gue emang salah. Lagian dlu gue sama dia itu awalnya kan Cuma care aja, sahabatan kaya biasa , sering curhat2an pula. Dia tuh iseng banget, jail, rusuh pokoknya serba nyebelin deh. Gue juga gak nyangka akhirnya bisa begini malah jadinya benci jadi cinta kan, gue juga gatau kenapa dia bisa jatuh cinta sama gue.” Yang gue tau, dia tuh sayang banget sama gue. lo tau kan?’’ tapii kenapa dia ninggalin gue kaya gini ? jawab bella dengan nada menyesal.Perbincangan mereka pun di akhiri karna bel masuk berbunyi. Bella adalah gadis yang cantik dan manis dia begitu periang. Tapi sebulan belakangan ini bella jarang banget tersenyum apalagi tertawa. Hanya kesedihan yang tampak di wajahnya………….###Pagi ini tepat pukul jam 5.30 pagi , bella belum juga bangun dari tidurnya . jam beker kesayangannya sudah berdering kencang tapi bella belum saja bangkit dari tidurnya.“bella.. bella.. bangun sayang, udah pagi.” Teriak mama bella dari arah pintu . tapi bella tak juga bangun.“tok…tok…. Bella sayang, bangun nak. Kamu gak sekolah ?’’ diketuknya pintu kamar bella beberapa kali oleh mamanya.“iya maaah. Bella udah banguun ni.”“ayok cepat mandi dulu sanaa, sudah jam berapa ini? Kamu gak sekolah?” Tanya mama bella kepada anaknya .‘‘iyaa…iya mah” di bukanya pintu kamarnya, dan bella segera menuju kamar mandi untuk siap-siap berangkat sekolah . mamanya yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk anak tersayangnya yang satu ini.“mah, bella berangkat ya.?” Pamit bella pada mamanya, bella pun mencium tangan mamanya.. dan itu adalah kebiasaannya sebelum berangkat pagi ke sekolah. “kamu gak makan dulu sayang, ?” Tanya mamanya . “udah mah nanti aja disekolah daa.. mah.” Bella mencium pipi kanan mama nya dan segera meninggalkan rumah . Mamanya tak lupa memberinya sekotak bekal makanan yang berisi cake stobery kesukaannya. Mamanya juga tak lupa menyelipkan uang jajan ke dalam tasnya. dan seperti biasa , ada kang dani yang selalu setia mengantarnya ke sekolah setiap pagi.###Pelajaran pertama pun dimulai hari ini adalah pelajaran ibu rini guru sejarah yang selalu mengajar pada jam pertama. Konon nyatanya setiap guru ini mengajar tak ada satupun anak-anak yang mendengarnya karena dengan alasan guru ini neranginnya lama banget, ngebetein , dan ngomongnya udah kaya putri solo yang pengen di kawinin. (apa jadinya ya?) tapi inilah kenyataannya…“tok… tok….” Beberapa kemudian pintu kelas pun di ketuk.. di ikuti beberapa langkah kaki menuju ke arah bu rini yang sedang mengajar.Anak-anak 10-1 semua menatap kearah seseorang itu yang sedang berjalan menghampiri bu rini. Sesosok cowo ganteng tinggi, berkulit hitam manis, dan sangat khas dengan kedua lesung pipinya.. semua cewek yang berada di dalam kelas menjadi ricuh tak karuan. Sebagian cewek ada yang tiba-tiba merapikan rambutnya, membenarkan lipice di bibirnya seolah-olah mereka semua ingin tampak perfect di hadapan cowo ganteng yang satu ini. Tapi berbeda dengan bella , dia sama sekali tak merespon kedatangan cowok itu, dia malah bersandar wajah di meja dengan muka setengah mengantuk. “perhatian semuanya…. Jangan berisik harap tenang….. kita kedatangan teman baru yang berasal dari sekolah strada 2 ayo silahkan perkenalkan nama kamu nak.” Pinta bu rini kepada cowok satu ini“hai teman, perkenalkan nama gue Derian Rafael darmawangsa. Panggil aja gue afa. Asal sekolah gue dari ghoetoen 2. Alasan gue pindah kesini karna kerjaan orang tua gue . sekian perkenalkan dari gue.“EH… afaa… status lo sekarang apa?” hahahaha teriak salah satu cewek dari arah belakang .. yaitu lisa . dia adalah salah satu dari geng lolipop yang ganjen itu. dan dandanannya itu looh gak nahan bikin orang yang litanya ingin muntah. (bisa bayangin gak?).“Cieee…cieee” sorak anak-anak dari arah belakang.. afa yang masih berdiri kaku di depan kelas yang suasananya memang sedang ricuh hanya bisa menahan diri untuk tetap bertahan di depan kelas dengan banyak godaan teman-teman barunya itu.“status? Status gue sampe sekarang masih single.” Jawab afa singkat dengan sedikit senyuman yang manis dan lesung pipitnya itu yang khas.“aaa….. afa senyum sama gue firaaa. Yampun dia ganteng banget.” Kata lisa cewe ganjen yang satu itu. teman-teman se geng nya pun menyoraki mereka berdua.“silahkan kamu duduk di tempat duduk yang masih kosong di sebelah kiri pojok sana.” Pinta bu rini kepada afa. Afa pun segera menyelusuri arah tempat duduk itu.“hai, boleh gue duduk disini?” pinta afa kepada yang punya tepat duduk itu.“maaf yaa tempat duduk ini punya sahabat gue dina. Dia gak masuk sakit. Jadi lo duduk disana aja tuh di belakang.”bella menolaknya , dan Tunjuk bella kearah tempat duduk belakang.“sorry sebelumnya, gue maunya disini bareng sama lo.” Pinta afa ke pada bella ternyata pemilik tempat duduk itu adalah bella. bella memang satu bangku dengan dina sahabatnya . tapi hari ini dina gak masuk dikarenakan sakit panas. Dan terpaksa deh bella harus duduk sendirian.“misalnya nanti sahabat lo masuk gue bakalan janji akan pindah tempat duduk. Kenalin gue afa. Nama Lo siapa? Diulurkan satu tangannya kearah bella.“bella.” Jawab bella singkat dan dingin.“okeh. Afa hanya memandangnya dengan senyuman khas ala lesung pipitnya yang manis itu.Afa heran dengan sikap cewe yang satu ini sebut saja bella. Dari awal dia masuk kelas hanya cewek ini yang diam dan tidak bersuara sma sekali. Dan hanya cewek inilah yang tak terpesona melihatnya. ###Dua hari telah berlalu dina tak juga masuk sekolah pagi ini seperti biasa ada pelajaran sejarah bu rini yang bikin ngantuk. “haaaaaah ngantuk. Di taruhnya tasnya ke mejanya” keluh bella yang tumben datang pagi-pagi begini tak seperti biasanya. Paling dia datang juga pas-pasan bel masuk.“haii.. pagi..” sapa cowo satu ini yaitu afa.“iya pagi..” jawab bella seperti biasanya singkat padat dan jelas !“gue duduk sini ya.?” Pinta afa pada bella“ah, iya.. terserah lo .” jawab bella sinis“temen lo dina kemana ? udah dua hari dia gak masuk apa lo gak jengukin ?’’“bukan urusan lo. “ jawab bella sinis“kok lo sinis banget sih sama gue.? Gue itu kan nanya baik-baik.”“iya map, abisnya lo nyebelin.”“nyebelin?” “iya, nyebelin.. sok ganteng sok cool, sok perfect, sok keren.” “apa? ““gak usah kaget gitu deh . gue tau fans lo tuh udah pada dateng dari tadi pagi. Kemaren aja para fans lo nunggu di bangku gue sebelum lo dateng , sampe-sampe mereka pada mohon-mohon supaya gue pindah ketempat duduk belakang. Lo kira gue mau apa.? Makanya gue dateng pagi gini supaya mereka gak nongkrongin bangku gue lagi. Lagian bukan gue yang minta kan kalo akhirnya lo milih duduk sama gue.?”Afa membatin. Dia sekarang mengerti mengapa bella akhir-akhir ini begitu sinis kepadanya.“lo cemburu?” Tanya afa ke arah bella“apa lu kata? Gue cemburu? Gak akan .” jawab bella sinis“lo tuh manis, jangan marah2 mulu kenapa. Biarin aja temen-temen lo bersikap seperti itu ke gue. Toh bukan urusan lo juga kan bel.”“iya,, iyaa.. gue ngerti ini bukan urusan gue. Tapi tempat duduk gue di H M in apa gue bakalan diem aja? Mereka seenaknya ngusir2 gue ke tempat duduk belakang?”“misalnya lo di usir. Gue bakalan tetep duduk di samping elo dimana pun elo duduk kalo perlu mereka yang gue usir.”Bella ternganga , dia tak percaya apa yang tadi di ucapkan oleh si afa anak baru itu.“apa? “ bella hanya ternganga melihat celotehannya si afa itu. bel tanda masuk pun berbunyi~….“bel, pulang sekolah, main yuk. Gue anterin kemana pun lo mau pergi. oke.?” Pinta afa ke bella“gak, gue gak mau main. Gue mau pulang aja.” Jawab bella singkat“ayolaah sekali-kali bel please.’’ Pinta afa maksa kepadanya“ya ya ya sebentar aja ya…? Lo tau kan gue cewek . jadi gak boleh keluar malem …”“oke.” Afa tersenyum kearahnya dan mengangguk menyetujui.…Setelah bel pulang berbunyiBella segera membereskan buku-bukunya. Karna bel sekolah sudah berbunyi. Begitupun afa yang duduk di sebelahnya , sudah merapikan buku dan siap-siap pergi dengannya..“bel, ayok.” Di tarik satu tangannya bella dan mereka berdua pergi keluar kelas “sebentar ya.. motor gue di parkir disana. Lo tunggu sini.”“ya.” Bella pun mengangguk. Beberapa menit kemudian . terlihat dari kejauhan seorang cowok hendak menghampirinya dan ternyata cowok itu adalah afa. Dia emang bener-bener keren . apalagi motor gede yang dia kendarai nambah buat dia keren aja , dan tak lupa dengan helm hitamnya. Dan emang faktanya dia bener2 keren abis.‘’cepet naik.” Suruh afa ke bellaSemua mata hendak tertuju padanya dan memandang mereka dengan Nampak iri. Afa memang anak baru di sekolahnya. Dan kononnya dia anak tunggal pemilik perusahan terkenal di Jakarta meskipun begitu dia tak pernah sombong. Kesekolah pun tampil apa adanya. Apalagi afa memang sedang hangat di bicarakan oleh cewek-cewek satu sekolahn mereka.“lo liat gak mereka pada mandang kita kaya gitu fa. Sinis banget.”“mereka iri sama lo, udah diemin aja. Pakai helm nya dan pegangan.”“GAK GAK MAU apa? Pegangan sama lo? Gak deh…… baru naik motor gede lo ini aja gue udah di liatin sama banyak mata, apalagi pegangan sama lo. Bisa-bisa pas sekolah besok gue di MOP sama anak satu sekolah.’’“bisa diem gak sih. Udah pegangan. “ pinta afa pada bella“ish lo emang nyebelin.” “emang.!” Mereka berdua telah meninggalkan pekarangan halaman sekolah . setelah beberapa mereka jalan berdua , sampai lah mereka ke sebuah taman. Diparkirnya motor afa dekat pohon rindang dan besar. Di sudut2 taman-taman itu terdapat bunga matahari yang menjulang tinggi , indah.. dan sangat indah.. di sebelah bunga tersebut tampak gazebo ( saung2saungan untuk mereka berteduh). “fa, ngapain kita ke sini?” Tanya bella kea rah afa sambil memberikan helm nya.“main aja abisnya gue BT . lo tau kan rumah yang disana? Di sebrang sana? Itu rumah gue.” Bella menatap arah rumah itu. dan memang rumah itu tampak besar sekali. Bangunannya pun tertata rapi.“terus kenapa kita malah ketaman?”“abisnya gue suntuk bell di rumah sendirian terus. Bokap-nyokap sibuk sama kerjaannya. Rumah gue sepi. Jadi gue tuh gak betah. Oh iya gue lupa, mendingan kerumah gue dulu yuk ambil snack dan minuman.”“ya.. terserah lo aja..” mereka berdua menuju rumah afa. Begitu sampai di depan rumahnya tampak seorang penjaga depan rumah menghampiri afa. Dan segera membukakan pintu pagar rumahnya.“den afa,” sapa lelaki itu“baru pulang den?’’ Tanya pesuruh rumahnya itu“iya pak, oh iya taruh motor saya di garasi ya pak.”“baik den.” Pak sono satpam di rumahnya menganggukkan suhuran yang di pinta oleh majikannya itu.“bella, ayok masuk. Jangan heran kalo dirumah gue sepi Cuma ada bibi dan pak sono yang selalu ada di rumah.”“di bukanya pintu rumahnya.’’“den afa. Sapa bi inah pembantu di rumahnya.”“iya bi. Ambilin minum ya , sama snack nya saya mau ke taman. Oh ya bi ini temen saya bella. Kalo dia minta apa-apa layanin aja ya bi. Saya mau ke kamar dulu ganti baju.” Bi inah pun mengangguk“non bella mau minum apa non?” Tanya bi inah “gak usah repot-repot bi. “ jawab bella “gak boleh gitu non, non disini tamu. Saya ambilkan minum dingin aja ya non.”“Iya makasih bi, oh ya nama saya bella. Panggil aja bella ya bi, gak usah pakai non. Anggap saja saya seperti anak bibi.”“iya non. Eh bella.. tunggu sebentar ya bibi ambilkan airnya.”Afa pun keluar dari kamarnya dengan membawa bola basket kesayangannya.“bel, ini cake stobery buat lo.” Sama jus dinginnya ayok kita ke taman.”“oke fa.” Bella mengangguk“bi, saya ketaman dulu sama bella.”“iya den , bella ati-ati.”Setelah mereka sampai di taman“bel makan nih cake nya gue tau lo laper, aus iya kan..?’' bella hanya tersenyum manisBella memandangi Rafael yang sedang asik bermain bersama bola basketnya setelah beberapa lama dia memandangi cowok itu. dia memang menyadari dan sepertinya baru sadar cowok di depan dia ini si afa dia begitu baik dan lembut, ganteng pula (dulu gue kemana aja) batin bella . bella tak pernah memandang cowo dari sebelah mata. Dia melihat cowo dari sifat dan kepribadiannya. Itu lebih penting baginya. Rafael menghampiri bella yang sedang duduk dan sedang asik makan cake stoberynya. Karna memang kesukaannya adalah cake stobery.“enak gak cake nya?”tanya afa pada bella“hem.. iya enak. Gue emang suka cake stoberry.” Sahut bella..“iya gue tau kok. Gue kan temen sebangku lo.. yaa walaupun baru beberapa hari ini, gue juga sering liat lo bawa bekel cake sama susu coklat. Kaya anak kecil aja ya.” Di acak-acaknya poni cewek satu ini , bella.“apasih afa… jangan iseng deh.” Oh iya lo gak mau ini cake nya?””udah lo aja” kembali afa menuju lapangan untuk bermain basket lagiBella hanya diam membisu di ingat kembali masalalunya bersama cowok yang iya sayang yang tega begitu aja ninggalin dia . avi namanya. Avi yang selama ini selalu buat dia tersenyum justru senyuman itu mampu mengubahnya senyumannya 180 derajat menjadi tangisan . sifatnya yang dulu periang kini cepat bersedih kalo ingat soal mantannya avi. Tapi sekarang berbeda. Kini ada seseorang di depan matanya yang mampu mengembalikan jati dirinya selama ini, yaitu afa. Dia cowok yang baik dan care sama bella. Walaupun baru 3 hari afa duduk sebangku dengannya.“bell ayo dong main basket.”“gue gak bisa main basket tau.”“yaudah sini, gue tau lo gak bisa maen basket ketauan kok dari tampang lo begitu tadi ngeliatin gue . terpesona ya? Ahhaha..” afa tertawa pelan tapi meledek.“dih apaansih?” wajah bella terlihat memerah dan rona pipinya merah padam“bercanda kok bel yaudah coba lo masukin ke ring bola basketnya , tangan lo harus sejajar sama dahi lo. Pasti masuk kok.”“ih gak bisa gue gak bisa .”“coba, lo pasti bisa”Bella pun mencoba memasukkan basket itu ke ring. Dan nyatanya bola itu masuk. Setelah itu mereka pun bermain hingga larut sore. Di taman itu memang sepi. Hanya ada bunga-bunga matahari yang menjulang tinggi dan terik matahari dan jarang sekali pada jam-jam segini orang berlalu lalang dekat taman itu. apalagi taman itu tepatnya berada di perumahan dan Lapangan itu menjadi saksi bisu mereka berdua. *** Kring… kring… tanda ponsel berbunyi . dan ternyata ponselnya bella bertanda sms masuk.“bella, besok gue masuk. Gue udah sembuh.” Sms dina sahabatnya.Beberapa menit kemudian bella pun membalasnya.“iya din, besok kita bisa sebangku lagi.” Dengan gembiranya bella bisa duduk lagi bareng dina sahabatnya yang udah lumayan lama gak masuk sekolah karena sakit.“yah, gak bisa. Gue duduk sama lolla.. lo tetep duduk sma afa, anak baru itu.”“what ? kenapa din?.”“gue gak enak sama afa. Udah yaaa bay” Mereka segera mengakhiri percakapan mereka di sms. Hari ini adalah hari minggu dan biasanya bella lebih memilih untuk dirumah.Kring.. kringg….. tanda telepon berbunyi . dan ternyata nama di kontak nya itu afa . bella pun terkejut dia lupa kalau bella punya nomer telepon hp nya afa , dia ingat kalo afa pernah meminjam ponselnya saat di taman.“haloo…?”“iya kenapa fa?” Tanya bella malas“gue ganggu ya?”“enggak kok, ada apa emangnya?”“gue mau ngajak lo jalan. Mau gak?” pinta afa terhadap bella.“kemana?”“udah , nanti lo juga tau, kita ketemuan di sekolah ya? Karna gue gatau rumah lo . oke .. babay…”Bella segera mengakhiri percakapan singkat itu di ponselnya. Dia segera siap-siap untuk menuju ke sekolah dan pergi bersama afa. Sebenernya bella pun malas. Tapi karna hari ini adalah hari libur, jadi dia di bebaskan untuk pergi.“mah, bella pergi sebentar ya. Dah maah..”“ingat, jangan malem-malem pulangnya.” Pinta mamanyaSetelah bella berpamitan , dan iya segera pergi menuju sekolah. Bella segera menuju sekolah dengan menggunakan bis , setelah beberapa menit iya menunggu bis tak juga datang.“hai.. apa kabar.” Sapa seorang lelaki yang berhenti tepat di depannya “iya?” bella tak mengenali lelaki ini karna dia memakai helm“mau kemana?” Tanya lelaki itu “mauu…. mau ke sekolah.” Jawab bella gugup.“bukannya ini hari minggu?” Tanya lelaki itu lagi kepadanya“maaf, anda siapa? Bisa tolong di buka helm nya?” pinta bella kepada lelaki itu“masa kamu gak kenal sama aku?”“tidak, aku gak tau.” Bella diam mencoba mengingatnya. Suaranya, sapaannya sepertinya dia mengenali sosok lelaki ini . tapi apakah diaa……………“aku avi. Ingat kan?” di bukanya helm itu Bella tercengang, diam dan membisu. Lelaki ini yang dulu pernah menyakiti hatinya kini dia kembali, dan kini lelaki ini berada tepat di depannya.“hei. Kok bengong. Haii,,” kembali sapa lelaki ini berulang kali“bella hanya diam dengan pandangan kosong ke arah lelaki ini“mau aku antar?”“gak usah .” jawab bela singkat“ayolah, dari pada nunggu bis kelamaan.. ayok bareng sama aku aja bella..” ajak avi kepadanya“baiklah, “ bella pun ikut dengannya dan segera pergi meninggalkan tempat itu“Mau diantar kemana?” Tanya avi kepadanya“di depan sekolah saja.” Pinta bella“oke, pegangan ya.. oh iya emang mau kemana?”“kamu gak perlu tau.” Jawab bella sinis“aku tau kamu marah ya sama aku kan.?”“enggak.” Jawab bella singkat“aku tau kamu marah. Mafin aku ya soal yang dulu-dulu itu.”“ya.” Mereka pun berhenti di tempat tujuan . yaitu depan sekolah bellaSebelum kedatangan bella, afa yang sudah lama menunggu di depan gerbang tadi melihat sinis kea rah mereka berdua. Bella pun turun dari boncengan avi. Bella sebenarnya ingin berlama-lama kepada cowok ini , avi. Tapi memingat dia pernah menyakiti hatinya bella jadi tak sudi berdekatan dengan cowo ini lagi. Serasa mereka sudah asing dan bahkan kaya gak pernah kenal.“hai fa, lama menunggu? Maaf tadi bis nya lama. Kebetulan ada avi temen ku. Kenalin fa.”“hai gue afa.”“ya gue avi.” Mereka berdua berjaba tangan“pacar baru kamu?” Tanya avi kepada bella“bukan urusan kamu lagi vi. Ayok kita pergi fa dari sini. Oh ya makasih vi udah nganterin aku sampe sini.”“oke, tapi tunggu dulu.” Teriak arvi kea rah mereka. Afa pun mematikan motornya“fa, boleh gue yang jalan sama bella?” pinta avi pada afa“hubungan kalian apasih sebenernya. Lagian gue udah ada janji sama bella.” Sahut afa “bukan apa-apa .” kata avi pada afa.“baiklah, terserah bella mau pergi dengan siapa. Biar dia yang menentukan.”“bella, sekarang kamu bilang mau pergi sama aku atau afa?”Ini adalah pilihan terberat bella mau pergi dengan siapa. Sebenernya sungguh dia kangen sekali dengan avi mantannya itu. 4 bulan ini mereka jarang sekali bertemu. Apalagi melihat perubahan di diri arvi yang tak begitu cepat berubah. Dia masih seperti dulu saat mereka bersama. Dia sopan, baik , tapi sungguh 4 bulan tak bertemu semenjak putus saat itu bella menemukan banyak perubahan.. avi masih tetep ganteng seperti dulu.“hemm, gue.. gue gatau.” Jawab bella“gue mohon sama lo bel, lo musti tentukan sekarang.” Pinta afa maupun avi“oke.. oke.. baik kalo itu mau kalian.”“gue pergi sama avi.” “baiklah, yaudah jagain ya vi bella nya. Walaupun gue ga tau hubungan kalian apa, tapi gue ngertiin ada kerinduan di mata kalian berdua. Oke. Gue pergi dulu.”Afa segera menancapkan gasnya sekencang mungkin . iya lupa memakai helm nya. Dan mungkin karna dia kecewa terhadap bella‘‘mafin gue fa,” batin bella terhadap afa.“ayok naik, kita pergi.” pinta avi. Mereka pun pergi dan telah meninggalkan gerbang sekolah…….Setelah beberapa jam di perjalanan mereka pun sampai“vi, ngapain kita kesini?” Tanya bella“sudah ayok masuk.” Mereka berhenti di sebuah puncak gunung tepatnya , dan di sana terdapat gazebo (saung-saungan) yang berdiri kokoh disana . di gazebo tersebut sudah di sediakan banyak makanan dan juga tempat duduk untuk mereka berdua. Sepertinya avi memang sudah menyediakan ini semua dan memang sengaja mengajaknya kesini.“vi, maksud kamu apasih dengan semua ini?” Tanya bella“yasudah, kamu makan dulu. Ngobrolnya nanti . aku tau kamu lapar karna kita kesini lebih dari satu jam perjalanan.”Mereka akhirnya makan . bella membatin sungguh perasaan ini bercampur senang, sedih bahkan rasa kangen selama 4 bulan ini tak bertemu kini hilang. Tapi mengapa pertemuan kali ini terasa biasa aja di hati bella? Mengapa tak ada getaran-getaran seperti dulu saat mereka bersama? “bella,” panggil avi padanya dan memegang kedua tangannya“ada apasih vi?” Tanya bella penasaran“aku ngajak kamu kesini karna aku ingin minta maaf sama kamu.” Avi mengeluarkan coklat dari sakunya“ini coklat kesukaan kamu. Tadi aku beli dekat supermarket rumah kamu. Abis aku beli coklat ini, aku sebenarnya ingin langsung kerumah kamu. Karna aku tau biasanya kamu kalau hari minggu begini, lebih milih di rumah. Itupun dulu kalo aku gak ngjak kamu jalan. Tadi setelah beli coklat ini aku lihat kamu di sudut jalan. Terus aku nyamperin kamu.”“iya makasih. Ternyata kamu masih ingat kesukaan aku.”“oh iya maafin aku ya selama ini.”“aku bilang aku udah maafin kamu vi.”“apa kamu masih sayang sama aku? Kamu mau kita balikan?” Bella terdiam sesaat dan kemudian dia melanjutkan omongannya.“avi, maafin bella , bella gak bisa balikan sama avi lagi , sama kamu. Kalo emang kamu sayang dan cinta sama bella, kenapa kamu baru datang ke aku sekarang. Sedangkan kita putus sudah lumayan lama, kamu tau? Kamu mutusin aku di saat sehari sebelum ultah ku. Padahal besoknya adalah hari terindahku, hari ulang tahun ku yang ke 14. Pada waktu hari itu tiba, aku pengen kamu ada di samping aku, nemenin aku. Tapii… apa nyatanya? Kamu gak ada, kamu pun gak ngucapin ke aku. Padahal Cuma kamu kado terindah saat ultah ku tiba. “mafin aku bella, aku sadar aku salah banget selama ini sama kamu. Aku udah nyia-nyiain kamu yang sayang sama aku. Aku pun begitu, aku sayang sama kamu. Tapi saat itu saat aku mutusin kamu. Aku dituntut oleh orang tuaku untuk pindah sekolah. Pindah ke pesantren. Dan aku tau besoknya ulang tahun kamu. Tapi apadaya? Pas aku sudah sampai di pesantren , gak ada yang bisa untuk hubungi kamu . HP ku juga di bawa sama mama , yang ada hanya telepon panti. Dan selama itu aku terpaksa mutusin kamu bella, aku gak mau kamu sedih nungguin aku. Waktu itu aku fikir kamu bakalan cepet dan bisa lupain aku. Dan kamu itu cantik. Aku kira kamu bisa dapet yang lebih dari aku. Dan sekarang aku di izinin buat ke Jakarta . karna di sana sedang ada ujian. Aku gak betah bella tinggal disana, jauh sama kamu. Aku juga terus mikirin kamu. Mama juga bilang bakalan masukin aku kesekolah kamu nanti. Kita bisa sama-sama lagi bella seperti dulu.”“sekali lagi mafin aku , aku gak bisa. Kamu gak boleh vi kaya gini ngecewain mama kamu demi aku. Aku dulu emang sayang kamu. Tapi sekarang? Aku udah terlanjur sakit hati sama kamu. Aku nungguin kamu sampai sekarang mungkin karna aku ingin tau penjelasan kamu dan mungkin permintaan maaf dari mulut kamu. Dan sekarang, aku udah dapet ini semua. Mungkin kalo dulu kamu bilang jujur sama aku, gak akan jadinya begini. Aku bisa kok nungguin kamu . tapi apa? Kamu gak jujur sama aku. Setelah mutusin aku di hari sebelum ultahku, kamu menghilang begitu saja.. selama 4 bulan ini. Aku gak tau kabar kamu, di hubungin juga gak bisa. Dan sekarang aku tau kenapa.”“iya, iya.. mafin aku.. aku tau aku salah. Aku disitu juga pusing , serba salah. Aku bingung. Jadi aku bertindak gitu aja tanpa mikir ke depannya. Aku tau bella aku salah.”“iya, iya kamu gak usah nyalain diri kamu kaya gini. Kita jalanin aja ya hidup kita masing-masing. Toh kalo kita jodoh. Pasti kita akan disatuin lagi. Ingat aku gak mau jadi beban kamu. Terimakasih selama ini kamu udah buat aku tegar.”“iya, mafin aku ya makasih juga kamu selama ini udah buat aku semangat dan kamu bukan beban buat aku ,tapi penyemangat aku.” *** Pagi ini suasana begitu mendung tak seperti hari biasanya begitu cerah. Bella pagi-pagi gini sudah kesekolah . karna dia beniat untuk minta maaf soal kemaren sama afa. Di cobanya tadi malam nomernya afa disms, di tlp berkali-kali tidak aktif dan tidak bisa di hubungin sama sekali.“bella…” panggil dina sahabatnya“iya din.”“tumben amat udah dateng ? biasanya pas bel ataupun sesudah bel lo baru dateng? Hahaha.” Ejek dina pada bella sahabatnya‘’iya din…”“lo kenapa sih? Gue salah ngomong ya? Kok murung gitu sih say?” Tanya dina menyelidiki“iya, lo liat afa gak? Kok jam segini dia belom dateng?”“afa? Gue gak liat. Bukannya dia mau pindah ya ke solo? jadi dia gak masuk.”“apa?” bella tersentak kaget“iya, masa lo gak tau sih. Kan konon katanya bokapnya pindah-pindah tempat tinggal terus , maklum lah namanya juga orang kaya. Dan rumahnya katanya juga banyak. Ada dimana-mana, Lagian masa lo gak tau dia kan yang sekarang menjadi hot topic di sekolah kita.”“iya, iya… gue tau kalian pada nge fans sama dia.tapi gue gak pernah mandang dia dari luar dan gue gak seperti kalian. emangnya kapan dia mau pindah? . Masa baru masuk udah mau pindah lagi.”“yaa mana gue tau. Tapi kata si lolla noh fans beratnya yang punya mata-mata banyak, katanya dia pindah nanti malem.”“apa? Okelah pulang sekolah gue mau kerumahnya.”“apa? Sejak kapan lo tau rumahnya ? lo tau rumah afa ? kok lo ga pernah cerita sih?”“lo jangan berisiiiiiiiiiiiiik tar mereka pada denger. Cukup lo aja yang tau. Jadi gini ceritanya, waktu lo gak masuk-masuk sekolah dia minta duduk bareng sama gue. Udah gitu 3 hari yang lalu dia ngajak gue jalan. Dan ternyata itu ke rumahnya. Terus dia ngajakin gue ke taman rumahnya . yaa ngobrol-ngobrol aja sih, tapi gue liat dia hobi banget main basket. Terus dia ngajak gue main basket. Dan kemaren sore dia ngajak gue jalan lagi. Katanya mau ngomong suatu hal. Tapi gue gatau apa? Abisnya bersamaan dengan si avi? Lo tau avi kan? Mantan yang gue sayang banget ngajak gue balikan lagi tadi sore. Dia nyeritain semuanya sama gue din. Gila kan? .”“ckckck,, beruntung kali nasibmu bella. Afa, avi mereka itu sama – sama makhluk ganteng.. yaa kalo menurut gue mendingan lo sama afa deh haha..” ledek dina pada bella“hemm, mungkin emang ada suatu hal yang penting emang dia mau omongin sma gue. Tapi gue gatau apa. Makanya pulang sekolah ini gue mau kerumahnya. Oh iya jangan sampe lo kasi tau ke yang lainnya oke. Gue tau lo sahabat yang baik.”…..Bel pulang sekolah pun berbunyi. Bella segera merapikan buku-bukunya dan segera pergi menuju rumah afa“din, gue balik duluan ya. Sorry. “ “okeh.. ati-ati say.” Bella terus melihat jam tangannya dia sedang menunggu bis di halte sekolah. Tapi bis pun tak juga datang. “hai bella,” sapa seorang lelaki“iya.. mau kemana vi?” Tanya bellaSikap mereka berdua seperti biasanya seperti mereka yang memang sudah kenal akrab. Dan mereka berdua seolah-olah melupakan kejadian dasyat tadi sore saat di puncak.“yaa.. mau ngiter-ngiter aja di jakatra abisnya gue kangen Jakarta. Lusa gue mau balik lagi ke pesantren . yaa seperti apa nasihat lo kemaren malem.”“okeh kalo gitu, belajar yang bener ya.”“lo sendiri mau kemana atuh?” “gue? Gue lagi nunggu bis lama banget.”“mau gue anter? Itupun kalo lo mau.”“heemm. Oke deh.”“ayok naik , pegangan awas nanti jatuh.”Mereka pun segera meninggalkan halte bis sekolah. Sebenarnya alasan avi adalah memang untuk bertemu dengan bella. Dan memang dia ingin menjemputnya seperti dahulu saat mereka pacaran.“bella. Mau di antar kemana?”“ke jalan kelapa gading.”“mau ngapain sih bella? Okeh gue anter kesana. Pulang mau gue jemput lagi?’’“heem makasih sebelumnya tapi kayanya gak deh. ““okeh baik. hati2 aja.. “Setelah beberapa menit di perjalanan merekapun sampai di jalan kelapa gading tepatnya di perumahan elit itu. avi pun menuruni bella di depan perumahan itu.“daa avi..” bella melambaikan tangan tanda teriimakasih padanyaSetelah kepergian arvi dan suara motor nya tak terdengar lagi, bella pun memasuki area perumahan itu. banyak sekali rumah-rumah elit berada di situ. Dia hampir saja lupa jalan untuk pergi kerumah afa. Yang iya ingat hanya bunga matahari yang menjulang tinggi dekat area taman.Bella pun pergi ke arah taman itu. memang disana sepi. Perumahan itu setiap siang sepi dan memang sepi hanya ada mobil yang keluar masuk rumah tersebut. Bella pun duduk di dekat area taman. Mengingat kembali dahulu dia pernah bermain basket bersama afa disini. Di tempat ini. Dan ternyata bella selama ini baru menyadari kalo masih ada seseorang yang care sma dia selama ini. Setelah beberapa menit bella menikmati suasana taman itu bella pun tertidur disana. Afa pun datang.“haii… hai… “ di usap rambutnya yang panjang itu“hai, bangun” di rebahkannya kepala bella di pundak cowok ituBella pun terbangun dari tidurnya“hemm afa? Ini afa kan ? Udah lama disini ? kok lo tau gue disini?”“iya, aku liat kamu sebenernya dari awal kamu masuk perumahan aku. Tadi aku lihat kamu ke taman ini. Awalnya aku gak mau nemuin kamu. Tapi aku liat kamu pulas tidur disini jadi aku samperin kamu.”“hemm hehe jadi malu .”“iya gak apa-apa kok. Ada apa kamu kesini?”“aku mau nyusulin kamu, kenapa kamu gak masuk sekolah sih tadi ? oh iya apa bener kamu juga mau pindah sekolah lagi ke solo?”Afa hanya diam membisu, memandangi lapangan basket tepat di depan matanya.“hai………., jawab dong fa.”“iya,.. iya… aku memang mau pindah ke solo. Kemaren aku ngajak kamu jalan karna aku mau bilang ini sama kamu. Tapi aku tau kamu ada urusan sama si arvi cowo itu. kalo boleh tau memangnya dia siapa kamu. Soalnya aku liat dimata kamu ada kerinduan dan penyesalan yang mendalam dan kamu lebih pilih jalan sama dia di banding aku.”“avi itu mantan aku fa. Dulu avi memang yang selalu ada di hati ku, mengisi hari-hariku dengan senyumannya , perhatiannya, candanya, juga ke ikhlasannya untuk menjagaku.. dia buat aku nyaman bersamanya, dulu posisinya nomer 1 di hatiku. Namun sekarang telah berbeda, dia buat aku kecewa, dia membuat aku bersedih, hingga dia tinggalkan sebuah kenangan untukku kenangan yang selalu ada di hatiku, menggoreskan luka yang membekas di hati kecilku. Memberikan lukisan sejarah dalam hidupku, yaa lukisan yang tak mungkin terlupakan dalam hidupku . kenangannya bersama ku, akan selalu ada di dalam hidupku juga hatiku. Hingga sampai sekarang aku susah untuk menjalani semuanya, sampai aku temukan dirimu, senyummu, tawaku , kecerianku kini kembali… kau lah yang mengembalikann semua ini.. kaulah sekarang yang terindah kan selalu terindah di hatiku.. jangan pergi.. akuu cinta kamu ..”Bella pun menangis air matanya berjatuhan. Tak bisa iya tahan semua ini. “bella, bella jangan nangis.” Afa menghapus air matanya bella “afa mau Tanya, apa bella beneran sayang sama afa?”“iya bella sadar.. bela sadar… bella gak mau kejadian dulu terulang lagi. Orang yang bella sayang ninggalin bella tanpa alasan. Dan si avi baru ngasih taunya sekarang tentang semuanya.. kemarin avi juga ngajak balikan bella. Tapi bella tolak.. bella gak mau. Bella sayang dan cinta sama afa. Begitupun afa , mau pergi ke solo tapi bella gatau.”“iya, iya mafin afa ya… Gak ngasih tau kamu lagi. Lagian afa kira bella gak peduli dengan kepergian afa . jadi, buat apa afa ngasih tau bella.”“afaa…… bella tuh peduli sama kamu. Tadi malam bella telepon, sms gak juga di bales . bikin khawatir tau ga?”Afa mencubit pipi bella yang chubby itu. afa pun memeluk bella“iya, afa sengaja matiin telepon.. kamu tau kenapa? Anak-anak satu sekolah pada berisik nelponin aku, sms juga berulang kali. Mereka semua udah tau tentang ke pindahan aku ke solo. Dan Cuma kamu doang yang gak tau sayang.”Afa pun memeluk bella.. dan membisikkan bella di satu daun telinganya“bella…. Aku cinta kamu, aku sayaaaaaanggg banget sama bella. Aku suka sama bella dari awal aku masuk kelas itu. selama ini gak ada yang bisa buat hidup ku bahagia kaya gini. Kamu beda dari cewek yang lainnya. Dan aku tau kok kamu itu baik. Aku bener-bener sayang kamu bella. Dari detik ini, hingga nanti… tunggu aku ya sayang.. aku pasti kembali :,) …Bella hanya bisa menangis di pelukannya dan terhanyut di salam suasana taman yang indah itu, taman itu menjadi saksi kisah cinta mereka berdua .. hanya kesunyian, sepi, hening dan hembusan angin yang menambah suasana romantis saat ini..Bella pun membisik “aku… percaya kamu, aku akan tunggu kamu sampai kau kembali.”“aku percaya kok. Jangan nakal ya sayang disini. Aku pasti nemuin kamu disini. Di tempat ini. Di taman ini di lapangan basket ini. Aku sayang kamu.”_ Selesai _BIODATA PENULIS : PUTRI AYU PASUNDANFB :Puteri Pasundan

  • Cerpen Terbaru Si Ai En Ti E ~ 01

    Bangun tidur dalam keadaan mata terbuka. #plaks. Abis beres – beres nyalain lepi sembari nyolokin modem. And then online online. Yah, kayak yang udah di beritakan (???) di fanpage star night, Admin mau bawa cerpen terbaru Si Ai En Ti E = Cinta!. Ho ho ho, moga moga aja ide nulisnya tetep lancar.Sama satu lagi, cerpen yang lagi di kerjain sama admin cuma dua judul doank yak. Cerpen ini sama cerpen cinta kenalkan aku pada cinta. Nggak tau sih kalau nantinya punya ide laen. he he he. Okelah, akhir kata happy reading aja ya….Cinta itu memang tidak seindah novelKarena kenyataannyaCinta lebih indah dari itu…."Cha, loe abis ini ada acara nggak?"Acha menoleh heran saat mendapati wajah Marvin yang kini sudah duduk disampingnya mengantikan posisi Tania yang sepertinya sudah pulang duluan. Sejak kapan pria itu masuk kekelasnya?.sebagian

  • Cerpen Horor: The Secret of The Toilet

    Judul: The Secret of The ToiletKategori: Cerpen MisteriPenulis: Ray Nurfatimah Clakk….clakkk…clakkkkkk…..Tetesan dari kran yang tidak tertutup rapat itu semakin menerorku yang hingga tengah malam ini sukar untuk tertidur. Kulirik bulatan putih didinding yang terhalang remang-remang malam.“Huff….. mana baru jam sebelas empat lima lagi,” bisikku pelan.Entah sudah berapa kali aku membolak-balikan bantal usang yang hampir tidak tersentuh sabun selama aku pindah kekosan Bu Alina. Maklum aku adalah seorang siswi kelas tiga SMA yang merangkap menjadi pelayan disebuah restoran siap saji.Sebelumnya aku tinggal dikosan Bu Dian, tapi karena terbelit hutang kanan kiri, ya dengan terpaksa aku kabur. Padahal malam itu Kak Danar, putra bungsu bu Dian bersikeras menghalangi kepergianku. Aku harus pergi dari pada tiap hari kena omel bu Dian, belum lagi cibiran pedas dari penghuni kos lain tentang hutangku yang belum aku bayar.Berbekal uang tiga ratus ribu rupiah, hasil penjualan ponsel lamaku . Aku memberanikan diri untuk tinggal dikosan baru dengan menjanjikan upahku sebagai pelayan restoran.“Akhir bulan nanti segera cair, bu.” bujukku kepada bu Alina saat dia menolak rencanaku tinggal di kossannya.“Bukan karena kondisi keuanganmu dek Mayang, tapi memang kamar kos disini sudah penuh.” Sahutnya lembut.Ya memang benar, aku lihat rumah besar yang terdiri dari lima kamar dilantai satu telah penuh sesak diisi oleh sembilan orang penghuni kos dan satu asisten pribadi Bu Alina.Tapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya beliau menyerahkan kamar putri semata wayangnya yang tengah mengenyam pendidikan di Jepang kepadaku.“Haduh betapa beruntungnya diriku ini.” Fikiriku sesaat setelah Bu Alina mengesahkan kamar kebanggaan putrinya kepadaku. Betapa tidak kamar ini begitu luas dan satu-satunya kamar yang memiliki toilet sendiri. Apalagi bu Alina dengan cuma-cuma meminjamkan kasur dan meja rias milik putrinya. Hanya saja dia dia tidak membolehkan aku menggunakan lemari besar dikamar itu, mungkin karena lemari itu telah diisi penuh oleh barang-barang milik putrinya.Tapi untung saja dimeja rias menempel sebuah lemari kecil yang masih bisa aku gunakan untuk menyimpan pakaian ku, dan sebagian lagi bisa aku gantung di pegantungan di belakan pintu.Kembali kulihat jam, kali ini tepat pukul dua belas malam dan aku aku masih terjaga. Tiba-tiba “Wwhuuuuussshh……..” sekebat angin kencang masuk kerongga kamarku, menyisakan sosok putih yang melambai-lambai didepanku. Seketika aku terkejut, “Sial aku hampir saja membiarkan jendela terbuka semalaman.” Gerutuku sambil menutup jendela dan membenarkan tirai putih yang tersapu angin.Aku kembali merebahkan tubuh mungilku di kasur besar nan empuk ini. Pelan tapi pasti mata ini mulai menutup.Byuuuuurrrrr…… Suara guyuran air mengagetkanku.“Jam segini siapa yang mandi sih? Ganggu orang saja!” gerutuku kuesalOtaku mulai berfikir waras “Tapi asal suaranya dari…….” Entah mengapa bibirku benar-banar tertahan. Kulirik pintu toilet, dan benar saja dari lubang kunci pintu toilet sesosok wanita berambut panjang tengah tertunduk kaku dibawah cipratan air shower.“Apa mungkin dia putrinya bu Alin?” fikirku membuyarkan rasa takutku sendiri.Tanpa berfikir panjang lagi, aku segera beranjak pergi. Namun, baru beberapa langkah menuju tempat tidur, suara tangisan memaksaku untuk kembali.“Kkenapa Mbak? Mmbak ggak kenapa-napakan?” tanyaku sedikit gugup.Dia tak kunjung menjawab pertanyaanku, malah tangisannya semakin menjadi.“Hiks……hiks…… tolong aku hikksss….”Suara tangisan itu menggema mendominasi kamarku. Aku benar-benar panik. Sekuat tenaga kucoba rubuhkan pintu berbahan plastik itu, dan hasilnya nihil. Tangisannya pelan-pelan meredup. Kulihat kembali dari lubang kunci, dan betapa kagetnya aku saat kulihat tubuh wanita misterius itu kini tak utuh lagi. Berdiri lesu sesosok tubuh tanpa kepala, lehernya dipenuhi daging yang berantakan. Dan cipratan darah segar menodai dinding-dinding toilet.Tubuhku benar-benar terasa bergetar dan tak bisa mengatakan apa-apa. Saat ku alihkan mataku kearah lantai toilet, tergeletak sebuah kepala berambut panjang bersama sebilah gergaji di sampingnya. Aku semakin berguncang hebat, entah apa yang aku fikirkan saat itu. Rasanya aku ingin berlari ke kamar penghuni lain untuk meminta bantuan. Tapi aku sama sekali tak bisa bergerak, piyamaku terjepit engsel pintu.“Haaaaaaaaa…… tolong!!!!!” aku berteriak sekencang-kencangnya. Dengan tergesa-gesa kugigit piyamaku. Dan Seeeeeetttt, bagian belakang piyamaku berhasil robek. Aku berlari sekencang-kencangnya memburu pintu keluar kamar.Creek….creeeek…..“Arrggght….. kenapa gak bisa dibuka? Aku semakin panik.Segera ku ambil posisi kuda-kuda dan… Bruuukkkk…… tendanganku merobohkan sebilah pintu yang terbuat dari kayu.Nafasku terasa sesak mencium bau anyir darah yang menusuk ke paru-paru. Tapi aku semakin menggila dan ketakutan saat kulihat pemandangan aneh dari balik pintu kamarku.“Ttttoilet???” tanyaku bingung. Ternyata toilet yang sama, hanya saja yang membedakan tinggal kepala yang tergeletak dilantai.Kepala berambut panjang itu pelan-pelan menoleh dan menyeringai kepadaku.“Hyaaaaa…..!"***CreeeekkkkkSeseorang membuka pintu kamarku, dia mnyeringai hangat dan mendekatiku.“Rupanya kamu demam ya May?” sahut Bu Alina sambil menempelkan punduk tangannya di keningku.“Syukurlah ternyata cuma mimpi,” bisiku pelan.The EndBy : Ray Nurfatimah

  • Cerpen Cinta Sedih: SEMUA TENTANG KITA

    Semua Tentang kitaKarya Putri Ayu PaundanNamaku natasya, aku pernah mencintai seseorang dengan tulus. Tapi, semua ketulusan cintaku padanya berakhir sia-sia. “Natasya, jangan sedih terus dong. Senyuum.” kata sahabatku dewi sambil mencari tisu di meja rias kamarku“gue gak bisa dew, gue ga terima dia ninggalin gue, pergi gitu aja tanpa pamit.”Arya adalah seorang cowok yang sangat aku sayangi, dia pergi meninggalkanku tanpa alasan. Akupun baru tau kepergiannya setelah sehari dia pergi. Dia juga tak pernah mengabariku kenapa ia pergi. Yang ku tau, Arya harus meninggalkan sekolah lamanya bersamaku karna dia di tuntut kedua orang tuanya untuk tinggal di pesantren , tepatnya di daerah lampung. Akupun terpukul mendengarnya.“sya, lo gak bisa terus-terusan mikirin arya kaya gini. Dia itu gamau bilang kepergiannya karna dia gamau liat lo sedih. Coba kalo dia tau lo sedih kaya gini. Gimana sya.”“tapi gue kecewa banget wi, lo ga ngerti perasaan gue.”Sehari sebelum arya pergi, teman-teman sekelasku sebenarnya sudah tau akan kabar bahwa arya akan pindah dari sekolah. Tapi arya melarang mereka semua untuk memberitahuku dan merahasiakan semuanya. Ini juga karena arya gak ingin buat aku bersedih. Tapi justru malah sebaliknya .***Seminggupun berlalu, aku masih belum bisa menerima semua ini. Disekolah rasanya sepi tak ada arya di sisiku yang biasanya setiap hari menyapaku, tertawa bersama. Arya juga tak pernah mengabariku dia menghilang begitu saja. Sampai sekarang aku belum bisa memaafkannya sebelum aku tau alasannya mengapa dia tak memberitahuku tentang kepergian dan kepindahannya ke lampung. Aku mencoba melupakannya tapi aku tak bisa, perasaan ini menyiksaku. Semakin aku mencoba melupakannya, semakin aku tak bisa menghapus kenangan Arya dari hatiku.“sya, maafin gue ya gue gak bilang sama lo . sebenernya gue udah tau Arya mau pindah dari sekolah, tapi Arya ngelarang gue buat bilang sama lo, katanya dia gak mau buat lo sedih. Lo pasti bisa dapetin yang lebih dari dia. Itu pesan arya buat lo.” Kata eza sahabatnya arya.Saat eza bilang semua itu kepadaku entah mengapa, hatiku gak bisa menerimanya. Aku menyayangi arya, hanya arya yang selalu ada di hatiku, dan dia yang terbaik untukku. Itu menurutku.“lo jahat za, kenapa lo gak bilang sama gue dan harusnya lo tuh ngerti.”“iya, maafin gue sya. Gue salah, tapi mau gimana lagi arya udah pergi dan asal lo tau sya. Dia sayang banget sama lo. Dia sebenernya gamau pindah, tapi karna desakan orang tuanya dia pindah ke pesantren.”“ gue kecewa za sama dia. Kenapa dia gak bilang dari awal?”kataku lemasAku meninggalkan eza yang masih diam membisu diambang pintu kelasku. Aku gak mau mendengar semuanya lagi. Aku udah cukup kecewa dengan semua ini. andaikan waktu bisa berhenti berputar untuk saat ini, aku ingin kembali dan melihat arya untuk terakhir kali.***Pagi hari di kelas,Seiring berjalannya waktu meskipun arya tak pernah mengabariku, dan mungkin dia sudah lupa denganku. Yaa, begitupun aku masih terus mencoba melupakannya. Hari-demi hari kujalani semuanya seperti normal dulu sebelum arya pindah dari sekolah ini. Aku hanya bisa mencoba untuk ikhlas dengan yang ku jalani sekarang. Andaikan ini semua mimpi, aku tak mau ini semua akan terjadi. Tetapi apa daya semuanya bukan mimpi, ini nyata.“sya…” panggil seseorang dari tempat duduk belakang dan ternyata itu eza , dia berjalan menghampiriku“apaan za?’’ kataku“sya, kemaren arya chat gue nanyain lo.”“terus?”“kok terus?” “iyaa, terus kenapa? Apa urusannya sama gue?”“adalah ”“apaan?” tanyaku sinis“dia masi nungguin lo.”“oh.” Jawabku singkat“dih ngeselin nih anak, emang lo gamau tau kabarnya dia?” “ah gatau gue, gue bingung sama dia , dia bilang sayang sama gue tapi apaan ninggalin gue gitu aja dan udah seminggu lebih gue gatau kabarnya.”“yaa lo tanya lah kabarnya gimana?” “ngapain ah za, gue cewek gengsi kali nanya ke cowo duluan.” Kataku agak jengkel“gue bingung ama lo berdua, lo sama arya sama-sama sayang, tapi gak ada yang mau mulai duluan. Gimana kalian mau jadian kalo sama-sama gengsi. Cinta, tapi munafik. ”“harusnya dialah, minta maaf enggak , kabarin gue juga enggak. Kalo gue disuruh milih untuk kenal sama dia atau gak, gue akan lebih milih enggak dari pada gue harus sakit hati kaya gini akhirnya…gue malah kecewa banget.”“yaaa, kemaren dia nanyain kabar lo, ya gue jawab lo sedih banget dia pindah.”“lo jujur amat si za, aaaah tau deh.”***Hari terus berganti, meninggalkan semua kisah yang ada begitupun kisah ku dengan arya , aku bertekat untuk melupakannya. Aku udah cukup kecewa dengan semua ini. Setiap kali aku berdoa, mendoakannya untuk kembali bersama ku lagi seperti dulu tapi itu semua tak mungkin. Aku memang mencintai arya, tetapi tak pernah arya jujur akan rasa sayang dan cintanya kepadaku, selalu eza yang bilang kepadaku setiap kali arya curhat kepadanya. Aku bingung dengan semua ini, mencintai seseorang tanpa sebuah kepastian yang pasti.Tuhan….. jika memang dia yang terbaik untukku, jagalah dia disana tuhan…Jagalah hatinya untukku, dan jagalah hatiku untuknya…Aku disini hanya bisa mendoakannya, melihat nya dari kejauhan…Ini berat untuk ku jalani Tuhan… jauh dari seseorang yang aku sayangi…..Aku menyayangi dan mencintainya… tabahkan hatiku Tuhan…Tuhan .. hanya satu pintaku, jagalah iya saat aku jauh dari sisinya…. :’)Setiap malam setiap ada kesempatan aku berdoa dan menangis, akankah cintaku padanya akan kembali seperti dahulu menjalani hari-hari dengan penuh canda maupun tawa. Cinta ini membunuhku…kau adalah mimpi takkan pernah ku gapai.***Sebentar lagi liburan semester tiba, 6 bulan sudah berlalu. Sebenarnya momen-momen itulah yang selama ini ku tunggu. Karna liburan sekolah Arya pasti pulang ke Jakarta dan ada kemungkinan kita akan bertemu lagi. Tetapi , mendengar kabar kalo Arya pasti akan pulang ke Jakarta hatiku biasa saja. Tidak ada getaran-getaran seperti dulu saat aku bersamanya, mungkin karena selama 6 bulan ini aku sudah terbiasa tanpanya, yaa meskipun awalannya aku sangat terpukul dan kecewa juga sedih. Tapi sekarang aku sudah mempunyai seseorang yang bisa menggantikan hati Arya di hatiku yaitu Aka sudah 6 bulan juga aku mengenalnya. Aka datang di kehidupanku ketika hatiku sedang hampa dan kosong tanpa arah. Dia menyembuhkan luka di hatiku, awalnya aku memang tak bisa melupakan Arya karna bagaimanapun juga Arya akan selalu tinggal di hatiku. Saat kepergian Arya, Aka lah yang selalu menemani hari sepiku selama 6 bulan aku mengenal Aka, bagiku dia adalah seorang cowok yang baik , pengertian, dan sabar. Sudah 3 kali Aka menyatakan perasaannya padaku , tetapi tak pernah ku jawab aku hanya bilang kepada aka kalo aku masih mengejar sesuatu. Aka pun mengerti, walaupun dia tak pernah tau aku masih menunggu seseorang , yaitu Arya. Dan Aka masih setia menunggu hatiku. Dan akupun janji akan menjawabnya, aku menerima cintanya atau tidak saat ulang tahun Aka nanti.***Pagi di sekolah, “besok kita bagi rapot sya.” Kata dewi sahabatku“iya , gue takut nih jadinya masuk jurusan apa wi.”“udah yakin lo pasti IPA. ““yaa mudah-mudahan aja kalo kita bisa satu kelas lagi, lo IPA dan gue juga.”“amiin.”“haaai semua.” Sapa eza sambil duduk di sebelahku“apaan si za, JB JB aje.” Kata ku“hahaha…. lagi ngomongin apaan si? Serius amat?” eza tertawa pelan“jurusan za…” kata dewi “oh gitu yaa… lo pasti mah IPA, kalo gue sih maunya IPS.”“yaa amin-amin mudah-mudahan kita masuk yaa.” Kataku“iyaa amin .” kata mereka berdua“eh sya, btw gimana perasaan lo sekarang sama Arya?”tanya eza kepadaku“yaaah, lo ngomongin Arya lagi.” Jawabku lemes“dia selau nanyain keadaan lo sama gue sya, ya gue jawab lo baik. Arya juga bilang kenapa dia gak nembak lo. Katanya dia , dia gamau nyakitin lo lagi emangnya lo mau pacaran jarak jauh sama Arya? Arya takut lo nolak dia, kalopun lo nerima dia, kasian elo nya arya gak pernah ada di samping lo . lo tau kan pesantren gimana? Dia pulang juga pas liburan.”“yaaa.. gue tau. Status menurut gue gak penting. Yang gue mau komitmen za. Kepastian. Dia sayang sama gue tapi dia gak pernah bilang ataupun jujur sama persaannya sama gue. Gimana gue mau percaya sama dia, bisa aja kan dia pacaran disana atau udah punya cewek pengganti gue? Gue yakin za. lagian 6 bulan udah berlalu. Gue mungkin bisa lupain dia, tapi gue gak akan bisa ngelupain semua kenangan tentang kita”“oh iya, liburan dia kesini sya. Dia pengen ketemu sama lo.”“gue gamau lah za, udah cukup yang dulu2 gue gamau nantinya keinget dia lagi. Sekarang gue udah punya yang lain, meskipun gue belum jadian sama dia. Tapi kita udah deket semenjak Arya ninggalin gue.”“siapa?” tanya eza“aka namanya za, dia ganteng putih jago main basket dan juga jago futsal.” Kata dewi yang menambah pembicaraan suasana menjadi semakin hangat“serius lo sya?” tanya eza tak percaya“iya, gue serius dan suatu saat kita pasti akan jadian.” Kataku padanya“jujur nih gue sya sama lo Arya disana banyak yang nembak dan banyak yang sukain. Lo mau tau semua cewek yang nembak dia banyak, terus dia tolak. Adapun anak SD nembak dia, dan katanya mirip sama lo.”“terus di terima?” kata dewi sahabat ku, yang duduk di sampingku sembari membaca novel “gue belom tau kabarnya. setau gue sih dia belum jawab mau nerima tu cewek apa enggak.”# Bel pun berbunyi ***Pagi hari,Hari ini adalah hari yang ku tunggu-tunggu mama ku sudah bersiap-siap untuk mengambil rapotku. ketika sampai di sekolah , aku berpapasan dengan eza. eza tak melihatku mungkin dia gak sadar seseorang yang berpapasan dengannya itu aku. Setelah pembagian hasil rapot selesai ternyata alhamdullilah akhirnya aku masuk jurusan IPA, jurusan yang selama ini aku cari dan sudah aku rencanakan. “sya, tar abis bagi rapot main yuk.” Kata sari teman dekatku“okeey, siapa aja?” tanyaku“banyak lah. Pokoknya.”“okedeh.”“lo udah bagi rapot?” tanyanya“udah nih,”“wesss… ipa nih ye. Slamet yaa.”“lo emang belom?” tanyaku“belom, tar abis ini.”“oh okey, emng kita mau main apa?”“main UNO aja, hehe lo bawa uno?”“kagak sii, yaudah gue balik dulu yaa..tar samper gue aja.”***Siang hari,“natasya, ayok berangkat main.. anak-anak udah pada ngumpul. Jangan lupa uno nya.”Aku naik motor di jemput oleh teman dekat ku sari. Setelah beberapa menit sampai di rumah sabi, akhirnya kita semua main UNO“sabi, si eza gak dateng?”“gatau sya, katanya mau pergi.” Sabi adalah teman deketku juga , karna rumahnya adalah basecame kami, tempat kami berkumpul dan bercanda barengTak lama sambil kita memainkan UNO , ada suara motor berhenti di rumah sabi. Ici temen ku keluar dan membuka pintu. Ku lihat dari arah jendela ternyata eza, tetapi disana ada seseorang lagi. Memakai helm dan sepertinya aku mengenalnya, Cuma dari jendela tidak terlalu kelihatan. Seseorang itu melepas helm nya dan ternyata… OMG ! batinku…… ternyata seseorang itu adalah…“sya, ada Arya tuh.”“hah ? serius lo sab?”“iya serius gue, tuh anaknya kesini kan.”Oh Tuhaan…. apa salahku, aku tak ingin bertemu dengannya. Tetapi sekarang kita malah di pertemukan. Apa ini takdirku Tuhan.. untuk bertemu dia lagi. Deg….. tiba-tiba saja terasa jantungku berhenti, getaran ini sudah lama tak kurasakan. Sangat berbeda sekali bila aku dekat dengan aka, tidak ada getaran seperti ini. ada apa ini?” batinku“sorry sya, dari awal kita semua sudah ngerencanain ini, untuk nemuin lo sama Arya.”Aku dan arya hanya tersenyum tipis. Tapi aneh sikapnya Arya, dia bener-bener berubah. Dia tak menyapaku. Bahkan menegurku itupun tidak. Apa yang terjadi Tuhan batinku. Apa dia sudah menemukan yang lain? Entahlah…. selama kita semua ngobrol, tetapi aku dan arya tidak juga saling tegur sapa, kenal.. tapi kaya ga kenal.. Arya seperti orang asing dalam hidupku. “sya, arya kalian berdua diem aja..” ledek mereka“ayodong kangen-kangenan apa kek gitu?” kata ici teman dekatku yang juga ikut meledek“tau lo ya, udah ada orangnya malah di cuekin. Giliran ga ada malah nyariin.”ledek eza“apaansih lo za, gajelas.” Jawabku sinis“yee lo berdua tuh cinta, tapi munafik. Sama-sama cinta tapi malu-malu gak ada yang mau mulai duluan. Gininih jadinya cuek-cuekan kalo ketemu.”Kenapa harus gue yang mulai duluan apa musti gue yang negur duluan? Siapa yang buat salah ? gue kah? Atau dia? Yang ninggalin gue siapa? Yang buat gue sedih siapa? Yang buat gue kecewa dan sakit hati siapa? Harusnya lo sadar Arya ! batinku meringis.“yaudah lah za, kalo mereka emang mau diem-dieman.” Kata sabiAku hanya tersenyum ke arah mereka yang menatapku juga Arya. Setiap kali aku memergoki arya melirikku, dan aku juga meliriknya batinku nangis apa iya arya gak kangen sama aku, atau minta maaf? Tapi apa nyatanya… itu tidak sama sekali !! yang ku lihat dari sorotan matanya masih ada cinta dan rindu dihatinya. Akupun merasakan itu. Tatapannya, masih seperti dulu, dingin tetapi penuh arti dari sorotan matanya penuh keteduhan. Andai saja tatapan ini bisa membunuh, mungkin aku sudah terkapar olehnya.Akhirnya kita semua main UNO , mainan yang biasa kita mainin kalo gak ada mainan yang bisa dimainin . kita anak SMA tetapi masih main kartu UNO, yaa walaupun UNO buat semua umur. Eza pun membagikan kartu UNO nya. Dan kita semua main. Ternyata seiring berjalannya waktu, pertama sari keluar menang, disusul sabi, disusul eza, dan yang terakhir ici, yang salalu main UNO keringetan. Main UNO aja kok keringetan? Dan yang tersisa hanya aku dan aray. Permainan semakin menegang. Belom ada kepastian siapa yang menang aku ataupun aray.“ayodong menangin sya.” Teman-temanku menyemangatiku. Begitupun aray yang sibuk dengan kartu-kartunya .“udeh lo pasti menang deh ray.” Kata eza yang malah membela aray di banding aku“eh belom tentuu.” Kataku , daaaannnn…..“UNO ! “ aray mengucapkan kata itu bentar lagi dia menang karna kartunya tinggal satu 4+ ternyata.”aku pun kalah saat permainan itu. Tapi taapalah ini hanya sebuah permainan, akhirnya kita semua tertawa bersama.bahagia itu sederhana … walaupun aku dan aray tak saling tegur sapa bahkan saat bermain aray tak juga menatapku. Tetapi dengan melihat aray tersenyum atas kemenangannya padaku. Aku sudah senang.” #Bahagiaitusederhana aku mungkin saja melupakanmu ketika kau pergi, dan jauh disana..tetapi cinta, perasaan kembali ada ketika kau datangwaktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Karna hari sudah sore akhinya kita semua memutuskan untuk pulang. Pertemuan yang sangat singkat antara aku dan juga Aray. Sampai pulang kita berdua juga gak ngobrol dan saling cuek-cuekan. Yaa… itulah aray dingin dan sangat cuek***Malam ,Aku masih teringat pertemuan singkat tadi siang. Ini semua seperti mimpi ataukah aku bermimpi?? Sambil memeluk boneka dan tepar di atas kasur aku memutar kembali saat 6 bulan yang lalu , saat aray meninggalkanku, dan pergi begitu saja tanpa kabar. Dan sekarang dia ada disini menemuiku. Aku tak mengerti apa maksudnyadret.. dret… ponselku bergetar, tanda sms masuk dan ternyata itu dari Aka.“natasya.. malem.. apa kabar?”“hei, baik kok Aka.”“oh gitu syukur deh.”“besok bisakan dateng kerumah Aka sya?”Ya Tuhan.. aku lupa besok tanggal 26 adalah hari ulang tahunnya Aka. Untung saja aku sudah menyiapkan kado untuknya jauh-jauh hari.“okey, besok natasya dateng kok.”“mau aka jemput?”“okeh” diakhiri percakapan pendek itu di sms dan akupun tertidur***Esok hari,Jam 10:00 aka sudah sampai di depan pager rumahku. Aku pun pergi kerumahnya di boncengin naik motor satria nya. Di perjalanan dan di pikiranku kosong, entah apa yang aku fikirkan dan akhirnya setelah beberapa menit di perjalanan kita pun sampai di perumahan blok A rumahnya Aka, disana sudah banyak temen-temennya yang berkumpul. Juga sahabat ku putri.“ka. Ini kado buat kamu.”“yaampun natasya, pake repot-repot.”“yaa.. gpp kkok.”Kado yang aku berikan untuk Aka adalah angsa-angsaan biru hasil karya ku sendiri, juga striminan yang bertulisan namanya dan hari ulang tahunnya“Heemm ikut aku bentar yuk,” tanganku di gandeng aka ke arah taman komplek dekat rumahnya. Aku tak mengerti apa maksudnya. Terlintas tiba-tiba di fikiranku. Aku lupa kalo aku berjanji akan menjawabnya iya atau tidak untuk menjadi pacarnya.“heem.. mau ngapain ya ka?” tanyaku terbata-bata aku masih tidak tau harus menjawab iya atau tidak untuk menerimanya. “adadeh.” Jawab akaSesampainya di taman yang indah dan penuh bunga berwarna-warni disana terpampang bunga matahari yang menjulang tinggi juga pohon anggur di sekeliling taman. Di temani teman-teman aka juga putri sahabatku. Karna dialah aku bisa kenal dengan aka, setelah kepergian Arya 6 bulan yang lalu. Di tengah lapangan Aka melepaskan gandengannya.“natasya, bagaimana dengan jawaban kamu ?”“jawaban? Jawaban apa?” aku pura-pura tak ingat“jawaban, apa kamu nerima aku? Atau tidak.”Jleeeeeeebbbbb…………….Ternyata Aka benar menagih janji itu. Aku tak tau kenapa bisa jadi begini. Awalnya aku memang sudah hampir bisa MOVE-ON dari arya, tapi apa? Arya datang kembali di kehidupanku. Menemuiku walaupun itu tidak sengaja bertemu. Tapi apa daya, Aka cowok yang selama ini 6 bulan aku gantungi perasaannya masa iya aku tolak. Cinta diantara dua hati itu tidak mungkin! Aku mencintai arya juga aka..“natasya, kok diem?” tanya aka“hah? Iya…apa?” kataku terbata-bataTemen-temen aka yang menonton dan menyaksikan itu mereka semua menyoraki kita berdua… terima…… terima……. aku bingung saat itu.“kamu nerima aku atau tidak natasya… aku sayang kamu.” Di raih nya tanganku Setelah beberapa menit aku berfikir, akhirnya“iya Aka, Aku terima.”entah apa yang ku fikirkan tak sengaja aku mengucapkan kata-kata itu, terlambat sudah……Yeeeeyyyy jadiaaaaan sorak mereka tambah ramai. Orang-orang yang ada di area taman bingung karena saat itu teman-temannya aka berisik dan rame. Meskipun saat itu aku malu. Aku memutuskan untuk menerima aka karna aku juga suka sama dia , walaupun aku masih mengharapkan arya untuk menjadi kekasihku. Tapi itu semua tidak mungkin , arya hanyalah mimpi bagiku takkan pernah ku memilikinya.“makasih natasyaaaa….. ini boneka taddy bear buat kamu” “iya… makasih yaa aka.”Aku tak menyangka akhirnya aku jadian juga sama aka, bertepatan dengan ulang tahunnya. Dia memberiku boneka taddy bear berwarna warna pink, Teman-teman aka juga memberi memberi selamat ke kita berdua. Taman itu menjadi saksi cinta kita berdua.***Kejadian kemarin telah berlalu. Kini aku sudah menjadi milik orang lain . aku mungkin bisa belajar untuk menyayangi aka, namun mungkin tak sepenuhnya karna aku masih mengharapkan cintanya arya entah sampai kapan.Baru sehari kami berdua jadian, berita itu sudah menyebar sampai ke kuping teman-temanku terutama arya. Arya sudah mengetahui kalo aku sudah jadian , arya pun syok mendengar kabar tersebut yang datangnya dari eza. Eza adalah sahabatku sekaligus sahabat dan teman curhatnya arya . jadi apapun yang terjadi denganku pasti eza tau, dan bakal lapor ke arya. Ponselku tiba-tiba berdering , ternyata ada tlp dari ici sahabatku.“halo?” sapanya“iya ci, tumben tlp ada apa?” tanyaku“gpp, Cuma mau mastiin aja.”“apa?”“lo beneran jadian sama aka? Cowok yang sering lo ceritain itu ke gue?.”“iya ci.”“selamet ya sayang.”“eh iya makasih.”“oh iya, arya udah tau lo jadian?”“udah, sepertinya dari eza.”“iya, gue juga tau dari si eza . Kirain itu boongan ternyata beneran.”“iya, itu semua bener. Gue jadian kemaren tanggal 26 pas ulang tahunnya ci.”“hmmm… lo udah tau kalo arya nyusul jadian setelah lo jadian sama aka?”“apa..?” Aku tersentak kaget . tak sengaja ponselku ku banting ke arah tempat tidur, dan untungnya tidak ke lantai, ku ambil lagi dan kudengarkan apa yang sebenarnya terjadi.“halo sya?”“ya maaf, tadi hp gue jatoh. Gue kaget abisnya.” Jantungku tiba-tiba saja terasa sesak dan sakit entah kenapa , aku tak mengerti“jadi gini, hari ini arya jadian sya”Deeeg……serangan itu kembali ada“gak, gue gak tau? Emang dia hari ini jadian? Sama siapa?“sama anak sana yang katanya mirip sama lo, namanya evina.”“evina? Semoga dia bahagia.” Ku akhiri percakapan itu , walau singkat tapi menyakitkan bagiku. sungguh aku tak percaya, dan hari ini tanggal 27, ternyata hari ini jugalah arya jadian sama pacarnya evina. Aku tak mengerti apa maksudnya aray dengan semua ini. Ataukah evina yang katanya mirip denganku itu Cuma sebagai pelampiasannya saja?ataukah arya bener-benar menyayanginya? Entahlah. Kini semuanya tlah berakhir, meskipun aku tak mengerti jalan fikirannya arya. Tetapi aku yakin, dihati kecilnya arya meskipun sedikit saja, dia masih menyisihkan tempat untukku dihatinya dan menyimpan namaku dihati kecilnya.. begitupun aku, meskipun aku sudah mempunyai seorang kekasih , dan dialah yang membuatku menyadari. Menunggu itu tidak enak, apalagi orang yang kita tunggu gak pernah mencoba untuk meraih kita.sungguh menyakitkan. Mungkin arya sama sepertiku, menjalani semuanya tetapi tidak apa yang dia inginkan.***Tiba-tiba saja ponselku bergetar ternyata tlp masuk . “halo?natasya?Sya, hari ini arya mau pulang.”“pulang?” ternyata sms itu berasal dari sari yang juga teman baikku“iya pulang, padahal dia baru sebentar di jakarta. Malah belom sempet kangen-kangenan kan sama lo? Eh tapi gak deh lo berdua kan udah sama-sama punya pacar. Tapi gue sih yakin pasti lo berdua masi saling ngarepin iya kan?”“gak usah nyindir gitu deh sar.”“haha.. iya maaf” sari tertawa pelan“oh iya , lo tlp gue Cuma mau ngasi tau kalo dia pulang?’’“yaa.. gue sedih banget dia hars pulang dan katanya gak akan balik lagi.”Deeegggg……….. tiba-tiba saja air mataku mulai jatuh perlahan setelah mendengar kabar itu dadaku terasa sesak dan saat ini sulit untuk bernafas“syaa?” panggilnya“natasya? Lo gak apa-apa kan? Diem aja?”‘’eh iya sorry apa tadi yang lo bilang, gue gak denger.”“arya mau pindah dan tinggal di lampung selama 3 tahun. Dia gak akan balik lagi dan pastinya rumahnya yang disini mau di kontrakin.”“apa?” “iya bener, eh udah dulu yaa byee..Sari mengakhiri percakapannya , aku tak mengerti dengan semua ini.. lagi-lagi arya pergi dan ninggalin aku untuk kedua kalinya, tapi ini berbeda dia gak akan kembali. Ini semua tak mungkin. Ku putar lagu pasto aku pasti kembali, dan lagu itu yang menjadi lagu kita berdua dulu. Teringat aku dan arya sering menyanyikan lagu itu berdua.. di pekarangan sekolah sambil memainkan gitarReff : aku hanya pergi tuk sementara..bukan tuk meninggalkanmu selamanya..aku pasti kan kembali, pada dirimu.. tapi kau jangan nakal, aku pasti kembali..aku pasti kembali………***Pukul 06.00 pagi,Aku terbangun dari tidurku, aku tak bisa berhenti menangis tadi malam, mungkin sebabnya mataku sembab dan layu seperti ini. aku tak mengerti mengapa aku menangisinya. Aku tak mengerti apa yang ku tangisi. Cintanya? Ataukah karna arya yang ingin pergi? Entahlah..aku tak mengerti..Seharusnya aku seneng arya pergi dan gak akan kembali lagi, tapi apa nyatanya? Aku malah seperti ini, seharusnya aku sadar aku sudah mempunyai seseorang kekasih begitupun arya…. Aku juga tak mengerti perasaanku gelisah tadi malam, tadi malam aku juga melihat arya tapi aku , aku tak ingat dia ada di mimpiku? Atau dia datang tadi malam. Yang ku ingat dia datang memakai baju putih dan dia tersenyum padaku, dia memegang tanganku dan berbisik. Jangan sedih, karna arya akan selalu ada dihati kamu. Dan kamu selalu ada di hati arya.. mungkin arya gak akan pernah kembali. Dret..dret.. hp ku berdering, ternyata ada tlp dari eza aku pun cepat-cepat mengangkatnya..“sya, udah bangun??’’“ada apa?gue baru aja bangun.”“lo udah tau kan arya pergi?”“iya , gue udah tau dari sari dia yang ngasih tau gue kemaren malem.”“suara lo kenapa?”Mungkin suaraku begini adalah efek tangisanku tadi malam , aku tak bisa tidur.. hanya arya yang aku fikirkan tadi malam.“hah? Suara gue? Gpp, gue lagi sakit tenggorokan biasalah radang.“bohong, lo pasti abis nangis ya?”“enggak.” Aku memang berbohong sama eza, karna aku tak ingin kawatir.“ada apa tlp gue pagi-bagi begini? Tumben?’“iya, gawat sya penting gawat. Arya barusan aja masuk rumah sakit.”“apaaa?” aku tersentak kaget dan mataku kini sudah tak mengantuk lagi“iya udeh lo cepetan mandi. Cepet nanti lo gue anter kerumah sakit gue jemput.”Aku segera mengakhiri tlp, aku bergegas untuk mandi. Dan setelah aku selesai mandi, dan siap untuk berangkat , tiba-tiba saja terdengar bunyi motor depan pagar rumahku, ku lihat dari jendela ternyata itu eza, aku cepat keluar dan pamit tidak sempet sarapan pagi“za, ceritain ke gue plis.”“udah cepet naik , nanti gue ceritaiin di jalan.”Aku segera naik dan meninggalkan rumah. Aku pergi dengan hati yang cemas, selama di perjalanan aku hanya diam dan diam.‘’sya, jangan diem aja .”“jelas aja gue diem.”‘‘ini adalah bukti kalo lo masih sayang banget sama arya, iya kan?”“gak. Gue Cuma khawatir” kataku ngeles“Khawatir? Kalo lo Cuma kawatir, gak akan lo mau pagi-pagi kaya gini disuru kerumah sakit buat liat keadaan arya, padahal lo sendiri udah punya cowok. Tapi lo sendiri malah ngawatirin arya di banding cowok lo”“jelasin ke gue kenapa arya?”Hening…….. aku tak mengerti kenapa suasana menjadi hening.. keadaan pagi yang dingin ini menusuk tubuhku“eza?’’ panggilku“eza, arya kenapa?’’ panggilku sekali lagi cemas“dia… dia.. ““dia? Dia kenapa zaa.”Eza tak juga menjawabnya, setelah setengah jam di perjalanan, tak terasa kita sudah sampai dirumah sakit. Setelah eza memarkirkan motornya, aku dan eza langsung pergi menuju ruang kamar tempat arya dirawat. Aku dan eza melihat teman-temanku sudah rame dan berkumpul di ruang kamar arya, aku tak mngerti mereka semua menangis sampai isek-isekan. Apa yang terjadi? Aku tak mengerti . tiba-tiba saja ditengah kerumunan mereka yang sedang menangis, aku melihat seseorang memakai baju putih keluar dari arah pintu kamar rumah sakit tempat arya dirawat. Aku diam dan tak menghampiri seseorang itu. Ku lihat eza sudah tidak ada disampingku. Aku seperti mengenalnya, wajahnya pucat, lesu, dan dia tersenyum kepadaku. Dia itu arya? Apa dia itu arya? Dia tersenyum padaku? Tapi aku heran mengapa mereka semua masih menangis? Sedangkan arya? Dia baru saja kluar dari arah pintu dan tersenyum padaku…. tiba-tiba saja saat aku ingin menghampiri seseorang itu, seseorang itu hilang? Hilaaaang????? Iya, tiba-tiba saja hilang. Aku tak mengerti kemana bayangan itu pergi.“natasyaaaa….. “ tiba-tiba ici menghampiriku dan memelukku“ada apa? kok lo nangis?” tanyaku heran, ici masih saja menangis di pelukanku“arya syaaa… arya…..gue gk percaya dengan semua ini, padahal waktu kemaren kita abis ngmpul bareng.. gue gsk percaya!”“arya kenapa? Dia baik-baik ajakan? Barusan gue liat dia keluar kamar dan dia senyum sama gue, tapi anehnya dia langsung pergi dan hilang gitu aja pas gue mau nyamperin dia.. yaa.. barusan .” kataku polos tak mengerti“apa? “ ici menatapku“iya seius gue gak boong tuh barusan dia kesana” aku menunjukkan ke arah bayangan itu pergi“arya itu udah gak ada natasya, dia pergi ninggalin kita semua.. bukan untuk pergi dan tinggal di lampung, tetapi dia pergi untuk selamanya.”“gue gak ngerti, jelas-jelas gue barusan liat dia.”“ikut gue,” di tariknya tanganku masuk ruang kamar arya“lihat,dia udah gak ada, gue gak sanggup dengan semua ini.”“aryaaaaa… aku menghampiri arya yang terbaring lemas dan kaku, juga pucat dan tangannya begitu dingin.”“arya, bilang ke gue kalo ini gak bener. Aryaaa buka mata lo, bilang kalo ini gak bener. Kenapa lo gak mau buka mata lo , aryaaa plis.” Aku tak bisa menahan tangis“arya, plissss arya gue mohon, jangan ninggalin natasya dengan cara seperti ini natasya gamau ditinggal arya, natasya sayang banget sama arya. Arya bilang, kalo ini bohong, tangan arya dingin banget, arya sakit? Arya kedinginan? Tadi arya baru aja senyum ke natasya aryaaa bangun.” Saat itu aku tak bisa menahan tangis, tangan arya saat itu dingin banget semua itu bisa ku rasakan. Tetapi dokter langsung membawanya, ku lihat terakhir kali arya tersenyum padaku, ini mimpi? Katakan ini mimpi padaku.“natasya?’’ seseorang menarik tanganku, entah itu siapa dia langsung memelukku“ikhlasin dia natasya, dia udah gak ada jangan menangis terus, ikhlasin dia.”Aku tak bisa menahan tangis, aku sekarang rapuh, aku tak bisa apa-apa dengan kenyataan pahit ini. batinku“ikhlasin dia natasya, ini semua demi kebaikannya.” Aku masih terhanyut dalam susana dan juga didalam pelukan seseorang itu, ketika aku membuka mata ternyata seseorang itu adalah aka, pacarku yang juga ada disana.. menyaksikan itu semua“ayok kita keluar, aka jelasin semuanya.”Teman-temanku masih saja menangis, dan juga ku lihat eza sepertinya dia juga sangat terpukul. Aku mengerti perasaan eza, dan juga teman-temanku semuanya.Ternyata, aka membawaku ke kursi taman belakang rumah sakit. “aka udah denger semuanya sayang.”“maafin natasya, maafin natasya.” Kataku pelan“gk usah minta maaf, justru aka yang minta maaf sama kamu. Mungkin kalo kamu denger ini semua kamu nantinya bakalan benci dan marah sama aka, pacar kamu.”“kenapa kamu ngomong gitu?” tanyaku tak mengerti“kamu tau? Kamu ingat 6 bulan yang lalu pas arya pergi ninggalin kamu tanpa pamit?”“iya aku ingat?”“dia itu pergi ninggalin kamu karna dia sakit, bukan karna dia sekolah di pesantren juga. Dia Cuma nyari alesan yang masuk akal.Selama itu dia pergi untuk berobat kesana-sini. Tapi itu semua gagal. Pengobatan itu sempat berhasil, tetapi tidak berlangsung lama.”Hening….. aka melanjutkan ceritanya“selama dia pergi untuk tinggal di lampung, dia bilang kalo dia pindah ke pesantren.. padahal tidak sayang.. dia pergi bersama orang tuanya untuk berobat. Dia punya penyakit jantung. Kemaren pas kamu main sama dia sama teman-teman kamu ,mungkin saat itu keadaan arya sudah pulih tetapi , arya drop dan harus pulang dan pindah ke lampung selama 3 tahun untuk menjalani pengobatan. Orang tuanya arya terpaksa pindah kesana, karna tidak mungkin bolak-balik dengan kondisi arya seperti itu lampung-jakarta itu lumayan jauh.”“selamaya 6 bulan, arya menitipkan kamu ke aku. Karna aku sahabat baik arya sejak kecil. Hanya aku yang tau tentang penyakitnya,selain keluarganya sel. Maafkan aku, natasya… seharusnya dari awal aku jujur sama kamu. Pas kita jadian tanggal 26 kemarin, arya mengetahui kabar itu. Awalnya aku gak enak sama dia, tapi aku bener-bener sayang dan tulus sama kamu itu semua aku lakuin untuk ngejagain kamu. Pas arya tau kita jadian, dia pesen sama aku , supaya kamu suatu saat nanti dia udah gak ada, kamu harus bisa ngikhlasin dia. Ini semua demi kebaikannya natasya.ini semua udah ada yang ngatur”“Tadi aku juga menemaninya sbelum ajal menjemputnya. Dia berpesan padaku sayang, katanya dia minta maaf sama kamu dan teman-teman kamu juga. Karna dia gak mau buat kamu sedih juga semuanya. Tadi aku juga udah cerita ke semua teman-teman kamu dan tadi aku suruh eza jemput kamu. Maafin aku terlambat ngasih tau kamu.”Tangisku semakin tak terkendali, aku tk bisa menahan semuanyaa…. ini semua telah berakhir, dan akupun kini harus membuka hatiku untuk orang lain “ aku gak marah sama kamu, aku juga ngerti kalo misalnya aku ada di posisi kamu saat itu. Aku ikhlasin , walaupun aku masih sakit dan sangat terpukul.”“ya, seharusnya kamu bersikap seperti itu sayang, itu semua udah tuhan yang atur. Kita sebagai umatnya hanya bisa sabar, ikhlas, dan menerima.”Tuhan… jika ini semua sudah menjadi jalan takdirku,aku ikhlas Tuhan…Tabahkan aku , berilah tempat yang nyaman disana buat Arya Tuhan…Sayangi dia, dan meskipun Arya sudah tidak ada di dunia ini. tapi aku masih tetap menyayanginya… sampai nanti ku menutup mata…SELESAIBiodata penulis : Putri ayu pasundanFB : Puteri Pasundan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*