Catatan Tentang Dia – Oleh Farhatul Aini

Oleh : Farhatul Aini – Mengenal kamu itu sesuatu yang indah tak pernah berfikir akan melewati masa yang panjang, berliku dan rumit. Kebahagian dan kesakitan melengkapi cerita kita namun sesuatu yang masih ku kenang saat ini dan entah akan hilang dan tak berbekas sampai kapan, biarlah waktu yang berjalan akan menjawabnya.
Kisah cinta ku ini memang harus berakhir, walaupun hati benar-benar menolaknya, tidak ingin merasakannya, sakit hati ini terasa letih akankah kau tau itu? Kevin kakasih yang aku sayang begitu tulus, mengakhiri hubungan kita tanpa alasan yang jelas, berkali-kali ingin aku menolak kenyataan ini, tapi ini adalah sebuah perjalanan hidup yang mungkin harus ku lalui, mencintainya membuat aku sering melupakan sakit yang dia perbuat, kebaikannya masih ku rasakan seperti dia adalah kekasihku yang dulu, namun keadaan selalu menyadarkanku bahwa dia bukan miliku lagi.
Tidak semua kebaikannya selalu membuatku bahagia, saat dia sedang berbaik hati menemaniku saat aku kesepian, dia seringkali bercerita tentang kehidupan percintaannya yang ia jalani, sebelumnya aku tak pernah tau, sontak saat dia bercerita rasanya perasaan ini berantakan, tapi memang aku harus tau mungkin untuk menyadarkan aku melupakannya, tapi dihatiku benar-benar tak pernah ingin tau dan lebih baik tidak pernah tau, hal itu tak ingin pernah ku dengar, tapi aku hanya mencoba menjadi pendengar yang baik, apapun ceritanya walaupun menyakitkan buat hatiku. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang ada saat dia butuhkan, walaupun mungkin dia tidak pernah membutuhkan aku.
Pernah di suatu hari, pertemuan kita memang tak sering seperti mungkin pacarnya yang lalu. Dan saat bertemu dia adalah moment yang spesial, hari ini adalah pertemuanku pertama dari semenjak kita tidak terikat oleh ikatan cinta, rasa canggung dan gugup menatapnya dirasakan olehku, berjalan di tempat keramayan sedikit membuat jantungku gemetar, bingung mau berkata apa ? akankah sikapnya masih seperti yang dulu perhatian dan lembut kepadaku ? akankah dia berubah menjadi seorang yang dingin terhadapku ?
Waktu telah menjawab semuanya, dan semua baik-baik saja tak ada perubahan dari semua yang telah berjalan, kebaikan dan keramahannya masih sama seperti yang dulu.
Aku bahagia dan lega saat semua berjalan seperti yang terfikirkan, dipertemukan dengannya kembali membuat aku berharap akan bisa membangun sebuah hubungan kembali dengannya, namun kebaikannya hanya sebuah kesalahan yang aku artikan, aku berharap dan menunggu sampai hari kencan itu selesai, dan mungkin kita memang tak bisa disatukan lagil, semakin aku menyadari bahwa aku telah kehilangannya.
Tidak mudah melupakan sesorang, apalagi jika kita benar-benar tulus mencintainya.
***
facebook : Farhatul.aini@yahoo.com
Twitter : @ainigonil
blog : aini-gonilll.blogspot.com
E-mail : ainibarnessa@yahoo.co.id

Random Posts

  • Cerpen Cinta Romantis Kenalkan aku pada cinta ~ 02

    Abis baca baca koment, baik yang di fb, di blog, Di BB bahkan yang di inbox juga. Ternyata kebanyakan sudah jadi korban sinetron akan drama #menatap miris. Masih mending juga saia, cuma korban komik #gubrak.Baiklah, sesuai janji di part dua adalah jawabnnya. Happy reading…-} Kenalkan aku pada Cinta ~ 01 "Jatuh cinta itu mudahYang sulit adalah bagaimana untuk mempertahankannya"..Mata Astri terus bergerak dari kanan kekiri seiring lembar demi lembar komik di tangannya yang terus ia balik. Tanpa sadar ia tersenyum – senyum sendiri. Sepertinya imaginya benar – benar mengikuti alur yang di ciptakan oleh sang pembuat komik. Sementara mulutnya tak henti mengunyah Coklat yang ada di sebelah tangannya. Dan sebelum Potongan terakhir itu masuk kedalam mulutnya, Benda coklat itu sudah terlebih dahulu berpindah tangan. Membuat Astri reflek menoleh. Mulutnya maju dua senti saat mendapati wajah tak bersalah seseorang yang telah merampok coklatnya kini dengan santai duduk di sampingnya sambil meraih remot di meja. Menyalakan TV yang ada di hadapan.sebagian

  • Cerpen benci jadi cinta Vanessa Vs Ferly ~04

    Kita lanjut cari tau gimana lanjutan dari cerpen benci jadi cinta vanessa vs ferly yang belum sempet ketemu dengan ending. Tapi biar nyambung sama ceritanya sekaligus biar gampang bisa baca dulu bagian sebelumnya pada cerpen benci jadi cinta vanessa vs ferly part 3. Happy reading….Credit Gambar : Ana MeryaCredit Cerpen : Mia Mulyani"Huuufffh…. baru 4 bulan dikelas baru ini aja gue udah bete kayak gene dan ini semua gara-gara ferly sialan itu, heran ya bukannya yang mau ngerjain dia itu gue ea? Kok malah gue sih yang dikerjain terus? Mana kartu gue ada ama tuh anak lagi.. Iiiih apa yang musti gue lakuin?? Apa gue harus nurutin kemauan tuh anak ya buat jadi asisten pribadinya? Ya biar foto-foto itu nggax disebarin ke anak-anak lain… tapi, gue nggax boleh tinggal diam. Masa’ gue harus nurutin kemauan tuh anak gila sih, ogah!!1 oh god, I’am verrys dizzy..Tapi… kalau gue dikeluarin dari sekolah gue mau ngapain? Aaaah gara-gara si banci itu gue harus begini, dan gue nggax punya cara lain selain pasrah… ah brengsek, itu artinya gue harus mau jadi pembantu tuh anak brengsek? Ah nggax!!! " Umpat vanesa dalam hati.sebagian

  • Cerpen Cinta: MIRACLE OF LOVE

    Miracle of loveOleh: Zora thalib“Kate, mengapa kau tidak memakan sandwichmu?” tanya Alexa sambil menopang dagu. Kate menatap Alexa tak bergairah, lalu tersenyum tipis. Alexa mengangkat alis, lalu bergumam tak jelas, “Whatever”.“Honey!!!” panggil seorang cowok dari kejauhan. Alexa mencari sumber suara, dan mendapati James Shady, pacar Kate yang saat itu sedang berjalan menghampiri meja mereka. Alexa tersenyum, dan James membalas senyumnya.“Jadi, ada apa denganmu Kate?” tanya James lembut, sambil menarik kursi dan duduk. Kate menggeleng, “Tidak ada”.“Kau yakin?”, Kate mengangguk. James menatap Alexa, seolah minta penjelasan, ada apa dengan Katenya? Tapi, Alexa mengangkat bahu.“Kau tidak bisa bilang ‘tidak ada apa-apa’, jika wajahmu seperti itu.” James sengaja menekankan kalimat ‘tidak ada apa-apa’. Alexa yang melihat James dan Kate hanya tersenyum.“Aku hanya lelah..” akhirnya, Kate angkat bicara.“Kalau begitu, kau perlu istirahat. Kau mau makan sandwichmu dulu, atau aku langsung kita langsung pulang ke apartement?” ujar James sambil beranjak dari duduknya.“Aku tak ingin makan apapun.” Kate menatap James malas.“Oke, tapi kau harus makan sesuatu di apartementmu, atau aku akan memaksamu untuk makan. Ayo Kate, kita pulang” ucap James sambil menggandeng tangan Kate.“Aku dan Kate duluan, Lex” pamit James.“Ya, hati-hati” Alexa berkata lirih, lalu ia merapikan rambutnya, dan juga beranjak pergi.*****Saat ini, Alexa sedang berada di Delicio Cafe. Dia sedang mengaduk jus jeruknya. Dia tidak pernah menyukai bir, wiski atau semacamnya. Menurutnya, seseorang tidak harus minum bir agar terlihat dewasa.“Kau Alexa?” ucap seseorang dengan tiba-tiba sambil menepuk bahunya pelan. Kate menoleh, dan mendapati seorang cowok dengan rambut pirang berantakan sedang tersenyum lebar. Dia mencoba menebak cowok didepannya. Tapi, dia tak mendapati jawabannya.“Memangnya, kau siapa?” akhirnya, Kate bersuara.“Ya ampun Kate! Kau tidak mungkin melupakan sahabat kecilmu yang berjanji akan menemuimu begitu kau kembali dari Paris kan?”“Oh My God! Kau Dylan?” mata biru Alexa berbinar. Cowok di depannya tertawa, lalu menarik kursi dan duduk di hadapan Alexa.“Kau apa kabar?” tanya Dylan.“Baik, kau bagaimana? Kau mau pesan sesuatu?”“Aku merasa lebih baik setelah bertemu denganmu. Aku sudah cukup kenyang melihatmu.”“Benarkah?”“Kau tahu, aku selalu mempunyai energi lebih jika melihatmu.” Alexa tersipu.“Kau selalu seperti itu…” Dylan tersenyum lebar.*****“Alex, aku dengar kamu akan pindah? Benarkah?” Dylan kecil bertanya pada Alexa kecil. Saat itu, umur mereka 8 tahun. Alexa kecil terdiam sebentar, lalu mengangguk pelan. Matanya terlihat sedih.“Jadi, aku tak akan bertemu dengan kamu lagi?”“Padahal, Alex ingin selalu bersama Dylan.”“Dengar Lex, apapun yang terjadi, saat kau kembali lagi kesini, aku akan menemuimu. Aku janji. Karena, aku menyukaimu. Dan aku janji aku hanya akan menikah denganmu. Maukah kau berjanji hanya akan menikah denganku?” Dylan berkata malu-malu.“Alex juga suka Dylan. Alex janji hanya akan menikah dengan Dylan.” Ucap Alexa sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingking Dylan. Alexa dan Dylan sama-sama tersenyum. *****“Kau sekarang tinggal dimana?” tanya Alexa, masih di Delicio Cafe.“Setelah kau pergi, aku pindah ke New York”“Bisa aku minta alamatmu?”“Untuk apa?”“Kalau-kalau suatu saat aku membutuhkan tumpangan ketika di New York. Aku tidak perlu repot-repot menyewa apartemen kan?” Dylan tertawa, lalu memberikan secarik kertas yang bertuliskan alamatnya.“Terimakasih.”“Ya, sama-sama. Ehm, Lex, apakah kau pernah berkencan dengan seorang pria?” “Tidak, aku tidak mungkin berkencan dengan seorang pria, ketika aku masih mempunyai janji hanya akan menikah dengan seseorang.” Alexa tertawa.“Bagus, karena akupun tidak pernah kencan dengan gadis manapun. Aku masih menunggu seseorang yang akan kembali dari Paris.” Kali ini, Dylan tersenyum.*****“Halo Kate!” ucap Alexa ditelepon“Hi! Ada apa?”“Apa kau sudah baikan?”“Aku tidak apa-apa.”“Tapi, kau lelah.”“Tidak lagi. bagaimana mungkin, James memaksaku untuk beristirahat, dan dia tak membiarkanku pergi kemanapun.”“Dia sayang padamu.”“Ya, aku tahu.”“Apa dia sedang bersamamu?”“Ya, dan dia sedang mengawasiku. Kau mau berbicara dengannya?”“Tidak perlu.”“Jadi, kenapa kau meneleponku?”“Aku bertemu dengan Dylan.”“Kapan?”“Saat aku sedang di Delicio Cafe. Dan aku baru saja pulang dari sana.”“Dylan itu siapa?”“Sahabat kecilku yang pernah berjanji akan menemuiku saat aku kembali dari Paris.”“Oh ya?”“Saat kecil dulu, dia juga berjanji hanya akan menikah denganku.”“Dia manis.”“Ya, begitulah.”“Alex, sampai kapan kau akan menelepon Kate?” ucap James di telepon. Alexa tertawa.“Oke, oke James. Aku tak akan mengganggumu. Night.” Alexa memutuskan sambungan telepon.*****“Hmm… jadi, Dylan yang membuatmu tak berkencan? Karena kau sudah janji dengannya?” tanya Kate. Saat itu Alexa sedang berkunjung ke apartement Kate.“Ya, begitulah.”“Kukira kau tidak normal.” Sambung James.“James, ini urusan wanita. Kau tidak perlu mengatakan pendapatmu.” Alexa berkata tajam. James tertawa.“Oke, oke sebaiknya aku menghindarimu. Kalau tidak, mungkin kau akan memakanku.” James berkata mengejek. Alexa mengambil bantal, lalu melemparkannya pada James. James tertawa.“Sudahlah Lex, James memang suka seperti itu. Dia akan senang kalau melihatmu marah-marah.” Ucap Kate.“Oke, oke.”“Mungkin, kapan-kapan aku bisa berkenalan dengan Dylan?”“Yeah, tentu.”*****Dua bulan kemudian….“Alex, kau sedang dimana?” tanya Kate ditelepon.“Di taman, depan apartement.”“Dengan siapa?”“Kau tahu jawabannya.”“Dylan?”“Yeah, benar. Jam 7 malam, dia mendatangi apartementku dan mengajakku duduk-duduk di bangku taman.”“Aku akan menyusulmu. Kau harus mengenalkan Dylan padaku.”“Tentu, Kau bersama James?”“Ya, dan kita akan kencan ganda.”“Kate, aku belum resmi berkencan dengannya.”“Tapi, dia berjanji akan menikahimu, dan itu lebih dari sekedar kencan.” Lalu, Kate memutuskan telepon. Alexa menatap ponselnya kesal.“Siapa Lex?”tanya Dylan.“Kate, temanku.”Beberapa menit kemudian….“Alex, apa kau saat ini bersama Dylan?”“Yeah, ada apa? Kau dimana?”“Tidak ada apa-apa. Kau yakin sedang bersama Dylan?”“Yakin, Kaaatee, kau belum menjawab pertanyaanku, kau dimana?”“Aku sudah di taman, dan aku sudah melihatmu. Sebentar lagi, aku akan menyusulmu. Apakah Dylan duduk disebelahmu?”“Ya ampun Kate, haruskah aku mengupload fotonya yang sedang duduk disebelahku?”“Tidak, tidak perlu.” Lalu, Kate memutuskan sambunngan.“Siapa?” tanya Dylan lagi.“Kate.”“Apakah dia akan menemuimu?”“Tentu, bukan hanya menemuiku, juga menemuimu. Dia bilang, dia ingin berkenalan denganmu.”“Tidak! Dengarkan aku Alexa, kau ingat janjiku dulu?”“Janji apa?”“Janjiku menikahimu”“Ya, aku ingat.”“Aku akan tetap menikahimu, apapun yang terjadi. Walau harus dalam jiwa yang berbeda.” Mata Dylan terlihat sedih “Maksudmu?”“Berjanjilah, kau akan menungguku?”. Alexa mengangguk.“Sampai jumpa Alexa, aku mencintaimu.” Dylan berkata sambil mencium kening Alexa, lalu berlari pergi. “Aku juga mencintaimu.” Ucap Alexa lirih. Dia termenung, ciuman Dylan di keningnya terasa dingin. “Alex!!”. Alexa menoleh, dan mendapati Kate dan James sedang bergegas kearahnya.“Mana Dylan?” tanya James, begitu dia sampai di depan Alexa.“Dia pergi, dan sebelumnya dia mengatak sesuatu yang aneh.”“Apa?” tanya Kate dan James bersamaan.“Katanya, dia akan tetap menikahiku, walau dalam jiwa yang berbeda, apa maksudnya?”“Mmm… sebenarnya, saat aku meneleponmu tadi. Aku hanya melihatmu sendiri, tanpa Dylan. Makanya, aku bertanya padamu, apakah Dylan sedang duduk bersamamu?”“Benarkah? Apa kalian tidak bohong?”“Tidak!!” ucap Kate dan James lagi- lagi bersamaan.“Jadi, kalian hanya melihatku duduk sendirian disini?”“Yeah, kau tahu jawabannya.” Ucap Kate.“Jadi, maksudmu, Dylan hanya bisa dilihat olehku?”“Mungkin.” Sahut James.“So, Dylan itu apa?”“Kami tak tahu.” Alexa terduduk lemas, “Bisakah aku kembali ke apartementku sekarang? Aku butuh waktu untuk berfikir.” Kate dan Jmes sama-sama mengangguk. Alexa berjalan lesu menuju apartementnya.“Alex! Kalau ada apa-apa kau bisa meneleponku.” Alexa sama sekali tak menoleh, dia hanya mengangguk samar.*****Sesampainya di apartement, Alexa melempar sepatu dan tasnya begitu saja, lalu menjatuhkan dirinya ke sofa. Dia benar-benar bingung dengan kejadian barusan. Ada apa dengan Dylan? Alexa tiba-tiba berdiri, dia ingat, dia menyimpan alamat Dylan, mungkin ada nomer teleponnya. Alexa bergegas menuju kamarnya dan mengobrak-abrik laci meja riasnya. Dan dia menemukan kertas alamat Dylan. St.Wallace 159, New York009-67455562Alexa membawa kertas itu ke sofa, lalu mengambil ponselnya. Tidak terlalu larut, untuk menelepon seseorang. Dia menekan nomer Dylan dan terdengar sambungan di ujung sana.“Maaf, apakah saya bisa bicara dengan Dylan?”“Anda siapa?”“Saya Alexa, teman kecilnya.”“Ooh… Alexa? Sudah lama tak berjumpa denganmu Alexa.”“Iya, Mrs.Wein. Apa kabar?”“Baik. Saya bahagia bisa berbicara dengan salah satu sahabat kecil Dylan.”“Maaf, Dylannya ada?”“………..”’“Maaf.”“Dylan sudah lama meninggal. Dia meninggal saat kau pindah. Dia berlari kencang dari sekolah saat tahu kau akan pindah hari itu, bukan esoknya. Sebelum sampai ke rumahmu. Saat menyebrang, dia tertabrak school bus.” Mrs. Wein berkata dengan pelan. Dari nadanya, kelihatannya dia sedang menahan tangis. Alexa terduduk lemas, ponselnya meluncur dari tangannya ke lantai. Pelupuk matanya basah. Dia menangis. Jadi, selama ini siapa yang bersamanya?“Alex! Apa kau tidak apa-apa?” tanya Kate yang tiba-tiba berhamburan ke dalam apartement Alexa. Kate bersama James. Alexa tak bergeming. Dia tetap menangis. James mengambil ponsel di lantai, dan menaruhnya di sofa.“Alex, ada apa?” tanya Kate sambil merangkul Alexa. Alexa tetap diam. “Alexa, kau tak bisa terus diam begini, kau harus menceritakannya pada kami.” bujuk James.“Dylan….”“Iya, ada apa dengan Dylan?” ucap Kate tak sabar.“Dia… dia sudah meninggal, saat hari aku pindah.” Jelas Alexa sesenggukan. Kate memeluk Alexa tambah erat.“Dia jahat! Dia bilang akan menikah denganku! Dia sudah janji!” teriak Alexa terisak. Kate mengusap bahu Alexa, “Sabar Lex, bukankah dia berjanji akan menikahimu, walau dalam jiwa yang berbeda?” ucap Kate menyadarkan Alexa.“Dan kurasa, dia akan menepati janjinya, entah kapan.” Tambah James. Terdengar dari nadanya, James sendiri kurang yakin dengan perkataannya.“Aku akan menunggunya….” tekad Alexa dengan mata menerawang.*****Tiga tahun kemudian…..“James Shady, akankah kau menerima Kate dalam suka dan duka?” tanya pendeta. Hari ini, James dan Kate menikah.“Ya.”Alexa menahan tangis. Saat ini, umurnya 23 tahun. Dan dia belum menikah. Dia masih tetap menunggu Dylan datang. Beberapa lelaki mengajaknya menikah, tapi dia tak tertarik. Dia masih terikat janji hanya akan menikah dengan Dylan.“Kate Allincton, akankah kau menerima James dalam suka dan duka?” tanya pendeta lagi.“Ya.”“Akankah kalian berdua berjanji bersama selamanya? Sampai hayat memisahkan kalian?”“Ya.” jawab James dan Kate bersama.Alexa tersenyum. Dia cukup bahagia menjadi pendamping wanita Kate. Mungkin, suatu saat Kate akan menjadi pendamping wanitanya.Saat pelemparan bunga……Seorang lelaki bertuksedo hitam mendekatinya, Alexa mengamatinya. Cowok itu tersenyum ramah. Alexa memalingkan wajahnya. Sepertinya dia kenal senyuman itu, dan mata biru lelaki itu yang berbinar hangat. Saat dia berbalik untuk menatap lelaki itu, lelaki itu sudah mendapatkan buket bunga yang dilempar James dan Kate.“Alexa….” lelaki itu menghadap kearahnya dan menatapnya tepat dimata.“Kau tahu namaku?” Alexa bertanya, matanya memancarkan kebingungan.“Namaku Nathan Wayn, dan aku kesini untuk menepati janjiku.” Lelaki itu berkata lembut. Seketika air mata Alexa mengalir.“Alexa Georgia, will you marry me?” Nathan tersenyum, dan memberikan buket bunganya pada Alexa. Alexa menerima buket bunga itu dengan air mata mengalir di pipinya.“Yes, i will.” Jawab Alexa pelan. Nathan tersenyum, lalu memeluk Alexa erat.“Mengapa kau menangis saat kau bisa bertemu lagi denganku?” Nathan berkata lembut, lalu memeluk Alexa lebih erat. Alexa tak menjawab. Dia sudah cukup bahagia bertemu dengan Dylan “versi” barunya. Mungkinkah ini keajaiban cinta? SELESAI

  • Cerpen Remaja King Vs Queen~09

    Sesuai perjanjian kalau Lepi nya udah bisa conect ana lanjutin postingan King Vs Queen nya. Makanya sekarang lanjutannya muncul. Lagian kayaknya cerpen terbaru karya mia mulyani udah ada lagi nie. Ha ha ha, Tu anak emang rajin nulis si. Kalau cerpen karya ku, Hemz no coment deh. Lagi males nulis cerpen soalnya #ditendang.Gak lah, yang bener itu lagi nggak sempet buat nulis cerpen. Soalnya ana lagi sibuk di dunia nyata. Kalau nulis pun tetep yang di tulis bukan cerpen, Palingan cuma coretan – coretan nggak jelas.Banyakan bacod mendingan juga langsung baca Cerpen Remaja King Vs Queen part 9 nya. Tinggal satu part lagi bagian ending.Credit Gambar : Ana MeryaPaginya selesai sarapan mereka semua siap-siap mau keliling-keliling hutan, sambil membawa tas untuk membawa bekal makanan seandainya mereka telah lelah berjalan. Setelah semuanya siap mereka pada berkumpul didepan tenda.Niken mengenakan tas ranselnya dan melirik tina yang terus nempel sama Gilang seperti permen karet yang membuat Niken jadi sebel.sebagian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*